You are on page 1of 25

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Penelitian :
KEIKUTSERTAAN PETANI PEREMPUAN
DALAM MENUNJANG EKONOMI KELUARGA DI DESA
KINAWERUAN
KECAMATAN
MAESAAN
KABUPATEN
MINAHASA SELATAN
2. Penelti Utama
:
a) Nama
: Prof Dr. Evi Elvira Masengi, MS
b) Jenis Kelamin
: Perempuan
c) NIP
: 195619171982032001
d) Pangkat/Gol
: IV/C
e) Jabatan Struktural
: Pembina
f) Jabatan Fungsional
: Guru Besar
g) Fakultas
: Fakultas Ilmu Sosial/Administrasi Negara
h) Pusat Penelitian
: UNIMA
i) Alamat Kantor
: Kampus FIS-UNIMA di Tondano
j) Alamat Rumah
: Perum IKIP Batu Kota Malalayang No.24
Manado (Kode Pos 95115)
3. Usul jangka waktu Penel. : 6 bulan
4. Pembiayaan
: Dana PNDP UNIMA
5. Besaran Dana
: Rp. 30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah)
Mengetahui

Tondano, 22 Maret 2015

Dekan Fakultas Ilmu Sosial

Peneliti,

UNIMA

Dr. Sisca B. Kairupan, MSi

Prof. Dr. Evi Elvira Masengi, MS

NIP 196106081986032001

NIP.

195610171982032001

Ketua Lembaga Penelitian

Prof. Dr. Rudy A. Repi, Msi
NIP. 1963061984021001

PROPOSAL PENELITIAN
1

A. Judul : KEIKUTSERTAAN PETANI PEREMPUAN DALAM MENUNJANG
EKONOMI KELUARGA DI DESA KINAWERUAN KECAMATAN MAESAAN
KABUPATEN MINAHASA SELATAN
B. Latar Belakang Masalah
Pembangunan di Indonesia bertujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur
merata materil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Berdasarkan konsep pembangunan tersebut di atas maka pemerintah Indonesia sebagai
pengemban amanat rakyat sepatutnyalah bersama rakyat mengupayakan tercapainya
pembangunan nasional. Dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional
diperlukan pengerahan seluruh komponen bangsa termasuk didalamnya kaum
Perempuan. Perempuan baik sebagai warga Negara maupun sumber daya insani
pembangunan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki dalam
pembangunan di segala bidang.
Salah satu sumbangan perempuan dalam pembangunan adalah partisipasi
perempuan sebagai tenaga kerja dalam berbagai bidang kehidupan ekonomi. Dalam
masyarakat agraris, usaha tani terutama pada pertanian campuran (mixed farming),
membutuhkan banyak tenaga kerja, baik laki-laki maupun perempuan. Sejak orang
mulai mengenal bercocok tanam, perempuan sudah mengambil peran di dalamnya.
Mulai sejak itu pula berkembang pembagian kerja antara laki-laki dan wanita dalam
pekerjaan dibidang pertanian juga pembagian kerja di dalam keluarga dan
masyarakat luas.
Pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan di dalam keluarga dan
selanjutnya masyarakat berkembang menjadi pengakuan atas persamaan kesempatan
antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.
Meskipun demikian pengakuan atas persamaan kesempatan ini, belum terwujud atau
bahkan sulit diwujudkan pada masyarakat di negara-negara tertentu, dengan budaya
tertentu. Sehingga peran perempuan dalam pembangunan pada masyarakat tersebut,
masih belum diperhitungkan.
Kemitrasejajaran yang harmonis, selaras, serasi dan seimbang antara perempuan
dan laki adalah suatu kondisi dinamis dimana keduanya memiliki persamaan hak dan
kewajiban, kedudukan, kemampuan, peranan dan kesempatan dapat bekerja sama
sebagai mitra sejajar untuk berperanserta dalam pembangunan, baik sebagai subjek
ataupun pelaku dalam penentuan kebijakan dan pengambil keputusan, perencanaan dan
pelaksanaan, maupun sebagai objek atau sasaran pembangunan yang memanfaatkan
dan menikmati hasilnya.
Proses pembangunan yang terjadi selama dasawarsa 1970-an membawa
perubahan dalam pola kerja perempuan. Penguasaan atas sumberdaya tanah serta
penguasaan atas modal oleh orang-orang kaya dan berkuasa, juga pemanfaatan
2

Dalam keadaan demikian maka buruh tani perempuan merupakan alternatif yang dipilih dalam upaya perempuan membangun ekonomi keluarga mereka. disebabkan karena kurangnya pendapatan suami. terdapat sekitar 249 keluarga petani.teknologi unggul membawa banyak perubahan pada keluarga petani. Melihat usia mereka yang sudah memasuki usia lanjut. peralatan dan kebutuhan pertanian lainnya. Meskipun demikian dari hasi penelitan ternyata mereka mampu menjadi penopang ekonomi keluarga. para buruh tani perempuan ini sudah melibatkan diri sebagai subjek pembangunan bukan saja hanya objek pembangunan. mereka masih memiliki kesehatan yang prima dan masih mampu mengerjakan pekerjaan bertani yang dinilai ”berat” bagi perempuan. ataupun suami sudah meninggal dunia. sementara 120 keluarga lainnya memiliki lahan kurang 1 hektar. Sedangkan buruh tani perempuan yang bekerja sebagai suplemen dalam membangun ekonomi keluarga. selebihnya 37 orang yang memiliki lahan pertanian. Warga masyarakat desa yang miskin hanya memiliki kemungkinan yang terbatas untuk memperoleh sumber-sumber strategis utama berupa tanah dan modal. di mana terdapat 92 Keluarga yang tidak memiliki lahan pertanian. yang terdistribusi dalam berbagai jenis pekerjaaan terdapat 72 orang yang bekerja sebagai buruh tani dan kurang lebih 30 orang buruh tani perempuan. sehingga pemakaian tenaga mereka juga berkurang. Alasan lain karena hasil lahan pertanian yang mereka miliki tidak mencukupi untuk ekonomi keluarga atau bahkan ada yang sudah tidak memiliki lahan pertanian. Demikian halnya yang peneliti temukan dalam penelitian di lokasi penelitian yakni di Desa Sampiri. Desa Sampiri luas perkebunan 789 Ha. Para buruh tani perempuan tersebut menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga atau tulang punggung keluarga dan sebagian hanya sebagai suplemen atau pendukung suami dalam mencari nafkah bagi keluarga. 3 . yakni dalam membangun ekonomi keluarga. Dari data jumlah penduduk laki-laki: 581 orang dan perempuan: 620 orang. Dan yang tidak kalah pentingnya dalam konsep pembangunan. akibatnya kesempatan kerja pun berkurang. Kurangnya dukungan dan perhatian pemerintah bagi para buruh tani perempuan membangun ekonomi keluarga. Pemakaian teknologi dalam pertanian yakni pemakaian mesin pemotong rumput dan cairan pembasmi rumput mengakibatkan pekerjaan buruh tani berkurang. bahkan hampir tidak ada yang secara langsung menyentuh kaum buruh tani perempuan. modal kerja dalam bekerja. Usia para buruh tani perempuan tersebut berkisar 45-70 tahun. Kurangnya pendidikan dan ketrampilan. Buruh tani perempuan yang bekerja sebagai pencari nafkah utama dalam membangun ekonomi keluarga disebabkan suami yang sudah tidak mampu bekerja akibat kondisi kesehatan yang sudah tidak memungkinkan untuk bekerja.

Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Manfaat Praktis Memberikan input kepada masyarakat secara umum terlebih khusus perempuan serta aparat pemerintahan mengenai Keikutsertaan Petani Perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga . B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan fokus penelitian maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: a. konsep-konsep. Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitan ini adalah : 1) Mendeskripsikan. Kajian Teori 1. Fokus Penelitian Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah Peran Buruh Tani Perempuan dalam Membangun Ekonomi Keluarga Studi di Desa Sampiri Kecamatan Airmadidi”. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi Keikutsertaan Petani Perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga ? D. 2) Mendeskripsikan. Bagaimana Keikutsertaan Petani Perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga ? b. untuk selanjutnya dapat mengambil langkahlangkah positif untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang dirasa perlu untuk kedepannya. menganalisis dan menginterpretasi Keikutsertaan Petani Perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga .Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di atas maka peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “Keikutsertaan Petani Perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga di Desa Kinaweruan Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa”. C. menganalisis dan menginterpretasi faktor-faktor yang mempengaruhi Keikutsertaan Petani Perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga E. F. Konsep Administrasi Pembangunan 4 . acuan serta pertimbangan bagi penelitianpenelitian lanjutan yang relevan. gagasan teoritis yang termunculkan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa: a) Memberikan sumbangsih bagi Pengembangan Ilmu Administrasi Negara khususnya Administrasi Pembangunan terlebih khusus Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam hal ini Perempuan. b) Menjadi dasar pemikiran. 2) Manfaat Teoritis Berbagai pemikiran.

pembangunan hanya dapat dipahami sepenuhnya jika seorang memandang sebagai suatu proses yang juga berlangsung di negara-negara industri di samping dunia ketiga. Selanjutnya menurut pendapat Tjokroamidjojo (2000:67-68). Disini tercakup pengertian “being”(menjadi) dan “doing” (mengejar). Ini berarti bahwa program-program dan proyek bukan saja membuahkan perubahan-perubahan bersifat fisik dan konkrit melainkan juga perlu menghasilkan hal-hal semacam itu dengan cara tertentu sehingga rakyat memperoleh kemampuan yang lebih besar untuk memiliki dan memberikan tanggapan terhadap perubahan tersebut. Karena konsep pembangunan adalah perubahan secara terus menerus secara sadar dan terencana untuk bertumbuh dan berkembang. bahwa proses pembangunan adalah suatu perubahan sosial budaya. kendatipun sudah mengalami “kemapanan” dalam berbagai bidang.Pembangunan cenderung dipakai dalam pembicaraan mengenai bangsa-bangsa dunia ketiga. Ini berarti pembangunan bukan hanya yang dikonsepsikan sebagai usaha pemerintah belaka. lebih hebat juga dikategorikan sebagai upaya pembangunan. Pertumbuhan (growth) semata tidak banyak menyelesaikan persoalan dan kasang-kadang mempunyai akibat yang tidak menguntungkan. melainkan pembangunan itu tergantung dari suatu “inner will” proses emansipasi diri dari suatu partisipasi kreatif dalam proses pembangunan hanya menjadi mungkin karena proses pendewasaan. Tjokroamidjojo (2000:66). Dalam hal ini pembangunan menyiratkan pilihan-pilihan tujuan-tujuan untuk mencapai apa yang disebut Bryant dan White (2001:111) sebagai “Realitas potensi manusia”. mengatakan bahwa pembangunan merupakan suatu proses pembaharuan yang kontinu dengan proses terus menerus dari satu keadaan yang dianggap lebih baik itu merupakan tujuan dari program pembangunan disetiap negara. pembangunan adalah suatu proses multidimensional 5 . Menurut Bryant dan White (2001:115): Pembangunan diartikan sebagai kemampuan orang untuk mempengaruhi masa depan. Supaya pembangunan itumenjadi suatu proses yang dapat bergerak maju atas kekuatan sendiri (self sustaining process). 2000:68). lebih kuat. Sungguh pun demikian. lebih baik. tetapi upaya untuk terus lebih maju. Definisi pembangunan ialah yang bersifat value-free dikemukakan oleh Todaro (dalam Tjokroamidjojo. Ahli mikrobiologi pun mengingatkan kita bahwa ciri penting sel kanker ialah tumbuh tanpa membangun. itu tergantung pada manusia dan struktur. Juga pembangunan tidak selalu dapat disamaratakan dengan modernisasi sebab ada banyak segi pada tradisi yang meningkatkan manusia dan merajuk serta mempertautkan kultur. Pembangunan (development) adalah suatu konsep yang normatif. Ini berarti bahwa perubahan yang terencana harus memperhatikan individu-individu disamping memperhatikan ekonomi sebagai pribadi-pribadi.

2000:70). yaitu: (1) Pembangunan mengandung pengertian perubahan dalam arti mewujudkan suatu kondisi kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang lebih baik dari kondisi yang kini ada. konotasinya ialah bahwa pembangunan itu di dasarkan pada suatu rencana yang tersusun rapi untuk suatu kurun waktu tertentu. Konsep pembangunan sebagaimana dikemukakan di atas bermakna bahwa pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi belaka. Konsep-konsep pembangunan yang dikenal oleh masyarakat dunia. Di samping itu pendapat dan output. pembangunan (development). pembangunan berbeda dengan modernisasi dan pertumbuhan belaka. perubahan sosial (sosial change). akan tetapi kebutuhan untuk membangun segi manusiawi itu sendiri sedemikian rupa sehingga masyarakat memiliki kemampuan yang lebih besar untuk memilih dan menanggapi setiap persoalan sosial positif. arah dan jenis berbagai kegiatan dengan sengaja ditentukan dan Seluruh potensi serta kekuatan nasional diarahkan ke situ. pembangunan menyangkut pula perubahan radikal struktur kelembagaan. Menurut Siagian (2001:44). pembebasan (liberation). modernisasi (modernization). struktur sosial serta struktur administratif serta perubahan sikap. menyatakan dalam konteks yang luas bahwa pembangunan nasional di dasarkan pada lima ide pokok. 6 . Menurut pandangan ini. yaitu sebagai berikut: pertumbuhan (growth). pembangunan nasional (national development). istilah pembangunan itu sendiri realitasnya memang telah menjadi bahasa dunia. adat istiadat bahkan kepercayaan. telah melahirkan berbagai teori.yang menyangkut reorganisasi dan reorientasi sistem ekonomi dan sistem sosial secara keseluruhan. model dan pendekatan yang berkaitan dengan konsep pembangunan. waternisasi (waternisation). Keinginan bangsa-bangsa di dunia untuk mengejar ketertinggalan bahwa memburu masa depan yang lebih baik. serta pengembangan dan pembinaan (Tjokroamidjojo. (4) Jika diterima pendapat bahwa pembangunan merupakan rangkaian usaha yang dilakukan secara sadar. Di pihak lain untuk mencapai pembangunan diperlukan perubahan struktur yang dimaksud untuk meningkatkan kapasitas produksi. (3) Pembangunan ialah rangkaian usaha yang secara sadar dilakukan artinya baik secara konseptual meupun secara operasional . terutama di negara-negara berkembang. rekonstruksi (rekonstructional). (2) Pembangunan ialah pertumbuhan yaitu keadaan suatu negara/bangsa untuk terus berkembang baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. tujuan. (5) Bahwa pembangunan itu bermuara pada suatu titik yang merupakan cita-cita akhir perjuangan dari suatu bangsa yang bersangkutan. Jelasnya.

baik individu maupun kelompok (capacity). Disamping beberapa teori/konsep pembangunan sebagaimana telah diuraikan di atas. (4) Pembangunan berarti membangkitkan kemampuan untuk membangun secara mandiri (sustainability). Teori modernisasi. (5) Pembangunan berarti mengurangi ketergantungan negara yang satu terhadap negara yang lain dan menciptakan hubungan saling menguntungkan serta saling menghormati (interdepency). Kepercayaan ini dinyatakan dalam bentuk kesempatan yang sama. system perdagangan internasional yang mengeksploitasi negara-negar berkembang. akan membawah dampak negatif bagi perubahan sosial. yakni teori pembangunan pada masa pemikiran eropa sentries. yakni teori yang lebih menekankan pada factor-faktor eksogenus dari keterbelakangan. Demikian hal dengan konsep pembangunan yang semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi dengan pemerataan dan keadilan sosial. Pembangunan sebagai upaya peningkatan kemampuan manusia untuk mengadakan masa depan menurut Bryant dan White (2001:115-116). 2006:43). terdapat pula teori/model pembangunan yang melandaskan diri pada konsep pembangunan sebagai perubahan sosial (sosial change). dan hal ini bukan lagi dianggap sebagai satu-satunya indikasi kemajuan suatu bangsa dewasa ini. Teori ketergantungan. yakni penekanan pada faktor-faktor yang membawa perubahan dari masyarakat tradisional– agricultural ke masyarakat modern – industrial. budaya dan nilai-nilai moral yang berlaku setempat. dan dengan demikian menggunakan teknologi dunia barat tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan sosial. 2. Teori modernisasi. (2) Pembangunan berarti mendorong tumbuhnya kebersamaan dan kemerataan nilai dan kesejahteraan (equity) (3) Pembangunan berarti menaruh kepercayaan kepada masyarakat untuk membangun dirinya sendiri sesuai dengan kemampuan yang ada padanya. Paradigma yang digunakan adalah paradigm modernisasi dengan pengandaian teori evolusioner. antara lain: Kolonialisme. Pendekatan ini dibagi kedalam tiga model yaitu : 1. Dengan kata lain lebih menekankan pada factor-faktor heterogen dari sebuah proses pembangunan atau perubahan (Budiman.Modernisasi sering diindikasikan dengan pengembangan spesialisasi. mengandung beberapa implikasi penting. 7 . kebebasan memilih dan kekuasaan untuk memutuskan (empowerment). antara lain: (1) Pembangunan berarti membangkitkan kemampuan ooptimal manusia. Teori ketergantungan (depency).

2009:5) Definisi tersebut secara implisit menunjukkan bahwa upaya dan kegiatan pembangunan merupakan “upaya nasional”.menurut teori ini. 3. Isitlah administrasi secara umum dimaksud sebagai keseluruhan proses pelaksanaan keputusan yang telah diambil dan diselenggarakan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah ditentutak sebelumnya. Karena itu ditekankan perlunya perubahan structural (Budiman. teori “strategi keberlangsungan” (strategy for survival) dan sebagainya (Budiman 2006:45). 2006:44). Dalam hal ini perempuan sebagai objek penelitian juga harus dilibatkan. yaitu (1) administrasi dan (2) pembangunan. Para teoritisi dan cendekiawan ditantang untuk memberikan sumbangsihnya. Dunia usaha memainkan peranan yang sangat besar terutama di bidang ekonomi. Partisipasi masyarakat antara lain dalam praktek pelaksanaan pembangunan serta tahap pengawasan pembangunan harus dilibatkan. Singkatnya pembangunan merupakan “urusan semua pihak dalam 8 . keterbelakangan ialah sebuah proses sejarah. Administrasi Pembangunan mencakup dua pengertian. Berdasarkan pendapat-pendapat yang telah diuraikan sebelumnya di atas maka pembangunan dapat disimpulkan sebagai suatu proses perubahan dan pertumbuhan(perkembangan) yang dilakukan oleh suatu bangsa dengan segenap komponen didalamnya (pemerintah maupun masyarakat) dengan memberdayakan semua sumber-sumber yang ada didalamnya serta sumber-sumber dari luar yang mendukung secara sadar dan terencana serta kontinu (terus menerus) yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat bangsa/negara yang bersangkutan dalam rangka mencapai tujuan nasionalnya. Misalnya teori “batas-batas pertumbuhan” (limits to growth). (Siagian. Artinya menyelenggarakan kegiatan pembangunan bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah dengan segala aparat dan seluruh jajarannya meskipun harus diakui bahwa peran pemerintah cukup dominan. khususnya dalam penguasaan dan kemampuan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para politisi dengan kekuatan sosial-politik turut berperan. Teori Saling ketergantungan (interdepency) yakni teori yang menciptakan “model-model dunia” yang baru dengan menunjukkan adanya saling ketergantungan atau keterkaitan antar negara atau antar bangsa. 2009:4). berkembang dan berubah secara sadar dan terencana dalam semua segi kehidupan dan penghidupan Negara bangsa yang bersangkutan dalam rangka pencapaian tujuan. Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas maka batasan pengertian dari Administrasi Pembangunan yakni : “seluruh usaha yang dilakukan oleh suatu Negara bangsa untuk bertumbuh. Sementara pembangunan seperti yang telah dijelaskan di atas sebelumnya secara garis besarnya didefinisikan sebagai rangkaian usaha mewujudkan pertumbuhan dan perubahan yang terencana dan sadar yang ditempuh oleh suatu bangsa yang menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (national building) (Siagian.

gender. Dalam penyelenggaraan kegiatan pembangunan. mengintegrasikan perempuan dalam proyek. Agar peran sumber daya manusia memberi manfaat yang maksimal dalam pembangunan maka kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan sebab secara teori diyakini bahwa sumber daya manusia yang tidak berkualitas tidak akan menghasilkan output yang optimal. Dalam penelitian mengenai Peran Buruh Tani Perempuan dalam membangun ekonomi keluarga. Untuk mencapai produktivitas yang tinggi dibutuhkan SDM yang berkualitas. Hal ini antara lain dilakukan dengan meningkatkan produktivitas dan pendapatan perempuan. Sumber daya manusia yang tidak berkualitas selain tidak menyumbang dalam peningkatan produksi juga tetap turut memakan produksi yang dihasilkan orang lain. 2. Tadjuddin (2005:6). development hingga gender mindstreaming. Dimana upaya administrasi pembangunan di Indonesia perlu dilakukan dengan memaksimalkan peran buruh tani perempuan dalam hal ini merupakan salah satu unsur pendukung perekonomian keluarga. secara terencana dan berkelanjutan sejak terbentuknya Menteri Muda Urusan Peranan Perempuan hingga sekarang. pendapatan atau sumber daya. Oleh sebab itu kualitas Sumber daya 9 . sebab sumber daya manusia yang tidak berkualitas tetap harus diberi makan. tidak ada warga masyarakat bangsa yang hanya berperan sebagai “penonton”. dkk (2011:21) bahwa pembangunan pemberdayaan perempuan telah dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. yakni didalamnya menyakut perekonomian keluarga sebagai unsur masyarakat. memperbaiki kemampuan perempuan untuk mengatur rumah tangga. berkembang dan berubah secara sadar dan terencana dalam semua segi kehidupan dan penghidupan Negara/bangsa yang bersangkutan dalam rangka pencapaiann tujuan. menganggap masalah sumber daya manusia yang tidak berkualitas lebih serius dari pada tanah yang tidak subur.suatu masyarakat bangsa”. Peran Perempuan dalam Pembangunan Pembangunan pemberdayaan perempuan di Indonesia. namun asumsi dasar dan strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut berbeda-beda. semua harus berperan sebagai “pemain”. meningkatkan partisipasi peran perempuan dalam pembangunan dan meningkatkan kesehatan. konsep Administrasi Pembangunan dalam hal ini melihat bagaimana seluruh usaha yang dilakukan oleh suatu Negara/bangsa untuk bertumbuh. dimana tujuan pembangunan Nasional yakni menciptakan masyarakat adil dan makmur merata materil dan spiritual. Paradigma pembangunan pemberdayaan perempuan telah bergeser dari pendekatan woman in development. Pengalaman empirik telah memberikan keyakinan bahwa partisipasi masyarakat dalam hal ini perempuan sangat diperlukan dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan setiap tahap pembangunan. meski tujuan akhir dari masingmasing pendekatan adalah sama yaitu mengupayakan keberdayaan perempuan dan mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender. menurut Tarjana.

pengembangan sumber daya manusia termasuk di dalamnya peningkatan partisipasi manusia melalui perluasan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. Sumber daya manusia dipahami sebagai kekuatan yang bersumber pada potensi manusia yang ada dalam organisasi/negara dan merupakan modal dasar organisasi/negara untuk melaksanakan aktivitas dalam mencapai tujuan. peluang kerja dan berusaha. Jurnal AKRAB. bahkan merupakan faktor dominan berikut juga sumber daya manusia laki-laki karena satu-satunya sumber daya yang memiliki berbagai dimensi meliputi karya. 10 . yakni menekankan peranan perempuan di bidang sosial eknomi. Sebagai diri pribadi. 2010:34) Berdasarkan pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa sebagai pribadi perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam perencanaan. Dengan demikian pengembangan sumber daya manusia ialah upaya pengembangan manusia yang menyangkut pengembangan aktivitas dalam bidang pendidikan dan latihan. peningkatan kemampuan penelitian dan pengembangan teknologi (Thoha. Pengertian pengembangan sumber daya ini identik dengan pengembangan manusia (human development). 2004:27). (3)Perempuan sebagai pelaku pembangunan. kemampuan kerja sama. peluang kerja dan berusaha (Effendi. tanggung jawab. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan laki-laki misalnya dalam berpolitik. Pada prinsipnya. Kemudian sebagai isteri. prestasi. kesehatan dan gizi. Pengembangan sumber daya manusia bukan hanya sekedar peningkatan kemampuan. dan sebagainya. (2) Perempuan sebagai Pembina keluarga yakni menekankan peranan perempuan dibidang sosial budaya serta perannya sebagai ibu dan istri. yaitu : (1) Perempuan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pembangunan. 2001:30). sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini perempuan merupakan sumber daya yang sangat menentukan organisasi dalam hal ini negara.manusia dalam hal ini perempuan selaku komponen dalam pembangunan bangsa dan negara terus dilanjutkan dan ditingkatkan. penikmat dan pemerata pembangunan. tetapi juga menyangkut pemanfaatan kemampuan manusia. yakni menekankan peranan perempuan dalam kaitannya dengan hal-hal yang bersifat nonekonomis dalam pembangunan. ide. perempuan mempunyai hak. penelitian untuk perbaikan pola-pola partisipasi maupun pengembangan potensi yang dimiliki manusianya maupun perbaikan kesejahteraannya. Upaya itu dilaksanakan baik melalui pengkajian. pelaksana. bernegara dan mempertahankan Negara. penurunan fertilitas. (Agnes Jarkasi. Ada tiga peranan perempuan dalam pembangunan yang cukup menonjol. Berdasarkan pendapat tersebut di atas dapat dilihat bahwa peningkatan kemampuan perempuan dalam hal ini termasuk didalamnya peningkatan partisipasi perepuan yakni melalui perluasan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. Dengan kata lain.

Melihat kondisi dan situasi Perempuan dewasa ini sangat diperlukan usaha pemampuan Perempuan untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan sehingga dapat menjadi mitra sejajar dengan kemampuan laki-laki. menerima perempuan sebagai mitra kerja sejajar dan peran gandanya mengandung pengertian bahwa Perempuan harus dilihat secara utuh dalam berbagai kedudukan dan peranannya. baik ahlak maupun ilmu pengetahuan. Di 11 . Oleh karena itu kemampuan Perempuan untuk dapat meningkatkan peran gandanya dalam keluarga dan masyarakat harus dilengkapi dengan peningkatan peran ganda laki-laki dalam keluarga secara berangsur-angsur. serta tanggung jawab keluarga lain yang berupa kegiatan agama. pendidik anak. kemampuan. peranan dan kesempatan sehingga keduanya dapat bekerja sama sebagai mitra sejajar untuk berperanserta dalam pembangunan baik sebagai subjek ataupun pelaku dalam penentuan kebijakan dan pengambil keputusan. hamil melahirkan dan menyusui. Chofifah Indar Parawansa (1995:18) kemitraan yang harmonis. Agar dapat menjadi mitra sejajar laki-laki. kedudukan. manfaat dan kontrol antara laki-laki dan perempuan sebagai anggota masyarakat. maupun sebagai objek atau sasaran pembangunan yang memanfaatkan dan menikmati hasilnya. sumber insani bagi pembangunan. untuk bertanggung jawab bersama-sama dalam meneruskan generasi demi kelangsungan hidup manusia. Kodrat perempuan ini perlu diakui. warga Negara. serasi dan seimbang adalah kondisi dinamis antara laki-laki dan perempuan yang memiliki persamaan hak dan kewajiban. pengelola rumah tangga atau kepala rumah tangga dan penerus generasi Pendekatan pembangunan selama ini belum mempertimbangkan manfaat pembangunan secara adil terhadap perempuan dan laki-laki sehingga turut memberikan kontribusi terhadap timbulnya ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender (Kementrian Pemberdayaan Perempuan. selaras. isteri. maupun mental spiritual. laki-laki maupun sesama perempuan. perempuan mengemban kodrat haid. barang. budaya. dalam penjagaan/pembinaan sumber daya manusia (anak. dan dilindungi oleh anggota keluarga dan masyarakat. Sebagai ibu rumah tangga. dihargai. orangtua yang sakit dan lain-lain). partisipasi. ibu. Lebih lanjut menurut Parawansa. perencanaan dan pelaksanaan. yaitu Perempuan sebagai: diri pribadi. perlu upaya peningkatan kemampuan Perempuan agar setingkat dengan laki-laki. bersama-sama dengan suaminya sebagai kepala rumah tangga. 2001:2) oleh karena itu di berbagai masih senatiasa diperlukan upaya pemberdayaan perempuan agar terwujud kesetaraan akses. Sebagai penerus generasi. Menurut mantan Menteri UPW. baik tua.perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam menciptakan keluarga bahagia dan sejahtera. perempuan dan laki-laki sebagai ibu dan bapak dari anak-anak. muda. Sebagai pendidik anak. Peran ganda laki-laki ini antara lain meliputi pengangkatan tanggungjawab dan peran dalam pekerjaan rumah tangga. bertanggung jawab atas kebutuhan rumah tangga baik kebutuhan jasmani maupun rohani seperti: jasa. sosial kemasyarakatan dan lain-lain.

(Tarjana dkk 2011:216). Faktor individu meliputi tingkat pendidikan. Peran ideal yang diharapkan dari wantia merupakan salah satu hambatan untuk mencari nafkah. pertama. Meningkatnya keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi ditandai dengan dua proses yakni. Selama kurun waktu 1980-2003 telah terjadi peningkatan angkatan kerja perempuan dari 39. program maupun kegiatan pembangunan yang bersifat Responsif Gender.lain pihak. dan masuk ke dalam lingkaran kerja di luar keluarganya untuk mengurangi ketergantungan pada pasangannya. peningkatan dalam jumlah perempuan yang terlibat dalam pekerjaan di luar rumah tangga (out door activities). 12 . perempuan memiliki kesempatan luas untuk menggapai cita-citanya. Bidang-bidang yang sebelumnya masih didominasi laki-laki berangsur-angsur dimasuki bahkan didominasi perempuan. hal ini berarti bahwa perempuan merupakan sumber daya yang tidak kecil bagi pembangunan. sedangkan faktor lingkungan berhubungan dengan ada tidaknya peluang kerja. Apapun pekerjaan perempuan di luar rumah tangga. 2011:215). Selanjutnya dikatakan bahwa akses perempuan terhadap kesempatan kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor individu dan faktor lingkungan. Konstelasi dimana jumlah perempuan lebih banyak daripada jumlah laki-laki mengindikasikan bahwa perekruitan perempuan sebagai tenaga kerja memiliki potensi strategis dalam mendukung pembangunan. aspirasi dan kepentingan antara laki-laki dan perempuan sebelum menetapkan kesetaraan dan keadilan gender sebagai sasaran akhir dari pembangunan (Kwik Kian Gie. Dewasa ini dunia mengalami perubahan. ketrampilan dan kemampuan fisik untuk memperoleh akses terhadap informasi pasar kerja. pada saat ini masih banyak kebijakan. karena itu penelitian mengenai pemberdayaan tenaga kerja perempuan dalam pertanian penting untuk dilakukan di mana kegagalan yang dilakukan pemerintah (negara) dalam memberlakukan model-model pembangunan ekonomi dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan. dkk.3 % (Tarjana. Lebih lanjut Tarjana. ia tidak terbebas dari tugas utama yaitu mengurus rumah tangga. (Tarjana dkk 2011:18). 2001) Pemerintah melalui Permendagri Nomor 15 tahun 2008 menegaskan agar setiap daerah mengembangkan kebijakan-kebijakan. ajang melatih diri menghadapi pilihan serta untuk membiasakan diri mengambil keputusan dalam situasi terjepit. Namun demikian partisipasi ekonomi tidak mengubah peran ideal perempuan. (Tarjana dkk. selain itu aktivitas ekonomi oleh kaum perempuan menjadi wahana aktualisasi diri. program dan kegiatan pembangunan yang belum peka gender. yaitu belum mempertimbangkan perbedaan pengalaman.5 % menjadi 46. 2011:231). kedua peningkatan dalam jumlah bidang pekerjaan yang dapat dimasuki perempuan. dkk (2011: 232) mengatakan Aktivitas ekonomi perempuan sering memberi kontribusi cukup besar terhadap perekonomian rumah tangga dan nasional.

persamaan antar generasi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai. hampir tidak berlaku lagi. Hal ini dapat dipahami dimana anggota rumah tangga yang miskin tidak mungkin menganggur. dengan harapan bahwa dalam penelitian-penelitian yang berhubungan dengan gender akan muncul alternatif-alternatif pembangunan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah selaku administrator pembangunan dimana didalamnya terkandung nilai-nilai demokrasi. menyebabkan posisi mereka dalam keluarga meningkat.Alternatif peran pemberdayaan perempuan dari perspektif kemandirian ekonomi. 2011:235). Negara (pemerintah) tidak saja harus mengaturnya di sektor publik tetapi juga terhadap tindakan dari orang-orang dan lembaga sektor privat (keluarga) dan swasta. Oleh karena itu Onny S Prijono (Tarjana dkk. Akibat adanya kesulitan ekonomi. Dalam kenyataannya karena masyarakat di pedesaan (terutama kalangan bawah) banyak mengalami kesulitan ekonomi sehingga banyak kaum perempuan yang terpaksa bekerja di luar rumah tangga akibatnya mereka ada dalam posisi ekonomi yang kuat. Aktivitas ekonomi perempuan sering memberi kontribusi yagn cukup besar terhadap perekonomian rumah tangga dan nasional. 2011:234). Dengan meningkatnya peran perempuan yang bukan hanya ibu rumah tangga namun juga wannita pekerja. 3. Dalam penelitian ini yakni Peran Buruh Tani Perempuan dalam Membangun ekonomi keluarga dimana peran perempuan dalam pembangunan khususnya pertanian sangat bermanfaat untuk menemukan model-model pembangunan ekonomi dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan terutama dari sisi gender. layak menjadi penelitian yang menarik. Perempuan dalam hal ini berposisi sebagai ibu rumah tangga semata. Tekanan kemiskinan sering memaksa beberapa anggota keluarga (khususnya perempuan) untuk mencari kegiatan pencarian nafkah (produktif) walaupun imbalannya sangat rendah. dengan harapan aktivitas ekonomi perempuan dapat menjadi stimulasi yang efektif terhadap kemandirian dibidang lainnya. baik itu harian maupun mingguan. menyampaikan bahwa proses pemberdayaan merupakan pendekatan holistik dimana pendidikan merupakan faktor kunci tetapi juga masih perlu didukung dan dilengkapi oleh upaya 13 . Peran Perempuan dalam Membangun Ekonomi Keluarga Perubahan mengenai pekerja perempuan itu disebabkan pula karena terjadinya peningkatan kemiskinan baik absolut maupun relatif demikian diungkapkan Mayling Oey. Demikian halnya yang terjadi pada lokasi penelitian yakni di Desa Sampiri Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Selatan. mengakibatkan banyak perempuan yang bekerja sebagai buruh tani. dalam hal ini perempuan memposisikan diri sebagai mitra sejajar kaum lelaki dan bersaing dalam pasar kerja. (Tarjana dkk. persamaan gender. Sehingga bukan tujuan pembangunan ekonomi melalui pengarasutamaan gender dapat tercapai. tanpa merugikan pihak manapun.

melainkan menanaminya dengan tangannya. memberikan salah satu konsep hikmat dari seorang perempuan yang cakap yakni bukan hanya mengurus rumah tangga. (2011:226). Hal ini berarti bahwa kitab Amsal yang berisi hikmat dan kebijakan. Banyak tokoh-tokoh dalam Alkitab yang menggambarkan bahwa perempuan sejak zaman dahulu sudah bekerja dalam bidang pertanian. Dalam hal ini proses pemberdayaan melalui kelompok lebih efisien dan efektif yang tercermin dari partisipasi perempuan dalam kelompok dan organisasi sosial. Bahkan dari pekerjaannya sebagai buruh tani. di mana pertanian dalam hal ini digambarkan sebagai ladang anggur. 2011:266). 4. di mana faktor penguasaan tanah menjadi penting. Dalam kitab Amsal yang berisi nasihat hikmat dan kebijakan. dan perempuan/isteri yang cakap tersebut bukan saja membeli sebuah ladang. bahkan menjadi buruh tani. psikologi. Sejak itu pula berkembang pembagian kerja yang nyata antara laki-laki dan wntia dalam pekerjaan dibidang pertanian. Tuhan memberkati Rut dan keluarganya. di dalam keluarga dan masyarakat luas. 14 . usaha tani terutama pada pertanian campuran (mixed farming). Contohnya Rut yang bekerja sebagai buruh tani perempuan yakni memungut bulir-bulir jelai. Dalam masyarakat agraris. caranya diantaranya yakni dengan bekerja membangun ekonomi keluarga salah satunya melalui pertanian. Dan hal ini sudah dilaksanakan oleh para perempuan secara turun temurun. dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa Tuhan pun menghendaki umatnya perempuan agar supaya menjadi cakap. dalam Alkitab Perjanjian Lama sudah ditulis mengenai puji-pujian untuk isteri (perempuan) yang cakap yakni dalam Amsal 31:16. Gejala tersebut kemudian mendorong pula ke arah timbulnya ”differensiasi” peranan antara perempuan dan laki-laki dalam keluarga dan sistem kekerabatan yang luas hal ini disampaikan Ester Boserup dalam Tarjana dkk. membutuhkan banyak tenaga kerja. dan tinggal dirumah tetapi membangun ekonomi keluarga melalui salah satunya bertani. baik laki-laki maupun perempuan (Pudjiwati Sajogyo dalam Tarjana dkk. Peran Perempuan dalam Pertanian Salah satu sumbangan perempuan dalam pembangunan adalah partisipasi wannita sebagai tenaga kerja dalam berbagai bidang kehidupan ekonomi. Lebih lanjut dikemukakan bahwa peran perempuan dalam pertanian dimulai semenjak orang menguasai alam atau bercocok tanam. Hal ini memberi makna penting bahwa pekerjaan sebagai buruh tani bagi perempuan merupakan salah satu pekerjaan yang menjadi sarana Tuhan untuk memberkati keluarga-keluarga dalam hal ini keluarga Kristen melalui perempuan (isteri). ”Ia (perempuan/isteri) membeli sebuah ladang yang diingininya dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya”.pemberdayaan ekonomi. (Alkitab Perjanjian Lama: Rut 2:2). sosial budaya dan politik.

Dalam keadaan di mana warga masyarakat desa yang miskin hanya memiliki kemungkinan yang terbatas untuk memperoleh sumber-sumber strategis utama berupa tanah dan modal.Selanjutnya dalam proses pembangunan. 2011:226). menyebutkan bahwa tanaman pangan khususnya beras berhasil mencapai swasembada pangan tahun 1984. terpaksa kehilangan lapangan pekerjaannya. terjadi perubahan penggunaan alat yang pada awalnya dengan menggunakan ani-ani beralih ke pemakaian sabit. dkk 2011:226). Pada saat terjadi perubahan teknologi panen. Tarjana. No. Faktor-faktor tersebut menentukan peluang bekerja dan berusaha dari para perempuan di pedesaan. Hasil evaluasi Kebijakan Pertanian masa 1970-2003 oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian Departemen Pertanian. meningkatkan differinsiasi perempuan sebagai tenaga produksi dan reproduksi. Jilid XXXI. sebagai pendukung utama pertanian. perempuan secara otomatis tersingkir dari tempatnya dalam proses pemanenan dan digantikan oleh buruh tani laki-laki. Revolusi hijau menciptakan sistem pertanian sawah monokultur (padi) yang mempunyai sifat rawan hama.2. (Pudjiwati Sajogyo dalam Tarjana dkk. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut. semakin sedikit tenaga kerja baik perempuan dan lakilaki yang digunakan. 2005:100). Penguasaan atas sumber daya tanah. maka kesempatan-kesempatan kerja bagi perempuan merupakan sumber yang penting bagi rumah-rumah tangga yang tidak memiliki tanah. Akan tetapi usaha pencapaian swasembada pangan sejak tahun 1984 tidak didukung dengan usaha peningkatan kemandirian petani yang dapat membuat mereka berdaya dan mampu mencapai usaha komersial (YB Widodo dalam ”Masyarakat Indonesia Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia. dan teknologi unggul membawa perubahan pada keluarga petani. Terlebih lagi setelah pemanfaatan teknologi traktor potong dalam mempermudah panen. Hal ini terjadi karena pertimbangan penggunaan tenaga laki-laki dianggap lebih efisien karena sabit memerlukan tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan bila menggunakan ani-ani. Ratusan dan bahkan ribuan pekerja perempuan yang bermata pencaharian penumbuk padi di pedesaan. (Tarjana dkk 2011:227). selama dasawarsa 1970-an telah terjadi berbagai perubahan. Dampak tersebut amat nyata pada golongan perempuan. Selanjutnya pada waktu mesin huller mulai digunakan. penguasaan atas modal. Kecuali itu Revolusi Hijau menimbulkan polarisasi kelas ekonomi. Revolusi hijau yang berhasil meningkatkan posisi Indonesia dari Negara pengimpor beras terbesar menjadi Negara swasembada ternyata harus mengorbankan perempuan dalam upaya meraih tujuan itu. Salah satu perubahan yang nampak adalah perubahan dalam pola kerja perempuan. menimbulkan ketergantungan petani terhadap insititusi formal dan maskulinisas pertanian (Emma Istiarum. Pada akhirnya revolusi hijau memberi dampatk yakni membatasi peran serta perempuan 15 .

Aktivitas ekonomi perempuan sering memberi kontribusi cukup besar terhadap perekonomian rumah tangga dan nasional. apa keinginan dan keperluan mereka. Selain itu. aktualisasi diri. Kendatipun pada akhirnya Revolusi hijau dalam hal ini mendatangkan keuntungan yakni adanya swasembada pangan yang dicapai namun demikian pada kenyataannya hanya menguntungkan para pemilik kebun atau sawah. Alternatif pemberdayaan perempuan dalam perspektif kemandirian ekonomi. terlebih khusus dalam pertanian. (Tarjana dkk. (Tarjana. 2011:227). Penelitian Terdahulu Yang Relevan No PENELITI TOPIK HASIL KET . aktivitas ekonomi oleh kaum perempuan menjadi wahana. Analisis peran ganda ibu rumah tangga 2009 Pengaruh berpengaruh terhadap tingkat 16 . (THN) 1 Wuriningsih.perempuan untuk ikut panen dan secara otomatis mereka kehilangan sumber bahan makanannya yang murah. 2011:232). Perempuan pedesaan kelas bawah harus berjuang untuk melibatkan diri sebagai subjek pembangunan bukan objek pembangunan. 5. dan membiarkan perekonomian keluarga bergantung kepada laki-laki. dkk. 2011:231). Selama kurun waktu 1980-2003 telah terjadi peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan terutama di pedesaan. hal ini berarti bahwa perempuan merupakan sumber daya yang tidak kecil dalam pembangunan. dkk. dengan harapan perempuan desa mendapat posisi yang sesuai dengan kemampuannya. Selain itu juga yang sangat nyata terlihat di pedesaan yakni semakin menurunnya lapangan pekerjaan didesa. dalam hal ini adalah para petani-petani kaya. Adanya keserentakan berusaha tani dengan memanfaatkan alat-alat pertanian modern mulai dari pengolahan tanah sampai dengan panen memperkecil peluang buruh tani bekerja pada petani atau majikan satu ke majikan lain. Oleh karena itu pemilihan model pembangunan hendaknya terlebih dahulu mengajak sharing/membicarakan bersama dengan perempuan desa di bidang apa saja. mereka lebih memilih tinggal di rumah. Perkembangan teknologi baru dalam bidang pertanian tersebut memperkecil peluang kerja berburuh tani bagi perempuan tani setempat. layak menjadi bahan penelitian yang menarik. Dari sinilah mulai terlihat betapa pentingnya memberdayakan perempuan desa. Hal ini berakibat lebih lanjut yakni banyak perempuan misikin di desa termarginalisasi yakni tidak mendapat pekerjaan di sawah ataupun di kebun pada masa musim menanam hingga panen. dengan harapan aktivitas ekonomi perempuan dapat menjadi stimulasi yang efektif terhadap kemandirian di bidangbidang lainnya. ajang melatih diri menghadapi pilihan-pilihan serta untuk membiasakan diri mengambil keputusan dalm situasi terjepit (Tim IP4 dalam Tarjana. mengurus rumah tangga.

Pemberdayaan tenaga kerja perempuan dalam pertanian sawah surjan di Kabupaten Kulon Progo dapat dilakukan dengan melibatkan perempuan pada organisasi social yang berkembang di pedesaan. EKSISTENSI BURUH GENDONG SEBAGAI PILIHAN PEKERJAAN DI SEKTOR INFORMAL ( Studi Kasus di Pasar Giwangan. mengetahui pekerjaan buruh gendong sebagai profesi pokok atau sekedar pekerjaan sambilan. dan mengetahui alasan pemilihan pekerjaan sebagai buruh gendong. 17 . mengetahui intensitas kerja buruh gendong. M. Yogyakarta ) Oleh : Nur Hidayah. 2011 Perempuan dalam Pertanian Sawah Surjan Di Kabupaten Kulon Progo pendapatan keluarga di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah dengan derajat pengaruh yang tinggi dan sangat signifikan pada taraf signifikansi 1% perempuan mempunyai peran besar dalam pertanian sawah surjan.2 Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Tingkat Pendapat Keluarga di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah Tiwuk Pemberdayaan Kusuma Tenaga Kerja Hastuti. hal ini menunjukkan perlu terus dikembangkan. Pembagian peran tersebut dipakai sebagai “survival strategy” untuk menangkal kemiskinan. Si Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : mengetahui kerja buruh gendong. Perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan dalam kasus sawah surjan merupakan fenomena yang sudah terkonstruksi secara budaya.

ada pula yang hanya sebagai sambilan ketika di desa sedang tidak panen. juga mengurangi biaya dalam penelitian.) Rata-rata penghasilan mereka per hari berkisar 25. menjelaskan. Data dikumpulkan dengan metode wawancara. 8. Lokasi Penelitian Adapun lokasi penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah di Desa Kinaweruan Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan.) Para informan ada yang mempunyai hubungan darah seperti kakakadik. Analisis data menggunakan reduksi data. sehingga data yang diperoleh peneliti akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.000.) Sebagian besar para buruh gendong yang ada di pasar Giwangan berasal dari Sukoharjo. ibu-anak.) Rata-rata informan menekuni profesi sebagai buruh gendong sudah cukup lama bahkan sampai puluhan tahun. 5. Pendekatan kualitatif yang sering 18 . memahami. 2. observasi dan dokumentasi.pdf G. dan tidak memerlukan modal besar karena bisa dengan mengandalkan tenaga. berasal dari dua daerah yang berbeda yaitu Sukoharjo dan Bantul. pada saat proses pengumpulan data. pertimbangan terhadap pencapaian (accesibilitas) ke lokasi penelitian yang cukup mudah dan dekat dengan peneliti dalam hal ini mempermudah melakukan penelitian. 4. 3.id/sites/default/files/132309997/Artikel Buruh Gendong. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : 1. Setting penelitian di pasar Giwangan Yogyakarta dan lingkungan di sekitarnya.uny.) Ada yang menekuni profesi buruh gendong sebagai pekerjaan pokok. Metodologi Penelitian 1.ac. 6. tidak mempunyai pendidikan yang cukup untuk mendukung bekerja di sektor formal.) Sebagian besar informan menginginkan anak-anaknya tidak mengikuti jejak mereka bekerja sebagai buruh gendong. staff. Hal ini sangat bermanfaat. dan memperoleh gambaran fenomena-fenomena yang dikaji.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.) Alasan memilih bekerja sebagai buruh gendong karena penghasilan suami tidak mencukupi untuk hidup sehari-hari dan tidak adanya biaya sekolah anak-anak. peneliti dapat mengunjungi lokasi penelitian sewaktu-waktu. Alasan peneliti memilih lokasi penelitian ini adalah ketertarikan peneliti terhadap masalah-masalah yang peneliti temukan dalam penelitian awal. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. 2. Oleh karena itu. bibi-keponakan dan sebagainya. 7.) Ketiga belas informan yang menjadi subyek penelitian. penyajian data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi) secara kualitatif. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan ini bertujuan menemukan.

Disadari bahwa peneliti merupakan perencana. peneliti akan meminta izin dulu serta menjelaskan maksud dan tujuan penelitiannya kepada aparat desa. mengabstraksikan dan menginterpretasikan.digunakan dalam penelitian disebut juga pendekatan naturalistik (Lincoln & Guba. Tahap-Tahap Penelitian a. penganalisis data. Memasuki Lokasi Penelitian (Getting in) Dalam penelitan deskriptif kualitatif lazimnya peneliti adalah instrument utama yang turun langsung di lapangan. bertanya melacak. Karena itu peneliti harus bisa menyesuaikan diri dengan situasi 19 . Pelibatan peneliti sebagai instrumen utama bukan berarti menghilangkan esensinya. keluarga dalam hal ini suami dan anak-anak. mengoreksi. masyarakat setempat terlebih khusus kepada petani perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga Desa Kinaweruan Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan yang akan dijadikan objek penelitian. Dalam hal inilah peranan spesifik peneliti sebagai alat utama tidak dapat digantikan oleh alat lain termasuk orang yang lain. selain peneliti sendiri. 1985). Informan-informan yang peneliti tetapkan adalah para perempuan yang bekerja sebagai buruh tani. menilai. mengeksplorasi. Hal ini penting dikembangkan sehingga tercipta suasana yang mendukung keberhasilan dalam pengumpulan data. Lebih khusus penelitian kualitatif ini dimaksudkan akan meneliti Keikutsertaan Petani Perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga Desa Kinaweruan Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Dalam hal ini fenomena mengenai Keikutsertaan petani perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga Desa Kinaweruan Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan serta faktor-faktor yang mempengaruhi Keikutsertaan petani perempuan dalam menunjang ekonomi keluarga Desa Kinaweruan Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. pelaksana pengumpulan data. tetapi kapasitas jiwa-raganya dalam mengamati. Peneliti sebagai instrumen utama tidak dapat digantikan dengan alat lain untuk mengumpulkan data. merupakan alat utama yang tidak dapat digantikan oleh siapapun atau dengan alat manapun. penginterpretasi data dan sekaligus sebagai pemberi makna terhadap data hasil penelitian. 3. Pada waktu peneliti pertama-tama akan memasuki lapangan selalu bersikap hatihati. Alasan pemilihan metode pendekatan kualitatif ini peneliti yakni penelitan kualitatif lebih relevan dalam meneliti fokus masalah serta tujuan penelitian yang ditetapkan karena metode penelitian kualitatif mampu menelaah secara rinci dan mendalam fenomena-fenomena yang berkaitan dengan masalah penelitian guna mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh tentang. bahkan aparat desa dan juga masyarakat sekitar. Dalam hal ini sebelum melakukan penelitian. memahami. namun luwes dan terbuka terutama pada saat berhadapan dengan informan kunci.

Peneliti akan mengamati bagaimana lingkungan kerja para informan. b. bagaimana bentuk peran perempuan dalam membangun ekonomi keluarga serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. bagaimana cara mereka bekerja. Wawancara 20 . terlebih khusus dalam perekonomian keluarga. Setiap informasi yang diberikan oleh informan sangat peneliti hargai. 4. dan peran mereka dalam keluarga. Tingkat kepercayaan yang tinggi sangat terasa membantu kelancaran proses penelitian dan keterbukaan untuk memberikan informasi sebanyak mungkin sehingga data yang diinginkan dapat diperoleh dengan mudah dan lengkap. (2) Observasi terfokus (focused observation). Peneliti akan melakukan tahap observasi sekaligus wawancara. mereka bertanya dan memintakan surat keterangan (izin) melakukan kegiatan. sebab lokasi penelitian yang dikunjungi peneliti. Yang dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Observasi partisipan dilakukan dengan tiga tahapan yaitu: (1) Dimulai dengan observasi deskriptif (descriptive observation) secara luas dengan melukiskan secara umum situasi Desa Sampiri. sementara dan sesudah wawancara. (2) wawancara. Sebab kehadiran peneliti dan tujuan penelitian diketahui secara terbuka oleh subjek penelitian. Dalam hal ini kehadiran dan keterlibatan peneliti dalam berbagai kegiatan penelitian serta penjelasan maksud dan tujuan penelitian dilakukan pada akhirnya membuat para informan terbuka dalam memberikan informasi-informasi yang peneliti butuhkan. diadakan penyempitan dengan melakukan (3) observasi selektif (selective observation) dengan mencari perbedaan dan persamaan pendapat informan. Hal ini tidak dapat disembunyikan. Hubungan baik antara peneliti dengan subjek–subjek yang diteliti baik sebelum. dan (3) studi dokumentasi. b. Untuk menemukan kategori-kategori seperti. selama maupun sesudah memasuki lapangan merupakan kunci utama keberhasilan pengumpulan data. Berdasarkan hasil wawancara yang akan dilakukan selanjutnya peneliti akan melakukan observasi mendalam kepada objek dalam hal ini buruh tani perempuan kemudian kepada keluarga serta lingkungan. Observasi merupakan karakteristik interaksi antara peneliti dengan subjek-subjek dalam lingkungan penelitian. Peneliti selalu menghindari kesan yang merugikan informan dan menghargai apa saja yang dikemukakan informan kunci.dan kondisi dilapangan. Akhirnya setelah dilakukan analisis dan observasi berulang. Hubungan yang tercipta dengan baik benarbenar menjamin kepercayaan dan saling pengertian. Berada di Lokasi Penelitian (Getting along) Kehadiran dan keterlibatan peneliti dilapangan benar-benar meyakinkan informan. Observasi Atau Pengamatan Observasi atau pengamatan dilaksanakan selama sebelum. Teknik Pengumpulan Data (Logging data) Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi.

serta tahapan terakhir yakni menarik kesimpulan. kaya. Adapun garis-garis besar pertanyaan yang akan disampaikan yakni Bagaimana keikutsertaan petani perempuan dalam membangun ekonomi keluarga?. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data atau memperkaya informasi atau bahan-bahan (data) yang sangat rinci.Wawancara adalah percakapan antara dua pihak dengan maksud tertentu. Berbagai dokumen dimaksudkan akan dikumpulkan meliputi data-data jumlah penduduk. melainkan suatu percakapan yang mendalam sehingga peneliti memahami pengalaman orang lain dan makna dari pengalaman tersebut. dan padat yang digunakan dalam analisis. c. Percakapan dimaksud tidak hanya sekedar tanya jawab. 5. jumlah perempuan yang bekerja sebagai buruh tani dan sebagainya. Kita melakukan untuk menemukan sesuatu yang tidak mungkin kita peroleh melalui pengamatan secara langsung. jumlah perempuan. b. Dimana kegiatan mulai dari pengumpulan data lapangan. penyajian data. c. dalam hal ini yakni antara peneliti dengan infoman yaitu. Melalui catatan lapangan tersebut oleh peneliti dipilah-pilah atau dikategorikan mana data yang cocok dan tidak cocok dengan masalah dan fokus penelitia. dengan kata lain menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan menilai percakapan. Apabila terdapat data yang tidak cocok maka akan direduksi atau dibuang dan diganti dengan data yang baru yang cocok dan terkait dengan penelitian. Dalam hal ini peneliti juga akan mengumpulkan profil Desa Sampiri juga data-data pelengkap lainnya. tabel dan gambar untuk memudahkan peneliti melihat deskripsi perbagian atau secara keseluruhan. Reduksi Data Data yang diperoleh dilokasi penelitian (data lapangan) dituangkan peneliti dalam bentuk laporan atau uraian yang lengkap dan terinci. Garis-garis besar pertanyaan disesuaikan dengan maksud penggalian data dan kepada siapa pertanyaanpertanyaan itu ditujukan. a. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi 21 . Teknik Analisis Data Penganalisaan data deskriptif kualitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan analisis data interaktif menurut Milles & Hubberman (1985:20). reduksi data. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran buruh tani perempuan dalam membangun ekonomi keluarga?. Dokumentasi Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber noninsani berupa dokumen atau arsip-arsip yang terkait dengan fokus dan sub-fokus penelitian. Wawancara dimaksudkan adalah untuk mendapatkan dan menemukan apa yang terdapat di dalam pikiran orang lain. Penyajian Data Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif.

Dependabilitas adalah kriteria untuk menilai apakah proses penelitian bermutu atau tidak. peneliti penyiapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti data/bahan. hasil analisis. Keabsahan Data Keabsahan data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan mengacu pada pendapat Moleong (1999:173-175) yakni empat kriteria dalam memperoleh keabsahan data dalam penelitian kualitatif. Transferabilitas yakni cara yang digunakan untuk membangun keteralihan temuan penelitian ialah cara “uraian rinci”. Untuk memenuhi penelusuran dan pelacakan audit ini. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: sumber data dan metode. Setelah diadakan recek ternyata para pembaca mengerti dan memahami benar apa yang mereka baca. Keempat kriteria tersebut yakni: Kredibilitas adalah untuk keperluan kredibilitas digunakan triangulasi. termasuk hasil interpretasi yang telah ditulis dengan baik dalam format catatan lapangan. Triangulasi data dilakukan dengan cara membandingkan data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan observasi dilapangan. 22 . dan catatan tentang proses penyelenggaraan penelitian. Setiap data wawancara yang diperoleh diperiksa kembali. ataupun yang memiliki wawasan serta interest khusus dengan fokus penelitian ini. dan diskusi teman sejawat. Triangulasi sumber data dilakukan dengan cara menguji kebenaran data tertentu dengan informan lain. Dengan uraian rinci ini diungkapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh pembaca agar dapat memahami temuan-temuan yang diperoleh peneliti berupa teori substantif. Konfirmabilitas adalah kriteria untuk menilai kualitas hasil penelitian dengan penekanan pada pelacakan data dan informasi serta interpretasi yang didukung oleh materi yang ada pada penelusuran atau pelacakan audit (audit trail).Penarikan kesimpulan dalam hal ini dilakukan secara terus menerus selama berlangsungnya proses penelitian. 6. Diskusi teman sejawat dilakukan dengan cara membicarakan temuan-temuan penelitian ini kepada teman-teman seprofesi. pengecekan anggota. internal dan external guna mengkaji kegiatan yang dilakukan peneliti. Dengan teknik ini hasil penelitian secermat mungkin yang menggambarkan konteks tempat penelitian diselenggarakan dengan mengacu pada masalah penelitian. apakah sudah sesuai dengan daftar para informan yang direncanakan dan apakah data-data yang diperoleh dalam wawancara sudah lengkap berdasarkan daftar pertanyaan yang hendak ditanyakan serta informasi yang diperoleh sudah menjawab kebutuhan data yang diinginkan peneliti. Cara untuk menetapkan bahwa proses penelitian dapat dipertahankan ialah dengan audit dependabilitas oleh ouditor. Pengecekan anggota dilakukan dengan cara menunjukkan data.

Budiman.2001. 2001. dkk. S. 2001. & Hubberman. Jakarta. Daftar Pustaka Alkitab. Bahan Pelatihan Gender dan Pembangunan Kantor Menteri Negara UPW. 1985. Rencana Induk Pembangunan Nasional Pemberdayaan Perempuan 2000-2004. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Andi Offset. Debirokratisasi dan Deregulasi Meningkatkan Kemampuan Administrasi Untuk Melaksanakan Pembangunan. M.G. Terj.T. P. Lembaga Alkitab Indonesia. Yogyakarta. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Methods.B. Jakarta.M. P. & White l. 2001. Jakarta. 2011. peneliti kemudian mengkonfirmasikan kembali kepada yang bersangkutan dan kepada pihak-pihak yang memahami persoalan. A. Terjemahan. 23 .C. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. London : Sage Publications. Kantor Meneg PP. Yogyakarta. Bryant C. H. 2009. UK Satya Wacana. Kementrian Pemberdayaan Perempuan RI. Makalah pada Rakernas Pembangunan Pemberdayaan Perempuan. tetapi tidak untuk dibedabedakan.Marginalisasi Buruh Migran Perempuan (BMP) Studi Kasus di Desa Warung Doyong. Jakarta. Laki-laki dan perempuan memang beda. Jakarta: BAPPENAS. Gomes. F. Setelah peneliti menyusun setiap data yang diperoleh baik data wawancara maupun data dokumentasi. Kwik Kian Gie. Program pembangunan nasional (PROPENAS) 2000-2004 yang berwawasan gender. Gramedia Pustaka Utama.. Miles.T. LP3ES. Moeljarto Tjokroamidjojo. Effendi. _____. 2001. Manajemen Pembangunan Untuk Negara Berkembang. 2001. 2000. hasil analisis dan pemaknaan hasil penelitian dikonfirmasikan kembali kepada masing-masing informan yang telah dimintai data dan wawancara. G.Untuk menjamin objektifitas dan kualitas penelitian maka dari data dan informasi yang didapat. Andi. Cardoso. Jakarta. Manajemen Sumber Daya Manusia. Tiara Wacana. PT. Jakarta Arianti Ina Rh & Purwanti Asih Analivi. 2006.

24 . Teori dan Pengembangan Dalam Konteks Organisasi Publik. Jakarta. Manajemen Strategi. Edisi 4/Desember 2010. Konsep. Ghalia Indonesia. Simamora. Sulistiyani. Tarjana. 2009. 2003. Moenir. Jakarta. 1999. Pergeseran Paradigma Pembangunan Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan Menuju Pengarusutamaan Gender. Manajemen Sumber Daya Manusia.2009. Pustaka Presss. Th. 2003. Bumi Aksara. Bumi Aksara. Solo. Jakarta.P. Direktorat Pendidikan Masyarakat. Undip Semarang. H. Cakrabooks.Moleong L. Bumi Aksara. Rineka Cipta. Yogyakarta. Suit. XVI. Manajemen Sumber Daya Manusia Suatu Pendekatan Makro. 2002. Jakarta. Bumi Aksara. Bandung. Wuriningsih. 2001. Tesi. Jakarta. Kementrian Pendidikan Nasional. Manajemen Sumber Daya Manusia. 2002. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Jakarta. ______.S. P. H. Bumi Aksara. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Siagian. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Penelitian Kualitatif.T.A. Jakarta. Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2011. Administrasi Pembangunan. Sri Samiati. Yogjakarta. Aspek Mental Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Majalah Akrab (Aksara Agar Berdaya). Sedarmayanti. Jakarta. Majalah: Majalah Ilmiah Cakrawala Kependidikan No. S. J. 2006.2004. Graha Ilmu. P. Yogyakarta. Analisis Pengaruh Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Tingkat Pendapat Keluarga di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Jakarta. Mandar Maju. Februari 1997. A. 2007. Pascasarjana. Notoatmodjo. STIE. LPKM UNY. Notoamidjoyo. 1. ______.T.

Majalah Masyarakat Indonesia Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia. 2005:100). No. 25 . Jilid XXXI.2.