You are on page 1of 16

P a g e | 26

“MEKANISME ASSESSMENT DAN IDENTIFIKASI RISIKO”
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

III.1. Pengertian Risk Management
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi
dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu
rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan
strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan
pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil
antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari
risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau
semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus
pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti
bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen
risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola
dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran

dari

pelaksanaan

manajemen

risiko

adalah

untuk

mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang
telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini
dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan,
teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan
manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia,
khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi)
(Wikipedia, 2014).
Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena
kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan
terjadi.

Sesuatu

yang

tidak

pasti

(uncertain)

dapat

berakibat

menguntungkan atau merugikan.menurut Wideman, ketidak pastian yang
menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah

Risiko Fundamental Risiko fundamental adalah suatu peristiwa yang baik sebab maupun akibat yang ditimbulkannya bukan berasal dari individu dan dampaknya pada umumnya menimpa orang banyak dan biasanya bersifat katastropal (dalam skala besar). pemerintah . 2) Sifat masyarakat atau gejala masyarakat di mana kita hidup. Risiko-risiko semacam pada umumnya terdapat dalam dunia bisnis dan perjudian (gambling). huru-hara. Karena risiko fundamental pada umumnya menyangkut/berakibat kepada mayarakat banyak. banjir. Misalnya : Kebakaran. perubahan mode dll. ikut dalam perjudian dan lain-lain c. bahkan mungkin bisa mendatangkan keuntungan. inflasi. Risiko-risiko ini dapat timbul dari : 1) Peristiwa-peristiwa phisik tertentu yang terjadi diluar kemampuan seseorang / individu. kecelakaan dan lain-lain. Risiko Spekulatif (Speculative Risk) Risiko spekulatif adalah suatu peristiwa yang apabila terjadi dapat menimbulkan suatu kerugian. Contoh : perang. kebanjiran. Risiko Murni (Pure Risk) Risiko murni adalah suatu peristiwa yang apabila terjadi selalu menimbulkan kerugian. gunung meletus. III.P a g e | 27 peluang (Opportunity). atau paling tidak break even (tidak untung tidak rugi). Contoh: Pemasaran produk baru.2. break even (tidak untung tidak rugi). meningkatkan harga jual. sedangkan ketidak pastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk). Contoh : gempa bumi. di mana terdapat faktor yang memungkinkan seseorang mendapatkan keuntungan. b. Klasifikasi Risiko Secara umum risiko dapat diklasifikasikan dalam : a. gempa bumi. angin topan dll.

pencurian. Employers' liability. Astek. Struktur Organisasi Manajemen Risiko Gambar 8.3.4. Solicitors' Professional Indemnity dll. kebakaran.wordpress. Misalnya dengan mengadakan program-program penanggulangan seperti penanggulangan bencana alam. Nuclear Energy Risks. Ketidakpastian dapat menimbulkan dua akibat yang berbeda yaitu positif atau negative. Misalnya. program pemberian tunjangan untuk unemployment. Risiko Partikular (Particular Risk) Risiko partikular adalah suatu risiko yang penyebabnya dilakukan oleh individu-individu dan dampaknya terbatas. di mana kita dapat menunjuk individu/seseorang yang menyebabkannya.pdf) III.files. Misalnya : Taspen. Hal semacam juga dilakukan pula diluar negeri misalnya : Motor Insurance. Struktur Organisasi Manajemen Risiko III. kecelakaan dll. Sumber : (http://s2informatics. atau wajib asuransi atas risiko-risiko tertentu. Askes. dll. Jasa Raharja.P a g e | 28 biasanya banyak turut campur dalam penangannya. Identifikasi dan Assessment Risiko .com/2007/11/introduction. d.

Foreign Exchange Risk: Risiko kerugian yang disebabkan oleh pergerakan negatif tingkat pertukaran mata uang. f.4. b. IT dan networking). orang dan faktor eksternal lainnya. Risiko Likuiditas: Risiko dimana perusahaan tidak dapat memenuhi obligasi cash flow dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk melikuidasi aset. Risiko Operasional: Risiko kegagalan yang disebabkan oleh gagalnya kebijakan. c. Risiko Pasar 1. alumina. 2.P a g e | 29 III. merger dan akuisisi. Risiko Stratejik: Risiko yang berhubungan dengan rencana dan strategi bisnis perusahaan di masa datang. d. proses. Risiko Hukum: Risiko kegagalan yang diakibatkan oleh lawsuit. Risiko Mitra Kerja: Risiko kegagalan yang diakibatkan gagalnya mitra kerja untuk memenuhi obligasi financial dan/ atau kontraktual dalam hal jangka waktu dan kondisi yang telah disepakati. atau meningkatkan infrastruktur (misalnya: plant feronikel. Commodity/ Equity Price Risk: Risiko kerugian yang disebabkan oleh pergerakan negatif harga komoditi. perluasan proses produksi yang ada. Tipe dan Defenisi Risiko Berbagai tipe risiko utama diantaranya yaitu: a.1. sistem. hydro power plant. Interest Rate Risk: Risiko dimana pergerakan tingkat bunga berpengaruh negatif terhadap pendapatan bersih bunga. meliputi risiko masuknya bisnis baru. e. 3. atau memperoleh pendapatan yang cukup. . pemakaian metodologi dan cara baru untuk produksi. pelanggaran atau non-conformity dengan aturan dan hukum eksternal/internal. g. ketidakmampuan untuk mengantisipasi/ bertindak terhadap pesaing. Risiko Kepatuhan: Risiko kegagalan yang diakibatkan adanya penundaan. tidak adanya aturan/ hukum penunjang dan kontrak yang tidak dapat dipaksakan.

dll). i. Namun demikian untuk tujuan evaluasi. maka akan diperoleh assessment risiko yang seragam dan konsisten di seluruh perusahaan. efisiensi operasional. Hal ini menunjukkan seberapa besar kerugian atau seberapa parah kerusakan yang dapat terjadi. reputasi.2. III.P a g e | 30 h. Dampak Dampak merupakan tingkat kerugian yang terjadi baik dalam segi financial (hilangnya kesempatan. 1. Assessment dampak mempunyai 5 (lima) tingkat kesulitan dari sangat rendah hingga sangat . b. kerugian actual monetary) maupun non financial (keluhan pelanggan. dan mengukur tingkat kerusakan “dampak” risiko tersebut terhadap bisnis Antam. Bila semua personel Antam mengetahui kriteria risiko.4. Kriteria Risiko a. Matrik kriteria risiko memberi suatu “standar” risiko yang dapat diterima yang menunjukkan tingkat “likelihood” terjadinya risiko. Risiko yang terjadi dapat menimbulkan satu atau lebih dampak. ditoleransi atau tidak dapat diterima. pemilik risiko dan/ atau manajemen harus menyeleksi satu dampak yang lebih dominan/ signifikan dengan tingkat kesulitan tertinggi diantara dampak lainnya. Dampak tersebut dievaluasi dengan mempertimbangkan pengalaman dan/ atau perkiraan dimasa mendatang. nilai masyarakat. Risiko Lingkungan: Risiko yang berhubungan dengan kegagalan dalam mengelola standar minimum lingkungan. Kriteria risiko digunakan sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan oleh Antam untuk menentukan apakah risiko dapat diterima. kesehatan dan keselamatan manusia. Risiko Reputasi: Risiko kerugian yang disebabkan oleh publikasi negatif berkaitan dengan kegiatan bisnis perusahaan atau adanya persepsi negatif mengenai perusahaan.

c) Tidak rutin : Secara umum. Peta Risiko Bila hasil assessment dampak dan likelihood risiko tersebut diplot.4. maka dapat dimasukkan ke dalam likelihood yang “sangat tinggi” (4%). Sebagai contoh: risiko berhentinya rotary kiln. yaitu. Sebagai contoh: risiko salah memasukkan data. Likelihood Likelihood adalah tingkat keseringan kegagalan (risiko) yang terjadi.P a g e | 31 tinggi. satu tahun). 2. bulanan. Penjelasan lebih lanjut mengenai kriteria dan tingkat dampak dari risiko dapat dilihat pada lampiran : Tabel Kriteria Dampak Risiko. tiap-tiap isu risiko akan ditunjukkan oleh koordinat pada . 4 data yang salah dapat dikelompokkan ke dalam likelihood “medium” (4%). risiko juga dapat diukur berdasarkan tingkat keseringannya dengan terminology umum sebagai berikut: Sangat tinggi = selalu terjadi Tinggi = sering terjadi Medium = kadang terjadi Rendah = jarang terjadi Sangat rendah = tidak pernah terjadi III. Berdasarkan jenis kegiatan. Jika dalam satu hari terdapat 100 data yang harus dimasukkan. likelihood dari suatu risiko dapat dikategorikan ke dalam 3 (tiga) aspek. Jika dalam 24 jam rotary kiln berhenti selama 1 jam. yang ditentukan melalui assessment frekuensi kemungkinan atau seberapa sering risiko terjadi selama jangka waktu tertentu (misalnya mingguan. a) Adminitratif: yaitu persentase terjadinya risiko yang dapat dikelompokkan ke dalam kejadian/ kegiatan rutin.3. antara sebelum dan saat periode assessment. b) Operasional: yaitu persentase terjadinya risiko yang dapat dikelompokkan ke dalam kejadian/ kegiatan operasional.

yang telah direkomendasikan oleh manajemen untuk dipantau. Nilai tersebut digunakan untuk menentukan tingkat signifikan risiko terhadap perusahaan dan prioritas perlakuan dan pengelolaan risiko ( misalnya risiko dengan nilai tertinggi akan diberikan prioritas pertama dibandingkan risiko yang lebih rendah). Audit Internal sebaiknya fokus pada risiko inherent yang tinggi. Gambar 9. Risiko pada tingkat dampak yang tinggi dan “priority enhance” harus menjadi subjek prioritas peningkatan manajemen.P a g e | 32 dua bidang (skala 5 x 5) yang disebut peta risiko. Hal ini akan mempermudah penggambaran visual dari keseluruhan risiko pada SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan terkait. Peta Risiko Keterangan : : Daerah Key Risk : Daerah Cautionary . Berikut adalah gambaran peta risiko dan prioritas daerah risiko. Tiap risiko yang diplot pada peta risiko diberi nilai yang diperoleh dengan mengalikan tingkat likelihood (1 sampai 5) dengan tingkat dampak (1 sampai 5).

Risiko yang terletak pada daerah ini perlu diamati dan dipantau lebih dekat (daripada risiko pada daerah pemantauan/ Monitoring Area) untuk menghindari masuknya risiko tersebut ke dalam Management Enhance Priority Area.4. Daerah Cautionary merupakan daerah paling signifikan kedua untuk manajemen risiko yang merupakan daerah prioritas kedua untuk pengelolaan risiko. Beberapa contoh misalnya: Batasan yang dinyatakan dalam jumlah baik dalam US$ ataupun Rp per tahun. III. Batasan risiko dapat dibuat dalam berbagai bentuk. Daerah Fokus Audit Internal mengacu pada Kebijakan dan Prosedur Internal Audit Perusahaan yang berlaku.P a g e | 33 : Daerah Grey Monitoring : Daerah Low Monitoring a. dll. atau nilai nominal maksimal peralatan finansial. Pada dearah inilah terletak “Risk that matter” Antam. tabel otoritas. Management Enhance Priorities Area (Daerah key risk) merupakan daerah yang paling signifikan untuk manajemen risiko yang merupakan daerah pengelolaan risiko prioritas pertama. Batasan Risiko Batasan risiko merupakan potensi kerugian yang dapat dialami perusahaan yang disebabkan oleh perubahan risiko. batas anggaran. Pemantauan teratur risiko pada daerah ini tetap diperlukan agar tidak masuk ke dalam Cautionary Area. c. Monitoring Area merupakan daerah paling signifikan ketiga untuk manajemen risiko yang merupakan daerah prioritas ketiga untuk pengelolaan risiko.4. . atau batasan volume peralatan finansial. b. Risiko pada daerah ini perlu dikelola lebih serius dibandingkan risiko pada daerah lain. Dalam penetapan batasan ini. Peta Risiko dibuat menurut aplikasi ERM toolkit yang digunakan selama proses periodik RCSA.

kejadian atau tindakan perusahaan yang akan berpengaruh negatif terhadap Antam dalam pencapaian tujuan dan strategi di samping kemampuan untuk meningkatkan nilai shareholder.5. d. c. dan jika hal ini terjadi akan berakibat sangat negatif. Bagi pihak umum dan swasta. Identifikasi risiko dan kepastian bahwa risiko dikelola serta dipantau secara tepat oleh Dewan dan Manajemen. Komite Manajemen Risiko. Pertimbangan kemampuan capital perusahaan untuk mengalami risiko atau kerugian dan tingkat penerimaan risiko perusahaan. b. III. Pertimbangan pengalaman kerugian. Identifikasi risiko di Antam dapat dilakukan dengan: a. Batasan risiko setidaknya meliputi : a. merupakan tugas yang utama. Kepastian jika batasan tersebut terlampaui. Nilai saham seringkali dilihat berdasarkan net present value dalam dua daerah utama – pertumbuhan kesempatan di masa mendatang dan operasi bisnis inti.P a g e | 34 Dewan Direksi harus memastikan bahwa pada skenario terburuk. Batasan dikaji ulang dan ditetapkan sekurang-kurangnya setahun sekali oleh Dewan Direksi berdasarkan rekomendasi dari Satuan Kerja Risk Management dan Komite Manajemen Risiko. Adanya batasan individu dan aggregate/ batas terkonsolidasi.4. Antam masih dapat “mentoleransi” potensi kerugian tersebut. baik Satuan Kerja Risk Management. “risk that matter” bermakna lebih. Mekanisme Identifikasi Risiko Identifikasi risiko adalah proses untuk menentukan risiko atau “apa yang salah” tentang sikap. dan Dewan Direksi akan memberi perhatian yang layak. Pendekatan “Bottom-Up” : Proses periodik RCSA yang dilakukan setiap 1 (satu) tahun pada semua SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan Antam. Proses ini dilakukan untuk memperoleh profil peta risiko yang terbaru dari SBU/ BU/ .

dapat diidentifikasi dari kedua pendekatan. Proses identifikasi memberi arah kepada Dewan Direksi. pembukaan daerah tambang baru. termasuk identifikasi untuk proyek penting (proyek yang berkaitan dengan Capex. seperti yang telah disebutkan.P a g e | 35 Satuan Kerja/ anak perusahaan terkait. termasuk identifikasi risiko pada kejadian internal/ eksternal apapun yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan dan SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan. Setiap SVP/VP/SM SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa personel yang ditunjuk (misalnya risk owner) telah melakukan proses identifikasi risiko pada daerah/ kegiatan dan operasional kerja terkait. akan tetapi risiko tersebut harus disampaikan kepada Kantor Pusat melalui Satuan Kerja Risk Management sesegera mungkin agar mendapat tanggapan dan pengembangan action plan secara cepat dan tepat oleh Dewan Direksi. Risk Officer/ Team di tiap SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan proses periodik RCSA di daerah terkait dan memastikan bahwa risk . Risiko stratejik. termasuk risiko strategis apapun. Risiko strategis yang timbul selama proses periodik RCSA mungkin saja tidak mempunyai likelihood signifikan yang tinggi. Manajemen Senior dan Satuan Kerja Risk Mangement tentang profil risiko stratejik perusahaan di masa mendatang. Pendekatan “Top-Down” : Identifikasi dilakukan sejalan dengan proses perencanaan Antam (selama Rencana Jangka Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) untuk memperoleh potensi risiko strategis yang mungkin timbul akibat rencana atau strategi yang dipilih. dll). b. misalnya pembangunan plan FeNi yang baru.

Setiap risiko yang telah teridentifikasi dan mengalami perubahan (dampak dan lilkelihood) atau risiko baru perlu dilaporkan oleh Risk Officer/ Team kepada SVP/VP/SM SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan terkait untuk dikaji ulang. Mekanisme Assessment Risiko Assessment risiko adalah proses untuk mengenali dampak risiko yang telah teridentifikasi terhadap pencapaian tujuan dan kemungkinan terjadinya risiko. Risk Owner/ pemilik risiko c. termasuk peta risiko selama proses RCSA dari setiap SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan. Kontrol yang diperlukan untuk mencegah atau mendeteksi terjadinya risiko atau mengurangi dampak dari risiko. Informasi yang harus diperoleh dan dilaporkan dari proses identifikasi risiko meliputi: a. Satuan Kerja Risk Management bertanggung jawab mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan risiko yang teridentifikasi. b. Risk type/ tipe risiko f. Mega process d. Dampak dan likelihood risiko inherent (menggunakan tabel kriteria risiko) g.4.P a g e | 36 owner telah melakukan dan melaporkan identifikasi risiko secara berkala. proses identifikasi risiko dilakukan melalui pelatihan yang melibatkan personel terkait dari berbagai Direktorat/ Satuan Kerja. bahkan sebelum dilakukan studi kelayakan. Risk Event / kejadian risiko. Daftar risiko yang telah dikaji (beserta hasil assessment proses RCSA) kemudian diajukan kepada Satuan Kerja Risk Management untuk konsolidasi dan dilakukan analisa. Major process e. Identifikasi risiko untuk proyek-proyek penting harus dilakukan sebelum proyek tersebut dimulai.6. III. yang akan dianalisa lebih lanjut oleh Risk Spesialist. Dalam hal ini. Tujuan assessment risiko adalah .

Analisis dilakukan untuk mendapatkan derajat signifikan dari Key Risk (Risk That Matter) di keseluruhan Antam dan pemilik saham. Daftar risiko yang telah diidentifikasi dan dikonsolidasi.P a g e | 37 untuk memperoleh derajat risiko. Proses assessment risiko meliputi evaluasi dan analisis kontrol yang diperlukan. Daftar risiko yang telah dikaji (beserta hasil proses assessment RCSA) kemudian diajukan kepada Satuan Kerja Risk Management untuk konsolidasi dan dianalisis. Setiap SVP/VP/SM SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa personel yang ditunjuk (misalnya risk owner) telah melakukan assessment terhadap risiko yang teridentifikasi pada daerah/ kegiatan kerja dan operasional mereka. yang dinyatakan dalam peta risiko. . SVP/VP/SM SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan dibantu oleh Risk Officer/ Team. identifikasi akar penyebab risiko dan menentukan rencana solusi untuk risiko tersebut. Satuan Kerja Risk Management bertanggung jawab untuk mengkoordinasi dan mengkomunikasikan hasil RCSA dari setiap SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan. Hasil analisis assessment risiko harus diajukan kepada SM Risk Management dan Direktur Utama untuk dikaji ulang sebelum dilaporkan kepada Dewan Direksi dan Komite Manajemen Risiko. kemudian dianalisa lebih lanjut oleh Risk Spesialist. assessment kemungkinan dan dampak dari residual risk dengan mempertimbangkan efektifitas kontrol yang ada. sebagai dasar bagi Antam dalam membuat prioritas pengelolaan risiko. Hasil assessment risiko perlu dilaporkan oleh Risk Officer/ Team kepada SVP/VP/SM SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan yang bersangkutan untuk dikaji ulang. Dalam proses ini. termasuk peta risiko.

Solusi untuk mengurangi residual risk. peningkatan infrastruktur). pelanggaran etika personal (misalnya tidak memenuhi kode etik perusahaan) dll. Manusia. contohnya antara lain: Keputusan Manajer Senior/ Dewan Direksi yang berakibat negatif terhadap rencana dan strategi bisnis Antam di masa mendatang (misalnya keputusan yang berkaitan dengan rencana bisnis baru. Kategori penyebab risiko (penjelasan lebih lanjut mengenai kategori penyebab risiko dapat dilihat pada paragraf 9 berikut). rencana yang tidak matang. Efektivitas kontrol (efektif atau tidak efektif). minimnya skill karyawan. dianalisa dan disahkan oleh Satuan Kerja Risk Management Antam dilaporkan kepada Dewan Direksi dan Komite Manajemen Risiko untuk dikaji ulang dan dipantau. kurangnya pngembangan karyawan. b. Informasi yang sepatutnya diperoleh dari proses assessment risiko antara lain : a. e. adequate atau over control). Kecukupan kontrol (apakah under control. Risiko ini disebabkan oleh faktor internal yang berhubungan dengan aspek karyawan. Pengelompokan penyebab akan meningkatkan efektivitas pelaporan risiko pada tingkat manajemen. d.P a g e | 38 Daftar dan peta risiko yang telah diidentifikasi. Penyebab risiko dapat dibagi ke dalam 5 (lima) kategori berikut : a. penerapan teknologi baru. contohnya antara lain: kurangnya jumlah karyawan. Dampak dan likelihood dari residual risk (menggunakan tabel kriteria risiko). Kebijakan Strategis. c. rendahnya moral karyawan. human error. perluasan produksi. kebijakan yang tidak jelas oleh Dewan Direksi. dll . Risiko ini disebabkan oleh faktor internal yang berhubungan dengan arah dan keputusan stratejik Manajer Senior/ Dewan Direksi. dikonsolidasi.) b.

sumber data. Satuan Kerja Risk Management melakukan evaluasi secara periodik mengenai tepat tidaknya asumsi. Selama assessment risiko. Risiko ini disebabkan oleh factor eksternal. III. Risk That Matter Risk That Matter adalah risiko yang dianggap paling signifikan terhadap perusahaan secara keseluruhan (risiko yang . d. demonstrasi dari pihak luar.P a g e | 39 c. kurangnya kontrol/ pengawasan. proses birokrasi yang panjang. Proses dan Prosedur. kurangnya sumber daya alam. Risiko ini disebabkan oleh faktor internal yang berhubungan dengan penerapan/ aplikasi teknologi. kegagalan peralatan. dll. Sistem dan Teknologi.7. Assessment risiko untuk proyek-proyek penting harus dilakukan sebelum proyek tersebut dimulai. e. Dalam hal ini. Risiko ini disebabkan oleh faktor internal yang berhubungan dengan kebijakan. f. tidak jelasnya atau kurangnya kebijakan dan prosedur formal. proses identifikasi risiko dilakukan melalui pelatihan yang melibatkan personel terkait dari berbagai Direktorat/ Satuan Kerja. kegagalan mitra kerja. bahkan sebelum dilakukan studi kelayakan. dll. Kejadian Eksternal.4. contohnya antara lain : kurangnya teknologi dan system yang tidak mencukupi (misalnya: tidak up-to. contohnya antara lain: bencana alam. contohnya antara lain: kurangnya koordinasi antar personel. perubahan regulasi pemerintah. prosedur dan proses perusahaan. segregasi tugas yang tidak jelas. kurangnya rencana yang berkelanjutan selama system mengalami downtime). perubahan harga komoditas dan faktor ekonomi global (misalnya tingkat foreign exchange atau bunga). dll. dan prosedur yang digunakan untuk mengukur risiko tersebut. proses/ kegiatan tidak memenuhi kebijakan dan prosedur yang berlaku.datenya teknologi dan system pendukung.

dampak tinggi – likelihood tinggi. Faktor-faktor yang disebutkan diatas. pada tingkat likelihood apapun.P a g e | 40 dianggap sebagai penghalang terbesar dalam pencapaian tujuan dan/ atau program kerja strategis Antam). Dengan kata lain. Tidak ada jumlah yang pasti (maksimum/ minimum) mengenai “Risk That Matter” yang dipilih. b. Satuan Kerja Risk Management bertanggung jawab untuk menganalisa Key Risk yang telah diidentifikasi dan dikonsolidasi dari proses RCSA sebagai dasar untuk menentukan “Risk That Matter”. dan risiko apapun yang mempunyai dampak sangat tinggi). hanya sebagai bahan pertimbangan (bukan kriteria pasti yang harus diikuti) untuk menentukan “Risk That Matter”. Dewan Direksi. Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Risk Management perlu melakukan penilaian ulang berdasarkan pengalaman dan tolak . Biasanya dipilih 10 “Risk That Matter” untuk tiap periode assessment. “Risk That Matter” dipilih dari risiko yang memerlukan action plan. tetapi bisa juga lebih atau kurang dari jumlah tersebut. “Risk That Matter” dipilih dari Key Risk (berdasarkan hasil peta risiko dari SBU/ BU/ Satuan Kerja/ anak perusahaan) yang terletak pada Management Enhanced Priority Area (yaitu risiko yang mempunyai dampak sangat tinggi – likelihood sangat tinggi. “Risk That Matter” dipilih dari Key Risk yang telah dikonsolidasi dan dianggap sebagai penghalang terbesar dalam pencapaian tujuan dan program kerja strategis Antam. dampak tinggi – likelihood sangat tinggi. dampak sangat tinggi – likelihood tinggi. Saat menentukan “Risk That Matter”. d. c. Dewan Direksi. Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Risk Management perlu melihat faktor berikut sebagai bahan pertimbangan : a. “Risk That Matter” dipilih dari Key Risk yang mempunyai dampak terbesar terhadap nilai moneter (dibandingkan risiko lainnya yang mempunyai dampak tinggi).

. Daftar final “Risk That Matter” juga digunakan sebagai masukan dalam menentukan Key Risk Indicator (KRI). Komite Manajemen Risiko dapat memberi petunjuk dan rekomendasi tambahan mengenai usulan “Risk That Matter”. “Risk That Matter” yang telah ditetapkan oleh Satuan Kerja Risk Management Antam.P a g e | 41 ukur yang diperlukan. “Risk That Matter” yang telah disetujui oleh Direktur Utama kemudian disampaikan kepada Dewan Direksi dan Komite Manajemen Risiko untuk dikaji ulang dan disetujui. Direktur Utama bertanggung jawab untuk menyetujui daftar final “Risk That Matter”. disampaikan kepada Direktur Utama untuk dikaji ulang dan disetujui.