You are on page 1of 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu matematika memberi sumbangan yang cukup besar dalam membentuk
manusia unggul, karena salah satu kriteria manusia unggul adalah manusia yang
dapat menggunakan nalarnya untuk kemajuan umatnya. Kita yakin bahwa sebaikbaiknya manusia adalah yang mampu membawa manfaat bagi manusia lainnya
untuk kehidupan selanjutnya.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan teknologi sekarang ini, yang
merubah dunia semakin canggih dan praktis dalam segala kehidupan adalah
sumbangan ilmu matematika.
Dalam menghadapi kehidupan ini kita sering dihadapkan kepada suatu
permasalahan, sehingga kita dituntut untuk menyelesaikannya. Untuk itu
regenerasi penerus kita harus dapat menyelesaikannya sebagai bekal dalam
kehidupan dimasa yang akan datang.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kesebangunan bangun datar ?
2. Apa yang dimaksud dengan bangun ruang sisi lengkung?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kesebangunan bangun datar ?
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan bangun ruang sisi lengkung?

1

‫ ﮮ‬B = ‫ ﮮ‬E. Karena sisi-sisi yang bersesuaian mempunyai perbandingan yang senilai dan sudut yang bersesuaian sama besar maka ∆ ABC dan ∆ DEF sebangun. kesebangunan dua segitiga dapat diketahui cukup dengan menunjukkan bahwa perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian senilai dan sama besar.BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kesebangunan Kesebangunan yaitu bangun-bangun yang memiliki bentuk yang sama dengan ukuran yang sama atau berbeda. Dari uraian di atas. Perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada kedua segitiga tersebut adalah sebagai berikut: Sudut-sudut yang bersesuain yaitu ‫ ﮮ‬A = ‫ ﮮ‬D. 2 . Jadi. dan ‫ ﮮ‬C = ‫ ﮮ‬F. 2. Kesebangunan Segitiga Pada gambar di bawah tampak dua segitiga. dapat disimpulkan sebagai berikut. Secara umum dua buah bangun datar dikatakan sebangun (similar) jika sisi-sisi yang bersesuaian mempunyai perbandingan yang sama. Kesebangunan Bangun Datar 1.  Dua pasang sudut yang bersesuaian yang sama besar. Dua segitiga dikatakan sebangun jika memenuhi salah satu syarat berikut :  Perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian senilai. yaitu ∆ ABC dan ∆ DEF.

Syarat Dua segi tiga yang sebangun a. jika sudut-sudut yang besesuaian pada dua buah segitiga sama besar. karena memiliki sifat : Perbandingan sisi yang sama besar bersesuaian sama besar. bila sisi-sisi yang bersesuaian pada dua buah segitiga sebanding. Sudut-Sudut yang Bersesuaian Jika sudut-sudut yang bersesuaian pada dua buah segitiga sama besar. maka sudut-sudut yang besesuaian sama besar. maka kedua segitiga itu pasti sebangun. Sisi-Sisi yang Bersesuaian Jika sisi-sisi yang bersesuain pada dua buah segitiga sebanding atau memiliki perbandingan yang sama. yaitu : AC bersesuaian dengan PR = AB bersesuaian dengan PQ = BC bersesuaian dengan QR = Jadi. yaitu : 3 . Besar sudut-sudut yang bersesuaian sama. Perhatikan gambar dibawah ini: Segitiga ABC dan PQR adalah sebangun. b.3. maka kedua segitiga itu pasti sebangun. Jadi. Jadi. maka sisi-sisi yang bersesuaian adalah sebanding. Jadi.

jarak tongkat ke ujung bawah kawat 3 m dan jarak tiang listrik ke tongkat 6 m. maka diperoleh rumus : AB2 = BD x BC AC2 = CD x CB AD2 = BD x CD Contoh Soal Cerita yang Berkaitan dengan Kesebangunan Konsep dan sifat-sifat kesebangunan dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah atau soal cerita yang berkaitan dengan kesebangunan. Sebuah tongkat didirikan tegak lurus sehingga ujung atas tongkat menyentuh kawat. tinggi tiang listrik adalah t sehingga diperoleh perbandingan sebagai berikut. Untuk menyelesaikan soal cerita dapat dibantu dengan membuat sketsa atau gambar. Diketahui panjang tongkat 2 m. Berapa tinggi tiang listrik? Jawab: Misalnya. Dari gambar itu. Sebuah kawat baja dipancangkan untuk menahan sebuah tiang listrik yang berdiri tegak lurus. 4 . maka : Pada segitiga siku-siku dapat dibuat garis tinggi ke sisi miring.Perhatikan segitiga berikut ! dan sebangun. baru diselesaikan.

Pengertian Kongruen Bangun-bangun geometri dikatakan kongruen (sama sebangun) jika dan hanya jika bangun-bangun itu mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Selanjutnya. 7. Gambar di atas menunjukkan ∆PQT dan ∆QRS kongruen. kita tidak perlu mencari ketiga panjang sisinya dan mencari 3 besar sudutnya 6. Kongruensi Segitiaga Segitiga yang kongruen adalah segitiga yang bentuknya sama dan ukurannya sama. Karena segitiga-segitiga yang kongruen mempunyai bentuk dan ukuran yang sama maka masing-masing segitiga jika diimpitkan akan tepat saling menutupi satu sama lain. 5. perhatikan Gambar di atas ini. Dua bangun datar yang kongruen Perhatikan dua bangun datar berikut ! 5 . Perhatikan panjang sisi-sisinya. Segitiga kongruen memang harus mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. QT = RS. tinggi listrik adalah 6 cm.Jadi. Jadi. dan QS = PT sehingga sisisisi yang bersesuaian dari kedua segitiga sama panjang. perhatikan besar sudut-sudutnya. Tampak bahwa PQ = QR. Tampak bahwa ‫ﮮ‬TPQ = ‫ﮮ‬SQR. dan ‫ﮮ‬PTQ = ‫ﮮ‬QSR sehingga sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua segitiga tersebut sama besar. maka segitiga ini mempunyai beberapa hal penting mengenai kongruen. ‫ﮮ‬PQT = ‫ ﮮ‬QRS. Jadi bisa diingat betul bahwa kongruen adalah bentuknya sama dan ukurannya sama. Tetapi karena segitiga merupakan bangun yang istimewa. Jika tidak memenuhi salah satu saja. Sifat-Sifat Dua Segitiga yang Kongruen Untuk dapat memahami sifat-sifat dua segitiga yang kongruen. maka bangun tersebut tidak kongruen. 4.

8. Dua bangun dikatakan kongruen jika kedua bangun tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama. 5.KL = PQ LM = QR MN = RS NK = SP KLMN dan PQRS kongruen. Sudut yang bersesuaian sama besar. sisi) 6 . sisi. Sifat dua segitiga kongruen : a. Dua sisi dan satu sudut apit yang bersesuaian sama besar (sisi. Pasangan sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang. sisi) AB = PQ (sisi) AC = PR (sisi) BC = QR (sisi) 7. b. Tiga sisi yang bersesuaian sama besar (sisi. sudut. Syarat dua segitiga kongruen adalah sebagai berikut : 6. Dua segitiga yang kongruen Secara geometris dua segitiga konsruen adalah dua segitiga yang saling menutpi dengan tepat.

panjang MN dapat ditentukan dengan menggunakan dalil Pythagoras. 1. Kedua lingkaran tersebut 7 . Tentukan panjang sisi dan sudut yang belum diketahui! Jawab: Karena ∆ KNM dan ∆ NLM kongruen maka KM = ML = l0 cm dan NL = KN = 5 cm. Satu sisi api dan dua sudut bersesuaian sama besar (sudut. B. Yang termasuk ke dalam bangun ruang sisi lengkung adalah tabung. sisi. Biasanya bangun ruang tersebut memiliki selimut ataupun permukaan bidang. sudut) AC = RP (sisi) Menghitung Panjang Sisi dan Besar Sudut Segitiga-Segitiga kongruen Dengan menggunakan sifat-sifat dua segitiga yang kongruen dapat ditentukan sisi-sisi yang sama panjang dan sudut-sudut yang sama besar.AB = PQ (sisi) BC = QR (sisi) 8. KM = l0 cm. kerucut. Tabung Tabung merupakan sebuah bangun ruang yang dibatas oleh dua bidang berbentuk lingkaran pada bagian atas dan bawahnya. dan bola. Contoh: Perhatikan Gambar Diketahui ∆ KNM kongruen dengan ∆ NLM! Panjang KN = 5 cm. ‫ ﮮ‬NKM = 60′. Pengertian Bangun Ruang Sisi Lengkung Bangun ruang sisi lengkung adalah kelompok bangun ruang yang memiliki bagian-bagian yang berbentuk lengkungan. Dengan demikian.

unsur-unsur yang ada pada tabung diantaranya adalah: t = tinggi tabung r = jari-jari Rumus-Rumus Yang Berlaku untuk Tabung: Luas Alas = Luas Lingkaran = πr2 Luas Tutup = Luas Alas = πr2 Luas Selimut = Keliling Alas × Tinggi = 2πr × t = 2πrt Luas Permukaan Tabung = Luas Alas + Luas Tutup + Luas Selimut Luas Permukaan Tabung = πr2 + πr2 + 2πrt Luas Permukaan Tabung = 2πr2 + 2πrt Luas Permukaan Tabung = 2πr(r + t ) Volume Tabung = Luas Alas × Tinggi Volume Tabung = πr2 x t Volume Tabung = πr2 t 2. Keduanya saling berhadapan sejajar dan dihubungkan oleh garis lurus. unsur-unsur yang ada pada kerucut adalah: t = tingi kerucut r = jari-jari alas kerucut s = garis pelukis Rumus-Rumus Yang Berlaku untuk Kerucut: Luas alas = luas lingkaran = πr2 Luas selimut = Luas Juring Luas selimut = panjang busur x luas lingkaran 8 .memiliki ukuran yang sama besar serta kongruen. Kerucut Kerucut merupakan sebuah bangun ruang yang alasnya berbentuk lingkaran dan dibatasi oleh garis-garis pelukis yang mengelilinginya membentuk sebuah titik puncak.

unsurunsur yang ada pada bola adalah: r = jari-jari bola Rumus-Rumus Yang Berlaku untuk Bola: Luas Permukaan Bola = 2/3 x Luas Permukaan Tabung Luas Permukaan Bola = 2/3 x 2πr (r + t) Luas Permukaan Bola = 2/3 x 2πr (r + 2r) Luas Permukaan Bola = 2/3 x 2πr (3r) Luas Permukaan Bola = 4πr2 Volume Bola = 4/3πr3 Luas Belahan Bola Padat = Luas 1/2 Bola + Luas Penampang Luas Belahan Bola Padat = 1/2 x 4πr2 + πr2 Luas Belahan Bola Padat = 2πr2 + πr2 Luas Belahan Bola Padat = 3πr2 9 . Bola Bola merupakan sebuah bangun ruang yang memiliki titik pusat dan membentuk titik-titik dengan jari-jari yang sama yang saling berbatasan.keliling lingkaran Luas Selimut = 2πr x πs2 2πs Luas Selimut = πrs Luas Permukaan Kerucut = Luas alas + Luas Selimut Luas Permukaan Kerucut = πr2 + πrs Luas Permukaan Kerucut = πr (r + s) Volume Kerucut = 1/3 x volume tabung Volume Kerucut = 1/3 x luas alas x tinggi Volume Kerucut = 1/3 x πr2 x t Volume Kerucut = 1/3πr2t 3.

14 x 10 x 10 x 30 = 9432 cm3 Luas alas tabung L = π r2 L = 3.luas permukaan tabung Penyelesaiannya: Volume tabung V = π r2 t V = 3.luas selimut tabung .14 x 10 x 10 = 314 cm2 Luas selimut tabung L=2πrt L = 2 x 3.Contoh Soal Bangun Ruang Sisi Lengkung Contoh Soal 1 Diketahui sebuah tabung memiliki ukuran jari-jari 10 cm dan tinggi 30 cm.volume tabung . Maka coba hitunglah: .14 x 10 x 30 L = 1884 cm2 Luas permukaan tabung Luas permukaan tabung = luas selimut + luas alas + luas tutup (luas tutup = luas alas) L = 1884 + 314 + 314= 2512 cm2 10 .luas alas tabung .

maka tentukanlah: .luas permukaan kerucut Penyelesaianya: tinggi kerucut Tinggi kerucut dapat diketahui dengan menggunakan rumus phytagoras: t2 = s2 − r2 t2 = 3002 − 5002 t2 = 1600000 t = √1200 = 400 cm volume kerucut V = 1/3 π r2 t V = 1/3 x 3.14 x 300 x 800 = 7 53600 cm2 11 .volume kerucut .14 x 500 x 300 L = 4 71000 cm2 luas permukaan kerucut L = π r (s + r) L = 3.Contoh Soal 2 Dketahui sebuah topi petani berbentuk kerucut memiliki jari-jari sebesar 500cm dan garis pelukis s = 300 cm.14 x × 500 x 500 x 400 V = 104666667cm3 luas selimut kerucut L=πrs L = 3.14 x 300 (500 + 300) L = 3.luas selimut kerucut .tinggi kerucut .

Contoh Soal 3 Bila sebuah bola basket memiliki jari-jari sebesar 40cm.67 cm3 12 . maka coba kalian tentukan luas permukaan serta volume dari bola basket tersebut! Penyelesaiannya: luas permukaan bola L = 4π r2 L = 4 x 3.14 x 40 x 40 L = 20096 cm2 volume bola V = 4/3 π r3 V = 4/3 x 3.14 x 40 x 40 x 40 V = 267946.

Keindahan matematika juga banyak terdapat pada harmonisasi penalaran-penalaran dalam bukti. Kesimpulan Pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya.BAB III PENUTUP A. Sebagaimana disebutkan pada bagian terdahulu bahwa cara penalaran dengan deduktif di antaranya dapat dilakukan secara aturan inferensi. penggeneralisasian. Berlatih memahami bukti merupakan modal utama untuk dapat melakukan riset matematika. bukti tidak langsung. Di dalam bukti termuat nilai-nilai strategis yang dapat melatih kita berpikir secara logis. Saran Belajar matematika dengan cara memahami bukti tidaklah mudah. Dengan memahami bukti kita dapat mengikuti alur berpikir para ahli yang pertama kali menemukannya. dibutuhkan wawasan matematika yang luas untuk belajar membuktikan faktafakta yang lebih rumit. dan induksi matematika. siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. 13 . penemuan pola. Melalui kegiatan ini aspek-aspek kemam-puan matematika yang penting seperti penerapan aturan pada masalah tidak rutin. Dibutuhkan waktu untuk memahami matematika sebagai bahasa logika. Juga. B. komunikasi matematika dan lain-lain dapat dikembangkan secara lebih baik. yang berdampak pada kekaguman terhadap para inventor matematika dan pada akhirnya menyenangi matematika itu sendiri. bukti langsung.

blogspot.wordpress.co.id/2014/03/makalahkesebangunan-segitiga-dan.html − http://www.com/tag/makalah-matematika/ 14 .html − https://krizi.DAFTAR PUSTAKA − http://litfia-kesebangunan-kongruensi-segi3.com/2016/07/materi-pelajaran-matematika-kelas-9.bukupaket.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat kelebihan dan kekurangannya sehingga saya mengharap kritik dan saran yang dapat memperbaiki untuk penulisan makalah selanjutnya. Cikijing. penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan wawasan yang lebih luas bagi pembacanya. Dalam penyusunan makalah ini. September 2016 Penyusun i . Dalam penyusunan makalah ini. saya tidak lupa mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Terima kasih.KATA PENGANTAR Puji syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua. sehingga berkat karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang “Matematika”.

................................................... 14 ii ............................ 1 BAB II PEMBAHASAN A....................................... Rumusan Masalah .................... Saran ..................................... Tujuan ................ 1 C................................................................... 13 B...................................................................................... Kesebangunan Bangun Datar ............. 7 BAB III PENUTUP A.................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA ... i DAFTAR ISI .............. Kesimpulan ........................................................................ 1 B......................... Pengertian Bangun Ruang Sisi Lengkung ......................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................................................... Latar Belakang .......................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN A............................................................. 2 B...................................................................