You are on page 1of 21

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PERAIRAN

MIKROBA ANTAGONIS

Kelompok 8
Kelas B
IDZHAR SYIFANA ROFIQO
NENG RIMA
DISA NIRMALA
FELISHA GITALASA
ULFAH MAISYAROH
AHMAD ABDUL GOFUR
EGI RAMADHAN
AGUNG SETIAWAN

230110140070
230110140080
230110140088
230110140093
230110140105
230110140120
230110140125
230110140146

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR
2015

2

KATAPENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya akhirnya kami dari
pihak penyusun dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Mikrobiologi Perikanan dengan
membahas Mikroba Antagonis dalam bentuk laporan praktikum. Laporan ini disusun guna
memenuhi tugas sebagai bahan pertimbangan nilai.
Melalui kesempatan yang sangat berharga ini kami menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian laporan akhir
praktikum ini, terutama kepada yang terhormat :
1. Tim Dosen Mikroba

Perairan,

selaku dosen pengajar mata kuliah Mikroba

Perairansekaligus membimbing dalam proses pembuatan laporan akhir ini.
2. Asisten laboratorium yang telah membantu dan mengarahkan dalam kegiatan praktikum
Mikroba Antagonis.
3. Teman-teman sekelompok yang telah membantu dalam membuat laporan akhir praktikum
ini.
4. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam kesempatan ini, yang
telah memberikan bantuan moral dan materiil dalam proses penyelesaian laporan akhir
praktikum ini.
Sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik, walaupun ada beberapa
hambatan yang kami alami dalam penyusunan laporan ini. Namun, berkat motivasi yang
disertai kerja keras dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya dapat teratasi.
Semoga laporan ini, dapat bermanfaat dan menjadi sumber pengetahuan bagi
pembaca. Dan apabila dalam pembuatan laporan ini terdapat kekurangan kiranya pembaca
dapat memakluminya. Akhir kata dengan kerendahan hati, kritik dan saran sangat kami
harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Sekian dan terima kasih.

Jatinangor, Desember 2015

Penyusun
BAB 1

yaitu mengendalikan bakteri patogen dan mengurangi infeksi dari bakteri patogen. 1.2 Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada praktikan mengenai : a.Pengendalian sudah dilakukan yaitu dengan berbagai cara. pnetrometer. . karena membuat tidak maksimalnya pendistribusian ikan ke daerah-daerah. mulai dari cara yang sangat ekstrim seperti penambahan boraks (pengawet mayat) . timbangan. banyak yang sudah menemukan cara yang lebih efektif dan efisien seperti pengawetan secara biologis. perendaman. Histamin.Indikator kesegaran ikan dapat dilihat dengan cara fisik. Pengukuran kimiawi dilakukan dengan mengukur kosentrasi senyawa kimia tertentu yang merupakan indikator tingkat kebusukan. pemutih pakaian. TBA. Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan teknologi pengawetan ikan dalam kehidupan kedepannya.1 Latar Belakang Penyakit pasca panen menjadi faktor pembatas dari penyimpanan jangka panjang hasil bakteri yang membuat ikan lebih mudah busuk. yang mana semua dimaksudkan untuk memperpanjang dan memelihara shelf-life hasil panen ikan. kimiawi.Ikan segar mengalami pembusukan setelah 5-7 hari penyimpanan pada suhu rendah. Ini menjadi kendala bagi dunia Perikanan terutama dalam bidang teknologi industri hasil perikanan.ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan dan dilarang keras dalam pemakaiannya.3 PENDAHULUAN 1. Secara biologis. Adapun pengukuran secara organoleptik menggunakan panca indra sebagai alat pengukur berdasarkan uji hedonik (tingkat kesukaan) atau uji skoring. pengukuran kesegaran ikan dilakukan dengan mengukur indikator biologis seperti jumlah populasi bakteri. b. Pengukuran tersebut antara lain dilakukan dengan menentukan kandungan TVB. Organisme antagonis ini dapat diaplikasikan secara langsung pada ikan dan satu jenis sistem aplikasi seperti pencucian. penyemprotan yang secara nyata mengurangi pembusukan yang disebabkan oleh bakteri patogen tersebut. Namun. Pengujian kesegaran ikan secara fisik dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti instronmeter. Mahasiswa mampu memahami teknologi fermentasi pada produk hasil perikanan. biologis dan organoleptik. sedangkan ikan yang direndam dalam media hasil fermentasi mampu bertahan lebih lama.

3 Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum mikroba antagonis ini adalah kita dapat megetahui cara memperpanjang masa simpan hasil perikanan atau mengawetkan ikan dengan menggunakan mikroba antagonis.4 1.1 Fermentasi Pengawetan makanan adalah cara yang digunakan untuk membuat makanan memiliki daya simpan yang lama serta mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia makanan sehingga tidak terjadi penurunan kualitas makanan tersebut. BAB II LANDASAN TEORI 2. dengan kata .

akan tetapi. . Dalam mengawetkan makanan harus diperhatikan jenis bahan makanan yang diawetkan. berhasil menjelaskan bahwa fermentasi sebenarnya diakibatkan oleh sekeresi dari ragi yang ia sebut sebagai zymase. Gambar 1. fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik. Proses pengawetan makanan dapat dilakukan dengan beberapa cara. keadaan bahan makanan. Respirasi anaerobik dalam ototmamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor elektron eksternal). asam laktat. misalnya bakteri asam laktat. pemenang Nobel Kimia tahun 1907.Secara umum.5 lain tidak terjadi proses pembusukan. dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir. dan hidrogen. salah satunya dengan memanfaatkan bakteri yang bersifat antagonis terhadap bakteri pembusuk dan patogen pada bahan pangan.Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. anggur dan minuman beralkohol lainnya.org ) Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Ahli kimia Jerman. Ilmuan Carlsberg tersebut dianggap sebagai pendorong dari berkembangnya biologi molekular. Fermentasi sedang berlangsung (Sumber: id. akan tetapi. Secara umum.wikipedia. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol. dan daya tarik produk pengawetan makanan. Penelitian yang dilakukan ilmuan Carlsberg (sebuah perusahaan bir) di Denmark semakin meningkatkan pengetahuan tentang ragi dan brewing (cara pembuatan bir). Bakteri asam laktat dapat dihasilkan dengan cara fermentasi asam laktat. terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. cara pengawetan. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Eduard Buchner.

Nisin dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri. melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). sehingga keamanan makanan lebih terjamin. C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol) 2. Salah satu contoh bakteriosin yang dikenal luas adalah nisin. sehingga termasuk anaerob aerotoleran. Hampir semua bakteri asam laktat hanya memperoleh energi dari metabolisme gula sehingga habitat pertumbuhannya hanya terbatas pada lingkungan yang menyediakan cukup gula atau bisa disebut dengan lingkungan yang kaya nutrisi. Senyawa bakteriosin yang diproduksi bakteri asam laktat dapat bermanfaat karena menghambat bakteri patogen yang dapat merusak makanan ataupun membahayakan kesehatan manusia. yaitu Bacillus. Clostridium. Staphylococcus. purin. vitamin. Persamaan Reaksi Kimia 1. dan digunakan pada produksi makanan. tidak melakukan fosforilasi transpor elektron. Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi. 2. katalase negatif. dan hanya mendapatkan energi dari fosforilasi substrat. dan Listeria.3 Kubis . lactis. Dijabarkan sebagaiGula (glukosa.6 Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Sebagian besar bakteri asam laktat dapat tumbuh sama baiknya di lingkungan yang memiliki dan tidak memiliki O2 (tidak sensitif terhadap O2). dan pirimidin (Wikipedia 2012). Kemampuan mereka untuk menghasilkan senyawa (biosintesis) juga terbatas dan kebutuhan nutrisi kompleks bakteri asam laktat meliputi asam amino. glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana . Bakteri asam laktat dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain dengan memproduksi protein yang disebut bakteriosin. Bakteri yang tergolong dalam bakteri asam laktat memiliki beberapa karakteristik tertentu yang meliputi: tidak memiliki porfirin dan sitokrom. fruktosa. Secara singkat. atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP) 2. diproduksi oleh Lactobacillus lactis ssp.2 Bakteri Asam Laktat Bakteri asam laktat adalah kelompok bakteri gram-positif yang tidak membentuk spora dan dapat memfermentasikan karbohidrat untuk menghasilkan asam laktat.

28 g Fermentasi limbah kubis dalam jangka waktu tertentu akan menghasilkan bakteri asam laktat yang dapat digunakan sebagai pengawet alami pada makanan.4 Penyimpanan pada Suhu Rendah Suhu lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan pembusukan pada daging ikan. patogen atau yang tidak diharapkan. diantaranya kubis putih dan kubis hijau. Jenis kubis ada beberapa macam.7 Kubis (Brassica olerace) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak tumbuh di daerah dataran tinggi. Pemakaian kubis sebagai sayuran terkadang menghasilkan limbah yang tidak pernah digunakan. Kita dapat menjumpai limbah kubis di pasar. beberapa bakteri pembusuk mampu bertahan pada penyimpanan suhu rendah karena proses ini bersifat menghambat pertumbuhan bukan untuk membunuh atau menghentikan mikroorganisme sama sekali.5 oz) 5. Tabel 1 : Kandungan gizi limbah kubis mentah.5 g 0. Bakteri antagonis adalah bakteri yang memiliki sifat berlawanan dengan bakteri pembusuk. Namun.2 g 2. energi 103 kJ (25 kcal) Kandungan Gizi Karbohidrat Gula Diet serat Lemak Protein Nilai gizi per 100 g (3. Seringkali produsen membuang lapisan terluar kubis karena tidak layak untuk dikonsumsi akibat faktor kotor dan dapat menurunkan harga jual. terutama karbohidrat untuk dimanfaatkan dalam fermentasi asam laktat untuk menghasilkan bakteri asam laktat. 2011).5 Mikroba Antagonis Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi bakteri pembusuk dan patogen adalah menggunakan bakteri antagonis.8 g 3. 2. karena .1 g 1. 2. Penyimpanan pada suhu rendah diketahui dapat memperlambat proses kemunduran mutu dan memperpanjang masa hidup jaringanjaringan di dalam bahan pangan dengan menghambat aktivitas enzim dan bakteri pembusuk. Akan tetapi limbah kubis yang biasanya tidak digunakan tersebut masih menyimpan kandungan gizi. Bakteri antagonis sering disebut sebagai bakteri menguntungkan. Selama ini kubis dijual hanya sebagai sayuran saja dalam jumlah kecil (Wikipedia.

Mikroba antagonis ini dapat berupa bakteri. actinomycetes atau virus. Menimbulkan persaingan makanan sedemikian rupa sehingga bakteri pembusuk sulit mendapatkan makanan. Menurunkan pH lingkungan sehingga aktivitas bakteri pembusuk terganggu dan menjadi tidak dapat bertahan hidup. Penambahan mikroba antagonis dapat meningkatkan masa simpan kembung asin dari 30 hari menjadi 90 hari. menghambat dan memusnahkan mikroba lainnya. Sedikitnya ada 40 genus mikroba antagonis yang aman untuk dikonsumsi. sedangkan pada ikan patin utuh dapat memperpanjang dari 10 hari menjadi 14 hari. Suryadi. Menghasilkan produk metabolit yang bersifat racun bagi bakteri bakteri merugikan. Mikroba yang bermanfaat juga termasuk mikroba antagonis yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan aktif biopestisida untuk pengendalian hama dan penyakit . sehingga banyak digunakan sebagai pengawet. Bakteri ini termasuk kedalam keluarga Bakteri Asam Laktat (BAL) paling kuat diantara saudarasaudaranya. tanpa tahun). Ada tiga mekanisme yang digunakan oleh bakteri antagonis untuk mencegah bakteri merugikan.8 dapat digunakan untuk menghambat atau menghentikan aktivitas bakteri pembusuk yang merugikan. jamur atau cendawan. Pengetahuan mengenai penggunaan bakteri antagonis berdasarkan prinsip fermentasi.(Sumarsih. 1. Mekanisme bakteri antagonis dalam menghambat aktivitas bakteri pembusuk cukup menarik untuk diteliti. dan 3. Fermentasi mampu menghentikan proses pembusukan hasil perikanan dengan cara mengendalikan populasi mikroba pembusuk. Penambahan mikroba antagonis dapat dilakukan pada hasil perikanan segar maupun olahannya. Mikroba antagonis yang digunakan tidak menimbulkan bahaya apabila dikonsumsi. (tanpa tahun) menyebutkan bahwa mikroba antagonis merupakan suatu jasad renik yang dapat menekan. 2. Jenis mikroba yang paling banyak digunakan untuk memperpanjang masa simpan hasil perikanan adalah Lactobacillus plantarum. Penambahan mikroba antagonis pada filet nila dapat memperpanjang masa simpan dari 7 hari menjadi 10 hari. Antagonisme dapat terjadi antara mikroba ada yang bersifat menguntungkan dan mikroba yang bersifat patogen.

antibiotik. asam. Kusnadi dkk (2003) juga menjelaskan bahwa hubungan mikroorganisme dengan organisme lain yang saling menekan pertumbuhannya disebut antagonisme. Bentuk interaksi ini merupakan hubungan asosial.9 tanaman. Senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh mikroba pada umumnya merupakan metabolit sekunder yang tidak digunakan untuk proses pertumbuhan (Schlegel 1993). oksigen. 2007) BAB III METODOLOGI 3. habitat. formaldehida. Alat ALAT FUNGSI 1. Senyawa kimia yang dihasilkan dapat berupa sekret atau metabolit sekunder. (Dwidjoseputro 2003). Mikroba antagonis yang memiliki kemampuan antimikroba tersebut dapat menghasilkan senyawa antimikroba. Senyawa antimikroba tersebut dapat digolongkan sebagai antibakteri atau antifungi (Pelczar dan Chan 2005).Timbangan digital Timbangan digital ini digunakan untuk menimbang bahan yang akan digunakan untuk membuat media untuk bakteri.1 Alat dan Bahan a. cahaya dan lain-lain (Baker dan Cook 1974). Beberapa senyawa antimikroba adalah fenol. tetapi untuk pertahanan diri dan kompetisi dengan mikroba lain dalam mendap atkan nutrisi. dan toksin (Verma et al. jamur ataupun . Biasanya spesies yang satu menghasilkan suatu senyawa kimia yang dapat meracuni spesies lain yang menyebabkan pertumbuhan spesies lainnya terganggu.

2. Penjepit Penjepit berfungsi sebagai penjepit atau memindahkan ikan dari satu tempat ketempat lain 5. Lemari pendingin Lemari pendingin ini berfungsi untuk menjaga media uji coba agar tidak rusak 3.10 untuk media tanam kultur jaringan. Telenan Telenan digunakan sebagai tempat memotong ikan 7. Saringan Saringan digunakan sebagai tempat meniriskan ikan 4. Nampan Nampan digunakan sebagai tempat media 6. Pisau Berfungsi untuk membelah/memotong ikan .

Bahan Ikan Sayuran kubis Buffer phosphate (K2HPO4) Piring stirofoam kubis Wrapping film 3.11 8.2 Prosedur Kerja a) Fermentasi sayuran Dipotong halus 100 g kubis dengan panjang 2 cm Dimasukkan ke dalam wadah plastik dan tambahkan 1000 ml air Ditambahkan garam hingga menghasilkan konsentrasi yang sesuai Diaduk hingga rata dan tutup rapat b) Perendaman Ikan Dibersihkan ikan dengan mencucinya dalam air mengalir untuk Disiangi dan dipotong Direndam ikan dalam wadah berisi cairan fermentasi kubis selama 20 menit fermentasi kubis bersih . Baskom Sebagai wadah perendaman air kubis b.

timbang piring stirofoam Diamati kesegaran ikan berdasarkan aroma dan tekstur Pada penyimpanan hari ke-7 Diambil ikan dalam wadah penyimpanan dan buka Diamati kesegaran ikan berdasarkan aroma dan tekstur Diperhatikan warna dan timbang bobot ’drip’ yang ada di piring .12 Ditiriskan ikan selama 3 menit Ditimbang ikan Dikemas ikan dalam piring stirofoam dengan wrapping film c) Penyimpanan Ikan Disimpan ikan dalam lemari pendingin d) Penentuan Tingkat Pada penyimpanan jam ke 1 Ditimbang bobot ikan.

13 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Pengamatan bobot ikan dan drip berdasarkan perlakuan lama perendaman dan dalam penggunaan larutan fermentasi kubis: Bobot Ikan Bobot drip (gram) Karakteristik Organoleptik Jam ke-1 Hari ke-7 Jam ke-1 Hari ke-7 Perlakua n Ikan 1 Ikan 2 Ikan 1 Ikan 2 Ikan 1 Ikan 2 Ikan 1 Ikan 2 Warna Tekstur 1 2 3 4 5 6 7 8 69 72 85 67 76 105 60 66 75 81 70 126 58 130 62 136 66 68 81 67 71 98 57 73 72 77 66 126 55 132 58 136 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 4 4 0 5 7 3 7 3 4 4 0 3 2 4 0 Merah kekuningan Kemerahan Mata dan tubuh pucat Kuning kemerahan Kuning kemerahan Lebih pucat Lebih pucat Segar dan Pucat Sedikit lembek Lembek Masih kenyal Sedikit lembek Lembek Kenyal dan Lembek Lembek Biasa dan lembek .1 Hasil Hasil pengamatan dalam praktikum Mikrobiologi Perikanan mengenai Mikroba Antagonis adalah sebagai berikut : Tabel 1.

2 Pembahasan Dari hasil pengamatan di atas dapat dianalisis sebagai berikut: Pada praktikum mikroba antagonis ini terjadi fermentasi asam laktat dengan menggunakan larutan sayur kubis. dan Lactobacillus. segar. Setelah 1 jam dimasukkan kedalam lemari pendingin. Jalur metabolisme yang digunakan pada homofermentatif adalah lintasan Embden-Meyerhof-Parnas. kedua sample ikan mengalami pengurangan bobot. Fermentasi asam laktat merupakan proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).2. Fermentasi asam laktat terbagi menjadi dua jenis.5 dan 7 dengan perlakuan utuh dicuci. Pada penelitian kali ini proses fermentasi limbah kubis yang terjadi adalah fermentasi asam laktat jenis homofermentatif yang sebagian besar hasil akhirnya menghasilkan bakteri asam laktat.3. Beberapa contoh genus bakteri yang merupakan bakteri homofermentatif adalah Streptococcus. Kelompok kami. segar serta berbau amis dan warnanya pun masih segar. Sedangkan pada pengamatan hari ke-7. Pediococcus. dimana bobot ikan pertama adalah 66 gram menjadi 73 gram. Sampel yang digunakan adalah 2 ikan.14 Keterangan: hitam=mengalami penurunan Hijau=tetap merah=mengalami kenaikan Sumber :Laboratorium FPIK Unpad. Lactococcus. Tekstur menjadi lebih lembek. Mekanisme pembentukkan asam laktat adalah piruvat akan diubah menjadi asam laktat dan diikuti dengan proses transfer elektron dari NADH menjadi NAD+. pertambahan bobot terjadi karena cairan atau larutan yang terserap oleh tubuh ikan selama proses perendaman larutan kubis dan proses pendinginan. berbau agak amis dan warnanya masih segar. hasil yang terlihat adalah ikan bertekstur kenyal. yaitu homofermentatif dan heterofermentatif. pada kelompok 1. Dan terjadi perubahan tekstur. Berdasarkan data tabel pengamatan diatas menunjukkan pada jam ke-1 semua ikan dari setiap kelompok memiliki tekstur kenyal. kelompok 8 mendapatkan perlakuan ikan yang disiangi potong lalu direndam selama 20 menit. sedangkan setelah penyimpanan di lemari pendingin selama 7 hari terjadi beberapa perubahan yaitu pertambahan bobot pada ikan pertama dan bobotnya tetap pada ikan kedua. bau dan warna. siangi dansiangi potong yang direndam selama 15 menit dan 20 menit.2015 1. Enterococcus. warna menjadi lebih pucat dan baunya yang lebih amis. . Setiap kelompok mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda.

Jawab : Bakteri yang tumbuh selama proses fermentasi sayuran yaitu bakteri asam laktat (BAL) memiliki sifat yang mempunyai kemampuan untuk merombak senyawa . dan bakteriosin (Afrianto. Bakteri asam laktat pada ikan merupakan salah satu bagian dari bakteri awal. Artinya. Pertumbuhan bakteri ini dapat menyebabkan gangguan terhadap bakteri pembusuk dan pathogen (Bromerg. 1. 2001) sehingga memberikan masa simpan yang lebih tahan lama. Dengan terbentuknya zat antibakteri dan asam maka pertumbuhan bakteri pathogen seperti Salmonella dan E. Kelompok 4 yang memiliki bobot tetap. sebutkan bakteri apa yang tumbuh selama proses fermentasi sayuran ? jelaskan sifat utama bakteri tersebut. Pada kelompok 1 dan 4 dengan perlakuan tanpa perendaman di dapatkan hasil pada kelompok 1 penurunan bobot ikan pertama dan kedua stabil yaitu bobot drift dari kedua ikan tersebut 3 gr. Bakteri asam laktat merupakan kelompok besar bakteri menguntungkan yang memiliki sifat relatif sama. hydrogen peroksida.3 Soal pendalaman 1. Menurunnya kadar air memperkecil tumbuhnya mikroba pada ikan sehingga ikan lebih awet dan tahan lama. dkk. dkk. Bakteri asam laktat yang tumbuh dan berkembang mampu memproduksi asam laktat sehingga pH menjadi lebih rendah. Dan di dapatkan pada hasil elompok 6 pada sampel ikan pertama dan kelompok 8 pada sampel ikan pertama. karena kadar air yang terdapat pada tubuh ikan menurun. Berdasarkan teori yang saudara baca. Bakteri asam laktat mampu memproduksi asam laktat sebagai produik akhir perombakan karbohidrat. Tetapi pada kelompok 4 tidak mengalami penurunan bobot pada ikan (bobot tetap) berarti kadar air yang terkandung dalam tubuh ikan tidak menurun. Jadi hasil bobot drift yang baik pada ikan itu bernilai 7 karena semakin besar nilai bobot drift maka kandungan air yang terdapat pada tubuh ikan semakin sedikit sehingga memperkecil tumbuhnya mikroba pembusuk. Bakteri tersebut adalah bakteri asam laktat yang bersifat gram positif. hal ini dikarenakan tidak adanya cairan yang menyerap pada tubuh ikan selama proses pendinginan. dalam proses fermentasi ini terdapat bakteri yang tumbuh dari cairan kubis. hal ini dikarenakan cairan atau larutan yang terserap oleh tubuh ikan selama proses perendaman larutan kubis dan proses pendinginan. 1989). mengalami pertambahan bobot seperti kelompok 8. coli akan dihambat (Silalahi 2000). Pada kelompok 6 sample ikan yang ke2 dengan perlakuan siangi dan direndam selama 20 menit.15 Sebenarnya terjadinya pengurangan bobot pada fermentasi ini bersifat baik karena kadar air yang terkandung dalam tubuh ikan semakin menurun.

sehingga pH media menjad rendah (asam). 2.16 kompleks. menjadi senyawa yang lebih sederhana. perlakuan mana yang memberikan masa simpan lebih lama. hasil fermentasi sayuran dapat memperpanjang masa simpan ikan ? Jawab : Bakteri yang berkembang selama proses fermentasi sayuran mampu memproduksi asam laktat. Jawab : Dari hasil percobaan perlakuan yang memberikan masa simpan lebih tahan lama adalah dari hasil fermentasi sayuran karena pada saat itu terdapat koloni bakteri yang sangat banyak sehingga memperkuat bakteri arogant dari bakteri pembusuk sehingga lebih awet. Apakah perlakuan yang diberikan berpengaruh terhadap bobot drip. Bagaimana mekanismenya. Jelaskan mengapa demikian. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN . Media hasil fermentasi sayuran mengandung bakteri yang bersifat antagonis terhadap bakteri pembusuk. 3. Dari hasil percobaan. menurunkan PH pangan sehingga memperlambat pertumbuhan mikroba pembusuk. menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan atau bakteri patogen. Jelaskan Jawab : Berpengaruh terhadap bobot drip karena terjadi penambahan jumlah koloni dan pada saat yang bersamaan terjadi pula penyusutan bobot ikan drip karena bakteri antagonis tersebut. 4.

Limbah kubis dapat diganti dengan limbah sayuran lain seperti nanas yang memiliki kemampuan unggul menghasilkan asam laktat sebanyak 0. 2.2 Saran Berikut ini merupakan saran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penggunaan larutan fermentasi limbah kubis atau sebagai penelitian selanjutnya: 1. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Bakteri Asam Laktat menghasilkan asam laktat melalui proses fermentasi. DAFTAR PUSTAKA . harga terjangkau dan tepat guna. 5. Larutan fermentasi limbah kubis dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami yang mudah didapat. Pengawetan bahan makanan tidak terbatas pada ikan saja tetapi penggunaan larutan fermentasi limbah kubis ini bisa dilakukan pada udang dan bakso ikan.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh dari data primer di atas.17 5. simpan ikan. Lama perendaman dalam larutan fermentasi kubis dapat berpengaruh terhadap lama masa 3.80 % 2.

pdfdownloadforfree. Diambil http://www. Landasan Teori Mikrobiologi Perairan. Diambil dari http://dokumen. Bakteri antagonis. dari 2012.18 Anonim.htm. Bakteri antagonis. 2001 Potensi Bakteri Antagonis. Diakses pada 15 Desember 2015 Endah.html. Diambil dari: http://eafrianto.wordpress.com/2009/11/29/bakteri-antagonis/.tips/documents/teori-antagonis.html. Diambil dari: http://antagonisme Antar Bakteri_ ingin kusempurnakan hidupku di sampingMu.com/Endah-Potensi-Bakteri-Antagonis Agrikultura. Diakses pada 15 Desember 2015 Eafrianto. Diakses pada 15 Desember 2015 LAMPIRAN Lampiran 1 Alat dan Bahan . Diakses pada 15 Desember 2015 Fitria. 2009. 2009.

19 Ikan Penjepit Saringan Baskom Pisau Nampan Telenan Timbangan Analitik Air Kubis Lampiran 2 Perlakuan pada ikan Ikan Disiangi Ikan Dipotong Ikan direndam Air kubis 20 menit Ikan Ditimbang Ikan Diletakkan di Sterofoam Persiapan Pengemasan .

20 Setelah Dikemas Disimpan dalam Lemari Pendingin .

21 .