Simulium sp.

& Culex

MAKALAH PARASIT DAN PENYAKIT IKAN

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 6
PERIKANAN B
DISA NIRMALA

230110140088

DEWANTO BISMANTORO

230110140115

ANNISA PUTRI SEPTIANI

230110140132

HYUNANDA

230110140134

PROGRAM STUDI PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2016

Famili Simuliidae terdiri atas 1809 species (termasuk 11 spesies punah) tersusun dalam 28 genera dengan empat di antaranya Simulium. Di Kanada lalat ini dikenal dengan istilah no see um karena kecil dan tidak tampak jelas dilihat dengan mata saat mereka berkerumun. penghisap darah seperti nyamuk atau agas yang termasuk ke dalam Ordo Diptera. Subfamili Parasimuliinae terdiri atas empat spesies hanya tercatat dari Amerika Utara bagian barat. Famili Simuliidae. Genus terbesar dari famili ini adalah Simulium dengan 1200 spesies tersusun dalam 42 subgenera. Kingdom Phyllum Sub phyllum Classis Sub classis Ordo Sub ordo Familia Sub familia Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Mandibulata : Insecta : Pterygota : Diptera : Nematocera : Simuliidae : Simuliinae : Simulium : Simulium sp Simulium adalah sejenis lalat kecil (3mm. Keempat genus tersebut mempunyai arti ekonomi karena merugikan manusia atau hewan. Umumnya lalat ini berwarna hitam sehingga dikenal dengan istilah blackfly. Subordo Nematocera. Istilah ini sebenarnya tidak cocok lagi karena ada jenis yang berwarna kuning keemasan seperti Simulium ochraceum di Amerika latin. Prosimulium. Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah lalat punuk karena mempunyai daerah toraks yang menonjol. . Cnephia and Austrosimulium. dan biasanya setiap wilayah lalat ini mempunyai nama khusus dalam bahasa lokal. Dimanapun berada lalat ini merupakan pengganggu karena gigitannya dan dapat menyebarkan penyakit.Simulium sp. KLASIFIKASI Simulium sp. dan semuanya tergolong dalam Subfamili Simuliinae.8mm).

antara lain Simulium sigiti. Austrosimulium terbatas terdapat di Australia dan New Zealand. sigiti adalah bentuk penghargaan yang diberikan oleh penemu spesies ini kepada seseorang yang berjasa di dalam proses penemuan spesies baru tersebut yaitu Prof Dr. Famili Simuliidae kaya akan spesies kompleks yang kebanyakan hanya bisa dibedakan dengan sitotaksonomi (dengan pemerikasaan kromosom kelenjar ludah larva). Sigit. javaense. Simulium terdapat di semua wilayah zoogeografis dengan jumlah terbesar (410 spesies) dilaporkan dari daerah Palaearktik. MORFOLOGI Simulium sp. Prosimulium dengan 110 spesies digolongkan dalam enam subgenera banyak terdapat di daerah Holoarktik seperti genus Cnephia. Genera besar lainnya adalah Gigantodax dengan 65 spesies di daerah Neotropik dan Metacnephia dengan 51 spesies di Holarktik. Sebagi mata majemuk. S. MSc dari Bagian Parasitologi dan Entomologi Kesehatan IPB (Takaoka & Hadi 1991). Pada yang betina setiap ommatidia berukuran kecil (10-15 .Gambar 1. damnosum asal Afrika dengan 40 jenis sitotipe. mata-mata ini terletak pada bagian atas kepalanya. Simulium sp. Kepala Penglihatan (mata) memainkan peran penting dalam perilaku Simulium. upikae (Takaoka & Davies 1996). Contoh yang sangat baik dari spesies kompleks adalah S.nama yang mengikuti tersebut ada nama orang dan nama daerah. S. Sistem penamaan ini mengikuti sistem tata nama yang berlaku di dalam taksonomi hewan secara umum. Lalat ini mempunyai hamper seratus mata (ommatidia). Nama. S. Sebagai contoh. parahiyangum dan S. Di pulau Jawa sendiri monograf terkhir menunjukkan bahwa ada 22 spesies. Singgih H. Di Indonesia saat ini telah dilaporkan hanya ada satu genus yaitu Simulium dengan sekitar 100 spesies tersebar di seluruh tanah air.

kosta hanya memiliki rambut-rambut halus. Pada Prosimulium sektor radial bercabang (kadang-kadang hanya sedikit). Pada Simulium dan Austrosimulium sektor radial pada syap tidak bercabang. Ujung abdomen jantan lebih kompak dan relatif tidak tampak. Antenanya kokoh seperti tanduk. langsingnya abdomen dan adanya sepasang klasper yang terlihat pada ujung abdomen. Namun demikian. Sektor radial bisa tidak bercabang atau mempunyai dua cabang. dan atau karakter kepala stadium larva. kosta mempunya rambut seta sepeti duri dan rambutrambut halus.mikron) dan mata majemuk ini terpisah dengan baik di atas antena (dikhoptik). identifikasi spesies seringkali sulit karena membutuhkan karakter mikroskopis seperti struktur terminalia jantan dan betina. dan sebuah celah dorsal (pedisulkus) dekat dasar ruas tarsus kedua. Palpinya terdiri atas 5 ruas agak lebih panjang dari pada probosisnya yang pendek. Perutnya terdiri atas 8 ruas. dan tungkai belakang mempunyai lobus bulat (kalsipala) pada ujung bagian dalam ruas tarsus pertama.0 mm). tiga ruas terakhir terdapat alat kelamin (genitalia) dan tidak terlihat. Ruas ketiga palpi memiliki alat sensoris yang besar. umumnya 11 ruas. Toraks Sayapnya pendek (1. Di antara vena median (M2) dan kubital (Cu1) terdapat cabang lipatan submedian. Meskipun demikian ada juga yang memiliki 10 ruas seperti pada jenis Austrosimulium. Jantan berbeda dari yang betina oleh besarnya punuk pada toraks. banyak spesies dapat diidentifikasi dengan relatif mudah menggunakan karakter organ pernafasan pada stadium pupa. dengan lobus anal yang besar. Abdomen. Maksila dan mandibula pada yang jantan dan beberapa jenis betina yang tidak menghisap darah tidak bergerigi. dan ommatidia bagian bawah menyerupai betina tetapi yang bagian atas sangat besarbesar (25-40 mikron). Venasi sangat khas dengan vena radial yang berkembang baik sepanjang sisi anterior sayap dan vena-vena median dan kubital lemah di posterior. . dan 9 ruas pada jenis Prosimulium dari Amerika Utara. dan tungkai belakang tidak memiliki kalsipala dan pedisulkus. Karena penampilan sayap yang lemah ini lalat Simulium mampu terbang di udara tenang berkilo-kilometer.5-6. Pada yang jantan mata majemuk lebih besar dan bersentuhan satu sama lain (holoptik). lebar. beruas-ruas. baik pada jantan maupun betina. tidak berwarna dan transparan. Betina mempunya satu spermateka yang bentuknya subsperikal ( agak membulat). merah dan besarnya mata. Pada lalat dewasa.

dan terdapat bukti bahwa betina bunting tertarik meletakkannya pada tumpukan telur dari spesies yang sama.400 μm dan bentuknya segitiga ovoid. Distribusi lalat ini di seluruh dunia. Telur diletakkan dalam gelendong seperti rangkaian manik-manik.upenn. Telur yang baru diletakkan berwarna krem keputihan. Lalat betina dari beberapa spesies berkerumun pada ketinggian 15 cm dari permukaan air untuk meletakkan telurnya pada benda-benda yang terendam air Telur berukuran pannjang 100 . sementara di daerah tropis sepanjang tahun bisa terjadi beberapa generasi. atau dalam kelompok tidak teratur. Telur dijatuhkan langsung ke dalam air dan tenggelam ke dasar atau diletakkan pada benda-benda yang muncul dekat dengan garis air. Permukaannya halus dan tertutup oleh lapisan gelatin. damnosum dapat diselesaikan dalam waktu enam hari. Hal ini mungkin ditimbulkan oleh kehadiran feromon. kecuali di daerah gurun atau pulau yang terisolasi tanpa aliran air. dengan kisara 30-800 butir.edu/projects/paralab/labs/lab8. Kumpulan telur bisa dibuat oleh beberapa betina yang bertelur di sekitar tempat yang berdekatan.htm) Telur umumnya diletakkan dalam kelompok-kelompok berjumlah 200-300 butir. pada benda-benda di dalam atau dekat aliran air atau langsung ke dalam air atau pada permukaan air. . larva dan pupa hanya ditemukan di aliran air. Periode siklus hidup bervariasi pada setiap spesies dan kondisi lingkungan. berubah menjadi coklat gelap atau hitam dalam waktu 24 jam. tempat mereka langsung bash oleh air atau daerah cipratan air. (Sumber: http://cal. Gambar 2.vet. Pada spesies yang hidup di daerah beriklim sedang dalam setahun bisa terjadi hanya satu generasi. Telur Simulium sp. dan siklus hidup dari telur hingga dewasa dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 2 minggu. Telur. sungai besar atau aliran air terjun. Setiap spesies berbeda-beda mulai dari gelombang air dekat danau sampai aliran kecil di tengah hutan. Stadium larva S. Telur lalat ini sangat sesitif terhadap kekeringan.SIKLUS HIDUP Simulium sp. Telur.

Beberapa spesies menyebar lebih jauh dari tempat meletakkan telurnya. Larvanya memintal benang sutra pada substrat. struktur homolog sikat palatal lateral nyamuk. Ketika sudah stabil dengan tempat yang dipilihnya. Tubuhnya bisa berputar 90-180 derajat sehingga rambut kipasnya menghadap permukaan air. Larva dapat berpindah tempat dengan menghanyutkan tubuhnya ke dalam aliran air dengan bantuan benang sutra. Larva pada beberapa spesies mempertahankan daerah teritorialnya. Gambar 3.edu/projects/paralab/labs/lab8. dari situ muncul organ rektal. Partikel makanan ini dibawa masuk ke sibarium oleh sikat mandibula. sebagai alat yang digunakan ketika mempertahankan diri dari aliran air deras atau saat ada gangguan. dan ujung abdomen dikelilingi sirklet posterior. Posisi larva ketika makan adalah berdiri dengan sirklet posterior menempel pada substrat dan mengarah ke aliran air dengan kepala menghadap ke bawah. Cairan lengket yang dikeluarkannya berasal dari kelenjar sibarial sehingga kipas mampu menangkap partikel-partikel halus.htm) Telur menetas menjadi larva yang mempunyai kepala yang keras dan jelas. ia akan mencapkan sirklet posteriornya.upenn. Larva umumnya bertahan di dekat permukaan air. Aliran air terbagi oleh proleg dan mengarah ke rambut kipas. dan mampu bergerak ke daerah aliran air bagian atas milik tetangganya. Kepala memiliki sepasang kipas sefalik (labral).Larva. dan biasanya ditemukan pada kedalaman kurang dari 300mm (kecuali pada spesies besar yang bisa ditemukan pada kedalaman beberapa meter dalam air jeram (turbulent water). atau dengan melangkahkan tubuhnya dari permukaan substrat dengan sirklet posterior dan kait anterior proleg untuk mempertahankan cairan sutra. yang mungkin fungsinya sama dengan anal papila pada larva nyamuk yaitu menyangkut penarikan klorida dari air. bentuk tubuh yang silinder dengan toraks dan bagian posterior abdomen lebih lebar dari pada ruas abdomen anterior. Larva tidak menciptakan aliran tetapi menyaring air yang melewati tubuhnya. Anus terbuka dan terdapat di dorsal sirklet posterior. Pertahanan daerah teritorial menurun secara dramatis ketika makanan berlimpah.vet. Larva . yang diteruskan menjadi benang sutra. sehingga terjadi kompetisi makanan. Larva memiliki satu proleg anterior (tangan palsu) yang dikelilingi kait-kait sirklet. Larva Simulium sp (Sumber: http://cal. sepasang mata sederhana.

kulit pupa membelah.htm) Umumnya pupa Simuliidae memintal kokon. dan segera terbang. Pembentukan kokon memerlukan waktu sekitar satu jam dan kemudian kulit larva dilepas. Pupal gill ini serupa dengan corong pernafasan pada Culicidae dan Ceratopogonidae. (Sumber: http://cal. dan berubah warna menjadi gelap saat lalat dewasa sedang berkembang. algae dan endapan lumpur berukuran sampai 350 μm. Pada beberapa spesies larva menenpel pada tubuh kepiting di sungai dan nimfa lalat sehari (mayfly).famili Simuliidae menelan makanan seperti bakteri. Larva instar terakhir (mature) dapat dikenali dengan adanya bercak insang gelap ("gill spot") pada kedua sisi toraks. Bentuk kokon bervariasi ada yang sandal (slipper-shaped) dan sepatu (shoe-shaped). Sefalotoraks memiliki sepasang insang pupa (pupal gills) yang jumlahnya. Gerakan air yang melewati permukaan tubuh larva menyediakan sumber oksigen terlarut dalam jumlah yang cukup untuk pernafasan larva. dan mudah terlihat pada benda yang terendam. Pada pupa. dan percabangannya berbeda-beda pada setiap spesies. dan dapat bergerak ke tempat lain sebelum proses pupasi. kepala dan torak punya bergabung menjadi sefalotoraks. Larva Simuliidae banyak terdapat di aliran air deras. diatom.edu/projects/paralab/labs/lab8. Hal ini mencegah kokon terkoyak oleh aliran air. panjangnya. Kokon ujungnya yang tertutup mengarah ke hulu (upstream) dan yang terbuka mengarah ke hilir (down stream). atau yang baru saja muncul tersebut bertengger pada benda dekat permukaan air. Pupa Gambar 4. Konsentrasi larva dalam jumlah besar sering ditemukan pada aliran keluar danau. lalat dewasa muncul ke permukaan dalam gelembung udara. Pupa ini tidak makan. Panjang larva Simuliidae mencapai 4 to 12 mm. tetapi umunya menelan partikel berukuran 10-100 μm. Ketika lalat dewasa muncul.upenn. Pupa Simulium sp. dan terdapat ruas-ruas abdomen. tempat air yang kaya akan fitoplankton sebagai makan larva mengalir.vet. tempat larva dapat menyaring sebanyak mungkin volume air dalam waktu tertentu. Ujungnya memiliki spina dan kait-kait yang mengikat benang-benangkokon dan menenpelkan pupa pada substrat. tetapi tidak mempunyai spirakel terbuka. .

pincang. Kematian biasanya disebabkan oleh kerusakan sel-sel darah putih (leukosit) limpha. S. Bila peradangan sudah mencapai otak. damnosum 60-90% muncul menjadi lalat dewasa di siang tengah hari dan tidak ada yang muncul pada malam hari. bahkan sering terjadi kelumpuhan kaki. Kematian akibat penyakit ini terjadi seminggu setelah ayam terinfeksi. lemah. ayam akan menunjukkan gerakan yang tidak terarah. Perkembangan seksual dari protozoa ini terjadi dalam vektor dan menjadi lengkap minimal pada hari keempat. . Pengendalian lalat tersebut dapat juga dilakukan dengan agen biologik. yang kerapkali letaknya jauh dari peternakan ayam dan jika dilakukan pemberian insektisida dapat membunuh ikan yang hidup di lingkungan tersebut. nafsu makan menurun. Gejala klinis ayam yang terserang penyakit Leukositozoonis adalah ayam menderita demam.Dewasa. Sedangkan serangan pernyakit itu sendiri datangnya secara bertahap. misalnya Bacillus thuringiensis varietas israelenis. Tapi umumnya tanda-tanda seperti itu baru diketahui sesaat sebelum ayam tersebut mati akibat pendarahan. Hal ini disebabkan oleh jumlah parasit di dalam dinding kapiler paruparu meningkat. Ayam yang menderita anemi parah akan tampak sulit bernafas. Metode pengendalian tersebut biasanya dilakukan setiap minggu pada daerah yang menjadi tempat perkembangbiakan lalat hitam. Lalat dewasa biasanya muncul pada siang hari tergantung cahaya dan suhu. PENGENDALIAN Pengendalian lalat hitam tergolong sulit karena serangga tersebut berkembang di dalam air. Gejala-gejala ini datang secara tiba-tiba. Hanya Leucocytozoon caullervi Leucocytozoon caullervi yang disebarkan oleh Culicoides sp. Beberapa ahli melaporkan bahwa pemberian 2% temefos dalam bentuk granul dapat menekan jumlah larva dan lalat hitam dewasa.. Sedangkan tanda-tanda yang mencolok adalah muntah dan feses berwarna kehijau-hijauan. GEJALA KLINIS Sebagai Vektor pada Penyakit Leukositozoonosis Penularan penyakit Leukositozoonosis. sedangkan leucocytozoon lainnya disebarluaskan oleh Simulium sp. melalui media Iornithiphilous yang terinfeksi. Simulium sp dan Culicoides sp yang berperan sebagai vektor.

Menjelang musim mangga (sekitar bulan September dan Oktober). dengan dosis 2 sendok makan dicampur 3.Pengendalian yang efektif terhadap penyakit Leukositozoonosis adalah mengusahakan sanitasi perkandangan yang baik.8 liter air minum selama 3 hari berturut-turut. Sumber-sumber lalat harus dibasmi. supaya tidak menjadi vektor yang membawa parasit penyebab penyakit Leukositozoonosis. . secara berkala ayam diberi obat Neo Sulfa.

terdiri atas stadium telur.Culex KLASIFIKASI Culex Menurut Clement (1963) dan Dharmawan (1993) klasifikasi dari nyamuk Culex quinquefasciatus Say. Nyamuk dari genus Culex sp. Nyamuk Culex yang banyak di temukan di Indonesia yaitu jenis Culex quinquefasciatus. dada. dan perut. merupakan golongan serangga penular (vektor). Nyamuk Culex sp. quinquefasciatus Say. Nyamuk dewasa dapat berukuran 4 – 10 mm (0. MORFOLOGI Culex Culex sp adalah genus dari nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit yang penting seperti West Nile Virus. Dan dalam morfologinya nyamuk memiliki tiga bagian tubuh umum: kepala. adalah : Kingdom Phyllum Sub phyllum Classis Sub classis Ordo Sub ordo Familia Sub familia Tribus Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Mandibulata : Insecta : Pterygota : Diptera : Nematocera : Culicidae : Culicinae : Culicini : Culex : Culex quinquefasciatus Say. dan nyamuk dewasa.16 – 0. sebagai penyebab penyakit Japanese Encephalitis dan Filariasis dapat dikendalikan dengan menghambat populasi vektor yaitu dengan pemberian insektisida atau larvasida. merupakan jenis nyamuk yang menggigit pada malam hari dan menjadi pengganggu bagi manusia. larva (jentik). Nyamuk Culex sp. Filariasis. . St Louis encephalitis. pupa (kepompong). Japanese enchepalitis.4 inci). dapat menyebarkan penyakit Japanese Encephalitis atau radang otak dan sebagai vektor penyakit Filariasis. Nyamuk Culex sp. SIKLUS HIDUP Culex Daur hidup nyamuk Cx. Nyamuk ini berkembang biak di dalam air yang permanen dan tersebar luas di kota maupun di desa.

geocities. dari pupa akan muncul nyamuk dewasa melalui proses robeknya . bergerak sangat aktif dan seringkali disebut akrobat (tumblers). Jika terkena gangguan oleh gerakan atau tempat perindukannya tersentuh. Larva menyerap oksigen melalui seluruh permukaan tubuh. Pada bagian distal abdomen terdapat sepasang pengayuh yang lurus dan runcing. yang bernapas pada permukaan air melalui perantaraan corong pernapasan yang berpasangan berbentuk seperti terompet kecil pada toraks (Borror et al. Larva nyamuk bergerak sangat lincah dan aktif (mobil). 1992. dan abdomen (Borror et al. telur berwarna putih. pada permukaan air adalah menyudut. d. 1992). selanjutnya berkembang menjadi larva instar 2. merupakan salah satu makanan bagi larva nyamuk. b. pupa akan bergerak cepat masuk ke dalam air selama beberapa detik kemudian muncul kembali ke permukaan air (Christopers. Pada waktu dikeluarkan oleh induk. 1992).doc). seperti di got saluran air dan di pembuangan air limbah rumah tangga. algae dan kotoran organik (Borror et al. Partikel-partikel organik yang berada di dalam air. www. Telur Culex diletakkan dalam bentuk ‘rakit-rakit’ di atas permukaan air (Borror et al. dan 4. dan setelah kurang lebih 30 menit telur berwarna hitam. 1992. larva melakukan pergantian kulit atau ekdisis (moulting). 1960). Telur Nyamuk Culex biasa bertelur dan menetaskan telur di perairan tawar yang relatif kotor. Larva Culex terdiri atas kepala. 1988). Pupa Pupa Cx. Selain itu larva sangat aktif makan dengan sifat bottom feeder. Nyamuk dewasa Setelah 2-3 hari. setelah beberapa menit telur berubah menjadi berwarna abu-abu. dan menghirup udara dari permukaan air melalui corong pernapasan atau sifon (Anonim. quinquefasciatus Say. Anonim. c. karena mengambil makanan di dasar tempat perindukan. Pupa berbentuk seperti koma.a. 3. Sebagian besar larva nyamuk adalah “filter feeder” atau memakan mikroorganisme lainnya dalam air. Hal ini dikarenakan hanya ujung sifon saja yang menempel pada permukaan air (Borror et al. thorax. dengan memperlihatkan gerakan naik ke permukaan dan turun ke dasar tempat perindukan. 1992). Posisi larva Culex quinquefasciatus Say.com/kuliah_farm/parasitologi/insecta. 1988). Larva Dalam waktu 1 – 3 hari telur menetas menjadi larva yang disebut larva instar 1. Setiap akhir instar.

tetapi pada kondisi optimal (cukup makan dan kelembaban). 1992). terutama pada periode hibernasi (musim dingin). quinquefasciatus Say. tanpa ada batasan yang nyata. Microfilaria biasanya tidak menimbulkan kelainan tetapi dalam keadaan tertentu dapat menyebabkan occult filariasis. (Sumber : www. Tubuh nyamuk Culex dewasa terdiri dari bagian kepala. thoraks. Gejala yang disebabkan oleh cacing dewasa menyebabkan limfadenitis dan limfagitis retrograd dalam stadium akut.geocities.com/kuliah_farm/parasitologi/insecta.kulit pada bagian thorax (www. Gejala klinis .com) GEJALA KLINIS Culex sp adalah genus dari nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit yang penting seperti West Nile Virus.doc).geocities. Nyamuk jantan muncul lebih dahulu daripada nyamuk betina. St Louis encephalitis. Ketiga stadium tumpang tindih. / Gambar 5. disusul dengan okstruktif menahun 10 sampai 15 tahun kemudiam. Perjalanan filariasis dapat dibagi beberapa stadium: stadium mikrofilaremia tanpa gejala klinis. Nyamuk berwarna hitam coklat baik tubuh maupun kakinya (Borror et al. stadium akut dan stadium menahun. dapat hidup lebih dari 1 bulan (www. Gejala klisnis filariasis limfatik disebabkan oleh microfilaria dan cacing dewasa baik yang hidup maupun yang mati. Filariasis.com). Japanese enchepalitis. Pada musim panas (kemarau) merupakan masa aktif dan nyamuk betina hanya hidup selama 2 minggu.geocities. Nyamuk dewasa betina dapat tahan hidup selama 4-5 bulan. Nyamuk jantan hanya hidup sekitar 1 minggu. Daur hidup nyamuk Cx. dan abdomen.

seluruh lengan.filariasis bankrofti yang terdapat di suatu daerah mungkin berbeda dengan dengan yang terdapat di daerah lain (Parasitologi Kedokteran. Vektor utama dari virus ensefalitis Jepang di Asia Tenggara adalah Culextritaeniorhynchus. Nyamuk-nyamuk ini berbiak di sawah. Virus Japanese encephalitis termasuk famili Flavivirus. testis. Japanese B. Peradangan pada system limfatik alat kelamin laki-laki seperti funikulitis. membengkak menyerupai tali dan sangat nyeri pada perabaan. Kadang-kadanag terjadi kiluria. Jika jumlah cacing dewasa banyak dan lymphangietaksia terjadi secara intensif menyebabkan disfungsi system limfatik. diketahui menginfeksi sekitar 6000 orang pada tahun 1924. gelidus dan Cx. Kadang-kadang saluran sperma yang meradang tersebut menyerupai hernia inkarserata. Dapat pula dijumpai gejala limfedema dan elephantiasis yang mengenai seluruh tungkai. berupa limfaadenitis dan limfagitis retrograd yang disertai demam dan malaise. Selain itu. 2008). epididimitis dan orkitis sering dijumpai. vishnu. 2008). disebutlymphangiektasia. juga terjadi hipertrofi otot polos di sekitar daerah yang terkena (Pathology Basic of Disease. Saluran sperma meradang. Pada stadium menahun gejala klinis yang paling sering dijumpai adalah hidrokel. hampirsetiap tahun terjadi KLB dari tahun 1946-1950. lumen tertutup dan cacing mengalami kalsifikasi. Cacing dewasa hidup dapat menyumbat saluran limfe dan terjadi dilatasi pada saluran limfe. Virus Japanese encephalitispertama diisolasi pada tahun 1934 dari jaringan otak penderitaensefalitis yang meninggal. Penyakit ini pertama dikenal pada tahun 1871 di Jepang. Cx. Gejala peradangan tersebut hilang timbul beberapa kali setahun dan berlangsung beberapa hari sampai satu atau dua minggu lamanya. Umumnya penduduk yang tinggal di daerah endemis tidak menunjukan peradangan yang berat walaupun mereka mengandung mikrofilaria (Parasitologi Kedokteran. pemeriksaan dengan limfosintigrafi menunjukkan adanya kerusakan limfe. kemudian terjadi KLB besar pada tahun 1935. yaitu urin yang berwarna putih susu yang terjadi karena dilatasi pembuluh limfe pada system ekskretori dan urinary. . payudara dan vulva. 2005). Stadium akut ditandai dengan peradangan pada saluran dan kelenjar limfe. Sumbatan sirkulasi limfatik terus berlanjut pada individu yang terinfeksi berat sampai semua saluran limfatik tertutup menyebabkan limfedema di daerah yang terkena. enchepalitis Japanese encephalitis merupakan penyakit akut yang ditularkan melalui nyamuk terinfeksi. Setelah infiltrasi limfositik yang intensif. Pada penderita mikrofilaremia tanpa gejala klinis. Cacing yang mati menimbulkan reaksi imflamasi.

Pengendalian secara mekanik Cara ini dapat di lakukan dengan mengubur kaleng-kaleng atau tempat-tempat sejenis yang dapat menampung air hujan dan membersihkan lingkungan yang berpotensial di jadikan sebagai sarang nyamuk Culex sp misalnya got dan potongan bambu. . terutama pada musim hujan saat populasi nyamuk Culex meningkat. terutama di daerah pertanian). Armigeres spp. Nyamuk. parasit. pesaing untuk menurunkan jumlah Culex sp. Aedes dan Anopheles) bentuk dewasa dengan cara pengasapan (fogging) secara masal dapat menurunkan infeksi virus Japenese enchepalitis dansekaligus virus penyebab demam berdarah dan penyakit malaria. menimbun. Singapura.. Culex tritaeniorrhynchus banyak ditemukan pada persawahan di Sulawesi Utara. Pengendalian mekanis lain yang dapat dilakukan adalah pemasangan kelambu dan pemasangan perangkap nyamuk baik menggunakan cahaya lampu dan raket pemukul. [11] 2. dan Indonesia (diperkirakan sporadik. Berbeda dengan nyamuk demam berdarah yaitu Aedes aegypti yang aktif pada waktu siang maka nyamuk Culex spp. Ikan pemangsa larva misalnya ikan kepala timah. Ada yang aktif pada waktu siang dan ada yang aktif waktu malam.tempat-tempat genangan air dan tempat-tempat permandian. Pengendalian vektor penyakit ini yaitu mengendalikan nyamuk vektor (Culex. PENGENDALIAN Pengendalian nyamuk dapat dibagi menjadi tiga yaitu : 1. mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk dan membersihkan semak-semak di sekitar rumah dan dengan adanya ternak seperti sapi. kerbau dan babi dapat mengurangi jumlah gigitan nyamuk pada manusia apabila kandang ternak di letakkan jauh dari rumah. Penyebaran penyakit ini tergantung musim. Keuntungan dari tindakan pengendalian secara biologis mencakup tidak adanya kontaminasi kimiawi terhadap lingkungan. gambusia ikan mujaer dan nila di bak dan tempat yang tidak bisa ditembus sinar matahari misalnya tumbuhan bakau sehingga larva itu dapat di makan oleh ikan tersebut dan merupakan dua organisme yang paling sering di gunakan. kecuali di Malaysia. [8] Selain dengan penggunaan organisme pemangsa dan pemakan larva nyamuk pengendalian dapat di lakukan dengan pembersihan tanaman air dan rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk. dan Anopheles spp juga dapat menjadi vektor dari penyakit ini. Jenis-jenis nyamuk Culicinae yang lain seperti Aedes spp. Pengendalian secara biologi Intervensi yang di dasarkan pada pengenalan organisme pemangsa.

ditutup. Pengendalian secara kimiawi Penggunaan insektisida secara tidak tepat untuk pencegahan dan pengendalian infeksi dengue harus dihindarkan.3. tindakan reduksi sumber larva secara rutin. . pada lingkungan dapat dipadukan dengan penggunaan larvasida dalam wadah yang tidak dapat dibuang. Selama periode sedikit atau tidak ada aktifitas virus dengue. diisi atau ditangani dengan cara lain.

Yogyakarta: Kanisius (Anggota IKAPI) Budiman dan Suyono. Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. 2015.DAFTAR PUSTAKA Agus.edu/projects/paralab/labs/lab8. 2009. Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam. Kesehatan Lingkungan. Bambang Murtidjo. Juli.upenn. Makasar : Fakultas Kedokteran UNHAS Soemirat Slamet. Upik Hadi.vet.htmi Kesumawati. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press . Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. 2010. Fakultas Kedokteran Hewan IPB Melasari. Deteksi dan Faktor Risiko Leucocytozoonosis pada Tingkat Peternakan Ayam Pedaging di Kelurahan Maccope Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone. [Skripsi]. Jakarta : EGC http://cal. Apakah Simulium Itu?. 1992.