You are on page 1of 14

LAPORAN HASIL KEGIATAN

STUDY BANDING PELAKSANAAN BADAN LAYANAN


UMUM DAERAH (BLUD)
DINAS KESEHATAN KABUPATEN PANDEGLANG
KE DINAS KESEHATAN KABUPATEN GIANYAR
PROVINSI BALI

DINAS KESEHATAN KABUPATEN


PANDEGLANG
PROVINSI BANTEN

TAHUN 2014
PENDAHULUAN

I.

Latar Belakang
Reformasi keuangan negara mengamanatkan pergeseran sistem penganggaran
dari tradisional menjadi pengganggaran berbasis kinerja, agar penggunaan dana
pemerintah menjadi berorientasi pada output. Perubahan ini sangat penting karena
kebutuhan dana yang makin tinggi tetapi sumber daya pemerintah terbatas.
Penganggaran ini dilaksanakan oleh pemerintahan modern di berbagai negara.
Mewirausahakan pemerintah (enterprising the government) adalah paradigma untuk
mendorong peningkatan pelayanan oleh pemerintah.
Penganggaran berbasis kinerja dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 17
Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, sedangkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 68 dan Pasal 69 memberikan arahan baru
bahwa instansi pemerintah yang tugas pokok dan fungsinya memberi pelayanan
kepada masyarakat dapat menerapkan pola pengelolaan keuangan yang fleksibel
dengan mengutamakan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas.
Prinsip-prinsip pokok yang tertuang dalam kedua undang-undang tersebut
menjadi dasar instansi pemerintah untuk menerapkan pengelolaan keuangan BLU.
BLU diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembaharuan manajemen
keuangan sektor publik, demi meningkatkan pelayanan pemerintah kepada
masyarakat.
BLU diperlukan dengan pertimbangan dapat dilakukan peningkatan pelayanan
instansi Pemerintah kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan
umum dan mencerdaskan kehidupan Bangsa, Instansi Pemerintah dapat memperoleh
fleksibilits dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan
produktifitas dengan menerapkan praktik bisnis yang sehat, dan dapat dilakukan
pengamanan astas aset negara yang dikelola instansi terkait.

Sebagai tindak lanjut

peraturan di atas, Menteri Dalam Negeri telah

mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 tahun 2007 tentang


Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah yang menjadi
dasar dalam penerapan pengelolaan keuangan bagi Badan Layanan Umum Daerah
(BLUD).
Bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Unit Kerja pada Satuan Kerja
Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah yang ingin menerapkan Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) harus
memenuhi persyaratan subtantif, teknis dan administratif.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang sebagai SKPD yang membawahi 36
UPT Puskesmas menilai penerapan BLUD perlu dilaksanakan dan diterapkan serta
menjadikan UPT Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah untuk
peningkatan pelayanan Instansi dilingkungan Dinas Kesehatan dalam memberikan
pelayanan pada masyarakat dan memberikan keleluasaan pada UPT Puskesmas dalam
pengelolaan Aset dan keuangan.
Maka dengan itu dilakukan Study Banding ke Dinas Kesehatan Kabupaten
Gianyar yang telah melaksanakan proses pengalihan UPT Kesmas Menjadi PPKBLUD. Yang dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 4 Juni 2014 s/d 6 Juni 2014.
II.

KONDISI KABUPATEN PANDEGLANG


1. Letak Geografis
Kabupaten Pandeglang secara geografis terletak pada 6 021 - 7010
Lintang Selatan dan 104048-106011 Bujur Timur, memiliki luas 2.747,89
Km2 (274.689,91 ha), atau 29,98% dari luas Provinsi Banten.
Kota Pandeglang sebagai Ibukota Kabupaten terletak pada jarak 23
km dari Ibukota Propinsi Banten (Serang) dan 111 km Ibukota Negara,
Jakarta.Sejak bulan juli 2007 Kabupaten Pandeglang dibagi menjadi 35
kecamatan dengan duatambahan kecamatan yaitu Kecamatan Majasari
dan Kecamatan Sobang. Kecamatan Cikeusik merupakan kecamatan
terluas sekitar 322,76 km2 sedangkan kecamatan Labuan merupakan
kecamatan terkecil dengan luas sekitar 15,66 km2.

Secara umum keadaan morfologi Kabupaten Pandeglang terbagi


atas empat kelompok besar, yaitu :
1. Morfologi Mendatar
2. Morfologi Lembah
3. Morfologi Perbukitan
4. Morfologi Perbukitan Terjal
Wilayah
administrasipemerintahanKabupatenPandeglangterdiridariwilayahadminist
rasiKecamatansebanyak 35 Kecamatan, wilayahDesasebanyak 326 desa
dan 13 Kelurahan, dengan batas-batas administrasi :

Sebelahutara

: KabupatenSerang

Sebelahselatan

: Samudera Indonesia

Sebelahbarat

: SelatSunda

Sebelahtimur

: KabupatenLebak

Dari

35

Kecamatan

wilayahadministrasipemerintahanKabupatenPandeglang,

sarana

Puskesmas sebanyak36sarana Puskesmas, dengan titik sarana puskesmas


sebagai berikut :

Carita
Jiput
Labuan

Cadasari
Mandalaw angi
Pulos ari
Suk
aratu
Cikole
Kd.

Menes

Bangkonol
Pagadunga
Kadom
Hej Banjar
n
Cipeucang
as
Sak eti
o
Mekarjaya
Cimanuk

Cikedal
Cisat a
Pagelaran

Bojong
Panim bang Pat ia

Pic ung

Perdana
Sindangresm i
Sobang
Cigeulis

Angs ana
Munjul

Sum ur
Cimanggu
Cibaliung
Cikeus ik
Cibitung

SumberData

:Sub.

Bag.

KesehatanKabupatenPandeglang

Perencanaan

Evaluasi

dan

Pelaporan

Dinas

2. Kependudukan
Salah satu sumber data kependudukan adalah Sensus Penduduk
yang dilakukan oleh BPS atas nama Pemerintah setiap sepuluh tahun
sekali yang jatuh pada tahun yang berakhiran dengan angka nol. Dasar
hukum yang melandasinya adalah Undang-undang nomor 06 tahun 1997
tentang Statistik. Sumber lain adalah registrasi penduduk dan survei
kependudukan.
Registrasi penduduk dilaksanakan oleh kantor desa/kelurahan yang
dikumpulkan setiap bulan berdasarkan Kepres nomor 52 tahun 1977.
Dengan demikian data registrasi penduduk ini memiliki keterkaitan
dengan tertib administrasi di desa/kelurahan. Hingga kini data statistik
yang dihasilkan melalui registrasi belum dapat digunakan sebagai
pembanding terhadap informasi yang diperoleh melalui sensus atau survei
secara baik, walau demikian keterangan dari registrasi penduduk ini tetap
berguna untuk mengikuti perkembangan kependudukan yang diharapkan
muncul setiap tahun, sehingga informasi tersebut sangat berarti pada
tahun-tahun antara dua sensus penduduk.
1. Jumlah, Distribusi, Persebaran dan Kepadatan Penduduk
Berdasarkan data dari BPS penduduk Kabupaten Pandeglang pada
tahun 2013 tercatat
sebanyak

1.162.123orang,

594.187orang

dan perempuan sebanyak

dengan rasio jenis kelamin sebesar


Sebaran

penduduk

yang terdiri dari laki-laki

relatif

565.391orang,

105,09.
tidak

merata,

Kecamatan

dengan

penduduk terbanyak yaitu kecamatan labuan dan penduduk terkecil yaitu


kecamatan

Keroncong,

sementara

untuk

kepadatan

penduduk

berdasarkan prediksi BPS untuk tahun 2011 tercatat 422/km2.


Berdasarkan hasil sensus penduduk pada tahun 2011, jumlah
penduduk Kabupaten Pandeglang tercatat sebanyak

1,162,123jiwa.

Selama periode 1990-2000 rata-rata LPP menunjukan angka sekitar 2,14%


per tahun, sedangkan pada periode 2000-2010 rata-rata LPP mancapai
1,30%, berdasarkan data LPP di atas dimana pada periode 2000-2009

angkanya lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya dan tahun 2011


sebesar 1.09%.
Masalah kependudukan yang tampak terlihat secara kasat mata di
Kabupaten Pandeglang adalah sebaran penduduk yang tidak merata.
Persebaran penduduk yang tidak merata akan terkait dengan akses
penduduk terhadap daya dukung lingkungan baik fisik maupun sosial yang
tidak berimbang. Contoh nyata adalah perbedaan persebaran penduduk
pada daerah perkotaan (Urban) dan pedesaan (rural).
Dampak dari ketidakseimbangan sebaran penduduk tersebut
berakibat pada perbedaan tingkat kemudahan (akses) penduduk terhadap
berbagai fasilitas baik fisik maupun sosial antara penduduk perkotaan
dengan penduduk di pedesaan.
Dengan luas wilayah sebesar 2.746,89 km 2 dan jumlah penduduk
sebanyak 1,162,123orang (Data BPS), maka pada tahun 2011 setiap km2
wilayah di Kabupaten Pandeglang rata-rata ditempati oleh 423 jiwa.
Kecamatan dengan kepadatan penduduk paling besar adalah Kecamatan
Labuan yaitu3.488jiwa per km2, sedangkan Kecamatan paling kecil
kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Sumur, yaitu 89 jiwa per km 2
(data tahun 2011).
2. Tingkat Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu basic needs bagi setiap manusia,
sehingga upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan
merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM)

yang

merupakan

modal

penggerak

pembangunan

(Engine

Development).
Kemampuan baca tulis tercermin dari indikator Angka Melek Huruf.
Penduduk berusia 10 tahun ke atas di Kabupaten Pandeglang yang sudah
mampu membaca dan menulis huruf latin tahun 2011 mencapai 99,5%,
sisanya 0,5% adalah penduduk yang tidak dapat membaca dan menulis
(buta huruf). Penduduk yang tidak bisa membaca dan menulis sebagian
besar terkonsentrasi pada penduduk usia tua, yaitu penduduk yang
berumur 45 tahun keatas.
Gambaran mengenai perkembangan SDM dapat dilihat dari kualitas
pendidikan penduduk usia 10 tahun keatas.Partisipasi sekolah anak di

Kabupaten Pandeglang dapat terlihat dari Angka Partisipasi Sekolah (APS)


usia SD/ Sederajat, SLTP? Sederajat maupun SLTA/ Sederajat. Angka ini
menunjukan partisipasi anak pada usia sekolah yang bersekolah, baik
pada usia SD (7-12 tahun), SLTP (13-15 tahun) maupun SLTA (16-18
tahun).

Angka

ini

juga

menunjukan

berapa

besar

keikutsertaan

masyarakat dalam memanfaatkan program pendidikan yang ada.

3. KONDISI KESEHATAN

III.

SELAYANG PANDANG KABUPATEN GIANYAR


1. Visi Misi Kabupaten Gianyar
a. Visi
Visi Kabupaten GianyarTerwujudnya Gianyar
(Bersih,

Alami,

Giat,

Berbudaya

dan

BAGUS

Sejahtera)

Menuju

Jagadhita.Jagadhitayaitukemakmuran dan kebahagiaan setiap orang,


masyarakat, maupun negara.
b. Misi
Misi Kabupaten Gianyar :
1) Membangun pemerintahan yang bersih, responsif, berintegritas,
profesional, dan berjiwa enterpreneur yang berorientasi pada
pelayanan publik.
2) Gianyar yang bersih, hijau dan elok berdasarkan penerapan rencana
tata ruang secara konsisten dan berwawasan lingkungan untuk
mewujudkan gianyar yang alami dan terbebas dari masalah-masalah
kependudukan, lingkungan dan sosial.
3) Menumbuhkan ethos dan sikap giat bekerja pada masyarakat dalam
mengembangkan ekonomi kreatif dan usaha ekonomi kerakyatan
berbasis pada produk unggulan daerah (one village one product),
melatih dan mengusahakan modal bagi komponen masyarakatuntuk
menjadi enterpreneur.
4) Menumbuhkembangkan budaya masyarakat berbasis nilai kearifan
lokal yang dapat menumbuhkan religiusitas, disiplin, kerja keras
berorientasi pada prestasi dengan meningkatkan peranan desa

pekraman, banjar, subak, sekaa dalam menjaga adat, budaya dan


agama
5) Membangun pemerintahan yang bersih, responsif, berintegritas,
profesional, dan berjiwa enterpreneur yang berorientasi pada
pelayanan publik.
2. Letak Geografis
Kabupaten Gianyar merupakan salah satu dari 9 Kab/Kota di Bali,
terletak di Sebelah Timur Kota Denpasar.Terdiri dari : 7 Kecamatan 6
Kelurahan 64 Desa 505 Dusun/Banjar42 Lingkungan 271 Desa Adat 512 Subak
Yeh 46 SubakAbian. Dengan Luas Wilayah : 368 Km2(6,53 % luas wilayah
Prov. Bali = 5.636,66 Km2).
3.

Kondisi Sosial
Jumlah Penduduk Kabupaten Gianyar Per Oktober 2013 sebanyak 519.830
jiwa dengan jumlah Laki-laki 260.252 jiwa dan Perempuan259.578 jiwa dengan
Kepadatan 1.413Jiwa / Km2 , Laju Pertumbuhan pertumbuhan penduduk
Kabupaten Gianyar sebesar 2,22%(Periode 2010 Okt 2013).
Laju Pertumbuhan Ekonomi & PDRB PerkapitaPertumbuhan ekonomi
Gianyar tahun 2006 mengalami perlambatan sebagai dampak Bom Bali II dan
kenaikan harga BBM.Tahun 2010 pencapaian pertumbuhan ekonomi Gianyar
6,11 % meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,93% .
Pertumbuhan ekonomi Gianyar masih diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Bali .
Meningkatnya pencapaian makro ekonomi Gianyar memberikan trend
yang sama pada PDRB per kapita

di tahun 2010 mencapai Rp.16,230 juta

meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp.14,543 juta.


4. Kelembagaan Perangkat Daerah
Kelembegaan perangkat Daerah Kabupaten Gianyar Sesuai Perda No.6
Tahun 2008 terdiri dari :
1. Sekretariat Daerah dengan 5 Staf Ahli, 3 Asisten, 12 Bagian
2. Sekretariat DPRD
3. Inspektorat
4. 8 Lembaga Teknis Daerah terdiri dari : Badan (Bappeda, Badan
Kesbang-Pol & Linmas, Badan PP & KB, BLH, BPMD, BPPT, BKD,
BPBD)RSUD SanjiwaniKPAD Sat Pol. PP.
5. Dinas Dinas : 15 Dinas
6. Kecamatan 7 dan 6 Kelurahan.
5. Pendapatan Asli Daerah

Sektor Unggulan Kabupaten Gianyar adalah pertanian dalam arti luas,


Home Industri dan Pariwisata.

Perkembangan APBD dan PAD Kab. Gianyar Tahun 2009-2014

TAHUN

PAD
(Rp. Milyar)

APBD
(Rp.Milyar)

% PAD thd
APBD

2009

112,72

749,76

15,03

2010

153,62

806,37

19,05

2011

175,27

903,93

19,39

2012

210,19

1,007

20,88

2013

238,55

1.112

21,45

2014

312,16

1,187

26,29

Pajak Hotel, Restoran dan Hiburan merupakan penyumbang terbesar PAD


rata-rata 51,65 % dari Total Pendapatan.
APBD Kabupaten Gianyar Periode 2010 S/D 2014
Dalam Juta Rupiah

URAIAN

2010

2011

2012

2013

2014

1.
PENDAPATAN

747.900,34

834.194,08

974.869,39

PAD

131.592,43

175.273,32

210.192,44

238.558,92

312.160,44

DANA
PERIMBANGA
N

464.308,78

499.403,64

592.077,00

683.872,43

684.180,73

LAIN-LAIN
PENDAPATAN

151.999,13

159.517,12

172.599,95

189.868,05

191.528,893

1.112.299,41 1.187.870,082

2. BELANJA

806.371,35

903.930,94

1.006.519,39

1.156.799,41 1.285.370,08

BELANJA
TIDAK
LANGSUNG

558.693,45

616.161,13

698.038,39

765.204,60

816.325,76

BELANJA
LANGSUNG

247.677,90

287.769,81

308.481,00

391.594,80

469.044,31

6. Pengembangan kawasan pariwisata


Sesuai SK Gub. Bali No. 528/1993 ditetapkan 2 kawasan pariwisata yang
meliputi :
a. Kawasan Pariwisata Ubud yg telah berkembang dengan luas 7.120
Ha.
b. (SK. Bupati No. 227/2002) Kawasan Pariwisata Lebih dengan luas
4.534 Ha (SK Bupati No. 313/2002).
Jumlah Obyek dan Daya Tarik Wisata sebanyak 61 buah tersebar di 7
kecamatan (SK. Bupati Gianyar No: 402/2008) dengan rincian :

Fasilitas Pariwisata di wilayah Kabupaten Gianyar


FASILITAS
PARIWISATA

TAHUN 2013
JUMLAH

KAPASITAS

HOTEL BINTANG

16

599 kamar

HOTEL MELATI

195

2.300 kamar

PONDOK WISATA

794

2.941 kamar

RESTAURAN

125

1.354 seat

RUMAH MAKAN

268

10.064 seat

BAR

97

2.328 seat

FASILITAS KESEHATAN YGADA DI KAB.GIANYAR


JENIS FASILITASKESEHATAN
2009 S/D 2010
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Faskes
UPT Kesmas/Puskesmas
Puskesmas Pembantu
Poskesdes
Posyandu
UPT Kesehatan Matra
UPT Lab. Kesmas
UPT Gudang Farmasi
Mobil Ambulance/Pusling
Mobil Pap Smear
Rumah Sakit Umum

Jumlah
13 unit
65 unit
70 unit
566 unit
1 unit
1 unit
1 unit
15 unit
1 unit
4 unit

IV.

HASIL KEGIATAN STUDY BANDING


Kegiatan Study Banding ke Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dilaksanakan
pada tanggal 4 Juni 2014 s/d 6 juni 2014.melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan
dan melakukan kunjungan kerja ke salah satu Puskesmas yaitu Puskesmas Payangan.

A. Pengertian BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) adalah:

SKPD atau Unit SKPD di lingkungan PEMDA yang dibentuk untuk


memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyedian barang dan / atau jasa
yang dijual tanpa mengutamakan keuntungan.
PPK-BLUD (Pola Pengelolaan Keuangan BLUD) adalah:
Pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan
untuk menerapkan praktik-praktik bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan
kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa.
B. Tujuan
Tujuan Pembentukan PPK-BLUD
1) MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN MASYARAKAT
2) MEMBERIKAN
FLEKSIBILITAS
DLM
PENGELOLAAN
KEUANGAN
3) PENERAPAN PRAKTEK BISNIS YANG SEHAT
C. Dasar Hukum
1)
UU No 1 thn 2004 Tentang Perbendaharaan Negara ps 68, 69
memfokuskan pada instansi pemerintah yang tugas dan fungsinya memberikan
pelayanan kepada masyarakat, diberikan FLEKSIBILITAS dalam pola pengelolaan
keuangan dengan sebutan BADAN LAYANAN UMUM ( BLU ).
2)
PP No 58 thn 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah, pasal 150 :
pedoman teknis mengenai pengelolaan keuangan BLUD diatur lebih lanjut oleh
Menteri Dalam Negeri setelah memperoleh pertimbangan Menteri Keuangan.
3)
Permendagri No 61 thn 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Keuangan BLUD.
4)
Keputusan

Kepala

Dinas

Kesehatan

Kabupaten

Gianyar

No

46/SK/2009 Tgl 28 Agustus 2009 Tentang Pembentukan Tim Pola Pengelolaan

Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Unit Pelaksana Teknis


Kesehatan Masyarakat (UPT Kesams) Di Kabupaten Gianyar
.
D. Karakteristik BLUD
1) Berkedudukan sebagai lembaga pemerintah (bukan kekayaan negara
yang dipisahkan)
2) Menghasilkan barang / jasa yang seluruhnya / sebagian dijual kepada
publik
3) Tidak bertujuan mencari keuntungan (laba)
4) Dikelola secara otonom dengan prinsip efisiensi dan produktifitas a la
korporasi
5) Pendapatan dan sumbangan dapat digunakan langsung
6) Pegawai dapat terdiri dari pns dan non-pns
7) Bukan sebagai subyek pajak
E. Persayaratan BLUD
Untuk dapat menerapkan ppk-blud harus memenuhi 3 (tiga) persyaratan
yaitu:
1) Persyaratan teknis
2) Persyaratan substantif, dan
3) Persyaratan administratif
Persyaratan Teknis Yaitu:
Kinerja pelayanan tugas dan fungsinya layak dikelola dan ditingkatkan
pencapaiannya melalui penerapan PPK-BLUD sebagaimana direkomendasikan oleh
SKPD pembina teknis
Kinerja keuangan SKPD/UK SKPD yang bersangkutan adalah sehat
sebagaimana ditunjukkan dalam dokumen usulan penerapan PPK BLUD

Dokumen usulan penerapan PPK BLUD adalah :


1) Daftar aset termasuk nilainya, sehingga akan diketahui nilai kekayaan
yang dimiliki SKPD/UK SKPD yang akan diusulkan menerapkan PPK
BLUD

2) Pendapatannya menunjukkan kecenderungan naik dari tahun ke tahun,


sehingga skpd/uk skpd tersebut dapat mandiri
3) Prosentase cost recovery sebesar 60% untuk mengetahui seberapa
besar pendapatannya dapat menopang biaya operasional dalam satu
tahun anggaran.
Persyaratan Substantif :
Menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi utama yang berhubungan
dengan :
1) Menyediakan barang/dan atau jasa untuk layanan umum
2) Mengelola wilayah/kawasan tertentu untuk tujuan meningkatkan
perekonomian masy. Atau untuk layanan umum; dan atau
3) Mengelola dana khusus dalam rangka meningkatkan ekonomi dan/atau
pelayanan kepada masyarakat.
Bidang layanan umum yang diselenggarakan bersifat operasional yang
menghasilkan semi barang/jasa publik (quasi publik goods), Dalam melakukan
kegiatannya tidak mengutamakan pencarian keuntungan
Persyaratan Administratif :
1) Pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja pelayanan,
2)
3)
4)
5)
6)

keuangan, dan manfaat bagi masyarakat;


Pola Tata Kelola;
Rencana Strategis Bisnis;
Laporan Keuangan Pokok;
Standart Pelayanan Minimum;
Laporan Audit Terakhir (bila telah diaudit) atau membuat pernyataan
bersedia diaudit secara independen.
Kriteria Penetapan PPK BLUD
Persyaratan administratif digunakan untuk menentukan skpd/uk skpd

dalam menetapkan penerapan ppk-blud secara penuh atau bertahap.


Penerapan ppk-blud secara bertahap apabila persyaratan substantif dan
teknis terpenuhi tetapi persyaratan administratif belum terpenuhi