You are on page 1of 4

1

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Energi Surya


Sumber energi berjumlah besar dan bersifat kontinyu terbesar yang
tersedia bagi manusia adalah energi surya, khususnya energi elektrimagnetik yang
dipancarkan oleh matahari.sementara energi surya belum dipakai untuk sumber
primer energi bahan bakar pada saat ini (Gunadarma.ac.id)
Karena kebanyakan energi terbaharui pusatnya adalah "energi surya"
istilah ini sedikit membingungkan. Namun yang dimaksud di sini adalah energi
yang dikumpulkan langsung dari cahaya matahari. Tenaga surya dapat Digunakan
untuk:
-

Menghasilkan listrik menggunakan sel surya


Menggunakan menghasilkan pembangkit listrik tenaga panas surya
Menghasilkan listrik menggunakan menara surya
Memanaskan gedung, secara langsung
Memanaskan gedung, melalui pompa panas
Memanaskan makanan, menggunakan oven surya. (wikipedia.org)

Jelas matahari tidak memberikan energi konstan untuk setiap titik di bumi,
sehingga penggunaannya terbatas. Sel surya sering digunakan untuk daya baterai,
karena kebanyakan aplikasi lainnya akan membutuhkan sumber energi sekunder,
untuk mengatasi padam. Beberapa pemilik rumah menggunakan tata surya yang
menjual energi ke grid pada siang hari, dan menarik energi dari grid di malam
hari, inilah keuntungan untuk semua orang, karena permintaan listrik AC tertinggi
pada siang hari.
Sedangkan, energi surya dapat dikonversikan ke bentuk energi lain. Ada 3
proses dalam pengkonversian nya, yaitu :

Proses Helochemical, Proses

Helioelectrical, dan proses Heliothermal (Anynomous,1997).


-

Proses Helochemical. Reaksi helochemical yang utama adalah proses


foto sintesa.Proses ini adalah sumber dari semua bahan bakar fosil.

Prosesn Helioelectrical. Reakasi Helioelectrical yang utama adalah

produksi listrik oleh sel sel surya


Proses Heliotermal adalah penyerapan

radiasi

matahari

dan

pengkonversian energi ini menjadi energi termal.

2.2 Sel Surya


Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia
dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan
kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama. Matahari
dapat digunakan secara langsung untuk memproduksi listrik atau untuk
memanaskan bahkan untuk mendinginkan. Potensi masa depat energi surya hanya
dibatasi oleh keinginan kita untuk menangkap kesempatan.
Ada banyak cara untuk memanfaatkan energi dari matahari. Tumbuhan
mengubah sinar matahari menjadi energi kimia dengan menggunakan fotosintesis.
Kita memanfaatkan energi ini dengan memakan dan membakar kayu.
Bagimanapun, istilah tenaga surya mempunyai arti mengubah sinar matahari
secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk kegunaan kita. dua tipe
dasar tenaga matahari adalah sinar matahari dan photovoltaic (photo- cahaya,
voltaic=tegangan)Photovoltaic tenaga matahari: melibatkan pembangkit listrik
dari cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan bahan semi konduktor
yang dapat disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel bermuatan negative yang
membentuk dasar listrik.
Bahan semi konduktor yang paling umum dipakai dalam sel photovoltaic
adalah silikon, sebuah elemen yang umum ditemukan di pasir. Semua sel
photovoltaic mempunyai paling tidak dua lapisan semi konduktor seperti itu, satu
bermuatan positif dan satu bermuatan negatif. Ketika cahaya bersinar pada semi
konduktor, lading listrik menyeberang sambungan diantara dua lapisan

menyebabkan listrik mengalir, membangkitkan arus DC. Makin kuat cahaya,


makin kuat aliran listrik.
Sistem photovoltaic tidak membutuhkan cahaya matahari yang terang
untuk beroperasi. Sistem ini juga membangkitkan listrik di saat hari mendung,
dengan energi keluar yang sebanding ke berat jenis awan. Berdasarkan pantulan
sinar matahari dari awan, hari-hari mendung dapat menghasilkan angka energi
yang lebih tinggi dibandingkan saat langit biru sedang yang benar-benar cerah.
2.3 Sumber Energi Surya
Jumlah tenaga matahari yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali
sebagai konstan surya menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat.
Matahari sebagai pusat Tata Surya merupakan bintang generasi kedua
(wikipedia.org). Material dari matahari terbentuk dari ledakan bintang generasi
pertama seperti yang diyakini oleh ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini
terbentuk oleh ledakan big bang sekitar 14.000 juta tahun lalu.
Energi matahari yang sampai ke bumi merupakan sebuah pancaran gelombang
pendek dalam bentu radiasi. Radiasi adalah energi pancaran berupa gelombang
elektromagnetik (Plafin, 1998).
Pancaran energi surya atau bisa disebut dengan radiasi surya yang diterima di
setiap permukaan bumi berbeda-beda menurut ruang dan waktunya. Artinya
pancaran energi matahari akan sangat bergantung pada waktu, tempat dan keadaan
lingkungan dalam hal ini adalah kondisi iklim dan topografi masing-masing
wilayah. Radiasi diukur dalam satuan kW/m2, setiap satuan waktu radiasi yang
memancar dapat disebut dengan intensitas radiasi atau dengan kata lain intensitas
radiasi matahari ialah jumlah energi matahari yang jatuh pada suatu bidang
persatuan luas dalam satu satuan waktu. Dalam atmosfer bumi terdapat
bermacam-macam radiasi seperti :
1. Direct Solar Radiation (S) yaitu radiasi langsung dari matahari yang
sampai ke permukaan bumi.
2. Radiation Difus (D) yang berasal dari pantulan-pantulan oleh awan dan
pembauran-pembauran oleh partikel-partikel atmosfer.

3. Surface Raflectivity (r) yaitu radiasi yang berasal dari pantulan-pantulan


oleh permukaan bumi.
4. Out Going Terrestial radiation (O), yaitu radiasi yang berasal dari bumi
yang berupa gelombang panjang.
5. Back Radiation (B) yaitu radiasi yang berasal dari awan-awan dan butirbutir uap air dan CO2 yang terdapat dalam atmosfer.
6. Global (total) Radiation (Q), dan
7. Net Radiation (R)