You are on page 1of 16

MAKALAH

BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA
NASIONAL DAN BAHASA NEGARA

Disusun Oleh:
Kelompok III
Andi Irmayana (16 3145 453 003)
Iga Adriani (16 3145 453 012)
Jumiati Ismail (16 3145 453 015)
Murni Sri Astuti (16 3145 453 021)
Indri Eka Putri (16 3145 453 013)
Nurlailiah (16 3145 453 029)

DIII ANALIS KESEHATAN
STIKES MEGA REZKY MAKASSAR
Tahun Ajaran 2016/2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan
makalah tentang “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional dan
Bahasa Negara” tepat pada waktunya. Makalah ini disusun sebagai tugas
kelompok dari mata kuliah “Bahasa Indonesia”. Tidak lupa pula penulis
mengggucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu
menyelesaikan makalah ini. Dengan ditulisnya makalah ini diharapkan
dapat memberikan manfaat kepada pembaca. Penulis menyadari bahwa
dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Hal ini
disebabkan oleh terbatasnya wawasan yang penulis miliki. Dengan
demikian saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Atas
perhatiannya diucapkan terima kasih.

Makassar, 20 Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................. iii
BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A Latar Belakang.............................................................. 4
B Rumusan Masalah........................................................ 5
C Tujuan Penulisan.......................................................... 5
PEMBAHASAN
A Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara................. 6
B Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
....................................................................................7
C Fungsi Kedudukan Bahasa Indonesia ......................... 8
D Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara.................

BAB III

..................................................................................12
PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................
.......................................................................14
B. Saran.................................................................................
.... 15

DAFTAR

PUSTAKA

....................................................................................................... 16

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa merupakan salah satu bagian dalam kebudayaan yang
ada pada semua masyarakat di dunia. Bahasa terdiri atas bahasa
lisan dan tulisan. Sebagai bagian dari kebudayaan di mana manusia
memegang peranan penting, bahasa juga turut ambil bagian dalam
peran manusia itu karena fungsinya sebagai alat komunikasi yang
terus berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia
itu sendiri. Karena bagian dari budaya dan peranannya terhadap
manusia inilah maka bahasa perlu dilestarikan, terutama yang
berkenaan dengan pemakaian bahasa daerah karena merupakan
lambang

identitas

lingkungan.

suatu

Pemakaian

daerah,
bahasa

masyarakat,
daerah

keluarga

dapat

dan

menciptakan

kehangatan, dan keakraban. Oleh karena itu, bahasa daerah
diasosiasikan

dengan

perasaan,

kehangatan,

keakraban

dan

spontanitas (Alwasilah, 1993).
Bangsa Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku atau
kelompok etnis di tanah air. Tiap kelompok etnis mempunyai bahasa
masing-masing yang dipergunakan dalam komunikasi antaretnis atau
sesama suku. Bahasa memegang peranan penting dalam setiap
bidang karena dengan bahasa dapat diungkapkan atau disampaikan
isi pikiran si pemakai bahasa. Dengan bahasa dapat pula terjalin

interaksi dalam masyarakat walaupun terdiri atas beberapa kelompok
etnis yang berbeda. Bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan
yang sangat penting peranannya sebagai sarana komunikasi untuk
menyampaikan maksud dan pokok pikirannya.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara ?
2. Bagaimana

Kedudukan

Bahasa

Indonesia

sebagai

Bahasa

Negara ?
3. Bagaimana Fungsi Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa
Negara dan Nasional ?
4. Apa yang dimaksud Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional ?
C. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa bisa mengetahui apa yang dimaksud Bahasa Indonesia
sebagai Bahasa Negara
2. Mahasiswa bisa mengetahui Bagaimana Kedudukan Bahasa
Indonesia sebagai Bahasa Negara
3. Mahasiswa bisa mengetahui

Bagaimana Fungsi Kedudukan

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara dan Nasional
4. Mahasiswa bisa mengetahui apa yang dimaksud Bahasa Indonesia
sebagai Bahasa Nasional

BAB II
PENDAHULUAN
A. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berarti bahasa
Indonesia

adalah

bahasa

resmi

negara.

Bahasa

Indonesia

bekedudukan sebagai Bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang
Dasar 1945 pasal 36. Selain itu, tercantum pada ikrar ketiga Sumpah
pemuda 1928 yang berbunyi

Kami putra dan putri Indonesia

menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini bahwa bahasa
Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional; kedudukannya
berada diatas bahasa daerah. (Panuti, 2006:12).
Di dalam hubungan dengan bahasa Indonesia sebagai
bahasa negara, istilah “bahasa resmi” sengaja tidak dipakai di dalam
makalah ini. Penghindaran istilah “bahasa resmi” itu disebabkan oleh
kenyataan bahwa tidak semua bahasa resmi adalah bahasa negara.
Bahasa daerah dapat pula menjadi bahasa resmi di dalam lingkungan
social budayanya sendiri. Upacara-upacara resmi kraton di Jawa
Tengah, misalnya, dilaksanakan dengan mempergunakan bahasa
Jawa, tidak dengan memakai bahasa Indonesia. Demikian Pula
halnya dengan penggunaan bahasa Sunda di dalam upacara-upacara
di Jawa Barat, dan pemkaian bahasa Minangkabau di dalam upacaraupacara adat Sumatera barat. Malah bahasa Indonesia pun dapat
dikatakan merupakan bahasa resmi selama masa penajajahan karena
ia di pakai baik oleh Belanda maupun – dan terutama oleh Jepang

sebagai bahasa pemerintah di dalam menghadapi penduduk asli di
samping bahasa Belanda dan bahasa Jepang selama masa
penjajahan Jepang. Namun jelaslah bahasa Indonesia pada waktu itu
tidak memiliki kedudukan sebagai bahasa negara. (Suhendar,
1994:345).
Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berarti bahasa
Indonesia adalah bahasa resmi. Dengan begitu, bahasa Indonesia
harus digunakan sesuai dengan kaidah, tertib, cermat, dan masuk
akal.Bahasa Indonesia yang dipakai harus lengkap dan baku. Tingkat
kebakuanya

diukur

oleh

aturan

kebahasaan

dan

logika

pemakaian.dari dua tugas itu, posisi bahasa Indonesia perlu
mendapatkan perhatian khusus terutama bagi pembelajaran bahasa
Indonesia sehingga bahasa Indonesia tidak akan terpinggirkan oleh
bahasa asing karena dalam sejarahnya sendiri bahasa Indonesia
adalah bahasa persatuan.
B. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting,
seperti tercantum pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang
berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia. Selain itu, di dalam Undang-Undang
Dasar 1945 tercantum pada pasal Khusus (Bab XV Pasal 36)
mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa
bahasa Negara ialah bahasa Indonesia. Dengan kata lain, ada dua
macam kedudukan bahasa Indonesia. Pertama, bahasa Indonesia

berkedudukan sebagai bahasa nasional sesuai dengan Sumpa
Pemuda 1928; Kedua, bahasa Indonesia

berkedudukan sebagai

bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. (Zainal,
2009:12).
C. Fungsi Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
dan Nasional
1. Fungsi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa
Indonesia berfungsi sebagai berikut:
a. Bahasa resmi kenegaraan
Salah satu fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia di
dalam

kedudukannya

sebagai

bahasa

Negara

adalah

pemakaiannya sebagai bahasa resmi kenegaraan di dalam
hubungan dengan fungsi ini, bahasa Indonesia di pakai di dalam
segala upacara, dan kegiatan kenegaraan baik secara lisan
maupun dalam bentuk tulisan.
Dokumen-dokumen dan keputusan-keputusan serta suratmenyurat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan badan-badan
kenegaraaan lainya. Demikian pula halnya dengan pemakaian
bahasa oleh warga masyarakat kita dalam hubungan upacara,
peristiwa, dan kegiatan kenegaraan serta komunikasi dengan
pemerintah.
b. Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan

Di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa
Indonesia berfungsi pula sebagai bahasa pengantar di lembagalembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai
dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia kecuali di daerahdaerah bahasa seperti Aceh, Batak, Sunda, Jawa, Madura, Bali,
dan Makasar.
Di daerah daerah bahasa ini bahasa daerah yang
bersangkutan di pakai sebagai bahasa pengantar sampai
dengan tahun ketiga pendidikan dasar. Masalah pemakaian
bahasa Indonesia sebagai satu-satunya bahasa pengantar di
segala jenis dan tingkat pendidikan di seluruh Indonesia
tampaknya masih merupakan masalah yang meminta perhatian.
Pemakaian

bahasa

Indonesia

sebagai

satu-satunya

bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan dapat di
pertimbangkan atas dasar sebagai berikut:
1) Luasnya pemakaian bahasa Indonesia baik sebagai akibat
pemakaiannya sebagai alat penghubung antardaerah dan
antarbudaya

maupun

sebagai

akibat

meningkatnya

pemanfaatan sarana komunikasi massa seperti radio,
internet, televisi, surat kabar dan majalah menempatkan
bahasa Indonesia itu pada posisi yang tidak benar-benar
asing bagi anak didik.

2) Anak didik pada usia sampai dengan 9 atau 10 tahun
memiliki kapasitas dasar bagi penguasaan bahasa Indonesia
yang dapat diandalkan.
3) Rencana departemen pendidikan dan kebudayaan untuk
mengadakan program pendidikan bagi guru dan murid
melalui radio, internet dan televisi dengan mempergunakan
bahasa

Indonesia

sebagai

bahasa

pengantar

akan

menempatkan anak didik yang tidak mengenal bahasa
Indonesia sebagai bahasa pengantar pada posisi yang tidak
menguntungkan
4) Pemindahan penduduk dan kepentingan tempat bekerja
orang tua dari satu daerah ke daerah yang lain menyulitkan
anak didik di dalam penyesuaian mereka dengan pemakaian
bahasa pengantar yang baru.
Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di
dalam dunia pendidikan berhubungan erat dengan fungsinya
sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan untuk
kepentingan pelaksanaan pemerintahan. (Amran, 1979:52-55).
c. Alat Penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa
Indonesia berfungsi pula sebagai alat Penghubung pada tingkat
nasional

untuk

kepentingan

perencanaan

dan

pelaksanaan

pembangunan nasional dan untuk kepentingan pelaksanaan
pemerintah. Di dalam hubungan dengan fungsi ini, bahasa
Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal balik
antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai
alat perhubungan antardaerah dan antarsuku melainkan juga
sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang sama latar
belakang sosial budaya dan bahasanya.
d. Alat

pengembangan

kebudayaan

dan

pemanfaatan

ilmu

pengetahuan serta teknologi modern.
Akhirnya, di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara,
bahasa

Indonesia

berfungsi

sebagai

alat

pengembangan

kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Di dalam
hubungan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang
memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan
nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki cirri-ciri dan
identitasnya sendiri, yang membedakannya dari kebudayaan
daerah. Pada waktu yang sama, bahasa Indonesia kita pergunakan
sebagai alat untuk menyatakan nilai-nilai sosial budaya nasional
kita. (Halim, 1979:4-56; Moeliono, 1980: 15-31).
Di samping itu, sekarang ini fungsi bahasa Indonesia telah
Pula bertambah besar. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa
media massa. Media massa cetak dan elektronik, baik visual,
audio, maupun audio visual harus memakai bahasa Indonesia.

Media

Massa

menjadi

tumpuan

kita

dalam

menyebarluaskanbahasa Indonesia secara baik dan benar.
Di dalam kedudukannya sebagai sumber pemerkaya bahasa
daerah, bahasa Indonesia berperanan sangat penting beberapa
kosakata bahasa Indonesia ternyata dapat memperkaya khasanah
bahasa daerah, dalam hal bahasa daerah tidak memiliki kata untuk
sebuah konsep.
Bahasa Indonesia sebagai alat menyebarluaskan sastra
Indonesia dapat dipakai. Sastra Indonesia merupakan wahana
pemakaian bahasa
Indonesia dari segi estetis bahasa sehingga bahasa Indonesia
menjadi bahasa yang penting dalam dunia internasional. (Zainal,
2009:15).
D. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa Nasional, bahasa
Indonesia berfungsi sebagai :
1. lambang kebanggaan kebangsaan,
2. lambang identitas nasional,
3. alat pemersatu berbagai suku bangsa,
4. alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya.
Keempat fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
diatas dimiliki oleh bahasa Indonesia sejak tahun 1928 sampai
sekarang.
a. Lambang kebanggaan nasional.
Sebagai

lambang

kebanggaan

nasional

bahasa

Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial budaya

luhur

bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan
bangsa Indonesia,

kita

harus

bangga,

menjunjung

dan

mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan terhadap
bahasa Indonesia, harus memakainya tanpa ada rasa rendah

diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya
dengan memelihara dan mengembangkannya.
b. Lambang identitas nasional.
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia
merupakan

lambang

bangsa Indonesia.

Berarti

bahasa Indonesia dapat mengetahui identitas seseorang, yaitu
sifat, tingkah laku, dan watak sebagai bangsa Indonesia. Kita
harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak
tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak
menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.
c. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar
belakang sosial budaya dan bahasanya.
Dengan

fungsi

ini

memungkinkan

masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial
budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan
bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang
sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa
aman dan serasi hidupnya, karena mereka tidak merasa
bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku
lain. Karena

dengan adanya

kenyataan

bahwa

dengan

menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai
sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah
masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih
tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah
diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.
d. Alat penghubung antarbudaya antardaerah.
Manfaat

bahasa Indonesia dapat

dirasakan

dalam

kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Indonesia seseorang
dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi
pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan

dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan,
dan kemanan mudah diinformasikan kepada warga. Apabila
arus

informasi

antarmanusia

meningkat

berarti

akan

mempercepat peningkatan pengetahuan seseorang. Apabila
pengetahuan seseorang meningkat berarti tujuan pembangunan
akan cepat tercapai.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara berarti bahasa Indonesia
adalah bahasa resmi negara. Bahasa Indonesia bekedudukan
sebagai Bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar
1945 pasal 36.
2. Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting,
seperti tercantum pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang
berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia.
3. Di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia
berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan dan bahasa pengantar
di dalam dunia pendidikan
4. Di dalam kedudukannya sebagai bahasa Nasional, bahasa
Indonesia berfungsi sebagai
a. lambang kebanggaan kebangsaan,

b. lambang identitas nasional,
c. alat pemersatu berbagai suku bangsa,
d. alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya.

B. Saran
Saran dari kami kepada pembaca sekalian adalah mari kita
bersama-sama meningkatkan ketekunan kita dalam belajar dan
memahami

bahasa

Indonesia.

Karena,

bahasa

Indonesia

itu

merupakan bahasa negara dan nasional sehingga bermanfaat sekali
dalam berkomunikasi masrakat dengan masyarakat serta masyarakat
dengan pemerintah baik itu dilinkungan formal dan non formal.
Kemudian marilah kita sama-sama berbahasa Indonesia dengan baik
dan benar.

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal dkk. 2009. Cermat berbahasa Indonesia untuk Perguruan
Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.
azroqu rian. 2013. Fungsi bahasa indonesia. http://id. shvoong.
humanities /linguistics/2093715-fungsi-bahasa-indonesia/
Diakses tanggal 15 Oktober 2016 jam 15:05 WIB

com/

Ferdiansa Debby.2007. kedudukan dan fungsi bahasa indonesia
http://muslich-m.blogspot.com/2007/04/kedudukan-dan-fungsibahasa-indonesia.html
Diakses tanggal 15 Oktober 2016 jam 15:05 WIB
Frisian.2014.kedudukan dan fungsi bahasa indonesia. http://www. scribd.
Com /doc/21785947/Kedudukan-Dan-Fungsi-Bahasa-Indonesia
Halim, Amran. 1979. Pembinaan Bahasa Nasional. Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Suhendar M.E. Supinah, Pien. 1994. Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa Indonesia. Bandung: Pionir Jaya.