Mengenal Sejarah Kerajaan Banten dan Situs Sejarah

Peninggalan Kerajaan Banten
(Diajukan Untuk Mendapat nilai Mata Kuliah Studi Kebantenan pada program
studi Ilmu Administrasi Negara)

Oleh :
Furqan Abdillah S
6661131547

ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
BANTEN 2016

Banten dulunya dikenal sebagai Banten Girang yang merupakan bagian dari Kerajaan Sunda. Penaklukan yang dilakukan Kerajaan Demak juga berdampak pada wilayah Banten Girang yang berada dekat dengan pelabuhan-pelabuhan yang kemudian berhasil dikuasai. Oleh karena itu. sekitar tahun 1527 Pelabuhan Kelapa yang kala itu merupakan pelabuhan utama Kerajaan Sunda berhasil ditaklukan. Perjalanan Kerajaan Banten Kerajaan Banten atau yang dulunya dikenal sebagai Kesultanan Banten merupakan kerajaan Islam yang berdiri di Provinsi Banten. Hal ini dikhawatirkan dinilai dapat membahayakan kedudukan Kerajaan Demak yang telah berhasil mengalahkan Portugal di Melaka pada 1513. Kerajaan Islam ini memiliki perjalanan yang cukup panjang hingga akhirnya tergantikan oleh sistem pemerintahan Hindia-Belanda yang saat itu tengah berkuasa di Indonesia. Lampung. atas perintah Trenggana juga Fatahillah. . Sebelum resmi menjadi sebuah kerajaan Islam. Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam terbesar kala itu melakukan penaklukan di kawasan pesisir barat Pulau Jawa. Kedatangan Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Maulana Hasanudin sebenarnya dilatarbelakangi oleh adanya jalinan kerjasama antara Kerajaan Sunda dan Portugal dibidang politik dan ekonomi. Maulana Hasanudin yang merupakan utusan dari Kerajaan Demak juga berperan dalam penyebaran agama Islam di kawasan tersebut dan melakukan kerjasama perdaangan dengan Raja Malangkabu yang sekarang dikenal sebagai Minangkabau dari Kerajaan Inderapura. Maulana Hasanudin juga memperluas kekuasaannya di daerah penghasil lada. Sekitar tahun 1526.A. (Sultan Hasanudin) Selain itu. Selain membangun benteng pertahanan di wilayah Banten. Raja Malangkabu yang kala itu dipimpin oleh Sultan Munawar Syah kemudian menganugerahi Maulana Hasanudin dengan keris. pasukan bersama Maulana Hasanudin juga berhubungan dengan usaha Kerajaan Demak untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh Nusantara.

Melalui ekspansi ke kawasan pedalaman Sunda. Namun. Setelah berhasil menaklukan Pakuan Pajajan. (Sultan Ageng Tirtayasa) Kerajaan Islam dari Banten pun semakin lama semakin Berjaya. Dibawah pimpinannya. puncaknya di tahun 1651-1682 ketika Kerajaan di Banten tersebut dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Maulana Yusuf yang digantikan oleh anaknya yang bernama Maulana Muhammad mencoba menguasai Palembang pada 1596. pada 1579 Pakuan Pajajaran pun berhasil ditaklukan. Hal ini dilakukan untuk mempersempit langkah Portugal di Nusantara. Maulana Muhammad meninggal dan gagal akan usahanya dalam menyelamatkan Nusantara dari tangan Portugal ketika itu. Banten berhasil menaklukan . Maulana Yusuf yang baru naik tahta kemudian menaklukan Pakuan Pajajaran. Di masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Banten berhasil memiliki armada sekelas Eropa.(Kondisi Banten Sekitar Tahun 1600-an) Seiring dengan kemunduran Kerajaan Demak yang telah ditinggalkan oleh Trenggono wafat. bahkan mempekerjakan orang Eropa untuk Kesultanan Banten kala itu. Sekitar tahun 1570. ditengah penaklukan yang dilakuka. Awal berdirinya Kerajaan Banten dimulai oleh naik tahtanya Maulana Yusuf yang merupakan anak dari Maulana Hasanudin. Banten pun akhirnya memisahkan diri dari Demak dan menjadi kerajaan yang Mandiri.

Dari perang saudara yang tidak lain adalah anaknya sendiri. Konflik dalam Kerajaan Banten ini disebabkan oleh adanya perebutan kekuasaan dan pertentangan antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji yang merupakan anaknya sendiri. perselisihan dalam Kesultanan Banten pun terjadi. Ditangkapnya Sultan Ageng ternyata tidak membuat pihak VOC berhenti. kawasan Tirtayasa ini pun dikuasai oleh pihak Sultan Haji dan VOC dan membuat Sultan Ageng bersama putra yang lain pun mundur dari Makasar menuju selatan ke arah pedalaman Sunda. hingga sekitar tahun 1680an.Kerajaan Tanjungpura yang kini dikenal sebagai wilayah Kalimantan Barat pada tahun 1661. Pada 5 Mei 1683 VOC kemudian mengutus Untung Surapati yang berpangkat letnan bersama pasukan Balinya bergabung dengan pasukan dari Letnan Johannes Maurits van Happel untuk menaklukan kawasan Pamotan dan Dayeuh Luhur. Sultan Ageng pun tertangkap dan ditahan di Batavia. . Sultan Ageng pun akhirnya terpaksa mundur dari istana dan pindah ke kawasan yang dikenal dengan sebutan Tirtayasa. Banten juga pada masa itu berusaha keluar dari cengkraman VOC yang sebelumnya telah memblokade kapal-kapal dagang yang akan berlayar menuju Banten. Pasukan yang dipimpin oleh dua orang berpangkat letnan itu pun pada 14 Desember 1683 kemudian berhasil menaklukan daerah tersebut dan menangkap Syekh Yusuf yang merupakan anak dari Sultan Ageng yang ikut dalam pertempuran Sultan Ageng. (Ilustrasi Pertempuran VOC dan Kesultanan Banten 1680-an) Kemajuan Kesultanan Banten dibawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa pun terus berjalan. Konflik intern ini dimanfaatkan oleh VOC yang memberikan dukungan serta bantuan persenjataan kepada pihak Sultan Haji. Pangeran Purbaya yang juga anak Sultan Ageng kemudian menyerahkan diri karena kondisinya yang semakin terdesak. sehingga perang saudara pun akhirnya terjadi. Namun pada 28 Desember 1682. Kemudian pada 14 Maret 1683.

pasukan Untung Surapati dihadang oleh pasukan VOC yang dipimpin oleh Willem Kuffeler yang mengakibatkan pertempuran di antara pasukan besar tersebut. Sultan Haji pun meninggal dunia. Disamping itu. Sepeninggalnya Sultan Haji. Dan kedudukan Sultan Haji pun digantikan oleh Sultan Abu Fadhl Muhammad Yahya yang berkuasa selama tiga tahun. pengangkatan Sultan Banten pun kini diambil alih oleh Gubernur Hindia-Belanda. diperintahkan oleh Kapten Johan Ruisj untuk menjemput Pangeran Purbaya. Pada 28 Januari 1684. Kerajaan Banten yang dipimpin oleh Sultan Haji pun berjalan dengan baik hingga pada tahun 1687. Pangeran Adipati ini juga dikenal sebagai raja dengan gelar Kang Sinuhun ing Nagari Banten.(Untung Surapati) Penyerahan diri putra dari Sultan Ageng ini pun tidak dilewatkan begitu saja oleh pihak musuh. Ditengah perjalanan untuk membawa Pangeran Purbaya ke Batavia. Selepas Sultan Abu Fadhl Muhammad Yahya. Untung Surapati yang pada saat itu menjadi pemimpin pasukan. kepemimpinan Kesultanan Banten pun digantikan oleh saudaranya. yaitu Pangeran Adipati yang diberi gelar Sultan Abu Mahasin Muhammad Zainul Abidin. pos pasukan Willem Kuffeler berhasil dihancurkan oleh pasukan Untung Surapati yang kahirnya menyebabkan Untung Surapati menjadi buronan VOC. Pangeran Purbaya yang menjadi tawanan pun tetap berhasil dibawa ke Batavia pada 7 Febuari 1684. Disaat inilah VOC mulai mencengkram pengaruhnya di kerajaan Islam di Pulau Jawa tersebut. (Herman Willem Deandels) .

(Masa Kerajaan Banten) . Penolakan Sultan Abu Mahasin Muhammad Zainul Abidin ini membuat Willem Deandels murka dan melakukan penyerangan atas Banten. Sultan beserta keluarga kemudian disekap di Istana Surosowan atau Puri Intan dan dipenjarakan di Benteng Speelwijk.Selepas pergantian Kesultanan Banten tersebut. Gubernur Jendral HindiaBelanda yang kala itu dipimpin oleh Herman Willem Deandels memerintahkan kepada Sultan Banten memindahkan ibukotanya ke Anyer dan menyediakan tenaga kerja untuk membangun Jalan Raya Pos. pasukan dari Willem Deandels pun menghancurkan Istana Surosowan yang merupakan tempat tinggal sultan beserta keluarga. Sultan Banten yang kala itu dipimpinn oleh Sultan Abu Mahasin Muhammad Zainul Abidin menolak. wilayah Kerajaan Banten pun menjadi wilayah kekuasaan Hindia-Belanda dengan ditandai oleh pengumuman resmi dari Deandels pada 22 November 1808. Tidak hanya itu. (Sisa-sisa Benteng Speelwijk) Sultan Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin yang merupakan sultan yang menggantikan Sultan Abu Mahasin Muhammad Zainul Abidin kemudian diasingkan dan dibuang ke Batavia. pembangunan jalan raya tersebut bertujuan untuk mempertahankan Pulau Jawa dari Serangan Inggris. Namun. Dari peristiwa tersebut.

karena sultan memerhatikan kehidupan dan kesejahteran rakyatnya. Sejarah Kerajaan Banten dari Segi Ekonomi & Sosial-Budaya a. Inilah masa dimana Kerajaan di Banten pun berakhir. jatuhnya Malaka ke tangan Portugis. II. Mereka mempertahankan tradisi-tradisi lama dan menolak pengaruh Islam. seperti orangorang Arab mendirikan Kampung Pakojan. pengaruh Islam makin kuat di daerah pedalaman. mereka dikenal sebagai Suku Badui. Persia. kehidupan sosial masyarakat secara berangsur. III.angsur mulai berlandaskan ajaran-ajaran Islam. Banten yang menjadi maju banyak dikunjungi pedagang-pedagang dari Arab. Kehidupan Ekonomi Banten di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa dapat berkembang menjadi bandar perdagangan dan pusat penyebaran agama Islam. Setelah Banten berhasil mengalahkan Pajajaran. Banten mempunyai bahan ekspor penting yakni lada. orang-orang Indonesia mendirikan Kampung Banda. Kehidupan Sosial-Budaya Sejak Banten di-Islamkan oleh Fatahilah (Faletehan) tahun 1527. Turki. Kehidupan sosial masyarakat Banten semasa Sultan Ageng Tirtayasa cukup baik. yakni ke daerah Banten Selatan. pemerintahan kolonial Inggris yang kala itu berkuasa ditanah Nusantara resmi menghapus Kesultanan Banten. sehingga para pedagang Islam tidak lagi singgah di Malaka namun langsung menuju Banten. orang Cina mendirikan Kampung Pacinan. Gujarat.Akhirnya pada tahun 1813. Di kota dagang Banten segera terbentuk perkampungan-perkampungan menurut asal bangsa itu. Adapun faktorfaktornya ialah: I. Cina dan sebagainya. Kepercayaan mereka disebut Pasundan Kawitan yang artinya Pasundan yang pertama. letaknya strategis dalam lalu lintas perdagangan. b. Namun . B. Pada tahun yang sama pula Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin yang merupakan pimpinan dari sisa-sisa kerajaan di Banten tersebut dilucuti dan dipaksa turun tahta oleh Thomas Stamford Raffles. Kampung Jawa dan sebagainya. Pendukung kerajaan Pajajaran menyingkir ke pedalaman.

pelarian dari Batavia yang telah menganut agama Islam. karena bentrok dengan Gubernur Belanda pada 1832. Kerajaan Banten sebetulnya telah meninggalkan beberapa bangunan bersejarah. Istana Keraton Surosowan Banten Selain Keraton Kaibon. C. 2. Istana Keraton Kaibon Banten Istana Kaibon adalah tempat tinggal Ratu Aisyah ibunda Sultan Syaifuddin yang sekarang ini hanya bisa kita lihat sisa reruntuhannya saja. orang Belanda. Daen Dels meruntuhkan Keraton Kaibon ini. a. dan adanya campur tangan Belanda dalam berbagai kehidupan sosial masyarakat berubah merosot tajam. karena konflik yang terjadi antara kerajaan dengan pemerintah kolonial atau konflik antar pembesar kerajaan di masa silam.setelah Sultan Ageng Tirtayasa meninggal. Namun. Di sini terlihat pohon besar dan kanal yang menghadap ke barat dengan beberapa bekas aliran air yang dianggap sebagai pendingin ruangan pada saat itu. peninggalan Kerajaan Banten yang masih bisa kita lihat puing-puingnya samapi sekarang adalah Istana Keraton Surosowan. dan bangunan gapura-gapura di Kaibon Banten. Susunan istananya menyerupai istana raja di Eropa. Situs Peninggalan Kerajaan Banten Peninggalan Kerajaan Banten Sebagai kerajaan yang pernah menjadi poros maritim pelayaran di Nusantara. Akan tetapi. banyak di antara peninggalan Kerajaan Banten tersebut yang hancur dan dihancurkan. yakni kediaman Sultan Banten yang dijadikan sebagai pusat aktivitas kerjaaan Banten . Di samping itu juga bangunan istana yang dibangun oleh Jan Lukas Cardeel. Istana ini memang megah karena didesain khusus untuk tempat tinggal Ratu Aisyah. Seni budaya masyarakat ditemukan pada bangunan Masjid Agung Banten (tumpang lima).

5. Salah satu cirikhas yang bisa dilihat dari Masjid Agung ini adalah atap bangunannya yang menyerupai pagoda China. Masjid Agung Banten Jejak peninggalan yang satu ini terletak di Kompleks Bangunan Masjid di Desa Banten Lama. Masjid Agung ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin sebagai sultan pertama Kesultanan Demak. Kecamatan Kasemen. Menurut cerita. Selain itu. danau tersebut juga dipergunakan sebagai sistem pengairan sawah dan dimanfaatkan juga untuk pasokan air bagi keluarga Keraton dan masyarakat sekitar Keraton. Masyarakat Banten menganggap bahwa keberadaan vihara ini menjadi bukti bahwa pada zaman dulu. Berdasarkan sejarahnya. terdapat dua buah serambi yang dibangun untuk melengkapi sisi utara dan selatan bangunan Masjid Agung ini. Danau Tasikardi Danau ini terletak di sekitaran Istana Keraton Kaibon. Di sini juga terdapat sebuah terowongan yang bisa menghubungkan benteng dengan Keraton Surosowan. Benteng ini pada zaman dulu dipergunakan sebagai menara untuk memantau aktivitas secara langsung karena berhadapan dengan Selat Sunda. benteng ini juga digunakan sebagai sarana penyimpanan meriam dan alat-alat pertahanan utama lainnya. Vihara ini memiliki kondisi yang cukup sejuk karena banyak terdapat pepohonan yang rindang di sekitarnya. Vihara Avalokitesvara Vihara yang satu ini adalah salah satu vihara tertua yang ada di Indonesia. 3. danau ini memiliki luas 5 hektar dengan bagian dasar yang dilapisi oleh batu bata sehingga pada masa itu danau tersebut dikenal dengan Situ Kardi. 4. yakni putera pertama Sunan Gunung Jati.pada saat itu. Benteng Speelwijk Tidak jauh dari lokasi Masjid Agung Banten terdapat pula jejak peninggalan Kerajaan Banten lainnya. yakni Benteng Speelwijk yang dibangun sekitar tahun 1585. Selasar koridornya menghubungkan antara bangunan yang satu dengan bangunan . Selain itu. pemandian para puteri. Hal ini menjadi bukti bahwa masjid tersebut merupakan karya arsitektur China yang bernama Tjek Ban Tjut. Di dalam istana ini terdapat sisa bangunan berupa kolam. 6. kehidupan umat beragama yang berbeda-beda sangatlah rukun dan bisa hidup berdampingan secara damai. dan sisa-sisa lainnya yang telah rata dengan tanah. Di sebelah kiri serambi masjid terdapat beberapa makam sultan Banten dan keluarganya. Selain dijadikan sebagai penampung air di Sungai Cibanten.

Naik tahtanya Sultan Ageng Tirtayasa membawa perubahan di Banten. Arah politik Banten pun dibelokkan Sultan Haji dan malah bekerjasama dengan VOC untuk mengkudeta ayahnya sendiri. Sultan Ageng Tirtayasa juga dikenal sebagai sosok anti asing. langkah awalnya ialah membenahi dan menertibkan aparatur pemerintahan Banten. Di sini kami membagi perkembangan Kerajaan Banten menjadi 5 fase. Setelah Sunan Gunung Jati pindah ke Cirebon kekuasaan diserahkan ke anaknya Hasanuddin. Pada masa Maulana Yusuf Banten berkembang dengan pesat. juga terjadi perebutan jabatan Mangkubumi yang menyebabkan pemberontakan disana-sini. dapat dilihat beliau begitu getolnya melancarkan perlawanan-perlawanan gerilya terhadap Belanda. hingga akhirnya Sultan Ageng . Kesimpulan Dari pemaparan pembahasan di atas mengenai perkembangan Kerajaan Banten. Kemudian Fase ke empat. D. fase ini dimulai dari penaklukan Banten dan Bandar Sunda Kelapa yang saat itu masih masuk sebagai wilayah Pajajaran. karena putra Maulana Yusuf yang masih 9 tahun. Semakin berkembangnya Pesantren Kasunyatan dan Masjid Agung Banten sebagai sarana pendidikan dan dakwah. Moment yang luar biasa pada masa Maulana Muhammad ialah keberhasilannya menaklukan Pakuan ibu kota Pajajaran Saat itu dengan bantuan para Ulama. hal ini ditunjukan agar Belanda keluar dari wilayah Banten. Fase terakhir ialah fase lepasnya kesultanan Banten ke tangan Belanda. Fase pertama ialah fase perintisan/. Kemudian fase kedua yaitu fase perkembangan. Pada fase keempat ini juga Jayakarta berhasil dikuasai Belanda. Yang mendeklerasikan Kerajaan Banten sebagai Kerajaan independent bersamaan dengan runtuhnya Kerajaan Demak. oleh Sunan Gunung Jati. Fase ini dimulai ketika Sultan Haji putra Sultan Tirtayasa kembali dari tanah suci (1676). Pada masa ini terjadi peperangan antara pasukan Pangeran Jepara yang menginginkan kekuasaan Banten. Sultan Haji dikenal lebih berpihak terhadap Belanda ketimbang ayahnya sendiri. Pada masa ini Perdagangan sangat berkembang pesat. Anda juga bisa melihat kisah legenda Ular Putih di dinding vihara yang dibuat dengan bentuk relief dan lukisan estetis. Seluruh wilayah Banten sudah mengikuti Islam. kita bisa menarik beberapa point penting dalam perkembangan Kerajaan tersebut. Tidak hanya itu. Setelah itu masuk ke fase ketiga yaitu fase krisis politik.lain. Selain perang Banten melawan pangeran Jepara. fase ini dinamakan fase kejayaan.

Perlawan ini mulai surut dengan tertangkapnya Sultan Ageng Tirtayasa. kesultanan sendiri hanya simbol boneka belaka. .Tirtayasa memutuskan hijrah ke Tirtayasa dan membentuk front untuk melakukan penyerangan ke Wilayah dudukan Belanda. Dan dengan disepakatinya perjanjian antara Sultan Haji dan Belanda. maka kekuasaan mutlak Banten diambil alih oleh Belanda.

com/kerajaan-banten.co.com/6-jejak-peninggalan-kerajaan-banten/ http://www.html http://www.zonasiswa.republika.com/2015/06/sejarah-kerajaan-banten-kehidupan.satujam.com/read/2445180/situs-situs-bersejarah-kesultananbanten http://wisatabanten.go.id/dki2/konten/1084/SEJARAH-BANTEN http://khazanah.liputan6.bpkp.com/2015/10/beginilah-cerita-kerajaan-banten-dari-mulaiberdiri-hingga-akhirnya-menjadi-seperti-sekarang-ini/ http://www.weebly.html http://sejarahbudayanusantara.id/berita/dunia-islam/islamdigest/15/11/29/nyktng313-3-peninggalan-kesultanan-banten-yang-masihbertahan .DAFTAR PUSTAKA https://sebandung.com/sejarah-kesultanan-banten/ http://regional.com/sejarah-kerajaan-banten/ http://wawasansejarah.

Related Interests