BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Program Pemberantasan Penyakit Menular mempunyai peranan

penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian melalui

penerapan teknologi kesehatan secara tepat oleh petugas kesehatan

yang didukung oleh peran serta aktif masyarakat, termasuk

penanggulangan penyakit tuberkulosis (TB) paru.1

Besar dan luasnya permasalahan akibat TB mengharuskan semua

pihak untuk dapat berkomitmen dan bekerjasama dalam

penanggulangan TB. Kerugian yang diakibatkan sangat besar,

bukan hanya dari aspek kesehatan tapi juga aspek sosial dan

ekonomi.1

Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi

Mycobacterium tuberculosa. Pada tahun 1995, diperkirakan ada 9

juta pasien TB baru dan 3 juta kematian akibat TB diseluruh dunia.

Dimana sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling

produktif secara ekonomis (15-50 tahun). Pada tahun 2006 terdapat

sekitar 9,2 juta kasus baru TB dan kira-kira 1,7 juta kematian

karena TB.2

Tahun 1995, hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)

menunjukkan bahwa penyakit TB merupakan penyebab kematian

nomor tiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran
1
pernafasan pada semua kelompok usia, dan nomor satu dari

golongan penyakit infeksi.2,3,4

Hasil Survey Prevalensi TB di Indonesia tahun 2004

menunjukkan bahwa angka prevalensi TB BTA positif secara

Nasional 110 per 100.000 penduduk sedangkan jumlah TB anak

kurang lebih 5-15% dari seluruh penderita TB. Diperkirakan 15

juta penderita TB baru dan 5 juta kematian akan terjadi diantara

anak usia sekolah 5 tahun.3,4,5

Penderita Tuberculosis adalah penderita yang menurutpemeriksaan

laboratorium (pemeriksaan sediaan dahaknya)dinyatakan positif

TB Paru. Pengukuran ini digunakan untuk mengukurtingkat

keberhasilan upaya pencegahan dan pengendalian penyakitTB-Paru

BTA (+) sehingga prevalensi tuberculosis adalah sebesar210 per

100.000 penduduk atau 106.67% dari target 225 per 100.000

penduduk pada tahun 2011. Berdasarkan angka prevalensi TB

ini,setiap tahunnya diperkirakan terdapat lebih dari 7.600 penderita

TBBTA Positif dan kematian lebih dari 1.000 orang.13

Meskipun begitu selama tahun 2011 baru ditemukan

3.328penderita TB BTA Positif. Artinya hampir 60% penderita TB

BTA positifdi Kalimantan Selatan masih belum ditemukan. Berikut

sebaranperkiraan jumlah penderita TB paru BTA positif di

Kalimantan Selatan.13

2
Upaya penanggulangan TB dapat dilihat dari Case DetectionRate

(CDR) dan Success Rate (RT). CDR menunjukkankecenderungan

yang meningkat yaitu 78,42% (2000), 42,5% (2001),54,45%

(2002), 54,2% (2003), 81,94% (2004), 71,28% (2005,

52,2%(2006), 44% (2010), dan 43,7% (tahun 2011). Sedangkan

untuk %Kesembuhan (Success Rate) pada Kalimantan Selatan

Tahun 2011sebesar 94,36%.13

Penyakit tuberkulosis paru dapat menularkan bila tidak

diberi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan setiap tahun satu orang

penderita dapat menularkan lima sampai sepuluh orang lainnya,

disamping itu keadaan ekonomi yang memprihatinkan, lingkungan

sanitasi yang kurang menunjang, dan gizi yang tidak seimbang

akan mempermudah dan memperparah perkembangan penyakit TB

paru.7

Dalam rangka penanggulangan TB, pemerintah telah berupaya

keras memenuhi sarana dan prasarana seperti sarana diagnosa,

sarana pengobatan dan pengawasan serta pengendalian pengobatan.

Sejak tahun 1995/1996 Indonesia mulai melaksanakan strategi

DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) melalui pola

operasional baru, dengan membentuk Kelompok Puskesmas

Pelaksana (KPP) dan Puskesmas Pelaksana Mandiri (PPM)

meskipun demikian penderita TB tetap saja meningkat dan

cakupan pengobatan masih rendah.8,9

3
2. TUJUAN PENULISAN
1 Tujuan Umum

Memberikan gambaran tentang situasi dan program kegiatan

penanggulangan TB yang dilaksanakan Puskesmas Cempaka.

2 Tujuan Khusus
1 Memberikan gambaran kegiatan program penanggulangan TB yang

dilaksanakan Puskesmas Cempaka
2 Memberikan gambaran hasil programP2TB yang dilaksanakan Puskesmas

Cempaka

3. MANFAAT
1 Bagi Penulis
1 Sebagai salah satu prasyarat untuk mengikuti kegiatan internship
2 Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis dengan menerapkan

ilmu dan teori yang diperoleh
2 Bagi Puskesmas

1 Memberikan gambaran terhadap hasil program penanggulangan TB
2 Sebagai alat untuk memajukan program-program puskesmas antara lain

dalam meningkatkan hasil program penanggulangan TB

3 Bagi Masyarakat

3 Memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat mengenai

program penanggulangan TB
4 Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk sama-sama mengatasi dan

mencegah penyakit TB

4