PERAN DOKTER DAN

KODER DALAM SISTEM
CASEMIX INA CBG’S
TIM TEKNIS INA CBG’S
Semarang, 16 – 17 Februari 2016

PO KO K BAHASAN

• Case-Mix INA-CBG
• Dasar Pengelompokan Grouper dg Code ICD
• Code Grouper INA-CBG
• Tugas Dan Tanggung Jawab Dokter Dan Coder
• Alur Penelusuran Coding Diagnosis
• Contoh Kasus grouper

CASE-MIX/INA-CBG‘S

Sistem Casemix adalah :
Pengelompokan diagnosis penyakit yang dikaitkan dengan biaya
perawatan dan dimasukan ke dalam group-group

Ciri – ciri setiap group adalah :
1. Penyakit yang mempunyai Gejala Klinis yang sama
2. Pemakaian sumber daya yang sama (biaya perawatan sama)

Sistem pembayaran pelayanan kesehatan secara paket dimana
tarif ditentukan sebelum pelayanan diberikan

DASAR PENGELOMPOKAN Menggunakan :  ICD–10 Untuk Diagnosa (14. maka diperlukan yang namanya “ Grouper “ .500 kode) Untuk mengkombinasikan kode diagnosis dan prosedur tidak mungkin dilakukan secara manual.500 kode)  ICD–9 CM Untuk Prosedur/Tindakan (8.

G ROUPER Menggabungkan kode ICD sekitar (14.500) = 23.000 kode ke dalam group .group  Terdiri dari 23 CMG (Casemix Main Group) 1077 kode INA-CBG • 789 kode INA-CBG untuk rawat inap • 288 kode INA-CBG untuk rawat jalan .500 + 8.

C O N TO H K O D E I N A .C B G PROSEDUR PERSALINAN VAGINAL DENGAN PROSEDUR SELAIN STERILISASI &/ DILATASI &KURET RINGAN O-6-12-I 1 2 3 4 TIPE SPESIFIK CBG Severity CMG KASUS (1-9) (Body Systems) level A 1 2 3 4 .

KLASIFIKASI KODING PENYAKIT & TINDAKAN/PROSEDUR BERDASAR BUKU ICD .

Morfology untuk denganmengkode menggambarkan Reviewhasil Entry data atau pengkodean import datadari prosedur-prosedur histology dan lainnya.kemudian berhubungan penyebab luar (external Neoplasma harus kode diagnosis denganDiagnosis cause) yang relevan diikuti dengankode sekunder Utama dilanjutkan dengandiagnosisnya. behavior (sifat. V01-Y98 ICD10 Jika diagnosis utama M8000/0-M9989/1 Kode Diagnosis ICD9CM atau diagnosis sekunder adalah Utama sesuai Jika diagnosis utama resume dengan Kode Prosedur cedera/injury harus atau diagnosis memenuhi aturan Utama yang diikuti dengan sekunder adalah coding. dan Grouping SIM RS DRGs prilaku) nya Diagnosis Prosedur Injury & Pasien Utama & Utama & External Morphology Cek & Demografi Sekunder Sekuder Cause & Histolgy Group .

P E M A N FA AT KO D I N G D I R S . SISTEM DATABASE RS STATISTIK (PENELITIAN) (SIMRS) RS SERTIFIKAT SISTEM MEDIS PEMBAYARAN PENYEBAB CBGS KEMATIAN REGISTRASI KANKER .

Adalah diagnosis akhir/final yang dipilih dokter pada hari terakhir perawatan dengan criteria paling banyak menggunakan sumber daya atau yang menyebabkan hari rawatan paling lama (LOS) .

(established at the end of the episode of health care) • Jika terdapat lebih dari satu diagnosis maka dipilih satu diagnosis yg paling banyak menggunakan resouces (SDM. (Extracted from ICD-10 Second Edition. 4. peralatan medik. tes pemeriksaan dll). Rules and guidelines for mortality and morbidity coding) .• Diagnosis utama selalu ditetapkan pada akhir perawatan seorang pasien. bahan pakai habis. 2005.

Ex: Diabetes. Hypertension etc .Diagnosis sekunder adalah diagnosis selain dari diagnosis utama (Komplikasi + Ko-morbiditi) • Komplikasi adalah diagnosis yang muncul setelah pasien berada di RS. Pneumonia etc. • Ko-morbiditi adalah diagnosis lain yang sudah ada sebelum masuk RS. Ex: Wound infection.

Seluruh signifikan prosedur tindakan yang dijalankan pada pasien rawat inap atau rawat jalan. • Prosedur utama adalah prosedur tindakan yang paling banyak menghabiskan sumber daya atau yang menyebabkan hari rawatan paling lama dan biasanya berhubungan erat dengan diagnosa utama. membutuhkan peralatan special atau dikerjakan oleh staf terlatih dan berpengalaman .

CODING & CASEMIX Medical CBG’s Record Coding Group 14 .

 Tanpa dokumentasi rekam medis – koding tidak bisa dilakukan  Kelengkapan RESUME MEDIS  Ketelitian & Ketepatan koding  Komunikasi dokter dan koder  Harus lengkap dan akurat  Mencerminkan episode perawatan pasien  Penulisan Diagnosis & Prosedur tidak boleh disingkat (Resume Medis & IC)  Harus jelas dan rinci  Catatan harus dapat dibaca dan tidak boleh dihapus .

DOKTER Menegakkan dan menuliskan diagnosis primer dan sekunder yang sesuai dengan ICD 10 serta menulis seluruh prosedur/tindakan yang telah dilaksanakan dan membuat resume medis pasien secara lengkap dan jelas terbaca selama pasien dirawat di rumah sakit. KODER Melakukan kodifikasi dari diagnosis dan prosedur/tindakan yang diisi oleh dokter yang merawat pasien sesuai dengan ICD 10 untuk diagnosis dan ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan .

..? • D IAG N O S IS MORBID’  Transitional cell carcinoma of • trigone of bladder  Acute appendicitis with perforation  Diabetic cataract. T U L I S A N D I A G N O S I S S E TA N D A R I C D PERNYATAANLDIAGNOSIS E N G K A P DA NBAGAIMANA JELAS TULISAN INI YANG SPESIFIK …. insulin- • dependent • DIAGNOSIS ‘NON-MORBID’  Monitoring of previously • treated conditions  Immunization  Contraceptive management.

therefore. Emphysema (no etiology)  Emphysema due to infection 3. explained by information . donor site 6. Infarction of myocardium from arteriosclerotic coronary thrombosis Infarction of inferior myocardium Polydipsi from arteriosclerotic coronary (The symtom polydipsia. CONTOH P E NU LISAN DIAGNOSIS DAN O P E R AS I TULISAN DIAGNOSIS TULISAN YG BENAR INCORRECT TERMINOLOGY CORRECT TERMINOLOGY 1. another disease must be present) Polydipsi . cannot be thrombosis Diabetes mellitus. Headache (symtom)  Undiagnosed disease manifested 5. Embolism of artery (no topography)  Embolism of pulmonary artery 2. Arhtrotomy (no topography)  Arhtrotomy of knee joint 4. Plastic operation by Headache of the arm with  Plastic operation of arm with full-thickness full-thickness of skin of leg for skin graft (incomplete operation) graft.

..congestive I50.0 ..with heart failure (congestive) I13.left I50.with chorea I02. heart) I50.hypertensive (see also Hypertension...rheumatic (chronic) (inactive) (with chorea) I09. kidney) I12.with .. .. ... . .with renal disease I13. . ventricular (see also Failure...active I01..with rheumatic fefer (conditiosns in I00) . heart) I11. . ..1 U .0 .0  (CHF) ..heart (acute) (sudden) I50.8 .9 .2 F A . .0 ..with renal failure I13.hypertension (see also Hypertension.hypertensive (see also Hypertension. renal N19 I .8 . . heart) I11...9 E ..0 ..hypertensive heart disease (conditions in I11) I13.0 L ..8 . .2 R .inactive or quiescent (with chorea) I09. .CONTOH Failure .1 .

with HIPERTENSI I10 .52 heart disease (conditions in I11) I13.KASUS UMUM TERTULIS DI BERKAS REKAM MEDIS PASIEN NO RM 000001 ICD LEAD TEREM CODE ICD SEX P UMUR 56 TH LOS 3 Hr RUANG DALAM Insufficiency...0 DM E14..9 (see also Hypertension.2 .1 LAB DARAH 90. insufficient .7 kidney) I12..hypertensive TINDAKAN EKG 89..9 .renal N19 INSUFISIENSI RENAL N19 .renal (see also Failure. KARDIOMEGALAI I51..59 .9 . renal) N19 DOKTER Sp.hypertension HIPOGLIKEMIA E73.PD D UTAMA GASTROENTERITIS AKUT A09 Failure D LAIN SEPSIS A41.with heart failure FOTO THORAX 87..44 (congestive) I13..

0) − Tuberculosis complicating pregnancy.4) . childbirth and the puerperium (O98. without complication (O03. P E N C ATATA N I N F O R M A S I D I A G N O S I S  Dokter harus memilih dan mencatat diagnosis kondisi utama yang spesifik  Diagnosis mempunyai nilai informatif sesuai kategori ICD yg spesifik : CONTOH − Spontaneous vertex delivery (O80.0) − Maternal care due to uterine scar from previous surgery Maternal care for scar from previous caesarean section (O34.2) − Spontaneous abortion Incomplete.

P E N C ATATA N D I A G N O S I S T I D A K I N F O R M AT I F .

P E N C ATATA N D I A G N O S I S T I D A K I N F O R M AT I F .

utk klarifikasi G U N A K A N AT U R A N R E S E L E K S I M B 1 . kesalahan dan inkonsistensi penulisan diagnosis  kembalikan pada praktisi medis ybs. MAINPCONDITION EDOMAN K OD ( KO NDINI SGI UTAMA) D A N OTHER CONDITION ( KO N D I S I LAIN ) PRINSIP UMUM Kondisi utama dan Bila ditemukan Kondisi lain ditentukan ketidaksesuaian atau oleh praktisi medis ybs.M B 5 .

1) Leukositosis (D72. SpM • Dx utama : menometroragial (N92.9) Anemia (D64.9) • DX kompl: hiperglikemi (R73. MATA . RM : XXXXXX • Sex : 56 th • Sex : Perempuan • Umur : 56 th • Los : 4 hr • Los : 4 hr • Ruang : B32 • Ruang : B32 • Dokter : SpOG.9) Leukositosis (D72.9) Hiponatremia (E87.8) • Tindakan : curetase bertingkat (6909) Biopsi PA (6712) • Tindakan : curetase bertingkat (6909) Lab (9059) biopsi PA (6712) Lab (9059) .1) • Dx utama : uterus myomatosus dgn menometroragia (N85.2) • Dx lain : Mioma uteri (D25. SpPD. RM XXXXXX No. SpM • Dokter: SpOG. DOKTER DRM AWAL DRM REVISI No. DA L A M . A L U R KO N S U LTA S I DA N K L A R I F I K A S I D I A G N O S I S PA S I E N T R A N S F E R : O B S .9) Hiponatremia (E87.1) • DX kompl : hiperglikemi (R73. SpPD.8) Anemia (D64.

52 (ICD-9-CM)  Usg abdomen 88. K L A R I F I K A S I DIAGNOSIS PA S I E N T R A N S F E R : B E D A H MU LUT.59  EKG 89. RM: XXXXXX KODE ICD • Sex : Laki-laki CONTOH • Umur : 40 th • Los : 9 hr KASUS • Ruang : Bedah Mulut • Dokter : SpPD. SpBM Diagnosis utama • Impaksi gigi K01.1 Diagnosis Sekunder •.44  Foto Panoramik 87.11 . DA L A M . • No.03  Foto Thorax 87.76  CT Scan Kpl tanpa kontras 87. - Tidakan/Operasi  labdarah 90.

C O N TO H T LU S U R P E N C A C ATA N D I A G N O S I S D I R M DEMAM TYPOID BUKTI TERTULIS DI BERKAS REKAM MEDIS Gejala yang dialami penderita: FORM RM INTERGRASI  Demam tinggi dari 39ºC sampai 40ºC  Tubuh menggigil  Denyut jantung lemah  Badan lemas  Nyeri otot  Kehilangan nafsu makan  Sakit perut HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM .

CATATAN DIAGNOSIS DAN PROASEDUR DI RESUM MEDIS PASIEN 30 PROSEDUR 1 – DIAGNOSIS UTAMA 29 .Dx SEKUNDER .

sering disalahgunakan pada 6 Hipokalemia hasil laboratorium yang menurun tidak bermakna ? Dampak: peningkatan severity level menjadi II Kode Asfiksia yang dapat meningkatkanseverity 7 Asfiksia level adalah P21.0 (Asfiksia berat) ? Dampak: peningkatan severity level menjadi II . 5 Hiponatremi sering disalahgunakan saat hasil laboratorium ? menurun tidak bermakna Dampak: peningkatan severity level menjadi II Penambahan kode E87. Menyebabkan ? peningkatan biaya klaim. sering disalahgunakan saat hasil laboratorium leukosit 2 Leukositosis meningkat walaupn tidak mengikat dan tidak ada ? terapi spesifik. dll. Dampak : Peningkatan Severity Level menjadi II Leukositosis dengan penambahan kode D72. PERMASALAHAN KLAIM PENDING DI RS PAPDI BAGAI MANA …? PPK / CP NO SARAN PERIHAL PPK/CP UTAMA SEKUNDER PROSEDUR Penggunaan Anemia D64. gagal Ginjal.1 (Hypo-osmolality and hyponatremia) sebagai diagnosa sekunder.9 sebagai diagnosis sekunder pada beberapa diagnosa utama seperti 1 Anemia : persalinan.8 sebagai diagnosis sekunder.6 (Hypokalemia) sebagai diagnosis sekunder. Dampak: peningkatan severity level menjadi II 3 Malnutrisi Penggunaan Malnutrisi dan Kaheksia sebagai ? 4 Kaheksia diagnosa sekunder ? Dampak: peningkatan severity level menjadi II Penambahan kode E87.

Dampak : Biaya koding 83.39) other soft tissue) dibandingkan 86.51 yang berkali-kali dan dirawat inap 1.PD dan dirawat 5 ? (4942) inapkan hanya untuk injeksi obatnya karena obatnya mahal .39 lebih tinggi dari 86.1 pada Syok saat diagnosis sekunder .39 (Ekxicion of Lession of 4 Tissue Eksisi (83.3. Pasien dirawat inapkan 1 hari 2. PERMASALAHAN KLAIM PENDING DI RS IKABI BAGAI MANA …? PPK / CP NO KODE DIAGNOSIS-PROSEDUR PERIHAL PPK / CP UTAMA SEKUNDER PROSEDUR Penggunaan koding T81. biasanya pada 1 Operasi pasien dengan tindakan atau terapi ? (T811) Dampak: peningkatan severity level menjadi III Arteriovenostoy Tindakan Cimino 39.27) inap ? 3 ESWL (9851) ESWL 98.3 ? Tumor (other local exicion or destruction of lession tissue of skin & subcutaneous tissue. Penentuan Eksisi massa soft tissue tumor. RI>RJ Scleroterapy Kasus Scleroterapy 49.42 pada pada Hemorhoid hemorhoid oleh Sp.27 dirawat 2 for renal dialysis inapkan atau ditagihkan sebagai rawat Cimino (39. biasa disalahgunakan selalu Soft dikoding 83.

PA DA K A S U S D I AG N O S I S / P R O S E D U R T E RT E N T U P E R L U A DA S TA N DA R ( P P K / CP) KOLEGIUM PAPDI PERKI PABMI POGI PDSKJI PDSRI IKABI PERHATI KL PERDOSI PEROSSI PERDAMI POI PDPI .

Mengikuti standar resmi aturan coding ICD-10 dan ICD-9-CM • Prosedur utama berkaitan dengan Diagnosis utama . K A I D A H KO D I N G I NA . 2 Mengikuti standar resmi WHO dalam pengkodean diagnosis (WHO Morbidity Refference Group) 3.C B G 1. Volume 1 dan 3 harus digunakan bersama-sama untuk menemukan kode yang benar dari setiap kasus.

PERAN PENULISAN DIAGNOSIS DAN KODE INA-DRG • PENULISAN KODE TARIF DIAGNOSIS INA-CBG RUMAH TDK LENGKAP TIDAK SAKIT • KODING TDK TEPAT SALAH AKURAT DOKTER DAN KODER Berperan penting dalam penerapan sistem kode INA-CBG 35 .

Contoh Kasus .

I - L ALOS INA-DRG .426.194.0 (ICD-10) HIV disease resulting in TB REVISI Diagnosis penyerta - (komorbiditi dan E43 Unspecified severe protein-energy komplikasi) DIAG/PROS malnutrition Tidakan/Operasi 9059 P 9059 (ICD-9-CM) Priksa darah A INA-CBG A-4-15-I N A-4-15-III Tarif INA-CBG Rp 5. G - Perbandingan Tarif .00 G 10.0 B20.200.Kel : P HASIL KASUS Umur : 44 TH REVISI HASILANALISIS Kelas: III / 34 hr Diagnosis utama B20. CONTOH No RM :xxxxxx J.00 Tarif RS Rp . - DOKTER A-4-15-I INFEKSI HIV RINGAN .900.

.00 Tarif RB Rp .11 60.900.Kel : L J. komplikasi) Paru Tidakan/Operasi 60.INA-CBG V-1-11-I V-1-14-II V-1-14-III Tarif GROUPERRp 4. No RM :xxxxxx No RM :xxxxxx No RM :xxxxxx J.Kel : P KASUS Umur : 59 TH Umur : 76 TH Umur : 59 TH Kelas: III / 28 hr Kelas : III/ 22 hr Kelas : III/ 29 hr Diagnosis utama N40 N40 N40 (ICD-10) Hiper tropi Prostat Diagnosis penyerta R33 A16.Kel : L J.500.00 6.2 E46 (komorbiditi dan Retensio Urin Tuberkulosis Malnutrisi Protein N. - Perbandingan Tarif . .216.326.000.529. - ALOS INA-CBG < 10 HR < 15 HR < 27 HR V-4-11-I DIAGNOSIS SISTEM REPRODUKSI LAKI-LAKI SELAIN TUMOR RINGAN 37 .11 (ICD-9-CM) Gouper.00 8.11 60.

S A R AN TULIS APA YANG ANDA LAKUKAN LAKUKAN APA YANG ANDA TULIS selanjutnya LAKUKAN EVALUASI APABILA STANDAR PELAYANAN DITERAPKAN DENGAN BENAR MAKA AKAN MEMBERIKAN INFORMASI YANG BAIK .

TERIMA KASIH .