Tata Cara Koreksi Aritmatik Bagian 2

Posted by Samsul Ramli | Dec 13, 2013 | Pengadaan Barang/Jasa | 22 |

Koreksi Aritmatik Pada Bagian Harga Satuan

Kata kunci untuk Harga Satuan adalah bahwa yang diikat adalah Harga Satuan
Penawaran. Item prinsipnya tidak boleh berbeda dengan dokumen pemilihan. Volume dan
Jumlah/Total bersifat perkiraan atau bisa berubah sesuai dengan kebutuhan riil pada saat
pelaksanaan kontrak. Dengan demikian diperkenankan terjadi perubahan kontrak
pada Volume bahkan diperbolehkan penambahan Volume meskipun mengakibatkan bertambahnya
nilai Jumlah/Total Kontrak paling maksimal 10% dari total kontrak awal.

Masih menggunakan ilustrasi yang sama dengan artikel Bagian 1 yaitu:

Panduan Perka 14/2012 :

1. untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada
bagian Harga Satuan:

1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga
disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
2. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan
pekerjaan, dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang
ditawarkan tidak boleh diubah;

3. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam
harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga
tetap dibiarkan kosong;

4. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan
dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan dan harga
satuan pekerjaan dimaksud dianggap nol; dan

5. hasil koreksi aritmatik pada bagian harga satuan dapat mengubah nilai total harga
penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah
dari urutan peringkat semula;

Kondisi 1:

Untuk item A terdapat perbedaan volume Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran.
Kemudian terdapat kesalahan hasil perkalian Volume dengan Harga Satuan penawaran.

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

A 100 10.000 1.000.000 A 90 9.000 900.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Item pekerjaan tidak perlu koreksi karena sudah sesuai.

2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume
pada dokumen pemilihan. Dari 90 menjadi 100.

3. Harga Satuan Penawaran tidak dilakukan koreksi.

4. Perubahan volume diikuti oleh perubahan Jumlah/Total, sehingga Jumlah menjadi 100 x
9.000 = 900.000.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah

A 100 9.000 900.000

Kondisi 2:

Untuk item B terdapat perbedaan volume antara Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran.
Dimana pada kolom volume penawaran penyedia tidak mengisikan volume (0) sedangkan daftar
item dan harga satuan terisi. Item telah sesuai dengan dokumen pemilihan. Akibat kesalahan ini
secara matematis jumlah harga penawaran menjadi (0).
Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

B 50 20.000 1.000.000 B 0 19.000 0

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Item pekerjaan tidak perlu koreksi karena sudah sesuai.

2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume
pada dokumen pemilihan. Dari 0 menjadi 50.

3. Harga satuan penawaran tidak dilakukan perubahan.

4. Perubahan volume diikuti oleh perubahan Jumlah/Total, sehingga Jumlah menjadi 50 x
19.000 = 950.000.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah

B 50 19.000 950.000

Kondisi 3:

Untuk item C terdapat perbedaan antara
Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran. Dimana penyedia dalam daftar kuantitas tidak
menawarkan item C sehingga item, volume, HS dan Jumlah kosong/tidak ada.

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

C 10 30.000 300.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Item dan Volume dokumen penawaran disesuaikan dengan dokumen pemilihan.

2. Harga Satuan Penawaran tetap kosong (0).

3. Total/Jumlah penawaran = 0.

4. Meskipun penyedia tidak menawarkan item C, atas sebab apapun dokumen pemilihan yang
berlaku/sah. Disinilah poin kesepakatan yang harus disepakati oleh penyedia saat mendaftar
dan menawar. Penyedia harus tetap menyediakan Item dan Volume sesuai dengan yang
diminta oleh dokumen pemilihan. Dengan kata lain konsekwensi penyedia untuk tetap
menyediakan 10 unit item C tanpa menuntut pembayaran (0). Ini sesuai dengan sifat Harga
Satuan yang disepakati dalam dokumen pemilihan

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah
C 10 0 0

Kondisi 4:

Untuk item D Dokumen Penawaran terdapat kesalahan matematik berupa perkalian hasil volume
dan harga satuan. Semestinya 20 x 50.000 = 1.000.000 sementara dokumen penawaran tertulis 20 x
50.000 = 700.000.

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

D 20 40.000 800.000 D 20 50.000 700.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Karena item dan volume antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama maka tidak
ada koreksi yang dilakukan.

2. Harga Satuan Penawaran tidak berubah (50.000).

3. Total/Jumlah penawaran = 1.000.000

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah

D 20 50.000 1.000.000

Kondisi 4:

Untuk item E Dokumen Penawaran terdapat kelebihan volume sebesar 10 unit dibanding Volume
item E pada Dokumen Pemilihan.

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

E 30 50.000 1.500.000 E 40 40.000 1.600.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Item antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama maka tidak ada koreksi yang
dilakukan.

2. Volume antara dokumen pemilihan dan penawaran disesuaikan. Sehingga Volume dokumen
penawaran dirubah dari 40 menjadi 30. Kelebihan 10 item E tidak diambil dari penyedia.

3. Harga Satuan Penawaran tidak berubah (40.000).

4. Total/Jumlah penawaran = 1.200.000.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah
E 30 40.000 1.200.000

Dengan demikian berdasarkan hasil koreksi dokumen penawaran penyedia menjadi:

Terdapat Harga Penawaran Terkoreksi dari semula Total Penawaran 3.200.000 menjadi 4.050.000.
Harga Penawaran Terkoreksi ini akan berdampak pada Peringkat/Rangking Penawaran Terendah
pada proses evaluasi. Penyedia yang tadinya menjadi calon pemenang (peringkat 1) menjadi
peringkat 2 karena terjadi perubahan total penawaran. Kejadian sebaliknya juga mungkin terjadi
total harga penawaran berkurang dan peringkat menjadi naik.

Beberapa catatan penting terkait koreksi aritmatik sehubungan dengan kontrak Harga Satuan yaitu:

1. Koreksi pada Item, Volume dan Jumlah/Total

2. Harga satuan penawaran timpang berdampak pada kontrak, artinya Harga Satuan
Penawaran hanya untuk volume kontrak awal. Apabila terjadi penambahan Volume pada
saat Addendum Kontrak maka volume
item yang bertambah menggunakan Harga Satuan yang tertuang dalam Dokumen Pemilihan
atau HPS.

3. Dapat terjadi Harga Penawaran Terkoreksi.

4. Hasil koreksi aritmatik harus diklarifikasi pada saat evaluasi kewajaran harga apabila ada
koreksi/perubahan;

5. Penyedia harus sadar bahwa konsekwensi yang harus ditanggung adalah berubahnya
peringkat calon pemenang akibat berubahnya total Harga Penawaran. Apabila penyedia
tidak bersedia maka penyedia dianggap mengunudurkan diri, Jaminan Penawaran dicairkan.

6. Disisi pelaksana pelelangan (PPK) juga harus sadar bahwa konsekwensi dari sifat Harga
Satuan adalah ketika penyedia menawarkan volume melebihi yang diminta dokumen
pemilihan maka Volume lebih tersebut tidak boleh diterima sebagai “keuntungan”.

7. Tidak ada istilah “Kerugian Negara” atau “Menguntungkan Negara” karena konsekwensi
sudah disepakati dan tertuang pada dokumen pemilihan/kontrak.

Demikian bahasan Koreksi Aritmatik semoga bisa menjadi bahan diskusi dan penyempurnaan.
Tata Cara Koreksi Aritmatik Bagian 1

Posted by Samsul Ramli | Dec 12, 2013 | Pengadaan Barang/Jasa | 11 |

Koreksi Aritmatik Pada Bagian Lumpsum

Dari beberapa diskusi dengan teman-teman pokja di berbagai daerah masih terjadi perbedaan
pemahaman tentang koreksi aritmatik. Artikel ini juga merupakan kelanjutan dari artikel Rumus
Kontrak Lumpsum dan Harga Satuan yang menjadi top rating di blog
http://samsulramli.wordpress.com.

Dalam artikel Rumus Kontrak Lumpsum dan Harga Satuan
telah dibahas dua jenis kontrak berdasarkan sifatnya yaitu Lumpsum dan Harga Satuan. Pada
dasarnya seluruh jenis kontrak terbagi dari dua sifat ini. Lumpsum mengikat pada total/jumlah
sedangkan Harga Satuan mengikat kepada harga satuannya.

Mengingatkan kembali definisi perjanjian dari sisi hukum yaitu suatu persetujuan antara dua
orang atau lebih yang menimbulkan kewajiban untuk melakukan atau tidak melakukan tindakan
secara sebagian. Dilakukan oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam kesepakatan yang saling
menguntungkan… dokumen tertulis yang berisi persetujuan dari para pihak, dengan syarat dan
ketentuan sebagai bukti dari segala kewajiban. (Black’s Law Dictionary).

Maka konsekwensi atas sifat kontrak ini adalah merupakan persetujuan atau persepakatan antara
para pihak. Sehingga kekurangan dan kelebihan dari dipilihnya jenis kontrak berdasarkan sifat
lumpsum dan harga satuan tidak dapat dijadikan dasar penentuan keuntungan atau kerugian antara
para pihak.

Untuk itu penting bagi khalayak umum khususnya para pelaksana pengadaan barang/jasa
memahami kekurangan dan kelebihan dari jenis kontrak yang ditetapkan dan disetujui. Salah
satunya dimensinya adalah kekurangan dan kelebihan pada proses koreksi aritmatik.

Peraturan Kepala (Perka) LKPP nomor 14 tahun 2012 yang merupakan petunjuk teknis Perpres
70/2012 tentang Tentang Petunjuk Teknis Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Sebagimana
Diubah Terakhir Dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Barang Dan
Jasa Pemerintah, telah mengatur mekanisme Koreksi Aritmatik berdasarkan sifat dasar kontrak dan
konsekwensi yang harus disepakati oleh para pihak.

Koreksi Aritmatik merupakan tahap persiapan evaluasi terhadap kewajaran harga. Untuk satu
sampul ketika harga penawaran sudah dapat diketahui pada tahap awal, koreksi aritmatik dilakukan
sebelum evaluasi administrasi. Sedangkan untuk dua sampul dan dua tahap, koreksi aritmatik
dilakukan sebelum evaluasi biaya/harga. Sehingga koreksi aritmatik bukan bagian dari evaluasi
penawaran.

Perka 14/2012 mengatur sebagai berikut :

1. Sebelum evaluasi penawaran, untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga
satuan dan lump sum dilakukan koreksi aritmatik untuk dengan ketentuan:

1. untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan
pada bagian Harga Satuan:

1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas
dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;

2. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga
satuan pekerjaan, dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan
pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah;

3. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk
dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar
kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong;

4. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga
disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen
Pemilihan dan harga satuan pekerjaan dimaksud dianggap nol; dan

5. hasil koreksi aritmatik pada bagian harga satuan dapat mengubah nilai total
harga penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau
lebih rendah dari urutan peringkat semula;

2. untuk Kontrak Lump Sum atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan
pada bagian Lump Sum:

1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas
dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan yang tercantum dalam
Dokumen Pemilihan;

2. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga
(apabila ada) disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam
Dokumen Pemilihan;

3. hasil koreksi aritmatik pada bagian Lump Sum tidak boleh mengubah nilai
total harga penawaran pada bagian Lump Sum
2. Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat
menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula.

3. Pelaksanaan evaluasi dilakukan Kelompok Kerja ULP terhadap 3 (tiga) penawaran terendah
setelah koreksi aritmatik.

4. Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar
harga kurang dari HPS, proses pelelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi
penawaran.

Dari petunjuk tersebut dapat disusun sebuah ilustrasi sebagai berikut.

Lumpsum

Kata kunci untuk Lumpsum adalah Total/Jumlah Harga Penawaran tidak boleh berubah. Sehingga
komponen rumus kontrak seperti Item, Harga Satuan dan Jumlah/Total diikat. Sedangkan volume
meski tidak diikat karena perubahannya akan mengakibatkan perubahan total/jumlah sehingga
dilarang terjadi perubahan volume yang akan mengubah total kontrak.

Panduan Perka 14/2012 :

1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila
ada) disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;

2. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada)
disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;

3. hasil koreksi aritmatik pada bagian Lump Sum tidak boleh mengubah nilai total harga
penawaran pada bagian Lump Sum

Kondisi 1:

Untuk item A terdapat perbedaan volume Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran.

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

A 100 10.000 1.000.000 A 90 9.000 900.000
Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Item pekerjaan tidak perlu koreksi karena sudah sesuai.

2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume
pada dokumen pemilihan. Dari 90 menjadi 100.

3. Perubahan volume ini tidak diikuti oleh perubahan Jumlah/Total, meskipun dari sisi
matematis jika volume berubah semestinya jumlah berubah. Jumlah/Total tetap 0. Dengan
kata lain ini bagian dari konsekwensi penyedia untuk tetap menyediakan 100 unit item B
tanpa menuntut pembayaran (0) sesuai dengan sifat lumpsum yang disepakati dalam
dokumen pemilihan.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah

A 100 9.000 900.000

Kondisi 2:

Untuk item B terdapat perbedaan volume antara Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran.
Dimana pada kolom volume penyedia tidak mengisikan volume (0) sedangkan daftar item dan harga
satuan terisi. Item telah sesuai dengan dokumen pemilihan. Akibat kesalahan ini secara matematis
jumlah harga penawaran menjadi (0).

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

B 50 20.000 1.000.000 B 0 19.000 0

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Item pekerjaan tidak perlu koreksi karena sudah sesuai.

2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume
pada dokumen pemilihan. Dari 0 menjadi 50.

3. Harga satuan penawaran tidak dilakukan perubahan.

4. Perubahan volume ini tidak diikuti oleh perubahan Jumlah/Total, meskipun dari sisi
matematis jika volume berubah maka jumlah berubah. Jumlah/Total penawaran tetap 0.
Dengan kata lain konsekwensi penyedia untuk tetap menyediakan 100 unit item B tanpa
menuntut pembayaran (0). Ini sesuai dengan sifat lumpsum yang disepakati dalam dokumen
pemilihan

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah

B 50 19.000 0
Kondisi 3:

Untuk item C terdapat perbedaan antara
Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran. Dimana penyedia dalam daftar kuantitas tidak
menawarkan item C sehingga item, volume, HS dan Jumlah kosong/tidak ada.

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

C 10 30.000 300.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Item dan Volume dokumen penawaran disesuaikan dengan dokumen pemilihan.

2. Harga Satuan Penawaran tetap kosong (0). Kemudian Total/Jumlah penawaran = 0.

3. Meskipun penyedia tidak menawarkan item C, atas sebab apapun dokumen pemilihan yang
berlaku/sah. Disinilah poin kesepakatan yang harus disepakati oleh penyedia saat mendaftar
dan menawar. Penyedia harus tetap menyediakan Item dan Volume sesuai dengan yang
diminta oleh dokumen pemilihan. Dengan kata lain konsekwensi penyedia untuk tetap
menyediakan 10 unit item C tanpa menuntut pembayaran (0). Ini sesuai dengan sifat
lumpsum yang disepakati dalam dokumen pemilihan

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah

C 10 0 0

Kondisi 4:

Untuk item D Dokumen Penawaran terdapat kesalahan matematik berupa perkalian hasil volume
dan harga satuan. Semestinya 20 x 50.000 = 1.000.000 sementara dokumen penawaran tertulis 20 x
50.000 = 700.000.

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

D 20 40.000 800.000 D 20 50.000 700.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Karena item dan volume antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama maka tidak
ada koreksi yang dilakukan.

2. Harga Satuan penawaran 50.000 tidak dipertimbangkan karena yang diikat hanya
jumlah/total penawaran.

3. Konsekwensi ditanggung penyedia sepenuhnya artinya penyedia tidak bisa meminta
pembayaran lebih dari 700.000. Ini sesuai dengan sifat lumpsum yang disepakati dalam
dokumen pemilihan
Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah

D 20 50.000 700.000

Kondisi 4:

Untuk item E Dokumen Penawaran terdapat kelebihan volume sebesar 10 unit dibanding Volume
item E pada Dokumen Pemilihan.

Item V HS Jumlah Item V HS Jumlah

E 30 50.000 1.500.000 E 40 40.000 1.600.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

1. Item antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama maka tidak ada koreksi yang
dilakukan.

2. Volume antara dokumen pemilihan dan penawaran disesuaikan. Sehingga Volume dokumen
penawaran dirubah dari 40 menjadi 30. Kelebihan 10 item E tidak diambil dari penyedia.

3. Harga Satuan 40.000 tidak dipertimbangkan karena yang diikat hanya jumlah/total
penawaran.

4. Jumlah 1.600.000,- tidak dilakukan perubahan meski terkesan ada “kerugian” sebesar 10 x
40.000 = 400.000,-. Yang perlu diingat oleh semua pihak, ini adalah Lumpsum. Konsekwensi
sudah disepakati dalam Kontrak. Sehingga tidak ada istilah “kerugian” selama total
penawaran masih dibawah Total HPS.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item V HS Jumlah

E 30 40.000 1.600.000

Dengan demikian berdasarkan hasil koreksi dokumen penawaran penyedia menjadi:

Beberapa catatan penting terkait koreksi aritmatik sehubungan dengan kontrak Lumpsum yaitu:
1. Koreksi hanya pada Item dan Volume

2. Harga satuan timpang (Harga Satuan Penawaran melebihi 110% dari Harga Satuan
HPS/Dokumen Pemilihan) tidak mengakibatkan perubahan apapun.

3. Tidak boleh/dapat terjadi Harga Penawaran Terkoreksi.

4. Hasil koreksi aritmatik harus diklarifikasi pada saat evaluasi kewajaran harga apabila ada
koreksi/perubahan;

5. Penyedia harus sadar bahwa konsekwensi yang harus ditanggung adalah:

1. Ketika tidak menawarkan item yang diminta dokumen pemilihan maka penyedia
wajib menyediakan item tersebut dengan volume sesuai dokumen pemilihan.

2. Ketika volume pekerjaan dokumen penawaran kurang dari yang diminta dokumen
pemilihan maka penyedia harus bersedia menambah sesuai yang diminta tanpa
mempedulikan alasan perbedaan tersebut.

3. Apabila penyedia tidak bersedia maka penyedia dianggap mengunudurkan diri,
Jaminan Penawaran dicairkan.

6. Disisi pelaksana pelelangan (PPK) juga harus sadar bahwa konsekwensi dari sifat Lumpsum
adalah ketika penyedia menawarkan volume melebihi yang diminta dokumen pemilihan
maka Volume lebih tersebut tidak boleh diterima sebagai “keuntungan”. Meskipun secara
matematis sisa lebih tersebut menyebabkan surplus jumlah/total penawaran karena harga
satuan penawaran menjadi lebih tinggi dari yang ditawarkan semula.

7. Tidak ada istilah “Kerugian Negara” atau “Menguntung Negara” karena konsekwensi sudah
disepakati dan tertuang pada dokumen pemilihan/kontrak.

Demikian dulu bahasan untuk materi Lumpsum untuk Harga Satuan akan dilanjutkan pada bagian 2.

Related Interests