UNIVERSITAS INDONESIA

STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
SMA NEGERI BERPRESTASI RENDAH DI DKI JAKARTA

TESIS

ANGKI KUSUMA DEWI
0606152333

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM MAGISTER PERENCANAAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
JAKARTA
JANUARI 2010

Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

UNIVERSITAS INDONESIA

STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
SMA NEGERI BERPRESTASI RENDAH DI DKI JAKARTA

TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister

ANGKI KUSUMA DEWI
0606152333

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM MAGISTER PERENCANAAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
KEKHUSUSAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK
JAKARTA
JANUARI 2010

ii

Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

HALAMAN PENGESAHAN

Tesis ini diajukan oleh :

Nama : ANGKI KUSUMA DEWI
NPM : 0606152333
Program Studi : MAGISTER PERENCANAAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Judul Tesis : Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan SMA Negeri Berprestasi
Rendah di DKI Jakarta

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai
bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar
Magister Ekonomi pada Program Studi Magister Perencanaan Dan
Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

DEWAN PENGUJI

Pembimbing : Dr. NINING I. SOESILO ( ………………………….)

Penguji : HERA SUSANTI, SE., M.Sc. (…………………………..)

Penguji : WIDYANTI SOETJIPTO, M.Soc.Sc (………………..…………)

Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 7 Januari 2010

iii

Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Tesis ini adalah hasil karya saya sendiri,

dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk

telah saya nyatakan dengan benar.

Nama : ANGKI KUSUMA DEWI

NPM : 0606152333

Tanda Tangan : .....................

Tanggal : 7 Januari 2010

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
iv

Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

2010.. merawat. . dan memublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta. Dengan Hak Bebas Royalti Noneksklusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan. mengelola dalam bentuk pangkalan data (database)..Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia. mengalih media/formatkan. FE UI. saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Angki Kusuma Dewi NPM : 0606152333 Program Studi : Magister Perencanaan Dan Kebijakan Publik Departemen : Ilmu Ekonomi Fakultas : Ekonomi Jenis karya : Tesis demi pengembangan ilmu pengetahuan. menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive Royalty- Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul : Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan SMA Negeri Berprestasi Rendah Di DKI Jakarta beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Angki Kusuma Dewi.. Dibuat di : Jakarta Pada tanggal : 7 Januari 2010 Yang menyatakan (Angki Kusuma Dewi) v Strategi peningkatan.

Pak Suwarto.E) pada Program Studi Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (MPKP FE-UI) dapat diselesaikan.. 2010. FE UI.Soc.Sc. Serta vi Strategi peningkatan. Mbak Ira. Ph. khususnya Bapak Dr... Dalam proses penelitian dan penyusunan laporan tesis.. selaku Ketua Program Studi Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (MPKP FE-UI). Bima Haria Wibisana (pengajar mata kuliah Seminar Kekhususan MSP). Zainal. antara lain. dll. dapat penulis selesaikan karena bimbingan dan perhatian yang besar dari Ibu Dr. Para Pengajar pada Program Studi MPKP FE-UI. 5. M.D. 2. Pak Asep. 3. diantaranya adalah yang terhormat: 1. selaku Ketua Sidang pada Sidang Tesis dan Sidang Komprehensif penulis. Nining I. Ibu Widyanti Soetjipto. Angki Kusuma Dewi. M. SE. karena hanya dengan kemurahan-Nyalah tugas akhir penulisan tesis yang merupakan laporan hasil penelitian sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar Magister Ekonomi (M. selaku Dosen Penguji pada Sidang Tesis dan Sidang Komprehensif penulis yang telah banyak membantu dari memberikan masukan serta saran kepada penulis. Pak Dedi. Andi Fahmi. Untuk itu penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada beliau dengan doa semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan limpahan rahmat dan karuniaNYA lebih dari bimbingan dan bantuan yang telah beliau diberikan. Tesis berjudul : “Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan SMA Negeri Berprestasi Rendah di DKI Jakarta”. Soesilo. penulis juga banyak menerima bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. . Ibu Hera Susanti. selaku Sekretaris Program Studi MPKP FE-UI. 4. Mbak Siti. Ir. Bapak Dr. 6.Sc. Bapak Arindra A. Jajaran Staf pada Bagian Akademik Program Studi MPKP FE-UI.. KATA PENGANTAR Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin segala puji dan rasa syukur penulis sampaikan kehadirat ALLAH SWT.

Sugiharto. Angki Kusuma Dewi. Dengan tidak mengurangi rasa hormat. 8. Jakarta Utara). Suamiku tercinta Ade Wirawan Dwi Saputra. Mustar. Amien yaa rabbal ‘aalamiin. Orang tua tercinta Bapak Dr. . Jakarta Pusat). penulis bersama ini menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya.Kom serta anakku tersayang Ayesha Rajwa Fatthia Wirawan. 9. Semoga ALLAH SWT berkenan memberikan balasan berupa berbagai kemudahan dan amal jariyah yang bermanfaat bagi kehidupan di dunia dan akhirat . 11. MM dan Ibu Dra.. Margani M. MM (Pengawas SMA N.. yang telah berkenan menjadi salah satu nara sumber pada penelitian ini. Jakarta Selatan) dan Dr. Suyanto. 2010. dan Bapak Tavip Gamawan. 10. Drs. Sugiharto. M. MM (Pengawas SMA N. Desmiwati. Jakarta Timur) yang telah berkenan menjadi nara sumber pada penelitian ini. S. Bapak Grandy Regel Tuerah. Bapak Adam Suwarsono . H. Radhiyati Soehaili. FE. FE UI. Khususnya kepada Drs. M. Mas Purwanto. Drs. selaku Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Kadis Dikmenti) DKI Jakarta. H Takdir (Pengawas SMA N. Drs. H. Dr. Lucy N. H. Bapak Finky Sudrajat. H. Teman-teman dari angkatan XVI Pagi Depok yang telah banyak memberikan semangat dan inspirasi. Jakarta Barat). maupun Perpustakaan UI Pusat. yang telah berkenan menjadi salah satu nara sumber pada penelitian ini. Bapak Herry Joko Rencono. MM (Pengawas SMA N. baik Pasca Sarjana FE. sabar dan sangat hebat).. Dhoho Ali Sastro . penghargaan dan terima kasih kepada yang tidak disebutkan satu-persatu. Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Sudin Dikmenti) Kotamadya DKI Jakarta. 7.Si. Ibu Dewi Mutiawati. vii Strategi peningkatan. Mbak Arini Yunita.. Manajemen SMA. 12.Pd ( sungguh orang tua yang gigih. Andini. Triyono. antara lain. Sofyan Salim (Pengawas SMA N. jajaran Staf pada Perpustakaan.

2010. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tesis ini masih terdapat banyak kekurangannya. sehingga kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan... 7 Januari 2010 Penulis (Angki Kusuma Dewi) viii Strategi peningkatan. FE UI.. Meskipun demikian. . Jakarta. penulis tetap berharap bahwa tesis ini bisa bermanfaat bagi penulis. Angki Kusuma Dewi. para pemerhati pendidikan baik akademisi maupun praktisi serta para pembaca lain pada umumnya.

kemudian dilanjutkan dengan menentukan atribut mana dari faktor internal dan eksternal yang berpeluang menimbulkan konflik antara stakeholder penyedia jasa pendidikan (kepala sekolah dan guru) dengan stakeholder pengguna jasa pendidikan (siswa.. ABSTRAK Nama : Angki Kusuma Dewi Program Studi : Magister Perencanaan Dan kebijakan Publik Judul : Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan SMA Negeri Berprestasi Rendah Di DKI Jakarta Tesis ini membahas strategi untuk meningkatkan mutu sekolah menengah atas negeri yang berprestasi rendah di DKI Jakarta . kemudian menggabungkannya untuk mendapatkan strategi optimal untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Strategi Pendidikan. 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi berupa strategi kebijakan kepada kepala sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah menengah atas negeri yang berprestasi rendah di DKI Jakarta baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.. Hasil analisis data menyebutkan bahwa sekolah mempunyai kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. . Matriks IFAS-EFAS. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Angki Kusuma Dewi. Selain itu hipotesa terbukti bahwa stakeholder penyedia jasa pendidikan cenderung melihat dirinya lebih baik daripada stakeholder pengguna jasa pendidikan dan potensi konflik terbesar yang muncul baik untuk saat ini maupun dimasa yang datang adalah antara institusi sekolah sebagai stakeholder penyedia jasa pendidikan dengan masyarakat sebagai stakeholder pengguna jasa pendidikan. untuk mengidentifikasi faktor internal (SO) dan eksternal (WO) agar dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang dimiliki oleh sekolah. Kata kunci: Mutu Pendidikan.. FE UI. Potensi Konflik ix Strategi peningkatan. orang tua dan masyarakat). Strategi WO untuk jangka pendek dan Strategi SO untuk jangka panjang.

. Potential Conflicts x Strategi peningkatan.. Angki Kusuma Dewi. The results of data analysis states that the school has strengths and weaknesses and opportunities and threats in an effort to improve education quality. The purpose of this research is to provide strategic policy recommendations to the principal to improve the quality of high school education with low achievement in Jakarta both the short and long term. then followed by determining which attributes of internal and external factors are likely to cause conflict between stakeholders of education providers (principals and teachers) with the service user education stakeholders (students. Education Strategy. Keywords: Quality Education. and then combining them to obtain the optimal strategy for the short and long term.. ABSTRACT Name : Angki Kusuma Dewi Study Program : Master of Planning and Public Policy Title : Education Quality Improvement Strategy For State Senior High School With Low Achievement In DKI Jakarta This thesis discusses the strategy to improve the quality of state high schools categorized as underachieving in DKI Jakarta. This study uses SWOT analysis. to identify the internal factors (SO) and external (WO) in order to know the strengths and weaknesses and opportunities and threats are owned by the school. matrix-EFAS IFAS. In addition the hypothesis shown that stakeholder education providers tend to see themselves better than the education of stakeholders and users of the service's biggest potential conflicts that arise both for current and coming period is between the school institutions as a stakeholder provider with the user community as a stakeholder education services. 2010. FE UI. parents and the community). . WO Strategies for short-term strategy for long-term SO.

…… ii HALAMAN PENGESAHAN …..........1 Input Pendidikan .... 1 1....………………... .........................…...........2 Manajemen Pendidikan ……………………………...................5......3 Kesiswaan ............5 Peran Serta Masyarakat ............1.1 Sumber Daya Manusia .. 37 2..1.......2 Perkembangan IPTEK ... v KATAPENGHANTAR………………………………………………..............4 Konsep Strategi ……………………………………………………..............5...1..........3 Peraturan .........................5.1.….........1...5..1............ 2010...….….3 Tujuan Penelitian ……………………………………………...............5 Kurikulum ...... 15 2.........….… 12 1...6 Keorganisasian ..……. 26 2.........2............... 15 2...2.2.........5........1........1.......……….. xiii 1 PENDAHULUAN………………………........5... FE UI....... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………...... 10 1.……….. 35 2..1 Lingkungan Fisik . 27 2.. 34 2.... 35 2.5........ 26 2.2.1 Input Dari Dalam Organisasi .2.......38 2..1.....5.5...3 Manajemen Desentralistis Sebagai Pola Baru Manajemen Pendidikan Indonesia………………………..........................................2.5.......….5 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Strategi Manajemen Sekolah .................. 9 1.5 Manfaat Penelitian …………………………….........5.…………… 1 1......................….....1 Latar Belakang ………………………………………………....5.......2.....2 Input Dari Luar Organisasi ............…...2....1......5.. 36 2.....7 Sistematika Penulisan …………………………………………...1 Pengertian Mutu Pendidikan ……………………………….5. Angki Kusuma Dewi.... 27 2. 30 2........ 18 2......6 Batasan Penelitian …………………………………….3 Manajemen Sekolah ………………………………………………..6 Kebijakan Pendidikan ...1................1.....1 Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan ……………….....5.......4 Keuangan (Anggaran Pendidikan) ... 11 1....................4 Hipotesa …………………………………………………………… 10 1..................... 16 2.............4 Lembaga Independen Pendidikan..2 Sarana dan Prasarana. vi ABSTRAK………………………………………………………………… ix DAFTAR ISI ……………………………………………………………… xi DAFTAR GAMBAR……………………………………………………… xiii DAFTAR TABEL………………………………………………………….. 21 2.………………. 27 2.........… 16 2....... 9 1.. 26 2.... 17 2.................... iii HALAMAN PERNYATAAN ORISINILITAS ………………………… iv HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLKASI……….......2 Perumusan Masalah ……………………………………….... 14 2 TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………........ 35 2.................... 29 2...2.. 33 2......1..........8 Kerangka Penelitian ………………………………………………........1.......….... 39 xi Strategi peningkatan......1.2 Fungsi Manajemen Pendidikan ………………………................1.1..........................................1......1.1.……………………………………...........

..4.……………………………… 155 Lampiran-Lampiran ………………………………………………………......... 87 4.........2 Saran …………………….........…...............………………….......3 Teknik Pengumpulan Data ........6 Potensi Konflik di Sekolah ....... 2................1.........1 Populasi .......... 57 3......3....2 Periode Masa Yang Akan Datang (Jangka Panjang) …………... 153 Daftar Pustaka ……………………………..........72 4...........................5......1 Analisis SWOT .......... 149 5....2 Perumusan Elemen-Elemen SWOT …………………….. 42 2.........5.........1 Gambaran Umum Pendidikan di Propinsi DKI Jakarta …………..................... 47 3.................1 Kesimpulan …………………................. 41 2................... 45 3....3...................2 Analisis Data Penelitian ......………....... 57 3.............2 Populasi dan Sample Penelitian .1.....2............ 43 3 METODOLOGI PENELITIAN............. 57 3..................5.1.........4 Variable Penelitian.....3 Output Manajemen Pendidikan ..............................… 103 4........ . 46 3.....5............…..................…....1 Strategi Jangka Pendek dan Pengimplementasiannya………........2 Periode Jangka Panjang ………………………………………...........……….1.... 88 4................1 Jenis Penelitian . 103 4......................2.........5........……......……………............................................. 62 4.. 159 xii Strategi peningkatan..5.3 Penyelesaian Konflik ..........2.....2 Dampak Konflik ..............2 Perumusan Strategi Kebijakan dengan Analisa SWOT …………........................................4 Analisa Potensi Konflik di Sekolah ………….. 45 3... FE UI................ 124 4............................5.........2... 53 3....... ............. 45 3...6...............…………………………………….....................1 Kondisi dan Permasalah Pendidikan di DKI Jakarta...........................1 Perumusan Faktor Internal dan Faktor Eksternal .2 Proses Manajemen Pendidikan ...................... 56 3............. 40 2...1 Periode Jangka Pendek ………………………………………...........2 Sampel ..5 Upaya Penyelesain Konflik ……………………………………................97 4...... 145 4........ 56 3..... 147 5 KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………................................................................................60 4 HASIL DAN PEMBAHASAN .............1 Proses Perancangan Matriks IFAS-EFAS SWOT ............ 62 4...6.................................. Periode Saat Ini (Jangka Pendek) …………………………….... 40 2...........2 Strategi Jangka Panjang dan Pengimplementasiannya ……….........……………………...........................1 Penyebab Timbulnya Konflik .................................................................... 52 3.1 Pengolahan Data ................2 Analisis Data Potensi Konflik ....5.. 46 3.............6.............2............75 4......43 2...........................2........ 2010.............………………… 149 5......2......................4...............3 Strategi Kebijakan ………………………………………….. 145 4.................................... 71 4....1 Ruang Lingkup Penelitian .......................5........... 62 4................ Angki Kusuma Dewi.5 Pengolahan dan Analisis Data Penelitian ..................

6 Indikator faktor Dalam SWOT ……………………………..3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan dan Jenis Kelamin …………………………………………… 51 Tabel 3.2 Perbandingan Tingkat Kelulusan SMA Negeri di DKI Jakarta………………………………………………. 68 Tabel 4. 65 Tabel 4.1 Populasi Penelitian SMA Negeri di DKI Jakarta …………. 6 Tabel 1. Proses Manajemen Strategis ……………………………..9 Perumusan Identifikasi Faktor Eksternal ……………….. 63 Tabel 4. 59 Daftar Tabel Tabel 1. 74 xiii Strategi peningkatan...4 Variabel Input Internal dan Indikatornya ………………… 53 Tabel 3.3 Daftar SMA Negeri Berdasarkan Nilai Rata-Rata UAN 2007-2008 Provinsi DKI Jakarta (Program IPS)………………………. . 66 Tabel 4. 26 Gambar 2.1 Perkembangan Jumlah Siswa SMA Negeri di DKI Jakarta . Angki Kusuma Dewi. 8 Tabel 2... 20 Tabel 3. 2010. Daftar Gambar Gambar 1. 69 Tabel 4.5 Persentase Guru SMA Layak Mengajar terhadap Guru* 2007/2008 Menurut status Sekolah di Provinsi DKI Jakarta ……………..7 Jumlah Fasilitas Penunjang Pendidikan 2007/2-008 SMA Negeri di DKI Jakarta …………………………………………..5 Variabel Input Eksternal dan Indikatornya………………… 55 Tabel 3.8 Perumusan Identifikasi Faktor Internal…………………….………………… 59 Tabel 4. 47 Tabel 3.. Periode Waktu Strategi Kebijakan ………………………... 57 Tabel 3.4 Jumlah Guru SMA Negeri Menurut Ijazah Tertinggi 2007/2008 Di DKI Jakarta ……………………………………………… 68 Tabel 4.2 Responden Kuesioner …………………………………… 51 Tabel 3.2 Daftar SMA Negeri Berdasarkan Nilai Rata-Rata UAN 2007-2008 Provinsi DKI Jakarta (Program IPA)……………… ……. 73 Tabel 4.6 Jumlah ruang Kelas SMA Negeri Menurut Kondisi DKI Jakarta………………………………………………. 69 Tabel 4..7 Matriks Interaksi IFAS – EFAS ……….1 Perbandingan Tingkat Kelulusan …………………………. FE UI..1 Dimensi Perubahan Pola Manajemen Pendidikan ……….

108 Tabel 4....12 b Internal Strategy Factor Analysis System (IFAS) (Weekness) ...13 b External Strategyy Factor Analysis System (EFAS) (Threat)..……… 88 Tabel 4. 2010..10 c Penilaian Bobot EFAS Jangka Pendek (Opportunity)…… 77 Tabel 4....18 a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah Dan Guru (Jangka Pendek) (Strength….14 Hasil Ringkas pembobotan Strategi Jangka Pendek .. .81 Tabel 4.84 Tabel 4.10 b Penilaian Bobot IFAS Jangka Pendek (Weekness) ……..19 a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah Dan Guru (Jangka Pendek) (Opportunity)…………....……. 80 Tabel 4...11 a Penilaian Bobot IFAS Jangka Panjang (Strength)…… ….11 b Penilaian Bobot IFAS Jangka Panjang (Weekness) …………79 Tabel 4.104 Tabel 4. 78 Tabel 4.21 a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Siswa (Jangka Pendek) (Opportunity)………….………….18 b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah Dan Guru (Jangka Pendek) (Weekness).16 Strategi Prioritas Jangka Pendek dan Jangka Panjang ……...17 a Potensi Konflik Faktor Internal Jangka Pendek…………. 76 Tabel 4.Tabel 4...111 Tabel 4.10 d Penilaian Bobot EFAS Jangka Pendek (Threat)…………… 77 Tabel 4..12 a Internal Strategy Factor Analysis System (IFAS) (Strength) 81 Tabel 4.....10 a Penilaian Bobot IFAS Jangka Pendek (Strength) ……. FE UI.. 75 Tabel 4....11 c Penilaian Bobot EFAS Jangka Panjang (Opportunity ………79 Tabel 4.. 85 Tabel 4.19 a Pengelompokkan Faktor Ekternal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah Dan Guru (Jangka Pendek) (Threat)……………….20 a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Siswa (Jangka Pendek) (Strengt)……………….13 a External Strategyy Factor Analysis System (EFAS) (Opportunity)……………………………………………………….109 Tabel 4....107 Tabel 4....11 d Penilaian Bobot IFAS Jangka Panjang (Weekness) …… ….20 b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Siswa (Jangka Pendek) (Weekness)……………112 Tabel 4.17 b Potensi Konflik Faktor Eksternal Jangka Pendek ... Angki Kusuma Dewi.... ……………106 Tabel 4. 88 Tabel 4....104 Tabel 4.15 Hasil Ringkas pembobotan Strategi Jangka Panjang ……… 88 Tabel 4...113 xiv Strategi peningkatan.

21 b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Siswa (Jangka Pendek) (Threat). .125 Tabel 4....125 Tabel 4..29 b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Siswa (Jangka Panjang) (Weekness)……………132 xv Strategi peningkatan...124 Tabel 4.114 Tabel 4.23 b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Orang Tua (Jangka Pendek) (Threat)………….25 a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Masyarakat (Jangka Pendek) (Opportunity)……123 Tabel 4.131 Tabel 4..121 Tabel 4..26 b Potensi Konflik Faktor Eksternal Jangka Panjang…………. Angki Kusuma Dewi.....27 a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah Dan Guru (Jangka Panjang) (Strength)…………….24 a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Masyarakat (Jangka Pendek) (Strength)……….. 2010...23 a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Orang Tua (Jangka Pendek) (Opportunity)……....26 a Potensi Konflik Faktor Internal Jangka Panjang…………….24 b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Masyarakat (Jangka Pendek) (Weekness)………..25 b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Masyarakat (Jangka Pendek) (Threat)…………....22 a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Orang Tua (Jangka Pendek) (Strength)……….....28 a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah Dan Guru (Jangka Panjang) (Opportunity)………….Tabel 4...115 Tabel 4..27 b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah Dan Guru (Jangka Panjang) (Weekness)……………126 Tabel 4.....120 Tabel 4. FE UI..128 Tabel 4...29 a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Siswa (Jangka Panjang) (Strength)…………….....119 Tabel 4..118 Tabel 4.106 Tabel 4.127 Tabel 4.28 b Pengelompokkan Faktor Ekternal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah Dan Guru (Jangka Panjang) (Threat)……………….22 b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Orang Tua (Jangka Pendek) (Weekness)………116 Tabel 4.

Tabel 4.. Angki Kusuma Dewi.33 b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Masyarakat (Jangka Panjang (Weekness)………141 Tabel 4.142 Tabel 4.31 b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Orang Tua (Jangka Panjang) (Weekness)……..31 a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Orang Tua (Jangka Panjang) (Strength)………….30 b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Siswa (Jangka Panjang) (Threat)…………………134 Tabel 4.34 a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Masyarakat (Jangka Panjang) (Opportunity)…….30 a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Siswa (Jangka Panjang) (Opportunity)…………133 Tabel 4..34 b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Masyarakat (Jangka Panjang) (Threat)…………143 xvi Strategi peningkatan. .. FE UI.32 a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Orang Tua (Jangka Panjang) (Opportunity)……138 Tabel 4.139 Tabel 4.. 2010.33 a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Masyarakat (Jangka Panjang) (Strength)………140 Tabel 4.32 b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah Dan Orang Tua (Jangka Panjang) (Threat)………….135 Tabel 4..136 Tabel 4.

Universitas Indonesia Strategi peningkatan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri. Angki Kusuma Dewi. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan hak yang sama untuk setiap warga negara memperoleh pendidikan yang bermutu. kreatif mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal ini tampak dalam pembukaan Undang- undang 1945 yang menyatakan bahwa salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. cakap. Untuk mencapai manusia Indonesia yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. FE UI. berakhlak mulia. tujuan ini tetap dipertahankan dan menjadi bagian yang penting. 20 Tahun 2003. Dalam UUD 1945 amandemen sekalipun. berilmu. LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam tata kehidupan Bangsa Indonesia. . 1 BAB I PENDAHULUAN 1. Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan merupakan salah satu sarana menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai modal dasar pembangunan suatu Negara. Bahkan pada pasal 31 ayat (4) mengamanatkan Negara harus mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).1. 20 Tahun 2003 (Pasal 3)1 . 2010. yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa... Untuk menjamin hal mutu 1 UU No. maka diperlukan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. berakhlak mulia. sehat. Pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa. berilmu. cakap.. kreatif. sehat. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

ke 99 pada tahun 1997. seperti yang terjadi di Indonesia. Yahya A. Sumberdaya manusia masih menjadi masalah yang sulit untuk diselesaikan. Standar Pembiayaan.918 SMA di Indonesia 2 Standar Pendidikan Nasional menurut Peraturan Pemerintah No. khususnya pendidikan dasar dan menengah belum bisa menunjukkan hasil yang maksimal. Pendidikan merupakan suatu masalah klasik yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. dan penghasilan per kepala yang menunjukkan bahwa Indeks pembangunan manusia Indonesia semakin menurun.052 SD di Indonesia ternyata hanya 8 sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program. 2010. ke 105 pada tahun 1998... Standar Proses. dimana mutu pendidikan yang ada pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. 2 tersebut. 19 Tahun 2005 merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan yang meliputi . dan Standar Penilaian Pendidikan. Muhaimin (2001:31) menyatakan ”Beberapa permasalahan yang menonjol pendidikan di Indonesia yaitu: (1) masih rendahnya pemerataan memperoleh pendidikan. Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia tersebut juga di tunjukkan oleh data Balitbang Depdiknas tahun 2003 bahwa dari 146. Standar Pengelolaan. (2) masih rendahnya mutu dan relevansi pendidikan. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Diantara 174 negara di dunia Indonesia menempati urutan ke 102 pada tahun 1996. Standar Kompetensi Kelulusan. ternyata memiliki korelasi positif dengan masalah pendidikan di Indonesia. (3) lemahnya manajemen pendidikan.2 Tentu saja untuk memberikan pendidikan yang bermutu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Angki Kusuma Dewi. disamping itu (4) belum terwujudnya keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan akademisi dan (5) kemandirian” Kelima permasalahan tersebut merupakan masalah yang esensial pada pendidikan nasional di seluruh wilayah dari tingkatan sekolah dasar.. dan 109 pada tahun 1999 Masalah sumberdaya manusia di atas. Standar Sarana dan Prasarana. Hal ini di buktikan antara lain dengan data UNESCO pada tahun 2000 tentang peringkat Indeks pembangunan manusia ( Human Development Index) yaitu komposisi dari peringkat atas pencapaian terhadap pendidikan. . menengah maupun tinggi. Dari 20. FE UI. Standar Isi. kesehatan. maka pemerintah perlu menjamin bahwa setiap satuan pendidikan telah mencapai 8 (delapan) standar pendidikan.

menguasai kurikulum berstandar internasional. 4. IPA dan komputer. Selama ini peran serta mereka hanya terbatas pada dukungan dana. Dalam hal ini tidak dapat menyalahkan salah satu faktor saja misalnya kualitas guru. Kurikulum yang diterapkan harus berstandar internasional (kurikulum cambridge. Kualitas guru (menguasai bahas inggris aktif/bilingual. 3. Permasalahan tersebut saling berkaitan dalam suatu proses meningkatkan mutu pendidikan atau dalam hal ini adalah siswa. ruang keterampilan dan fasilitas olahraga). yang terdiri atas . Memiliki sertifikat dari Internasional Standard Organization 99 dan 00 (ISO 99&00).036 SMA di Indonesia ternyata hanya 7 sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program. Angki Kusuma Dewi.. Semakin kecil peran serta masyarakat terutama orangtua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan juga membuat masalah pendidikan semakin tidak bisa teratasi.3 Hal-hal yang membuat belum optimalnya mutu sekolah disebabkan oleh berbagai faktor. evaluasi. dan akuntabilitas.. 2010.depdiknas.. Faktor satu dengan lainnya saling ketergantungan. ruang kesenian. FE UI. menguasai Information and Communication Technology dan berpendidikan minimal S2 sesuai bidang ajarnya). laboraturium bahasa. ruang observasi. dll) .id Universitas Indonesia Strategi peningkatan. matematika. . Fasilitas sekolah yang lengkap (Ruang kelas. Dan dari 8. 3 ternyata juga hanya 8 sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program.go. Rendahnya akuntabilitas sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat. 2. selain itu kebijakan penyelenggaraan pendidikan nasional yang berorientasi pada keluaran pendidikan (output) terlalu 3 Sumber : www. Dimana pemilihan sekolah tersebut dinilai berdasarkan standar atau kriteria sekolah bertaraf internasional. pemantauan. Peran serta orang tua sangat penting dalam proses pendidikan antara lain dalam pengambilan keputusan. 1. UNESCO. Beberapa masalah secara parsial yang membuat peningkatan mutu pendidikan tidak berjalan antara lain: kurang optimalnya dukungan dari masyarakat.mandikdasmen.

perilaku dan cara pandang terhadap 4 Konflik Pemda DKI Jakarta dengan Guru. dan kreativitas. Di samping itu segala sesuatu yang terlalu diatur menyebabkan penyelenggara sekolah khususnya kepala sekolah kehilangan kemandirian. Terjadinya konflik antara stakeholder internal maupun eksternal sekolah sebagai akibat pemberlakuan kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan sekolah sehingga menyebabkan adanya tindakan perlawanan antar stakeholder.id/kompas-cetak/0405/10/opini/1014482. . Di bidang teknologi mengalami perubahan yang berdampak di berbagai sektor. dan pada akhirnya hal ini akan menghambat penyelenggaraan pendidikan sekolah. Kompas. budaya dan pengetahuan.. Orang tua dan masyarakat berkaitan dengan masalah kasus tukar guling (ruilslag) SMP N 56. Hal ini sebagai respon terhadap sistem manajemen pendidikan yang diterapkan pemerintah dan tuntutan masyarakat yang menginginkan sekolah yang efektif dan efisien. Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan agar dapat diakui keberadaanya (exist) dan dapat bertahan (survival).htm) Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Melawai JakartaSelatan yang berujung menjadi masalah kriminalisasi atas perlawanan guru terhadap Pemda DKI Jakarta. 4 memusatkan pada masukan (input) dan kurang memperhatikan bagaimana proses pendidikan tersebut berlangsung. Di sisi lain perkembangan sosial mengalami perubahan yang cukup drastis terutama di bidang teknologi. yang secara langsung akan berdampak terhadap penurunan mutu pendidikan. Hal tersebut menyebabkan usaha dan daya untuk mengembangkan atau meningkatkan mutu layanan dan keluaran pendidikan menjadi kurang termotivasi. Angki Kusuma Dewi. 10 Mei 2006 diakses melalui http://www. karena hal ini menyebabkan tingginya ketergantungan kepada keputusan birokrasi dan sering kali kebijakan pusat terlalu umum dan pada saat implementasi kebijakan tersebut kurang sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah setempat.co. Demikian pula di bidang budaya terjadi perubahan yang berpengaruh pada pergaulan. ( Sumber Artikel .kompas. 2010. maupun pada kemudahan pelaksanaan kegiatan. insiatif.. yaitu menurunnya prestasi belajar para siswa.4 Penyelengaraan pendidikan yang sentralistik juga disebut sebagai salah satu hambatan dalam peningkatan mutu pendidikan. FE UI..

Dengan perubahan ini menjadikan pengelolaan pendidikan dituntut lebih jauh untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada. salah satunya melalui pengambilan kebijakan desentralisasi pendidikan . Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan. Seperti terlihat pada tabel 1.536 siswa yang lulus dari total peserta ujian sebanyak 64. maka sebagai daerah otonomi dituntut adanya perubahan. . termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena jika dibandingkan dengan tingkat SD dan SMP persentase jumlah kelulusan siswa SMA lebih rendah. namun di sisi lain sekolah dituntut pula mempertahankan norma dan budaya yang berlaku di Indonesia. yang pada akhirnya secara langsung memberikan kewenangan kepada sekolah khususnya pimpinan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolahnya masing-masing.. Dimana setiap daerah diberikan wewenang penuh dalam menyelenggarakan pendidikan di wilayahnya.” Dengan harapan dapat menciptakan usaha-usaha yang lebih sistematis terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya masing-masing sesuai standar pendidikan yang ditetapkan. Nanang Fattah (2004: 12) menambahkan ”Dengan pengalihan wewenang dalam keputusan di tingkat sekolah diharapkan sekolah akan lebih mandiri dan mampu menentukan arah pengembangan yang sesuai dengan kondisi dan tuntutan lingkungan masyarakat. 5 masyarakat.007 siswa. salah satu diantaranya adalah naiknya angka kelulusan para siswa hingga mencapai 100 persen. yaitu sebesar 96. 2010. maka berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi. khususnya pada tingkat pendidikan SMA. Angki Kusuma Dewi..1 persen atau hanya 61. Seiring dengan Penetapan otonomi daerah. FE UI..1 dibawah ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan.

Ini sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Dipilihnya model desentralisasi pendidikan dasar dan menengah ini .4 SMA 61. Selama mencari bentuk yang tepat.655 97. Angki Kusuma Dewi. karena diyakini model ini akan mempermudah pencapaian tujuan pendidikan. namun sebagian masih beranggapan bahwa bentuk inilah yang paling tepat.172 122. Salah satu bentuk alternatif kebijakan desentralisasi pendidikan tersebut adalah menerapkan kebijakan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). karena di bidang pendidikan sendiri masih ada UU tentang sistem pendidikan nasional sebagai respon adanya undang-undang otonomi daerah. Menurut Hasbullah (2007:29) bahwa pengalaman pengelolaan desentralisasi ini masih minim maka perlu dipertimbangkan pelaksanaan undang-undang terebut secara bertahap. akhirnya disahkan undang-undang Nomor 20 Tahun 2003.081 98. permasalahan pendidikan dalam kaitannya dengan desentralisasi tidak makin sederhana. .. dimana hambatan atau masalah yang ditemui adalah belum terfokusnya program yang telah dicanangkan sekolah.536 64... 2010.1 Perbandingan Tingkat Kelulusan Jumlah % Lulus Peserta SD 96. FE UI.1 Sumber : Data Statistik.1 Tingkat SMP 120. Sebagian sekolah yang telah melakukan perencanaan untuk meningkatkan efektivitas Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Depdiknas 2008 Umaedi ( 2004: 25) mengambarkan perjalanan sistem pendidikan sebagai berikut: Tindak lanjut dari undang-undang otonomi daerah di bidang pendidikan terjadi perombakan terhadap sistem yang telah ada.496 99. Perencanaan yang ada masih monoton yaitu mengikuti perencanaan sebelumnya. Namun pengelohan yang cukup alot dan mendapat respon pro dan kontra.007 96. tentang Sistem Pendidikan Nasional. Walaupun bentuk MBS ini sudah muncul sebelum adanya desertralisasi. 6 Tabel 1.

Sebagian sekolah telah mempunyai perencanaan cukup matang.. Misal: perubahan kurikulum akan mempengaruhi rencana penyelenggaraan pembelajaran yang telah disusun sesuai dengan kurikulum yang lama. Sehingga hal-hal tersebut diatas sedikit banyak membawa pengaruh yang kurang baik terhadap mutu pendidikan di DKI Jakarta. serta kualitas manajeman pendidikan secara umum yang masih kurang baik ( dikutip dari Renstrada Propinsi DKI Jakarta 2002-2007)5. . Angki Kusuma Dewi. Hambatan ini lebih banyak kurang konsekuensinya pelaksana kegiatan menerapkan rencana yang telah ada. namun belum didukung dengan perencanaan di bidang lain. sehingga dalam pelaksanaannya memenuhi kendala. Antara lain . tetapi dalam pelaksanakannya belum sesuai dengan perencanaan. Propinsi DKI Jakarta yang notabene-nya merupakan pilot project dari penerapan kebijakan pendidikan yang baru juga tidak terlepas dari persoalan-persoalan yang dapat menghambat upaya meningkatkan mutu pendidikan..bappedajakarta.go.. seperti yang terjadi di beberapa sekolah menengah atas negeri yang berada di Provinsi DKI Jakarta. 7 dan efisiensi sekolah. FE UI.id/download/renstrada/Renstrada_Bab08. dari pihak pemerintah. persoalan seputar kualitas guru yang masih kurang professional karena minim dengan pengalaman dan komitmen mendidik. sehingga perubahan kurikulum berpengaruh pada perubahan pengelolaan sehingga kemampuan untuk mencapai sekolah yang efektif dan efisien belum optimal. seputar muatan dalam kurikulum yang belum sesuai dengan harapan dari kebutuhan dunia tenaga kerja maupun akademis. 2010. pdf) Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Dilihat bahwa kurikulum merupakan acuan utama dalam proses pembelajaran. Penerapan pengelolaan sekolah yang bermutu terkadang terbentur dengan adanya peraturan baru. salah satunya ditandai dengan masih banyaknya para siswa tingkat akhir yang tidak berhasil menyelesaikan studi nya karena nilai yang diperoleh pada ujian nasional 5 http://www. Sedangkan pihak penyelenggara sendiri terbentur dengan sulitnya menerapkan sistem penghargaan (reward) dan hukuman (punishment).

09 persen) yang tidak lulus ujian nasional atau meningkat 1.60 3.2 dibawah ini : Tabel 1... Angki Kusuma Dewi.848 siswa (1. sehingga diharapkan dapat mengurangi jenjang perbedaan antara keinginan dan kenyataan yang ada.93 Tidak Lulus (TL) 558 955 Persentase (TL) 1.49 persen dibanding tahun 2007 yang hanya mencapai 558 siswa dari total 34.930 siswa SMA Negeri yang mengikuti ujian nasional. Menurut data statistik Depdiknas 2008. orang tua dan masyarakat) maka menjadi suatu keharusan khususnya bagi kepala sekolah dan guru sebagai stakeholder penyedia jasa pendidikan untuk dapat menyelenggarakan pendidikan sekolah menjadi bermutu. 2008 1. terdapat sebanyak 955 siswa (3. Untuk mewujudkan pendidikan sekolah yang bermutu tersebut diatas.49 Terlepas dari adanya kendala-kendala yang ditemui di beberapa sekolah.09 Sumber : Data Statistik Depdiknas. FE UI. Seperti yang terlihat pada tabel 1.2 Perbandingan Tingkat Kelulusan SMA Negeri di DKI Jakarta 2006/2007 2007/2008 Jumlah Peserta 34.60). 2010. . dan tuntutan stakeholder pengguna jasa pendidikan (siswa.. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. sesuai dengan perkembangan sosial. maka kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kesiapan strategi atau kebijakan pendidikan sekolah yang baik dan tepat guna mengatasi hambatan-hambatan yang ada dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah. dari total 30.848 30. selain itu kepala sekolah juga dituntut untuk mempunyai tindakan penyelesaian atas potensi konflik yang mungkin muncul khususnya antar stakeholder internal sekolah yang mungkin dihadapi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan sekolah. 8 pada bidang studi tertentu tidak dapat mencapai standar nilai yang telah ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

. Perumusan Masalah Dengan mengacu pada latar belakang permasalahan yang diuraikan di atas maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan SMA Negeri Berprestasi Rendah di DKI Jakarta. Untuk mengetahui faktor-faktor kekuatan dan kelemahan apa saja yang dimiliki sekolah dalam peningkatan mutu sekolah. . serta peluang dan tantangan untuk meningkatkan mutu sekolah pada saat ini dan dimasa yang datang ? 2. Bagaimanakah upaya penyelesaian konflik yang dimiliki antara stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dengan stakeholder pengguna jasa pendidikan (siswa. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.2. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. dengan permasalahan sebagai berikut : 1. 2010. 3.. 2. FE UI.3. Untuk mengetahui faktor-faktor peluang dan hambatan apa saja yang berasal dari luar sekolah dalam peningkatan mutu sekolah. Strategi apakah yang harus diambil oleh kepala sekolah dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan. Menganalisa bagaimana upaya penyelesaian konflik antara stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dengan stakeholder pengguna jasa pendidikan (siswa. 9 1.. Menganalisa strategi apa yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah. orang tua dan masyarakat) pada saat upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah dilakukan ? 1. Angki Kusuma Dewi. 4. orang tua dan masyarakat).

2. Sampel penelitian merupakan sekolah yang berprestasi rendah..4. 5. 2. 3. 10 1. Meningkatnya kompetensi siswa dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Peningkatkan mutu pendidikan tersebut mencakup : 1. Stakeholder penyedia jasa pendidikan (kepala sekolah dan guru) cenderung melihat dirinya lebih baik daripada stakeholder pengguna jasa pendidikan (siswa. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya secara merata pada semua aspek pendidikan yang ada sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional.. 1. 7. orang tua dan masyarakat). . pembinaan dan pelatihan kepada peserta didik. Meningkatnya kemampuan sekolah dalam pembiayaan kegiatan pendidikan.5. 2010. 6. Angki Kusuma Dewi. Meningkatnya kemampuan pendidik dalam memberikan pengajaran. FE UI. Meningkatnya kemampuan dalam pengadaan sarana dan prasarana penunjang proses pendidikan. Meningkatnya nilai rata-rata UAN berdasarkan Standar Nasional Pendidikan yang telah ditentukan.. 4. 1. Hipotesa Dugaan sementara yang dapat disimpulkan adalah . Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk memberikan masukan kepada kepala sekolah sebagai salah satu stakeholder penyedia jasa pendidikan sekolah untuk dapat mengelola sekolahnya agar proses belajar menjadi lebih efektif. sehingga perlu diantisipasi akan ada potensi konflik dengan lingkungan sekitar khususnya dengan masyarakat. Meningkatnya jumlah kelulusan siswa Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Meningkatnya kemampuan manajerial kepala sekolah dalam mengelola sekolah.

yaitu berdasarkan nilai rata-rata UAN yang dimiliki oleh setiap sekolah yang belum dapat mencapai standar nilai yang telah ditentukan oleh Depdiknas. . maka penelitian ini akan dibatasi.. Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Sudin Dikmenti) di Provinsi DKI Jakarta. Batasan Penelitian Mengingat keterbatasan dalam waktu yang dibutuhkan.. pendukung penyelenggaraan pendidikan sekolah secara finansial dan memberikan penilaian terhadap stakeholder utama internal sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan sekolah. masyarakat. Sedangkan stakeholder pengguna jasa pendidikan. Angki Kusuma Dewi. dimana sekolah- sekolah tersebut telah dipilih berdasarkan kriteria pemilihan yang telah ditentukan. sehingga secara langsung dapat berpotensi timbul konflik antara siswa dengan stakeholder utama internal sekolah. Penelitian dengan metode survey ini akan dilakukan pada tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA) khususnya negeri saja. yang juga dapat memberikan penilaian atas kinerja guru dan kepala sekolah. yaitu . penerima manfaat dari penyeleggaraan pendidikan sekolah. Guru bidang studi. Siswa. Kepala sekolah sebagai pemegang peran utama dalam pengelolaan sekolah termasuk memberikan penilaian atas kinerja guru sehingga secara langsung dapat berpotensi timbul konflik satu sama lain. dengan responden antara lain : Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Manajemen Universitas Indonesia Strategi peningkatan. c. 2010.. stakeholder penyedia jasa pendidikan. sebagai berikut : 1. Adapun responden stakeholder sekolah terbagi menjadi . yaitu.6. Orang Tua Murid (Komite Sekolah) dan e. a. FE UI. b. Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Provinsi DKI Jakarta. 2. Penelitian juga dilakukan pada lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. d. memberikan pengajaran dan penilaian kepada siswa serta menilai kualitas manajerial kepala sekolah sehingga secara langsung dapat berpotensi timbul konflik satu sama lain. Departemen Pendidikan Nasional. 11 1.

Bab-hal . Ruang Lingkup hasil penelitian hanya sampai pada tahap perancangan strategi peningkatan mutu pendidikan sekolah beserta perencanaan yang harus dibuat oleh kepala sekolah untuk menjalankan strategi tersebut serta memberikan gambaran kepada kepala sekolah atas faktor-faktor internal dan eksternal mana sajakah yang mungkin dapat menimbulkan peluang terjadinya konflik antar stakeholder sekolah dapat menghambat peningkatan mutu pendidikan sekolah yang disertai dengan upaya penyelesaian konflik. 3. 5. . sehingga terkadang mana yang termasuk ke dalam S. Angki Kusuma Dewi. 4. O dan T menjadi berbeda-beda untuk setiap responden. Karena metode ini merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi-strategi kebijakan dengan memperhatikan kekuatan. FE UI.. tetapi juga dapat dipakai untuk membuat masa depan. Manajemen Strategik Di Sektor Publik (Pendekatan Praktis) Buku II. peluang serta ancaman yang dimiliki oleh suatu organisasi atau lembaga.7 Sistematika Penulisan Untuk mempermudah pemahaman tesis. dan para pejabat struktural dinas pendidikan...6 Namun keterbatasan dari metode ini adalah penilaian terhadap setiap unsur-unsur SWOT terkadang dinilai secara subjektif oleh responden. 12 Pendidikan SMA. sehingga dapat dicapai uraian dan analisa yang sistematis dan lengkap. 4-4 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. maka disusun sistematika penulisan yang merupakan uraian dan urutan penulisan setiap bab dan bagiannya. Selain itu analisa SWOT tak hanya dapat membuat ekstrapolasi masa depan. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Pengawas Sekolah (Per-Kotamadya). Uraian dan urutan penulisan tersebut adalah sebagai berikut: 6 Sumber : Nining I. 2010. Soesilo. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode Analisis SWOT. W. kelemahan. Data yang dianalisis adalah data primer yang bersumber dari kuesioner yang telah diisi oleh responden komponen sekolah. 1.

. BAB II menguraikan beberapa teori sebagai landasan teori dalam pembahasan. c. manfaat penelitian. 13 a. teori manajemen sekolah.. ruang lingkup penelitian. BAB I menguraikan secara lengkap latar belakang. teori manajemen pendidikan. b. tujuan penelitian. BAB IV tentang Hasil dan Pembahasan Penelitian. BAB V tentang kesimpulan penelitian dan saran Universitas Indonesia Strategi peningkatan. teori input. 2010. e. yang mendasari . analisa potensi konflik di sekolah dan upaya penyelesaiannya untuk jangka pendek maupun jangka panjang. teori konsep strategi manajemen sekolah. variabel penelitian. teori manajemen desentralisasi pendidikan. populasi dan sampel penelitian. Landasan teori menguraikan mengenai teori mutu pendidikan. perumusan strategi kebijakan untuk jangka pendek maupun jangka panjang dan pengimplementasiannya. Angki Kusuma Dewi. d. Bab ini menguraikan tentang gambaran umum pendidikan SMA Negeri di DKI Jakarta.. sistematika penulisan dan kerangka berfikir. FE UI. batasan penelitian. proses dan output pendidikan dan teori potensi konflik pada sekolah.. BAB III tentang metodologi penelitian yang digunakan. Metodologi penelitian menguraikan mengenai jenis penelitian. teknik pengumpulan data. pertanyaan penelitian. pengolahan data dan metode analisis data yang digunakan.

FE UI. Primer Metode Analisis 1. Mutu pendidikan pendidikan di Indonesia 1. Rendahnya akuntabilitas pada setiap jenjang rendah sekolah dalam dan satuan pendidikan 2. 3. 4.. Sistem Pendidikan yang berubah-ubah dengan 3. Mutu pendidikan pada Mutu pendidikan masih rendah. pelaksanaannya benar- penyelenggaraan 4. orang tua kurang optimal. Partisipasi masyarakat dan kebijakan kurang sesuai saing tinggi . merigalami peningkatan Nasional yang ada belum 2. Weakness. . Jenis Data PENGUJIAN Metode Sampling Data 1. peuang dan ancaman yang dihadapi sekolah dalam upaya penlngkatan mutu. benar mernperhatikan pendidikan kurang 5. Sekunder SWOT 2. Pengamatan 4. Adanya konflik antara tepat. Kebijakan eksternal sekolah. Guru) dengan Stakeholder Pengguna Jasa Pendidikan (Siswa. (IFAS. sehingga Memperhatikan proses yang bersifat sentralistik dapat menciptakan pendidikan dan terkadang output yang berdaya 6. 2. Diharapkan setiap jenjang dan satuan disebabkan oleh. guna menghasilkan strategi manajemen peningkatan mutu pendidikan pada tingkat SMA Negeri di Propinsi DKI Jakarta TUJUAN 1. Untuk meminimalisasikan kemungkinan terjadinya konflik antar stakeholder pendidikan yang dapat menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Merumuskan strategi manajemen yang tepat dalam mengatasi kelemahan dan ancaman dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah..EFAS) 3. dengan kondisi sekolah Diperlukan penelitian untuk mengindentifikasi dan menganalisa penyebab rendahnya mutu pendidikan. cocok dan dapat cepat stakeholder internal maupun dirnengerti sehingga 3.8 Kerangka Penelitian Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan SMA Negeri Berprestasi Rendah di DKI Jakarta Fakta GAP Kondisi Yang 1. Penyelenggaraan pendidikan prosesnya. Quesioner Hasil Analisis dan Pembahasan Penyusunan Strategi Manajemen Pendidikan Analisa Potensi Konflik antara Stakeholder Penyedia Jasa Pendidikan (Kepala Sekolah. Opportunity and Threat IFAS = Internal Strategy Factor Analysis Summary EFAS = Eksteranal Strategy Factor Analysis Summary Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Mengetahui kekuatan. Diterapkannya satu cukup baik sehingga terus senantiasa berubah-ubah. Angki Kusuma Dewi. Kualitas guru yang ada.. Kurikulum pendidikan yang 2. kelemahan. Orang Tua. Study literatur 2. Sistem Pendidikan menyelenggarakan pendidikan. Wawancara. 1. Masyarakat Kesimpulan dan Saran SWOT = Strength. Meningkatkan rnutu pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang berada di wilayah DKI Jakarta. 2010. 14 1.

. Pengertian mutu atau kualitas merupakan suatu konseptual yang relatif.1.. dibantu oleh metode dan teknik ilmiah. jika suatu proses pendidikan berjalan baik.. atau mengembangkan sikap-sikap ataupun ketrampilan. yang dirangkum dalam Kartini Kartono (1987: 11-12) adalah sebagai berikut: 1) MJ Langeveld.. akil balik dan bertanggung jawab secara susila. agar dia dapat mandiri. Pengertian Mutu Pendidikan. Sedangkan pengertian mutu secara umum adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan. FE UI. Angki Kusuma Dewi. maka terbuka peluang yang sangat besar memperoleh hasil pendidikan yang berkualitas. Menurut Edward Sallis (2006: 56) mutu didefiniskan sebagai sesuatu yang memuaskan dan melampui keinginan dan kebutuhan pelanggan/ pengguna. 15 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Pendidikan yang bermutu bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. kreatif.keterampilan. diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan tertentu. Namun pengertian mutu ini masih terdapat kelemahan yaitu pelanggan atau Universitas Indonesia Strategi peningkatan. sistematis dan intensional. efektif dan efisien. Definisi tentang pendidikan telah dikemukakan oleh banyak ahli. a) Pendidikan merupakan suatu proses yang dipakai individu untuk memperoleh pengetahuan dan wawasan. dia merupakan hasil dari suatu proses pendidikan. 2010. 2) Encyclopedia Americana. a) Pendidikan merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan. b) Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugas-tugas hidupnya. c) Pendidikan adalah usaha mencapai menentu diri susila dan bertanggung jawab (mencapai selfverantwoodelijke zedelijke zelfbepaling). b) Pendidikan adalah segala perbuatan yang etis.

Mengetahui permasalahan guna percepatan peningkatan mutu pendidikan. teknologi.Menyusun rencana dan merumuskan tujuan. dan tututan pengetahuan dan wawasan. Dalam hal ini lingkungan pendidikan. peluang dan ancaman pada perencanaan. spesialisasi atau kejuruan. kekuatan. atau faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. hasil ujian yang memuaskan. 16 pengguna yang mempuyai pengetahuan dan wawasan tersebut. maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan standar. Edward Sallis (2006 : 30-31) menyatakan "Ada banyak sumber mutu dalam pendidikan.1 Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan Tujuan dan manfaat manajemen perencanaan pendidikan adalah : 1.. misalnya sarana gedung yang bagus. Angki Kusuma Dewi. Untuk itu terdapat penambahan penjelasan yaitu berdaya guna dan pemenuhan atau melebihi standar. Pengertian lebih filosofis ke arah mutu pendidikan disampaikan oleh Suryobroto (2004: 92) sebagai berikut: ”Proses pembelajaran yang diikuti terjadinya proses sosialisasi dan perbudayaan serta pengembangan kemampuan yang memungkinkan dapat hidup dalam masyarakat dan mampu memperbaiki kehidupannya”. nilai moral yang tinggi. dorongan orang tua. Manajemen Pendidikan 2. FE UI. sumber ini dapat dipandang sebagai faktor pembentuk dari suatu kualitas pendidikan. Pengertian ini dapat dijabarkan bahwa mutu pendidikan merupakan pembelajaran menghasilkan siswa yang mempunyai kemampuan menghadapi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. aplikasi teknologi mutakhir. 2. . kurikulum yeng memadai. masyarakat.2. 3. Mengidentifikasi kelemahan.2. 4. perhatian terhadap pelajar an anak didik. kepemimpinan yang baik dan efektif. atau juga kombinasi dari faktor-faktor tersebut" Pernyataan di atas menunjukan bahwa terdapat banyaknya sumber mutu dalam bidang pendidikan. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Sebagai acuan dalam penetapan anggaran pendidikan. Sebagai alat pengendalian dalam pelaksanaan pembangunan pendidikan khususnya dalam percepatan peningkatan mutu pendidikan. guru yang terkemuka. bisnis dan komunitas lokal.. 2010. 2. sumberdaya yang melimpah..

perlu disusun strategi perencanaan yang akhirnya menjadi rencana terpilih. Rencana Terpilih yang tersusun dari SWOT analysis. dan Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Perencanaan (Planning) Perencanaan adalah proses dasar dimana manajemen memutuskan tujuan dan cara mencapainya. misi serta sasaran yang akan dicapai oleh sekolah. c. maka dapat diatasi dengan menggunakan beberapa pendekatan fungsi manajemen.. Pengimplementasian strategi-strategi alternatif terbaik yang didapat dari proses analisis SWOT. 17 Melihat tujuan dan manfaat dari manajemen pendidikan di atas maka fungsi manajemen pendidikan perlu diterapkan secara maksimal agar solusi untuk mengatasi kelemahan dalam peningkatan mutu pendidikan dapat diatasi. pengarahan (commanding). 2. kekuatan. Dari hasil penilaian analisis SWOT.2 Fungsi Manajemen Pendidikan Untuk mengatasi kelemahan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Angki Kusuma Dewi. Tahap-Tahap perencanaan antara lain : a. perlu ditentukan pilihan-pilihan tindakan berdasarkan lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap proses pelaksanaan. FE UI. d. Menetapkan visi. Fungsi manajemen pelaksanaan ini termasuk fungsi Koordinasi (coordinating). Pengumpulan data b.. Pengorganisasian (Organizing) Merupakan upaya untuk menghimpun semua sumber daya yang dimiliki sekolah dan memanfaatkannya secara efisien guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan. . peluang dan ancaman (Analisis SWOT). bimbingan (directing). hendaknya menjadi strategi alternatif dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah. Dalam pengorganisasian harus pula diperhatikan adalah menentukan siapa melakukan apa (staffing). 2010. Pelaksanaan (Actuating) Peranan manajer (kepala sekolah) sangat menentukan dalam fungsi pelaksanaan.2. Fungsi manajemen menurut Nanang Fattah (1999) antara lain : 1. 2. berdasarkan analisis kelemahan.. 3.

dari rnengendalikan (controlling). FE UI. tidak sedikit pula yang menggunakan istilah administrasi sehingga dikenal istilah adminitrasi pendidikan. dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan surnber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan". manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan". Agar semua komponen dapat melaksanakan tugas sesuai dengan perannya masing-masing. Di satu pihak ada yang tetap cenderung menggunakan istilah manajemen. Dalam studi ini. dan menghindari overlapping pelaksanaan tugasnya. Dari Kathryn . 2010. M. penulis cenderung untuk mengidentikkan keduanya. pengarahan. Untuk menjalankan fungsi ini diperlukan adanya standar kinerja yang jelas. di bawah ini akan disampaikan beberapa pengertian umum tentang manajemen yang disampaikan oleh beberapa ahli. 4. Bartol dan David C.. sehingga kedua istilah ini dapat digunakan dengan makna yang sama. Angki Kusuma Dewi. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.M.tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning).2. maka tugas manajer adalah melakukan koordinasi dan mengarahkan seluruh komponen manajemen agar terbentuk sinergi. Selanjutnya. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995 : 30) memberikan rumusan bahwa : "Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan . Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip oleh T. pengorganisasian. Di lain pihak.. 18 kepemimpinan (leading). Martin yang dikutip oleh A.3 Manajemen Desentralistis Sebagai Pola Baru Manajemen Pendidikan Indonesia Dalam konteks pendidikan. mengorganisasi (organizing). Pengawasan (Controlling) Merupakan proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan perbaikan terhadap penyimpangan yang terjadi. Hany Handoko (1997:17) mengemukakan bahwa : "Manajemen adalah proses perencanaan. . memang masih ditemukan kontroversi dan inkonsistensi dalam penggunaan istilah manajemen. sehingga dikenal dengan istilah manajemen pendidikan. memimpin (leading).. 2. Dengan demikian.

Oleh karena itu agar manajemen pendidikan dalam pelaksanaannya dapat "diresapi" dengan baik. Tabel 2. pendidikan formal (yang meliputi Taman kanak-kanak.. Pengertian manajemen pendidikan yang dikonsep oleh Richard H. telah mendorong dilakukannya penyesuaikan diri dari pola lama manjemen pendidikan menuju pola baru manajemen pendidikan masa depan yang lebih bernuansa otonomi dan yang lebih demokratis. yang lama menuju yang baru. 2010. Lemahnya pola lama manajemen pendidikan nasional dan dibentuknya otonomi daerah. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.1 berikut menunjukkan dimensi-dimensi perubahan pola manajemen.. Dengan melihat ketiga esensi di atas. sekolah menengah hingga perguruan tinggi) dan pendidikan non formal (yang meliputi seluruh lembaga pendidikan di luar sekolah). Sedangkan menurut Made Pidarta ditulis oleh Soebagyo Atmodiwirio ( 2000: 22) manajemen pendidikan adalah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya. manajemen Pendidikan di Indonesia mencakup dua jenis pendidikan yaitu . maka manajemen pendidikan lebih di spesifikkan lagi secara lebih mikro yaitu berupa manajemen sekolah sebagai salah satu hal yang haruss diperhatikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. FE UI. Angki Kusuma Dewi. Secara umum. maka apabila tahapan-tahapan manajemen pendidikan dilaksanakan dengan benar maka tujuan utama pendidikan dalam meningkatkan mutu akan tercapai tentu saja dengan didukung oleh sumber daya yang memadai. Hastrop yang ditulis ulang oleh Soebagyo Atmodiwirio ( 2000: 23) adalah upaya seseorang untuk mengerahkan dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan pekerjaan yang efektif dan menerima tanggungjawaban pribadi untuk mencapai pengukuran hasil yang ditetapkan. sekolah dasar. 19 Secara khusus dalam konteks pendidikan. . Djam'an Satori (1999) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai "keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dari efisien"..

. Sedangkan pada Pola Baru. Angki Kusuma Dewi. pengambilan keputusan dilakukan secara partisipasi dan partisipasi masyarakat makin besar. sekolah lebih luwes dalam mengelola lembaganya. lebih mengutamakan pemberdayaan. regulasi pendidikan lebih sederhana peranan pusat bergesr dari mengontrol menjadi mempengaruhi dan dari mengarahkan ke memfasilitasi. 2010. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. FE UI.. dan struktur organisasi lebih datar sehingga lebih efesien. sekolah memiliki wewenang lebih besar adalah pengelolan lembaganya. lebih mengutamakan teamwork. tugas dan fungsi sekolah sekedar melaksanakan program dari pada mengambil inisiatif merumuskan dan melaksanakan program peningkatan mutu yang dibuat sendiri oleh sekolah. 20 Tabel 2. pengelolaan sekolah lebih desentralistik..1 Dimensi Perubahan Pola Manajemen Pendidikan POLA LAMA MENUJU POLA BARU Subordinasi  Otonomi Pengambilan keputusan terpusat  Pengambilan keputusan partisipasif Ruang gerak kaku  Ruang gerak luwes Pendekatan birokratik  Pendekatan profesional Sentralistik  Disentralistik Diatur  Motivasi Overegulasi  Deregulasi Mengontrol  Mempengaruhi Mengarahkan  Memfalisitasi Menghidari resiko  Mengelola resiko Gunakan uang semuanya  Guakan uang seefisien Individu yang cerdas  Team work yang cerdas Informasi pribadi  Informasi terbagi Pendelegasian  Pemberdayaan Organisasi herakis  Organisasi datar Sumber : Direktorat Pembinaan Pendidikan Menengah Departemen Pendidikan Nasional 2002 Berdasarkan Tabel di atas pada pola lama. pendekatan profesionalisme lebih diutamakan dari pada pendekatan birokrasi. pengunaan anggaran lebih efesien karena sisa anggaran tahun ini dapat digunakan untuk anggaran tahun depan (Effesiensl-based budgeting). perubahan sekolah didorong oleh motivasi diri sekolah dari pada diatur dari luar sekolah. informasi terbagi ke semua warga sekolah. dari menghindari resiko menjadi mengolah resiko..

. perencanaan. 21 2. pengkoordinasian. pengkomunikasian. pengorganisasian. Dengan konsep manajemen sekolah yang meliputu aspek dan fungsi seperti tersebut diatas.. and Essential Schools. pembiayaan.. sumber daya manusia atau tenaga. pembiayaan. the School Development Program. sumber daya manusia atau tenaga. Sebenarnya konsep ini berasal dari Amerika yang kemudian menyebar di berbagai negara. pengorganisasian. peserta didik. perencanaan. Sedangkan jika manajemen dipandang sebagai fungsi maka meliputi pengambilan keputusan. Wohlstetter and Smyer (1994: 81) yang memberikan gambaran dari hasil pengamatan di Amerika Serikat tentang model-model sekolah sebagai berikut: Four models of high-performance schools that advocate restructuring school organizations in various ways in order to improve performance. Empat model sekolah berkinerja tinggi yang dibangun Universitas Indonesia Strategi peningkatan. perumusan tujuan. sarana dan prasarana. pengkoordinasikan. supervisi dan pengendalian pada semua aspek sekolah yang yang terdiri atas kurikulum. 2010. pengkomunikasian. perumusan tujuan. artinya sekolah menerapkan pengambilan keputusan. Dua hal yang merupakan inti dari manajemen sekolah adalah aspek dan fungsi. organisasi dan hubungan masyarakat. pengaturan ketenagaan. FE UI. Accelerated Schools. . Salah satu bentuk atau konsep dalam penerapan manajemen desentralistis adalah Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Angki Kusuma Dewi. sarana dan prasarana. Manajemen Sekolah Manajemen sekolah adalah pengelolaan sekolah yang dilakukan dengan dan melalui sumberdaya untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Mengingat perubahan terletak pada inisiatif dan komitmen dari para tenaga kependidikan yang bekerja di sekolah. The four models are Effective Schools. maka manajemen sekolah meliputi semua fungsi yang diterapkan pada semua aspek sekolah. supervisi dan pengendalian. maka manajemen yang dimaksud adalah manajemen yang berpusat pada sekolah atau yang lebih dikenal dengan Manajemen Desentralistis. Manajemen dipandang sebagai aspek. pelaksanaan. organisasi dan hubungan masyarakat.3. yang meliputi kurikulum. peserta didik. pengaturan ketenagaan.

2) Sekolah pengembangan program. mengkreasikan lingkungan. (The School Development Program) Perencanaan didasarkan pada sekolah pada umumnya dengan peningkatan pendidikan pada siswa yang mempunyai penghasilan rendah. Sekolah dipercepat.. Sekolah pengembangan program. Manajemen sepenuhnya ditangani di sekolah bekerja sama dengan komuniti antara orang tua. 22 organisasi yang bervariasi untuk meningkatkan kinerja/ prestasi. (1990) yaitu suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk me- redesain pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru. Murid sekolah yang dipercepat memberikan kurikulum Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah dikemukakan oleh Nanang Fattah (2004: 12) yang mendefinisikan dari Scholl Basic Manajemen yang dikemukakan oleh Chapman. belajar. Sekolah sesuai kepentingan Sekolah dengan Manajemen Mutu Maksimal. ( Accelarated Schools). 3) Sekolah dipercepat. orang tua siswa dan dan masyarakat (komponen sumberdaya manusia). program tim orang tua murid. Harapan hendak dicapai adalah berprestasi akademik siswa. Jika gagal merupakan resiko murid bersangkutan. Bedasarkan Wohlstetter and Smyer (1994: 101-110) macam-macam sekolah berkinerja tinggi atau penerapan Manajemen Berbasis Sekolah terdiri dari: 1) Sekolah efektif. c) keseluruhan itu bekerja sama untuk mengembangkan sekolah. 2010. ( effective Schools) Manajemen sekolah dengan prinsip utama bahwa setiap siswa mampu berprestasi. dan organisasi murid ( sejenis OSIS) Masing-masing komunitas tersebut saling mendukung untuk pencapaian prestasi siswa. b) mentalitas tim dengan berpedoman pada antisipasi masalah. . kurikulum. FE UI. Sekolah dipercepat yaitu mengkreasikan suatu sekolah dengan penekanan kinerja dengan sarana yang memadai. Lingkungan yang memberikan kondisi yang profesional di seluruh bidang termasuk pengajar. Terdapat tiga persyaratan yang dibutuhkan yaitu: a) sekolah didirikan dari sebuah tim yang mendirikan dan mengembangkan sebuah sekolah dari seluruh komunitas sekolah.. kepala sekolah. siswa. Empat model adalah Sekolah efektif.. peralatan dll. J. Angki Kusuma Dewi.

. Hasil penelitan William (1997) di Kerajaan Inggris dan New Zealand menunjukkan bahwa "the increase decision-making power of principals has allowed them to introduce innovative programs and practices". 2004: 100). Jepang dan negara-negara eropa. Tujuan umum untuk seluruh siswa. Dua prinsip yang penting di sekolah yang dipercepat yaitu: 1) kemampuan harus bersamaan dengan kemampuan menanggapi. Inggris. Keterlibatan personalia kepada guru dalam pengajaran mengalami penurunan. Desentralisasi di bidang pendidikan lebih difokuskan dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian tentang dampak penerapan MBS terhadap mutu pendidikan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Leithwood dan Menzies (1998) dengan 83 studi empirikal tentang MBS menyatakan bahwa penerapan MBS terhadap mutu pendidikan ternyata negatif. Pemberian otonomi yang lebih besar kepada sekolah telah mempunyai dampak positif terhadap motivasi dan komitmen guru dan terhadap keberhasilan sekolah. karena guru lebih professional dalam pengajaran. Model ini telah diterapkan di beberapa negara Amerika. kewenangan dan pendelegasian (Umaedi. Angki Kusuma Dewi.. Gaziel (1998) menyimpulkan hasil penelitian di sekolah-sekolah Esrael bahwa "greater school autonomy has a positive impact on teacher motivation and commitment and on the school's achievement". FE UI. Terdapat dua proses yaitu: 1) Arah kemudi yang besar yaitu menentukan keberhasilan sekolah secara keseluruhan. 2) Staf sekolah harus efektif berubah dan tanggap dengan perhitungan yang pasti. 2) Arah kemudi kecil menentukan tingkat keberhasilan di dalam operasionalnya. Australia. Peningkatan kemampuan kepala Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Siswa dipandang sebagai pekerja lebih untuk meraih prestasi.. Sebenarnya penerapan MBS ini merupakan salah satu bentuk desentralisasi pendidikan. Tenaga ahli membantu siswa menggunakan daya pikirnya. "there is virtually no firm". 23 yang menantang yang sering dicadangkan untuk murid yang berbakat. Hongkong. 2010. 4) Sekolah sesuai kepentingan (Essential Schools). Siswa mempertujukkan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan. Tujuan sederhana yang menghubungkan siswa dengan sejumlah keahlian dan pengetahuan. . Sebaliknya.

.. terdapat visi dan misi yang perlu dipertahankan untuk menjadi persatuan dan kesatuan. maka MBS sepenuhnya tidak dapat diterapkan. Konsep Strategi Strategi menurut Kotler dalam Nining I. arsitek reformasi di Australia Selatan dan Victoria menyatakan bahwa "school-based management has led to higher student achievement" . Dari pengertian MBS dan dilihat dari kondisi beberapa faktor penyelenggaraan di Indonesia baik dalam kesiapan sumberdaya manusia. sarana- prasarana. Namun dalam kenyataannya banyak hal yang tidak dapat diterapkan sesuai dengan pengertian MBS tersebut. Selain itu Jemenez dan Sawada (1998) menyimpulkan bahwa pelibatan masyarakat dan orangtua siswa mempunyai dampak jangka panjang dalam peningkatan hasil belajar. Bahkan secara parsial yaitu Sekolah Menengah Negeri se Jakarta pun belum ada.. Menurut Nanang Fattah (2004: 71) penerapan desentralisasi bidang pendidikan tidak sepenuhnya diserahkan kewewenang. 24 sekolah dalam pengambilan keputusan telah membuat memperkenalkan program dan praktik (penvelenggaraan pendidikan) yang inovatif. Soesilo (I : 2002 : 7-9). kecamatan dan sekolah dalam mengelola pendidikan. Di lain pihak kesiapan dan kondisi pendidikan di setiap sekolah sangat bervariasi mulai yang baik sampai pada sistem yang masih jauh dari harapan... Angki Kusuma Dewi. 2010. namun terdapat pembagian kewewenangan antara pusat. 2. kabupaten/kota. merupakan sekumpulan cara-cara untuk mencapai tujuan. Sampai saat ini belum ada strategi manajemen yang tepat pendidikan di Sekolah Menengah Atas. . Lebih lanjut Nanang Fattah (2004: 12) menyatakan ”Dengan pengalihan wewenang dalam keputusan di tingkat sekolah diharapkan sekolah akan lebih mandiri dan mampu menentukan arah pengembangan yang sesuai dengan kondisi dan tuntutan lingkungan masyarakat. Sampai saat ini masih dicari suatu strategi pendidikan yang mampu meningkatkan mutu pendidikan. FE UI.4. sehingga strategi menjadi suatu Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Artinya . keuangan dan lainnya. kekuasaan dan tanggung jawab pada penyelenggara sekolah. propinsi... Beberapa waktu belakangan Indonesia telah mencoba menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. Geoff Spring.. Semenjak adanya perubahan sistem manajemen terutama dalam sistem pemerintahan maka berdampak pula pada sistem pendidikan. .

Strategi membentuk pola pengambilan keputusan dalam mewujudkan visi organisasi. 25 pendekatan logis yang akan menentukan arah aksi. diperlukan Universitas Indonesia Strategi peningkatan. sehingga akan berakibat pada kegagalan organisasi untuk mewujudkan visinya. yaitu. Selanjutnya menurut Salusu (1996) dalam Nining I. Soesilo (2002: 1-11) mengatakan bahwa strategi adalah suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasarannya melalui hubungannya yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling menguntungkan. FE UI. pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama. Selanjutnya memilih suatu strategi yang dianggap terbaik agar dapat mengerahkan dan mengarahkan seluruh sumber daya organisasi secara efektif untuk mewujudkan visi organisasi. Strategi juga merupakan pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi. kebijakan dan urutan-urutan tindakan organisasi menjadi satu dalam keseluruhan yang kohesif... strategi didefinisikan sebagai incremental approach. Sementara menurut James Brian Quinn dalam Nining I. bahwa dapat dinyatakan bahwa strategi ditentukan setelah terbentuk visi. melalui misi. perusahaan yang memilih low cost strategy akan memilih pola tindakan yang berfokus ke pengolahan aktivitas (activity management) untuk menjadikan perusahaan unggul di dalam persaingan disebabkan oleh biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan produk dan jasanya lebih rendah dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan pesaingnya. Bila organisasi tidak memiliki strategi yang tepat. Pola pengambilan keputusan yang terbentuk melalui strategi. Sedangkan. Strategi dirumuskan untuk menggalang berbagai sumber daya yang dimiliki organisasi dan mengarahkannya ke pencapaian visi organisasi. dapat mengerahkan dan mengarahkan seluruh sumber daya organisasi secara efektif ke perwujudan visi organisasi. 2010. Strategi memainkan peranan yang sangat penting di dalam lingkungan bisnis yang kompetitif untuk menentukan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.. Berdasarkan pendapat dari ketiga pakar di atas. Soesilo ( I : 2002:7- 9). . Angki Kusuma Dewi. Sebagai contoh. Terkait dengan adanya penelitian ini. misi dan tujuan organisasi. maka sumber daya organisasi akan terbuang konsumsinya. perusahaan yang memiliki differentiation strategy akan memilih untuk menjadikan perusahaan berbeda keunggulannya di dalam persaingan.

. Elemen dasar dari proses manajemen strategis menurut J David Hunger & Thomas L Wheelen (2005) adalah sebagai berikut: Environment Strategy Strategy Evaluation Scanning Formulation Implementation and control Gambar 1.. Keberhasilan daerah dalam melaksanakan kewenangan sangat tergantung strategis manajemen yang diterapkan di pendidikan tersebut. Angki Kusuma Dewi. Input terdiri dari seluruh sumberdaya yang ada.5 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Strategi Manajemen Sekolah. Sesuatu yang dimaksud berupa sumberdaya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu berlangsungnya proses. Wheelen (2005). Proses Manajemen Strategis Hunger & Thomas L. Lingkungan merupakan seluruh input baik dari luar (eksternal) maupun dari dari dalam (internal) baik kelemahan maupun kekuatan yang mempengaruhi mutu organisasi. dana (money). FE UI. Komponen/sumber daya sekolah menurut pendapat Subagio Admodiwirio (2000: 22) input sumber daya terdiri dari ketenagaan (man). 2. proses.. Penjabaran pada masing- Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Selain ketiga hal tersebut terdapat peraturan (policy). Dalam konteks pendidikan pengertian mutu Pendidikan maka mencakup input..1 Input pendidikan Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. sarana dan prasarana (material). dan output pendidikan 2. 26 suatu kreativitas dalam memilih suatu atau beberapa strategi (alternatif kebijakan) yang dianggap lebih baik dari alternatif yang ada untuk meningkatkan mutu pendidikan. di dalam environmental scanning atau pengamatan lingkungan sebagai dasar dalam menyusun formulasi atau rumusan manajemen strategi. 2010.5.

2.1. tujuan. Angki Kusuma Dewi. menurut UU No 14 th 2005 Bab 1 pasal 1 menyatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. rencana. Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik.2 Sarana dan prasarana Selain itu agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik maka sekolah juga harus didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana. Input perangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah. makin tinggi pula mutu input tersebut.5. Sumberdaya pendidik di sekolah menurut Made Pidarta melihat bahwa personalia pendidikan mencakup para guru. siswa).1 Sumberdaya manusia sebagai pengelola Sekolah yang terdiri dari: a) Kepala sekolah. mengajar membimbing. Made Pidarta (2004: 108) dari sumberdaya selebihnya (peralatan. Penyediaan sarana dan prasarana yang memenuhi tuntutan pendidikan diperlukan urtuk menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang bermakna dan memberdayakan sesuai karakteristik mata pelajaran dan Universitas Indonesia Strategi peningkatan.1. peraturan perundang-undangan.1 Input dari dalam organisasi/ lembaga: 2.1. mengarahkan melatih. (Sisdiknas tahun 2003 Bab II Pasal 2) b) Guru. misi. Input sumber daya meliputi sumberdaya manusia (kepala sekolah. dan para wakil siswa.sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah. tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input.. menilai dan mengevaluasi peserta didik. dsb. 2010.. Dengan pengertian di atas maka input pendidikan dapat berupa: 2. program.1.5.5.1. 27 masing komponen tidak hanya berdasarkan undang-undang saja tetapi berkaitan dengan keberadaan dan potensi yang ada dikaitkan dengan jabatan yang disandangnya. c) Tenaga keadministrasian merupakan tenaga merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya dalam penyelenggaraan sekolah. dsb. karyawan. bahan. biaya. dan sasaran. para pegawai. Oleh karena itu. Input harapan-harapan berupa visi. FE UI. deskripsi tugas. guru termasuk guru BP.).. Makin tinggi tingkat kesiapan input. merupakan guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala sekolah. . termasuk juga para manajer pendidikan yang dipegang oleh beberapa guru.. perlengkapan.

28 tuntutan perturnbuhan dan perkembangan afektif. pusat sumber pembelajaran. Ketersediaan. Pengadaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan prinsip kecukupan. Sarana dan prasarana pendidikan. Menurut Hadiyanto (2004: 100) menyatakan bahwa proses pembelajaran tidak hanya komponen guru. laboraturium. Namun hal yang lebih penting lagi adalah pemanfaatan sara dan prasarana tersebut untuk proses belajar mengajar. . Depdiknas. media visual dan media audio visual. dan daya guna serta berpegang pada esensi manajemen berbasis sekolah. ruang praktek. media pendidikan meliputi media audio. Sumber : Kebijakan dan Pedoman Akreditasi Sekolah. Alat bantu pendidikan dapat berbentuk perangkat keras dan perangkat lunak. Badan Akreditasi Sekolah Nasional. sarana pendidikan jasmani dari olahraga. merupakan media belajar atau alat bantu yang pada hakekatnya akan lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan. 2008 Universitas Indonesia Strategi peningkatan.. fasilitas kesehatan bagi peserta didik dari penyelenggara pendidikan dan sarana serta prasarana lainnnya yang sesuai tuntutan program pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah. psikomotor untuk peserta didik. bahan atau material. Standar Sarana dan Prasarana: Sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang memungkinkan tercapainya tujuan sekolah dan tuntutan pendidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya proses pendidikan sesuai tuntutan karakteristik mata pelajaran. Arief S. perpustakaan. Angki Kusuma Dewi. relevansi.. Kehadiran sarana dan prasarana pendidikan sudah menjadi suatu keharusan dan mencapai suatu keberhasilan pembelajaran. pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. tempat beribadah. FE UI. peserta dan kurikulum saja. kesiapan dan penggunaan sarana dan prasarana merupakan hal penting bagi penyelenggara pendidikan di sekolah.. media pembelajaran. ruang kelas. ruang pimpinan. Sadiman dkk (1990: 23- 26) Dengan demikian sarana dan prasarana meliputi gedung. Oemar Hamalik (2004 : 22). 2010. ruang tata usaha. kognitif.

baik mental maupun fisik. afektif dan psikomotor. Depdiknas. Sekolah melakukan evaluasi kemajuan dari hasil belajar peserta didik yang memenuhi kaedah evaluasi yang baik. pengembangan dan pembinaan peserta didik dan b.. FE UI. keagamaan keterampilan dari kejujuran. transparan dan akuntabel. 2010. Badan Akreditasi Sekolah Nasional. Standar Kesiswaan ( Penerimaan dan Pengembangan Siswa) : Penerimaan peserta didik didasarkan atas kriteria yang jelas. yaitu : (1).3 Kesiswaan Siswa sebagai peserta didik merupakan salah satu input yang turut menentukan keberhasilan proses pendidikan.. Standar peserta didik mencakup : a. baik dampak bagi tamatan maupun bagi masyarakat. 2008 Output sekolah adalah hasil belajar yang merefleksikan seberapa baik peserta didik memperoleh pengalaman bermaknan dalam proses pembelajaran. Depdiknas. Sekolah memberi kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan program sekolah. Sedangkan outcome adalah dampak jangka panjang dari hasil belajar. Angki Kusuma Dewi.1. penerimaan. Kesempatan pendidikan dan kesempatan kerja dan (2). 29 2. . Sumber : Kebijakan dan Pedoman Akreditasi Sekolah. Pengembangan dari lulusan. kesenian. Hasil belajar harus mengekspresikan tiga unsur kompetensi yaitu : kognitif.. Peserta didik memiliki tingkat kesiapan belajar yang memadai. pengembangan dan pembimbingan peserta didik. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Sumber : Kebijakan dan Pedoman Akreditasi Sekolah. Sekolah memiliki program yang jelas tentang pembinaan. Outcome memiliki dua komponen.1. Badan Akreditasi Sekolah Nasional. 2008 Standar Kesiswaan (Keluaran) : Sekolah menghasilkan keluaran yang memadai dalam prestasi akademik dari prestasi non akademik sepertiolahraga. Peserta didik adalah warga masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu. keluaran yang mencakup output dan outcome.5.

Dalam menghimpun dana. Bantuan Imbal Swadaya (BIS) pelaksanaan pemberian Block Grant Pendidikan menengah umum. yang penting prinsipnya untuk meningkatkan mutu pendidikan. seperti yang tercantum pada Blok Grant Universitas Indonesia Strategi peningkatan.. baik itu bantuan untuk pembangunan fisik maupun pembangunan yang sifatnya non fisik untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan . FE UI. hibah dan sumbangan lainnya.. Bantuan Operasional Mutu. misalnya saja Bantuan Imbal Swadaya. mengelola dan mengalokasikan dana untuk mencapai tujuan sekolah. Dewasa ini banyak sumber keuangan yang berasal dari pemerintah yang sifatnya bantuan saat ini dikenal dengan istilah Block Grant. sekolah perlu memperhatikan semua potensi sumber dana yang ada seperti subsidi pemerintah. sumbangan masyarakat dan orang tua peserta didik . Angki Kusuma Dewi.1. 2010. Ace Surjadi (2004: 19) salah satu faktor yang memberikan pengaruh terhadap mutu dan kesesuaian pendidikan adalah anggaran pendidikan yang memadai. Dana pendidikan sekolah harus dikelola dengan transparan dan efisien oleh karena itu dana harus dialokasikan berdasarkan prinsip keadilan dan pemerataan yaitu tidak deskriminitif terhadapa anggaran biaya yang diperlukan untuk masing- masing kegiatan sekolah. Sekolah menggunakan dana yang tersedia untuk terlaksananya proses belajar mengajar yang bermutu. . yang terdiri dari: a) dana dari pemerintah. b) dana dari siswa.1. Sekolah berkewajiban menghimpun. A. Besarnya anggaran pendidikan di Indonesia tergolong sangat kecil.4 Keuangan (Anggaran Pembiayaan) J David Hunger & Thomas L Wheelen (2005) adalah program yang dinyatakan dalam bentuk uang. c) dana dari masyarakat luar. 30 2.. bantuan ini diperuntukkan bagi pembangunan yang sifatnya fisik. Sekolah harus memiliki dana yang cukup untuk menyelenggarakan pendidikan. diperuntukkan bagi pembangunan yang sifatnya non fisik tetapi juga ada kemungkinan diperuntukkan untuk bantuan pembangunan dibidang fisik jika dibutuhkan.5.

BIS RKB ini diperuntukkan bagi pembangunan ruangan kelas baru dan rehabilitasi berat ruangan kelas. 2. meliputi. Perpustakaan. .. Lab. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. diperuntukkan untuk pembiayaan : a. 2010. Kamar mandi/WC. Fisika. Lab. Pengadaan peralatan/perlengkapan/alat Bantu pendidikan. Kimia. Laboratorium IPA (Lab. Program wajib Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan program pembekalan kecakapan hidup. Lab. dll). Fisika. Bantuan Operasional Manajemen Mutu ( BOMM). Peralatan laboratorium IPA. Peralatan lain-lain ( alat kesenian. Kamar mandi/WC. Perlengkapan perpustakaan.. Laboratorium IPA (Lab. Penyusunan silabus berdasarkan kurikulum KTSP untuk setiap mata pelajaran yang telah mengintegrasikan life skill. mesin tik. Biologi).. Pembangunan. Lab. sekurang- kurangnya untuk 1 tahun pelajaran. Kimia. alat olah raga. FE UI. 2. dengan urutan prioritas pembangunan sebagai berikut . B. Penyusunan perangkat penilaian berbasis kompetensi untuk setiap mata pelajaran yang telah mengintegrasikan life skill. Biologi). Rehabilitasi berat. dengan urutan prioritas rehabilitasi sebagai berikut. Peralatan laboratorium komputer atau yang bersifat multi media. 23-24). 3. sedangkan dana Block Grant BIS mutu diperuntukkan untuk : 1. sekurang- kurangnya untuk 1 tahun pelajaran. antara lain: 1. 31 bahwa Block Grant (2004. Laboratorium Komputer. Laboratorium Komputer. Angki Kusuma Dewi. Perpustakaan. Peningkatan kompetensi guru dalam rangka pelaksanaan kurikulum KTSP. 3.

dan akuntabel sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Sumber : Kebijakan dan Pedoman Akreditasi Sekolah. Memfasilitasi kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi dan profesioanal guru. biologi. dan mencerdaskan melalui simposium dan lokakarya. Peningkatan sistem administrasi sekolah dengan komputerisasi 7. Depdiknas. laboratorium dan pustakawan. Pengembangan kreativitas siswa dalam bidang-bidang penelitian ilmiah remaja.bahasa inggris). 4. Pendayagunaan laboratorium: fisika. fisika.Peningkatan kemampuan tenaga administrasi. 5. sedangkan sisanya digunakan untuk program pilihan. seni. keadministrasian dan lain-lain. olah raga dan keagamaan. mengasyikkan. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. bahasa dan komputer. sosial. b. biologi. 32 Untuk program wajib ini sekolah harus mengalokasikan dana minimal 50 % dari jumlah dana BOOM. 2. b) membiayai program wajib yaitu kompetensi guru. ... Dalam mengalokasikan dana pendidikan prinsipnya adil dan merata. Standar Pembiayaan : Sekolah memiliki dana pendidikan yang cukup dan berkelanjutan untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar yang bermutu di sekolah. 3. computer. Seko/ah mengelola dana pendidikan secara transparan. efisien. kimia. keilmuan (matematika. Kegiatan pengembangan model-model pembelajaran yang bersifat inovatif. 2010. FE UI. kurikulum dan perangkat pembelajar c) membiayai kegiatan penunjang pembelajaran seperti opersional lab. Badan Akreditasi Sekolah Nasional. Sekolah menghimpun dana dari berbagai potensi sumber dana. Angki Kusuma Dewi.. Program pilihan 1. Peningkatan dan pengembangan wawasan bagi warga sekolah dalam rangka pengembangan kultur sekolah yang menyenangkan. 6. Berdasarkan pengertian tersebut di atas maka dana atau keuangan adalah kemampuan penerimaan dana baik dari sumber pemerintah maupun sumber lain untuk: a) membiayai sarana dan prasara pendidikan sekolah.

Dalam UU No 20 tahun 2003 Bab 1. Kesesuaian kurikulum dengan potensi sekolah. menyatakan bahwa kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 2008 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Angki Kusuma Dewi. FE UI.. pembagian tugas mengajar. koordinasi penyusunan persiapan mengajar.5.5 Kurikulum Salah satu aplikasi atau penerapan metode pendidikan yaitu kurikulum pendidikan. . c. 2010. Pengertian kurikulum berdasarkan Hilda Taba yang ditulis oleh Wina Sanjaya (2005:5) adalah suatu program atau rencana pembelajaran..1. Prinsip dasar dari adanya kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. c). b) pembagian tugas/ tanggung jawab dalam membinan ekstrakurikuler. Standar kurikulum dibuat untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa apa yang diperoleh di sekolah benar-benar konsisten dsngan prinsip dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang dalam kurikulum nasional. Ayat 1 no 19. Depdiknas. Kemampuan penerapan kurikulum nasional. 33 2. Sementara berkaitan dengan manajemen kurikulum maka menurut Subroto. isi dan bahan pelajaan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.. Dalam pelaksanaannya sekolah berpegang pada dokumen kurikulum dan silabus yang dikembangkan dengan mengacu kepada dokumen kurikulum tersebut. pengembangan kurikulum. Sekolah memiliki kalender akademik dan jadwal pembelajaran yang jelas. Sumber : Kebijakan dan Pedoman Akreditasi Sekolah. Berdasarkan acuan di atas maka dapat diringkas bahwa kurikulum dapat diketahui dari : a.1. Kurikulum merupakan subtansi komponen yang utama di sekolah. diantaranya : a) . dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dari terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Standar kurikulum Sekolah melaksanakan kurikulum Nasional dan Kurikulum Lokal atau pilihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. (2004: 42) ada beberapa hal yang meliputinya. Badan Akreditasi Sekolah Nasional.

34

2.5.1.1.6 Keorganisasian
Stephen Robbins (2000 : 14) dalam hubungan ini mengemukakan
sebuah organisasi adalah suatu kesungguhan sosial yang dikoordinasikan
secara sadar dengan batasan yang dapat di identifikasi secara relatif dan
yang berfungsi sebagai dasar yang secara relatif berlangsung terus
menerus mencapai tujuan bersama atau menentukan tujuan-tujuan.
Menurut James A. Stoner (1998: 9) pengorganisasian merupakan
kegiatan yang mengatur dan mengelompokkan pekerjaan ke dalam bagian-
bagian yang lebih kecil dan lebih mudah untuk ditangani.
Dalam pengarturan dan pengelompokan tersebut dibuatkan struktur
organisasi. The Liang Gie dalam Malayu SP Hasibuan (2006: 127)
struktur organisasi adalah kerangka yang mewujudkan pola tetap dari
hubungan-hubungan di antara bidang-bidang kerja maupun orang-orang
yang menunjukkan kekedudukan dan peranan masing-masing dalam
kebulatan kerja sama.
Berdasarkan pengertian dari beberapa pendapat tersebut di atas dapat
diketahui bahwa di dalam mengelola pekerjaan di suatu organisasi atau
lembaga diperlukan: a) ketepatan struktur organisasi, b) ketepatan
personal, c) koordinasi.

Standar Organisasi Sekolah :
Sekolah memiliki organisasi dari pembagian kerja yang dinamis sesuai
dengan arah dan tujuan sekolah serta ketentuan yang berlaku.

Sumber : Kebijakan dan Pedoman Akreditasi Sekolah, Badan Akreditasi Sekolah Nasional, Depdiknas, 2008

2.5.1.2 Input yang berasal dari luar organisasi/ lembaga.
Hadiyanto (2004: 181) menyatakan bahwa dalam melaksanakan
tugas seseorang dapat saja dipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh
lingkungan dimana dia berada atau bertugas.
Hersey ( 1988: 158) Enviroment atau lingkungan ekternal dapat
juga mempengaruhi keadaan organisasi, dengan demikian
mempengaruhi lingkungan kerja juga. Organizations are continually
influenced by external variables. Reality dictates that organizations

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

35

do not exist in a vacuum but are continually affected in numerous
ways by changes in the society.
Faktor lingkungan luar atau eksternal terdri atas :
2.5.1.2.1 Lingkungan fisik .
Belajar dan bekerja harus didukung oleh lingkungan. Gordon
dalam Hadiyanto (2004: 100) menyatakan ”the physical
environmental in which we work can and daes influence what we do
and how we feel.” pernyataan itu dapat dijelaskan bahwa
lingkungan fisik mempengaruhi guru-guru dalam memberikan
pelajaran dan bagi murid dalam belajar. Lingkungan fisik juga
mempengaruhi rasa nyaman dalam melakukan suatu proses
pendidikan.
Dengan demikian faktor lingkungan disini berpengaruh terhadap
aktivitas baik terhadap guru, siswa termasuk di dalamnya aktivitas
pembelajaran. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas
dapat diketahui bahwa faktor fisik dari luar yang dapat mempengaruhi
proses pembelajaran yaitu letak atau lokasi sekolah.
2.5.1.2.2 Perkembangan ilmu pengetahuan/ teknologi.
Disamping faktor guru dan sarana lainnya, faktor lainnya yang
berkaitan dengan dunia pendidikan yaitu faktor eksternal yang
berupa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Faktor
tersebut saat ini melaju relatif cepat terutama di bidang teknologi
informasi. Teknologi informasi tersebut secara langsung
mempercepat arus ilmu pengetahuan. Dampak yang ditimbulkan dari
teknologi informasi adalah semakin cepatnya infomasi pengetahuan
di berbagai bidang. Sekolah sebagai tempat dan berfungsi sebagai
transfer ilmu pengetahuan ke siswa. Dengan keadaan tersebut,
lembaga pendidikan dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi saat ini sesuai dengan bidang
pengajarannya. Kenyataan di lapangan hanya sebagian kecil saja
lembaga pendidikan yang mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, sedangkan sebagian besar tidak

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

36

mengikuti bahkan sebagian bersikap masa bodoh dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini.
Walaupun dalam hal peningkatan pengetahuan dan
keterampilan pemerintah dewasa ini melalui Departemen Pendidikan
Nasional telah berusaha meningkatkan kualitas profesionalisasi
tenaga guru melalui peningkatan mutu pendidikan tenaga guru,
diantaranya melalui pelatihan-pelatihan, seminar, workshop, diklat,
studi banding dan sebagainya. Namun dikarenakan dana yang
terbatas dibandingkan dengan jumlah tenaga guru yang ada, dan juga
sangat luasnya pengetahuan yang berkaitan dengan masing-masing
bidang study, maka usaha pemerintah tersebut masih belum optimal.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat diketahui bahwa
perkembangan dan penerapan pengetahuan dan teknologi sangat
diperlukan dalam pendidikan.

2.5.1.2.3 Peraturan.
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional untuk
menghasilkan sumber daya manusia yang unggul serta mengejar
ketertinggalan di segala aspek kehidupan yang disesuaikan dengan
perubahan global dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
bangsa Indonesia melalui DPR dari Presiden pada tanggal 11 Juni 2003
telah mensahkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru,
sebagai pengganti Undang-undang Sisdiknas Nomor 2 Tahun 1989.
Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang terdiri dari
22 Bab dan 77 pasal tersebut juga merupakan kelanjutan dari salah satu
tuntutan reformasi yang marak sejak tahun 1998. Perubahan mendasar
yang dicanangkan dalam Undang-undang Sisdiknas yang baru tersebut
antara lain adalah demokratisasi dan desentralisasi pendidikan, peran
serta masyarakat, tantangan globalisasi, kesetaraan dan keseimbangan,
jalur pendidikan, dari peserta didik.
Salah satu perubahan yang telah berjalan saat ini ada desentralisasi
pendidikan dimana sekolah terutama kepala sekolah sebagai top manager
diberikan wewenang penuh untuk mengelola pelaksanaan proses

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

37

pendidikan di sekolahnya. Agar apa yang dilaksanakan tidak keluar dari
koridor tujuan nasional pendidikan maka, diterbitlah Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 19/2007 yang mengatur tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan, yang mencakup perencanaan program sekolah,
pelaksanaan rencana kerja dan proses pengawasan serta pengevaluasian.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka dapat dilihat bahwa
peraturan formal pemerintah sangat mempengaruhi sekolah dalam
pembuatan kebijakan sekolah, agar proses pendidikan yang berlangsung di
sekolah sesuai dengan standar pengelolaan pendidikan yang telah
ditentukan agar upaya pencapaian peningkatan mutu dapat terlaksana
dengan baik.

2.5.1.2.4 Keberadaan Lembaga Independen Pendidikan
Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik, maka dalam
penyelengaraannya perlu dilakukan pengawasan dan pengevaluasian.
Pengawasan dan pengevaluasian sebaiknya dilakukan oleh lembaga
independen, agar hasil di peroleh bersifat netral, tidak memihak dan tidak
ada tekanan dari pihak tertentu.
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), merupakan lembaga
independen yang dibentuk berdasarkan amanah dari UU Sistem
Pendidikan Nasional misi untuk mengembangkan, memantau pelaksanaan,
dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan. Lembaga
independen lainnya adalah Lembaga Penjamin Mutu Pendidik (LPMP).
Tugas dari LPMP adalah mensupervisi dan membantu satuan pendidikan
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam melakukan upaya
penjaminan mutu pendidikan. Selain itu peran lembaga independen
lainnya yang tidak kalah penting adalah Lembaga Sertifikasi Profesi
(LPS). Merupakan penjaminan mutu lewat sertifikasi kompetensi yang
diharapkan mampu memberikan kepercayaan kepada stakeholder
pendidikan. Oleh sebab itu keberadaan lembaga independen sangat
dibutuhkan.

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

sedangkan pihak pemerintah sebatas memberikan acuan dan binaan serta kekurangan dana pembangunan dan program kegiatan sekolah.. Pada tingkatan ini. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. yaitu: 1. Peran serta melalui adanya konsultasi. Hadiyanto (2004: 71) menyatakan desentralisasi pendidikan di masing-masing daerah dan sekolah diarahkan untuk meningkatkan keperdulian warga masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan. bahan. karena pada tingkatan ini masyarakat hanya memanfaatkan jasa sekolah untuk mendidik anak-anak mereka. Partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan diharapkan menjadi tulang punggung. atau tenaga.5.. Jenis PSM ini adalah jenis yang paling umum. Peran serta secara pasif. 2. Pada PSM jenis ini masyarakat berpartisipasi dalam perawatan dan pembangunan fisik sekolah dengan menyumbangkan dana. Menurut Hasbullah (2007 : 54) Ada 7 tingkatan peran serta masyarakat (dirinci dari tingkat partisipasi terendah ke tinggi). 2010. dan tenaga. HAR Tillar (2004 : 58) menyatakan bahwa peran serta masyarakat di dalam penyelenggaraan pendidikan berarti pula pemberdayaan masyrakat itu sendiri di dalam ikut serta menentukan arah dan isi pendidikan.5 Parisipasi atau Peran Serta Masyarakat.2. orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi tentang masalah pembelajaran yang dialami anaknya. . Angki Kusuma Dewi. FE UI. Masyarakat dalam tingkatan ini menyetujui dan menerima apa yang diputuskan pihak sekolah (komite sekolah). 38 2.. Peran serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia.1. Peran serta dengan memberikan kontribusi dana. barang. 4. misalnya komite sekolah memutuskan agar orang tua membayar iuran bagi anaknya yang bersekolah dan orang tua menerima keputusan itu dengan mematuhinya. 3.

berpartisipasi dalam mencatat anak usia sekolah di lingkungannya agar sekolah dapat menampungnya. menjadi nara sumber.1. Peran serta sebagai pelaksana kegiatan. Dengan adanya peran serta masyarakat pada proses pendidikan diharapkan proses pendidikan akan semakin menjadi efektif. pramuka. masalah jender. maka berbagai tantangan untuk pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan mengharuskan adanya reorientasi dan perbaikan sistem manajemen penyelenggaraan pendidikan. dan sebagainya.. Misalnya sekolah meminta orang tua/masyarakat untuk memberikan penyuluhan pentingnya pendidikan. Orang tua/masyarakat terlibat dalam pembahasan masalah pendidikan baik akademis maupun non akademis. kegiatan keagamaan. 2010. Dapat pula misalnya. Pembelajaran merupakan tugas utama di sekolah oleh sebab itu hak otonomi pendidikan dalam perekrutan tenaga pendidik. Peran serta dalam pengambilan keputusan. 6. pembimbingan.. dsb.. Dengan adanya desentralisasi tersebut. FE UI.2. pembelajaran. dan ikut dalam proses pengambilan keputusan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Orang tua/masyakarat terlibat dalam kegiatan sekolah. 7. pelatihan dan sistem penilaian yang telah diberikan kepada kepala sekolah dituntut agar dapat berjalan secara optimal agar penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. misalnya orang tua ikut membantu sekolah ketika ada studi tur. guru bantu. . Peran serta dalam pelayanan. dsb. gizi. 39 5.5. Peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui wadah komite sekolah maupun melalui dewan pendidikan yang berada di setiap wilayah kabupaten/kota. 2. Otonomi diberikan kepada sekolah agar sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya dengan mengalokasikannya sesuai dengan kebutuhan serta agar sekolah lebih tanggap terhadap kebutuhan lingkungan setempat. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.6 Kebijakan Pendidikan Salah satu peran pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan desentralisasi pendidikan. Angki Kusuma Dewi.

pelaksanaan dan pengawasan kelembagaan yang berkaitan dengan program dan pembelajaran. . peralatan dsb) dilakukan secara harmonis. inovasinya. kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. dapat dljelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas/bermutu tinggi jika prestasi sekolah.5. siswa. 40 2. Angki Kusuma Dewi. Pada proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan untuk perencanaan. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya.. diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan lebih penting lagi peserta didik tersebut mampu belajar secara terus menerus (mampu mengembangkan dirinya). mampu mendorong motivasi dan minat belajar. dan benar-benar mampu memberdayakan peserta didik.3 Output Manajemen Pendidikan Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. pengorganisasian. FE UI. sehingganya mampu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning). sedangkan pembelajaran adalah pelaksanaan proses belajar mengajar.2 Proses Manajemen Pendidikan Proses merupakan suatu aktivitas dalam mengubah input menjadi output. proses yang dimaksud adalah proses penerapan strategi manajemen dari hasil analisis data input. 2. khusunya prestasi belajar siswa. sampai pada pelaksanaan. Pada proses ini diterapkan strategi manajemen yang dihasilkan mulai dari perencanaan. efesiensinya. Proses dikatakan bermutu tinggi apabila pengkoordinasian dan penyerasian serta pemaduan input sekolah (guru. menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam: (1) prestasi akademik. uang. produktivitasnya. 2010. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Kata memberdayakan mengandung arti bahwa peserta didik tidak sekadar menguasai pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya. efektivitasnya. Khusus yang berkaitan dengan mutu output sekolah. kurikulum. akan tetapi pengetahuan tersebut juga telah menjadi muatan nurani peserta didik. dihayati..5.. Program ini adalah sebagai aktivitas keorganisasian sekolah. Dalam pendidikan berskala mikro (ditingkat sekolah).

yaitu konflik antara dua individu atau lebih. Konflik yang terjadi ketika adanya perbedaan tentang isu tertentu. 2. dan bimbang mana yang harus dipilih untuk dilakukan. Konflik intrapersonal akan terjadi ketika individu harus memilih dua atau lebih tujuan yang saling bertentangan. yaitu terhambatnya perkembangan pendidikan di sekolah.. Contohnya dari konflik jenis ini adalah konflik antara tenaga kependidikan dalam memilih mata pelajaran unggulan daerah. . karya ilmiah. seperti di bawah ini : 1.6 POTENSI KONFLIK DI SEKOLAH Setiap kebijakan yang diambil oleh seorang top leader. dan kegiatan-kegiatan ektsrakurikuler lainnya. yaitu konflik yang terjadi dalam diri seseorang. lomba akademik. FE UI. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. seperti misalnya IMTAQ. sebab jika melewati batas dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi sekolah. 2. tetapi harus dikelola dengan baik dan hati-hati. dan (2) prestasi non-akademik. Konflik Intrapersonal. 2010. Pada dasarnya konflik merupakan sesuatu yang alamiah yang dalam batas tertentu dapat bernilai positif terhadap perkembangan sekolah. Angki Kusuma Dewi. tindakan dan tujuan dimana hasil bersamaan sangat menentukan. hal-hal tersebut harus didukung oleh penerapan Manajemen Pendidikan yang baik sesuai dengan standar pendidikan yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. kesopanan. keterampilan kejujuran. kejujuran. 41 berupa nilai ulangan umum sekolah. Sehingga dengan adanya pro dan kontra tersebut akan mengakibatkan peluang yang cukup besar untuk terjadinya konflik antar stakeholder sekolah. Contoh dari konflik jenis ini adalah konflik antara tugas sekolah dengan acara pribadi.. Ujian Akhir Nasional (UAN). Konflik Interpersonal. Menurut Umaedi (2000 : 209) konflik di sekolah dapat terjadi pada tingkatan manapun. dalam hal ini adalah kepala sekolah di institusinya tidak terlepas dari adanya pro dan kontra antar stakeholder pendidikan sekolah terhadap kebijakan tersebut. Untuk mencapai output pendidikan yang diharapkan diatas. kesenian. olah raga..

Contoh dari konflik jenis ini adalah konflik yang terjadi antara sekolah dengan salah satu organisasi masyarakat. . ketika anggota dari suatu komite menghasilkan kesimpulan yang berbeda atas data yang sama.. yaitu konflik yang terjadi antara sekolah dengan instansi lain. Adanya perbedaan individu. 2. Sedangkan konflik efektif terjadi karena tanggapan emosional terhadap suatu situasi tertentu. 42 3. yang meliputi perbedaan pendirian. dan meningkatkatnya tuntutan akan keahlian. yaitu konflik antar unit dalam suatu organisasi. 5. Misalnya konflik antara bidang kurikulum dengan bidang kesiswaan 6. Angki Kusuma Dewi. Konflik subtantif terjadi karena adanya latar belakang keahlian yang berbeda. Setiap kelompok dapat mengalami konflik substantif atau efektif. yaitu konflik dua atau beberapa orang dalam satu grup. Konflik Intragrup. FE UI. sementara kelompok guru matematika merasa terganggu. yaitu konflik antar kelompok.1 Penyebab Timbulnya Konflik Menurut Umaedi (2000 : 196) konflik di sekolah dapat terjadi karena : 1. perbedaan prsepsi. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Konflik yang terjadi karena tindakan suatu organisasi yang menyebabkan dampak negatif terhadap organisasi lain. perbedaan tujuan. karena para pesereta didiknya tidak konsentrasi belajar. Konflik Interorganisasi. Konflik Intergrup. penilaian dan perasaan. Konflik intergrup terjadi karena adanya saling ketergantungan.6. 2010. Contoh dari konflik jenis ini adalah konflik antar kelompok guru kesenian dengan kelompok guru matematika.. Konflik Intraorganisasi. Kelompok guru kesenian memandang bahwa untuk membelajarkan lagu tertentu dan melatih pernafasan perlu disuarakan dengan keras.. Contoh konflik jesi ini adalah konflik yang terjadi pada beberapa guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). 4.

. 2010. 3.. sehingga tidak berjalan rutin dan statis. B. 43 2. 2. Perbedaan kepentingan dan tujuan antara individu atau kelompok. 2. 5. 2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi- pribadi yang berbeda pula. 2. 4. . Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat. Angki Kusuma Dewi. Menurut Umaedi (2000 : 209) dampak-dampak dari adanya konflik di sekolah adalah : A. Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. 1. FE UI.6.. Dampak positif dari konflik. Menimbulkan perasaan tidak enak sehingga dapat menghambat komunikasi bahkan menimbulkan ketegangan. di mana pihak yang Universitas Indonesia Strategi peningkatan.2 Dampak Konflik Kepala Sekolah harus dapat mengelola konflik yang ada dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang positif dan dapat seminimal mungkin terhindar dari akibatnya yang negatif. sehingga menimbulkan suatu situasi manang-kalah. yaitu : 1. Menimbulkan perpecahan dalam sekolah yang dapat mengganggu perhatian guru dan staf dari program sekolah. Memungkinkan ketidakpuasan yang tersembunyi muncul kepermukaan.3 Penyelesaian Konflik Metode penyelesaian konflik meliputi : 1. Mendinamiskan suatu organisasi sekolah. sehingga sekolah sebagai suatu organisasi dapat melakukan penyesuaian. yaitu . Dominasi atau supresi Yaitu dengan menekan konflik dan bahkan menyelesaikannya dengan jalan memaksakan konflik tersebut menghilang “di bawah tanah”. Dampak Negatif dari konflik. Adanya hambatan dalam berkomunikasi antar setakeholder sekolah.6.

. atau pihak yang lebih besar kekuasaanya.. Justu mereka tidak menekan konflik ataupun mencoba mencari suatu kompromis. Pemecahan problem integrative Dengan metode ini konflik antar kelompok dialihkan menjadi sebuah situasi pemecahan masalah bersama. Keputusan-keputusan yang dicapai melalui jalan kompromi. guna mencapai sasaran-sasaran lain. bersama-sama mencoba memecahkan problem yang timbul antara mereka. Pihak-pihak yag berkonflik. . Kompromis Melalui tindakan kompromi. Menurut Umaedi (2000:210) yang terpenting bagi sekolah bukan menghindari terhadap adanya konflik. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. agaknya tidak akan menyebabkan pihak-pihak yangberkonflik untuk merasa frustasi atau mengambil sikap bermusuhan. 2010. FE UI. 44 kalah terpaksa mengalah karena otoritas lebih tinggi. tetapi mengelolanya agar dapat mendorong sekolah menjadi dinamis dan konflik yang ada tidak melampaui batas yang dapat menghambat perkembangan sekolah. para manajer mencoba menyelesaikan konflik dengan jalan menghimbau pihak yang berkonflik untuk mengorbankan sasaran-sasaran tertentu. tetapi mereka secara terbuka bersama-sama mencoba mencari sebuah pemecahan yang dapat diterima oleh semua pihak. 2. yang dapat dipecahkan dengan bantuan teknik-teknik pemecahan masalah. Angki Kusuma Dewi. 3..

Guru Bidang Studi.. yang terdiri dari 2 (dua) jurusan bidang studi yaitu IPA dan IPS. teori bersifat causal dan non causal dan induktif. 3. Kepala Sekolah. dimana menurut Moleong (2005:224). Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Kasus (Case Study).1. yakni di lingkungan lembaga pendidikan formal pada tingkat satuan SMA Negeri yang berada di wilayah DKI Jakarta. serta data yang dipelajari adalah data yang diambil dari sampel tersebut. . FE UI. dimana lembaga tersebut sebagai salah satu sektor publik yang berkewajiban memberikan pelayanan terhadap masyarakat umum dalam bidang ilmu pengetahuan. 2010. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dikuantitatifkan kemudian dideskriptifkan. Sedangkan bila dilihat tingkat eksplanasinya. Kemudian data kualitatif ini. Angki Kusuma Dewi.1 Ruang Lingkup Penelitian Mengingat keterbatasan waktu penelitian. ukuran bersifat ad hoc dan sesuai setting individual. Metode kualitatif digunakan untuk menemukan makna dari data (bukan uji hipotesis). dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang persepsi responden guna meningkatkan mutu pendidikan. karena dilakukan terhadap variabel mandiri. Penelitian akan dilakukan hanya pada lembaga pendidikan formal pada tingkat satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di wilayah Propinsi DKI Jakarta. Dengan responden sebagai berikut . Orang Tua Murid (Komite Sekolah) dan Masyarakat setempat... Penggolongan penelitian ini juga dapat dikatakan sebagai penelitian survey. dianalisis dengan mengkuantitatifkannya berupa skor (angka). (Neuman. 45 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. 2008:36). maka penelitian ini akan dibatasi pada : 1. 1997 dalam Widiyanto. karena dilakukan pada populasi. Siswa (ketua OSIS). penelitian ini tergolong kepada penelitian deskriptif.1.

d. Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (DIKMENTI) Propinsi DKI Jakarta sebagai pengawas penyelenggaraan pendidikan tingkat satuan menengah dan pembuat kebijakan di tingkat propinsi. 46 2. Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Keseluruhan sekolah tersebut berada di dalam wilayah provinsi DKI Jakarta yang tersebar di setiap wilayah Kotamadya yang ada DKI Jakarta. serta di tingkat Suku Dinas pendidikan menengah yang ada di setiap 5 (lima) Kotamadya sebagai penyelia terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. c. Pasal 3 . Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. responden penelitian juga diberikan kepada Direktorat Jendral (Ditjen) Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional sebagai pembuat kebijakan pendidikan dasar dan menengah. Selain itu agar hasil penelitian maksimal maka sebagai bahan masukan.25 untuk seluruh mata pelajaran yang dijujikan.2. Dimana standar kelulusan tersebut dilihat berdasarkan hasil dari nilai Ujian Akhir Nasional (UAN)7. dengan tidak ada nilai dibawah 4.. b. Kotamadya Jakarta Timur sebanyak 5 sekolah. Dinyatakan lulus UN jika: “…. Kotamadya Jakarta Barat sebanyak 7 sekolah dan Kotamadya Jakarta Pusat sebanyak 7 Sekolah. 3. Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk : a.25 atau memiliki nilai minimal 4.00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata 7 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. Populasi pada penelitian ini adalah 32 SMA Negeri yang berprestasi rendah atau belum dapat mencapai standar mutu pendidikan. yaitu Kotamadya Jakarta Utara sebanyak 10 sekolah...Memiliki nilai rata-rata minimal 5.1 Populasi Menurut Lexy Moleong (2005 : 224). 3. FE UI. 2010. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Angki Kusuma Dewi. 34/2007 tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2007/2008 dan Standar Kompetensi Lulusan. POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 3.2. .. Kotamadya Jakarta Selatan sebanyak 3 sekolah. populasi dalam penelitian kualitatif adalah latar dimana penelitian dilakukan. Data yang dianalisis adalah data dari kuesioner yang telah diisi oleh para responden diatas. Pemilihan sekolah dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan kriteria standar kelulusan yang ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. FE UI. IPA (yang mewakili oleh 6 bidang studi yakni .8 Dalam penelitian ini rata-rata nilai UAN diambil berdasarkan atas pengelompokan program jurusan yang ada di setiap sekolah yaitu. 8 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2007 Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas Tahun Pelajaran 2007/2008 dan Standar Kompetensi Kelulusan... Direktorat Jenderal (Ditjen) Manajemen Pendidikan Dasar Menengah. Angki Kusuma Dewi. Yang terdiri dari . Ekonomi. sampel dalam penelitian deskriptif kualitatif adalah sekumpulan orang (yang selanjutnya disebut responden) yang berada pada latar penelitian dan memiliki informasi penting mengenai variabel yang diteliti. 2010.. Bahasa Inggris. dan Biologi) dan IPS (yang mewakili oleh 6 bidang studi yakni . dan Geografi). Sosiologi.1 Populasi Penelitian SMA Negeri di DKI Jakarta Program Sekolah Total SMA 23 SMA 56 SMA 19 SMA 16 SMA 94 IPA 11 SMA 96 SMA 17 SMA 100 SMA 9 SMA 113 SMA 22 SMA 18 SMA 72 SMA 115 SMA 4 SMA 27 IPS 11 SMA 30 SMA 20 SMA 7 SMA 24 SMA 43 SMA Ragunan SMA 40 SMA 83 SMA 92 SMA 41 SMA 114 IPA & IPS 10 SMA 115 SMA 69 SMA 10 SMA 36 SMA 79 Sumber : Pengelompokan sekolah yang dilakukan oleh penulis berdasarkan kriteria pengambilan sampel Selain itu penelitian ini juga dilakukan pada. dapat dilihat pada tabel 3.2. Berdasarkan kriteria sampel yang telah disebutkan diatas.00…”. Pasal 15 ayat (1) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.2 Sampel Menurut Lexy Moleong (2005 : 227). Kimia. . Responden-responden yang digunakan pada penelitian ini diambil dari empat (4) stakeholder yang saling terkait dengan penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan sekolah formal. Matematika. maka dari 116 SMA Negeri yang ada di DKI Jakarta hanya 32 sekolah yang termasuk kedalam kriteria tersebut. 11 Sekolah hanya pada program IPA saja. 47 pelajaran lainnya 6. 3. 11 sekolah hanya pada program IPS saja dan 10 sekolah pada program IPA dan IPS. Matematika. Fisika.1 di bawah ini : Tabel 3. Bahasa Indonesia. Dinas Pendidikan Menegah dan Tinggi (Dikmenti) Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Menengah dan Tinggi (Sudin Dikmenti) di Provinsi DKI Jakarta.

1 orang Guru Bidang Studi. 2010. Perwakilan stakeholder sekolah. Instansi ini juga bertugas melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pendidikan menengah. FE UI. Adapun penjelasan atas responden-responden yang digunakan sebagai sampel.. pengadaan sarana dan prasarana serta sumber belajar. serta melakukan pengawasan dan pengevaluasian kepada sekolah khususnya dalam hal manajerial sekolah. Dengan melihat fungsi instansi tersebut. Sedangkan sampel untuk perwakilan pemerintah. . Direktorat Jenderal (Ditjen) Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah... 1 orang orang tua dan 1 orang anggota mayarakat. tenaga pendidik. Instansi ini dipilih menjadi responden karena lembaga ini bertugas merumuskan. Departemen Pendidikan Nasional. melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang manajemen pendidikan dasar dan menengah. 1 orang Siswa. Angki Kusuma Dewi. 3 Suku Dinas Pendidikan Menengah di setiap Kotamadya Provinsi DKI Jakarta Dipilih sebagai responden karena instansi ini bertugas sebagai pengawas sekolah yang berfungsi sebagai Pembina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdsarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah. sebagai berikut : 1. dimana masing-masing sekolah diwakili oleh 1 orang Kepala Sekolah. maka sangatlah relevan apabila perwakilan instansi ini dijadikan sebagai responden penelitian. Instansi ini dipilih menjadi responden karena lembaga tersebut yang merumuskan kebijakan teknis di pendidikan sekolah tingkat menengah. 2. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. selain itu juga memberikan pembinaan terhadap kurikulum sekolah. selain itu berfungsi sebagai penilai kinerja kepala sekolah dan staf sekolah dalam melaksanakan tugas Universitas Indonesia Strategi peningkatan. 48 Sampel penelitian terdiri atas 167 responden yang terdiri dari . Kasubdit Manajemen SMA. Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Provinsi DKI Jakarta. 5 orang pengawas sekolah (Per Kotamadya). terdiri atas .

Selain itu kepala sekolah juga dapat memberikan gambaran dan penilaian terhadap kualitas dan profesionalisme yang dimiliki oleh guru di sekolahnya apakah guru tersebut sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai “agen” pembelajaran yang memotifasi. . Angki Kusuma Dewi. Guru juga dapat memberikan masukan gambaran kondisi sekolah yang sebenarnya berupa penilaian atas kepemimpinan dari manajerial si kepala sekolah dan penilaian terhadap anak didiknya. Selain itu siswa merupakan suatu tolak ukur utama atas keberhasilan proses pendidikan di sekolah yang dilihat dari prestasi belajar dan tingkat kelulusannya. Siswa Dipilih menjadi responden karena siswa juga termasuk ke dalam komponen sekolah. dimana sekolah merupakan objek penelitian utama. mendidik membimbing dan melatif para siswa untuk menjadi manusia yang berkualitas dan dapat mengembangkan potensi yang ada dari dalam diri siswa. Siswa juga dapat memberikan masukan tentang kepemimpinan si kepala sekolah serta kebijakan yang telah diterapkannya dan siswa juga dapat Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Tenaga Pendidik (Guru) Dipilih menjadi responden karena guru termasuk ke dalam komponen sekolah.. maka sangatlah relevan apabila perwakilan instansi ini dari setiap kotamadya-nya untuk dijadikan sebagai responden penelitian. FE UI.. Kepala Sekolah Merupakan responden penting dalam penelitian ini. 3. 4. yang ditujukan kepada kepala sekolah. Dengan melihat fungsi instansi tersebut. yang secara tidak langsung akan memberikan gambaran akan kondisi pendidikan di sekolah tersebut. 5. memfasilitasi. karena objek utama penelitian ini dilakukan di dan untuk sekolah serta pada akhirnya untuk memberikan rekomendasi kepada sekolah. 2010. Karena kepala sekolah merupakan pimpinan tertinggi di sekolah dimana pola kepemimpinannya akan sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan terhadap kemajuan dan mutu pendidikan sekolah. 49 pokok dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan..

. Angki Kusuma Dewi. Diperlukan keterlibatan masyarakat dengan memberikan kesempatan untuk bersama-sama menganalisis seluruh infrastruktur yang ada di sekolah apakah itu menyangkut SDM.. kurikulum. Dengan melihat fungsi dari komite diatas maka komite sekolah termasuk ke dalam komponen sekolah yang dapat memberi masukan terhadap peningkatan mutu pendidikan. pengontrol agara terciptanya transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dari pengeluaran pendidikan serta sebagai mediator antara pemerintah (eksekutif) dan dengan masyarakat. maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan. Oleh sebab itu masyarakat dijadikan responden pada penelitian ini. 2010.. yaitu sebagai partner sekolah yang berfungsi antara lain sebagai . 6. Komite Sekolah Dipilih menjadi responden karena komite sekolah merupakan suatu wadah bagi orang tua untuk berperan aktif dalam dunia pendidikan karena semenjak adanya pemberlakuan manajemen berbasis sekolah porsi peran komite sekolah menjadi lebih besar dan penting keberadaannya. pendukung baik yang berwujud finansial. 7. pemberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan. sistem informasi dan semua yang dianggap punya keterkaitan untuk memberikan masukan dan saran kepada sekolah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah. finansial. Masyarakat Salah satu implementasi manajemen berbasis sekolah adalah melakukan pendekatan partisipatif yang dilakukan sekolah kepada masyarakat. pemikiran. sarana prasarana. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. 50 memberikan penilaian secara objektf kepada masing-masing guru bidang studi apakah guru tersebut mampu atau tidak menciptakan dan memberikan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.. FE UI.

1 . 32 14 18 32 Stakeholder Pengguna Jasa Pendidikan c. 32 29 3 32 b. 1 1 1 . Stakeholder Pengguna Jasa Pendidikan Siswa 32 Orang Tua (Komite) 32 Masyarakat 32 Jumlah 167 Resp Sumber : Penelitian penulis melalui pengisian kuesioner dan wawancara secara langsung oleh responden diatas Tabel 3.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan dan Jenis Kelamin Jenis Jenjang Pendidikan No. 32 24 8 32 d. Masyarakat 12 18 2 . Responden Jml Kelamin Jml SMA S1 S2 S3 P W 1 Ditjen Manajemen Pendidikan .. 1 Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar Menengah Kasubdit Manajemen 1 2 Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Kepala Dinas 1 Propinsi DKI Jakarta 3 Suku Dinas Pendidikan Menengah (5 Kodya) Pengawas 5 4 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Propinsi DKI Jakarta a.3 dibawah ini .. sampel penelitian berupa komposisi dan karakteristik responden dapat dilihat pada tabel 3. 2010. 1 1 . . 26 6 . 30 2 .. .2 Responden Kuesioner SWOT No. Orang Tua Siswa (komite) 4 26 2 .2 dan tabel 3. 1 Propinsi DKI Jakarta 3 Sudin Pendidikan Menengah . 1 Dasar dan Menengah 2 Dinas Pendidikan Menengah . Stakeholder Penyedia Jasa Pendidikan Kepala Sekolah 32 Guru 32 b. FE UI. Siswa 32 . 51 Untuk lebih jelasnya. . . 32 19 13 32 Total Responden 48 102 15 2 167 114 53 167 Sumber : Penelitian penulis melalui pengisian kuesioner dan wawancara secara langsung oleh responden diatas Universitas Indonesia Strategi peningkatan. . Kepala Sekolah . Instansi Pendidikan Jabatan Jml Resp. 32 21 11 32 e. . Tabel 3. 5 (masing-masing kotamadya) 4 SMA Negeri Propinsi DKI Jakarta Stakeholder Penyedia Jasa Pendidikan a. 2 2 1 5 5 . Guru Bidang Studi . Angki Kusuma Dewi.

serta Dikmenti DKI Jakarta dan website Departemen Pendidikan Nasional. juga beberapa study literature dari berbagai text book. sebagian besar dari responden berpendidikan sarjana (S1). TEKNIK PENGUMPULAN DATA Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. yaitu sebanyak 114 orang. antara lain . Data primer didapatkan dari pelaksanaan pengumpulan data dengan menggunakan teknik survey dengan cara menyebarkan daftar kuesioner kepada responden yang dapat mewakili unsur-unsur sekolah yang bersangkutan. Guru bidang studi. jurnal dan artikel pendidikan yang dipublikasikan yang berkaitan dengan topik ini. Direktur Ditjen Mendikdasmen Departemen Pendidikan Nasional. dari 167 responden yang ada sebagian besar responden berjenis kelamin pria. yaitu sebanyak 102 orang responden. maka kuesioner diberikan kepada masing-masing sekolah yang berada di setiap lingkungan kotamadya yang berada di Propinsi DKI Jakarta dan para pejabat dilingkungan dinas pendidikan. Masyarakat sekitar yang peduli akan pendidikan sedangkan responden lainnya yang diluar lngkungan sekolah antara lain . Orang Tua yang tergabung dalam komite sekolah. 3. Dan sisanya sebanyak 53 orang adalah responden berjenis kelamin wanita.. Kepala Sekolah. Sedangkan untuk data sekunder yaitu rata-rata nilai UAN per bidang studi beserta jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus dan data statistik pendidikan lainnya diperoleh berdasarkan dokumentasi yang dimiliki oleh instansi terkait seperti sekolah yang bersangkutan. . 15 orang responden berpendidikan master (S2) dan hanya 2 orang responden yang berpendidikan doktor. Selanjutnya responden mengisi daftar kuesioner yang telah disediakan tersebut. Dan sisanya 48 orang responden adalah tamatan SMA dan yang masih berada pada tingkat SMA. Angki Kusuma Dewi. Siswa yang diwakili oleh ketua OSIS. sehingga hasil analisis dan kesimpulan diharapkan dapat mewakili semua unsur. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Terkait dengan perhitungan sampel tersebut.3. FE UI. Sedangkan dilihat dari tingkat pendidikan terakhir responden. Kepala Dinas Dikmenti Propinsi DKI Jakarta dan Pengawas/penilik dari Sudin Dikmenti yang berada di setiap kotamadya Propinsi DKI Jakarta.. 52 Berdasarkan data pada tabel di atas. 2010..

. .4 dan tabel 3. berikut ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan.5. yaitu responden-responden yang dapat mewakili setiap sekolah yang bersangkutan serta responden yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan sekolah. 53 Pengumpulan data dengan teknik kuesioner digunakan untuk mendapatkan informasi yang luas dari subyek penelitian dengan memperhatikan ruang lingkup dari penelitian. Kuesioner yang dibagikan terdiri atas 2 (dua) jenis. yaitu . 2010. yaitu . terdiri dari 2 (dua) kelompok variabel. yang berarti jawaban dari setiap pertanyaan disediakan pilihan jawaban dan diisi sesuai dengan pendapat dan penilaian responden.. Angki Kusuma Dewi. Sehingga pada akhirnya diharapkan dapat terbentuk hasil analisa yang tepat dalam menghasilkan strategi kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. (1) Variabel Input Internal sebanyak 6 (enam) jenis variabel dengan 18 (delapan belas) atribut. mengenai atribut dapat juga berfungsi sebagai indikator atau alat ukur yang mendukung penelitian. variabel yang digunakan untuk menganalisis mutu pendidikan yang ada pada SMA Negeri di Propinsi DKI Jakarta. Di dalam penelitian ini.4 VARIABEL PENELITIAN Dalam penelitian ini. (2) Variabel Input Eksternal sebanyak 6 (enam) jenis variabel dengan 15 (lima belas) atribut. FE UI.. Faktor-faktor internal dan eksternal yang disajikan di dalam kuesioner merupakan perluasan dari penjabaran setiap indikator yang dimiliki oleh masing- masing variabel yang digunakan di dalam penelitian ini. 3. Kuesioner untuk menganalisa faktor-faktor internal dan Kuesioner untuk menganalisa faktor-faktor eksternal dimana masing-masing faktor tersebut dinilai berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Keseluruhan variabel dan indikator penelitian yang dimaksud secara rinci tersaji pada tabel 3. Bentuk pertanyaan untuk kuesioner bersifat tertutup.

Kesesuaian dengan Potensi atau kondisi Sekolah Universitas Indonesia Strategi peningkatan.4 Variabel Input Internal dan Indikatornya No. Kualitas dan Kuantitas Tenaga Administrasi. Variabel Indikator / Atribut Var 1 Sumber Daya Pengelola a. gedung sekolah) ( Kelengkapan Laboraturium . Sarana Belajar ( Kelengkapan pembelajaran perabot. transparan dan akuntanbel sesuai dengan aturan yang berlaku b. Sanitasi ) 3 Kesiswaan a.. FE UI. kimia. teknologi informasi dan dan komunikasi . Orientasi peserta didik yang baru bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dan dengan pengawasan guru. Profesionalisme Guru c. 54 Tabel 3. Subsidi silang untuk siswa tidak mampu 5 Metode/kurikulum a. transport dan tunjangan lain bagi pendidik dan tenaga pendidik. fisika. dari udara serta kebisingan 2. buku dan sumber belajar lainnya. ruang konseling tempat beribadah dan tempat berolahraga ) c. peralatan Pendidikan. Penerapan kurikulum Nasonal dan Lokal b. Pengembangan Kurikulum Nasional dan Lokal c.. 4 Keuangan /Anggaran a. Biaya untuk kegiatan penunjang * Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan * Penyelenggaraan kegiatan kesiswaan d. 2010. insentif. . perpustakaan. Bangunan * Bangunan kelas harus dapat menampung Peserta didik * Memiliki konstruksi yang stabil dan kukuh * Memenuhi persyaratan kesehatan ( Ventilasi udara dan Pencahayaan. Biaya penyedian sarana dan prasarana b. Prasarana 1. Penerimaan peserta didik dilakukan secara Objektif. Angki Kusuma Dewi. Sarana Penunjang b. Lahan * Lahan harus terhindar dari pencemaran air.. Biaya untuk program kegiatan utama * Operasional kegiatan belajar mengajar * Pembayaran gaji. Manajerial Kepala Sekolah b. c. media pendidikan. biologi dan komputer. Perpustakaan dan Laboraturium 2 Sarana dan Prasarana a.

Peran serta jasa konsultan pendidikan 6 Lembaga Independ.. LSP dan LPMP Sumber : Kajian dari berbagai sumber pustaka Universitas Indonesia Strategi peningkatan. a. Variabel Indikator/Atribut Var 1 Lingkungan a. Keuangan. Peraturan Formal Pemerintah * Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional * Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Persepsi masyarakat e. 19/2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Pendidikan (Telah Diolah Oleh Penulis) Tabel 3. Struktur Organisasi Sekolah. Kondisi lingkungan sekitar sekolah 2 Kebijakan a. Angki Kusuma Dewi. Dibentuknya dewan pendidikan c. Proses seleksi dan perekrutan kepala sekolah dan tenaga pendidik c. . Jalinan Kemitraan sekolah dengan lembaga lain Masyarakat b. FE UI. Pemberlakuan Otonomi Sekolah Pendidikan b. Pendidik dari Tenaga Pendidik. Budaya dan Lingkuangan serta Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah) 5 Partisipasi a. Ketepatan Struktur Organisasi dan Ketepatan personal b. Anggaran Pendidikan e. 19 /2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan (Mencakup .5 Variabel Input Ekternal dan Indikatornya No. 55 6 Keorganisasian a. Keberadaan lembaga Independen pendidikan Pendidikan Seperti BSNP. Perkembangan Ilmu Pengetahuan 4 Peraturan a. Kesejahteraan tenaga pendidik (guru) 3 IPTEK a. Dukungan dan partisispasi masyarakat terhadap pendidikan f.. 2010.. Sarana dan Prasarana. Peran serta orang tua melalui wadah komite sekolah d. Koordinasi antar bagian dan atau personal Sumber : Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Kurikulum. Perkembangan Teknologi b. Peran pemerintah dalam pendidikan d.

perioritas cukup penting (skor 3). Angki Kusuma Dewi. dan tidak penting/buruk sekali (skor 1).1 Pengolahan data Pengolahan data hasil dari kuesioner dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi “Microsoft Excel 2007”. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. terdiri dari . Setelah pendistribusian dan pengisian kuesioner oleh responden selesai. 3. sangat penting/baik sekali (skor 5). Weakness..5. perioritas kurang penting (skor 2). dalam Modul Suliyanto.5 Pengolahan dan Analisis Data Penelitian 3. prioritas sangat penting (skor 5). dan perioritas tidak penting (skor 1). Seluruh variabel dan atribut (indikator) tersebut di atas selanjutnya diopersionalisasikan ke dalam kuesioner (daftar pertanyaan) yang didistribusikan kepada para responden yang dibagi atas penilaian terhadap variabel internal dari eksternal kondisi saat ini dan tingkat harapan responden dimasa yang akan datang serta berdasarkan tingkat urgensi penanganan variabel internal dan eksternal yang ada pada setiap sekolah di Provinsi DKI Jakarta ini. Opportunity and Threat). Kemudian melalui pengolahan data dengan aplikasi ini. penting/baik (skor 4). . dan 2) Kuesioner penelitian untuk mengukur tingkat urgensi penanganan atas variabel-variabel internal maupun eksternal.S. tahap selanjutnya adalah menganalisis data yang ada dengan menggunakan metode analisis SWOT (Strength. kurang penting/buruk (skor 2). FE UI. maka Jawaban atau penilaian dari masing-masing responden di analisa lebih lanjut dengan menggunakan analisis SWOT agar diperoleh strategi kebijakan yang diinginkan dan tepat sasaran. yaitu .. terdiri dari . prioritas penting (skor 4).. cukup penting/cukup (skor 3). 56 Untuk memungkinkan para responden menjawab kuesioner penelitian dalam berbagai tingkatan bagi setiap indikator maka format jawaban dengan menggunakan skala 5 tingkat atau format tipe likert (R. Likert. 2007:74). 2010. 1) Kuesioner penelitian untuk menilai variabel-variabel internal dan ekstenal pada kondisi saat ini dan mengukur tingkat harapan variabel-variabel internal dan eksternal di masa yang akan datang penilaian atas kondisi/prestasi variabel internal dan variabel eksternal yang ada pada sekolah.

yang diharapkan mampu menyeimbangkan antara kondisi internal yaitu : kekuatan (strength) dan peluang (opportunity) dengan kondisi eksternal yaitu : kelemahan (weakness) dan ancaman (threat) yang ada. Analisis SWOT yang dilakukan berguna untuk : (1). dengan melakukan identifikasi terhadap variabel penelitian.6 dibawah ini : Tabel 3.2 Analisis Data Penelitian 3.5. strategi dari kebijakan. Namun. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity). misi. .2. kondisi sekarang.. tujuan.2. yang mana variabel tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian.5. dst Universitas Indonesia Strategi peningkatan.5. Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan visi. untuk mendapatkan strategi terbaik (the best solution). secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threat). 57 3. Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal utama yang berpengaruh.6 Indikator Faktor Dalam SWOT Penilaian Terhadap Indikator-Indikator Faktor Internal Dan Eksternal FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL Faktor 1 Faktor 1 Faktor 2 Faktor 2 Faktor 3... dst Faktor 3.1 Analisis SWOT Analisis SWOT adalah cara melakukan identifikasi berbagai faktor secara sistematik untuk merumuskan strategi.1 Proses Perancangan Matriks IFAS-EFAS SWOT Langkah pertama penelitian yang dilakukan adalah merancang kuesioner untuk para responden . (2) Membuat ekstrapolasi masa depan dan bahkan membuat masa depan. FE UI. yang diperlihatkan pada tabel 3. kondisi akan datang. 2010. Angki Kusuma Dewi.1. 3. yaitu variabel internal dan eksternal. Dengan demikian analisis kebijakan dapat dilakukan melalui faktor-faktor strategi analisis SWOT. kemudian di implementasikan dalam matriks SWOT.

seperti yang ditunjukkan pada tabel 3. terdiri dari : c. Faktor Opportunity diperoleh apabla nilai rata-rata per pertanyaan (>) atau berada diatas nilai nilai rata-rata total pertanyaan. Weakness. Kemudian..7 dibawah ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Faktor Internal. dengan kelompok faktor eksternal (Opportunity-Threat). (2) Strategi ST (Strength-Threat).. Angki Kusuma Dewi. dilakukan analisa matriks SWOT. (3) Strategi WO (Weakness-Oppurtunity) dan (4) Strategi WT (Weakness- Threat). Faktor Eksternal. Opportunity. dengan melakukan interaksi merger (penggabungan) dari kelompok faktor internal (Strength- Weakness). 2. Faktor Weakness diperoleh apabila nilai rata-rata per pertanyaan (<) atau berada dibawah nilai rata-rata total pertanyaan. d. 58 Kemudian dari hasil skor yang diberikan oleh responden tersebut diolah terlebih agar menghasilkan bobot penilaian yang selanjutnya akan dijadikan sumber data yang akan dianalisis dengan menggunakan metode SWOT. Faktor threat diperoleh apabila nilai rata-rata per pertanyaan (<) atau berada dibawah nilai rat-rata total pertanyaan . 2010. Dimana pengelompokkan tersebut dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : 1. Hasil dari pengolahan penilaian responden dari faktor internal- eksternal tersebut akan menghasilkan kelompok faktor-faktor : Strength.. FE UI. terdiri dari : a. . yang berupa : (1) Strategi SO (Strength-Opportunity). sehingga mengghasilkan strategi interaksi matriks SWOT. Faktor Strength diperoleh apabila nilai rata-rata per pertanyan (>) atau berada diatas nilai rata-rata total pertanyaan. b. Threat.

Pembuatan strategi kebijakan dibuat dalam dua periode. STRATEGI (SO) STRATEGI (WO) · Tentukan 5-10 faktor-faktor · Ciptakan strategi yang mengguna. Hasil interaksi antara strategi internal dan strategi eksternal dapat menunjukkan strategi dominan terbaik untuk solusi yang dipilih. 59 Tabel 3. dst • Kebijakan 3. Angki Kusuma Dewi.... yaitu strategi rencana kebijakan untuk saat ini (periode jangka pendek) dan strategi kebijakan untuk masa depan (periode jangka panjang). EFAS = Eksternal Factor Analysis System Hasil kombinasi interaksi strategi : SO. ST dan WT seperti diuraikan diatas menunjukkan kepada 4 (empat) strategi pilihan yang dapat ditempuh dalam melihat persepsi responden. . 2010. · Ciptakan strategi yang meminimal- peluang eksternal kan kekuatan untuk memanfaatkan kan kelemahan untuk memanfaatkan peluang peluang · Strategi Agresif ∙ Strategi Orientasi Putar Balik · Keunggulan Komparatif ∙ Investasi/Divestasi ANCAMAN (T) : STRATEGI (ST) STRATEGI (WT) · Tentukan 5-10 faktor-faktor · Ciptakan strategi yang mengguna. yang dapat digambarkan pada gambar 2 berikut ini: Matriks IFAS-EFAS SWOT Strategi Kebijakan Strategi Kebijakan Periode Jangka Pendek Periode Jangka Pendek • Kebijakan 1 • Kebijakan 1 • Kebijakan 2 • Kebijakan 2 • Kebijakan 3. Periode Waktu Strategi Kebijakan Universitas Indonesia Strategi peningkatan. dst Gambar 2. · Ciptakan strategi yang meminimal- peluang eksternal kan kekuatan untuk mengatasi kan kelemahan untuk mengatasi ancaman ancaman · Strategi Diversifikasi ∙ Strategi Defensif · Mobilisasi ∙ Kontrol Kerusakan/Strategi Riskan Ket : IFAS = Internal Factor Analysis System. yang dapat dipilih sebagai strategi andalan. terhadap berbagai kemungkinan dalam pengambilan keputusan kebijakan yang dapat dilakukan. WO.7 Matriks Interaksi IFAS – EFAS EFAS KEKUATAN (S) : KELEMAHAN (W) · Tentukan 5-10 faktor-faktor · Tentukan 5-10 faktor-faktor IFAS peluang internal peluang internal PELUANG (O) . FE UI.

60 3. (3). yaitu : Institusi Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Angki Kusuma Dewi. 2010. Institusi Sekolah dengan Stakeholder pengguna jasa pendidikan.2 Analisis Data Potensi Konflik Analisis data juga dilakukan untuk menghitung potensi terjadinya konflik yang mungkin dihadapai oleh kepala sekolah sebagai top manager di sekolah dengan para stakeholder sekolah yang ada. b. Faktor Internal. Faktor Opportunity diperoleh apabla nilai rata-rata per pertanyaan (>) atau berada diatas nilai nilai rata-rata total pertanyaan (benchmark). Faktor Eksternal. Institusi Sekolah dengan Stakeholder internal sekolah lainnya. 2. b. Peluang dan Ancaman yang dimiliki oleh setiap stakeholder. membandingkan elemen-elemen tersebut antara setiap stakeholder yaitu . Dimana pengelompokkan tersebut dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : 1. . Potensi konflik yang mungkin dapat terjadi adalah antara : (1). Kelemahan. Langkah kedua. Institusi Sekolah dengan Masyarakat. terdiri dari : a.2. Stakeholder utama internal sekolah (Institusi Sekolah).5. yaitu : Institusi Sekolah dengan Siswa.. Langkah pertama yang dilakukan untuk menganalisa potensi konflik adalah dengan mengelompokkan Kekuatan. (1). (2). Faktor Weakness diperoleh apabila nilai rata-rata per pertanyaan (<) atau berada dibawah nilai rata-rata total pertanyaan (benchmark). terdiri dari : a. Institusi Sekolah dengan Orang tua dan (4). (2). yaitu Kepala Sekolah dengan Guru. Faktor threat diperoleh apabila nilai rata-rata per pertanyaan (<) atau berada dibawah nilai rat-rata total pertanyaan (benchmark). yaitu Kepala Sekolah dengan Guru.. FE UI. Faktor Strength diperoleh apabila nilai rata-rata per pertanyan (>) atau berada diatas nilai rata-rata total pertanyaan (benchmark).. Stakeholder penyedia jasa pendidikan (Institusi Sekolah).

61 Sekolah dengan Siswa. 2010. melihat atribut-atribut internal dan eksternal manakah yang berpotensi menyebabkan konflik. Jika hasil pengelompokkan tersebut mempunyai atribut yang sama maka dapat dikatakan atribut tersebut tidak berpotensi menimbulkan konflik dan sebaliknya jika pengelompokkan tersebut tidak mempunyai atribut yang sama maka dapat dikatakan atribut tersebut berpotensi menimbulkan konflik. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Institusi Sekolah dengan Orang tua dan (4). Angki Kusuma Dewi. FE UI. (3). Langkah keempat.. Institusi Sekolah dengan Masyarakat.. membandingkan hasil pengelompokkan setiap atribut internal dan eksternal. Semakin besar gap yang ada maka potensi terjadinya konflik antara stakeholder pun semakin besar.. memberikan upaya penyelesaian yang harus dilakukan jika konflik yang disebabkan oleh atribut tersebut terjadi. Langkah kelima. baik yang terjadi di masa kini dan masa yang akan datang. melihat potensi konflik terbesar yang mungkin terjadi di sekolah berdasarkan perbedaan (gap) rata-rata skor penilaian yang diberikan oleh stakeholder penyedia jasa dan pengguna jasa pendidikan pada setiap butir pertanyaan faktor internal dan eksternal. . Langkah ketiga. Atribut-atribut ini dilihat dengan cara. Dan sebaliknya semakin kecil gap yang ada maka potensi terjadinya konflik antar stakeholder pun akan semakin kecil.

. akan menentukan pula pembangunan di bidang pendidikan secara mendasar.1 Gambaran Umum Pendidikan DKI Jakarta Masalah pendidikan merupakan salah satu masalah pembangunan yang nyata.1. 2010. dimana di dalamnya termasuk kualitas kurikulum.. (2) kesetaraan dan aksesibilitas (equality and accessibilty) untuk memperoleh pelayanan pendidikan (baik sarana maupun prasarananya). 4.. dan kualitas manajemen pendidikan. DKI Jakarta sebagai barometer pendidikan di Indonesia pun tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat peningkatan mutu pendidikan. kualitas guru. (1) kualitas pendidikan. Perhatian kepada bidang pendidikan menjadi semakin penting di masa desentralisasi ini karena kemampuan daerah menentukan arah dan kebijakan pembangunannya. Untuk mencapai tujuan itu ada beberapa persoalan yang perlu dibenahi dalam pembangunan di bidang pendidikan yaitu. terutama dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan..1 Kondisi dan Permasalahan Pendidikan di DKI Jakarta Secara umum kebijakan di bidang pendidikan ditujukan untuk menghasilkan manusia-manusia yang tidak hanya pandai secara akademis namun juga siap untuk bekerja. harus berhenti sekolah untuk bekerja. FE UI. Angki Kusuma Dewi. Provinsi DKI Jakarta secara khusus mengemban tugas pembangunan bidang pendidikan yang cukup pelik karena karakteristik persoalannya terkait dengan banyak aspek lain terutama besarnya populasi penduduk dan sekaligus masyarakat kurang mampu di wilayah perkotaan. Pelayanan pendidikan untuk menjangkau masyarakat miskin menjadi tantangan terbesar pembangunan bidang ini yang akan semakin bertambah di kemudian hari. Mutu lulusan sekolah juga dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Tuntutan ekonomi juga mengakibatkan anak-anak dari golongan kurang mampu. Beberapa permasalahan yang muncul di bidang pendidikan di Universitas Indonesia Strategi peningkatan. 62 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

582 89.71 persen) yang putus sekolah atau meningkat 0.326 Sumber : Data Statistik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam RPJM 2004-2008 mempunyai target bahwa angka drop out untuk pendidikan dasar dan menengah dapat diminimalisasi sekecil mungkin. dari total 377. angka partisipasi masyarakat untuk melanjutkan sekolah tingkat 9 Evaluasi Tiga Tahun Pelaksanaan RPJM 2004-2008 Provinsi DKI Jakarta. http://www. jumlah siswa yang melanjutkan sekolah pada tingkat menengah.1 dibawah ini : Tabel 4. khususnya menengah atas dari tahun 2005/2006 – 2007/2008 terus mengalamai penurunan. 2010.253 siswa (0.9 2.id/ Berdasarkan data pada tabel diatas. Angka putus sekolah yang terus meningkat Kondisi ekonomi yang semakin sulit ternyata juga berdampak negatif pada dunia pendidikan di DKI Jakarta.go. FE UI. Tetapi sebagian besar terdiri dari pelajar tingkat menengah atas.198 siswa SMA. SMP. Partisipasi sekolah di tingkat menengah masih rendah.1 Perkembangan Jumlah Siswa SMA Negeri Provinsi DKI Jakarta Tahun Ajaran 2005/2006 2006/2007 2007/2008 99. Pada tahun 2008.440 84. .. Menurut data statistik Departemen Pendidikan Nasional.229 orang. Menurut data statistik Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Jumlah itu terdiri dari Murid SMA.com/docs/3896382/Provinsi-DKI-Jakarta Universitas Indonesia Strategi peningkatan. terdapat 6. Angki Kusuma Dewi.04 persen dibanding tahun 2007 yang hanya mencapai 1. Depdiknas 2007/2008. dapat dilihat mulai dari tahun 2006 hingga 2008. SMK. diakses melalui http://www. pada tahun 2006. maupun SD. seperti yang ditunjukkan pada tabel 4. namun pada kenyataannya angka putus sekolah dari tahun ke tahunnya semakin meningkat..959 anak yang mengalami putus sekolah. salah satunya ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah anak putus sekolah.docstoc. 63 Propinsi DKI Jakarta antara lain sebagai berikut (Sumber : Renstrada Propinsi DKI Jakarta 2002-2007) : 1. terdapat sebanyak 1..depdiknas.

Angki Kusuma Dewi. . sekolah dituntut mampu mengembangkan kurikulum sendiri. di masa sekarang dan seterusnya setelah diberlakukannya otonomi sekolah..142 siswa.docstoc.25 untuk seluruh mata pelajaran yang dijujikan. 2010. hal ini secara tidak langsung mencerminkan menurunnya tingkat kesadaran dan kemauan atau partisipasi masyarakat akan kebutuhan pendidikan. yaitu . FE UI. berdasarkan data Depdiknas 2008 khususnya untuk pendidikan tingkat menengah atas negeri masih terdapat beberapa bahkan cukup banyak para siswa yang belum mampu lulus pada tingkat pendidikan tersebut sesuai dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan. Jika selama ini kurikulum disusun secara lengkap oleh pemerintah dan sekolah tinggal menerapkan. diakses melalui http://www. “…. Kebijakan tersebut menuntut sekolah untuk mampu menjabarkan standar isi yang telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi kurikulum yang diyakini cocok dengan situasi dan kondisi sekolah yang bersangkutan dan pelaksanaannya mampu mengantarkan peserta didik mencapai standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.25 atau memiliki 10 Evaluasi Tiga Tahun Pelaksanaan RPJM 2004-2008 Provinsi DKI Jakarta. 64 menengah atas Negeri semakin menurun. sehingga hal ini akan menyebabkan semakin kompleksnya masalah pendidikan yang ada di DKI Jakarta.10 3. Tetapi kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di Provinsi DKI Jakarta justru sebaliknya..Memiliki nilai rata-rata minimal 5. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam RPJM 2004-2008 mempunyai target bahwa angka partisipasi kasar yang melanjutkan pendidikan SMP/MTs/Paket B ke jenjang pendidikan menengah untuk tahun ajaran 2009/2009 mencapai 81 persen atau sekitar 126 ribu siswa. walaupun sekolah sudah diberi wewenang penuh dalam perancangan kurikulum sekolah.com/docs/3896382/Provinsi-DKI-Jakarta Universitas Indonesia Strategi peningkatan.. dengan tidak ada nilai dibawah 4. Pada tahun ajaran 2006/2007 terjadi penurunan jumlah siswa lebih besar bila dibandingkan dengan tahun ajaran 2007/2008 yaitu sebesar 10. Mutu dan muatan kurikulum Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berdiversifikasi merupakan tantangan besar bagi sekolah.

80 5.36 34.88 7.10 41.23 7.88 40.06 7.07 6.01 39.80 5.03 5.28 105 12 SMA Negeri 100 35 5 8.67 5.06 5.2 DAFTAR SMA N.84 5.28 7.89 38.90 35.70 5.00 40.40 7.85 7.42 115 22 SMA Negeri 83 40 23 7.53 6.13 4.59 6.87 7.40 5.33 6.06 5.44 7.27 7.76 4.83 4.59 40.41 5.40 7.20 6.25 7.93 7.46 38.96 6.33 7.47 7.70 5.04 5.41 6.65 86 5 SMA Negeri 94 78 2 8.80 5.71 36.97 5.92 110 17 SMA Negeri 115 39 11 7.41 116 Sumber : Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta.69 5.41 39.42 6..33 36.35 7.71 111 18 SMA Negeri 36 150 45 7.16 5..40 5.61 6.99 6.71 7.17 7.49 8.52 5.99 5.89 82 2 SMA Negeri 56 80 − 8.33 7.34 7. BERDASARKAN NILAI RATA-RATA UAN 2007/2008 IPA PROVINSI DKI JAKARTA Jumlah MATA UJIAN No Nama Sekolah Rank Psrta Tdk Lls BIN ING MAT FIS KIM BIO TOT 1 SMA Negeri 23 73 1 8.64 87 6 SMA Negeri 9 115 9 8.34 6. 2010. 65 nilai minimal 4. FE UI.56 5.21 41.79 4.87 4.95 6.94 36.93 107 14 SMA Negeri 111 40 5 7.00…”.07 6.79 41.34 5. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.70 5.63 95 7 SMA Negeri 96 80 4 7.15 6.30 5.3 dibawah ini : Tabel 4.85 5.42 5.34 4.44 3.57 7.84 5.2 dan 4.24 112 19 SMA Negeri 10 38 12 7.36 6.12 5.33 7.60 96 8 SMA Negeri 17 29 1 8.52 36.98 102 10 SMA Negeri 79 66 9 7. 2007/2008 Keterangan : BIN : Bahasa Indonesia MAT : Matematik KIM : Kimia ING : Bahasa Inggris FIS : Fisika BIO : Biologi TOT : Total Universitas Indonesia Strategi peningkatan.93 6.84 7.50 8.95 6.04 5.14 6.44 5.20 106 13 SMA Negeri 114 39 1 7.12 6.41 7.49 7.56 7.15 5.80 7.42 38.89 6.87 83 3 SMA Negeri 19 39 1 8.48 4.83 108 15 SMA Negeri 92 68 9 7.15 5.86 33.11 5.31 5.60 5.73 85 4 SMA Negeri 16 107 3 8. .00 pada salah satu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya 6.93 4.39 5.86 5.72 6.36 5.27 41.76 5.26 39.26 6.94 5.97 39.94 6.73 104 11 SMA Negeri 22 77 10 8.94 4..32 114 21 SMA Negeri 40 105 41 7.24 109 16 SMA Negeri 69 42 3 7.44 4.07 5.39 4.72 6. Angki Kusuma Dewi.56 5.40 98 9 SMA Negeri 113 160 4 8.03 113 20 SMA Negeri 41 31 15 7.37 41.56 5.50 5.60 6.94 7.32 5.

61 7. 2010.52 7.48 5.54 37.63 5.01 5.79 101 7 SMA Negeri 111 78 5 6..66 6.64 6.13 6.51 99 6 SMA Negeri 40 112 11 7.78 5.02 5.95 5.58 36.03 5.13 109 15 SMA Negeri 7 131 35 7.44 6. Angki Kusuma Dewi.87 6.22 6.08 7.91 5.75 6.91 5.63 39.65 5.17 6.96 115 SMA Negeri 21 56 44 5.37 37..28 108 14 SMA Negeri 115 80 14 6.3 DAFTAR SMA N.13 35.45 6.03 6.55 6.80 30.54 4.83 37.84 5.81 7.92 6..04 38.99 97 4 SMA Negeri 72 113 11 7.67 5.66 38.81 38.46 6.68 106 12 SMA Negeri 79 152 24 6.40 29.00 6.50 6.80 5.08 5.3 103 9 SMA Negeri 83 145 41 6.13 36.69 7.87 5.20 6.25 35.72 40.89 5.19 37.81 7.75 7.31 6.57 6.38 5.38 6. sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam penyusunan kurikulum sekolah.28 5.05 6.44 5.62 6. dengan menggunakan strategi manajemen kurikulum Universitas Indonesia Strategi peningkatan.82 6.53 7.95 37.55 7.70 6.59 5.75 7.64 4.87 105 11 SMA Negeri 43 100 33 6.50 111 17 SMA Negeri 41 114 54 6.19 5.83 6. .95 5.56 96 3 SMA Negeri 27 136 8 7.55 5.72 102 8 SMA Negeri 20 141 27 7.48 5.89 4.30 6.55 5.92 98 5 SMA Negeri 30 224 31 7.11 113 19 SMA Negeri 10 55 28 7.09 37.04 5.05 6.11 3.82 5.73 5.07 4.27 4.12 4.55 6.14 5.81 4.30 6.26 6. 2007/2008 Keterangan : BIN : Bhs Indonesia MAT : Matematika SOS : Sosiologi ING : Bhs Inggris EKO : Ekonomi GEO : Geografi TOT : Total Berdasarkan data pada tabel di atas dapat dilihat bahwa masih terdapat 22 dari 116 SMA Negeri di DKI Jakarta dari program jurusan IPA dan 21 dari 116 SMA Negeri di DKI Jakarta dari program IPS yang belum mampu mengantarkan siswanya lulus hingga 100 persen dan belum dapat mencapai standar kompetensi kelulusan yang telah ditetapkan oleh Depdiknas. FE UI.56 34.71 7.36 5.59 4.81 6. 66 Tabel 4.65 7.92 110 16 SMA Negeri 24 73 24 6.76 41.81 6.95 114 20 SMA Negeri 69 110 94 4.32 5.79 5.96 5.65 6.34 6.60 89 2 SMA Negeri 4 138 10 7.25 39.37 5.54 5.55 112 18 SMA Negeri 114 133 64 6.07 5.90 104 10 SMA Negeri 92 164 28 6.87 116 Ragunan Sumber : Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta. Hal ini mencerminkan bahwa kurikulum yang disusun dan dipakai oleh sekolah yang bersangkutan masih belum mampu mendukung peningkatan prestasi belajar para siswa nya.18 5.85 5.37 39.93 5.93 5.79 7.82 8.3 5.01 5.87 7.85 4.85 7.18 7.60 107 13 SMA Negeri 18 161 34 7. BERDASARKAN NILAI RATA-RATA UAN 2007/2008 IPS PROPINSI DKI JAKARTA Jumlah MATA UJIAN No Nama Sekolah Rank Psrta Tdk Lls BIN ING MAT EKO SOS GEO TOT 1 SMA Negeri 36 148 5 7.74 5.16 6.29 7.

Memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana atau diploma empat. 2. Berdasarkan UU Guru dan Dosen Nomor : 14/2005 pasal 8. dimana guru tersebut mengajar mata pelajaran yang berbeda dengan keahlian yang dikuasainya. serta 5. khususnya di tingkat institusional dan instruksional. sehingga secara langsung akan membawa imbas terhadap anak didiknya. dan kompetensi profesional. 3. Namun kenyataan yang ada di DKI Jakarta berbeda. kompetensi sosial. Dirjen PMPTK Depdiknas. seperti yang dituangkan dalam Renstra Provinsi DKI Jakarta 2002-2007. antara lain: 1.. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 2010. Guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan dari di setiap jenjang pendidikan. profesionalisme guru mencakup beberapa hal.. karena pada prakteknya di lapangan banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidangnya (mismatch). diakses 25 November 2008 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. sebagian dari kualitas guru yang ada masih dirasa kurang baik karena kurangnya profesionalisme mereka yang disebabkan oleh minimnya pengalaman dan komitmen dalam mendidik. walaupun sudah banyak guru yang memiliki ijazah diploma empat atau sarjana maupun magister namun belum semua guru dinyatakan layak untuk mengajar. Memiliki sertifikasi pendidik. yaitu tidak mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Kuantitas dan kualitas guru masih dirasakan kurang memadai Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.http://www. Memiliki kompetensi pedagogik. Baedhowi MSi. 67 yang sesuai dengan kondisi sekolah supaya hasil belajar siswa dapat mencapai standar nilai yang telah ditentukan. Selain itu.com.Elshinta. FE UI. Apabila hal tersebut dimiliki oleh setiap pendidik. guru diakui sebagai jabatan profesional. Angki Kusuma Dewi. 4. serta kualitas manajeman pendidikan secara umum yang masih kurang baik. Sehat jasmani dari rohani. .. kompetensi kepribadian. Oleh sebab itu jumlah guru yang ada harus diberdayakan semaksimal mungkin dengan cara meningkatkan profesionalismenya. 4.11 11 Dr. maka secara signifikan dapat meningkatkan mutu pendidikan.

bahasa dan komputer) dan lainnya. Depdiknas 2007/2008 (http://www.depdiknas. 24 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan. Depdiknas 2008 (http://www. *) Termasuk Kepala Sekolah Sumber : Data Statistik. Keguruan Bukan Keg.282 13.473 72.id) 5..4 Jumlah Guru SMA Negeri Menurut Ijazah Tertinggi 2007/2008 Provinsi DKI Jakarta PGSLP PGSLA Sarmud/D3/Bachelor Sarjana Pascasarjana Jml D1 D2 Keguruan Bukan Keg.019 5. untuk mencapai mutu pendidikan yang baik maka sekolah harus dilengkapi dengan fasilitas penunjang pendidikan yang berstandar internasional. Angki Kusuma Dewi.4 dan tabel 4. .5 Persentase Guru SMA Layak Mengajar terhadap Guru SMA* 2007/2008 Menurut Status Sekolah di Provinsi DKI Jakarta Negeri Swasta Jumlah Guru Guru Layak % Guru Guru Layak % Guru Guru Layak % 7. perpustakaan.81 17. 68 Kedua hal tersebut di atas dapat dilihat pada tabel 4.id) Tabel 4.go .27 Catatan : 1. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.880 83.77 10. Sarana dan prasarana pendidikan dalam jumlah dan kualitas masih dirasakan kurang memadai Salah satu penunjang peningkatan mutu pendidikan adalah keberadaan sarana dan prasarana sekolah yang memadai sesuai dengan standar sarana prasarana yang telah ditetapkan. 2010.. 36 283 437 63 5.depdiknas. FE UI. Secara umum pengadaan fasilitas pendidikan di DKI Jakarta adalah yang terbaik bila dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Indonesia.903 Sumber : Data Statistik. seperti : ruang kelas yang memadai. Guru layak mengajar adalah guru yang berijazah Sarjana Keguruan dari Ijazah di atasnya 2. masih belum mencapai standar yang ditentukan.5 dibawah ini : Tabel 4. ruang serbaguna. biologi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.353 77. namun dalam kaitannya dengan kualitas sarana prasarana pendidikan.. ruang UKS. laboraturium (fisika.263 7. kimia.go .496 313 275 6.

FE UI. http://www. belum semua sekolah khususnya SMA Negeri dapat memenuhi sarana prasarana tersebut. Tabel 4.7 Jumlah Fasilitas Penunjang pendidikan SMA Negeri Provinsi DKI Jakarta 2007/2008 Laboraturium Perpus. masih tedapat 45 ruang kelas dengan kondisi rusak ringan dan 15 ruang kelas kondisi bangunan rusak berat.. Sehingga dengan tidak lengkapnya fasilitias penunjang belajar yang dimiliki oleh beberapa sekolah maka secara tidak langsung dapat menghambat para siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang lebih baik.7 dibawah ini : Tabel 4.go.6 Jumlah Ruang Kelas SMA Negeri Menurut Kondisi Provinsi DKI Jakarta 2007/2008 Kondisi Bangunan Total Baik Rusak Ringan Rusak Berat 2. hal ini mencerminkan bahwa masih terdapat hambatan dalam pelaksaan proses belajar mengajar bagi para siswa.depdiknas. salah satunya yaitu dengan adanya rasa ketidaknyamanan dalam belajar seperti . . Serba Guna UKS Jml IPA Bio Kim Fis IPS Bahasa Komputer 63 64 98 57 22 73 107 112 57 95 748 Sumber : Data Statistik. Angki Kusuma Dewi.id/ Berdasarkan data pada tabel di atas dari total 2. dapat dilihat pada tabel 4.451 Sumber : Data Statistik. http://www... 69 Namun pada kenyataanya. terganggunya konsentrasi para siswa dalam menyerap pelajaran yang diberikan karena perasaan khawatir terhadap kondisi kelas yang digunakan. tetapi kenyataannya yang tersedia baru 64 persen dari yang seharusnya. Depdiknas 2007/2008. dan lain sebagainya.depdiknas. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. 2010.id/ Berdasarkan data statistik pada tabel diatas.6 dan 4.go.391 45 15 2. seharusnya jumlah fasilitas sarana prasarana penunjang pendidikan yang tersedia berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk 116 SMA Negeri di DKI Jakarta adalah 1160 fasilitas. Depdiknas 2007/2008.451 ruang kelas yang ada.

. 12 Margani M Mustar. Sumber dana yang diperoleh sekolah negeri dari pemeritah merupakan dana rutin yang digunakan untuk penggajian serta biaya operasional sekolah dan perawatan fasilitas pendidikan. Alokasi anggaran untuk pendidikan masih dirasakan belum memadai untuk kebutuhan pendidikan yang ada Salah satu faktor yang cukup memberikan pengaruh terhadap mutu pendidikan adalah adanya anggaran pendidikan yang memadai. 20 Tahun 2003. Angki Kusuma Dewi. . 2010. Selain itu dana rutin tersebut. pemerintah daerah juga memberikan sejumlah program bantuan dana seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). namun di beberapa sekolah BOP yang diberikan masih belum mampu menutupi biaya operasional penyelenggaraan pendidikan yang ada dikarenakan sekolah kurang menguasai konsep manajemen pembiayaan sehingga terjadi inefisensi dalam membuat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Pada tahun 2007 Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan BOP untuk 116 SMA Negeri dan 62 SMK Negeri sebesar 45 miliar dari APBD. sehingga akan semakin meringankan beban orang tua siswa dalam membayar SPP. yaitu dengan strategi manajemen sarana dan prasarana yang tepat.. bahwa “Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari APBN pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari APBD. FE UI. dimana besarnya tergantung dari kemampuan APBD setiap daerah. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk meng-cover kekurangan biaya operasional sekolah yang cukup besar. Sebagaimana yang tercantum dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. pasal 49 ayat (1). Kompas 16 Januari 2008.. 6. Kadin Dikmenti DKI Jakarta.12 Pada tahun 2008 BOP untuk tingkat SMA dihapuskan dari APBD DKI Jakarta dan dialih fungsikan menjadi program pendidikan gratis untuk tingkat SD dan SMP. 70 Oleh sebab itu perlu dicarikan solusi agar pengadaan kelengkapan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dapat tercapai.

maka sekolah harus mencari sumber dana yang lain untuk mengisi kekosongan pembiayaan yang berasal dari BOP agar penyelenggaraan proses pendidikan di sekolah dapat terus berlangsung. 4. masyarakat sekitar dan dunia usaha yang peduli terhadap pendidikan. Namun tidak semua sekolah dapat dengan mudah mendapatkan bantuan dana dari orang tua siswa dan masyarakat sekitarnya. sehingga sekolah tersebut cukup sulit menutupi biaya operasional penyelenggaraan pendidikan yang semakin membesar.. 71 Dengan dihapuskannya program BOP untuk tingkat SMA. membeli bahan-bahan ajar. perawatan gedung sekolah dan lainnya. 2010. visi dan misi pendidikan nasional adalah sebagai berikut : Visi : “Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.2 Perumusan Strategi Kebijakan dengan Analisis SWOT Strategi peningkatan mutu pendidikan yang akan dirumuskan dalam penelitian ini bertitik tolak pada penjelasan UU No. Seperti yang terjadi di SMA 69. FE UI. dan dikutip dalam Renstra Departemen Pendidikan Nasional 2005–2009 . Sumber dana yang dimaksud adalah pendaan yang berasal dari orang tua para siswa (melalui komite sekolah). sekolah ini terletak di pulau pramuka. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. .” 13 Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah SMA N 69. khususnya untuk pembiayaan telpon. hal ini dikarenakan kondisi perekonomian mereka yang tidak memungkinkan. Angki Kusuma Dewi. 17 Januari 2009. 20/2003. Jakarta Utara.. listrik dan air .13 Dengan kondisi yang ada sulit bagi sekolah untuk membebankan biaya pendidikan yang tinggi kepada orang tua siswa. kepulauan seribu yang sebagian besar orang tua siswa bermata pencaharian sebagai nelayan..

keterampilan. .2. maka agar dapat lebih mudah diimplementasikan maka diperlukan adanya perumusan sasaran yang hendak dicapai. ahli dan profesional. • Meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas lembaga pendidikan dan pengelolanya sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan.. • Meningkatnya efisiensi dan efektifitas manajemen pelayanan pendidikan melalui peningkatan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. • Meningkatkan kualitas pendidikan dengan tersedianya standar pendidikan nasional dan standar pelayanan minimal (SPM).. sikap. Angki Kusuma Dewi. bermutu. kelemahan-kelemahan. terampil.. yang kemudian seluruh komponen sekolah tersebut ditentukan sebagai stakeholder Universitas Indonesia Strategi peningkatan. yaitu : Sasaran : • Meningkatkan daya saing bangsa dengan menghasilkan lulusan yang mandiri. 72 Misi : • Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. Organisasi yang dimaksud adalah Lembaga pendidikan formal pada tingkat satuan menegah atas Negeri yang berada di Propinsi DKI Jakarta.1 Perumusan Faktor Internal dan Faktor Eksternal Tahapan pertama penelitan. serta meningkatkan kualifikasi minimum dan sertifikasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. peluang yang ada dan ancaman yang dihadapi oleh organisasi yang akan dianalisis. mampu belajar sepanjang hayat. FE UI. serta efektivitas pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pendidikan termasuk otonomi keilmuan. pengalaman. dimulai dengan melakukan kegiatan wawancara dengan beberapa ahli guna proses identifikasi terhadap indikasi- indikasi kekuatan-kekuatan. 4. dan nilai berdasarkan standar nasional dan global Berangkat dari visi dan misi tersebut. 2010. serta memiliki kecakapan hidup yang dapat membantu dirinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan.

Laboraturium.8 Perumusan Identifikasi Faktor Internal EFEKTIFITAS PENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SMA NEGERI 1. . ruang diskusi dan konseling. Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah secara sinergis sesuai dengan job description yang ditetapkan Universitas Indonesia Strategi peningkatan. 3. literatur kepustakaan dan juga beberapa wawancara langsung dengan responden. Kemampuan sekolah dalam melakukan subsidi silang untuk murid yang tidak mampu 14. Pengembangan kurikulum sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa. perpustakaan) sebagai penunjang kegiatan belajar para siswa. 2010.8 dan Tabel 4. 4.. 9. 16. Identifikasi dirumuskan melalui berbagai sumber . 17. penggerakan. Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah. struktur. 6. Orientasi siswa baru bersifat akademik dan mendidik. kegiatan kesiswaan. pustakawan dan laboran sebagai pendukung proses pembelajaran. 8. 2. pembayaran gaji. 7. Kemampuan manajerial (perencanaaan. serta kebisingan.9 dibawah ini : Tabel 4.. konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung proses belajar mengajar. Kurikulum sekolah diterapkan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. pengontrolan dan evaluasi) kepala sekolah dalam mengelola sekolah. Angki Kusuma Dewi. Jumlah tenaga SDM (tenaga pendidik/guru) yang tersedia dan berdedikasi 5. Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan program penunjang (seperti : sertifikasi guru. transport. Lokasi sekolah terbebas dari gangguan pencemaran udara dan air. 12. insetif dan tunjangan tenaga pendidik). Hasil perumusan identifikasi elemen-elemen faktor Internal dan Eksternal diuraikan pada Tabel 4. Penerimaan siswa baru dilakukan secara selektif dan transparan sesuai aturan yang berlaku. Ketepatan dari penempatan jabatan dan personal dalam struktur organisasi sekolah 18. pengorganisasian. jauh dari tindak kekerasan dan berada dalam pengawasan guru 10. Kualitas kinerja tenaga administrasi. Kemampuan pembiayaan dan pengelolaan anggaran dalam pengadaan sarana dan prasarana sekolah 11. FE UI. Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti.. Kemampuan guru dalam menguasai materi. ekstrakurikuler) 13. Penerapan kurikulum nasional yang relevan dengan potensi sekolah 15. Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program kegiatan utama (operasional kegiatan belajar-mengajar. perabot fisik peralatan pendidikan. 73 dalam pembahasan selanjutnya. buku. teknologi informasi dan komunikasi) yang menunjang kelancaran proses belajar siswa.

10. Perguruan Tinggi dan Pendidikan Kedinasan) berkaitan dengan investasi (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan. Angki Kusuma Dewi.. adanya ketimpanagan gaji/tunjangan antara tenaga pendidik tetap (PNS) dengan tenaga pendidik honorer 7. perekrutan. Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah terhadap kegiatan/proses belajar mengajar 2.. 15. Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). pengangkatan dan pembiayaan). 14. Keberadaan dewan pendidikan di setiap wilayah kotamadya sebagai penyalur aspirasi/keluhan masyarakat terhadap pendidikan 11. merekrut kepala sekolah dan tenaga pangajar 4. 2010. Keaktifan orang tua dalam mengatasi masalah pendidikan melalui wadah komite sekolah. Keberadaan UU No. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan pendidikan sekolah. 12. 13. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan 9. Peraturan Pemerintah No. Peran serta tenaga ahli (konsultan pendidikan) untuk membantu memberi masukan dalam tata cara pengelolaan sekolah. Dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap dunia pendidikan. Political will dari Pemerintah (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan mutu pendidikan.. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. termasuk otonomi pendidikan sekolah ( yang meliputi . 74 Tabel 4. FE UI. 8. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai lembaga independen yang bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru.9 Perumusan Identifikasi Faktor Eksternal EFEKTIFITAS PENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SMA Negeri 1. Dampak pemberlakuan otonomi daerah. 19/2005 tentang Standar Pendidikan Nasional dan Peraturan Mnteri Pendidikan Nasional No. Kemungkinan tidak-adanya peningkatan anggaran pendidikan dari pusat maupun daerah. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. . Kondisi kesejahteraan. Akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta ilmu pengetahuan saat ini dapat mendukung proses belajar yang interaktif. Kemampuan dinas pendidikan dalam menseleksi. 5. 3. pengelolaan sekolah. Kemungkinan terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan (Seperti . 6.

10 d Penilaian bobot IFAS-EFAS SWOT Jangka panjang. Secara ringkas.21 11.10 a.57 3. 4. 4. Laboraturium.74 untuk murid yang tidak mampu Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah 5 sinergis sesuai dengan job description yang 3.2 Perumusan Elemen-Elemen SWOT Dari hasil perumusan indikator-indikator faktor internal dan eksternal tersebut (tabel 4.23 11.10 a PENILAIAN BOBOT IFAS JANGKA PENDEK Pertanyaan Nilai No.64 3. selanjutnya dituangkan ke dalam kuesioner SWOT yang diberikan kepada responden untuk menjaring penilaian bobot dan rating terhadap setiap indikator faktor yang dikemukakan tersebut. faktor opportunity dan faktor threat.51 3. perpustakaan) sebagai Strength (Kekuatan) penunjang kegiatan belajar para siswa.08 pendidik/guru) yang berdedikasi Penerimaan siswa baru dilakukan secara 2 selektif dan transparan sesuai aturan yang 3. FE UI.10 c.86 sekolah Kurikulum sekolah yang diterapkan telah 8 sesuai perkembangan ilmu pengetahuan 3.17 berada dalam pengawasan guru Adanya ketepatan dari penempatan jabatan 7 dan personal dalam struktur organisasi 3. yaitu elemen ..37 88. diuraikan dalam bentuk tabel dibawah ini.17 dan teknologi saat ini.91 ditetapkan Orientasi siswa baru bersifat akademik dan 6 mendidik. perhitungan/pengolahan data hasil penelitian penulis terhadap penilaian kuesioner SWOT oleh responden. Kelengkapan fasilitas fisik layanan khusus (seperti. Susunan tabel-tabel hasil penilaian responden terhadap faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) terdiri dari: 1.15 10.10 b dan 4. faktor strength. Sekolah mampu melakukan subsidi silang 4 3. 2010. Untuk data penelitian penilaian atau scoring oleh responden pada setiap faktor internal maupun faktor eksternal dapat dilihat pada halaman lampiran. faktor weakness. 75 4.32 12. 4.84 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. 4.46 konseling. ruang diskusi dan 3 3.. .06 11. Rata-rata Kolom 3.14 10.9). Urgensi Bobot x Urgensi Kuesioner Rata-Rata Baris Tersedianya tenaga SDM (tenaga 1 3.10 d Penilaian bobot IFAS-EFAS SWOT Jangka pendek.43 3.2. Tabel 4. Tabel 4.51 3.23 11. yang akan menghasilkan keempat elemen-elemen strategis model SWOT.46 3.11 a.. Angki Kusuma Dewi.46 3.55 3. 2.8 dan 4.10 b dan 4.11 c.45 berlaku.11 10. Tabel 4. jauh dari tindak kekerasan dan 3.

Angki Kusuma Dewi.33 4.88 3.88 3.08 14.18 Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program kegiatan utama (operasional kegiatan belajar-mengajar. kegiatan kesiswaan.51 Pengembangan kurikulum sekolah belum sesuai dengan kebutuhan 9 siswa. FE UI. 3. ekstrakurikuler) yang 6 belum baik 3.92 3.44 Universitas Indonesia Strategi peningkatan.94 Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan program penunjang (seperti : sertifikasi guru. . teknologi informasi dan komunikasi) yang menunjang kelancaran proses belajar siswa masih kurang 3 lengkap.29 4.38 Kemampuan pembiayaan dan pengelolaan anggaran dalam pengadaan sarana dan prasarana 5 sekolah yang belum baik 3. serta kebisingan.16 Kemampuan guru dalam menguasai materi..25 4. pengontrolan dan evaluasi) kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang belum 7 baik 3.24 15..99 3.93 4. transport.81 Kualitas kinerja tenaga administrasi.96 3. konsep dan pola pikir keilmuan yang Weakness mendukung proses belajar 4 mengajar yang belum baik 3. pustakawan dan laboran sebagai pendukung proses 10 pembelajaran yang belum baik.25 4.51 Lokasi sekolah kurang nyaman : gangguan pencemaran udara dan 8 air.92 3.19 15.04 Rata-Rata Kolom 3. Rata-Rata 5 . perabot fisik peralatan pendidikan. 3. 2010.37 Total 157.26 16. insetif dan tunjangan tenaga pendidik) yang belum 2 efisien.91 3. buku. 76 Tabel 4.| Rata2 Kolom – Rata2 Urgensi Kuesioner Urgensi Baris Baris | Penerapan kurikulum nasional kurang relevan dengan potensi 1 sekolah 3. 3. pembayaran gaji.97 3..18 15. struktur. pengorganisasian.66 Kemampuan manajerial (perencanaaan.24 15.29 4. 2.25 4.34 4.26 16.38 4.28 4.10 b PENILAIAN BOBOT IFAS JANGKA PENDEK Pertanyaan Nilai Bobot Penyesuaian Bobot x No.24 15.88 3. 3.33 16. penggerakan.2 Sarana belajar utama (gedung sekolah.18 15.56 3.

94 2.94 14.18 dalam meningkatkan mutu pendidikan belum Ketidaktepatan dinas pendidikan dalam menseleksi.12 15.68 pengetahuan saat ini sehngga dapat mendukung proses belajar yang interaktif Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang 8 3. .97 10. 6 3.10 d PENILAIAN BOBOT EFAS JANGKA PENDEK Pertanyaan Nilai Bobot Penyesuaian Bobot x No. Perguruan 1 Tinggi dan Pendidikan Kedinasan) berkaitan dengan 3.08 10.35 4.27 4.88 2.41 Total 95.36 4.48 3.49 2. Angki Kusuma Dewi.22 4.85 Universitas Indonesia Strategi peningkatan.22 (LPMP) sebagai lembaga independen yang bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Keberadaan dewan pendidikan di setiap wilayah 2 kotamadya sebagai penyalur aspirasi/keluhan 3.| Rata2 Kolom – Urgensi Kuesioner Urgensi Baris Rata2 Baris | Sekolah tidak memiliki jalinan kemitraan dengan lembaga lain yang relevan (Seperti . Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan 1 3.11 10.01 gaji/tunjangan antara tenaga pendidik tetap (PNS) dengan tenaga pendidik honorer tidak cukup besar Adanya keaktifan orang tua dalam mengatasi 6 3. perekrutan.32 4. 77 Tabel 4.92 10. Peraturan Pemerintah No. 2010.13 10. Rata-rata 3.41 Total 86.91 3. Opportunity 19/2005 tentang Standar Pendidikan Nasional dan 4 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Sekolah belum mampu mendatangkan tenaga ahli 2 (konsultan pendidikan) untuk membantu memberi 3.19 10.91 3. Urgensi Kuesioner Rata-Rata Baris Urgensi Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).34 terhadap pengelolaan pendidikan sekolah.31 merekrut kepala sekolah dan tenaga pangajar Rata-Rata Kolom 3. Keberadaan UU No.05 15. 3.31 pengelolaan sekolah.53 3.53 2.. Rata-Rata 5 .18 maupun daerah.9 14.12 15.17 10. 3. FE UI.51 3.46 3.81 2.06 Threat masukan dalam tata cara pengelolaan sekolah Wewenang yang diberikan kepada sekolah sebagai dampak Pemberlakuan otonomi daerah termasuk 3 otonomi pendidikan sekolah ( yang meliputi .99 masalah pendidikan melalui wadah komite sekolah. Adanya persepsi yang kurang baik masyarakat 4 3.67 Tabel 4.87 10..94 3. Political will dari Pemerintah (DEPDIKNAS) 5 3.10 c PENILAIAN BOBOT EFAS JANGKA PENDEK Pertanyaan Nilai Bobot x No. pengangkatan dan pembiayaan) belum maksimal.32 investasi (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan.47 3.49 3.44 2..82 kondusif terhadap kegiatan/proses belajar mengajar Adanya peningkatan anggaran pendidikan dari pusat 9 3.95 14.88 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Adanya peningkatan kondisi kesejahteraan pendidik.01 10.19 4. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.33 masyarakat terhadap pendidikan Adanya dukungan dan partisipasi masyarakat 3 3. sehingga ketimpanagan yang ada antara 5 3. Adanya akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta ilmu 7 3.56 terhadap dunia pendidikan.

78

Berdasarkan hasil penilaian 167 responden terhadap faktor-faktor internal
yang berpengaruh dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah saat ini diperoleh
hasil bahwa kelemahan yang dimiliki oleh sekolah lebih banyak dibandingkan
dengan kekuatan yang dimiliki dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan
sekolah. Sehingga bobot penilaian responden terhadap unsur-unsur Weakness (W),
yaitu sebesar 157.44 lebih besar bila dibandingkan terhadap penilaian unsur-unsur
Strength (S) yang hanya sebesar 88,84. Sedangkan penilaian responden terhadap
unsur-unsur faktor eksternal yaitu Opportunity (O) yaitu sebesar 95,67 dan untuk
unsur-unsur Threat (T), sebesar 86,85. Hal tersebut menggambarkan bahwa
peluang yang datang dari luar sekolah untuk mendukung upaya peningkatan mutu
sekolah sangat besar dibandingkan dengan ancaman yang akan dihadapi oleh
sekolah. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi yang tepat agar sekolah dapat
meminimalkan kelemahannya dengan memanfaatkan peluang yang datang dari
luar sekolah.

Tabel 4.11 a
PENILAIAN BOBOT IFAS JANGKA PANJANG

Pertanyaan Nilai Bobot x
No. Rata-Rata Urgensi
Kuesioner Urgensi
Baris
Kelengkapan fasilitas fisik layanan khusus (seperti; Laboraturium,
1 ruang diskusi dan konseling, perpustakaan) sebagai penunjang 4.17 3.23 13.46
kegiatan belajar para siswa.
Kemampuan guru yang baik dalam menguasai materi, struktur,
2 konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung proses belajar 4.16 3.33 13.85
mengajar
Sarana belajar utama (gedung sekolah, perabot fisik peralatan
3 pendidikan, buku, teknologi informasi dan komunikasi) yang 4.12 3.26 13.49
menunjang kelancaran proses belajar siswa sudah lengkap
Penerimaan siswa baru sudah dilakukan secara selektif dan
4 4.10 3.21 13.12
transparan sesuai aturan yang berlaku.
Strength

Kemampuan manajerial (perencanaaan, pengorganisasian,
5 penggerakan, pengontrolan dan evaluasi) kepala sekolah dalam 4.10 3.18 13.03
mengelola sekolah sudah baik
Tersedianya tenaga SDM (tenaga pendidik/guru) yang
6 4.05 3.32 13.44
berdedikasi
7 Pengembangan kurikulum sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa. 4.05 3.24 13.21

8 Penerapan kurikulum nasional relevan dengan potensi sekolah 4.03 3.24 13.08
Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk
pelaksanaan program kegiatan utama (operasional kegiatan
9 4.02 3.26 13.13
belajar-mengajar, pembayaran gaji, transport, insetif dan
tunjangan tenaga pendidik) sudah baik
Kurikulum sekolah yang diterapkan sesuai perkembangan ilmu
10 4.01 3.15 12.6
pengetahuan dan teknologi saat ini.
Kemampuan pembiayaan dan pengelolaan anggaran dalam
11 4.00 3.24 13.05
pengadaan sarana dan prasarana sekolah sudah baik
Rata-rata 3.96 Total 145.46

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

79

Tabel 4.11 b
PENILAIAN BOBOT IFAS JANGKA PANJANG
Pertanyaan Nilai Bobot Penyesuaian Bobot x
No. Rata-Rata 5 - | Rata2 Kolom – Urgensi
Kuesioner Urgensi
Baris Rata2 Baris |
Orientasi siswa baru belum sepenuhnya
bersifat akademik dan mendidik, dari belum
1 3.95 4.99 3.23 16.11
sepenuhnya jauh dari tindak kekerasan dan
berada dalam pengawasan guru
Lokasi sekolah belum nyaman : gangguan
2 3.93 4.97 3.18 15.8
pencemaran udara dan air, serta kebisingan.
Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan
program penunjang (seperti : sertifikasi guru,
3 3.74 4.81 3.19 15.34
Weakness

kegiatan kesiswaan, ekstrakurikuler) masih
belum baik
Kualitas kinerja tenaga administrasi,
4 pustakawan dan laboran sebagai pendukung 3.74 4.78 3.08 14.72
proses pembelajaran masih belum baik
Sekolah masih belum mampu sepenuhnya
5 dalam melakukan subsidi silang untuk murid 3.71 4.78 3.06 14.62
yang tidak mampu
Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah
6 masih belum sinergis dengan job description 3.67 4.72 3.11 14.67
yang ditetapkan
Penempatan jabatan dan personal dalam
7 struktur organisasi sekolah belum sepenuhnya 3.63 4.72 3.11 14.67
sesuai dan tepat
Rata-Rata Kolom 3.96 Total 105.95

Tabel 4.11 c
PENILAIAN BOBOT EFAS JANGKA PANJANG
Bobot
Pertanyaan Nilai
x
No. Bobot
Rata-Rata
Kuesioner Urgensi
Baris
Adanya akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi informasi
1 dan komunikasi serta ilmu pengetahuan saat ini sehngga dapat mendukung 4.02 4.02 12.38
proses belajar yang interaktif
Keberadaan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Pendidikan Nasional
2 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19/2007 tentang Standar 4.01 4.01 12.47
Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam
mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif
Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), Lembaga
Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan
Opportunity

3 3.99 3.99 12.68
(LPMP) sebagai lembaga independen yang bertugas memantau proses
penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru
Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kondusif terhadap
4 3.95 3.95 12.36
kegiatan/proses belajar mengajar
Dukungan dan partisipasi masyarakat yang cukup baik terhadap dunia
5 3.9 3.9 11.73
pendidikan.
Adanya peran serta tenaga ahli (konsultan pendidikan) untuk membantu
6 3.89 3.89 11.86
memberi masukan dalam tata cara pengelolaan sekolah
Meningkatnya kondisi kesejahteraan pendidik, sehingga ketimpangan
7 gaji/tunjangan antara tenaga pendidik tetap (PNS) dengan tenaga 3.89 3.89 14.25
pendidik honorer tidak besar
Keberadaan dewan pendidikan di setiap wilayah kotamadya sebagai
8 3.87 3.87 11.3
penyalur aspirasi/keluhan masyarakat terhadap pendidikan
Ketepatan dinas pendidikan dalam melakukan seleksi dan perekrutan
9 3.86 3.86 11.03
kepala sekolah dan tenaga pangajar
Adanya keaktifan orang tua dalam mengatasi masalah pendidikan melalui
10 3.94 3.94 12.52
wadah komite sekolah.
Rata-rata 3.85 Total 122.58

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

80

Tabel 4.11 d
PENILAIAN BOBOT EFAS JANGKA PANJANG
Pertanyaan Nilai Bobot Penyesuaian Bobot x
No. Rata-Rata 5 - | Rata2 Kolom – Urgensi
Kuesioner Urgensi
Baris Rata2 Baris |
Tidak terciptanya jalinan kemitraan sekolah
dengan lembaga lain yang relevan (Seperti ;
1 Perguruan Tinggi dan Pendidikan Kedinasan) 3.78 4.93 2.90 14.29
berkaitan dengan investasi (beasiswa) dan
pemanfaatan output lulusan.
Political will dari Pemerintah (DEPDIKNAS)
2 dalam meningkatkan mutu pendidikan belum 3.75 4.90 2.95 14.45
Threat

cukup maksimal
Wewenang yang diberikan kepada sekolah
untuk mengelola sekolah sebagai dampak
Pemberlakuan otonomi daerah termasuk
3 otonomi pendidikan sekolah ( yang meliputi ; 3.67 4.93 3.12 15.38
pengelolaan sekolah, perekrutan, pengangkatan
dan pembiayaan) belum maksimal.

Persepsi yang kurang baik dari masyarakat
4 3.61 4.78 2.94 15.15
terhadap pengelolaan pendidikan sekolah.

5 Tidak-adanya peningkatan anggaran 3.59 4.96 2.97 14.73
pendidikan dari pusat maupun daerah.
Rata-Rata Kolom 3.85 Total 74.00

Sedangkan hasil penelitian untuk proyeksi yang akan datang, menunjukkan
adanya penilaian positif responden terhadap proyeksi masa depan terhadap
efektifitas lembaga pendidikan formal menengah atas dalam upaya
meningkatan mutu pendidikan, hal ini terlihat dari bobot untuk setiap unsur-
unsur Strength (S) : 145,46 dan Opportunity (O) : 122,58 jauh lebih besar
dibandingkan dengan unsur-unsur Weakness (W) : 105,95 dan Threat (T) :
74,00.
Perubahan penilaian responden, dari periode jangka pendek sampai
periode jangka panjang menunjukkan adanya perubahan persepsi seiring
dengan bertambahnya waktu. Faktor eksternal yang sebelumnya menjadi
peluang untuk jangka pendek, seperti : pemberlakuan otonomi daerah termasuk
otonomisasi pendidikan, ternyata untuk periode jangka panjang menjadi
ancaman.
Secara ringkas hasil rata-rata pembobotan elemen-elemen IFAS-EFAS
SWOT baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang disusun dalam
Tabel 4.12 dan Tabel 4.13 sebagai berikut :

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

81

Tabel 4.12 a
Internal Strategy Factor Analysis System (IFAS)

STRENGTH (S)
Jangka Pendek Jangka Panjang
Uraian Bobot Uraian Bobot
Tersedia tenaga SDM (pendidik/guru) yang Fasilitas fisik layanan khusus (Lab, perpustakaan
berdedikasi. 3.64 ruang konseling, dll) sebagai penunjang kegiatan 4.17
belajaar siswa yang lengkap
Orientasi siswa baru sudah bersifat akademik dan Kemampuan guru dalam menguasai materi, struk-
mendidik, jauh dari tindak kekerasan dan berada 3.57 tur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendu - 4.16
dalam pengawasan guru. kung proses belajar-mengajar sudah baik
Fasilitas fisik layanan khusus (Lab, perpustakaan Sarana belajar utama (ged. sekolah, perabot fisik,
ruang konseling, dll) sebagai penunjang kegiatan 3.55 peralatan pendidikan, buku, TIK) yang menun- 4.12

belajaar siswa yang lengkap jang kelancaran proses. belajar siswa lengkap
Penerimaan siswa baru sudah dilakukan secara Kemampuan Manajerial (perencanaan, pergerakan,
Selektif dan transparan sesuai dengan aturan yang 3.51 pengorganisasian, pengontrolan dan evaluasi) kepa- 4.10

berlaku la sekolah dalam mengelola sekolah sudah baik
Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah sudah Penerimaan siswa baru dilakukan sudah dilaku-
4.10
Sinergis dengan job description yang ditetapkan 3.51 kan secara selektif dan transparan sesuai dengan

aturan yang berlaku
Sekolah mampu melakukan subsidi silang bagi Tersedia tenaga SDM (pendidik/guru) yang
3.46 4.05
siswa tidak mampu berdedikasi.
Adanya ketepatan dari penempatan jabatan dan Pengembangan kurikulum sekolah sudah sesuai
3.46 4.05
Personal dalam struktur organisasi sekolah. dengan kebutuhan siswa.
Kurikulum sekolah dikembangkan sudah sesuai Penerapan kurikulum nasional yang sudah relevan
3.43 4.03
dengan perkembangan IPTEK saat ini. dengan potensi sekolah yang ada.
Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyara-
kat untuk pelaksanaan kegiatan program utama
4.02
pembayaran gaji, transport, insentif, dan
tunjangan tenaga pendidik) sudah baik
Kurikulum sekolah dikembangkan sudah sesuai
4.01
Dengan perkembangan IPTEK saat ini.
Kemampuan pembiayaan dalam pengadaan sarana
4.00
dan prasarana sekolah sudah baik

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

transport. dan tunjangan tenaga pen- didik) belum baik. pembayaran gaji. 82 Tabel 4. buku. serta kebisingan.71 konsep.67 penunjang belum baik Sinergis dengan job description yang ditetapkan Kemampuan Manajerial (perencanaan. faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar yang dimiliki sekolah periode jangka pendek adalah jumlah tenaga SDM (tenaga pendidik/guru) yang tersedia dan berdedikasi lebih dari cukup. organisasi sekolah belum tepat la sekolah dalam mengelola sekolah belum baik.93 kat untuk pelaksanaan kegiatan program utama Pencemaran air dan udara.64. gangguan pencemaran 3. FE UI. Hal ini merupakan suatu hal yang positif bagi peningkatan mutu pendidikan Universitas Indonesia Strategi peningkatan. serta kebisingan. sekolah. hal ini terlihat dari rata-rata skor penilaian yang diberikan oleh responden. insentif. 3.93 dan laboran sebagi pendukung proses pembelajaran belum baik Berdasarkan data pada tabel di atas.12 b Internal Strategy Factor Analysis System (IFAS) Weakness (W) Jangka Pendek Jangka Panjang Uraian Bbt Uraian Bbt 3. Angki Kusuma Dewi.. (operasional kegiatan belajar-mengajar. Sarana belajar utama (ged. struktur 3.29 Sekolah belum mampu melakukan subsidi silang 3. akademik dan mendidik. Pengembangan kurikulum sekolah belum sesuai 3.34 Lokasi sekolah tidak nyaman : gangguan 3. pustakawan 3. dan laboran sebagi pendukung proses pembelajaran jang kelancaran proses belajar siswa belum lengkap belum baik Kemampuan pembiayaan dalam pengadaan sarana 3. TIK) yang menun. dan pola piir keilmuan yang mendukung bagi siswa tidak mampu proses belajar mengajar belum baik Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan program 3.33 Kualitas kinerja tenaga administrasi.38 Penerapan kurikulum nasional belum relevan dengan Orientasi siswa baru belum sepenuhnya bersifat 3.25 air dan udara. pengontrolan dan evaluasi) kepa. Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyara.25 Dengan kebutuhan siswa.95 potensi sekolah. Lokasi sekolah belum nyaman. 2010.. perabot fisik 3.63 pengorganisasian.74 peralatan pendidikan.74 dan prasarana sekolah belum baik Penunjang belum baik Kemampuan guru dalam menguasai materi. . 3.29 Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan program 3.28 Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah belum 3. yaitu sebesar 3.27 Penempatan jabatan dan personal dalam struktur 3. Kualitas kinerja tenaga administrasi. pustakawan 2. pergerakan..

faktor internal yang menjadi kekuatan terbesar yang dimiliki sekolah untuk periode jangka panjang. Angki Kusuma Dewi. FE UI. Sedangkan faktor internal yang merupakan kelemahan terbesar yang dimiliki oleh sekolah untuk periode jangka pendek adalah penerapan kebijakan kurikulum nasional yang relevan dengan potensi sekolah. adalah . Berdasarkan atas penilaian tersebut dapat dikatakan bahwa penerapan kebijakan kurikulum nasional yang ada kurang sesuai dengan potensi atau kondisi sekolah yang ada. di masa yang akan datang masa orientasi siswa baru cukup penting untuk tetap diselenggarakan. Sehingga kemungkinan besar akan menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah. Sedangkan faktor internal yang merupakan kelemahan terbesar bagi sekolah pada periode jangka panjang adalah penyelenggaraan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan mendidik jauh dari tindak kekerasan dan berada dalam pengawasan guru..95. Berdasarkan data tersebut. keberadaan fasilitas layanan khusus dimasa mendatang akan dapat meningkatkan mutu belajar para siswa karena ini memungkinkan para siswa untuk mengeksplore dan menambah pengetahuannya lebih dalam lagi terhadap mata pelajaran yang terkait.38. Laboraturium. ruang diskusi dan konseling. Berdasarkan data pada tabel di atas. . hal ini terlihat dari rata- rata skor penilaian yang diberikan oleh responden. 83 sekolah.. karena guru merupakan faktor utama atau “ujung tombak” dalam menciptakan siswa yang berprestasi dan berkualitas. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Namun menurut penilaian responden. Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti. yang dapat berdampak terhadap psikologis siswa. Berdasarkan atas penilaian yang diberikan oleh responden tersebut maka dapat dikatakan bahwa. 2010. dengan rata-rata skor penilaian yang diberikan oleh responden sebesar 4. yaitu sebesar 3.. perpustakaan) sebagai penunjang kegiatan belajar para siswa. sekolah khususnya guru masih belum cukup baik dalam melakukan pengawasan pada masa orientasi tersebut sehingga dimungkinkan terjadinya tindak kekerasan pada para murid.17. dengan rata-rata skor penilaian yang diberikan oleh responden sebesar 3.

86 ses seleksi dan perekrutan kepala sekolah dan tenaga pengajar Universitas Indonesia Strategi peningkatan.99 terhadap dunia pendidikan ga Independen yang bertugas melakukan pemantau- an dan evaluasi terhadap penyelenggaraan serta pengelolaan pendidikan Keberadaan UU No. 3.48 Adanya dukungan dari partisipasi masyarakat 3.49 Adanya keaktifan orang tua dalam mengatasi masa. 20/2003 tentang Sistem Pen. 20/2003 tentang Sistem Pen.01 ga Independen yang bertugas melakukan peman. 3. didikan Nasional. 19/2005 tentang Standar tauan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan serta Pendidikan Nasional dari PERMEN DIKNAS No.49 Pengaruh kondisi lingkungan sekitar terhadap 3. 3. 4. . pengelolaan pendidikan 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Nasional yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Adanya dukungan dan partispasi masyarakat 3. terhadap dunia pendidikan Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah 3.9 salah pendidikan melalui wadah komite sekolah. 3.51 Keberadaan BNSP. PP No.13 a External Strategy Factor Analysis System (EFAS) OPPORTUNITY (O) Jangka Pendek Jangka Panjang Uraian Bbt Uraian Bbt Keberadaan dewan pendidikan di setiap wilayah 3. ketimpangan 3.02 kotamadya sebagai penyalur aspirasi / keluhan bangan TIK dan ilmu pengetahuan saat ini guna masyarakat terhadap pendidikan. FE UI.53 Mudahnya akses terhadap pemanfaatan perkem.89 dari pusat maupun daerah Untuk membantu memberi masukan mengenai tata cara pengelolaan sekolah yang efektif Mudahnya Akses terhadap pemanfaatan perkem..46 Keberadaan dewan pendidikan disetiap wilayah 3. 3...87 Bangan TIK dan ilmu pengetahuan saat ini guna kotamadya sebagai penyalur aspirasi / keluhan mendukung proses belajar yang interaktif masyarakat terhadap pendidikan Ketepatan dinas pendidikan dalam melakukan pro.27 Keberadaan dewan pendidikan disetiap wilayah 3.94 tidak terlalu besar antar tenaga pendidik tetap lah pendidikan melalui wadah Komite Sekolah (PNS) dgn tenaga pendidik tidak tetap (Honorer) Adanya keaktifan orang tua dalam mengatasi ma. 84 Tabel 4. 4. LSP dan LPMP sebagai lemba. LSP dan LPMP sebagai lemba. 2010.44 Adanya peran serta jasa konsultan pendidikan 3. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Nasional yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah agar menjadi lebih efektif Peningkatan kesejahteraan pendidik. 3.95 didikan Nasional. Mendukung proses belajar yang interaktif Keberadaan BNSP. 19/2005 tentang Standar kegiatan proses belajar mengajar Pendidikan Nasional dari PERMEN DIKNAS No.53 Keberadaan UU No. PP No.87 yang kondusif terhadap kegiatan proses belajar kotamadya sebagai penyalur aspirasi / keluhan mengajar masyarakat terhadap pendidikan Adanya peningkatan anggaran pendidikan baik 3. Angki Kusuma Dewi. 3.

85 Tabel 4.. karena melalui lembaga ini masyarakat dapat menyampaikan kritik dan masukan mengenai pendidikan yang ada. sebagai dampak pemberlakuan otonomi daerah termasuk otonomi pendidikan otonomi daerah termasuk otonomi pendidikan sekolah (pengelolaan sekolah.36 Political Will Pemenrintah dalam meningkatkan . khususnya pendidikan sekolah. perekrutan. sebagai dampak pemberlakuan mengelola sekolah. sekolah (pengelolaan sekolah. 2010.53.22 Tidak-adanya peningkatan anggaran 3.67 mengelola sekolah.78 dengan lembaga lain yang relevan berkaitan kurang kondusif terhadap kegiatan proses belajar dengan investasi (beasiswa) dari pemanfaatan mengajar outpu lulusan Ketidakmampuan sekolah dalam mendatangkan 3. pengang. pengang katan dan pembiayaan) belum maksimal.59 Peningkatan mutu pendidikan belum maksimal Pendidikan dari pusat maupun daerah Ketidaktepatan dinas pendidikan dalam melakukan 3. Berdasarkan data yang ada pada tabel di atas. Sehingga hal ini diharapkan dapat menjadi sesuatu yang Universitas Indonesia Strategi peningkatan. FE UI. katan dan pembiayaan) belum maksimal. Untuk jangka pendek keberadaan dewan pendidikan sekolah di setiap wilayah kotamadya sangat efektif. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai lembaga independen yang bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru dengan nilai rata-rata skor masing-masing sebesar 3.19 proses seleksi dan perekrutan kepala sekolah dan tenaga pengajar.61 pengelolaan pendidikan terhadap pengelolaan pendidikan Political Will Pemerintah (Depdiknas) terhadap 3. peluang terbesar yang dimiliki sekolah dari faktor eksternal sekolah yang ada dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan sekolah periode jangka pendek adalah Keberadaan dewan pendidikan di setiap wilayah kotamadya sebagai penyalur aspirasi/keluhan masyarakat terhadap pendidikan dan Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). .37 Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang 3..13 b External Strategy Factor Analysis System (EFAS) THREAT (T) Jangka Pendek Jangka Panjang Uraian Bbt Uraian Bbt Tidak terciptanya jalinan kemitraan sekolah 3. Angki Kusuma Dewi. yang dapat memberi mutu pendidikan belum maksimal Masukan dalam tata cara pengelolaan sekolah Wewenang yang diberikan kepada sekolah untuk 3. perekrutan. 3. Persepsi yang kurang baik dari masyarakat terhadap 3.32 Wewenang yang diberikan kepada sekolah untuk 3..75 tenaga konsultan pendidikan.27 Persepsi yang kurang baik dari masyarakat 3.

serta seminar-seminar.02. 86 positif untuk peningkatan mutu pendidikan sekolah. apakah sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan atau belum. dapat dilihat bahwa faktor eksternal yang merupakan peluang bagi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan pada periode jangka panjang adalah. Lembaga independenini juga berpeluang dapat meningkatkan mutu pendidikan. diklat maupun workshop pendidikan kepada para guru. Berdasarkan data pada tabel diatas.36. 2010. selain itu lembaga tersebut juga membantu peningkatan mutu para guru dengan menyelenggarakan program sertifikasi guru. dengan skor rata-rata yang diberikan responden sebesar . Berdasarkan penilaian yang diberikan oleh responden tersebut maka dapat dikatakan bahwa.. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Angki Kusuma Dewi. dengan nilai rata-rata skor sebesar 3. sehingga kemungkinan sekolah tidak memakai jasa konsultan tersebut dikarenakan minimnya biaya untuk kegiatan program penunjang (dapat dilihat pada tabel weakness faktor internal). Hal ini kemungkinan besar terjadi karena biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan jasa konsultan pendidikan tidaklah muruh... . Dan ancaman terbesar yang dimiliki sekolah dari faktor eksternal untuk periode jangka pendek adalah Peran serta tenaga ahli (konsultan pendidikan) untuk membantu memberi masukan dalam tata cara pengelolaan sekolah. karena lembaga ini bertugas untuk bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan yang ada. Dengan melihat fungsi diatas maka keberadaan lembaga independen dapat membawa pengaruh yang positif terhadap peningkatan mutu pendidikan. oleh sebab itu dengan adanya akses tanpa batas terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah akan membawa dampak yang positif bagi pengingkatan mutu pendidikan. FE UI. peran serta jasa konsultan pendidikan terhadap sekolah masih belum cukup besar dalam memberikan masukan ataupun rekomendasi kepada sekolah khususnya kepala sekolah mengenai bagaimana pengelolaan proses pendidikan yang baik agar untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Begitu juga dengan keberadaan lembaga independen seperti BSNP. Akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta ilmu pengetahuan yang dapat mendukung proses belajar yang interaktif. 4. LSP dan LPMP. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi selalu mengalami proses perubahan pembaharuan yang sangat cepat.

Hal ini sejalan dengan penjelasan diatas. seperti laboraturium komputer. dimana keberadaan fasilitas fisik layanan khusus akan menunjang kegiatan belajar siswa. .. maka hal ini akan menjadi ancaman bagi sekolah.. Perguruan Tinggi dan Pendidikan Kedinasan) berkaitan dengan investasi (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan. sehingga kegiatan belajar mengajar antar siswa dan guru akan lebih komunikatif dan interaktif.3 Strategi Kebijakan Untuk dapat diketahui prioritas dan keterkaitan antar strategi berdasarkan pembobotan SWOT-nya. maka dilakukan interaksi kombinasi strategi internal- eksternal. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. dengan skor rata-rata yang diberikan responden sebesar .. Angki Kusuma Dewi. • Interaksi kombinasi Strategi WT : yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. 4. 87 Siswa dapat mencari refrensi lain yang dapat mendukung isi mata pelajaran yang diberikan di sekolah. • Interaksi kombinasi Strategi ST : yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman. karena salah satu diantaranya dapat menyebabkan hilangnya kesempatan belajar bagi siswa tidak mampu untuk dapat terus dapat melanjutkan pendidikannya. FE UI. 2010. 3.78. • Interaksi kombinasi Strategi WO : yaitu suatu strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. apalagi jika sekolah tidak mampu melakukan program subsidi silang bagi siswa yang tidak mampu. Sedangkan faktor eksternal yang merupakan ancaman bagi sekolah untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan untuk periode jangka panjang bagi adalah kemungkinan terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan (Seperti . Jika dimasa yang akan datang sekolah tidak dapat menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan lain khususnya untuk program beasiswa. yang dapat dijelaskan sebagai berikut : • Interaksi kombinasi Strategi SO : yaitu suatu strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Selain itu guru juga dapat mencari refrensi bahan ajar yang akan diberikan kepada siswa. Tentu saja hal ini harus di dukung dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai.

88

Hasil pembobotan secara ringkas, matrik interaksi SWOT tersebut terbagi
dalam strategi jangka pendek dan strategi jangka panjang, adalah sebagai berikut :

Tabel 4.14 Tabel 4.15
Strategi Jangka pendek Strategi Jangka Panjang

S : 88,84 W : 157,44 S : 145,46 W : 105,95
O : 95,67 SO : 184,51 WO : 253,11 O : 122,58 SO : 268,46 WO : 228,11
T : 86.85 ST : 175,69 WT : 244.29
T : 74,00 ST : 219,46 WT : 179,95

Secara ringkas, maka strategi yang dapat dipilih berdasarkan prioritas adalah :

Tabel 4.16 Strategi Prioritas Jangka Pendek dan Jangka Panjang

STRATEGI
PRIORITAS
JANGKA PENDEK JANGKA PANJANG
I WO : 253,13 SO : 251,41
II WT : 245,46 WO : 228,53
III SO : 184,53 ST : 219,41
IV ST : 176,86 WT : 196,53

Berdasarkan data diatas, maka strategi optimal yang dapat digunakan
untuk meningkatkan mutu pendidikan periode jangka pendek adalah strategi WO
sedangkan untuk jangka panjangnya adalah strategi SO.
Kemudian, perumusan strategi-strategi SO, ST, WO dan WT, disusun
berdasarkan faktor internal S dan O; serta faktor eksternal W dan T, ke dalam
MATRIKS INTERAKSI IFAS-EFAS SWOT, (dapat dilihat pada bagian lampiran),
sehingga terbentuklah strategi manajemen pendidikan berdasarkan atas data yang
diperoleh dari penilaian responden.
Strategi manajemen pendidikan versi responden ini, terbagi kedalam dua
strategi kebijakan, yaitu strategi jangka pendek dan strategi jangka panjang, yang
dijabarkan sebagai berikut :

4.3.1 Strategi Jangka Pendek dan Rencana Pengimplementasiannya

1. Meningkatkan kualitas dan kemampuan manajerial kepala sekolah agar
dapat mengelola sekolah dengan baik guna memanfaatkan wewenang

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

89

penuh yang diberikan kepada kepala sekolah sebagai dampak dari
pemberlakuan otonomi pendidikan.

“ Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah
sebagai manajer perencanaan sekaligus sebagai pengatur, pengorganisir dan
pemimpin keseluruhan pelaksanaan tugas-tugas pendidikan di sekolah
untuk dapat membangun manajemen sekolah yang efisien dan efektif
seiring dengan perubahan-perubahan yang sedang terjadi di masyarakat,
sehingga sekolah melalui program-program pendidikannya dapat disajikan
sesuai dengan kebutuhan baru dan kondisi baru, termasuk perkembangan
kebijakan makro pendidikan.”
Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk
mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau
program terlebih dahulu, antara lain :
a. Peningkatan pemahaman tentang konsep dasar kepemimpinan efektif.
b. Peningkatan kemampuan berkomunikasi secara tepat untuk
mengarahkan program sekolah.
c. Peningkatan kemampuan dalam mengatasi konflik di sekolah.
d. Membuat penjadwalan agar program-program yang telah direncanakan
dapat dijalankan secara efektif dan efisien.
Untuk melaksanakan perencanaan tersebut maka diperlukan adanya
struktur organisasi yang jelas agar job description yang diberikan, agar
dapat terlaksana dengan baik.
Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi, maka
selanjutnya adalah kepala sekolah secara konsekuen menjalankan
perencanaan yang telah dibuat, antara lain ;
a. Agar kepala sekolah dapat memahami bagaimana kepemimpinan yang
efektif itu, maka kepala sekolah melakukan konsultasi dengan tenaga
ahli yaitu konsultan pendidikan yang berfungsi sebagai konselernya
untuk memberi masukan mengenai tata cara pengelolaan sekolah yang
baik minimal 2 kali dalam satu tahun.
b. Kepala sekolah mengikuti pelatihan-pelatihan kepemimpinan yang
diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan maupun lembaga-lembaga

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

90

pendidikan lain yang relevan guna memperoleh wawasan
kepemimpinan yang efektif.
c. Menciptakan dan membina komunikasi dua-arah sehingga akan
memudahkan proses pengarahan dan pengkoordinasian dalam
pelaksanaan program sekolah.
d. Melakukan riset pendapat, sikap dan harapan stakeholder sekolah
terhadap institusi maupun stakeholder yang lain, agar dapat memberikan
penyelesaian yang baik berupa saran tindakan-tindakan yang diperlukan
untuk mengatasinya konflik.
2. Meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru sesuai bidangnya dengan
memanfaatkan perkembangan IPTEK saat ini, serta mendorong dan
memberi kesempatan untuk mengikuti proses sertifikasi profesi guna
meningkatkan mutu guru.
“ Strategi ini bertujuan untuk menciptakan dan membina SDM
(pendidik/guru) menjadi berkualitas, yang dilihat dari semangat kerjanya
yang profesionalisme dan mempunyai kemampuan di bidangnya, termasuk
kemampuan dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, hal
ini sangat diperlukan karena perkembangan IPTEK yang sangat cepat dan
pendidik juga dihadapkan pada penguasaan hal-hal baru berkaitan dengan
materi pembelajaran atau pendukung pelaksanaan pembelajaran seperti
penggunaan internet untuk pembelajaran yang interaktif (e-learning) guna
membantu kesulitan yang dihadapi oleh siswa.”
Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk
mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau
program terlebih dahulu, antara lain :
a. Melakukan identifikasi dengan melakukan pemetaan terhadap
kemampuan guru.
b. Pengembangan jenjang karir.
c. Peningkatan jenjang pendidikan pengajar.
d. Pembagian tugas yang adil dan merata sesuai dengan kemampuan.
e. Menerapkan budaya reward and punishment agar tercipta iklim kerja
yang kondusif dan kompetitif yang sehat.

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

91

f. Meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi.
Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi, maka
selanjutnya adalah kepala sekolah memberikan arahan kepada pendidik
untuk melaksanakan program yang telah direncanakan, dengan mengikuti :
a. Pengembangan jenjang karir dilakukan dengan melakukan promosi
pendidik berdasarkan asas kemanfaatan, kepatutan dan
profesionalisme. Serta memotivasi atau mendorong pendidik agar
mengikuti proses sertifikasi profesi agar mendapat pengakuan dari para
stakeholder atas keahliannya.
b. Peningkatan jenjang pendidikan dengan memberikan kesempatan
kepada pendidik untuk melanjutkan pendidikan sesuai bidangnya agar
kualifikasi standar pendidik terpenuhi.
c. Memberikan job description tugas yang jelas sesuai dengan
kemampuan pendidik dan memberikan pengarahan dalam proses
pelaksanaannya.
d. Mensosialisasikan budaya reward and punishment kepada pendidik.
e. Memberikan pelatihan TIK kepada pendidik secara berkala sesuai
dengan perkembangan TIK yang cepat dengan mendatangkan tenaga
ahli TIK.
3. Memperluas akses pendidikan para siswa melalui pengadaan sarana dan
prasarana pendidikan layanan khusus (laboraturium, perpustakaan,
pemanfaatan TIK dll) yang disertai dengan peningkatan kualitas tenaga
administrasi, laboran dan pustakawan dengan memanfaatkan peran
pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan.)
“ Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas proses
pembelajaran para siswa, karena dengan adanya penyediaan fasilitas
tersebut oleh pihak sekolah (baik secara swadaya maupun dengan bantuan
pemerintah), para siswa dapat lebih memahami pelajaran yang
disampaikan oleh para pengajar karena dengan adanya bantuan alat peraga,
materi yang disampaikan oleh pengajar akan lebih mudah terserap dan
dipahami oleh para siswa, selain itu para siswa juga dapat menambah dan

Universitas Indonesia
Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

meliputi : a. 92 mengembangkan pengetahuannya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada seperti penggunaan TIK.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. Memberikan program pelatihan. dan orang tua. 2010.. Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. FE UI. Menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum. Pengadaan fasilitas belajar berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki sekolah b. Mensosialisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana kepada pendidik. . c. siswa. siswa. seminar maupun workshop yang menyangkut peningkatan kualitan tenaga pendukung pendidikan. c. Mencari peluang pengadaan dana dari pemerintah. Melakukan klasifikasi sarana dan prasaran yang dibutuhkan guna melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah.. d. serta donatur lainnya. antara lain : a. Angki Kusuma Dewi. masyarakat maupun swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) nya. b. orang tua. Bekerjasama dengan komite sekolah dalam merancang dan mengajukan proposal tertulis untuk pengadaan sarana dan prasarana lengkap dengan racangan pembiayaannya kemudian mengajukannya kepada pemerintah daerah maupun pusat.. Di samping itu strategi ini juga dapat meningkatkan kualitas para operator layanan khusus karena secara langsung mereka dituntut untuk dapat membantu membimbing para siswa. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Pengembangan keahlian tenaga pendukung. orang tua dan masyarakat) secara konsekuen menjalankan perencanaan yang telah dibuat. d. maka selanjutnya adalah kepala sekolah dengan bantuan seluruh stakeholder sekolah (pendidik.

“ Strategi ini bertujuan untuk menciptakan sistem manajemen keuangan sekolah yang efektif. dengan begitu semakin memperkecil peluang terjadinya penyimpangan dalam pembuatan anggaran sekolah. Melakukan pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran serta penggunaan anggaran selanjutnya dilaporkan kepada komite sekolah. Memperbaiki tata kelola anggaran pembiayaan dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program kegiatan utama dan program kegiatan penunjang dengan mengacu kepada standar pembiayaan yang telah ditentukan secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan orang tua melalui wadah komite sekolah. antara lain : a. b. Kepala sekolah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada standar pembiayaan. sehingga orang tua siswa bisa mengetahui berapa jumlah uang yang diterima sekolah dan digunakan untuk apa saja uang tersebut. dengan begitu penyalahgunaan anggaran sekolah untuk kegiatan yang kurang mendatangkan manfaat bagi para siswa dapat diminimalisasi. khususnya pada saat proses rekruitmen tenaga kependidikan (admin. Selain itu strategi ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisispasi aktif sekaligus peran serta orang tua dalam pembuatan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS).. 2010.. sehingga anggaran untuk kegiatan program utama dan penunjang dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhannya. Kepala sekolah memperbaiki sistem manajemen pembinaan. Angki Kusuma Dewi. lalu mengajukannya kepada komite sekolah dan menetapkannya setelah mendapatkan persetujuan institusi diatasnya. .. laboran dan pustakawan) serta proses penempatannya harus sesuai dengan bidang keahliannya 4. 93 e..” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. FE UI. efisien. tranparan dan dapat dipertanggung jawabkan.

94 Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. sehingga terciptanya lingkungan belajar yang kondusif “ Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif dan sekaligus melibatkan peranan masyarakat dalam mendukung kelancaran proses pendidikan.. Kepala sekolah menggagaskan pengadaan program-program kemasyarakatan. Kepala sekolah bersama dengan bendahara sekolah dan bendahara komite sekolah menyusun pembukuan anggaran penerimaan dan pengeluaran disertai dengan tanda terima atau kuitansi. khusunya kepada komite sekolah. yaitu kebersihan lingkungan. yaitu : Mengadakan kerjasama dengan masyarakat sekitar untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial. b. Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi.. maka selanjutnya adalah kepala sekolah menjalankan perencanaan yang telah dibuat. Melakukan kerjasama dalam bidang sosial dengan masyarakat sekitar. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.. c. sehingga dapat memudahkan/meringankan beban sekolah dalam memperbaiki serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di tingkat sekolah. Kepala sekolah secara periodik melaporkan keuangan sekolah kepada seluruh stakeholder sekolah. 2010. Angki Kusuma Dewi. Hal ini akan tercapai apabila sekolah benar- benar mampu menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam pengembangan dan peningkatan sekolah. . 5. antara lain : a. Karena tanpa dukungan yang kuat dari lingkungan masyarakat sekitar akan sulit bagi sekolah untuk berkembang apalagi meningkatkan kualitasnya. FE UI.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu yaitu . guna mengupayakan lokasi sekolah yang nyaman. maka selanjutnya adalah kepala sekolah menjalankan perencanaan yang telah dibuat. Kepala sekolah mensosialisasikan pedoman pengelolaan biaya kepada seluruh stakeholder sekolah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.

95 penanaman pohon dan kegiatan sosial lainnya di masyarakat yang mendukung pembentukan kepekaan atau solidaritas sosial. sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk berimprovisasi dalam mengembangkan kurikulum tersebut agar proses penyampaiannya dapat diterima dan dipahami dengan mudah oleh para siswa dan tentu saja kurikulum yang dikembangkan tersebut harus sesuai dengan kebutuhan para siswa dan tidak menyimpang dari panduan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Melakukan penyusunan kurikulum lokal dengan memperhatikan kompetensi kelulusan.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu.. b. Pendidik setiap mata pelajaran secara bersama-sama menyusun silabus untuk mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah. 2010. FE UI. . Kepala sekolah melakukan pengkajian bersama dengan pendidik terhadap program-program yang ada pada kurikulum nasional yang baru. 6. c. satandar isi serta peraturan pelaksanaannya.. antara lain : a. Melakukan sosialisasi dalam mengembangkan kurikulum nasional dan kurikulum sekolah kepada para pendidik dan siswa secara bertahap disesuaikan dengan potensi sekolah yang ada dan pelaksanaannya dipantau serta dievaluasi oleh lembaga independen pendidikan yang relevan) “Strategi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman seiring dengan selalu berubah-ubahnya kurikulum pendidikan Indonesia kepada semua unsur sekolah khususnya pendidik sehingga dapat mendorong para pendidik untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program sekolah yang membawa manfaat untuk siswa. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. selain itu dengan adanya pemahaman terhadap kurikulum yang ada.. Angki Kusuma Dewi.

Merupakan metode pengembangan profesi pendidik berupa evaluasi diri. Melakukan program pembinaan profesi pendidik salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan tentang classroom action research (penelitian tindakan kelas)14. c. personalia 14 Sumber : Wawancara dengan Kasubdit Pendidikan Manajemen SMA . 96 d. antara lain dengan cara : a. . keterampilan mengajar bagaimana yang harus dilakukan. Kepala sekolah melakukan koordinasi dan memberikan pengarahan terhadap seluruh bagian yang terlibat dalam perancangan kurikulum lokal. karena kurikulum selalu mengalami perubahan sehingga program-program yang yang dikembangkan juga relatif baru sehingga dituntut kemampuan pendidik untuk mengkaji lebih jauh lagi agar bisa mengimplementasikannya ke dalam program-program pengajaran. Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. FE UI. maka selanjutnya adalah kepala sekolah bersama dengan pendidik menjalankan perencanaan yang telah dibuat. 7. Sehingga pendidik akan mengerti tentang metode apa yang dapat dipakai untuk memperbaiki kondisi yang ada. d. agar pendidik dapat memperbaiki menyadari kelemahan-kelemahannya pada saat mengimplementasikan program-program baru melalui proses pembelajaran di kelas.. Kepala sekolah mendiskusikan persoalan implementasi dan program- program baru dengan pendidik. Melakukan pengembangan profesional pendidik. Mengalokasikan dana dari anggaran sekolah untuk pengadaan buku- buku teks. dan lainnya. bahan-bahan baru untuk pembelajaran para pendidik.. baik dalam satu pertemuan maupun secara pribadi. Angki Kusuma Dewi. Januari 2008 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Memanfaatkan keberadaan dewan pendidikan yang ada di setiap wilayah kotamadya guna menyampaikan masukan tentang masalah pendidikan yang menyangkut kurikulum. guna membantu pendidik mengatasi masalah pada saat pengimplementasian program.. pembiayaan. 2010. strategi apa yang harus dilakukan. b.

Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. guna memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar dalam membuat kebijakan dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah yang ada. FE UI. yaitu dengan menampung dan menganalisis aspirasi. . Angki Kusuma Dewi. seperti Lembaga Sertifiaksi Profesi (LPS) guna meningkatkan kualitas kinerja kepala sekolah dan pendidik “Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi serta produktivitas kinerja kepala sekolah maupun tenaga pendidik agar Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Melakukan proses identifikasi masalah yang ada di sekolah berkaitan dengan efektifitas proses pembelajaran. sehubungan dengan proses penerapan kebijakan yang dibuat pemerintah. Melakukan jalinan kemitraan dan kerjasama dengan masyarakat melalui Dewan Pendidikan..3. 97 (SDM). maka selanjutnya adalah kepala sekolah bersama dengan pendidik menjalankan perencanaan yang telah dibuat. sarana dan prasarana sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan sistem pendidikan nasional. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat sehingga pada akhirnya akan menciptakan usulan-usulan perbaikan pendidikan yang berguna bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. b.. 2010. 1. 4. “ Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar stakeholders pendidikan dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan.. yaitu : a. Memanfaatkan keberadaan lembaga independen pendidikan. tuntutan. baik secara financial maupun pemikiran sebagai upaya penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Membuat permohonan bantuan dana kepada dewan pendidikan guna membantu sekolah dalam pengadaan fasilitas sekolah. ide.2 Strategi Jangka Panjang dari Rencana Pengimplementasiannya.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. antara lain dengan cara : a. efektif dan transparan.

Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. Angki Kusuma Dewi. serta menjelaskan instrumen apa saja yang akan dilakukan penilaian. yaitu : a. Kepala sekolah memberikan pengarahan kepada pendidik mengenai kelengkapan data apa saja yang harus dipersiapkan. selain itu strategi ini juga bertujuan untuk meningkatkan komitmen para pendidik agar selalu dapat memberikan tindakan yang terbaik dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didiknya.” Universitas Indonesia Strategi peningkatan. sehingga hal ini dapat membuat pendidik semakin termotivasi untuk selalu dapat memperbaharui dirinya dengan pengetahuan- pengetahuan baru yang relevan dengan bidangnya. yaitu a. maka selanjutnya adalah kepala sekolah bersama dengan pendidik menjalankan perencanaan yang telah dibuat.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. “Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi. .. sehingga kebutuhan akan tenaga pendidik yang bermutu di masa depan dapat terpenuhi.. FE UI.. Melakukan proses sosialisasi program sertifikasi tersebut kepada pendidik. 2.19/2005. b. Menyusun penjadwalan kegiatan sertifikasi. 98 dapat meningkatkan agar kualitas dan keprofesionalismeannya di masa mendatang. serta komitmen SDM dalam peningkatan professionalisme di bidangnya untuk memenuhi standar pendidikan nasional seperti yang diamanatkan pada PP No. Menyiapkan kelengkapan data yang akan digunakan untuk proses sertifikasi. Menentukan tenaga pendidik yang akan mengikut program sertifikasi c. a. 2010. Memotivasi dan memberdayakan jumlah SDM yang tersedia dengan memanfaatkan jasa konsultan pendidikan (sebagai pemberi masukan) dan peran pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan termasuk perbaikan tingkat kinerja tenaga pendidik.

Memanfaatkan semaksimal mungkin sarana belajar dan fasilitas penunjang yang ada dalam kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa guna menghasilkan output lulusan yang bermutu.. Mendorong pendidik agar mengikuti proses sertifikasi profesi agar mendapat pengakuan dari para stakeholder atas keahliannya. 2010. Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. antara lain dengan cara : a. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.. Memberikan job description tugas yang jelas sesuai dengan kemampuan pendidik dan memberikan pengarahan dalam proses pelaksanaannya. . c.. Mensosialisasikan budaya reward and punishment kepada pendidik. Pengembangan jenjang karir. Meningkatkan kemampuan pendidik dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Angki Kusuma Dewi. 3. d. kepatutan dan profesionalisme. Memberikan pelatihan TIK kepada pendidik secara berkala sesuai dengan perkembangan TIK yang cepat dengan mendatangkan tenaga ahli TIK atau melalui kegiatan workshop yang ada. sehingga dapat terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan (misakan : perguruan tinggi negeri) dalam pemanfaatan output lulusannya. Menerapkan budaya reward and punishment agar tercipta iklim kerja yang kondusif dan kompetitif yang sehat. 99 Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. c. e. b. maka selanjutnya adalah kepala sekolah bersama dengan pendidik menjalankan perencanaan yang telah dibuat. Menyusun program kerja agar dapat diketahui kegiatan-kegiatan mana yang yang perlu ditetapkan untuk meningkatkan kinerja pendidik. Melakukan pembinaan langsung oleh kepala sekolah melalui program kegiatan on the job training. b. e. d. Menyiapkan promosi pendidik berdasarkan asas kemanfaatan. yaitu : a. FE UI.

guna mencegah kecurangan yang dilakukan oleh pihak tertentu. FE UI.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. 100 “ Strategi ini bertujuan untuk memberdayakan fasilitas yang ada secara optimal untuk memudahkan pencapaian standar kompetensi isi. Melakukan rekruitmen tenaga kependidikan (laboran dan pustakawan) 4. “Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif orang tua sekaligus melibatkan peranan dewan pendidikan untuk memantau dan mengawasi proses penerimaan siswa di setiap sekolah agar sesuai dengan prosedur dan standar pendidikan nasional yang telah ditetapkan. yaitu : a. yaitu : Universitas Indonesia Strategi peningkatan. kelulusan dan pengelolaan sehingga dapat membuat proses pembelajaran yg efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil pembeajaran siswa yg berdampak pada output maupun outcome yang dihasilkan dapat memenuhi kepuasan para stakeholder. Membuat kebijakan tertulis mengenai pengelolaan sarana prasarana agar kondisinya selalu terjaga dengan baik.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. maka selanjutnya adalah kepala sekolah bersama dengan pendidik menjalankan perencanaan yang telah dibuat. 2010. . Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. sehingga fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal... Meningkatkan pengawasan pada proses penerimaan siswa baru dengan memanfaatkan keaktifan orang tua dan keberadaan dewan pendidikan. sehingga dapat mengurangi persepsi buruk masyarakat terhadap dunia pendidikan. b. antara lain dengan cara : a. Kepala sekolah memberikan penyuluhan kepada para pendidik agar proses belajar mengajar yang dilakukan supaya efektif dalam proses penyampaiannya dapat menggunakan bantuan fasilitas sarana dan prasaran yang tersedia.. Angki Kusuma Dewi.

dan lainnya. maka selanjutnya adalah kepala sekolah bersama dengan pendidik menjalankan perencanaan yang telah dibuat. Melakukan seleksi keanggotaan kepanitian penerimaan siswa baru. yaitu : a. Melakukan pengadaan perlengkapan sarana prasarana penunjang TIK. Menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada standar pembiayaan.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. LSM yang benar-benar berkompeten terhadap pendidikan guna mewujudkan proses penerimaan yang transparansi. efisien dan akuntabel sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 5. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan (termasuk standar pembiayaan). Merekrut tenaga ahli TIK guna membuat program penerimaan siswa baru secara online. antara lain dengan cara : a. Merencanakan sistem penerimaan siswa secara online mulai dari proses seleksi hingga pendaftaran ulang agar semua dapat terlayani dengan baik. . Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. c. Membentuk panitia penerimaan siswa baru dengan mengikutsertakan keterlibatan dewan pendidikan seperti masyarakat yang peduli pendidikan.. 2010.. selain itu juga dapat membantu sekolah agar mempunyai sistem database siswa yang terpadu dan lengkap. transparan. pamflet yang diletakkan di dinding pengumuman sekolah.. Angki Kusuma Dewi.. 101 a. FE UI. Melakukan pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat secara sistematis. b. d. “Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pembiayaan dalam melaksanakan program-program kerja yang telah dibuat oleh sekolah serta untuk meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah. Melakukan sosialisasi tata cara penerimaan siswa baru kepada masyarakat melalui website sekolah. lalu mengajukannya kepada komite Universitas Indonesia Strategi peningkatan. b.

Mengembangkan program kurikulum Nasional maupun lokal dengan memanfaatkan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi yang ada saat ini.tranparan dan akuntabel. dan akuntabel. FE UI. terutama menyangkut hak dan kewajiban orangtua siswa.” Agar strategi di atas bekerja secara efektif maka untuk mengimplementasikannya kepala sekolah harus membuat perencanaan atau program terlebih dahulu. “Strategi ini bertujuan untuk menciptakan model kegiatan pembelajaran yang interaktif. sehingga akan semakin meningkatkan pemahaman siswa dari membuat siswa semakin kreatif dan inovatif. selalu responsif terhadap perkembangan teknologi. Sumber pembelajaran yang diberikan tidak hanya terpaku pada text book yang ada dan materi yang diberikan leh pendidik saja. Sosialiasasi informasi kebijakan pengelolaan dana yang demokratis. Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. mengawasi. Melakukan kerjasama antar orangtua siswa untuk memonitor. . 6... antara lain dengan cara : a. yaitu : Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana secara tertulis kepada orangtua siswa dan orangtua siswa. 102 sekolah dan menetapkannya setelah mendapatkan persetujuan institusi diatasnya b. Angki Kusuma Dewi. b. dan mengevaluasi pengelolaan dana pendidikan. c. Melakukan kerjasama orangtua siswa dengan lembaga/organisasi masyarakat yang memiliki kepedulian pengelolaan dana yang demokratis. Menyusun Rancangan AnggaranPenerimaan dan Belanja Sekolah (APBS) dengan melibatkan guru danmayoritas orangtua siswa. maka selanjutnya adalah kepala sekolah bersama dengan pendidik menjalankan perencanaan yang telah dibuat. transparan. tetapi siswa dapat belajar mencari informasi lain yang mendukung pembelajaran secara online yaitu dengan mengakses informasi dan ilmu pengetahuan baru yang tidak tertulis didalam kurikulum. 2010.. c.

Mengadakan pelatihan atau workshop bagi para pendidik agar dapat mengoperasikan TIK dalam melakukan proses belajar sehingga tercapai sistem pembelajaran yang interaktif. 2. 2010. Angki Kusuma Dewi. Institusi Sekolah dengan Orang Tua dan 4. c. Oleh sebab itu dilakukan analisa potensi konflik.4. Merancang sistem pembelajaran dengan metode e-learning c. .4 Analisa Potensi Konflik di Sekolah Pada saat strategi atau kebijakan diatas diimplementasikan oleh kepala sekolah maka tidak menutup kemungkinan adanya pro dan kontra dari para stakeholder internal sekolah. potensi konflik terbesar di sekolah saat ini yang disebabkan oleh faktor internal sekolah adalah antara Institusi Sekolah dengan masyarakat dengan nilai gap sebesar 0. b. Meningkatkan kompetensi pendidik khususnya dalam penguasaan TIK. Setelah perencanaan tersebut selesai teridentifikasi. Menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang disesuaikan dengan kondisi sekolah.. Membuat kelompok kerja pendidik pada setiap mata pelajaran untuk menyusun kurikulum lokal pada setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan KTP dengan memperhatikan Standar Isis dan Standar Kompetensi Kelulusan. 4. FE UI. antara lain dengan cara : a. 3. Kepala sekolah dengan Guru (Stakeholder penyedia jasa pendidikan selanjutnya disebut sebagai Institusi Sekolah).1 Periode waktu saat ini (Jangka Pendek) Secara keseluruhan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh para stakeholder sekolah. 4. Institusi Sekolah dengan Masyarakat. maka selanjutnya adalah kepala sekolah bersama dengan pendidik menjalankan perencanaan yang telah dibuat. Sehingga dimungkinkan akan terjadinya konflik di sekolah antara : 1. kedua antara Kepala Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Institusi Sekolah dengan Siswa. 103 a. Mendatangkan tenaga outsourching yang ahli di bidang TIK.. b.19. untuk membuat pemrograman pembelajaran e-learning. sehingga diharapkan kepala sekolah dapat melakukan upaya-upaya penyelesaian jika konflik tersebut benar-benar terjadi..

09 2 3 Institusi Sekolah .Orang Tua 0... Berikut disajikan perhitungan gap antar stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dan stakeholder pengguna jasa pendidikan (Siswa.. ketiga antara Institusi Sekolah dengan Orang Tua dengan nilai gap sebesar 0. Potensi Konflik Gap Ranking 1 Institusi Sekolah .01 4 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Sedangkan potensi konflik terbesar di sekolah saat ini yang disebabkan oleh faktor eksternal sekolah adalah antara Institusi Sekolah dengan masyarakat dengan nilai gap sebesar 0.12 1 2 Kepala Sekolah .09 dan keempat antara Institusi Sekolah dengan Siswa dengan nilai gap sebesar 0. kedua antara Kepala Sekolah dengan Guru dengan nilai gap sebesar 0.17b Potensi Konflik Antar Stakeholder Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa Pendidikan (Faktor Eksternal) No. 104 Sekolah dengan Guru dengan nilai gap sebesar 0.Guru 0. ketiga antara Institusi Sekolah dengan Orang Tua dengan nilai gap sebesar 0.17a sebagai berikut : Tabel 4.09.02 4 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.Siswa 0.12.17a Potensi Konflik Antar Stakeholder Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa Pendidikan (Faktor Internal) No.Guru 0.02 3 4 Institusi Sekolah .09 3 4 Institusi Sekolah . Orang Tua dan Masyarakat) pada tabel 4.13 2 3 Institusi Sekolah . Potensi Konflik Gap Ranking 1 Institusi Sekolah .19 1 2 Kepala Sekolah .Masyarakat 0. .01. Orang Tua dan Masyarakat) pada tabel 4. 2010. Angki Kusuma Dewi.Masyarakat 0.Siswa 0.13.17b sebagai berikut : Tabel 4. Berikut disajikan perhitungan gap antar stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dan stakeholder pengguna jasa pendidikan (Siswa. FE UI.Orang Tua 0.02 dan keempat antara Institusi Sekolah dengan Siswa dengan nilai gap sebesar 0.02.

Kepala sekolah juga merasa bahwa kemampuan manajerial khususnya dalam hal pengorganisasian juga dirasa sudah cukup baik. Angki Kusuma Dewi. Kepala sekolah merasa bahwa kemampuan manajerial yang dimilikinya sudah cukup baik sehingga mampu mengelola penyelenggaraan pendidikan sekolah dengan baik. 105 Adapun atribut dari faktor internal dan faktor eksternal yang berpotensi menyebabkan terjadinya konflik antara stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dan stakeholder pengguna jasa pendidikan (Siswa. Karena menurut guru. Orang Tua dan Masyarakat). Kepala Sekolah vs Guru Potensi konflik yang terjadi antara Kepala Sekolah dengan Guru. Sementara menurut guru kemampuan manajerial kepala sekolah dianggap masih belum cukup baik sehingga guru merasa bahwa penempatan jabatan dan personal dalam struktur organisasi sekolah belum sepenuhnya sesuai dan tepat. biasanya penempatan personal pada jabatan tertentu di sekolah hanya berdasarkan unsur kedekatan saja dengan kepala sekolah sementara bila dilihat dari kemampuannya belum cukup baik atau bahkan tidak paham akan fungsi dari posisi tersebut sehingga pada akhirnya bantuan yang diberikan untuk kepala sekolah dalam mengelola sekolah tidak maksimal. . 2010. didasari atas adanya Gap yang disebabkan oleh adanya perbedaan penilaian yang diberikan pada setiap atribut faktor internal dan eksternal sekolah. hal ini ditunjukkan dengan adanya ketepatan dalam penempatan jabatan dan personal dalam struktur organisasi sekolah yang telah dibentuk.18 dibawah ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor internal sekolah yang terdiri atas faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah menurut penilaian kepala sekolah dan menurut penilaian guru.. adalah : 1. konflik dapat terjadi salah satunya dikarenakan . Perbedaan persepsi inilah yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik antar kedua belah pihak. pada tabel 4.. Untuk faktor internal sekolah.. FE UI.

50 dengan potensi sekolah Benchmark 3. Laboraturium.50 pengontrolan dan evaluasi) kepala sekolah keilmuan yang mendukung proses dalam mengelola sekolah sudah cukup baik belajar mengajar sudah cukup baik Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan program penunjang (seperti : sertifikasi 3. perpustakaan) sebagai 3.53 Orientasi siswa baru bersifat akademik 3. . jauh dari tindak kekerasan dan berdedikasi berada dalam pengawasan guru Kemampuan pembiayaan dan Kemampuan pembiayaan dan pengelolaan 3.38 relevan dengan potensi sekolah berlaku Penerapan kurikulum nasional cukup relevan 3. kegiatan kesiswaan. konsep dan pola pikir 3.50 3.53 kegiatan belajar para siswa sudah cukup aturan yang berlaku lengkap Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus Ketepatan dari penempatan jabatan dan (seperti. 2010..94 pendidik/guru) yang tersedia dan 3..48 Benchmark 3. penggerakan.50 personal dalam struktur organisasi sekolah penunjang kegiatan belajar para siswa sudah cukup lengkap Kemampuan manajerial (perencanaaan. Kemampuan guru dalam menguasai pengorganisasian. FE UI.56 pendidik/guru) yang berdedikasi sekolah sudah cukup sinergis sesuai dengan job description yang ditetapkan Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti.18a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah dan Guru Strength (S) Jangka Pendek Kepala Sekolah Bobot Guru Bobot Jumlah tenaga SDM (tenaga Orientasi siswa baru bersifat akademik dan 3.66 konseling.78 3. perpustakaan) sebagai penunjang 3. ruang diskusi dan 3.63 3. Laboraturium. dan mendidik.84 pengelolaan anggaran dalam pengadaan 3.56 anggaran dalam pengadaan sarana dan sarana dan prasarana sekolah prasarana sekolah sudah cukup baik Tersedianya tenaga SDM (tenaga Pelaksanaan manajemen organisasi 3.69 cukup selektif dan transparan sesuai 3.44 guru.. struktur. 106 Tabel 4. Angki Kusuma Dewi.59 mendidik.35 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan. ruang diskusi dan Penerimaan siswa baru dilakukan sudah konseling. jauh dari tindak kekerasan ekstrakurikuler)sudah cukup baik dan berada dalam pengawasan guru Penerimaan siswa baru dilakukan secara Penerapan kurikulum nasional cukup selektif dan transparan sesuai aturan yang 3. materi.

Kemampuan guru dalam menguasai materi. teknologi pustakawan dan laboran sebagai pendukung 2. menunjang kelancaran proses belajar siswa belum lengkap Sekolah belum cukup mampu melakukan subsidi silang bagi murid yang tidak 3. insetif dan tunjangan tenaga pendidik) belum cukup baik.34 description yang ditetapkan belum evaluasi) kepala sekolah dalam maksimal mengelola sekolah masih kurang baik Penempatan jabatan dan personal Lokasi sekolah kurang nyaman .34 3. buku. belum cukup baik ekstrakurikuler) belum cukup baik Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan Sekolah belum cukup mampu melakukan program kegiatan utama (operasional 3.28 3.25 subsidi silang bagi murid yang tidak mampu kegiatan belajar-mengajar.94 3. .22 mengajar.35 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Sedangkan untuk faktor eksternal sekolah. secara sinergis sesuai dengan job 3.31 pengetahuan dan teknologi saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini Lokasi sekolah kurang nyaman .41 dalam struktur organisasi sekolah 3. pengontrolan dan 3. kepala sekolah sudah memanfaatkan peluang yang ada untuk sekolah yaitu memperluas jalinan kemitraan dengan lembaga pendidikan lain yang relevan dalam hal pemberian beasiswa.18b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah dan Guru Weakness (W) Jangka Pendek Kepala Sekolah Bobot Guru Bobot Kemampuan manajerial Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah (perencanaaan. 107 Tabel 4. transport. pembayaran gaji. FE UI.25 sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan 3.. Angki Kusuma Dewi. Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program Pengembangan kurikulum sekolah belum kegiatan utama (operasional kegiatan belajar- 3.94 pendukung proses pembelajaran belum baik. peralatan pendidikan. Kemampuan pembiayaan dalam struktur. perabot fisik Kualitas kinerja tenaga administrasi. menurut Kepala Sekolah. pustakawan dan laboran sebagai 2. Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah.28 yang mendukung proses belajar mengajar sertifikasi guru. kegiatan kesiswaan.19 informasi dan komunikasi) yang proses pembelajaran belum baik. gangguan 3.34 pencemaran udara dan air. sehingga beberapa dari output lulusan sekolah tersebut dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dengan bantuan bantuan Universitas Indonesia Strategi peningkatan.34 gangguan pencemaran udara dan air.. serta kebisingan. Benchmark 3..48 Benchmark 3. konsep dan pola pikir keilmuan kegiatan program penunjang (seperti : 3.38 belum sepenuhnya sesuai perkembangan 3.44 penggerakan. Pengembangan kurikulum sekolah belum 3. belum sepenuhnya sesuai dan tepat Kurikulum sekolah yang diterapkan belum Kurikulum sekolah yang diterapkan sepenuhnya sesuai perkembangan ilmu 3. transport.31 sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan siswa serta kebisingan. 3. 2010. perbedaan penilaian salah satunya terjadi karena . insetif siswa dan tunjangan tenaga pendidik) belum cukup baik. pembayaran gaji.13 mampu Kualitas kinerja tenaga administrasi. pengorganisasian.

50 Pendidikan Kedinasan) berkaitan dengan tetap (PNS) dengan tenaga pendidik investasi (beasiswa) dan pemanfaatan honorer tidak terlalu besar output lulusan. karena sekolah hanya menunggu kunjungan atau upaya pengajakan yang dilakukan oleh pihak lain atau dapat dikatakan kurang berinisiatif dalam upaya memperluas jalinan kemitraan. FE UI.56 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap mutu pendidikan pendidikan Persepsi yang baik dari masyarakat Persepsi yang baik dari masyarakat 3. 19/2005 Pengaruh kondisi lingkungan sekitar tentang Standar Pendidikan Nasional sekolah yang kondusif terhadap 3.47 dan Peraturan Menteri Pendidikan 3. 108 beasiswa khususnya bagi siswa tidah mampu.47 gaji/tunjangan antara tenaga pendidik 3.19a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah dan Guru Opportunity (O) Jangka Pendek Kepala Sekolah Bobot Guru Bobot Keberadaan dewan pendidikan di setiap Adanya peningkatan anggaran pendidikan wilayah kotamadya sebagai penyalur 3. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor eksternal sekolah yang terdiri atas faktor peluang dan ancaman yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian siswa...63 3.53 terhadap pengelolaan pendidikan sekolah sekolah Terciptanya jalinan kemitraan sekolah Peningkatan kondisi kesejahteraan.62 memberi masukan dalam tata cara dapat mendukung proses belajar yang pengelolaan sekolah interaktif Keberadaan dewan pendidikan di setiap Political will dari Pemerintah wilayah kotamadya sebagai penyalur 3. .53 terhadap pengelolaan pendidikan 3..59 3. 2010. dengan lembaga lain yang relevan sehingga ketimpanagan (Seperti . Angki Kusuma Dewi. jalinan kemitraan yang dimiliki oleh sekolah belum maksimal sehingga pemanfaatan output lulusan pun belum maksimal.69 dari pusat maupun daerah aspirasi/keluhan masyarakat terhadap pendidikan Adanya peran serta tenaga ahli (konsultan pendidikan) untuk membantu memberi Adanya peningkatan anggaran 3. Peraturan Pemerintah No. Sementara menurut penilaian guru.59 (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan 3.68 masukan dalam tata cara pengelolaan pendidikan dari pusat maupun daerah sekolah Mudahnya akses terhadap pemanfaatan Adanya peran serta tenaga ahli perkembangan teknologi informasi dan (konsultan pendidikan) untuk membantu komunikasi serta ilmu pengetahuan saat ini 3. Perguruan Tinggi dan 3. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.47 kegiatan/proses belajar mengajar Nasional No. pada tabel 4.69 3.19 dibawah ini : Tabel 4. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Keberadaan UU No.

.44 3.47 kegiatan/proses belajar mengajar Mudahnya akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta ilmu pengetahuan saat 3..19 masyarakat terhadap dunia pendidikan wadah komite sekolah Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).19b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah dan Guru Threat (T) Jangka Pendek Kepala Sekolah Bobot Guru Bobot Tidak adanya political will dari Rendahnya keaktifan orang tua dalam Pemerintah (DEPDIKNAS) dalam 3. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan sekolah sebagai dampak Pemberlakuan Nasional.13 masyarakat terhadap dunia pendidikan sekolah dan tenaga pangajar yang berkualitas Ketidakmampuan dinas pendidikan dalam menseleksi.19 3. .44 pendidikan sekolah ( yang meliputi . 19/2007 tentang pengangkatan dan pembiayaan) belum Standar Pengelolaan Pendidikan belum maksimal.41 3.40 meningkatkan mutu pendidikan wadah komite sekolah Pengimplementasian dari keberadaan UU Wewenang yang diberikan kepada No. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan 3. 3. melakukan program sertifikasi guru Ketidakmampuan dinas pendidikan Rendahnya dukungan dan partisipasi dalam menseleksi.13 tenaga pangajar yang berkualitas Wewenang yang diberikan kepada sekolah sebagai dampak Pemberlakuan otonomi daerah termasuk otonomi pendidikan 3.44 Benchmark 3. merekrut kepala sekolah dan 3.44 (LPMP) sebagai lembaga independen yang bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Benchmark 3.43 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4. pengangkatan dan pembiayaan) belum maksimal. Angki Kusuma Dewi. pengelolaan sekolah. 109 Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kondusif terhadap 3. otonomi daerah termasuk otonomi 19/2005 tentang Standar Pendidikan 3. cukup baik Rendahnya keaktifan orang tua dalam Rendahnya dukungan dan partisipasi mengatasi masalah pendidikan melalui 3. perekrutan. 2010.43 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan. FE UI.44 ini dapat mendukung proses belajar yang interaktif Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Perguruan Tinggi 3.09 sekolah ( yang meliputi .15 lembaga independen yang belum cukup dan Pendidikan Kedinasan) berkaitan baik dalam memantau proses dengan investasi (beasiswa) dan penyelenggaraan pendidikan dan pemanfaatan output lulusan. perekrutan.44 mengatasi masalah pendidikan melalui 3. Lembaga Sertifikasi Tidak terciptanya jalinan kemitraan Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin sekolah dengan lembaga lain yang Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai relevan (Seperti .. merekrut kepala 3.28 Nasional dan Peraturan Mnteri pengelolaan sekolah. Benchmark 3.44 Benchmark 3. Peraturan Pemerintah No. Pendidikan Nasional No.

tetapi juga harus diimbangi dengan ketersedian tenaga pendidik yang berkualitas dimana sang guru mempunyai kemampuan mengajar yang baik dan benar-benar menguasai bidang ajarnya.. perpustakaan dapat terpenuhi sehingga kegiatan belajar siswa disekolah akan semakin efektif karena keberadaan fasilitas tersebut. Sekolah sebagai penyelenggara jasa pendidikan sudah merasa telah memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal kepada peserta didik. Untuk faktor internal sekolah. karena kegiatan belajar yang efektif tidak hanya didukung oleh adanya kelengkapan sarana prasarana utama dan penunjang belajar saja.20 dibawah ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan. dengan begitu proses kegiatan belajar mengajar menjadi benar-benar efektif. Sedangkan menurut penilaian siswa upaya yang dilakukan oleh sekolah masih belum cukup. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor internal sekolah yang terdiri atas faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian siswa.. hal ini tercermin salah satunya dari adanya upaya sekolah meningkatkan kemampuan pembiayaan serta memperbaiki pengelolaan anggaran agar pengadaan sarana dan prasarana sekolah seperti. Angki Kusuma Dewi. . konflik dapat terjadi salah satunya dikarenakan .. didasari atas adanya Gap yang disebabkan oleh adanya perbedaan penilaian yang diberikan pada setiap atribut faktor internal dan eksternal sekolah. 110 2. Institusi Sekolah vs Siswa Potensi konflik yang terjadi antara Institusi Sekolah dengan Siswa. 2010. pada tabel 4. ruang diskusi. laboraturium. FE UI.

Laboraturium.50 sarana dan prasarana sekolah Penerapan kurikulum nasional yang 3. 2010.50 relevan dengan potensi sekolah sebagai penunjang kegiatan belajar para siswa Kemampuan pembiayaan dan pengelolaan anggaran dalam pengadaan 3. teknologi informasi 3.69 secara selektif dan transparan sesuai 3. Laboraturium.52 3.70 3. ruang Kurikulum sekolah diterapkan sesuai diskusi dan konseling.41 Benchmark 3.47 dan komunikasi) yang menunjang kelancaran proses belajar siswa Ketepatan dari penempatan jabatan dan personal dalam struktur organisasi 3.20a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Siswa Strength (S) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Siswa Bobot Kemampuan pembiayaan dan Orientasi siswa baru bersifat akademik pengelolaan anggaran dalam pengadaan dan mendidik.60 perkembangan ilmu pengetahuan dan 3. Angki Kusuma Dewi. FE UI..40 Sumber : Data penelitian yang telah diolah Universitas Indonesia Strategi peningkatan.44 diskusi dan konseling..63 pendidik/guru) yang berdedikasi aturan yang berlaku Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti.56 pendidik/guru) yang berdedikasi aturan yang berlaku Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti. buku. perpustakaan) 3.69 sarana dan prasarana sekolah sudah kekerasan dan berada dalam cukup baik pengawasan guru Orientasi siswa baru yang dilakukan Pelaksanaan manajemen organisasi bersifat akademik dan mendidik. perpustakaan) 3. .56 sebagai penunjang kegiatan belajar para teknologi saat ini siswa sudah cukup lengkap Penerimaan siswa baru dilakukan sudah Tersedianya tenaga SDM (tenaga cukup selektif dan transparan sesuai 3. ruang Penerapan kurikulum nasional cukup 3. perabot fisik peralatan pendidikan.66 dari tindak kekerasan dan berada dalam job description yang ditetapkan pengawasan guru Penerimaan siswa baru dilakukan Tersedianya tenaga SDM (tenaga 3. jauh dari tindak 3.44 sekolah Benchmark 3.50 relevan dengan potensi sekolah Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah.. 111 Tabel 4.69 sekolah secara sinergis sesuai dengan 3. jauh 3.

Kurikulum sekolah yang diterapkan Kemampuan guru belum cukup baik belum sepenuhnya sesuai dalam menguasai materi. 3.19 kegiatan belajar-mengajar. FE UI. insetif dan tunjangan tenaga pendidik) belum cukup baik. salah satu cara yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan peningkatan anggaran pendidikan yang diberikan oleh pusat dan daerah. Benchmark 3. struktur. baik.34 serta kebisingan. perbedaan penilaian salah satunya terjadi karena .. 2010. (perencanaaan. pembayaran gaji. pustakawan dan laboran sebagai 2. 3..28 belum sepenuhnya sesuai dengan 3. 3.20b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Siswa Weekness (W) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Siswa Bobot Kemampuan manajerial Lokasi sekolah kurang nyaman .25 melakukan subsidi silang untuk 3.20 penunjang (seperti : sertifikasi guru. 112 Tabel 4. transport. . pengorganisasian. yang berguna untuk memberikan pencerahan guna meningkatkan motivasi kepala sekolah dalam Universitas Indonesia Strategi peningkatan. ekstrakurikuler)belum cukup baik Kualitas kinerja tenaga administrasi. evaluasi) kepala sekolah belum cukup baik dalam mengelola sekolah. Yaitu dengan mendatangkan konsultan pendidikan. transport.34 perkembangan ilmu pengetahuan dan konsep dan pola pikir keilmuan yang teknologi saat ini mendukung proses belajar mengajar Pengembangan kurikulum sekolah belum Pengembangan kurikulum sekolah sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan 3.94 gangguan pencemaran udara dan air.35 3. sekolah merasa sudah mencoba berbagai upaya dalam mengingkatkan mutu pendidikan sekolah dengan memanfaatkan peluang yang datang bagi sekolah. pustakawan dan laboran sebagai 3. insetif dan tunjangan tenaga pendidik) belum cukup baik.25 pendukung proses pembelajaran belum serta kebisingan.40 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Sedangkan untuk faktor eksternal sekolah.41 Benchmark 3. gangguan pencemaran udara dan air. Angki Kusuma Dewi. Kualitas kinerja tenaga administrasi. pembayaran murid yang tidak mampu gaji. Kemampuan sekolah dalam Sekolah belum cukup mampu pembiayaan kegiatan program melakukan subsidi silang bagi murid 3. Lokasi sekolah kurang nyaman . 3. Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program kegiatan utama (operasional 3.31 siswa kebutuhan siswa Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan Sekolah belum cukup mampu dalam program kegiatan utama (operasional 3.28 kegiatan belajar-mengajar. pengontrolan dan 3.25 yang tidak mampu kegiatan kesiswaan..13 pendukung proses pembelajaran belum cukup baik.36 penggerakan.

113 mengelola sekolah termasuk memberi masukan mengenai upaya-upaya apa sajakah yang harus dilakukan agar seluruh penyelenggaraan kegiatan sekolah berjalan secara efisien dan efektif. FE UI.59 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap penyalur aspirasi/keluhan masyarakat pendidikan terhadap pendidikan Adanya peran serta tenaga ahli (konsultan Adanya dukungan dan partisipasi pendidikan) untuk membantu memberi 3. Angki Kusuma Dewi. pada tabel 4.59 masukan dalam tata cara pengelolaan pendidikan sekolah Adanya peran serta tenaga ahli Persepsi yang baik dari masyarakat (konsultan pendidikan) untuk terhadap pengelolaan pendidikan 3. 2010. langkah yang dilakukan belum cukup hanya dengan mendatangkan konsultan pendidikan saja tetapi sekolah juga harus memperhatikan kondisi sekolah yang ada. terutama kondisi kesejahteraan para gurunya. .53 3.21 dibawah ini : Tabel 4...59 membantu memberi masukan dalam sekolah tata cara pengelolaan sekolah Universitas Indonesia Strategi peningkatan.72 pendidikan dari pusat maupun daerah pengetahuan saat ini dapat mendukung proses belajar yang interaktif Keberadaan dewan pendidikan di setiap Keberadaan dewan pendidikan di wilayah kotamadya sebagai penyalur setiap wilayah kotamadya sebagai 3.63 masyarakat terhadap dunia 3. Sedangkan menurut siswa jika sekolah ingin berjalan efektif khususnya pada kegiatan belajar mengajar. khususnya para pengajar non PNS. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor eksternal sekolah yang terdiri atas faktor peluang dan ancaman yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian siswa.21a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Penilaian Siswa Opportunity (O) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Siswa Bobot Mudahnya akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi Adanya peningkatan anggaran informasi dan komunikasi serta ilmu 3. Hal tersebut guna meningkatkan motivasi dan komitmen para guru non PNS dalam mengajar.69 3.. Sekolah harus dapat mengalokasikan anggaran pendidikan yang diberikan oleh pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan pendidik.64 3.

.28 sekolah dan tenaga pangajar yang berkualitas Benchmark 3. daerah pengangkatan dan pembiayaan) belum maksimal. 3.31 terhadap kegiatan/proses belajar mengajar Ketidakmampuan dinas pendidikan dalam menseleksi. Mudahnya akses terhadap pemanfaatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) perkembangan teknologi informasi dan dan Lembaga Penjamin Mutu komunikasi serta ilmu pengetahuan saat 3.42 3. Angki Kusuma Dewi.31 tenaga pendidik tetap (PNS) dengan tenaga pendidik honorer Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kurang kondusif 3.18 pendidikan dari pusat maupun 3.43 Benchmark 3. 19/2007 tentang kegiatan/proses belajar mengajar Standar Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Benchmark 3.. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.21b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Penilaian Siswa Threat (T) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Siswa Bobot Minim nya akses terhadap pemanfaatan perkembangan Rendahnya keaktifan orang tua dalam teknologi informasi dan komunikasi mengatasi masalah pendidikan melalui 3.51 Pendidikan (LPMP) sebagai 3. FE UI. merekrut kepala 3.34 tenaga pangajar yang berkualitas mutu pendidikan belum cukup baik Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan pendidikan sekolah 3.43 Benchmark 3. adanya ketimpangan gaji/tunjangan antara 3. 2010. 19/2005 tentang Standar Pendidikan Nasional Pengaruh kondisi lingkungan sekitar dan Peraturan Menteri Pendidikan sekolah yang kondusif terhadap 3.41 masyarakat terhadap dunia pendidikan wadah komite sekolah Wewenang yang diberikan kepada sekolah sebagai dampak Pemberlakuan otonomi daerah termasuk otonomi Tidak-adanya peningkatan anggaran pendidikan sekolah ( yang meliputi .19 mengatasi masalah pendidikan melalui 3.34 belum cukup baik Kondisi kesejahteraan pendidik belum cukup baik.44 serta ilmu pengetahuan saat ini wadah komite sekolah dapat mendukung proses belajar yang interaktif Rendahnya keaktifan orang tua dalam Rendahnya dukungan dan partisipasi 3.45 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4.50 Nasional No.13 (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan 3..47 3. merekrut kepala sekolah dan 3. 114 Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).45 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Peraturan Pemerintah No.38 pengelolaan sekolah. perekrutan. Ketidakmampuan dinas pendidikan dalam Political will dari Pemerintah menseleksi. .63 ini dapat mendukung proses belajar yang lembaga independen yang bertugas interaktif memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Keberadaan UU No.

2010.53 tindak kekerasan dan berada dalam organisasi sekolah pengawasan guru Kemampuan pembiayaan dan Tersedianya tenaga SDM (tenaga pengelolaan anggaran dalam pendidik/guru) yang berkualitas dan 3. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor internal sekolah yang terdiri atas faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian orang tua. Sedangkan menurut penilaian orang tua sebaliknya. Angki Kusuma Dewi.50 pengadaan sarana dan prasarana berdedikasi sekolah Universitas Indonesia Strategi peningkatan. yaitu bersifat akademik dan mendidik bagi siswa. Sehingga disinilah munculnya peluang tindakan senior yang tidak bertanggung jawab. karena biasanya pelaksanaan masa orientasi siswa sebagian besar diserahkan langsung kepada OSIS.78 prasarana sekolah sudah cukup baik berdedikasi Orientasi siswa baru yang dilakukan Ketepatan dari penempatan jabatan bersifat akademik dan mendidik. pada tabel 4.22a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Orang Tua Strength (S) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Orang Tua Bobot Kemampuan pembiayaan dan pengelolaan Jumlah tenaga SDM (tenaga anggaran dalam pengadaan sarana dan 3. Institusi Sekolah vs Orang Tua Potensi konflik yang terjadi antara Institusi Sekolah dengan Orang Tua. 115 3.70 pendidik/guru) yang tersedia dan 3.69 3. menurut sekolah penyelenggaraan masa orientasi siswa baru oleh sekolah sudah sesuai dengan aturan yang seharusnya.. FE UI. didasari atas adanya Gap yang disebabkan oleh adanya perbedaan penilaian yang diberikan pada setiap atribut faktor internal dan eksternal sekolah. konflik dapat terjadi salah satunya dikarenakan . Untuk faktor internal sekolah. guru hanya sebagai pengamat dari kejauhan saja tanpa mengikuti proses orientasi siswa secara utuh. jauh dari 3.22 dibawah ini : Tabel 4. masa orientasi siswa baru yang diselenggarakan oleh sekolah belum sepenuhnya baik. ..69 dan personal dalam struktur 3.. serta sepenuhnya berada dibawah pengawasan guru sehingga tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siswa senior maupun oknum guru tidak terjadi.

28 3. insetif dan tunjangan tenaga ekstrakurikuler)belum cukup baik pendidik) belum cukup baik. dan berada dalam pengawasan guru Kemampuan guru dalam menguasai Kurikulum sekolah yang diterapkan materi. : sertifikasi guru.52 secara selektif dan transparan sesuai 3.25 kegiatan belajar-mengajar. 3..38 pengetahuan dan teknologi saat ini Pengembangan kurikulum sekolah 3.22b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Orang Tua Weekness (W) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Orang Tua Bobot Orientasi siswa baru belum Lokasi sekolah kurang nyaman . insetif dan tunjangan tenaga pendidik)..20 cukup relevan dengan potensi sekolah 3. Angki Kusuma Dewi.25 3.34 sesuai dengan kebutuhan siswa Benchmark 3.25 mampu yang ada Universitas Indonesia Strategi peningkatan. struktur. ruang konseling.60 diskusi dan konseling.32 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4. transport. perabot fisik Penerapan kurikulum nasional cukup peralatan pendidikan. FE UI. transport.44 yang berlaku aturan yang berlaku Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah. pembayaran kebutuhan siswa gaji. perpustakaan) sebagai penunjang 3. 116 Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus Keberadaan fasilitas fisik layanan (seperti.28 mendidik.28 ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini proses belajar mengajar belum cukup baik Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan Pengembangan kurikulum sekolah program kegiatan utama (operasional belum sepenuhnya sesuai dengan 3. Sekolah belum cukup mampu melakukan Penerapan kurikulum nasional belum subsidi silang bagi murid yang tidak 3.36 3. 2010.41 dengan job description yang ditetapkan Kurikulum sekolah diterapkan sesuai perkembangan ilmu 3. sepenuhnya bersifat akademik dan gangguan pencemaran udara dan air. . Laboraturium.47 kegiatan belajar para siswa sudah cukup sebagai penunjang kegiatan belajar lengkap para siswa Penerimaan siswa baru dilakukan sudah Penerimaan siswa baru dilakukan cukup selektif dan transparan sesuai aturan 3. Laboraturium.41 Benchmark 3.35 pikir keilmuan yang mendukung 3. perpustakaan) 3. kegiatan kesiswaan. serta 3. ruang diskusi dan khusus (seperti. konsep dan pola belum sepenuhnya sesuai perkembangan 3.25 belajar-mengajar.44 3. jauh dari tindak kekerasan kebisingan.41 relevan dengan potensi sekolah teknologi informasi dan komunikasi) yang menunjang kelancaran proses belajar siswa Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah secara sinergis sesuai 3.. Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan utama (operasional kegiatan kegiatan program penunjang (seperti 3. buku. pembayaran gaji.

pengorganisasian. Orang tua lebih memilih untuk memanfaatkan keberadaan lembaga ini karena merasa kritik dan saran mengenai penyelenggaraan pendidikan sekolah lebih langsung di dengar oleh para anggota dewan apabila dibandingkan dengan sekolah. Dengan kata lain orang tua sejalan dengan konsep dan metode yang diterapkan oleh sekolah terhadap peserta didik.. 117 Kemampuan manajerial Kualitas kinerja tenaga administrasi.32 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Sedangkan untuk faktor eksternal sekolah. FE UI.94 penggerakan. proses dan pengelolaan pendidikan sekolah adalah baik. Sedangkan menurut penilaian orang tua. mengelola sekolah belum cukup baik Lokasi sekolah kurang nyaman . gangguan pencemaran udara dan air. Sekolah merasa persepsi orang tua terhadap sekolah khususnya terhadap penyelenggaraan.. pengontrolan dan 3.09 yang tidak mampu Kualitas kinerja tenaga administrasi. Angki Kusuma Dewi. perbedaan penilaian salah satunya terjadi karena . pada tabel 4. namun sekolah merasa dukungan dan partisipasi para orang tua belum maksimal sehingga hal ini akan menjadi ancaman bagi sekolah karena dapat menghambat pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) karena dalam pelaksanaan metode ini peran aktif orang tua sangat dibutuhkan khususnya untuk melakukan proses mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan program pendidikan di sekolah.13 pendukung proses pembelajaran belum evaluasi) kepala sekolah dalam baik. Sekolah belum cukup mampu melakukan subsidi silang bagi murid 3. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor eksternal sekolah yang terdiri atas faktor peluang dan ancaman yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian orang tua.23 dibawah ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan. 3. partisipasi orang tua sudah dilakukan melalui keberadaan dewan pendidikan yang ada disetiap wilayah kotamadya. pustakawan dan laboran sebagai 2.. . (perencanaaan. 2010. Perbedaan persepsi inilah yang dapat menyebabkan konflik antar kedua belah pihak.94 pendukung proses pembelajaran masih belum baik Benchmark 3.41 Benchmark 3. pustakawan dan laboran sebagai 2.09 serta kebisingan.

47 3. 118 Tabel 4. . 2010..47 pendidikan melalui wadah komite kegiatan/proses belajar mengajar sekolah Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).41 Benchmark 3.64 komunikasi serta ilmu pengetahuan saat 3. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan 3. Angki Kusuma Dewi. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.39 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.59 pendidikan dari pusat maupun daerah aspirasi/keluhan masyarakat terhadap pendidikan Mudahnya akses terhadap pemanfaatan Keberadaan dewan pendidikan di setiap perkembangan teknologi informasi dan wilayah kotamadya sebagai penyalur 3. 19/2007 tentang Standar sekolah Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Adanya jalinan kemitraan sekolah Mudahnya akses terhadap pemanfaatan dengan lembaga lain yang relevan perkembangan teknologi informasi dan (Seperti .47 Nasional No.56 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap ini dapat mendukung proses belajar pendidikan yang interaktif Adanya peran serta tenaga ahli Adanya Political will dari Pemerintah (konsultan pendidikan) untuk membantu 3.69 3.23a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Orang Tua Opportunity (O) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Orang Tua Bobot Keberadaan dewan pendidikan di setiap Adanya peningkatan anggaran wilayah kotamadya sebagai penyalur 3. FE UI.47 memberi masukan dalam tata cara mutu pendidikan pengelolaan sekolah Keberadaan UU No. Peraturan Pemerintah No.44 (LPMP) sebagai lembaga independen yang bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Benchmark 3.63 (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan 3.53 3.. 19/2005 tentang Standar Pendidikan Nasional Persepsi yang baik dari masyarakat dan Peraturan Menteri Pendidikan terhadap pengelolaan pendidikan 3. Perguruan Tinggi dan komunikasi serta ilmu pengetahuan saat 3.. Adanya keaktifan orang tua yang Pengaruh kondisi lingkungan sekitar cukup baik dalam mengatasi masalah sekolah yang kondusif terhadap 3.51 3.47 Pendidikan Kedinasan) berkaitan ini dapat mendukung proses belajar yang dengan investasi (beasiswa) dan interaktif pemanfaatan output lulusan.

konflik dapat terjadi karena . perekrutan. 119 Tabel 4.16 pengelolaan sekolah. menurut sekolah. pengelolaan pendidikan sekolah sekolah. adanya ketimpanagan menseleksi. 2010. ketersediaan SDM Universitas Indonesia Strategi peningkatan.18 cukup baik terhadap pengelolaan 3.38 pendidikan dari pusat maupun daerah wadah komite sekolah Ketidakmampuan dinas pendidikan Rendahnya dukungan dan partisipasi dalam menseleksi. didasari atas adanya Gap yang disebabkan oleh adanya perbedaan penilaian yang diberikan pada setiap atribut faktor internal dan eksternal sekolah. karena sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh sekolah. merekrut kepala 3.31 tenaga pangajar yang berkualitas tetap (PNS) dengan tenaga pendidik honorer Rendahnya dukungan dan partisipasi 3.19 3. pengangkatan dan pembiayaan) belum maksimal. 3. Kondisi kesejahteraan pendidik belum Ketidakmampuan dinas pendidikan dalam cukup baik.23b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Orang Tua Threat (T) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Orang Tua Bobot Rendahnya keaktifan orang tua dalam Tidak-adanya peningkatan anggaran mengatasi masalah pendidikan melalui 3..22 terhadap kegiatan/proses belajar mengajar Wewenang yang diberikan kepada sekolah sebagai dampak Pemberlakuan otonomi daerah termasuk otonomi pendidikan sekolah ( yang meliputi . Institusi Sekolah vs Masyarakat Potensi konflik yang terjadi antara Institusi Sekolah dengan Masyarakat. merekrut kepala sekolah dan 3. FE UI.41 Benchmark 3. Untuk faktor internal sekolah. Kurikulum Nasional yang ada sudah cukup relevan untuk diterapkan disekolah. ..13 gaji/tunjangan antara tenaga pendidik 3. pengangkatan dan pembiayaan) belum maksimal.39 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) 4.34 masyarakat terhadap dunia pendidikan sekolah dan tenaga pangajar yang berkualitas Wewenang yang diberikan kepada sekolah sebagai dampak Pemberlakuan otonomi Persepsi masyarakat yang belum daerah termasuk otonomi pendidikan 3.28 masyarakat terhadap dunia pendidikan Sekolah belum cukup mampu mendatangkan tenaga ahli (konsultan pendidikan) untuk membantu 3.28 memberi masukan dalam tata cara pengelolaan sekolah Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kurang kondusif 3. salah satunya seperti ..42 3. Angki Kusuma Dewi. perekrutan.34 sekolah ( yang meliputi . Benchmark 3.

Penerimaan siswa baru dilakukan sudah ruang diskusi dan konseling. perpustakaan) sebagai penunjang 3.24 dibawah ini : Tabel 4..44 transparan sesuai aturan yang berdedikasi berlaku Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti.53 prasarana sekolah sudah cukup baik dengan job description yang ditetapkan Orientasi siswa baru yang dilakukan bersifat Kurikulum sekolah yang akademik dan mendidik.69 3. jauh dari tindak diterapkan sesuai perkembangan 3.31 relevan dengan potensi sekolah struktur organisasi sekolah Universitas Indonesia Strategi peningkatan. ruang diskusi dan Tersedianya tenaga SDM (tenaga konseling.44 kegiatan belajar para siswa sudah cukup dan berdedikasi lengkap Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti. FE UI. cukup selektif dan transparan sesuai aturan 3. Angki Kusuma Dewi. . tidak sepenuhnya cocok untuk diterapkan di setiap sekolah mengingat setiap sekolah mempunyai kondisi yang berbeda-beda sehingga akan berpengaruh terhadap proses akhir dimana output lulusan yang dihasilkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Laboraturium.60 pendidik/guru) yang berkualitas 3.69 3. Sedangkan menurut penilaian masyarakat kurikulum nasional yang telah ditetapkan. Laboraturium.34 perpustakaan) sebagai penunjang yang berlaku kegiatan belajar para siswa sudah cukup lengkap Ketepatan dari penempatan Penerapan kurikulum nasional cukup 3. Selain itu kurikulum Nasional yang ada selalu berubah-ubah dengan cepat sehingga proses pengimplementasian dari isi kurikulum tersebut sering tidak tuntas.. pada tabel 4. 2010.24a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Masyarakat Strength (S) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Masyarakat Bobot Kemampuan pembiayaan dan pengelolaan Pelaksanaan manajemen anggaran dalam pengadaan sarana dan 3. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor internal sekolah yang terdiri atas faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian orang tua.52 3.. 120 (pendidik) yang berkualitas sehingga dapat menyerap dan menerapkan isi dari kurikulum tersebut pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.44 jabatan dan personal dalam 3. Perbedaan penilaian inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya konflik antara kedua belah pihak.70 organisasi sekolah sinergis 3.47 kekerasan dan berada dalam pengawasan ilmu pengetahuan dan teknologi guru saat ini Penerimaan siswa baru sudah Tersedianya tenaga SDM (tenaga dilakukan sudah cukup selektif dan pendidik/guru) yang berkualitas dan 3.

serta kebisingan. perabot Kurikulum sekolah yang diterapkan belum fisik peralatan pendidikan. sepenuhnya sesuai perkembangan ilmu 3. Penerapan kurikulum nasional pustakawan dan laboran sebagai pendukung 2.36 melakukan subsidi silang bagi 3.13 siswa belajar-mengajar. pustakawan dan 2. pembayaran gaji.06 proses pembelajaran belum baik.28 tindak kekerasan dan berada dalam pengawasan guru Benchmark 3. Sekolah belum cukup mampu melakukan Pengembangan kurikulum sekolah subsidi silang bagi murid yang tidak 3.24b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Masyarakat Weekness (W) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Masyarakat Bobot Sekolah belum cukup mampu Lokasi sekolah kurang nyaman .84 laboran sebagai pendukung proses pembelajaran kurang baik Benchmark 3.94 belum cukup relevan dengan 3. potensi sekolah Lokasi sekolah kurang nyaman . kegiatan 3.20 belum sepenuhnya sesuai dengan 3. buku. Angki Kusuma Dewi.25 (seperti : sertifikasi guru. Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari Kemampuan pembiayaan dalam masyarakat untuk pelaksanaan program kegiatan program penunjang kegiatan utama (operasional kegiatan 3. gangguan 3. gangguan pencemaran udara dan 3. ekstrakurikuler) belum transport.97 evaluasi) kepala sekolah dalam mengelola sekolah kurang baik.16 pencemaran udara dan air. insetif dan tunjangan tenaga cukup baik pendidik) belum cukup baik. konsep dan pola pikir keilmuan 3..94 anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana sekolah Kualitas kinerja tenaga administrasi. pengontrolan dan 2.00 air. murid yang tidak mampu Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah. 2010.00 yang mendukung proses belajar mengajar belum cukup baik Kemampuan manajerial (perencanaaan.13 belajar-mengajar.35 teknologi informasi dan 3. insetif dan tunjangan tenaga pendidik) belum cukup baik.22 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4. FE UI.28 utama (operasional kegiatan 3. serta kebisingan. struktur.41 Benchmark 3. transport.16 pengetahuan dan teknologi saat ini komunikasi) yang menunjang kelancaran proses belajar siswa belum cukup lengkap Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk Pengembangan kurikulum sekolah belum pelaksanaan program kegiatan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan 3. 121 Orientasi siswa baru bersifat akademik dan mendidik. Sekolah masih belum mampu membiayai dan mengelola 2.09 mampu kebutuhan siswa Kualitas kinerja tenaga administrasi. .41 Benchmark 3. pengorganisasian.22 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan. penggerakan. kesiswaan. jauh dari 3.. pembayaran gaji. Kemampuan guru dalam menguasai materi..

pada tabel 4. 2010. perbedaan penilaian salah satunya terjadi karena .. Angki Kusuma Dewi.25 dibawah ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan. tetapi juga dapat melalui dewan pendidikan yang ada di setiap wilayah DKI Jakarta. Sedangkan menurut penilaian masyarakat. sehingga akan lebih efektif jika partisipasi masyarakat langsung melalui dewan pendidikan dari pada komite sekolah. sehingga saran yang diberikan dalam upaya penyelesaian masalah pendidikan di sekolah dapat lebih didengar.. . baru MBS di sekolah tersebut dapat dikatakan efektif.. Perbedaan persepsi inilah yang dapat menyebabkan konflik antara kedua belah pihak. 122 Sedangkan untuk faktor eksternal sekolah. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor eksternal sekolah yang terdiri atas faktor peluang dan ancaman yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian masyarakat. FE UI. Sekolah merasa partisipasi aktif masyarakat melalui komite sekolah rendah sehingga pada saat sekolah mempunyai masalah pendidikan harus berjuang sendiri tanpa bantuan komite sekolah padahal dalam prakteknya implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) harus terdapat adanya keterlibatan masyarakat. peran serta aktif masyarakat tidak perlu langsung masuk ke dalam komite sekolah.

Keberadaan UU No. 19/2005 Adanya peran serta tenaga ahli (konsultan tentang Standar Pendidikan Nasional pendidikan) untuk membantu memberi dan Peraturan Menteri Pendidikan 3. 2010.44 masukan dalam tata cara pengelolaan Nasional No. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pengaruh kondisi lingkungan sekitar dan Lembaga Penjamin Mutu sekolah yang kondusif terhadap 3. Angki Kusuma Dewi.63 3.69 terhadap pengelolaan pendidikan 3. . 19/2007 tentang sekolah Standar Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Keberadaan dewan pendidikan di Persepsi yang baik dari masyarakat setiap wilayah kotamadya sebagai 3. wilayah kotamadya sebagai penyalur 3.64 Perguruan Tinggi dan Pendidikan 3. Peraturan Pemerintah No. FE UI...34 kegiatan/proses belajar mengajar lembaga independen yang bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Adanya peran serta tenaga ahli (konsultan pendidikan) untuk 3.47 Pendidikan (LPMP) sebagai 3.34 membantu memberi masukan dalam tata cara pengelolaan sekolah Benchmark 3.53 3.25a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Masyarakat Opportunity (O) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Masyarakat Bobot Persepsi yang baik dari masyarakat Adanya peningkatan anggaran 3.47 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap Kedinasan) berkaitan dengan pendidikan investasi (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan.29 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.51 mengatasi masalah pendidikan 3.38 terhadap pengelolaan pendidikan sekolah penyalur aspirasi/keluhan masyarakat terhadap pendidikan Mudahnya akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan Adanya keaktifan orang tua dalam komunikasi serta ilmu pengetahuan saat 3.63 pendidikan dari pusat maupun daerah sekolah Kemungkinan terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga Keberadaan dewan pendidikan di setiap lain yang relevan (Seperti . 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.34 ini dapat mendukung proses belajar melalui wadah komite sekolah yang interaktif Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP)..41 Benchmark 3. 123 Tabel 4.

perekrutan. pengelolaan perekrutan kepala sekolah dan sekolah. 2010.19 sekolah dan tenaga pangajar tenaga pendidik tetap (PNS) dengan tenaga pendidik honorer Minimnya akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan 3. 124 Tabel 4.18. kedua antara Institusi Sekolah dengan Orang Tua dengan nilai gap sebesar 0.04.24.06 pendidikan Benchmark 3.09 pendidikan sekolah ( yang meliputi .13 dan keempat antara Institusi Sekolah dengan Siswa dengan nilai gap sebesar 0.2 Periode Waktu Yang Akan Datang (Jangka Panjang) Secara keseluruhan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh para stakeholder sekolah.25b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Masyarakat Threat (T) Jangka Pendek Kepala Sekolah & Guru Bobot Masyarakat Bobot Political will dari Pemerintah Rendahnya keaktifan orang tua dalam (DEPDIKNAS) dalam mengatasi masalah pendidikan melalui 3.29 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) 4. FE UI.19 komunikasi serta ilmu pengetahuan saat ini dapat mendukung proses belajar yang interaktif Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kurang 3.41 Benchmark 3. adanya melakukan seleksi dan perekrutan kepala 3. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.28 masyarakat terhadap dunia pendidikan maupun daerah Wewenang yang diberikan kepada sekolah sebagai dampak Pemberlakuan otonomi Ketidaktepatan dinas pendidikan daerah termasuk otonomi pendidikan dalam melakukan seleksi dan 3. potensi konflik terbesar di sekolah pada masa yang akan datang yang disebabkan oleh faktor internal sekolah adalah antara Institusi Sekolah dengan masyarakat dengan nilai gap sebesar 0.28 meningkatkan mutu wadah komite sekolah pendidikanbelum cukup baik Tidak-adanya peningkatan Rendahnya dukungan dan partisipasi 3. Rendahnya dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap dunia 3. perekrutan.. pengangkatan dan tenaga pangajar pembiayaan) belum maksimal. pengelolaan sekolah.18 3. pengangkatan dan pembiayaan) belum maksimal.22 sekolah ( yang meliputi .4. .16 kondusif terhadap kegiatan/proses belajar mengajar Wewenang yang diberikan kepada sekolah untuk mengelola sekolah sebagai dampak Pemberlakuan otonomi daerah termasuk otonomi 3.. ketiga antara Kepala Sekolah dengan Orang Tua dengan nilai gap sebesar 0. Kondisi kesejahteraan pendidik Ketidaktepatan dinas pendidikan dalam belum cukup baik.13 ketimpanagan gaji/tunjangan antara 3.19 anggaran pendidikan dari pusat 3.. Angki Kusuma Dewi.42 3.

Orang Tua 0.. FE UI.18 2 3 Kepala Sekolah . Angki Kusuma Dewi. Potensi Konflik Gap Ranking 1 Kepala Sekolah .01 dan keempat antara Institusi Sekolah dengan Siswa dengan nilai gap sebesar 0. kedua antara Institusi Sekolah dengan Masyarakat dengan nilai gap sebesar 0.04 4 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Sedangkan potensi konflik terbesar di sekolah pada masa yang akan datang yang disebabkan oleh faktor eksternal sekolah adalah antara Kepala Sekolah dengan Guru dengan nilai gap sebesar 0. .26b Potensi Konflik Antar Stakeholder Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa Pendidikan (Faktor Eksternal) No.24 1 2 Institusi Sekolah .13 3 4 Institusi Sekolah . Berikut disajikan perhitungan gap antar stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dan stakeholder pengguna jasa pendidikan (Siswa.01. Orang Tua dan Masyarakat) pada tabel 4..26a sebagai berikut : Tabel 4.13 3 4 Institusi Sekolah .18 2 3 Institusi Sekolah .Orang Tua 0.Siswa 0.24 1 2 Institusi Sekolah .26b sebagai berikut : Tabel 4.Guru 0. 2010.11. ketiga antara Institusi Sekolah dengan Orang Tua dengan nilai gap sebesar 0. Orang Tua dan Masyarakat) pada tabel 4. Potensi Konflik Gap Ranking 1 Institusi Sekolah .07.04 4 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.26a Potensi Konflik Antar Stakeholder Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa Pendidikan (Faktor Internal) No.Masyarakat 0.Masyarakat 0..Guru 0. 125 Berikut disajikan perhitungan gap antar stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dan stakeholder pengguna jasa pendidikan (Siswa.Siswa 0.

adalah : 1. pada tabel 4. Laboraturium.22 keilmuan yang mendukung proses berada dalam pengawasan guru belajar mengajar sudah baik Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah.. Orang Tua dan Masyarakat). perpustakaan) sebagai penunjang kegiatan belajar para siswa sudah baik sebagai penunjang kegiatan belajar para siswa sudah baik Universitas Indonesia Strategi peningkatan.31 penggerakan. Untuk faktor internal sekolah. Sehingga potensi konflik atas faktor internal sekolah antara kepala sekolah dan guru kemungkinan tidak terjadi. perabot fisik Penerapan kurikulum nasional sudah relevan peralatan pendidikan.03 konseling. 126 Adapun atribut dari faktor internal dan faktor eksternal yang berpotensi menyebabkan terjadinya konflik antara stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dan stakeholder pengguna jasa pendidikan (Siswa..31 4. ruang diskusi dan khusus (seperti. Kepala Sekolah vs Guru Potensi konflik yang terjadi antara Kepala Sekolah dengan Guru. struktur. ekstrakurikuler) sudah pendidik/guru) yang berdedikasi baik Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus Keberadaan fasilitas fisik layanan (seperti. didasari atas adanya Gap yang disebabkan oleh adanya perbedaan penilaian yang diberikan pada setiap atribut faktor internal dan eksternal sekolah. Tersedianya tenaga SDM (tenaga 4. pengorganisasian.28 diskusi dan konseling. jauh dari tindak kekerasan dan 4. ruang 4.31 4. perpustakaan) 4.13 kegiatan kesiswaan. 2010. penilaian yang diberikan oleh kepala sekolah dan guru mempunyai kesamaan terhadap mana faktor yang termasuk ke dalam kekuatan sekolah dan mana faktor yang merupakan kelemahan sekolah untuk jangka panjang. konsep dan pola pikir keilmuan yang 4.27 dibawah ini : Tabel 4. Laboraturium. pengontrolan.28 4. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor internal sekolah yang terdiri atas faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah menurut penilaian kepala sekolah dan menurut penilaian guru. evaluasi) 4.27a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah dan Guru Strength (S) Jangka Panjang Kepala Sekolah Bobot Guru Bobot Kemampuan manajerial Kemampuan guru dalam menguasai materi. teknologi 4. . (perencanaaan. konsep dan pola pikir mendidik. struktur..25 mendukung proses belajar mengajar sudah kepala sekolah dalam mengelola baik sekolah sudah baik Kemampuan guru dalam menguasai Orientasi siswa baru bersifat akademik dan materi. Angki Kusuma Dewi. FE UI.19 dengan potensi sekolah informasi dan komunikasi) yang menunjang kelancaran proses belajar siswa sudah lengkap Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan program penunjang (seperti : sertifikasi guru. buku.

Minimnya kemampuan sekolah dalam pustakawan dan laboran sebagai pendukung 3. ekstrakurikuler) sudah cukup baik Tersedianya tenaga SDM (tenaga Pengembangan kurikulum sekolah 4. transport. 3. Belum optimalnya kemampuan Minimnya kemampuan sekolah dalam pembiayaan dan pengelolaan melakukan subsidi silang untuk murid yang 3.22 3. pendukung proses pembelajaran yang belum baik Kurikulum sekolah yang diterapkan Penerimaan siswa baru belum dapat dilakukan belum sepenuhnya sesuai dengan 3.84 secara selektif dan transparan sesuai aturan perkembangan ilmu pengetahuan dan yang berlaku teknologi saat ini Belum optimalnya kemampuan pembiayaan Lokasi sekolah kurang nyaman .00 kegiatan belajar-mengajar. .75 anggaran dalam pengadaan sarana dan tidak mampu prasarana sekolah Pelaksanaan manajemen organisasi Kurikulum sekolah yang diterapkan belum sekolah belum sinergis dari tidak sepenuhnya sesuai dengan perkembangan ilmu 3.25 4.94 sesuai dengan kebutuhan siswa sertifikasi guru.81 3.72 sesuai dengan job description yang pengetahuan dan teknologi saat ini ditetapkan Penempatan jabatan dan personal dalam Penerimaan siswa baru belum dapat struktur organisasi sekolah belum sepenuhnya 3.92 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4. transport.09 3. pembayaran gaji.66 description yang ditetapkan belum sepenuhnya sesuai dan tepat Benchmark 4. dan pengelolaan anggaran dalam pengadaan 3. 2010.92 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.69 sesuai dan tepat transparan sesuai aturan yang berlaku Kualitas kinerja tenaga administrasi.91 mengajar.05 Benchmark 3.75 dilakukan secara selektif dan 3.91 pencemaran udara dan air.59 dalam struktur organisasi sekolah 3. perabot fisik peralatan pendidikan.91 3. kegiatan kesiswaan.94 dan evaluasi) kepala sekolah dalam mengelola tindak kekerasan dan berada dalam sekolah sudah baik pengawasan guru Kemampuan pembiayaan dalam Pengembangan kurikulum sekolah sudah kegiatan program penunjang (seperti : 4.00 3. gangguan pustakawan dan laboran sebagai 4. penggerakan..84 3.25 3..27b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah dan Guru Weakness (W) Jangka Panjang Kepala Sekolah Bobot Guru Bobot Pengelolaan biaya/anggaran dan dana Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari dari masyarakat untuk pelaksanaan masyarakat untuk pelaksanaan program program kegiatan utama (operasional kegiatan utama (operasional kegiatan belajar. 3.05 Benchmark 3. 127 Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah. Orientasi siswa baru bersifat pengorganisasian.. insetif dan dan tunjangan tenaga pendidik) yang belum tunjangan tenaga pendidik) yang efisien belum efisien Kualitas kinerja tenaga administrasi.69 proses pembelajaran.84 sarana dan prasarana sekolah serta kebisingan.72 melakukan subsidi silang untuk murid 3. TIK yang menunjang kelancaran proses relevan dengan potensi sekolah belajar siswa sudah lengkap Kemampuan manajerial (perencanaaan. pengontrolan akademik dan mendidik.00 buku. Angki Kusuma Dewi. FE UI.94 pendidik/guru) yang berdedikasi sudah sesuai dengan kebutuhan siswa Benchmark 4. Penerapan kurikulum nasional sudah 4. Lokasi sekolah kurang nyaman .91 gangguan pencemaran udara dan air. serta kebisingan. yang tidak mampu Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah Penempatan jabatan dan personal belum sinergis dari tidak sesuai dengan job 3. 4. insetif pembayaran gaji. jauh dari 4.

.28 dibawah ini : Tabel 4.19 terhadap pengelolaan pendidikan 4. 128 Sedangkan untuk faktor eksternal sekolah.13 3.03 berkaitan dengan investasi (beasiswa) dan sekolah pemanfaatan output lulusan. yaitu memanfaatkan penuh atas wewenang yang diberikan kepadanya dalam pengelolaan sekolah salah satunya adalah dengan membuat perencanaan yang berhubungan dengan program-program yang dapat meningkatkan mutu pendidikan sekolah sesuai dengan standar pendidikan yang telah ditetapkan oleh undang- undang. FE UI. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor eksternal sekolah yang terdiri atas faktor peluang dan ancaman yang dimiliki sekolah menurut penilaian kepala sekolah dan menurut penilaian guru. pada tabel 4.06 komunikasi serta ilmu pengetahuan saat 3. kepala sekolah seharusnya dapat memanfaatkan peluang yang ada. 19/2005 tentang Standar Pendidikan perkembangan teknologi informasi dan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan 4. Perbedaan persepsi inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan perbedaan pendapat atau konflik bagi kedua belah pihak. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. perbedaan penilaian salah satunya terjadi karena ... Peraturan Pemerintah Adanya akses terhadap pemanfaatan No. khususnya dalam hal pembiayaan program pendidikan dengan begitu hal ini agak sedikit merepotkan kepala sekolah karena tidak bisa berkreativitas lebih dalam membuat program sekolah akibat keterbatasan anggaran. Keberadaan dewan pendidikan di setiap Keberadaan dewan pendidikan di setiap wilayah kotamadya sebagai penyalur wilayah kotamadya sebagai penyalur 4. 19/2007 tentang Standar ini sehingga dapat mendukung proses Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan belajar yang interaktif sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Universitas Indonesia Strategi peningkatan. menurut Guru.97 Nasional No. Angki Kusuma Dewi. .28a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah dan Guru Opportunity (O) Jangka Panjang Kepala Sekolah Bobot Guru Bobot Terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan (Seperti . 2010. Persepsi yang baik dari masyarakat Perguruan Tinggi dan Pendidikan Kedinasan) 4.97 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap aspirasi/keluhan masyarakat terhadap pendidikan pendidikan Keberadaan UU No. Sedangkan menurut kepala sekolah merasa bahwa wewenang yang diberikan kepada sekolah untuk dapat mengelola sekolahnya sendiri masih belum maksimal masih harus berdasarkan pedoman yang diberikan oleh Dinas Pendidikan.

19/2005 tentang Standar perkembangan teknologi informasi dan Pendidikan Nasional dan Peraturan komunikasi serta ilmu pengetahuan saat ini 4. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) 3. 3. Perguruan Tinggi dan 3. Angki Kusuma Dewi. Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).81 pendidikan sekolah ( yang meliputi .91 sehngga dapat mendukung proses belajar 19/2007 tentang Standar Pengelolaan yang interaktif Pendidikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan Persepsi yang baik dari masyarakat terhadap (Seperti . Political will dari Pemerintah Tidak-adanya peningkatan anggaran 3..91 independen yang bertugas memantau proses tetap (PNS) dengan tenaga pendidik penyelenggaraan pendidikan dan melakukan honorer program sertifikasi guru Keberadaan UU No.81 masukan dalam tata cara pengelolaan maupun daerah kepada sekolah sekolah efektif Pemberian wewenang kepada sekolah sebagai dampak Pemberlakuan Adanya pengaruh kondisi lingkungan sekitar otonomi daerah termasuk otonomi sekolah yang baik. pengelolaan kegiatan/proses belajar mengajar sekolah.88 (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan 3.03 gaji/tunjangan antara tenaga pendidik 3. perekrutan.94 3..91 Benchmark 3.72 pendidikan dari pusat maupun daerah mutu pendidikan belum maksimal Ketidak aktifan orang tua dalam mengatasi Ketidak aktifan orang tua dalam masalah pendidikan melalui wadah komite 3. Peraturan Adanya akses terhadap pemanfaatan Pemerintah No.72 sekolah wadah komite sekolah Tidak adanya peran serta tenaga ahli Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah (konsultan pendidikan) untuk yang kurang kondusif terhadap 3. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaga Sertifikasi Adanya peningkatan kesejahteraan Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu bagi para pendidik berupa kenakan Pendidikan (LPMP) sebagai lembaga 4.91 pengelolaan pendidikan sekolah Pendidikan Kedinasan) berkaitan dengan investasi (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan. Adanya bantuan tenaga ahli (konsultan Adanya peningkatan anggaran pendidikan) untuk membantu memberi 3.63 membantu memberi masukan dalam kegiatan/proses belajar mengajar tata cara pengelolaan sekolah Universitas Indonesia Strategi peningkatan.81 sebagai lembaga independen yang bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Benchmark 3. perekrutan. 129 Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).28b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Kepala Sekolah dan Guru Threat (T) Jangka Panjang Kepala Sekolah Bobot Guru Bobot Wewenang yang diberikan kepada sekolah sebagai dampak Pemberlakuan otonomi Pengaruh kondisi lingkungan sekitar daerah termasuk otonomi pendidikan 3..97 3. sehat dan nyaman 3.91 sekolah yang kurang kondusif terhadap 3.80 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4. pengangkatan dan pembiayaan) belum maksimal. pengangkatan dan pembiayaan.94 pendidikan yang dberikan dari pusat 3. 2010.72 3.81 mengatasi masalah pendidikan melalui 3. .75 sekolah ( yang meliputi .00 Menteri Pendidikan Nasional No. FE UI. terhadap kegiatan/proses belajar mengajar pengelolaan sekolah.

metode belajar seperti ini dirasa belum maksimal bagi siswa karena secara tidak langsung siswa merasa sekolah telah melepaskan tanggung jawab dalam hal mendidik siswa. pada tabel 4.63 pendidikan belum maksimal tenaga pangajar Rendahnya dukungan dan partisipasi 3.72 menseleksi.44 masyarakat terhadap dunia pendidikan masyarakat terhadap dunia pendidikan Ketidaktepatan dinas pendidikan dalam menseleksi. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor internal sekolah yang terdiri atas faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian siswa. 2010.. merekrut kepala sekolah dan 3.63 tenaga pangajar Benchmark 3. merekrut kepala sekolah dan 3. konflik dapat terjadi salah satunya dikarenakan . menurut sekolah. sementara sistem pembelajaran kurikulum yang baru tersebut siswa dituntut untuk dapat belajar sendiri dan mendiskusikannya keesokan harinya di kelas.91 Benchmark 3. Institusi Sekolah vs Siswa Potensi konflik yang terjadi antara Institusi Sekolah dengan Siswa. Angki Kusuma Dewi. semua tergantung kepada kemapuan dan pengetahuan guru yang membimbing. Untuk faktor internal sekolah. didasari atas adanya Gap yang disebabkan oleh adanya perbedaan penilaian yang diberikan pada setiap atribut faktor internal dan eksternal sekolah. . Sementara diskusi akan efektif atau tidak. kurikulum pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah dirasa belum cukup efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dikarenakan kurikulum yang dirancang terlalu berat. Oleh karena itu. sehingga metode pembelajaran yang digunakan buat siswa dirasa sudah efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. pengembangan kurikulum nasional menjadi kurikulum sekolah sudah sesuai dengan potensi sekolah dan kebutuhan siswa.72 Rendahnya dukungan dan partisipasi 3..29 dibawah ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan..80 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) 2. Sedangkan menurut siswa. 130 Political will dari Pemerintah Ketidaktepatan dinas pendidikan dalam (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan mutu 3. FE UI.

13 4.03 berdedikasi berdedikasi Pengembangan kurikulum sekolah sesuai 4.04 Benchmark 4. Laboraturium. buku. Orientasi siswa baru bersifat akademik struktur.11 pengelolaan anggaran dalam pengadaan 4. jauh dari tindak 4. perpustakaan) 4.16 konseling. 2010. FE UI. kegiatan kesiswaan.22 4.16 relevan dengan potensi sekolah sebagai penunjang kegiatan belajar para siswa Penyelenggaraan orientasi siswa baru bersifat Kemampuan pembiayaan dalam akademik dan mendidik. ekstrakurikuler) sudah sarana dan prasarana sekolah baik Tersedianya tenaga SDM (tenaga Jumlah tenaga SDM (tenaga pendidik/guru) yang berkualitas dan 4. perabot fisik peralatan pengorganisasian. guru ekstrakurikuler) Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan Kemampuan pembiayaan dan program penunjang (seperti : sertifikasi guru. ruang diskusi dan materi.19 pengontrolan dan evaluasi) kepala yang menunjang kelancaran proses belajar sekolah dalam mengelola sekolah..16 diskusi dan konseling. 131 Tabel 4. siswa sudah lengkap Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus Kemampuan guru dalam menguasai (seperti. ruang Penerapan kurikulum nasional sudah 4. perabot fisik peralatan pendidikan.16 4. sekolah. pengontrolan 4. teknologi informasi 4. konsep dan pola pikir 4.27 4. struktur..28 dan evaluasi) kepala sekolah dalam dan komunikasi) yang menunjang mengelola sekolah sudah baik kelancaran proses belajar siswa Kelengkapan sarana belajar utama (gedung Kemampuan manajerial (perencanaaan.06 kegiatan kesiswaan.00 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan. (gedung sekolah. Laboraturium.. penggerakan.38 mendukung proses belajar mengajar sudah kekerasan dan berada dalam baik pengawasan guru Kelengkapan sarana belajar utama Kemampuan manajerial (perencanaaan. penggerakan. buku. perpustakaan) sebagai penunjang keilmuan yang mendukung proses kegiatan belajar para siswa sudah lengkap belajar mengajar Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti. teknologi informasi dan komunikasi) 4. pengorganisasian. Angki Kusuma Dewi. 4.25 pendidikan.29a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Siswa Strength (S) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Siswa Bobot Kemampuan guru dalam menguasai materi. konsep dan pola pikir keilmuan yang dan mendidik. jauh dari tindak kegiatan program penunjang (seperti : 4. .16 kekerasan dan berada dalam pengawasan sertifikasi guru.08 dengan kebutuhan siswa Benchmark 4.11 pendidik/guru) yang tersedia dan 4.

menurut siswa lingkungan sekolah tempat mereka belajar dirasa kurang kondusif. FE UI. padahal sekolah bisa memanfaatkan keberadaan komite sekolah.29b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Siswa Weekness (W) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Siswa Bobot Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program Pengembangan kurikulum sekolah kegiatan utama (operasional kegiatan belajar- 3. pembayaran gaji. 3. selama sekolah benar-benar merealisasikan program tersebut dan ada hasil yang dapat dilihat seperti ..88 pendukung proses pembelajaran sesuai dan tepat belum cukup baik Penerimaan siswa baru belum dapat dilakukan Sekolah belum cukup mampu dalam secara selektif dan transparan sesuai aturan 3. dll. perbedaan penilaian salah satunya terjadi karena . belum adanya jaminan keamanan bagi para siswa jika menuju sekolah harus melewati tempat-tempat keramaian sekitar sekolah.94 belum relevan dengan potensi sekolah ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini Kualitas kinerja tenaga administrasi. 2010. insetif siswa dan tunjangan tenaga pendidik) yang belum efisien Lokasi sekolah kurang nyaman . Angki Kusuma Dewi. transport. yang mana bantuan ini dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi diatas.72 sesuai aturan yang berlaku Penempatan jabatan dan personal dalam struktur organisasi sekolah belum 3..97 pencemaran udara dan air. seperti dengan meminta bantuan finansial. Kurikulum sekolah yang diterapkan belum Penerapan kurikulum nasional yang sepenuhnya sesuai dengan perkembangan 3.00 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Sedangkan untuk faktor eksternal sekolah..69 3.72 sepenuhnya sesuai dan tepat Benchmark 4. Siswa merasa yakin komite sekolah akan membantu. seperti kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kumuh dan kotor.04 Benchmark 4. gangguan 3. Penempatan jabatan dan personal dalam pustakawan dan laboran sebagai struktur organisasi sekolah belum sepenuhnya 3. . Mengenai hal ini siswa merasa sekolah belum maksimal untuk dapat mewujudkan lingkungan belajar yang baik. serta kebisingan. Lokasi sekolah kurang nyaman . serta kebisingan.83 melakukan subsidi silang untuk murid 3.96 yang belum sesuai dengan kebutuhan 4.92 gangguan pencemaran udara dan air.78 dengan job description yang ditetapkan Penerimaan siswa baru belum dapat dilakukan secara selektif dan transparan 3. 132 Tabel 4.79 3.00 mengajar. lingkungan sekitar sekolah menjadi asri dan menyewa tenaga keamanan untuk menjaga sekitar Universitas Indonesia Strategi peningkatan.78 yang berlaku yang tidak mampu Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah belum cukup sinergis sesuai 3.

00 masalah pendidikan melalui wadah 4.30a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Siswa Opportunity (O) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Siswa Bobot Terciptanya jalinan kemitraan sekolah Keberadaan dewan pendidikan di setiap dengan lembaga lain yang relevan wilayah kotamadya sebagai penyalur (Seperti . pada tabel 4. 19/2007 tentang Standar pendidikan sekolah ( yang meliputi .99 3. Terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan Keberadaan dewan pendidikan di setiap lembaga lain yang relevan (Seperti . Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor eksternal sekolah yang terdiri atas faktor peluang dan ancaman yang dimiliki sekolah menurut penilaian Institusi Sekolah dan menurut penilaian Siswa.05 4. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.06 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap Pendidikan Kedinasan) berkaitan pendidikan dengan investasi (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan. Keaktifan orang tua dalam mengatasi Persepsi yang baik dari masyarakat terhadap 4.97 Nasional No. . dimana tenaga keamanan tersebut dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sekitar sekolah. Peraturan Pemerintah Pemberian wewenang kepada sekolah No. 19/2005 tentang Standar Pendidikan sebagai dampak Pemberlakuan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan otonomi daerah termasuk otonomi 3. Lembaga Adanya akses terhadap pemanfaatan Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga perkembangan teknologi informasi dan Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) komunikasi serta ilmu pengetahuan saat ini 3. sebagai acuan dalam mengelola pendidikan pengangkatan dan pembiayaan. Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan pengelolaan sekolah. sekolah sudah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan sekitar sekolah agar menjadi kondusif.05 4. Sedangkan menurut sekolah.00 pengelolaan pendidikan sekolah komite sekolah Keberadaan UU No.. sekolah menjadi lebih efektif Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). salah satunya adalah dengan meminta bantuan baik secara finansial maupun tindakan melalui dewan pendidikan yang ada. Perguruan Tinggi dan 4.98 3. 133 lingkungan sekolah.. namun hal ini tetap tidak dapat terwujud karena memang dukungan dan partisipasi yang diberikan masyarakat belum maksimal.03 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap dengan investasi (beasiswa) dan pemanfaatan pendidikan output lulusan.97 sebagai lembaga independen yang sehngga dapat mendukung proses belajar yang bertugas memantau proses interaktif penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Universitas Indonesia Strategi peningkatan. sehingga pada akhirnya adanya partispasi positif masyarakat dapat terbentuk. FE UI. Angki Kusuma Dewi. Perguruan wilayah kotamadya sebagai penyalur Tinggi dan Pendidikan Kedinasan) berkaitan 4.30 dibawah ini : Tabel 4. 2010. perekrutan..

. 19/2005 tentang Standar Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 3. 2010.77 gaji/tunjangan antara tenaga pendidik 3. merekrut kepala sekolah dan 3. Lembaga Sertifikasi Adanya peran serta tenaga ahli Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu (konsultan pendidikan) untuk Pendidikan (LPMP) sebagai lembaga 3.91 ini sehngga dapat mendukung proses belajar yang interaktif Kemampuan dinas pendidikan dalam menseleksi. FE UI.85 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4..92 3.72 3. 134 Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).85 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.53 masyarakat terhadap dunia pendidikan mutu pendidikan belum cukup baik Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kurang kondusif terhadap 3. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.86 Benchmark 3.84 sekolah tetap (PNS) dengan tenaga pendidik honorer Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah Persepsi masyarakat yang kurang baik yang kurang kondusif terhadap kegiatan/proses 3.53 kegiatan/proses belajar mengajar Benchmark 3.73 terhadap pengelolaan pendidikan 3..58 (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan 3. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Adanya akses terhadap pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta ilmu pengetahuan saat 3. merekrut kepala sekolah 3.91 dan tenaga pangajar Benchmark 3.75 masyarakat terhadap dunia pendidikan maksimal Ketidaktepatan dinas pendidikan dalam Tidak-adanya peningkatan anggaran menseleksi.63 pendidikan dari pusat maupun daerah tenaga pangajar Political will dari Pemerintah Rendahnya dukungan dan partisipasi 3.30b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Siswa Threat (T) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Siswa Bobot Kondisi kesejahteraan pendidik belum Ketidak aktifan orang tua dalam mengatasi cukup baik.94 No.81 belajar mengajar sekolah Political will dari Pemerintah (DEPDIKNAS) Rendahnya dukungan dan partisipasi dalam meningkatkan mutu pendidikan belum 3.63 3. adanya ketimpanagan masalah pendidikan melalui wadah komite 3. Angki Kusuma Dewi. .86 Benchmark 3.94 membantu memberi masukan dalam independen yang bertugas memantau proses tata cara pengelolaan sekolah penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Keberadaan UU No. Peraturan Pemerintah No.

Institusi Sekolah vs Orang Tua Potensi konflik yang terjadi antara Institusi Sekolah dengan Orang Tua. 2010..19 yang mendukung proses belajar mengajar evaluasi) kepala sekolah dalam sudah baik mengelola sekolah. perpustakaan) sebagai penunjang informasi dan komunikasi) yang kegiatan belajar para siswa sudah lengkap menunjang kelancaran proses belajar siswa Universitas Indonesia Strategi peningkatan.31a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Orang Tua Strength (S) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Orang Tua Bobot Kemampuan manajerial Kemampuan guru dalam menguasai materi. menurut sekolah dimasa yang akan datang kemampuan sekolah dalam pembiayaan untuk kegiatan program penunjang. struktur.06 konseling. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor internal sekolah yang terdiri atas faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian orang tua. Laboraturium. teknologi informasi dan komunikasi) 4.. teknologi 4. penggerakan. (perencanaaan.29 dibawah ini : Tabel 4. perpustakaan) 4. Laboraturium.25 diskusi dan konseling. padahal kualitas mereka juga sangat menentukan dalam proses pengajaran khususnya pada saat mereka mendamping para siswa ketika sedang menggunakan fasilitas layanan khusus seperti laboraturium dan perpustakaan.22 4.16 4. didasari atas adanya Gap yang disebabkan oleh adanya perbedaan penilaian yang diberikan pada setiap atribut faktor internal dan eksternal sekolah.13 keilmuan yang mendukung proses yang menunjang kelancaran proses belajar belajar mengajar siswa sudah lengkap Kelengkapan sarana belajar utama Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (gedung sekolah. khusus (seperti.27 penggerakan.. ruang pengorganisasian. pengontrolan 4. Sementara menurut orang tua hal tersebut dirasa belum cukup karena kualitas dari tenaga kependidikan (laboran dan pustakawan) yang ada belum cukup baik. Keberadaan fasilitas fisik layanan Kemampuan manajerial (perencanaaan. Angki Kusuma Dewi.19 dan evaluasi) kepala sekolah dalam sebagai penunjang kegiatan belajar mengelola sekolah sudah baik para siswa Kelengkapan sarana belajar utama (gedung Kemampuan guru dalam menguasai sekolah. perabot fisik peralatan pendidikan. pada tabel 4. pengorganisasian. FE UI. ruang diskusi dan peralatan pendidikan. struktur. konflik dapat terjadi salah satunya dikarenakan . perabot fisik (seperti. 135 3. buku. materi. . konsep dan pola pikir keilmuan 4. seperti sertifikasi profesi (guru) sudah dapat terpenuhi sehingga guru yang dimiliki oleh sekolah kualitasnya tidak diragukan lagi. pengontrolan dan 4. konsep dan pola pikir buku. Untuk faktor internal sekolah.

serta kebisingan.04 Benchmark 3. pembayaran gaji. guru transport. Angki Kusuma Dewi..86 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.83 3.59 murid yang tidak mampu Penempatan jabatan dan personal dalam struktur organisasi sekolah 3.31b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Orang Tua Weekness (W) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Orang Tua Bobot Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program Penerapan kurikulum nasional yang kegiatan utama (operasional kegiatan 3. ) belum cukup baik Penerimaan siswa baru belum dapat dilakukan secara selektif dan 3.00 dengan potensi sekolah berdedikasi Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk Penyelenggaraan orientasi siswa baru bersifat pelaksanaan program kegiatan akademik dan mendidik.78 pendukung proses pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini belum cukup baik Kemampuan pembiayaan dan Penempatan jabatan dan personal dalam pengelolaan anggaran dalam struktur organisasi sekolah belum 3.69 3.11 gangguan pencemaran udara dan 3. Kurikulum sekolah yang diterapkan belum pustakawan dan laboran sebagai sepenuhnya sesuai dengan perkembangan 3. 136 Jumlah tenaga SDM (tenaga Penerapan kurikulum nasional sudah relevan 4.92 belum sepenuhnya sesuai dengan 3.78 pengadaan sarana dan prasarana sepenuhnya sesuai dan tepat sekolah belum cukup baik Kemampuan pembiayaan dalam Penerimaan siswa baru belum dapat kegiatan program penunjang (seperti dilakukan secara selektif dan transparan 3. pembayaran gaji. kegiatan sesuai aturan yang berlaku kesiswaan.86 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4. Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan Lokasi sekolah terbebas dari program penunjang (seperti : sertifikasi 4. jauh dari pendidik/guru) yang berkualitas dan 4.91 guru.84 belajar-mengajar.. sekolah transport.08 3. ekstrakurikuler) air. kegiatan kesiswaan.16 pendidik/guru) yang tersedia dan 4.59 belum sepenuhnya sesuai dan tepat Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah belum cukup sinergis 3.88 dengan kebutuhan siswa sesuai dengan kebutuhan siswa Benchmark 4. 3. FE UI. serta 3. sudah baik Orientasi siswa baru bersifat Tersedianya tenaga SDM (tenaga akademik dan mendidik. insetif.59 : sertifikasi guru. gangguan Kurikulum sekolah yang diterapkan pencemaran udara dan air.78 kebisingan..96 belum cukup relevan dengan potensi 3.79 3.04 Benchmark 3.97 kekerasan dan berada dalam pengawasan mengajar. . 2010.13 utama (operasional kegiatan belajar. tunjangan tenaga pendidik) yang belum efisien Lokasi sekolah kurang nyaman .63 transparan sesuai aturan yang berlaku Sekolah belum cukup mampu dalam melakukan subsidi silang untuk 3.11 3. jauh dari tindak 4.91 tindak kekerasan dan berada dalam berdedikasi pengawasan guru Pengembangan kurikulum sekolah sesuai Pengembangan kurikulum sekolah 4. perkembangan IPTEK saat ini Kualitas kinerja tenaga administrasi. insetif dan tunjangan tenaga pendidik).56 dengan job description yang ditetapkan Benchmark 4.

pada tabel 4. Sedangkan menurut penilaian orang tua. namun sekolah merasa dukungan dan partisipasi para orang tua belum maksimal sehingga hal ini akan menjadi ancaman bagi sekolah karena dapat menghambat pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah karena dalam pelaksanaan metode ini peran aktif orang tua sangat dibutuhkan khususnya untuk melakukan proses mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan program pendidikan di sekolah.32 dibawah ini : Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Dengan kata lain orang tua sejalan dengan konsep dan metode yang diterapkan oleh sekolah terhadap peserta didik. 137 Sedangkan untuk faktor eksternal sekolah. partisipasi orang tua sudah dilakukan melalui keberadaan dewan pendidikan yang ada disetiap wilayah kotamadya. 2010. Angki Kusuma Dewi. Sekolah merasa persepsi orang tua terhadap sekolah khususnya terhadap penyelenggaraan.. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor eksternal sekolah yang terdiri atas faktor peluang dan ancaman yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian orang tua. FE UI. Orang tua lebih memilih untuk memanfaatkan keberadaan lembaga ini karena merasa kritik dan saran mengenai penyelenggaraan pendidikan sekolah lebih langsung di dengar oleh para anggota dewan apabila dibandingkan dengan sekolah. perbedaan penilaian salah satunya terjadi karena . . Perbedaan persepsi inilah yang dapat menyebabkan konflik antar kedua belah pihak.. proses dan pengelolaan pendidikan sekolah adalah baik..

97 19/2007 tentang Standar Pengelolaan saat ini sehngga dapat mendukung Pendidikan yang dapat digunakan sebagai proses belajar yang interaktif acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Adanya akses terhadap pemanfaatan Peningkatan kesejahteraan pendidik.91 bertugas memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Benchmark 3.03 Pendidikan Kedinasan) berkaitan sekolah dengan investasi (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan. Peraturan Pemerintah No. 138 Tabel 4.94 ini sehngga dapat mendukung proses pendidik tetap (PNS) dengan tenaga belajar yang interaktif pendidik honorer tidak cukup besar Keberadaan UU No. 19/2007 tentang Standar memantau proses penyelenggaraan Pengelolaan Pendidikan yang dapat pendidikan dan melakukan program digunakan sebagai acuan dalam sertifikasi guru mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kondusif terhadap 3. pengangkatan pembiayaan).05 Pemberlakuan otonomi daerah 4.. Keberadaan UU No. Perguruan Tinggi dan Pendidikan 4.86 Benchmark 3. 19/2005 tentang Standar Adanya akses terhadap pemanfaatan Pendidikan Nasional dan Peraturan perkembangan teknologi informasi dan Menteri Pendidikan Nasional No.05 pendidikan dari pusat maupun 4. Peraturan Pendidikan (BSNP). 3. perkembangan teknologi informasi dan sehingga ketimpanagan yang ada komunikasi serta ilmu pengetahuan saat 3.85 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan Persepsi yang baik dari masyarakat (Seperti . 19/2005 tentang Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Standar Pendidikan Nasional dan Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai Peraturan Menteri Pendidikan 3. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.94 lembaga independen yang bertugas Nasional No.09 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap termasuk otonomi pendidikan sekolah pendidikan (pengelolaan sekolah. Terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan (Seperti Adanya peningkatan anggaran ..91 kegiatan/proses belajar mengajar Keberadaan dewan pendidikan sebagai penyalur aspirasi/keluhan masyarakat 3.98 antara gaji/tunjangan antara tenaga 3.91 terhadap pendidikan Adanya keaktifan orang tua dalam mengatasi masalah pendidikan 3.00 4.32a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Orang Tua Opportunity (O) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Orang Tua Bobot Adanya wewenang yang diberikan kepada sekolah untuk mengelola Keberadaan dewan pendidikan di setiap sekolah sepenuhnya. FE UI.03 Kedinasan) berkaitan dengan investasi daerah (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan. perekrutan.sebagai dampak wilayah kotamadya sebagai penyalur 4. Angki Kusuma Dewi. 2010..91 melalui wadah komite sekolah Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). .99 komunikasi serta ilmu pengetahuan 3. Lembaga Sertifikasi Pemerintah No. Perguruan Tinggi dan terhadap pengelolaan pendidikan 4. 20/2003 tentang Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Sistem Pendidikan Nasional. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai lembaga independen yang 3.92 3.

.50 tenaga pangajar mutu pendidikan belum cukup baik Sekolah belum cukup mampu untuk mendatangkan tenaga ahli Rendahnya dukungan dan partisipasi 3. 2010. konflik dapat terjadi karena .66 pendidikan sekolah ( yang meliputi .56 mutu pendidikan belum maksimal dunia pendidikan Ketidaktepatan dinas pendidikan dalam Political will dari Pemerintah menseleksi..75 masyarakat terhadap dunia pendidikan membantu memberi masukan dalam tata cara pengelolaan sekolah Benchmark 3.77 cukup baik terhadap pengelolaan 3.86 Benchmark 3.69 wadah komite sekolah pendidikan sekolah Wewenang yang diberikan kepada sekolah untuk mengelola sekolah sebagai dampak Pemberlakuan Pengaruh kondisi lingkungan sekitar otonomi daerah termasuk otonomi sekolah yang kurang kondusif terhadap 3.72 partisipasi masyarakat terhadap 3. perekrutan. kegiatan/proses belajar mengajar pengelolaan sekolah. ketersediaan SDM (pendidik) yang berkualitas sehingga dapat menyerap dan menerapkan isi dari kurikulum tersebut pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. karena sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh sekolah. FE UI. Sedangkan menurut penilaian masyarakat kurikulum nasional yang telah ditetapkan. Kurikulum Nasional yang ada sudah cukup relevan untuk diterapkan disekolah. Untuk faktor internal sekolah.73 3.32b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Orang Tua Threat (T) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Orang Tua Bobot Ketidak aktifan orang tua dalam Persepsi masyarakat yang belum mengatasi masalah pendidikan melalui 3. . 139 Tabel 4. didasari atas adanya Gap yang disebabkan oleh adanya perbedaan penilaian yang diberikan pada setiap atribut faktor internal dan eksternal sekolah. salah satunya seperti .85 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) 4.58 (konsultan pendidikan) untuk 3. Institusi Sekolah vs Masyarakat Potensi konflik yang terjadi antara Institusi Sekolah dengan Masyarakat. menurut sekolah. Political will dari Pemerintah Rendahnya dukungan dan (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan 3.. tidak sepenuhnya cocok untuk diterapkan di setiap sekolah mengingat setiap sekolah mempunyai kondisi yang berbeda-beda sehingga akan berpengaruh terhadap proses akhir dimana output lulusan yang dihasilkan tidak sesuai dengan apa Universitas Indonesia Strategi peningkatan. merekrut kepala sekolah dan 3. pengangkatan dan pembiayaan) belum maksimal. Angki Kusuma Dewi.63 (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan 3.

140 yang diharapkan. Angki Kusuma Dewi.22 4. jauh dari 4. perpustakaan) 4.27 perkembangan ilmu pengetahuan 4.25 keilmuan yang mendukung proses belajar dan teknologi saat ini mengajar sudah baik Keberadaan fasilitas fisik layanan Kemampuan manajerial (perencanaaan. perabot fisik peralatan pengelolaan anggaran dalam pendidikan. konsep dan pola pikir 4.. serta kebisingan.91 dengan kebutuhan siswa sesuai dengan kebutuhan siswa Universitas Indonesia Strategi peningkatan.16 pendidik/guru) yang tersedia dan 4. 4. ekstrakurikuler) tindak kekerasan dan berada dalam sudah baik pengawasan guru Tersedianya tenaga SDM (tenaga Lokasi sekolah terbebas dari pendidik/guru) yang berkualitas dan 4. Laboraturium. Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan Orientasi siswa baru bersifat program penunjang (seperti : sertifikasi akademik dan mendidik.33 dibawah ini : Tabel 4. struktur. konsep dan pola pikir 4. kegiatan kesiswaan. struktur. insetif dan tunjangan tenaga pendidik). jauh dari 4. 4.11 gangguan pencemaran udara dan 3. pengawasan guru transport. khusus (seperti.91 berdedikasi air.13 utama (operasional kegiatan belajar.00 relevan dengan potensi sekolah keilmuan yang mendukung proses belajar mengajar Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk Penyelenggaraan orientasi siswa baru pelaksanaan program kegiatan bersifat akademik dan mendidik. Pengembangan kurikulum sekolah sesuai Pengembangan kurikulum sekolah 4. FE UI.03 penunjang kegiatan belajar para siswa berdedikasi sudah lengkap Kemampuan guru dalam menguasai Penerapan kurikulum nasional sudah materi. penggerakan. Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor internal sekolah yang terdiri atas faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian orang tua.94 guru.22 pengontrolan dan evaluasi) kepala sekolah sebagai penunjang kegiatan belajar dalam mengelola sekolah sudah baik para siswa Kelengkapan sarana belajar utama Kemampuan pembiayaan dan (gedung sekolah. pembayaran gaji. . teknologi informasi dan 4. pada tabel 4. 2010.16 4. perpustakaan) sebagai 4. Laboraturium. buku.00 tindak kekerasan dan berada dalam mengajar. ruang pengorganisasian. ruang diskusi dan Jumlah tenaga SDM (tenaga konseling. Perbedaan penilaian inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya konflik antara kedua belah pihak..08 3.33a Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Masyarakat Strength (S) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Masyarakat Bobot Kemampuan guru dalam menguasai Kurikulum sekolah diterapkan sesuai materi.06 pengadaan sarana dan prasarana komunikasi) yang menunjang kelancaran sekolah proses belajar siswa sudah lengkap Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti.11 3..25 diskusi dan konseling. Selain itu kurikulum Nasional yang ada selalu berubah-ubah dengan cepat sehingga proses pengimplementasian dari isi kurikulum tersebut sering tidak tuntas.

buku. pengorganisasian.78 kegiatan belajar-mengajar. insetif dan tunjangan tenaga pendidik) yang belum efisien Kemampuan pembiayaan dalam Lokasi sekolah kurang nyaman .79 3. kegiatan 3. 3. kegiatan program penunjang (seperti gangguan pencemaran udara dan air. FE UI. penyampaian ide. belum sepenuhnya sesuai dengan pustakawan dan laboran sebagai 3.. transport. Sekolah merasa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat berupa . Angki Kusuma Dewi.53 sepenuhnya sesuai dan tepat transparan sesuai aturan yang berlaku Penerimaan siswa baru belum dapat Sekolah belum cukup mampu dilakukan secara selektif dan transparan 3. kesiswaan.80 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4. 141 Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah.92 : sertifikasi guru.59 perkembangan ilmu pengetahuan dan pendukung proses pembelajaran teknologi saat ini belum cukup baik Penempatan jabatan dan personal dalam Penerimaan siswa baru yang struktur organisasi sekolah belum 3. hal ini disebabkan karena Universitas Indonesia Strategi peningkatan.04 Benchmark 3.83 melakukan subsidi silang untuk 3.69 dilakukan belum cukup selektif dan 3.33b Pengelompokkan Faktor Internal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Masyarakat Weekness (W) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Masyarakat Bobot Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan Penerapan kurikulum nasional program kegiatan utama (operasional 3. pembayaran sekolah gaji.. Benchmark 4. pengontrolan dan 3.34 dengan job description yang ditetapkan Penempatan jabatan dan personal dalam struktur organisasi sekolah 3. perbedaan penilaian salah satunya terjadi karena .88 informasi dan komunikasi) yang menunjang kelancaran proses belajar siswa Kemampuan manajerial (perencanaaan.04 Benchmark 3. penggerakan.63 serta kebisingan.84 evaluasi) kepala sekolah dalam mengelola sekolah.34 sesuai aturan yang berlaku murid yang tidak mampu Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah belum cukup sinergis 3. ekstrakurikuler) belum cukup baik Kurikulum sekolah yang diterapkan Kualitas kinerja tenaga administrasi. 2010..16 belum sepenuhnya sesuai dan tepat Benchmark 4. saran maupun kritikan kepada pendidikan sekolah masih rendah. perabot fisik peralatan pendidikan. . teknologi 3.80 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Sedangkan untuk faktor eksternal sekolah.96 belum cukup relevan dengan potensi 3.

00 4. termasuk otonomi 4. digunakan sebagai acuan dalam mengelola pengangkatan dan pembiayaan) pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Universitas Indonesia Strategi peningkatan.34a Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Masyarakat Opportunity (O) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Masyarakat Bobot Terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang Keberadaan dewan pendidikan di setiap relevan (Seperti .05 4. 19/2007 tentang Kedinasan) berkaitan dengan investasi Standar Pengelolaan Pendidikan (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan. pada tabel 4. Perguruan Tinggi wilayah kotamadya sebagai penyalur 4. 19/2005 Terciptanya jalinan kemitraan sekolah tentang Standar Pendidikan Nasional dengan lembaga lain yang relevan (Seperti . Keberadaan UU No. 142 kurang pedulinya masyarakat terhadap keberlangsungan proses pendidikan.06 terhadap pengelolaan pendidikan sekolah penyalur aspirasi/keluhan masyarakat terhadap pendidikan Keberadaan UU No. 2010. . Standar Pengelolaan Pendidikan yang dapat pengelolaan sekolah. FE UI.. padahal dalam prakteknya implementasi Manajemen Berbasis Sekolah akan efektif jika adanya keterlibatan masyarakat. 20/2003 tentang Pemberian wewenang penuh kepada Sistem Pendidikan Nasional. 19/2007 tentang pendidikan sekolah ( yang meliputi . Berikut disajikan hasil pengelompokkan faktor-faktor eksternal sekolah yang terdiri atas faktor peluang dan ancaman yang dimiliki sekolah menurut penilaian institusi sekolah itu sendiri dan menurut penilaian masyarakat. masyarakat tidak perlu turun langsung dalam proses penyelenggaraan pendidikan sekolah dikarenakan hal ini sudah merupakan kewajiban dan tanggung jawab sekolah sehingga masyarakat tidak perlu langsung masuk ke dalam penyenggaraan pendidikan sekolah.05 dan Pendidikan Kedinasan) 4.09 Nasional No. Peraturan Pemerintah No. Pemerintah No. Sedangkan menurut penilaian masyarakat. Perbedaan persepsi inilah yang dapat menyebabkan konflik antara kedua belah pihak. yang dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola pendidikan sekolah menjadi lebih efektif Keberadaan dewan pendidikan di Persepsi yang baik dari masyarakat setiap wilayah kotamadya sebagai 4. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.34 dibawah ini : Tabel 4. dan Peraturan Menteri Pendidikan Perguruan Tinggi dan Pendidikan 4.18 aspirasi/keluhan masyarakat terhadap berkaitan dengan investasi pendidikan (beasiswa) dan pemanfaatan output lulusan.99 otonomi daerah.. 19/2005 tentang Standar sebagai dampak pemberlakuan Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri 3. perekrutan..03 Pendidikan Nasional No. Peraturan sekolah untuk mengelola sekolah. dalam proses penyelenggaraan pendidikan sekolah. Angki Kusuma Dewi.

34b Pengelompokkan Faktor Eksternal Berdasarkan Penilaian Institusi Sekolah dan Masyarakat Threat (T) Jangka Panjang Kepala Sekolah & Guru Bobot Masyarakat Bobot Kondisi kesejahteraan pendidik Ketidak aktifan orang tua dalam mengatasi belum baik.58 baik terhadap pengelolaan 3. 143 Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP).69 mutu pendidikan belum maksimal Rendahnya dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap dunia 3. 2010.86 Benchmark 3.56 pendidikan Benchmark 3.93 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Universitas Indonesia Strategi peningkatan.87 membantu memberi masukan pendidikan belum maksimal dalam tata cara pengelolaan sekolah Mnimnya akses terhadap pemanfaatan perkembangan Ketidaktepatan dinas pendidikan dalam teknologi informasi dan komunikasi menseleksi. FE UI.97 daerah Benchmark 3.84 melalui wadah komite sekolah Political will dari Pemerintah (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan 3. sehingga masih adanya masalah pendidikan melalui wadah komite 3.91 sekolah antara tenaga pendidik tetap (PNS) dengan tenaga pendidik honorer Pengaruh kondisi lingkungan sekitar Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah yang kurang kondusif sekolah yang kurang kondusif terhadap 3.63 3. Angki Kusuma Dewi.00 sehngga dapat mendukung proses belajar lembaga independen yang bertugas yang interaktif memantau proses penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP)..93 Sumber : Data Penelitian (Telah Diolah) Tabel 4.98 Pendidikan (LPMP) sebagai 4.92 3.87 terhadap kegiatan/proses belajar kegiatan/proses belajar mengajar mengajar Sekolah belum mampu mendatangkan tenaga ahli Political will dari Pemerintah (konsultan pendidikan) untuk (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan mutu 3. merekrut kepala sekolah dan 3.72 3. Adanya akses terhadap pemanfaatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) perkembangan teknologi informasi dan dan Lembaga Penjamin Mutu komunikasi serta ilmu pengetahuan saat ini 3. .77 ketimpanagan gaji/tunjangan 3..73 3.86 Benchmark 3. Lembaga Sertifikasi Dinas pendidikan mampu Profesi (LSP) dan Lembaga Penjamin Mutu melakukan proses seleksi yang baik Pendidikan (LPMP) sebagai lembaga 3..97 dalam merekrut kepala sekolah independen yang bertugas memantau proses dan tenaga pangajar penyelenggaraan pendidikan dan melakukan program sertifikasi guru Adanya peningkatan anggaran pendidikan dari pusat maupun 3.84 serta ilmu pengetahuan saat ini tenaga pangajar dapat mendukung proses belajar yang interaktif Persepsi masyarakat yang kurang Rendahnya dukungan dan partisipasi 3.84 masyarakat terhadap dunia pendidikan pendidikan sekolah Kurangnya keaktifan orang tua untuk mengatasi masalah pendidikan 3.

Orang Tua dan Masyarakat) manfaat apa yang dilakukan stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dalam upaya memberikan pedidikan yang bermutu belum sepenuh baik hal ini terlihat dari penilaian yang diberikan untuk setiap atribut faktor internal dari faktor eksternal sekolah lebih rendah daripada penilaian yang diberikan oleh stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru).. dengan kata lain apa yang telah dilakukan oleh stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) dalam upaya memberikan pendidikan yang bermutu sudah dilakukan secara maksimal hal ini terlihat dari tingginya penilaiaan yang diberikan untuk setiap atribut internal dan atribut eksternal sekolah. dapat dilihat bahwa stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) cenderung melihat dirinya lebih baik daripada stakeholder pengguna jasa pendidikan (Siswa. tabel 4. . hal ini terjadi karena sekolah yang dijadikan penelitian adalah sekolah yang bermasalah (berprestasi rendah) maka secara otomatis penilaian yang diberikan oleh masyarakat atas stakeholder penyedia jasa pendidikan (Kepala Sekolah dan Guru) pada setiap sekolah-sekolah tersebut rendah atau belum cukup baik (dilihat pada tabel 4. Potensi konflik terbesar yang terjadi baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang adalah melibatkan Isntitusi Sekolah dengan Masyarakat. 144 Berdasarkan data hasil penelitian yang disajikan pada tabel-tabel diatas. sehingga potensi konflik antara Institusi Sekolah dengan Masyarakat sangat berpeluang besar untuk dapat terjadi. Sehingga dengan terjadinya perbedaan persepsi antar stakeholder tersebut maka potensi konflik berpeluang besar untuk dapat terjadi baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang.24. Angki Kusuma Dewi.. FE UI. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Orang Tua dan Masyarakat). 2010.25 dan tabel 4..33) . Sedangkan menurut stakeholder pengguna jasa pendidikan (Siswa.

3 Periode Jangka Pendek Upaya penyelesaian konflik yang dapat dilakukan. 2010. kepala sekolah dibantu oleh tim independen (yang anggotanya terdiri dari guru-guru) agar proses penyeleksian bersifat adil. Sekolah melaksanakan program pembinaan profesi untuk pendidik agar dapat menciptakan pendidik yang berkualitas yang dapat Universitas Indonesia Strategi peningkatan.. Pembentukan struktur organisasi sekolah dilakukan secara demokratis. sehingga akan lebih efisien dan efektif karena kepala sekolah maupun guru tidak perlu mendatangi langsung satu persatu sekolah atau lembaga yang akan dijadikan mitra tetapi bisa mencari informasi terlebih dahulu mengenai sekolah maupun lembaga pendidikan lain yang diminati. Angki Kusuma Dewi. Sehingga suara terbanyak hasil pemilihanlah yang akan menduduki jabatan tersebut.4. Kemudian kandidat yang akan menduduki posisi tertentu tersebut dipilih langsung oleh para guru. Adapun upaya penyelesaian konflik yang dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah.. b. Konflik antara Kepala Sekolah dengan Guru 1. misi dan tujuan sekolah. antara lain : a.5 UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK Agar tujuan utama pendidikan sekolah tercapai maka diperlukan kesinergisan antar seluruh stakeholder internal sekolah. 145 4. 2. Konflik antara Institusi Sekolah dengan Siswa 1. yaitu pada proses penyeleksian kandidat. antara lain meliputi : 4. sehingga terciptanya persamaan pemikiran atas visi. Oleh sebab itu kemungkinan atau bahkan konflik yang ada harus dapat diminimalisasikan oleh kepala sekolah sehingga tidak akan menghambat upaya sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. FE UI. .. Kepala sekolah bersama-sama dengan guru berupaya menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan lain dengan cara memanfaatkan keberadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah salah satunya melalui media internet.

d.. 2010. dll) yang dapat menimbulkan rasa empati masyarakat terhadap sekolah. sehingga orang tua dapat mengerti kondisi kelebihan dan kekurangan sekolah yang sebenarnya. Sekolah melakukan sosalisasi kepada masyarakat mengenai kurikulum pendidikan yang digunakan dalam proses pembelajaran disekolah. Konflik antara Institusi Sekolah dengan Orang Tua 1. Angki Kusuma Dewi. c. Mengadakan program-program pengabdiaan masyarakat (seperti .. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. bakti sosial. 2. 146 menguasai metode pembelajaran dan keterampilan mengajar yang baik sehingga dapat memberikan proses pembelajaran yang tepat sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh para siswa. Mengajak orang tua melalui wadah komite sekolah (membentuk tim) untuk terlibat langsung dalam proses evaluasi dan monitoring terhadap seluruh pelaksanaan program sekolah (termasuk proses masa orentasi siswa baru). sehingga dengan begitu harapan orang tua terhadap prestasi dan layanan sekolah dapat tercapai.. Konflik Institusi sekolah dengan masyarakat 1. sehingga sekolah bisa melakukan perbaikan jika adanya proses penyimpangan dalam pelaksaan program tersebut. . sehingga dengan begitu dapat menumbuhkan kepedulian dan peran serta aktif dari masyarakat untuk sekolah. 2. dan diharapkan masyarakat dapat memberi masukan maupun perbaikan terhadap kurikulum yang akan digunakan 2. Melibatkan orang tua melalui komite sekolah dalam perencanaan dan pelaksanaan program sekolah. Sekolah mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru dengan meminta bantuan finansial kepada para orang tua siswa secara wajar sehingga dengan adanya peningkatan kesejahteraan guru tersebut maka komitmen para guru untuk memberikan pendidikan yang terbaik buat siswa pun meningkat. acara keagamaan. FE UI.

4 Periode Jangka Panjang Upaya penyelesaian konflik yang dapat dilakukan. dll) yang dapat menimbulkan rasa empati masyarakat terhadap sekolah.4. Sekolah mengikutsertakan tenaga kependidikan dalam pelatihan- pelatihan atau wokshop yang berhubungan dengan tugas dan fungsi dari tenaga kependidikan dengan memanfaatkan dukungan finansial yang diberikan oleh orang tua siswa kepada sekolah. antara lain : a. Konflik Institusi Sekolah dengan Orang Tua 1. FE UI.. agar menimbulkan pemahaman bagi siswa sehingga pada pelaksanaannya nanti dapat menciptakan proses belajar yang efektif 2. d. b. . Angki Kusuma Dewi. Konflik Institusi Sekolah dengan Masyarakat 1. sehingga orang tua dapat memberi masukan kepada sekolah dengan mempertimbangkan kondisi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh sekolah. Sekolah melakukan sosialisasi kepada siswa mengenai kurikulum yang akan diterapkan di sekolah. sehingga dengan begitu diharapkan dapat terciptanya lingkungan sekitar sekolah yang membawa rasa nyaman dan aman bagi para siswa. Mengadakan program-program pengabdiaan di lingkungan masyarakat sekitar sekolah (seperti . sehingga guru dapat mengetahui mana kewenangan yang bisa dan yang tidak bisa dilakukan oleh kepala sekolah. dan Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Konflik Institusi Sekolah dengan Siswa 1. Sekolah melakukan sosalisasi kepada masyarakat mengenai kurikulum pendidikan yang digunakan dalam proses pembelajaran disekolah. Konflik Kepala Sekolah dengan Guru 1. Melakukan penyamaan persepsi atau wawasan antara kepala sekolah dan guru yang dilakukan melalui suatu forum diskusi mengenai seberapa besar dan seberapa jauh wewenang yang dimiliki kepala sekolah dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah. 2010. bakti sosial.. c. acara keagamaan.. Melibatkan orang tua melalui komite sekolah dalam perencanaan dan pelaksanaan program sekolah. 147 4. 2.

. 2010. Angki Kusuma Dewi. Universitas Indonesia Strategi peningkatan... acara keagamaan.. 148 diharapkan masyarakat dapat memberi masukan maupun perbaikan terhadap kurikulum yang akan digunakan 2. sehingga dengan begitu dapat menumbuhkan kepedulian dan peran serta aktif dari masyarakat untuk sekolah. Mengadakan program-program pengabdiaan masyarakat (seperti . bakti sosial. dll) yang dapat menimbulkan rasa empati masyarakat terhadap sekolah. FE UI.

Berdasarkan hasil analisis SWOT terhadap penilaian 167 responden terhadap faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah. FE UI. orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi strategi kepada stakeholder penyedia jasa pendidikan khususnya kepala sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan SMA Negeri berprestasi rendah di DKI Jakarta. 2010. Angki Kusuma Dewi. yaitu standar nilai kompetensi kelulusan.. masyarakat) pada saat upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah dilakukan. STRATEGI JANGKA PENDEK Untuk periode waktu jangka pendek strategi terbaik yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan SMA Negeri berprestasi rendah adalah strategi WO dimana strategi ini merupakan strategi yang berupaya meminimalkan kelemahan yang dimiliki oleh sekolah guna memanfaatkan peluang yang datang dari luar untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan sekolah. antara lain . Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi konflik terbesar yang mungkin dapat terjadi antara stakeholder penyedia jasa pendidikan (kepala sekolah. 149 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Rekomendasi strategi terbaik yang dapat digunakan untuk jangka pendek. .1 KESIMPULAN Penelitian ini dilakukan hanya pada tingkat SMA khususnya SMA Negeri yang ada di lingkungan Provinsi DKI Jakarta. adalah : I. guru) dengan stakeholder pengguna jasa pendidikan (siswa.. 1.. dimana pengukuran SMA Negeri berprestasi rendah diukur dari belum mampunya sekolah tersebut dalam mencapai standar mutu pendidikan. maka usulan strategi kebijakan yang dapat direkomendasikan. Meningkatkan kualitas dan kemampuan manajerial kepala sekolah agar dapat mengelola sekolah dengan baik guna memanfaatkan wewenang penuh yang Universitas Indonesia Strategi peningkatan.

laboran dan pustakawan dengan memanfaatkan peran pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. pembiayaan. 2010. perpustakaan.Memanfaatkan keberadaan dewan pendidikan yang ada di setiap wilayah kotamadya guna menyampaikan masukan tentang masalah pendidikan yang menyangkut kurikulum. 5. FE UI. Memperbaiki tata kelola anggaran pembiayaan dan dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program kegiatan utama dan program kegiatan penunjang dengan mengacu kepada standar pembiayaan yang telah ditentukan secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan orang tua melalui wadah komite sekolah.. Meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru sesuai bidangnya dengan memanfaatkan perkembangan IPTEK saat ini. personalia (SDM).. serta mendorong dan memberi kesempatan untuk mengikuti proses sertifikasi profesi guna meningkatkan mutu guru. sarana dan prasarana sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan sistem pendidikan nasional. 2. pemanfaatan TIK dll) yang disertai dengan peningkatan kualitas tenaga administrasi. Angki Kusuma Dewi. STRATEGI JANGKA PANJANG Untuk periode waktu jangka panjang strategi terbaik yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan SMA Negeri berprestasi rendah adalah strategi SO dimana strategi ini merupakan strategi yang berupaya memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh sekolah guna memanfaatkan peluang yang datang dari luar untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan sekolah.) 4. Memperluas akses pendidikan para siswa melalui pengadaan sarana dan prasarana pendidikan layanan khusus (laboraturium. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. . II. 3. 150 diberikan kepada kepala sekolah sebagai dampak dari pemberlakuan otonomi pendidikan..

FE UI. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian maka benar hipotesa terbukti benar. 1. 2010. 151 Rekomendasi strategi terbaik yang dapat digunakan untuk jangka panjang. orang tua dan masyarakat). Angki Kusuma Dewi.. sehingga dapat terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan (misakan : perguruan tinggi negeri) dalam pemanfaatan output lulusannya. 5. seperti Lembaga Sertifiaksi Profesi (LPS) guna meningkatkan kualitas kinerja kepala sekolah dan pendidik 2. Memanfaatkan keberadaan lembaga independen pendidikan. antara lain .. Memanfaatkan semaksimal mungkin sarana belajar dan fasilitas penunjang yang ada dalam kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa guna menghasilkan output lulusan yang bermutu. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan (termasuk standar pembiayaan). sehingga dapat terciptanya jalinan kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan (misakan : perguruan tinggi negeri) dalam pemanfaatan output lulusannya. 4. hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian stakeholder Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Memanfaatkan semaksimal mungkin sarana belajar dan fasilitas penunjang yang ada dalam kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan kualitas hasil belajar siswa guna menghasilkan output lulusan yang bermutu. Mengembangkan program kurikulum Nasional maupun lokal dengan memanfaatkan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi yang ada saat ini. Stakeholder penyedia jasa pendidikan (kepala sekolah dan guru) cenderung melihat dirinya lebih baik daripada stakeholder pengguna jasa pendidikan (siswa. Melakukan pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat secara sistematis.. efisien dan akuntabel sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. I. 3. bahwa . transparan. .

. Upaya penyelesaian yang dilakukan mengadakan program-program pengabdian masyarakat yang dapat menimbulkan rasa empati terhadap sekolah guna menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap sekolah. . Periode Saat ini (Jangka Pendek) • Konflik terbesar yang disebabkan oleh gap faktor internal adalah antara institusi sekolah sebagai stakeholder penyedia jasa pendidikan dengan masyarakat sebagai stakeholder pengguna jasa pendidikan. 2010. mengenai penerapan kurikulum nasional yang belum cukup relevan dengan potensi sekolah. 152 penyedia jasa pendidikan lebih tinggi dari pada penilaian yang diberikan oleh stakeholder pengguna jasa pendidikan. Angki Kusuma Dewi. • Konflik terbesar yang disebabkan oleh gap faktor eksternal adalah antara institusi sekolah sebagai stakeholder penyedia jasa pendidikan dengan masyarakat sebagai stakeholder pengguna jasa pendidikan. mengenai dukungan dan partisispasi masyarakat terhadap dunia pendidikan yang dirasa sekolah belum cukup baik. Potensi Konflik yang mungkin muncul di Sekolah yang disebabkan adanya perbedaan persepsi atau penilaan (gap) para responden terhadap faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh sekolah sehingga dibutuhkan upaya penanganan konflik agar konflik yang terjadi tidak menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan sekolah. Upaya penyelesaian yang dilakukan adalah sekolah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kurikulum yang digunakan di sekolah sehingga masyarakat dapat memberi masukan maupun perbaikan terhadap kurikulum yang ada.. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. II. antara lain : I.. Potensi konflik terbesar yang muncul baik untuk saat ini dan masa yang akan datang adalah antara Institusi Sekolah sebagai stakeholder penyedia jasa pendidikan dengan masyarakat sebagai stakeholder pengguna jasa pendidikan. FE UI.

. salah satu cara yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah adalah dengan melakukan program pembinaan Universitas Indonesia Strategi peningkatan. sehingga guru dapat mengetahu dengan jelas mana wewenang yang bisa dan tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh kepala sekolah. • Konflik terbesar yang disebabkan oleh gap faktor eksternal adalah antar stakeholder penyedia jasa pendidikan itu sendiri yaitu antara kepala sekolah dengan guru. mengenai wewenang yang diberikan kepada kepala sekolah sebagai dampak perlakukan otonomi daerah termasuk otonomi pendidikan sekolah (pengelolaan sekolah. pengangkatan dan pembiayaan) yang dirasa oleh guru hal tersebut belum bisa diterapkan dengan baik oleh kepala sekolah.. Angki Kusuma Dewi. Upaya penyelesaian yang dilakukan adalah melakukan penyamaan persepsi antara kepala sekolah dengan guru yang dilakukan melalui suatu forum diskusi mengenai seberapa besar dari seberapa jauh wewenang yang dimiliki oleh kepala sekolah.2 SARAN Terkait dengan kesimpulan penelitan di atas. . 153 II. maka penulis menyarankan. Periode Masa Yang Akan Datang (Jangka Panjang) • Konflik terbesar yang disebabkan oleh gap faktor internal adalah antara institusi sekolah sebagai stakeholder penyedia jasa pendidikan dengan masyarakat sebagai stakeholder pengguna jasa pendidikan. Upaya penyelesaian yang dilakukan adalah sekolah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kurikulum yang digunakan di sekolah sehingga masyarakat dapat memberi masukan maupun perbaikan terhadap kurikulum yang ada. 5. sebagai berikut : 1. FE UI. perekrutan. 2010. Sekolah harus bisa semaksimal mungkin memanfaatkan kekuatan yang dimiliki agar kelemahan sekolah dapat diminimalisasi sekecil mungkin. mengenai penerapan kurikulum nasional yang belum cukup relevan dengan potensi sekolah. seperti memberdayakan SDM pendidik yang dimiliki oleh sekolah dengan meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru..

. . 4. pengeluaran dan jumlah dana yang dikelola. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. FE UI. Agar strategi peningkatan mutu pendidikan sekolah dapat benar-benar berjalan efektif maka diperlukan dukungan dari seluruh stakeholder penyedia jasa pendidikan maupun stakeholder pengguna jasa pendidikan. keterampilan mengajar bagaimana yang harus dilakukan. strategi apa yang harus dilakukan. Sehingga pendidik akan mengerti tentang metode apa yang dapat dipakai untuk memperbaiki kondisi yang ada. penyusunan dan pencairan anggaran serta penggalangan dana diluar dana investasi dan operasional sesuai dengan standar pembiayaan yang telah ditentukan oleh Diknas. sumber pemasukan. kemudian mensosialisasikannya kepada seluruh warga sekolah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. 154 profesi pendidik. yaitu dengan memberikan pelatihan tentang penelitian tindakan kelas (classroom action research). sehingga pendidik dapat melakukan evaluasi diri dan dapat memperbaiki kelemahan-kelemahannya pada saat mengimplementasikan program-program baru melalui proses pembelajaran di kelas. 2. dan lainnya. 3. Kepala sekolah bersama-sama dengan komite sekolah membuat pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah yang di dalamnya mengatur tentang .. 2010.. seperti sekolah harus mempunyai sistem manajemen keuangan yang baik agar kegiatan utama sekolah tetap terus dapat berjalan salah satu caar yang harus dilakukan adalah mewujudkan manajemen pembiayaan sekolah yang efisien. Kepala sekolah sebagai stakeholder penyedia jasa pendidikan kiranya dapat meningkatkan kemampuan manajerial kepala sekolah sehingga konflik yang mungkin timbul antar stakeholder dapat dikelola dengan baik. Angki Kusuma Dewi. Sekolah harus dapat mengantisipasi ancaman yang mungkin dapat menghambat upaya peningkata mutu dengan memanfaatkan peluang yang ada.

Penerbit PT. Nanang. Pengantar Ilmu Manajemen. T. Otonomi Pendidikan. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). PT. Soebagio. Handoko. (2003). Bapeda DKI Jakarta. (1999). (2004). Jakarta. (2008). Kadarman. Jakarta Fattah. Total Quality Manajemen dalam Pendidikan (Materi: Diklat Kepala Sekolah Swasta se Indonesia).html. Nanang. Prof. Ardadizya Jaya. Diakses melalui http://re-searchengines. (1986).. (2002). Hasbullah. Jakarta. Media pendidikan. (1997). Penerbit : Gramedia Pustaka Utama. Bandung. Raja Grafindo Persada.. 157 DAFTAR PUSTAKA ARTIKEL Dharma. (1987). (1995). Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Penerbit Pradnya Paramita. Angki Kusuma Dewi. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Hani. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2002-2007. Emzir. Bandung. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. (2007). Fattah.Strategi Sukses Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah. Remaja Rosdakarya. Jakarta. Rajawali Pers. Departemen Pendidikan Nasional. Lexy. Kartono. Oemar. Hamalik. (2008). Manajemen Berbasis Sekolah. 2010. Penerbit Gaung Persada Press. Metodologi Penelitian Pendidikan. Direktorat Swasta.com/adharma2. FE UI. A. . Manajemen Pendidikan Indonesia. Penerbit BPFE. tanggal 28 Agustus 2008. Manajemen Sekolah. Jakarta. Moleong. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah. Iskandar. Jakarta. (2002). Jakarta. Agus. Yogyakarta. Jakarta Kartini. Penerbit Pustaka Bani Quraisy.M.. Dr. Tinjauan Politik Mengenai Sistem Pendidikan Nasional Beberapa Kritik dan Sugesti. dan Udaya Jusuf. BUKU Atmodiwio. Nurkolis.

. Manajemen Strategik di Sektor Publik (Pendekatan Praktis) – Buku II. Edward. Tilaar. Nawawi. Jakarta. Fungsi dan Bidang Manajemen. Jakarta. Jakarta Satori. Soesilo. Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik.. Kogan Page Limeted. Umaedi. Jakarta. Nining I. Setiadarma. Umaedi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta. Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management).A. B. Bandung. Djaman. Manajemen Sekolah : Pengertian. Bandung: Remaja Rosdakarya. Pidarta. Tono. "Panduan SMA Pilihan di Jakarta dan Sekitarnya". Made. (2005). Hadari. (2004). (2008). Bandung. Jakarta. (1999).. Prenada Media Grup. Pusat Kajian Mutu Pendidikan Center for Education Quality management (CEQM).R. Bappenas-Depdiknas. Suryobroto. Total Quality Management in Education. Jakarta. London Sanjaya. 158 Muhaimin.Akhmad. (1992). Jakarta Sudrajat.( 2001). Angki Kusuma Dewi. Penerbit Adicita Karya Nusa. Sukmadinata. PT. (1981). (1997). Jakarta. (2004). Manajemen Mutu Berbasis Sekolah/Madrasah. Nana S. Perencanaan dan Desain Pembelajaran. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. (2002). FE UI. Penerapan Manajemen Sekolah. Administrasi Pendidikan. Penerbit Rineka Cipta. Universitas Indonesia Strategi peningkatan. (1999). H. Pusdiklat Pegawai DEPDIKNAS. Manajemen Pendidikan Nasional Kajian Pendidikan Masa Depan. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jawa Barat. Sambutan Menteri Pendidikan Nasional dalam Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. . Sallis. (2004). (2002). Pengembangan Kurikulum : Teori dan Praktek. Jakarta. Gunung Agung. Yahya A. Wina. Penerbit Rineke Cipta. 2010. Remaja Rosdakarya. (2004). (2005). hal xxxi.

No. Tahun Ke-5.jstor. Jakarta. Angki Kusuma Dewi. Miftah..jstor. (1998).org Thoha. The World Bank. L Thomas and Hunger. Jossey-Bass Publisher. 8. (2007). Purwokerto. International Review of Education. Nuril. 017. (1998). Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.jstor. 013.D. Vol 3. Ph. Journal : Educational Quality in the Developing World : Decentralization in Education. No. Vol 44 no 4. David. Jakarta. JURNAL Gaziel. September 2005. San Francisco.( 2005). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Pendidikan. Jimenez. Forms and Effects of School-Based Management : A Review.org Huda. and Sawada. Tahun Ke-5. Do community-managed schools work? An evaluation of El Salvador’s EDUCO program. Diakeses melalui www.org Leithwood and Menzies. Vol 12. Working paper No. Suliyanto. (1998). 3. page : 325-346. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Roxana.. No. No. MODUL Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. J.. 4. Educational Policy. Universitas Jendral Soedirman. Desentralisasi Pendidikan: Pelaksanaan dan Permasalahannya. (2004). dalam School-Based Management. Diakses melalui www. Wheelen. Prentice Hall. School Based Management As A Factor In School Effectiveness. Desentralisasi Pendidikan. (1994). Diakses melalui www. FE UI.. Strategic Management (10th edition). NewJersey. (1999). 2010. p 319-333. (2005). Modul : Standar Pelayan Minimal Penyelenggaraan Pendidikan SMA. Edisi Bulan Juni. Development Economics Research Group. Priscilla and Smyer. Edisi Bulan Maret. Y. E. . series on Impact Evaluation of Education Reforms. 159 Wohlstetter. Model of High-Performance Schools. USAID's. H. (1999). Jakarta. Universitas Indonesia Strategi peningkatan.

Angki Kusuma Dewi. Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Propinsi DKI Jakarta. (2004). 2010.go.. FE UI. 19 Tahun 2007..smu-net.bappedajakarta.depdiknas..id/ Universitas Indonesia Strategi peningkatan.diknas. .go.com http://media. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2007 tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2007/2008 WEBSITE http://www. 160 PEDOMAN PELAKSANAAN Pedoman pelaksanaan pemberian Block Grant Pendidikan Menengah Umum. Jakarta.id/statistikpendidikan http://www. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi.go. PERATURAN Undang-Undang Dasar 1945.pdf http://www. Tentang stándar Pendidikan Nasional.id/media/document/4146. Pasal 31ayat(4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sstem Pendidikan Nasional Peraturan Menterei Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.

air dan kebisingan.. Kemampuan pembiayaan dalam pengadaan sarana dan 7. 20/2003. Keberadaan UU SISDIKNAS No. Lokasi sekolah bebas dari gangguan dan pola pikir keilmuan yang mendukung proses belajar. Keberadaan BNSP. Kemampuan manajerial (perencanaan. Orientasi siswa baru bersifat akademik peralatan pendidikan. Kemampuan sekolah dalam melakukan 3. perpustakaan. 19/2007 kemitraan sekolah dengan lembaga lain yang relevan (missal : 3. 3. Strategy 2. lulusan yang bermutu. Pengelolaan anggaran dan dana dari masyarakat untuk description yang ditetapkan pelaksanaan program kagiatan utama. Penerapan kurikulum nasional relevan dengan potensi sekolah. Memotivasi dan memberdayakan jumlah SDM yang tersedia didatangkan/disewa oleh sekolah. pengontrolan dan evaluasi) kepala sekolah dalam pustakawan dan laboran sebagai Analysis System mengelola sekolah. 1. Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan 5. Kemampuan guru dalam menguasai materi. dengan memanfaatkan keaktifn orang tua dan keberadaan 8.. 4. Memanfaatkan partisipasi masyarakat 4. perguruan tinggi negeri) dalam pemanfaatan output keberadaan dewan pendidikan guna 7. Memanfaatkan keaktifan orang tua dan tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. 7. Kemungkinan tidak-adanya peningkatan meminimalisasi situasi lingkungan kemampuan penguasaan materi. Dukungan dan partisispasi masyarakat keprofesionalismeannya tetap terjaga bahkan meningkat. gaji/tunjangan antara tenaga pendidik tetap agar menjadi lebih professional di bidangnya dengan dengan honoer. Analysis System 11. konsultan pendidikan yang khusus 3. FE UI. Mengembangkan program kurikulum Nasional maupun lokal pendidikan. dll) sebagai kegiatan penunjang belajar siswa. sekolah secara sinergis sesuai dengan job 8. terhadap kegiatan/proses belajar mengajar. pendukung proses pembelajaran. Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (Lab. Pengembangan kurikulum sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa. penggerakan. Keberadaan dewan pendidikan di setiap 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan (termasuk wilayah kotamadya sebagai penyalur standar pembiayaan).. Yang ada saat ini. TIK) yang menunjang kelancaran dan mendidik dan berada dalam pengawasan guru. serta anggaran pendidikan pusat dan daerah. Meningkatkan pengawasan pada proses penerimaan siswa baru agar jauh pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. (minimal per enam bulan sekali) terhadap kinerja kepala 1. Kemungkinan terciptanya jalinan kemitraan dewan pendidikan. Memanfaatkan semaksimal mungkin sarana belajar dan dalam meningkatkan mutu pendidikan. memanfaatkan jasa konsultan pendidikan sebagai pemberi 2. 6. sekolah yang kurang kondusif untuk ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki oleh tenaga 4. mengurangi pencemaran. Sekolah. 5. Mengelola biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk 5. sehingga dapat terciptanya jalinan Pendidikan dan PERMEN No. efisien dan akuntabel output lulusan. Lampiran 5. 3. struktur dan konsep. menggangu kenyamanan pada saat guna meningkatkan prestasi siswa guna menghasilkan output PP No. adanya perbedaan 2. dengan memanfaatkan masukan dari terhadap dunia pendidikan. perabot fisik 4. pencemaran udara. Akses terhadap pemanfaatan perkembangan masukan dan political will pemerintah dalam meningkatkan sekitar dengan melakukan kerjasama IPTEK saat ini guna mendukung proses mutu pendidikan termasuk perbaikan tingkat kinerja tenaga dalam meningkatkan kesadaran diri belajar interaktif. Kualitas kinerja tenaga administrasi. guna 2. Keaktifan orang tua dalam mengatasi masalah komunikasi yang ada saat ini pendidikan ANCAMAN (T) : STRATEGI ST : (219. pengorganisasian. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan Lanjutan…… pendidikan sekolah. sekolah. mengajar. Kurikulum sekolah diterapkan sesuai perkembangan IPTEK Strategy saat ini. stuktur. untuk menjaga dan memelihara 5. EFAS 9. subsidi silang untuk murid tidak mampu 4. . MATRIKS INTERAKSI EFAS-IFAS PERIODE JANGKA PANJANG IFAS KEKUATAN (S) : KELEMAHAN (W) : Interanal Factor 1.Penerimaan siswa baru secara selektif dan transparan sesuai aturan personal dalam struktur organisasi yang berlaku. sekolah dengan lembaga lain yang relevan. 9.53) temasuk otonomi pendidikan. Strategi peningkatan. aspirasi/keluhan masyarakat terhadap 6. 1. 5. konsep 2.Ketepatan dari penempatan jabatan dan 6. pendidikan sekolah ditunjukkan dengan membuktikan 2. Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah kegiatan belajar mengajar pendidik. sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.41) STRATEGI WO : 1. Kemampuan dinas pendidikan dalam kemampuan manajerial kepala sekolah dalam mengelola 1. Pelaksanaan manajemen organisasi prasarana. 19/2005 tentang Standar Nasional kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dampak pemberlakuan otonomi daerah. buku. pendidik. mengurangi pencemaran yang dapat fasilitas penunjang yang ada dalam kegiatan belajar mengajar 6. transparan. Memperbaiki pandangan masyarakat terhadap pengelolaan (196. dengan memanfaatkan keberadaan teknologi informasi dan 10.Jumlah tenaga SDM (pendidik) yang tersedia dan berdedikasi. Melakukan pembersihan dan penghijauan menseleksi. External Factor 10. merekrut kepala sekolah dan sekolah pada sekitar lokasi sekolah untuk tenaga pengajar. Kemampuan sekolah dalam mendatangkan 1. MeMmanfaatkan lembaga independen untuk terus menerus (228. program penunjang. PELUANG (O) : * STRATEGI SO : (251. Political Will Pemerintah (DEPDIKNAS) lingkungan sekitar sekolah guna 3.41) STRATEGI WT : 1. melakukan pengawasan terhadap lembaga independen yang bertugas penyelenggaraan orientasi siswa baru melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap 4. 2010. .Kelengkapan sarana belajar utama (ged. Kondisi kesejahteraan. Melakukan pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari berkaitan dengan investasi dan pemanfaatan masyarakat secara sistematis. LSP dan LPMP sebagai lulusannya. Memperbaiki kualitas kinerja tenaga sekolah beserta tenaga pendidik agar kualitasnya dan administrasi.53) tenaga ahli untuk memberi masukan tata cara secara berkala melakukan pengawasan dan pengevaluasian pengelolaan sekolah. Angki Kusuma Dewi. pelaksanaan program kegiatan utama dan pengadaan Melakukan sosialisasi dalam menerapkan kurikulum Nasional maupun lokal kepada para siswa dan guru dengan memanfaatkan akses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. proses belajar. Meningkatkan prestasi siswa dengan memanfaatkan 3. laboran dan pustakawan 2.

pengelolaan pendidikan yang ada. MATRIKS INTERAKSI EFAS-IFAS PERIODE JANGKA PANJANG IFAS KEKUATAN (S) : KELEMAHAN (W) : Interanal Factor Analysis System Strategy . hal ini guna memanfaatkan /menerapkan kebijakan pemerintah atas pemberlakuan otonomi Strategi peningkatan. Mempertahankan selektifitas dan transparansi sekolah sehingga dapat menghilangkan dalam perekrutan siswa baru guna mengubah persepsi masyarakat yang kurang baik pandangan buruk masyarakat terhdap sistem terhadap pengelolaan sekolah. personelnya guna meningkatkan mutu 4. 19/2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. Memperbaiki sistem manajemen organisasi dengan mengikuti standar manajemen organisasi yang tercantum di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. dimana proses guna mengantisipasi kemungkinan tidak- kegiatannya mengacu kepada kurikulum adanya peningkatan anggaran pendidikan Nasional dan Lokalyang telah disusun dengan dari pusat maupun daerah. EFAS External Factor Analysis System Strategy PELUANG (O) : Strategi SO Strategi WO . Kegiatan belajar mengajar meberdayakan usaha dan masyarakat peduli pendidikan. merestrukturisasi kembali sehingga dapat menekan biaya pemeliharaan. Meningkatkan kualitas dari kinerja meningkatkan kesadaran komponen sekolah tenaga administrasi. penempatan personel untuk organisasi guna mencegah kemungkinan tidak adanya sekolah serta membuat/merevisi job peninngkatan anggaran pendidikan yang description yang ada agar lebih efektif diberikan baik dari pusat maupun daerah dalam pelaksanaan pemberdayaan untuk pendidikan. agar program mengefektifkan kebijakan otonomi subsidi silang bagi anak tidak mampu dapat pendidikan terus berjalan. Meningkatkan kemampuan pembiayaan dengan mencari sponsor/investor dari dunia 5. jumlah SDM yang ada. dari tindak kekerasan dan benar-benar bersifat mendidik. 2010. perkembangan IPTEK saat ini dan Pelaksanaannya diawasi langsung oleh kepala 4. . serta 2.. pustakawan untuk menjaga keberadaan sarpras yang ada. Angki Kusuma Dewi. danlaboran... 5. Melakukan pengelolaan dan pengawasan sekolah sesuai dengan kewenangannya. 4. FE UI. ANCAMAN (T) : Strategi ST Strategi WT sarana dan prasarana seefisien mungkin. 3. Meningkatkan kemampuan pembiayaan untuk kegiatan program penunjang guna meningkatkan prestasi siswa dengan memanfaatkan partisipasi masyarakat terhadap dunia pendidikan dan kepedulian orang tua murid melalui wadah komite sekolah. guna dana yang ada dengan efektif.

53) *STRATEGI WO : (253. Lokasi sekolah bebas dari gangguan pencemaran udara. .. Mengevaluasi secara bekala dengan pembiayaan yang telah ditentukan secara transparan 6. serta wiil pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. prasarana. Analysis System 9. dengan memanfaatkan perkembangan IPTEK saat ini. 2. guna pendidikan dalam melakukan proses seleksi dan tenaga pengajar. Keaktifan orang tua dalam mengatasi masalah terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. perpustakaan.Kelengkapan sarana belajar utama (ged. dari struktur organisasi yang ada. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan PERMEN No.Kurikulum sekolah diterapkan sesuai 6. 6. dll) yang disertai 6. melakukan dengan mengacu kepada standar 8. guna ide/keluhan masyarakat mengupayakan lokasi sekolah yang nyaman. sehingga 9. FE UI. melihat seberapa efektifkah mekanisme kerja wadah komite sekolah. atau sekolah gratis. memperketat pengawasan pada masa orientasi 7. dana dari masyarakat untuk pelaksanaan program memanfaatkan peran serta orang tua dalam berkaitan dengan investasi dan pemanfaatan kegiatan utama dan program kegiatan penunjang output lulusan. 20/2003. Melakukan perawatan secara intensif terhadap mempercepat pengadaan fasilitas layanan khusus dengan honoer. 3. Keberadaan dewan pendidikan di setiap wilayah kotamadya sebagai penyalur 5. Memperluas akses pendidikan para siswa melalui mutu pendidikan dengan pemberian beasiswa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan layanan tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. ada. ada untuk dijadikan tenaga pengajar yang serta penilaian rutin dari komponen personalia sekolah 2. 4. 8. 2010. mutu guru.13) 1. belajar-mengajar. dll) sebagai kegiatan penunjang belajar 5. memperbaiki pandangan masyarakan terhadap rekrutmen. potensi sekolah. 5. Kemampuan manajerial (perencanaan. Kemampuan pembiayaan dalam pengadaan sarana dan perkembangan IPTEK. pelaksanaan program kagiatan utama. perpustakaan. gerakan orang tua asuh serta memanfaatkan PP No. Memanfaatkan ketersediaan jumlah tenaga 1. adanya perbedaan pengelolaan pendidikan. Pengaruh kondisi lingkungan sekitar sekolah dimiliki. 3. 2. guru dan tenaga tenaga ahli untuk memberi masukan tata cara kompetensi pengajar. Strategy 2. 4. mendidik dan berada dalam pengawasan guru. pengorganisasian. Memanfaatkan jumlah tenaga pendidik yang 1. mempertahankan proses penunjang) terkait guna mencegah perubahan pengelolaan sekolah. stuktur. Melakukan kerjasama dengan masyarakat sekitar. Mempertahankan selektifitas dan transparansi laboran dan pustakawan dengan memanfaatkan political melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dalam penerimaan siswa baru. penerimaan siswa baru secara selektif dan pandangan masyarakat yang buruk terhadap dunia 3.86) STRATEGI WT : (245. Kualitas kinerja tenaga administrasi. Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan program 8. Mencari pembiayaan alternatif (sponsor) untuk gaji/tunjangan antara tenaga pendidik tetap 2. air dan kebisingan. Akses terhadap pemanfaatan perkembangan melakukan subsidi silang bagi siswa tidak IPTEK saat ini guna mendukung proses 2. 1.Jumlah tenaga SDM (pendidik) yang tersedia dan 1. diberikan kepada kepala sekolah sebagai dampak dari terhadap dunia pendidikan. pembiayaan kegiatan program penunjang guna terhadap kegiatan/proses belajar mengajar. Strategi peningkatan. memanfaatkan dukungan meningkatkan mutu pendidikan. Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (Lab. lembaga independen yang bertugas 3. Memperbaiki kualitas dan melakukan pengawasan anggaran pendidikan pusat dan daerah. perabot fisik peralatan pendidikan.Pelaksanaan manajemen organisasi sekolah External Factor secara sinergis sesuai dengan job description penunjang. Penerapan kurikulum nasional yang relevan dengan yang ditetapkan. transparan sesuai aturan yang berlaku. MATRIKS INTERAKSI EFAS-IFAS PERIODE JANGKA PENDEK IFAS KEKUATAN (S) : KELEMAHAN (W) : Interanal Factor 1.Lampiran 4. Strategy 10. mengikuti proses sertifikasi profesi guna meningkatkan masyarakat terhadap pendidikan melalui 5. LSP dan LPMP sebagai angka putus sekolah.Orientasi siswa baru bersifat akademik dan siswa.46) 1. buku. Pengelolaan anggaran dan dana dari masyarakat untuk EFAS dalam struktur organisasi sekolah. Kemungkinan tidak-adanya peningkatan 1. Meningkatkan kemampuan guru sesuai bidangnya mampu dengan terus melakukan kerjasama belajar interaktif. Kondisi kesejahteraan. evaluasi) kepala sekolah dalam mengelola sekolah. Memanfaatkan kemampuan sekolah dalam pemberlakuan otonomi pendidikan. Angki Kusuma Dewi. dengan peningkatan kualitas tenaga administrasi. merekrut kepala sekolah dan penuh dalam masa orientasi siswa baru.Kemampuan sekolah melakukan subsisdi silang 3. Kemungkinan terciptanya jalinan kemitraan 4. Kemampuan sekolah dalam mendatangkan professional sesuai standar kualifikasi dan ( kepala sekolah sebagai top manager.Ketepatan dari penempatan jabatan dan personal 7. serta meningkatkan pengawasan pendidikan termasuk kemampuan kinerja dari dinas menseleksi. . Keberadaan BNSP. Peran Pemerintah (DEPDIKNAS) dalam serta mendorong dan member kesempatan untuk berecukupan. Keberadaan UU SISDIKNAS No. Kemampuan guru dalam menguasai materi. kelengkapan saran belajar mengajar yang sebagai sarana pennjang kegiatan belajar-mengajar dan 5. guna pengawasan. pendidikan ANCAMAN (T) : STRATEGI ST : (176. pengontrolan dan Analysis System 2. penggerakan. Meningkatkan kualitas dan kemampuan manajerial SDM serta kelengkapan sarana belajar yang kepala sekolah agar dapat mengelola sekolah dengan temasuk otonomi pendidikan. berdedikasi. dengan para orang tua murid yang 4. 3. Dampak pemberlakuan otonomi daerah. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan memanfaatkan lembaga independen guna dan akuntabel dengan melibatkan orang tua melalui pendidikan sekolah. laboran sebagai pendukung proses pembelajaran. TIK) konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung proses yang menunjang kelancaran proses belajar. 19/2007 political will pemerintah dalam meningkatkan 3. 7. Kemampuan dinas pendidikan dalam transparan. guna meningkatkan mutu pendidikan para baik guna memanfaatkan wewenang penuh yang 2. PELUANG (O) : STRATEGI SO : (184. sehingga dapat menekan khusus (laboraturium. Dukungan dan partisispasi masyarakat siswa. Sekolah. Memperbaiki tata kelola anggaran pembiayaan dan siswa agar jauh dai tindak kekerasan dengan sekolah dengan lembaga lain yang relevan. pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.. pustakawan dan untuk murid tak mampu.. Pengembangan kurikulum sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa.Penerimaan siswa baru secara selektif dan 4.

2010. sarana dan prasarana sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan sistem pendidikan nasional. 7. . Melakukan sosialisasi secara berkala mengenai melakukan fungsinya dalam hal pengawasan penerapan kurikulum yang akan digunakan oleh sekolah. MATRIKS INTERAKSI EFAS-IFAS PERIODE JANGKA PENDEK IFAS KEKUATAN (S) : KELEMAHAN (W) : Interanal Factor Analysis System Strategy EFAS External Factor Analysis System Strategy PELUANG (O) : Strategi SO Strategi WO 6 Melakukan sosialisasi dalam mengembangkan kurikulum nasional dan kurikulum sekolah kepada para pendidik dan siswa secara bertahap disesuaikan dengan potensi sekolah yang ada dan pelaksanaannya dipantau serta dievaluasi oleh lembaga independen. guna mengatasi ketidakmampuan sekolah dalam mendatangkan tenaga ahli sebagai pemberi masukan dalam pengelolaan sekolah.. Mengantisipasi kemungkinan tidak adanya sistem pengelolaan pembiayaan. Memanfaatkan akses teknologi informasi dan 3. Kepala sekolah sebagai top manager 5. Menciptakan lokasi sekolah yang terbebas dari komunikasi dalam mengembangkan kurikulum pencemaran guna mencegah kurang kondusifnya situasi sekolah guna mewujudkan sistem belajar yang kegiatan belajar mengajar. Angki Kusuma Dewi. dan pengevaluasian kepada seluruh personal seiring dengan selalu berubah-ubahnya sistem yang tergabung dalam struktur organisasi pendidikan nasional. ANCAMAN (T) : Strategi ST Strategi WT 4. 6. interaktif. termasuk memperkecil/mengurangi tingkat kesenjangan untuk perawatan inventori sekolah. guna peningkatan anggaran pendidikan. sekolah apakah telah melaksanakan tugasnya berdasarkan job description yang telah ditentukan. 4... FE UI. Melakukan perbaikan dan pengawasan intensif pada 5. Memanfaatkan keberadaan dewan pendidikan yang ada di setiap wilayah kotamadya guna menyampaikan masukan tentang masalah pendidikan yang menyangkut kurikulum. Strategi peningkatan. personalia (SDM).Lanjutan……. kesejahteraan antar pendidik. pembiayaan.

Angki Kusuma Dewi. FE UI. . Lampiran 3. Bobot Penilaian Responden Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Fak. Bobot Penilaian Responden Fak.. Bobot Faktor Internal Untuk Jangka Panjang No. 2010... Pert. Pert. Internal Ket 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Baris 1 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 3 5 4 4 2 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 5 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 5 5 5 4 4 3 4 3 3 4 4 4 5 5 4 4 3 4 5 5 4 5 4 4 4 5 3 4 3 5 6 5 5 3 5 5 5 3 4 4 4 4 5 3 5 4 5 7 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 5 5 4 3 3 8 3 3 4 4 5 4 3 3 4 3 5 4 4 4 3 4 9 4 4 4 4 5 5 5 3 5 4 5 4 5 5 3 3 10 3 3 4 4 5 4 3 4 4 3 5 3 5 4 3 3 11 4 4 3 4 5 4 3 4 5 3 5 3 5 4 3 3 12 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 3 5 5 4 3 13 4 4 4 5 5 4 3 4 3 3 5 3 4 3 3 3 14 4 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 15 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 16 4 4 3 4 4 5 3 4 4 3 5 3 3 3 3 3 17 3 3 3 4 4 5 4 4 3 4 5 3 3 4 3 3 18 3 3 3 4 4 5 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 Rata-Rata Kolom No. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Ket Internal 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Baris 1 5 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 2 5 4 4 5 5 3 4 5 5 5 5 3 5 5 5 5 3 4 3 3 5 4 4 3 5 4 5 4 3 4 4 4 5 4 5 4 4 5 4 3 4 5 4 5 5 3 4 4 5 4 5 5 5 3 4 4 4 4 5 4 5 5 5 4 5 4 5 6 5 5 3 4 5 3 3 5 4 5 4 3 5 4 4 5 7 4 4 4 4 4 4 3 5 4 5 4 3 4 5 4 3 8 4 4 3 4 4 3 4 5 4 5 4 4 4 5 4 4 9 5 4 3 4 4 3 3 5 5 5 5 5 5 4 5 5 10 4 4 4 4 4 4 3 4 4 5 5 3 4 4 5 4 11 4 3 4 4 5 4 3 5 4 5 4 3 4 5 4 5 12 4 4 5 4 5 4 3 5 4 5 4 5 4 5 4 5 13 3 4 3 4 5 4 3 5 4 4 3 4 4 4 4 5 14 4 3 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 15 5 4 3 4 5 4 4 4 4 5 3 3 5 5 4 5 16 5 3 3 4 5 3 3 4 4 5 3 4 5 4 4 5 17 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 3 4 18 3 3 3 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan.

No. Pert. Bobot Penilaian Responden Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Fak.. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Ket Internal 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Baris 1 5 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 5 5 4 4 2 5 4 3 4 5 5 3 5 4 4 5 4 5 5 5 5 3 5 3 4 5 5 5 3 4 4 4 3 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 3 4 3 4 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 5 2 4 5 5 5 5 4 4 6 4 4 4 5 5 4 3 5 3 4 3 4 5 5 4 4 7 5 4 3 5 5 4 3 5 2 4 4 4 4 3 4 4 8 4 4 4 5 5 3 4 4 2 4 4 2 5 5 4 3 9 5 4 5 4 5 3 3 4 1 4 5 5 5 4 4 3 10 4 4 4 5 5 3 4 4 2 4 4 5 4 4 4 4 11 5 3 2 5 5 4 4 5 3 4 5 4 4 4 4 4 12 4 3 3 5 5 4 3 5 2 4 4 5 5 4 4 3 13 4 4 2 5 5 4 4 5 2 4 3 3 4 4 4 3 14 4 3 4 5 5 5 4 4 2 4 4 4 4 5 4 3 15 5 4 4 5 5 4 4 4 3 4 4 3 3 5 3 3 16 5 3 3 5 5 4 4 5 3 4 3 4 4 5 4 4 17 4 4 3 4 5 4 4 4 3 4 3 3 3 5 4 4 18 4 3 4 5 5 3 3 5 2 4 4 4 3 4 4 4 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan. Pert. Angki Kusuma Dewi. Bobot Penilaian Responden Fak. 2010. Internal Ket 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Baris 1 4 3 3 5 4 5 4 4 4 4 4 3 3 5 4 4 2 4 4 4 5 5 3 4 5 5 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 5 4 5 3 4 3 2 5 3 3 3 3 4 4 5 5 4 5 4 5 4 5 3 3 4 3 4 3 4 4 5 3 4 3 5 4 3 5 4 4 3 3 3 3 4 3 4 6 5 5 4 5 5 3 3 4 4 4 4 5 3 5 5 4 7 4 3 4 5 4 4 3 5 3 4 3 3 3 5 4 3 8 3 3 4 5 4 3 3 5 3 3 2 4 3 4 3 4 9 3 5 3 5 4 3 4 5 5 4 4 4 3 3 3 4 10 3 3 3 5 4 3 3 5 4 3 4 3 3 4 3 3 11 4 5 3 5 4 3 3 5 5 3 4 3 3 4 3 3 12 4 5 4 5 4 3 4 5 4 3 4 4 3 4 4 3 13 4 4 3 5 4 3 3 5 3 4 4 3 3 4 3 3 14 3 3 3 4 4 3 3 5 5 4 4 5 4 5 5 4 15 3 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 3 3 3 16 3 5 3 4 4 3 4 5 5 3 4 2 4 3 3 3 17 3 3 4 4 4 4 3 5 3 3 4 3 3 3 4 3 18 3 4 3 5 4 3 3 5 4 3 4 3 3 3 4 4 Rata-Rata Kolom No. FE UI.. ..

. Internal Ket 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Baris 1 3 4 4 5 5 5 4 3 4 3 4 3 4 5 4 4 2 4 4 3 4 5 5 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 5 4 5 3 3 4 2 5 3 4 3 3 4 4 3 5 4 4 5 5 3 3 3 3 4 3 4 4 5 4 5 3 4 3 4 5 5 5 5 3 4 4 4 3 4 4 4 6 4 4 5 4 4 5 3 4 3 3 4 5 3 4 4 4 7 3 3 4 5 4 5 3 5 3 3 5 4 4 4 4 3 8 2 4 3 3 4 5 3 5 3 3 3 3 4 4 3 3 9 3 4 5 1 4 5 3 4 4 3 5 4 4 4 4 3 10 4 4 3 1 4 5 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 11 3 4 5 3 4 5 3 4 5 4 5 3 4 3 3 4 12 3 4 5 3 4 5 3 4 5 4 4 3 4 3 5 3 13 4 4 3 3 4 5 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 14 3 3 3 3 4 5 3 3 5 3 4 4 4 4 5 4 15 3 4 4 2 4 5 3 4 5 4 3 4 3 4 4 3 16 2 5 4 3 4 5 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 17 2 4 3 3 4 5 3 3 2 3 5 4 4 1 3 3 18 3 3 2 3 4 5 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 Rata-Rata Kolom No. Responden (Orang Tua / Komite Sekolah) Rata-Rata Ket Internal 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 Baris 1 4 4 4 5 5 3 3 5 5 5 5 4 4 4 5 5 2 5 4 3 4 4 4 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 3 4 3 3 5 3 4 4 5 4 4 3 3 5 4 4 5 4 4 4 4 5 4 3 4 5 4 5 4 3 4 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 6 5 3 4 5 3 4 4 5 5 4 4 4 5 4 3 5 7 4 3 4 5 3 5 3 5 4 4 4 3 4 4 3 5 8 4 3 4 5 4 3 3 5 4 4 4 3 3 4 3 5 9 4 3 4 4 4 4 3 5 4 4 4 5 5 4 3 5 10 4 3 5 5 4 3 3 5 4 4 4 5 4 4 3 4 11 4 4 5 5 3 4 3 5 4 4 3 4 5 4 3 5 12 4 3 4 5 3 3 3 5 4 4 3 4 2 4 3 4 13 4 4 3 5 3 3 3 5 5 4 3 3 4 4 3 4 14 4 3 4 5 3 4 4 5 4 4 3 4 4 4 3 5 15 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 3 4 16 4 3 4 5 4 4 3 5 5 4 3 4 3 4 3 5 17 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 3 4 18 4 3 3 5 4 4 3 5 4 4 4 4 3 4 3 4 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan. Pert.. Bobot Penilaian Responden Fak. Angki Kusuma Dewi. Pert.. 2010. No. Bobot Penilaian Responden Responden (Orang Tua / Komite Sekolah) Rata-Rata Fak. FE UI. .

Bobot Penilaian Responden Fak.. FE UI. Bobot Penilaian Responden Fak.. 2010. Angki Kusuma Dewi. . No. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Ket Internal 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 Baris 1 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 2 4 3 3 5 5 5 3 5 5 5 5 4 5 5 4 5 3 5 3 4 5 4 4 3 4 5 4 3 4 5 5 4 5 4 5 3 3 4 4 4 3 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 3 4 5 6 5 4 4 5 4 4 3 5 5 4 4 5 5 4 4 5 7 5 4 3 5 4 4 4 5 4 4 4 3 5 4 3 5 8 5 3 3 5 4 4 4 4 4 4 3 3 5 4 4 5 9 5 3 3 5 5 5 4 5 4 4 4 3 5 5 5 5 10 4 3 3 5 5 5 4 5 4 4 5 3 5 4 4 5 11 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 3 3 5 4 4 5 12 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 3 5 13 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 3 3 5 4 3 5 14 4 4 3 4 4 4 4 5 5 4 4 3 5 4 3 5 15 4 4 4 4 4 4 3 5 5 4 4 4 5 4 4 5 16 4 3 3 4 4 4 4 5 5 4 3 5 5 4 3 5 17 5 3 3 4 3 3 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 18 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 3 5 5 4 4 5 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan. Pert. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Ket Internal 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 Baris 1 3 3 3 4 5 5 3 5 4 3 4 3 3 5 4 4 2 4 4 4 5 5 5 3 5 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 5 5 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 5 5 3 5 3 3 4 3 3 4 4 3 5 3 3 4 4 5 5 5 5 3 3 4 5 3 3 4 5 6 5 5 3 4 5 5 3 5 3 4 4 5 4 4 5 3 7 3 3 3 3 5 5 3 4 3 3 4 5 4 5 4 4 8 3 3 3 5 5 4 3 5 3 3 2 3 4 3 3 3 9 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 4 5 3 3 4 4 10 3 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 11 3 4 3 4 5 4 3 5 4 4 4 3 4 3 3 3 12 3 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 3 4 3 5 4 13 3 4 3 4 5 5 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 14 3 4 3 3 5 5 3 5 5 4 4 4 3 3 3 4 15 4 4 3 4 5 5 3 5 4 4 3 3 3 3 4 4 16 4 3 3 4 5 4 3 5 4 4 4 4 4 3 4 4 17 2 3 3 4 5 4 3 4 2 4 3 3 4 2 3 3 18 3 3 2 3 5 4 2 4 4 4 3 3 4 3 4 4 Rata-Rata Kolom No. Pert..

2010. Bobot Penilaian Responden Fak. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Ket Internal 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 Baris 1 3 3 3 4 4 3 3 5 3 4 3 5 3 5 3 3 2 3 3 4 4 5 5 3 5 3 3 5 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 5 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 5 5 3 4 5 5 3 5 3 4 3 3 3 3 4 3 5 3 3 4 4 5 5 4 5 5 3 4 4 4 5 5 5 6 4 5 4 4 5 5 3 4 4 3 4 4 3 5 4 3 7 3 3 3 4 4 5 3 5 3 3 4 4 5 5 4 4 8 3 3 3 4 4 5 3 5 3 3 4 4 4 3 4 4 9 3 3 5 5 5 3 4 4 5 5 4 4 4 4 3 3 10 3 3 3 5 4 4 3 5 4 3 5 4 5 5 4 4 11 4 4 5 4 3 5 4 3 4 5 4 3 5 5 3 3 12 3 4 5 3 3 5 3 3 4 4 4 3 5 3 3 3 13 3 3 3 1 5 3 3 5 3 4 3 3 3 4 3 4 14 3 3 3 4 4 3 4 3 5 5 5 4 3 3 3 4 15 4 3 3 3 5 3 3 5 4 4 4 4 3 4 3 5 16 3 5 4 4 3 5 4 5 4 5 4 4 4 3 4 5 17 2 2 1 2 5 5 1 4 2 4 4 3 1 3 2 2 18 4 3 2 4 4 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 3 Rata-Rata Kolom No. FE UI.. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Ket Internal 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 Baris 1 5 4 3 5 5 4 3 5 5 5 4 4 4 4 3 3 2 5 3 3 5 5 4 4 5 4 5 3 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 3 3 3 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 3 4 4 4 4 4 5 5 5 5 3 5 5 4 4 4 5 4 3 4 5 5 4 4 4 4 4 4 6 5 4 4 4 4 3 3 4 4 5 4 3 3 3 4 3 7 5 4 5 4 5 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 8 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 9 5 4 5 4 5 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 10 5 4 4 4 3 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 3 11 4 4 5 5 5 4 4 4 4 3 4 3 3 3 5 4 12 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 13 4 4 3 4 5 4 2 5 4 4 2 2 2 2 3 4 14 5 4 4 5 3 4 3 5 4 3 4 4 4 4 2 4 15 5 5 4 5 5 3 4 4 4 4 4 3 3 3 5 4 16 5 4 3 4 5 4 3 4 4 5 5 5 5 5 5 4 17 3 3 3 4 3 4 3 5 4 3 3 4 4 4 4 4 18 3 4 4 3 3 3 4 5 4 3 4 3 3 3 3 4 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan. Bobot Penilaian Responden Fak.. . Pert.. Pert. No. Angki Kusuma Dewi.

Pert.02 S 13 4 3 5 5 5 4 5 3.95 Bobot Faktor Internal Untuk Urgensi Penanganan No..03 S 15 3 3 4 4 4 5 5 4.74 W 4 4 4 4 4 4 4 4 4. Angki Kusuma Dewi.71 W 9 3 3 4 3 3 4 4 4.10 S 10 4 3 5 4 4 3 4 3. Internal Ket 161 162 163 164 165 166 167 Baris 1 3 3 3 3 4 4 4 4. 2010.17 S 6 3 3 3 4 4 4 4 4. Urgensi Penangan Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Baris Fak.67 W Rata-Rata Kolom 3. . Pert. No.. Bobot Penilaian Responden Responden (Pengawas SMAN dan Pejabat Dinas Pendidikan) Rata-rata Fak.93 W 8 4 3 4 4 4 3 3 3.12 S 7 4 3 4 4 4 3 3 3.16 S 3 3 3 3 3 3 3 4 3.00 S 12 4 3 5 5 5 4 5 4.10 S 2 4 4 4 4 5 5 5 4. FE UI.05 S 5 3 3 3 4 4 5 5 4.95 W 11 4 4 4 4 5 4 5 4.01 S 17 3 3 3 3 3 3 3 3.. Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 (Urgensi) 1 3 2 3 2 3 2 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 2 4 3 4 2 2 4 4 3 2 4 4 3 4 4 3 4 2 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 4 3 3 2 4 4 2 3 3 4 4 2 3 3 4 2 4 3 4 3 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 6 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 2 2 7 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 8 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 4 3 2 9 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 10 3 3 4 3 3 2 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 11 4 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 12 4 3 4 4 4 2 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 13 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 4 3 4 4 3 14 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 15 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 2 16 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 4 2 3 4 3 3 17 3 2 4 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 18 3 2 3 3 3 4 2 4 3 3 3 4 3 3 3 2 Strategi peningkatan.63 W 18 3 3 3 3 3 3 4 3.74 W 14 4 3 3 3 4 5 5 4.05 S 16 4 3 4 4 4 4 5 4.

. Urgensi Penangan Fak. Pert. Pert.. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Baris Internal 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 (Urgensi) 1 2 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 2 3 3 4 2 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 5 2 4 3 4 2 3 4 4 3 4 2 4 3 3 3 3 6 2 4 3 4 2 3 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 7 2 4 2 4 2 2 4 4 3 4 2 3 3 4 3 3 8 2 4 2 2 2 2 4 4 3 3 1 4 4 4 3 4 9 2 4 4 2 2 2 4 4 3 4 2 4 3 4 3 2 10 2 4 3 2 2 2 4 4 4 3 2 3 4 4 4 2 11 2 4 3 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 12 2 4 3 4 2 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 2 13 2 3 2 4 2 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 14 2 4 3 2 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 4 3 15 3 4 3 3 3 4 4 4 2 2 3 4 4 4 4 4 16 3 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 4 3 4 3 17 2 4 4 2 2 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 18 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 Strategi peningkatan. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Baris Internal 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 (Urgensi) 1 4 4 3 4 3 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 3 2 4 3 4 4 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 2 4 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 4 3 4 2 3 3 3 5 4 3 4 3 2 3 3 3 2 4 3 3 3 4 2 3 6 4 3 3 4 3 3 4 3 2 4 3 3 3 4 2 3 7 3 3 4 4 3 3 4 3 2 4 4 3 3 4 2 3 8 4 4 4 3 3 4 3 4 2 4 4 4 3 3 2 3 9 3 4 4 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 3 3 10 3 4 4 3 3 4 4 2 2 4 3 3 3 2 3 3 11 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 4 3 3 2 3 12 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 2 3 13 3 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 2 3 2 2 3 14 3 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 3 3 2 3 15 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 3 3 3 2 3 16 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 2 4 2 3 3 3 17 3 4 4 4 3 4 3 3 2 4 3 4 3 3 2 3 18 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 4 2 3 2 3 No. No. Angki Kusuma Dewi. FE UI.. Urgensi Penangan Fak. 2010..

Urgensi Penangan Fak.. Urgensi Penangan Fak. Pert.. FE UI. Angki Kusuma Dewi. 2010. No. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Baris Internal 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 (Urgensi) 1 4 3 4 2 3 4 4 3 3 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 3 3 3 4 3 4 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 2 1 3 4 4 4 3 3 3 5 3 3 3 3 4 4 4 4 1 3 4 4 4 4 4 2 6 4 4 3 3 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 4 2 7 3 3 3 4 4 3 3 4 1 3 4 3 3 4 4 2 8 3 3 3 4 4 3 3 3 1 3 3 4 3 4 4 2 9 4 3 4 3 4 4 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 10 3 4 4 4 4 4 3 3 1 3 4 4 2 3 3 2 11 4 3 3 4 4 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 3 12 3 3 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 3 13 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 3 4 2 4 4 3 14 2 4 3 4 4 3 4 3 2 3 3 2 3 4 4 2 15 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 16 3 3 3 4 4 3 4 4 2 3 2 3 3 4 4 3 17 2 4 3 4 4 4 3 3 2 3 2 4 2 4 4 2 18 2 3 4 4 4 3 3 4 1 3 3 4 3 3 3 3 No. . Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Baris Internal 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 (Urgensi) 1 3 3 4 2 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 2 4 3 4 2 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 2 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 5 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 6 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 7 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 8 4 3 4 2 4 4 3 4 2 3 2 4 4 4 3 4 9 3 3 3 1 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 2 3 10 3 3 4 1 3 3 3 4 4 4 2 4 2 4 3 3 11 2 3 3 2 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 2 4 12 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 2 2 13 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 2 14 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 15 2 3 2 1 2 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 16 2 3 3 2 2 2 3 4 2 3 2 4 3 3 3 3 17 2 3 4 2 2 2 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 18 2 3 4 2 2 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 Strategi peningkatan.. Pert.

. FE UI. Urgensi Penangan Rata-Rata Fak. . Urgensi Penangan Responden (Orang Tua Murid/Komite Sekolah) Rata-Rata Baris Fak. Internal 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 (Urgensi) 1 3 3 3 2 2 3 3 4 2 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 4 3 2 4 3 4 2 3 3 4 2 2 4 2 3 3 4 3 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 3 2 2 3 4 5 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 7 3 4 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 8 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 4 3 2 2 3 4 9 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 4 2 3 3 3 4 10 3 3 3 4 2 4 4 4 2 3 3 3 2 2 3 2 11 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 4 3 3 3 4 12 3 4 4 4 3 4 4 4 2 3 2 4 2 2 4 3 13 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 14 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 2 2 3 4 15 4 3 4 4 2 4 3 4 3 3 2 4 2 2 4 3 16 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 17 3 4 3 4 3 3 4 4 2 3 4 3 2 2 3 3 18 3 3 3 4 3 4 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 No.. 2010. Pert. Pert. No. Angki Kusuma Dewi.. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Baris Internal 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 (Urgensi) 1 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 2 3 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 2 3 3 4 2 2 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 2 4 4 3 3 2 4 4 3 4 5 3 3 2 3 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 3 3 6 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 2 7 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 2 8 4 4 2 3 4 3 3 4 4 3 1 2 4 3 4 3 9 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 3 2 4 10 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 2 3 3 4 3 4 11 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 12 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 2 4 3 2 4 13 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 2 3 4 14 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 2 4 4 3 4 3 15 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 3 4 3 3 3 4 16 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 3 4 4 3 4 4 17 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 4 2 3 3 18 4 4 4 3 4 3 1 3 3 4 2 2 4 3 4 4 Strategi peningkatan.

Responden (Masyarakat) Rata-Rata Baris Internal 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 (Urgensi) 1 2 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 2 4 3 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 2 2 4 4 4 2 4 4 4 3 3 1 4 4 3 4 4 2 4 4 4 3 2 3 5 4 3 4 1 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 2 3 6 4 4 3 1 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 7 2 4 4 2 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 8 2 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 9 4 2 3 3 4 3 2 4 4 3 2 4 4 4 3 4 10 2 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 4 3 3 3 4 11 2 4 3 2 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 12 2 2 4 2 2 4 2 2 2 3 3 4 4 4 4 3 13 4 2 3 1 4 4 2 4 4 4 3 3 4 3 3 4 14 2 4 2 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 2 15 4 4 2 2 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 16 3 4 3 2 3 4 4 4 4 3 2 4 4 3 2 3 17 4 3 3 1 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 18 2 2 4 2 2 4 2 3 3 4 3 3 4 4 3 3 Strategi peningkatan. Pert. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Baris Internal 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 (Urgensi) 1 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 2 3 1 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 2 1 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 2 1 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 1 3 3 5 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 6 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 3 4 7 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 2 2 1 8 4 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 2 4 2 2 1 9 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 1 10 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 2 1 11 4 2 2 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 2 12 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 3 2 1 13 3 3 2 2 2 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 1 14 4 4 2 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 2 2 1 15 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 3 1 16 4 3 3 2 2 3 4 4 4 3 3 4 4 2 2 1 17 4 2 3 3 3 2 4 4 3 3 4 4 4 3 3 1 18 4 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 2 3 1 No...No.. . FE UI. Pert. Urgensi Penangan Fak. 2010. Angki Kusuma Dewi. Urgensi Penangan Fak.

24 16 4 3 4 4 4 4 5 3. FE UI.24 12 4 3 5 5 5 4 5 3. Angki Kusuma Dewi.26 7 4 3 4 4 4 3 3 3.23 6 3 3 3 4 4 4 4 3.06 9 3 3 4 3 3 4 4 3.No..18 8 4 3 4 4 4 3 3 3. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Baris Internal 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 (Urgensi) 1 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 2 2 2 4 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 4 3 4 3 4 3 4 2 4 4 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 2 3 3 5 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 2 3 3 6 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 7 4 4 2 2 3 3 4 3 2 2 4 3 4 2 2 3 8 2 3 4 2 2 4 3 2 2 2 2 4 4 1 1 3 9 4 4 4 3 2 4 3 2 2 2 3 2 4 2 2 2 10 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 4 2 4 2 4 3 11 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 3 3 12 2 4 3 2 4 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 2 13 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 14 4 3 4 4 2 3 3 4 2 2 4 3 4 2 3 3 15 4 3 4 3 4 2 4 2 2 2 4 3 4 3 4 3 16 4 4 3 3 3 3 4 2 2 2 3 4 4 2 3 3 17 2 3 3 2 2 3 3 4 2 2 2 4 4 3 2 3 18 2 4 4 2 2 4 4 4 2 2 4 3 4 3 2 3 No.23 11 4 4 4 4 5 4 5 3.32 5 3 3 3 4 4 5 5 3. 2010. .11 Strategi peningkatan.15 17 3 3 3 3 3 3 3 3.19 14 4 3 3 3 4 5 5 3..33 3 3 3 3 3 3 3 4 3. Internal 161 162 163 164 165 166 167 (Urgensi) 1 3 3 3 3 4 4 4 3.26 13 4 3 5 5 5 4 5 3. Pert.08 4 4 4 4 4 4 4 4 3. Urgensi Penangan Responden (Pengawas SMAN dan Pejabat Dinas Pendidikan) Rata-Rata Baris Fak.21 10 4 3 5 4 4 3 4 3.. Urgensi Penangan Fak.14 18 3 3 3 3 3 3 4 3.24 15 3 3 4 4 4 5 5 3. Pert.18 2 4 4 4 4 5 5 5 3.

2010. Angki Kusuma Dewi.. Eksternal Ket 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Baris 1 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 2 4 4 4 4 4 5 3 3 5 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 5 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 5 5 3 3 2 3 4 3 3 3 3 3 5 4 4 3 4 5 5 5 4 2 3 4 3 4 4 4 4 6 4 4 3 4 4 5 4 5 3 3 4 3 4 4 4 4 7 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3 4 3 3 4 5 5 8 4 4 4 4 4 5 4 3 3 3 4 5 4 4 5 4 9 3 4 4 4 5 5 4 4 3 4 5 4 4 4 4 5 10 4 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 3 5 3 4 11 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 5 4 4 12 3 4 5 4 5 4 4 4 3 4 5 4 4 4 4 3 13 3 4 4 5 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 14 4 4 4 3 4 4 5 3 5 5 2 3 4 3 4 5 15 5 5 4 5 5 5 4 3 5 5 4 3 4 2 3 4 Rata-Rata Kolom No. Pert. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Ket Eksternal 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Baris 1 4 4 3 4 4 3 4 5 4 5 4 3 4 4 5 5 2 4 3 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 3 5 3 4 3 4 3 5 4 5 3 4 4 4 5 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 5 4 4 5 4 4 3 4 5 4 5 4 3 3 4 4 4 5 4 4 5 3 3 4 5 3 4 6 4 3 4 4 4 3 4 5 4 5 5 3 5 4 3 4 7 4 5 4 4 4 4 3 5 4 5 4 4 3 5 3 4 8 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 3 5 4 4 9 4 5 3 5 4 4 5 4 4 5 4 3 3 5 5 5 10 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 3 5 4 5 11 4 5 3 4 4 3 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 12 5 5 4 4 4 3 3 4 4 5 4 3 3 4 4 4 13 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 3 4 3 4 4 4 14 4 4 4 4 4 3 5 4 4 5 4 4 3 4 4 4 15 5 3 3 4 4 4 5 5 4 5 5 4 3 3 3 3 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan. . Bobot Faktor Eksternal Untuk Jangka Panjang No. FE UI.. Bobot Penilaian Responden Fak. Pert. Bobot Penilaian Responden Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Fak..

Pert. FE UI.No. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Ket Eksternal 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Baris 1 4 3 3 5 4 4 3 5 4 4 5 3 4 4 3 5 2 4 3 3 5 4 4 5 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 5 4 3 4 3 4 3 3 5 5 4 4 5 5 4 4 3 4 5 3 3 4 5 3 3 5 5 3 4 3 3 2 4 3 4 6 4 3 3 4 3 3 4 5 5 4 5 4 2 4 3 5 7 5 4 3 4 3 3 5 5 5 4 2 4 4 4 3 5 8 4 4 4 5 3 3 3 3 5 4 3 3 3 4 3 5 9 4 4 3 5 3 3 3 5 5 4 3 5 4 4 3 4 10 4 4 3 5 3 3 3 5 5 4 3 4 3 4 3 5 11 4 4 2 4 4 4 4 5 5 4 3 3 2 4 3 4 12 3 4 3 4 3 3 5 5 5 4 4 4 5 4 3 5 13 2 2 3 4 2 2 3 5 3 4 4 5 2 4 3 5 14 2 3 3 4 2 2 3 5 3 4 3 5 2 5 3 4 15 5 3 3 4 2 2 3 5 5 4 4 5 3 4 4 5 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Ket Eksternal 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Baris 1 3 5 3 5 4 3 4 5 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 5 3 4 4 3 4 5 5 4 4 4 3 3 4 4 3 3 5 5 4 4 3 2 5 2 3 4 4 3 2 3 4 4 3 5 5 4 4 3 3 5 1 3 4 4 2 3 3 4 5 5 5 4 4 4 3 4 5 2 5 4 4 5 3 4 4 6 3 5 4 4 4 3 5 5 4 4 4 4 3 4 3 5 7 3 5 4 4 4 3 5 5 3 4 4 4 4 3 4 5 8 4 5 4 4 4 3 5 5 4 3 4 4 5 3 4 5 9 3 5 3 4 4 4 5 5 3 4 4 3 5 3 3 5 10 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 3 3 4 5 11 4 4 4 4 4 3 4 5 3 3 3 3 3 4 4 5 12 3 5 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 5 3 13 3 4 4 4 3 3 5 5 3 4 4 3 3 3 3 3 14 4 4 3 4 4 3 5 5 5 5 4 3 4 3 4 3 15 5 5 3 3 4 3 4 5 5 5 4 4 4 2 2 3 Rata-Rata Kolom No. Pert. Bobot Penilaian Responden Fak. 2010. Angki Kusuma Dewi.. Bobot Penilaian Responden Fak... .

. Responden (Orang Tua / Komite Sekolah) Rata-Rata Ket Eksternal 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 Baris 1 4 3 3 5 5 3 3 5 5 5 5 4 4 4 5 5 2 3 3 3 5 4 4 4 5 5 4 5 4 5 5 4 5 3 3 3 2 4 3 4 4 5 4 4 3 3 5 4 4 5 4 3 4 3 4 4 3 4 5 4 5 4 3 4 4 4 5 5 3 3 4 5 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 6 3 3 3 4 3 4 4 5 5 4 4 4 5 4 3 5 7 3 4 3 4 3 5 3 5 4 4 4 3 4 4 3 5 8 3 4 4 5 4 3 3 5 4 4 4 3 3 4 3 5 9 4 4 3 5 4 4 3 5 4 4 4 5 5 4 3 5 10 4 4 3 5 4 3 3 5 4 4 4 5 4 4 3 4 11 4 4 2 4 3 4 3 5 4 4 3 4 5 4 3 5 12 3 4 3 4 3 3 3 5 4 4 3 4 2 4 3 4 13 3 2 3 4 3 3 3 5 5 4 3 3 4 4 3 4 14 3 3 3 4 3 4 4 5 4 4 3 4 4 4 3 5 15 3 3 3 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 3 4 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan. 2010. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Ket Eksternal 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Baris 1 3 4 3 3 4 5 3 4 3 3 5 3 4 3 3 3 2 5 4 3 3 3 5 3 3 5 4 3 5 4 4 4 4 3 2 4 4 3 3 5 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 2 4 4 4 4 5 2 3 2 2 3 4 3 3 3 3 5 5 4 4 3 4 5 5 3 3 4 4 4 5 3 4 4 6 5 4 4 3 3 5 4 3 3 3 5 4 4 3 3 5 7 5 5 4 3 3 5 4 3 3 4 4 4 4 5 3 4 8 5 5 4 3 4 5 5 4 3 4 5 4 5 5 2 4 9 4 4 3 3 3 5 5 4 3 4 4 3 5 5 3 4 10 4 4 3 3 4 5 4 3 4 3 4 4 4 4 4 5 11 4 5 4 3 3 5 4 4 3 4 4 4 3 5 3 3 12 3 4 3 3 4 5 5 4 3 4 3 4 5 4 3 4 13 4 4 3 3 3 5 4 4 3 4 4 3 3 3 5 2 14 5 4 3 3 3 5 4 4 5 4 4 3 4 3 4 3 15 4 4 3 3 3 5 3 4 5 5 4 3 3 4 4 4 Rata-Rata Kolom No. FE UI.No.. Pert.. Bobot Penilaian Responden Fak. Angki Kusuma Dewi. Pert. . Bobot Penilaian Responden Fak.

No. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Ket Eksternal 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 Baris 1 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 5 5 4 4 4 4 3 3 3 4 1 3 3 5 3 4 2 4 1 3 4 4 3 3 4 4 5 4 3 3 4 3 3 5 4 3 3 3 4 4 3 3 5 6 5 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 7 5 3 3 3 4 4 3 5 4 4 4 4 4 5 4 4 8 4 4 3 3 4 4 3 5 3 4 4 3 4 5 3 4 9 4 4 4 4 4 5 4 5 3 4 3 4 4 5 5 4 10 4 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 3 11 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 4 5 3 5 12 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 5 3 4 13 4 5 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 14 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 3 3 3 3 4 3 15 4 5 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 3 3 3 4 Rata-Rata Kolom No. . Bobot Penilaian Responden Fak. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Ket Eksternal 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 Baris 1 4 3 3 4 3 3 4 5 4 4 4 3 4 4 3 5 2 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 5 3 3 3 3 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 3 5 4 4 3 4 5 3 4 5 4 4 2 3 5 5 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 5 6 4 4 3 4 4 3 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 7 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 3 3 5 8 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 3 5 3 3 5 9 4 3 3 4 4 4 3 5 5 4 4 3 5 4 4 5 10 4 3 3 4 4 4 4 5 5 4 3 4 5 4 4 5 11 4 4 2 4 4 4 5 3 5 5 4 4 5 3 3 5 12 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 13 4 3 3 4 5 4 5 2 5 4 3 4 4 3 4 5 14 4 3 4 4 5 4 3 4 4 4 2 5 4 3 3 5 15 4 3 3 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan.. Pert. Bobot Penilaian Responden Fak. 2010. Angki Kusuma Dewi. FE UI. Pert...

Pert.. Pert. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Ket Eksternal 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 Baris 1 5 3 3 4 4 2 4 5 4 5 5 4 5 3 3 4 2 5 3 4 4 3 4 4 5 4 4 5 4 5 3 3 4 3 4 3 3 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 4 4 3 4 3 2 3 3 5 4 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 4 4 3 5 5 4 4 4 3 4 3 5 5 4 3 6 4 3 4 4 3 3 5 5 4 3 4 4 5 4 3 3 7 5 5 3 4 3 5 4 4 4 3 2 5 5 4 4 4 8 4 4 3 5 3 5 5 4 4 3 3 4 5 5 5 3 9 5 4 3 5 4 5 3 4 4 4 3 5 5 5 4 4 10 4 5 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 5 5 2 3 11 4 5 3 3 3 4 5 3 3 3 3 4 4 3 3 4 12 5 5 4 4 4 4 4 5 4 3 4 3 5 3 2 4 13 4 3 3 3 5 4 5 4 3 3 3 1 5 3 2 4 14 3 3 4 3 5 4 3 3 4 3 3 3 5 4 4 4 15 5 3 4 4 5 3 4 4 4 4 3 3 5 5 4 4 Rata-Rata Kolom Strategi peningkatan.. 2010. .. Bobot Penilaian Responden Fak.No. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Ket Eksternal 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 Baris 1 4 4 3 4 5 5 4 5 3 3 3 3 4 3 4 4 2 5 4 4 4 5 5 4 4 4 3 3 4 3 3 5 5 3 3 5 5 4 5 5 4 5 3 2 3 4 3 3 3 3 4 2 4 4 2 5 5 3 5 1 2 5 4 3 3 3 3 5 5 3 4 3 5 5 3 5 4 4 4 4 4 3 3 4 6 5 5 3 4 5 3 3 4 4 4 5 4 4 4 4 3 7 3 4 3 1 5 3 5 5 3 4 3 5 4 3 4 4 8 4 5 3 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 3 4 9 5 5 4 4 5 5 5 4 3 4 5 4 4 3 3 4 10 4 5 4 4 5 3 5 4 3 4 5 4 5 4 4 4 11 4 4 4 5 5 3 5 4 3 4 5 3 3 3 4 4 12 4 4 4 4 5 3 4 3 3 5 3 3 4 4 4 3 13 4 4 3 4 5 5 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 14 4 4 3 4 5 5 4 4 5 5 5 3 4 3 4 4 15 4 5 3 4 5 5 4 5 5 4 3 4 4 3 3 3 Rata-Rata Kolom No. Angki Kusuma Dewi. FE UI. Bobot Penilaian Responden Fak.

86 O 3 4 3 4 5 4 4 5 3. Pert.93 O Rata-Rata Kolom 3.99 O 10 4 3 4 3 3 4 4 3.75 T 4 2 3 3 2 3 2 3 3.98 O 11 3 3 3 2 3 2 2 3..68 T 2 4 3 4 3 3 3 3 3.89 O 6 4 3 4 3 4 4 3 3..77 T 12 4 4 5 4 5 5 5 3. Bobot Penilaian Responden Fak.86 O 15 5 5 5 5 5 5 5 3. Pert. Responden (Pengawas SMAN dan Pejabat Dinas Pendidikan Rata-rata Ket Eksternal 161 162 163 164 165 166 167 Baris 1 4 3 4 3 3 3 3 3. No.93 O 8 4 4 5 5 4 5 4 4. Urgensi Penangan Fak. .59 T 5 5 5 4 4 4 5 5 3.60 T 14 4 5 5 5 5 5 5 3. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Baris Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 (Urgensi) 1 3 2 3 2 3 3 2 3 4 3 2 4 3 3 4 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 4 4 4 2 3 4 4 4 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 5 4 2 3 4 4 4 2 4 3 4 2 2 3 3 2 4 6 3 2 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 4 3 7 3 2 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 8 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 9 4 2 4 3 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 2 3 10 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 11 4 2 4 3 4 2 2 3 3 3 2 3 3 4 3 2 12 4 2 3 3 4 2 3 4 4 2 3 3 3 4 2 3 13 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 3 2 14 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 15 4 3 3 2 4 3 3 2 2 2 2 3 4 2 2 4 Strategi peningkatan. FE UI.02 O 9 4 3 3 3 4 3 3 3.84 Bobot Faktor Eksternal Untuk Urgensi Penanganan No.89 O 13 3 3 3 3 3 3 3 3..88 O 7 4 4 5 4 4 5 4 3. Angki Kusuma Dewi. 2010.

No. Urgensi Penangan Fak. 2010.. Angki Kusuma Dewi. FE UI. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Baris Eksternal 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 (Urgensi) 1 3 3 3 4 3 3 4 4 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 4 3 4 3 2 2 4 3 2 1 3 2 2 3 4 4 3 4 3 3 4 2 2 4 2 3 2 3 2 3 4 3 4 3 4 3 3 2 2 2 4 2 3 2 3 2 2 5 4 3 4 4 3 4 3 2 2 4 3 4 3 3 2 3 6 3 3 3 3 3 3 4 4 2 4 3 3 2 3 2 3 7 3 3 4 4 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 2 3 8 3 3 4 4 3 4 2 3 2 4 2 4 2 3 3 3 9 4 3 3 4 3 3 2 3 2 4 3 3 2 3 2 3 10 3 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 2 4 2 3 11 3 4 4 4 3 4 2 2 2 4 2 4 2 3 2 3 12 4 3 3 4 3 3 4 2 2 4 2 3 2 2 2 3 13 3 3 3 4 3 3 3 2 2 4 3 3 2 2 2 3 14 4 3 3 4 3 4 3 2 2 4 3 3 1 2 2 3 15 4 3 3 4 3 4 4 3 2 4 2 3 2 2 2 3 No.. Pert. .. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Baris Eksternal 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 (Urgensi) 1 2 4 3 2 2 2 4 4 4 3 2 4 4 4 3 4 2 2 4 3 2 2 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 2 2 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 2 2 2 4 4 3 3 2 4 3 3 3 4 5 2 4 2 2 2 2 3 4 2 3 2 3 2 3 3 3 6 2 4 4 2 2 2 3 4 4 4 3 2 2 4 3 4 7 3 4 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 4 4 3 2 8 3 4 3 2 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 9 4 4 3 2 2 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 10 2 4 4 2 2 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 11 4 3 3 2 2 2 3 4 3 3 1 2 3 4 3 4 12 3 4 2 2 2 2 4 4 4 3 2 2 3 2 2 4 13 3 3 3 3 2 2 3 4 2 3 2 3 3 4 4 4 14 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 15 2 4 3 2 2 2 4 4 4 4 2 3 3 3 2 3 Strategi peningkatan. Urgensi Penangan Fak. Pert.

Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Baris Eksternal 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 (Urgensi) 1 2 3 2 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 4 3 2 2 4 3 3 4 4 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 1 3 3 3 2 4 3 3 4 1 4 3 4 4 4 3 3 1 3 2 3 2 4 4 2 5 1 3 3 4 4 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 2 6 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 4 4 2 7 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 2 8 3 4 4 4 4 3 3 4 2 3 2 4 2 2 4 2 9 2 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 10 2 4 3 4 4 4 4 3 1 3 2 3 2 2 4 3 11 2 4 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 3 2 4 2 12 2 3 3 3 4 3 3 2 1 3 4 3 3 2 4 2 13 1 3 3 4 3 3 2 3 2 3 4 3 3 2 3 2 14 1 4 3 3 4 4 2 3 1 3 3 3 3 2 3 2 15 4 3 4 3 4 3 3 3 1 3 3 4 3 4 3 3 No..No... Bobot Penilaian Responden Fak. Urgensi Penangan Fak. Angki Kusuma Dewi. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Baris Eksternal 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 (Urgensi) 1 2 3 3 2 2 4 3 4 3 4 2 3 4 3 2 3 2 2 3 4 2 2 4 3 3 2 4 2 2 3 4 2 4 3 2 3 3 2 2 4 2 4 3 3 2 3 4 3 3 3 4 2 3 4 2 2 4 3 4 2 4 2 2 2 3 3 4 5 2 3 3 2 2 4 2 4 3 3 3 2 3 3 2 4 6 2 3 3 2 2 4 3 4 3 3 1 3 4 4 3 3 7 1 3 4 2 1 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 8 2 3 4 2 2 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 9 2 3 3 2 2 4 2 4 2 3 2 3 3 4 3 4 10 2 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 3 3 4 4 2 11 2 3 4 2 2 4 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 12 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 4 13 1 3 3 2 1 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 2 14 2 3 4 2 2 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 15 2 3 3 2 2 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 Strategi peningkatan. 2010. FE UI. Pert. . Pert.

2010. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Baris Eksternal 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 (Urgensi) 1 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 1 2 3 4 2 2 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 2 3 3 3 3 3 2 4 4 3 4 3 4 2 4 3 4 2 3 2 3 2 3 3 3 5 3 3 2 4 2 3 3 4 2 3 3 2 1 3 2 3 6 3 4 3 3 2 3 4 3 2 3 2 3 1 3 3 4 7 3 4 2 3 2 4 4 4 2 3 2 2 2 2 3 4 8 3 3 2 4 2 4 3 4 3 3 3 2 2 3 3 4 9 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 4 3 10 3 3 3 4 2 4 4 4 3 3 2 3 2 4 3 4 11 3 4 4 3 2 3 3 4 2 3 3 4 1 3 4 2 12 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 2 3 2 3 3 4 13 3 3 3 3 2 3 4 4 2 3 2 3 1 3 3 4 14 3 3 2 3 2 4 3 4 2 3 4 2 1 3 3 2 15 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 2 4 2 3 3 4 No. Angki Kusuma Dewi.. FE UI. Pert. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Baris Eksternal 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 (Urgensi) 1 4 2 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 3 2 3 2 4 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 2 3 2 4 3 2 3 2 4 2 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 3 4 2 4 3 3 4 3 5 3 2 4 2 4 2 3 3 2 4 2 2 2 3 3 3 6 3 2 3 3 4 2 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 7 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 8 4 2 3 4 4 3 2 4 3 4 2 3 2 4 3 3 9 4 2 4 2 4 3 3 4 3 4 2 3 3 2 3 4 10 4 2 3 4 4 4 2 4 4 4 2 3 2 3 3 3 11 4 2 4 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 12 3 2 3 2 4 2 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 13 4 3 3 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 14 4 2 4 3 4 2 2 4 3 3 2 3 3 3 4 3 15 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 2 4 2 3 3 4 Strategi peningkatan. No.. Pert.. . Urgensi Penangan Fak. Bobot Penilaian Responden Fak.

Urgensi Penangan Fak.No. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Baris Eksternal 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 (Urgensi) 1 4 3 3 2 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 1 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 4 5 3 2 3 1 3 4 2 3 3 4 2 3 3 4 4 4 6 4 4 3 1 4 4 4 3 3 3 4 3 4 2 4 3 7 4 3 4 1 4 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 2 8 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 9 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 3 3 2 3 4 4 10 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 11 2 2 4 4 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 2 12 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 4 3 13 4 2 3 2 4 4 2 2 2 2 3 4 3 4 2 3 14 3 2 3 3 3 4 2 3 2 2 4 3 3 3 3 4 15 3 4 3 2 3 4 4 3 4 2 2 4 3 3 2 3 Strategi peningkatan. Bobot Penilaian Responden Fak... Pert. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Baris Eksternal 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 (Urgensi) 1 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 2 1 2 4 4 2 2 4 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 1 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 1 5 4 4 2 2 3 4 2 3 4 3 3 4 3 4 2 1 6 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 1 7 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 8 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 4 3 2 1 9 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 4 4 3 2 10 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 1 11 4 4 3 3 4 4 2 2 3 3 2 3 4 3 2 2 12 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 1 13 3 4 3 3 4 4 2 1 4 3 3 4 3 3 3 1 14 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 15 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 1 No. Angki Kusuma Dewi. . 2010. Pert.. FE UI.

90 12 3 3 3 3 3 3 3 3.12 2 2 2 2 2 2 2 2 2. Pert..05 7 3 2 3 2 3 3 3 3. Eksternal 161 162 163 164 165 166 167 (Urgensi) 1 3 4 4 4 3 2 3 3.11 10 3 2 2 3 3 3 3 3..92 15 4 4 4 4 4 4 3 3. FE UI.08 9 3 2 1 2 2 3 3 3. . Angki Kusuma Dewi. 2010.17 Strategi peningkatan.97 5 3 2 2 2 2 2 3 2. Pert.01 13 3 2 3 3 3 3 3 2..13 8 3 3 3 2 3 3 3 3.86 3 3 3 2 3 2 2 3 2.87 6 3 2 2 2 2 2 3 3. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Baris Eksternal 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 (Urgensi) 1 4 3 4 3 2 4 3 4 3 4 4 4 4 2 2 3 2 4 3 2 2 2 4 3 4 2 2 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 4 3 4 2 2 3 4 2 2 3 2 3 3 3 2 4 2 4 3 4 4 2 3 5 2 2 4 2 3 4 2 3 2 2 3 4 4 3 1 3 6 4 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 4 4 2 3 3 7 3 3 3 3 2 4 3 2 3 2 4 3 4 3 2 3 8 3 4 3 4 2 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 2 9 4 3 4 4 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 4 3 10 3 4 3 3 1 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 2 11 2 3 4 2 3 4 3 2 2 3 3 4 3 2 1 3 12 3 3 3 3 4 3 3 4 2 2 4 4 4 2 2 3 13 2 3 3 2 4 4 2 2 2 2 3 4 4 2 1 3 14 2 3 3 2 4 3 3 1 2 2 4 3 4 2 1 3 15 3 3 3 3 3 4 3 2 3 2 2 3 4 4 3 3 No.94 14 3 2 2 3 3 3 3 2. Bobot Penilaian Responden Responden (Pengawas SMAN dan Pejabat Dinas Pendidikan Rata-Rata Baris Fak. Urgensi Penangan Fak.95 4 2 1 1 2 2 2 2 2.19 11 2 3 1 2 2 2 1 2.No.

. Lampiran 2 PENILAIAN RESPONDEN ATAS KUESIONER SWOT Bobot Faktor Internal Untuk Jangka Pendek No. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Ket Internal 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Baris 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 2 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 3 5 4 4 3 5 4 5 5 3 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 3 3 6 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 7 3 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 5 5 5 4 4 8 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 5 4 4 3 9 5 3 3 3 4 4 4 4 5 4 3 5 5 5 5 4 10 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 11 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 12 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 13 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 4 3 3 3 14 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 15 5 3 3 3 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 16 5 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 17 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 18 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Pert. 2010. FE UI.. Bobot Penilaian Responden Fak. . Pert.. Bobot Penilaian Responden Fak. Angki Kusuma Dewi. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Ket Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Baris 1 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 4 3 4 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 4 1 1 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 6 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 2 7 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 3 2 3 3 2 8 4 4 4 4 4 4 4 4 2 3 2 3 4 3 3 2 9 4 5 3 5 5 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 10 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 11 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 12 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 13 5 3 4 2 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 14 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 15 3 3 4 3 4 4 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 16 4 3 3 3 4 4 3 4 2 3 2 3 3 3 3 3 17 4 4 3 3 3 5 4 4 2 3 3 3 3 4 2 3 18 3 3 3 3 4 5 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 Rata-Rata Kolom No.

Responden (Guru Bidang Studi) Rata Ket Internal 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Baris 1 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 2 3 4 4 5 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 3 2 3 4 1 2 3 2 3 3 2 3 4 3 5 4 4 4 3 5 3 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 6 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 7 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 3 2 3 3 2 8 3 5 3 4 3 3 5 4 2 3 5 2 4 3 3 4 9 3 5 3 5 3 2 4 4 2 2 5 3 3 3 2 3 10 4 4 4 5 3 3 4 4 2 3 4 3 4 3 4 3 11 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 12 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 13 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 14 2 4 3 3 3 3 4 3 3 2 5 3 4 4 3 3 15 2 4 3 4 3 2 3 4 2 2 4 3 3 3 3 3 16 3 4 3 4 3 3 4 4 2 2 4 2 4 3 3 3 17 3 4 3 4 3 4 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 18 3 4 3 5 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 Rata-Rata Kolom No. Pert. Bobot Penilaian Responden Fak.. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Ket Internal 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Baris 1 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 5 3 4 4 2 3 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 2 5 3 3 4 3 3 3 5 3 5 3 3 4 3 4 3 3 6 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 7 3 4 4 2 3 4 3 3 4 4 4 5 5 3 4 4 8 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 4 3 3 9 4 3 3 4 4 3 4 3 5 4 3 5 5 3 4 1 10 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 5 4 3 3 4 11 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 5 4 5 3 3 2 12 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 13 3 2 3 2 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 14 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 5 3 3 4 2 15 3 4 3 4 4 2 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 16 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 17 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 18 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan... Bobot Penilaian Responden Rata- Fak. Pert. Angki Kusuma Dewi. . 2010.No. FE UI.

Pert. FE UI. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Ket Internal 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 Baris 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 4 4 2 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 2 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 5 4 4 4 3 5 3 3 5 3 3 3 3 3 5 3 3 5 3 3 4 3 6 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 7 3 3 4 2 2 3 3 4 3 4 4 4 4 2 4 3 8 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 5 4 3 4 3 9 2 3 4 4 4 2 3 3 3 4 2 5 3 3 4 4 10 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 5 4 3 4 4 11 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 12 2 4 4 4 2 4 3 3 4 3 4 4 3 2 3 4 13 2 3 3 2 2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 14 2 4 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 2 4 4 15 2 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 16 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 17 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 5 4 2 4 3 18 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan.. Pert.No.. 2010.. . Angki Kusuma Dewi. Bobot Penilaian Responden Fak. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Ket Internal 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Baris 1 3 3 4 3 4 4 2 3 2 3 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 5 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 6 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 7 3 3 3 2 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 8 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 4 3 4 3 3 4 9 3 3 2 5 5 4 3 4 2 2 5 3 3 3 2 3 10 3 4 3 5 5 4 3 4 2 3 3 4 3 4 2 3 11 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 12 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 13 3 3 3 3 5 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 14 2 4 3 3 5 4 4 3 2 3 4 4 2 4 3 3 15 3 4 3 5 4 4 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 16 3 4 3 3 5 3 4 4 2 3 4 3 3 4 3 3 17 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 4 3 4 4 18 3 3 4 3 5 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 Rata-Rata Kolom No. Bobot Penilaian Responden Fak.

2010.. Bobot Penilaian Responden Fak. .. Pert. FE UI. Bobot Penilaian Responden Fak. Pert. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Ket Internal 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 Baris 1 3 3 3 4 3 4 2 4 2 3 4 3 2 3 2 3 2 3 4 3 4 3 4 3 4 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 1 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 5 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 6 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 7 3 3 3 4 4 4 3 4 2 2 3 3 2 3 3 2 8 4 4 4 4 4 5 4 5 2 4 3 3 4 3 3 3 9 3 3 3 4 5 5 4 5 2 3 4 3 3 3 2 4 10 4 4 3 5 4 5 3 4 2 2 4 3 3 3 2 3 11 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 12 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 13 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 14 3 3 2 3 3 4 3 5 2 3 4 4 3 4 3 2 15 3 3 2 4 4 4 3 5 1 2 4 3 3 3 3 3 16 4 3 3 4 4 4 3 5 2 4 4 4 4 3 4 3 17 3 3 4 4 3 4 3 4 2 2 3 3 4 2 3 4 18 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 Rata-Rata Kolom No.No. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Ket Internal 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 Baris 1 3 3 4 5 4 2 4 4 4 4 3 4 4 3 3 5 2 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 2 3 4 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 5 4 4 4 3 5 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 5 4 3 4 3 6 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 5 4 4 4 2 7 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 5 5 4 3 5 8 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 5 5 4 4 4 9 4 3 3 4 5 2 4 3 4 4 2 4 5 5 5 5 10 4 3 2 4 5 3 3 3 3 4 2 4 5 4 4 5 11 2 2 2 2 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 12 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 13 2 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 14 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 15 3 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 4 4 4 5 16 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 5 17 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 18 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 5 4 4 4 5 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Angki Kusuma Dewi..

Responden (Masyarakat) Rata-Rata Ket Internal 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 Baris 1 2 3 3 4 4 3 2 3 2 2 3 3 2 3 2 1 2 2 4 2 3 4 1 3 4 2 2 3 3 2 3 4 3 3 2 4 1 4 3 1 4 3 1 1 4 3 2 2 3 4 4 4 4 3 2 4 2 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 5 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 6 3 4 3 3 3 1 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 7 3 3 4 4 3 1 3 3 2 2 3 3 2 3 3 2 8 3 5 3 2 3 4 5 4 2 3 3 3 3 2 3 4 9 3 3 3 4 3 3 3 5 2 3 4 3 4 3 3 4 10 3 5 4 1 3 2 3 5 2 2 3 2 2 3 2 2 11 4 4 3 3 3 1 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 12 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 13 3 3 3 1 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 14 3 3 2 4 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 15 3 3 2 3 3 4 3 5 1 2 4 2 3 3 3 3 16 3 4 2 3 3 3 4 4 2 3 3 4 4 4 4 3 17 3 4 3 3 3 2 3 5 3 2 3 3 4 3 3 3 18 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 Rata-Rata Kolom No. Pert. Bobot Penilaian Responden Fak.. 2010. Bobot Penilaian Responden Fak.No. FE UI.. Pert. . Angki Kusuma Dewi. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Ket Internal 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 Baris 1 4 3 3 4 3 2 3 3 4 2 4 4 5 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 5 4 3 4 3 2 2 3 2 3 4 3 3 3 3 4 3 5 3 2 4 4 3 4 4 3 2 4 4 4 4 2 4 4 5 3 3 3 5 3 3 4 2 1 4 3 3 4 2 4 5 5 3 2 3 6 4 3 3 3 2 3 3 4 4 3 4 2 5 3 2 4 7 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 4 5 5 4 3 4 8 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 5 4 4 3 9 2 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 2 5 3 3 3 10 3 3 2 4 3 2 3 3 5 4 2 2 5 4 2 3 11 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 5 2 2 3 12 2 3 4 3 1 4 3 3 4 3 4 3 5 3 2 4 13 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 5 3 5 2 3 4 14 2 3 4 4 1 3 3 3 3 2 4 3 5 3 3 4 15 2 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 5 3 4 4 16 2 4 3 4 3 4 4 3 4 3 5 4 5 3 3 4 17 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 18 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 5 3 4 3 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan..

46 S 18 3 3 3 3 4 3 4 3. Angki Kusuma Dewi.46 S 11 4 4 4 4 4 4 4 3. 2010. Pert.64 S 5 4 4 4 5 5 5 5 3.93 W 4 3 4 4 4 4 4 4 3.33 W 7 3 3 3 4 4 4 4 3.28 W 14 2 2 2 2 3 4 4 3.51 S 9 3 4 4 4 4 4 4 3.43 S 17 3 4 3 3 4 3 4 3.29 W 12 3 3 3 3 3 4 4 3. Bobot Penilaian Responden Responden (Pengawas SMAN dan Pejabat Dinas Pendidikan) Rata-rata Fak.37 Bobot Faktor Internal Untuk Urgensi Penanganan Jangka Pendek No. Pert. .38 W 15 1 3 2 3 3 4 4 3.34 W 13 3 4 3 4 5 4 5 3. Urgensi Penangan Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Baris Fak.25 W 8 3 3 4 4 4 4 4 3.57 S 10 3 3 3 3 4 3 4 3. Internal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 (Urgensi) 1 3 2 3 2 3 2 2 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 2 4 3 4 2 2 4 4 3 2 4 4 3 4 4 3 4 2 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 4 3 3 2 4 4 2 3 3 4 4 2 3 3 4 2 4 3 4 3 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 6 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 2 2 7 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 8 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 4 3 2 9 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 10 3 3 4 3 3 2 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 11 4 3 3 4 4 2 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 12 4 3 4 4 4 2 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 13 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 4 3 4 4 3 14 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 15 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 2 16 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 4 2 3 4 3 3 17 3 2 4 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 18 3 2 3 3 3 4 2 4 3 3 3 4 3 3 3 2 Universitas Indonesia Strategi peningkatan.51 S Rata-Rata Kolom 3.27 W 2 3 3 3 3 3 4 4 3. FE UI.55 S 6 3 4 4 4 5 4 4 3. Internal Ket 161 162 163 164 165 166 167 Baris 1 3 3 3 3 3 4 4 3.29 W 3 1 2 2 3 3 3 3 2.25 W 16 3 3 3 4 4 4 4 3.. No...

Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Baris Internal 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 (Urgensi) 1 4 4 3 4 3 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 3 2 4 3 4 4 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 2 3 2 3 2 4 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 2 4 3 4 2 3 3 3 5 4 3 4 3 2 3 3 3 2 4 3 3 3 4 2 3 6 4 3 3 4 3 3 4 3 2 4 3 3 3 4 2 3 7 3 3 4 4 3 3 4 3 2 4 4 3 3 4 2 3 8 4 4 4 3 3 4 3 4 2 4 4 4 3 3 2 3 9 3 4 4 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 3 3 10 3 4 4 3 3 4 4 2 2 4 3 3 3 2 3 3 11 4 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 4 3 3 2 3 12 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 2 3 13 3 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 2 3 2 2 3 14 3 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 3 3 2 3 15 4 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 3 3 3 2 3 16 4 3 3 4 3 3 3 3 2 4 2 4 2 3 3 3 17 3 4 4 4 3 4 3 3 2 4 3 4 3 3 2 3 18 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 4 2 3 2 3 No. Urgensi Penangan Fak. Angki Kusuma Dewi. . FE UI. No. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Baris Internal 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 (Urgensi) 1 2 3 3 4 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 2 3 3 4 2 3 3 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 5 2 4 3 4 2 3 4 4 3 4 2 4 3 3 3 3 6 2 4 3 4 2 3 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 7 2 4 2 4 2 2 4 4 3 4 2 3 3 4 3 3 8 2 4 2 2 2 2 4 4 3 3 1 4 4 4 3 4 9 2 4 4 2 2 2 4 4 3 4 2 4 3 4 3 2 10 2 4 3 2 2 2 4 4 4 3 2 3 4 4 4 2 11 2 4 3 4 2 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 12 2 4 3 4 2 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 2 13 2 3 2 4 2 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 14 2 4 3 2 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 4 3 15 3 4 3 3 3 4 4 4 2 2 3 4 4 4 4 4 16 3 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 3 4 3 4 3 17 2 4 4 2 2 2 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 18 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 Universitas Indonesia Strategi peningkatan... Pert.. Urgensi Penangan Fak. Pert. 2010.

Pert.No. 2010... Urgensi Penangan Fak. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Baris Internal 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 (Urgensi) 1 4 3 4 2 3 4 4 3 3 3 4 3 1 4 4 3 2 4 4 3 3 3 4 3 4 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 2 1 3 4 4 4 3 3 3 5 3 3 3 3 4 4 4 4 1 3 4 4 4 4 4 2 6 4 4 3 3 4 4 4 4 2 3 4 3 4 4 4 2 7 3 3 3 4 4 3 3 4 1 3 4 3 3 4 4 2 8 3 3 3 4 4 3 3 3 1 3 3 4 3 4 4 2 9 4 3 4 3 4 4 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 10 3 4 4 4 4 4 3 3 1 3 4 4 2 3 3 2 11 4 3 3 4 4 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 3 12 3 3 4 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 3 13 3 3 3 4 4 4 3 4 2 3 3 4 2 4 4 3 14 2 4 3 4 4 3 4 3 2 3 3 2 3 4 4 2 15 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 16 3 3 3 4 4 3 4 4 2 3 2 3 3 4 4 3 17 2 4 3 4 4 4 3 3 2 3 2 4 2 4 4 2 18 2 3 4 4 4 3 3 4 1 3 3 4 3 3 3 3 No. Urgensi Penangan Fak.. Angki Kusuma Dewi. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Baris Internal 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 (Urgensi) 1 3 3 4 2 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 2 4 3 4 2 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 2 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 5 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 6 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 7 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 8 4 3 4 2 4 4 3 4 2 3 2 4 4 4 3 4 9 3 3 3 1 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 2 3 10 3 3 4 1 3 3 3 4 4 4 2 4 2 4 3 3 11 2 3 3 2 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 2 4 12 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 2 2 13 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 2 14 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 15 2 3 2 1 2 2 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 16 2 3 3 2 2 2 3 4 2 3 2 4 3 3 3 3 17 2 3 4 2 2 2 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 18 2 3 4 2 2 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. . Pert. FE UI.

Pert. .. No... FE UI. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Baris Internal 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 (Urgensi) 1 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 2 3 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 2 3 3 4 2 2 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 2 4 4 3 3 2 4 4 3 4 5 3 3 2 3 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 3 3 6 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 2 7 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 2 8 4 4 2 3 4 3 3 4 4 3 1 2 4 3 4 3 9 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 3 2 4 10 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 2 3 3 4 3 4 11 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 12 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 2 4 3 2 4 13 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 2 3 4 14 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 2 4 4 3 4 3 15 4 4 4 4 4 3 2 4 4 4 3 4 3 3 3 4 16 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 3 4 4 3 4 4 17 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 4 2 3 3 18 4 4 4 3 4 3 1 3 3 4 2 2 4 3 4 4 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Urgensi Penangan Rata-Rata Fak. 2010. Urgensi Penangan Responden (Orang Tua Murid/Komite Sekolah) Rata-Rata Baris Fak. Internal 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 (Urgensi) 1 3 3 3 2 2 3 3 4 2 2 3 4 3 3 3 2 2 4 4 4 3 2 4 3 4 2 3 3 4 2 2 4 2 3 3 4 3 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 3 2 2 3 4 5 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 6 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 7 3 4 3 4 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 8 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 4 3 2 2 3 4 9 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 4 2 3 3 3 4 10 3 3 3 4 2 4 4 4 2 3 3 3 2 2 3 2 11 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 4 3 3 3 4 12 3 4 4 4 3 4 4 4 2 3 2 4 2 2 4 3 13 3 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 14 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 2 2 3 4 15 4 3 4 4 2 4 3 4 3 3 2 4 2 2 4 3 16 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 17 3 4 3 4 3 3 4 4 2 3 4 3 2 2 3 3 18 3 3 3 4 3 4 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 No. Angki Kusuma Dewi. Pert.

Urgensi Penangan Fak. Pert. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Baris Internal 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 (Urgensi) 1 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 2 3 1 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 2 1 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 2 1 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 1 3 3 5 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 6 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 2 3 4 7 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 2 2 1 8 4 3 4 4 4 4 3 2 3 3 3 2 4 2 2 1 9 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 1 10 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 2 1 11 4 2 2 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 2 2 12 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 3 2 1 13 3 3 2 2 2 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 1 14 4 4 2 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 2 2 1 15 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 3 1 16 4 3 3 2 2 3 4 4 4 3 3 4 4 2 2 1 17 4 2 3 3 3 2 4 4 3 3 4 4 4 3 3 1 18 4 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 2 3 1 No.. Urgensi Penangan Fak. Angki Kusuma Dewi. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Baris Internal 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 (Urgensi) 1 2 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 2 4 3 3 2 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 2 2 4 4 4 2 4 4 4 3 3 1 4 4 3 4 4 2 4 4 4 3 2 3 5 4 3 4 1 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 2 3 6 4 4 3 1 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 7 2 4 4 2 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 8 2 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 9 4 2 3 3 4 3 2 4 4 3 2 4 4 4 3 4 10 2 4 4 3 2 4 4 2 2 4 4 4 3 3 3 4 11 2 4 3 2 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 12 2 2 4 2 2 4 2 2 2 3 3 4 4 4 4 3 13 4 2 3 1 4 4 2 4 4 4 3 3 4 3 3 4 14 2 4 2 3 2 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 2 15 4 4 2 2 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 16 3 4 3 2 3 4 4 4 4 3 2 4 4 3 2 3 17 4 3 3 1 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 18 2 2 4 2 2 4 2 3 3 4 3 3 4 4 3 3 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. 2010.No.. Pert. FE UI.. .

08 4 4 4 4 4 4 4 4 3.26 7 4 3 4 4 4 3 3 3.33 3 3 3 3 3 3 3 4 3.23 6 3 3 3 4 4 4 4 3. 2010.24 12 4 3 5 5 5 4 5 3.24 15 3 3 4 4 4 5 5 3.No.14 18 3 3 3 3 3 3 4 3.. Pert. Urgensi Penangan Fak.23 11 4 4 4 4 5 4 5 3.32 5 3 3 3 4 4 5 5 3.24 16 4 3 4 4 4 4 5 3.11 Universitas Indonesia Strategi peningkatan.18 2 4 4 4 4 5 5 5 3. Urgensi Penangan Responden (Pengawas SMAN dan Pejabat Dinas Pendidikan) Rata-Rata Baris Fak. .06 9 3 3 4 3 3 4 4 3.21 10 4 3 5 4 4 3 4 3. Pert.18 8 4 3 4 4 4 3 3 3. Internal 161 162 163 164 165 166 167 (Urgensi) 1 3 3 3 3 4 4 4 3. Angki Kusuma Dewi. FE UI.26 13 4 3 5 5 5 4 5 3. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Baris Internal 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 (Urgensi) 1 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 2 2 2 4 2 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 2 3 2 2 3 3 2 3 3 4 3 4 3 4 3 4 2 4 4 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 2 3 3 5 4 3 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 2 3 3 6 3 3 4 2 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 7 4 4 2 2 3 3 4 3 2 2 4 3 4 2 2 3 8 2 3 4 2 2 4 3 2 2 2 2 4 4 1 1 3 9 4 4 4 3 2 4 3 2 2 2 3 2 4 2 2 2 10 3 3 3 3 2 3 4 2 3 3 4 2 4 2 4 3 11 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 3 3 12 2 4 3 2 4 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 2 13 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 14 4 3 4 4 2 3 3 4 2 2 4 3 4 2 3 3 15 4 3 4 3 4 2 4 2 2 2 4 3 4 3 4 3 16 4 4 3 3 3 3 4 2 2 2 3 4 4 2 3 3 17 2 3 3 2 2 3 3 4 2 2 2 4 4 3 2 3 18 2 4 4 2 2 4 4 4 2 2 4 3 4 3 2 3 No..19 14 4 3 3 3 4 5 5 3..15 17 3 3 3 3 3 3 3 3.

FE UI. Angki Kusuma Dewi. Pert... Bobot Penilaian Responden Fak. Bobot Faktor Eksternal Untuk Jangka Pendek No. Pert. 2010. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Ket Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Baris 1 4 3 3 4 4 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 5 4 3 4 2 3 4 4 4 2 4 3 4 4 3 3 4 6 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 2 3 4 4 3 7 4 3 4 3 4 4 3 4 2 4 4 2 3 3 3 4 8 3 3 3 2 4 4 1 3 2 3 3 2 4 3 3 5 9 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 2 2 5 10 4 4 4 4 4 4 3 3 2 4 2 3 3 4 4 3 11 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 2 12 4 4 4 3 3 4 4 4 2 4 2 3 4 3 3 3 13 3 4 3 2 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 14 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 5 4 4 4 15 3 4 3 2 3 4 4 2 1 3 3 4 4 3 3 4 Rata-Rata Kolom No. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Ket Eksternal 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Baris 1 3 4 2 4 4 3 2 2 4 5 5 4 5 4 4 4 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 2 3 3 2 3 3 4 4 3 2 2 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 2 3 4 4 3 4 4 3 4 5 4 5 4 3 4 4 4 3 4 4 5 2 5 5 3 4 6 4 3 3 4 4 3 2 3 4 4 4 3 5 4 5 4 7 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 8 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 5 3 9 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 5 4 4 10 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 5 4 4 11 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 12 5 3 3 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 3 13 4 4 2 3 4 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 14 4 4 3 3 4 5 5 3 4 3 3 4 3 4 3 4 15 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 5 2 5 3 4 4 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Bobot Penilaian Responden Fak. ..

. Bobot Penilaian Responden Fak. 2010.. Angki Kusuma Dewi.. Pert. Pert. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Ket Eksternal 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Baris 1 4 4 3 5 4 4 4 4 2 3 4 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 4 4 4 3 2 3 4 4 3 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 2 3 4 3 3 2 2 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 3 3 4 4 4 6 3 5 3 5 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 7 3 4 3 4 3 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 3 8 3 4 3 4 4 4 2 3 2 2 4 4 4 3 3 3 9 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 2 3 10 4 4 3 5 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 11 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 12 3 4 4 4 3 3 3 4 2 4 4 3 4 3 3 3 13 3 4 3 4 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 3 3 14 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 5 5 4 3 15 4 4 2 3 4 4 4 4 2 2 4 4 4 3 3 3 Rata-Rata Kolom No.. FE UI.No. Bobot Penilaian Responden Fak. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Ket Eksternal 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Baris 1 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 4 5 4 3 4 5 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 2 3 5 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 2 4 4 5 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 5 4 3 3 4 6 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 3 4 5 7 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 3 4 4 8 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 9 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 4 4 4 3 3 4 10 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 5 3 4 4 5 11 3 3 3 3 4 2 3 2 4 4 4 5 4 3 4 4 12 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 13 2 2 2 2 4 3 2 2 3 4 4 4 4 3 3 5 14 3 3 3 3 4 4 5 3 4 4 3 5 4 3 3 4 15 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan.

Pert. .. Bobot Penilaian Responden Fak. FE UI. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Ket Eksternal 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 Baris 1 3 3 3 4 2 3 2 2 2 4 4 4 4 2 4 4 2 3 3 3 2 2 4 3 4 2 4 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 4 5 4 2 4 3 4 3 4 4 2 3 4 4 2 3 4 5 4 3 2 3 3 5 3 5 3 2 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 6 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 7 3 4 3 3 3 4 4 4 5 4 3 4 4 3 4 3 8 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 9 2 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 10 4 3 3 4 3 3 3 3 5 4 3 4 4 2 4 4 11 4 3 4 4 4 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 12 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 4 4 4 2 4 4 13 3 2 3 4 2 3 4 3 2 4 4 5 4 3 3 3 14 2 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 2 3 3 15 2 4 4 4 2 3 3 3 3 3 4 4 4 2 4 3 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Bobot Penilaian Responden Fak. Angki Kusuma Dewi..No. 2010. Pert.. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Ket Eksternal 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 Baris 1 4 3 3 5 4 5 3 4 1 4 4 3 2 3 3 2 2 4 3 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 6 3 3 3 5 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 3 7 4 4 4 4 4 4 4 4 1 3 4 3 3 4 4 2 8 3 4 3 4 5 4 1 3 2 2 4 4 4 4 4 3 9 4 4 3 4 4 4 3 4 2 4 4 3 4 3 3 4 10 3 4 3 5 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 3 11 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 3 2 12 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 2 3 4 3 3 4 13 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 14 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 2 3 4 3 4 3 15 4 3 3 3 5 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 Rata-Rata Kolom No.

Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Ket Eksternal 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 Baris 1 2 3 3 4 3 4 2 3 3 4 5 4 5 4 3 5 2 2 3 2 3 4 3 2 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 2 3 3 3 4 3 2 3 3 3 5 4 5 4 3 5 4 2 3 3 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 3 3 5 5 2 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 6 3 2 3 3 4 3 2 3 3 4 3 4 4 4 4 5 7 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 8 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 3 4 9 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 10 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 5 3 4 5 11 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 12 3 3 3 3 5 4 3 2 3 3 4 4 4 3 3 4 13 3 3 3 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 14 2 4 2 4 5 3 4 3 4 4 2 4 2 3 3 3 15 2 3 3 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan... Angki Kusuma Dewi. Pert. Bobot Penilaian Responden Fak. . 2010.No. Bobot Penilaian Responden Fak. FE UI. Pert. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Ket Eksternal 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 Baris 1 3 3 3 4 3 4 3 4 1 4 4 4 2 3 2 2 2 3 2 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 4 3 4 3 2 2 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 5 3 3 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 4 3 3 3 6 3 3 3 4 3 4 2 4 3 3 3 4 4 3 3 3 7 4 3 4 4 4 4 3 5 1 4 4 4 3 4 3 2 8 3 4 3 3 4 4 1 4 1 3 4 3 4 3 3 3 9 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 3 4 3 3 3 4 10 3 4 3 4 4 4 2 4 2 4 4 4 4 3 3 3 11 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 3 3 4 3 3 3 12 3 4 3 3 3 4 3 5 2 3 3 4 3 3 3 4 13 4 5 3 3 4 4 3 4 2 4 3 4 4 3 3 2 14 4 4 4 4 4 3 4 5 3 4 3 3 5 5 5 3 15 4 5 3 3 4 4 4 3 2 4 4 4 3 3 3 4 Rata-Rata Kolom No..

Responden (Masyarakat) Rata-Rata Ket Eksternal 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 Baris 1 4 4 3 3 4 1 4 5 1 4 4 3 2 3 2 2 2 2 3 4 4 2 3 3 3 2 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 1 4 4 2 2 4 4 3 3 2 3 4 3 4 3 2 3 2 4 2 3 3 4 3 4 4 3 3 5 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 6 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 2 3 7 3 4 4 1 3 1 4 5 1 5 3 3 3 3 2 2 8 3 4 3 3 4 5 3 4 1 2 4 4 3 3 2 3 9 5 4 4 4 5 1 4 3 2 5 4 4 3 4 4 4 10 3 3 3 3 4 3 2 5 2 4 2 4 3 4 3 3 11 4 3 4 3 4 3 3 4 1 4 4 3 3 4 3 2 12 4 4 3 3 4 3 4 4 3 5 4 3 4 3 4 3 13 4 3 3 4 4 2 3 3 1 4 4 4 4 3 3 3 14 4 3 3 2 4 1 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 15 4 4 3 3 5 2 4 5 2 3 4 4 4 3 3 3 Rata-Rata Kolom No. Pert. Angki Kusuma Dewi. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Ket Eksternal 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 Baris 1 2 2 3 3 3 4 2 2 3 4 4 4 5 4 3 4 2 2 2 2 3 4 3 2 3 3 4 4 3 5 4 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3 3 3 4 3 5 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 2 3 3 5 3 5 3 2 4 5 3 4 4 4 1 3 3 3 4 3 4 1 5 4 3 4 6 3 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 5 3 2 4 7 2 3 3 4 2 4 3 4 4 3 3 3 5 4 4 4 8 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 5 4 3 4 9 2 3 3 4 5 3 3 3 3 2 4 3 5 3 2 3 10 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 5 3 4 3 11 3 3 4 4 2 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 12 3 3 3 4 5 4 3 3 4 3 4 3 5 3 4 4 13 2 3 3 4 1 4 2 2 4 3 3 1 5 3 2 4 14 2 4 3 4 5 3 3 3 4 3 4 3 5 3 3 3 15 2 3 3 4 1 3 3 2 5 4 4 3 5 2 4 3 Rata-Rata Kolom Universitas Indonesia Strategi peningkatan.No.. Bobot Penilaian Responden Fak. Bobot Penilaian Responden Fak. Pert.. .. 2010. FE UI.

41 Bobot Faktor Eksternal Untuk Urgensi Penanganan Jangka Pendek No. Urgensi Penangan Fak.48 O Rata-Rata Kolom 3..53 O 11 3 2 3 2 2 3 3 3.53 O 15 3 4 4 4 4 5 5 3. Pert.49 O 10 2 3 3 3 3 3 3 3.32 T 2 3 3 3 3 3 4 3 3.44 O 5 3 4 4 4 4 4 4 3.51 O 13 3 3 4 3 4 4 4 3.19 T 3 3 3 3 3 4 4 4 3. Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Baris Eksternal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 (Urgensi) 1 3 2 3 2 3 3 2 3 4 3 2 4 3 3 4 4 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 4 4 4 2 3 4 4 4 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 5 4 2 3 4 4 4 2 4 3 4 2 2 3 3 2 4 6 3 2 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 3 4 4 3 7 3 2 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 8 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 9 4 2 4 3 4 3 2 3 3 2 4 4 4 4 2 3 10 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 11 4 2 4 3 4 2 2 3 3 3 2 3 3 4 3 2 12 4 2 3 3 4 2 3 4 4 2 3 3 3 4 2 3 13 3 2 3 42 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 3 2 14 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 15 4 3 3 2 4 3 3 2 2 2 2 3 4 2 2 4 Universitas Indonesia Strategi peningkatan.. Pert. Angki Kusuma Dewi. Eksternal Ket 161 162 163 164 165 166 167 Baris 1 3 3 3 3 4 4 4 3.37 T 12 3 4 4 4 5 5 5 3. FE UI.46 O 8 3 3 4 4 4 4 4 3.49 O 6 3 3 3 3 4 4 4 3.36 T 7 3 3 4 4 4 4 4 3. Bobot Penilaian Responden Responden (Pengawas SMAN dan Pejabat Dinas Pendidikan) Rata-rata Fak. 2010. .22 T 4 4 4 4 4 4 4 4 3..27 T 14 4 4 4 5 5 5 5 3.47 O 9 4 4 4 4 4 4 4 3. No.

Angki Kusuma Dewi. Pert.. FE UI. Urgensi Penangan Fak. Pert.. Urgensi Penangan Fak. No.. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Baris Eksternal 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 (Urgensi) 1 2 4 3 2 2 2 4 4 4 3 2 4 4 4 3 4 2 2 4 3 2 2 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 2 2 2 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 2 2 2 4 4 3 3 2 4 3 3 3 4 5 2 4 2 2 2 2 3 4 2 3 2 3 2 3 3 3 6 2 4 4 2 2 2 3 4 4 4 3 2 2 4 3 4 7 3 4 3 3 2 2 4 4 3 4 3 3 4 4 3 2 8 3 4 3 2 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 9 4 4 3 2 2 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 10 2 4 4 2 2 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 11 4 3 3 2 2 2 3 4 3 3 1 2 3 4 3 4 12 3 4 2 2 2 2 4 4 4 3 2 2 3 2 2 4 13 3 3 3 3 2 2 3 4 2 3 2 3 3 4 4 4 14 3 3 3 3 2 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 15 2 4 3 2 2 2 4 4 4 4 2 3 3 3 2 3 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. . Responden (Kepala Sekolah) Rata-Rata Baris Eksternal 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 (Urgensi) 1 3 3 3 4 3 3 4 4 2 4 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 4 3 4 3 2 2 4 3 2 1 3 2 2 3 4 4 3 4 3 3 4 2 2 4 2 3 2 3 2 3 4 3 4 3 4 3 3 2 2 2 4 2 3 2 3 2 2 5 4 3 4 4 3 4 3 2 2 4 3 4 3 3 2 3 6 3 3 3 3 3 3 4 4 2 4 3 3 2 3 2 3 7 3 3 4 4 3 4 2 3 2 4 3 4 3 3 2 3 8 3 3 4 4 3 4 2 3 2 4 2 4 2 3 3 3 9 4 3 3 4 3 3 2 3 2 4 3 3 2 3 2 3 10 3 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 2 4 2 3 11 3 4 4 4 3 4 2 2 2 4 2 4 2 3 2 3 12 4 3 3 4 3 3 4 2 2 4 2 3 2 2 2 3 13 3 3 3 4 3 3 3 2 2 4 3 3 2 2 2 3 14 4 3 3 4 3 4 3 2 2 4 3 3 1 2 2 3 15 4 3 3 4 3 4 4 3 2 4 2 3 2 2 2 3 No. 2010.

. Responden (Guru Bidang Studi) Rata-Rata Baris Eksternal 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 (Urgensi) 1 2 3 2 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 4 3 2 2 4 3 3 4 4 3 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 1 3 3 3 2 4 3 3 4 1 4 3 4 4 4 3 3 1 3 2 3 2 4 4 2 5 1 3 3 4 4 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 2 6 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 4 4 2 7 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 2 8 3 4 4 4 4 3 3 4 2 3 2 4 2 2 4 2 9 2 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 10 2 4 3 4 4 4 4 3 1 3 2 3 2 2 4 3 11 2 4 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 3 2 4 2 12 2 3 3 3 4 3 3 2 1 3 4 3 3 2 4 2 13 1 3 3 4 3 3 2 3 2 3 4 3 3 2 3 2 14 1 4 3 3 4 4 2 3 1 3 3 3 3 2 3 2 15 4 3 4 3 4 3 3 3 1 3 3 4 3 4 3 3 No. FE UI. . Pert.. 2010. Urgensi Penangan Fak. Angki Kusuma Dewi. Pert. Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Baris Eksternal 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 (Urgensi) 1 2 3 3 2 2 4 3 4 3 4 2 3 4 3 2 3 2 2 3 4 2 2 4 3 3 2 4 2 2 3 4 2 4 3 2 3 3 2 2 4 2 4 3 3 2 3 4 3 3 3 4 2 3 4 2 2 4 3 4 2 4 2 2 2 3 3 4 5 2 3 3 2 2 4 2 4 3 3 3 2 3 3 2 4 6 2 3 3 2 2 4 3 4 3 3 1 3 4 4 3 3 7 1 3 4 2 1 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 8 2 3 4 2 2 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 9 2 3 3 2 2 4 2 4 2 3 2 3 3 4 3 4 10 2 3 4 2 2 4 3 4 3 3 2 3 3 4 4 2 11 2 3 4 2 2 4 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 12 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 4 13 1 3 3 2 1 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 2 14 2 3 4 2 2 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 15 2 3 3 2 2 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 Universitas Indonesia Strategi peningkatan..No. Bobot Penilaian Responden Fak.

Responden (Orang Tua Murid / Komite Sekolah) Rata-Rata Baris Eksternal 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 (Urgensi) 1 3 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 1 2 3 4 2 2 3 3 3 2 4 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 4 4 3 2 3 3 3 3 3 2 4 4 3 4 3 4 2 4 3 4 2 3 2 3 2 3 3 3 5 3 3 2 4 2 3 3 4 2 3 3 2 1 3 2 3 6 3 4 3 3 2 3 4 3 2 3 2 3 1 3 3 4 7 3 4 2 3 2 4 4 4 2 3 2 2 2 2 3 4 8 3 3 2 4 2 4 3 4 3 3 3 2 2 3 3 4 9 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 2 3 4 3 10 3 3 3 4 2 4 4 4 3 3 2 3 2 4 3 4 11 3 4 4 3 2 3 3 4 2 3 3 4 1 3 4 2 12 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 2 3 2 3 3 4 13 3 3 3 3 2 3 4 4 2 3 2 3 1 3 3 4 14 3 3 2 3 2 4 3 4 2 3 4 2 1 3 3 2 15 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 2 4 2 3 3 4 No. Angki Kusuma Dewi. Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Baris Eksternal 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 (Urgensi) 1 4 2 3 4 4 3 2 3 4 4 3 4 3 3 4 3 2 3 2 4 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 2 3 2 4 3 2 3 2 4 2 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 3 4 2 4 3 3 4 3 5 3 2 4 2 4 2 3 3 2 4 2 2 2 3 3 3 6 3 2 3 3 4 2 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 7 4 2 4 3 4 3 4 4 3 3 2 4 3 3 3 3 8 4 2 3 4 4 3 2 4 3 4 2 3 2 4 3 3 9 4 2 4 2 4 3 3 4 3 4 2 3 3 2 3 4 10 4 2 3 4 4 4 2 4 4 4 2 3 2 3 3 3 11 4 2 4 3 4 2 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 12 3 2 3 2 4 2 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 13 4 3 3 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 3 3 14 4 2 4 3 4 2 2 4 3 3 2 3 3 3 4 3 15 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 2 4 2 3 3 4 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. FE UI. Bobot Penilaian Responden Fak. . Pert. 2010.. Urgensi Penangan Fak.. Pert..No.

Pert. FE UI. Urgensi Penangan Fak... Responden (Siswa / Ketua OSIS) Rata-Rata Baris Eksternal 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 (Urgensi) 1 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 4 2 1 2 4 4 2 2 4 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 1 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 1 5 4 4 2 2 3 4 2 3 4 3 3 4 3 4 2 1 6 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 1 7 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 1 8 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 4 3 2 1 9 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 4 4 3 2 10 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 1 11 4 4 3 3 4 4 2 2 3 3 2 3 4 3 2 2 12 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 2 3 3 2 1 13 3 4 3 3 4 4 2 1 4 3 3 4 3 3 3 1 14 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 15 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 1 No.No. Bobot Penilaian Responden Fak.. 2010. . Responden (Masyarakat) Rata-Rata Baris Eksternal 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 (Urgensi) 1 4 3 3 2 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 2 2 1 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 2 2 4 4 3 4 3 3 4 3 2 4 3 4 5 3 2 3 1 3 4 2 3 3 4 2 3 3 4 4 4 6 4 4 3 1 4 4 4 3 3 3 4 3 4 2 4 3 7 4 3 4 1 4 4 3 4 3 3 2 3 4 3 3 2 8 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 9 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 3 3 2 3 4 4 10 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 11 2 2 4 4 2 2 2 2 3 2 2 3 2 3 3 2 12 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 2 3 3 3 4 3 13 4 2 3 2 4 4 2 2 2 2 3 4 3 4 2 3 14 3 2 3 3 3 4 2 3 2 2 4 3 3 3 3 4 15 3 4 3 2 3 4 4 3 4 2 2 4 3 3 2 3 Universitas Indonesia Strategi peningkatan. Angki Kusuma Dewi. Pert.

.90 12 3 3 3 3 3 3 3 3.94 14 3 2 2 3 3 3 3 2.11 10 3 2 2 3 3 3 3 3.17 Universitas Indonesia Strategi peningkatan.13 8 3 3 3 2 3 3 3 3.92 15 4 4 4 4 4 4 3 3.12 2 2 2 2 2 2 2 2 2..19 11 2 3 1 2 2 2 1 2. Pert. 2010.05 7 3 2 3 2 3 3 3 3.08 9 3 2 1 2 2 3 3 3. Angki Kusuma Dewi.97 5 3 2 2 2 2 2 3 2. Bobot Penilaian Responden Responden (Pengawas SMAN dan Pejabat Dinas Pendidikan Rata-Rata Baris Fak. FE UI. Eksternal 161 162 163 164 165 166 167 (Urgensi) 1 3 4 4 4 3 2 3 3. Pert. Responden (Masyarakat) Rata-Rata Baris Eksternal 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 (Urgensi) 1 4 3 4 3 2 4 3 4 3 4 4 4 4 2 2 3 2 4 3 2 2 2 4 3 4 2 2 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 2 4 3 4 2 2 3 4 2 2 3 2 3 3 3 2 4 2 4 3 4 4 2 3 5 2 2 4 2 3 4 2 3 2 2 3 4 4 3 1 3 6 4 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 4 4 2 3 3 7 3 3 3 3 2 4 3 2 3 2 4 3 4 3 2 3 8 3 4 3 4 2 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 2 9 4 3 4 4 3 3 3 2 2 2 3 4 4 4 4 3 10 3 4 3 3 1 3 4 2 4 3 4 3 4 4 3 2 11 2 3 4 2 3 4 3 2 2 3 3 4 3 2 1 3 12 3 3 3 3 4 3 3 4 2 2 4 4 4 2 2 3 13 2 3 3 2 4 4 2 2 2 2 3 4 4 2 1 3 14 2 3 3 2 4 3 3 1 2 2 4 3 4 2 1 3 15 3 3 3 3 3 4 3 2 3 2 2 3 4 4 3 3 No...95 4 2 1 1 2 2 2 2 2.86 3 3 3 2 3 2 2 3 2.No.87 6 3 2 2 2 2 2 3 3. Urgensi Penangan Fak.01 13 3 2 3 3 3 3 3 2.

Anggapan ini juga mempunyai dampak bahwa pelayanan pendidikan yang diberikan oleh lembaga pendidikan formal kepada masyarakat masih belum cukup optimal. sehingga mampu mengungkapkan secara faktual tentang Mutu Pendidikan yang ada saat ini. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut. dimana hal ini mencerminkan adanya kegagalan pemerintah dalam bidang pendidikan. khususnya pada lembaga pendidikan formal yaitu SMA Negeri di Propinsi DKI Jakarta. FE UI.. Kuesioner Penelitian MAGISTER PERENCANAAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA KUESIONER PENELITIAN STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SMA NEGERI BERPRESTASI RENDAH DI DKI JAKARTA Oleh : ANGKI KUSUMA DEWI NPM 0606152333 PENGANTAR Hingga saat ini banyak pihak yang berpendapat bahwa mutu pendidikan yang ada di Indonesia masih terbilang rendah. melalui Penelitian ini diharapkan dapat diperoleh deskripsi dan hasil analisis secara ilmiah. untuk kemudian dapat menghasilkan suatu rekomendasi yang ilmiah-aplikatif guna meningkatkan Mutu Pendidikan di masa mendatang. Strategi peningkatan. Secara ekstrim ada pihak yang berpendapat bahwa pemerintah justru merupakan bagian dari permasalahan tersebut. .. Beranjak dari latar belakang singkat di atas. Atas kesediaan dan kontribusi data dan informasi yang Ibu/Bapak berikan melalui pengisian Kusioner ini saya sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus.. Angki Kusuma Dewi. data dan informasi yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya terjadi melalui pengisian Kuesioner ini sangatlah dibutuhkan. 2010. Lampiran 1.

sebagai upaya pemilihan/penilaian untuk merumuskan rekomendasi alternatif strategi kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan SMA Negeri di DKI Jakarta. yaitu penilaian Bapak/Ibu/Saudara/I terhadap : 1) Faktor-faktor Internal yang dapat memperngaruhi mutu pendidikan SMA Negeri 2) Faktor-faktor Eksternal yang dapat mempengaruhi mutu pendidikan SMA Negeri Dimana.. bulan (Diisi jika anda Pejabat Dinas Pendidikan/Kepala Sekolah/Pengurus Komite Sekolah) No. Telpon/HP : ……………………………………….. Jenis Kelamin : Pria/Wanita Usia : …….d. tahun Pendidikan (Tamatan) : SMA/Akademi/Universitas (S1)/Pasca Sarjana (S2- Strategi peningkatan. penilaian tersebut dibagi ke dalam 2 (dua) periode waktu. A. DATA RESPONDEN (Identitas Diri) Nama Lengkap : ………………………………………………………………… Sekolah : ………………………………………………………………… Asal Daerah : Jakarta/Luar Jakarta. KUESIONER ANALISA UNTUK STRATEGI KEBIJAKAN PENELITIAN Penelitian kuesioner untuk menjaring penilaian/persepsi responden atas faktor internal dan faktor eksternal SMA Negeri di DKI Jakarta. 2010. FE UI. Tahun 2008)” dan : (b) “Harapan di Masa Yang Akan Datang (Tahun 2009 s.d.. sebutkan…………………… Pekerjaan/Jabatan : …………………………………………………… Lama Menjabat : …… tahun ……. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER Bapak/Ibu/Saudara/I diminta utntuk mengisi kuesioner yang terdiri dari 2 (dua) bagian. B. untuk mencari titik terang atas hal-hal tertentu. yaitu : (a) “Kondisi Sampai Dengan Saat ini (s. . Angki Kusuma Dewi.

LEMBAR PERTANYAAN KUESIONER
» Berilah Penilaian atas kondisi/prestasi dari faktor-faktor internal dibawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu pilihan huruf ,
yang ada, yaitu ;

A. Penilaian atas kondisi saat ini
BRS : Buruk Sekali C : Cukup BS : Baik Sekali
BR : Buruk B : Baik

B. Penilaian atas harapan di masa yang akan datang
TP : Tidak Penting CP : Cukup Penting SP : Sangat Penting
KP : Kurang Penting P : Penting

» Berilah Penilaian Urgensi Penangan atas kondisi/prestasi dari faktor-faktor internal dibawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu
pilihan huruf yang ada, yaitu ;

BP : Belum Penting dilakukan penanganannya PS : Penting Sekali dilakukan penanganannya
P : Penting dilakukan penanganannya APS : Amat Penting Sekali dilakukan penanganannya

Penilaian Responden
FAKTOR INTERNAL Kondisi Saat Ini Harapan di Masa Yang Akan Datang Urgensi Penanganan
(s/d tahun 2008) (Tahun 2009 s.d. 2014)
1 Kemampuan manajerial (perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, pengontrolan dan evaluasi) kepala sekolah BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
dalam mengelola sekolah
2 Kemampuan Guru dalam menguasai materi, struktur, konsep
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
dan pola pikir keilmuan yang mendukung dalam mengajar
3 Kualitas tenaga administrasi, pustakawan, dan laboran sebagai
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
pendukung proses pembelajaran
4 Jumlah tenaga SDM (tenaga pendidik/guru) yang tersedia dari
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
berdedikasi
5 Keberadaan fasilitas fisik layanan khusus (seperti ; Laboraturium

Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

ruang diskusi dan konseling, perpustakaan) sebagai penunjang BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
kegiatan belajar para siswa
6 Kelengkapan sarana belajar utama (gedung sekolah, perabot fisik
peralatan pendidikan, buku, teknologi informasi dan komunikasi) BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
yang menunjang kelancaran proses belajar para siswa
7 Lokasi sekolah terbebas dari gangguan pencemaran udara dari
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
air, serta kebisingan
8 Penerimaan siswa secara selektif dan transparan sesuai
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
dengan aturan yang berlaku
9 Orientasi siswa baru bersifat akademik dan mendidik, jauh
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
dari tindak kekerasan dan berada di bawah pengawasan guru
10 Kemampuan pembiayaan dalam pengadaan sarana dan prasarana
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
sekolah
11 Pengelolaan biaya/anggaran dan dana dari masyarakat untuk
pelaksanaan program kegiatan utama (operasional kegiatan BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
belajar mengajar, pembayaran gaji, transpor, insentif )
12 Kemampuan pembiayaan dalam kegiatan program penunjang
(seperti ;olahraga, lomba sains, ekstrakurikuler, pendalaman BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
materi pengembangan tenaga pendidik tercukupi.
13 Kemampuan sekolah dalam melakukan subsidi silang untuk
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
murid tidak mampu
14 Penerapan Kurikulum Nasional relevan dengan potensi
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
siswa di sekolah

15 Pengembangan kurikulum sekolah sesuai dengan kebutuhan
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
siswa
16 Kurikulum sekolah diterapkan sesuai dengan
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini
17 ketepatan dari penempatan jabatan dan personal yang ada dalam
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
struktur organisasi sekolah mendukung prestasi siswa
18 Pelaksanaan manajemen sekolah secara sinergis sesuai dengan
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
job description yang ditetapkan.

Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

LEMBAR PERTANYAAN KUESIONER
» Berilah Penilaian atas kondisi/prestasi dari faktor-faktor eksternal dibawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu pilihan huruf ,
yang ada, yaitu ;

A. Penilaian atas kondisi saat ini
BRS : Buruk Sekali C : Cukup BS : Baik Sekali
BR : Buruk B : Baik

B. Penilaian atas harapan di masa yang akan datang
TP : Tidak Penting CP : Cukup Penting SP : Sangat Penting
KP : Kurang Penting P : Penting

Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

» Berilah Penilaian Urgensi Penangan atas kondisi/prestasi dari faktor-faktor eksternal dibawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu
pilihan huruf yang ada, yaitu ;

BP : Belum Penting dilakukan penanganannya PS : Penting Sekali dilakukan penanganannya
P : Penting dilakukan penanganannya APS : Amat Penting Sekali dilakukan penanganannya

Penilaian Responden
FAKTOR EKSTERNAL Kondisi Saat Ini Harapan di Masa Yang Akan Datang Urgensi Penanganan
(s/d tahun 2008) (Tahun 2009 s.d. 2014)
1 Pengaruh kondisi lingkungan sekitar terhadap kegiatan proses
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
belajar mengajar
2 Dampak pemberlakuaan otonomi daerah, termasuk otonomi
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
pendidikan dan sekolah (pengelolaan, pembiayaan)
3 Kemampuan dinas pendidikan dalam menseleksi, merekrut kepala
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
sekolah dan tenaga pengajar.
4 Polirtical Will Pemerintah (DEPDIKNAS) dalam meningkatkan
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
mutu pendidikan
5 Kemungkinan tidak adanya peningkatan anggaran pendidikan
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
pusat dan daerah untuk pendidikan

6 Kondisi kesejahteraan , adanya perbedaan gaji/tunjangan antara
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
pendidik tetap dan honorer yang terlalu jauh
7 Akses terhadap pemanfaatan perkembangan IPTEK guna
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
mendukung proses belajar yang interaktif
8 Dampak Keberadaan UU No 220/2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar
BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19/2005
tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
9 Kemungkinan terciptanya Jalinan Kemitraan sekolah dengan
lembaga lain yang relevan ( seperti ; Perguruan Tinggi berkaitan dengan output BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS
dengan investasi (beasiswa) darn pemanfaatan output lulusan
10 Keberadaan dewan pendidikan di setiap wilayah kotamadya
sebagai penyalur aspirasi/keluhan masyarakat terhadap BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS

Strategi peningkatan..., Angki Kusuma Dewi, FE UI, 2010.

2010.. dari melaksanakan program sertifikasi profesi. . Angki Kusuma Dewi. FE UI.. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga penjamin Mutu Pendidikan (LPMP)sebagai lembaga Independen yang memantau BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS penyelenggaraan pendidikan. pendidikan 11 Keaktifan orang tua dalam ikut mengatasi berbagai masalah BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS pendidikan yang ada melalui wadah komite sekolah 12 Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan pendidikan BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS sekolah 13 Dukungan dan Partisipasi Masyarakat terhadap BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS dunia pendidikan 14 Peran serta jasa konsultan pendidikan untuk membantu memberi masukan mengenai tata cara pengelolaan ke sekolah yang BRS BR C B BS TP KP CP P SP BP P PS APS baik sesuai dengan standar proses pendidikan 15 Keberadaan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Strategi peningkatan..