You are on page 1of 23

PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG

LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BAB III
PENGUKURAN VENTILASI TAMBANG BAWAH TANAH

3.1. Tujuan Praktikum


Adapun tujuan dari praktikum pada pengukuran ventilasi tambang bawah
tanah ini, sebagai berikut :
1. Praktikan dapat merangkai pengukuran yang dipergunakan dalam pekerjaan
ventilasi tambang bawah tanah.
2. Praktikan dapat melakukan berbagai kegiatan pengukuran dalam ventilasi
tambang bawah tanah yang meliputi pengukuran kualitas udara, pengukuran
kecepatan aliran udara, pengukuran luas penampang jalur udara, pengukuran
temperatur udara dan pengukuran tekanan udara.
3. Praktikan dapat melakukan perhitungan dari hasil kegiatan pengukuran ventilasi
tambang bawah tanah dan menganalisa hasil perhitungan tersebut.

3.2. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ventilasi tambang,
sebagai berikut :
Hari/Tanggal : Sabtu/07 Mei 2016
Waktu : 08.30 WITA Selesai
Tempat Pelaksanaan : Laboratorium Teknologi Pertambangan, Fakultas Teknik,
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

3.3. Dasar Teori


Pengendalian kuantitas udara berkaitan dengan beberapa masalah seperti,
perpindahan udara, arah aliran, dan jumlah aliran udara. Dalam pengendalian
kualitas udara tambang baik secara kimia atau fisik, udara segar perlu dipasok dan
pengotor seperti debu, gas, panas dan udara lembab harus dikeluarkan oleh sistem
ventilasi.
Dengan memperhatikan beberapa faktor tersebut di atas, maka kebutuhan
udara segar di tambang bawah tanah kadang-kadang lebih besar dari pada
200 cfm/orang atau bahkan hingga 2.000 cfm/orang. Kondisi tambang bawah tanah
saat ini sudah banyak yang menyediakan aliran udara untuk sebanyak 10 20 ton
udara segar per ton mineral tertambang.
(Anonim, 2016)

Khairi Ramdhani 3-1


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

*Sumber : Diklat Ventilasi UNP, 2004

Gambar 3.1
Sistem Aliran Udara

3.3.1. Prinsip Pengendalian Udara dan Kebutuhan Udara Tambang


a. Head Loss
Aliran udara terjadi karena adanya perbedaan tekanan yang ditimbulkan
antar dua titik dalam sistem. Energi yang diberikan untuk mendapatkan aliran yang
tunak (steady), digunakan untuk menimbulkan perbedaan tekanan dan mengatasi
kehilangan aliran (HL). Head loss dalam aliran udara fluida dibagi atas dua
komponen, yaitu : friction loss (Hf) dan shock loss (Hx). Dengan demikian head
loss adalah:
HL = Hf + Hx ...............................................(3.1)

Friction loss menggambarkan head loss pada aliran yang linear melalui
saluran dengan luas penampang yang tetap. Sedangkan shock loss adalah
kehilangan head yang dihasilkan dari perubahan aliran atau luas penampang dari
saluran, juga dapat terjadi pada inlet atau titik keluaran dari sistem, belokan atau
percabangan dan halangan-halangan yang terdapat pada saluran.
b. Mine Head
Untuk menentukan jumlah aliran udara yang harus disediakan untuk
mengatasi kehilangan head (head losses) dan menghasilkan aliran yang diinginkan,
diperlukan penjumlahan dari semua kehilangan energi aliran. Pada suatu sistem
ventilasi tambang dengan satu mesin angin dan satu saluran keluar, kumulatif
pemakaian energi disebut mine head, yaitu perbedaan tekanan yang harus
ditimbulkan untuk menyediakan sejumlah tertentu udara ke dalam tambang.
1) Mine Statik Head (Mine Hs)
Khairi Ramdhani 3-2
H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Mine Statik Head merupakan energi yang dipakai dalam sistem ventilasi
untuk mengatasi seluruh kehilangan head aliran. Hal ini sudah termasuk semua
kehilangan dalam head loss yang terjadi antara titik masuk dan keluaran sistem dan
diberikan dalam bentuk persamaan:

Mine Hs = S HL = S (Hf + Hx) .....................................(3.2)

2) Mine Velocity Head (Mine Hv)


Mine Velocity Head dinyatakan sebagai velocity head pada titik keluaran
sistem. Velocity head akan berubah dengan adanya luas penampang dan jumlah
saluran dan hanya merupakan fungsi dari bobot isi udara dan kecepatan aliran
udara. Jadi bukan merupakan suatu head loss kumulatif, namun untuk suatu sistem
merupakan kehilangan, karena energi kinetik dari udara dilepaskan ke atmosfer.
3) Mine Total Head (Mine HT)
Mine Total Head merupakan jumlah keseluruhan kehilangan energi dalam
sistem ventilasi. Secara matematis, merupakan jumlah dari mine statik (Hs) dan
velocity head (Hv), yaitu :

Mine HT = Mine Hs + Mine Hv..................................(3.3)


(Anonim, 2016)
3.3.2. Psychometry Udara Tambang
Udara segar yang dialirkan kedalam tambang bawah tanah akan mengalami
beberapa proses seperti penekanan atau pengembangan, pemanasan atau
pendinginan, dan pelembaban. Oleh karena itu maka volume, tekanan, kandungan
energi panas dan kandungan airnya juga akan mengalami perubahan. Ilmu yang
mempelajari proses perubahan sifat-sifat udara seperti temperatur dan kelembaban
disebut psikometri.
Ventilasi digunakan untuk memenuhi persyaratan kenyamanan kerja di
tambang bawah tanah yang kelanjutannya dapat meningkatkan efisiensi dan
produksi. Panas dan kelembaban mempengaruhi manusia dalam beberapa hal
antara lain :

Khairi Ramdhani 3-3


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
a. Menurunkan efisiensi kerja
b. Mampu menimbulkan kecerobohan dan kecelakaan saat bekerja
c. Menyebabkan sakit bahkan kematian
Setelah temperatur mencapai tingkat tertentu, seseorang akan kehilangan
efisiensinya, dan bila temperaturnya naik lagi maka dia akan megalami gangguan
fisiologi. Tubuh manusia memiliki keterbatasan dalam menerima panas sebelum
sistem metabolismenya berhenti.
Efisiensi kerja seseorang bergantung langsung kepada temperatur ambient
dan akan berkurang atau menurun bila temperaturnya berada diluar rentang 68O-
72OF. Hubungan antara efisiensi kerja dengan temperatur efektif dapat dilihat pada
gambar 3.2 tersebut.
Dalam kondisi panas, tujuan ventilasi adalah mengeluarkan hawa panas dan
uap air dengan laju yang sesuai, sehingga temperatur dan kelembaban udara yang
dikondisikan memungkinkan pekerja juga melepaskan panas tubuhnya saat bekerja.
Kedua faktor tersebut (panas dan kelembaban) harus dikondisikan secara
bersamaan.

*Sumber : Diktat Ventilasi UNP, 2004

Gambar 3.2
Hubungan antara Efisiensi Kerja dan Temperatur Efektif
Tubuh manusia bereaksi terhadap panas dan selalau mencoba untuk
mempertahankan suhunya sekitar 37oC dengan cara mengeluarkan panas melalui
cara konveksi, radiasi dan evaporasi. Namun demikian tubuh manusia akan
menerima panas kembali begitu produksi metabolismenya naik, atau menyerap
panas dari lingkungannya dan bisa juga kombinasi kedua faktor tersebut. Sistem

Khairi Ramdhani 3-4


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
syaraf sentral akan selalu bereaksi untuk menjalankan mekanisme pendinginan
secara alamiah.

*Sumber : Diktat Ventilasi UNP, 2004

Gambar 3.3
Reaksi Fisiologis terhadap Panas
Bila seseorang istirahat di dalam ruangan dengan kondisi udara jenuh, maka
batas kemampuannya untuk beradaptasi hanya akan mencapai temperatur 90OF
(32OC). Namun bila ruangan tersebut dialiri udara dengan kecepatan 200 fpm maka
batas temperaturnya dapat naik hingga 95OF (35OC). Sedangkan temperatur normal
untuk seseorang dapat bekerja dengan nyaman adalah 26O 27OC.
Perbedaan antara temperatur cembung kering dan cembung basah
menyatakan faktor kenyamanan di dalam udara lembab. Agar seseorang dapat
bekerja dengan nyaman di lingkungan udara dengan kelembaban relatif 80%
diperlukan perbedaan td-tw sebesar 5OF (2,8OC).
Kecepatan aliran udara merupakan faktor utama dalam mengatur
kenyamanan lingkungan kerja. Kecepatan aliran udara sebesar 150500 fpm (0,8
2,5 m/detik) dapat memperbaiki tingkat kenyamanan ruang kerja yang panas dan
lembab. Dalam menduga temperatur efektif dari suatu kondisi td-tw serta kecepatan
aliran udara tertentu dapat menggunakan grafik yang ditunjukkan pada gambar 3.4
tersebut.

Khairi Ramdhani 3-5


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

*Sumber : Diktat Ventilasi UNP, 2004

Gambar 3.4
Grafik Temperatur Efektif
a. Kompresi Adiabatik
Bila kolom udara menurun di dalam suatu vertikal shaft, tekanannya akan
menaik sesuai dengan beratnya. Hal ini akan menyebabkan temperatur udara
menaik dan prosesnya dianggap adibiatik bila kandungan uap air tetap, aliran udara
tidak akan mengalami gesekan dan tidak ada perpindahan panas antara udara
dengan lingkungannya (batuan).
Sudah barang tentu hal ini tidak pernah terjadi di alam. Kenaikan panas
akibat autocompression sangat besar, sebagai contoh suatu tambang emas di Afrika
Selatan yang bekerja pada kedalaman 8.000 ft (2438,8 m) menimbulkan
autokompresi sebesar 1 juta Btu/menit (17.550 kw) atau memerlukan refrigerasi
sebanyak 5.000 ton/hari. Secara teoritik, bila udara standard sebanyak 100.000 cfm
(47,19 m3/det) dimasukkan ke dalam tambang bawah tanah sedalam 1.000 feet
(304,8 m), maka banyaknya refrigerasi yang dibutuhkan adalah 9.637 Btu/menit =
48,2 ton refrigerasi/hari (169,5 kw).
Begitu udara mengalir ke bawah vertical shaft, tanpa ada perpindahan panas
antara vertical shaft dengan udara luar dan tidak ada penguapan, udara sebetulnya
ditekan seperti bila kompresor menekan udara. Temperatur udara kering naik 5,4OF
(3,02OC) setiap perubahan kolom udara 1.000 feet. Setiap penurunan elevasi
sebesar 778 feet, ekuivalen dengan penambahan panas sebesar 1 Btu (0,252 kcal).
Dan untuk udara kering, perubahan temperatur cembung kering adalah 1/
(0,24 x 778) = 0,00535OF/ft (0,00983OC/m) atau sama dengan 1OF/187 feet
(1OC/102 meter). Aliran udara ke bawah shaft akan menaikan temperatur dan bobot
isinya sesuai dengan kedalaman. Maka kebutuhan ventilasi akan meningkat dengan
Khairi Ramdhani 3-6
H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
semakin dalamnya aktivitas penambangan. Faktor lainnya dari kompresi adiabatik
adalah kenaikan temperatur cembung kering udara begitu mengalir melalui fan.
Besarnya kurang lebih 0,45 oF (0,25 oC) per 1 inchi air head statik. Fan yang biasa
dipakai di tambang bawah tanah mampu menekan hingga 10 inchi air head statik.
b. Peralatan Listrik Mekanik
Jumlah panas total yang dikeluarkan oleh peralatan listrik mekanik ke udara
tambang bawah tanah tergantung dari besarnya daya yang dipakai dan bentuk kerja
yang dilakukan. Peralatan yang banyak dipakai di tambang bawah tanah adalah
listrik, diesel dan tekanan udara. Semua jenis peralatan tersebut banyak
menggunakan daya untuk mengatasi masalah beban gesek dan rugi-rugi listrik yang
akhirnya dikonversikan menjadi bentuk panas.
Panas yang dihasilkan oleh peralatan diesel tambang bawah tanah ekuivalen
dengan sekitar 90% dari nilai kalor bahan bakar yang dikonsumsi. Angka ini relatif
sama untuk berbagai kondisi kerja mesin, baik dalam keadaan tidak berbeban
maupun berbeban. Nilai kalor bahan bakar solar yaitu 140.200 Btu/gallon (9.334
kcal/liter).
Peralatan listrik, seperti substation atau trafo merupakan sumber panas yang
cukup berarti. Sekitar 4 % energinya keluar sebagai panas. Pompa non-submersible
bisa mengeluarkan panas sebanyak 15 % dari energi inputnya.
b. Aliran Panas Dinding Batu
Persamaan umum aliran panas melalui dinding dapat juga ditulis sebagai
berikut :
....................................................(3.4)
Dimana : Q = kA.

Q = Panas yang dialirkan (Btu/jam)


A = Luas daerah dinding yang mengeluarkan panas (ft2)
k = Konduktivitas panas, relatif tetap untuk satu jenis batuan (Btu-in/ft2jamOF)
dt = Perbedaan temperatur (OF)
dL = Ketebalan batuan yang mengeluarkan panas (inchi)
Karena aliran panas dari dinding merupakan satu-satunya sumber panas
yang masuk ke tambang, maka penentuan laju pengeluaran panasnya secara
vertikal dan horisontal tidak dapat ditentukan secara teliti. Dalam penentuan
temperatur batuan biasanya batas kedalaman minimum 50 feet dianggap sebagai
awal perhitungannya.

Khairi Ramdhani 3-7


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
c. Panas dari Peledakan
Panas peledakan merupakan panas singkat yang akibatnya bisa membuat
lingkungan udara di front kerja menjadi relatif lebih panas dari pada tempat
sekitarnya. Oleh karena itu aliran udara dapat berbalik kembali ke front kerja, tempat
dimana peledakan baru saja terjadi. Konsekuensinya debu akibat bongkaran batuan
tidak terbawa keluar. Hal lain yang mungkin juga terjadi dari aktivitas peledakan
adalah meningkatnya uap air di sekitar front kerja tersebut.
d. Penentuan Sifat Psikometri Udara
Penentuan sifat psikometri suatu udara pada kondisi tertentu disebut titik
keadaan (state point) dapat ditentukan ditemperatur cembung kering dan cembung
basah pada kondisi tekanan atmosfir tertentu. Perhitungan sifat-sifat psikometri
udara dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan hitungan tekanan uap
jenuh berikut:
1) Tekanan Uap Jenuh pada td (Ps)
17, 27td - 552, 64
p s = 0,18079 exp inHg

td + 395,14
............................(3.5)
17, 27td
p s = 0, 6105exp kPa
td + 237,3
2) Menentukan Semua Parameter Pada Titik Keadaan (State Point)
a) Tekanan Uap (Pv)
( ps - ps ')(td - t w )
pv = ps '- inHg
2800 - 1,3tw
............................(3.6)
pv = ps '- 0, 000644 pb (td - tw )kPa
pv = ps '- 0, 00036( pb - ps ')(td - tw )inHg
b) Kelembaban Relatif ()
pv
F= x100% .................................................(3.7)
ps
c) Kelembaban Spesifik (W)
pv
W = 0,622 ..............................................(3.8)
pb - pv

Khairi Ramdhani 3-8


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
d) Derajat Kejenuhan ()
W
m= x100% ................................................(3.9)
Ws
e) Volume Spesifik (V)
R.td
v= ..................................................(3.10)
pa
f) Bobot Isi Udara (Udara Basah) (w)
1
w= (W - 1)lb / ft 3 (kg / m3 )
v
1,325
w= ( pb - 0,378 pv ')lb / ft 3 .............................(3.11)
td
1
w= ( pb - 0,378 pv ') kg / m3
0, 287td
g) Entalpi (h)
h = ha + hv = c p td + W (h fg + h1 )
h = 0, 24td + W (1060 + 0, 45td ) Btu / lb udara kering .................(3.12)
h = 1.005td + W (2,5016 + 0, 001884td ) kJ / kg

Khairi Ramdhani 3-9


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
3.4. Peralatan Praktikum
Adapun peralatan ventilasi yang digunakan pada praktikum, sebagai berikut :
1. Mine Fan
Mine Fan digunakan untuk menyuplai udara dari luar tambang bawah tanah
ke dalam tambang bawah tanah dengan kecepatan tertentu serta debit udara
tertentu sesuai dari kecepatan udara yang disuplai, dimana udara disuplai dengan
menggunakan wire flexible atau mine duct.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.5
Mine Fan

2. Wire Flexible atau Mine Duct


Wire Flexible digunakan sebagai penghantar supply udara dari mine fan ke
bagian dalam tambang bawah tanah, dengan panjang tertentu sesuai dengan
penggunaannya pada lokasi yang dilakukannya penambangan.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.6
Wire Flexible

Khairi Ramdhani 3-10


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
3. Anemometer
Anemometer digunakan untuk menghitung kecepatan angin yang dihasilkan
mine fan pada jalur wire flexible.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.7
Anemometer

4. Sling Psychometer
Sling Psychometer digunakan untuk mengukur kelembaban udara dalam
ruang terbuka, serta juga mengukur udara yang disuplai ke area penambangan
bawah tanah.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.8
Sling Psychometer

Khairi Ramdhani 3-11


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
5. Baut
Baut digunakan sebagai penyambung dari hanger agar hanger dapat
tersambung hanger satu dengan hanger yang lain.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.9
Baut
6. Hanger
Hanger digunakan sebagai tempat menggantungkan wire flexible agar posisi
wire flexible berada di atas bergantung.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.10
Hanger

Khairi Ramdhani 3-12


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
7. Hook
Hook digunakan sebagai pengait dari wire flexible terhadap hanger supaya
hanger berposisikan tergantung di atas.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.11
Hook

8. Hanger Stand
Hanger Stand digunakan sebagai tempat meletakkan hanger untuk
menggantungkan wire flexible.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.12
Hanger Stand

Khairi Ramdhani 3-13


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
9. Fan Stand
Fan Stand digunakan sebagai meletakkan mine fan sebagai penyuplai udara
dengan mengkondisikan posisi dari wire flexible.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.13
Fan Stand

10. Meteran
Meteran digunakan sebagai alat mengukur dari dimensi terowongan pada
tambang bawah tanah.

*Sumber : Laboratorium Teknologi Pertambangan ULM, 2016

Gambar 3.14
Meteran

Khairi Ramdhani 3-14


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
3.5. Langkah Kerja
Adapun langkah kerja dari pengukuran ventilasi tambang bawah tanah,
sebagai berikut :
1. Menyiapkan seluruh peralatan yang akan dipergunakan.
2. Merangkai jaringan ventilasi tambang dengan menghubungkan antara fan
dengan wire flexible.
3. Menghidupkan fan, kemudian melakukan pengukuran kecepatan aliran udara
yang dihembuskan pada penampang terowongan atau hose (atas, tengah dan
bawah) disetiap jarak yang ditentukan menggunakan anemometer.
4. Mengukur kelembaban relative, temperatur kering dan temperatur basah di
sekitar jaringan vetilasi tambang dengan mengunakan sling psycometry setiap
jarak yang ditentukan
5. Mencatat data yang ditunjukkan oleh alat ukur sling psychometry.
6. Mencatat data yang ditunjukkan oleh alat ukur anemometer.
7. Mematikan fan, setelah seluruh kegiatan pengukuran selesai dilakukan.
8. Merapikan peralatan praktikum.

Khairi Ramdhani 3-15


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
3.6. Data Hasil Kegiatan
Data hasil kegiatan yang diperoleh pada praktikum pengukuran ventilasi
tambang bawah tanah, sebagai berikut :
Tabel 3.1
Data Kuantitas Udara
Kecepatan (V) Luas
Jarak (m/s) Vrata-rata Debit (Q)
Penampang (A)
(m) (m/s) (m/s)
Atas Tengah Bawah (m)
0 9,023 9,437 8,631 9,0303 2.8649 25.8706
1 5,971 5,623 5,109 5,5676 2.8649 15.9506
2 2,057 1,811 1,928 1,9320 2.8649 5.5349
3 1,227 1,407 1,232 1,2886 2.8649 3.6918
4 1,629 2,217 1,576 1,8073 2.8649 5.1778

Tabel 3.2
Data Temperatur Efektif
Jarak td tw
(m) (C) (C)

0 33,75 33,0

1 33,5 32,9

2 33,0 32,2

3 33,4 32,8

4 33,5 32,5

Tabel 3.3
Data Sifat Psikometri Udara
td tw
Keterangan
(C) (C)
Depan Pintu Laboratorium Teknologi
32,5 32,0
Pertambangan

33,0 32,0 Depan Jaw Crusher

32,75 32,0 Samping Bench

33,0 32,1 Depan Bench

Khairi Ramdhani 3-16


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
3.7. Pengolahan Data
Pengolahan data hasil kegiatan praktikum pengukuran ventilasi tambang
bawah tanah, sebagai berikut :
1. Luas Tunnel (Terowongan)
Perhitungan luas penampang dari tunnel (terowongan) pada tambang bawah
tanah, sebagai berikut :
Luas Tunnel = Luas Persegi + Luas Lingkaran
1m
Luas Tunnel = (Tinggi x Lebar) + ( D2)
Luas Tunnel = (2,06 m x 1,2 m) + ( x 3,14 x 12)
Luas Tunnel = 2,8649 m2
2,06 m

1,20 m
2. Perhitungan konversi Celcius (oC) menjadi Fahrenheit (oF)
Setiap perhitungan konversi suhu dari Celcius (oC) menjadi Fahrenheit (oF)
dilakukan dengan perhitungan, sebagai berikut :

noC = (n 9/5) +...............................................(3.13)


32

Contoh Perhitungan :
td (oC) = 33,75 oC tw (oC) = 33 oC
td (oF) = (33,75 9/5) + 32 tw (oF) = (33 9/5) + 32
td (oF) = 92,75 oF tw (oF) = 91,4 oF
td (oF) 93F tw (oF) 91F
3. Perhitungan konversi kecepatan (Velocity/V) satuan (m/s) menjadi (feet/m)
Setiap perhitungan konversi kecepatan dari satuan (m/s) menjadi (feet/m)
dilakukan dengan perhitungan, sebagai berikut :
1 (m/s) = 196,8503937 (feet/m)
Contoh Perhitungan :
V (m/s) = 9,0303 m/s
V (feet/mnt) = 9,0303 m/s x 196,8503937 (feet/m)
V (feet/mnt) = 1777,61811 (feet/menit)

Tabel 3.4
Pengolahan Data Temperatur Efektif
Khairi Ramdhani 3-17
H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Data Awal Data Konversi
Jarak
td tw Vrata-rata td tw Vrata-rata
(m)
(C) (C) (m/s) (F) (F) (ft/m)
0 33,75 33,0 9,0303 92,75 91,40 1777,6247
1 33,5 32,9 5,5677 92,30 91,22 1095,9974
2 33,0 32,2 1,9320 91,40 89,96 380,3150
3 33,4 32,8 1,2887 92,12 91,04 253,6745
4 33,5 32,5 1,8073 92,30 90,50 355,7743

Tabel 3.5
Pengolahan Data Sifat Psikometri Udara
td tw td tw
Keterangan
(C) (C) (F) (F)
Depan Pintu Laboratorium
32,5 32,0 90,5 89,6
Teknologi Pertambangan
33,0 32,0 91,4 89,6 Depan Jaw Crusher
32,75 32,0 90,95 89,6 Samping Bench
33,0 32,1 91,4 89,78 Depan Bench

4. Perhitungan Psikometri
Adapun perhitungan-perhitungan dari data psikometri udara pada ventilasi
tambang bawah tanah, sebagai berikut :
Contoh Perhitungan :
Diketahui Data :
Jarak (m) = 1 meter
td (oF) = 92,30 oF Ps = 1,5136 inHg
tw (oF) = 91,22 oF Ps = 1,4671 inHg
Pb = 29,921 inHg Ws = 232,4 grain/lb
Perhitungan Psikometri :
a. Tekanan Uap (Pv)
Pv = Ps (Pb - Ps) x (td - tw)
2800 1,3 tw
Pv = 1,4671 inHg (29,921 inHg 1,4671 inHg) x (92,30 oF 91,22 oF)
2800 1,3 (91,22 oF)
Pv = 1,45564 inHg

Khairi Ramdhani 3-18


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
b. Kelembaban Relatif ()

= Pv x 100 %
Ps
= 1,45564 inHg x 100 %
1,5136 inHg
= 96,17069 %

c. Kelembaban Spesifik (W)


W = 0,622 x Pv
Pb - Pv
W = 0,622 x 1,45564 inHg
29,921 inHg 1,45564 inHg
W = 0,03181 lb/lb

d. Derajat Kejenuhan ()
= W x 100 %
Ws
1 kg = 15.432 grain, 1 grain = 6,48 x 10-5 kg
1 lb = 0,4536 kg
Jadi, 1 grain = 0,0000648 kg
lb 0,4536 kg
1 (grain/lb) = 0,0001428 (kg/kg)/(lb/lb)
Ws = 232,4 (pembacaan pada tabel data psikometri untuk campuran udara
air dan uap air)
Ws = 232,4 x 0,0001428 (kg/kg)/(lb/lb)
= 0,03318672 lb/lb
Sehingga Derajat Kejenuhan :
= W x 100 %
Ws
= 0,03181 lb/lb x 100 %
0,03318 lb/lb
= 95,84362 %

Khairi Ramdhani 3-19


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
e. Volume Spesifik (V)
V = 53,3 (460 + td)
Pa (0,491) (144)
Pa = Pb - Pv
Pa = 29,921 inHg 1,45564 inHg
Pa = 28,46536 inHg
V = 53,3 (460 + td)
Pa (0,491) (144)
V = 53,3 (460 + 92,3)
28,46536 x 0,491 x 144
V = 14,62654 ft3/lb

f. Bobot Isi Udara (Udara Basah) (w)


w = 1 (W + 1)
V
w = 1 x (0,03181 + 1)
14,62654
w = 0,06626 lb/ft3

g. Entalpi (h)
h = w (1060 + 0,45 td)
h = 0,06626 x (1060 + (0,45 x 92,3))
h = 72,98912 Btu/lb

Khairi Ramdhani 3-20


H1C113061
H1C113061
Khairi Ramdhani
Hasil Pengolahan Data Perhitungan PsikometriTabel 3.6

Pb Pv h
Jarak (F)td (F)tw (inHg)Ps (inHg)Ps' (inHg)Pa (%) (lb/lb)(grains/
W lb)Ws (%) (ft3/lb)V (lb/ft3)w
(inHg) (inHg) (Btu/lb)

0 92,75 91,40 1,5613 1,4671 29,921 1,45277 28,4682 93,0489 0,03174 240,1 92,5779 14,6369 0,06622 72,9551

1 92,30 91,22 1,5136 1,4671 29,921 1,45564 28,4653 96,1706 0,03181 232,4 95,8436 14,6265 0,06626 72,9891
PERTAMBANGAN
PERTAMBANGAN

2 91,40 89,96 1,4671 1,4218 29,921 1,40650 28,5145 95,8697 0,03068 224,9 95,5318 14,5775 0,06656 73,2875
FAKULTAS TEKNIK

3 92,12 91,04 1,5136 1,4671 29,921 1,45564 28,4653 96,1707 0,03181 232,4 95,8436 14,6217 0,06628 73,0075
PROGRAM STUDI TEKNIK
LABORATORIUM TEKNOLOGI

4 92,30 90,50 1,5136 1,4218 29,921 1,40268 28,5183 92,6714 0,03059 232,4 92,1847 14,5993 0,06646 73,2110
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

3-21
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

(m)

Khairi Ramdhani 3-22


H1C113061
PRAKTIKUM VENTILASI TAMBANG
LABORATORIUM TEKNOLOGI
PERTAMBANGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK
PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
3.8. Pembahasan
Pada praktikum pengukuran ventilasi tambang bawah tanah kali ini dilakukan
kuantitas ventilasi tambang yaitu simulasi pengukuran kecepatan aliran udara dan
temperatur efektif menggunakan alat anemometer dan sling psychometer pada
simulasi ventilasi tambang, serta melakukan pengolahan data perhitungan
psikometri udara tambang bawah tanah dari data yang telah diperoleh.
Pada tabel 3.6 hasil pengolahan data psikometri dimana jarak ukurnya
dimulai dari 0 meter hingga berjarak 4 meter dengan pengukuran langsung pada
wire flexible yang disuplai udara. Nilai debit (Q) bervariasi dimana luas penampang
dari terowongan sebesar 2,8649 meter2 serta pengukuran kecepatan udara pada
jarak dari 0 hingga berjarak 4 meter bernilai bervariasi. Kecepatan tertinggi
9,0303 m/s berjarak 0 meter dengan debit (Q) sebesar 25,8706 m3/s dan kecepatan
terendah sebesar 1,2887 m/s berjarak 3 meter dengan debit (Q) sebesar
3,6918 m3/s.
Sedangkan untuk data pengukuran sifat psikometri udara dan temperatur
efektif dilakukan dengan menggunakan alat sling psychometer. Dari pengukuran ini
didapatkan dua buah temperatur, yaitu data temperatur basah (tw) dan data
temperatur kering (td) dengan jarak yang telah ditentukan yaitu dari 0 meter hingga 4
meter. Dimana data temperatur tersebut didapatkan dengan satuan Celcius (OC),
dalam pengolahan datanya untuk temperatur pada ventilasi tambang bawah tanah
menggunakan Fahrenheit (OF). Dalam pengukuran sifat psikometri temperatur
menjadi salah satu parameter penting karena perhitungannya berhubungan banyak
dengan perhitungan sifat psikometri udara.
Pengukuran sifat psikometri udara tambang ini meliputi perhitungan
mengenai Tekanan Uap (Pv), Kelembaban Relatif (), Kelembaban Spesifik (W),
Derajat Kejenuhan (), Volume Spesifik (V), Bobot Isi Udara (Udara Basah) (w) dan
Entalpi (h). Hasil pengolahan data perhitungan sifat psikometri udara dimuat dalam
tabel 3.6 tersebut.

Khairi Ramdhani 3-23


H1C113061