METODE CANTOL ROUDHOH

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD
Dosen Pengampu : Muchamad Fauyan, M. Pd.

Kelas: D
Disusun Oleh :

1. Hasna Habibah (2023114001)
2. Dina Akmalia (2023114015)
3. Fina Mafazah (2023114016)
4. Maftukharizkoh (2023114059)
5. Faiqotus Sakinah (2023114192)

PROGRAM STUDI PGMI
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2016
PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Cantol Roudhoh
Lancar Membaca melalui Lagu, Game, dan Animasi dengan Metode
Cantol Roudhoh. Untuk Anak TK dan SD, bahkan bisa digunakan oleh anak
usia 3 tahun. Metode Cantol adalah salah satu tekhnik menghapal yang
dikembangkan dalam “Quantum Learning”. Dalam penerapanya metoda ini
bersosialisasi dalam persamaan bunyi dan bentuk visual. Sebagai contoh salah
satu teknik menghapal dengan metode Cantol adalah ketika di SMA, ada suatu
pelajaran dari ilmu kimia tentang menghapal unsur kimia, di antaranya
menghapal unsur golongan VII A yang terdiri dari unsur Helium, Neon,
Argon, Kripton, Xenon dan Rn. Untuk memudahkan menghapal dibuatlah
kalimat, yaitu: hehoh negara argentina karena xenat runtuh. Dengan mudah
dapat menghapal nama-nama unsur kimia tiap golongan.
Metode Cantol Roudhoh mulai dikembangkan pada tahun 2000 oleh
Ibu Erna Nurhasanah Kusnandar dan Bapak Yudi Kusnandar, S.Si. Selama
tiga tahun metode ini diterapkan kepada anak-anak pra sekolah, baik dalam
bentuk privat maupun klasikal di kelas. Selama masa tersebut anak-anak dapat
membaca dengan lancar rata-rata 20-30 kali pertemuan atau 20-30 jam.
Selama waktu itu metode ini mengalami penyempurnaan dengan
dibuatnya alat peraga dan lagu sebagai media untuk mempermudah anak
memahami apa yang diberikan. Dan akhirnya untuk membantu anak di rumah,
dibuat media lain yang mempermudah dalam bentuk media visual yaitu VCD.
Saat ini metode membaca Cantol telah diterapkan di beberapa TK dan RA
dalam bentuk klasikal di kelas.
Metode Cantol adalah metode yang cocok untuk memudahkan anak
mengingat kembali simbol huruf. Pengenalan membaca yang efektif adalah
mengenalkan seluruh bunyi suku kata dasar yang menjadi pembentukan kata
dalam bahasa Indonesia. Dan tahap selanjutnya adalah “kata” yang dikenalkan
kepada anak. Pembentuk kata dalam Bahasa Indonesia terdiri dari 100 suku
kata. Ke-100 kata ini dapat lebih disederhanakan lagi menjadi 20 kelompok
yang disebut Paket Satu.
Paket satu itu adalah:
Kelompok 1 : ba, bi, bu, be, bo.
Kelompok 2 : ca, ci, cu, ce, co.
….. sampai dengan …..
Kelompok 20 : za, zi, zu, ze, zo.
Suku kata xa, xi, xu, xe, xo, tidak dimasukan dalam paket ini, karena
dalam Bahasa Indonesia jarang sekali ditemukan kata yang berbentuk dari
suku kata tersebut. Di samping itu pada tahap sekolah dasar kata-kata yang
ditemukan masih sederhana. Marilah kita lihat daftar suku kata pada tiap
kelompok:
ba ca da fa ga ……………………………….. za
bi ci di fi gi ……………………………….. zi
bu cu du fu gu .………………………………. zu
be ce de fe ge ....…………………………….. ze
bo co do fo go ……………………………….. zo
Dalam pengenalan suku kata, irama bunyi tiap kelompok sama yaitu:
a, i, u, e, o. Apabila anak sudah dapat menangkap titian ingatan ini sama
dengan kelompok-kelompok suku kata lainnya, maka ia sudah dapat menduga
suku kata kelompok lain yang belum dikenalkan kepadanya. Apabila ia sudah
dapat mengenal huruf dari a sampai z, maka ia dapat menebak dengan benar
bunyi suku kata tersebut. Misalnya ia baru dikenalkan pada kelompok suku
kata ga, gi, gu, ge, go. Apabila titian ingatan sudah dipahami, maka ia dapat
mengetahui kelompok lainnya dari huruf yang ia kenal. Ia akan mengetahui
bunyi kelompok ha, ja, dan selanjutnya. Jadi ia akan cepat sekali mengenal
seluruh suku kata. Tetapi bagi anak yang belum mengetahui huruf perlu suatu
kerangka pikiran yang dapat membantu untuk mengingatnya dengan mudah.
Di sinilah metode Cantol sangat efektif dalam membantu kerangka pikiran
anak bagi anak yang belum kenal huruf. Terlebih-lebih anak yang sudah
mengenal huruf.
Pada metode membaca ini anak diarahkan untuk terlebih dahulu
menguasai titian ingatannya. Anak akan mengetahui bunyi kelompoknya,
cukup apabila ia mengetahui bunyi awal kelompok suku kata tersebut, yaitu
ba, ca, da, dan seterusnya. Untuk membantu anak sebagai sandaran dalam
pola berfikir, maka suku awal diberi cantolan berupa nama-nama benda yang
bunyi suku awalnya sama dengan bunyi suku awal tiap kelompok. Misalnya
kelompok 1 cantolannya “baju”, kelompok 2 “cabe”, kelompok 3 “dadu” dan
seterusnya. Nama benda-benda yang diijadikan cantolan diusahakan dikenal
anak. Cantolan diterapkan dalam bentuk kartu-kartu yang dijadikan sebagai
alat peraga. Misalnya kelompok 1 kartu bergambar baju, kelompok 2 kartu
bergambar cabe dan seterusnya.
Marilah kita lihat sebuah cantolan kelompok 1 yaitu “baju”. Pada
penerapannya, anak dikenalkan mengenai “baju” itu sendiri, anak ditekankan
pada bunyi suku kata awal yaitu “ba”. Begitupun untuk cantolan cabe yaitu ca
dan cantolan lainya. Apabila anak sudah memahami titian ingatan tiap
kelompok, maka dengan sendirinya ia akan mengenal tiap kelompok suku
kata melalui cantolan ini. Untuk membantu anak menghapal cantolan dan
kelompok suku katanya, maka diberi lagu yang disukai dan mudah diingat
oleh anak dan ini memang terbukti sangat efektif. Anak-anak begitu kuat
daya ingatnya terhadap metoda cantol ini. Dalam metoda cantol ini anak-anak
cukup mengenal dan mengingat ke-21 nama cantolan, maka ia dengan mudah
dapat membaca dengan lancar. Ke-21 cantolan tersebut merupakan sesuatu
yang dikenal anak, seperti cabe, dadu, gajah. Untuk kelompok qa, ya, dan za
nama cantolan diasosiasikan dengan nama orang. Kelompak qa diasosiasikan
dengan nama “qanjim” seorang bayi yang sedang menangis, kelompok ya
dangan nama laki-laki “yana” yang sedang terkejut, kelompok za dengan
anak wanita “zahra” yang sedang tertawa.
Bagaimana Metode Cantol ini dapat diterapkan dalam tehnik
membaca? Pada metode membaca ini anak diarahkan untuk terlebih dahulu
menguasai titian ingatannya. Anak akan mengetahui bunyi kelompoknya,
cukup apabila ia mengetahui bunyi awal kelompok suku kata tersebut, yaitu
ba, ca, da, dan seterusnya. Untuk membantu anak sebagai sandaran dalam
pola berfikir, maka suku awal diberi cantolan berupa nama-nama benda yang
bunyi suku awalnya sama dengan bunyi suku awal tiap kelompok. Misalnya
kelompok 1 cantolannya “baju”, kelompok 2 “cabe”, kelompok 3 “dadu” dan
seterusnya. Nama benda-benda yang diijadikan cantolan diusahakan dikenal
anak.
Cantolan diterapkan dalam bentuk kartu-kartu yang dijadikan sebagai
alat peraga. Misalnya kelompok 1 kartu bergambar baju, kelompok 2 kartu
bergambar cabe dan seterusnya. Marilah kita lihat sebuah cantolan kelompok
1 yaitu “baju”. Pada penerapannya, anak dikenalkan mengenai “baju” itu
sendiri, anak ditekankan pada bunyi suku kata awal yaitu “ba”. Begitupun
untuk cantolan cabe yaitu ca dan cantolan lainya. Apabila anak sudah
memahami titian ingatan tiap kelompok, maka dengan sendirinya ia akan
mengenal tiap kelompok suku kata melalui cantolan ini. Untuk membantu
anak menghapal cantolan dan kelompok suku katanya, maka diberi lagu yang
disukai dan mudah diingat oleh anak dan ini memang terbukti sangat efektif.
Anak-anak begitu kuat daya ingatnya terhadap metoda cantol ini.
Dalam metoda cantol ini anak-anak cukup mengenal dan mengingat ke-21
nama cantolan, maka ia dengan mudah dapat membaca dengan lancar. Ke-21
cantolan tersebut merupakan sesuatu yang dikenal anak, seperti cabe, dadu,
gajah. Untuk kelompok qa, ya, dan za nama cantolan diasosiasikan dengan
nama orang. Kelompak qa diasosiasikan dengan nama “qanjim” seorang bayi
yang sedang menangis, kelompok ya dangan nama laki-laki “yana” yang
sedang terkejut, kelompok za dengan anak wanita “zahra” yang sedang
tertawa. Ada 4 (empat) media yang tersedia dalam metode Cantol Roudhoh,
yaitu:
1) VCD Animasi Lagu
VCD Animasi Lagu ini terdiri dari 21 suku kata ba-bi-bu-be-bo
sampai dengan za-zi-zu-ze-zo ditambah nga-ngi-ngu-nge-ngo dan nya-nyi-
nyu-nye-nyo, kecuali kelompok fa tidak ada lagunya. Isi lagu bertemakan
cantolan dengan suku katanya. Misalnya: baju dengan ba-bi-bu-be-bo.
Dalam VCD ini ditampilkan gambar cantolan dengan suku katanya. Untuk
mempercepat anak hafal cantolan dan kelompok suku katanya, VCD ini
dapat didengarkan tiap hari kepada anak.
2) VCD Penuntun
VCD Penuntun di paket LBMA terdiri dari dua disk berisi animasi
film kartun tentang petualangan seorang anak perempuan bernama Zahra
di Pulau Baca. Dikisahkan Zahra dapat berubah menjadi Super Zahra
berusaha mengambil bonekanya yang telah direbut oleh Bubu si Buaya
nakal. Super Zahra mengejar Bubu yang lari ke sebuah pulau bernama
Pulau Baca. Di pulau inilah Zahra menemukan petualangan yang
mengasyikan dengan bertemu tokoh-tokoh Pulau Baca dan petarungan
seru pun terjadi dengan si Bubu. Anak dibawa ikut terlibat aktif dalam
cerita kartun ini dan tanpa disadari anak dapat membaca dengan “Nonton
Sambil Belajar“.
VCD Penuntun di paket LBML terdiri dari dua disk berisi tentang
cerita tentang sebuah cantolan, tebak suku kata, dan bacaan suku kata
sampai penggabungan suku kata (pada intinya adalah kartu bacaan yang
ditampilkan dalam bentuk VCD), dan lagu. CD Penuntun di paket LBMG
terdiri dari satu CD berisi game interaktif. CD interaktif ini dirancang agar
anak dapat belajar mandiri dalam suasana yang menyenangkan. Dalam CD
ini anak langsung dibimbing oleh media ini, anak memainkan tombol-
tombol perintah yang ada. Untuk mengoperasikannya, CD ini harus dibuka
di komputer atau laptop, dengan menginstal program yang disediakan.
Orang tua sebaiknya mendampingi putra-putri ketika belajar menggunakan
CDinteraktifini.
3) Lingkaran Cantol
Lingkaran Cantol atau menebak kata dengan gambar adalah salah
satu media untuk mengevaluasi anak sampai di mana penguasaan anak
terhadap kelompok suku kata. Cantolan-cantolan berupa gambar sebagai
pegangan anak untuk mengingat bunyi suku kata. Bentuk permainan tebak
kata yang dapat dilakukan adalah menyebut urutan suku kata dengan irama
berurutan a-i-u-e-o atau menebak satu suku kata. Dalam permainan urutan
suku kata, orang tua atau anak secara bergantian menunjuk barisan suku
kata yang diinginkan. Anak atau orang tua menyebut suku kata dengan
irama a-i-u-e-o yang ditunjuk. Hal tersebut untuk memasukkan titian
ingatan. Apabila anak lupa, maka perlihatkan gambar yang ada dalam
lingkaran cantol tersebut. Sedangkan dalam permainan tebak suku kata,
anak atau orang tua secara bergantian menunjuk satu sukua kata secara
acak. Apabila anak lupa, maka orang tua memperlihatkan gambar dan
menyebut barisan suku katanya secara berurut.
4) Kartu Bacaan
Kartu bacaan vokal yang bergambar seorang anak wanita yang
sedang membaca. Kartu ”ng” bergambar kucing. Kartu bergambar
obeng. Kartu bacaan kelompok ”nga”, bergambar 3 anak sedang
ngaji. Kartu bacaan kelompok ”nya”, bergambar nyamuk.
Kartu bacaan kelompok konsonan, bergambar rumah.
Kartu Bacaan terdiri dari 26 buah di mana 21 buah kartu bergambarkan
cantolan dan 5 buah kartu sebagai penguasaan akhir anak membaca.
Kartu ini berfungsi sebagai evaluasi akhir anak dalam menguasai
setiap tahapan yang diberikan. Pemberian kartu bacaan ini bersamaan
dengan pengenalan lingkaran cantol. Jadi setiap lingkaran cantol
memberikan pengenalan suatu barisan misalnya ba-bi-bu-be-bo kartu suku
kata pun diberikan sesuai dengan barisannya. Dalam kartu bacaan terdapat
cover depan, halaman dalam dan halaman belakang. Di cover depan
terdapat gambar cantolan dan bunyi suku kata awal tiap kelompok.
Halaman dalam terdiri dari bacaan suku kata dan penggabungan dua suku
kata. Sedangkan halaman belakang, mula-mula dibaca baris ke kanan,
kemudian membaca kolom ke bawah. Apabila anak malas untuk membaca
kartu suku kata, Anda dapat menggunakan VCD penuntun. Namun
usahakan anak dapat membacanya untuk bahan evaluasi.
B. Kelebihan Metode Cantol Roudhoh
Metode cantol roudhoh juga memiliki beberapa kelebihan, berikut
adalah kelebihan metode ini :
a) Anak cepat dan mudah dapat membaca rata-rata dalam 20-32 jam
b) Metode ini disampaikan dengan bermain, bernyanyi dan bercerita,
sehinnga bisa menarik perhatian siswa yang sedang belajar membaca,
dapat merangsang daya imajinasi anak-anak dan menciptakan suasana
nyaman dan menyenangkan bagi anak dengan metode tersebut.
c) Dalam metode ini terdapat banyak 20 lagu riang yang sudah di
persiapkan dan disesuaikan dengan metode tersebut sehingga anak
mudah meingatnya dan memudahkan anak yang sedang belajar
membaca.
d) Menggunakan alat peraga yang sangat disukai anak
e) Anak dapat menulis dengan lancar dan dapat menumbuhkan minat baca
yang tinggi
f) Memudahkan anak dalam mengingat kembali simbol-simbol huruf.
g) Mengembangkan 5 aspek kemampuan anak yang dibutuhkan di SD
yaitu MASEK (Moral, Agama, Sosial, Emosional, dan kemandirian),
Bahasa, Kognitif, seni dan fisik.
h) Memaksimalkan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestik sehingga
dapat meningkatkan kecerdasan anak.
i) Dapat untuk terapi anak autis dan hiperaktif.
j) Sudah teruji di 50 kota besar di Indonesia sejak tahun 2000.
C. Kekurangan Metode Cantol Roudhoh
a) Pengajaran membaca pada metode ini yang diterapkan di luar sekolah
seperti tempat kursus/les privat yang menggunakan metode ini biaya
yang dikeluarkan sangat mahal.
b) Membutuhkan waktu yang lama butuh proses dalam belajarnya
c) Metode ini tidak bisa diterapkan di sekolah yang keterbatasan sarana
prasarananya atau fasilitas yang mendukung metode tersebut
d) Metode ini tidak dikhususkan untuk anak usia 9-10 tahun karena usia 9-
10 tahun itu menyebabkan anak akan mengalami kejenuhan dan
kebosanan sesuai dengan IQ anak usia 9-10 tahun dan metode ini
dikhususkan untuk anak usia dini yaitu usia1- 4 tahun yaitu anak pra
sekolah, TK dan SD ( hanya untuk kelas 1-3)
e) Bagi anak kesulitan belajar membaca yang kurang mengenal huruf akan
mengalmi kesulitan merangkaikan huruf menjadi suku kata
D. Alasan Memilih Metode Cantol Roudhoh
Alasan kami memilihi metode cantol roudhoh karena metode ini
metode yang sangat berhubungan erat dengan dunia anak. Setiap anak senang
menyanyi, mendengar cerita dan menonton. Anak akan cepat menghafal setiap
lagu yang didengar dan mudah mengingat setiap apa yang ditonton. Media ini
sangat efektif sebagai sarana belajar dengan konsep “Bermain Sambil
Belajar”.
Metode cantol roudhoh sangat berpengaruh terhadap kemampuan
membaca dini anak dan juga berpengaruh dalam kegiatan pembelajaran dalam
mengembangkan kemampuan berbahasa anak dalam hal membaca dini. Dan
metode cantol roudhoh ini banyak disukai oleh anak-anak karena metode ini
pengajarannya disertai dengan lagu anak anak sehingga dapat memudahkan
anak dalam belajar
Karena hal ini kami mempunyai pandangan bahwa Metode Cantol
Roudhoh merupakan metode yang tepat digunakan oleh pendidik untuk
mengajari siswanya belajar membaca. Bahkan metode ini tidak hanya bisa
digunakan oleh pendidik saja, orang tua sebagai orang terdekat siswa dapat
menggunakan metode ini untuk mengajari anaknya membaca.
Meskipun kami sadar, bahwa dalam metode ini masih terdapat
kekurangan, namun Metode Cantol Roudhoh ini bisa menjadi salah satu
metode andalan untuk mengajari anak membaca. Kami berpendapat bahwa
semua metode untuk belajar membaca memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing, termasuk Metode Cantol Roudhoh.