You are on page 1of 2

ANALISIS ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY.

D NCB SMK DENGAN BBLR, RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME DAN SEPSIS

N Diagnosa / Pengamatan Clinical judgement Problem Solving


O masalah/
Subjektif Objektif Critical thinking Clinical Critical Thinking Prioritas Tindakan
kebutuhan judgement

1. Bayi D NCB SMK 1. Bayi mengalami k/u bayi lemah BBLR adalah bayi dengan Dari hasil 1. menginformasikan 1. Melakukan informed
dengan BBLR sesak saat Kesadaran : berat lahir kurang dari pemeriksaan yang pada pasien dan consent.
Respiratory bernapas compos mentis 2500 gram tanpa telah dilakukan, keluarga tentang 2. Menghangatkan bayi
Distress Syndrome 2. Bayi lahir memandang usia gestasi. kondisi bayi. Ny.D keadaannya saat ini di incubator.
Tanda vital S
dan Sepsis tanggal 13 Juni BBLR dapat terjadi pada mengalami BBLR yang mengalami 3. Atur posisi bayi
36,6C, N :
2017 pukul bayi kurang bulan (< 37 RDS dan Sepsis gangguan nafas berat ekstensi
154x/m, RR :
23.53 WITA minggu) atau pada bayi 4. Memasang O2
76x/m, Sp02 : 97 harus segera yaitu bayi dengan
3. Ibu hamil yang cukup bulan Intra Uterine dengan selang nasal
% mendapatkan pernafsan tidak teratur
kedua dengan Growth Retardation kanul 1 Lpm ldan
BB 2400gram penanganan, dan lebih dari pernasan
kehamilan (IUGR) (Pudjiadi, dkk., dilanjutkan
PB 46 cm 2010) karena kondisi normal > 60 kali/mnt
aterm 2. Melakukan informed menggunkan CPAP
Pemeriksaan bayi Ny.D dapat
4. Ibu ANC rutin 5. melakukan
Fisik, Respiratory Distress mengakibatkan consent.
setiap bulan di 3. Menjelaskankan pada pemasangan infuse
pernapasan Syndrom, (RDS) ialah bayi apneu
puskesmas , ibu bahwa bayinya dengan cairan D5
cuping hidung, kumpulan gejala yang
suntikan TT akan mendapat 10% 6 tpm
terdapat terdiri dari dispnoe atau
lengkap, ibu 6. Ambil sampel darah
tarikan dinding hipernoe, dengan perawatan untuk
mendapat tablet cek darah lengkap
dada, warna frekuensi pernafasan lebih menjaga kehangatan
7. Cek GDS stik
tambah darah dari 60 kali/menit, bayi di infrant warmer.
kulit 8. Pasang OGT
5. Ibu mengalami sianosis, rintihan dan 4. Posisikan bayi ekstensi
kemerahan, 9. Memberikan
KPD 24 jam ekspirasi dan kelainan 5. melakukan
reflek lemah Antibiotik
otot-otot pernafasan pada pemasangan infuse 10. Perawatan tali pusat
inspirasi (Arief ZR,2009). dengan cairan D5 10% 11. Observasi keadaan
Pemeriksaan
6. Memasang O2 dengan bayi
Laboratorium :
WBC:16,6 selang nasal kanul 1 12. menginformasikan
10^3/Ul Lpm pada pasien dan
7. Cek GDS stik keluarga tentang
8. Ambil sampel darah
keadaannya saat ini
9. Antar bayi untuk x-ray yang mengalami
thorax gangguan nafas yaitu
10. Beriakan antibiotik bayi dengan
11. Observasi keadaan pernafsan tidak
bayi teratur dan lebih dari
12. Pasang OGT
pernasan normal > 60
13. Perawatan tali pusat
kali/mnt