You are on page 1of 29

LAPORAN PRAKTIKUM LAYANAN KOMUNIKASI

VoIP dan IPTV

TAHUN AJARAN 2017

Disusun oleh:

WENI DITA PRANESWARI

NIM.
1315030018

Nama Rekan Kelompok :

1. GRAHA ESTER 1315030047


2. SRI MULYANI 1315030119
3. YOSEP SIDIK 1315030047

KELOMPOK 6
TT5C

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2017
PRAKTIKUM
KOMUNIKASI VoIP

I. Tujuan

1. Menganalisa mekanisme protokol signalling yang digunakan oleh


komunikasi VoIP
2. Menganalisa nilai performansi QoS yang meliputi Delay, Jitter, Packet
Loss dan Throughput serta faktor yang mempengaruhi

II. Dasar Teori


2.1 VoIP (Voice over Internet Protocol)
Layanan Voice over internet Protocol (VoIP) merupakan teknologi yang
merubah data sinyal suara analog menjadi data digital, kinerja VoIP dengan
menerapkan codec suara untuk kompres suara paket data dan mentransfer data
suara terkompresi melalui internet protocol (IP) (Ryan, 2015). Komunikasi
telepon melalui VoIP menjadi lebih murah karena menggunakan frekuensi
(bandwith) dengan sistem terkompresi yang tingkatnya lebih besar dibanding
kompresi seluler. Di Global System for Mobile Communication (GSM) suara
normal dikodekan dalam 64 kbps dapat ditekan sampai 13,3 kbps dengan
kualitas suara lebih baik. Namun di dalam VoIP kompresi suara dilakukan dari
kanal 13,3 kbps menjadi 8 kbps dan nantinya akan lebih kecil lagi. Skema
kinerja VoIP:

Gambar 1. Skema Kinerja VoIP

Gambar 1. menjelaskan bahwa pengguna A dan pengguna B dapat


melakukan komunikasi melalui layanan telepon internet, dimana data suara akan
diproses melalui analog ke digital converter atau sebaliknya dan dipecah berupa
paket-paket data suara yang dikirimkan ke alamat yang dituju yakni pengguna B.
Kompresi dilakukan di STDI (Sentral Telepon Digital Indonesia), sehingga suatu
kanal kapasistas 64 kbps dapat digunakan oleh 4-5 suara. Dengan teknologi
VoIP kompresi dilakukan sedemikian rupa sehingga tiap kanal tidak lagi 13,3
kbps tetapi menjadi 8 kbps

2.2 Protokol VoIP


2.1 SIP (Session Intiation Protocol)
Salah satu protokol yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Session Intiation Protocol (SIP) (Ryan, 2015). Protokol SIP merupakan
protokol standar multimedia, produk dari Internet Engineering Task Force
(IETF) dan telah digunakan menjadi suatu standar penggunaan VoIP. SIP
merupakan protokol yang berada pada layer aplikasi untuk mendefinisikan
proses awal, pengubahan, dan pengakhiran (pemutusan) suatu sesi
komunikasi multimedia. SIP juga dapat dikatakan memiliki karakteristik
client-server, artinya request dilakukan oleh client dan ditujukan ke server.
Server mengolah request dan memberikan tanggapan terhadap request
yang dilakukan oleh client. Request dan tanggapan terhadap request
tersebut disebut transaksi SIP. Contoh skema kinerja Protokol SIP seperti
berikut.

Gambar 2. Skema Kinerja Protokol SIP

Gambar 2. menjelaskan bahwa SIP bekerja ketika


User1@domain.tld memasukan username dan password yang sudah
didapatkan dari server SIP atau SIP proxy dan telah terotentikasi.
User1@domain.tld dapat melakukan panggilan ke User2@domain.tld,
kemudian komunikasi terjadi pada Real-Time-transport protocol (RTP).
Gambar 2 juga memperlihatkan bahwa SIP merupakan suatu protokol
signalling pada layer aplikasi yang berfungsi membangun,
memodifikasi, dan mengakhiri suatu sesi multimedia yang melibatkan
satu atau bebebrapa pengguna. Sesi multimedia adalah pertukaran data
antar pengguna yang meliputi suara, video atau teks. SIP tidak
menyediakan layanan secara langsung, tetapi menyediakan fondasi
yang dapat digunakan oleh protokol aplikasi lainnya untuk memberikan
layanan yang lebih lengkap bagi pengguna, misalnya dengan RTP (Real
Time Transport Protocol) untuk transfer data secara real-time dan SDP
(session description protocol) untuk mendeskripsikan sesi multimedia
(Fahdi, 2012). Pembangunan suatu komunikasi multimedia dengan SIP
dilakukan melalui beberapa tahap :

a. User location, menentukan lokasi pengguna yang akan


berkomunikasi.
b. User availability, menentukan tingkat keinginan pihak yang
dipanggil untuk terlibat dalam komunikasi.
c. User capability, menentukan media maupun parameter yang
berhubungan dengan media yang akan digunakan untuk
komunikasi.
d. Session setup, ringing pembentukan hubungan antara pihak
pemanggul dan pihak yang dipanggil.
e. Session management, meliputi transfer, modifikasi dan pemutusan
sesi.

2.2 Protokol RTP (Real-time Transport Protocol)

Protokol RTP menyediakan transfer media secara realtime pada


paket jaringan. Protokol RTP menggunakan UDP dan header RTP
mengandung informasi kode bit yang spesifik pada tiap paket yang
dikirimkan (Seto dkk, 2013). Hal ini membantu penerima untuk
melakukan antisipasi jika terjadi paket yang hilang. Pada Gambar 3.
berikut merupakan Datagram RTP.

Gambar 3. Datagram RTP

Di dalam teknologi VoIP, RTP berfungsi untuk mengatur


komunikasi real time antara dua pengguna VoIP. RTP
menyediakan layanan sebagai berikut:
a. Payload type identification
b. Sequence numbering
c. Time stamping
d. Delivery monitoring
2.3 Protokol H.323

H.323 adalah salah satu dari rekomendasi ITU-T (International


Telecommunications Union Telecommunications). H.323 merupakan
standar yang menentukan komponen, protokol, dan prosedur yang
menyediakan layanan komunikasi multimedia. Layanan tersebut adalah
komunikasi audio, video dan data real-time, melalui jaringan berbasis
paket (packet-based network) dikombinasi dengan standar ITU-T T.120
(Yuniati Y dkk, 2014).

Transmisi audio harus didukung oleh terminal H.323 via codec


G.711. G.711 awalnya dirancang untuk jaringan ISDN dengan tingkat
transmisi tetap, dan memiliki output 64 kbit / s. Codec audio opsional
lainnya adalah G.722, G.728, G.729 dan MPEG1, semuanya menawarkan
manfaat untuk lingkungan tertentu dan aplikasi.

Transmisi video adalah fungsi opsional dari terminal H.323. Jika


didukung maka harus ditangani melalui standar ITU-T H.261 dan secara
opsional melalui H.263. Standar H.261 menggunakan tingkat transmisi n x
64 kBit / s (n = 1, 2, ... 30) dan oleh karena itu dapat misalnya gunakan
beberapa saluran ISDN. H.261 menggunakan pengkode intra dan antar-
frame yang mirip dengan MPEG. Kompensasi gerak adalah sebuah fungsi
opsional.

3. Asterisk

Salah satu software IP PBX jenis SIP Proxy Open Source terbaik di
Internet adalah Asterisk. Asterisk adalah "Software Open Source PBX"
yang mana bila diinstall dalam sebuag PC dengan interfaces yang sesuai,
fitur lengkap PBX dapat digunakan untuk pengguna rumah, perusahaan,
penyedia layanan VoIP dan telekomunikasi (Yuniati, 2014). Software ini
pertama kali dibuat oleh Mark Spencer dan dikembangkan oleh komunitas
asterisk. Fitur asterisk beragam mulai dari voicemail, panggilan video dan
sebagainya. Di dalam asterisk terdapat dua file yang harus dikonfigurasi.

Dua file yang dimaksud di atas adalah sip.conf dan extensions.conf.


File sip.conf merupakan file yang digunakan untuk otentikasi user setiap
melakukan komunikasi terhadap user lainnya. Di dalam sip.conf terdapat
bentuk konfigurasi yang digunakan. Dalam konfigurasi user, perlu diatur
beberapa hal, seperti :
a. Context : Hal ini mengacu pada context dalam dialplan (aturan yang
dilakukan untuk melakukan sebuah komunikasi). Bagaimana user tersebut
dapat melakukan panggilan ke user lainnya, melalui protocol apa dan fitur
apa saja yang dimiliki.
b. Username : merupakan data utama yang digunakan untuk
otentikasi sebuah user, sehingga terlihat jelas perbedaan sebuah
user dalam mengidentifikasikan dirinya
c. Secret : merupakan pelengkap otentikasi user, ketika username
yang dimasukkan telah terdeteksi, maka untuk menghindari
penyalahgunaan, digunakan sebuah kata kunci untuk menjaga akses
setiap user yang akan berkomunikasi.
d. Host : digunakan untuk menentukan IP address sebuah user, untuk
mempermudah, biasanya user user yang ada diatur dengan host dynamic.
e. Type : merupakan pengidentifikasian user, apakah user tersebut hanya
dapat menerima panggilan masuk, hanya dapat memanggil keluar atau
keduanya dalam melakukan komunikasi.

4. Aplikasi Softphone

Softphone adalah aplikasi telepon atau software untuk telepon


melalui jaringan Internet Protocol (IP).Softphone merupakan aplikasi
client VoIP yang mampu mendigitalisasi data suara kedalam paket-paket
untuk ditransmisikan melalui sebuah LAN ataupun wireless (Madinah dkk,
2016). Softphone memiliki jenis yang beragam baik dari fitur, layanan, dan
lisensi (Madinah, 2014). Jenis softphone diantaranya adalah Zoiper, X-lite,
3CX dan lainnya. Dalam tugas akhir ini softphone yang digunakan adalah
Zoiper dan Microsip yang telah di install dan di registrasi kedalam server
Astersik. Berikut adalah tampilan aplikasi softphone Zoiper dan Microsip
pada Gambar 4. dibawah ini.

Gambar 4. Contoh Aplikasi Softphone


5. Aplikasi Wireshark

Wireshark adalah sebuah Network Packet Analyzer. Network


Packet Analyzer akan mencoba menangkap paket-paket jaringan dan
berusaha untuk menampilkan semua informasi dipaket tersebut sedetail
mungkin (Oktavianus dkk, 2013). Network Packet Analyzer diumpamakan
sebagai alat untuk memeriksa apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam
kabel jaringan. Wireshark juga merupakan salah satu tool gratis terbaik
untuk menganalisa paket jaringan. Berikut ini Gambar 5. merupakan
tampilan wireshark yang sedang mengcapture paket-paket data jaringan:

Gambar 5. Tampilan Aplikasi Wireshark

Seperti yang terlihat pada Gambar 5, Wireshark dapat meng-


capture paket-paket data jaringan yang sedang berlangsung dari waktu, IP
source dan destination, Protokol yang bekerja, serta informasi penjelasan
lainnya.

6. Aplikasi Iperf

Iperf adalah aplikasi yang digunakan untuk menghitung bandwidth


dan kualitas link suatu jaringan komputer (Muzawi R, 2016). Namun tools
ini hanya dapat dijalankan melalui command prompt dan tidak memiliki
tampilan GUI. Parameter QoS yang dapat diukur melalui tool ini adalah
bandwidth, jitter, dan packet loss. Berikut ini contoh tampilan Aplikasi
Iperf.
Gambar 6. Tampilan Aplikasi Iperf

7. Enkapsulasi Data Protokol VoIP

Gambar 7. Proses Tahapan Enkapsulasi Data Protokol VoIP

Dapat dilihat bagaimana suatu data diolah pada tiap-tiap lapisan


OSI Layer sampai akhirnya siap untuk dikirim menuju tujuan. Berikut
merupakan informasi yang dimuat pada selama proses enkapsulasi:

1. Application Layer
Pada lapisan ini terdapat data yang akan dikirim oleh
pengguna. Data merupakan suara yang sudah diubah kedalam
bentuk paket-paket data. Kemudian paket data ini akan
dikirim menuju lapisan selanjutnya untuk diolah.
2. Transport Layer
Pada lapisan ini terdapat 2 jenis protokol yang digunakan,
yaitu Realtime Transport Protocol (RTP) dan User Datagram
Protocol (UDP).

8. Proses Signalling Komunikasi VoIP

Adapun tahapan protokol Signalling yang terjadi dapat dilihat pada


Gambar berikut.

Gambar 8. Tahapan Proses Signalling Sistem Komunikasi VoIP

Seperti yang terlihat pada Gambar di atas, tahapan proses panggilan antar
user melalui server. Tahapan langkah panggilan dapat dirincikan sebagai
berikut.

1. Pemanggil akan mengirimkan sinyal INVITE ke proxy server


2. Proxy server akan meneruskan message INVITE ke tujuan
3. Bell akan berbunyi dikomputer tujuan.
4. Jika tujuan ternyata bersedia menerima, maka tujuan akan mengirimkan
message OK ke proxy server
5. Proxy server akan meneruskan message OK ke pemanggil
6. Telepon pemanggil akan memberikan message acknowledge (ACK) ke
proxy server
7. Proxy server akan meneruskannya kemesin tujuan yang benar

Setelah proses pembentukan sambungan ini terbentuk, hubungan


komunikasi suara akan terjadi.
9. Quality of Service (QoS)

Quality of Service (QoS) didefinisikan sebagai suatu pengukuran


tentang seberapa baik suatu jaringan dan merupakan suatu usaha untuk
mendefinisikan karakteristik dan sifat dari suatu layanan. QoS dapat
sebagai acuan pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan
yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang
berbeda-beda. QoS sebagai bentuk suatu ukuran atas tingkatan layanan
yang disampaikan ke klient. Dimana inti proses streaming ini adalah
pengiriman harus tiba ditujuan dengan tepat tanpa ada gangguan.
Penelitian ini dianalisa berdasarkan parameter QoS yaitu delay, jitter,
packet loss, dan throughput. (Nugroho dkk, 2016)

Parameter QoS pada pengujian VoIP MANET kali ini diantaranya:

a. Delay

Delay (latency), adalah waktu tunda yang dibutuhkan data


untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan (Ryan, 2015). Dalam
perancangan jaringan VoIP, waktu tunda merupakan suatu
permasalahan yang harus diperhitungkan karena kualitas suara
bagus tidaknya tergantung dari waktu tunda. Besarnya waktu tunda
maksimum yang direkomendasikan oleh ITU-T G.711 untuk
aplikasi suara adalah 160 ms, sedangkan waktu tunda maksimum
dengan kualitas suara yang masih dapat diterima pengguna adalah
250 ms. Waktu tunda end-to-end adalah jumlah waktu
tundakonversi suara analog ke digital, waktu tunda waktu
paketisasi atau bisa disebut juga waktu tunda panjang paket dan
waktu tunda jaringan pada saat t (waktu) tertentu.
Berbagai sumber jenis penyebab delay. Jenis-jenis tersebut
diperlihatkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Jenis jenis Delay

Delay Keterangan

Processing Delay Delay ini terjadi pada saat proses coding,


compression, decompression dan
decoding. Delay ini tergantung pada
standar codec yang digunakan.

Packetization Delay Delay yang disebabkan oleh peng-


akumulasian bit voice sample ke frame.
Seperti contohnya, standar G. 711untuk
payload 160 bytes memakan waktu 20 ms.

Serialization Delay Delay ini terjadi karena adanya waktu


yang dibutuhkan untuk pentransmisian
paket IP dari sisi originating (pengirim).

Propagation Delay Delay ini terjadi karena perambatan atau


perjalanan. Paket IP di media transmisi ke
alamat tujuan. Seperti contohnya delay
propagasi di dalam Tabel akan memantau
waktu 4 sampai 6 s per kilometernya.

Queueing Delay Delay ini disebabkan karena waktu tunggu


paket selama antrian sampai dilayani.

Component Delay Delay ini disebabkan oleh banyaknya


komponen yang digunakan di dalam
sistem transmisi.
Sedangkan untuk tingkat kualitas jaringan berdasarkan
waktu tunda (delay) Delay versi Telecommunications and Internet
Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON) dikelompokkan
menjadi empat kategori seperti terlihat pada Tabel 2. berikut.

Tabel 2. Kategori Delay Berdasarkan Waktu

Kategori Delay Besar Delay


Sangat Bagus < 150 ms

Bagus 150 ms s.d 300 ms

Buruk 300 ms s.d 450 ms

Sangat Buruk < 450 ms

Untuk menghitung delay yang terjadi digunakan Persamaan 2.1

Twf ................................................................
(2.1)
Delay =
P

Dimana :

Twf = Time Between first and last packet

P = Jumlah Paket

b. Jitter

Jitter adalah variasi dari delay. Jitter disebabkan oleh adanya


variasi waktu dalam kedatangan paket. Variasi kedatangan paket ini
dapat disebabkan oleh panjang antrian data, lamanya waktu
pengolahan data dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk
menghimpun paket-paket data yang akhir proses transmisi untuk
menjadi satu kesatuan frame yang utuh (Ryan, 2015). Kategori kinerja
jaringan berbasis IP dalam Jitter versi Telecommunications and
Internet Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON)
mengelompokkan menjadi empat kategori penurunan kinerja jaringan
berdasarkan nilai Jitter seperti terlihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Kinerja Jaringan Berdasarkan Nilai Jitter

Kategori Jitter Besar Jitter


Sangat Bagus 0 ms

Bagus 0 ms s.d 75 ms

Buruk 75 ms s.d 125 ms

Sangat Buruk 125 s.d 225 ms

c. Packet Loss

Packet loss adalah banyaknya paket yang hilang pada suatu


jaringan paket yang disebabkan oleh Collision, penuhnya kapasitas
jaringan, dan packet drop yang disebabkan oleh habisnya time to live
paket (Ryan, 2015). Persamaan untuk menghitung packet loss dapat
diperlihatkan pada Persamaan 2.2

( )
PaketLoss= Paket Total Tercapture x100%............. (2.2)

Tabel 4. menunjukkan kategori packet loss untuk VoIP menurut


rekomendasi ITU-T G.114.

Tabel 4. Kategori Packet Loss

Kategori Packet Loss Besar Packet Loss


Sangat Bagus 0%

Bagus 3%

Buruk 15 %

Sangat Buruk 25 %

d. Throughput

Throughput adalah kecepatan (rate) transfer data efektif, yang


diukur dalam bps (Ryan, 2015). Throughput merupakan jumlah total
kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama
interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.

Persamaan untuk mencari nilai throughput adalah:

Packet Receive

Time between first and last packets


Throughput = (2.3)

Kategori kinerja jaringan berbasis IP dalam Throughput versi


Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over
Networks (TIPHON) seperti pada Tabel 5. berikut ini.

Berikut ini Tabel 5 merupakan klasifikasi nilai Throughput.

Tabel 5. Klasifikasi Nilai Throughput

Throughput Keterangan

75 < 100
Sangat Baik

50 < 75
Baik

25 50
Sedang

> 25 Buruk

10. MOS (Means Opinion Score)

Merupakan sistem penilaian yang berhubungan dengan kualitas


suara yang di dengar pada ujung pesawat penerima. Standar penilaian
MOS dikeluarkan oleh ITU-T pada tahun 1996 (Satiyo E, 2015).

Nilai akhir estimasi E-Model disebut dengan R faktor. R faktor


didefinisikan oleh persamaan (2.4),

R = 94.2 Id Ief .................................................................................. (2.4)


Dimana :

Id = faktor penurunan kualitas yang disebabkan oleh pengaruh delay.

Ief = faktor penurunan kualitas yang disebabkan oleh teknik kompresi dan
packet loss yang terjadi.
Nilai Id ditentukan dari persamaan (2.5),
Id = 0,024 d + 0,11 (d-177,3) H (d-177,3) ............................................ (2.5)

Nilai Ief ditentukan dari persamaan (2.6)

Ief = 7 + 30 ln (1+15 e) .......................................................................... (2.6)


Dimana :
R = faktor kualitas transmisi
d = delay (ms)
e =packet loss (desimal)
H = fungsi tangga; dengan ketentuan
H(x) = 0 jika x < 0, lainnya
H(x) = 0 untuk x > 0

Untuk mengubah estimasi dari nilai R ke dalam MOS terdapat ketentuan


sebagai berikut :

Untuk R < 0 : MOS =1


Untuk R > 100 : MOS = 4.5

Untuk 0 < R < 100 : MOS = 1 + 0,035R + 7 x 10-6 R (R-60) (100-R)

Rekomendasi ITU-T P.800 untuk kualitas jaringan berdasarkan MOS


dikelompokkan menjadi 5 kategori seperti terlihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Nilai Kualitas Berdasarkan MOS

Opini Nilai MOS


Sangat Baik 5
Baik 4
Cukup Baik 3
Kurang Baik 2
Buruk 1
III. Alat dan Bahan

1) Server Asterisk atau Elastixyang telah terinstal pada salah satu


PC/Laptop yang menjadi server sekaligus user pada Aplikasi Oracle
VM Virtualbox
2) Koneksi internet yang stabil dari jaringan lokal server menuju jaringan
3) Aplikasi Softphone seperti Zoiper yang telah terinstal pada tiap
perangkat PC/Laptop dan Handphone yang akan digunakan.
4) Aplikasi pengukur Wireshark dan Iperf yang telah terinstal pada tiap
perangkat PC/Laptop dan Handphone yang akan digunakan.

3.1 Prosedur Instalasi Aplikasi yang akan Digunakan


1) Download Aplikasi Oracle VM Virtualbox, driver untuk server
Asteriks ataupun Elastix serta Aplikasi Softphone seperti Zoiper
2) Melakukan instalasi Aplikasi Oracle VM Virtualbox pada salah satu
perangkat PC/Laptop yang akan dijadikan server
3) Melakukan instalasi server Asterisk ataupun Elastix di dalam
Aplikasi Virtualbox
4) Melakukan instalasi Aplikasi Softphone seperti Zoiper pada tiap
perangkat PC/Laptop dan Handphone yang akan digunakan

3.2 Prosedur Realisasi Pembangunan Jringan dan Konfigurasi Server


1) Aktifkan jaringan lokal yang akan digunakan, melalui Jaringan
Infrastruktur (dapat menggunakan WiFi router ataupun thetering
Handphone) ataupun Jaringan Non Infrastruktur/Ad-Hoc (menggunakan
USB WiFi Dongle)
2) Melakukan konfigurasi Server dengan dengan mendaftarkan beberapa
kontak user yang dibutuhkan, untuk dijadikan akun bagi user

3.3 Prosedur Aktivasi Server dan Aplikasi Softphone

1) Aktifasi Server dengan men-root (untuk Aplikasi Asteriks) dan


memasukan password yang telah terdaftar sebelumunya untuk
mendapatkan IP server yang akan menjadi IP Domain
2) Ataupun men-root dan memasukan password yang telah terdaftar
sebelumnya untuk mendapat IP server yang akan menjadi IP Domain, lalu
melakukan browsing menggunakan link dari alamat IP Domain yang
didapat. Setelah itu melakukan proses login sebagai admin dan
memasukan password (untuk Aplikasi Elastix)
3) Melakukan registrasi pada Aplikasi Softphone akun user menggunakan IP
Domain pada tiap perangkat PC/Laptop dan Handphone sesuai dengan
kontak-kontak yang telah didaftakan pada server sebelumnya
3.4 Prosedur Pengujian Sistem VoIP
1) Sebelum melakukan panggilan suara ataupun video, aktifkan terlebih
dahulu Aplikasi Wireshark pada perangkat PC/Laptop yang akan
digunakan
2) Melakukan panggilan suara ataupun video menggunakan Aplikasi
Softphone
3) Mengaktifkan Aplikasi Iperf ketika tengah melakukan panggilan, hingga
Iperf berhenti mengcapture data
4) Memutuskan panggilan suara ataupun telepon
5) Menghentikan proses capture data pada Aplikasi Wireshark

IV. Data Hasil Percobaan


Prosedur pengambilan data terdiri dari 4 tahapan, yaitu menganalisa
enkapsulasi data pada protokol sistem komunikasi VoIP yang dilakukan,
menganalisa proses signalling yang terjadi pada saat dilakukan proses
panggilan VoIP, menganalisa hasil dari nilai rata-rata performansi yang
didapat dan mengkalkulasikan kualitas nilai MOS yang didapat.

A. Enkapsulasi Data Protokol VoIP

Mula-mula dilakukan penyaringan (filterisasi) alamat IP yang akan


dianalisa. Karena layanan komunikasi VoIP dinilai dari segi kepuasan
user, analisa penilaian performansi yang dilakukan adalah komunikasi
data yang terjadi antara IP server dengan IP user yang menjadi tujuan.
Seperti pada Gambar berikut ini

ip.src = = 192.168.1.103 &&


ip.dst = = 192.168.1.101

Gambar 9. Filterisasi IP Panggilan Suara


ip.src = = 192.168.1.103 &&
ip.dst = = 192.168.1.101
G
a
m
b
a
r

Gambar 10. Filterisasi IP Panggilan Video

Enkapsulasi data pada protokol VoIP menunjukkan bagaimana satu jenis


paket data dibungkus menjadi jenis data lain untuk kepentingan
pengiriman data. Proses enkapsulasi data dapat diketahui dengan
melakukan capture paket data menggunakan Aplikasi Wireshark.Contoh
enkapsulasi data protokol komunikasi VoIP untuk panggilan suara seperti
pada Gambar berikut

Gambar 11. Enkapsulasi Data Panggilan Suara Protokol RTP

Gambar 12. Enkapsulasi Data Panggilan Video Protokol RTP


Hasil Enkapsulasi data berikut dapat dijabarkan seperti pada Gambar
dibawah ini.

RTP
Header Data

Version Padding Extension CC M Payload Sequence


RFC 0 0 0 1 Type Number
1889 GSM 10369
Ver (2) 06.10 (3)

Timestamp : 2649066622
Synchronization Source identifier: 0x07cd2bb8 (130886584)
Contributing source identifiers count: 0

Gambar 13. Datagram RTP Suara

Gambar diatas merupakan salah satu contoh enkapsulasi data sistem


komunikasi VoIP untuk komunikasi panggilan suara.

RTP
Header Data

Version Padding Extension CC M Payload Sequence


RFC 0 0 0 1 Type Number
1889 GSM 34680
Ver (2) 06.10 (3)

Timestamp: 4178175266
Synchronization Source identifier: 0xcbef525e (3421459038)
Contributing source identifiers count: 0

Gambar 14. Datagram RTP Video

Gambar diatas merupakan salah satu contoh enkapsulasi data sistem


komunikasi VoIP untuk komunikasi panggilan video.
B. Menganalisa Proses Signalling pada sistem komunikasi VoIP
Analisa Proses Signalling pada sistem komunikasi VoIP dengan meng-
Capture dan menjelaskan proses tahapan signalling yang didapat, diantaranya
terdiri dari tahapan Call Setup, Media Path dan Call Teardown.

Gambar 15. Proses Signaling Flow Chart Wireshark Panggilan Suara

Adapun tahapan protokol Signalling yang terjadi dapat dilihat


lebih jelasnya pada gambar berikut.
CALL SETUP

RTP/RTCP stream
MEDIA PATH

Gambar 16. Tahapan Proses Signalling Sistem Komunikasi VoIP

Seperti yang terlihat pada Gambar di atas, tahapan proses panggilan antar user
melalui server. Tahapan langkah panggilan dapat dirincikan sebagai berikut.
1. Pemanggil akan mengirimkan sinyal INVITE ke proxy server
2. Proxy server akan meneruskan message INVITE ke tujuan
3. Bell akan berbunyi dikomputer tujuan.
4. Jika tujuan ternyata bersedia menerima, maka tujuan akan mengirimkan
message OK ke proxy server
5. Proxy server akan meneruskan message OK ke pemanggil
6. Telepon pemanggil akan memberikan message acknowledge (ACK) ke proxy
server
7. Proxy server akan meneruskannya kemesin tujuan yang benar
8. Setelah proses pembentukan sambungan ini terbentuk, hubungan komunikasi
suara akan terjadi.
C. Menganalisa Hasil dari Nilai Rata-Rata Performansi yang Didapat
Contoh dalam melakukan pengambilan data untuk analisa performansi QoS yang
didapat seperti berikut ini :

1) Performansi Nilai Delay:

Nilai between first dan


last packet yaitu, 98 s

Jumlah packets = 6233

(a)

Nilai between first dan


last packet yaitu, 80 s

Jumlah packets = 5764

(b)

Gambar 17. (a) Pengambilan Data Performansi Nilai Delay Panggilan Suara 1
(b) Pengambilan Data Performansi Nilai Delay Panggilan Suara 2
(a)

Nilai between first dan


last packet yaitu, 146 s

Jumlah packets = 40285

(b)

Gambar 17. (a) Pengambilan Data Performansi Nilai Delay Panggilan Video 1
(b) Pengambilan Data Performansi Nilai Delay Panggilan Video 2
Setelah mengetahui waktu awal dan akhir yang dilakukan untuk mengirim data serta jumlah paket
yang berhasil terkirim, maka dilakukan perhitungan seperti pada rumus Persamaan (2.1).

- Menghitung delay untuk panggilan suara :

98 103
Delay 1 = = = 15,72 ms
6233

80 103
Delay 2 =
= 5764
= 13,88 ms

15,72+13,88
Rata-Rata Delay = 2
= 14,8 ms

- Menghitung delay untuk panggilan video :

79 103
Delay 1 =
= 17094
= 4,62 ms

146 103
Delay 2 =
= 40285
= 3,62 ms

4,62+3,62
Rata-Rata Delay = 2
= 4,12 ms

2) Performansi Nilai Throughput


Contoh pengambilan data untuk Nilai Throughput seperti pada Gambar berikut.

Nilai Throughput 46 Kbit/s


atau 0,046 Mbit/s

Gambar 19. Pengambilan Data Performansi Nilai Throughput Panggilan Suara


Nilai Throughput 1674
Kbit/s atau 1,674 Mbit/s

Gambar 20. Pengambilan Data Performansi Nilai Throughput PanggilanVideo

3) Performansi Nilai Packet Loss dan Jitter


Berikut ini merupakan contoh pengambilan Nilai Packet Loss dan Jitter seperti pada
Gambar berikut.

Packet Loss = 0 %

(a)

Packet Loss = 0 %
(b)

Gambar 17. (a) Pengambilan Data Performansi Nilai Packet Loss Panggilan Suara 1
(b) Pengambilan Data Performansi Nilai Packet Loss Panggilan Suara 2
Packet Loss = 0 %

(a)

Packet Loss = 0 %
(b)

Gambar 17. (a) Pengambilan Data Performansi Nilai Packet Loss Panggilan Video 1
(b) Pengambilan Data Performansi Nilai Packet Loss Panggilan Video 2

Jitter = 2,532 ms

Gambar 21. Pengambilan Data Performansi Nilai JitterPanggilan Suara

Jitter = 38,087 ms

Gambar 21. Pengambilan Data Performansi Nilai Jitter Panggilan Video


4) Mengkalkulasikan Kualitas Nilai MOS
Nilai Delay dan Packet Loss dari hasil pengujian perfomansi VoIP dapat digunakan untuk
menghitung nilai MOS dari VoIP tersebut.Nilai MOS dapat dihitung menggunakan
rumus pada persamaan (2.4) sampai persamaan (2.6).

- Menghitung Nilai MOS untuk panggilan suara :

R = 94.2 Id Ief

Nilai Id ditentukan dari persamaan (2.5)


Id = 0,024 d + 0,11 (d-177,3) H (d-177,3)
Id = 0,024 (14,8) + 0,11 (14,8-177,3) H (14,8-177,3)
Id = 0,355 17,88 H (-162,5)
Id = 0,355

Nilai Ief ditentukan dari persamaan (2.6)


Ief = 7 + 30 ln (1+15 e)
Ief = 7 + 30 ln (1+15x0)
Ief = 7

R = 94.2 Id Ief
R = 94.2 0,3557
R = 86,85

- Menghitung Nilai MOS untuk panggilan video :

R = 94.2 Id Ief

Nilai Id ditentukan dari persamaan (2.5)

Id = 0,024 d + 0,11 (d-177,3) H (d-177,3)


Id = 0,024 (4,12) + 0,11 (4,12-177,3) H (4,12-177,3)
Id = 0,099 19,05 H (-173,18)
Id = 0.099

Nilai Ief ditentukan dari persamaan (2.6)


Ief = 7 + 30 ln (1+15 e)
Ief = 7 + 30 ln (1+15x0)
Ief = 7
R = 94.2 Id Ief
R = 94.2 0,0997
R = 87,101

Dengan mengubah estimasi dari nilai R ke dalam MOS terdapat


sebagai berikut nilai MOS untuk panggilan suara dan video yaitu ;
Menggunakan ketentuan 0 < R < 100 :
MOS = 1 + 0,035R + 7 x 10-6 R (R-60) (100-R)

- Nilai MOS untuk panggilan suara :


R = 86,85
MOS = 1 + 0,035(86,85) + 7 x 10-6(86,85) (86,82-60) (100-86,85)
MOS = 4,25

- Nilai MOS untuk panggilan suara :


R = 87,09
MOS = 1 + 0,035(87,101) + 7 x 10-6(87,101) (87,101-60)
(100-87,101)
MOS = 4,26

V. Kesimpulan

Dapat disimpulkan pada praktik komunikasi layanan VOIP berdasarkan QOS


layanan VOIP panggilan suara dan panggilan video adalah :
1. Tingkat kualitas jaringan berdasarkan waktu tunda (delay) adalah sangat
bagus
2. Variasi kedatangan paket (jitter) yang didapatkan adalah bagus
3. Tidak adanya paket yang hilang selama komunikasi berlangsung
4. Kecepatan (rate) transfer data efektif (throughput) dalam menerima pake
selama komunikasi berlangsung adalah sangat bagus
5. Kualitas suara yang di dengar pada penerima saat melakukan komunikasi
atau nilai MOS yang didapatkan adalah baik
LAMPIRAN

- Layanan VoIP