You are on page 1of 1

MEKANISME PPN.

1. PKP A, Menyerahkan BKP kpd B dgn Harga jual Rp 1 jt. Atas PENYERAHAN tsb terutang PPN= 10%×Rp 1
jt.= Rp 100 Ribu. & Wajib dipungut oleh PKP A. Pemungutan PPN Dilakukan dgn cara membuat Faktur
PAJAK. Maka PKP A membuat dan Menyerahkan FAKTUR PAJAK dgn PPN sebesar Rp 100.000 kpd PKP B.

2. Karena PKB B Yg menerima FAKTUR PAJAK dgn Nilai PPN Rp 100.000;-, PKP B Selaku PEMBELI BKP
akan membayar Rp 1 jt ditambah PPN Rp 100 rb kpd PKP A Selaku PENJUAL.

3. BKP tsb diserakan oleh PKP B kpd PKP C, Artinya PKP B Berstatus sebagai PENJUAL BKP. Sedangkan
PKP C Selalu PEMBELI. Harga Jual TIDAK LAGI Rp.1 jt. Tetapi menjadi Rp 1,2 Jt.Atas PENYERAHAN BKP
tsb Terutang PPN Sebesar 10 % × Rp 1,2 Jt.= Rp 120.000,- & wajib di pungut oleh PKP B spt yang dilakukan
oleh PKPA. Utk Memungut PPN Tsb PKB B Membuat dan Menyerahkan FAKTUR PAJAK dgn NILAI Rp.
120.000, - kpd PKP C.

4. Karena menerima FAKTUR PAJAK dgn Nilai PPN sebesar Rp 120.000,- Selaku Pembeli. PKP C Membayar
harga BKP Rp 1,2 Jt ditambah PPN sebesar Rp 120.000.

5. PPN Sebesar Rp 100 ribu. Yg DIPUNGUT Oleh PKP A. Dlm UU PPN 1984.disebut " PAJAK KELUARAN "
Sedangkan bagi PKP B Selaku PEMBELI yang MEMBAYAR PPN tsb DINAMAKN " PAJAK MASUKAN "..
Demikian hal nya, PPN Sebesar Rp 120 ribu. Yg dipungut oleh PKP B. Dinamakan
" PAJAK KELUARAN sedangkan bagi PKP C Selaku PEMBELI Yng MEMBAYAR PPN tsb dinamakan "
PAJAK MASUKAN ".

Dari Ilustrasi tsb DAPAT DIPAHAMI bahwa PKP B Selain berStatus sebagai PEMBELI , Juga BerStatus
PENJUAL PKP BKP. dam MEMILIKI 2 Macam FAKTUR PAJAK, Yaitu DI TANGAN KANAN " Pajak
KELUARAN " Sedangkan di tangan KIRI *
" Pajak MASUKAN ".

6. PADA Akhir bln atau Awal bln berikutnya. PKP B Memperhitungkan PAJAK MASUKAN SeBesar Rp
100.000,- dgn PAJAK KELUARAN
AN Sebesar Rp 120.000,-
HASIL Nya Sisa Lebih PAJAK KELUARAN Sebesar Rp 20.000,- yg wajib disetorkan ke KAS NEGARA melalui
Bank PENERIMA PEMBAYARAN PAJAK..MEMPERHITUNGKAN ( Mengurangkan ) PAJAK MASUKAN dgn
PAJAK KELUARAN .Dalam MEKANISME PPN Berdasarkan UU PPN 1984. Dinamakan " PENGKREDITAN
PAJAK MASUKAN ( CREDITING VAT IN ).
JADI Mengkreditkan PAJAK MASUKAN Mengandung PENGERTIAN Mengurangkan Pajak MASUKAN dgn
Pajak KELUARAN.