You are on page 1of 274

ANALISIS KETERAMPILAN BERTANYA SISWA

PADA KONSEP GERAK DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN
QUESTION STUDENT HAVE

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh
Qonita Rahmi
NIM 1111016100064

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2016

LES,IBAR PEI{GESAHAN

Skripsi yang bequdul ";\nalisis Ketcrampilan Bertanya Siswa pada
Konsep Gerak dengan Strategi Pembelajaran Question Student Hnve" disusun
rrleh Qonita Rahmi, NIM 1111016100064, diaiukan kepada Fakultas Ilmu
'farliiyah
dan Keguruan, Unir,ersitas Islam Negen Syarif Hirlay''atullah Jakarta dan
telah drnyatakan lulus dalam uiian fulunaqasah pada tanggal 23 Juni 20[6
dihadapan dewan pengu-1i. Karena itu" penulis berhak memperoleh eelar sarjana

S i (S I']d) dalam bidang Pendidikan Biologr

Tangerang 23 Juni 20i6
Fanitia Sidang Munaqosah,
T'anggal Tanda T'angan
Ketua Panitia (Ketua Prodi Pendidikan Biologi)
Dr. Yanti Herlanti. M.Pd
t'irp. 197101 19 200801 2 010 D..-. .]. .1",1 L

Penguji 1

Nengsih Juanenssih. IU.Pd
\9 '7- zotb
NIP. 19790510 200604 2 0A1

Penguji 2
Dr. Yanti Herlanti. M.Pd
NrP. 197101i9 200801 2 010
1^l - 7- uts

8203 I 007

ABSTRAK

QONITA RAHMI. 1111016100064. Analisis Keterampilan Bertanya Siswa
pada Konsep Gerak dengan Strategi Pembelajaran Question Student Have.
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta, 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas
keterampilan bertanya siswa berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi dengan
menerapkan strategi pembelajaran Question Student Have pada konsep sistem
gerak. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Tangerang pada kelas
XI IPA 1 semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 dengan tiga kategori kelompok
siswa yaitu kelompok tinggi, sedang, dan rendah. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrument yang
digunakan adalah lembar observasi guru, lembar observasi pertanyaan siswa, dan
posttest. Hasil dari penelitian ini adalah strategi Question Student Have dapat
menstimulus siswa untuk bertanya dengan persentase jumlah siswa bertanya
secara lisan dan tertulis telah mencapai >50%. Persentase jumlah siswa yang
bertanya setiap pertemuan bergantung pada metode pembelajaran yang digunakan.
Keterampilan bertanya siswa masih tergolong rendah yaitu didominasi level
kognitif C2 (memahami) dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 45,73%,
secara lisan sebesar 32,76%, dan tertulis 52,83%. Pertanyaan terkait dimensi
pengetahuan didominasi oleh pengetahuan konseptual dengan persentase sebesar
76,83%. Pertanyaan siswa berdasarkan dua dimensi Taksonomi Bloom Revisi
didominasi oleh pertanyaan C2 (mamahami) – Konseptual baik secara lisan
maupun tertulis. Terdapat persamaan keterampilan bertanya pada siswa kelompok
tinggi, sedang, dan rendah dengan dominasi pertanyaan pada level kognitif C2
(memahami) dan pengetahuan konseptual.

Kata Kunci: Keterampilan Bertanya, Question Student Have, Sistem Gerak,
Taksomi Bloom Revisi

iv

There are a common skill to ask student high. Department of Natural Sciences Education. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. observation to student’s questions. The percentage of the number of students are asked each meeting to rely on the method of learning which is used.83%. The conclution of this study is the strategy of Question Student Have can stimulate students to ask about the percentage of students asked orally and writing have achieved >50%. and low with the dominance of the question at the level of cognitive C2 (understanding) and knowledge conceptual. The question related to the knowledge is dominated by a conceptual tool with a percentage of 76. The research was done in Madrasah Aliyah Negeri Tangerang at XI IPA 1 first semester of the 2015/2016 of the school year with three categories of students for first is high. and writing 52. The research method used in this study is the sort of descriptive. Instrument is used is observing teachers. Program of Biology Education. The study aims to determine the quantity and quality of skills to ask students based on Taksonomy Bloom Revision to Implement the strategy learning Question Student Have the movement system. 2016. Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta. Questions based on two dimensional Bloom’s Revised Taxonomy dominated by question C2 (understanding) – Conceptual both orally and in writing. and last is low. Keywords: Bloom’s Revised Taxonomy. and second is medium. medium. and posttest. Question Student Have v . Question Skill. Skills asked students are still relatively low.76%. ABSTRACT QONITA RAHMI. which is dominated by the level of cognitive C2 (understanding) with the percentage of total of 45. orally of 32.83%.73%. Musculoskeletal System. 1111016100064. Analysis Skills Question of Student on the Concept Musculoskeletal System with Learning Strategies Question Student Have.

Bapak Buchori Muslim. M. M. Shalawat beserta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW.Sc. Ahmad Thib Raya. MA. 3. Ibu Dr.Pd. Yanti Herlanti. Oleh karena itu dengan ketulusan dan kerendahan hati. Dr. ilmu. semoga ilmu yang telah Bapak dan Ibu berikan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan IPA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta membimbing penulis. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. dan arahan yang sangat bermanfaat kepada penulis dalam penyusunan skripsi. M. Ibu Dr. 5. selaku pembimbing I dalam penyusunan skripsi yang telah memberikan banyak waktu. hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Analisis Keterampilan Bertanya Siswa pada Konsep Gerak dengan Strategi Pembelajaran Question Student Have. Zulfiani. selaku Ketua Jurusan Pendidikan IPA Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.Pd.Pd. beserta keluarga dan sahabatnya. 6. 4. dan arahan yang sangat bermanfaat kepada penulis dalam penyusunan skripsi. arahan. vi . ilmu. penulis tentunya telah mendapatkan banyak bantuan. dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. M. Dalam penyusunan skripsi ini. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Bapak Prof. selaku pembimbing II dalam penyusunan skripsi yang telah memberikan banyak waktu. selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Ibu Baiq Hana Susanti.

yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Akhir kata penulis berharap semoga laporan penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Kepala MAN Tangerang. oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. serta para siswa dan siswi kelas XI IPA 1 Madrasah Aliyah Negeri Tangerang atas kesediaannya menerima penulis dengan baik selama penelitian skripsi. Dra. Siti Marwah dan Dedi Rusmadiharja. maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik. Imam Darmawansyah. seluruh Dewan Guru MAN Tangerang. dan Dewi Vivi Khofifah. moril. adik-adik tersayang yang telah memberikan banyak bantuan dalam penyusunan skripsi. Ibu dan Ayah yang selalu memanjatkan do’a yang tidak ada hentinya kepada penulis serta dukungan yang diberikan baik waktu. Jakarta. Amiin. 8. M. 9. Mei 2016 Penulis Qonita Rahmi vii . Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Ahmad Faruqi Amrullah. 10. Teman-teman Pendidikan Biologi 2011 khususnya Biologi B UIN Syarif Hidayatullah Jakarta khususnya para sahabat terdekat yang senantiasa memberikan masukan kepada penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi. Ade Wirdatus Sholehah. 11. 7.

.......................................................................................... 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................................................................. xii DAFTAR LAMPIRAN .......... 21 B.... Keterampilan Bertanya................................................................ 7 C......................... i LEMBAR PENGESAHAN MUNAQOSAH ...................................... ii SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI .................................................. Kajian Relevan .................... DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ..................... xi DAFTAR TABEL ...... 19 a...... vi DAFTAR ISI . Manfaat Penelitian ...... 19 b........................ 10 b........... 20 c............................................. Active Learning ................................................................................................ 10 a.................. Strategi Question Student Have .................... 1 B.............................. Pembatasan Masalah .... viii DAFTAR GAMBAR .................... 9 F...................................................... 24 viii .......................................................................................................................... 8 D.......................................... 1 A............................................................ 10 1...................................................................................................................................................................... v KATA PENGANTAR ..... Kajian Teori ............................................................................................................... Identifikasi Masalah ....................... 8 E...................... Keterampilan Bertanya .... Definisi Bertanya ....................... Latar Belakang Masalah ......... Tujuan Penelitian ................... 10 A..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Strategi Pembelajaran Aktif ......... 12 2........ iv ABSTRACT ............................ iii ABSTRAK ................. xiii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................................................................................................................. Strategi Pembelajaran .................................................................................. Rumusan Masalah ..................

............................................ 28 D.............................. 32 F........ dan Rendah ............................ Teknik Pengumpulan Data ........ 50 3................................................ 28 A......... 53 1. Pertanyaan Berdasarkan Kualitas Pertanyaan ........................................................................... Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi........ 45 d......................... 36 b......... 33 1...... Pertanyaan Tertulis ...................................................................... Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan ......................... Pembahasan ............................................ 36 A............................................. 52 B..................... Pertanyaan Siswa Berdasarkan Dimensi Proses Kognitif dan Pengetahuan .. Tempat dan Waktu Penelitian ........................... 34 G.......................................................... Pertanyaan Lisan .............. 36 1................... 46 e.................... Pertanyaan Siswa Keseluruhan....................................................................... Pertanyaan Berdasarkan Kuantitas Siswa Bertanya ............................... Analisis Pertanyaan Berdasarkan Kuantitas Siswa Bertanya .................................................................... Analisis Data .............. Sedang.... Validitas ..................... 38 2................... 35 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................. Sedang............. Kuantitas Siswa Bertanya Keseluruhan...................... 33 2.... Sampel Penelitian ............... Uji Validitas dan Reliabilitas ................................................... Hasil Penelitian ........... 53 ix ..... Kerangka Pikir .................................... Reliabilitas .................................................................................. Hasil Posttest Siswa .......................... 28 C..... 43 c. 41 b................................................................................................................... Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Tinggi................ 53 a..................... 41 a............................................ 36 a............ Metode Penelitian ................................................................ dan Rendah ............................ 29 E.............................................. 28 B.. 48 f............................. C...................................................................................................... 25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... Kuantitas Siswa Bertanya Keseluruhan ............................................ Instrumen Penelitian .

.. Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Tinggi.................................................. 60 a. b................................. 64 c....... Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi...................................... Analisis Pertanyaan Berdasarkan Kualitas Pertanyaan ........ 78 B.......... 58 2.............................. … 80 LAMPIRAN ......... dan Rendah ...... Sedang.................. Pertanyaan Lisan dan Tertulis ........................ 78 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………...................................................... Pertanyaan Siswa Berdasarkan Dimensi Proses Kognitif dan Pengetahuan................................................ Analisis Posttest Siswa ..... dan Rendah ................................................... Pertanyaan Keseluruhan ..................................... Saran . 74 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................... Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan .................................. 71 3......... 60 b.. 70 e............................. 69 d........................................................................... 78 A.......... Kesimpulan ............................................................................. Sedang.......................................................................... 85 x ..............

...1 Bagan Kerangka Pikir ..................... 43 Gambar 4...... 45 Gambar 4... DAFTAR GAMBAR Gambar 2..5 Diagram Pertanyaan Tertulis Keseluruhan .................................. 42 Gambar 4.... Sedang............................. 38 Gambar 4............................. 47 xi ......2 Kuantitas Siswa Bertanya Lisan dan Tertulis Kelompok Tinggi......3 Diagram Pertanyaan Siswa Keseluruhan ...........................................................4 Diagram Pertanyaan Lisan Keseluruhan ..6 Diagram Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan ............... 36 Gambar 4.................. dan Rendah ............. 26 Gambar 4.1 Persentase Kuantitas Siswa Bertanya Lisan dan Tertulis Keseluruhan .........................................

.......17 Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi. 55 Tabel 4................................................... dan Rendah (Memahami-Konseptual) .............. 40 Tabel 4........................6 Persentase Pertanyaan Lisan Setiap Pertemuan ..........11 Persentase Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi..10 Persentase Pertanyaan Tertulis Dimensi Proses Kognitif dan Pengetahuan............... 46 Tabel 4.... 29 Tabel 3.............................................................. 67 Tabel 4..................................16 Pertanyaan Lisan dan Tertulis Level Kognitif C2 (Memahami) .......................14 Persentase Pertanyaan Tidak Relevan ....1 Taksonomi Bloom Revisi ..12 Persentase Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Tinggi................ 44 Tabel 4. Sedang............................. 50 Tabel 4.................................................................................. dan Rendah Keseluruhan (Lisan dan Tertulis) .......3 Distribusi Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Sedang ............................................................9 Persentase Pertanyaan Lisan Dimensi Proses Kognitif dan Pengetahuan ........................... 40 Tabel 4.........2 Distribusi Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Tinggi ......... 17 Tabel 2........... Sedang.......... ............1 Pengelompokkan Siswa .............. 37 Tabel 4.............................................................. 42 Tabel 4....................2 Analisis Pertanyaan Siswa ................... 32 Tabel 4..... DAFTAR TABEL Tabel 2.. 39 Tabel 4.....................................5 Persentase Pertanyaan Siswa Setiap Pertemuan ........... 23 Tabel 3..............13 Persentase Pencapaian Hasil Belajar .................. dan Rendah Keseluruhan (Lisan dan Tertulis) .......... 51 Tabel 4........... 71 xii ..... 62 Tabel 4............8 Persentase Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Setiap Pertemuan .................47 Tabel 4.......................4 Distribusi Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Rendah ..................2 Langkah Strategi Pembelajaran Question Student Have... Sedang....................1 Distribusi Persentase Kuantitas Siswa Bertanya ..................7 Persentase Pertanyaan Tertulis Setiap Pertemuan .......... 52 Tabel 4.15 Contoh Pertanyaan Siswa ............... 48 Tabel 4............ 49 Tabel 4.....

...............................223 Lampiran 14..............................................................................................................................................110 Lampiran 3..........................144 Lampiran 9.......................145 Lampiran 10...... xiii ..................................227 Lampiran 16...............................................................126 Lampiran 5.........................................212 Lampiran 13.................................... Lembar Kerja Siswa ........................... Lembar Validitas Isi .............................125 Lampiran 4....................... Lembar Observasi Guru .......................... Daftar Kelompok Siswa...................147 Lampiran 11..................... Nilai MID Semester Ganjil ..................................................... DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Olah Data Pertanyaan Siswa ........................... Dokumentasi Penelitian ............................... RPP Question Student Have ..... Nilai Posttest.............................142 Lampiran 8..........................161 Lampiran 12........................ Lembar Validasi Pertanyaan..................................................................... Lembar Uji Referensi ...... Perhitungan Pengelompokkan Siswa ....................................................................... Surat-surat ....... Distribusi Indikator Soal Posttest .... Pertanyaan Siswa .......... Soal Posttest ............ Validasi Analisis Soal Evaluasi Sekolah ..................... Hasil Persentase Indikator Pembelajaran ............................................ Lampiran 19.230 Lampiran 17.......128 Lampiran 6..............85 Lampiran 2.................................................................................................................................224 Lampiran 15..................140 Lampiran 7......... Lembar Observasi Pertanyaan Siswa ..............236 Lampiran 18.....

III. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Cet. (Jakarta: Gaung Persada Press. Pengajuan pertanyaan pun didominasi oleh guru yang bertanya. Penyelenggaraan pembelajaran secara interaktif dapat tercipta dengan adanya interaksi yang terjadi di dalam kelas. dan kemandirian sesuai dengan bakat. dan lain sebagainya. Interaksi dalam pembelajaran terjadi antara siswa dan guru ataupun antar siswa melalui sebuah pertanyaan. menantang. Maka dapat dikatakan bahwa sikap pasif siswa dalam 1 Tina Yunarti. terutama siswa tidak terlatih dalam mengajukan pertanyaan. Kiat Membelajarkan Siswa. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 5 Desember 2009. 2 Martinis Yamin. Sementara Yunarti menyatakan bahwa jika pertanyaan dimunculkan oleh siswa. h.2 Sikap pasif siswa dalam pembelajaran tersebut dapat terjadi pula ketika guru memberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kebanyakan siswa hanya diam sehingga guru mengambil alih kembali pembelajaran. kreativitas. 180. minat. Latar Belakang Masalah Permendikbud No. 1 . siswa belum banyak terangsang untuk mengajukan pertanyaan dari materi yang dipelajari. tidak diberi kesempatan bertanya oleh guru. menyenangkan. kemungkinan berikut barangkali kurang percaya diri mereka. dikarenakan guru monopoli dalam kelas. “Fungsi dan Pentingnya Pertanyaan dalam Pembelajaran”. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. h. inspiratif. Keadaan yang seringkali terjadi dalam proses pembelajaran di sekolah adalah interaksi satu arah yaitu siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY. 2010). ISBN: 978-979-16353-3-2.1 Dalam dunia pendidikan kita. Yogyakarta. karena berbagai alasan. Prosiding disampaikan pada Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. 65 Tahun 2013 menyatakan bahwa proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. maka siswa belajar untuk memberi pertanyaan yang baik dan menerima umpan balik dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. 90. sementara siswa jarang yang mengajukan pertanyaan. BAB I PENDAHULUAN A.

Agus Irianto. Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Question Student Have (QSH) Disertai Speed Test Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 10 Sijunjung. Hal ini sejalan dengan teori operant 3 Dian Suciana Amri. dkk mengatakan bahwa jika tidak ada siswa yang bertanya maka guru cenderung menganggap bahwa siswa telah memahami materi pelajaran. (http://jurnal. 2012.3 Siswa yang mudah menyerap pembelajaran yang disampaikan guru bisa saja telah memahami semua yang disampaikan oleh guru.id/MHSMAT/index. ataupun siswa enggan dan malu untuk bertanya. Sofia Edriati. 2 (http://ejournal.id/students/index. 1. Amri. Perbedaan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Antara Menerapkan Strategi Question Student Have dan Strategi Think Pair Share pada Kelas X di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Kota Solok. 5 Haning Vianata. h. dkk mendapati bahwa siswa tidak mau bertanya kepada guru namun ketika guru menanyakan sebuah pernyataan benar atau salah. Pengaruh Model Pembelajaran Question Student Have Terhadap Hasil Belajar IPS Sejarah Siswa.php/mat20121/article/download/71/70 diakses pada tanggal 20 Desember 2014). siswa tidak bisa menjawab karena sebagian besar siswa tidak memahami materi yang dipelajari saat itu4 Diamnya siswa ketika diberikan kesempatan bertanya oleh guru dapat dikarenakan siswa merasa tidak percaya diri dan takut untuk mengajukan pertanyaan.stkip-pgri- sumbar. dan Yulhendri. 4 Sri Dewita. Journal of History Education.ac. siswa sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dijelaskan guru.5 Perasaan malu dan takut untuk bertanya yang terjadi pada siswa membentuk pola pikir yang sama saat ia telah dewasa nanti.unp.php/pek/article/download/329/174 diakses pada tanggal 15 Desember 2014). 2. Vol. dan Anna Cesaria. 2 mengajukan pertanyaan dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu siswa sudah mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh guru. No. Permasalahan yang muncul adalah masih banyak siswa yang tidak memahami materi pelajaran dan lebih memilih diam dikarenakan mereka sama sekali tidak mengerti bahkan tidak tahu apa yang harus ditanyakan.ac. h. 1. namun tidak semua siswa dapat langsung memahami materi yang dijelaskan guru. Penelitian yang dilakukan oleh Dewita. Vianata mengemukakan faktor yang menyebabkan siswa tidak aktif bertanya adalah siswa yang kurang berani untuk bertanya padahal dalam dirinya sudah ada pertanyaan yang akan disampaikan. .

tidak dipublikasikan. Medan. 3 conditioning dari Skinner dalam Santrock (2008) yang dikutip Suherni. sekadar sertifikat yang dia akan terima). 17-18. tanpa pertanyaan.7 Pengaruh sikap pasif siswa dalam mengajukan pertanyaan membuat siswa kurang memanfaatkan kesempatan untuk dapat mengajukan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang tidak dipahami ataupun menggali dengan lebih luas pelajaran yang sedang dipelajari. e-Journal Universitas Negeri Yogyakarta. h. Ketika belajar secara pasif. 8 Liena Andiasari. Dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan Andiasari pada siklus pertama didapati bahwa siswa yang bertanya jumlahnya sedikit dan cenderung siswa yang sama serta siswa yang cukup banyak bertanya adalah siswa yang tergolong pintar sedangkan yang lainnya cenderung pasif. Siswa yang seringkali didapati mengajukan pertanyaan adalah siswa yang berkemampuan tinggi ataupun berani. Jumadi. Penggunaan Model Inquiry dengan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di SMPN 10 Probolinggo. 3. mengatakan bahwa pemberian reinforcement (positif dan negatif) dapat mengakibatkan terbentuknya perilaku yang diharapkan atau yang tidak diharapkan yang dapat berlangsung lama. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan. No.8 Diamnya siswa ketika kegiatan pembelajaran akan menyebabkan pembelajaran menjadi kurang komunikatif dan pembelajaran menjadi pasif. 1-2. 3. Pengaruh Pendekatan Setiap Siswa Sebagai Guru Terhadap Keterampilan Bertanya Siswa dan Pemahaman Materi Dalam Pembelajaran Fisika Pada Materi Alat Optik Siswa Kelas X. 2012. barangkali. Ketika belajar secara 6 Suherni. Tesis pada Pascasarjana Universitas Negeri Medan. Hal ini dapat menjadi suatu permasalahan bagi dunia pendidikan karena bagaimanapun. 3. 2015. h. sementara siswa lainnya hanya diam. 7 Roro Kurrota Ayunin. peserta didik mengalami proses tanpa rasa ingin tahu. dan Subroto. No. h.6 Pola pikir malu dan takut tersebut akan menjadi reinforcement negatif bagi siswa yang akan membentuk siswa untuk terus takut bertanya. dan tanpa daya tarik pada hasil (kecuali. kegiatan bertanya adalah salah satu cara bagi seseorang untuk mencari informasi dan pengetahuan yang ingin diketahui. . Vol. 1. 2013. “Analisis Keterampilan Bertanya Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Pokok Bahasan Keragaman Pada Tingkat Organisasi Kehidupan SMP Negeri Kabupaten Deli Serdang”. 1. Vol. dkk bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang bermula dari „bertanya‟. Seperti yang dikemukakan Ayunin.

h.9 Berdasarkan penelitian mengenai faktor penyebab kesulitan siswa dalam mengungkapkan pertanyaan yang dilakukan oleh Cholifah didapati bahwa kesulitan siswa dalam mengungkapkan pertanyaan di kelas termasuk ke dalam kategori kesulitan yang tinggi salah satunya adalah indikator hubungan siswa dengan guru memiliki presentase sebesar 61. namun setelah diberikan kesempatan untuk menuliskan pertanyaan-pertanyaan mereka. 4. dkk. No. (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. 10 Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa siswa kurang dapat berkomunikasi dengan guru sehingga muncul perasaan takut dan enggan kepada guru.66% termasuk kategori kesulitan yang tinggi dan indikator perilaku guru dalam mengajar adalah 77.11 Berdasarkan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang mendapatkan latihan untuk mengajukan pertanyaan. 2006. 6. No. 2013. pelajar mencari sesuatu. Terj. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Kurang terlatihnya siswa dalam mengajukan pertanyaan dapat dikarenakan guru berbalik memberikan pertanyaan ketika siswa tidak ada yang bertanya. Dia ingin menjawab pertanyaan. 4 aktif. Kebanyakan siswa yang merasa kurang percaya diri.11. 13. & Lisa Deswati. Peningkatan Kemampuan Siswa SD untuk Mengajukan Pertanyaan Produktif. Yeti Sumiati & Cucu Setiawati. 11 Widodo. Widodo mengungkapkan bahwa siswa sangat sedikit mengajukan pertanyaan secara lisan.76% termasuk kategori kesulitan yang tinggi pula. 4. dari active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject oleh Sarjuli. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Siswa dalam Mengungkapkan Pertanyaan pada Proses Pembelajaran Biologi Kelas VII SMP Bunda Padang. memerlukan informasi untuk menyelesaikan masalah. Hal ini menyebabkan kesulitan siswa bertanya di dalam kelas merupakan kesulitan yang tinggi. Vol. Padahal pertanyaan merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam sebuah proses pembelajaran. . 2009). Vol. Wince Hendri. 10 Siti Cholifah. 6. lebih memilih untuk 9 Melvin L. tanpa menunggu sampai siswa mampu membuat pertanyaan sendiri. 1. ternyata siswa bisa memunculkan banyak sekali pertanyaan. atau menyelidiki cara untuk melakukan pekerjaan. 2. Cet. E-Journal Universitas Bung Hatta. h. Silberman. h. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif.

Permendikbud No 65 Tahun 2013 menyebutkan keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati. Wanto Rivaie. memungkinkan siswa yang bersangkutan dapat mengasosiakan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dengan ide atau teori yang sedang dibahas. menyaji. Begitu informasi masuk terus dipertanyakan. h. 2009). Otak kita tidak berfungsi seperti kerja audio recorder atau video tape recorder. apabila proses tersebut dapat membangkitkan kegiatan belajar yang efektif. Tetapi jika bertanya dan mempertanyakan tentang hal itu. sehingga dapat memperoleh hasil belajar yang baik dan maksimal. . 124.php/jpdpb/article/download/7686/7787 diakses pada tanggal 15 Desember 2014).untan. pengetahuan. dan mencipta.13 Standar Kompetensi Lulusan menyatakan bahwa sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap. Metode Pembelajaran. Otak kita tidak hanya menerima informasi.id/index. salah satunya adalah keterampilan bertanya. siswa tidak hanya sekedar memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru tetapi juga dapat mengembangkan kerja otaknya dan mengkonstruk ilmu pengetahuan yang didapatkan.ac. Analisis Keterampilan Bertanya oleh Guru Mata Pelajaran Sosiologi pada Kelas X MAS Khulafaur Rasyidin. Seorang guru tentunya dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan yang harus dimiliki siswa. Seseorang yang selalu menerima suatu ide atau teori tanpa mempertanyakan. (Bandung: CV Wacana Prima. akan mendapat penjelasan lebih luas.12 Hasil belajar yang baik dan maksimal ditentukan oleh seberapa besar pemahaman siswa terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru. dan keterampilan. Untuk dapat meningkatkan pemahaman siswa maka diperlukan adanya keterampilan bertanya yang diajukan oleh siswa. menanya. 13 Sumiati dan Asra. 5 menuliskan pertanyaan mereka dibandingkan menyampaikan langsung kepada guru. Dengan adanya kegiatan bertanya. tetapi juga memprosesnya. mencoba. maka pengetahuannya terbatas pada apa yang diterima semata-mata. Untuk memproses informasi 12 Asmira. menalar. dan Izhar Salim. h. Proses belajar mengajar dikatakan baik. 2 (http://jurnal.

56. otak (the brain) membantu melaksanakan refleksi baik secara eksternal maupun internal.16 Begitu pula dengan hasil wawancara siswa dan guru dalam penelitian Neneng Milati menunjukkan bahwa pembelajaran aktif teknik Question Student Have 14 Silberman. op. siswa perlu dilatih untuk dapat membuat pertanyaan.00% > 81. h. dkk. dkk yang menyatakan adanya peningkatan strategi bertanya di ruang kelas dalam mengembangkan kemampuan berpikir kognitif tingkat tinggi. dan jika kita diminta untuk mempertanyakannya. Achievement of Biology using Question Student Have Active Learning Observed from Learning Activity of Student‟s on XI IPA Grade of SMA Negeri 1 Sukoharjo. h. mengaplikasi (C3). Efektifitas Strategi Question Student Have dan Media Powerpoint pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. 68. Jika kita mendiskusikan informasi dengan orang lainm. dan Ely Rudyatmi. Upaya untuk melatih siswa dan menyalurkan pertanyaan yang ingin mereka sampaikan dapat dilakukan dengan menerapkan strategi Question Student Have. menganalisis (C4). otak kita dapat melakukan tugas belajar lebih baik. cit. dan Meti Indrowati. 1. dan mencipta (C6). memahami (C2). . 3. Oleh karena itu.15 Kemampuan berpikir kognitif dapat dibedakan berdasarkan Taksonomi Bloom revisi yaitu mengingat (C1). jumlah siswa aktif dan sangat aktif kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 97.14 Salah satu cara untuk dapat membuat otak bekerja dengan lebih baik yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan. siswa kelas eksperimen dapat menjadi lebih aktif daripada kelas kontrol. Penelitian Nur Liya Khasanah. 15 Eni Rahayu. Vol. Unnes Journal of Biology Education. yaitu menuliskan pertanyaan yang ingin diajukan siswa kepada guru. 3 No. 16 Nur Liya Khasanah. 6 secara efektif. Melatih membuat pertanyaan dapat dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan rangsangan. Hal ini dapat dilihat bahwa pada pertemuan akhir. 2013. 2011. Sri Mulyani Endang Susilowati. Jurnal Pendidikan Biologi. 2 No. 4.25%. mengevaluasi (C5). menunjukkan bahwa setelah terbiasa dengan strategi Question Student Have. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian Edwards & Mary (1996) dalam Rahayu. h. atau meminta siswa secara langsung untuk membuat pertanyaan menggunakan strategi pembelajaran. Alvi Rosyidi.. Vol.

7 memberikan respon yang baik dan guru kelas juga menganggap bahwa pembelajaran aktif teknik Question Student Have telah dilaksanakan dengan sangat baik karena siswa dituntut untuk membuat pertanyaan sehingga siswa lebih konsentrasi dalam belajar. 17 Neneng Milati. Lingkungan. beberapa masalah yang dapat diidentifikasikan adalah sebagai berikut: 1. 34. . 18 Qonita Rahmi. Kebanyakan siswa hanya diam ketika diberikan kesempatan untuk bertanya.13% menjadi 51. 4. Prosiding disampaikan pada Seminar Nasional Biologi. 24-26 Oktober 2015. Jakarta. h. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan. 2.18 Berdasarkan uraian tersebut maka diperlukan adanya analisis keterampilan bertanya siswa yang tidak hanya melihat dari segi kuantitatif. 33% pada siklus II. Pembelajaran & Workshop Kurikulum KKNI Pendidikan Biologi FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Siswa kurang dilatih untuk dapat mengajukan pertanyaan. namun perlu juga ditinjau aspek pertanyaan berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi pada pembelajaran Biologi teknik Question Student Have di kelas XI IPA 1 MAN Tangerang pada konsep Sistem Gerak. 3. Jakarta. Siswa enggan dan tidak memiliki keberanian untuk mengajukan pertanyaan.17 Hasil penelitian lainnya mengenai strategi Question Student Have di SMPN 87 Jakarta didapatkan hasil bahwa strategi Question Student Have dapat meningkatkan keterampilan bertanya siswa dengan hasil pada siklus I sebesar 44. h. 98. Zulfiani. Skripsi pada Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. “Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Teknik Question Student Have untuk Meningkatkan Perhatian Siswa dalam Pembelajaran Matematika”. dan Henie Suryana. 2011. tidak dipublikasikan. “Penerapan Strategi Question Student Have untuk Meningkatkan Keterampilan Bertanya Siswa Kelas VII-1 SMP Negeri 87 Jakarta”. Interaksi pembelajaran di kelas didominasi oleh pertanyaan yang diajukan guru. B.

sedang. D. dan rendah) berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi dengan menerapkan strategi Question Student Have pada konsep sistem gerak?” . Keterampilan bertanya siswa kelompok tinggi. 3. dan rendah dibatasi pada hasil keseluruhan pertanyaan berdasarkan level kognitif dan dimensi pengetahuan. C. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah yang telah diuraikan sebelumnya. sedang. Pembatasan Masalah Untuk membatasi permasalahan yang meluas. 4. 8 5. 2. maka masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimanakah kuantitas dan kualitas bertanya siswa kelas XI IPA 1 MAN Tangerang tahun ajaran 2015/2016 keseluruhan dan kelompok siswa (tinggi. Strategi yang digunakan dalam pembelajaran adalah strategi Question Student Have. Tidak adanya aktifitas bertanya siswa menyebabkan tidak berkembangnya kemampuan berfikir kognitif siswa. 5. Pertanyaan berdasarkan level kognitif mencakup pertanyaan lisan dan tertulis. Keterampilan bertanya yang diteliti dibatasi pada jumlah siswa bertanya dan tingkat pertanyaan berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi meliputi level kognitif dan dimensi pengetahuan yang dianalisis secara terpisah. Materi yang digunakan pada pembelajaran dibatasi pada konsep sistem gerak. maka dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada hal-hal sebagai berikut: 1.

9 E. 2. sedang. diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Lainnya Dapat dijadikan literatur untuk perbandingan mengenai hasil keterampilan bertanya siswa berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. Bagi Instansi Hasil penelitian dapat dijadikan dokumentasi ilmiah bagi mahasiswa yang memerlukan referensi mengenai strategi Question Student Have dan keterampilan bertanya siswa. Tujuan Penelitian Setiap penelitian mempunyai tujuan yang ingin dicapai setelah dilakukannya penelitian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuantitas dan kualitas bertanya siswa kelas XI IPA 1 MAN Tangerang tahun ajaran 2015/2016 keseluruhan dan kelompok siswa (tinggi. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini. F. 3. dan rendah) berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi dengan menerapkan strategi Question Student Have pada konsep sistem gerak. Bagi Guru Sebagai bahan pengembangan kegiatan belajar mengajar di kelas yang dapat melatih keterampilan bertanya siswa. .

yaitu dapat terjadi kepada siapapun yang memungkinkan munculnya aktivitas bertanya. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Keterampilan Bertanya a. kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiry yaitu menggali informasi. 89. 11. mengapa. kapan. atau kata tanya lainnya). Vol. 10 .2 Bertanya itu sendiri harus mengandung kata tanya. Unnes Physics Education Journal. 2 Rizkianingsih. dan mengarahkan perhatian pada aspek yang 1 Syaiful Sagala. dan kemudian diakhiri dengan tanda tanya (?). mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui. Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Inkuiri pada Pokok Bahasan Pemantulan Cahaya Kelas VIII MTs. di mana. questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. antara guru dengan siswa. 48. Kajian Teori 1. h. h. siapa. jika tidak mengandung kata tanya maka dapat dikatakan bahwa apa yang disampaikan bukanlah sebuah pertanyaan. antara siswa dengan guru. 2013. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. Bertanya dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan atau mengandung kata tanya (apa. Bagi siswa. berapa. dan Susilo. (Bandung: Alfabeta. Cet. membimbing.1 Aktivitas bertanya di dalam kelas berada dalam ruang lingkup yang luas. No. Sukisno. 3. Questioning (bertanya) merupakan strategi utama yang berbasis konstekstual. Bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Bertanya Pada semua aktivitas belajar. M. bagaimana. 2013). dan menilai kemampuan berpikir siswa. mana. ke mana. 2.

4 Menggunakan pertanyaan yang merangsang pikiran bisa membuat siswa berpikir. dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Cet. 115. baik administrasi maupun akademis. 2013). 2010). 11 belum diketahuinya. loc. h. Wince Hendri. dari Using Their Brains in Science oleh Endah Sulistyowati dan Agus Suprapto. Landasan. No. (d) Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa. menambah wawasan baru dan memantapkan apa yang tadinya masih ragu-ragu atau belum jelas. (e) Mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa. mengetahui ketidakmengertian siswa terhadap suatu pelajaran. Menurut Cholifah. (b) Mengecek pemahaman siswa. (Jakarta: Kencana. 5 Hellen Ward. 6. Terj.5 Siswa dapat menggunakan kerja otaknya secara lebih maksimal ketika mereka dihadapkan pada pertanyaan- pertanyaan yang dapat membuat mereka berpikir. Vol. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Siswa dalam Mengungkapkan Pertanyaan pada Proses Pembelajaran Biologi Kelas VII SMP Bunda Padang.. (c) Membangkitkan respons kepada siswa. kegiatan bertanya berguna untuk: (a) Menggali informasi. 2. (g) Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. 24. E-Journal Universitas Bung Hatta. 4 Siti Cholifah. bertanya bagi siswa merupakan salah satu cara untuk memahami pelajaran. dan (h) Menyegarkan kembali pengertahuan siswa. Mereka juga dapat mengkonstruksikan pengetahuan sebelumnya dengan pengetahuan yang baru didapatkan melalui sebuah pertanyaan. & Lisa Deswati. cit. (Jakarta: PT Indeks. 4. serta melihat sejauh mana pemahaman siswa pada materi pelajaran tersebut. 2. dkk. 2013. 3 Trianto.3 Dari pernyataan tersebut kegiatan bertanya menjadi unsur penting dalam pembelajaran siswa karena dengan bertanya siswa belajar untuk dapat menambah wawasannya dengan cara menggali informasi yang belum diketahuinya melalui guru. h.6 Kegiatan bertanya sesungguhnya adalah salah satu cara untuk dapat menambah pengetahuan siswa. . Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep. (f) Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. h. Dalam sebuah pembelajaran yang produktif. 6 Trianto. Pengajaran Sains Berdasarkan Cara Kerja Otak.

7 Keterampilan biasa diartikan sebagai kegiatan yang bersifat fisik seperti pengertian keterampilan tersebut. olahraga. Keterampilan fisik adalah keterampilan seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan menggunakan otot. Keterampilan mengajukan pertanyaan merupakan salah satu ukuran untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa setelah pelaksanaan pembelajaran. Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru.9 Maka dapat dikatakan bahwa suatu pekerjaan yang dilakukan menggunakan otak juga dapat dikatakan sebagai suatu keterampilan yang bersifat nonfisik. sedangkan keterampilan nonfisik adalah keterampilan seseorang dalam menggunakan otak sebagai alat utama dalam mengerjakan dan memecahkan suatu persoalan. h. dan sebagainya. mengetik. 15. h. Dari pertanyaan yang diajukan dapat 7 Muhibbin Syah. Sanjaya. 2013). Cet. membagi keterampilan menjadi dua. 41-42. yaitu bisa berupa keterampilan fisik dan keterampilan nonfisik. melainkan juga sesuatu yang bersifat kognitif. 117. 9 Wina Sanjaya. Keterampilan Bertanya Keterampilan ialah kegiatan yang berhubungan dengan urat- urat syaraf dan otot-otot (neuromuscular) yang lazimnya tampak dalam kegiatan jasmaniah seperti menulis. 12 b. . 6. keterampilan bukan hanya meliputi gerakan motorik melainkan juga pengejawantahan fungsi mental yang bersifat kognitif. 8 Ibid.8 Berdasarkan pengertian mengenai keterampilan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa keterampilan bukan hanya sesuatu hal yang melibatkan fisik untuk melakukannya. Menurut Muhibbin. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cet. 2010). (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran.

10 Menurut Zulfiani. Cet. (Jakarta: PT Indeks. pengajaran. Keterampilan bertanya menjadi salah satu cara untuk dapat mengorganisasikan informasi yang didapatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. 96. 1. 10 Usman Samatowa. 1. sejauh mana pemahaman yang dimilikinya. h. dkk. (Jakarta: PT Indeks. Jilid 1. Tonih Feronika. dan Kinkin Suartini. Terj. dan sumber informasi lain ialah penyertaan pertanyaan yang mengharuskan siswa berhenti dari waktu ke waktu untuk menilai pemahaman mereka sendiri tentang apa yang dikatakan naskah atau guru. 2011). dari Educational Psychology: Theory and Practice oleh Marianto Samosir. Menurut Preessley et al. Untuk sampai pada keterampilan ini. Cet. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. 2009). 12 Robert E. Keterampilan bertanya tidak hanya harus dimiliki oleh guru tetapi siswa juga harus memiliki keterampilan dalam bertanya. 2010). keterampilan mengajukan pertanyaan merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki siswa sebelum mempelajari suatu masalah lebih lanjut. dapat disimpulkan bahwa keterampilan bertanya adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran karena berguna untuk mendorong siswa mempelajari suatu masalah lebih lanjut dan pertanyaan yang diajukan siswa dapat menjadi ukuran penilaian guru untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa. 13 diketahui sejauh mana siswa dapat menggunakan pemikirannya. 263. 11 Zulfiani.12 Oleh karena itu memiliki keterampilan dalam bertanya menjadi salah satu aspek penting dalam pembelajaran. h. (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta. 11 Dari kedua penjelasan tersebut. . 55.. Slavin. guru harus terlebih dahulu menunjukkan pola berpikir “Apa” –“Mengapa” –dan “Bagaimana” dalam setiap mengupas suatu masalah bersama-sama dengan siswa. h.(1990) dalam Slavin mengatakan bahwa salah satu strategi yang membantu siswa belajar dari naskah tertulis. Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik. Strategi Pembelajaran Sains.

14 Mengajukan pertanyaan berarti menunjukkan pola fikir yang dimiliki oleh seseorang. “apakah pertanyaannya rasional. 2010). melatih cara mengajukan pertanyaan siswa. emosional?”. Guru dapat mengambil kesempatan untuk mengetahui pola pikir siswa berdasarkan pertanyaan yang mereka ajukan. 4. . h.14 Menurut Sagala. kita sebagai guru akan dapat mengukur “apakah pertanyaan siswa memiliki sistematika atau tidak?”. “apakah pertanyaannya terstruktur atau tidak?”. “apakah pertanyaannya memiliki muatan atau tidak?”. 89-90. dalam sebuah pembelajaran yang produktif. Kiat Membelajarkan Siswa. Cet. Keterampilan bertanya bertujuan untuk: (a) merangsang kemampuan berpikir siswa. (Jakarta: Gaung Persada Press. 3. (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru. (3) membangkitkan respon pada siswa. 14 Hamzah B. kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggali informasi. (c) mengarahkan siswa pada tingkat interaksi belajar yang mandiri. bimbingan yang akan diberikan itu akan berpengaruh positif bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. baik administrasi maupun akademis. (c) membantu siswa dalam mencapai tujuan pelajaran yang dirumuskan.13 Pernyataan di atas menunjukkan bahwa peran siswa dalam mengajukan pertanyaan merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. (7) untuk membangkitkan lebih banyak lagi 13 Martinis Yamin. dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penanya. (2) mengecek pemahaman siswa. h. 2010). Uno. (b) membantu siswa dalam belajar. (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa. (Jakarta: PT Bumi Aksara. 170. Cet. (d) meningkatkan kemampuan berpikir siswa dari kemampuan berpikir tingkat rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Guru memiliki kesempatan yang banyak memperbaiki. (4) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa.

(b) Dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. op. Keterampilan bertanya merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki siswa untuk memperoleh pengetahuan. Kedua adalah bahwa dengan keterampilan bertanya dapat membantu suswa mencapai tujaun pelajaran yaitu memusatkan atau memfokuskan siswa pada masalah yang sedang dibahas. memprediksi. No. keterampilan mengajukan pertanyaan termasuk ke dalam salah satu keterampilan proses sains. 2008). 2. (d) Memusatkan siswa pada masalah yang sedang dibahas.15 Para ahli percaya pertanyaan yang baik memiliki dampak yang positif terhadap siswa. 88-89. Ketiga adalah dapat membangkitkan dan mengetahui rasa ingin tahu siswa terhadap materi yang sedang dibahas. 2001. Vol.. 5.16 Berdasarkan ketiga pemaparan mengenai tujuan ataupun dampak positif mengenai keterampilan bertanya terhadap siswa ditemukan adanya tiga persamaan. h. sebab berpikir itu sendiri pada hakikatnya bertanya. Learning in Science: What do Students‟ Questions Tell Us About Their Thinking?. . Menurut Chin. Cet. 15 pertanyaan dari siswa. 100. Dalam pembelajaran IPA. 16 Wina Sanjaya.17 15 Sagala. dan menjelaskan. (Jakarta: Kencana. pertanyaan-pertanyaan yang dihasilkan siswa merupakan aspek penting dalam sains karena dapat merangsang siswa untuk terlibat dalam proses berpikir seperti hipotesa. (c) Dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta menuntun siswa untuk menentukan jawaban. 17 Christine Chin. 29. h. di antaranya: (a) Bisa meningkatkan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran. cit. 34. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Education Journal. Pertama adalah bahwa keterampilan bertanya dapat merangsang dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa. h. (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

(2) Pertanyaan tertutup dan terbuka. Cet. 108. diambil dari bahasa Yunani tassein yang mengandung arti untuk mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. 2006. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. (4) Analisis. Vol. . Pendekatan Baru dalam Proses Pembelajaran Matematika dan Sains Dasar: Sebuah Antologi. (4) Menganalisis.20 Taksonomi yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Taksonomi Bloom. 20 Wowo Sunaryo Kuswana. “Urgensi Pertanyaan dalam Pembelajaran Sains dengan Metode Discovery-Inquiry”. yaitu: (1) Pertanyaan kovergen dan divergen. dan (6) Menciptakan yang dapat dilihat dari Tabel 2. (5) Sintesis. dan (6) Evaluasi. (3) Pertanyaan yang mengarah kepada keterampilan proses sains (KPS). Posisi taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan yang lebih rendah bersifat lebih spesifik. 4.1. 2007). 3-4. (2) Pertanyaan berdasarkan taksonomi Bloom. 1.19 Kata taksonomi. Taksonomi Berpikir. Taksonomi Bloom sebelum dilakukan revisi memiliki enam aspek kognitif yaitu: (1) Pengetahuan. (2) Pemahaman. (3) Menerapkan. 2011). Cet. yaitu: (1) Pertanyaan akademik dan non akademik. 1. No. 2. dalam Gelar Dwirahayu & Munasprianto Ramli (eds). 18 Kinkin Suartini. h. h. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya.18 Sedangkan menurut Widodo. Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sains. 19 Ari Widodo. h. (5) Mengevaluasi. Sementara Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl mencakup aspek: (1) Mengingat. 8-9. (3) Penerapan. Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokkan suatu hal berdasarkan hierarki tertentu. 16 Menurut Carin dan Sund dalam Dahar (1992) yang dikutip oleh Kinkin mengelompokkan jenis pertanyaan dalam sains pada tiga kategori. (Jakarta: PIC UIN Jakarta. pertanyaan terbagi menjadi tiga kategori. (3) Pertanyaan terkait proses kognitif. (2) Memahami.

2010). 6. Mengaplikasikan berarti menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu. Men- Pengetahuan Mengingat Memahami aplikasikan analisis evaluasi cipta A. Memahami berarti mengkonstruk makna dari materi pembelajaran. Meng. dan Asesmen. h.1 Taksonomi Bloom Revisi Dimensi Proses Kognitif Dimensi 1. Pengetahuan Metakognitif Sumber: Anderson & Krathwol Berdasarkan Anderson & Krathwol. 3. Pengajaran. mengingat berarti mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang. Mengevaluasi berarti mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan/atau standar. Terj. and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives oleh Agung Prihantoro. dan digambar oleh guru. Kerangka Landasan Untuk: Pembelajaran. 17 Tabel 2. ada empat kategori. 4. . Teaching. Meng. yaitu sebagai beriku: a) Faktual (factual knowledge): berisi unsur- unsur dasar yang harus diketahui siswa jika mereka akan 21 Lorin W. 2. Anderson & David R. 44-45. termasuk apa yang diucapkan. Krathwohl. ditulis. 5. Meng. 1. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Pengetahuan Konseptual C. Cet. Pengetahuan Faktual B. Pengetahuan Prosedural D. Dan yang terakhir.21 Sedangkan pada dimensi pengetahuan. mencipta berarti memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinal. Menganalisis berarti memecah-mecah materi jadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antarbagian itu dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur atau tujuan. dari A Taxonomy for Learning.

model mental atau teori dalam berbagai model psikologi kognitif. h. 22 Eveline Siregar & Hartini Nara. (Jakarta: PT Indeks. c) Prosedur (procedural knowledge): pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu.265. Cet. .23 Dari penjabaran tersebut. b) Kosep (conceptual knowledge): meliputi skema. 2011). dapat disimpulkan bahwa untuk dapat mengklasifikasikan keterampilan bertanya dapat menggunakan taknosomi Bloom revisi dengan dua dimensi. beberapa orang menafsirkannya sebagai pemeringkatan tujuan dari sesuatu yang sepele hingga yang penting. Dari Educational Pshychology: Teory and Practice. Terj. yaitu dimensi pengetahuan untuk melihat tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa dan dimensi proses kognitif untuk melihat kemampuan kognitif siswa. Teori Belajar dan Pembelajaran. 18 diperkenalkan dengan satu mata pelajaran tertentu atau untuk memcahkan suatu masalah tertentu (low level abstraction). 23 Robert E. 9-10. (Bogor: Ghalia Indonesia. biasanya berupa seperangkat urutan atau langkah-langkah yang harus diikuti.22 Taksonomi Bloom diorganisasikan dari yang sederhana hingga rumit. Peran penting utama taksonomi Bloom adalah bahwa taksonomi itu mengingatkan bahwa kita menginginkan siswa mempunyai banyak tingkat kemampuan. Psikologi Pendidikan: Teori dan Praktik. Slavin. 2011. 9 th ed oleh Marianto Samosir. Jilid 2. 2. Tingkat tujuan yang berbeda adalah sesuai bagi tujuan yang berbeda dan bagi siswa pada tahap perkembangan yang berbeda pula. d) Metakognitif (motacognitive knowledge): pengetahuan tentang pemahaman umum. hal ini bukanlah maksud taksonomi. Namun.). seperti kesadaran tentang sesuatu dan pengetahuan pemahaman pribadi seseorang. h.

2009). Hal tersebut sesuai dengan pendapat Uno. h.26 Dengan demikian. dkk. strategi pembelajaran dapat berperan penting dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. h. Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP. Cet. 19 2. 2011). Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi. Strategi Pembelajaran Aktif a. (Jakarta: Kencana. 25 Iif Khoiru Ahmadi. keadaan kelas dan juga siswa untuk mencapai 24 Dewi Salma Prawiradilaga. (Jakarta: PT Bumi Aksara. Uno. 3. Seorang guru harus dapat memilih strategi pembelajaran yang baik dan sesuai dengan materi.25 Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan strategi pembelajaran adalah cara-cara atau teknik yang digunakan oleh pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran agar peserta didik dapat memahami apa yang disampaikannya dengan lebih mudah dan mencapai tujuan pembelajaran. Cet. 10. penentuan metode dan media. bahwa strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan digunakan oleh seorang pengajar untuk memilih kegiatan belajar yang akan digunakan selama proses pembelajaran. sumber belajar. Model Pembelajaran. 3. Strategi Pembelajaran Menurut Salma. serta interaksi antara pengajar dan peserta didik. 37. 20014). . 9. (Jakarta: PT. 24 Sedangkan Iif Khoiru mengemukakan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diarapkan akan dikuasainya di akhir kegiatan belajarnya. Prestasi Pustaka. kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. 26 Hamzah B. Prinsip Disain Pembelajaran. alur isi pelajaran. strategi pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh perancang dalam menentukan tehnik penyampaian pesan. h.

Seperti apa yang dikemukakan oleh Hollingsworth. h.29 Strategi pembelajaran aktif instruksional dapat dibuat dan digunakan untuk melibatkan siswa dalam: (a) berpikir kritis atau kreatif. Cet. mengubah tingkah laku siswa menjadi belajar aktif secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Terj.28 Dari kedua pengertian tersebut. ide. giat.edu/sites/default/files/Doc6-GetStarted_ActiveLearningHandbook. (Jakarta: PT Indeks. berkesinambungan. dan keterampilan melalui penyelesaian dari instruktur yang diarahkan melalui tugas dan kegiatan. 2013). kelompok kecil.pitt. h. b. Active Learning Handbook. hidup. 1. atau 27 Daniel Bell and Jahna Kahrhoff. 20 kegiatan pembelajaran yang efektif dan dapat mencapai tujuan. 2006. 28 Agus N. Strategi pembelajaran yang tidak tepat. viii. dapat diambil beberapa inti dari pembelajaran aktif. Pertama. 138. 1. (http://www. (b) berbicara dengan berpasangan. Pembelajaran aktif itu penuh semangat.pdf diakses pada tanggal 10 Mei 2016). ide. Increasing Flow in the Classroom oleh Dwi Wulandari. dan efektif. 2. kuat.cgs. 29 Pat Hollingsworth & Gina Lewis. dan keterampilan. Cahyo. baik mental maupun fisik. Kedua.27 Active learning (belajar aktif) adalah suatu cara atau strategi belajar mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi peserta didik seoptimal mungkin sehingga peserta didik mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efisien dalam kehidupan mereka sehari-hari. . dari Active Learning. siswa secara aktif membangun pemahaman mengenai fakta. h. Active Learning Active learning (belajar aktif) adalah suatu proses dimana siswa terlibat secara aktif dalam membangun pemahaman mengenai fakta. 2008). Pembelajaran Aktif: Meningkatkan Keasyikan Kegiatan di Kelas. tidak akan membawa siswa untuk dapat memahami pembelajaran. siswa belajar secara aktif ketika mereka terlibat secara terus-menerus. Cet. (Jogjakarta: DIVA Press. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar: Teraktual dan Terpopuler.

dan sikap berlangsung melalui proses penyelidikan atau proses bertanya. 3-4. Pembelajaran Question Student Have (QSH) menekankan pada siswa untuk aktif dan menyatukan pendapat dan mengukur sejauh mana siswa memahami pelajaran melalui pertanyaan tertulis. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Question Student Have pada Konsep Sistem Ekskresi pada Manusia. 21 dengan seluruh kelas. dari Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject oleh Raisul Muttaqien.unsil. h. Apabila digabungkan maka pengertian dari Question Student Have adalah pertanyaan yang dimiliki siswa.31 Siswa yang belajar secara aktif dapat membuat pembelajaran menjadi lebih efektif serta membuat siswa aktif mencari tahu apa yang tidak diketahuinya. salah satu diantaranya adalah Question Student Have (QSH). Strategi Question Student Have Question Student Have jika diartikan perkata ke dalam bahasa Indonesia yaitu “Question” yang artinya pertanyaan.30 Pembelajaran aktif atas informasi. (Bandung: Nuansa. 7.id/download. (http://journal. 2012). (http://www. dengan diterapkannya strategi 30 Jim Eison.pdf diakses pada tanggal 10 Mei 2016). (c) mengungkapkan ide-ide melalui tulisan. Pembelajaran aktif ini memiliki banyak strategi pembelajaran.edu/documents/presentations/Eisen- Handout. (f) merefleksikan proses pembelajaran.32 Seperti penjelasan tersebut. dan “Have” yang artinya mempunyai atau memiliki. 2010. c. Cet. Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif.cornell. 1. Siberman. keterampilan. dan. h.php?id=2499 diakses pada tanggal 10 Desember 2014). . 31 Melvin L. “Student” yang artinya siswa. Siswa dikondisikan dalam sikap mencari (aktif) bukan sekadar menerima (reaktif).ac. Using Active Learning Instructional Strategies to Create Excitement and Enhance Learning.116 32 Ikeu Dwi Astuti dan Purwati Kuswarini Suprapto. (e) memberi dan menerima umpan balik. bertujuan agar siswa termotivasi dalam menerima dan memahami materi yang diajarkan karena terjadi timbal balik antara guru dan siswa. (d) menjelajahi sikap pribadi dan nilai-nilai. Terj.cte. h.

34 Secara tidak langsung. Bermawy Munthe. Strategi Question Student Have akan „memaksa‟ siswa untuk menuliskan pertanyaan ataupun harapannya di sebuah kertas karena dengan membuat pertanyaan siswa akan menemukan kunci belajar. . Zaini. 2008). 2002). menggali informasi dengan lebih terperinci. dan Sekar Ayu Aryani. menjelaskan bahwa “Strategi Question Student Have merupakan salah satu cara yang dapat mendatangkan partisipasi siswa melalui tulisan”. 22 Question Student Have. (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.. dengan demikian siswa tidak perlu lagi merasa takut dan tidak berani untuk mengajukan pertanyaan yang ingin disampaikannya. menyatakan bahwa “Question Student Have (pertanyaan dari siswa) merupakan teknik yang tidak menakutkan yang dapat dipakai untuk mengetahui kebutuhan dan harapan peserta didik”. Langkah-langkah dalam kegiatan menggunakan strategi Question Student Have adalah sebagai berikut: 33 Hisyam Zaini. strategi Question Student Have dapat menjadi sebuah teknik yang menuntut siswa yang kurang aktif dalam kelas tetap turut berpartisipasi dalam pembelajaran yaitu dengan menuliskan sebuah pertanyaan kepada guru. dkk. Zaini. h. h. 34 Hisyam Zaini. (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga. dkk.. 139. Sementara siswa yang tidak memperhatikan pelajaran tidak akan bisa memunculkan pertanyaan mengenai apa yang dipelajari. Strategi Pembelajaran Aktif.33 Teknik ini membuat siswa yang tidak berani mengajukan pertanyaan secara langsung kepada guru dapat menyalurkan pertanyaannya melalui sebuah tulisan. 17. guru dapat mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikannya melalui pertanyaan yang ditulis siswa. Dengan begitu siswa akan termotivasi untuk dapat belajar secara aktif. Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi. dkk.

Besar kemungkinan ada pertanyaan- 7 pertanyaan yang akan anda jawab pada pertemuan berikutnya. masing-masing diminta untuk memberikan kepada teman di samping kirinya. . Jika 4 pertanyaan itu juga ingin dia ketahui jawabannya. (tidak perlu menuliskan nama) Setelah semua selesai membuat pertanyaan.2 Langkah Strategi Pembelajaran Question Student Have No Langkah Kegiatan Bagikan potongan-potongan kertas (ukuran kartu pos) kepada 1 anak didik Minta setiap anak didik untuk menuliskan satu pertanyaan apa 2 saja yang berkaitan dengan materi pelajaran. Jawaban secara pribadi dapat diberikan di luar kelas Kumpulkan semua kertas. atau yang berhubungan dengan kelas. Pada saat ini carilah pertanyaan yang mendapat tanda centang paling banyak Beri respon terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan: a) jawaban langsung secara singkat. berikan langsung kepada teman di samping kanannya Ketika kertas pertanyaan tadi kembali kepada pemiliknya. Beri kesempatan kepada anak didik untuk membaca semua pertanyaan dari teman-temannya Pada saat menerima kertas dari teman di sampingnya. jika tidak. maka dia harus memberi tanda centang. c) menjelaskan bahwa pembelajaran ini tidak akan sampai membahas pertanyaan anak didik tersebut. 23 Tabel 2. mereka diminta untuk membacakan pertanyaan yang ada. anak didik diminta untuk menghitung tanda centang yang ada 5 pada kertasnya. 3 Sebaiknya posisi tempat duduk anak didik adalah melingkar. b) menunda jawaban sampai pada waktu yang tepat atau waktu 6 membahas topik tersebut.

b) Daripada menuliskan pertanyaan.75%) lebih banyak bertanya daripada di tengah dan di belakang. mintalah anak didik menuliskan harapan dan atau perhatian mereka terhadap pelajaran. Sampel penelitian yaitu empat SMP di Bandung. 2. Pertanyaan siswa secara tulisan merupakan pertanyaan kognisi tingkat rendah (93. kemudian ikuti instruksi seperti di atas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran oleh Ari Widodo yang berjudul Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sains. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif: Suatu Pendekatan Teoretis Psikologi. Tesis Suherni yang berjudul Analisis Keterampilan Bertanya Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Pokok Bahasan Keragaman Pada Tingkat Organisasi Kehidupan SMP Negeri Kabupaten Deli Serdang. pecahlah anak didik menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. 392-393.85%) dengan topik pertanyaan yang banyak muncul adalah mengenai sel dan jaringan. 24 Catatan: a) Jika kelas terlalu besar sehingga akan memakan waktu yang banyak untuk dapat memutar kertas. (Jakarta: Rineka Cipta. . dan pertanyaan yang meminta proses kognitif. Sampel penelitian ini adalah 160 orang siswa kelas VII dari 4 sekolah SMP Negeri di kabupaten Deli Serdang. Hasil analisis 35 Syaiful Bahri Djamarah. 3.75%). Cet. Kajian Relevan 1. kemudian jawab beberapa pertanyaan secara acak. Siswa yang duduk di depan (68. Penggolongan pertanyaan dalam Taksonomi Bloom menunjukkan hasil penelitian pertanyaan siswa dalam bentuk lisan merupakan pertanyaan kognisi tingkat rendah (100%) dengan didominasi pertanyaan mengenai sel (68. Atau dapat juga dengan mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan tersebut tanpa diputar. 2010). Pertanyaan yang dianalisis adalah pertanyaan yang relevansi dengan pelajaran. Pertanyaan siswa secara lisan dalam Taksonomi Marbach tergolong tipe 2 dan 3 dengan jumlah sama yaitu 50% dengan pertanyaan terbanyak yaitu mengenai sel. pertanyaan terbuka- tertutup. h.35 B.

Salah satu keterampilan tersebut adalah keterampilan bertanya yang diajukan siswa dalam proses pembelajaran.3 dan pada siklus II meningkat menjadi 73. Unnes Journal of Biology Education oleh Nur Liya Khasanah. dengan proses pembelajaran diharapkan siswa tidak hanya memiliki pengetahuan melainkan juga keterampilan. Sedangkan untuk hasil belajar pada siklus I nilai rata-rata sebesar 56. . Selain itu. Sri Mulyani Endang Susilowati. C. yaitu dengan cara melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Jamiyyah Islamiyyah tahun ajaran 2010/2011. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran aktif teknik Question Student Have dapat meningkatkan perhatian dan hasil belajar matematika siswa. Skripsi Neneng Milati dengan judul Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Teknik Question Student Have untuk Meningkatkan Perhatian Siswa dalam Pembelajaran Matematika. 4. 25 mengungkapkan bahwa pertanyaan guru melebihi jumlah pertayaan siswa. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VIIIA SMP Muhammadiyah Suruh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-B MTs. 3.9%. Dengan persentase perhatian belajar siswa pada siklus I adalah 60% meningkat menjadi 80% pada siklus II. Kerangka Pikir Proses pembelajaran di dalam kelas harus terjadi secara interaktif. Sebagian besar pertanyaan guru adalah pertanyaan tertutup dan meminta siswa untuk berpikir tingkat rendah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah siswa aktif pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol begitu juga dengan hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. dan Ely Rudyatmi yang berjudul Efektivitas Strategi Question Student Have dan Media Powerpoint pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan.

Meskipun ada beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan saat pembelajaran. . namun masih jauh lebih banyak siswa yang hanya diam pada saat pembelajaran atau cenderung pasif di kelas dan tidak menggunakan kesempatan ketika guru memberi waktu untuk bertanya.Menganalisis kesulitan Kegiatan Bertanya Berperan penting dalam siswa Siswa . Mengkonstruksikan pengetahuan Permasalahan Pembelajaran Terjadi Siswa Tidak Pasif Menggunakan Kesempatan Bertanya Diatasi dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Question Student Have Diperoleh Dianalisis menggunakan Pertanyaan Taksonomi Bloom Revisi Siswa Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir Kegiatan belajar mengajar di kelas saat ini masih banyak yang cenderung pasif. 26 . Pasif yang dimaksud adalah pada kegiatan pembelajaran lebih banyak guru yang berbicara di kelas dibandingkan dengan siswa.

27 Pentingnya bertanya bagi siswa sangat berguna dalam proses belajar siswa ataupun untuk diri siswa sendiri. Strategi pembelajaran aktif Question Student Have adalah salah satu strategi yang meminta siswa untuk menuliskan pertanyaan yang mereka miliki di atas selembar kertas sehingga secara tidak langsung siswa dapat terlatih dalam membuat pertanyaan. . Ketika siswa mengajukan pertanyaan. dengan mengajukan pertanyaan siswa dapat melatih otaknya untuk dapat berpikir kritis karena dengan membuat pertanyaan siswa belajar mengkonstruksikan pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan yang baru diterimanya. Tidak hanya itu. guru dapat dengan mudah menganalisis kesulitan siswa dalam menerima pelajaran. Keterampilan bertanya siswa dilihat berdasarkan hasil analisis pertanyaan berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi.

1. yaitu kelompok tinggi. bulan Oktober hingga November 2015. B.𝑋 Mean = 𝑓 1 Zainal Arifin. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2011).1 Adapun aspek yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah keterampilan bertanya siswa pada konsep sistem gerak dengan menerapkan strategi Question Student Have (QSH). Cet. 28 . Menentukan nilai rata-rata siswa (Mean) menggunakan rumus: ∑𝑓. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di MAN Tangerang. Metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menjawab persoalan-persoalan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi saat ini. Pelaksanaan penelitian dimulai pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2015/2016. 54. baik tentang fenomena dalam variabel tunggal maupun korelasi dan atau perbandingan berbagai variabel. Sampel Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah siswa MAN Tangerang kelas XI IPA 1 semester 1 tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 41 orang yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori kelompok siswa. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. dan rendah berdasarkan kemampuan kognitif yang didapatkan dari hasil MID Semester Ganjil Tahun 2015/2016. Pengelompokkan tersebut dilakukan dengan langkah sebagai berikut: 1. C. h. sedang. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

(Jakarta: PT Rineka Cipta. random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. h. 3 Suharsimi Arikunto. Teknik 2 Anas Sudijono. Cet. Mengelompokkan siswa menggunakan kriteria sebagai berikut:2 Ranking Atas M + 1SD Ranking Tengah M – 1SD Ranking Bawah Berdasarkan hasil perhitungan tersebut. Pengantar Statistik Pendidikan. 2014). 117. Purposive sample dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata. (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Menentukan standar deviasi menggunakan rumus: ∑𝑓𝑥² SD = 𝑁 3. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. 176. 29 2. didapatkan kelompok siswa sebagai berikut: Tabel 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam kepentingan penelitian dengan jelas dan sistematis.3 Kelas yang diambil untuk dijadikan sampel penelitian adalah kelas yang cukup aktif dalam bertanya. 2002). h.1 Pengelompokkan Siswa Kelompok Jumlah Kriteria Pengelompokkan Kognitif Siswa Nilai ≥ mean + SD Tinggi 6 Mean – SD ≤ nilai ≤ mean + SD Sedang 33 Nilai ≤ mean –SD Rendah 2 Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sample. 25. . D.

Pertemuan Pertama Sebelum pertemuan pertama dimulai. Pada pertemuan ini dilakukan observasi terhadap kegiatan mengajar guru dan keterampilan bertanya siswa. d. 30 pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1. guru membagi siswa menjadi 8 kelompok diskusi. Pertemuan Kedua Pertemuan kedua. Tahap Persiapan a. Pada penelitian ini pokok bahasan yang dipilih adalah sistem gerak manusia. c. b. 2. Kemudian guru memberikan LKS mengenai alat gerak pasif manusia (tulang). Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Observer mencatat setiap pertanyaan yang diajukan siswa secara lisan. guru melakukan demonstrasi mengenai kontraksi otot katak dilanjutkan dengan diskusi siswa untuk mengerjakan LKS yang telah disediakan. Menganalisis Kompetensi Isi (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran biologi kelas XI sesuai dengan Kurikulum 2013 yang digunakan sekolah serta menganalisis materi pada buku paket untuk menentukan pokok bahasan yang akan digunakan. Setelah menjelaskan mengenai langkah-langkah strategi Question Student Have. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran dilakukan selama 4 kali pertemuan. Membuat instrument penelitian sebagai alat pengumpul data. observer diberikan pengarahan mengenai cara mengisi dan menilai lembar observasi. Adapun kegiatan setiap pertemuan adalah sebagai berikut: a. b. Instrument dapat digunakan apabila telah disetujui oleh para ahli. Menguji Validasi instrument penelitian oleh para ahli. Instrument yang divalidasi adalah lembar observasi kegiatan guru dan pertanyaan siswa serta soal posttest. Pada pertemuan ini .

Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga siswa melakukan diskusi mengenai gangguan pada sistem gerak manusia menggunakan LKS. 3. a. b. . Observer mencatat setiap pertanyaan yang diajukan siswa secara lisan. 31 dilakukan observasi terhadap kegiatan mengajar guru dan keterampilan bertanya siswa. c. Pengolahan data kedua dilakukan dengan mengklasifikasikan pertanyaan baik secara lisan maupun tertulis menggunakan Taksonomi Bloom Revisi. d. Pertemuan Keempat Pertemuan keempat dilakukan posttest terhadap seluruh siswa mengenai pokok bahasan sistem gerak manusia. Observer mencatat setiap pertanyaan yang diajukan siswa secara lisan. Tahap Pengolahan Data Data yang telah didapatkan kemudian diolah dan dianalisis. Pengolahan data pertama dilakukan dengan menghitung jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan pada setiap pertemuan. Pada pertemuan ini dilakukan observasi terhadap kegiatan mengajar guru dan keterampilan bertanya siswa. d. yaitu mengubah data kualitatif menjadi bentuk tabel dan diagram untuk melihat tingkat pertanyaan yang diajukan siswa. Semua hasil pengolahan data dianalisis dan dihubungkan dengan literatur yang ada. Pengolahan data ketiga dilakukan secara kuantitatif. Pengolahan data yang dilakukan yaitu pengolahan data lembar observasi dan posttest. c.

a) Lembar Observasi Pertanyaan Siswa Lembar observasi pertanyaan siswa digunakan untuk mencatat serta menganalisis pertanyaan siswa berdasarkan Taksonomi Bloom revisi yaitu aspek kognitif (C1 –Mengingat. Instrument Penelitian Instrument adalah alat yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. 60. C5 –Mengevaluasi.2 Analisis Pertanyaan Siswa Kategori Kognitif Dimensi No Pertanyaan Pengetahuan C1 C2 C3 C4 C5 C6 Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif b) Lembar Observasi Guru Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati kegiatan mengajar yang dilakukan guru sesuai dengan rancangan pembelajaran 4 Arifin. . Lembar observasi digunakan dengan mencatat pertanyaan siswa yang disampaikan secara lisan dan memasukkan pertanyaan ke dalam kategori kognitif dan dimensi pengetahuan.. op. Prosedural. h. C4 –Menganalisis. cit. Konseptual. C3 –Mengaplikasikan. Tabel 3. C2 –Memahami. 32 E. dan C6 –Mencipta) dan dimensi pengetahuan (Faktual. dan Metakognitif).4 Terdapat dua instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan posttest.

33 yang telah ditetapkan. Metode Penelitian Pendidikan. 1. Hasil posttest juga diambil untuk melihat persentase pencapaian hasil belajar siswa untuk kemudian dikaitkan dengan kualitas pertanyaan siswa. 2011). Validitas Validitas suatu instrumen penelitian. F. Instrumen yang akan mengukur efektifitas pelaksanaan pembelajaran. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen yang digunakan dalam penelitian harus diuji agar memiliki validitas atau daya ketepatan dalam mengukur apa yang seharusnya diukur. maka instrumen lembar observasi dikonsultasikan kepada dosen pembimbing untuk mengetahui validitasnya dan memberikan pengarahan kepada observer untuk menjaga reliabilitasnya. memahami. 5 Hamid Darmadi. h. Cet. Untuk mengetahui ketepatan instrumen lembar observasi dan pertanyaan siswa dalam mengukur keterampilan bertanya siswa dilakukan validasi isi oleh dosen pembimbing. (Bandung: Alfabeta. . 2. Lembar observasi yang dibuat menggunakan tanda ceklist (√). Pengujian validitas posttest dapat dilakukan dengan membandingkan isi instrumen dengan materi yang diajarkan. mengaplikasikan. 115.5 Instrumen yang baik harus dapat mengukur apa yang seharusnya diukur dalam penelitian. Agar didapatkan data yang valid dan reliabel. Validasi pertanyaan siswa dilakukan dengan mengelompokkan pertanyaan ke dalam level kognitif (mengingat. pengujian validitas isi dilakukan dengan membandingkan isi instrumen dengan rancangan pembelajaran yang telah ditetapkan. tidak lain adalah derajat yang menunjukkan di mana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur. c) Posttest Posttest dilakukan sebagai data sekunder untuk melihat dan mengukur apakah pembelajaran sudah mencapai tujuan yang diharapkan atau tidak.

dan menguasai segi-segi yang diamati sangat diperlukan. 86. 2. Berhasil-tidaknya observasi sebagai alat penilaian bergantung pada pengamat. oleh karena itu memilih pengamat yang cakap. observer perlu dilatih terlebih dahulu untuk menyingkirkan atau menekan sampai sesedikit mungkin unsur subjektivitas observer. prosedural dan metakognitif) berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi.6 Observasi yang dilakukan adalah pengamatan proses mengajar dan pertanyaan yang dimunculkan siswa yang masing-masing dilakukan oleh satu orang observer. mengevaluasi. observer berada di dekat peneliti yang bertindak sebagai guru guna menghindari adanya pertanyaan yang terlewatkan ketika siswa bertanya kepada guru saat berkeliling kelompok. . Untuk menjaga reliabilitas dari instrumen lembar observasi. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. 6 Nana Sudjana. mampu. Validasi pertanyaan dilakukan dengan mengisi lembar validasi pertanyaan dalam bentuk ceklist. 34 menganalisis. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 4) Ketika diskusi kelompok berlangsung. Cet. 3) Observer mencatat nama atau nomor absen setiap siswa yang mengajukan pertanyaan. Observer yang bertindak mencatat pertanyaan siswa diarahkan untuk melakukan hal berikut: 1) Observer mencatat dengan cermat setiap pertanyaan siswa yang diajukan kepada guru secara lisan. konseptual. 2) Pertanyaan yang dicatat observer diharapkan sesuai dengan apa yang diucapkan siswa. maka sebelum melakukan pengamatan yang sesungguhnya. dan mencipta) dan dimensi pengetahuan (faktual. Reliabilitas Reliabilitas sangat diperlukan dalam sebuah penelitian. 2014). h. 18.

pertanyaan setiap pertemuan. Data dibuat dalam bentuk persentase untuk kemudian dideskripsikan berdasarkan literatur. Menghitung persentase pertanyaan siswa menggunakan rumus: ∑ ( otal an ipe ole ) % Pertanyaan = Sko aksimal c) Posttest Hasil posttest akan dibuat persentase setiap indikator pembelajaran untuk kemudian dijadikan rata-rata persentase setiap pertemuan. Berikut perhitungan persentase yang dilakukan: a) Jumlah Siswa Bertanya Jumlah siswa yang bertanya dalam setiap pertemuan dihitung dengan menggunakan rumus persentase sebagai berikut: ∑ = ∑ b) Pertanyaan Siswa Data yang telah diperoleh dari hasil analisis pertanyaan siswa dikelompokkan menjadi pertanyaan keseluruhan. dan pertanyaan terkait dimensi pengetahuan. 35 G. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. pertanyaan tertulis. pertanyaan lisan. pertanyaan berdasarkan pengelompokkan siswa. Perhitungan persentase sebagai berikut: ∑ = ∑ .

dapat diuraikan beberapa temuan yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan. Jumlah siswa yang mengajukan 36 .1 Persentase Kuantitas Siswa Bertanya Lisan dan Tertulis Keseluruhan Gambar 4. Pertanyaan Berdasarkan Kuantitas Siswa Bertanya a.10% Lisan Tertulis Gambar 4. 1.1 menunjukkan persentase jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan secara lisan dan tertulis selama tiga kali pertemuan dari jumlah 41 siswa. Kuantitas Siswa Bertanya Keseluruhan Kuantitas siswa yang bertanya dihitung berdasarkan jumlah siswa yang bertanya secara lisan maupun tertulis. dan posttest akan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Peneliti melakukan penyortiran pertanyaan berdasarkan relevansi materi atau hanya mengambil pertanyaan yang relevan atau sesuai dengan konsep sistem gerak. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.00% 56. Jumlah siswa bertanya lisan dan tertulis secara keseluruhan (tiga kali pertemuan) yang sesuai dengan materi dapat dilihat pada Gambar 4. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terkait dengan keterampilan bertanya siswa dengan menerapkan strategi Question Student Have. dokumentasi. 100. Hasil data dari lembar observasi.1.

1.92%.64% 76. jumlah siswa bertanya lisan dan tertulis serta persentase siswa bertanya baik secara lisan maupun tertulis. Jumlah siswa yang bertanya pada pertemuan pertama dengan metode pembelajaran studi kasus yang disampaikan secara lisan sebanyak 10 orang dengan persentase sebesar 25. jumlah siswa hadir. Jumlah siswa yang bertanya pada pertemuan kedua dengan metode . Tabel 4.10%. Jumlah siswa bertanya secara lisan adalah sebanyak 41 orang dengan persentase sebesar 100%.50% 52. Jumlah siswa bertanya secara lisan dan tertulis didistribusikan lagi dalam tiga kali pertemuan setelah menganalisis jumlah pertanyaan lisan dan tertulis disajikan dalam Tabel 4. sub materi. Proses Persendian. Otot. Penelitian yang dilakukan selama tiga kali pertemuan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda.34% 82.50% 46.93% Bertanya Tabel kuantitas siswa yang bertanya setiap pertemuan dilihat dari 5 aspek yaitu metode pembelajaran.1 Distribusi Persentase Kuantitas Siswa Bertanya Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III No Aspek Lisan Tertulis Lisan Tertulis Lisan Tertulis 1 Metode Studi Kasus Demonstrasi Penugasan Pembelajaran 2 Tulang.92% 22.64% dan tertulis sebanyak 30 orang dengan persentase sebesar 76. Mekanisme Sub Materi Pembentukan Kelainan Sistem Gerak Otot Tulang Gerak 3 Jumlah Siswa 39 40 41 Hadir 4 Jumlah Siswa 10 30 9 21 19 34 Bertanya 5 Persentase Siswa 25. 37 pertanyaan secara lisan sebanyak 23 orang dengan persentase sebesar 56.

50% dan tertulis sebanyak 21 orang dengan persentase sebesar 52. b. Sedang Kel.00% Tertulis.50%. 100. dan kelompok rendah sebanyak 2 orang. dan Rendah Siswa sebanyak 41 orang dibagi menjadi 3 kelompok siswa yaitu kelompok tinggi sebanyak 6 orang.2) didapatkan bahwa semua kelompok siswa lebih banyak mengajukan pertanyaan secara tertulis dengan persentase sebesar 100%. 50. 51. .2 Kuantitas Siswa Bertanya Lisan dan Tertulis Kelompok Tinggi.52% Lisan. Sedang.00% Lisan. dan rendah dihitung berdasarkan jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan pada kelompok tinggi.Tinggi Kel.00% Lisan. sedang. dan rendah (Gambar 4.2. 100.34% dan tertulis sebanyak 34 orang dengan persentase sebesar 82. Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Tinggi. dan rendah secara lisan dan tertulis. 100. sedang. Rendah Gambar 4. dan Rendah Distribusi pertanyaan lisan dan tertulis yang diajukan siswa kelompok tinggi.33% 60. Pertanyaan lisan dan tertulis secara keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 4. Jumlah siswa yang bertanya pada pertemuan ketiga dengan metode pembelajaran penugasan disampaikan secara lisan sebanyak 19 orang dengan persentase sebesar 46. sedang.00% Tertulis.00% 40.93%. 38 pembelajaran demonstrasi yang disampaikan secara lisan sebanyak 9 orang dengan persentase sebesar 22. 100.00% 80.00% Tertulis. kelompok sedang sebanyak 33 orang.00% 20.00% Kel. Kuantitas siswa kelompok tinggi. 83. Sedang.00% 0.

Jumlah siswa bertanya pada pertemuan kedua dengan metode pembelajaran demonstrasi didapatkan 2 orang (33.00%) bertanya secara lisan dan 4 orang (80.00% 33. Persentase jumlah siswa yang bertanya pada kelompok tinggi dapat dilihat pada Tabel 4. .33%) bertanya secara tertulis.33% 83.33%) dan 3 orang (50.00%) bertanya secara tertulis.2. Jumlah siswa bertanya kelompok sedang secara lisan dan tertulis disajikan dalam Tabel 4.33% Siswa Bertanya Tabel 4. Jumlah siswa yang bertanya pada pertemuan pertama dengan metode pembelajaran studi kasus didapatkan 2 orang (40.33%) bertanya secara lisan dan 5 orang (83.33% 50. Pertemuan ketiga dengan metode pembelajaran penugasan didapatkan 5 orang (83.2 Distribusi Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Tinggi Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III No Aspek Lisan Tertulis Lisan Tertulis Lisan Tertulis 1 Metode Studi Kasus Demonstrasi Penugasan Pembelajaran 2 Jumlah Siswa 5 6 6 Hadir 3 Jumlah Siswa 2 4 2 3 5 5 Bertanya 4 Persentase 40. 39 Pertanyaan siswa kelompok tinggi.3.00% 80.2 menunjukkan jumlah persentase jumlah siswa bertanya pada kelompok tinggi sebanyak 6 orang secara lisan dan tertulis.00% 83. Tabel 4.00%) bertanya secara tertulis. sedang dan rendah akan dijabarkan kembali berdasarkan setiap pertemuan pembelajaran.

Jumlah siswa bertanya kelompok rendah secara lisan dan tertuis disajikan dalam Tabel 4.82%) bertanya secara tertulis. 40 Tabel 4.00%) bertanya secara tertulis.39%) bertanya secara lisan dan 27 orang (81.4 Distribusi Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Rendah Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III No Aspek Lisan Tertulis Lisan Tertulis Lisan Tertulis 1 Metode Studi Kasus Demonstrasi Penugasan Pembelajaran 2 Jumlah Siswa 2 2 2 Hadir .88% 50.82% Siswa Bertanya Tabel 4.25%) bertanya secara tertulis.3 menunjukkan jumlah persentase jumlah siswa bertanya pada kelompok sedang sebanyak 33 orang secara lisan dan tertulis. Tabel 4.25% 21.00% 39.88%) dan 16 orang (50. Jumlah siswa yang bertanya pada pertemuan pertama dengan metode pembelajaran studi kasus didapatkan 7 orang (%) bertanya secara lisan dan 26 orang (81.39% 81.4. Pertemuan ketiga dengan metode pembelajaran penugasan didapatkana 13 orang (39. Jumlah siswa bertanya pada pertemuan kedua dengan metode pembelajaran demonstrasi didapatkan 7 orang (21.3 Distribusi Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Sedang Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III No Aspek Lisan Tertulis Lisan Tertulis Lisan Tertulis 1 Metode Studi Kasus Demonstrasi Penugasan Pembelajaran 2 Jumlah Siswa 32 32 33 Hadir 3 Jumlah Siswa 7 26 7 16 13 27 Bertanya 4 Persentase 21.88% 81.

Pertanyaan Berdasarkan Kualitas Pertanyaan a. 2. dan mencipta. menganalisis.3. . Jumlah siswa bertanya pada pertemuan kedua dengan metode pembelajaran demonstrasi hanya didapatkan 2 orang (100%) bertanya secara tertulis. Pertanyaan Siswa Keseluruhan Hasil analisis pertanyaan siswa diklasifikasikan berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi yang terdiri atas 6 level kognitif yaitu mengingat.00%) bertanya secara lisan. mengevaluasi.4 menunjukkan jumlah persentase jumlah siswa bertanya pada kelompok rendah sebanyak 2 orang secara lisan dan tertulis.00%) bertanya secara lisan dan 2 orang (100%) bertanya secara tertulis. 41 Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III No Aspek Lisan Tertulis Lisan Tertulis Lisan Tertulis 3 Jumlah Siswa 1 0 0 2 1 2 Bertanya 4 Persentase 50. Hasil temuan keterampilan bertanya siswa secara keseluruhan disajikan dalam bentuk diagram pada Gambar 4. Pertemuan ketiga dengan metode pembelajaran penugasan didapatkan 1 orang (50.00% 100% 50.00% 0. Jumlah siswa yang bertanya pada pertemuan pertama dengan metode pembelajaran studi kasus didapatkan hanya 1 orang yang (50. mengaplikasikan. memahami.00% 100% Siswa Bertanya Tabel 4.00% 0.

17. 3.11% 4.3 Diagram Pertanyaan Siswa Keseluruhan Jumlah pertanyaan keseluruhan (Lampiran1) mencapai 164 meliputi 58 pertanyaan lisan dan 106 pertanyaan tertulis.3 dapat dilihat bahwa pertanyaan didominasi oleh level kognitif memahami (C2) dengan persentase sebesar 45.73% Gambar 4.68% Menganalisis (C4). Tabel 4.44% . Pertanyaan level kognitif mengingat (C1) dan mengaplikasikan (C3) adalah pertanyaan terbanyak kedua setelah level kognitif memahami (C2) dengan persentase sebesar 17.5 Persentase Pertanyaan Siswa Setiap Pertemuan Level Kognitif C1 C2 C3 C4 C5 C6 Pertemuan I 18% 28% 22% 24% 8% - Pertemuan 17.66% (C1).68% (C2). Hasil data pertanyaan siswa keseluruhan tersebut dijabarkan lagi menjadi tiga pertemuan dengan hasil persentase pada Tabel 4. - II 1 Lampiran 11. .78% 66. h. Pertanyaan level kognitif mengevaluasi (C5) mendapatkan persentase terendah (3. 161.68% kemudian diikuti oleh level konitif menganalisis (C4) dengan persentase sebensar 15.24%.66%). 45.67% 11. Pertanyaan siswa secara keseluruhan pada Gambar 4.73%.24% Mengaplikasikan Memahami (C3).5. Tidak ada satupun pertanyaan yang masuk ke dalam level kognitif mencipta (C6). 17. 42 Mengevaluasi Mengingat (C5). 15.

161. (C5). Data keseluruhan pertanyaan siswa didapatkan sebanyak 58 pertanyaan (Lampiran2) dengan hasil persentase dalam diagram pada Gambar 4. Mengevaluasi Mengingat (C1).39% 44.76%. Pertanyaan yang 2 Lampiran 11.62% 12. 32. pertanyaan yang paling banyak muncul adalah level kognitif C2 (memahami) sebesar 44. 22.93%.14% Gambar 4. Pertanyaan Lisan Pertanyaan lisan didapatkan dari data hasil observasi pembelajaran.41% Memahami (C2). b. Berdasarkan data tersebut. Pertanyaan yang paling banyak muncul pada pertemuan kedua adalah level kognitif C2 (memahami) sebesar 66.76% Mengaplikasikan (C3).93% 18. maka pertanyaan yang paling banyak muncul dari semua pertemuan adalah level kognitif C2 (memahami).90% - III Pada pertemuan pertama. 24.4 menunjukkan bahwa pertanyaan yang paling banyak disampaikan siswa secara lisan adalah pada level kognitif memahami (C2) dengan persentase sebesar 32.94% 2. Pertemuan ketiga.4 Diagram Pertanyaan Lisan Keseluruhan Gambar 4. pertanyaan yang paling banyak muncul adalah level kognitif C2 (memahami) dengan persentase sebesar 28%.84% 15. h.07% Menganalisis (C4). 43 Level Kognitif C1 C2 C3 C4 C5 C6 Pertemuan 17.4. 8. .67%.

sementara untuk pertanyaan C5 tidak muncul pada pertemuan kedua.38% 46.34% 33.6 Persentase Pertanyaan Lisan Setiap Pertemuan Level Kognitif C1 C2 C3 C4 C5 C6 Pertemuan 13.6. Data tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan lisan pada setiap pertemuan didominasi pada level kognitif memahami (C2) meskipun pada pertemuan kedua hanya sebesar 20%.15%.33% 20% 13. Pertanyaan yang banyak diajukan pada pertemuan kedua adalah level kognitif C2 (memahami) dengan persentase sebesar 46. . Tabel 4. Pertanyaan yang diajukan secara lisan di setiap pertemuan mencakup pertanyaan level kognitif C1 sampai C4. Pertanyaan yang banyak diajukan pada pertemuan ketiga adalah level kognitif C2 (memahami) dengan persentase sebesar 33.15% 23.33% 30% 20% 6. Data pertanyaan siswa secara lisan dijabarkan lagi menjadi tiga pertemuan dengan dengan hasil persentase pada Tabel 4. menganalisis (C4).38% .67% - III Pertanyaan lisan yang paling banyak diajukan siswa pada pertemuan pertama adalah pertanyaan level kognitif C4 (menganalisis) sebesar 33.33% 20% - I Pertemuan 15. - II Pertemuan 10% 33. 44 paling banyak disampaikan secara lisan selanjutnya secara berurutan adalah level kognitif mengaplikasikan (C3).33%. kemudian diikuti oleh level kognitif mengingat (C1) dan terakhir mengevaluasi (C5).33%.08% 15.

32% (C5). Pertanyaan Tertulis Pertanyaan-pertanyaan tertulis yang didapatkan adalah dari penggunaan strategi Question Student Have (QSH) yang diterapkan dalam penelitian. 3 Lampiran 11. 20. 0. Pertanyaan siswa secara tertulis dijabarkan menjadi tiga pertemuan dengan hasil persentase dalam Tabel 4. Strategi QSH diterapkan untuk dapat memunculkan pertanyaan dari semua siswa dan melibatkan siswa secara aktif untuk membuat pertanyaan.5 Diagram Pertanyaan Tertulis Keseluruhan Gambar 4. Pertanyaan yang banyak diajukan selanjutnya adalah level kognitif mengingat (C1). 11. Menganalisis Mengevaluasi (C4).83% Gambar 4.94% Mengingat (C1). 52. . Keseluruhan pertanyaan tertulis dalam tiga pertemuan didapatkan sebanyak 106 pertanyaan (Lampiran3) dengan hasil persentase dalam bentuk diagram pada Gambar 4. h.5 menunjukkan bahwa pertanyaan yang disampaikan siswa secara tertulis didominasi oleh level kognitif memahami (C2) dengan persentase sebesar 52.75% Mengaplikasikan (C3).5.15% Memahami (C2). kemudian mengaplikasikan (C3) dan menganalisis (C4) serta terakhir mengevaluasi (C5).83%. 45 c.7. 161. 14.

85%.71% 20% 2.7 Persentase Pertanyaan Tertulis Setiap Pertemuan Level Kognitif C1 C2 C3 C4 C5 C6 Pertemuan 20% 31. Sedangkan pertemuan ketiga sampai pertanyaan level kognitif menganalisis dengan perolehan persentase terbesar pada level kognitif C2 (memahami) sebesar 53. Pertemuan kedua hanya sampai pertanyaan level kognitif mengaplikasikan dengan perolehan persentase terbesar pada level kognitif C2 (memahami) sebesar 75%. - II Pertemuan 23. konseptual.82% . .86% - I Pertemuan 18. prosedural. Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Taksonomi Bloom Revisi mengklasifikasikan pengetahuan menjadi empat dimensi diantaranya adalah pengetahuan faktual. d.6.08% 53.85% 10. - III Pertanyaan tertulis pada pertemuan pertama mencakup sampai pertanyaan level kognitif mengevaluasi dengan perolehan persentase terbesar pada level kognitif C2 (memahami) sebesar 31. 46 Tabel 4.26% 12.43% 25. .25% . Pertanyaan siswa berdasarkan dimensi pengetahuan dapat dilihat pada diagram Gambar 4. Data tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan level kognitif memahami masih mendominasi pada setiap pertemuan.43%. dan metakognitif.75% 75% 6.

47

Prosedural,
3.05%

Faktual,
20.12%

Konseptual,
76.83%

Gambar 4.6 Diagram Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan

Hasil penelitian menunjukkan pertanyaan terkait dimensi
pengetahuan yang didapatkan lebih dominan pada pengetahuan
konseptual yaitu sebesar 76,83%. Empat dimensi pengetahuan
berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi, tidak ada satupun pertanyaan
yang masuk ke dalam pengetahuan metakognitif.
Pertanyaan siswa berdasarkan dimensi pengetahuan
dijabarkan menjadi tiga pertemuan dengan persentase pada Tabel
4.8.

Tabel 4.8 Persentase Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan
Setiap Pertemuan
Dimensi Pengetahuan
Faktual Konseptual Prosedural Metakognitif
Pertemuan
20% 76% 4% -
I
Pertemuan
15,56% 80% 4,44% -
II
Pertemuan
23,19% 75,36% 1,45% -
III

Pertanyaan berdasarkan dimensi pengetahuan pada
pertemuan pertama diperoleh persentase terbesar pada pengetahuan
konseptual sebesar 76%. Pertemuan kedua diperoleh persentase
terbesar pada pengetahuan konseptual sebesar 80%. Pertemuan

48

ketiga diperoleh persentase terbesar pada pengetahuan konseptual
sebesar 75,36%. Data tersebut menunjukkan bahwa dimensi
pengetahuan pada setiap pertemuan dominan pada pengetahuan
konseptual.

e. Pertanyaan Siswa Berdasarkan Dimensi Proses Kognitif dan
Pengetahuan
Taksonomi Bloom Revisi terbagi menjadi dua dimensi yaitu
dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan yang menjadi
suatu kesatuan. Pertanyaan lisan yang diajukan siswa dilihat dari dua
dimensi tersebut secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 4.9.

Tabel 4.9 Persentase Pertanyaan Lisan
Dimensi Proses Kognitif dan Pengetahuan

Dimensi
No Level Kognitif ∑ %
Pengetahuan
1 C1 (Mengingat) Faktual 7 12,07%
Konseptual - -
Prosedural - -
Metakognitif - -
2 C2 Faktual 1 1,72%
(Memahami) Konseptual 18 31,03%
Prosedural - -
Metakognitif - -
3 C3 Faktual - -
(Mengaplikasi- Konseptual 12 20,69%
kan)
Prosedural 2 3,45%
Metakognitif - -
4 C4 Faktual - -
(Menganalisis) Konseptual 13 22,41%
Prosedural - -
Metakognitif - -
5 C5 Faktual - -

49

Dimensi
No Level Kognitif ∑ %
Pengetahuan
(Mengevaluasi) Konseptual 5 8,62%
Prosedural - -
Metakognitif - -
Jumlah 58 100%

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa pertanyaan siswa secara lisan
didominasi dengan pertanyaan pada ranah C2 (Memahami) –
Konseptual dengan persentase sebesar 31,03%.
Pertanyaan keseluruhan secara tertulis yang dianalisis
menggunakan dimensi proses kognitif dan pengetahuan dapat dilihat
pada Tabel 4.10.

Tabel 4.10 Persentase Pertanyaan Tertulis
Dimensi Proses Kognitif dan Pengetahuan

Dimensi
No Level Kognitif ∑ %
Pengetahuan
1 C1 Faktual 20 18,87%
(Mengingat) Konseptual 2 1,89%
Prosedural - -
Metakognitif - -
2 C2 Faktual 4 3,77%
(Memahami) Konseptual 52 49,06%
Prosedural - -
Metakognitif - -
3 C3 Faktual - -
(Mengaplikasi- Konseptual 12 11,32%
kan) Prosedural 3 2,83%
Metakognitif - -
4 C4 Faktual 1 0,94%
(Menganalisis) Konseptual 11 10,38%
Prosedural - -
Metakognitif - -
5 C5 Faktual - -
(Mengevaluasi) Konseptual 1 0,94%
Prosedural - -
Metakognitif - -
Jumlah 106 100%

50

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa pertanyaan siswa secara
tertulis didominasi oleh pertanyaan yang bersifat Memahami (C2) –
Konseptual dengan persentase sebesar 49,06%.

f. Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi, Sedang, dan Rendah
Sebanyak 41 siswa, dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan
kemampuan kognitif. Hasil kognitif yang diambil untuk
mengelompokkan siswa didapatkan berdasarkan hasil Ujian Tengah
Semester (UTS) mata pelajaran biologi. Hasil pertanyaan siswa
kelompok tinggi, sedang, dan rendah dapat dilihat pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11 Persentase Pertanyaan Siswa
Kelompok Tinggi, Sedang, dan Rendah Keseluruhan
(Lisan dan Tertulis)
Level Kelompok Siswa
Kognitif Tinggi Sedang Rendah
C1 17,86% 18,11% 11,11%
C2 46,43% 44,88% 55,56%
C3 14,29% 19,69% -
C4 7,14% 16,54% 22,22%
C5 14,29% 0,79% 11,11%
C6 - - -

Berdasarkan Tabel 4.11, persentase pertanyaan siswa
kelompok tinggi, sedang, dan rendah didapatkan temuan kelompok
tinggi memunculkan pertanyaan level kognitif C1 (mengingat)
sampai C5 (mengevaluasi), begitu pula dengan kelompok sedang.
Sementara untuk kelompok rendah hanya dapat memunculkan
pertanyaan level kognitif C1 (mengingat), C2 (memahami), C4
(menganalisis), dan C5 (mengevaluasi). Jumlah persentase tertinggi
pada kelompok tinggi adalah pertanyaan C2 (memahami) dengan
persentase sebesar 46,43%. Jumlah persentase tertinggi pada
kelompok sedang adalah pertanyaan C2 (memahami) sebesar

51

44,88%. Jumlah persentase tertinggi pada kelompok rendah adalah
pertanyaan C2 (memahami) dengan persentase 55,56%. Data
tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan yang paling sering muncul
antara kelompok tinggi, sedang, dan rendah adalah level kognitif
memahami.
Pertanyaan siswa kelompok tinggi, sedang, dan rendah
dijabarkan kembali berdasarkan dimensi pengetahuan pada Tabel
4.12.

Tabel 4.12 Persentase Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan
Kelompok Tinggi, Sedang, dan Rendah Keseluruhan
(Lisan dan Tertulis)
Dimensi Kelompok Siswa
Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah
Faktual 14,29% 22,05% 11,11%
Konseptual 85,71% 74,02% 88,89%
Prosedural - 3,94% -
Metakognitif - - -

Jumlah persentase baik kelompok tinggi, sedang, dan rendah
dominan pada dimensi pengetahuan konseptual. Kelompok siswa
tinggi dan rendah hanya memunculkan dimensi pengetahuan faktual
dan konseptual, sedangkan kelompok sedang memunculkan dimensi
pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural. Pengetahuan
faktual lebih banyak muncul pada siswa kelompok sedang (22,05%)
dibandingkan kelompok tinggi (14,29%) dan rendah (11,11%).
Pertanyaan pengetahuan konseptual lebih banyak muncul pada siswa
kelompok rendah (88,89%) dibandingkan kelompok tinggi (85,71%)
dan sedang (74,02%). Sementara untuk pengetahuan prosedural
hanya muncul pada kelompok sedang (3,94%).

45% 91. Tabel 4. dan rendah: Tabel 4. 69.13 Persentase Pencapaian Hasil Belajar Sub Materi Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III Tulang.04% pada pertemuan pertama. Kelompok siswa sedang didapatkan sedikit kenaikan hasil pada pertemuman pertama (73. sebagai data tambahan untuk memperkuat hasil penelitian adalah data posttest siswa yang dilakukan pada pertemuan terakhir sebanyak 20 soal.67% Kel.45% dan 91. Siswa kelompok rendah didapatkan hasil yang stabil. tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan hasil yaitu sebesar 75% pada semua pertemuan.37%) namun menurun pada pertemuan ketiga (65.13 menunjukkan persentase pencapaian hasil belajar pada kelompok tinggi didapatkan peningkatan hasil yang cukup signifikan untuk setiap pertemuan yaitu 61.04% 69. sedang.37% 65. Hasil Posttest Siswa Dalam penelitian ini selain menggunakan data observasi keterampilan bertanya siswa. Mekanisme Pembentukan Kelainan Sistem Siswa Gerak Otot Tulang Gerak Kel.57%) dan kedua (74.57% 74.91%).67% pada pertemuan kedua dan ketiga. . Proses Persendian.91% Kel.13 menggambarkan data persentase indikator soal posttest setiap pertemuan siswa kelompok tinggi. Tinggi 61. Rendah 75% 75% 75% Tabel 4. 52 3. Sedang 73. Kelompok Otot.

1. 1. dkk.29% siswa aktif membuat.4 Hasil analisis persentase jumlah siswa bertanya pada tiga kali pertemuan. Analisis Pertanyaan Berdasarkan Kuantitas Siswa Bertanya Kuantitas siswa bertanya dihitung berdasarkan jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan yang dibagi secara keseluruhan dan kelompok siswa. Pembahasan Gambaran mengenai keterampilan bertanya siswa kelas XI IPA 1 MAN Tangerang dideskripsikan berdasarkan jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan dan kualitas pertanyaan menurut Taksonomi Bloom Revisi. Unnes Journal of Biology Education. Vol. Sri Mulyani Endang Susilowati. . h. Hal ini membuktikan bahwa penggunakan strategi pembelajaran. menulis dan menempel pertanyaan di papan tulis. dan Ely Rudyatmi. didapatkan bahwa jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan secara lisan yaitu 23 orang (56. yang menyatakan bahwa hasil analisis aktivitas siswa kelas eksperimen (menggunakan strategi QSH) pada setiap aspeknya menunjukkan bahwa 62. yaitu strategi Question Student Have (QSH) dapat menstimulus siswa untuk bertanya baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini dibuktikan pada hasil persentase pertanyaan lisan setiap pertemuan berturut-turut adalah 25.69. 53 B. No. Efektivitas Strategi Question Student Have dan Media Powerpoint pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. 4 Nur Liya Khasanah. 2. 2013. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Khasanah. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa persentase jumlah siswa yang bertanya sudah di atas 50% atau setengah dari jumlah siswa sudah mampu mengajukan pertanyaan secara lisan dan tertulis. a.64%. siswa lebih banyak menyampaikan pertanyaan secara tertulis dibandingkan lisan. Kuantitas Siswa Bertanya Keseluruhan Analisis pertanyaan berdasarkan kuantitas siswa dilakukan dengan menghitung jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan secara lisan dan tertulis. Setelah dilakukannya penelitian dalam tiga kali pertemuan.10%) dan secara tertulis sebanyak 41 orang (100%).

h. 1. Cholifah. Peningkatan Kemampuan Siswa SD untuk Mengajukan Pertanyaan Produktif.1 menunjukkan bahwa hasil persentase terendah terdapat pada pertemuan kedua dengan menggunakan metode pembelajaran demonstrasi yaitu secara lisan sebesar 22. dkk. 2. No. 6 Siti Cholifah. Wince Hendri.34%. E-Journal Universitas Bung Hatta. dan Cucu Setiawati. dan Lisa Deswati.50% dan 46. 54 22. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Siswa dalam Mengungkapkan Pertanyaan pada Proses Pembelajaran Biologi Kelas VII SMP Bunda Padang.50%.6 Tabel 4. 52. Yeti Sumiati.93%. .50%.50% dan tertulis 52. Penggunaan metode pembelajaran demonstrasi 5 Widodo. Sedangkan hasil persentase pertanyaan tertulis setiap pertemuan berturut-turut adalah 76. 4. 2006. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.92%.1). 4. Hasil ini mirip dengan penelitian sebelumnya bahwa pertanyaan lisan yang diajukan siswa sangat sedikit dan apabila diberikan kesempatan untuk menuliskan pertanyaan. h. Vol. No. siswa bisa memunculkan lebih banyak pertanyaan. dan 82. Hasil persentase jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan baik secara lisan maupun tertulis tersebut bergantung pada materi dan metode pembelajaran yang dilakukan pada setiap pertemuannya. 2013. Siswa yang tidak memiliki kesempatan untuk bertanya secara lisan ataupun jika masih ada pertanyaan yang ingin disampaikan siswa. karena hal tersebut akan mempengaruhi siswa untuk mengungkapkan pertanyaan dalam proses pembelajaran.5 Hasil analisis persentase jumlah siswa yang bertanya didapatkan pula persentase yang berbeda-beda pada setiap pertemuan (Tabel 4. maka strategi Question Student Have dapat memfasilitasi siswa untuk menyampaikan pertanyaan secara tertulis sehingga persentase pertanyaan tertulis muncul lebih banyak dibandingkan dengan lisan. mengatakan bahwa seorang guru harus dapat menggunakan metode yang tepat pada materi yang akan diajarkan pada saat pelaksanaan pembelajaran biologi. 13.10. Waktu pembelajaran yang terbatas tidak memungkinkan semua siswa dapat mengajukan banyak pertanyaan secara lisan. Vol.

7 Syaiful Sagala. 55 membuat guru tidak dapat memantau siswa secara fokus sehingga suasana kelas sulit untuk dikontrol dan memunculkan tindakan yang tidak sesuai atau dalam hal ini siswa banyak memunculkan pertanyaan yang tidak relevan dengan materi yang sedang diajarkan.51%).14 memperlihatkan bahwa jumlah persentase pertanyaan yang tidak relevan dengan materi lebih banyak pada pertemuan kedua baik secara lisan (31.14 Persentase Pertanyaan Tidak Relevan Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III ∑ % ∑ % ∑ % Lisan 2 11.76% 6 31. 2013). h. . Cet. dalam hal ini banyak diabaikan oleh murid-murid.23% Tertulis 5 12. S25 dan S28 tersebut hanya membicarakan mengenai katak dan bukan mengenai otot atau materi sistem gerak. 11. 212. Menurut Sagala.58%) dan tertulis (15. (Bandung: Alfabeta. salah satu kelemahan metode demonstrasi adalah bahwa dalam mengadakan pengamatan terhadap hal-hal yang didemonstrasikan diperlukan pemusatan perhatian. Tabel 4.51% 0 0% Tabel 4. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar.50% 5 15.7 Berikut adalah contoh pertanyaan siswa yang tidak relevan dengan materi: “Benarkah air kencing katak dapat menyebabkan kebutaan?” –S21 “Kenapa kodoknya tidak mempunyai racun?” –S25 “Apakah setiap katak yang hendak dibius memiliki ciri 2 benjolan pada tubuhnya?” –S28 Pertanyaan yang diajukan siswa S21.14 menunjukkan jumlah persentase pertanyaan siswa yang tidak relevan dengan materi dari jumlah keseluruhan pertanyaan: Tabel 4.58% 1 3. oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pertanyaan tersebut tidak relevan.

1). 11. h. Vol. Penerapan Metode Studi Kasus Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pada Mata Kuliah Hubungan Internasional.9 Metode penugasan pada pertemuan ketiga mendapatkan hasil persentase jumlah siswa bertanya yang juga tinggi dengan persentase 8 Martinis Yamin.74. 1. 2012. 56 Berikut ini disajikan pula contoh pertanyaan yang relevan: “Apakah hanya kodok saja yang otot bisepnya bisa bergerak apabila disetrum?” –S13 “Apa bedanya otot diberikan rangsang dan gerakan refleks?” –S11 “Apakah orang yang sedang koma diberikan aliran listrik dapat hidup kembali karena dialiri listriknya dapat merangsang otot?” – S13 Pertanyaan tersebut dikatakan relevan karena isi dari pertanyaan yang diajukan masih berkaitan dengan materi sistem gerak.64% dan tertulis sebesar 76. 2004). h. atau situasi tertentu. No. Cet. (Jakarta: Gaung Persada Press. kejadian. Metode studi kasus berbentuk penjelasan tentang masalah. 9 Leni Anggraeni. Pembelajaran pada pertemuan pertama menggunakan metode pembelajaran studi kasus sehingga persentase siswa yang mengajukan pertanyaan cukup tinggi dengan persentase penyampaian secara lisan sebesar 25. Rasa keingintahuan siswa tersebut memunculkan banyak pertanyaan yang diajukan siswa baik secara lisan maupun tertulis. Penggunaan metode studi kasus membuat siswa mencari berbagai alternatif dalam memecahkan masalah yang disediakan sehingga dapat menimbulkan rasa keingintahuan siswa. 181. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. kemudian siswa ditugasi mencari alternatif pemecahannya. 2. . Metode ini dapat digunakan untuk mengembangkan berfikir kritis dan menemukan solusi dari suatu topik yang dipecahkan.92% (Tabel 4.8 Hasil penelitian Anggraeni membuktikan bahwa penggunaan metode studi kasus dapat meningkatan kemampuan berpikir kritis serta dapat meningkatkan antusias mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Jurnal Media Komunikasi FIS.

10 Sagala. 57 secara lisan sebesar 46. h. susunan tulang. Meskipun pertanyaan tersebut berkaitan dengan materi jenis tulang. Sehingga pada proses pembelajarannya. op. Adapun pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan jenis tulang adalah sebagai berikut: “Jenis tulang apakah yang paling susah disembuhkan dan berapa lamakah proses penyembuhannya?” –S9 “Jenis tulang apa yang sangat rentan terhadap kasus patah tulang?” – S18 “Tulang rawan apa fungsinya selain pendukung rangka tubuh pada lokasi tertentu?” –S35.93% (Tabel 4. serta struktur dan fungsi otot tidak atau hanya sedikit ditemukan pertanyaan siswa yang berkaitan dengan sub materi tersebut. lebih memperdalam. Tugas dapat lebih meyakinkan tentang apa yang dipelajari guru. memperkaya atau memperluas wawasan tentang apa yang dipelajari. Pada sub materi seperti contohnya jenis-jenis tulang. Tugas yang diberikan kepada siswa adalah untuk mencari tahu mengenai penyakit dalam sistem gerak beserta gejala dan pengobatannya dengan penyakit yang berbeda untuk setiap kelompok..10 Penerapan metode penugasan membuat guru lebih banyak memantau kegiatan siswa selama pelajaran sehingga interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih fokus serta terarah. siswa banyak memunculkan pertanyaan. namun dua dari pertanyaan di atas lebih mengarah kepada kasus permasalahan dalam diskusi kelompok mengenai patah tulang. .34% dan tertulis sebesar 82. 219. cit. selain itu tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi. struktur dan fungsi tulang.1). Temuan lainnya dalam penelitian ini adalah pertanyaan yang diajukan siswa dipengaruhi oleh sifat materi yang diajarkan.

58

Sementara pertanyaan mengenai fungsi tulang hanya
didapatkan satu pertanyaan yaitu, “Apa maksudnya melindungi alat
tubuh yang vital? –S19”. Pertanyaan tersebut pun diajukan secara
tertulis namun mengarah pada materi yang telah disampaikan guru
mengenai fungsi tulang sebagai pelindung alat tubuh yang vital.
Sedikit atau tidak adanya pertanyaan mengenai sub materi
tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang tertarik untuk
mengajukan pertanyaan mengenai sub materi yang bersifat ingatan
(C1). Siswa lebih banyak memunculkan pertanyaan dengan sub
materi mengenai proses atau mekanisme kerja dan pengetahuan
berupa kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Widodo, dkk
mengemukakan bahwa sifat materi yang diajarkan lebih dominan
pengaruhnya terhadap pertanyaan siswa.11 Materi pelajaran yang
bersifat suatu mekanisme kerja memunculkan pertanyaan dari siswa
apabila siswa merasa belum mengerti. Sementara wawasan dalam
kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi pelajaran akan
menimbulkan rasa ingin tahu siswa sehingga siswa dapat
memunculkan pertanyaan untuk diajukan kepada guru. Semakin
tinggi rasa ingin tahu yang dimiliki siswa maka akan semakin sering
siswa tersebut mengajukan pertanyaan.12

b. Kuantitas Siswa Bertanya Kelompok Tinggi, Sedang, dan
Rendah
Kuantitas siswa bertanya pada kelompok tinggi, sedang, dan
rendah dihitung berdasarkan jumlah siswa pada kelompok tersebut
yang mengajukan pertanyaan secara keseluruhan. Jumlah siswa

11
Widodo. loc. cit.
12
Yuliani, Darlen Sikumbang, dan Berti Yolida, Analisis Kualitas Pertanyaan Siswa
Berdasarkan Gender dan Taksonomi Bloom,
(http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JBT/article/viewFile/7491/4405 diakses pada tanggal 15
Januari 2016).

59

kelompok tinggi sebanyak 6 orang, kelompok sedang sebanyak 33
orang, dan kelompok rendah sebanyak 2 orang (Tabel 3.1).
Hasil perhitungan kuantitas siswa bertanya kelompok tinggi,
sedang, dan rendah didapatkan bahwa baik kelompok tinggi, sedang,
maupun rendah mampu mengajukan pertanyaan dalam sebuah
pembelajaran di kelas. Hasil persentase jumlah siswa bertanya pada
kelompok tinggi, sedang, dan rendah secara tertulis mencapai 100%
dan lisan ≥ 50% (Gambar 4.2) didukung dengan strategi
pembelajaran yang baik, dalam hal ini yaitu dengan diterapkannya
strategi pembelajaran Question Student Have.
Penerapan strategi Question Student Have telah memberikan
kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan secara tertulis.
Salah satu cara untuk membantu mengurangi hambatan kemampuan
intelektual siswa dapat dilakukan dengan menciptakan kesempatan
belajar yang lebih baik bagi siswa.13 Strategi pembelajaran Question
Student Have memberikan kesempatan yang sama kepada semua
siswa untuk dapat mengajukan pertanyaan serta memberikan
kesempatan pula kepada siswa yang kurang berani bertanya secara
lisan.
Hasil persentase jumlah siswa bertanya kelompok tinggi,
sedang, dan rendah secara tertulis yang mencapai 100% (Gambar
4.2) tersebut menunjukkan bahwa semua siswa, baik yang berasal
dari siswa kelompok tinggi, sedang, ataupun rendah mampu
membuat dan menulis pertanyaan terlepas dari kualitas pertanyaan
yang diajukan. Distribusi data pertanyaan secara tertulis pada semua
kelompok siswa dalam setiap pertemuan (Tabel 4.2, 4.3, dan 4.4)
menunjukkan pula bahwa dalam setiap pertemuan siswa lebih
banyak mengajukan pertanyaan secara tertulis dibandingkan secara

13
Slameto, Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta,
2010), Cet. 5, h. 135-136.

60

lisan kecuali pada pertemuan pertama kelompok rendah sebesar 0%
(Tabel 4.4).
Jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan secara lisan
masih lebih tinggi pada persentase siswa kelompok tinggi yaitu
sebesar 83,33% (Gambar 4.2) dari jumlah siswa kelompok tinggi
sebanyak 6 orang, sedangkan 16,67% (1 orang) yang tidak
mengajukan pertanyaan secara lisan. Jumlah siswa yang mengajukan
pertanyaan secara lisan pada kelompok sedang dan rendah
didapatkan persentase yang tidak jauh berbeda yaitu sekitar 50%
(Gambar 4.2) siswa sudah mampu mengajukan pertanyaan secara
lisan sementara sisanya hanya mampu mengajukan pertanyaan secara
tertulis. Distribusi pertanyaan siswa secara lisan dalam setiap
pertemuan (Tabel 4.2, 4.3, dan 4.4) pun didapatkan bahwa siswa
kelompok tinggi lebih banyak menyampaikan pertanyaan secara
lisan dibandingkan kelompok rendah dan sedang kecuali pada
pertemuan pertama kelompok rendah (50%) lebih tinggi daripada
kelompok tinggi (40%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa
penerapan strategi Question Student Have mampu membuat setiap
siswa turut aktif berpartisipasi dalam membuat pertanyaan.

2. Analisis Pertanyaan Berdasarkan Kualitas Pertanyaan
Analisis kualitas pertanyaan siswa diukur dengan menggunakan
Taksonomi Bloom Revisi dan dijabarkan dalam level kognitif dan
dimensi pengetahuan.
a. Pertanyaan Keseluruhan
Pertanyaan siswa secara keseluruhan (Gambar 4.3) muncul di
setiap level kognitif kecuali mencipta (C6). Pertanyaan yang paling
banyak dimunculkan siswa secara keseluruhan adalah pertanyaan
memahami (C2) sebesar 45,73%. Ditinjau berdasarkan hasil
pertanyaan setiap pertemuan (Tabel 4.5) masih menunjukkan bahwa
pertanyaan yang dominan diajukan oleh siswa adalah pada ranah

61

level kognitif memahami (C2). Hal tersebut membuktikan bahwa
keterampilan bertanya siswa masih dalam level kognitif rendah.
Menurut Widodo, memahami berarti mengkonstruk makna atau
pengertian berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki, atau
mengintegrasikan pengetahuan yang baru ke dalam skema yang telah
ada dalam pemikiran siswa.14
Data yang didapatkan dari semua pertemuan, level kognitif
memahami (C2) adalah pertanyaan yang paling sering muncul
ditandai dengan persentase yang cukup tinggi (Tabel 4.5).
Pertanyaan level kognitif mengingat, memahami, mengaplikasikan,
dan menganalisis terdapat di semua pertemuan. Namun untuk
pertanyaan level kognitif mengevaluasi, tidak muncul pada
pertemuan kedua. Metode pembelajaran demonstrasi mengenai
kontraksi otot katak pada pertemuan kedua menimbulkan rasa ingin
tahu siswa mengenai kontraksi otot katak yang dilakukan, sehingga
rasa ingin tahu siswa lebih banyak muncul pada level memahami
(C2) dan tidak ada pertanyaan yang mencapai level kognitif
mengevaluasi (C5). Contoh pertanyaan yang muncul pada pertemuan
kedua dari siswa S10 adalah, “Apakah larutan ringer dapat
digantikan dengan larutan lain?”. Pertanyaan tersebut adalah
pertanyaan yang bersifat pemahaman mengenai larutan ringer yang
digunakan dalam demonstrasi percobaan kontraksi otot katak.
Contoh pertanyaan lainnya dari siswa S26 yaitu, “Mengapa otot
berkontraksi bila dialiri listrik?”. Pertanyaan tersebut juga meminta
jawaban pemahaman mengenai hubungan kontraksi otot apabila
dialiri dengan listrik dan bagaimana hingga terjadi proses kontraksi
otot tersebut.

14
Ari Widodo, Taksonomi Tujuan Pembelajaran, Jurnal Didaktis, Vol. 4, No. 2, 2005, h.
5.

62

Pertanyaan-pertanyaan secara keseluruhan yang diajukan siswa
pada setiap pertemuannya dapat digambarkan melaui contoh
pertanyaan dalam tabel 4.15.

Tabel 4.15 Contoh Pertanyaan Siswa
Metode Jenjang
Pertanyaan Materi
Pembelajaran Kognitif
Pemecahan Lisan
Masalah Waktu penyembuhannya (patah Proses
tulang) berapa lama? –S2 C1 Pembentukan
Tulang
Kenapa susu dapat membuat tinggi? – Pertumbuhan
C2
S36 Tulang
Misalnya terjadi kecelakaan, Pengetahuan
masyarakat yang pertama dikasih batu Sehari-hari Terkait
C3
es. Hal tersebut berpengaruh atau Sistem Gerak
tidak? –S11
Selain diurut bagaimana cara Proses
penyembuhan patah tulang? –S19 C4 Pembentukan
Tulang
Kenapa patah tulang harus ke dokter Proses
bukan ke dukun? –S27 C5 Pembentukan
Tulang
Tertulis
Berapa kebutuhan kalsium? –S6 Pertumbuhan
C1
Tulang
Kenapa kalsium sangat berpengaruh Pertumbuhan
C2
pada tulang? –S13 Tulang
Di hidung kan ada tulang rawan. Pengetahuan
Mengapa ada yang pesek dan ada yang C3 Sehari-hari Terkait
mancung? –S2 Sistem Gerak
Bagaimana cara mengatasi tulang yang Penyakit Sistem
C4
sudah mengalami pengapuran pada Gerak

63 Metode Jenjang Pertanyaan Materi Pembelajaran Kognitif sendi dan apa penyebab terjadinya pengapuran? –S4 Cara apakah yang bisa lebih cepat Proses sembuh? –S23 C5 Pembentukan Tulang Demonstrasi Lisan Kalau sinergis otot apa dengan otot Cara Kerja Otot C1 apa yang kerjanya bersamaan? –S21 Kenapa otot dialiri arus listrik? –S11 Percobaan C2 Kontraksi Otot Kalau otot katak langsung diberikan Percobaan C3 garam apakah akan terasa sakit? –S23 Kontraksi Otot Apa bedanya dengan otot diberikan Kontraksi Otot C4 rangsang dan gerakan refleks? –S11 Tertulis Otot apa yang bisa berkontraksi? –S38 C1 Kontraksi Otot Mengapa senyawa kimia berpengaruh Kontraksi Otot C2 dalam sumber energi pada otot? –S38 Mengapa ketika saraf pada kaki kodok Percobaan tersebut disetrum dapat C3 Kontraksi Otot bergerak/bergetar? –S16 Penugasan Lisan Cairan sinovial itu berasal dari mana? Persendian C1 –S22 Bagaimana otot dapat membesar? – Kelainan Sistem C2 S36 Gerak Kalau kebanyakan push up apakah Pengetahuan dapat menyebabkan hipertrofi? –S37 C3 Sehari-hari Terkait Sistem Gerak Kram otot disebabkan oleh kerja otot Pengetahuan C4 yang terus-menerus. bagaimana Sehari-hari Terkait .

4 menunjukkan bahwa pertanyaan yang dominan ditanyakan siswa adalah pada level kognitif memahami (C2) dengan persentase sebesar 32.15 Pertanyaan yang kurang kritis tersebut dapat dilihat dari rendahnya kualitas 15 Suherni. 64 Metode Jenjang Pertanyaan Materi Pembelajaran Kognitif dengan orang yang bangun tidur lalu Sistem Gerak merasakan kram? –S11 Apakah diurut merupakan cara untuk Pengetahuan mengurangi penimbunan asam laktat C5 Sehari-hari Terkait di otot? –S14 Sistem Gerak Tertulis Rematik itu penyakit sendi atau otot? – Kelainan Sistem C1 S17 Gerak Bagaimana cara mencegah supaya otot Kelainan Sistem C2 tidak membesar? –S33 Gerak Apakah kram bisa disembuhkan Pengetahuan dengan balsem atau sejenisnya? –S30 C3 Sehari-hari Terkait Sistem Gerak Kenapa orang suka kram dibetis? –S39 Pengetahuan C4 Sehari-hari Terkait Sistem Gerak b. Medan. . 72. Tesis pada Pascasarjana Universitas Negeri Medan. h. 2013. Pertanyaan Lisan dan Tertulis Analisis pertanyaan siswa secara lisan keseluruhan pada Gambar 4. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pertanyaan lisan masih didominasi pada pertanyaan kognitif tingkat rendah. “Analisis Keterampilan Bertanya Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Pokok Bahasan Keragaman Pada Tingkat Organisasi Kehidupan SMP Negeri Kabupaten Deli Serdang”.76%. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Suherni bahwa pertanyaan siswa secara lisan merupakan pertanyaan kognisi tingkat rendah (100%) termasuk jenis pertanyaan kurang kritis. tidak dipublikasikan.

“Bagaimana jika sendi bergeser sampai tidak seperti bentuk semula? Waktu penyembuhannya berapa lama?” –S2. Analisis pertanyaan lisan level kognitif mengevaluasi (C5) pada pertemuan pertama didapatkan satu pertanyaan yang diajukan . bagaimana proses hingga berapa lama waktu penyembuhannya. Pertanyaan lisan untuk setiap pertemuan (Tabel 4. Pertanyaan berikut dapat menggambarkan rendahnya kualitas pertanyaan yang diajukan siswa. Kalau cowok batas tingginya berapa? –S29 Kodok ada ototnya atau tidak? –S3 Kalau pegal-pegal biasanya minum obat neuromasil. Tingginya persentase pertanyaan level kognitif C4 dapat terjadi karena pada pertemuan pertama siswa diminta berdiskusi mengenai suatu permasalah dan mencari penyelesaiannya. 65 pertanyaan yang diajukan siswa. “Apakah terapi panas berpengaruh terhadap penyembuhan patah tulang?” –S11. Pertanyaan tersebut meminta jawaban untuk menganalisis mengenai sendi yang bergeser jauh dari letaknya. Contoh pertanyaan menganalisis yang muncul pada pertemuan pertama yaitu. Kata neuro-nya itu apakah berhubungan dengan saraf? –S36 Apakah bagus kalau pegal-pegal kita membunyikan tulang? – S14 Kalau kepala diputar sampai berbunyi apakah baik?” –S19 Berdasarkan beberapa pertanyaan yang dikemukakan di atas dapat menggambarkan bahwa pertanyaan yang diajukan siswa adalah pertanyaan yang kurang sesuai dengan materi. Pertanyaan lainnya.6) masih dominan pada level kognitif memahami (C2) meskipun pada pertemuan pertama persentase tertinggi adalah pada level kognitif menganalisis (C4) dengan persentase sebesar 33. Pertanyaan tersebut termasuk ke dalam pertanyaan analisis karena meminta jawaban untuk menganalisis mengenai pengaruh terapi panas hingga proses apa yang dapat membuat terapi panas berpengaruh atau tidaknya terhadap tulang yang patah.33%.

Model Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Biologi di SMA. .83%. dan ketiga adalah level kognitif memahami (C2).. 2 (http://staff.16 Ketidaksesuaian konsep dalam memecahkan masalah oleh siswa dapat diatasi dengan konfirmasi guru mengenai studi kasus yang didiskusikan setiap kelompok. Pertanyaan yang diajukan siswa S17 tersebut disampaikan untuk menanggapi pernyataan salah satu kelompok yang mengatakan bahwa patah tulang lebih baik diurut daripada ke medis. 17 Suherni. Hal ini terjadi karena kelompok yang menyatakan bahwa diurut lebih baik daripada ke medis telah mengambil keputusan yang tidak tepat dalam memecahkan masalah. akan mempengaruhi kualitas dari pemecahan masalah yang dilakukan. cit. pengambilan keputusan yang tidak tepat.5) yang disampaikan siswa lebih dominan pada level kognitif memahami (C2) dengan persentase sebesar 52.17 16 Paidi. Hasil tersebut didukung oleh penelitian Suherni yang mendapatkan bahwa pertanyaan siswa secara tulisan didominasi pertanyaan kognisi tingkat rendah (95.ac. Hal ini membuktikan bahwa pertanyaan tertulis masih didominasi oleh pertanyaan level kognitif C2 atau pertanyaan kognisi tingkat rendah. Menurut Paidi..id/sites/. “Kenapa patah tulang lebih baik diurut daripada ke medis?” –S17.pdf diakses pada tanggal 17 Februari 2016). h. Pertanyaan tersebut adalah. 66 berdasarkan pendapat yang dikemukakan siswa./Artikel%20Semnas%20FMIPA2010%20UNY. kedua. loc. Ditinjau berdasarkan pertanyaan tertulis yang muncul setiap pertemuan (Tabel 4.7) pun masih didapatkan bahwa pertanyaan tertulis yang dominan disampaikan pada pertemuan pertama. Masalah itu sendiri didefinisikan sebagai keadaan yang tidak sesuai dengan harapan yang kita inginkan.uny. Pertanyaan tertulis keseluruhan (Gambar 4.85%).

16 Pertanyaan Lisan dan Tertulis Level Kognitif C2 (Memahami) Jenis Pertanyaan Siswa Pertanyaan Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III Panjang pendeknya tulang Mengapa menggunakan Lelahnya otot dari apakah karena gen? –S10 kodok. Pertanyaan mengevaluasi yang muncul pada pertemuan pertama dapat disebabkan karena pada pertemuan pertama siswa melakukan pemecahan masalah dalam studi kasus. sedangkan pertemuan ketiga sampai pertanyaan level kognitif menganalisis. 67 Berikut disajikan pula contoh-contoh pertanyaan level kognitif memahami (C2) yang diajukan siswa secara lisan dan tertulis dalam tabel 4. kenapa tidak bagian apa? Apakah menggunakan kadal/cicak dari rangsang? –S2 saja? –S14 Lisan Apakah perbedaan usia Apa gunanya larutan Benar atau tidakkah dapat mempengaruhi proses ringer dalam pembedahan mandi malam dapat penyembuhan patah tulang? katak? –S21 menyebabkan rematik? –S19 –S37 Tulang rawan apa Apa tujuan mengaliri arus Apakah otot yang sudah fungsinya selain pendukung listrik pada otot? –S7 besar pada binaragawan rangka tubuh pada lokasi bisa kecil lagi? –S32 Tertulis tertentu? –S35 Apa perbedaan kadar Kenapa praktik tersebut Apa yang menyebabkan kalsium pada orang dewasa dilakukan pada kaki nyeri sendi? –S22 dan anak-anak? –S7 katak? –S22 Pertanyaan tertulis pada pertemuan pertama mencakup sampai pertanyaan level kognitif mengevaluasi. pertanyaan level kognitif memahami (C2) masih mendominasi pada setiap pertemuan. Tabel 4.16. Paidi mengemukakan bahwa kemampuan untuk melakukan pemecahan . Namun demikian. pertemuan kedua hanya sampai pertanyaan level kognitif mengaplikasikan.

86%. melainkan kemampuan yang ditunjukkan sejak mengenali masalah. Berbeda dengan penyampaian secara lisan yang sampai level kognitif menganalisis.. op. “Bagaimana proses pembedahan kodok untuk mengetahui gerak otot?” –S22. Pertanyaan tertulis pertemuan ketiga level kognitif-nya hanya sampai menganalisis (C4) dibandingkan dengan lisan yang mencapai 18 Paidi. menemukan alternatif-alternatif solusi. serta mengevaluasi jawaban yang telah diperoleh. pertanyaan siswa S23 tidak pada susunan kalimat yang baik namun dilihat dari pembelajaran yang telah dilakukan bahwa pertanyaan tersebut mengarah kepada hasil diskusi siswa mengenai pemecahan masalah pada kasus yang disajikan. . Meskipun jika dilihat dari struktur bahasa. Pertanyaan siswa S22 masuk ke dalam pertanyaan mengaplikasikan karena meminta jawaban mengenai prosedur dalam praktikum kontraksi otot katak. pada pertemuan kedua pertanyaan secara tertulis hanya sampai pada level kognitif mengaplikasikan (6. 68 masalah bukan saja terkait dengan ketepatan solusi yang diperoleh. Pertanyaan C3 yang muncul yaitu.25%). Pertanyaan siswa S23 meminta untuk mengevaluasi alternatif jawaban yang diberikan siswa mengenai penyembuhan patah tulang yang diobati melalui dukun (secara tradisional) dan dokter. “Cara apakah yang bisa lebih cepat sembuh?” –S23. Pertanyaan evaluasi yang ditemukan secara tertulis yaitu. h. pertanyaan tersebut dapat dikatakan kurang berkualitas karena menanyakan hal yang telah dijelaskan bahkan dilakukan pada proses pembelajaran yaitu demonstrasi kontraksi otot katak. cit. Pertanyaan mengevaluasi tetap lebih tinggi pada pertanyaan yang disampaikan secara lisan oleh siswa. 2-3. memilih salah satu alternatif sebagai solusi. Namun demikian.18 Oleh karena itu siswa mampu memunculkan pertanyaan bersifat mengevaluasi pada pertemuan pertama ini meskipun hanya 2.

Pertanyaan tersebut meminta jawaban analisis mengenai cara kerja otot ketika sedang berjalan. “Bagaimana reaksi otot kita saat berjalan?” –S29. Empat dimensi pengetahuan berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. Pengetahuan konseptual diperoleh siswa melalui penanaman konsep. 20 Dwi Priyo Utomo.19 Pengetahuan metakognitif merupakan pengetahuan yang paling tinggi dibandingkan dengan pengetahuan faktual.php/promath/article/view/581 diakses pada tanggal 17 Februari 2016). Menurut Widodo. pengaitan satu konsep dengan konsep lainnya. .83%. konseptual.umm. (http://ejournal. 64. op. Pengetahuan Konseptual dan Prosedural dalam Pembelajaran Matematika.20 Pertanyaan bersifat pengetahuan konseptual yang muncul pada pertemuan pertama yaitu.ac. Pertanyaan menganalisis yang muncul yaitu. h.. c. pengetahuan metakognitif mencakup pengetahuan tentang kognisi secara umum dan pengetahuan tentang diri sendiri. 69 level kognitif mengevaluasi (C5). cit. “Bagaimana cara mengobati patah tulang terbuka?” –S8.id/index. dan prosedural sehingga untuk dapat memunculkan pertanyaan pengetahuan metakognitif siswa harus terbiasa dan dilatih dengan pengetahuan yang bersifat metakognitif. “Jika ada saraf yang putus. tidak ada satupun pertanyaan yang masuk ke dalam pengetahuan metakognitif. Pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pengetahuan konseptual muncul secara dominan pada setiap pertemuan. Pertanyaan tersebut masuk ke dalam level kognitif menganalisis karena meminta jawaban untuk menganalisis dampak saraf yang putus terhadap cara kerja otot. Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Hasil penelitian menunjukkan pertanyaan terkait dimensi pengetahuan yang didapatkan lebih dominan pada jenis pengetahuan konseptual yaitu sebesar 76. berdampak buruk pada penghantar impuls/kinerja otot atau tidak?” –S41. Pertanyaan 19 Widodo. Pertanyaan lainnya yaitu.

Salah satu pertanyaan bersifat konseptual yang muncul pada pertemuan kedua yaitu. Pertanyaan Siswa Berdasarkan Dimensi Proses Kognitif dan Pengetahuan Taksonomi Bloom Revisi terbagi menjadi dua dimensi yaitu dimensi prosses kognitif dan dimensi pengetahuan.06%). Sementara contoh pertanyaan bersifat konseptual pada pertemuan ketiga yaitu. . “Apakah kesemutan dan kram itu sama?” –S41. Hasil analisis didapatkan bahwa pertanyaan siswa lebih banyak pada pertanyaan yang bersifat Memahami (C2) – Konseptual baik secara lisan (31. “Mengapa otot yang dikontraksi bisa bergerak?” –S38.03%) dan tertulis (49. Pertanyaan tersebut juga meminta jawaban yang bersifat konseptual mengenai perbedaan antara kesemutan dan kram. Pertanyaan siswa dianalisis pula menggunakan dua dimensi tersebut (tanpa terpisah). 70 tersebut juga meminta jawaban pengetahuan yang bersifat konseptual mengenai proses penyembuhan patah tulang terbuka. Pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang mengarah pada jawaban pengetahuan secara konseptual mengenai bagaimana caranya otot yang berkontraksi dapat bergerak pada percobaan kontraksi otot. Data tersebut menunjukkan kemampuan bertanya siswa secara lisan dan tertulis tidak memiliki perbedaan. d. Pertanyaan siswa yang bersifat Memahami (C2) – Konseptual dapat dilihat pada contoh pertanyaan siswa berikut ini: “Bagaimana otot dapat membesar?” – S36 “Apakah kesemutan dan kram itu sama?” – S41 “Kenapa kalsium sangat berpengaruh pada tulang?” – S13.

sedang. dan rendah pada Tabel 4. dan Rendah Analisis pertanyaan siswa kelompok tinggi. Contoh pertanyaan level kognitif memahami dengan pengetahuan konseptual siswa kelompok tinggi.11 menunjukkan bahwa pertanyaan level kognitif mengingat (C2) dominan muncul pada semua kelompok siswa.17 Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi. Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi. Sedang.17. yaitu lebih cenderung pada level kognitif memahami . dan rendah pun menunjukkan bahwa pertanyaan lebih dominan pada pengetahuan konseptual untuk ketiga kelompok tersebut. 71 e. dan rendah pada Tabel 4. sedang. Sedang. sedang.12) kelompok tinggi. dan Rendah (Memahami-Konseptual) Pertanyaan Siswa No Kelompok Tinggi Kelompok Sedang Kelompok Rendah 1 Apa bedanya kerja otot Panjang pendeknya Apakah osteoporosis sinergis dan tulang apakah karena dapat terjadi pada antagonis? –S21 gen? –S10 remaja? –S17 2 Bagaimana cara Apakah perbedaan usia Mengapa harus mencegah dapat mempengaruhi menggunakan larutan osteoporosis? –S27 proses penyembuhan ringer untuk patah tulang? –S19 menyegarkan otot? –S5 3 Mengapa pada orang Apakah cairan sinovial Apakah osteoporosis dewasa (usia tua) dapat diperbarui dengan bisa terjadi di usia mengalami asupan makanan? –S34 muda? –S5 pengkeroposan pada tulang? –S26 Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa kelompok tinggi. dan rendah terdapat kesamaan dalam keterampilan bertanya yang dimiliki. Tabel 4. sedang. Pertanyaan siswa terkait dimensi pengetahuan (Tabel 4.

72 dan pengetahuan konseptual. Pertanyaan tersebut juga meminta jawaban secara analisis untuk mengetahui apa yang menyebabkan jantung terasa sakit seperti ditekan sesuatu. tidak berarti bahwa mereka memiliki kemampuan yang kurang. Pertanyaan tersebut meminta jawaban untuk menganalisis penyebab terjadinya mati rasa dan salah satu penyebabnya itu apakah karena terjadinya penimbunan asam laktat di otot. h. kita tahu bahwa inteligensi dapat kita kembangkan. dalam batas-batas yang tertentu kita dilahirkan dengan membawa inteligensi. Di samping itu. Menurut aliran Empirisme mengenai perkembangan anak dan faktor yang mempengaruhinya bahwa bakat seseorang tidak berasal dari lahir. melainkan ditentukan oleh lingkungan atau pengalaman. Lingkungan yang dimaksud dalam hal ini adalah suasana kelas 21 Martinis Yamin. Maka dapat dikatakan bahwa ketiga kelompok tersebut masih berada dalam tingkat kognisi rendah. karena mereka dapat mengembangkannya atau dapat meningkat pula jika dipengaruhi oleh lingkungan yang tepat. Cet. 2010). Tingginya persentase siswa kelompok rendah dalam mengajukan pertanyaan level kognitif menganalisis (C4) dapat terjadi karena pengaruh lingkungan kelas yang menuntutnya untuk dapat berkompetisi dalam bertanya secara aktif. Batas-batas yang dimaksud adalah karena sepanjang pengetahuan kita. . “Penimbunan asam laktat di otot. Pertanyaan lainnya yaitu. Hasil analisis lainnya menunjukkan bahwa hasil persentase siswa kelompok rendah pada level kognitif menganalisis (C4) lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa lainnya dengan persentase sebesar 22.21 Pernyataan tersebut membuktikan bahwa meskipun siswa berada dalam kelompok rendah. Kiat Membelajarkan Siswa. apakah salah satu hal yang dapat membuat mati rasa?” –S17. 52-53. (Jakarta: Gaung Persada Press. Pertanyaan analisis yang disampaikan oleh siswa kelompok rendah yaitu. III.22%. “Apa pengaruh jantung yang suka terasa sakit seperti ditekan/ditusuk karena otot yang tegang?” –S5.

. h. dan Joko Ariyanto. Hubungan antara Kualitas Pertanyaan Siswa Berdasarkan Taksonomi Bloom dengan Hasil Belajar Siswa. Hasil ini didukung dengan soal evaluasi yang diberikan sekolah kepada siswa (Lampiran24) yang menunjukkan bahwa soal-soal yang dikerjakan siswa kebanyakan bersifat mengingat (C1) dan memahami (C2). Harlita. Penerapan Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing untuk Meningkatkan Keaktifan Bertanya Biologi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2011/2012.ac. 73 dalam menciptakan keaktifan bertanya siswa.79-90.25 Penelitian lainnya dilakukan oleh Hanifah pada kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pagelaran bahwa sebagian besar pertanyaan siswa adalah jenjang C2. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Yuliani pada XI IPA didapatkan bahwa kualitas pertanyaan siswa didominasi oleh dimensi kognitif pemahaman (C2). 2011. 3. 25 Yuliani. 19.. EduMath. 3.23 Keterampilan bertanya siswa berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi baik secara keseluruhan. hal ini akan membangun komunitas kelas yang mendatangkan partisipasi aktif siswa. Berti Yolida. cit. 26 Hanni Hanifah. 23 Evita Rosilia Dewi. lisan.id/index. Jurnal Pendidikan Biologi. (http://jurnal. Vol. Widodo menyatakan bahwa sedikitnya 22 Tang Kon-ming. bahwa keaktifan bertanya siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat. Darlen Sikumbang. h.fkip. h. 230. Empowering Student Thinking in Learning Mathematics by Effective Questioning. dan kemajuan dalam belajar. tertulis. kemampuan berpikir kritis. 2013. h. dan tiga kelompok siswa kelas XI IPA 1 MAN Tangerang masih dalam jenjang kognitif rendah dengan banyak munculnya pertanyaan yang bersifat memahami (C2). 1. kepercayaan diri siswa. 17.22 Pendapat lainnya dikemukakan oleh Dewi. 24 Lampiran 16. dkk. Vol.26 Rendahnya jenjang kognitif pertanyaan siswa tersebut karena pada waktu sebelumnya siswa tidak terbiasa untuk mengajukan pertanyaan tingkat tinggi.php/JBT/article/view/7494 diakses pada tanggal 18 Oktober 2015). op. Menurut Martino & Maher dalam Kon-ming. No.unila.

International Journal of Science Education. (4) Bertanya dengan tepat. dan. No. Teacher Questioning and Interaction Patterns in Classrooms Facilitated with Differing Levels of Constructivist Teaching Practices. Analisis Posttest Siswa Berdasarkan pemaparan data tabel persentase hasil belajar pertemuan pertama.1). bahwa penerapan strategi Question Student Have dapat meningkatkan keterampilan bertanya siswa dilihat dari beberapa aspek. sedang dan 27 Ari Widodo. (2) Penggunaan bahasa. Prosiding disampaikan pada Seminar Nasional Biologi. (7) Menanyakan sesuatu yang menarik keingintahuan. “Penerapan Strategi Question Student Have untuk Meningkatkan Keterampilan Bertanya Siswa Kelas VII-1 SMP Negeri 87 Jakarta”. (5) Kepercayaan diri. Vol. 2006.27 Hasil penelitian Erdogan mengenai pertanyaan tertutup yang ditemukan pada kelas praktek pengajaran konstruktivisme tingkat tinggi (HLCTP) karena guru memperhatikan pada fokus siswa dalam menyelesaikan penyelidikan. dan ketiga siswa kelompok tinggi. . dan Henie Suryana. dan jelas. No. 2. kedua. Vol. 14.29 3. h. 30. singkat. 14. Pembelajaran & Workshop Kurikulum KKNI Pendidikan Biologi FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sains. yaitu: (1) Pertanyaan yang bersifat analitis. 24-26 Oktober 2015. Jakarta.28 Rendahnya kualitas pertanyaan siswa tidak menutup kemungkinan bahwa persentase kuantitas siswa dalam mengajukan pertanyaan menggunakan strategi Question Student Have cukup tinggi (Gambar 4. (3) Penyampaian pertanyaan secara langsung. 29 Qonita Rahmi. (6) Mencari hal yang tidak dimengerti untuk ditanyakan.1891. (8) Pertanyaan terkait materi. 28 Ibrahim Erdogan and Todd Campbell. dkk. sementara pertanyaan terbuka lebih sering ditemukan dengan tujuan mempromosikan tindakan siswa yang disesuaikan untuk mengkonstruksi pengetahuan. 74 pertanyaan guru yang sifatnya terbuka dan menuntut pemikiran tinggi menunjukkan bahwa pembelajaran sains di sekolah masih belum melatih siswa untuk mengembangkan pemikiran dan penalaran tingkat tinggi. Lingkungan. Hasil ini sesuai dengan penelitian Rahmi. 4. 2008. Zulfiani.. h. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.

45% (Tabel 4.13) didapatkan hasil persentase siswa kelompok tinggi meningkat secara signifikan dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga sementara untuk kelompok sedang sedikit meningkat pada pertemuan kedua dan kembali menurun pada pertemuan ketiga.13). 75 rendah (Tabel 4. 35 Lampiran 11. 175. 175. h. Siswa kelompok rendah didapatkan kualitas pertanyaan didominasi pada level kognitif C5 (Mengevaluasi) sebesar 100%32 sementara hasil posttest sebesar 75% (Tabel 4. dan C5 (Mengevaluasi) dengan persentase yang sama sebesar 28. 176. h.57%31 sementara persentase hasil posttest siswa sebesar 73.50%33 sementara hasil posttest sebesar 69. 32 Lampiran 11.13).13).57%30 sementara persentase hasil posttest siswa sebesar 61.13). 33 Lampiran 11. h. Kualitas pertanyaan siswa pada pertemuan pertama kelompok tinggi didapatkan bahwa siswa kelompok tinggi lebih banyak menyampaikan pertanyaan pada level kognitif C2 (Memahami). Kualitas pertanyaan kelompok rendah didominasi pada level kognitif C2 (Memahami) sebesar 100%35 sementara hasil posttest sebesar 75% (Tabel 4. h. . 177.82%34 sementara hasil posttest sebesar 74. Kelompok sedang didapatkan kualitas pertanyaan didominasi pada pertanyaan level kognitif C2 (Memahami) sebesar 28. 178. Kualitas pertanyaan kelompok sedang didapatkan pertanyaan didominasi pada level kognitif C2 (Memahami) sebesar 58. 177.37% (Tabel 4. 31 Lampiran 11. h. Kualitas pertanyaan pada pertemuan kedua untuk kelompok tinggi didapatkan pertanyaan didominasi level kognitif C2 (Memahami) dengan persentase sebesar 87.57% (Tabel 4. 34 Lampiran 11.13).13).04% (Tabel 4. sedangkan untuk kelompok rendah didapatkan hasil yang sama baik dari pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga. C4 (Menganalisis). h. 30 Lampiran 11.

h. Kualitas pertanyaan siswa kelompok sedang didominasi oleh level kognitif C2 (Memahami) sebesar 49.67% (Tabel 4. 179.1. dan rendah secara keseluruhan (semua pertemuan) didapatkan bahwa pertanyaan semua kelompok siswa didominasi oleh pertanyaan pada level kognitif C2 (Tabel 4.078. sedang. Pemaparan analisis pertanyaan siswa dan hasil persentase posttest siswa kelompok tinggi.02%37 sementara hasil posttest sebesar 65. h.cit.. 39 Hanifah. Kualitas pertanyaan siswa kelompok rendah didominasi oleh level kognitif C2 (Memahami) dan C4 (Menganalisis) masing-masing sebesar 40%38 sementara hasil posttest sebesar 75% (Tabel 4.13). sedang dan rendah tersebut menunjukkan bahwa hasil tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pertanyaan siswa dengan hasil belajar siswa. tidak sebanding dengan kemampuan pemahaman 36 Lampiran 11.91% (Tabel 4. . 37 Lampiran 11. kualitas pertanyaan siswa hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar dari banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi. 223. h.11). h. 38 Lampiran 11. 180. Dibandingkan dengan skor hasil posttest dengan nilai rata-rata sebesar 72. 76 Kualitas pertanyaan siswa pada pertemuan ketiga untuk siswa kelompok tinggi didapatkan pertanyaan didominasi oleh level kognitif C1 (Mengingat) dan C2 (Memahami) dengan persentase yang sama yaitu sebesar 30. h. 179. Hasil penelitian Hanifah menunjukkan tidak adanya korelasi antara kualitas pertanyaan siswa dengan hasil belajar yaitu sebesar -0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa lebih dominan pada pemahaman materi dibandingkan dengan aspek lainnya dalam Taksonomi Bloom Revisi.13).13). atau meskipun ada.39 Kualitas pertanyaan siswa jika dilihat berdasarkan hasil persentase pertanyaan siswa kelompok tinggi.93 (Lampiran40) yang belum mencapai nilai KKM. op.77%36 sementara hasil posttest sebesar 91. 40 Lampiran 13.

Berikut disajikan pula contoh pertanyaan yang bersifat memenuhi rasa keingintahuan siswa: “Kenapa paha ayam ada yang pendek dan panjang?” –S22 “Kenapa jika saya membunyikan tulang justru terasa sakit?” –S11. 77 siswa yang dominan dalam mengajukan pertanyaan. lebih banyak yang bersifat memenuhi rasa keingintahuan mereka dan bukan pada konteks materi pelajaran yang sesungguhnya ataupun jika ada lebih dominan pada materi mengenai proses dan kelainan. . Contoh pertanyaan siswa sebagai berikut: “Bagaimana proses kontraksi otot katak?” –S36 “Mengapa otot yang dikontraksi bisa bergerak?” –S38 “Apakah penyakit rematik itu dapat terjadi melalui genetik/keturunan?” – S18 “Apa yang menyebabkan hipertrofi pada otot rangka?” –S26. Pertanyaan- pertanyaan yang diajukan siswa pun.

Siswa lebih banyak menyampaikan pertanyaan secara tertulis dibandingkan lisan. B. Kesimpulan Berdasarkan deskripsi hasil penelitian yang telah dibahas sebelumnya mengenai keterampilan bertanya siswa dengan menerapkan strategi Question Student Have pada konsep sistem gerak. yaitu pertanyaan didominasi oleh level kognitif memahami (C2). dan rendah terdapat persamaan. yaitu pertanyaan didominasi oleh level kognitif memahami (C2). Keterampilan bertanya siswa secara lisan (32.83%). oleh karena itu guru diharapkan dapat memberikan waktu dan 78 .83%.73%) masih tergolong rendah.76%) masih tergolong rendah. Penelitian menunjukkan jumlah pertanyaan tertulis lebih banyak daripada lisan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. yaitu dengan dominasi pertanyaan pada level kognitif memahami (C2) dan jenis pertanyaan bersifat konseptual. sedang. Keterampilan bertanya siswa kelompok tinggi. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut: 1. Pertanyaan siswa berdasarkan dua dimensi dalam Taksonoi Bloom Revisi didominasi oleh pertanyaan bersifat memahami (C2) – Konseptual baik secara lisan maupun tertulis. Jenis pertanyaan terkait dimensi pengetahuan siswa didominasi oleh jenis pertanyaan bersifat konseptual dengan persentase sebesar 76. dapat disimpulkan bahwa strategi Question Student Have dapat menstimulus siswa untuk bertanya dengan hasil persentase jumlah siswa bertanya secara lisan dan tertulis sudah mencapai > 50%. Keterampilan bertanya siswa berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi secara keseluruhan (45. begitu pula dengan pertanyaan tertulis (52.

3. 2. . Guru atau peneliti selanjutnya diharapkan dapat memaksimalkan pembelajaran menggunakan strategi Question Student Have hingga keterampilan bertanya siswa mencapai kognitif tingkat tinggi. 79 kesempatan yang lebih kepada siswa agar dapat lebih banyak memunculkan pertanyaan secara lisan. Peneliti selanjutnya diharapan dapat menggunakan alat perekam yang baik untuk mendukung instrument penelitian.

1.untan.ac. Suharsimi. Pengajaran. Cet. 2011. Jakarta: PT Prestasi Pustaka. 2010.. Ikeu Dwi. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2012. Pengaruh Pendekatan Setiap Siswa Sebagai Guru Terhadap Keterampilan Bertanya Siswa dan Pemahaman Materi Dalam Pembelajaran Fisika Pada Materi Alat Optik Siswa Kelas X. Jogyakarta: Ar-Ruzz.unsil.id/index. dkk. “Purwati Kuswarini. Leni. Astuti. David R.. dkk. dkk. 11. e-Journal Universitas Negeri Yogyakarta. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Liena.. 2012.id/students/index. Zainal. “Analisis Keterampilan Bertanya oleh Guru Mata Pelajaran Sosiologi pada Kelas X MAS Khulafaur Rasyidin”. Amri. “Perbedaan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Antara Menerapkan Strategi Question Student Have dan Strategi Think Pair Share pada Kelas X di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Kota Solok”. . Penggunaan Model Inquiry dengan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di SMPN 10 Probolinggo. 2011. Cet. dan Krathwohl. dan Suprapto.. 1. http://journal. dan Asesmen. 3.php/jpdpb/article/download/7686/7787. 15 Desember 2014. dkk. Asmira..unp.. Ayunin. Lorin W. Andiasari. Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. 80 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi.php?id=2499. 10 Desember 2014. Anggraeni. 1. Arikunto. Al-fandi. Haryanto. http://jurnal. Dian Suciana. Roro Kurrota. Desain Pembelajaran yang Demokratis & Humanis. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan.php/pek/article/download/329/174. Arifin. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Iif Khoiru. Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jurnal Media Komunikasi. http://ejournal. Kerangka Landasan Untuk: Pembelajaran. Penerapan Metode Studi Kasus dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Mata Kuliah Hubungan Internasional. Application of Cooperative Learning Model Type of Question Student Have on The Human Body Excretion System Concept”.ac. 2015.ac. 2002.id/download. Anderson. 2011.. 15 Desember 2014.

. 2013. Bandung: Alfabeta. 2001. Teacher Questioning and Interaction Patterns in Classrooms Facilitated with Differing Levels of Constructivist Teaching Practices. dkk. and Campbell. Pat & Lewis. Hanifah. Siti. E-Journal Universitas Bung Hatta. Learning in Science: What do Students’ Questions Tell Us About Their Thinking?.. http://www.. 30. Gelar dan Ramli. Education Journal.. Dwirahayu. Pendekatan Baru Dalam Proses Pembelajaran Matematika dan Sains Dasar: Sebuah Antologi.cornell. 18 Oktober 2015. Hamid. Djamarah. Hollingsworth. 2. Christine.unila. Darmadi.pitt.stkip-pgri- sumbar. Daniel & Kahrhoff. Jakarta: PIC UIN Jakarta. 2010. Munasprianto (eds). Todd. Jurnal Pendidikan Biologi. International Journal of Science Education.pdf. . Evita Rosilia. Jahna. Chin. 20 Desember 2014. Hanni. Dewi. 2008. Cet.pdf. 2008. “Using Active Learning Instructional Strategies to Create Excitement and Enhance Learning”. Pembelajaran Aktif: Meningkatkan Keasyikan Kegiatan di Kelas.php/mat20121/article/download/71/70. 3. 10 Mei 2016. 10 Mei 2016. 3. 2.edu/sites/default/files/Doc6- GetStarted_ActiveLearningHandbook. Syaiful Bahri.ac. 1. http://www. 81 Bell.id/index. “Active Learning Handbook”.cte. dkk. Cholifa. Metode Penelitian Pendidikan.ac.edu/documents/presentations/Eisen-Handout. “Hubungan antara Kualitas Pertanyaan Siswa Berdasarkan Taksonomi Bloom dengan Hasil Belajar Siswa”. 2..fkip. 2011. http://jurnal. Cet. 2011. 2007. Sri. Eison. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif: Suatu Pendekatan Teoretis Psikologi. Cet.id/MHSMAT/index. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Siswa dalam Mengungkapkan Pertanyaan pada Proses Pembelajaran Biologi Kelas VII SMP Bunda Padang. Penerapan Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing untuk Meningkatkan Keaktifan Bertanya Biologi Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2011/2012. Ibrahim. Jim. Dewita.php/JBT/article/view/7494. 29. dkk. “Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Question Student Have (QSH) Disertai Speed Test Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 10 Sijunjung”. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: PT Indeks. Gina. dkk. http://jurnal. Erdogan. Cet.cgs.

Usman. 2015. . 2. 2013. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. 2. “Model Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Biologi di SMA”. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. 1. Achievement of Biology using Question Student Have Active Learning Observed from Learning Activity of Student’s on XI IPA Grade of SMA Negeri 1 Sukoharjo. Sanjaya. Pembelajaran & Workshop Kurikulum KKNI. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif./Artikel%20Semnas%20FMIPA2010%20UNY. tidak dipublikasikan. Taksonomi Berpikir. Skripsi pada Sarjana Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 2011. Jurnal Pendidikan Biologi. Empowering Student Thinking in Learning Mathematics by Effective Questioning. Sagala. Jakarta: Kencana. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Inkuiri pada Pokok Bahasan Pemantulan Cahaya Kelas VII MTs. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Syaiful. Cet. Dewi Salma. Edumath. Cet.. Unnes Journal of Biology Education. Rahmi. Samatowa. Cet. Wowo Sunaryo. Neneng. Jakarta: Kencana. Wina. 2009. 2013. 2008. dkk. Kon-ming. 2011. Sanjaya. 17 Februari 2016.uny. 82 Khasanah. Prinsip Disain Pembelajaran. Tang. “Penerapan Strategi Question Student Have untuk Meningkatkan Keterampilan Bertanya Siswa Kelas VII-1 SMP Negeri 87 Jakarta”. Silberman. 2013.id/sites/. dkk.. Lingkungan. Cet.. 7. Kuswana. Cet. Jakarta: PT Indeks.. Milati. 3. 3. 2011. 2013. Cet. Paidi.ac. Wina. 6. 1. Jakarta: Jurusan Pendidikan Biologi FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2012. Rahayu. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Rizkianingsih. 17.. 2013. Melvin L.. “Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Teknik Question Student Have untuk Meningkatkan Perhatian Siswa dalam Pembelajaran Matematika”. 24-26 Oktober. http://staff. dkk. Bandung: Alfabeta. Eni. Cet. Nur Liya. Unnes Physics Education Journal. Prosiding Disampaikan pada Seminar Nasional Biologi. Efektivitas Strategi Question Student Have dan Media Powerpoint pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan. 11. Qonita. Bandung: Nuansa. 2010. 5. dkk. Prawiradilaga. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Metode Pembelajaran. Melvin L. 10. Slavin. Sudijono. 1. 2009. Ari. Bandung: CV Wacana Prima. Cet.php/promath/article/view/581. Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru. Jakarta: PT Bumi Aksara. Pengajaran Sains Berdasarkan Cara Kerja Otak. 5. 4. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Robert E. dan Nara. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. 2014. 2010..ac. Syah. Nana. Cet. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. 2014. Cet.umm. . Hamzah B. Penilaian Proses Belajar Mengajar. Utomo. Journal of History Education. 2010. Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran. 2010. 2011. Sumiati. Pengaruh Model Pembelajaran Question Student Have Terhadap Hasil Belajar IPS Sejarah Siswa. 25. Pengantar Statistik Pendidikan. Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik Jilid 1. Cet. Tesis pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan: 2013. Hartini. Cet. Haning. 2010. Trianto. Ward. http://ejournal. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.id/index. Widodo. Cet. 2009. tidak dipublikasikan. Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. 83 Silberman. Jakarta: PT Indeks. Muhibbin. 2005. Jakarta: Kencana. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Siregar. 20014. Profil Pertanyaan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sains. Cet. Sudjana. Uno. 2006. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. 17 Februari 2016. 15. Widodo. Jakarta: Rineka Cipta. Uno. Jakarta: RajaGrafindo Persada.. Vianata. “Pengetahuan Konseptual dan Prosedural dalam Pembelarajan Matematika”. 4. Taksonomi Tujuan Pembelajaran. Suherni. Model Pembelajaran. Cet. 4. Jakarta: PT Bumi Aksara. Jurnal Didaktis. Hellen. Teori Belajar dan Pembelajaran. 2012. 6. Eveline. Jakarta: PT Indeks. dan Asra. 2011. 2012. 18. Dwi Priyo. Bogor: Ghalia Indonesia. 2. “Analisis Keterampilan Bertanya Siswa dalam Mata Pelajaran IPA Pokok Bahasan Keragaman Pada Tingkat Organisasi Kehidupan SMP Negeri Kabupaten Deli Serdang”. Slameto. Anas. Hamzah B. Ari.

php/JBT/article/viewFile/7491/4405. Hisyam. Tina. Hisyam. dkk. 2010. Zulfiani. 5 Desember. 2002.. 15 Januari 2016. 4. Cet. Cet. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY.. dkk. “Analisis Kualitas Pertanyaan Siswa Berdasarkan Gender dan Taksonomi Bloom”.unila. Jakarta: Gaung Persada Press. Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga. Peningkatan Kemampuan Siswa SD untuk Mengajukan Pertanyaan Produktif.. 2009. . Yamin. 2006. dkk. http://jurnal. 1. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta. Kiat Membelajarkan Siswa. dkk. 2009. dkk. 2008... Zaini. “Fungsi dan Pentingnya Pertanyaan dalam Pembelajaran”. Strategi Pembelajaran Sains. 84 Widodo. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.fkip.ac. Martinis. Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Strategi Pembelajaran Aktif. 3. Yuliani. Yunarti. Prosiding Disampaikan pada Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Zaini.id/index.

3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup. disiplin. berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses. menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya. peduli (gotong royong. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.1 Berperilaku ilmiah: teliti. jujur sesuai data dan fakta. tanggung jawab. 1. responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 2. 85 Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : MAN Tangerang Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : XI/I Tahun Ajaran : 2015/2016 Pertemuan :1 Bab : Sistem Gerak Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. 1. 2. peduli lingkungan. damai). dan peduli dalam observasi dan eksperimen. tekun. Kompetensi Dasar. santun. 1. Kompetensi Inti. disiplin. bekerjasama. gotong royong. cinta damai.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel. dan Indikator 1. organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup. toleran. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur. kerjasama. berpendapat secara ilmiah . jaringan.

Mengolah. responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium. kenegaraan.5. seni. 3. 86 dan kritis.5. 3. konseptual. budaya. serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. menerapkan.5 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan gerak yang menyebabkan gangguan sistem gerak manusia melalui berbagai bentuk media presentasi. bertindak secara efektif dan kreatif. . teknologi. dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri.3 Menjelaskan proses pembentukan tulang (osifikasi) 4. dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian. pengamatan. dan menganalisis pengetahuan faktual. percobaan.2 Menjelaskan struktur dan fungsi tulang sebagai penyusun sistem gerak pada manusia 3. dan simulasi. serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.1 Mengindetifikasi jenis-jenis tulang yang terdapat pada sistem gerak 3. 3. menalar. 4. Memahami. kebangsaan. 2.5 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dan mengaitkan dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme gerak serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem gerak manusia melalui studi literatur.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar.5. dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. prosedural. dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan.

Tanya Jawab. Studi Kasus Model Pembelajaran : Active Learning Strategi : Question Student Have . Tulang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan pembentuknya. yaitu tulang kompak dan tulang spons. Oleh karena itu. 3. yaitu tulang rawan dan tulang keras. Sedangkan otot mempunyai kemampuan untuk berkontraksi dan berelaksasi sehingga dapat menggerakkan tulang. 2. Peserta didik mampu menjelaskan proses pembentukan tulang. D. Tujuan Pembelajaran 1. dan bentuknya. Berdasarkan sifat bahan penyusunnya tulang dibedakan menjadi dua macam. tekstur. Berdasarkan bentuknya. dan tulang pipa. 4. Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Metode Pembelajaran : Diskusi Informasi. 5. Materi Pembelajaran Gerakan tubuh manusia terjadi karena adanya kerja sama antara tulang dan otot. Peserta didik mampu menjelaskan fungsi dari sistem rangka. oleh karena itu otot disebut sebagai alat gerak aktif. tulang disebut sebagai alat gerak pasif. tulang dibedakan menjadi tulang pendek. C. tulang pipih. Peserta didik mampu menjelaskan struktur dan fungsi tulang. tulang dibedakan menjadi dua. Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis tulang berdasarkan bahan pembentuk. Proses pembentukan tulang dari tulang rawan menjadi tulang disebut osifikasi. sifat bahan penyusunnya dan berdasarkan bentuknya. 87 B. Tulang tidak mempunyai kemampuan untuk menggerakkan dirinnya. Peserta didik mampu menjelaskan jaringan penyusun sistem rangka. Berdasarkan bahan pembentuknya.

Internet F.  Guru menyampaikan  Siswa menyimak tujuan pembelajaran tujuan mengenai sistem pembelajaran yang gerak manusia. LKS. dan Sumber Pembelajaran Media : Gambar. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Alokasi Guru Siswa Waktu Pendahuluan Pembuka Strategi  Guru mengucapkan  Siswa menjawab 2 menit Question salam salam Student  Guru mengecek Have: kehadiran siswa  Siswa melakukan (absensi) absensi Apersepsi  Guru bertanya  Siswa menjawab 5 menit mengenai materi pertanyaan guru jaringan hewan yang mengenai jaringan telah dipelajari hewan sebelumnya. Alat. Papan Tulis. 88 E. disampaikan guru. motivasi yang disampaikan guru Kegiatan Inti Observasi  Guru menyampaikan  Siswa menyimak 5 menit . Video. Media. Power Point Alat : LCD. Laptop Sumber : Buku Biologi SMA. Motivasi  Guru memberikan  Siswa 3 menit motivasi kepada memperhatikan siswa.

 Guru meminta siswa  Siswa untuk menganalisis menganalisis permasalahan dan permasalahan dan pemecahan masalah pemecahan yang ada pada kasus masalah yang dalam LKS mengenai terdapat pada alat gerak pasif kasus dalam LKS . gambar gerakan- gerakan manusia.  Guru membagikan  Siswa menerima LKS kepada setiap LKS yang kelompok. diberikan guru. gerakan manusia. Mengapa manusia . 4-5 orang siswa.  Guru menampilkan  Siswa mengamati gambar gerakan. Menanya  Guru memancing  Siswa bertanya 5 menit siswa untuk bertanya kepada guru mengenai: mengenai: . Mengapa dapat bergerak? manusia dapat bergerak? Eksperimen/  Guru meminta siswa  Siswa membentuk 20 eksplorasi untuk membentuk kelompok dengan menit kelompok sebanyak anggota sebanyak 4-5 anggota. 89 Step 1 langkah-langkah penjelasan guru mengenai strategi mengenai strategi Question Student Question Student Have dan Have membagikan lembar kerja bertanya kepada setiap siswa.

berdasarkan literatur. kelompok. kelompok yang melakukan presentasi.  Guru memotivasi  Siswa mengajukan siswa untuk dapat pertanyaan mengajukan mengenai pertanyaan mengenai permasalahan dan permasalahan dan pemecahan pemecahan masalah masalah yang kepada kelompok dikemukakan yang presentasi. Komunikasi  Guru meminta siswa  Siswa 25 mempresentasikan mempresentasikan menit hasil diskusi hasil diskusi kelompok. mengenai alat gerak pasif manusia (tulang).  Guru menguatkan  Siswa jawaban siswa serta mendengarkan . Asosiasi  Guru  Siswa berdiskusi 10 menginstruksikan bersama teman menit kepada siswa kelompok untuk berdiskusi bersama mencari teman penjelasan atas sekelompoknya untuk pemecahan mencari penjelasan masalah dalam atas pemecahan lembar kerja masalah dalam berdasarkan lembar kerja literatur. 90 manusia (tulang).

Step 5  Ketika pertanyaan  Siswa menghitung kembali pada ceklis pada kertas pemiliknya. Penutup  Guru meminta siswa  Siswa 5 menit memberikan menyampaikan . terbanyak.  Setiap siswa dapat  Siswa memberikan Step 4 memberikan ceklis ceklis pada pada pertanyaan yang pertanyaan yang ingin diketahui ingin diketahui jawabannya. hitung pertanyaannya. 91 menjelaskan penjelasan guru. ceklis yang didapatkan. Step 6  Guru menjawab  Siswa pertanyaan yang mendengarkan mendapatkan ceklis jawaban guru. siswa untuk membuat pertanyaan pada lembar kerja bertanya yang telah dibagikan  Guru meminta siswa  Siswa memutar Step 3 untuk memutar kartu kertas pertanyaan pertanyaannya sesuai sesuai baris tempat baris tempat duduk duduk.  Guru  Siswa membuat Step 2 menginstruksikan pertanyaan. jawabannya. mengenai tulang manusia.

Penilaian 1. pertanyaan. salam G.  Guru meminta siswa  Siswa untuk mempelajari memperhatikan susunan rangka dan apa yang otot untuk pertemuan disampaikan guru. Instrument Penilaian (terlampir) . 92 kesimpulan dari kesimpulan dari materi yang telah materi yang telah disampaikan. selanjutnya.  Guru menutup  Siswa menjawab pembelajaran dengan salam. disampaikan.  Guru meminta siswa  Siswa untuk mengumpulkan mengumpulkan Step 7 LKS dan kertas LKS dan kertas pertanyaan. Jenis/ Teknik Penilaian Teknik Bentuk Penilaian Penilaian Pengetahuan Tes Tulis Penilaian Keterampilan Lembar Penilaian Keterampilan Bertanya 2.

disiplin. 93 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : MAN Tangerang Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : XI/I Tahun Ajaran : 2015/2016 Pertemuan :2 Bab : Sistem Gerak Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. disiplin. responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 2. dan Indikator 1. peduli (gotong royong. 1. jaringan. 2. kerjasama.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel.1 Berperilaku ilmiah: teliti. 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. tanggung jawab. santun. jujur sesuai data dan fakta. organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur. Kompetensi Inti. damai). berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi. . peduli lingkungan. dan peduli dalam observasi dan eksperimen. toleran. Kompetensi Dasar.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup. menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya. tekun. 1.

percobaan. seni. prosedural. bertindak secara efektif dan kreatif. 4. berpendapat secara ilmiah dan kritis.5. 3.4 Mengidentifikasi susunan tulang pada manusia.5.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar. . 3. pengamatan. menalar.6 Mengidentifikasi jenis jaringan dan sifat kerja otot. Memahami. teknologi. 3. dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri. dan menganalisis pengetahuan faktual. 3.5 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan gerak yang menyebabkan gangguan sistem gerak manusia melalui berbagai bentuk media presentasi. kebangsaan. serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. kenegaraan. Mengolah. 2.7 Menjelaskan mekanisme gerak otot. 3. serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian. budaya.5.5 Menjelaskan struktur dan fungsi otot sebagai penyusun sistem gerak pada manusia. 4. dan simulasi. cinta damai. responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.5 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dan mengaitkan dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme gerak serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem gerak manusia melalui studi literatur. bekerjasama. menerapkan. konseptual. 3. 94 gotong royong.5.

gelang bahu. yaitu otot polos. Peserta didik mampu mengidentifikasi susunan tulang pada manusia. Tulang badan terdiri atas tulang belakang. Sel-sel otot polos berinti satu. Otot lurik terdiri dari sel-sel otot lurik. oleh karena itu otot disebut sebagai alat gerak aktif. terletak di tengah dengan miofibril yang homogen. berbentuk bulat. tulang rusuk. Berdasarkan sifat kerjanya. Materi Pembelajaran Susunan Rangka Rangka merupakan bagian tubuh manusia yang berfungsi sebagai penunjang tubuh. 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis jaringan dan sifat kerja otot. otot lurik. yaitu anggota gerak atas (tangan/lengan) dan anggota gerak bawah (kaki/tungkai). 95 B. Dalam kehidupan sehari-hari otot dikenal sebagai daging. yaitu tengkorak otak (kranium) dan tengkorak wajah. Peserta didik mampu menjelaskan mekanisme gerak otot. Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama dan saling mendukung. Rangka manusia tersusun oleh tulang-tulang yang berjumlah 206 buah. 3. Otot melekat pada tulang. Tengkorak adalah tulang rangka di kepala yang dibedakan menjadi dua. C. Peserta didik mampu menjelaskan struktur dan fungsi otot. sehingga dengan melekatnya otot. Otot jantung terdiri dari sel-sel otot jantung. tulang badan. . Otot polos sering disebut otot dalam dan otot tidak sadar. Tubuh kita ditunjang oleh kerangka dalam (endoskleteon). Sekitar 40% tubuh kita tersusun oleh otot. Otot mempunyai kemampuan berkonstraksi. yaitu tulang tengkorak (kepala). tulang dada. Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang bekerja secara berlawanan. Tujuan Pembelajaran 1. Otot Otot adalah suatu jaringan yang mempunyai kemampuan untuk berkontraksi. dan gelang panggul. Otot lurik sering disebut otot serat lintang atau otot rangka. Sedangkan tulang anggota gerak dikelompokkan menjadi dua. dan tulang anggota gerak. tulang dapat digerakkan oleh otot. Tulang-tulang tersebut dapat dibedakan menjadi 3 kelompok. Rangka tampak seperti rapuh. otot dibedakan menjadi otot sinergis dan otot antagonis. dan otot jantung. tetapi pada kenyataannya dapat memikul beban tubuh kita. Otot dibedakan menjadi tiga macam. 4. Otot jantung disebut juga otot kardiak.

Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Metode Pembelajaran : Diskusi Informasi. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Alokasi Waktu Guru Siswa Pendahuluan Pembuka Strategi  Guru mengucapkan  Siswa menjawab 2 menit Question salam salam Student  Guru mengecek  Siswa melakukan Have: kehadiran siswa absensi (absensi) Apersepsi  Guru bertanya  Siswa menjawab 5 menit mengenai materi pertanyaan guru sistem gerak yang mengenai materi telah dipelajari sistem gerak yang sebelumnya. dan Sumber Pembelajaran Media : Gambar/Torso Rangka Manusia. Laptop Sumber : Buku Biologi SMA. Video. Demonstrasi Model Pembelajaran : Active Learning Strategi : Question Student Have E. Papan Tulis. Tanya Jawab. LKS. 96 D.  Guru menyampaikan  Siswa menyimak tujuan pembelajaran tujuan mengenai sistem pembelajaran yang . Media. telah dipelajari sebelumnya. Power Point Alat : LCD. Alat. Internet F.

Tulang apa rangka manusia? saja yang . Apa yang menyusun membuat rangka rangka manusia dapat manusia? bergerak? . diperlihatkan guru. 97 gerak manusia. Menanya  Guru merangsang  Siswa bertanya 5 menit siswa untuk bertanya: kepada guru . Motivasi  Guru memberikan  Siswa 3 menit motivasi kepada memperhatikan siswa. Apa yang membuat .  Guru memperlihatkan  Siswa mengamati gambar rangka atau gambar rangka memperlihatkan torso atau torso rangka rangka manusia pada manusia yang siswa. disampaikan guru. Kegiatan Inti Observasi  Guru menyampaikan  Siswa menyimak 5 menit pembelajaran penjelasan guru Step 1 menggunakan strategi mengenai strategi Question Student Question Student Have dan Have membagikan lembar kerja bertanya kepada setiap siswa. motivasi yang disampaikan guru. Tulang apa saja mengenai: yang menyusun .

98 rangka manusia dapat bergerak? Eksperimen/  Guru meminta siswa  Siswa membentuk 20 eksplorasi untuk membentuk kelompok menit kelompok sebanyak sebanyak 4-5 4-5 anggota.  Guru  Siswa menginstruksikan mengerjakan soal kepada siswa untuk dalam LKS yang mengerjakan soal diberikan guru dalam LKS yang mengenai diberikan guru demonstrasi yang mengenai telah dilakukan. demonstrasi yang telah dilakukan. anggota  Guru melakukan  Siswa demonstrasi memperhatikan mengenai pengaruh demonstrasi guru listrik terhadap mengenai kontraksi otot katak. Asosiasi  Guru  Siswa 10 menginstruksikan mendiskusikan menit . pengaruh listrik terhadap kontraksi otot katak.  Guru membuka sesi  Siswa mengajukan pertanyaan siswa pertanyaan mengenai mengenai demonstrasi yang demonstrasi yang telah dilakukan. dilakukan guru.

 Guru menguatkan  Siswa menyimak kembali hasil dari penjelasan guru. dengan literatur. sekelompok  Setiap siswa dapat  Siswa memberikan ceklis memberikan ceklis Step 4 pada pertanyaan yang pada pertanyaan ingin diketahui yang jawabannya. 99 kepada siswa untuk soal mengenai mendiskusikan soal pengaruh listrik mengenai pengaruh terhadap kontraksi listrik terhadap otot dan kontraksi otot dan mencocokkannya mencocokkannya dengan literatur.  Guru  Siswa membuat menginstruksikan pertanyaan pada Step 2 siswa untuk membuat kertas kosong pertanyaan di lembar yang telah kerja bertanya yang dibagikan. ingin diketahui . presentasi siswa. telah dibagikan  Guru meminta siswa  Siswa memutar Step 3 untuk memutar kertas kertas pertanyaan pertanyaannya sesuai pada teman kelompok. Komunikasi  Guru meminta siswa  Siswa 25 untuk mempresentasikan menit mempresentasikan hasil diskusi hasil diskusi kelompok. kelompok.

dan kertas pertanyaan.  Guru menutup  Siswa menjawab pelajaran dengan salam. dipelajari. 100  Ketika pertanyaan jawabannya.  Guru menjawab  Siswa pertanyaan yang mendengarkan diajukan berdasarkan jawaban yang Step 6 ceklis terbanyak. kelainan pada sistem gerak. hitung ceklis pada kertas Step 5 ceklis yang pertanyaannya.  Guru meminta siswa  Siswa menyimak untuk mempelajari tugas yang mengenai sendi dan diberikan guru. diberikan guru. kembali pada  Siswa menghitung pemiliknya. .  Guru  Siswa menginstruksikan mengumpulkan Step 7 siswa untuk LKS dan lembar mengumpulkan LKS pertanyaan. didapatkan. Penutup  Guru meminta siswa  Siswa 5 menit untuk menyampaikan menyampaikan kesimpulan dari kesimpulan dari materi yang telah materi yang telah dipelajari. salam.

dan peduli dalam observasi dan eksperimen. damai). toleran. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur. organ penyusun sistem dan bioproses yang terjadi pada makhluk hidup. 2. jujur sesuai data dan fakta. Kompetensi Inti. disiplin. peduli lingkungan.3 Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. peduli (gotong royong.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang struktur dan fungsi sel. tekun.1 Berperilaku ilmiah: teliti. 2. tanggung jawab. jaringan.2 Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati bioproses. 1. berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi. responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. kerjasama. 1. santun. dan Indikator 1. . Kompetensi Dasar. 101 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : MAN Tangerang Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : XI/I Tahun Ajaran : 2015/2016 Pertemuan :3 Bab : Sistem Gerak Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. 1. disiplin. menjaga dan menyayangi lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.9 Mengidentifikasi berbagai penyakit pada sistem gerak manusia. dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan. dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian. Memahami. budaya. 2. dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan. dan menganalisis pengetahuan faktual.5 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan gerak yang menyebabkan gangguan sistem gerak manusia melalui berbagai bentuk media presentasi. cinta damai. 4. menerapkan. . dan simulasi.5 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dan mengaitkan dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme gerak serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem gerak manusia melalui studi literatur. seni. 102 gotong royong. serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.5. Mengolah.8 Membedakan berbagai macam bentuk persendian pada manusia. 4. teknologi. 3. responsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium. kenegaraan. prosedural. dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri. bertindak secara efektif dan kreatif. kebangsaan.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar. 3.5. berpendapat secara ilmiah dan kritis. konseptual. 3. menalar. pengamatan. percobaan. 3. bekerjasama.

atau terjadinya infeksi oleh mikroorganisme. yaitu sinartrosis (sendi mati). pengaruh vitamin. Gangguan pada sistem rangka dapat terjadi karena adanya gangguan secara fisik.2. Materi Pembelajaran Persendian Tulang-tulang yang terdapat di dalam tubuh kita saling berhubungan. gangguan secara fisiologis. sendi engsel. dan gangguan kedudukan tulang belakang. Gangguan atau kelainan tersebut dapat terjadi akibat aktivitas atau beban gerak yang berlebihan. Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai penyakit pada sistem gerak manusia. Gangguan pada Sistem Gerak Manusia Gangguan atau kelainan pada sistem gerak manusia dapat terjadi pada tulang dan otot. 4. sendi putar. B. Menyajikan laporan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan gerak melalui media presentasi. Hubungan antartulang ini disebut persendian (artikulasi). Tanya Jawab. Membuat laporan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan gerak yang menyebabkan gangguan sistem gerak manusia. amfiartrosis (sendi kaku). Persendian dapat dibedakan menjadi tiga berdsarkan kemungkinan geraknya. yaitu sendi peluru.5. Diartrosis dibedakan menjadi beberapa macam persendian berdasarkan tipe gerakannya. Peserta didik mampu membedakan berbagai macam bentuk persendian. dan diartrosis (sendi gerak).1.5. D. 103 4. Tujuan Pembelajaran 1. dan sendi pelana. gangguan persendian. Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Metode Pembelajaran : Diskusi Informasi. Penugasan Model Pembelajaran : Active Learning Strategi : Question Student Have . C. 2.

104 E. telah dipelajari sebelumnya. motivasi dari guru. Power Point Alat : LCD. disampaikan guru. . LKS. dan Sumber Pembelajaran Media : Gambar. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran Alokasi Waktu Guru Siswa Pendahuluan Pembuka Strategi  Guru mengucapkan  Siswa menjawab 2 menit Question salam salam Student  Guru mengecek  Siswa melakukan Have: kehadiran siswa absensi (absensi) Apersepsi  Guru bertanya  Siswa menjawab 5 menit mengenai materi pertanyaan guru sistem gerak yang mengenai materi telah dipelajari sistem gerak yang sebelumnya. Media. Motivasi  Guru memberikan  Siswa 3 menit motivasi kepada memperhatikan siswa. Video. Internet F. Papan Tulis. Alat. Laptop Sumber : Buku Biologi SMA.  Guru menyampaikan  Siswa menyimak tujuan pembelajaran tujuan mengenai sistem pembelajaran yang gerak manusia.

Bagaimana . Apa yang . gangguan pada sistem .  Guru membagikan  Siswa menerima lembar kerja kepada lembar kerja yang siswa mengenai diberikan guru. anggota. Bagaimana seseorang dapat seseorang dapat bergerak? bergerak? . 105 Kegiatan Inti Observasi  Guru menyampaikan  Siswa menyimak 5 menit langkah-langkah penjelasan guru Step 1 mengenai strategi mengenai strategi Question Student Question Student Have dan Have membagikan lembar kerja bertanya kepada setiap siswa  Guru menampilkan  Siswa mengamati video mengenai orang video yang yang sedang bergerak disajikan guru. Menanya  Guru memotivasi  Siswa bertanya 5 menit siswa untuk bertanya mengenai: mengenai: . Apa yang menghubungkan menghubungkan tulang yang satu tulang yang satu dengan tulang dengan yang lain? yang lain? Eksperimen/  Guru meminta siswa  Siswa membentuk 15 eksplorasi membentuk kelompok menit kelompok sebanyak 5 sebanyak 5 orang orang anggota.

106

gerak manusia.
 Guru  Siswa
menginstruksikan mengidentifikasi
siswa untuk gangguan pada
mengidentifikasi sistem gerak
gangguan pada sistem manusia.
gerak manusia.
Asosiasi  Guru meminta siswa  Siswa berdiskusi 15
berdiskusi bersama bersama teman menit
teman kelompok kelompok untuk
untuk mencocokkan mencocokkan
hasil identifikasi hasil identifikasi
dengan kajian dengan kajian
literatur yang relevan. literatur yang
relevan.
Komunikasi  Guru meminta siswa  Siswa 25
untuk mempresentasikan menit
mempresentasikan hasil diskusi
hasil diskusi kelompok.
kelompok.
 Guru memotivasi  Siswa mengajukan
siswa untuk pertanyaan kepada
memberikan kelompok
pertanyaan kepada presenter.
kelompok presenter.
 Guru menguatkan  Siswa

jawaban siswa mendengarkan

mengenai gangguan penjelasan guru.

sistem gerak manusia.
 Guru  Siswa membuat

107

menginstruksikan pertanyaan.
Step 2 siswa untuk membuat
pertanyaan pada
lembar kerja bertanya
yang telah dibagikan
mengenai materi
yang telah
Step 3 disampaikan.
 Guru meminta siswa  Siswa memutar
untuk memutar kertas pertanyaan
pertanyaannya sesuai
kelompok.
Step 4
 Setiap siswa dapat  Siswa
memberikan ceklis memberikan ceklis
pada pertanyaan yang pada pertanyaan
ingin diketahui yang ingin
jawabannya. diketahui
Step 5
 Ketika pertanyaan jawabannya.
kembali pada  Siswa menghitung
pemiliknya, hitung ceklis pada kertas
ceklis yang pertanyaannya.
didapatkan.
Step 6
 Guru menjawab  Siswa
pertanyaan yang mendengarkan
mendapatkan ceklis jawaban guru.
terbanyak.
Penutup
 Guru meminta siswa  Siswa 5 menit
untuk menyampaikan menyampaikan
kesimpulan dari kesimpulan dari

108

materi yang telah materi yang telah
dipelajari. dipelajari.
 Guru  Siswa
Step 7 menginstruksikan mengumpulkan
siswa untuk LKS dan kertas
mengumpulkan LKS pertanyaan.
dan kertas
pertanyaan.
 Guru meminta siswa  Siswa menyimak
untuk mempelajari tugas yang
kembali materi sistem diberikan guru.
gerak
 Guru menutup  Siswa menjawab
pelajaran dengan salam.
salam.

G. Penilaian

1. Jenis/ Teknik Penilaian
Teknik Bentuk Penilaian

Penilaian Pengetahuan Tes Tulis

Penilaian Keterampilan Lembar Penilaian Keterampilan
Bertanya

2. Instrument Penilaian (telampir)

109

a. Penilaian Keterampilan Bertanya Siswa

Nomor Siswa
No Aspek

Siswa bertanya kepada guru tanpa
1
diperintah
Siswa bertanya dengan mengangkat
2
tangan terlebih dahulu
Siswa bertanya dengan tepat, singkat,
3
dan jelas
Siswa mengaitkan pertanyaan dengan
4 sesuatu yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari
Siswa berusaha mencari sesuatu yang
5 belum dipahami untuk ditanyakan
kepada guru
Siswa mengajukan pertanyaan yang
6
bersifat analisis

Jumlah

.

...................................... ...................................................... ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................ ............................................................................................................................. .......................................................... ...................................................... 112 ......................................................................... Kesimpulan ................................................................................................................................... ................................................ ............................................................... ................................ ............................................................................. ....... ............................................................................................................................ ............................................................................................................................................................................................................................ .............................................................................................................................................................................................................................................................................. ........................................................................................................................................................... .............................................................................................................................................................................................................................................................................................

.

.

.

.

.

................................................................................................................................................ ......................................................................................................................... ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Kesimpulan ....................................................................................................................................................... .......................................................................................................................................................................................................................................................................................... .................................... ............................ ............................................. ............................................................ ........................................................... .......................................................... ............... ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 118 .............................................................................................................................................................

..... Perhatikanlah gambar penderita HIPERTROFI berikut ini! ....... Prosedur Kerja: 1) Duduklah secara berkelompok dengan teman sekelompokmu...... 5) Bekerjalah dengan tenang dan tidak mengganggu kelompok lain....... struktur dan fungsi jaringan gerak yang 9... Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis kelainan pada struktur dan fungsi jaringan gerak yang menyebabkan gangguan pada sistem gerak manusia... 6) Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas............ ... 3) Ikutilah petunjuk dalam lembar kerja untuk mengisi data pada kolom di bawah................. 4.......... menyebabkan gangguan sistem gerak manusia 10...5 7. ........ 4) Diskusikanlah bersama teman kelompokmu untuk mengerjakan LKS ini....................... 2) Perhatikan gambar penyakit yang disajikan dalam lembar kerja.............. 7) Persiapkanlah pertanyaan untuk kelompok lain yang mempresentasikan mengenai penyakit yang berbeda.. . Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada 8...... 119 LEMBAR KERJA SISWA 3 KELAINAN/PENYAKIT PADA SISTEM GERAK Nama Kelompok: Kompetensi Dasar: 6............... .............. ................................................... melalui berbagai bentuk media presentasi.........................

.

................................................................................................................................................................................................... ................................. ........................................................ ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ............................................... ....................................................... Pengobatan apakah yang dapat dilakukan? .................................................................................... ................................................................................................................ 121 ..................................................................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................ ................ .................................................................................................................................................................................................................................................................................. ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ............................................ ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. .... ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... .... ......... ..................................................................................... Kesimpulan .........................................................................................................................................................

. 3) Ikutilah petunjuk dalam lembar kerja untuk mengisi data pada kolom di bawah.. struktur dan fungsi jaringan gerak yang 14....................... menyebabkan gangguan sistem gerak manusia 15..... .... 4.. Tujuan: Peserta didik dapat menganalisis kelainan pada struktur dan fungsi jaringan gerak yang menyebabkan gangguan pada sistem gerak manusia... 4) Diskusikanlah bersama teman kelompokmu untuk mengerjakan LKS ini.................5 12................ .......... 5) Bekerjalah dengan tenang dan tidak mengganggu kelompok lain........................................................... . Prosedur Kerja: 1) Duduklah secara berkelompok dengan teman sekelompokmu........ melalui berbagai bentuk media presentasi...... ..... 2) Perhatikan gambar penyakit yang disajikan dalam lembar kerja... 7) Persiapkanlah pertanyaan untuk kelompok lain yang mempresentasikan mengenai penyakit yang berbeda............. 6) Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas....... Perhatikanlah gambar penderita RHEUMATOID ARTHRITIS berikut ini! ............................. ............. Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada 13.... 122 LEMBAR KERJA SISWA 3 KELAINAN/PENYAKIT PADA SISTEM GERAK Nama Kelompok: Kompetensi Dasar: 11.....

.

.............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. ......................... ................................................................................................................................. ...................................................................................................................... ................. ........................................................................................................................ ..................... ................................. ................................................................................................................................................... ................................................................................................................ ....................................... 124 Pengobatan apakah yang dapat dilakukan? ........................................................................................................................................................................................ ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Kesimpulan ........................................................ . ....................................... ............................................... ......................................................................................................................................................................... ......................................................................................................................................

....................................... 3..... 4 : Baik Sekali Catatan: .. Observer ( ) ...... 125 Lampiran 3 Pedoman Observasi Guru dalam Mengajar Nama Guru : Kelas/Semester : Mata Pelajaran/ Materi : Hari/Tanggal : Tujuan : Sebagai data evaluasi terhadap guru dalam proses pembelajaran menggunakan strategi Question Student Have Petunjuk: Berikan tanda ceklist ( √ ) pada angka 1.... 2: Cukup. dan 4 sesuai pengamatan yang anda lakukan............ 2............ Skala Nilai No Komponen yang Diamati 1 2 3 4 1 Menyampaikan Tujuan Pembelajaran 2 Kemampuan Membuka Pembelajaran 3 Penggunaan Metode Mengajar 4 Penggunaan Media atau Alat Bantu Pengajaran 5 Penguasaan Bahan Pelajaran 6 Menuntun Siswa dalam Diskusi Penggunaan Strategi Question Student Have 7 Mengarahkan Siswa dalam Membuat Pertanyaan 8 Ketepatan Strategi dengan Waktu yang Tersedia 9 Memberi Jawaban Terhadap Pertanyaan Siswa 10 Menutup Pembelajaran Total Skor Keterangan: 1 : Kurang........... 3 : Baik..

.

.

.

126 Lampiran 4 LEMBAR OBSERVASI PERTANYAAN SISWA Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Kelas/Semester : Sub Materi : Hari/Tanggal : Pertemuan Ke : Petunjuk: 1) Tulislah nomor beserta pertanyaan yang diajukan siswa pada kolom yang telah disediakan 2) Kategorikan pertanyaan tersebut berdasarkan kategori kognitif dan dimensi pengetahuan 3) Catat nomor soal pada kolom yang sesuai kategori kognitif dan dimensi pengetahuan Kategori Kognitif Dimensi No Pertanyaan C1 C2 C3 C4 C5 C6 Pengetahuan Faktual Konseptual .

127 Prosedural Metakognitif Observer ( ) .

.

.

.

.

.

.

dan menganalisis pengetahuan faktual. Berikut ini yang bukan merupakan C1 struktur dan fungsi dari sistem fungsi rangka manusia . seni. sebagai alat gerak aktif sebagai penyusun b. tempat melekatnya otot sistem gerak pada c. pengamatan. telnologi. Memahami. Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif Menjelaskan Menyebutkan 1. budaya. menerapkan. dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian. konseptual. melindungi alat tubuh yang manusia. 128 Lampiran 5 SOAL POSTTEST Nama Sekolah : MAN Tangerang Materi Pelajaran : Sistem Gerak Kelas/Semester : XI IPA 1/ Ganjil Tahun Ajaran : 2015/2016 Bentuk Soal : Pilihan Ganda Kompetensi Inti : 3.. dan simulasi. prosedural. percobaan.5 menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dan mengaitkan dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan mekanisme gerak serta gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem gerak manusia melalui studi literatur. penting d. kenegaraan. bekerja sebagai pengungkit Kunci Jawaban: a . kebangsaan. dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan.. menegakkan dan memberi bentuk tubuh e. fungsi tulang rangka (tulang) a. serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan.. Kompetensi Dasar : 3.

berjalan. manusia tidak memiliki bentuk tubuh. manusia masih dapat melindungi organ tubuh bagian dalam dengan kulit sehingga tidak mudah rusak . minum.. dapat berdiri dengan kokoh. serta organ tubuh tidak terlindungi b. serta dapat berlari c. tulang d. Prediksilah manusia apa yang terjadi jika manusia tidak memiliki tulang? a. (tulang) a. dan berlari d. manusia tidak memiliki bentuk tubuh seperti amoeba.. dan lain-lain. jaringan ikat b.. berlari. otot Kunci Jawaban: e Mengevaluasi 3. 129 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif Menyebutkan 2. tulang rawan e. Berikut yang bukan termasuk C1 jaringan penyusun jaringan penyusun sistem rangka sistem rangka adalah . (tulang) bagi menari. jaringan ikat fibrosa c. Manusia memiliki kemampuan C5 pentingnya fungsi untuk bergerak dan melakukan dari sistem rangka aktivitas. seperti berjalan. tidak dapat berdiri dan bergerak. manusia masih dapat melakukan aktivitas sehari- hari seperti makan.

Salah satu ciri tulang rawan pada C4 penyusun tulang anak-anak yang membedakannya dengan tulang rawan pada orang dewasa yaitu .. berasal dari perikondrium b. tulang spons c. manusia dapat menyimpan mineral kalsium dan fosfor karena masih memiliki otot yang menyalurkan mineral tersebut Kunci Jawaban: a Mengidentifikasi Mengkategorikan 4. tulang kompak b. tulang rawan hialin e. mempunyai matriks terotorial dan interitorial c.. 2) Matriksnya terdapat serat elastis yang bercabang-cabang 3) Terdapat pada telinga luar dan epiglotis Jenis tulang yang memiliki ciri- ciri di atas adalah .. a. tulang rawan elastis Kunci Jawaban: e Menganalisis zat 5. lebih banyak mengandung . a. tidak mempunyai lakuna d. Perhatikan ciri-ciri dari tulang C2 jenis-jenis tulang fungsi dari bentuk berikut ini! yang terdapat tulang 1) Memungkinkan fleksibilitas pada sistem gerak tanpa distorsi manusia. 130 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif e... tulang pendek d..

. pembentukan osifikasi a. hari pertama dilahirkan c. masa kanak-kanak sebelum berumur 5 tahun d. osteoblas – pengisian matriks tulang (osifikasi) – osteosit – mineralisasi P dan Ca b. Urutan osifikasi yang benar C2 proses proses terjadinya adalah .. a. osteoblas – osteosit – mineralisasi P dan Ca – pengisian matriks c. osteoblas – osteosit – pengisian matriks – mineralisasi P dan Ca Kunci Jawaban: e Menyebutkan 7. kondroblas bersifat tidak aktif Kunci Jawaban: d Menjelaskan Menjelaskan 6. osteosit – osteoblas – mineralisasi P dan Ca – pengisian matriks d. osteosit – osteoblas – pengisian matriks – mineralisasi P dan Ca e. masa remaja e... Sebagian tulang dalam tubuh C1 kapan terjadinya mulai mengalami osifikasi pada osifikasi waktu .. ketika telah dewasa Kunci Jawaban: a . 131 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif kondroblas e. akhir bulan kedua saat embrio b..

dan 8 d. 1... 2. 9. 5 ruas c. 6. Jumlah ruas tulang punggung C1 susunan tulang jumlah ruas adalah . 6 ruas d. manusia berikut! kelompok tulang 1) Tengkorak 2) Ruas-ruas tulang belakang 3) Tulang hasta 4) Tulang pengumpil 5) Tulang ekor 6) Tulang betis 7) Tulang kering 8) Tulang dada Kelompok tulang yang termasuk rangka aksial yaitu . dan 7 c. Bagian tulang yang . 4 ruas b. dan 7 e. 1.. 12 ruas Kunci Jawaban: e Mengidentifikasi. organ di C3 tulang pada dalam tubuh tidak akan terkena rangka tubuh benturan secara langsung karena dalam melindungi organ tersebut dilindungi oleh organ tubuh rangka tubuh. 4. dan 8 Kunci Jawaban: c Menentukan jenis 10. Perhatikan beberapa tulang pada C2 kan kelompok. 6. 4.. Bila seseorang terjatuh.. 132 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif Mengidentifikasi Menyebutkan 8. pada manusia. dan 4 b. a. 1. 7. 4.. 5. tulang belakang a. 2. 2. 7 ruas e. 3. 3.

origo d. a.. tulang belakang dan tulang ekor Kunci Jawaban: b Menjelaskan Menyebutkan 11. tulang ekor dan tulang rusuk e.. miofibril Kunci Jawaban: c Mengidentifikasi Menjelaskan 13. garis Z d. berdasarkan jenis . Bagian yang membatasi antara C1 penyusun otot sarkomer satu dengan sarkomer lainnya disebut . tulang dada dan tulang ekor d.... insersi sistem gerak pada b. a. zona H e. fasikuli e... fasia manusia. 133 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif melindungi organ paru-paru dan jantung adalah . pita I c. Perhatikan gambar berikut! C2 jenis jaringan dan fungsi dari otot sifat kerja otot. c. sebagai penyusun a. tulang rusuk dan tulang dada c. tulang belakang dan tulang rusuk b. Tendon yang melekat pada tulang C1 struktur dan salah satu bagian yang tidak dapat bergerak disebut fungsi otot pada otot rangka . sendi Kunci Jawaban: c Mengidentifikasi 12. pita A b...

otot mengalami pemendekan yang lebih pendek dari ukuran semula b. Manakah pernyataan di bawah ini yang benar dari sifat otot? a. mengontrol diameter pembuluh darah c. kontraktibilitas. ekstensibilitas. otot mengalami pemanjangan yang lebih panjang dari ukuran semula c. 134 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif jaringannya Fungsi otot seperti pada gambar di atas bagi tubuh yaitu . elastisitas. menggerakkan zat sepanjang saluran pencernaan b. otot C4 otot memiliki sifat ekstensibilitas. kontraksibilitas. a. Dalam menunjang gerak. otot . otot mengalami pemendekan yang lebih pendek dari ukuran semula d. mengatur gerakan pupil mata Kunci Jawaban: c Menganalisis sifat 14.. dan elastisitas... menggerakkan rangka tubuh e. kontraktibilitas. membuat gerakan menguncup dan mengembang pada jantung d.

elastisitas.. Kontraksi otot melibatkan hal C2 mekanisme gerak urutan mekanisme berikut ini: otot. 1 – 2 – 3 – 4 – 5 b. Perhatikan gambar berikut! C3 otot yang bekerja saat melakukan gerakan Gerakan mengangkat lengan bawah seperti gambar di atas . 2 – 1 – 3 – 4 – 5 d. 1 – 2 – 4 – 5 – 3 c.. 2 – 1 – 3 – 5 – 4 e. otot mengalami pemanjangan yang lebih panjang dari ukuran semula Kunci Jawaban: d Menjelaskan Menentukan 15. a. 135 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif mengalami pemendekan yang lebih pendek dari ukuran semula e. kontraksi otot 1) asetilkolin 2) rangsang 3) aktin dan miosin 4) aktomiosin 5) energi urutan mekanisme kontraksi otot yang benar adalah . 5 – 1 – 2 – 3 – 4 Kunci Jawaban: c Menentukan jenis 16..

a. otot bisep dan otot trisep berelaksasi e. Pernyataan yang pada manusia. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi c... Hubungan tulang dan persendian C4 berbagai macam persendian menghasilkan macam-macam bentuk persendian diartrosis variasi gerak. 136 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif terjadi karena .. paling benar berikut ini yaitu . a.. Hubungan antara tulang atlas dengan tulang tengkorak merupakan sendi peluru yang menghasilkan gerak ke segala arah c.. otot bisep berelaksasi dan otot trisep berkontraksi b. otot bisep dan otot trisep berkontraksi d. Hubungan antar ruas tulang punggung merupakan sendi peluru yang menghasilkan gerakan dua arah . Hubungan antartulang pada siku merupakan sendi engsel yang menghasilkan gerakan satu arah b.. otot bisep dan otot trisep tidak melakukan aksi Kunci Jawaban: b Membedakan Menganalisis tipe 17.

Pada saat kita melangkahkan kaki. e. sendi putar dan pelana. sendi . sendi peluru antara paha dan panggul dan sendi putar pergelangan kaki c. 137 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif d. sendi peluru dan putar. sendi engsel dan peluru. Hubungan antara tulang pergelangan dengan tulang telapak tangan merupakan sendi pelana yang menghasilkan gerakan berporos satu Kunci Jawaban: a Mengidentifikasi 18. sendi untuk dilakukan engsel pada lutut dan sendi pelana pada pergelangan kaki b. sendi pelana dan peluru. sendi engsel dan pelana. sendi putar pada lutut dan sendi pelana pada paha dengan panggul d. C5 letak sendi dan sendi apa saja yang terlibat? pergerakan yang Dimana letak sendi tersebut? memungkinkan a. sendi engsel pada lutut dan sendi peluru antara paha dan panggul e. Hubungan antara tulang paha dengan tulang pinggul merupakan sendi peluru yang menghasilkan gerakan ke dua arah.

a. 138 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif pelana pada ibu jari dan sendi peluru antara paha dan panggul Kunci Jawaban: d Mengidentifikasi Mengidentifikasi 19.. osteoporosis. kondisi pertumbuhan . nekrosa e. kifosis b.. wanita lebih terjadinya suatu rentan terkena gangguan tulang ini penyakit pada dikarenakan wanita mengalami sistem gerak menopause. rakhitis c. sistem rangka 1) tulang patah atau retak manusia 2) terjadi pembengkakan 3) kemungkinan terjadi pendarahan jenis gangguan yang terjadi berdasarkan ciri tersebut adalah . artritis d.. Berikut adalah ciri-ciri dari C2 berbagai penyakit gangguan yang gangguan pada sistem gerak pada sistem gerak terjadi pada manusia: manusia. rakhitis. fraktura Kunci Jawaban: e Menganalisis 20. Prediksilah kelainan tulang apakah ini? mengapa terjadi demikian? a. Terjadinya keadaan tulang mudah C5 penyebab patah dan rapuh. kondisi tulang yang keropos karena kekurangan vitamin b.

tulang cepat kehilangan kalsium karena kekurangan hormon Kunci Jawaban: e . osteoporosis. 139 Indikator Tingkatan Indikator Soal Butir Soal Pembelajaran Kognitif tulang terganggu karena kekurangan vitamin c. peradangan pada sendi karena metabolisme asam urat terganggu e. arthritis. peradangan pada persendian karena penumpukan zat kapur d. arthtritis.

.

.

Ananda Ulfah U 75 6. Mia Silvia 77 20. 142 Lampiran 7 DAFTAR NILAI MID SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 KELAS: XI MIPA-1 NO SISWA NILAI 1. Bagus E 78 21. Dicha Tri K 77 12. Fakhruddin 80 22. Fahrunnisa S 78 16. Dinda Isnaini M 78 13. Fadhilatul Haris 80 15. Cut Fitria 80 8. Diana Putri K 78 11. Nabillah Azhara 78 . Azkal Azqia 77 7. Daffa Fauzan 78 9. M. Lusiana Wati 77 19. Ellia Kustanti R 78 14. M. Achmad Fachtoni 78 3. Achmad Ghazali 77 4. Desi Laelatul M 79 10. Hasna Maulida F 78 17. Aathis Kavana R 77 2. Isnain Hidayanti 75 18. Nabila Ramadhani 78 23. Aldyth Amru R 77 5.

Vicky Winarko 77 41. Sarlina 77 35. 143 NO SISWA NILAI 24. Qurrotu A’in 78 31. Siti Rosadah 77 36. Ouldya Fasya A 78 30. Sani Riksa Utami 78 34. Yulia Almavira 77 . Nida Khanifah 80 27. Regina Aulia Fitri 77 33. Vina Hidayanti 77 40. Nesa Nelania 78 26. Nur Hafid 80 28. Nurul Hidayatu S 78 29. Raden Dandy P 78 32. Nadia Hasna K 78 25. Thalita Reyhana S 78 38. Syifa Amalia Q 78 37. Vieri Dwiky R 77 39.

22 1. 144 Lampiran 8 PERHITUNGAN DATA PENGELOMPOKKAN SISWA No Nilai (X) f f.89 Mean – SD = 77.9284 24.642 2 79 1 79 1.4568 ∑f= 41 ∑fX= 3.0484 0.78 3.67 Rendah 2 .X x (X-M) x² fx² 1 80 5 400 2.0244 Mean = = 77.11 = 78.67 ≤ Nilai ≤ 78.1684 0 6 75 2 150 -2.22 4.4884 3 78 19 1482 0.78 SD √ =√ =√ = 1.4884 1.11 = 76.89 Sedang 33 Nilai ≤ mean -SD Nilai ≤ 76.7284 15.78 – 1.9196 4 77 14 1078 -0.78 7.78 + 1.67 Kriteria Pengelompokkan Siswa: Ranking Atas M + 1SD Ranking Tengah M – 1SD Ranking Bawah Kelompok Jumlah Kriteria Pengelompokkan Nilai Kognitif Siswa Nilai ≥ mean + SD Nilai ≥78.5176 5 76 0 0 -1.78 0.6084 8.22 0.11 Mean + SD = 77.89 Tinggi 6 Mean – SD ≤ nilai ≤ mean + SD 76.189 ∑fx²= 51.

145 Lampiran 9 DAFTAR KELOMPOK SISWA Kelompok Tinggi No Nama Siswa Nilai 1 Cut Fitria 80 2 Desi Laelatul Musarofah 79 3 Fadilatul Haris 80 4 Muhammad Fakhruddin 80 5 Nida Khanifah 80 6 Nurhafid 80 Kelompok Sedang No Nama Siswa Nilai 1 Aathis Kavana R 77 2 Achmad Fachtoni 78 3 Achmad Ghazali 77 4 Aldyth Amru R 77 5 Azkal Azqia 77 6 Daffa Fauzan 78 7 Diana Putri K 78 8 Dicha Tri K 77 9 Dinda Isnaini M 78 10 Ellia Kustanti R 78 11 Fahrunnisa S 78 12 Hasna Maulida F 78 13 Lusiana Wati 77 14 Mia Silvia 77 15 M. Bagus E 78 16 Nabila Ramadhani 78 17 Nabillah Azhara 78 18 Nadia Hasna K 78 19 Nesa Nelania 78 20 Nurul Hidayatu S 78 21 Ouldya Fasya A 78 22 Qurrotu A’in 78 23 Raden Dandy P 78 24 Regina Aulia Fitri 77 25 Sani Riksa Utami 78 .

146 Kelompok Sedang No Nama Siswa Nilai 26 Sarlina 77 27 Siti Rosadah 77 28 Syifa Amalia Q 78 29 Thalita Reyhana S 78 30 Vieri Dwiky R 77 31 Vina Hidayanti 77 32 Vicky Winarko 77 33 Yulia Almaviira 77 Kelompok Rendah No Nama Siswa Nilai 1 Ananda Ulfah U 75 2 Isnain Hidayanti 75 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

- (Mengevaluasi) Konseptual 5 1 6 3. . . 1 1 0. . . . - Konseptual .68% Prosedural . .63% 17.66% 3. . . .22% 17. - Metakognitif .61% (Menganalisis) Konseptual 13 11 24 14.Konseptual 12 12 24 14.68% kan) Prosedural 2 3 5 3.73% Prosedural . . . - Jumlah 58 106 164 100% . . . - 5 C5 Faktual . - (Mengaplikasi. . . . - Metakognitif . .24% Prosedural . .05% (Memahami) Konseptual 18 52 70 42. . - 6 C6 (Mencipta) Faktual .46% (Mengingat) Konseptual . - 2 C2 Faktual 1 4 5 3. . .63% 15. .05% Metakognitif . . - - Prosedural . - Metakognitif . . . - 3 C3 Faktual . .66% Prosedural . - Metakognitif . . 161 Lampiran 11 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Siswa Keseluruhan (Lisan dan Tertulis) Pertanyaan Siswa Keseluruhan Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 7 20 27 16. .68% 45. - 4 C4 Faktual . - Metakognitif . 2 2 1. . .

. . . - Konseptual . . . - - Prosedural . . . . - Jumlah 15 35 50 100% . . . . . - (Mengevaluasi) Konseptual 3 1 4 8% 8% Prosedural . - Metakognitif . - 4 C4 Faktual . . . . . . - Metakognitif . - 6 C6 (Mencipta) Faktual . - 3 C3 Faktual . . - Konseptual 3 11 14 28% 28% Prosedural . - 5 C5 Faktual . - Metakognitif . . . . - (Mengaplikasi. . - Metakognitif . - 18% Prosedural . Konseptual 1 8 9 18% 22% kan) Prosedural 1 1 2 4% Metakognitif . . . . . 162 Pertanyaan Keseluruhan (Lisan dan Tertulis) Pertemuan Pertama Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 (Mengingat) Faktual 2 7 9 18% Konseptual . . . . 1 1 2% (Menganalisis) Konseptual 5 6 11 22% 24% Prosedural . . - 2 C2 (Memahami) Faktual . . - Metakognitif . . . .

11% kan) Prosedural 1 1 2 4. . . 1 1 2. . . . - 4 C4 Faktual .78% Prosedural . . - Metakognitif . . . .Konseptual 2 1 3 6. . - 3 C3 Faktual . - 2 C2 Faktual . - - Prosedural . - - Prosedural . . .22% 17.56% (Mengingat) Konseptual . . 163 Pertanyaan Keseluruhan (Lisan dan Tertulis) Pertemuan Kedua Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 2 5 7 15. . - (Mengevaluasi) Konseptual . - Konseptual .44% 4. . - (Mengaplikasi. - (Memahami) Konseptual 6 24 30 66. - 5 C5 Faktual . .67% 11. . - Jumlah 13 32 45 100% . . . . . .67% Prosedural . . . . . - Metakognitif . - Metakognitif . . - Metakognitif . .67% 66. .44% Prosedural . - (Menganalisis) Konseptual 2 . . . . 2 4. - 6 C6 (Mencipta) Faktual . .44% Metakognitif . . - Metakognitif . . .

. .94% Prosedural . . . . . - Metakognitif .45% 17.90% 2. - 6 C6 (Mencipta) Faktual . . . . . . . - Konseptual . 1 1 1. . - 2 C2 Faktual 1 4 5 7. - (Mengaplikasi. - 5 C5 Faktual . .39% 18. . . . . - 3 C3 Faktual . - - Prosedural .90% Prosedural . .84% kan) Prosedural . . .94% 15. - (Mengevaluasi) Konseptual 2 . - 4 C4 Faktual .94% (Mengingat) Konseptual . - Jumlah 30 39 69 100% . .25% (Memahami) Konseptual 9 17 26 37. - Metakognitif .93% Prosedural . . - Metakognitif . .68% 44. . 164 Pertanyaan Keseluruhan (Lisan dan Tertulis) Pertemuan Ketiga Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ Persentase Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 3 8 11 15. .Konseptual 9 3 12 17. . . 2 2. - Metakognitif . . . 1 1 1. . - (Menganalisis) Konseptual 6 5 11 15. . - Metakognitif .39% Prosedural .45% Metakognitif .

41% Prosedural . - Konseptual . - - Prosedural . - Metakognitif .03% 32. - 5 C5 Faktual .07% Prosedural . - 2 C2 Faktual 1 1. - (Mengaplikasi.41% 22.69% 24.07% (Mengingat) Konseptual . 165 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Lisan Pertanyaan Lisan Keseluruhan Dimensi Jumlah No Level Kognitif ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 7 12. - Metakognitif . - Metakognitif . - Metakognitif . - 4 C4 Faktual .Konseptual 12 20. - (Mengevaluasi) Konseptual 5 8.45% Metakognitif .14% kan) Prosedural 2 3.62% 8. - Metakognitif . - 12.72% (Memahami) Konseptual 18 31.76% Prosedural . - (Menganalisis) Konseptual 13 22. - 6 C6 (Mencipta) Faktual . - Jumlah 58 100% . - 3 C3 Faktual .62% Prosedural .

33% Prosedural . - (Menganalisis) Konseptual 5 33. 166 Pertanyaan Lisan Pertemuan Pertama Dimensi % Jumlah No Level Kognitif ∑ Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 2 13. - (Memahami) Konseptual 3 20% 20% Prosedural . - 13. - 5 C5 Faktual .Konseptual 1 6.33% 33.34% kan) Prosedural 1 6. - Jumlah 15 100% .33% Prosedural . - (Mengaplikasi. - 3 C3 Faktual .33% (Mengingat) Konseptual . - Metakognitif . - Metakognitif . - (Mengevaluasi) Konseptual 3 20% 20% Prosedural . - 2 C2 Faktual . - Metakognitif . - - Prosedural .67% Metakognitif . - Metakognitif . - 6 C6 (Mencipta) Faktual .67% 13. - 4 C4 Faktual . - Metakognitif . - Konseptual .

- 3 C3 Faktual .08% kan) Prosedural 1 7. - (Mengevaluasi) Konseptual . - (Mengaplikasi. - Metakognitif . - 2 C2 Faktual .Konseptual 2 15. - (Menganalisis) Konseptual 2 15. - 5 C5 Faktual . - Metakognitif .15% Prosedural .38% 23. 167 Pertanyaan Lisan Pertemuan Kedua Dimensi Jumlah No Level Kognitif ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 2 15. - 6 C6 (Mencipta) Faktual . - Konseptual .69% Metakognitif . - - Prosedural . - 15. - - Prosedural .38% (Mengingat) Konseptual . - (Memahami) Konseptual 6 46.38% Prosedural .38% Prosedural . - 4 C4 Faktual .15% 46. - Metakognitif . - Metakognitif . - Jumlah 13 100% .38% 15. - Metakognitif .

- 5 C5 Faktual . - Metakognitif . - (Mengaplikasi. - 3 C3 Faktual . - 10% Prosedural . - 6 C6 (Mencipta) Faktual . - 2 C2 Faktual 1 3.33% Prosedural .33% (Memahami) Konseptual 9 30% 33. - Konseptual . - Metakognitif . - Metakognitif . 168 Pertanyaan Lisan Pertemuan Ketiga Dimensi Jumlah No Level Kognitif ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 3 10% (Mengingat) Konseptual .67% 6.Konseptual 9 30% 30% kan) Prosedural . - - Prosedural . - Jumlah 30 100% . - Metakognitif . - (Mengevaluasi) Konseptual 2 6. - (Menganalisis) Konseptual 6 20% 20% Prosedural . - 4 C4 Faktual . - Metakognitif .67% Prosedural . - Metakognitif .

38% 11. - Konseptual . - 5 C5 Faktual .06% 52. - Jumlah 106 100% .94% Prosedural .77% (Memahami) Konseptual 52 49. - (Mengaplikasi.94% (Menganalisis) Konseptual 11 10. - Metakognitif . - 4 C4 Faktual 1 0.87% (Mengingat) Konseptual 2 1. - Metakognitif . - - Prosedural . - Metakognitif . - 2 C2 Faktual 4 3. - (Mengevaluasi) Konseptual 1 0. 169 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Tertulis Pertanyaan Tertulis Keseluruhan Dimensi Jumlah No Level Kognitif ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 20 18. - Metakognitif . - Metakognitif .75% Prosedural .32% Prosedural .83% Prosedural .15% kan) Prosedural 3 2.94% 0.32% 14.89% 20.83% Metakognitif . - 6 C6 (Mencipta) Faktual .Konseptual 12 11. - 3 C3 Faktual .

- 3 C3 Faktual . - Metakognitif . - (Mengaplikasi. - - Prosedural . - 4 C4 Faktual 1 2. - Metakognitif . - Metakognitif .Konseptual 8 22.14% 20% Prosedural .86% 2.86% Prosedural . - 2 C2 Faktual . - Metakognitif . 170 Pertanyaan Tertulis Pertemuan Pertama Dimensi Jumlah No Level Kognitif ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 7 20% (Mengingat) Konseptual . - Jumlah 35 100% . - 5 C5 Faktual . - (Memahami) Konseptual 11 31. - 20% Prosedural .43% Prosedural . - (Mengevaluasi) Konseptual 1 2.86% (Menganalisis) Konseptual 6 17. - Konseptual .71% kan) Prosedural 1 2. - Metakognitif .86% Metakognitif .86% 25. - 6 C6 (Mencipta) Faktual .43% 31.

13% 6. 171 Pertanyaan Tertulis Pertemuan Kedua Dimensi Jumlah No Level Kognitif ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 5 15. - 2 C2 Faktual .75% Prosedural .25% kan) Prosedural 1 3. - (Mengaplikasi. - (Memahami) Konseptual 24 75% 75% Prosedural .63% (Mengingat) Konseptual 1 3. - 4 C4 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual . - Metakognitif . - 3 C3 Faktual .13% 18.Konseptual 1 3. - Metakognitif . - Metakognitif . - Jumlah 32 100% . - - Prosedural . - 5 C5 Faktual . - (Menganalisis) Konseptual . - 6 C6 (Mencipta) Faktual . - Metakognitif . - Konseptual .13% Metakognitif . - Metakognitif . - - Prosedural . - - Prosedural .

- (Mengaplikasi.26% (Memahami) Konseptual 17 43. - Jumlah 39 100% . - Metakognitif . - - Prosedural . 172 Pertanyaan Tertulis Pertemuan Ketiga Dimensi Jumlah No Level Kognitif ∑ % Pengetahuan Persentase 1 C1 Faktual 8 20.59% 53.82% Prosedural . - Metakognitif . - 5 C5 Faktual . - Metakognitif .51% (Mengingat) Konseptual 1 2.08% Prosedural .26% kan) Prosedural 1 2. - 3 C3 Faktual .85% Prosedural .Konseptual 3 7. - (Menganalisis) Konseptual 5 12. - Metakognitif .82% 12. - 4 C4 Faktual . - Konseptual .56% Metakognitif .56% 23. - (Mengevaluasi) Konseptual . - 2 C2 Faktual 4 10.69% 10. - 6 C6 (Mencipta) Faktual . - - Prosedural . - Metakognitif .

. Konseptual 9 11 20 15. - 4 C4 Faktual .29% 14. . - Metakognitif . - Metakognitif .69% kan) Prosedural 2 3 5 3. . 1 1 3. . .29% Prosedural . .43% 46.94% Prosedural . . . - Metakognitif . 1 1 0. .29% kan) Prosedural . .29% (Mengingat) Konseptual . . dan Rendah Keseluruhan Pertanyaan Kelompok Siswa Keseluruhan Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual 2 2 4 14. - Metakognitif . . 173 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi. . . .57% 17. - Metakognitif . . . - Metakognitif . . . .94% (Memahami) Konseptual 12 40 52 40.14% 7. - (Mengaplikasi.32% (Mengingat) Konseptual .88% Metakognitif . .94% . .29% 14. . . . - 2 C2 Faktual 1 4 5 3. - (Mengaplikasi. . . - 5 C5 Faktual .Konseptual 3 1 4 14. 44. - Jumlah 15 13 28 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 5 17 22 17. . - (Menganalisis) Konseptual 1 1 2 7. - 3 C3 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual 4 . . - 3 C3 Faktual . . - (Memahami) Konseptual 5 8 13 46. .11% Prosedural .75% 19. - 2 C2 Faktual .14% Prosedural . Sedang. .86% Prosedural . . .79% 18. . 4 14. . .43% Prosedural . .

. - 11. . - (Memahami) Konseptual 1 4 5 55. .79% Prosedural . - 4 C4 Faktual . . . . .79% (Menganalisis) Konseptual 11 9 20 15.11% 11. 1 1 0. 1 11. - 3 C3 Faktual . .75% 16. . - Metakognitif . - (Mengaplikasi. - 5 C5 Faktual . - 4 C4 Faktual . . . . . 174 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase Metakognitif . . . . . - Metakognitif . . - Metakognitif . - Metakognitif . 1 1 0. - (Mengevaluasi) Konseptual 1 .54% Prosedural . 1 1 11.22% 22. - Metakognitif .Konseptual . - Metakognitif .11% Prosedural . . . .79% 0. .56% Prosedural . . . . - (Mengevaluasi) Konseptual . .22% Prosedural . . . . - Jumlah 3 6 9 100% Jumlah Total 58 106 164 . - 5 C5 Faktual . . . . - (Menganalisis) Konseptual 1 1 2 22. .56% 55. .11% Prosedural . . . - 2 C2 Faktual . - - kan) Prosedural . . . - Jumlah 40 87 127 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual . . . . . . - Metakognitif .11% (Mengingat) Konseptual . .

. . 175 Pertanyaan Kelompok Siswa Pertemuan Pertama Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual . . - (Menganalisis) Konseptual 1 1 2 28. - 3 C3 Faktual . . . - 4 C4 Faktual .76% Metakognitif .43% Prosedural .Konseptual . . . . - Metakognitif . .81% Prosedural . - 21.29% kan) Prosedural . . . - Metakognitif . - (Mengaplikasi. - (Memahami) Konseptual 3 9 12 28. . . . . - 2 C2 Faktual . - (Memahami) Konseptual . . . .57% Prosedural .57% Prosedural . . . . . . .43% 23. - . . . . . . - 5 C5 Faktual . 2 2 28. 1 1 14. - Metakognitif . - 4 C4 Faktual . . .29% 14. . .57% 28. - Metakognitif . . - Metakognitif . .38% (Menganalisis) Konseptual 4 5 9 21. . . . 2 28. . - Metakognitif .57% 28.81% kan) Prosedural 1 1 2 4. - 3 C3 Faktual . .43% (Mengingat) Konseptual . . . . . . - 2 C2 Faktual .57% Prosedural . - Jumlah 3 4 7 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 2 7 9 21. - (Mengevaluasi) Konseptual 2 . . .05% 23.57% 28. .57% 28. . - - Prosedural . - Metakognitif . Konseptual 1 7 8 19. .57% Prosedural . 1 1 2. - Metakognitif . - (Mengingat) Konseptual . . - (Mengaplikasi. .

. - Metakognitif . - 4 C4 Faktual . - Metakognitif . . . - (Mengevaluasi) Konseptual 1 . . . . - (Memahami) Konseptual . . . - Jumlah 1 . . . - Metakognitif . - - Prosedural . .38% 2. . - (Mengaplikasi. . . . - (Menganalisis) Konseptual . - 2 C2 Faktual . . - Jumlah 11 31 42 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual . . . - - Prosedural . - 5 C5 Faktual . . - 3 C3 Faktual . . . 1 1 2. - (Mengevaluasi) Konseptual . .Konseptual . . . . . . . . . . . . . - (Mengingat) Konseptual . . 1 100% Jumlah Total 15 35 50 . - Metakognitif . . .38% Prosedural . . . . . 1 100% 100% Prosedural . - - kan) Prosedural . 176 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual . - - Prosedural . . . - Metakognitif . . - Metakognitif .

177 Pertanyaan Kelompok Siswa Pertemuan Kedua Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual 1 .65% (Mengingat) Konseptual . . . . . - Metakognitif . . . .82% Prosedural . . . . - (Memahami) Konseptual 2 18 20 58. .50% Prosedural . - - Prosedural . . . - 4 C4 Faktual . . . . - (Mengaplikasi.Konseptual . Konseptual 2 1 3 8. . .50% (Mengingat) Konseptual . . - 3 C3 Faktual . . . . . . . . . - . 2 5.94% 20. - 3 C3 Faktual . .88% Metakognitif . . - Metakognitif . . . - Metakognitif . .50% Prosedural . - Metakognitif . . . - Metakognitif .59% Prosedural . . - Jumlah 5 3 8 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 1 5 6 17. - 12. - (Memahami) Konseptual 4 3 7 87. . - Metakognitif . .50% 87. - (Mengevaluasi) Konseptual .71% kan) Prosedural 1 1 2 5.82 % 14. . - - kan) Prosedural . . - - Prosedural . . . . . 1 1 2. . - (Menganalisis) Konseptual . .82% 58. . . - 2 C2 Faktual . . . . - 2 C2 Faktual . . . - 4 C4 Faktual . - 5 C5 Faktual . - Metakognitif . 1 12. . .88% 5.88% Prosedural . - (Mengaplikasi. . - Metakognitif . - (Menganalisis) Konseptual 2 . .

. . 178 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis ∑ % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual . . - Metakognitif . . . - (Mengaplikasi. . . . . . - 3 C3 Faktual . - - Prosedural . . . . . . . - - Prosedural . . . 3 3 100% Jumlah Total 13 32 45 . . - (Mengevaluasi) Konseptual . . - Metakognitif . - - Prosedural . . . . . . . . . - Jumlah . . . - - Prosedural . - 4 C4 Faktual . - Metakognitif . 3 3 100% 100% Prosedural . - - kan) Prosedural . - 2 C2 Faktual . . . . - Metakognitif . . . . . . - 5 C5 Faktual . - (Menganalisis) Konseptual . . . . - (Memahami) Konseptual . . . - (Mengevaluasi) Konseptual . .Konseptual . . - Metakognitif . - (Mengingat) Konseptual . . - Metakognitif . - Jumlah 8 26 34 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual .

- (Mengaplikasi. . - (Menganalisis) Konseptual 5 4 9 17. - 2 C2 Faktual 1 4 5 9. . . - Jumlah 7 6 13 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 2 5 7 13. .08% 23. .22% 49. - Metakognitif . - Metakognitif .02% Prosedural .Konseptual 3 . . 2 15. . - 4 C4 Faktual . - 3 C3 Faktual .65% 19. - Metakognitif . . . - 4 C4 Faktual .38% Prosedural . .38% 15. . . . . . . . . . . . - Metakognitif .65% 17. - 5 C5 Faktual . - Metakognitif . . - (Menganalisis) Konseptual . .96% Metakognitif .73% (Mengingat) Konseptual . .08% kan) Prosedural . 179 Pertanyaan Kelompok Siswa Pertemuan Ketiga Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis Jumlah % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual 1 2 3 23. . - (Memahami) Konseptual 1 3 4 30. 1 1 1. - (Mengevaluasi) Konseptual 2 . 1 1 7. .65% Prosedural . . .77% Prosedural .77% 30.69% 30. . - (Mengaplikasi. . - Metakognitif . . . . . - 2 C2 Faktual .73% Prosedural .08% (Mengingat) Konseptual .77% Prosedural .61% kan) Prosedural . - 13. .80% (Memahami) Konseptual 7 13 20 39. . Konseptual 6 3 9 17. . . . . . . . - - Prosedural . . - . . . - Metakognitif . 3 23. - 3 C3 Faktual . . . - Metakognitif .

. . . . . - (Mengevaluasi) Konseptual . - (Memahami) Konseptual 1 1 2 40% 40% Prosedural . . . . . . - 2 C2 Faktual . . 1 1 20% (Mengingat) Konseptual . - Metakognitif . . . . - 3 C3 Faktual . . - Metakognitif . . .Konseptual . - 4 C4 Faktual . - Jumlah 2 3 5 100% Jumlah Total 30 39 69 . . . - 20% Prosedural . - - Prosedural . - Metakognitif . - (Mengevaluasi) Konseptual . . - Metakognitif . . . - (Menganalisis) Konseptual 1 1 2 40% 40% Prosedural . . . - - Prosedural . . 180 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan Tulis Jumlah % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual . . . - - kan) Prosedural . . - Metakognitif . - 5 C5 Faktual . . . . . - (Mengaplikasi. . . - Metakognitif . . . . . - Jumlah 21 30 51 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual . . . . .

- 13. - Metakognitif . - Metakognitif .50% (Memahami) Konseptual 12 30% 32. - Metakognitif . - . dan Rendah Secara Lisan Pertanyaan Lisan Kelompok Siswa Keseluruhan Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual 2 13. - 3 C3 Faktual .Konseptual 3 20. - 2 C2 Faktual 1 2.33% Prosedural .33% Prosedural . - (Mengevaluasi) Konseptual 4 26.50% Prosedural . - (Mengaplikasi.00% kan) Prosedural . Sedang.50% (Mengingat) Konseptual . - 4 C4 Faktual . - 12. - 2 C2 Faktual . - Metakognitif .33% 33. - (Menganalisis) Konseptual 1 6. Konseptual 9 22. - (Mengaplikasi. - Metakognitif . - 3 C3 Faktual . - (Memahami) Konseptual 5 33.50% kan) Prosedural 2 5% Metakognitif . - Metakognitif . - Metakognitif .50% 27. 181 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi.67% 26. - Jumlah 15 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 5 12.00% 20.50% Prosedural .67% Prosedural .33% (Mengingat) Konseptual .67% 6. - 5 C5 Faktual .67% Prosedural .

- (Mengevaluasi) Konseptual .33% 33. - (Mengingat) Konseptual . .33% Prosedural . - Metakognitif . - Jumlah 3 100% Jumlah Total 58 . - (Mengevaluasi) Konseptual 1 33. 33.50% Prosedural .33% Prosedural . - (Mengaplikasi.33% Metakognitif . - Metakognitif . - Jumlah 40 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual .33% 33. - (Menganalisis) Konseptual 11 27. 182 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan % Pengetahuan Persentase 4 C4 Faktual .50% 27. - Metakognitif . - (Menganalisis) Konseptual 1 33. - 4 C4 Faktual . - Metakognitif . - 3 C3 Faktual . - - Prosedural . - - kan) Prosedural . - 2 C2 Faktual . - 5 C5 Faktual . - Metakognitif .33% Prosedural .Konseptual . - 5 C5 Faktual . - Metakognitif . - (Memahami) Konseptual 1 33. - - Prosedural .

36% Prosedural . - 4 C4 Faktual .67% Prosedural . - (Memahami) Konseptual 3 27. - 4 C4 Faktual .18% (Mengingat) Konseptual .09% Metakognitif .18% Prosedural .18% kan) Prosedural 1 9.33% 33. - (Menganalisis) Konseptual 4 36. - - kan) Prosedural . - Metakognitif .27% 27. - 3 C3 Faktual .Konseptual . Konseptual 1 9. - 5 C5 Faktual .09% 18.36% 36. - Metakognitif . - 18. - Metakognitif . - Metakognitif . - (Menganalisis) Konseptual 1 33. - Metakognitif . - Metakognitif . - - Prosedural . - . - 2 C2 Faktual . - Jumlah 3 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 2 18.33% Prosedural . 183 Pertanyaan Lisan Kelompok Siswa Pertemuan Pertama Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual . - (Mengaplikasi. - (Memahami) Konseptual . - 2 C2 Faktual . - 3 C3 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual 2 66. - (Mengaplikasi. - Metakognitif . - - Prosedural .27% Prosedural .67% 66. - (Mengingat) Konseptual . - Metakognitif .

- - Prosedural . - (Mengevaluasi) Konseptual 1 100% 100% Prosedural . - - Prosedural . - 3 C3 Faktual . - Jumlah 1 100% Jumlah Total 15 . - Metakognitif . - (Mengingat) Konseptual . - 2 C2 Faktual . 184 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual . - Metakognitif . - - Prosedural . - Metakognitif . - Metakognitif . - (Mengaplikasi. - 5 C5 Faktual . - (Menganalisis) Konseptual .Konseptual . - Jumlah 11 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual . - - kan) Prosedural . - Metakognitif . - (Memahami) Konseptual . - Metakognitif . - - Prosedural . - 4 C4 Faktual .

185 Pertanyaan Lisan Kelompok Siswa Pertemuan Kedua Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual 1 20% (Mengingat) Konseptual . - 4 C4 Faktual .50% kan) Prosedural 1 12. - - kan) Prosedural . - Metakognitif . - - Prosedural . - 3 C3 Faktual . - Metakognitif .50% Prosedural .50% Metakognitif . - (Memahami) Konseptual 2 25% 25% Prosedural . - 20% Prosedural . - Metakognitif . - (Memahami) Konseptual 4 80% 80% Prosedural . - - Prosedural . - Metakognitif . - (Mengaplikasi. - 12. - . - 2 C2 Faktual . - 5 C5 Faktual .Konseptual . - Jumlah 5 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 1 12.50% (Mengingat) Konseptual . - Metakognitif . - 4 C4 Faktual . - Metakognitif . - (Menganalisis) Konseptual 2 25% 25% Prosedural . - (Mengevaluasi) Konseptual . Konseptual 2 25% 37. - 3 C3 Faktual . - Metakognitif . - Metakognitif . - (Mengaplikasi. - (Menganalisis) Konseptual . - 2 C2 Faktual .

- Metakognitif . - - kan) Prosedural . - - Prosedural . - 4 C4 Faktual . - (Menganalisis) Konseptual . - - Prosedural . - Metakognitif . - 3 C3 Faktual . - 2 C2 Faktual . - - Prosedural . - Jumlah . - (Mengevaluasi) Konseptual . - (Mengevaluasi) Konseptual . - Jumlah Total 13 . - Metakognitif . 186 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual . - (Memahami) Konseptual .Konseptual . - - Prosedural . - - Prosedural . - 5 C5 Faktual . - (Mengingat) Konseptual . - Metakognitif . - Metakognitif . - (Mengaplikasi. - Jumlah 8 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual . - Metakognitif .

57% 28. 187 Pertanyaan Lisan Kelompok Siswa Pertemuan Ketiga Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual 1 14. - 4 C4 Faktual . - 2 C2 Faktual 1 4. - . - 4 C4 Faktual .57% Prosedural . - (Mengaplikasi. - (Menganalisis) Konseptual . - Metakognitif . - 3 C3 Faktual . - - Prosedural .29% 14. - Metakognitif .52% (Mengingat) Konseptual .29% Prosedural . - Metakognitif .86% 42.86% kan) Prosedural . - Metakognitif . - Metakognitif . - Metakognitif . - Jumlah 7 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 2 9.57% kan) Prosedural . - 9. - 5 C5 Faktual . Konseptual 6 28.81% 23. - (Memahami) Konseptual 1 14. - Metakognitif .52% Prosedural .10% Prosedural .57% 28.29% Prosedural . - (Mengaplikasi. - Metakognitif . - 3 C3 Faktual .Konseptual 3 42.76% (Memahami) Konseptual 7 33.29% (Mengingat) Konseptual . - 2 C2 Faktual . - (Menganalisis) Konseptual 5 23.81% Prosedural . - Metakognitif .33% 38. - (Mengevaluasi) Konseptual 2 28. - 14.

- 4 C4 Faktual . - Jumlah 2 100% Jumlah Total 30 . - Metakognitif . - (Memahami) Konseptual 1 50% 50% Prosedural . - (Menganalisis) Konseptual 1 50% 50% Prosedural . - (Mengaplikasi. - - Prosedural . - (Mengevaluasi) Konseptual . - Metakognitif . - Metakognitif . - 5 C5 Faktual . - Metakognitif . - Jumlah 21 Kelompok Rendah 1 C1 Faktual . - 2 C2 Faktual . - - kan) Prosedural .Konseptual . - Metakognitif . - - Prosedural . - - Prosedural . - 3 C3 Faktual . - Metakognitif . 188 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Lisan % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual . - (Mengingat) Konseptual .

- .54% (Mengingat) Konseptual 1 1. - 2 C2 Faktual .54% Prosedural . - (Memahami) Konseptual 8 61. - 5 C5 Faktual .69% Prosedural . - 3 C3 Faktual . - (Mengaplikasi. - Metakognitif .69% 7. - (Mengevaluasi) Konseptual .09% kan) Prosedural 3 3. - - Prosedural .15% 20.54% 61.69% kan) Prosedural . Konseptual 11 12.64% 16. - Metakognitif . - Jumlah 13 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 17 19.38% (Mengingat) Konseptual 1 7. - Metakognitif . - 2 C2 Faktual 4 4. - 3 C3 Faktual . - 4 C4 Faktual .45% Metakognitif .Konseptual 1 7.69% 7. - (Menganalisis) Konseptual 1 7.69% 23.13% 50. dan Rendah Secara Tertulis Pertanyaan Tertulis Kelompok Siswa Keseluruhan Dimensi Jumlah No Level Kognitif Tulis % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual 2 15.60% (Memahami) Konseptual 40 47. - Metakognitif . - Metakognitif . - Metakognitif . 189 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Siswa Kelompok Tinggi. Sedang. - Metakognitif .57% Prosedural . - (Mengaplikasi.69% Prosedural .08% Prosedural .

190 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Tulis % Pengetahuan Persentase 4 C4 Faktual 1 1. - 16. - - kan) Prosedural . - 3 C3 Faktual .49% Prosedural . - Metakognitif . - Jumlah 6 100% Jumlah Total 106 . - Metakognitif .67% (Mengingat) Konseptual .34% 11. - 2 C2 Faktual - (Memahami) Konseptual 4 66.67% Prosedural .67% 66. - Metakognitif .15% 1.67% Prosedural .Konseptual . - Metakognitif . - (Menganalisis) Konseptual 1 16.15% Prosedural . - Metakognitif .67% 16. - (Mengaplikasi. - Jumlah 87 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual 1 16. - 4 C4 Faktual .67% Prosedural .15% (Menganalisis) Konseptual 9 10. - 5 C5 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual 1 1. - Metakognitif . - Metakognitif . - - Prosedural . - 5 C5 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual .

- Metakognitif . - Metakognitif . - Metakognitif . - (Mengingat) Konseptual .58% Prosedural . - Metakognitif . - - Prosedural . - 3 C3 Faktual . - (Memahami) Konseptual 9 29. - - Prosedural . - Metakognitif .13% 19. - (Mengaplikasi. - 4 C4 Faktual 1 3. - 2 C2 Faktual . - (Mengaplikasi. - (Menganalisis) Konseptual 1 25% 25% Prosedural . - 2 C2 Faktual .23% (Menganalisis) Konseptual 5 16. 191 Pertanyaan Tertulis Kelompok Siswa Pertemuan Pertama Dimensi Jumlah No Level Kognitif Tulis % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual . - 5 C5 Faktual .03% Prosedural . Konseptual 7 22. - .58% (Mengingat) Konseptual . - (Mengevaluasi) Konseptual .35% Prosedural .Konseptual 1 25% 25% kan) Prosedural . - 22. - Metakognitif .58% 25.81% kan) Prosedural 1 3. - (Memahami) Konseptual 2 50% 50% Prosedural . - Metakognitif . - 3 C3 Faktual . - Metakognitif .03% 29. - Jumlah 4 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 7 22.23% Metakognitif . - 4 C4 Faktual .

- - Prosedural . - 3 C3 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual 1 3. - (Menganalisis) Konseptual .23% 3. - Jumlah . - Jumlah Total 35 . - Metakognitif .23% Prosedural . - Metakognitif . - Metakognitif . - 5 C5 Faktual . - (Mengaplikasi. - Metakognitif . - 2 C2 Faktual . - - Prosedural . 192 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Tulis % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual . - - kan) Prosedural . - - Prosedural . - - Prosedural . - (Mengevaluasi) Konseptual . - 4 C4 Faktual . - (Mengingat) Konseptual . - Metakognitif . - Metakognitif .Konseptual . - (Memahami) Konseptual . - Jumlah 31 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual .

- Metakognitif .23% (Mengingat) Konseptual 1 3. - Metakognitif . - 4 C4 Faktual . - (Mengaplikasi. - 2 C2 Faktual . - - Prosedural . - 2 C2 Faktual . - Metakognitif . - 4 C4 Faktual . - (Mengingat) Konseptual .85% 23. - 5 C5 Faktual . - - Prosedural . - 3 C3 Faktual .69% kan) Prosedural 1 3. - - Prosedural . - (Menganalisis) Konseptual .08% Prosedural . - Jumlah 3 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 5 19. 193 Pertanyaan Tertulis Kelompok Siswa Pertemuan Kedua Dimensi Jumlah No Level Kognitif Tulis % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual . - Metakognitif . - Metakognitif . - - kan) Prosedural . - (Mengevaluasi) Konseptual . - - Prosedural .Konseptual .85% Metakognitif .23% Prosedural . - (Menganalisis) Konseptual .23% 69. - Metakognitif . - (Memahami) Konseptual 3 100% 100% Prosedural . - (Mengaplikasi. - 3 C3 Faktual . - Metakognitif . - .85% 7. - (Memahami) Konseptual 18 69. - Metakognitif . Konseptual 1 3.

- Jumlah 3 100% Jumlah Total 32 . - (Mengingat) Konseptual . - Metakognitif . - 3 C3 Faktual . - 5 C5 Faktual . - - Prosedural . - - Prosedural . - 2 C2 Faktual . - (Menganalisis) Konseptual . 194 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Tulis % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual .Konseptual . - (Mengevaluasi) Konseptual . - (Mengaplikasi. - - Prosedural . - Metakognitif . - (Mengevaluasi) Konseptual . - Metakognitif . - (Memahami) Konseptual 3 100% 100% Prosedural . - Jumlah 26 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual . - Metakognitif . - Metakognitif . - 4 C4 Faktual . - - kan) Prosedural . - Metakognitif . - - Prosedural .

33% Prosedural .67% (Mengingat) Konseptual . - - Prosedural . Konseptual 3 10. 195 Pertanyaan Tertulis Kelompok Siswa Pertemuan Ketiga Dimensi Jumlah No Level Kognitif Tulis % Pengetahuan Persentase Kelompok Tinggi 1 C1 Faktual 2 33. - .00% Prosedural . - (Mengevaluasi) Konseptual . - 2 C2 Faktual 4 13.33% (Memahami) Konseptual 13 43. - - kan) Prosedural . - Metakognitif . - Metakognitif . - (Menganalisis) Konseptual 4 13.00% 13.33% Metakognitif . - (Mengaplikasi.Konseptual . - (Mengaplikasi. - 5 C5 Faktual . - Metakognitif .33% kan) Prosedural 1 3.67% Prosedural .33% 13. - 2 C2 Faktual . - 4 C4 Faktual . - 16. - Metakognitif .67% Prosedural .33% (Mengingat) Konseptual 1 16. - (Menganalisis) Konseptual . - 3 C3 Faktual . - Jumlah 6 100% Kelompok Sedang 1 C1 Faktual 5 16. - Metakognitif . - 3 C3 Faktual . - 4 C4 Faktual . - (Memahami) Konseptual 3 50.00% Prosedural . - - Prosedural .67% 50. - Metakognitif .33% 56. - Metakognitif .00% 50. - Metakognitif .

- 33. - (Mengevaluasi) Konseptual .33% 33. - (Menganalisis) Konseptual 1 33. - 2 C2 Faktual . - - kan) Prosedural .33% (Mengingat) Konseptual .Konseptual . - Metakognitif . - (Memahami) Konseptual 1 33. - Metakognitif . - Metakognitif . - Jumlah 30 100% Kelompok Rendah 1 C1 Faktual 1 33. - Jumlah 3 100% Jumlah Total 39 . - Metakognitif .33% 33. - (Mengaplikasi. - Metakognitif . 196 Dimensi Jumlah No Level Kognitif Tulis % Pengetahuan Persentase 5 C5 Faktual .33% Prosedural . - - Prosedural .33% Prosedural . - 4 C4 Faktual . - - Prosedural . - Metakognitif .33% Prosedural . - 3 C3 Faktual . - 5 C5 Faktual . - (Mengevaluasi) Konseptual .

19% 2 Konseptual 26 26 52 75.44% 4 Metakognitif . . 197 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Keseluruhan (Lisan dan Tertulis) Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan (Lisan dan Tertulis) Keseluruhan Dimensi No Lisan Tulis Jumlah Persentase Pengetahuan 1 Faktual 8 25 33 20. - Jumlah 15 35 50 100% Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Kedua Dimensi No Lisan Tulis Jumlah Persentase Pengetahuan 1 Faktual 2 5 7 15.45% 4 Metakognitif .05% 4 Metakognitif . . .12% 2 Konseptual 48 78 126 76. - Jumlah 13 32 45 100% Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Ketiga Dimensi No Lisan Tulis Jumlah Persentase Pengetahuan 1 Faktual 4 12 16 23. - Jumlah 30 39 69 100% . . .36% 3 Prosedural . . .83% 3 Prosedural 2 3 5 3. - Jumlah 58 106 164 100% Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Pertama Dimensi No Lisan Tulis Jumlah Persentase Pengetahuan 1 Faktual 2 8 10 20% 2 Konseptual 12 26 38 76% 3 Prosedural 1 1 2 4% 4 Metakognitif .56% 2 Konseptual 10 26 36 80% 3 Prosedural 1 1 2 4. . 1 1 1.

- Jumlah 58 100% Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Pertama Dimensi No Lisan Persentase Pengetahuan 1 Faktual 2 13.76% 3 Prosedural 2 3. - Jumlah 30 100% .38% 2 Konseptual 10 76.67% 4 Metakognitif .45% 4 Metakognitif .79% 2 Konseptual 48 82. 198 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Keseluruhan Dimensi No Lisan Persentase Pengetahuan 1 Faktual 8 13. - Jumlah 13 100% Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Ketiga Dimensi No Lisan Persentase Pengetahuan 1 Faktual 4 13. - 4 Metakognitif .92% 3 Prosedural 1 7.67% 3 Prosedural . - Jumlah 15 100% Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Kedua Dimensi No Lisan Persentase Pengetahuan 1 Faktual 2 15.33% 2 Konseptual 12 80% 3 Prosedural 1 6.69% 4 Metakognitif .33% 2 Konseptual 26 86.

199 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Keseluruhan Dimensi No Tulis Persentase Pengetahuan 1 Faktual 25 23. - Jumlah 35 100% Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Kedua Dimensi No Tulis Persentase Pengetahuan 1 Faktual 5 15.83% 4 Metakognitif . - Jumlah 106 100% Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Pertama Dimensi No Tulis Persentase Pengetahuan 1 Faktual 8 22.13% 4 Metakognitif .67% 3 Prosedural 1 2.29% 3 Prosedural 1 2.58% 3 Prosedural 3 2.86% 2 Konseptual 26 74.58% 2 Konseptual 78 72.86% 4 Metakognitif .25% 3 Prosedural 1 3. - Jumlah 32 100% Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Pertemuan Ketiga Dimensi No Tulis Persentase Pengetahuan 1 Faktual 12 30.56% 4 Metakognitif . - Jumlah 39 100% .63% 2 Konseptual 26 81.77% 2 Konseptual 26 66.

29% 2 Konseptual 13 11 24 85. 1 1 11. . .94% 4 Metakognitif . .02% 3 Prosedural 2 3 5 3. Sedang. . - Jumlah 15 13 28 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 6 22 28 22. - Jumlah 3 6 9 Jumlah Total 58 106 164 100% . .89% 3 Prosedural . dan Rendah Keseluruhan Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Keseluruhan (Lisan dan Tertulis) Dimensi No Lisan Tulis ∑ Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual 2 2 4 14.71% 3 Prosedural . - 4 Metakognitif . . . . - Jumlah 40 87 127 100% Kelompok Rendah 1 Faktual .11% 2 Konseptual 3 5 8 88. 200 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Tinggi. . . - 4 Metakognitif .05% 2 Konseptual 32 62 94 74.

. . - 2 Konseptual 3 4 7 100% 3 Prosedural . . . . . 1 100% Jumlah Total 15 35 50 . . 201 Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Pertama Dimensi No Lisan Tulis ∑ Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual . . . - 4 Metakognitif . . . - Jumlah 11 31 42 100% Kelompok Rendah 1 Faktual . 1 100% 3 Prosedural . .43% 3 Prosedural 1 1 2 4. .76% 4 Metakognitif . - 4 Metakognitif . - Jumlah 1 . - 2 Konseptual 1 .81% 2 Konseptual 8 22 30 71. - Jumlah 3 4 7 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 2 8 10 23. .

50% 3 Prosedural . . - 2 Konseptual . . . . 202 Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Kedua Dimensi No Lisan Tulis ∑ Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual 1 . . 3 3 100% 3 Prosedural . - 4 Metakognitif . - Jumlah 5 3 8 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 1 5 6 17.88% 4 Metakognitif . - Jumlah 8 26 34 100% Kelompok Rendah 1 Faktual .65% 2 Konseptual 6 20 26 76. .50% 2 Konseptual 4 3 7 87. . . . .47% 3 Prosedural 1 1 2 5. - Jumlah . 3 3 100% Jumlah Total 13 32 45 . . . 1 12. - 4 Metakognitif .

203 Pertanyaan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Ketiga Dimensi No Lisan Tulis Jumlah Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual 1 2 3 23. . . - 4 Metakognitif .51% 3 Prosedural . . 1 1 20% 2 Konseptual 2 2 4 80% 3 Prosedural .08% 2 Konseptual 6 4 10 76. . - Jumlah 21 30 51 100% Kelompok Rendah 1 Faktual . - 4 Metakognitif . . 1 1 1.53% 2 Konseptual 18 20 38 74. - Jumlah 7 6 13 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 3 9 12 23.96% 4 Metakognitif .92% 3 Prosedural . . . . . . - Jumlah 2 3 5 100% Jumlah Total 30 39 69 100% .

- 4 Metakognitif . dan Rendah Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Keseluruhan Dimensi No Lisan Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual 2 13. 204 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Tinggi. - Jumlah 3 100% Jumlah Total 58 . - 2 Konseptual 3 100% 3 Prosedural . Sedang. - Jumlah 15 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 6 15% 2 Konseptual 32 80% 3 Prosedural 2 5% 4 Metakognitif . - Jumlah 40 100% Kelompok Rendah 1 Faktual .67% 3 Prosedural . - 4 Metakognitif .33% 2 Konseptual 13 86.

- Jumlah 11 Kelompok Rendah 1 Faktual . - 2 Konseptual 1 100% 3 Prosedural .18% 2 Konseptual 8 72. 205 Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Pertama Dimensi No Lisan Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual .09% 4 Metakognitif . - Jumlah 1 100% Jumlah Total 15 . - Jumlah 3 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 2 18. - 4 Metakognitif . - 2 Konseptual 3 100% 3 Prosedural .73% 3 Prosedural 1 9. - 4 Metakognitif .

- Jumlah Total 13 - . - 2 Konseptual .50% 4 Metakognitif . - Jumlah 5 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 1 12. - 4 Metakognitif . - 4 Metakognitif . 206 Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Kedua Dimensi No Lisan Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual 1 20% 2 Konseptual 4 80% 3 Prosedural . - Jumlah . - 3 Prosedural .50% 2 Konseptual 6 75% 3 Prosedural 1 12. - Jumlah 8 100% Kelompok Rendah 1 Faktual .

71% 3 Prosedural .29% 2 Konseptual 18 85. - Jumlah 2 100% Jumlah Total 30 . - Jumlah 21 Kelompok Rendah 1 Faktual . - 4 Metakognitif .71% 3 Prosedural . - Jumlah 7 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 3 14. - 4 Metakognitif .29% 2 Konseptual 6 85. - 4 Metakognitif . 207 Pertanyaan Lisan Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Ketiga Dimensi No Lisan Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual 1 14. - 2 Konseptual 2 100% 3 Prosedural .

26% 3 Prosedural 3 3. dan Rendah Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Keseluruhan Dimensi No Tulis Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual 2 15.38% 2 Konseptual 11 84. - Jumlah 87 100% Kelompok Rendah 1 Faktual 1 16. - Jumlah 6 100% Jumlah Total 106 100% . 208 HASIL OLAH DATA PERTANYAAN SISWA Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Tinggi. - 4 Metakognitif . - Jumlah 13 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 22 25.67% 2 Konseptual 5 83.33% 3 Prosedural .62% 3 Prosedural .29% 2 Konseptual 62 71. Sedang. - 4 Metakognitif .45% 4 Metakognitif .

97% 3 Prosedural 1 3.81% 2 Konseptual 22 70. - Jumlah 4 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 8 25. - 3 Prosedural . - Jumlah . - Jumlah 31 100% Kelompok Rendah 1 Faktual . - 4 Metakognitif . - 4 Metakognitif . 209 Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Pertama Dimensi No Tulis Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual . - 2 Konseptual . - 2 Konseptual 4 100% 3 Prosedural .23% 4 Metakognitif . - Jumlah Total 35 .

- 2 Konseptual 3 100% 3 Prosedural . 210 Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Kedua Dimensi No Tulis Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual . - Jumlah 26 100% Kelompok Rendah 1 Faktual . - Jumlah 3 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 5 19.23% 2 Konseptual 20 76.85% 4 Metakognitif . - 4 Metakognitif . - 2 Konseptual 3 100% 3 Prosedural . - 4 Metakognitif .92% 3 Prosedural 1 3. - Jumlah 3 100% Jumlah Total 32 .

211 Pertanyaan Tertulis Terkait Dimensi Pengetahuan Kelompok Siswa Pertemuan Ketiga Dimensi No Tulis Persentase Pengetahuan Kelompok Tinggi 1 Faktual 2 33. - 4 Metakognitif . - Jumlah 6 100% Kelompok Sedang 1 Faktual 9 30.33% 2 Konseptual 2 66. - 4 Metakognitif .67% 3 Prosedural .00% 2 Konseptual 20 66.67%% 3 Prosedural .67% 3 Prosedural 1 3. - Jumlah 30 100% Kelompok Rendah 1 Faktual 1 33.33% 4 Metakognitif . - Jumlah 3 100% Jumlah Total 39 .33% 2 Konseptual 4 66.

Kenapa susu dapat membuat tinggi? 36 C2. Kalau cowok batas tingginya berapa? 29 C1. Selain diurut bagaimana cara C4.Memahami Konseptual 10 gen? 5.Menganalisis Konseptual 13. Hal tersebut 11 Mengaplikasikan berpengaruh atau tidak? 8. 212 Lampiran 12 PERTANYAAN LISAN PERTEMUAN 1 PERTANYAAN LISAN Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 1. Prosedural yang pertama dikasih batu es. Kenapa patah tulang harus ke dokter C5.Mengingat Faktual 15.Memahami Konseptual mempengaruhi proses penyembuhan patah 19 tulang? 11.Memahami Konseptual . Misalnya terjadi kecelakaan. Kenapa patah tulang lebih baik diurut C5. masyarakat C3. Pergeseran sendi tersebut apakah bisa C3.Menganalisis Konseptual 19 penyembuhan patah tulang? 10. Kenapa paha ayam ada yang pendek dan C4.Mengevaluasi Konseptual 7 pertumbuhan? 4. Benarkah kalau merokok memperlambat C5. Kalau kejadian patah tulang diapakan? 27 C4. Konseptual 10 diamputasi? Mengaplikasikan 6.Mengingat Faktual 3. Bagaimana jika sendi bergeser sampai C4. Apakah perbedaan usia dapat C2. Waktu penyembuhannya berapa lama? 2b C1.Menganalisis Konseptual 2a tidak seperti bentuk semula? 2.Menganalisis Konseptual 22 panjang? 12.Menganalisis Konseptual 11 penyembuhan patah tulang? 7. Apakah terapi panas berpengaruh terhadap C4.Mengevaluasi Konseptual 27 bukan ke dukun? 14.Mengevaluasi Konseptual* 17 daripada ke medis? 9. Panjang pendeknya tulang apakah karena C2.

Konseptual 23 apakah akan terasa sakit? Mengaplikasikan . Mengapa menggunakan kodok. Apa gunanya larutan ringer dalam C2. Kodok ada ototnya tidak? 3 C1.Menganalisis Konseptual aliran listrik dapat hidup kembali karena 13 dialiri listriknya dapat merangsang otot? 8. Saya pernah praktikum memberikan C3.Memahami Konseptual 21 pembedahan katak? 10.Memahami Konseptual 10 dengan larutan lain? 5. Apakah jika langsung diberikan garam. kenapa C2.Mengingat Faktual 3. 213 PERTEMUAN 2 PERTANYAAN LISAN Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 1.Menganalisis Konseptual 11 rangsang dan gerakan refleks? 7. Apa bedanya kerja otot sinergis dan C2. apa 2 Mengaplikasikan fungsinya dari pemberian NaCl tersebut? 2.Memahami Konseptual 14 tidak menggunakan kadal/cicak saja? 9.Memahami Konseptual 21 katak tidak hewan yang lainnya? 11. C3. Apakah orang yang sedang koma diberikan C4.Mengingat Faktual 21b yang kerjanya bersamaan? 13. Kalau sinergis otot apa dengan otot apa C1.Memahami Konseptual 6. Kenapa otot dialiri arus listrik? 11 C2. Prosedural 6 otot katak dapat bergerak juga? Mengaplikasikan 4. Kalau otot katak langsung diberikan garam C3.Memahami Konseptual 21a antagonis? 12. Konseptual larutan NaCl pada jantung katak. Mengapa percobaan otot. Apa bedanya dengan otot diberikan C4. menggunakan C2. Apakah larutan ringer dapat digantikan C2.

Menganalisis Konseptual salah satu hal yang dapat membuat mati 17 rasa? 13. Apakah bagus kalau pegal-pegal kita C3. Apakah osteoporosis dapat terjadi pada C2. Cairan sinovial itu berasal dari mana? 22a C1. Kalau jalan miring-miring apakah karena C3. Konseptual 11 justru terasa sakit? Mengaplikasikan 7. Jika massa otot seseorang bertambah. Kalau kepala diputar sampai berbunyi C3.Memahami Konseptual 17 remaja? 14.Menganalisis Konseptual saat kontraksi otot menurun atau 2 bertambah? 2. Bagaimana kalau cairan di sendi hilang? C4. Konseptual berpengaruh terhadap rangsangan dalam 7 Mengaplikasikan kontraksi otot? 4. Konseptual membunyikan tulang? 14 Mengaplikasikan 10. Kram otot disebabkan oleh kerja otot yang C4.Memahami Konseptual 19. apakah ketika 9 tuanya nanti sendi pada tulang akan membuat tulang tidak kekar? 5.Menganalisis Konseptual terus-menerus.Memahami Konseptual 2 dari rangsang? 3. 214 PERTEMUAN 3 PERTANYAAN LISAN Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 1.Mengingat Faktual 18. Konseptual 19 apakah baik? Mengaplikasikan 15. Lelahnya otot dari bagian apa? Apakah C2. Ca2+ C4. Kalau menekukkan lengan. Apakah asupan yang kita makan juga C3. Apakah diurut merupakan cara untuk C5. cairan C5.Mengevaluasi Konseptual mengurangi penimbunan asam laktat di 14 otot? 9. bagaimana dengan orang 11 yang bangun tidur lalu merasakan kram? 6. Apakah osteoporosis dapat disembuhkan? 23 C2. Kenapa jika saya membunyikan tulang C3. Penimbunan asam laktat di otot. C4. kenapa tulang C3.Menganalisis Konseptual apakah dapat merusak fungsi organ lain 20 disekitarnya? 16.Menganalisis Konseptual 12 Dapat menyebabkan apa? 8. Kalau hilang bisa ada lagi atau tidak? 22b C2. apakah C4.Memahami Faktual . Kalau tulang sering dibunyikan. Kenapa otot dapat menjadi kram? 15 C4.Menganalisis Konseptual 11. Konseptual 21 kelainan tulang? Mengaplikasikan 17. Konseptual 15 kita suka berbunyi? Mengaplikasikan 12. Kalau seseorang sedang istirahat.Mengevaluasi Konseptual sinovialnya akan berkurang.

Bagaimana cara mencegah osteoporosis? 27 C2.Mengingat Faktual 22.Mengingat Faktual 25. Kalau duduk tidak lurus apakah dapat C3. Bagaimana otot dapat membesar? 36 C2. Konseptual neuromasil. 215 PERTANYAAN LISAN Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 20.Memahami Konseptual 34a dengan asupan makanan? 24. Kalau kebanyakan push up apakah dapat C3.Memahami Konseptual 37 menyebabkan rematik? 29. Benar atau tidakkah mandi malam dapat C2. Apakah cairan sinovial dapat diperbarui C2. Kalau pegal-pegal biasanya minum obat C3.Memahami Konseptual 21.Memahami Konseptual 28. Apakah ciri-ciri rematik? 27 C1. Apakah remaja bisa terkena rematik? 29 C2. Kata neuro nya itu apakah 36 Mengaplikasikan berhubungan dengan saraf? 26. Makanan apa? 34b C1. Konseptual 37 menyebabkan hipertrofi? Mengaplikasikan 30.Memahami Konseptual .Memahami Konseptual 23. Konseptual 36 menyebabkan skoliosis? Mengaplikasikan 27. Apakah kesemutan dan kram itu sama? 41 C2.

Kenapa bisa terjadi patah tulang? C2.Memahami Konseptual tulang? 13 14. tanpa 1 harus mengeluarkan biaya banyak? 2. Bagaimana pengobatan alternatif patah C2. 216 PERTANYAAN TERTULIS PERTEMUAN 1 PERTANYAAN TERTULIS Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 1. Jenis tulang apa yang sangat rentan C4. Di hidung kan ada tulang rawan.Mengingat Faktual 6. Jenis tulang apakah yang paling susah C4.Menganalisis Faktual terhadap kasus patah tulang? 18 16.Memahami Konseptual dewasa dan anak-anak? 7 7. Apa maksudnya melindungi alat tubuh C2.Memahami Konseptual 8 terbuka? 8.Memahami Konseptual 10 10. Konseptual ada yang pesek dan ada yang mancung? 2 Mengaplikasikan 3. Mengapa C3. Bagaimana cara pengobatan patah tulang C2. Berapa kebutuhan kalsium? 6 C1.Menganalisis Konseptual disembuhkan dan berapa lamakah proses 9 penyembuhannya? 9.Menganalisis Konseptual penyembuhannya lebih cepat? 16 15. tindakan pertama 11 Mengaplikasikan yang harus dilakukan? 12. Apabila patah tulangnya di bagian jari-jari C3. Bagaimana cara melakukan urut pada C3. Prosedural tulang yang patah? 3 Mengaplikasikan 4. Bagaimana cara mengatasi tulang yang C4. Kenapa kalsium sangat berpengaruh pada C2. Apa perbedaan kadar kalsium pada orang C2.Menganalisis Konseptual penyembuhannya daripada diobati dengan 10 medis? 11.Memahami Konseptual tulang selain menjalani operasi. Tulang manakah yang proses C4. Bagaimana cara mengobati patah tulang C2. Apakah proses urut lebih lama C4.Memahami Konseptual yang vital? 19a .Menganalisis Konseptual sudah mengalami pengapuran pada sendi 4 dan apa penyebab terjadinya pengapuran? 5.Memahami Konseptual tanpa harus ke dukun atau ke dokter? 12 13. Konseptual kaki atau jari-jari tangan.

Tulang apakah yang paling kuat. Makanan apa yang mengandung kalsium C1.Memahami Konseptual pendukung rangka tubuh pada lokasi 35 tertentu? 33. Apakah saat proses penyembuhan patah C2.Memahami Konseptual dilakukan pada patah tulang? 23 24. Konseptual diduga mengalami patah tulang pada saat 32 Mengaplikasikan setelah kecelakaan terjadi? 30. yang C4.Mengingat Faktual patah tulang? 34 32.Menganalisis Konseptual tidak mudah patah? 19 19. Mengapa pada orang dewasa (usia tua) C2. Obat apa yang digunakan untuk mengobati C1. Biasanya kalau kecelakaan motor. 217 PERTANYAAN TERTULIS Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 17.Mengingat Faktual patah tulang? 37 .Mengevaluasi Konseptual sembuh? 23b 23.Mengingat Faktual tinggi untuk tulang? 28 29. Konseptual dilindungi? 19b Mengaplikasikan 18.Mengingat Faktual yang patah? 23a 22. Konseptual proses penyembuhan pada patah tulang? 24 Mengaplikasikan 25. Pertolongan utama apa yang harus C2. Pertolongan pertama apa untuk orang yang C3. Kenapa alat tubuh vital tersebut harus C3. Hal apa saja yang dapat kita lakukan agar C3.Memahami Konseptual terkadang mengalami pengkeroposan pada 26 tulang? 27. Berapa lama waktu untuk penyembuhan C1.Menganalisis Konseptual yang membutuhkan proses penyembuhan 22 yang lama? Apa penyebabnya? 21.Mengingat Faktual merk susu sekarang? 20 20. Konseptual minimal 2cm/hari? 27 Mengaplikasikan 28. bagian C1. Apa saja zat yang terkandung di dalam C1. Bagaimana cara meninggikan badan C3. sebutkan bagian mana saja C1. Pada kasus 1. Cara apakah yang bisa lebih cepat C5.Memahami Konseptual tulang tersebut bisa kembali sempurna 33 seperti awalnya? 31. Tulang rawan apa fungsinya selain C2. Mengapa ada seseorang yang patah tulang C4.Mengingat Faktual apa saja yang patah? 25 26.

Misalkan memakai gips berapa lama C3. Apakah olahraga dapat menambahkan C3. Konseptual tinggi badan? 39 Mengaplikasikan . 218 PERTANYAAN TERTULIS Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 34. Konseptual penyembuhan patah tulang? 38 Mengaplikasikan 35.

Apa yang terjadi jika percobaan itu 21 C2. Konseptual tersebut disetrum dapat bergerak/bergetar? Mengaplikasikan 10. Apa tujuan mengaliri arus listrik pada otot? 7 C2. Kenapa hewan percobaannya harus kodok? 1 C2.Memahami Konseptual 11.Memahami Konseptual dirangsang? 8. Kenapa larutan ringer bisa membuat otot 8 C2. Apa bisa dilakukan di bagian lain? 22b C2.Memahami Konseptual jadi lebih segar? 6.Memahami Konseptual 7.Memahami Konseptual 5. Kenapa praktik tersebut dilakukan pada 22a C2. 219 PERTEMUAN 2 PERTANYAAN TERTULIS Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 1.Memahami Konseptual untuk praktikum kontraksi otot hanya di bagian kaki saja? 18.Memahami Konseptual listrik? . Apakah bisa menggunakan larutan lain? 5b C2. Mengapa harus memakai larutan ringer? 17 C2. Dan bagaimana reaksinya? 22c C2. Prosedural untuk mengetahui gerak otot? Mengaplikasikan 17. Mengapa bagian tubuh yang digunakan 24 C2. Mengapa harus menggunakan larutan 5a C2. Kenapa otot dapat berkontraksi? 10 C2.Memahami Konseptual bisepnya bisa bergerak apabila disetrum? 9. Mengapa otot berkontraksi bila dialiri 26 C2. Otot apa saja yang cepat terangsang oleh 18 C2.Memahami Konseptual 2. Mengapa ketika saraf pada kaki kodok 16 C3. Bagaimana proses pembedahan kodok 22 C3.Memahami Konseptual kaki katak? 14. Apakah hanya kodok saja yang otot 13 C2.Memahami Konseptual rangsangan? 12.Memahami Konseptual 15.Memahami Konseptual 16.Memahami Konseptual 4.Memahami Konseptual ringer untuk menyegarkan otot? 3. Apakah hanya katak saja yang bisa 10 C2.Memahami Konseptual dilakukan oleh hewan lain? 13.

Mengingat Faktual 28. Dengan apa otot bisa berkontraksi? 38 C2.Mengingat Faktual 29.Mengingat Konseptual tetap baik dan segar selain dengan larutan ringer? 26.Memahami Konseptual otot jadi lebih segar? 20.Memahami Konseptual 25. Larutan apa yang dapat menjaga otot agar 37 C1. apakah ototnya masih bisa digunakan untuk praktikum? 22. Mengapa larutan ringer dapat membuat 29 C2.Memahami Konseptual 31. Mengapa otot yang dikontraksi bisa 38 C2.Memahami Konseptual bergerak? 27.Memahami Konseptual lalu. Otot apa yang bisa berkontraksi? 38 C1.Mengingat Faktual .Memahami Konseptual dalam sumber energi pada otot? 30. Apakah alat kelamin pria memiliki otot? 40a C1.Memahami Konseptual 23. Tahan berapa lamakah larutan ringer untuk 31 C1. Kenapa kaki kodoknya disetrum? 35 C2. Sebutkan macam-macam otot! 38 C1. Mengapa senyawa kimia berpengaruh 38 C2. Bagaimana proses kontraksi otot? 36 C2. Jika kodok yang sudah dibedah 2 hari yang 31 C2. Kenapa hewan percobaannya harus kodok? 34 C2. 220 PERTANYAAN TERTULIS Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 19.Memahami Konseptual 24.Mengingat Faktual menyegarkan otot? 21. Apabila ada apa nama ototnya? 40b C1.Mengingat Faktual 32.

Apakah penyakit rematik itu dapat terjadi C2. Bagaimana cara menghilangkan nyeri C2. Apakah osteoporosis bisa terjadi di usia C2.Memahami Konseptual 24 usia muda? .Memahami Konseptual 5 muda? 3. Kenapa orang yang sering melakukan C2-Memahami Konseptual 19 olahraga ototnya bisa terbentuk? 20. Zat penyusun cairan sinovial apa saja? 20 C1. Kenapa sinartrosis tidak dapat bergerak? 9 C2. Jika sudah terlanjur rematik. Ketika otot terputus apakah fungsinya akan C3.Mengingat Faktual 14.Mengingat Faktual 21. Mengapa penderita kelainan pada sendi C2. Apa manfaat manggis untuk kelainan C2.Memahami Konseptual 18 melalui genetik/keturunan? 19. Apakah penyakit rematik itu dapat terjadi C2-Memahami Konseptual 18 pada usia remaja? 18.Memahami Konseptual 23.Mengingat Konseptual 13. cara C3. Apa penyebab orang yang jalannya seperti C2. 221 PERTEMUAN 3 PERTANYAAN TERTULIS Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 1. apakah itu? 25.Memahami Faktual 5.Memahami Faktual 15. Apa yang menyebabkan nyeri sendi? 22a C2. Dari manakah dia dihasilkan? 14b C1. Prosedural 12 pertama yang harus dilakukan? Mengaplikasikan 11. Apa fungsi dari minyak sinovial? 6 C2. Bagian manakah yang dimaksud ligamen C1-Mengingat Faktual 21 dan tendon? 22.Memahami Konseptual 10 harus dilakukan? 9.Menganalisis Konseptual sakit seperti ditekan/ ditusuk karena otot 5 yang tegang? 4. Jika terjadi osteoporosis dini apa yang C2.Memahami Konseptual 16 dijinjit? 16.Memahami Konseptual 7 tulang? 6. apa pertolongan C3. Apa yang menyebabkan osteoporosis di C2. Konseptual 11 kembali normal seperti semula? Mengaplikasikan 10.Memahami Konseptual 22b tersebut? 24.Memahami Konseptual 8.Mengingat Faktual 23 rematik? Jika ada. Apakah ada makanan yang menyebabkan C1. Apa sebenarnya zat ATP itu? 14a C1. Jika menyebabkan kram. Apakah penyakit lumpuh itu akibat dari C2. Cara mengobati rematik dini? 15 C2. Apa pengaruh jantung yang suka terasa C4.Mengingat Faktual 17. Rematik itu penyakit sendi atau otot? 17 C1.Memahami Faktual 13 persendian sinartrosis? 12.Memahami Konseptual 2 lebih berbahaya dibandingkan pada otot? 2. Konseptual 8 mengobati secara tradisional? Mengaplikasikan 7.

Apa yang menyebabkan hipertrofi pada C2. Sendi yang sulit digerakkan itu sendi apa? 34 C1.Mengingat Faktual 34. Apakah rematik bisa disembuhkan? 35 C2.Mengingat Faktual 25 penyakit rematik? 27.Memahami Konseptual 26 otot rangka? 28. Bagaimana cara mencegah supaya otot C2. Apa penyakit atrofi dapat terjadi pada C2. Apakah otot yang sudah besar pada C2.Mengingat Faktual 37. Kenapa orang suka kram dibetis? 39 C4-Menganalisis Konseptual 38. Konseptual 30 balsem atau sejenisnya? Mengaplikasikan 31. 222 PERTANYAAN TERTULIS Dimensi No Pertanyaan Absen Level Kognitif Pengetahuan 26. Mengapa kaki suka sering sakit seperti C4-Menganalisis Konseptual 40 salah pergerakan? 39.Memahami Konseptual 33 tidak membesar? 33. Bagaimana reaksi otot saat kita berjalan? 29 C4. berdampak C4.Memahami Konseptual 32 binaragawan bisa kecil lagi? 32. Jika ada saraf yang putus. Osteoporosis dapat menyebabkan kematian C2.Memahami Faktual 36. Saat berusia berapa orang bisa terkena C1.Menganalisis Konseptual 30.Menganalisis Konseptual buruk pada penghantar impuls/kinerja otot 41 atau tidak? Keterangan: Siswa Kelompok Tinggi Siswa Kelompok Sedang Siswa Kelompok Rendah Catatan: *pertanyaan berdasar pendapat siswa Jumlah Pertanyaan Jenis Pertanyaan Jumlah Pertanyaan Lisan: Pertemuan 1 + Pertemuan 2 + Pertemuan 3 15 + 13 + 30 = 58 Pertanyaan Tertulis: Pertemuan 1 + Pertemuan 2 +Pertemuan 3 35 + 32 + 39 = 106 Total 164 . Apakah kram bisa disembuhkan dengan C3. Apa yang dimaksud dengan aktin? 38 C1.Memahami Konseptual 28 anak-anak? 29.Memahami Konseptual 34 atau tidak? 35.

S29 85 10. S35 65 16. S26 80 7. S39 70 20. S17 80 37. S34 65 15. S22 75 3. S12 70 32. S27 70 8. S30 65 11. S13 70 33. S6 95 26. S20 75 40. S1 75 21. S25 75 6. S3 75 23. S4 70 24.926 . S40 60 41. S10 75 30. S21 75 2. S9 70 29. S5 75 25. S16 85 36. S23 70 4. S14 75 34. S37 60 18. S36 55 17. S15 60 35. 223 Lampiran 13 NILAI POSTTEST NO SISWA NILAI NO SISWA NILAI 1. S28 65 9. S33 60 14. S19 70 39. S11 80 31. S18 70 38. S24 60 5. S2 85 22. S32 90 13. S7 60 27. S8 85 28. S41 70 Jumlah 2990 Nilai Tertinggi 95 Nilai Terendah 55 Modus 70 Rata-Rata 72. S31 90 12. S38 85 19.

224 .

Lampiran 14 DISTRIBUSI INDIKATOR BUTIR SOAL POST TEST JUMLAH RINCIAN KUNCI JAWABAN SOAL JUMLAH PESERTA AEAEDEAECBCCCDCBADEE 20 41 NOMOR BUTIR SOAL Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator ∑ NO SISWA RINCIAN JAWABAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 BENAR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 S1 EEAEAEBEABCCCECBADEE 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 15 2 S2 ACAEDEAEDBECCDCBADEE 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 3 S3 AEAEDDAECBCDCECBAEEC 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 15 4 S4 AAAEDECECBCECDDBAEEC 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 14 5 S5 AEAEABBECBDECDCBADEE 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 15 6 S6 AEAEDE-ECBCCCDCBADEE 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 7 S7 ECADDDAECBEECDDBAEEE 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 12 8 S8 AEAEDBAEEBDCCDCBADEE 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 9 S9 DEAEDEBEDBDCCECBADBE 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 14 10 S10 EDAEDEAECBCCB-CCADEE 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 15 11 S11 AEAEDEAEBBAACECBADEE 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 16 12 S12 AEAEDEAEBBAACECBADEE 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 14 13 S13 EEAEDEAECBDCCECBABBA 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 14 14 S14 EDAEDDAEBBACCDCBADEE 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 15 S15 ABAEAECECBACDBCAAAEE 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 12 16 S16 EBAEDEAECBACCDCBADEE 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 17 S17 AEAEDEAECBCEBDCBAAEC 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 16 224 .

829% 225 .976% 86.024% 63.415% 76.146% 60.732% 84.18 S18 EEAEAEAEABCCCECBACEA 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 14 19 S19 EEAEDAAECBCACECBCAEE 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 14 20 S20 AEAEDECEDBCCEDCBAAEA 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 15 21 S21 ABAABDAEDBCCCDCBADEE 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 22 S22 EBAEDEAECBCCDDCBDDCE 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 15 23 S23 CEAEDECECBCECECBADBA 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 14 24 S24 CEAEDBCECBACDDCBABCA 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 12 25 S25 DEAEDEAEAACCCECBBDEE 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 15 26 S26 AEAEDECEABCDCECBADEE 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 16 27 S27 EEAEDEBECBEECEDBADEE 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 14 28 S28 EBAEDDAECBECADBBAEEE 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 13 29 S29 EEAEDEAECBCCBDCBABEE 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 17 30 S30 EEAEADBECBCECDCBAEBE 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 13 31 S31 AEAEDEAECBCCCECBAAEE 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 18 32 S32 AEAEDEBECBCECDCBADEE 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 18 33 S33 BEABDBAECBCECDABEAEA 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 12 34 S34 DEAEADBECBDCCECBCDEE 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 13 35 S35 CEAEDEAEDBCDDECBABEA 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 13 36 S36 EEADDEBECACEBECBAAEC 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 11 37 S37 BEAEBADECBECCECCEDEE 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 12 38 S38 AEAEDBAECBDECDCBADEE 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 17 39 S39 EEAEADAECBCCCECBCBEE 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 14 40 S40 ABAEDEAEBBAECECBCCEB 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 12 41 S41 EBAEDDAEBBCCADCBAEEE 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 14 17 29 41 37 32 24 26 40 27 39 24 24 30 20 36 37 32 20 35 28 JUMLAH 87 69 50 106 48 50 73 52 63 PERSENTASE 70.179% 58.537% 60.976% 89.

576% 89.57% 74.667% 91.636% 86.333% 91. DISTRIBUSI INDIKATOR SOAL BERDASARKAN KELOMPOK SISWA NOMOR BUTIR SOAL Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator Indikator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 KELOMPOK TINGGI Jumlah Benar 2 3 6 4 5 3 3 6 2 6 2 3 6 3 4 6 6 5 5 6 61.45% 91.242% % Per Pertemuan 73.394% 57.37% 65.667% % Per Pertemuan 62.91% KELOMPOK RENDAH Jumlah Benar 2 2 2 2 1 1 1 2 2 2 1 0 1 2 2 2 2 1 2 1 100% 75% 50% 100% 25% 75% 100% 75% 75% % Per Pertemuan 75% 75% 75% Keterangan: Kelompok Siswa Tinggi Kelompok Siswa Sedang Kelompok Siswa Rendah 226 .364% 63.707% 86.636% 57.77% 41.667% 75% 83.869% 63.04% 69.111% 75% 50% 77.67% KELOMPOK SEDANG Jumlah Benar 13 24 33 31 26 20 22 32 23 31 21 21 23 15 30 29 24 14 28 21 70.576% 74.

5.73% rangka (tulang) Mengevaluasi pentingnya fungsi dari 3 41 sistem rangka (tulang) bagi manusia 3. 227 Lampiran 15 HASIL PERSENTASE INDIKATOR PEMBELAJARAN SOAL POST TEST Pertemuan Pertama No Jumlah Persentase Indikator Pembelajaran Indikator Soal Soal Benar Indikator Pertemuan 1 3.98% terjadinya osifikasi pembentukan tulang (osifikasi) Menyebutkan kapan 7 26 terjadinya osifikasi Rata-Rata Persentase 71.5.15% penyusun sistem Menganalisis zat gerak pada manusia penyusun tulang 5 32 3.5.95% .2 Menjelaskan Mengkategorikan fungsi dari bentuk struktur dan fungsi 4 37 tulang tulang sebagai 84.3 Menjelaskan proses Menjelaskan proses 6 24 60.1 Mengindetifikasi Menyebutkan fungsi dari sistem rangka jenis-jenis tulang 1 17 (tulang) yang terdapat pada Menyebutkan jaringan sistem gerak penyusun sistem 2 29 70.

5.6 Mengidentifikasi Menjelaskan fungsi dari otot berdasarkan 13 30 jenis jaringan dan 60.5 Menjelaskan Menyebutkan salah satu bagian pada otot struktur dan fungsi 11 24 rangka otot sebagai 58.5.5.54% penyusun sistem Mengidentifikasi gerak pada manusia.68% . penyusun otot 12 24 3.4 Mengindetifikasi Menyebutkan jumlah ruas tulang belakang 8 40 susunan tulang pada manusia Mengidentifikasikan kelompok-kelompok 9 27 tulang 86.7 Menjelaskan Menentukan urutan mekanisme kontraksi 15 36 mekanisme gerak otot otot. 228 Pertemuan Kedua No Jumlah Persentase Indikator Pembelajaran Indikator Soal Soal Benar Indikator Pertemuan 2 3. 89.5.98% jenis jaringannya sifat kerja otot. Menganalisis sifat otot 14 20 3.02% Menentukan jenis otot yang bekerja saat 16 37 melakukan gerakan Rata-Rata Persentase 73.18% Menentukan jenis tulang pada rangka tubuh dalam 10 39 melindungi organ tubuh 3.

83% manusia.5.5.8 Membedakan Menganalisis tipe 17 32 persendian diartrosis berbagai macam Mengidentifikasi letak bentuk persendian sendi dan pergerakan 63.12% .9 Mengidentifikasi gangguan yang terjadi 19 35 berbagai penyakit pada sistem rangka manusia pada sistem gerak Menganalisis 76. penyebab terjadinya 20 28 suatu penyakit pada sistem gerak Rata-Rata Persentase 70. 229 Pertemuan Ketiga No Jumlah Persentase Indikator Pembelajaran Indikator Soal Soal Benar Indikator Pertemuan 3 3. untuk dilakukan Mengidentifikasi 3.41% yang memungkinkan 18 20 pada manusia.

.

.

.

.

.

.

236 Lampiran 17 DOKUMENTASI PENELITIAN .

237 .