You are on page 1of 38

ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS PADA

PT ASTRA INTERNATIONAL, TBK


Dosen Pengampu: Dina Lusianti, SE, MM

Disusun oleh:

RINCI INTI AULIA

2015 12 211

5E

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI dan BISNIS

UNIVERSITAS MURIA KUDUS

2017 / 2018
BAB I

PENDAHULUAN

PT Astra International, Tbk yang lebih dikenal dengan nama Astra Group adalah salah
satu kelompok bisnis terbesar yang ada di Indonesia yang didirikan sejak tanggal 20 Februari
1957. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990 dengan kode
ASII. Saat ini mayoritas hampir kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage
Singapura dengan proporsi kepemilikan saham sebesar 40%. PT Astra Internasional, Tbk
mempunyai visi sebagai berikut:

Untuk menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di kawasan Asia Fasifik
yang menekankan pada pembangunan kompetensi melalui pengembangan SDM, struktur
finansial yang kuat, kepuasan pelanggan dan efisiensi.
Untuk menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial dan ramah
lingkungan

PT Astra International, Tbk juga memiliki misi Sejahtera bersama bangsa dengan
memberikan nilai terbaik kepada para pemangku kepentingan

PT Astra Intenational, Tbk mempunyai filosofi yang disebut Catur Dharma, yaitu:

Menjadi aset bangsa


Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
Saling menghormati kebebasan individu dan kerja sama kelompok
Secara terus menerus untuk mengejar keunggulan

Divisi usaha dan anak perusahaan PT Astra International, Tbk adalah sebagai berikut:

1. Otomotif
a. PT Toyota Astra Motor
b. Auto 2000
c. PT Astra Daihatsu Motor
d. PT Panjta Motor
e. PT Astra Nissan Diesel Indonesia
f. PT Thahja Sakti Motor
g. PT Serasi Autoraya
h. PT Astra Honda Motor
i. PT Astra Otoparts, Tbk
2. Agro Industri
a. PT Agro Lestari, Tbk
3. Pelayanan Finansial
a. PT Astra Credit Company
b. PT Toyota Astra Financial Service
c. PT Asuransi Astra Buana
d. PT Federal Interational Finance
e. PT Bank Permata
f. PT Astra CMG Life
g. PT Surya Artha Nusantara Finance
4. Alat Berat
a. PT United Tractors, Tbk
b. PT Traktor Nusantara
c. PT Pamapersada Nusantara
5. Teknologi Informasi
a. PT Astragraphia Tbk
b. PT SCS Astragraphia Technologies
6. Infrastruktur
a. PT Astratel Nusantara
b. PT Internel Nusapersada
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Analisis Lingkungan Internal

2.1.1 Analisis Fungsi Bisnis

Analisis lingkungan internal perusahaan dapat dilakukan melalui aktivitas fungsi bisnis
perusahaan atau functional busines analys (F.B.A) , seperti pemasaran, keuangan, sumber daya
manusia dan operasi. Pendekatan ini seringkali disebut sebagai a resource-based approch (suatu
pendekatan berbasis sumber daya).

Analisis lingkungan internal perusahaan harus dapat menganalisis sejumlah kapabilitas


(capability) yaitu kemampuan (ability) perusahaan untuk mengeksploitasi sumber dayanya.
Kapabilitas berada pada fungsi bisnis perusahaan, seperti kapabilitas pemasaran, kapabilitas
operasi, kapabilitas keuangan dan kapabilitas manajemen SDM.

Ketika kapabilitas tersebut secara tetap dilakukan perubahan dan diatur ulang untuk
membuat lebih adaptif dengan lingkungan yang tidak pasif, dinamakan dynamic capabilities.
Perusahaan juga harus mampu mengidentifikasi kompetensi unik/ khas (distintive competence)
perusahaan merupakan kompetensi inti perusahaan yang membedakan dengan pesaing.
Kompetensi inti yaitu kumpulan kompetensi yang tersebar pada lintas divisi dalam perusahaan
yang mana perusahaan dapat melakukannya dengan unggul.

Menurut Barney (1991), kompetensi perusahaan harus memiliki empat sifat yang
disingkat menjadi VRN (valueable, rare, in-imitability dan non-subsituable), artinya kompetensi
perusahaan harus bernilai, langka/unik, tidak dapat ditiru dan tidak dapat digantikan. Sehingga,
kompetensi khas/unik perusahaan seringkali dinggap sebagai kekuatan perusahaan, namun tidak
selalu kekuatan perusahaan menjadi kompetensi khas / unik perusahaan.

a. Marketing

Analisis lingkungan internal bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pada
fungsi bisnis perusahaan. Analisis lingkungan internal pertama dilakukan pada fungsi pemasaran.
Pemasaran adalah aktivitas untuk mengidentifikasi serta memenuhi kebutuhan manusia.
American Marketing Association mengidentifikasi pemasaran sebagai aktivitas sejumlah intuisi
dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menghantarkan dan menukarkan tawaran
yang bernilai kepada pelanggan, klien, mitra dan masyarakat lebih luas.

McCharthy memberi nama aktivitas pemasaran dengan bauran pemasaran yang terdiri
dari

Kegiatan menciptakan ide atau gagasan produk/ jasa yang ditawarka pada konsumen
(product)
Menetapkan harga (price)
Mendistribusikan produk (place)
Mempromosikan (Promotion)

Manajemen Pemasaran modern terbagi menjadi 4, yaitu:

People terdiri dari aktivitas intenal marketing dan melihat pelanggan sebagai people
(insani)
Process merefleksikan kreativitas, disiplin dan struktur dalam aktivitas pemasaran
Programs merefleksikan aktivitas perusahaan yang diarahkan kepada konsumen yang
terdiri dari unsur 4P original
Performance adalah hasil akhir yang berdampak keuangan dan nonkeuangan tidak hanya
terhadap perusahaan tetapi kepada masyarakat secara beretika dan berhubungan dengan
komunitas lainnya.

b. Finance

Analisis lingkungan internal kedua adalah pada fungsi manajemen keuangan yaitu terdiri
dari:

Financing, adalah suatu proses perencanaan dan penganalisis pilihan strategi yang paling
tepat untuk mencari sumber pendanaan yang ada bagi aktivitas bisnis yang dilakukan
oleh perusahaan. Keputusan tersebut misalnya, Capital Structure, Cost of Capital,
Leasing dan Merger & acquisititons
Investing, yaitu proses dimana perusahaan menyusun strategi alokasi dana untuk suatu
kegiatan investasi yang menguntungkan bagi perusahaan sehingga proses financing dapat
terpenuhi dengan baik. Biasanya dilakukan melalui Capital Budgeting dan Fortofolio
Theory.
Dividend, yaitu keputusan membayarkan presentase laba kepada para pemegang saham,
untuk menjaga stabilitas dividen yang dibayarkan dari waktu ke waktu dan pembelian
kembali atau penerbitan saham

c. Operation

Analisis lingkungan internal ketiga dilakukan pada fungsi manajemen operasi


Manajemen Operasi adalah beberpa aktivitas yang dapat menciptakan nilai dalam bentuk barang
dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Bila hasil akhir aktivitas organisasi bukan
barang jasa, maka aktivitas produksi seringkali disebut operasi atau manajemen operasi. Istilah
operasi sebelumnya lebih populer adalah produksi, yaitu penciptaan atau pembuatan barang atau
jasa. Pada tahap ini, dilakukan analisis untuk menemukan kekuatan dan kelemahan pada
keputusan manajemen operasi, yaitu:

Design of goods and services, yaitu menjawab apa barang dan jasa yang seharusnya
ditawarkan dan bagaimana seharusnya merancang produk tersebut
Managing quality, yaitu keputusan yang berkaitan untuk memastikan bahwa barang dan
jasa berkualitas tinggi yang akan diproduksi
Process and capacity design, yaitu keputusan yang berkaitan dengan rancangan sistem
produksi fisiik. Kapasitas adalah keputusan yang berkaitan dengan penentuan tingkat
otput optimal bagi organisasi
Location selection, yaitu pemilihan lokasi berhubungan dengan keputusan dimana
menyimpan fasilitas dan kriteria yang digunakan untuk menentukan lokasi
Layout design,yaitu pengaturan fasilitas seperti pola layout yang biasa digunakan seperti
layout fungsional, layout produk, layout kelompok, latout posisi tetap dan sebagainya
Human resource and job design, yaitu keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan
tenaga kerja terampil, tidak terampil, klerikal dan manajerial
Supply chain management, yaitu pengadaaan dan pepbelian dengan memperhatikan
mutu, pengiriman dan inovasi sehinga terjadi pembelian yang efektif
Inventory (material requirements planning and just in time), keputusan yang berkaitan
dengan pengelolaan tingkat bahan mentah, proses pengerjaan dan barang jaddi
Scheduling (intermediate and short term scheduling), keputusan penjadwalan dengan
memperhatikan perencaan dan pengendalian produksi
Maintenance, keputusan perawatan fasilitas yang berkaitan dengan mesin, peralatan
pabrik, perlengkapan penunjang, lokasi pabrik, fasilitas fasilitas lainnya

d. Human Resource Management

Analisis lingkungan intenal keempat dilakukan pada fungsi manajemen SDM, yag terdiri
dari:

Pengadaan, yaitu jabatan, perancanaan personalia dan rekrutmen, pengujian pegawai dan
seleksi wawancara calon pegawai
Pengembangan, yaitu pelatihan dan pengembangan pegawai, manajemen kinerja dan
peniaiana dan manajemen karir
Pemeliharaan, yaitu penyususnan rencana pembayaran, intensif keuangan dan kinerja,
pemberian manfaat dan pelayanan, keselamatan dan kesehatan pegawai dan pengelolaan
isu-isu SDM global.

e. Management Information System

Analisis tambahan selain fungsi bisnis yang utama adalah pada fungsi Management
Information System (MIS). Analisis kekuatan dan kelemahan pada fungsi MIS adalah untuk
menemukan peran strategis MIS dalam menyediakan informasi yang sesuai dengan keperluan
pengguna pada tingkat operasional, manajerial dan strategical. Information System adalah
sejumlah komponen yang saling menghubungkan satu sama lain untuk mengumpulkan ,
memproses dan mendistribusiakn informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan
pengendalian di organisasi.

MIS awalnya ada dua jenis, yaitu:


Transaction Processing System
Management Reporting System

Dikarenakan fungsi dan tingkatan yang berbeda di organisasi, maka terdapat empat jenis
sistem proses informasi , yaitu:

ESS atau Executive Support Sysrtem, penggunanya manajer senior, menyediakan


informasi berupa peramalan tren penjulan 5 tahun kedepan, rencana operasi 5 tahun
kedepan, perencanaan keuntungan, perncanaan SDM
DSS atau Decision Support System, penggunanya staf manajer
MIS atau Management Information System, penggunanya manjer menengah,
menyediakan informasi berupa penjualan setiap wilayah, pengendalian persediaan,
penjadwalan produksi, penganggaran tahunan, analisi keuntungan, pengendalian biaya
relokasi, analisis biaya kontrak
TPS atau Transaction Processing System, penggunanya personalia opersional dan
supervisor, menyediakan suatu informasi yang sifatnya rutin seperti pencatatan
kehadiran, penghitungan gaji karyawan, penghitungan penjualan perusahaan.

2.1.2 Fungsi Bisnis Lainnya

Secara menyeluruh ada empat jenis indusri yang ada yaitu:

Genetik
Ekstraktif
Manufaktur
Service atau jasa

Setelah tahap analisis fungsi bisnis telah selesai, maka tahap selnjutnya adalah meringkas
hasil analisis faktor faktor startegik internal perusahaan dalam suatu tabel Internal Strategic
Factors Summary (IFAS). Berikut ini langkah untuk membuat tabel IFAS:

Mengidentifikasi dan menyusun seitas 5 9 items untuk masing masing kekuatan dan
kelemagan pada klom 1
Berikan bobot pada item tersebut mulai dari 1,0 (paling penting), 0,0 (tidak penting) pada
kolom 2
Memberikan rating pada kolom ke 3 untuk masing masing faktor mulai dari 5 sampai 1
berdasarkan respon dari manajemen terhadap setiap faktor yang ada
Kalikan bobot dan rating untuk mendapatkan skor terbobot pada kolom empat
Gunakan kolom kelima untuk menunjukkan bagaimna satu faktor penentu dipilih dan
bagaimana pembobotan dan peringkat dilakukan
Jumlah seluruh skor terbobot pada kolom keempa untuk memperoleh total skor terbobot

2.1.3 Value Chain Analysis

Analisis rantai nilai (value chain anaysis) adalah suatu cara untuk memeriksa sifat dan
tingkat sinergi, apabila ada, diantara kegiatan internal perusahaan. Tujuan dari analisis ini adalah
untuk mengidentifikasi dimana kelebihan dan tidak kelebihan yang ada di sepanjang rantai nilai
mulai dari bahan mentah sampai aktivitas layanan konsumen. Analisis ini terdiri dari

a. Primary Activities

Inbound logistic
Operasi
Outbound logistic
Pemasaran dan penjualan
Pelayanan

b. Supporting Activities

Infrastruktur perusahaan
Manajemen SDM
Pengembangan teknologi
Pengadaan

2.2 Analisis Lingkungan Eksternal


Tahap selanjutnya dalam analisis lingkungan adalah melakukan pengamatan kondisi
eksternal perusahaan srta mengidentifkasi faktor faktor strategis eksternal perusahaan yang
menjadi peluang serta ancaman yang harus di hadapi perusahaan. Lingkungan eksternala terdiri
dari makro dan mikro berikut penjelasannya

2.2.1 Analisis Lingkungan Makro

Lingkungan makro terdiri dari faktor-faktor yang sulit dikendalikan karena berada diluar
jangkauan kendali manajemen perusahaan. Untuk memudahkan analisis, seringkali komponen
lingkungan makro disingkat PEST.

a. Lingkungan Politik

Lingkungan eksternal pertama adalah lingkungan politik yang terdiri dari kondisi politik
dan regulasi. Bentuk regulasi tersebut biasanya seperti peraturan pemerintahan (regulasi antitrust,
UU perlindungan lingkungan, UU perpajakan, Intensif Khusus, Regulasi perdagangan LN, sikap
terhadap perusahaan asing, UU tentang gaji dan promosi karir, stabilitas pemerintahan, perturan
mengenai outsourcing, atau alih daya), keputusan menteri dan peraturan daerah. Terlampir empat
insight startegik dalam regulasi.

b. Lingkungan Ekonomi

Analisis lingkungan eksternal kedua adalah lingkunagn ekonomi. Komponen dari faktor
perekonomian misalnya trend GNP, tingkat bunga, pesediaan uang, tingkat pengangguran,
tingkat inflasi, pengaturan atas tingkat upah, devaluasi/ revaluasi, ketersediaan biaya energi,
pendapatan disposable & discretionary, pasar mata uang asing, sistem keuangan global.
Terlampir insight startegik negara maju dengan hutang terbesar, suku bunga di negara anggota
ASEAN dan fakta nasabah kaya.

c. Lingkungan Sosial dan Budaya

Analisis lingkungan eksternal yang ketiga adalah lingkungan sosial dan budaya, yaitu
terdiri dari faktor perubahan gaya hidup atau lifestyle, harapan karir, aktivisme konsumen,
tingkat formasi keluarga, pertumbuhan tingkat populasi, distribusi umur populasi, pergeseran
wilayah regional dalam populasi, tingkat harapan hidup, tingkat kelahiran, perencanaan pensiun,
perawatan kesehatan, tingakt pendidikan.

d. Lingkungan Teknologi

Analisis lingkungan eksternal keempat adalah lingkungan teknologi. Misalnya total


pengeluaran negara dalam pengembangan dan penelitian, total pengeluaran industri untuk
penelitian dan pengembangan perlindungan paten, pengembangan produk baru, transfer
teknologi, perbaikan produktivitas melalui otomatisasi produk baru, pengembangan produk baru
dalam transfer teknologi dari laboratorium ke pasar, ketersediaan internet, dan infratstruktur
telekomunikasi.

e. Lingkungan Lainnya (Ekologi)

Analisis lingkungan eksternal kelima adalah lingkungan ekologi. Faktor-faktor yang


dianalisis adalah faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keberadaan perusahaan. Misalnya
Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkugan (UPL), usaha
melakukan program sustainability (green products, green building dan lain lain), emission
footprintnya perusahaan yaitu jumlah pelepasan emisi ke udara atas pengguanaan energi yang
digunakan. Faktor lainnya adalah dampak perubahan iklim terhadapa perusahaan dan dampak
kerusakan lingkungan dan bencana alam (God Clause).

Setelah selesai melakukan kelima analisis lingkungan diatas maka tahap selanjutnya
adalah merangkumnya kedalam tabel ringkasan analisis faktor-faktor strategis eksternal atau
Eksternal Factors Analysis Summary (EFAS). Inti dari analisis eksternal tersebut adalah
mengidentifikasi dan merespon dengan cepat dibandingkan dengan pesaingnya sehingga
menghasilkan suatu keunggulan bersaing bagi perusahaan. Adapun langkah-langkah menyusun
tabel EFAS sebagai berikut:

Identifikasi dan tuliskan dalam kolom 1 antara 5 sampai 10 faktor peluang dan ancaman

Tentukan bobot dalam kolom 2 untuk setiap faktor mulai dari 1 (paling penting) sampai 0
(paling tidak penting) berdasarkan faktor-faktor yang memiliki kemungkinan
mempengaruhi posisi strategis perusahaan saat ini.
Tentukan rating pada kolom ketiga untuk setiap faktor dari 5 sampai 1 berdasarkan
respon dari manajemen saat ini terhadap faktor tertentu yang ada.
Kalikan bobot setiap faktor dengan ratingnya untuk mempeoleh skor yang dibobotkan
untuk masing-masing selanjutnya simpan pada kolom 4.

2.2.2 Analisis Lingkungan Mikro

Lingkungan mikro sering kali disebut task enviroment atau linkungan tugas. Lingkungan
ini terdiri dari:

a.Customers (Market) Analysis

Tahap pertama untuk melakukan analisis lingkungan mikro adalah dengan melakukan
analisis atas pasar yang dilayani perusahaan atau customers (market) analysis. Perusahaan pada
dasarnya memiliki dua pelanggan, yaitu:

Pelanggan akhir (individual), dimana pelanggan ini membeli produk atau jasa untuk
dikonsumsi sendiri
Bussiness to Customers, dimana perusahaan menjual produk atau jasa kepada pengecer
untuk dijual kembali

b. Competitors (Industry) Analysis

Komponen kedua lingkuangan mikro adalah para pesaing. Analisis pesaing dapat
dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

Industry Analysis

Industri adalah kelompok perusahaan yang memproduksi produk barang atau jasa yang
serupa, seperti jasa keuangan atau minuman ringan. Identifikasi tentang pentingnya kelompok
kelompok yang memiliki dorongan langsung pada perusahaan lingkungan eksternal perusahaan
seringkali disebut analisis industri (industry analysis atau AI)

Porter (1980, 1985) penggagas strategi kompetitif, berpendapat bahwa perusahaan lebih
memberikan perhatian pada pesaingnya yang ada dalam industri. Dalam melakukan pengamatan
industri, perusahaan harus menilai pentingnya enam kekuatan dalam persaingan industri, yaitu:
Threat of New Entrants (Ancaman Pendatang Baru)

Pendatang baru dalam industri biasanya membawa kapasitas baru, sebagai usaha untuk
medapatkan keuntungan dari pasar saham, dan sumber daya penting lainnya. Mereka menjadi
ancaman untuk membangun perusahaan. Ancaman pendatang ini tergantung dari adamya
pengahalang masuk dan reaksi yang datang dari pesaing-pesaing yang sudah ada. Ada empat
hambatan masuk pada suatu industri adalah

Economies of scale
Diferentiation of product
Cost advantage of independent of scale
Regulasi pemerintah

Rivalry Among Existing Firms (Persaingan di antara perusahaan yang telah ada)

Pada sebagian besar industri, perusahaan saling tergantung saling bergantung satu sama
lain. Namun, persaingan yang digerakkan oleh suatu perusahaan dapat dipastikan mempengaruhi
para pesainganya, dan mungkin menyebabkan pembalasan atau usaha usaha perlawanan untuk
mempertahankan posisi perusahaan

Perlu diperhatikan ada empat jenis persiangan, yaitu:

Persaingan sempurna
Persaingan monopolistik
Oligopoli
Monopoli

Threat of Substitute Products or Services (Ancaman produk atau jasa pengganti)

Perusahaan yang memproduksi barang/ produk akan menghadapi ancaman dari


produkpengganti (bila ada) dan bila produk tersebut terbatas atau mahal harganya. Perusahaan
dalam suatu industri bersaing denga perusahaan yang bergerak di industri lainnya yang
memproduksi produk pengganti. Produk pengganti muncul dalam bentuk berbeda, tetapi dapat
memuaskan kebutuhan yang sama dari produk yang ditawarkan perusahaan.
Bargaining Power of Buyer (Kekuatan penawaran pembeli)

Pembeli mempengaruhi industri melalui kemampuan mereka untuk menekan turunya


harga, permintaan terhadap kualitas atau jasa yang lebih baik dan memainkan peran untuk
melawan satu pesaing dengan lainnya.

Bargaining Power f Supplier (Kekuatan penawaran pemasok)

Pemasok dapat mempengaruhi industri dengan kemampuan mereka untuk menaikkan


harga atau menurunkan kualitas barang atau jasa yang dibeli.

Relative Power from Other Stakeholder (Kekuatan relatif dari stakeholder lain)

Wheelen & Hunger menambahkan kekuatan yang keenam dalam daftar Porter yaitu
berbagai kelompok stakeholder dari lingkungan perusahaan, kelompok tersebut terdiri dari
pemerintah, serikat kerja, komunitas lokal, kreditur, asosiasi pedagang, kelompok kepentingan
khusus dan pemegang saham.

Strategic Groups

Sejumlah unit bisnis atau sejumlah perusahaan yang menggunakan strategi dan sumber
daya yang sama, misal perusahaan yang menawarkan produk sejenis dari range harga (murah ke
mahal) dan dari jenis variasi lini produk (sedikit ke banyak) kemudian dipetakan kedalam suatu
matriks

Key Success Factors Analysis

Kesuksesan industri untuk bertahan bergantung dari para pesaingnya yang masuk dalam
industri tersebut. Faktor kunci sukses adalah variabel yang secara signifikan mempengaruhi
posisi persaingan suatau perusahaan

Untuk menganalisis kunci keberhasilan perusahaan (Key Success Factors Analysis/


KSFA) dilakukan penyusunan matriks industri. Masing masing kunci keberhassilan diberi bobot
sesuai dengan bersarnya pengaruh, sedangkan kinerja perusahaan pada faktor tersebut diukur
dalam bentuk rating. Total score perusahaan menggambarkan bagaimana kapabilitas perusahaan
dalam menghadapi persaingan dalam industri
c. Collaborators (Suppliers) Analysis

Komponen berikutnya adalah supplier, yaitu pihak yang bekerja sama dengan perusahaan
dalam memperlancar aktivitas usaha.

Supply Chain Analysis

Analisis rantai pasokan merupakan proses analisis aktivitas peerusahaan yang berkaitan
dengan pengadaan input, proses produksi dan opersional untuk menjadi barang atau jasa dan
menyalurkan kepada konsumen melalui sistem distribusi.

Industry Value Chain Analysis

Anaisis rantai nilai industri yang dilakukan pada dua arus, yaitu arus hulu dan arus hilir

d. Creditors Analysis

Komponen terakhir, berikut adalah cara untuk mendapatkan dana oleh perusahaan:

Melalui institusi keuangan (perbankan)


Melalui pasar keuangan (bursa)
Melalui private placement (penjualan langsung pada investor)

2.3 Analisis Situasional Perusahaan

Tahap selanjutnya dalam proses manajemen strategik adalah melakukan analisis


situasional perusahaan secara menyeluruh dengan menggabungkan lingkungan internal dengan
eksternal

2.3.1 Strategic Factors Analysis Summary (SFAS)

Salah satu cara menyimpulkan faktor faktor strategis perusahaan yanitu dengan
mengkombinasikan IFAS dan EFAS ke dalam sebuah ringkasan bernama SFAS. Isis dari SFAS
sendiri adalah faktor yang penting sebagai bahan perumusan strategi. Pada tabel SFAS sendiri
juga ada durasi waktu sebagai bentuk penyesuaian tingkat kepentingan faktor stretegis untuk
ditindaklanjuti oleh perusahaan.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Analisis Lingkungan Internal

Analisis ini biasa disebut Internal Factors Evaluation (IFE / IFAS). Lingkungan internal
perusahaan biasanya bersumber dari Sumber Daya Manusia, Karyawan dan faktor lainnya yang
memiliki kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses). Pada pembahasan ini akan
menganalisis lingkungan internal dari PT. Astra International, Tbk. Berikut adalah hasil dari
analisis lingkungan internal PT Astra International Tbk

Kekuatan Kelemahan
1. Efektivitas Saluran Distribusi 1. Masa depan karyawan
2. Keberhasilan dari pengembangan produk 2. Fasilitas Manufaktur
3. Penerapan Teknologi 3. Tingkat kegagalan produksi
4. Efektivitas kegiatan promosi 4. Mesin import
5. Sumber Daya Manusia 5. Harga sparepart yang mahal
6. Aset yang dimiliki untuk membiayai
operasi dari investasi
7. Penggunaan kandungan lokal sampai 75%

Faktor Strategis Internal Bobot Rating Skor Keterangan


Kekuatan
1. Efektivitas Saluran 0,12 4,5 0,54 Memperkuat pelayanan dengan
Distribusi menambah jaringan atau
network agar distribusi produk
PT Astra International, Tbk
semakin meluas
2. Keberhasilan dari 0,09 4 0,36 PT Astra International Tbk
pengembangan produk telah berhasil mengembangkan
produknya dengan kualitas dan
pelayanan yang baik
3. Penerapan Teknologi 0,09 4,5 0,405 PT Astra International Tbk
menerapkan teknologi
manufaktur yang ramah
lingkungan
4. Efektivitas kegiatan 0,1 4.5 0,45 Dapat dilihat dari persentase
promosi media promosi yang cukup
banyak dilakukan PT Astra
International, Tbk demi
mendorong pelanggan
5. Sumber Daya Manusia 0,09 3,5 0,315 Karyawan PT Astra
International, Tbk memiliki
sikap, perilaku, etika dalam
bekerja serta kedisiplinan dan
loyalitas yang tinggi
6. Aset yang dimiliki untuk 0,06 3,5 0,21 Kondisi keuangan PT Astra
membiayai operasi dari International, Tbk yang sehat
investasi mampu menciptakan laba yang
mumpuni untuk perkembangan
dan keberlanjutan perusahaan
masa yang akan datang
7. Penggunaan kandungan 0,06 3 0,18 Kandungan lokal yang
lokal sampai 75% mencapai 75% kebanyakan
berasal dari anak perusahaan
PT Astra International, Tbk
yang dipasok oleh pabrik
rumahan atau lokal
Kelemahan
1. Masa depan karyawan 0,08 3,5 0,28 PT Astra International, Tbk
kurang memperhatikan prestasi
karyawan agar dapat
dipromosikan, tetapi PT Astra
lebih mengutamakan golongan
pendidikan tertentu
2. Fasilitas Manufaktur 0,1 3,5 0,35 PT Astra International, Tbk
memiliki fasilitas manufaktur
yang kurang memadai
3. Tingkat kegagalan 0,1 3,5 0,35 Pada proses produksi PT Astra
produksi International, Tbk pernah
mengalami kegagalan hal ini
membuat suatu kerugian
4. Mesin import 0,04 3 0,12 Penggunaan mesin import
pada PT Astra International,
Tbk akan menemui masalah
jika mesin mengalami
kerusakan
5. Harga sparepart yang 0,07 3 0,21 Harga yang mahal membuat
mahal PT Astra International Tbk
untuk lebih berhati hati
Total 1,00 3,77

Dari hasil analisis lingkungan internal PT Astra International, Tbk bahwa total total skor
dari kekuatan dan kelemahan sebesar 3,77 dari skor tersebut menyatakan bahwa PT Astra
International, Tbk dapat memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi kelemahannya.

3.2 Analisis Lingkungan Internal

Analisis ini biasa disebut Eksternal Factors Evaluation (EFE / EFAS). Lingkungan
eksternal perusahaan biasanya bersumber dari konsumen, pemasok (lingkungan operasi),
pemerintah (lingkungan jauh), pesaing (lingkungan bisnis) dan faktor eksternal lainnya yang
memiliki peluang (opportunities) dan ancaman (threats). Pada pembahasan ini akan
menganalisis lingkungan eksternal dari PT. Astra International, Tbk. Berikut adalah hasil dari
analisis lingkungan eksternal PT Astra International Tbk
Peluang Ancaman
1. Terbukanya peluang pasar 1. Pengaruh kebijakan pemerintah pada PT
Astra International, Tbk
2. Paket Teknologi 2. Intensitas persaingan
3.Pengaruh Tanggung jawab sosial PT Astra 3. Pengaruh kampanye atau promosi produk
International Tbk dalam membantu ramah lingkungan
penngembangan perusahaan
4. Terbukanya pasar ekspor 4. Lemahnya perekonomian dalan negeri
5. Pengaruh penghargaan dan sertifikat lain 5. Barang substitusi
yang dapat mengangkat citra PT Astra
International, Tbk
6. Pasar tenaga kerja

Faktor Strategis Bobot Rating Skor Keterangan


Eksternal
Peluang
1. Terbukanya peluang 0,15 4,5 0,675 Dengan terbukanya pasar
pasar membuat PT Astra
International, Tbk memiliki
peluang lebih untuk mengusai
pasar
2. Paket Teknologi 0,13 4,5 0,585 Adanya paket teknologi yang
semakin canggih berdampak
peluang PT Astra International
agar produknya lebih dikenal
oleh masyarakat luas
3.Pengaruh Tanggung 0,10 4 0,4 Sebuah tanggung jawab sosial
jawab sosial PT Astra merupakan cara PT Astra
International Tbk dalam membuka peluang untuk lebih
membantu penngembangan dekat dengan masyarakat
perusahaan
4. Terbukanya pasar ekspor 0,09 3,5 0,315 Dengan terbukanya pasar
ekspor membuka peluang bagi
PT Astra Internationa, Tbk
dalam mengembangkan
sayapnya
5. Pengaruh penghargaan 0,07 3 0,21 Hal ini dapat membuka
dan sertifikat lain yang peluang bagi PT Astra
dapat mengangkat citra PT International Tbk
Astra International, Tbk
6. Pasar tenaga kerja 0,06 3 0,18 Dengan adanya pasar tenaga
kerja membuka peluang bisnis
baru PT Astra International,
Tbk melalui tenaga kerja yang
tersedia

Ancaman
1. Pengaruh kebijakan 0,11 4 0,44 PT Astra International Tbk
pemerintah pada PT Astra harus berhati hati akan hal ini
International, Tbk
2. Intensitas persaingan 0,11 4 0,44 Berhati hati dalam menyikapi
persaingan yang ada
3. Pengaruh kampanye atau 0,11 4 0,44 Karena hal ini membuat PT
promosi produk ramah Astra International Tbk berhati
lingkungan hati dalam pemilihan bahan
baku pada produknya
4. Lemahnya perekonomian 0,07 3 0,21 Faktor yang satu ini dapat
dalan negeri membuat PT Astra
International Tbk juga merasa
terancam karena daya beli
masyarakat pun akan menurun
5. Barang substitusi 0,06 3 0,18 Banyaknya barang pengganti
yang menyerupai produk milik
PT Astra International, Tbk
Total 1,00 4,075

Dari hasil analisis lingkungan eksternal PT Astra International, Tbk bahwa total total skor
dari peluang dan ancaman sebesar 4,075 dari skor tersebut menyatakan bahwa PT Astra
International, Tbk dapat memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk mengatasi ancaman yang
ada di sekitarnya baik dari pesaing, supplier ataupun dari regulasi pemerintah.

No. Key Success Bobot PT Astra PT Mitsubishi Suzuki


Factors International, Tbk Corporation
Nilai Skor Nilai Skor Nilai Skor
1. Efektivitas 0,17 4,5 0,765 4 0,68 4 0,68
Saluran
Distribusi
2. Penerapan 0,15 4 0,6 4 0,6 3 0,45
Teknologi
3. Reputasi 0,18 4 0,72 3,5 0,63 3,5 0,63
Merk
4. Tingkat 0,1 3,5 0,35 3 0,3 2,5 0,25
kegagalan
produksi
5. Terbukanya 0,12 4 0,48 3,5 0,42 3 0,36
peluang
pasar
6. Paket 0,11 3 0,33 2 0,22 3 0,33
Teknologi
7. Pengaruh 0,07 3 0,21 2,5 0,175 3 0,21
kebijakan
pemerintah
8. Diferensiasi 0,1 3 0,3 2 0,2 2 0,2
produk
Total 1,00 3,755 3,225 3,11

Berdasarkan analisis Key Success Factors diatas dapat disimpulkan bahwa yang memiliki
kenggulan bersaing paling utama PT Astra International, Tbk adalah PT Mitsubishi dengan
perbandingan skor 3,755 : 3,225 hal ini menunjukkan bahwa PT Astra International, Tbk telah
mengusai sepenuhnya pangsa pasar.

3.4 Strategic Factors Analysis Summary

Strategic Factors Analysis Summary (SFAS) merupakan penggabungan indikator yang


berasal dari IFAS dan EFAS dengan memiliki skor yang tertinggi, guna analisis strategik ini
adalah untuk mengetahui masing masing indikator memiliki rentang waktu berapa lama. Berikut
adalah tabel SFAS hasil kesimpulan dari tabel IFAS dan EFAS PT Astra International, Tbk

No Faktor Bobot Rating Skor Durasi Keterangan


Strategis S M L
1 Efektivitas 0,16 4,5 0,72 X Distribusi yang luas
Saluran merupakan faktor yang hanya
Distribusi (S1) berlaku pada rentang waktu
1- 3 tahun karena jika PT
Astra International Tbk
kurang inovasi maka
sewaktu-waktu pasarnya
dapat direbut oleh pesaing
2 Penerapan 0,14 4 0,56 X Penerapan teknologi yang
Teknologi (S3) digunakan PT Astra
International, Tbk merupakan
jangka menengah karena
teknologi yang digunakan
dapat berubah dalam kurun
waktu yang cukup singkat
3 Fasilitas 0,09 3 0,27 X Fasilitas yang digunakan PT
Manufaktur Astra International Tbk
(W2) tergolong dalam jangka
pendek karena demi
kelangsungan proses
manufaktur perusahaan harus
terus mengupgrade
fasilitasnya
4 Tingkat 0,12 3,5 0,42 X Faktor ini juga tergolong
kegagalan jangka pendek karena
produksi (W3) kegagalan produksi
berdampak pada laporan
tahun yang bersangkutan saja
5 Terbukanya 0,15 4 0,6 X Terbukanya peluang
peluang pasar termasuk jangka menengah
(O1) karena faktor tersebut dapat
bertahan dalam rentang
waktu 1 3 tahun
6 Paket 0,11 3 0,33 X Seiring dengan
Teknologi peekembangan teknologi
(O2) membuat masyarakat lebih
mudah mengenal produk PT
Astra International, Tbk
7 Pengaruh 0,12 2 0,24 X Perubahan peraturan
kebijakan pemerintah masih terus
pemerintah berdampak singkat bagi PT
pada PT Astra Astra International, Tbk
International,
Tbk (T1)
8 Intensitas 0,11 3 0,33 X Faktor ini memiliki rentang
persaingan waktu yang singkat karena
(T2) jika PT Astra International,
Tbk terus berinovasi maka
persaingan juga akan
menurun
Total 1,00 3,47

3.5 SAP

SAP (Hasil Analisis Internal) PT Astra International, Tbk menggunkan data dari
kuesioner sebanyak 100 responden, berikut adalah daftar pertanyaan dan selajutnya tabel tabulasi
pilihan responden

Pertanyaan
A Apakah penting penerapan teknologi PT Astra International, Tbk ?
B Apakah penerapakan saluran distribusi yang dialakukan PT Astra International, Tbk
telah berjalan dengan baik?
C Apakah kegiatan promosi yang dilakukan PT Astra International, Tbk telah efektif ?
D Bagaimana fasilitas manufaktur yang ada di PT Astra International, Tbk ?
E Apakah penting PT Astra International Tbk dalam memperhatikan kesejahteraan
karyawan?
F Apakah penting kegagalan produksi PT Astra International, Tbk

Tabel kuesioner

No. Responden A B C D E F Jumlah


1 5 3 5 3 4 2 22
2 3 5 5 4 5 3 25
3 5 5 5 4 5 5 29
4 2 5 5 2 5 2 21
5 5 3 4 5 5 5 27
6 4 5 2 4 5 3 23
7 5 5 5 4 5 4 28
8 5 2 5 3 5 2 22
9 5 5 5 4 4 5 28
10 5 5 5 4 5 3 27
11 3 5 5 3 5 3 24
12 5 5 5 4 5 5 29
13 5 3 5 5 5 3 26
14 4 5 5 2 5 2 23
15 5 5 5 4 5 2 26
16 5 5 5 4 5 5 29
17 5 5 3 5 5 3 26
18 1 1 5 3 3 5 18
19 5 5 5 4 5 3 27
20 5 5 5 3 5 1 24
21 5 5 5 4 5 3 27
22 3 5 5 4 5 5 27
23 5 5 4 5 4 2 25
24 5 3 5 2 5 5 25
25 5 5 5 5 5 3 28
26 2 4 3 5 5 3 22
27 5 5 5 5 5 2 27
28 4 5 5 3 5 3 25
29 5 5 5 5 5 4 29
30 5 5 5 4 3 5 27
31 5 1 5 4 5 3 23
32 5 5 5 5 5 5 30
33 5 5 5 3 5 1 24
34 5 4 5 5 5 5 29
35 5 5 5 5 5 1 26
36 5 5 5 4 5 5 29
37 3 5 3 2 5 3 21
38 5 5 5 5 5 3 28
39 5 5 5 4 5 2 26
40 5 5 5 4 5 4 28
41 5 5 5 5 5 4 29
42 5 5 5 4 5 3 27
43 4 5 5 5 5 3 27
44 5 1 5 3 3 5 22
45 5 5 5 4 5 1 25
46 5 5 4 4 5 3 26
47 2 5 5 4 5 5 26
48 1 5 5 4 5 3 23
49 5 5 5 2 5 4 26
50 5 3 5 4 3 2 22
51 5 5 5 4 4 5 28
52 5 5 5 5 5 3 28
53 5 2 5 4 5 3 24
54 5 5 5 3 5 3 26
55 4 5 5 5 5 4 28
56 5 5 5 4 5 3 27
57 5 5 5 4 5 4 28
58 5 5 4 5 2 5 26
59 3 4 5 3 5 1 21
60 5 5 5 4 5 3 27
61 5 5 5 4 5 4 28
62 5 5 5 4 5 3 27
63 3 5 5 5 5 4 27
64 5 5 4 3 5 2 24
65 5 4 5 4 5 5 28
66 5 5 5 4 5 3 27
67 5 1 5 3 5 3 22
68 2 5 5 4 5 5 26
69 5 5 5 4 5 4 28
70 5 5 5 5 2 1 23
71 5 5 5 3 5 4 27
72 2 5 5 5 5 3 25
73 5 5 5 4 5 4 28
74 4 5 5 5 5 2 26
75 5 5 5 4 5 4 28
76 5 5 5 3 5 3 26
77 3 5 5 3 5 5 26
78 5 5 5 4 5 3 27
79 4 5 5 5 2 5 26
80 5 5 5 3 4 1 23
81 5 2 5 4 5 4 25
82 5 5 5 5 5 3 28
83 5 5 5 4 5 4 28
84 5 5 5 4 4 2 25
85 4 5 5 5 5 5 29
86 5 5 5 3 4 3 25
87 5 5 5 5 5 3 28
88 4 4 5 5 5 4 27
89 5 5 5 4 5 3 27
90 5 5 5 5 5 4 29
91 5 4 5 3 1 1 19
92 5 5 5 4 5 4 28
93 5 5 5 5 5 2 27
94 5 5 5 4 5 5 29
95 4 2 5 5 5 4 25
96 5 5 5 3 4 3 25
97 4 5 5 5 5 4 28
98 5 5 5 4 5 1 25
99 5 4 5 3 5 4 26
100 2 5 5 4 4 3 23
Total 449 455 486 400 470 334 2594

Ringkasan dari hasil kuesioner responden

No Rating 5 4 3 2 1 Jumlah
Indikator
1. Apakah penting 375 40 21 10 3 449
penerapan teknologi
PT Astra
International, Tbk ?
2. Apakah penerapakan 400 28 15 8 4 455
saluran distribusi
yang dialakukan PT
Astra International,
Tbk telah berjalan
dengan baik?
3. Apakah kegiatan 450 28 6 2 0 486
promosi yang
dilakukan PT Astra
International, Tbk
telah efektif ?
4. Bagaimana fasilitas 150 180 60 10 0 400
manufaktur yang ada
di PT Astra
International, Tbk ?
5. Apakah penting PT 415 36 12 6 1 470
Astra International
Tbk dalam
memperhatikan
kesejahteraan
karyawan?
6. Apakah penting 85 112 105 24 8 334
kegagalan produksi
PT Astra
International, Tbk
Total 2594

No. Indikator Bobot Nilai Skor


1. Apakah penting penerapan 0,173 4,49 0,777
teknologi PT Astra
International, Tbk ?
2. Apakah penerapakan saluran 0,175 4,55 0,796
distribusi yang dialakukan PT
Astra International, Tbk telah
berjalan dengan baik?
3. Apakah kegiatan promosi yang 0,189 4,86 0,918
dilakukan PT Astra
International, Tbk telah efektif
?
4. Bagaimana fasilitas 0,154 4 0,616
manufaktur yang ada di PT
Astra International, Tbk ?
5. Apakah penting PT Astra 0,181 4,70 0,851
International Tbk dalam
memperhatikan kesejahteraan
karyawan?
6. Apakah penting kegagalan 0,129 3,34 0,431
produksi PT Astra
International, Tbk
1,0 4,389

Keterangan Rating
Dominan 4,01 5,00
Kuat 3,41 4,00
Aman 2,81 3,4
Bertahan 2,21 2,8
Lemah 1,61 2,2
Hilang Harapan 1,00 1,60

Dari analisis SAP melalui data responden yang melakukan kuesioner dapat dilihat bahwa
PT Astra International Tbk berada pada skor 4,389 yang berarti PT Astra berada pada posisi
dominan

3.6 ETOP

ETOP merupakan hasil analisis eksternal yang terdiri dari EOE dan ETE, tetapi untuk
kali ini menggunakan data dari EFAS, berikut hasil analisis PT Astra International Tbk

Faktor Strategis Bobot Rating Skor Keterangan


Eksternal
Peluang
1. Terbukanya peluang 0,26 4 1,04 Dengan terbukanya pasar
pasar membuat PT Astra
International, Tbk memiliki
peluang lebih untuk mengusai
pasar
2. Paket Teknologi 0,24 3.5 0,84 Adanya paket teknologi yang
semakin canggih berdampak
peluang PT Astra International
agar produknya lebih dikenal
oleh masyarakat luas
3.Pengaruh Tanggung 0,16 3 0,48 Sebuah tanggung jawab sosial
jawab sosial PT Astra merupakan cara PT Astra
International Tbk dalam membuka peluang untuk lebih
membantu penngembangan dekat dengan masyarakat
perusahaan
4. Terbukanya pasar ekspor 0,13 3,5 0,455 Dengan terbukanya pasar
ekspor membuka peluang bagi
PT Astra Internationa, Tbk
dalam mengembangkan
sayapnya
5. Pengaruh penghargaan 0,11 3 0,33 Hal ini dapat membuka
dan sertifikat lain yang peluang bagi PT Astra
dapat mengangkat citra PT International Tbk
Astra International, Tbk
6. Pasar tenaga kerja 0,1 3 0,30 Dengan adanya pasar tenaga
kerja membuka peluang bisnis
baru PT Astra International,
Tbk melalui tenaga kerja yang
tersedia
1,00 3,445
Ancaman
1. Pengaruh kebijakan 0,25 2 0,5 PT Astra International Tbk
pemerintah pada PT Astra harus berhati hati akan hal ini
International, Tbk
2. Intensitas persaingan 0,25 2 0,5 Berhati hati dalam menyikapi
persaingan yang ada
3. Pengaruh kampanye atau 0,24 3 0,72 Karena hal ini membuat PT
promosi produk ramah Astra International Tbk berhati
lingkungan hati dalam pemilihan bahan
baku pada produknya
4. Lemahnya perekonomian 0,15 2,5 0,375 Faktor yang satu ini dapat
dalan negeri membuat PT Astra
International Tbk juga merasa
terancam karena daya beli
masyarakat pun akan menurun
5. Barang substitusi 0,11 2 0,22 Banyaknya barang pengganti
yang menyerupai produk milik
PT Astra International, Tbk
Total 1,00 2,315

IDEAL SPEKULATIF

DEWASA GAWAT

Dari hasil analisis diatas dengan hasil skor dari EOE adalah 3,445 dan ETE 2,315 maka
posisi ETOP PT Astra International, Tbk adalah pada posisi Ideal

3.7 SWOT Matriks

SWOT Matriks di dapat dari hasil SAP dan ETOP yang telah dianalisis diatas berikut
adalah hasil dari analisis SWOT PT Astra International Tbk
SAP ETOP
Ideal Spekulatif Dewasa Gawat
Dominan I I I I
Kuat I I I
Aman I I D
Bertahan I D D
Lemah D D D
Hilang Harapan D D D D

Dari hasil SAP yang berjumlah 4,389 yang berada pada posisi dominan dan ETOP yang
berada pada posisi ideal maka dapat disimpulkan bahwa PT Astra International Tbk berapada
pada posisi pertumbuhan dan strategi yang diterapkan adalah investasi
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Analisis SWOT adalah hasil dari penggabungan faktor yang ada di perusahaan untuk
merumuskan strategi keberlangsungan hidup perusahaan. Analisis ini didasarkan pada
pemanfaatan secara maksimal kekuatan serta peluang yang dimiliki untuk meminimalisir
kelemahan serta ancaman

Dari hasil analisis yang telah dibahas mulai dari pembuatan IFAS dan EFAS lalu SAP
dan juga ETOP dapat disimpulkan bahwa PT Astra International, Tbk berada pada posisi growth
atau pertumbuhan sehingga memerlukan strategi investasi agar PT Astra International, Tbk dapat
terus berkembang dan lebih menguasai pangsa pasar yang ada.
DAFTAR PUSTAKA

Rufaidah, Popy. 2012. Manajemen Strategik edisi revisi. Bandung: Humaniora

Wayan Arya Paramarta. 2009. Analisis SWOT PT Astra International, Tbk. Jurnal Forum
Manajemen. Vol 7, No 1: 39 - 44

www.astra.co.id (tanggal 4 November 2017 pukul 10.23 WIB)


LAMPIRAN

Daftar divisi PT Astra International Tbk


Produk dari Toyota
Produk dari Honda

Produk dari Daihatsu


Sepeda Motor

GS Astra