BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum cnidaria yang memiliki tentakel. Terumbu karang tersusun atas polippolip yang hidup berkoloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui. terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam laut, atau disebut singkat dengan terumbu. Bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh komunitas koral. Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum cnidaria yang memiliki tentakel. Terumbu karang tersusun atas polippolip yang hidup berkoloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui Dalam peristilahan 'terumbu karang', "karang" yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu. Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut, yang juga meliputi karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut.

1

Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari alga. Secara fisik terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh karang. Di Indonesia semua terumbu berasal dari kapur yang sebagian besar dihasilkan koral. Kerangka karang mengalami erosi dan terakumulasi menempel di dasar terumbu.

1.2 tujuan Makalah yang kami buat ini bertujuan untuk menambah wawasan kita tentang pentingnya ekosistem terumbu karang yang ada di laut. Setelah kita mengerti apa peranan terumbu karang maka kita akan memahami perananannya dalam ekosistem laut. Setelah kita memahai kita akan menjaga dan melestarikan terumbu karang yang berada di laut untuk kelestarian ekosistem laut dan biota ± biotanya.

2

1 Terumbu Karang Terumbu karang (Coral reef ) merupakan masyarakat organisme yang hidup didasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur (CaCO3) yang cukup kuat menahan gaya gelombang laut.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Gambar 1 jaring makanan ekosistem terumbu karang. 1993). dan algae yang banyak diantaranya juga mengandung kapur. Sedangkan organisme±organisme yang dominan hidup disini adalah binatang-binatang karang yang mempunyai kerangka kapur. 3 . Berkaitan dengan terumbu karang diatas dibedakan antara binatang karang atau karang (reef coral ) sebagai individu organism atau komponen dari masyarakat dan terumbu karang (coral reef ) sebagai suatu ekosistem (Sorokin.

Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. 1993).2 Terumbu Karang di Indonesia Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut. yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia. Gambar 8. 4 . Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60. disamping hutan mangrove dan padang lamun. satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni (Sorokin.Terumbu karang (coral reef ) sebagai ekosistem dasar laut dengan penghuni utama karang batu mempunyai arsitektur yang mengagumkan dan dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut polip.000 km2. karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel. 2. Dalam bentuk sederhananya. Peta lokasi terumbu karang di Indonesia. Namun pada kebanyakan spesies. Contohnya adalah ekosistem terumbu karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara.

Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia (Cesar 1997) dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. 5 .

fosfat dan karbon dioksida untuk keperluan hidup zooxanthellae. Demikian halnya dengan perubahan suhu lingkungan akibat pemanasan global yang melanda perairan tropis di tahun 1998 telah menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching) yang diikuti dengan kematian massal mencapai 90-95%. sedangkan karang menghasilkan komponen inorganik berupa nitrat. zooxanthellae menghasilkan oksigen dan senyawa organik melalui fotosintesis yang akan dimanfaatkan oleh karang. eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine).1 Ekosistem Terumbu Karang Hewan karang sebagai pembangun utama terumbu adalah organisme laut yang efisien karena mampu tumbuh subur dalam lingkungan sedikit nutrien (oligotrofik). salinitas. Menurut Sumich (1992) dan Burke et al.BAB III ISI 3. (2002) sebagian besar spesies karang melakukan simbiosis dengan alga simbiotik yaitu zooxanthellae yang hidup di dalam jaringannya. sedimentasi. 6 . Selanjutnya Sumich (1992) menjelaskan bahwa adanya proses fotosintesa oleh alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat dengan menghilangkan karbon dioksida dan merangsang reaksi kimia sebagai berikut: Ca (HCO3) CaCO3 + H2CO3 H2O + CO2 Fotosintesa oleh algae yang bersimbiose membuat karang pembentuk terumbu menghasilkan deposist cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat. Dalam simbiosis. kira kira 10 kali lebih cepat daripada karang yang tidak membentuk terumbu (ahermatipik) dan tidak bersimbiose dengan zooxanthellae. Veron (1995) dan Wallace (1998) mengemukakan bahwa ekosistem terumbu karang adalah unik karena umumnya hanya terdapat di perairan tropis. sangat sensitive terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu.

7 . terumbu karang yang paling umum dijumpai di perairan Indonesia adalah terumbu karang tepi (Suharsono. 1984). Karena sifat hidup inilah maka terumbu karang banyak dijumpai di Indonesia (Hutabarat dan Evans. Efek selanjutnya adalah kelebihan zat hara (nutrient overload) berkontribusi terhadap degradasi terumbu karang melalui peningkatan pertumbuhan makroalga yang melimpah (overgrowth) terhadap karang. Terumbu karang ini tumbuh keatas atau kearah laut. Pertumbuhan maksimum terumbu karang terjadi pada kedalaman kurang dari 10 m dan suhu sekitar 25 o C sampai 29 oC. Kehidupan karang di lautan dibatasi oleh kedalaman yang biasanya kurang dari 25 m dan oleh area yang mempunyai suhu rata-rata minimum dalam setahun sebesar 10oC. 1998). Meskipun beberapa karang dapat dijumpai dari lautan subtropis tetapi spesies yang membentuk karang hanya terdapat di daerah tropis. Selanjutnya Nybakken (1992) mengelompokkan terumbu karang menjadi tiga tipe umum yaitu : y y y Terumbu karang tepi (Fringing reef/shore reef ) Terumbu karang penghalang (Barrier reef) Terumbu karang cincin (atoll) Diantara tiga struktur tersebut. Hal ini sesuai dengan penjelasan McCook (1999) bahwa curah hujan yang tinggi dan aliran material permukaan dari daratan (mainland run off) dapat membunuh terumbu karang melalui peningkatan sedimen dan terjadinya penurunan salinitas air laut. Penjelasan ketiga tipe terumbu karang sebagai berikut : 1) Terumbu karang tepi (fringing reef) ini berkembang di sepanjang pantai dan mencapai kedalaman tidak lebih dari 40m.Suharsono (1999) mencatat selama peristiwa pemutihan tersebut. Pertumbuhan terbaik biasanya terdapat dibagian yang cukup arus. Selain dari perubahan suhu. maka perubahan pada salinitas juga akan mempengaruhi terumbu karang. rata-rata suhu permukaan air di perairan Indonesia adalah 2-3 oC di atas suhu normal.

Umumnya memanjang menyusuri pantai dan biasanya berputar-putar seakan ± akan merupakan penghalang bagi pendatang yang datang dari luar. Gambar 2.Sedangkan diantara pantai dan tepi luar terumbu. Terumbu karang tepi. 8 . 2) Terumbu karang tipe penghalang (Barrief reef ) terletak di berbagai jarak kejauhan dari pantai dan dipisahkan dari pantai tersebut oleh dasar laut yang terlalu dalam untuk pertumbuhan karang batu (40-70 m).350 mil. Contohnya adalah The Greaat Barier reef yang berderet disebelah timur laut Australia dengan panjang 1. karang batu cenderung mempunyai pertumbuhaan yang kurang baik bahkan banyak mati karena sering mengalami kekeringan dan banyak endapan yang datang dari darat.

9 . Contohnya adalah atol di Pulau Taka Bone Rate di Sulawesi Selatan. 3) Terumbu karang cincin (atol) yang melingkari suatu goba (laggon). Kedalaman goba didalam atol sekitar 45m jarang sampai 100m seperti terumbu karang penghalang.Gambar 3. The Greaat Barier reef di Australia.

Gambar 4. yaitu : y Karang hermatipik Karang hermatifik adalah karang yang dapat membentuk bangunan karang yang dikenal menghasilkan terumbu dan penyebarannya hanya ditemukan didaerah tropis. Perbedaan utama karang Hermatipik dan karang ahermatipik adalah adanya simbiosis mutualisme antara karang hermatipik dengan zooxanthellae. yang terdapat di jaringan-jaringan polip binatang karang dan melaksanakan fotosistesis. Karang ahermatipik tidak menghasilkan terumbu dan ini merupakan kelompok yang tersebar luas diseluruh dunia. Ciri ini akhirnya digunakan untuk 10 . seperti Gymnodinium microadriatum. yaitu sejenis algae unisular (Dinoflagellata unisular). Pulau taka bone di Sulawesi Berdasarkan kepada kemampuan memproduksi kapur maka karang dibedakan menjadi dua kelompok. Hasil samping dari aktivitas ini adalah endapan kalsium karbonat yang struktur dan bentuk bangunannya khas. Karang hermatipik mempunyai sifat yang unik yaitu perpaduan antara sifat hewan dan tumbuhan sehingga arah pertumbuhannya selalu bersifat fototeopik positif. Umumnya jenis karang ini hidup di perairan pantai /laut yang cukup dangkal dimana penetrasi cahaya matahari masih sampai ke dasar perairan tersebut. y Karang ahermatipik.

yang keduanya dibedakan secara asal-usul. Jasa struktur fisik sebagai pelindung pantai. 5. crustacean bagi masyarakat yang hidup dikawasan pesisir. 2. morfologi dan fisiologi. Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia. Jasa sosial dan budaya sebagai nilai keindahan. Disamping itu untuk hidup binatang karang membutuhkan suhu air yang hangat berkisar antara 25-32 oC (Nybakken. Sedangkan untuk jasa dari ekosistem terumbu karang dibedakan : 1. Jasa biologi sebagai habitat dan dan suport mata rantai kehidupan.menentukan jenis atau spesies binatang karang. Selain itu bersama dengan ekosistem pesisir lainnya menyediakan makanan dan merupakan tempat berpijah bagi berbagai 11 . 4. 3. rumput laut dan tambang seperti pasir. 1982). mollusca. Untuk barang merupakan yang terkait dengan sumberdaya pulih seperti bahan makanan yaitu ikan. Jasa biokimia sebagai fiksasi nitrogen. Dalam proses pembentukan terumbu karang maka karang batu (Scleractina ) merupakan penyusun yang paling penting atau hewan karang pembangun terumbu (reef building corals). Cesar (2000) menjelaskan bahwa ekosistem terumbu karang banyak meyumbangkan berbagai biota laut seperti ikan karang. Jasa informasi sebagai pencatatan iklim. Karang batu termasuk ke dalam Kelas Anthozoa yaitu anggota Filum Coelenterata yang hanya mempunyai stadium polip. biologis atau proses ekosistem sebagai penyumbang barang maupun jasa. rekrasi dan permainan Terumbu karang menyediakan berbagai manfaat langsung maupun tidak langsung. Moberg and Folke (1999) dalam Cesar (2000) menyatakan bahwa fungsi ekosistem terumbu karang yang mengacu kepada habitat. karang. Menurut Veron (1995) terumbu karang merupakan endapan massif (deposit) padat kalsium (CaCo3) yang dihasilkan oleh karang dengan sedikit tambahan dari alga berkapur (Calcareous algae) dan organisme -organisme lain yang mensekresikan kalsium karbonat (CaCo3).

Apabila hal ini dilakukan secara intensif. Namun dibalik potensi tersebut. bahwa 16% dari total hasil ekspor ikan Indonesia berasal dari daerah karang. Semakin beragam jenis terumbu karang akan semakin beraneka ragam pula jenis ikan yang hidup di ekosistem tersebut. memungkinkan ekosistem ini dijadikan tempat pemijahan. Sementara itu Supriharyono (2000) mengemukakan bahwa tingginya produktivitas primer di perairan terumbu karang. Dengan meningkatnya jumlah penduduk saaat ini maka jumlah aktivitas penangkapan ikan di ekosistem terumbu karang juga meningkat. pengasuhan. maka kondisi ini memungkinkan terjadinya penurunan stock ikan di ekosistem terumbu karang. Keadaan ini akan memakan waktu lama untuk bisa pulih kembali. aktivitas manusia dalam rangka pemanfaatan potensi sumberdaya alam didaerah pantai.jenis biota laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Menurut Suprihayono (2000) beberapa aktivitas pemanfaatan terumbu karang yaitu : 1) Perikanan terumbu karang Masalah perikanan merupakan bagian dari ekosistem bahkan keanekaragaman karang dapat mencerminkan keanekaragaman jenis ikan. sehingga teknik penangkapan yang tepat dapat ditentukan.000 km 2 dan mempunyai kaenekaragaman jenis dan produktivitas primer yang tinggi. Menurut Munro dan William dalam Dahuri (1996) dari perairan yang terdapat ekosistem terumbu karang pada kedalaman 30 m setiap kilometer perseginya terkandung ikan sebanyak 15 ton. Pengelolaan yang efektif harus didasarkan pada pengetahuan biologis target spesies. Menurut Salam (1984) dalam Supriharyono (2000). dan mencari makan bagi banyak biota laut. Pengelolaan terumbu karang ini cenderung lebih banyak ditekankan pada pengambilan karang atau aktivitas manusia seperti 12 . Oleh karena itu masalah perikanan tidak bisa diabaikan pada pengelolaan ekosistem terumbu karang. Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan sekitar 50. baik secara langsung maupun tidak langsung sering merusak terumbu karang.

pengeboman ikan karang. ‡ Membantu pengusaha menempati kebijaksanaan± pemerintah ‡ Pengadaaan dana pinjaman untuk pembangunan infra struktur. pemerintah lokal dan regional dan masyarakat Badan kerjasama pariwisata dapat dijumpai di Nusa Dua Bali dan Manado. intensifikasi pertanian.Namun kedua agen atau arganisasi tersebut lebih mementingkan profit daripada harapan konservasi yaitu pelestarian sumberdaya alam laut. bersama-saa dengan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) 13 . Adapun tugas badan ini diantaranya adalah ‡ Menjaga daya tarik masyarakat terhadap pengembangan pariwisata . 3) Aktivitas Pembangunan Daratan Aktivitas pembangunan di daratan sangat menentukan baik buruknya kesehatan terumbu karang. Aktivitas pembangunan yang tidak direncanakan dengan baik di daerah pantai akan menimbulkan dampak terhadap ekosistem terumbu karang. 2) Aktivitas Pariwisata Bahari Untuk menjaga kelestarian potensi sumberdaya hayati daerah-daerah wisata bahari. Sebagai akibatnya aktivitas mereka sering menimbulkan hal hal yang tidak diinginakan atau bertentangan dengan nilai estetika atau carrying capacity lingkungan laut. Beberapa aktivitas seperti pembukaan hutan mangrove. penebangan hutan. maka di Indonesia telah dibentuk suatu kerja sama pengembangan kepariwisataan (Tourism Development Coorporation) yang modalnya berasal dari dari para investor lokal. ‡ Pemanfaatan taman laut untuk tujuan wisata pada umumnya diperoleh melalui agenagen pariwisata dan scuba diving . dan yang lainnnya secara tidak langsung dapat merusak karang.

namun terumbu karang tersebut tidak bersimbiosis dengan zooxanhellae dan tidak membentuk karang.2 Habitat Terumbu Karang Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut. pengambilan pasir dan pengambilan karang dan kerang untuk cinderamata secara langsung maupun tidak langsung akan memebahayakan kehidupan terumbu karang. selain itu tumpahan minyak tanker juga membahayakan terumbu karang seperti yang terjadi di jalur lintasan international. Beberapa tipe terumbu karang dapat hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya. 14 . Hal ini dapat berpengaruh pada penetrasi cahaya oleh terumbu karang. seperti pembangunan darmaga pelabuhan. 3. pengeboran minyak. 4) Aktivitas Pembangunan di Laut Aktivitas pembangunan di laut. Kondisi Optimum Untuk dapat bertumbuh dan berkembang biak secara baik. Terumbu karang juga memilih hidup pada lingkungan perairan yang jernih dan tidak berpolusi. Konstruksi pier dan pengerukan alur pelayanan menaikkan kekeruhan demikian juga dengan eksploitasi dan produksi minyak lepas pantai. yaitu pada suhu hangat sekitar di atas 20oC.yang jelek umumnya akan meningkatkan kekeruhan dan sedimentasi di daerah terumbu karang. terumbu karang membutuhkan kondisi lingkungan hidup yang optimal. penambangan karang.

ikan ekor kuning). penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. baik secara ekologi maupun ekonomi.3 Manfaat Terumbu Karang Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam. Oleh karena itu. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut.Beberapa terumbu karang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan kegiatan fotosintesis. seperti ikan kerapu. 15 . batu karang. Menurut Cesar (1997) estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. 3. wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya. oksigen-oksigen hasil fotosintesis yang terlarut dalam air dapat dimanfaatkan oleh spesies laut lainnya. ikan baronang. Polip-polip penyusun terumbu karang yang terletak pada bagian atas terumbu karang dapat menangkap makanan yang terbawa arus laut dan juga melakukan fotosintesis. Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah: y sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan. y y pariwisata. serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.

kehidupan karang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak.3. Di reef slope. Zona ini diawali oleh reef slope atau lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas.4 Zonasi terumbu karang Windward reef (terumbu yang menghadap angin) Windward merupakan sisi yang menghadap arah datangnya angin. Leeward reef (terumbu yang membelakangi angin) Leeward merupakan sisi yang membelakangi arah datangnya angin. Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter. Zona ini umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada windward reef dan memiliki bentangan goba (lagoon) yang cukup lebar. di bagian atas reef front terdapat penutupan alga koralin yang cukup luas di punggungan bukit terumbu tempat pengaruh gelombang yang kuat. Akhirnya zona windward diakhiri oleh rataan terumbu (reef flat) yang sangat dangkal. Namun. Daerah ini disebut sebagai pematang alga atau algal ridge. pada kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu atau reef front yang memiliki kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur. namun kondisinya kurang ideal untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar. Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu (patch reef). 16 .

y y y y y y terdapatnya predator terumbu karang. membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam. Ancaman terhadap terumbu karang dibagi menjadi dua kategori yaitu ancaman bencana alam dan ancaman yang ditimbulkan oleh manusia. Sedangkan ancaman yag disebabkan oleh aktivitas manusia adalah : y y y y y y Praktek penangkapan dengan racun.3. semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang ke laut. perubahan suhu. y Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya. polusi dan sampah Pertambangan Praktek tourism yang tidak berkelanjutan. Sedimentasi . muroami . seperti pemakaian bom ikan 17 .5 Kerusakan Terumbu Karang Ancaman terhadap terumbu karang Fenomena alam dan berbagai tindakan destruktif masyarakat mengancam kesehatan maupun keberadaan terumbu karang. satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang y pemborosan air. seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga. seperti sejenis siput drupella. Ancaman yang ditimbulkan oleh alam termasuk kerusakan akibat badai. penambangan pembangunan pemukiman reklamasi pantai polusi penangkapan ikan dengan cara yang salah. dengan peledak. y pengunaan pupuk dan pestisida buatan.

Gambar 5. Untuk menjaga profit yang menggiurkan ini mau tidak mau supply tetap banyak dan biaya ektraksi harus murah. Dengan nilai pasar yang tinggi berkisar US$ 60-180 per kilo telah menyebabkan perburuan ikan karang dihampir seluruh perairan Indonesia.Cesar (2000) melaporkan terjadi praktek penangkapan besar±besaran dengan bahan peledak dan cianida di Indonesia. sehingga masyarakat beramai-ramai memanen ikan menggunakan bahan peledak dan sianida. Penyebabnya adalah demand yang tinggi terhadap ikan karang terutama jenis kerapu ( groupers) maupun ikan Napoleon wrasse. Penggunaan sianida 18 . Penggunaan bom ikan Gambar 6.

Kerusakan terumbu karang Umumnya penyebab sedimentasi karena penebangan hutan atau aktivitas masyarakat kota.Gambar 7. koral adalah kerangka ekosistemnya.8 mlyar USD Sehingga total manfaat yang didapatkan dari ekosistem terumbu karang adalah 327 milyar USD. Di dalam terumbu karang. sehingga simbiose algae dan karang menjadi terhalang dari penangkapan cahaya matahari. atau sepertiga dari total biaya sebesar 987 milyar USD.dari perikanan 221 milyar USD. Penambangan karang tidak hanya menghancurkan karang tetapi juga mengakibatkan penebangan hutan untuk pembakaran karang. Sedangkan polusi yang terjadi disebabkan oleh bahan kimia pertanian dan limbah industri yang dibuang keperairan. Penambangan karang juga berdampak terhadap jasa ekologis seperti pelindung garis pantai . Menurut penelitian Cesar (2000) biaya polusi dan sampah kota selama 1 tahun di Indonesia adalah 987 milyar USD. Baik buruknya kondisi suatu 19 . Sedangkan keuntungan dari tourisme adalah 101 milyar USD. Sebagai hewan yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya. dan kesehatan (farmasi ) sebesar 4. koral merupakan komponen yang terpenting dari ekosistem tersebut. umumnya untuk membangun fondasi rumah penduduk atau kantor pemerintah di pulau terpencil dan untuk campuran semen. Praktek penambangan karang sejak lama terjadi. Sedimentasi yang lebih parah terjadi apabila penutupan lahan seperti reklamasi daerah estuaria dan pantai.

Karang mendapatkan makanan sebagian besar (>70%)dari algae zooxanthellae yang terdapat di dalam tubuhnya sedangkan sisanya ia dapat memakan plankton atau bahkan sedimen. Jika istilah karang digunakan secara sendiri maka itu mengacu pada karang batu atau karang terumbu. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem dengan efisiensi yang sangat tinggi. 20 . Karang kadangkala disebut juga sebagai karang batu (karang yang keras seperti batu) atau karang terumbu (karang yang menghasilkan kapur pembentuk terumbu). Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. terutama di Indonesia meningkat secara pesat.2% ([Webmaster] 2001). Kehadiran karang di terumbu akan diikuti oleh kehadiran ratusan biota lainnya (ikan. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia. Dewasa ini. sebaliknya hilangnya karang akan diikuti oleh perginya ratusan biota penghuni terumbu karang. laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem penanganannya. invertebrata.000 km2.ekosistem terumbu karang dilihat dari komunitas karangnya. karang juga meningkatkan kompleksitas dan produktivitas ekosistem. Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada ekosistem terumbu karang alami. Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). kerusakan terumbu karang. bukan karang lunak. Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya sekitar 6. Lokasinya yang dekat pantai mengakibatkan pertemuan berbagai komponen biotik yang memberikan banyak masukan dan menghasilkan energi yang besar Disamping menghasilkan sedimen kapur pembentuk terumbu. Hal ini untuk membedakannya dengan karang lunak. Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60. algae).

Banyak yang dilakukan oleh manusia yang merusak terumbu karang. 21 . Terumbu karang juga menjaga kelestarian dari luat. bila terumbu karang rusak maka ekosistemnya akan rusak. Pemulihan terumbu karang yang rusak sangatlah lama memerlukan waktu ratusan taun untuk menumbuhkan terumbu karang agar dapat menjadi tempat yang baik untuk hidup ikan.BAB III KESIMPULAN 3. mereka tidak sadar bahwa apabila terumbu karang rusak maka laut sebagi sumber mata pencarian mereka juga akan ikut rusak. Kelakukan buruk yang dilakukan manusia mengancam ekosistem terumbu karang.1 kesimpulan Ekosistem terumbu karang di laut sangat penting. Karena terumbu karang merupakan tempat hidup dan tempat mencari makan dari berbagai jenis ikan yang ada di laut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful