You are on page 1of 7

HUBUNGAN SIKAP CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN

PASIEN DI RUANG CENDANA II RSUD UNIT SWADANA


PARE – KEDIRI TAHUN 2008
Sukatmi*, Dwi Yohana Wati**
*) Dosen Akper Pamenang Pare – Kediri
**) Perawat RSUD Pare

The most important aspect of nursing care is the attitude and performance of nursing, but, in fact, by this time
found some nurses not perform the caring aspect of nursing and they not perform nursing care as the patient
need. The The purpose of this reseach is to know the relation of caring attitude of nurse with satisfaction of
patient level at Cendana II room.
In this reseach using cross sectional design with population is all patient at Cendana II room of RSUD Unit
Swadana Pare – Kediri about 81 average responder each mounth, total of sampel is 67 responder by purposive
sampling tehnique. The way of data collecting using kuesioner. Independent variable of caring attitude of nurse
than dependen variable is patient satisfaction level.
From result of Spearman Rho correlational test with SPSS get correlation result is 0,359 with sig (p) 0,003
with alfa 5% which show that 0,003 < 0,05 which show that H0 refused. So, there are relation between caring
attitude of nurse with patient satisfaction level.
With caring atitude of nurse more better in medical treatment, the patient will satisfied to the nurse service.
From that data can conclusision that there is relation of caring attitude of nurse with patient satisfaction level.
Hopely, nurse to more improve their caring in order the patient satisfied to treatment service.

Keyword : Attitude, nurse caring, satisfaction level

Latar Belakang pasien yang dirawat menyatakan bahwa pelayanan yang


Keperawatan adalah ujung tombak pelayanan ada di ruang cendana II RSUD Unit Swadana Pare –
kesehatan di rumah sakit yang menjadi salah satu Kediri kurang cepat ini terbukti dengan perawat tidak
indikator mutu pelayanan kesehatan dan berperan langsung datang pada saat pasien memerlukan bantuan,
dalam menentukan kepuasan pasien. Dalam perawat terlalu sibuk di kantor, dan perawat di ruang
memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien Cendana ada yang kurang ramah dan kurang perhatian
yang terpenting adalah terlibatnya sikap caring terhadap pasien.
perawat yang merupakan inti atau fokus dari Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan
praktek keperawatan profesional (Anjaswarni et all, peneliti di RSUD Unit Swadana Pare - Kediri, diperoleh
2002). Caring adalah tindakan yang bertujuan data mengenai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
memberikan asuhan fisik dan perhatian emosi serta pada triwulan I tahun 2007 menunjukkan nilai rata –
meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien rata dari semua unsur pelayanan yang diberikan di
(Carruth et all, 1999 dalam Nurachmah, 2001). RSUD Unit Swadana Pare – Kediri adalah 72,03% yang
Menurut Mayehoff sikap caring diberikan melalui berarti bahwa kepuasan masyarakat terhadap pelayanan
kejujuran, kepercayaan dan niat baik dari perawat yang diberikan oleh RSUD Unit Swadana Pare mutu
kepada pasien dan sikap ini juga harus dapat dan kinerjanya adalah baik. Sedangkan hasil dari
diterima dan dirasakan oleh pasien (Nurachmah, pemberian kuesioner pada 10 responden di ruang
2001). Namun kenyataan yang masih terus dihadapi Cendana II RSUD Unit Swadana Pare – Kediri
hingga saat ini adalah beberapa perawat tidak didapatkan hasil dari kuesioner sikap caring perawat
memahami secara tepat arti dari kata caring atau adalah 4 (40%) responden menyatakan sikap caring
asuhan (Margaretha, 2005). Sedangkan di ruang perawat cukup, 3 (30%) responden menyatakan sikap
Cendana II RSUD Unit Swadana Pare – Kediri caring perawat baik, 2 (20%) responden menyatakan

Hubungan Sikap Caring Perawat


Dengan Tingkat Kepuasan...
18
sikap caring perawat kurang, 1 (10%) responden diperlukan kesadaran diri perawat terhadap tugas dan
menyatakan sikap caring perawat sangat baik. tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan
Sedangkan hasil kuesioner tingkat kepuasan pasien keperawatan tanpa mengabaikan tugas interdependen
didapatkan 4 (40%) responden menyatakan tidak perawat terhadap dokter dengan menggunakan
puas terhadap pelayanan keperawatan, 2 (20%) pendekatan interpersonal dan komunikasi terapeutik
responden menyatakan sangat tidak puas, 3 (30%) (Margaretha, 2005). Untuk itu peneliti tertarik untuk
responden menyatakan puas, dan 1 (10%) mengambil judul “Hubungan sikap caring perawat
responden menyatakan sangat puas. dengan tingkat kepuasan pasien di ruang Cendana II
Perawat dalam memberikan pelayanan RSUD Unit Swadana Pare – Kediri Tahun 2008”
keperawatan terdapat kecenderungan tidak bersikap
caring, hal ini dikarenakan katidaktahuan perawat Identifikasi Masalah
terhadap caring sehingga perawat dalam Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka
memberikan pelayanan kesehatan lebih banyak peneliti merumuskan masalah adakah hubungan antara
terlibat secara aktif pada fenomena medik. Bahkan sikap caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien
dalam praktek keperawatan kebanyakan perawat diruang Cendana II RSUD Unit Swadana Pare – Kediri
mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai tahun 2008?
waktu untuk mendengarkan pasien, memberi
dukungan, kenyamanan dan tindakan caring yang Tujuan Penelitian
lainnya. Akibatnya tindakan caring perawat yang 1. Tujuan Umum
merupakan inti dalam praktek keperawatan menjadi Mengetahui hubungan sikap caring perawat dengan
terabaikan dan asuhan keperawatan yang bermutu tingkat kepuasan pasien di ruang Cendana II RSUD
tidak dapat dicapai, dan ini dapat berdampak pada Unit Swadana Pare – Kediri Tahun 2008.
kualitas asuhan keperawatan yang pada akhirnya 2. Tujuan Khusus
mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan a. Mengidentifikasi sikap caring perawat dalam
keperawatan khususnya dan pelayanan kesehatan memberikan pelayanan keperawatan kepada
secara menyeluruh dan menimbulkan ketidak pasien di ruang Cendana II RSUD Unit
harmonisan antara hubungan perawat dan pasien. Swadana Pare – Kediri Tahun 2008.
Selain itu juga dapat menimbulkan penurunan b. Mengidentifikasi tingkat kepuasan pasien
jumlah pasien yang menggunakan jasa pelayanan terhadap pemberian pelayanan keperawatan
rumah sakit dan apabila ini terus berlanjut, yang diberikan melalui sikap caring perawat di
dimungkinkan rumah sakit akan sepi dari pengguna ruang Cendana II RSUD Unit Swadana Pare –
jasa pelayanan rumah sakit atau pelanggan. Kediri Tahun 2008.
Dengan demikian untuk mewujudkan asuhan c. Menganalisa hubungan antara sikap caring
keperawatan yang bermutu diperlukan pengetahuan perawat dengan tingkat kepuasan pasien di
dan keterampilan khusus yang memadai serta ruang Cendana II RSUD Unit Swadana Pare –
memperlihatkan sikap caring perawat yang Kediri Tahun 2008.
merupakan media dalam memberikan asuhan
keperawatan. Dan untuk meningkatkan pengetahuan Desain Penelitian
perawat terhadap sikap caring maka diperlukan Berdasarkan tujuan penelitian desain yang digunakan
suatu pendidikan kesehatan ataupun suatu pelatihan dalam penelitian ini adalah analitik. Dalam penelitian
– pelatihan tentang caring. Dan selain itu juga dapat ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap
dilakukan pelatihan tentang public relation dimana caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien, dengan
perawat dapat belajar bagaimana berhubungan menggunakan pendekatan cross sectional, artinya suatu
dengan orang lain dalam hal ini pasien sehingga penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara
dapat menimbulkan hubungan yang harmonis antara faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan
perawat dan pasien, dan perawat diharapkan lebih observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu
berfokus pada pasien sebagai penerima jasa saat. Artinya tiap subyek penelitian hanya diobservasi
pelayanan dengan memberikan sikap caring dalam sekali. Hal ini tidak berarti bahwa semua subyek
setiap kontak dengan pasien. Dan selain itu juga penelitian diamati pada waktu yang sama

Jurnal AKP 19
(Notoadmojo,2003). Variabel dalam penelitian ini
adalah sikap caring perawat sebagai variabel Dari grafik menunjukkan 32 responden (48%)
independen dann tingkat kepuasan pasien sebagai berjenis kelamin laki – laki dan 35 responden (52%)
variabel dependen. Penelitian dilaksanakan di berjenis kelamin perempuan
Ruang Cendana II RSUD Unit Swadana Pare Kediri
pada tanggal 28 Februari sampai 16 Maret 2009.
Populasi pada penelitian ini diperkirakan dari rata- b. Distribusi Umur
rata jumlah pasien yang masuk di Ruang Cendana,
yaitu sekitar 81 pasien per bulan. Sampel penitian 25
adalah pasien rawat inap di Ruang Cendana II 21
RSUD Unit Swadana Pare sebanyak 67 pasien. 20

Pemilihan sampel penelitian dilakukan secara 15


15 14
simple random samping (acak sederhana).
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 10 8
kuesioner yang terdiri atas kategori yang pertama 6
tentang sikap caring perawat dengan jumlah 5
3
pertanyaan sebanyak 20 pertanyaan dan kategori
0
yang kedua adalah tentang tingkat kepuasan pasien 10 - 20 th 21 - 30 th 31 - 40 th 41 - 50 th 51 - 60 th > 60 th
dengan jumlah pertanyaan sebanyak 23 pertanyaan.
Hasil pengumpulan data pada lembar kuesioner
kemudian diberi skore dan kode, lalu dilakukan Dari grafik dapat diketahui bahwa dari 67
tabulasi pada skor dan kode tersebut dan diolah, responden yang diteliti didapatkan 3 responden
meliputi identifikasi masalah penelitian, pengkajian (4%) dengan umur antara 10 – 20 tahun, 6
tentang masalah penelitian dengan Uji Sperman responden (9%) dengan umur antara 21 – 30 tahun,
Test dengan tingkat kemaknaan = 0,05. Uji 8 responden (12%) dengan umur antara 31 – 40
Spearman Test sumber data untuk kedua variabel tahun, 14 responden (21%) dengan umur antara 41 –
yang akan dikonversikan dapat berasal dari sumber 50 tahun, 15 responden (22%) dengan umur antara
yang tidak sama, jenis data yang dikorelasikan 51 – 60 tahun dan 21 responden (32%) dengan
adalah data ordinal, serta serta data dari kedua umur > 60 tahun.
variabel tidak harus membentuk distribusi normal.
Jadi, korelasi Spearman Test adalah bekerja dengan c. Distribusi Pendidikan
data ordinal atau berjenjang atau rangking, dan
bebas distribusi (Sugiono, 2006). 25

Hasil Penelitian 20 19
18
Data Umum 16
15 13
a. Distribusi Jenis Kelamin
10

35
35 5
32
30
0
25
SD SLTP SLTA PT
20

15

10
Pada grafik menunjukkan bahwa dari 67 responden
5
yang diteliti didapatkan 16 responden (24%) tamat
SD, 18 responden (27%) tamat SMP, 19 responden
0
Laki-Laki Perempuan
(29%) tamat SMA, dan sebanyak 13 responden
(20%) tamat Perguruan Tinggi (PT).

Hubungan Sikap Caring Perawat dengan 20


Tingkat Kepuasan Pasien ...
d. Distribusi Pekerjaan b. Tingkat Kepuasan Pasien
30
50
25 50
25
40
20 18
30
15
11
10
10 20
14
5 10
3 3
0 0
Tidak Kerja Pelajar Wiraswasta PNS Pensiunan Sangat Puas Puas Tidak Puas

Dari grafik diatas dapat diketahui dari 67 Dari diagram dapat diketahui dari 67 responden
responden yang diteliti sebagian besar yang diteliti, 14 responden (21%) menyatakan
responden 25 responden (38%) sebagai sangat puas dengan pelayanan keperawatan yang
wiraswasta, sebanyak 18 responden (27%) diberikan, 50 responden (75%) menyatakan puas,
sebagai PNS, sebanyak 11 responden (16%) dan 3 responden (4%) menyatakan tidak puas, dan
sudah pensiun, sebanyak 10 responden (15%) dari gambar tersebut juga dapat diketahui bahwa
tidak bekerja dan sebanyak 3 responden (4%) tidak ada responden (0%) yang menyatakan sangat
masih sebagai pelajar. tidak puas dengan pelayanan keperawatan yang
diberikan oleh perawat.
Data Khusus
a. Sikap Caring Perawat c. Hubungan Sikap Caring Perawat dengan Tingkat
Kepuasan Pasien
Kepuasan
52 Sangat Tidak
50 Sikap Puas
Puas Puas
Caring
40
12 38 2
Sangat Baik
30 (17,9%) (56,7%) (3%)
2 8 1
20 Baik
11
(3%) (12%) (1,5%)
10
4 0 4 0
Cukup Baik
0
(0%) (6%) (0%)
Sangat Baik Baik Cukup
Dari tabel menunjukkan bahwa dari 67
responden yang diteliti , 38 responden (56,7%)
Dari gambar 4. 5 menunjukkan bahwa dari 67 menyatakan sikap caring perawat sangat baik
responden yang diteliti terdapat 52 responden dengan tingkat kepuasan puas, 8 responden (12%)
(78%) menyatakan sikap caring perawat sangat menyatakan sikap caring perawat baik dengan
baik, 11 responden menyatakan sikap caring tingkat kepuasan puas, dan 4 responden (6%)
perawat baik, dan sebanyak 4 responden (6%) menyatakan sikap caring perawat cukup baik
menyatakan sikap caring perawat cukup baik, dengan tingkat kepuasan puas.
dan dari gambar tersebut juga menunjukkan d. Analisa Data dengan Korelasi Spearman Rho
bahwa tidak ada responden (0%) yang Dari hasil analisa data dengan menggunakan
menyatakan bahwa sikap caring perawat di korelasi Spearman rho terlihat jelas, bahwa korelasi
ruang Cendana II RSUD Unit Swadana Pare – antara sikap caring perawat dengan tingkat
Kediri kurang baik.

Jurnal AKP 21
kepuasan pasien adalah signifikan, karena kepercayaan dan niat baik, sehingga sikap ini dapat
angka signifikan (sig) yang diuji dua sisi (2 – diterima dan dirasakan oleh pasien selama dalam
tailed) adalah 0,003 masih dibawah angka 0,05 perawatan. Dan selain itu juga pengetahuan,
(alfa / tingkat kesalahan = 5% = 0,05) atau keterampilan profesional dan kesadaran diri perawat
confidence interval of mean / tingkat terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam
kepercayaan rata – rata (100% - 5% = 95%) memberikan pelayanan keperawatan tanpa
atau istilah lain 0,003 < 0,05 ini berarti Ho mengabaikan tugas interdependen perawat terhadap
ditolak dan H1 diterima. Berarti ada hubungan dokter sangat diperlukan. Jadi, perawat dalam
antara sikap caring perawat dengan tingkat memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan
kepuasan pasien. Sedangakan nilai korelasi (r) melalui kejujuran, kepercayaan, niat baik dan juga
adalah 0,359 yang menunjukan terdapat korelasi pengetahuan, keterampilan profesional dan
positif, yang berarti semakin baik sikap caring kesadaran diri dari perawat yang semakin baik maka
perawat maka semakin baik tingkat kepuasan pasien akan merasakan bahwa sikap caring perawat
pasien. Dan tingkat hubungan antara sikap akan semakin baik pula.
caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien
rendah. 2. Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Cendana II
RSUD Unit Swadana Pare – Kediri Tahun 2008
Pembahasan Berdasarkan hasil analisa data tentang
1. Sikap Caring Perawat di Ruang Cendana II tingkat kepuasan pasien pada gambar 4.6
RSUD Unit Swadana Pare – Kediri Tahun 2008 menunjukan bahwa dari 67 responden yang diteliti,
Berdasarkan hasil analisa data tentang ada sebanyak 50 responden (75%) dengan tingkat
sikap caring perawat pada gambar 4. 5 kepuasan puas, 14 responden (21%) dengan tingkat
menunjukan bahwa dari 67 responden yang kepuasan sangat puas, 3 responden (4%) dengan
diteliti ada sebanyak 52 responden (78%) tingkat kepuasan tidak puas dan tidak ada responden
menyatakan sikap caring perawat sangat baik, (0%) dengan tingkat kepuasan sangat tidak puas.
11 responden (16%) menyatakan sikap caring Kepuasan seseorang (Pekerja, pasien atau
perawat baik dan hanya 4 responden (6%) yang pelanggan) berarti terpenuhinya kebutuhan yang
menyatakan sikap caring perawat cukup baik. diinginkan yang diperoleh dari pengalaman
Sikap adalah kesiapan untuk berkreasi melakukan sesuatu, pekerjaan, atau memperoleh
terhadap obyek dilingkungan, sikap belum perlakuan tertentu dan memperoleh sesuatu sesuai
merupakan suatu tindakan atau aktivitas akan kebutuhan yang diinginkan (Gibson dalam Harianto
tetapi merupakan tingkah laku terbuka et all, 2005).
(Notoatmojo, 1997). Sedangkan caring adalah Dari hasil penelitian hampir sebagian
suatu rasa peduli , hormat dan menghargai responden dengan tingkat kepuasan puas. Hal ini
orang lain artinya memberi perhatian dan disebabkan karena terpenuhinya kebutuhan pasien
mempelajari kesukaran – kesukaran seseorang yang diperoleh dari perlakuan yang diberikan oleh
dan bagaimana seseorang berperilaku, bertindak perawat dalam membantu memenuhi kebutuhan
dan berperasaan (Sobel dalam Margaretha, pasien, sehingga pasien akan merasa puas terhadap
2006). Sikap caring diberikan melalui pelayanan keperawatan yang telah diberikan oleh
kejujuran, kepercayaan dan niat baik dari perawat. Dengan demikian semakin terpenuhinya
perawat kepada pasien dan sikap ini juga harus kebutuhan pasien terhadap pelayanan keperawatan
dapat diterima dan dirasakan oleh pasien. maka semakin puas pula tingkat kepuasan pasien
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terhadap pelayanan yang diberikan oleh perawat.
hampir sebagian besar responden menyatakan
bahwa perawat bersikap baik dalam 3. Hubungan Sikap Caring Perawat dengan Tingkat
memberikan pelayanan keperawatan yang Kepuasan Pasien di Ruang Cendana II RSUD Unit
diberikan melalui sikap caring, hal tersebut Swadana Pare – Kediri Tahun 2008
dikarenakan perawat dalam memberikan Berdasarkan tabel hasil penelitian
pelayanan keperawatan melalui kejujuran, menunjukan bahwa dari 67 responden yang diteliti,

Hubungan Sikap Caring Perawat dengan 22


Tingkat Kepuasan Pasien ...
sebagian besar 38 responden (56,7%) dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Cendana II
menyatakan sikap caring perawat sangat baik RSUD Unit Swadana Pare – Kediri Tahun 2008” dapat
dengan tingkat kepuasan puas, sedangkan diambil kesimpulan :
sebagian kecil 1 responden (1,5%) menyatakan 1. Berdasarkan hasil penelitian dari 67 responden yang
sikap caring perawat baik dengan tingkat diteliti sebagian besar responden, 52 responden
kepuasan tidak puas,. Dari hasil uji statistik (78%) menyatakan sikap caring perawat sangat baik
Spearman rho dengan SPSS (Statistik Product di ruang Cendana II RSUD Unit Swadana Pare –
and Service Solution), didapatkan hubungan Kediri.
yang signifikan antara sikap caring perawat 2. Berdasarkan hasil penelitian dari 67 responden yang
dengan tingkat kepuasan pasien di ruang diteliti sebagian besar responden, 50 responden
Cendana II RSUD Unit Swadana Pare – Kediri (75%) dengan tingkat kepuasan puas terhadap
karena angka signifikan (sig) yang diuji dua sisi pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat
(2 – tailed) adalah 0,003 masih dibawah angka di ruang Cendana II RSUD Unit Swadana Pare –
0,05 (alfa / tingkat kesalahan = 5% = 0,05) atau Kediri.
confidence interval of mean / tingkat 3. Berdasarkan hasil penelitian dari 67 responden yang
kepercayaan rata – rata (100% - 5% = 95%) diteliti sebagian besar responden, 38 responden
atau istilah lain 0,003 < 0,05 ini berarti Ho (57%) menyatakan sikap caring perawat sangat baik
ditolak dan H1 diterima. Berarti ada hubungan dengan tingkat kepuasan puas. Dan hasil analisa
antara sikap caring perawat dengan tingkat data berdasarkan uji korelasi Spearman rho
kepuasan pasien. Sedangakan nilai korelasi (r) diperoleh angka signifikan (sig) adalah 0,003 masih
adalah 0,359 yang menunjukan terdapat korelasi dibawah angka 0,05 (alfa / tingkat kesalahan = 5%
positif. Dan tingkat hubungan antara sikap = 0,05) atau istilah lain 0,003 < 0,05 ini berarti Ho
caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien ditolak dan H1 diterima. Berarti ada hubungan
rendah. antara sikap caring perawat dengan tingkat
Menurut Fraser dalam Harianto et all kepuasan pasien
(2005) bahwa kepuasan selalu dinyatakan
sebagai suatu rerata hasil perbandingan dari Saran
beberapa keadaan pada suatu saat tertentu, 1. Bagi Pasien
dengan demikian, pada suatu saat tertentu Diharapkan kepada pasien untuk lebih berpartisipasi
seseorang akan dapat merasa puas pada suatu aktif dalam pembangunan kesehatan dengan
aspek dari suatu keadaan. kepuasan pasien, dengan cara mau berberan aktif
Dari hasil penelitian hampir sebagian dalam pengisian penilaian lembar kuesioner yang
besar responden menyatakan sikap caring diadakan di rumah sakit sebagai bentuk penilaian
perawat sangat baik dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diperolehnya.
puas. Hal ini di sebabkan karena pelayanan
keperawatan yang diberikan melalui sikap 2. Bagi Institusi Pendidikan
caring perawat sudah sesuai dengan harapan Bagi institusi pendidikan diharapkan ada adik kelas
pasien sehingga pasien merasa puas. Sedangkan yang melanjutkan penelitian ini agar institusi
hasil dari analisa data menggunakan Spearman pendidikan memiliki literatur tambahan tentang
rho menunjukkan bahwa ada hubungan yang kepuasan pasien. Dan selain itu diharapkan kepada
signifikan antara sikap caring perawat dengan institusi pendidikan untuk menanamkan sikap dan
tingkat kepuasan pasien. Jadi, semakin baik perilaku caring sejak dini kepada para mahasiswa
sikap caring perawat kepada pasien maka keperawatan, dan dalam menyusun kurikulum
semakin puas pasien terhadap pelayanan pendidikan perawatan seyogyanya memasukkan
keperawatan yang diterimanya. unsur caring dalam setiap mata kuliah
3. Bagi Tempat Penelitian (RSUD Pare)
Kesimpulan Diharapkan kepada tempat penelitian, dalam hal ini
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh RSUD Unit Swadana Pare untuk lebih
peneliti tentang “Hubungan Sikap Caring Perawat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan

Jurnal AKP 23
terutama pelayanan yang diberikan melalui DAFTAR PUSTAKA
sikap caring perawat agar dapat memberikan
pelayanan keperawatan sesuai dengan apa yang Arikunto, Prof.Dr. Suharmisi.(2006)Prosedur
diharapkan oleh pasien terutama diruang Penelitian Suatu Pendekatan Praktik : PT Rineka
Cendana II RSUD Unit Swadana Pare - Kediri. Cipta.
Dan selain itu diharapkan kepada RSUD Unit
Azwar,Drs.Saifudin.(1995) Sikap Manusia Teoti Dan
Swadana Pare untuk mensosialisasikan konsep
Pengukurannya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
caring kepada perawat dengan mengadakan
penyuluhan, pelatihan tentang caring dan juga Azwar,Azrul & Prihartono,jodo.(2003) Metodologi
pelatihan tentang public relation sehingga Penelitian kedokteran dan kesehatan
perawat dapat memahami tentang sikap caring Masyarakat.Batam : Binarupa Aksara.
dan dapat berperilaku caring dalam setiap Notoatmojo,Dr.Soekidjo.(1996) Ilmu Kesehatan
kontak dengan pasien. Masyarakat Prinsip – Prinsip Dasar.Jakarta : PT
4. Bagi Profesi Keperawatan Rineka Cipta
Diharapkan bagi perawat untuk dapat
berperilaku caring dalam memberikan Notoatmojo,Dr.Soekidjo.(2005) Metodologi Penelitian
pelayanan keperawatan atau kontak dengan Kesehatan.Jakarta : PT Rineka Cipta.
pasien, dan dapat memperlihatkan sikap – sikap Nurrohmah DNSH, Dra.Elly: Asuhan Keperawatan di
sabar, jujur, rendah hati, empati kepada pasien Rumah Sakit.http://www.pr persi.or.id ( 30
sehingga pasien akan merasa puas terhadap September 2007 ).
pelayanan yang diberikan oleh perawat. Dan
pada akhirnya mutu asuhan keperawatan Nursalam.(2003) Konsep dan penerapan metodologi
diharapkan akan terjamin dengan peningkatan Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba
perilaku caring perawat. Medika.
Palestin, Bondan: Prinsip – Prinsip Etika
Penelitian.http://www.inna-ppni.or.id ( 25
September 2007)
Palestin, Bondan : Modalitas Perawat adalah
Empati.http://www.inna-ppni.or.id ( 16 September
2007 )
S.Pohan,Dr.Imbalo (2002) Jaminan Mutu Layanan
Kesehatan.Jakarta : EGC.
Sugiyono, Prof.Dr. (2006) Statistika Untuk Penelitian.
Bandung : C V Alfabeta.

Hubungan Sikap Caring Perawat dengan 24


Tingkat Kepuasan Pasien ...