You are on page 1of 3

Pengertian komunikasi

Terdapat banyak ahli yang telah memberikan definisi tentang komunikasi. Miller
(1996) dalam Nimran (1999) mengatakan bahwa komunikasi adalah kegiatan dimana
seseorang (sumber) secara sungguh-sungguh memindahkan stimuli guna
mendapatkan tanggapan, Indriyo Gitosudarmo dan I Nyoman Sudita (1997)
mendifinisikan komunikasi sebagai penyampaian atau pertukaran informasi dari
pengirim kepada penerima baik lisan, tertulis maupun menggunakan alat komunikasi.
Gibson (1996) mengatakan bahwa komunikasi itu adalah pengiriman informasi
beserta pemahamannya dengan menggunakan simbol verbal atau non verbal.
Sementara itu Robbins dan Coulter (2004) mengatakan pengertian komunikasi itu
adalah penyampaian dan pemahaman suatu maksud. Yang perlu diperhatikan dalam
definisi ini adalah penekanannya pada penyampaian maksud dan pemahaman
maksud. Tanpa penyampaian maksud, komunikasi tak akan pernah terjadi. Tanpa
pemahaman maksud komunikasi jarang berhasil. Beberapa ahli mengemukakan
beberapa pengertian tentang komunikasi dan pada prinsipnya komunikasi
digambarkan sebagai suatu hubungan dua arah antara pemberi pesan dan penerima
pesan untuk merubah perilaku individu. Si pengirim pesan dapat berupa seorang
individu, kelompok, atau organisasi. Begitu juga halnya dengan si penerima pesan
dapat berupa seorang anggota organisasi, seorang kepala bagian, pimpinan,
kelompok orang dalam organisasi, atau secara keseluruhan.

Proses komunikasi dan unsur komunikasi

Proses komunikasi

Menurut Kreps (1986:170) yang dikutip oleh Dody Hermana & Ujang Cepi Barlian
dalam jurnal mereka mengatakan bahwa proses komunikasi merupakan proses yang
timbal balik antara si pengirim dan si penerima pesan yang ditandai oleh saling
mempengaruhi satu sama lainnya. Dengan demikian akan terjadinya perubahan
tingkah laku di dalam diri individu, baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Melalui proses komunikasi akan dapat ditentukan keputusan apa yang akan
dilakukan oleh setiap individu atau kelompok mengenai bagaimana menentukan
langkah atau hasil yang akan diperoleh ke depan, karena dengan komunikasi akan
dapat dijadikan pedoman dalam menentukan apakah kerjasama dapat dilanjutkan
atau tidak dapat dilanjutkan. Komunikasi sangat berperan dalam menjaga kebutuhan
manusia, karena komunikasi dibangun sebagai sebuah mekanisme penyesuaian diri
untuk manusia. Mekanisme penyesuaian diri adalah alat bagi manusia yang
digunakan untuk menolong mereka mengenali dan merespon yang mengancam
eksistensinya. Komunikasi menolong orang tetap selamat karena mereka diberikan
informasi tentang ancaman yang akan datang dan menolong mereka menghindari
atau mengatasi ancaman-ancaman

Efendi menyebutkan bahwa untuk memperlancar jalannya proses komunikasi


perlu adanya suatu proses yang dapat dilihat pada gambar berikut:

Keterangan:

1. Sender: Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseo-rang atau


sejum-lah orang.

2. Encoding: Penyandian, yaitu proses penga-lihan pikiran ke dalam bentuk


lambang.

3. Message: Pesan yang merupakan seperang-kat lambang bermakna yang


disampaikan oleh komunikator.

4. Media: Saluran komunikasi tempat berlalu-nya pesan dari komunikasi kepada


komunikan.

5. Deconding: Pengsandian, yaitu proses di mana komunikan me-netapkan makna


pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

6. Reciver : Komunikan yang menerima pesan dari komunikator.

7. Response: Tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterima


pesan.
8. Feedback: Umpan balik, yaitu tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau
disampaikan kepada komunikator.

9. Noise: Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi yang
berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh ko-munikator kepadanya.

Unsur komunikasi

Laswell yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendy (1996) dalam buku Ardana dkk
menegaskan bahwa komunikasi dalam prosesnya meliputi lima unsur yaitu:

1. Komunikator atau orang/ pihak yang menyampaikan suatu pesan kepada orang/
pihak lain.

2. Pesan, yang bisa berbentuk informasi, ide ataupun sikap.

3. Media, sebagai saluran untuk melangsungkan suatu pesan. Media di sini ada
yang berupa bahasa, isyarat dengan anggota tubuh, gambar dan warna, serta
lain lambang yang dapat digunakan untuk mengekspresikan pikiran atau
perasaan.

4. Komunikan atau orang/pihak yang menerima pesan.

5. Efek yakni dampak yang muncul pada pihak komunikan yang bisa berupa
dampak kognitif misalnya dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dampak yang lain
adalah dampak apektif dari yang sebelumnya tidak suka menjadi suka yang tak
setuju menjadi setuju. Dampak yang berkait dengan sikap juga menjadi sasaran
misalnya dari yang malas menjadi rajin yang sering ingkar menjadi patuh.

Refrensi :

Ardana, Komang, Ni Wayan Mujiati dan Anak Agung Ayu Sriathi. 2009. Perilaku
Keorganisasian Edisi 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hermana, Dody & Ujang Cepi Barlian. 2017. Komunikasi dalam Organisasi. E-Journal
Universitas Pendidikan Indonesia