Pledoi Lengkap Wiliardi Wizar NOTA PEMBELAAN Dalam Perkara Pidana Nomor : 1530/Pid.B/2009/PN.Jkt.

Sel Untuk dan atas nama Terdakwa: Nama : Kombes Pol Drs. Wiliardi Wizar Tempat tanggal lahir : Sibolga, 22 Maret 1960 Jenis Kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Anggota POLRI Agama : Islam Alamat : Perumahan Taman Ubud Permai I No.23 Lippo Karawaci Tangerang Yang didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam: Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 Jo Pasal 340 KUHP. I. PENDAHULUAN Majelis Hakim Yang kami hormati, Penuntut Umum Yang Terhormat, Serta hadirin Sidang Pengadilan yang mulia. Pada kesempatan ini tibalah saatnya bagi Kami sebagai Penasihat Hukum Terdakwa, menyampaikan dan membacakan Pleidooi atas tuntutan Penuntut Umum yang telah dibacakan pada persidangan hari Selasa tanggal 19 Januari 2009 yang lalu. Kami sebagai Penasihat Hukum dari Terdakwa, terlebih dahulu mengucapkan terima kasih, puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat, kekuatan dan kesehatan yang diberikan kepada kita semua yang terlibat dalam proses pemeriksaan perkara ini, sehingga persidangan dapat berjalan sesuai dengan waktu yang diperkirakan tanpa ada hambatan yang berarti. Selanjutnya dengan hati yang tulus, Kami sampaikan penghargaan dan rasa hormat yang setinggi-tingginya, disertai dengan ucapan terima kasih kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang telah memimpin persidangan ini dengan teliti, obyektif dan berwibawa, disertai dengan sikap yang menghormati hak-hak azasi Terdakwa, sehingga telah mencerminkan bahwa Majelis Hakim Yang Mulia telah menghormati asas praduga tidak bersalah (presumption of innocent principle). Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa didalam memutuskan suatu perkara, pada hakekatnya seorang Hakim bertindak mewakili Tuhan yang sifatnya Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil dan Maha Bijaksana. Dengan demikian, Kami menyadari betapa berat tanggung jawab seorang Hakim dalam mempertimbangkan putusannya, karena putusan tersebut harus benar-benar sesuai dengan rasa keadilan yang diyakininya, yaitu tidak hanya didasarkan pada pertimbangan faktor-faktor yuridis saja, akan tetapi juga harus didasarkan pada pertimbangan rasa kemanusiaan dan keadilan yang diyakini oleh Majelis Hakim Yang Mulia. Pada kesempatan ini pula, perkenankan Kami untuk menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Panitera Pengganti dalam perkara ini, yang dengan tekun dan tanpa mengenal lelah, telah mencatat secara teliti semua peristiwa yang merupakan fakta persidangan kedalam Berita Acara Persidangan. Begitu pula kepada Sdr. Jaksa Penuntut Umum, penghargaan yang sama, patut pula kami sampaikan, karena telah berusaha melaksanakan kewajibannya selaku penuntut umum dalam perkara ini, meskipun dengan berat hati, Kami selaku Tim Penasihat Hukum Terdakwa, menyatakan bahwa “sangat tidak sependapat” dan secara tegas “menolak

sekeras-kerasnya Requisitoir” sdr.Jaksa Penuntut Umum”, dimana pada hari selasa, tanggal 19 Januari 2010 yang lalu, telah menuntut Terdakwa KOMBES POL.Drs.Wiliardi Wizar, dengan tuntutan pidana, agar Yang Mulia Majelis Hakim yang mengadili perkara pidana ini memutuskan : 1. Menyatakan Terdakwa Drs.Wiliardi Wizar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama saksi SIGID HARYO WIBISONO dan ANTASARI AZHAR dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan sengaja menganjurkan orang lain” yakni saksi EDUAR- DUS NOE NDOPO MBETE alias EDO, dkk. (para Terdakwa dalam perkara pembunuhan berencana terhadap korban alm. Nazrudin Zulkarnain Iskandar, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang) sebagaimana dalam Dakwaan Penuntut Umum melanggar Pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP juncto Pasal 340 KUHP; 2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Drs.WILIARDI WIZAR dengan pidana “M A T I”; 3. Menyatakan barang bukti sebagaimana requisitoir sdr.Jaksa Penuntut Umum yang terurai pada point 3 hal.92 s/d hal.95; dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk digunakan sebagai barang bukti dalam perkara lain atas nama Terdakwa SIGID HARYO WIBISONO; 4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.5000 (lima ribu rupiah); Sebelumnya dalam Nota Pembelaan ini, Kami berusaha melihat secara benar untuk kemudian mengungkapkannya kepada Majelis Hakim Yang Mulia serta hadirin dalam sidang ini, bahwa dengan dibawanya perkara ini ke persidangan oleh Penuntut Umum tidaklah murni begitu saja dilakukan dengan tujuan mencari kebenaran materiil atau kebenaran yang hakiki akan tetapi lebih merupakan suatu “konspirasi” besar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, Kami mohon agar Majelis Hakim Yang Mulia, hadirin, dan khususnya keluarga Korban tidak memisahkan dan kemudian hanya melihat satu sisi saja bahwa dengan digelarnya persidangan ini terhadap diri Terdakwa telah menimbulkan akibat yang tidak terhingga tidak hanya bagi pribadi dan keluarga Terdakwa akan tetapi juga kepada publik yang menyaksikan suatu “rekayasa” dalam penegakan hukum di Indonesia. Majelis Hakim yang Mulia, Penuntut Umum yang Kami Hormati, Hadirin yang Kami muliakan, Marcus Tullius Cicero seorang negarawan, orator dan seorang advokat pernah berkata: “summum ius summa iniura” yang secara bebas diterjemahkan: “keadilan yang tertinggi adalah ketidakadilan yang tertinggi”; mungkin itulah wajah penegakan hukum di bumi pertiwi yang kita cintai ini. Suatu adagium yang menohok dunia penegakan hukum dan keadilan di Indonesia karena hukum dapat direkayasa sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan ketidakadilan bagi pencari keadilan (justitia belen). Cukuplah bagi kita tragedi hukum “Sengkon dan Karta”, yang diperhadapkan kedepan peradilan dengan alat-alat bukti yang dipaksakan dan telah dimanipulir oleh oknum penegak hukum yang tidak bertanggungjawab sehingga Majelis Hakim yang memeriksa perkara casu quo

memberikan putusan yang berlawanan dengan rasa keadilan, menjatuhkan hukuman pidana kepada orang yang tidak bersalah yang tentunya sangat menyakitkan bagi terpidana. Oleh karenanya, filsuf Inggris ternama Francis Bacon pernah berucap: “tidak ada siksaan yang lebih berat daripada siksaan hukum”. Untuk itu, Kami selaku Tim Penasihat Hukum Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk dapat memberikan pertimbangan hukum (ratio decidendi) dan rasa keadilan dalam putusannya bagi Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar sehingga publik dapat mengetahui bahwa adagium yang dikemukakan oleh Cicero di atas tidak terbukti bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya di depan persidangan ini!!!!. Abraham Lincoln seorang negarawan, advokat dan pembela HAM sekali waktu pernah memberikan sebuah ilustrasi tentang kebenaran, ia berkata: “Berapa banyak kaki yang dimiliki anjing jika ekornya kita sebut juga sebagai kaki? Jawabannya adalah empat. Karena, dengan menyebut ekor sebagai kaki tidak menjadikan ekor itu sebagai kaki”. Suatu ungkapan yang memiliki makna sangat mendalam, oleh karena bagaimanapun kebenaran tidak dapat ditawar dan/atau dimanipulasi!!! Menuduh orang benar sebagai perencana dan/atau penganjur tindak pidana pembunuhan berencana tidak otomatis menjadikan orang tersebut perencana dan/ atau penganjur tindak pidana pembunuhan berencana. Mendakwa seseorang yang tidak bersalah dengan berbagai dalil dan dasar hukum tidak otomatis menjadikan orang tersebut bersalah, karena kebenaran tetaplah kebenaran, ia tidak pernah memihak (imparsial) atau tidak pernah berat sebelah. Majelis Hakim yang Kami Muliakan, Penuntut Umum dan Sidang yang Kami hormati. Layakkah seorang Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar yang telah menyumbangkan seluruh tenaga dan pikirannya dan mengabdikan dirinya untuk nusa dan bangsa ini, dikorbankan dan dinyatakan bersalah serta dihukum penjara semata-mata hanya karena perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab selaku perekayasa atau “arsitek” atas perkara ini, maupun pencapaian prestasi dari Penuntut Umum?? Terdakwa dikenal tidak setengah-setengah dalam menjalankan tugas dan mengabdikan dirinya bagi Bangsa dan Negara hingga mengukir karier dan prestasi yang tidak sedikit, diantaranya: Karier Kepolisian: v Kapolres Timor Tengah Polda NTT v Kapolres Kupang Polda NTT; v Kapolres Tangerang Polda Metro Jaya; v Kapolres Jakarta Selatan; v Kepala Sub Dit PAM Pariwisata Dit PAM OBSUS BABINKAM POLRI; Tanda Jasa yang dimiliki: v Menerima Tanda Penghargaan Satyalancana Dwidya Sistha; v Menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Jana Utama; v Menerima Tanda Kehormatan Saytalancana Dharma Nusa; v Menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Kesetiaan 24 tahun;

tidak serius. Melihat begitu banyak kekurangan dalam Surat Tuntutan Pidana telah membuat Kami semakin yakin bahwa sejak semula Surat Dakwaan yang dibuat oleh Penuntut Umum pun sama bobotnya dengan Surat Tuntutan Pidana. iii. Wiliardi Wizar. se-naif itukah seorang Kombes (Pol) Drs. Keduanya sama-sama keliru. Hal ini dapat dilihat dari “Fakta Hukum dan Analisa Juridis yang termuat di dalam Requisitoir Sdr. Penuntut Umum hanya mengambil keterangan dari saksi-saksi secara “sepenggal-sepenggal” yang tentu dapat menimbulkan kerancuan fakta dan kebenaran materiil. anjuran. Wiliardi Wizar kemudian rela untuk menukarkan semua prestasi dan nama baiknya dengan tindakan melanggar hukum sebagaimana yang dituduhkan oleh Penuntut Umum? Fakta yang terungkap dipersidangan jelas membuktikan bahwa Terdakwa sama sekali tidak melakukan Perbuatan Melawan Hukum baik Materiil maupun Formal. imaginatif serta spkekulatif oleh karena tidak didukung dengan bukti-bukti. dan Sebelum Kami meninjau lebih dalam secara yuridis mengenai materi Surat Tuntutan Pidana. Banyak dari apa yang disampaikan oleh Penuntut Umum merupakan kesimpulan. serta sama sekali “tidak memuat fakta hukum objektif dan/atau tidak memuat analisa juridis dari keseluruhan . Majelis Hakim yang Kami Muliakan. Hal ini menunjukkan bahwa Terdakwa adalah seorang penegak hukum yang berdedikasi tinggi. Lalu. tidak serius dan tidak didukung dengan bukti-bukti. profesional dan penuh integritas. berdasarkan bukti dan saksi-saksi yang diajukan Penuntut Umum. Kalaupun ada peristiwa tindak pidana pembunuhan yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 di Jl. perlu Kami sampaikan bahwa Penuntut Umum telah menyusun Surat Tuntutan Pidana secara keliru.v Menerima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya. Dari saksisaksi yang diajukan ke muka persidangan yaitu saksi-saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum memberikan kesaksian yang pada intinya menegaskan bahwa Terdakwa tidak pernah melakukan perencanaan. perintah. penganjuran dan/atau pembujukan dan/atau pembantuan dan/atau setidak-tidaknya mengetahui adanya tindak pidana pembunuhan berencana. Penuntut Umum. keliru. Jaksa Penuntut Umum” pada halaman 72 sampai dengan halaman 90. tidak serius dan imaginatif serta spekulatif sebagaimana Kami jelaskan dalam uraian-uraian di bawah ini: i. Tanpa kualitas seperti ini. penafsiran dan asumsi subyektif belaka tanpa didukung bukti-bukti yang sah menurut hukum. bantuan dan/atau kesalahan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. maka hal tersebut bukanlah karena sepengetahuan. tidak mungkin Terdakwa mendapatkan penghargaan atas jasanya bagi nusa dan bangsa. karena tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. dimana Penuntut Umum hanya bersandar pada keterangan-keterangan subyektif tertentu dari para saksi maupun Berita Acara Pemeriksaan di Kepolisian yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta-fakta yang disampaikan Saksi di depan persidangan. ii. di mana keseluruhan kata-kata dan kalimatkalimat yang terkandung di dalamnya “hanya memuat BAP yang dibuat oleh penyidik Polda Metro Jaya dan Penyidik Polres Metro Tangerang”. kehendak. karena Penuntut Umum semata-mata hanya mengutip isi BAP dan Surat Dakwaan dengan dibubuhi teori-teori hukum tambahan yang sumir tanpa memiliki niat untuk menguraikan hal-hal lain khususnya uraian-uraian penting mengenai unsur delik.Hartono Raya Modern Land Tangerang quod non.

di dalam bukunya “Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Kedua contoh perkara di atas. Kami begitu miris terhadap surat tuntutan Penuntut Umum yang begitu berani dan bernafsu menuntut hukuman pidana “mati” terhadap Terdakwa tanpa mempertimbangkan secara mendalam akan dampak yang mungkin akan ditimbulkan oleh tuntutannya tersebut. Oleh karena Pasal yang digunakan oleh Penuntut Umum untuk menjerat Terdakwa sama dengan kedua perkara tersebut. halaman 414. * Majelis Hakim Yang Mulia. alat peledak dan buronan pihak berwajib yang “hanya” dituntut pidana penjara 15 tahun sedangkan Pelaku Pembunuhan Noval Hadad dan Maulawarman hanya dituntut 14 tahun penjara. dan kasus Pembunuhan Aktivis dan Pejuang Hak Azasi Manusia Munir dengan Terdakwa Muchdi Purwopranjono alias Muchdi Pr yang sekali lagi “hanya” dituntut pidana penjara 15 tahun karena telah melanggar Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. akan tetapi sering juga menuntut pembebasan atau pelepasan dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle rechtsvervolging) bagi Terdakwa ” . . setidaknya memiliki karakteristik yang sama dengan Perkara a-quo. dan sama-sama mengundang perhatian publik. mungkin hal itulah yang sedang dilakukan oleh Penuntut Umum terhadap Terdakwa. Akan tetapi begitu jelas adanya disparitas tuntutan dan perlakukan yang berbeda oleh Penuntut Umum untuk kasus-kasus yang identik.F. Selaku Penasihat Hukum Terdakwa. Masalahnya adalah: maukah Penuntut Umum mengikuti isi hati nuraninya yang paling dalam?? Sedikit tentang tuntutan Penuntut Umum yang menuntut Terdakwa agar dinyatakan bersalah karena dengan sengaja telah menganjurkan orang lain untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan meminta agar Terdakwa dihukum “mati” oleh Majelis Hakim Yang Mulia. P. dengan pembahasan secara Yuridis Menurut Yurisprudensi dan Ilmu Pengetahuan Hukum Pidana”. Sejalan dengan kutipan di atas. tidak selalu hanya menuntut pemidanaan atau penindakan saja. tidaklah berdosa bagi seorang Penuntut Umum untuk menuntut seorang Terdakwa untuk dibebaskan dari segala dakwaan. Penerbit Sinar Baru. memiliki senjata api.rangkaian peristiwa sesungguhnya yang telah terungkap & diketemukan selama dalam persidangan perkara pidana in casu” ????? Majelis Hakim dan Penuntut Umum yang kami hormati. tentang kasus Pembunuhan Hakim Agung Safiuddin Kartasasmita dengan Terdakwa Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang secara nyata menganjurkan pembunuhan. Lamintang.A. Tuntutan pidana mati adalah ancaman pidana yang paling maksimal sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP. 1984. Masih segar dalam ingatan kita. mengatakan: “Suatu tuntutan pidana dari Penuntut Umum. Taverne seorang yuris handal dari Belanda menggambarkan Penuntut Umum seperti burung elang yang apabila telah mencengkeram mangsanya dengan segala upaya tidak akan melepaskan mangsanya. seorang Penuntut Umum yang benarbenar memegang amanat dan memiliki KEMANDIRIAN PROFESIONAL sebagai aparat penegak hukum seharusnya akan menuntut BEBAS Terdakwa karena dalam proses persidangan sudah terbukti bahwa tidak ada satupun unsur-unsur dari dakwaan yang dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan. Selanjutnya. Penuntut Umum mengemban tugas kemasyarakatan dan kenegaraan yang kesemuanya itu pada hakekatnya merupakan sebuah amanat dari Tuhan Yang Maha Esa. Bandung.

Drs. bahwa setiap peristiwa “pembunuhan berencana” yang terjadi.Wiliardi Wizar untuk mencarikan informan melalui bantuan saksi Jerry Hermawan Lo yang merekrut saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk bekerja full time 1 x 24 jam yang bertugas untuk mengikuti. pasti ada “LATAR BELAKANG” dan “MOTIF”. Drs. karena sebagaimana darah HABEL berteriak kepada TUHAN dari dalam tanah menuntut pertanggung-jawaban pembunuhan yang dilakukan oleh saudaranya KAIN (vide Kejadian 4 : 10b). jika latar belakang dan motifnya telah terungkap. memonitor dan melaporkan kesalahan pidana yang ditemukan dan/atau dilakukan oleh korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. sampai dengan detik saat sekarang ini masih menyisahkan pertanyaan pelik dibenak kami team Penasehat Hukum “siapakah sebagai pelaku sesungguhnya” ??? Apakah hanya dengan begitu mudah dan gampangnya sdr. Bahwa perkara pidana in casu haruslah dikaji secara “historical insige of the past” melalui “f e i t e n c o m p l e x” perkara pidana in casu. sudah dapat dikwalifisir sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ??? b e g i t u p u l a s e l a n j u t n y a.Wiliardi Wizar tuntutan “MATI”??? * Majelis Hakim yang kami muliakan. pasti berteriak kepada TUHAN dari dalam tanah menuntut pertanggungjawaban dari pelaku pembunuhan yang sesungguhnya !!! . adapun “latar belakang” dan “motif” didalam Memorie van Toelichting (MvT) merupakan “jejak langkah yang ditinggalkan pelaku”. Wiliardi Wizar sebagaimana versi BAP penyidik dengan kwalitas sebagai orang yang langsung mendapat perintah pembunuhan dari saksi Antasari Azhar dan saksi Sigid Haryo Wibisono ??? begitupula. yang jumlah uang tersebut sama sekali tidak pernah diketahui berapa jumlahnya.Jaksa Penuntut Umum menarik benang merah dengan langsung mempatok bahwasanya Daniel Daen Sabon alias Daniel adalah sebagai pelaku penembakan terhadap ia korban Nasrudin Zulkarnaian Iskandar ??? Apakah begitu pula. Apakah hanya dengan posisi ia Terdakwa Kombes Pol. maka begitu pula darah almarhum Nazrudin Zulkarnain Iskandar. maka keseluruhan para pelakunya pasti akan terungkap.Jaksa Penuntut Umum coba melibatkan dan menghubungkan posisi ia Terdakwa Kombes Pol.Jaksa Penuntut Umum yang secara “tidak fair” dan “tidak objektif” menghilangkan dan/atau tidak menggunakan fakta-fakta yang terungkap dan diketemukan dalam persidangan perkara pidana in casu. Bahwa persoalan darah dan/atau nyawa harus diusut tuntas. * Majelis Hakim yang kami muliakan. dengan mudah dan gampangnya sdr.Wiliardi Wizar selaku orang yang dimintai tolong oleh saksi Sigid Haryo Wibisono untuk mengantarkan dan/atau menyerahkan “operasional” yang diminta oleh saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. Apakah dengan itikad baik dari ia Terdakwa Kombes Pol. sehingga sepelik apapun tindak pidan pembunuhan tersebut. menutup hati keadilan berani menuntut kepada ia Terdakwa Kombes Pol.Drs. melainkan hanya mengambil over dan menelan secara mentah-mentah keberadaan BAP penyidik Polda Metro Jaya yang keberadaannya telah hancur berkeping-keping.Pembunuhan tragis yang dialami oleh korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar terjadi di kompleks “PADANG GOLF MODERLAND TANGERANG”.Drs. sudah dapat dikwalifikasikan sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ??? d a n. secara tegah dengan menutup mata. Apakah hanya dengan begitu mudah dan gampangnya sdr.

dan “sama sekali tidak pernah menganjurkan” kepada Terdakwa Kombes Pol. “sama sekali tidak pernah memerintahkan”. 6. bahwa Terdakwa Kombes Pol. sebelum menjatuhkan palu keadilan kepada klien kami Terdakwa Kombes Pol. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Sigid Haryo Wibisono. bahwa saksi Antasari Azhar “sama sekali tidak pernah menyuruh”. maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu. bahwa saksi Sigid Haryo Wibisono “sama sekali tidak pernah menyuruh”. Bahwa kalau mencermati “f a k t a p e r s i d a n g a n” yang telah terung. “sama sekali tidak pernah membujuk”. untuk dipertemukan dan diperkenalkan dengan saksi Sigid Haryo Wibisono. bahwasanya Yang Mulia Majelis Hakim. “sama sekali tidak pernah membujuk”. tetapi secara arif bijaksana berkiblat pada Pasal 185 ayat 1 KUHAP Juncto Pasal 185 ayat 6 KUHAP.Wiliardi Wizar untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnaian Iskandar.Wiliardi Wizar. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Jerry Hermawan Lo bahwa jika didalam BAP penyidik saksi Jerry Hermawan Lo mengatakan .kap & diketemukan selama berlangsungnya proses persidangan perkara pidana in casu.Drs. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Mohamad Agus. 3. 7. 5. dan kakimu tidak akan terantuk”.Jaksa Penuntut Umum”. sebagaimana I Raja-Raja 3 ayat 9. Bahwa melainkan inisitaitif tersebut berasal dari saksi Sigid Haryo Wibisono yang disampaikan kepada/melalui saksi Mohamad Agus.Wiliardi Wizar ada ditelephon oleh saksi Mohamad Agus. dengan melihat seadil-adilnya “LATAR BELAKANG” dan “MOTIF” perkara pidana in casu secara comprehensive integral. begitu pula “Berkat dari Hikmat” sebagaimana Amsal 3 ayat 21 s/d 23 yang berkata : “Hai anakku. * Majelis Hakim yang kami muliakan. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Antasari Azhar.Drs. dan perhiasan bagi lehermu. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Antasari Azhar. hendaklah terlebih dahulu melakukan “percikan permenungan”. peliharalah itu. Maka engkau akan berjalan dijalanmu dengan aman. maka itulah yang menjadi dasar keyakinan iman bagi kami Tim Penasehat Hukum untuk melangkah maju dalam membelah perkara pidana in casu.Wiliardi Wizar untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnaian Iskandar. 4. sehingga dapat membedahkan antara yang baik dan yang jahat”. Bahwa benar pada akhir Januari 2009 Terdakwa Kombes Pol. tentang Doa Salomo kepada TUHAN “agar supaya diberikan hati yang faham menimbang perkara.Oleh dan karenanya. 8.Drs. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Mohamad Agus dan saksi Sigid Haryo Wibisono. bahwasanya Terdakwa Kombes Pol. dengan satu tekad dan keyakinan.Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah meminta promosi jabatan di POLRI. Drs. janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu. maka telah terungkap fakta hukum yang sesungguhnya sebagai berikut :--------------1. begitu pula tidak terpengaruh & tidak terperangkap pada Dakwaan & Requisitoir sdr. “sama sekali tidak pernah memerintahkan”.Drs.Drs.Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah meminta promosi jabatan di POLRI melalui saksi Antasasri Azhar. dan “sama sekali tidak pernah menganjurkan” kepada Terdakwa Kombes Pol.Drs. bahwa inisiatif untuk mendapatkan jabatan di POLRI bukan berasal dari Terdakwa Kombes Pol. “dengan tidak terpengaruh & tidak terperangkap pada BAP Penyidik.Wiliardi Wizar. 2.

13. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo yang menerangkan bahwa benar Terdakwa Kombes Pol. Bahwa benar melalui keterangan yang disampaikan secara resmi dalam persidangan oleh Hendrikus Kia Walen alias Hendrik yang menerangkan bahwa ia Hendrikus Kia Walen alias Hendrik sama sekali tidak pernah kenal dengan Terdakwa Kombes Pol. Bahwa benar melalui keterangan yang disampaikan secara resmi dalam persidangan oleh Hery Santosa Bin Rasja alias Bagol bahwasanya Hery Santosa Bin Rasja alias Bagol sama sekali tidak kenal dengan Terdakwa Kombes Pol.Drs.Wiliardi Wizar kepada saksi Jerry Hermawan Lo dan kepada saksi Edo adalah “Terror orang ini dan ikutin terus”. 10. 14.Wiliardi Wizar “sama sekali tidak pernah menyuruh”.Wiliardi Wizar “meminta kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo agar supaya mengikuti secara terus-menerus selama 24 jam.Drs.bahwa Terdakwa Kombes Pol.Drs. 9. karena ketika saksi Jerry Hermawan Lo diperiksa di hotel pondok Nirwana.Drs. begitu pula “sama sekali tidak ada perencanaan pembunuhan”. dan “sama sekali tidak pernah menganjurkan” kepada saksi Eduar. Wiliardi Wizar. Fransiskus Tadons Kerans tidak mau memberikan kesaksian sebab takut akan dibunuh. Drs. begitu pula anak saksi Jerry Hermawan Lo ditangkap oleh polisi pada saat itu juga. begitu pula. dan ternyata diketahui bernama Nazrudin Zulkarnain Iskandar.Drs. begitu pula.Wiliardi Wizar. “sama sekali tidak pernah memerintahkan”. serta melaporkan jika orang tersebut ada indikasi melakukan tindak pidana”. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Jerry Hermawan Lo bahwa saksi Jerry Hermawan Lo mengatakan bahwa hal yang sebenarnya dikatakan oleh Terdakwa Kombes Pol. Fransiskus Tadons Kerans mencabut semua keterangan yang temaktub didalam BAP penyidik. 12. ia Hendrikus Kia Walen alias Hendrik menerangkan bahwa ia Hendrikus Kia Walen alias Hendrik “sama sekali tidak ada perintah pembunuhan”. memonitor tindak-tanduk orang yang namanya tertera pada gambar foto. . begitu pula selanjutnya “sama sekali tidak pernah di bayar untuk melakukan pembunu han” selanjutnya ia Hendrikus Kia Walen alias Hendrik tidak mau memberikan kesaksian sebab takut akan dibunuh.Drs. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo yang mengatakan bahwa benar Terdakwa Kombes Pol. Bahwa benar melalui keterangan yang disampaikan secara resmi dalam persidangan oleh Fransiskus Tadons Kerans alias Amsi yang menerangkan bahwasanya Fransiskus Tadons Kerans alias Amsi sama sekali tidak kenal dengan Terdakwa Kombes Pol. saksi Jerry Hermawan Lo melihat kondisi keadaan fisik yang dialami oleh saksi Edo dalam keadaan babak belur. 11. berikut juga takut kalau keluarganya akan dibunuh.Wiliardi Wizar. dan selanjutnya polisi meminta kepada saksi Jerry Hermawan Lo agar menguatkan keterangan saksi Edo dengan kata-kata “menghabisi” sehingga saksi mengikuti kemauan polisi.dus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. begitu pula. berikut juga takut kalau keluarganya akan dibunuh.Wiliardi Wizar memerintahkan kepada Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk menghabisi nyawa orang yang namanya ada dalam foto tersebut yaitu Nasrudin Zulkarnain Iskandar. sehingga saksi Jerry Hermawan Lo menjadi ketakutan. maka keterangan yang diberikan oleh saksi Jerry Hermawan Lo tersebut. “sama sekali tidak pernah membujuk”. begitu pula selanjutnya.

Bahwa benar melalui keterangan yang disampaikan secara resmi dalam persidangan oleh Daniel Daen Sabon alias Daniel bahwa.Drs. Hery Santosa Bin Rasja alias Bagol tidak mau memberikan kesaksian sebab takut akan dibunuh.Hery Santosa Bin Rasja alias Bagol mencabut semua keterangan yang temaktub didalam BAP penyidik. berhubungan erat dengan “PROMOSI JABATAN DI POLRI” ??? * Majelis Hakim yang kami muliakan. bahwa sebagaimana keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Antasari Azhar yang menerangkan bahwa ia saksi Antasari Azhar sama sekali baik langsung maupun tidak langsung tidak pernah menjanjikan sesuatu jabatan apapun di POLRI kepada Terdakwa Kombes Pol. apakah “MOTIF” pembunuhan yang mengaitkan ia Terdakwa Kombes Pol.Wiliardi Wizar.Drs. “memerintahkan”.Drs. dan “menganjur kan” kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu (voorbedachte rade) terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.Wiliardi Wizar. “memerintahkan”. maka Kami Tim Penasihat Hukum. Bahwa dari fakta yang terurai tersebut diatas. Bahwa sehubungan dengan kedua pertanyaan tersebut di atas. Daniel Daen Sabon alias Daniel mencabut semua keterangan yang termaktub didalam BAP penyidik.Wiliardi Wizar sebagai orang yang “menyuruh”. Wiliardi Wizar untuk promosi jabatan di POLRI. selanjutnya. dimana dari fakta “LATAR BELAKANG” & “MOTIF” kejadian yang sesungguhnya. 15. begitu pula selanjutnya.Drs. sebagai berikut:----------------------------------------Jika Penyidik Polda Metro Jaya dan sdr.Wiliardi Wizar sebagai orang yang “menyuruh”. dan “menganjurkan” kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu (voorbedachte rade) terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ??? kedua. Daniel Daen Sabon alias Daniel tidak mau memberikan kesaksian sebab takut akan dibunuh.Drs. sedangkan saksi Sigid Haryo Wibisono menerangkan pula dibawah sumpah bahwa ia saksi Sigid Haryo Wibisono secara langsung tidak pernah menyampaikan kepada Terdakwa Kombes Pol. “sangat bertolak belakang dengan fakta yang sesungguhnya”. begitu pula pistol yang diperlihatkan kepadanya menurut Daniel Daen Sabon alias Daniel adalah mirip. “membujuk”. yaitu sbb :--------------------------------------------pertama.Wiliardi Wizar seolah-olah yang bertindak sebagai orang yang “menyuruh”. berikut juga takut kalau keluarganya akan dibunuh. berikut juga takut kalau keluarganya akan dibunuh. “membujuk”. “memerintah kan”. apakah ada indikasi kuat “LATAR BELAKANG” keterlibatan dari ia Terdakwa Kombes Pol.sanya Daniel Daen Sabon alias Daniel sama sekali tidak kenal dengan Terdakwa Kombes Pol. “membujuk”. akan menguraikan fakta sejati yang terungkap dan diketemukan selama berlangsungnya proses persidangan perkara pidana in casu. t e t a p i. maka “asumsi” tersebut. Drs.Jaksa Penuntut Umum memaksakan kehendaknya dengan mengaitkan keberadaan Terdakwa Kombes Pol. begitu pula selanjutnya. maka timbul pertanyaan diantara kita semua. penyampaian tentang promosi jabatan tersebut hanya saksi Sigid Haryo Wibisono . * Majelis Hakim yang kami muliakan. dan “menganjurkan” kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu (voorbedachte rade) terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.

dan bukan ditawarkan dan disampaikan langsung kepada Terdakwa Kombes Pol. yang mengaitkan dan memaksakan keberadaan klien kami Terdakwa Kombes Pol. oleh “oknum-oknum polisi”.Drs. k a r e n a m a n a.Wiliardi Wizar ketika itu sebagai “Kasubdit Pam Pariwisata Babinkam Polri”. terlalu “SANGAT DIPAKSAKAN SEKALI”. t e t a p i sebagaimana materielle waarheids yang “terungkap dan diketemukan dalam persidangan perkara pidana in casu” maka kami team Penasehat Hukum “berkeyakinan dalam pendapat hukum” serta “hak imunitas kebebasan mimbar Advokat” bahwasanya posisi ia Terdakwa Kombes Pol. p a d a h a l. s e b a b. Wiliardi Wizar sebagai orang yang “menyuruh”.Wiliardi Wizari telah dijadikan “TUMBAL” & “DIKORBANKAN” untuk meningkatkan “popularitas personal dari oknum-oknum polisi tersebut” bahwasanya mereka telah berhasil mengungkap perkara pidana pembunuhan terha dap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar terjadi di kompleks “PADANG GOLF MODERLAND TANGERANG”.Wiliardi Wizar yang disampaikan secara resmi dalam pemeriksaan di persidangan bahwasanya Terdakwa Kombes Pol.Wiliardi Wizar. saksi Antasari Azhar dan saksi Sigid Haryo Wibisono bukanlah pimpinan langsung dari Terdakwa Kombes Pol.Drs. k a r e n a pimpinan langsung dari Terdakwa Kombes Pol. “membujuk”.Drs. begit u p u l a s e t e r u s n y a. cara kerja yang diperankan demikian.Wiliardi Wizar adalah Kapolri dan Wakapolri. jabatan yang diemban oleh Terdakwa Kombes Pol. justru membuat “DUNIA HUKUM & KEADILAN BERDUKA” !!! .Drs. sebagaimana fakta persidangan a quo yang telah kami team Penasehat Hukum ungkapkan dan buktikan secara “omkering van bewijs lacht” di hadapan Yang Mulia Majelis Hakim bahwasanya kasus perkara pidana in casu mulai dari tahap “opsporing” (penyidikan) sebagaimana tertuang didalam “BERITA ACARA PEMERIKSAAN” (BAP).Drs.Drs. sekali lagi kami team Penasehat Hukum tegaskan “oknum-oknum polisi” dan “bukan institusi polri” !!! Bahwa kami team Penasehat Hukum.sampaikan kepada saksi Mohamad Agus. tersebut ditawarkan dan disampaikan langsung oleh saksi Sigid Haryo Wibisono kepada saksi Mohamad Agus. dan “menganjurkan” kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu (voorbedachte rade) terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. “memerintahkan”.Wiliardi Wizar.Drs. Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah berinisiatif untuk mendapatkan promosi jabatan dari saksi Antasari Azhar maupun saksi Sigid Haryo Wibisono. Bahwa begitu pula saksi Mohamad Agus menerangkan dibawah sumpah bahwa Terdakwa Kombes Pol. begitu pula selanjutnya.Drs. Wiliardi Wizar.Drs. Bahwa fakta tersebut diperkuat pula dengan keterangan Terdakwa Kombes Pol. Wiliardi Wizar. saksi Antasari Azhar dan saksi Sigid Haryo Wibisono sama sekali tidak berhak dan tidak berwenang untuk mengangkat dan mempromosikan pangkat dan jabatan dari Terdakwa Kombes Pol.Drs.Drs.Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah berinisiatif untuk mendapatkan promosi jabatan di POLRI. ia saksi Sigid Haryo Wibisono menerangkan bahwa ia saksi Sigid Haryo Wibisono tidak mempunyai kewenangan apapun juga untuk mempengaruhi kebijakan POLRI dalam hal promosi jabatan.Wiliardi Wizar sudah selesai mengikui jenjang pendidikan “SESPATI POLRI” atau “Sekolah Staf Perwira Tinggi POLRI”.Drs. tidak menuding kepada “oknum-oknum polisi” tersebut. a p a l a g i. mengingat. tiket untuk mencapai pangkat Jendral Polisi sudah dimiliki oleh Terdakwa Kombes Pol. dimana Terdakwa Kombes Pol.

secara nyata-nyata terungkap fakta hukum. Dalam hal ini Majelis Hakim Banding kembali kepada doktrin “IN DUBIO PRO REO” dan menyadari sepenuhnya “bahwa adalah tidak baik untuk membebaskan seseorang yang bersalah.21. janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan jangan engkau oleh orang-orang besar.Jaksa Penuntut Umum perkara pidana aquo telah dinyatakan P. Akan tetapi. SH. tetapi sdr. tangisan duka seorang anak manusia yang saat ini duduk sebagai TERDAKWA di tribun pengadilan. akan tetapi Mahkamah agung R. termasuk pula memeriksa seluruh saksi-saksi yang terkait langsung dalam perkara pidana in casu baik yang tercantum di dalam BAP maupun saksi a de charge. TEDDY HANNY SORONGAN. Bahwa.1381 K/PID/1996. dan MOH.* Yang Mulia Majelis Hakim yang kami muliakan. AMIEN UMAR. sesungguhnya.13 Agustus 1998. Sdr. dalam perkara pidana a quo. Jaksa Penuntut Umum yang terhormat.TEDDY HANNY SORONGAN dituntut dengan tuntutan 20 tahun penjara dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tondano memutuskan hukuman 20 tahun penjara bagi sdr. tertanggal 23 April 1996 No. pada tahun 1995 terjadi perkara pidana pembunuhan yang sangat menghebohkan masyarakat Sulawesi Utara dengan Terdakwa sdr. supaya aku mendengarnya”.114/PID/B/1995/PT. kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran. apakah perbuatan yang dilakukan Terdakwa tersebut memenuhi unsur-unsur . telah menguatkan untuk seluruhnya putusan Pengadilan Tinggi Manado. Persidangan yang kami muliakan.MANADO. Jangan gentar terhadap siapapun. sebab pengadilan adalah kepunyaan ALLAH. kemudian Imamat 19 ayat 15 yang berbunyi: “jangan kamu berbuat curang dalam peradilan. “BAJU ZIRAH KEBENARAN & KEADILAN” telah terkoyak. SH. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. tetapi engkau harus mengadili orang sesamu dengan kebenaran”. supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah ALLAH wahyukan kepadamu. Bahwa terhadap putusan Majelis Hakim Banding Pengadilan Tinggi Manado tersebut. dan selanjutnya Terdakwa sdr. sdr. SH. tgl. Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi. Bahwa. Majelis Hakim Yang Mulia.TEDDY HANNY SORONGAN. karena membela orang-orang yang hianat” !!! Pembelaan ini Kami sampaikan dalam kerangka mengungkapkan kebenaran materiil yaitu. sangat mengharapkan dan mendambahkan “K E A D I L A N” dari Yang Mulia sekalian sebagai “DECISION MAKER” dan “BENTENG TERAKHIR PERTAHANAN HUKUM”. jika sampai menghukum orang yang tidak terbukti bersalah”. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu harus kamu hadapkan kepadaku. dan janganlah menjadi penentang orang-orang yang yang tidak bersalah.I dengan putusannya No. berikut pula Firman TUHAN yang terdapat didalam Surat An Nisa ayat 105 yang berkata demikian : “ALLAH menyatakan. Majelis Hakim pada tingkat Banding di Pengadilan Tinggi Manado yang terdiri dari Hakim Ketua Sidang SUNARDI PADANG. dengan Hakim Anggota Majelis AGUSTINUS HUTAURUK. adanya upaya “merekayasa perkara” yang dilakukan oleh oknum penyidik Polres Minahasa. membuka dan memeriksa kembali perkara pidana in casu. akan tetapi teramat lebih tidak baik lagi. sebagaimana Firman TUHAN yang terdapat di dalam Ulangan 1 ayat 17 yang berkata demikian : “Dalam mengadili jangan pandang bulu..

Tindak Pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum di dalam Dakwaan dan Tuntutannya, inilah yang Kami buktikan, sehingga menjadi bahan bagi Majelis Hakim Yang Mulia dalam pertimbangannya untuk memutus perkara ini secara bebas dan obyektif, sebagaimana fakta yang terungkap dan diketemukan dalam persidangan; Maka demi tegaknya hukum dan kebenaran serta rasa keadilan, kepada Majelis Hakim yang terhormat, Kami Penasihat Hukum Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar akan menguraikan Pleidooi di bawah ini. II. DAKWAAN JAKSA PENUNTUT UMUM Bahwa, sebagai dasar pemeriksaan dalam persidangan perkara ini, Terdakwa oleh Penuntut Umum telah didakwa yang pada pokoknya sebagai berikut : Dakwaan: ------ Bahwa ia Terdakwa Drs. Wiliardi Wizar baik bertindak sendiri-sendiri atau bersama-sama sebagai yang melakukan dan yang turut serta melakukan dengan saksi ANTASARI AZHAR, saksi SIGIT HARYO WIBISONO, pada bulan Januari 2009 atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2009 atau setidak-tidaknya pada tahun 2009, bertempat di Jalan Pati Unus No.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman kekerasan atau penyesatan atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan dengan sengaja dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain yaitu korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut: - Pada sekitar bulan Januari 2009 Terdakwa selaku Kasubdit Obsus Babinkum Polri menginginkan promosi jabatan yang lebih baik dan untuk itu Terdakwa berkenalan lebih akrab dengan saksi SIGIT HARYO WIBISONO yang terletak di Jalan Pati Unus No.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan bertemu dengan saksi SIGIT HARYO WIBISONO dan saksi ANTASARI AZHAR selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). - Dalam pertemuan tersebut Terdakwa bercerita tentang promosi-promosi jabatan di Polri kepada saksi SIGIT HARYO WIBISONO dan saksi ANTASARI AZHAR, sementara saksi ANTASARI AZHAR menyampaikan keluhannya yang sangat mengganggu kehidupan keluarga dan kariernya selama ini yang tidak dapat diselesaikan, yaitu adanya teror dan pemerasan dari korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR yang dapat merusak reputasi, nama baik dan keluarganya. - Mendengar adanya teror dan pemerasan dari korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR yang sangat meresahkan dan mengganggu pikiran serta kehidupan keluarga saksi ANTASARI AZHAR maka pada saat itu meminta bantuan kepada Terdakwa untuk menghabisi nyawa korban NASRUDIN ZULKARNAIN, atas permintaan tersebut yang belum dapat diselesaikan secara tuntas dan adanya harapan dan peluang nantinya akan diselesaikan secara tuntas dan adanya harapan dan peluang nantinya akan dibantu dalam promosi jabatan setelah berhasil, maka Terdakwa mengatakan “siap untuk mengamankan” dengan cara membunuh atau menghabisi nyawa korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan rencana itu ternyata disetujui dan didukung

sepenuhnya oleh saksi ANTASARI AZHAR dan saksi SIGIT HARYO WIBISONO. - Bahwa selanjutnya Terdakwa bertemu kembali dengan saksi ANTASARI AZHAR dan saksi SIGIT HARYO WIBISONO di Jalan Pati Unus No.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, dalam pertemuan tersebut saksi ANTASARI AZHAR menyerahkan amplop warna coklat yang berisi photo korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, alamat rumah dan kantor serta kendaraan yang biasa dipergunakan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, selanjutnya mereka membagi tugas sebagai berikut: - saksi SIGIT HARYO WIBISONO menyiapkan dana operasional sebesar Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) dan; - Terdakwa merekrut dan mencari orang yang akan menghilangkan nyawa korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR. - Setelah pembagian tugas tersebut, Terdakwa pergi menemui sahabatnya saksi JERRY HERMAWAN LO di kantornya yang terletak di Kedoya Raya Kav.27 No.13 Pesing Koneng Jakarta Barat dan Terdakwa langsung membuka amplop warna coklat memperlihatkan photo korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan photo mobil yang biasa dikendarai oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR sambil mengatakan kepada saksi JERRY HERMAWAN LO “abang bisa bantu saya nggak bang, misi tugas negara, orang tersebut sangat berbahaya bagi negara dan diberi perintah langsung untuk melaksanakan misi ini dan bilamana dia berhasil untuk misi ini, dia akan jadi orang”, kemudian Terdakwa mengatakan “Abang masih ada enggak nomor telepon anak Flores yang pernah ketemu saya di Polres Jakarta Selatan” dan oleh saksi JERRY HERMAWAN LO dijawab, “si Edo”, dan oleh Terdakwa dikatakan “bisa nggak saya dipertemukan dengan Edo untuk misi ini”, dan kemudian Terdakwa pergi lalu menitipkan amplop yang berisikan photo dan alamat korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR kepada saksi JERRY HERMAWAN LO. - Berdasarkan pemintaan dan desakan Terdakwa, maka malam itu juga saksi JERRY HERMAWAN LO segera menghubungi saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO untuk bertemu dirumah saksi JERRY HERMAWAN LO malam itu juga, selanjutnya saksi JERRY HERMAWAN LO langsung menyerahkan amplop coklat berisi photo dan alamat korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR kepada saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO sambil mengatakan “Edo ini tugas negara, dan ini sangat rahasia” dan saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alia EDO bertanya “tugasnya apa Bang?” selanjutnya saksi JERRY HERMAWAN LO meminta kepada saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO mengenalkan kepada seseorang yang dapat menghabisi nyawa laki-laki yang ada dalam photo tersebut, karena orang itu membahayakan keamanan negara dan nanti akan dipertemukan langsung dengan Terdakwa. - Dalam pertemuan antara Terdakwa, saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO dan saksi JERRY HERMAWAN LO di arena bowling ancol, Terdakwa berusaha meyakinkan dan mengatakan kepada saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO yaitu: “Edo, tolong bantu saya dulu, sebenarnya ini tugas negara menjelang pemilu, dan membahayakan negara serta kalau tidak bisa diatasi, bisa meledak. Tolong Edo kamu kenalkan saya dengan seseorang yang dapat melaksanakan tugas untuk menghabisi nyawa orang yang namanya ada dalam photo tersebut, buatlah seperti perampokan asal jangan tertangkap tangan dan saya sendiri akan olah TKP dan akan segera ditarik menjadi

Direktur Kriminal Umum Polda Metrojaya untuk mengumumkan masalah ini. Kemudian Terdakwa mengatakan lagi, “saya tidak bohong, ini benar-benar tugas negara dan karier serta pangkat saya dipertaruhkan dan kamu tidak usah khawatir dan sudah di back up”, dan akhirnya saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO menyetujui permintaan Terdakwa untuk mencari orang yang akan menghabisi nyawa korban NASRUDIN ZULAKRNAIN ISKANDAR. - Selanjutnya saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO menemui saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK dan menyampaikan mengenai rencana pembunuhan terhadap korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, sesuai permintaan Terdakwa dan saksi JERRY HERMAWAN LO dan setelah mendengar hal itu saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK menyetujui untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. - Setelah disetujui untuk membunuh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, maka saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK segera menghubungi saksi FRANSISKUS TANDONS KERANS alias AMSI, saksi HERI SANTOSA bin RASJA alias BAGOL dan saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL guna merencanakan pelaksanaan pembunuhan terhadap korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan untuk itu saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK, saksi FRANSISKUS TANDONS KERANS alias AMSI, saksi HERI SANTOSA Bin RASJA alias BAGOL dan saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL mulai melakukan survey terhadap rumah dan kantor tempat bekerja korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR untuk mengetahui lebih jelas mengenai waktu bekerja, tempat tinggal dan aktifitas lain korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, kemudian dalam pelaksanaan pekerjaan itu oleh saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI disampaikan kepada saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK untuk menyediakan biaya operasional dan lain-lain dan untuk itu saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK segera menghubungi saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO untuk meminta biaya operasional. - Bahwa selanjutnya saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO segera menghubungi dan menyampaikan hal tersebut kepada Terdakwa dan kemudian Terdakwa sesuai dengan kesepakatan yang dibuat dengan saksi ANTASARI AZHAR dan saksi SIGIT HARYO WIBISONO, Terdakwa segera menghubungi saksi SIGIT HARYO WIBISONO untuk menyediakan dana operasional untuk pelaksanaan pembunuhan terhadap korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan permintaan itu disetujui oleh saksi SIGIT HARYO WIBISONO, kemudian saksi SIGIT HARYO WIBISONO meminta karyawannya saksi SETYO WAHYUDI dan saksi KARNO untuk menyiapkan dana sebesar Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah). - Setelah Terdakwa mengetahui dana operasional untuk pelaksanaan pembunuhan korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR sudah disiapkan oleh saksi SIGIT HARYO WIBISONO, maka Terdakwa pergi menuju kantor SIGIT HARYO WIBISONO yang terletak di Jalan Kerinci VII No.63 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, selanjutnya saksi SIGIT HARYO WIBISONO memerintahkan saksi SETYO WAHYUDI untuk menyerahkan uang sebesar Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) kepada Terdakwa dan kemudian Terdakwa pergi meninggalkan kantor SIGIT HARYO WIBISONO untuk mencari dan menghubungi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO guna menyerahkan dana sebanyak Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) tersebut.

Pol: B-8870-NP. saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL dan SEI bersepakat untuk melakukan pembunuhan terhadap korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR harus dilakukan pada hari itu juga dan untuk itu mereka mengintai sambil menunggu sampai korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR selesai bermain golf.000.000. saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI.Pol: B-8870-NP mengikuti kendaraan yang digunakan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR sedangkan saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL yang dibonceng oleh saksi HERI SANTOSA bin RASJA BAGOL dengan menggunakan sepeda motor merek Yamaha Scorpio No. . .000.-(lima ratus juta rupiah).-(dua puluh juta rupiah) untuk membeli senjata api dan biaya operasional lainya.Bahwa selanjutnya malam itu juga.Bahwa pada saat kendaraan yang dipergunakan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR bergerak lambat karena akan melewati polisi tidur atau gundukkan jalan.Bahwa keseokan harinya saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK bertemu dengan saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI di gudang kosong bekas pabrik PT. . saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI.000. .-(seratus juta rupiah).Pol:B- . .Bahwa ketika korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR telah selesai bermain golf dan kendaraan yang ditumpangi mulai bergerak menuju ke luar lapangan golf Modernland maka saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI bersama-sama dengan SEI dengan menggunakan mobil Toyota Avansa No. saksi HERI SANTOSA bin RASJA alias BAGOL.100.20.-(lima juta rupiah) untuk biaya sewa mobil dan Rp.5. akan tetapi saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK hanya mengambil dana sebesar Rp.000. saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK.500.000.Setelah dilakukan survei secara berulang kali terhadap rumah maupun kantor serta aktifitas yang sering dilakukan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR maka pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 diketahui bahwa korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR sedang bermain golf di Modernland Kota Tangerang dan selanjutnya saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK.000. selanjutnya saksi HERI SANTOSA bin RASJA alias BAGOL mendekatkan atau memepetkan sepeda motornya dengan mobil merek BMW No.Yasun Litek yang terletak di belakang Batu Ceper Tangerang dan menyerahkan uang sebesar Rp.000.Bahwa kemudian setelah menyewa mobil Toyota Avanza No. dan saksi HERI SANTOSA bin RASJA alias BAGOL melakukan survey ke rumah korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR di perumahan Banjar Wijaya Tangerang dan kantor korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR untuk mengetahui waktu pergi dan pulang kerja korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR. Terdakwa bertemu dengan saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO didepan Cilandak Town Square dan kemudian Terdakwa menyerahkan dana operasional sebanyak Rp.-(lima ratus juta rupiah) kepada saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO.500.000.Pol: B-6862-SNY mengikuti kendaraan yang digunakan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR pada posisi dibelakang mobil Toyota Avanza yang dinaiki oleh saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI dan SEI.. setelah saksi EDOADUS NOE NDOPO MBETE alias EDO menerima uang pada malam itu juga menghubungi saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK dan bertemu di McDonald Tebet selanjutnya menyerahkan dana operasional sebesar Rp.000.

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Keterangan Ahli dan keterangan Terdakwa akan kami uraikan dan kami bahas.II/03/2-2009 tertanggal 30 Maret 2009 yang ditandatangani oleh dr. Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan bukti-bukti. dan keterangan Terdakwa di muka persidangan. sebagai dasar keyakinan Majelis Hakim Yang Mulia dalam menjatuhkan pidana kepada Terdakwa. perbuatan Terdakwa tersebut quod-non. Terdakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya. Persoalannya sekarang adalah. dan guna memberikan keyakinan kepada Majelis Hakim Yang Mulia mengenai bersalah atau tidaknya Terdakwa. Bahwa pada kesempatan ini. Bahwa keterangan Saksi-Saksi. yang memenuhi unsur-unsur dari pasal-pasal yang dilukiskan Penuntut Umum dalam Surat Dakwaan terhadap Terdakwa. Bahwa untuk membuktikan dakwaannya tersebut di atas. Mengenai keterangan Saksi-Saksi. Bahwa oleh karena fakta-fakta di persidangan yang diperoleh dari Keterangan Saksi. serta 3 (tiga) keterangan ahli yang didengar keterangannya dimuka persidangan dengan terlebih dahulu mengucapkan sumpah serta barang bukti sebagaimana diuraikan oleh Penuntut Umum dalam Surat Dakwaan.F dari Departemen Ilmu Kedokteran Forensik & Mediko Legal. maka harus dibuktikan kebenaran fakta-fakta yuridis yang diperoleh di muka persidangan. adalah merupakan bukti yang masih harus dianalisa. Keterangan Ahli dan keterangan Terdakwa telah dicatat secara lengkap dan sebaikbaiknya oleh Panitera dalam perkara ini. 1 (satu) Saksi Verbalisan. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Persidangan. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 jo Pasal 340 KUHP. oleh karenanya Berita Acara Persidangan tersebut. adalah merupakan tindak pidana. kami pertama-tama mengajukan keberatan atas Surat Tuntutan yang diajukan oleh Penuntut Umum karena telah memuat manipulasi atas beberapa keterangan saksi dipersidangan. terbatas pada pokok- . apakah benar berdasarkan fakta-fakta yang telah terungkap di persidangan selama ini. Untuk mengetahui hal tersebut di atas. yang mengakibatkan luka pada bagian sisi kepala sebelah kiri dan menimbulkan kerusakan jaringan otak serta pendarahan dalam rongga tengkorak dan akibat luka tembak dikepala tersebut korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR meninggal dunia sebagaimana hasil Visum et Repertum Nomor: 1030/SK. yaitu 27 (dua puluh tujuh) orang Saksi. untuk mengetahui apakah berdasarkan fakta-fakta tersebut. Majelis Hakim Yang Mulia. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. mohon dianggap sebagai lampiran yang menjadi bagian dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Pembelaan ini. FAKTA YANG TERUNGKAP DALAM PERSIDANGAN DAN KETERANGAN SAKSI-SAKSI Majelis Hakim Yang Mulia. Mun’im Idries Sp. memenuhi unsur-unsur dari pasal yang didakwakan kepadanya. apakah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan. III. bahwa perbuatan yang telah dilakukan oleh Terdakwa. selanjutnya berdasarkan fakta-fakta tersebut.191-E yang digunakan korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan dalam jarak sekitar ½ m saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL langsung menembakkan senjata api sebanyak 2 (dua) kali pada bagian kepala korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR melalui kaca samping kiri bagian belakang mobil.

pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 yang menanyakan kepada Saksi apakah benar korban telah meninggal dunia. § Bahwa. Korban gagal menjadi Direktur SDM RNI. Saksi datang ke RS Mayapada. Korban meninggal dunia hari Minggu tanggal 15 Maret 2009 di RSPAD Gatot Subroto dan Saksi berada di RSPAD pada waktu korban meninggal. § Bahwa.00 WIB-24. § Bahwa. KETERANGAN SAKSI-SAKSI Sebelum Kami sampai pada pembahasan Yuridis. § Bahwa. kemudian sekitar pukul 23. Korban meninggal dunia pada hari Minggu 15 Maret 2009. Suparmin supir Korban tidak pernah menelepon Saksi.00 Korban dibawa ke RSPAD dengan ditemani oleh polisi. dan korban sudah tidak sadarkan diri tetapi korban masih hidup. Saksi Sri Martuti bin Subandi dibawah sumpah di dalam Persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. . Saksi mengetahui tentang adanya penembakan karena ada pemberitahuan dari keluarga di Palu. Saksi terakhir bertemu dengan korban hari Senin tanggal 9 Maret 2009. Pukul 23.00 WIB. Putra Rajawali Banjaran. dan yang berkaitan dengan pembuktian terhadap dakwaan. komunikasi Korban dengan Saksi terakhir melalui telepon terjadi hari Jumat tanggal 13 Maret 2009 Pkl. § Bahwa. serta proyek tersebut telah dikonsultasikan ke Antasari Azhar dan menurut Antasari Azhar fee tersebut adalah hak korban dan hal tersebut halal.00 WIB Korban dibawa ke RSPAD dan Saksi hanya ikut ke RSPAD. § Bahwa. Saksi datang ke RS Mayapada. korban dipindahkan dari RS Mayapada ke RSPAD dalam keadaan masih hidup. Korban pernah menyebutkan proyek di Kolaka. § Bahwa. § Bahwa. Paramedik yang melakukan tindakan medis terhadap Korban tidak meminta izin kepada Saksi. dan korban bercerita tentang proyek yang fee-nya saja 1. Antasari yang dimaksud adalah Antasari Azhar Ketua KPK. § Bahwa. perlu Kami kemukakan beberapa keterangan saksi-saksi maupun keterangan Terdakwa yang pada pokoknya adalah : 1. § Bahwa. Saksi menikah dengan korban tanggal 23 Desember 1990. dan bekerja di PT. § Bahwa. Akibatnya analisa hukum yang disusun oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutan dengan berdasar pada keterangan saksi yang “manipulatif” menjadi tidak fair. § Bahwa.pokok keterangan yang saling bersesuaian antara yang satu dengan yang lain.14. Berikut Kami sampaikan fakta-fakta yang terungkap dalam Persidangan. kemudian Korban meminta bantuan Antasari Azhar. § Bahwa. Korban menggunakan mobil BMW dengan nomor polisi B 191 E. sepengetahuan Saksi. § Bahwa.5 M. § Bahwa. Saksi tidak bertanya kepada dokter tentang kondisi Korban. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak berharap untuk mendapatkan fee tersebut karena menurut Saksi saat ini sudah ada reformasi birokrasi. Untuk itu Kami menolak semua analisa hukum Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya tersebut. Kami juga menemukan beberapa keterangan saksi dan keterangan Ahli yang ternyata tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya terungkap dalam persidangan yang dikutip salah oleh Penuntut Umum.

yang membuat Laporan Polisi adalah Kanit Jatanras. Saksi tidak mengetahui. Saksi melihat di TKP Jl. § Bahwa.00 WIB Korban dibawa ke RSCM untuk diautopsi. § Bahwa. ada pihak RS yang berhubungan dengan pihak keluarga. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak tanggapan maupun pertanyaan dari Terdakwa oleh karena keterangan Saksi tidak ada hubungan dengan Terdakwa. Korban dibawa ke RS Mayapada. Saksi tidak bertemu dengan dokter yang menangani Korban oleh karena Saksi harus menenangkan diri dan menenangkan anak-anak. Saksi mendapatkan informasi telah terjadi penembakan di Jl. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. berdasarkan informasi dari anak Saksi. Korban meninggal dunia Pkl. Korban tidak pernah menyebut nama. supir Korban tidak terluka. Korban di bawah dari RSPAD ke RSCM untuk dilakukan visum. § Bahwa. Korban pernah meminta tolong ke Antasari Azhar untuk memperoleh jabatan. Saksi tidak mengetahui alasan Korban dipindahkan ke RSPAD. § Bahwa. tetapi Saksi tidak tahu dengan siapa karena selama di ICU Saksi hanya bersama dengan anak Saksi. ada kemungkinan 20% otak Korban masih berfungsi. pada Pkl 16. § Bahwa.Hartono ada kerumunan massa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak pernah menandatangani surat-surat di RS dan sampai saat ini Saksi tidak tahu siapa yang berurusan dengan pihak RS. § Bahwa. Saksi menemukan supir Korban di tempat parkir RS Mayapada. kaca mobil yang terkena tembakan adalah kaca mobil yang kecil bentuk . berdasarkan informasi yang Saksi dapat. § Bahwa. § Bahwa. untuk itu Kami menolak keterangan saksi untuk dijadikan sebagai alat bukti pada persidangan ini. Wiliardi Wizar. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. § Bahwa.00 WIB hari Minggu tanggal 15 Maret 2009 di RSPAD. § Bahwa. Saksi bersama dengan 5 orang lainnya dari Resmob. Saksi tidak dimintai izin untuk autopsi lanjutan di RSCM. § Bahwa. dan bukan Saksi. 2. Saksi tidak mengetahui siapa yang memberi izin pemindahan Korban dari RS Mayapada ke RSPAD. Jerry Hermawan Lo. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa keterangan saksi tidak ada hubungan atau tidak ada keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi tidak meminta rekam medis (medical record) ke RS.00-17. § Bahwa. § Bahwa.12.§ Bahwa. tetapi Saksi tidak tahu dan tidak dimintai persetujuan untuk visum. melihat mendengar atau mengalami sendiri tentang terjadinya suatu tindak pidana. berdasarkan keterangan dari supir Korban. Saksi Rusli dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. dokter tidak melakukan tindakan operasi terhadap Korban. Saksi menemukan ada mobil BMW silver dengan kaca belakang terdapat bekas tembakan dengan Nomor Polisi B 191 E. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono.Hartono Raya Modernland. Korban habis main golf kemudian ditembak.

§ Bahwa. § Bahwa. ada tim lain yang berada di TKP diantaranya tim dari Polres bagian Reserse dan tim lain tersebut juga ke RS Mayapada.segitiga. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengantar Korban sehabis bermain golf sekitar Pkl. Saksi Suparmin bin Suntoro dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. yang memasang adalah tim dari identifikasi.Hartono sekitar 30 menit.30 WIB.PRB. Saksi bekerja dari menjadi supir pribadi kemudian menjadi karyawan kontrak PT. Saksi tidak melihat lampu depan mobil pecah. waktu kejadian hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009. bercak darah yang banyak di jok kiri. terdapat 2 bolongan di kaca mobil belakang dan Saksi melihat ada bercak darah. Analisa hukum atas keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.PRB) dan ditempatkan menjadi supir Direktur dhi. § Bahwa. ketika tiba di RS Mayapada Saksi langsung mengecek mobil dan bertemu supir Korban. § Bahwa. Saksi langsung perhatikan kaca yang pecah. Saksi tidak mengecek bagian luar mobil. § Bahwa. Untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. bahwa saksi yang mengaku membuat laporan Polisi dengan No. § Bahwa. korban telah ditangani oleh dokter dalam ruangan tertutup. Korban. dan yang menunjukkan adalah Suparmin. senyatanya Saksi bukanlah Saksi yang yang dapat dijadikan alat bukti dipengadilan oleh karena Saksi tidak melihat. Saksi bekerja menjadi supir di PT. perjalanan ke RS Mayapada dari Jl. § Bahwa. 3. § Bahwa. Saksi tidak melihat keadaan korban karena Saksi dilarang oleh dokter. § Bahwa. senyatanya tidak berkedudukan sebagai Pelapor. § Bahwa.14. Saksi tidak memasang police line di TKP. waktu itu Saksi dipanggil lewat car call sekitar Pkl. § Bahwa. § Bahwa.14. Saksi mengetahui keadaan Korban dari dokter yang berada di luar ruangan dan Suparmin. . § Bahwa. Saksi diperintahkan oleh atasan untuk memeriksa Korban. Selain itu mohon perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. perjalanan dari lapangan golf ke TKP jaraknya kira-kira 1 KM. Pol: A/46/III/2009/Restro Tangerang tanggal 14 Maret 2009. pada saat Saksi datang ke RS. Saksi tidak bersama dengan tim identifikasi karena berbeda mobil. § Bahwa. mobil korban BMW tahun 2000 dengan nomor polisi B 191 E. selain tim Saksi. Saksi berada di RS Mayapada selama kurang lebih 30 menit. § Bahwa. Saksi mendengar dari orang lain bahwa Korban meninggal dunia besok harinya. TANGGAPAN TERDAKWA Bahwa tidak ada tempat yang tidak dapat dimasuki oleh penyidik demi kepentingan penyidikan.Putra Rajawali Banjaran (PT. mendengar dan mengalami akan terjadinya suatu tindak pidana.00 WIB.

§ Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah ke kantor KPK kurang lebih 5 kali. § Bahwa. mobil Korban ditabrak. § Bahwa. pada hari Senin atau seminggu sebelum kejadian. kadang Korban berada di KPK kurang lebih 1 jam. pada pagi hari sebelum kejadian korban mengendarai mobil sendiri ke Lapangan Golf. setelah itu terdengar letusan 2 kali. Saksi pernah mengantar Korban ke Hotel Gran Mahakam. § Bahwa.21. tetapi Korban sudah tidak ada. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak tahu kepentingan Korban ke KPK. kemudian Saksi mengambil kunci mobil dari porter dan langsung ke mobil dan bersih-bersih kemudian makan. § Bahwa. § Bahwa. Korban biasa duduk di belakang sebelah kiri. Saksi tidak melihat barang yang dipegang atau keluar dari penumpang motor. kemudian Saksi mendengar tentang adanya uang dolar di tas Rani dan disarankan oleh korban untuk diserahkan ke Panti Asuhan. waktu Korban ke KPK.15 WIB. lalu Saksi ke Plaza Blok M bersama Korban dan bertemu dengan Rani. sekalian Saksi minta ke Irawati untuk menumpang ke lapangan golf. kemudian Korban bilang ke Saksi bahwa gara-gara Saksi tidak masuk kerja. § Bahwa. . Saksi langsung RS Mayapada. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi disalip oleh mobil avanza warnanya terang. § Bahwa. Saksi mengetahui Korban telah meninggal dunia dari TV.Tifico Tangerang. dan Saksi tidak menyentuh korban. Saksi tidak memperhatikan apakah Korban keluar dari KPK membawa dokumen. dalam perjalanan Saksi mendengarkan pembicaraan tentang korban yang menanyakan isi tas Rani. § Bahwa. yang membonceng/ joki badannya besar dan yang dibonceng lebih kecil. terakhir Saksi berhubungan dengan dengan Korban melalui alat telepon satu hari sebelum kejadian. Saksi mendengar asal bunyi tembakan dari sebelah kiri. § Bahwa. rumah Rani di belakang PT. § Bahwa. pada pagi hari. Saksi datang Pukul 07. § Bahwa. Saksi membawa mobil tanggal 1 sampai dengan tanggal 9 Maret 2009. Saksi tidak mengetahui nomor telepon Rani. § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak masuk kerja. Saksi menghubungi supir Irawati yang bernama Ujang dan bilang bahwa Korban ditembak orang. kadang habis main golf. Irawati bilang ke saksi: “Min disuruh nyusul ke Golf Modernland” kebetulan Irawati mau keluar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi biasanya mengantar Korban ke kantor dan pulang pada sore hari. Korban sering bersama Rani dan mengaku bahwa Rani adalah anak angkat. kadang siang atau Pkl. Saksi tidak tahu Korban bertemu dengan siapa di KPK. § Bahwa.00 WIB. Korban tidak pernah menginap di tempat Rani. Saksi melihat boncengan motor. Istri korban bernama Irawati. § Bahwa. kadang jam kerja. § Bahwa. Saksi diturunkan ke lapangan golf. § Bahwa. selanjutnya Irawati datang ke RS Mayapada. Saksi kemudian membawa Korban ke UGD. § Bahwa.

. § Bahwa. § Bahwa. Saksi menelepon Ujang dalam perjalanan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.5 jam. § Bahwa. pada waktu ke RS Korban masih bergerak. Saksi tidak mengetahui tindakan dokter. Saksi tidak pernah mendengar nama Sri Martuti. § Bahwa. ada banyak anggota polisi yang mengajukan pertanyaan ke Saksi. Saksi ke RS Mayapada kemudian petugas RS yang membawa Korban masuk ke dalam. dari Hotel Gran Mahakam. ketika jalan dari lapangan golf sampai tempat kejadian Saksi tidak tahu ada motor. Saksi pernah mengantar Korban ke Hotel Gran Mahakam sekitar maghrib. di lapangan golf. Saksi tidak mengetahui kejadian mobil ditabrak x-trail. lima menit kemudian polisi datang kemudian menginterogasi. jalur perjalanan Saksi dan Korban. § Bahwa. apabila hari Senin-Jumat lewat tol bandara. § Bahwa. Saksi menunggu di tempat parkir. Saksi menjadi supir korban dari bulan Januari 2008 sampai dengan kejadian. apabila Korban bermain golf. selain itu Korban juga sempat berkomunikasi dengan orang kantor. Saksi pernah mengantar Korban ke Hotel Gran Mahakam sebanyak satu kali dan Korban berada di Hotel Gran Mahakam selama 1. Korban minta uang receh buat porter. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak tahu korban main golf pada hari Sabtu. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi yang menyetir mobil ke Polres Tangerang. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. perjalanan dari TKP ke RS Mayapada sekitar 5 menit. Saksi tidak tahu dari mana Korban tahu Saksi sudah di lapangan golf. § Bahwa. Korban sempat berkomunikasi dengan Saksi. dan setelah itu langsung pulang ke rumah. dari kejadian penembakan sampai ke RS tidak ada yang ikut ke mobil Saksi. § Bahwa. Saksi pernah mendengar Korban berbicara dengan nada tinggi kepada Yulrisman. § Bahwa. sesampainya di lapangan golf Saksi langsung ke porter untuk mengambil kunci mobil dan tidak langsung menemui Korban. § Bahwa. tanggal 15 Maret 2009 Saksi disuruh mengambil mobil Avanza. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. ada polisi yang memeriksa mobil bagian dalam. Saksi pernah melihat Rani di lapangan golf. Saksi dan Korban menuju Plaza Blok M. § Bahwa. berupa satu pecahan peluru. dalam mobil ada serpihan peluru. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. tidak lama kemudian Irawati telepon. setelah Saksi minta tolong banyak warga yang melihat. tapi Korban sudah berdarah. § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa. sedangkan hari Sabtu lewat tol Kebun Jeruk. Saksi melihat seminggu sebelum kejadian mobil penyok dibagian belakang. dan bagian luar. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak memperhatikan apakah ada mobil Avanza yang diparkir di lapangan parkir golf. Saksi tidak melihat luka. Saksi tidak tahu ada penembak. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu terdengar letusan saksi langsung menoleh ke arah Korban.

§ Bahwa. motor yang dikendarai oleh para pelaku hampir menabrak Saksi. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. § Bahwa. pada saat itu Saksi dari arah sebelah kanan. Saksi membuka pintu mobil dan Saksi melihat ada orang yang terjatuh ke arah kanan sambil memegang kepala dengan tangan kiri. Saksi ke RS dengan dibonceng oleh orang yang mengaku polisi. § Bahwa. ternyata ada orang menodongkan sesuatu. Saksi tidak dapat mengejar pelaku penembakan. § Bahwa. dekat metropolis ada 2 danau yang satu besar dan yang satu lagi sedang. § Bahwa. yang mengendarai motor berbadan besar dan tinggi. karenanya secara tidak langsung Saksi melihat mobil BMW diikuti motor scorpio. kemudian Saksi diantar ke RS Mayapada. Saksi dimintai keterangan di RS Mayapada dan kemudian dibuatkan BAP di Polres. tempat kejadian perkara di Jl. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa.Hartono Raya. tetapi pada saat itu Saksi tidak melihat secara jelas. § Bahwa. 4. § Bahwa. § Bahwa. kejadian penembakan tersebut pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009. ketika Saksi kembali ke TKP. Saksi melihat mobil avanza menyalip mobil BMW tersebut. Saksi ditanyai nama dan alamat oleh seorang Polisi wanita. pada waktu itu Saksi sedang menjala ikan dan Saksi mau pindah ke danau yang berada di seberang dengan menyeberang lewat Jl. Saksi Sarwin alias Erwin bin Muhadi dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. pelipis kiri orang tersebut mengeluarkan darah. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. posisi Saksi pada saat itu berada di antara mobil dan motor. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Saksi mendengar ada suara minta tolong. § Bahwa. hanya supir Korban. § Bahwa. pada waktu Saksi di tengah jalan Saksi mendengar suara letusan. Saksi sempat menengok ke dalam mobil dan melihat Korban. datang seseorang yang mengaku sebagai anggota polisi dan mengajak Saksi untuk mengejar pelaku penembakan. . § Bahwa. suasana pada hari itu ramai. Korban sudah tidak ada. § Bahwa. Saksi mendengar Korban dibawa ke RS oleh supir Korban. pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 Saksi dari jam 8 pagi sudah berada di danau. Saksi melihat wajah yang dibonceng sekilas. § Bahwa. kemudian terdengar bunyi dor-dor. § Bahwa. § Bahwa.Hartono Raya Tangerang. banyak pengendara sepeda motor. sedangkan yang dibonceng lebih kurus. § Bahwa. Saksi mengetahui orang tersebut polisi dari pengakuan (menggunakan baju preman). Saksi sempat melihat Korban bersandar dan jatuh sambil memegang pelipis. § Bahwa. ternyata berasal dari supir Korban. Saksi tidak menolong Korban pada saat itu karena Saksi berpikir yang bisa menolong Korban. beberapa saat setelah teriakan minta tolong dari Supir Korban.

§ Bahwa. § Bahwa. setelah pertemuan tersebut Terdakwa datang ke mobil menemui Saksi. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak pernah mengantarkan Terdakwa ke rumah di Jl. § Bahwa. Bumi Serpong Damai. pada waktu pertemuan di Citos. akan tetapi Saksi tidak mengetahui Terdakwa bertemu dengan siapa. Saksi pernah mengantar Terdakwa ke rumah di Jl. .Kerinci. Saksi juga pernah mengantarkan Terdakwa ke rumah yang terletak di Jl. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui siapa Sigit Haryo Wibisono. Saksi yang menyerahkan paper bag kepada Terdakwa. Saksi Indra Apriadi dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah mengantarkan Terdakwa ke Ancol pada malam hari. dan mobil tersebut adalah mobil dinas. § Bahwa. Saksi pernah mengantarkan Terdakwa ke Citos. sedangkan rumah yang berada di Jl. Saksi bekerja sebagai supir dinas Terdakwa sampai dengan bulan Januari tahun 2009.Pati Unus merupakan rumah mewah.TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. Saksi mengetahui Edo. § Bahwa. tetapi Saksi tidak mengetahui rumah tersebut milik siapa. § Bahwa. § Bahwa. akan tetapi Saksi tidak mengetahui dengan siapa Terdakwa bertemu karena Saksi tidak turun dari mobil. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi mengantarkan Edo ke kantor Terdakwa di Mabes Polri. 5. § Bahwa. setelah terjadinya penembakan. Saksi mengendarai mobil Terano dengan Nomor Polisi 1184 DH. Saksi pindah ke ruangan staf. Edo bersama dengan seseorang. Saksi tidak mengetahui tentang terjadinya penembakan. § Bahwa. karena Saksi berkenalan dengan Edo.Kerinci biasa saja. setelah Edo diantar ke ruangan Terdakwa. § Bahwa. Antasari Azhar dan Edo. Saksi tidak mengetahui apa yang dibawa oleh Terdakwa pada waktu mengunjungi Jerry. § Bahwa. Saksi menjemput Edo dari Hotel Ambhara atas perintah Terdakwa dan setelah menjemput Edo. Saksi pernah menjemput Edo dari samping jalan Hotel Ambhara. Kejadian tersebut terjadi sekitar bulan Februari 2009. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. Pertemuan Terdakwa dengan Jerry di Kedoya terjadi tidak lama hanya sekitar 10 menit. tetapi Saksi tidak mengetahui rumah tersebut milik siapa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi.Pati Unus. Saksi pernah mengantarkan Terdakwa ke rumah Jerry di daerah kembangan 1 kali pada siang hari. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah mengantar Terdakwa ke kantor Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. ciri-ciri rumah yang ada di Jl.Pati Unus. atau ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi masih menjadi supir Terdakwa pada saat Terdakwa dimutasikan ke Babinkam Polri.

Saksi menceritakan nilai-nilai kebaikan yang dimiliki oleh Terdakwa yaitu : pada waktu orang tua Saksi sakit. § Bahwa. Saksi menepikan kendaraan dan tidak lama kurang lebih 5 menit muncul mobil kijang kapsul. § Bahwa. Saksi tidak melihat dan tidak mengetahui apakah ketika Terdakwa keluar dari rumah di Jl. § Bahwa. Selain itu. Terdakwa juga suka marah kepada Saksi. § Bahwa. Saksi juga tidak pernah mengetahui apakah Jerry pernah berkunjung ke Polres Jakarta Selatan. Terdakwa hanya 1 kali ke Ancol. § Bahwa. pada saat itu Saksi sudah tidak melihat paper bag tersebut. Saksi memasukkan paper bag tersebut ke dalam mobil. kemudian Saksi menyerahkan rokok beserta amplop kepada Terdakwa. 6. Saksi tidak mengetahui kapan amplop itu ada di dalam mobil sebelumnya. § Bahwa. Saksi tidak pernah mengawal Terdakwa karena Saksi hanya bertugas menjadi supir Terdakwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak menjelaskan tentang adanya suatu tindak pidana yang berkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. tidak ada orang lain pada pertemuan antara Terdakwa dengan Jerry. Saksi melihat Terdakwa berada dalam ruang tersebut. Saksi tidak memperhatikan rumah di Jl. Saksi mengetahui nama Jerry ketika Saksi diminta oleh Terdakwa untuk mengantarkan rokok dan amplop coklat ke ruangan Jerry.Kedoya tersebut apakah ada namanya atau plangnya. kemudian Terdakwa pindah ke mobil kijang kapsul.Kerinci. § Bahwa.Kerinci itu rumah siapa. mobil jalan ke arah kemang.§ Bahwa. kemudian Silvester turun dari mobil Saksi dan Terdakwa kembali masuk ke mobil yang Saksi kendarai. setelah dari Jl.Pati Unus Terdakwa membawa sesuatu atau tidak. setelah sampai di Citos. § Bahwa. pada waktu Terdakwa menjadi Kapolres. pada saat Saksi ke ruangan Jerry. Saksi tidak pernah melihat Terdakwa berkomunikasi dengan Jerry. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. tetapi marah yang mendidik. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi melihat pertama kali ketika Terdakwa membawa paper bag tersebut di halaman rumah Jl. Saksi mengetahui orang yang turun dari kijang kapsul bernama Silvester. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci. pada setiap pertemuan yang dilakukan Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. setelah pertukaran penumpang tersebut. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui dari mana amplop itu berasal. Saksi bersama Terdakwa pada malam harinya ke Citos. sepengetahuan Saksi. Saksi melihat ada orang yang turun dari mobil kijang kapsul tersebut. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. Saksi Marisi Panggabean dibawah janji didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: . paper bag yang Saksi maksud adalah paper bag yang dijinjing. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. dan sepengetahuan Saksi Terdakwa tidak bermain Bowling. Terdakwa membiayai biaya pengobatan orang tua Saksi tersebut. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui rumah di Jl.

pertemuan antara Terdakwa dengan Jerry terjadi selama kurang lebih 30 menit. tidak ada orang lain ketika pertemuan antara Jerry dengan Terdakwa. 7. sepengetahuan Saksi hubungan antara Terdakwa dengan Jerry hanyalah pertemanan. Terdakwa datang ke kantor Jerry sebelum kejadian penembakan. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. pada saat Terdakwa datang untuk yang pertama dan kedua Saksi tidak melihat. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengenal Edo sejak berdirinya FPAB. § Bahwa. Saksi Mohammad Tohir dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.00 WIB Terdakwa sudah tidak ada. Saksi berada di lantai 2 (dua) karenanya Saksi tidak tahu apa yang dibicarakan Terdakwa dengan Jerry. Saksi melihat Terdakwa ketika Saksi disuruh untuk membuat minum. § Bahwa. Edo adalah Ketua DPD Jakarta tetapi Edo jarang ke kantor.§ Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi hanya mengetahui Terdakwa datang ke kantor Jerry sekitar jam 13. § Bahwa. Saksi tidak ingat betul kapan Terdakwa ke kantor Jerry. di mana Ketua Umum FPAB adalah Jerry. . § Bahwa. § Bahwa. Pada pukul 13. Saksi pernah datang ke Polres Jakarta Selatan bersama Jerry pada saat Terdakwa menjadi Kapolres dalam rangka ada kegiatan FPAB yaitu membawa air mineral. dan yang ketiga tahun 2009. Saksi mengenal Edo karena Edo adalah Ketua DPD FPAB DKI. Saksi tidak mengetahui persis berapa lama Terdakwa berada di ruangan Jerry. tetapi Saksi melihat kedatangan Terdakwa yang ketiga dengan supirnya sekitar akhir bulan Februari 2009. § Bahwa. § Bahwa.00 siang. Saksi mengenal Terdakwa setelah FPAB berjalan. Saksi tidak tahu apakah Jerry pernah mengunjungi Terdakwa ketika Terdakwa masih menjabat Kapolres Jakarta Selatan. § Bahwa. FPAB adalah organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Saksi pernah melihat Terdakwa di kantor Jerry. § Bahwa. dan di atas meja tersebut ada tas hitam kecil punya Jerry. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi pernah melihat Terdakwa ke kantor Jerry sebanyak 3 (tiga) kali yang pertama tahun 2004. yang kedua tahun 2005. selain tas tersebut tidak ada barang-barang lain.30 WIB Saksi disuruh untuk menjemput cucu Jerry dan setibanya Saksi di kantor sekitar pukul 15. § Bahwa. berdasarkan penglihatan Saksi pada saat itu Terdakwa dan Jerry duduk di meja bundar. § Bahwa. Saksi tidak melihat Terdakwa membawa sesuatu ke kantor Jerry. Saksi bekerja menjadi office boy di kantor Jerry Hermawan Lo yang terletak di daerah Kedoya sejak tahun 2003. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangan keterangan saksi. Saksi mengenal Jerry sejak tahun 2003 ketika mendirikan FPAB. pada saat Terdakwa bertemu dengan Jerry. § Bahwa. Saksi mengenal Terdakwa sejak Saksi menjadi Sekretaris Jenderal Forum Persaudaraan Anak Bangsa (FPAB). § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengenal Hendrikus alias Hendrik karena anggota FPAB.

§ Bahwa. § Bahwa. Terdakwa pernah menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan. Sigit Haryo Wibisono menanyakan apakah bisa bertemu sekarang atau tidak dengan Terdakwa?. pada waktu itu sepengetahuan Saksi. Saksi Muhammad Agus dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. loyal dan memiliki kinerja yang baik sebagai anggota Polri. dan sepengetahuan Saksi Hendrik pernah datang ke kantor untuk mengambil barang. Saksi juga mengenal Hendrik. 8. Saksi tidak mengenal Fransiskus. Saksi terlebih dahulu mengenal Terdakwa pada tahun 2007 ketika Terdakwa menjadi Kapolres Jakarta Selatan. § Bahwa. Terdakwa adalah orang yang berdedikasi. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengetahui apabila Sigit Haryo Wibisono dekat dengan Kepolisian. jadi merupakan inisiatif Saksi agar Terdakwa mendapatkan jabatan strategis di POLRI karena menurut Saksi. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. Saksi merevisi keterangan di BAP poin 6 dan 8. berdasarkan keterangan Sigit Haryo Wibisono kepada Saksi Sigit Haryo Wibisono mengenal Kapolri. Saksi hanya mengetahui apabila Sigit Haryo Wibisono dekat dengan Polri. Saksi mengenalkan Terdakwa kepada Sigit Haryo Wibisono pada bulan Januari 2009. § Bahwa. Terdakwa kemudian menjawab mungkin apabila ada waktu karena pada saat itu orang tua Terdakwa dalam keadaan sakit. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. yang berinisiatif mengenalkan Terdakwa ke Sigit Haryo Wibisono adalah Saksi. tentang adanya mutasi di kalangan POLRI tidak dibicarakan saat itu. kemudian Saksi minta kepada Sigit Haryo Wibisono untuk berkenalan dengan Terdakwa. Saksi kemudian menelepon kepada Terdakwa untuk menanyakan apakah Terdakwa bisa bertemu Saksi untuk dikenalkan dengan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci seorang diri dan terjadi perbincangan antara Terdakwa dengan Sigit Haryo Wibisono.§ Bahwa. pada waktu itu Sigit Haryo Wibisono bercerita ada pergantian di POLRI dan ada posisi di Mabes Polri yang membutuhkan orang yang berdedikasi dan loyal. tetapi Sigit Haryo Wibisono pada saat itu tidak ingat. Saksi kemudian ingat teman Saksi yaitu Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. isi pembicaraan keduanya adalah mengingat kembali masa lalu karena sepertinya Terdakwa pernah bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono pada sebuah acara sebelumnya. § Bahwa. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. selanjutnya Sigit Haryo Wibisono menanyakan pangkat Terdakwa. bekas Kapolres Jakarta Selatan. tetapi Saksi meyakinkan Terdakwa untuk meluangkan waktu pada saat itu juga karena sangatlah susah untuk bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono. Saksi mengenal Sigit Haryo Wibisono tahun 2008 karena pekerjaan. dan Saksi menjawab bahwa Terdakwa pangkatnya Kombes. Terdakwa datang ke Jl. Pada akhirnya. keterangan yang telah diberikan oleh Saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. .

kemudian Saksi diberitahu Dokter bahwa Korban membutuhkan darah. dan bukan atas inisiatif Terdakwa. Bahwa berdasarkan keterangan saksi M.00 WIB. menurut Saksi tujuan Sigit Haryo Wibisono mencari polisi yang baik adalah untuk kebaikan Negara dan tidak ada tujuan lain. § Bahwa. Terdakwa hanya menjawab pertanyaan dari rekan-rekan tentang kegiatan Terdakwa saat itu. kemudian Terdakwa menjawab bahwa Terdakwa baru selesai SESPATI dan menunggu jabatan baru. § Bahwa. Korban pergi sendiri ke lapangan golf modernland. sekitar 15 menit. menyatakan bahwa saksi yang berinisiatif mengenalkan Terdakwa dengan Saksi Sigit haryo Wibisono. Saksi kemudian menelpon Korban untuk janjian makan malam di Lippo Karawaci.000. Saksi kemudian mencegah karena anak akan mengikuti perlombaan marching band tetapi Korban tetap pergi karena sudah ada janji. § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono tidak menawarkan posisi di Polri dan pada saat itu Terdakwa sudah bertugas di Mabes Polri. § Bahwa. 500. tidak lama kemudian suparmin datang. § Bahwa. sepengetahuan Saksi dalam pertemuan antara Sigit Haryo Wibisono dengan Terdakwa. Saksi tanya darimana informasi itu? katanya informasi tersebut dari Suparmin. Korban di UGD bukan di ICU karena tidak ada ICU di RS Mayapada. § Bahwa.30 pagi Korban pamit untuk main Golf. Saksi Irawati Arienda dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa.000. pada waktu Terdakwa makan dengan Saksi dan teman-teman Saksi di Blok M. § Bahwa. . § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.00 wib Saksi sms (short message service) bilang bahwa anak bermain marching band dengan bagus. Saksi tidak mengetahui masalah pinjaman Rp. § Bahwa. Dokter menerangkan tentang hasil CT Scan. kemudian Saksi bilang kepada dokter agar melakukan tindakan medis yang terbaik terhadap Korban. Saksi hanya lihat pada saat itu kepala Korban telah dibalut dan alat-alat medis sudah terpasang. Supir yang bernama Ujang bilang ke Saksi bahwa Korban masuk Rumah Sakit. 9. Agus. Terdakwa bercerita bahwa Terdakwa baru selesai Sespati dan pada saat ini menunggu jabatan baru. Korban meninggal besok harinya pada siang hari jam 12. Sigit Haryo Wibisono adalah owner harian Merdeka. Saksi kemudian menuju Rumah sakit Mayapada di ruang UGD. § Bahwa. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia.-(lima ratus juta rupiah). Korban kemudian di pindahkan ke RSPAD atas permintaan dari keluarga. pada hari sabtu tanggal 14 Maret 2009 pukul 06. Saksi kemudian men-drop suparmin ke lapangan golf. TANGGAPAN TERDAKWA Terdakwa hanya menegaskan bahwa pembicaraan pada saat makan di Blok M. pada siang hari jam 12. § Bahwa.

Saksi tidak mempunyai perasaan yang buruk tentang perilaku Korban. § Bahwa. Saksi pernah mendengar nama Rani sekitar pertengahan Januari 2009. § Bahwa. Parmin datang kerumah naik motor. Parmin mengantarkan Korban main golf tergantung permintaan dari Korban. Saksi tidak mengetahui alasan Parmin terlambat masuk kerja pada hari itu. dokter pernah mengatakan bahwa kemungkinan hidup 20%. Saksi mengetahui bahwa Korban pernah ke Kendari karena ada bisnis Ter/Aspal. mobil BMW milik Korban pernah ditabrak oleh mobil x-trail. § Bahwa. . Korban pada waktu itu sedang menelepon dan berbicara tentang seseorang yang bernama Rani. § Bahwa. Saksi mengetahui Korban memiliki banyak anak angkat di Palu. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak dimintai keterangan oleh petugas waktu itu. § Bahwa. Korban tidak pernah menceritakan kepada Saksi tentang rencana adanya wacana Korban menjadi Direktur SDM di RNI. Korban tidak pernah menceritakan tentang pekerjaan Korban di rumah. seluruh urusan pada waktu korban berada di rumah sakit ditangani oleh PT PRB. Saksi mengetahui Korban memiliki anak asuh di sekitar Jakarta dan Tangerang. setelah kejadian ini. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. saat itu ada dokter lain yang menyatakan bahwa tidak cukup tanda tangan Saksi. dokter meminta tanda tangan Saksi agar dapat mengoperasi Korban. karena saksi dan Korban telah ada komitmen untuk membedakan urusan rumah dan kantor. § Bahwa. § Bahwa. dan kemudian pada tahun 2008 Korban diangkat menjadi Direktur di PRB (Putra Rajawali Banjaran). § Bahwa. di RS Mayapada hanya ada Saksi sedangkan keluarga maupun adik-adik Korban ada di Makassar. § Bahwa. Saksi tidak memberi tahu kedatangan Parmin di lapangan golf kepada Korban.00 WIB. di RSPAD Saksi tidak menandatangani surat apapun. § Bahwa. Saksi mengetahui bahwa Antasari Azhar yang dimaksud Korban adalah Antasari Azhar ketua KPK. § Bahwa. Saksi kemudian bertanya siapa itu yang bernama Rani?? Korban bilang Rani itu merupakan anak angkat dari Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengetahui pada hari itu Parmin masuk kerja. § Bahwa. Saksi melihat paramedik memasang peralatan dan tranfusi darah terhadap Korban.§ Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. tapi harus ada persetujuan dari keluarga sebelah Korban. komunikasi terakhir dengan Korban sekitar Pkl 13. Saksi tidak pernah menanyakan urusan kantor Korban. pada tahun 2002 Korban bekerja di RNI. § Bahwa. Saksi menandatangani surat tentang operasi dan Saksi bilang ke dokter yang di RS Mayapada agar melakukan upaya yang terbaik bagi Korban. awalnya mau diupayakan operasi di RSPAD akan tetapi tidak dilakukan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi memberikan persetujuan untuk dilakukan Visum. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi selalu mengantar Korban ke depan rumah. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu di RS Mayapada Saksi tidak melihat mobil Korban. Saksi mengantarkan Parmin ke lapangan golf kemudian mengantarkan anak bermain marching band.

Kerinci. Antasari Azhar sering datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono.Pati Unus masih menggunakan mobil yang sama bersama dengan supir yang Saksi kenal bernama Indra. Saksi pernah mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke Mabes.Kerinci tahun 2009.Kerinci. keterangan yang telah diberikan oleh Saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi tidak memperhatikan kedatangan Parmin dan sepengatahuan Saksi biasanya Parmin datang naik motor. kalau kantor di . Antasari Azhar keluar terlebih dahulu dari rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. § Bahwa.Pati Unus dan Kantor di Jl. dan tidak ada pembicaraan dalam mobil. § Bahwa. pada saat Terdakwa datang ke Kantor di Jl.Ampera. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. sepengetahuan Saksi.Pati Unus membawa sesuatu atau tidak. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan maupun komentar dari Terdakwa. § Bahwa. Saksi melihat Terdakwa datang sendiri menggunakan mobil Harrier warna silver bersama supir.Pati Unus. 10. Terdakwa datang ke rumah di Jl. sepengetahuan Saksi di Kantor Jl. Saksi tidak melihat Terdakwa membawa sesuatu.§ Bahwa. Saksi tidak melihat ada mobil avanza pada pagi hari itu. § Bahwa. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Kerinci. Saksi tidak mengetahui kalau Korban punya musuh. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Terdakwa di Jl. Saksi pernah mengantar Sigit Haryo Wibisono ke Gran Mahakam 2-3 kali.Kerinci juga dipasang CCTV.Kerinci. kemudian langsung ke kantor. dan seringkali Saksi dan Korban adu mulut. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. di rumah Sigit Haryo Wibisono di pasang CCTV. § Bahwa. Saksi pernah melihat Terdakwa datang ke rumah di Jl. ada Sigit Haryo Wibisono.Pati Unus maupun dari Kantor di Jl. Saksi Arifin dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. dan ruang pertemuan berada di bawah. § Bahwa. Saksi mengenal Terdakwa ketika Terdakwa datang ke Kantor Harian Merdeka di Jl. Saksi tidak melihat kepulangan Terdakwa baik dari Rumah Jl. sekitar 3-4 kali. Saksi pernah masuk ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa pada saat datang maupun pulang dari rumah di Jl. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar di BSD ada Setyo Wahyudi dan Warsito. pernah suatu waktu Sigit Haryo Wibisono berada di Mabes Polri sekitar 20 menit. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.Pati Unus. Saksi pernah melihat Terdakwa di Kantor PIM di Jl. Menurut Saksi sifat Korban temperamental. Saksi tidak pernah disuruh mengantarkan amplop ke rumah Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui maksud kedatangan Terdakwa ke Rumah Jl. § Bahwa.

data tersebut tersimpan di server dan ada password-nya. 11. data yang sampai ke Sekurindo diambil menggunakan flashdisk dari server. § Bahwa. apabila sistimnya rusak. Saksi tidak mengetahui kalau ada pertemuan Sigit Haryo Wibisono dengan Antasari Azhar sebelum fit and proper test berlasung di DPR.Habib Hasan dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : . setiap kendaraan yang masuk oleh petugas datanya akan di input. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. data dapat diambil secara manual. pada tanggal 2 Februari 2009 nomor polisi B 8214 termasuk golongan empat. maka petugas akan menggunakan tiket manual. hanya nomor mobil yang tercatat dan jenis roda. § Bahwa.Jl. § Bahwa.Ampera tidak dipasang CCTV.24. Saksi pernah ke DPR mengantarkan Sigit Haryo Wibisono pada waktu Antasari Azhar sedang fit and proper test. baik nomor dan jenis kendaraan begitu juga pada waktu akan keluar. § Bahwa. untuk kendaraan dinas Polisi bisa di daftar dan dikenakan biaya parkir. § Bahwa. tetapi menggunakan server. perbedaan jenis roda akan mempengaruhi tarif. Saksi tidak mengetahui ada orang yang menyerahkan kantong. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. § Bahwa. Saksi tidak mengenal Helmi Santika. § Bahwa. Saksi Alicia Saimima dibawah janji didalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA : Tidak ada tanggapan dan komentar oleh karena nomor mobil tersebut bukan nomor mobil Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. Analisa hukum terhadap keterangan Saksi: Bahwa. Saksi Hasan Mulachela al. Saksi tidak mengetahui mobil tersebut milik siapa. data yang tersimpan di server di lokasi parkir Hailai belum pernah dihapus sejak beroperasi tahun 2006. jenis mobil tidak tercatat.00 WIB. petugas yang menerima kendaraan yang masuk berbeda dengan petugas yang mengatur kendaraan keluar. § Bahwa. 12. keterangan yang telah diberikan oleh Saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. Setyo dan Waskito ke rumah Antasari Azhar di BSD. PT Sekurindo mengelola parkir di Hailai Ancol. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono ditangkap oleh kepolisian tanggal 28 April 2009 Pkl. karena Saksi berada di bagian luar rumah. § Bahwa. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. sistim yang berada di Hailai Ancol tidak on-line. sebelum ditangkap Saksi mengantarkan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa.

uang dalam tas terebut dalam pecahan Rp. Saksi mengetahui ada daftar aset perusahaan PT PIM. § Bahwa.Ampera. oleh karena pada waktu itu Terdakwa datang ke kantor PT PIM dengan Sigit Haryo Wibisono.1. ada kehilangan dari kantor pada bulan Februari 2009 3 buah laptop dan 1 kamera yang berada di meja Yudi. § Bahwa.500 juta. Saksi tidak mengetahui adanya tanda terima cek dari Terdakwa ke Sigit Haryo Wibisono melalui Yudi. laptop yang satu ada di meja Sigit Haryo Wibisono. tidak ada kwitansi penyerahan uang dari Sigit Haryo Wibisono kepada Terdakwa. § Bahwa.22. Saksi hanya mengetahui adanya cek karena informasi dari Yudi. seperti pinjaman sebesar 1. § Bahwa. § Bahwa. sepengetahuan Saksi satpam tidur di kantor. kantor PIM ada yang di Jl. sepengetahuan Saksi Terdakwa dengan Sigit Haryo Wibisono sudah berada di Kantor. Terdakwa datang ke kantor PIM sekitar Januari 2009. § Bahwa. Saksi biasanya pulang kantor Pkl. Saksi tidak mengetahui pekerjaan sampingan Sigit Haryo Wibsono dan sepengetahuan Saksi. di ruang pertemuan tersebut sudah ada Sigit Haryo Wibisono dan Terdakwa.5 M ke teman-teman Sigit Haryo Wibisono. yudi menginformasikan kepada Saksi bahwa Terdakwa menyerahkan cek Rp. Saksi tidak mengetahui bisnis Sigit Haryo Wibisono yang lain. pada waktu peminjaman uang sebesar Rp.§ Bahwa. setelah penyerahan uang tersebut. § Bahwa. Yudi kemudian meletakkan uang tersebut diantara tempat duduk Terdakwa dan Sigit Haryo Wibisono. laptop yang hilang adalah laptop yang digunakan Sigit Haryo Wibisono dan . § Bahwa. Saksi mengetahui kas PT PIM dan tidak ada uang sejumlah yang diminta oleh Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa tidak ada barang yang rusak pada saat kehilangan. § Bahwa.00 WIB. ada juga Moh Agus. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengenal Terdakwa.000 (lima puluh ribu rupiah). § Bahwa. Saksi tidak melihat ada cek. § Bahwa. ruangan Yudi ruang terbuka dan ruangan Sigit Haryo Wibisono ada pintunya.5 M Saksi tidak mengetahui. § Bahwa. § Bahwa. dan menyampaikan bahwa Saksi dipanggil Sigit Haryo Wibisono kemudian Saksi melewati meja Yudi dan melihat ada tas yang kata Yudi adalah uang buat Terdakwa. hanya orang yang akan meminjam uang tersebut memberitahukan kepada Saksi. Saksi tidak disuruh untuk membuat tanda terima karena bukan uang kantor. Saksi mengatahui isi tas tersebut adalah uang karena diperlihatkan oleh Yudi. § Bahwa.50. § Bahwa. § Bahwa. selain Saksi selaku direktur. pada hari yang sama Yudi menghubungi Saksi. § Bahwa.Kerinci dan di Jl. Sigit Haryo Wibisono pemilik PT PIM. Saksi yang membuat laporan polisi tentang kehilangan tersebut. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui maksud kedatangan Terdakwa ke kantor PIM. dan Saksi dikenalkan oleh Sigit Haryo Wibisono karena Saksi adalah salah satu Direktur pada perusahaan Sigit Haryo Wibisono. Saksi diberitahukan oleh Yudi tentang kehilangan tersebut. § Sigit Haryo Wibisono sering mengeluarkan dana besar. § Bahwa.

§ Bahwa. hilangnya laptop terjadi sebelum pembunuhan Nazrudin.Kerinci dan rumah Jl. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Saksi tidak memperhatikan Terdakwa membawa apa pada waktu ke kantor di Jl. . selain itu mengenai penyerahan cek oleh Terdakwa merupakan keterangan yang saksi dapatkan dari Saksi Setyo Wahyudi (testimonium de auditu) untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa. Terdakwa datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono bersama supir yang diketahui bernama Indra. Saksi belum pernah mengawal Sigit Haryo Wibisono ke DPR. Saksi tidak mengetahui data apa yang ada di dalam laptop tersebut. § Bahwa. 13. Yudi yang memberitahukan kepada saksi atau karyawan lainnya sebelum tamu tersebut datang. Saksi pernah menyuruh Sigit Haryo Wibisono ke Hotel Grand Mahakam 2 kali. Saksi hanya menunggu di luar. § Bahwa. § Bahwa. amplopnya selebar folio.Pati Unus. Saksi bekerja selaku pengawal pribadi Sigit Haryo Wibisono. Saksi hanya mendapat info dari Yudi. Terdakwa menggunakan mobil Harrierl. Saksi tidak pernah menemui orang dari Mabes Polri. § Bahwa. Bahwa Terdakwa menanyakan dana operasional pada malam harinya. § Bahwa. apabila ada tamu yang datang ke rumah Sigit Haryo Wibisno ada orang dalam yang mengantarkan ke ruang tamu. § Bahwa.Yudi. pada saat dilaporkan tentang kehilangan Terdakwa datang ke kantor. § Bahwa. amplop tersebut dikirim sebelum Sigit Haryo Wibisono ditangkap. TANGGAPAN TERDAKWA : Tidak ada tanggapan maupun komentar dari Terdakwa. § Bahwa. Terdakwa tidak pernah menyerahkan cek. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. sepengetahuan Saksi.Pati Unus pada hari yang sama. § Bahwa. pada saat kejadian kehilangan laptop. Sigit Haryo Wibisono masuk ke lobby Hotel. saksi tidak melihat langsung kedatangan Antasari Azhar. Saksi tidak pernah mengantar Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar. menurut Yudi pintu tidak terkunci. Saksi pernah mengantar amplop warna coklat ke rumah Antasari Azhar di BSD sekitar 2-3 kali. § Bahwa. dan tertup rapat. kemudian Sigit Haryo Wibisono langsung menanyakan kepada Saksi dan Saksi bilang bahwa tidak ada uang di kas. Saksi Triyana dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Bahwa Terdakwa mempertanyakan kepada Sigit Haryo Wibisono tentang dana operasional karena anak-anak telah bekerja. § Bahwa. Terdakwa dan Antasari Azhar pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl.Pati Unus dan di kantor Jl. Saksi pernah melihat Terdakwa di Rumah Sigit Haryo Wibisono Jl.Kerinci. § Bahwa.

Saksi kemudian kembali ke kantor dan menyerahkan uang tersebut ke Setyo sekitar bulan Februari pada sore hari. § Bahwa. Saksi mengetahui Moh. § Bahwa. Saksi melihat uang tersebut berada di bawah meja kerja Sigit Haryo Wibisono dalam kantong kertas. Sigit Haryo Wibisono dengan Terdakwa. Saksi tidak ikut masuk ke dalam rumah.Pati Unus 1 kali. § Bahwa. selain Saksi yang mengetahui kejadian tersebut adalah Setyo. Terdakwa datang sendiri ke kantor Sigit Haryo Wibisono pada siang hari. § Bahwa. kemudian Sigit Haryo Wibisono memerintahkan Saksi untuk mengambil uang di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono di rumah Jl. pada waktu mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar. 14.Pati Unus. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. di rumah sudah ada Antasari Azhar dan Sigit Haryo Wibisono di ruang kerja kemudian Terdakwa datang dan dibawa ke ruang tamu. Saksi tidak melihat ada sesuatu di meja di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. § Saksi tidak mendengar pembicaraan pada waktu pertemuan tersebut. Antasari Azhar tidak pernah ke kantor Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. tugas Saksi diantaranya melayani tamu. Antasari Azhar pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono sebelum pertemuan bertiga antara Antasari Azhar. Saksi bekerja sebagai karyawan PT. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangan keterangan saksi sebagai alat bukti. 50. selanjutnya ada pertemuan Terdakwa dengan Sigit Haryo Wibisono di kantor di Jl.Kerinci. Sigit Haryo Wibisono dan Terdakwa sekitar Januari 2009.Kerinci lebih dari 1 kali. menyediakan minum. .Kerinci.000. Terdakwa datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono sekitar akhir bulan Januari 2009. Agus ke rumah Sigit Haryo Wibisono bersama Terdakwa. § Bahwa. ketika Saksi masuk ke ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. dan di Kantor PT. karena Setyo yang mengantar masuk ke ruang kerja. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. Saksi pernah mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar. Saksi mengetahui Terdakwa bergabung di ruang kerja. PIM di Jl. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak ingat apakah pada waktu Moh. uang tersebut ditaruh di dalam kantong kertas yang tengahnya diisolasi. pada waktu itu Sigit Haryo Wibisono sedang berada di kantor di Jl. § Bahwa. Saksi Karno dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. § Bahwa. akan tetapi kelihatan uang dalam pecahan Rp. Saksi pernah menyajikan minuman kepada Terdakwa di rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl.-(lima puluh ribu rupiah). § Bahwa. Saksi tidak mengetahui Terdakwa menggunakan mobil apa. PIM. Agus pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa memakai pakaian dinas polisi pada waktu pertemuan pertama di rumah Sigit Haryo Wibisono. saksi mengetahui pada waktu itu. sebelum pertemuan bersama antara Antasari Azhar.Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa.

Saksi tidak mengetahui jumlah uang tersebut sebesar Rp. tepatnya di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. Kerinci pada waktu menyerahkan uang ke Yudi. Saksi tidak melihat Terdakwa ada di kantor Jl. Saksi melaporkan ke Sigit Haryo Wibisono bahwa uang telah Saksi serahkan ke Setyo. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu mengambil uang di rumah Sigit Haryo Wibisono Jl. dan Pinora pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. pada waktu pertemuan dengan Antasari Azhar dan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi menyerahkan uang tersebut kepada Setyo. Saksi tidak pernah mengantar Sigit Haryo Wibisono ke kantor Jerry Hermawan Lo. Saksi kenal dengan Pinora.30 WIB polisi datang mengatakan bahwa Saksi. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui apakah alat perekam tersebut merekam gambar atau suara. § Bahwa. sepengetahuan Saksi antara Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa.§ Bahwa.Pati Unus. Saksi tidak mendapatkan panggilan dari polisi.(lima ratus juta rupiah). § Bahwa. 500.000. sebelum kejadian kedatangan polisi tersebut. setelah Saksi menyerahkan uang ke Setyo. tetapi Saksi hanya memasang 1 alat perekam dan alat perekam satunya dipasang oleh Setyo. § Bahwa. Saksi juga bekerja di kantor Jl. Penyidik tidak memberitahukan kepada Saksi untuk kepentingan penyidikan Tersangka mana keterangan tersebut Saksi berikan. § Bahwa. Saksi tidak ingat apakah pemasangan alat perekam tersebut untuk merekam pertemuan yang mana. rumah Jl. Terdakwa pulang duluan kira-kira sebelum maghrib. Saksi disuruh memasang alat perekam di rumah Sigit Haryo Wibisono Jl. dan Terdakwa tidak pernah bertemu di luar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pintu ruang kerja Sigit Haryo Wibisono tidak terkunci. Saksi tidak mengenal nama Chairul Anwar dan Helmi Santika. setelah alat perekam tersebut Saksi pasang. § Bahwa. § Bahwa. selain di rumah Jl. Terdakwa berada di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono kurang lebih 15 menit. Saksi tidak mengenal Edo. § Bahwa. dan Hasan agar ke kantor polisi. § Bahwa.. pada saat itu Saksi disuruh memasang alat perekam oleh Setyo.000.Pati Unus memiliki CCTV di luar rumah.Kerinci. § Bahwa. Antasari Azhar. Saksi tidak mengetahui untuk apa uang tersebut. Saksi tidak mengetahui siapa yang bertugas merekam melalui CCTV. karena ada pesan dari Sigit Haryo Wibisono untuk menyerahkan uang tersebut kepada Setyo. pada Pukul 00. Saksi pernah mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke Gran Mahakam. § Bahwa.Pati Unus. § Bahwa. § Bahwa. Antasari Azhar datang ke rumah . dan pada waktu itu tidak ada orang lain selain Saksi dan Setyo. Saksi mengetahui dalam ruang kerja Sigit Haryo Wibisono terdapat 2 (dua) alat perekam.Pati Unus. Setyo. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. kemudian Setyo bilang bahwa Antasari Azhar mau datang. sedangkan di dalam rumah tidak ada CCTV.

Terdakwa datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono bersama supir yang Saksi ketahui bernama Indra. pada saat menjadi Kapolres.Sigit Haryo Wibisono. menurut keterangan Yudi yang datang adalah Pak Kumis. Saksi tidak ingat apakah Terdakwa membawa sesuatu pada waktu keluar dari rumah Sigit Haryo Wibisono. TANGGAPAN TERDAKWA: Terdakwa datang sekitar Januari. kedatangan Terdakwa sesudah kedatangan Antasari Azhar yang kedua. Saksi diperintahkan oleh Kapolres Jakarta Selatan Chairul Anwar untuk melakukan pengamanan di kantor Sigit Haryo Wibisono. Pati Unus. Saksi tidak melihat Chairul Anwar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. dan terakhir Saksi bertugas di kedua tempat tersebut. Saksi hanya mendengar dari Indra bahwa Chairul Anwar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. tugas Saksi adalah mengamankan lokasi. § Bahwa. penugasan pertama Saksi di kantor PT PIM kemudian di rumah Sigit Haryo Wibisono Jl. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Menurut Terdakwa pertemuan antara Sigit Haryo Wibisono dengan Terdakwa terjadi lebih dahulu dibandingkan pertemuan antara Antasari Azhar. Saksi tidak melihat siapa yang berada di dalam mobil camry. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. yang mengatakan . § Bahwa. Saksi tidak memperhatikan apakah ketiga orang tersebut membawa dokumen. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Chairul Anwar pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono untuk yang kedua kalinya. § Bahwa.Kerinci. 15. waktunya sekitar Januari-Februari 2009. § Bahwa. Terdakwa tidak pernah menugaskan kepada anggota polisi untuk menjaga rumah-rumah pengusaha. Saksi pernah melihat Terdakwa di rumah Sigit Haryo Wibisono sebanyak 2 kali pada akhir Januari dan awal Februari. § Bahwa. akan tetapi Saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa juga datang. Saksi Gunawan dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. Saksi tidak mengetahui kedatangan Terdakwa. dan Saksi yang menerima Terdakwa. § Bahwa. selain Saksi selaku polisi yang berjaga ada juga anggota polisi lain dari Brimob . ada arahan dari Kabag Binamitra. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Saksi tidak melihat Terdakwa pernah datang ke kantor di Jl. § Bahwa. kedatangan Chairul Anwar bersama 2 orang. Saksi menerima penghasilan dari Sigit Haryo Wibisono dan dari instansi kepolisian. § Bahwa. pada waktu itu ada arahan dari Yudi. § Bahwa. “kalau ada yang datang langsung diarahkan ke atas” kemudian yang datang pada waktu itu mobil sedan camry. Saksi bertugas menjaga keamanan di kantor Sigit Haryo Wibisono. waktu kedatangan masih pada waktu yang sama. pada waktu Saksi diberi tugas untuk melakukan penjagaan. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. yang menyatakan: bahwa pengamanan di kantor Sigit Haryo Wibisono nanti berkoordinasi dengan Yudi. Saksi hanya mengetahui ketika Terdakwa keluar dari rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono dengan Terdakwa.

Saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa membawa sesuatu pada waktu keluar dari Jl. Joni. Saksi bertugas sebagai anggota kepolisian dibagian Dalmas. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. § Bahwa. Saksi Henry Septia Herlambang dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. M. § Bahwa. Saksi sering mengantar Sigit Haryo Wibisono ke Hotel Gran Mahakam. 16. § Bahwa.Kerinci. 2 orang yang bersama Chairul Anwar dari Polres Jaksel. Saksi melihat Antasari Azhar di dalam mobil. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa datang terlebih dahulu ke Jl. § Bahwa. Antasari Azhar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono menggunakan mobil pribadi.Polda yang bertugas sebagai ajudan. pertemuan Terdakwa dan Sigit Haryo Wibisono di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi hanya mendengar adanya kehilangan. § Bahwa. § Bahwa. sepengetahuan Saksi Prabowo pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi bertugas di Jl. § Bahwa.Pati Unus baru kemudian ke Jl. § Bahwa. biasanya Saksi bersama Karno. waktu kehilangan laptop di kantor. Saksi pernah melihat Terdakwa bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono pada akhir bulan Januari 2009 di rumah Sigit Haryo Wibisono.Kerinci. Saksi pernah melihat Antasari Azahar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono.Kerinci. Saksi pernah melihat Helmi Santika datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. Saksi bertugas menjadi ajudan Sigit Haryo Wibisono. Saksi kenal dengan M. Saksi tidak pernah mengantar Sigit Haryo Wibisono ke BSD. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi kemudian dipindahkan ke kantor PT. Saksi bertugas di Pati Unus.PIM yang berada di Ampera. . kedatangan Antasari Azhar dan Terdakwa tidak berbarengan.Pati Unus pada bulan Januari 2009. selain itu Chairul Anwar pernah juga datang bersama Joni. Saksi mengetahui di rumah Sigit Haryo Wibisono ada CCTV. sepengetahuan Saksi. dan kedua orang tersebut yang bersama Chairul Anwar ketika datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. dan Helmi Santika.Pati Unus dan ke kantor PT. § Bahwa. § Bahwa. Saksi ditugaskan untuk melakukan penjagaan di rumah dan kantor PT. § Bahwa. Joni seorang diri pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono setelah kedatangannya yang pertama bersama Chairul Anwar dan Helmi Santika. § Bahwa. PIM di Jl. § Bahwa. Terdakwa datang sendiri pada waktu berkunjung ke rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.PIM yang berada di daerah Panglima Polim. Chairul Anwar pernah menemui Sigit Haryo Wibisono di rumahnya sekitar 1-2 jam. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa. § Bahwa.

Saksi mengetahui di rumah Sigit Haryo Wibisono terdapat CCTV. Saksi Setyo Wahyudi dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. Uang tersebut ditempatkan di tas kertas yang ada pegangannya. pada awal Februari 2009 sekitar jam 3 sore. pada pertemuan tersebut Terdakwa keluar duluan. Saksi kemudian masuk sendiri ke ruangan dan menaruh tas tersebut di lantai.00 WIB Terdakwa datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Terdakwa kemudian menunggu sekitar 1 jam di ruang tunggu.Kerinci. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian di SMS oleh Sigit Haryo Wibisono agar membawa masuk uang tersebut. § Bahwa. Saksi kemudian memberitahukan kedatangan uang tersebut kepada Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono sedang menerima tamu (Antasari Azhar). § Bahwa. Setelah itu masuk bersama di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono selama kurang lebih 30 menit. § Bahwa. § Bahwa. Saksi berangkat ke kantor di Jl.14. § Bahwa. Uang tersebut dalam pecahan 50 ribuan dan 100 ribuan. Saksi kemudian diberitahu oleh Karno bahwa Terdakwa sudah datang. pertemuan kedua antara Saksi dengan Terdakwa adalah pada waktu Saksi diminta untuk menyerahkan uang sebesar 500 juta kepada Terdakwa. pada waktu itu Terdakwa sudah ada di kantor. sedangkan Antasari Azhar masih berada di rumah Sigit Haryo Wibisono kurang lebih 1 jam. Saksi kenal dengan Terdakwa akhir bulan Januari 2009 pada waktu Terdakwa datang ke tempat Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti 17. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono kemudian memerintahkan untuk menyimpan uang tersebut. kebetulan pada waktu itu. Saksi kemudian mengantarkan Terdakwa ke mobil bersama dengan uang tersebut. Saksi bekerja di PT PIM sejak berdiri tahun 2008. Saksi melaporkan ke pimpinan tentang penjagaan yang Saksi lakukan. sebelum Karno menyerahkan uang. Saksi pernah melihat Pinora datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. kemudian Karno datang dan memberitahukan ke Saksi bahwa dia disuruh oleh Sigit Haryo Wibisono mengantarkan uang ke kantor. Saksi kemudian menghitung uang tersebut bersama dengan Karno. kira-kira Pkl. TANGGAPAN TERDAKWA : Tidak ada tanggapan. Saksi tidak mengetahui apakah ada anggota Polres Jaksel yang melakukan pengintaian terhadap Nazrudin. § Bahwa. § Bahwa. Sekitar satu minggu kemudian Terdakwa datang ke kantor dan menyerahkan cek kepada Saksi dengan pernyataan: “yud ini ini untuk yang kemaren” dan kalau mau . § Bahwa. Saksi lupa apakah pernah menginfokan ke Gunawan pada waktu Chairul Anwar atau Joni datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Antasari Azhar bersama dengan Sigit Haryo Wibisono di ruang kerja dan Terdakwa berada di ruang tunggu.

§ Bahwa. Saksi mengetahui laki-laki tersebut bernama Nasrudin dan perempuan tersebut bernama Rani oleh karena diberitahukan oleh Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian menelepon untuk kedua kalinya kepada Terdakwa untuk menanyakan tentang pencairan cek tersebut. § Bahwa. yang Saksi ketahui adalah polisi dari Jakarta Selatan. § Bahwa. pada waktu Terdakwa keluar dari kantor Sigit Haryo Wibisono. untuk pencairan cek tersebut. § Bahwa. dan Sigit Haryo Wibisono menginstruksikan kepada Saksi untuk mengembalikan cek tersebut dan nanti minta cash kepada Terdakwa. § Bahwa. dan dilihat dari Blackberry Sigit Haryo Wibisono. untuk pertemuan ketiga. § Bahwa. § Bahwa. sebelum Terdakwa bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono Terdakwa menyerahkan cek kepada Saksi. Saksi pernah mencetak foto dari e-mail Sigit Haryo Wibisono. 2 orang yang sedang bergandengan dan foto rumah. § Bahwa. . § Bahwa. § Bahwa. dan pada malam harinya Saksi disuruh untuk mencetak foto tersebut. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian menghubungi Terdakwa. orang yang bergandengan sama dengan orang yang berada di foto dari e-mail. kemudian mobil Antasari Azhar datang dan mengikuti Saksi dari belakang. foto mobil tersebut berbentuk postcard. seminggu setelah tanggal 4 Maret. Terdakwa membawa amplop. Sigit Haryo Wibisono memberitahukan nama orang yang berada di foto tersebut adalah Nasrudin dan Rani. setelah Saksi menerima cek tersebut. Saksi hanya menunggu di pintu gerbang. dan Terdakwa menyatakan bahwa belum bisa. § Bahwa. Saksi berinisiatif mengcopy cek yang diterima dari Terdakwa. Terdakwa kemudian menyatakan bahwa cek tersebut belum bisa dicairkan. e-mail tersebut masuk ke alamat e-mail Sigit Haryo Wibisono sekitar jam 3-4 sore. Saksi kemudian ke kantor di Jl. Saksi memasang alat perekam di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono sekitar akhir Februari 2009 atau awal Maret 2009. cek yang diserahkan oleh Terdakwa berada di dalam amplop. dalam foto tersebut ada 1 laki-laki yang bernama Nasrudin dan 1 perempuan yang bernama Rani dan ada peta yang agak gelap.Kerinci. pada waktu Antasari Azhar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. sebelumnya Sigit Haryo Wibisono bilang ke Saksi bahwa Pak Kumis mau datang. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono memerintahkan untuk menambahkan nama Nasrudin dan Rani beserta dengan tempat tanggal lahir dan alamat masing-masing. kemudian Saksi keluarkan. Saksi kemudian melaporkan hal tersebut ke Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. foto mobil diterima dari Joni. § Bahwa. § Bahwa. e-mail tersebut dari Intelkam POLRI. Cek tersebut tertanggal 4 Maret 2009.mencairkan untuk menelepon Terdakwa terlebih dahulu. § Bahwa. cek tersebut Saksi mengembalikan kepada Terdakwa. § Bahwa. ada foto belakang mobil.

§ Bahwa. § Bahwa. alat perekam yang Saksi pasang hanya untuk suara. sepengetahuan Saksi alat perekam tersebut masih berada di tempatnya. § Bahwa. untuk Antasari Azhar pernah dipesankan kamar di Hotel Gran Mahakam sebanyak 4-5 kali. mobil tersebut jenisnya BMW. § Bahwa. dan alat perekam yang Karno pasang adalah alat perekam yang dapat merekam suara dan gambar. setelah Saksi memasang alat perekam tersebut. laptop yang digunakan untuk membuka e-mail hilang. ada orang yang menjaga kantor. yaitu Setiono. sepengetahuan Saksi. seingat Saksi. § Bahwa. pada waktu Saksi mencetak foto tersebut sudah ada keterangan Nero dan Romeo. § Bahwa. Terdakwa yang membawa tas keluar kantor. keterangan-keterangan yang Saksi tambahkan pada foto tersebut dilakukan sekitar bulan Januari. yang satu Saksi taruh di bawah meja. § Bahwa. alat perekam tersebut dipasang untuk pembicaraan Sigit Haryo Wibisono dengan Antasari Azhar.§ Bahwa. Antasari Azhar dan Terdakwa. Sigit Haryo Wibisono minta untuk menyediakan tempat di Hotel Gran Mahakam dan Century. Saksi kemudian menyuruh Alvian mengirimkan dokumen tersebut ke rumah Antasari Azhar sekitar pertengahan Januari 2009. § Bahwa. kemudian dikirimkan ke Pak Kumis atas perintah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. dan Saksi menyerahkan tas tersebut kepada supir Terdakwa. Saksi disuruh untuk membawakan tas tersebut sampai ke mobil Terdakwa. § Bahwa. . pada waktu kehilangan. tapi untuk digunakan Antasari Azhar hanya digunakan 1 kali. § Bahwa. Saksi ingat bahwa korban yang difoto tersebut bernama Nasrudin. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. peta tersebut mengenai wilayah tangerang. dan dalam foto tersebut ada nama Nero dan Romeo. Saksi pernah mengantar Terdakwa ke rumah Antasari Azhar 1 kali pada akhir bulan Maret 2009 atas perintah Sigit Haryo Wibisono. pemasangan alat perekam tersebut tidak untuk pertemuan antara Sigit Haryo Wibisono. Saksi kemudian menuju ke pintu gerbang menyambut Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. setiap ada tamu. kamar 803 Hotel Gran Mahakam pernah dipesan lebih dari 1 kali. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. foto yang telah dicetak dari e-mail Sigit Haryo Wibisono. saksi pernah mengantarkan uang pulsa ke asisten Antasari Azhar kira-kira 10 juta /bulan dari awal 2008 sampai Februari 2009. foto yang diterima dari e-mail hanya di cetak 1 kali. seingat Saksi. § Bahwa. didalam rumah dan diruang tunggu ada CCTV. pada bulan Februari atau awal Maret Saksi disuruh untuk memasang alat perekam. § Bahwa. Saksi dimintai keterangan oleh polisi yang berpakaian preman dan Saksi di bawa ke Polda. 2 foto tersebut diterima dihari yang sama. kemudian oleh Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi diberitahukan oleh polisi tentang pemeriksaan berkaitan adanya pembunuhan. dan yang satu Saksi menyuruh Karno untuk meletakkan disamping TV.

§ Bahwa. file tersebut Saksi simpan dengan nama Antasari Azhar. Saksi tidak disuruh untuk menghitung uang tersebut. Sigit Haryo Wibisono menanyakan ke Saksi bagaimana dengan cek Terdakwa. pada waktu cek tersebut jatuh tempo. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak memberi tahu ke Hasan tentang peminjaman uang. Saksi tidak mengetahui apakah Jerry Hermawan Lo pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa kenal dengan Sigit Haryo Wibisono bulan . tidak semua orang bebas keluar masuk di rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. § Bahwa. § Bahwa.00 Wib. Saksi mencetak kiriman e-mail dari Pinora. Saksi tidak diberitahukan digunakan untuk tersangka mana keterangan yang Saksi berikan. setiap menyerahkan uang kepada orang lain. Saksi tidak menandatangani berita acara penyitaan 6 buah handphone yang disita oleh pihak kepolisian. § Bahwa. bermaksud bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono. file yang telah ada namanya seperti Nero dan Romeo berasal dari Pinora. tidak ada tanda terima. Suardi Alius (Sespri Kapolri). § Bahwa. Agus bersama Terdakwa. § Bahwa. Saksi kemudian menelepon Terdakwa tentang pencairan cek tersebut akan tetapi dijawab belum bisa oleh Terdakwa. M. § Bahwa. § Bahwa. menurut Saksi pada pemeriksaan keempat di polisi didampingi oleh penasihat hukum karena Saksi masih grogi. § Bahwa. Joni. pada waktu itu. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. laptop tersebut ditinggal di meja Sigit Haryo Wibisono di Kerinci. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.Pati Unus. Saksi mengetahui uang tersebut pinjaman oleh karena diberitahukan Sigit Haryo Wibisono. maksudnya file-nya Antasari Azhar. H. Terdakwa datang sekitar Pkl. pada waktu kehilangan. § Bahwa. dan pendampingan tersebut atas perintah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi mengetahui supir Terdakwa bernama Indra. § Bahwa. § Bahwa. tidak dibuatkan tanda terima cek dari Sigit Haryo Wibisono ke Terdakwa. diantaranya Chairul Anwar. laptop tersebut ditinggal. tim tersebut bertemu dengan Antasari Azhar di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. Saksi tidak pernah diperintahkan untuk menyerahkan foto kepada Terdakwa. laptop yang hilang berisi file dari Pinora (intelkam). pada waktu itu. § Bahwa. Pinora. Iwan. § Bahwa. yang sering bertamu ke rumah Sigit Haryo Wibisono pada Januari 2009. § Bahwa. § Bahwa. Saksi sering menghubungi. Saksi tidak tahu apakah Karno pernah bertugas untuk mengambil uang sebelumnya.15. pada waktu pemeriksaan dikepolisian.JA Pinora. Saksi menghubungi Sespri Kapolri karena Sigit Haryo Wibisono akan bertemu dengan Kapolri. karena Sigit Haryo Wibisono sudah beli laptop baru.§ Bahwa. pada waktu itu ada M. Saksi tidak mendengarkan isi rekaman. § Bahwa. pada waktu kehilangan laptop tidak ada barang di kantor yang mengalami kerusakan. yang benar menurut Saksi. Terdakwa menggunakan mobil Harrier pada waktu penyerahan uang.

selain saksi ada pengawal pribadi Sigit Haryo Wibisono yang lain bernama Triyana. § Bahwa. § Saksi melihat Terdakwa ada Pkl. akan tetapi karena sudah pada tutup maka Terdakwa langsung pulang ke Tangerang. saksi mengantarnya sendiri menggunakan mobil Terano. § Saksi menerima cek dari Terdakwa. § Bahwa. amplop tersebut dalam keadaan tertutup. pada waktu mengantarkan amplop. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak menjelaskan tentang adanya perencanaan dan atau anjuran Terdakwa untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. akan tetapi pada waktu saksi sampai dirumah tersebut ada orang yang mendatangi dan mengatakan: “dari Pak Yudi ya”. dan menanyakan tentang biaya operasional kepada Sigit Haryo Wibisono. Saksi bekerja sebagai pengawal pribadi Sigit Haryo Wibisono. lalu Terdakwa ke Kemang untuk minum kopi. § Bahwa. Untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. pada waktu memesan kamar hotel menggunakan nama Saksi. Saksi menyerahkan foto tersebut kepada Sigit Haryo Wibisono dan Sigit Haryo Wibisono kemudian menyerahkan foto tersebut kepada Terdakwa. Sigit Haryo Wibisono kemudian memanggil Saksi untuk mengambil uang. 18. § Bahwa. oleh karena diberitahukan oleh Yudi. § Terdakwa tidak pernah memberikan cek kepada Saksi. TANGGAPAN TERDAKWA: § Pertama dirumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. kemudian uang dari Karno datang. Terdakwa menyatakan kepada Sigit Haryo Wibisono bahwa anak-anak mau bekerja. Saksi tidak mengetahui amplop tersebut diterima oleh siapa. § Bahwa. Pati Unus.Kerinci pada pukul 8 malam. § Terdakwa datang ke kantor di Jl. Sigit Haryo Wibisono yang menyerahkan foto kepada Terdakwa. TANGGAPAN SAKSI: § Seingat Saksi penyerahan uang setelah Azar atau pada sore hari. Saksi Alvian Makarim dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. . Saksi mengetahui kedatangan Antasari Azhar. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Antasari Azhar pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono 1 kali sebelum Saksi mengantarkan amplop tersebut ke rumah Antasari Azhar. § Setelah Terdakwa menerima uang tersebut.Jauari 2009. § Bahwa. § Yang datang duluan ke kantor adalah Terdakwa.30 WIB sudah berada di ruang Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa pergi ke Citos menyerahkan uang kepada Edo. § Tidak ada kata-kata dari Sigit Haryo Wibisono yang menyatakan “yud ini pak willi pinjam uang”. Saksi menggunakan kartu kredit pada waktu memesan kamar hotel. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah disuruh oleh Yudi untuk mengantar amplop sebesar kertas folio warna coklat ke rumah Antasari Azhar di BSD.17. Saksi pernah 2 kali mengantarkan Sigit Haryo Wibisono sebelum bulan Januari 2009.

jadi saksi melihat Terdakwa di TPS bukan dirumah SIGIT HARYO WIBISONO. § Bahwa. 19. § Bahwa. § Bahwa. di kantor Sigit Haryo Wibisono di Jl. Saksi pernah melihat Terdakwa pulang dari kantor Sigit Haryo Wibisono di Jl. Saksi tidak pernah melihat Antasari Azhar datang pada tahun 2009. § Bahwa. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Pada bulan April tersebut Terdakwa menjaga TPS Pemilu. waktu kedatangan Antasari Azhar ke rumah Sigit Haryo Wibisono pada sore hari. dan sebaliknya. Saksi pernah melihat Terdakwa datang kerumah Sigit Haryo Wibisono pada waktu pemilu legislatif. § Bahwa. petugas polisi yang bertugas mengawal Sigit Haryo Wibisono berada di dalam mobil. Januari 2009 dan Februari 2009.Kerinci sekitar bulan Januari 2009. Saksi baru mengenal nama Terdakwa pada saat persidangan ini. § Bahwa. amplop yang saksi bawa ke rumah Antasari Azhar gampang dilipat. § Bahwa. Saksi baru melihat Terdakwa pada waktu pemilu. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono pernah 2 kali datang kerumah Antasari Azhar. pada waktu Antasari Azhar mau datang. § Bahwa. § Bahwa. untuk pengiriman yang kedua. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci. Saksi mengantarkan amplop ke rumah Antasari Azhar sebanyak 2 kali. § Bahwa. Saksi mengetahui ada anggota Polisi yang menjadi pengawal pribadi Sigit Haryo Wibisono. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. amplop tersebut saksi dapatkan dari Yudi. § Bahwa. keterangan saksi digunakan. Yudi menginstruksikan kepada Saksi untuk membuka pintu gerbang. Saksi ingat orang yang menerima amplop di rumah Antasari Azhar bernama Tumpal Silaban. mobil yang digunakan oleh Antasari Azhar adalah mobil sedan warna hitam. Saksi bertugas mengantarkan Sigit Haryo Wibisono dari rumah ke kantor. § Bahwa. § Bahwa.§ Bahwa. yaitu: Henri dan Waskito. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui untuk pemeriksaan siapa. tidak ada surat panggilan kepada saksi untuk menjadi memberikan keterangan sebagai saksi. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. akan tetapi pada tahun 2008 saksi pernah melihat Antasari Azhar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa datang siang hari. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Terdakwa datang sendiri. Saksi tidak kenal Chairul Anwar. Saksi diterima oleh orang yang berbeda dirumah Antasari Azhar. Saksi Waskito Ashy Pranowo dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. . Antasari Azhar bertamu di rumah Sigit Haryo Wibisono kurang lebih 1 jam. kedatangan Terdakwa tidak bersamaan dengan Antasari Azhar.

sepengetahuan saksi di rumah Sigit Haryo Wibisono ada CCTV. pada surat perintah ada 2 orang yang ditugaskan yaitu Saksi dan Gunawan.§ Bahwa. Saksi pernah melihat Chairul Anwar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono 2 kali mengunakan pakaian bebas. § Bahwa. Saksi hanya pernah melihat Antasari Azhar bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono 1 kali. § Bahwa.Kerinci. Saksi lupa apakah Terdakwa pernah datang rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi pernah melihat Terdakwa datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. kemudian ditugaskan untuk menjadi ajudan Sigit Haryo Wibisono dari bulan Januari. Saksi bertugas untuk menjaga rumah. Saksi M. Agus Januari 2009.Joni ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Sigit haryo Wibisono dan Terdakwa) bertemu. Saksi tidak pernah mendengar pembicaraan Sigit Haryo Wibisono dalam mobil.Ampera. § Bahwa. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi pernah melihat Antasari Azhar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. Antasari Azhar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono menggunakan mobil sedang Camry warna hitam. bersama dengan M. § Bahwa. Saksi bertugas di rumah Sigit Haryo Wibisono atas surat perintah tanggal 28 Agustus 2008. tidak ada kewajiban untuk membuat laporan atas tugas Saksi. Saksi kemudian pernah melihat Terdakwa datang ke kantor PIM di Jl.00 WIb Februari 2009. Saksi juga pernah melihat Helmi Santika dan M. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. biasanya pembicaraan tentang kantor. Joni dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: . § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengetahui Terdakwa sudah dipindahkan ke Mabes Polri. 20. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak melihat Terdakwa membawa sesuatu pada waktu keluar dari kantor Sigit Haryo Wibisono di Kerinci.22. Saksi pernah menceritakan kedatangan Chairul Anwar kepada rekan saksi. Saksi tidak pernah melihat ketiganya (Antasari Azhar. Saksi pernah mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar. waktu itu diperintahkan oleh Kapolres Jakarta Selatan Chairul Anwar. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan karena keterangan saksi tidak ada hubungannya dengan Terdakwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa. Saksi pernah melihat Terdakwa datang rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi satu mobil dengan Sigit Haryo Wibisono.April. § Bahwa. sekitar Pkl. § Bahwa. § Bahwa. pada awal penugasan. Saksi mengetahui adanya kehilangan laptop di kantor Jl. Antasari Azhar datang sekitar bulan Desember 2008. § Bahwa. Saksi pernah melihat Iwan Kurniawan bersama Chairul Anwar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono sekitar bulan November-Desember 2008. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.

Saksi mengetahui hanya ada 1 Tim yang dipimpin oleh Chairul Anwar dan diawasi oleh Suardi Alius. Pinora. foto diambil pada waktu Nasrudin ke kantor. Saksi mengambil foto Rani dan Nasrudin Zulkarnain Iskandar menggunakan telepon genggam. dan H. Iwan Kurniawan. § Bahwa. menurut Chairul Anwar. Saksi tidak mengetahui apakah Sigit Haryo Wibisono mengeluarkan uang untuk Tim. tidak ada pengaduan secara resmi dari Antasari Azhar tapi ada aduan secara lisan dari Antasari Azhar kepada Chairul Anwar. § Bahwa.§ Bahwa. menurut Antasari Azhar. § Bahwa. Helmi Santika. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. adanya hubungan gelap antara Antasari Azhar dengan Rani. dan Terdakwa setelah diperiksa Polda Metro Jaya. § Bahwa. § Bahwa. oleh karena menurut Antasari Azhar.A. Sigit Haryo Wibisono dilibatkan oleh karena pada waktu pertemuan pertama Chairul Anwar dengan Antasari Azhar. § Bahwa. Saksi yang mengambil data. § Bahwa. teror yang dilakukan Nasrudin Zulkarnain Isakandar melalui telepon dan sms. Tim dibentuk atas perintah lisan dari Kapolri. § Bahwa. . Saksi masuk ke tim Chairul Anwar untuk melakukan penyelidikan terhadap orang yang diduga melakukan teror terhadap Ketua KPK. tidak ada prosedur tetap dalam pelaksanaan penyelidikan yang dilakukan oleh Tim. Saksi. foto Rani diambil pada waktu Rani berada di Lapangan Golf Modernland Tangerang. ada Sigit Haryo Wibisono yang mengaku sebagai saudara Antasari Azhar. Antasari Azhar. Tim tersebut terdiri dari 5 orang yang diketuai Chairul Anwar. Chairul Anwar datang bersama dengan saksi dan Iwan Kurniawan. kemudian Saksi disuruh oleh Chairul Anwar untuk mengirim salinannya ke Sigit Haryo Wibisono. Saksi mengetahui peran Sigit Haryo Wibisono. kemudian oleh Chairul Anwar di konfirmasikan kepada Antasari Azhar apakah benar orang tersebut adalah Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Tim melakukan profiling data terhadap orang yang diduga melakukan teror terhadap Antasari Azhar.J. untuk itu Nasrudin Zulkarnain Iskandar mengancam Antasari Azhar karena Rani istrinya. § Bahwa. Saksi kemudian menyerahkan hasil profiling tersebut ke Chairul Anwar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengambil foto Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani. pada tanggal 3 Januari Chairul Anwar dipanggil Wakapolri. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa tidak dimintai bantuan oleh Tim. § Bahwa. Antasari Azhar menyampaikan ke Chairul Anwar untuk menyerahkan hasil penyelidikan kepada Sigit Haryo Wibisono. sepengetahuan Saksi Chairul Anwar menyampaikan laporan ke Suardi Alius (Korsespri Kapolri). Sigit Haryo Wibisono dan Terdakwa tidak termasuk dalam Tim bentukan Chairul Anwar. § Bahwa.

§ Bahwa. Tim hanya melakukan pemantauan sekitar Jabodetabek. berdasarkan keterangan Chairul Anwar. hal tersebut dilaporkan ke Chairul Anwar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.J.J. § Bahwa. § Bahwa. Iwan Kurniawan bertugas bersama Saksi melakukan profiling data.A. Saksi tidak melakukan pemeriksaan terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Antasari Azhar tidak menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil kerja Tim. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. tugas Tim hanya melakukan profiling data. Chairul Anwar diundang Sigit Haryo Wibisono dan Antasari Azhar. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui apakah Antasari Azhar membentuk Tim lain. § Bahwa. dan Sigit Haryo Wibisono menghubungi Chairul Anwar. § Bahwa. nama Nasrudin Zulkarnain Iskandar tidak dicantumkan dalam surat perintah. ada sms teror dari Nasrudin Zulkarnain Iskandar ke Antasari Azhar. § Bahwa. Tim dihentikan atau selesai bertugas pada tanggal 24 Januari 2009. sepengetahuan Saksi. sepengetahuan Saksi. polisi dapat melakukan penyelidikan. karena tidak ada laporan dari Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. H. Pinora mengirimkan lewat e-mail ke Sigit Haryo Wibisono. harus melalui Sigit Haryo Wibisono. No HP dan pekerjaan). Sigit Haryo Wibisono mengaku sebagai saudara Antasari Azhar. H. Sigit Haryo Wibisono terlibat oleh karena Antasari Azhar menghubungi Sigit Haryo Wibisono. Pinora yang menyusun laporan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan mendapat petunjuk dari Wakapolri. Saksi hanya menjaga agar tidak terjadi teror terhadap Antasari Azhar. memantau terhadap orang yang diduga melakukan teror. Saksi pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono menyampaikan hasil kerja Tim. Saksi hanya mendengar cerita dari Chairul Anwar bahwa dia berangkat ke Makasar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. sebelumnya Saksi tidak mengenal FPAB. surat perintah tersebut tidak dicap Polri.§ Bahwa. . § Bahwa. oleh karena Sigit Haryo Wibisono mengaku sebagai keluarga Antasari Azhar. Saksi membawa amplop coklat yang terikat ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi tidak ingat ada berapa kali pertemuan diantara Tim.A. setelah Tim dibentuk ada rapat-rapat diantara anggota Tim. Pinora bertugas dibagian analisis data-data yang didapat oleh tim. § Bahwa. nama Nasrudin dan Rani di dapat dari Chairul Anwar. walaupun belum ada laporan resmi. § Bahwa. menurut Chairul Anwar. dan mendapatkan infomasi dari Polda tentang Nasrudin Zulkarnain yang mungkin menggunakan narkoba. § Bahwa. Helmi Santika kenal dengan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. yang menyatakan bahwa nama tersebut dari Antasari Azhar (nama. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. jadi tidak ada akses langsung Tim ke Antasari Azhar. Tim tidak melakukan pemeriksaan terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. Tim dibentuk tanggal 5 Januari 2009. Chairul Anwar pernah menghadap Kapolri. Edo. § Bahwa. § Bahwa. Jerry Hermawan Lo. maka tidak ada tindakan pro justitia.

Akan tetapi keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. dan data tersebut Saksi susun menjadi laporan penugasan. saksi. § Bahwa. dan ada Sigit Haryo Wibisono dan Antasari Azhar. Saksi melakukan pembuntutan terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar selama kurang lebih 5 hari. Tim terdiri dari Chairul Anwar selaku Ketua Tim. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. 21. Helmi Santika tidak memastikan foto tersebut adalah Nasrudin Zulakarnain Iskandar. Iwan Kurniawan. Saksi bersama seluruh anggota Tim dan Chairul Anwar pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. M. ada biaya operasional Tim dari Chairul Anwar.A. Helmi Santika.J. . § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Tim bahkan sampai harus berangkat ke Kendari untuk melakukan penyelidikan dan atau “pemantauan” terhadap korban. § Bahwa. § Bahwa. Bahwa pembuntutan yang dilakukan oleh Tim yang terdiri dari anggota kepolisian yang notebene adalah penyidik tidak serta-merta mendapatkan hasil yang memuaskan. Saksi H. § Bahwa. Saksi hanya 1 kali ke Modernland untuk mencari informasi tentang Rani. Saksi bertugas untuk menulis data-data yang didapat dari lapangan dan menyusun laporan. § Bahwa. foto yang lain dari Chairul Anwar yang diberikan oleh Antasari Azhar. Tim tersebut bertugas untuk menyelidiki adanya teror terhadap Antasari Azhar. Saksi mengetahui bahwa foto tersebut sudah diterima Sigit Haryo Wibisono dari informasi Chairul Anwar. berdasarkan data dari lapangan (Helmi Santika dan M. Antasari Azhar melapor ke Kapolri yang kemudian ditanggapi oleh Kapolri dengan membentuk Tim yang diketuai Chairul Anwar. § Bahwa. berdasarkan keterangan Saksi yang menyatakan bahwa saksi mengikuti Nasrudin Zulkarnain Iskandar selama 5 hari berturut-turut akan tetapi tidak ditemukan tindak pidana yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain.§ Bahwa. pada tanggal 9 Januari 2009. Kiranya hal ini menjadi perhatian Majelis Hakim Yang Mulia oleh karena kegiatan pembuntutan. § Bahwa. menurut Chairul Anwar. § Bahwa. pada pertemuan di rumah Sigit Haryo Wibisono. dari hasil penyelidikan diketahui identitas pelaku. Saksi adalah anggota Tim yang dibentuk Kapolri dan diketuai oleh Chairul Anwar. § Bahwa. pengawasan untuk mencari tindak pidana bukanlah hal yang mudah. dan menyatakan bahwa Tim-lah yang akan melakukan penyelidikan. Menjadi masuk akal untuk menggunakan keahlian pihak swasta untuk melakukan pembuntutan tersebut. Pinora dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. foto-foto lain selain foto Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani dari Helmi Santika. Joni. foto-foto tersebut Saksi serahkan ke Sigit Haryo Wibisono melalui staffnya. Joni) foto Nasrudin Zulakrnain Iskandar dari Helmi Santika dan foto rumah dari M Joni. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti.

00 WIB. § Bahwa.00 WIB. setelah data tersebut diterima. sepengetahuan Saksi Terdakwa tidak ikut dalam Tim. § Bahwa. tapi menurut Chairul Anwar teror terhadap Antasari Azhar dilakukan melalui telepon. . § Bahwa. pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2009 Pkl. Saksi mendapatkan peta alamat rumah Nasrudin Zulkarnain Iskandar dari Internet. lokasi alamat rumah Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. Daniel. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. atasan Saksi adalah Irjen Pol Saleh Sa’af Kabag Intelkam Mabes Polri. Saksi tidak mengetahui wujud teror terhadap Antasari Azhar. Saksi kemudian menyusun data dan mengirimkan lewat e-mail ke hyangwenang@yahoo. Saksi kemudian menyerahkan data fisik ke Chairul Anwar. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono di rumah Sigit Haryo Wibisono sebanyak 2 kali. § Bahwa. tidak lama kemudian datang Sigit Haryo Wibisono bergabung dalam pertemuan tersebut. Saksi melakukan analisa dan hasil tersebut ditandatangani oleh Chairul Anwar. inisial Nero untuk Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Romeo untuk Rani. § Bahwa. setelah Chairul Anwar melaporkan ke Antasari Azhar. Rani.Saleh Sa’af untuk bergabung dengan Tim dan diminta untuk rapat di Hotel Manhattan sekitar Pkl. Saksi mengirimkan foto Nasrudin Zulkarnain Iskandar. tidak ada dalam Tim. § Bahwa. dan hal ini dilakukan atas perintah Chairul Anwar.08.Antasari Azhar membenarkan hasil tersebut. Saksi hanya mengirimkan data-data foto Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani. berdasarkan informasi dari Chairul Anwar. § Bahwa. pertemuan dengan Sigit Haryo Wibisono di Hotel Manhattan dan di rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak pernah ke rumah Antasari Azhar. Saksi hanya menerima laporan dan melakukan analisa. § Bahwa. Saksi pernah rapat dengan seluruh Tim dan Antasari Azhar. data tersebut Saksi terima dari Helmi Santika dan M Joni. § Bahwa. § Bahwa. pada rapat tersebut ada briefing dari Ketua Tim Chairul Anwar tentang adanya teror terhadap Antasari Azhar. pada waktu ke rumah Sigit Haryo Wibisono.com milik Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Antasari Azhar diminta untuk membuat laporan polisi. yang waktu itu memerintahkan secara lisan untuk bergabung dengan Tim. hasil penyelidikan menyatakan bahwa tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Saksi tidak mengetahui hubungan Sigit Haryo Wibisono dengan Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengirim foto mobil ke Sigit Haryo Wibisono. Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani berada di Hotel yang sama. Saksi ditelepon oleh Kabag Intelkam Polri Irjen Pol. § Bahwa. setelah akhir Januari 2009 saksi tidak berkomunikasi lagi dengan Tim. § Bahwa. Saksi tidak ke lapangan.19. hasil penyelidikan di laporkan oleh Chairul Anwar ke Antasari Azhar. Saksi hanya mendengar bahwa Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani berada di Kendari. Edo. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.

§ Bahwa. Chairul Anwar pernah berkomentar tentang foto Nasrudin: “ini orangnya. Helmi Santika dan Iwan Kurniawan bertugas di lapangan. § Bahwa. yang hadir dalam pertemuan di Hotel Manhattan adalah seluruh Tim dan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi diperintahkan oleh Kabag Intelkam tanggal 4 Januari 2009 untuk bergabung dengan Tim yang dipimpin Kombes Pol Chairul Anwar. dan dalam perjalanan diketahui melalui melalui data yang didapat. berdasarkan keterangan saksi. Chairul Anwar yang mengajak Tim untuk rapat di rumah Sigit Haryo Wibisono. Sigit Haryo Wibisono juga berbicara tentang teror yang hadapi oleh Antasari Azhar. Nasrudin Zulkarnain Iskandar menggunakan mobil sedan. Saksi mengetahui bahwa ada anggota Tim yang menjadi penyidik atas perkara Terdakwa.Pol: Sprin/22/I/2009 menyatakan bahwa dasar surat perintah adalah berdasarkan perintah lisan Kapolri pada tanggal 5 Januari 2009 perihal perintah untuk melaksanakan penyelidikan terhadap pelaku teror dan pengancaman terhadap Ketua KPK. § Bahwa. Peristiwa ini.§ Bahwa. . § Bahwa. Saksi tidak mengetahui mengapa Saksi yang ditugaskan ke dalam Tim. Antasari Azhar sudah ada. Joni. karena sepengatahuan Saksi di Polres Jaksel juga ada Unit Intelkam. oleh karena tidak ditemukan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain Iskandar maka. § Bahwa. § Bahwa. M Joni dan Iwan Kurniawan dari Polres Jakarta Selatan. Saksi tidak mengetahui adanya permintaan dari Kapolri untuk melakukan penyelidikan. menjadi janggal oleh karena berdasarkan Surat Perintah No. Saksi membuat 1 rangkap atas laporan tersebut. M. Saksi mengetahui tentang informasi kendaraan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. Antasari Azhar disarankan untuk membuat laporan Polisi. dan pada waktu Sigit Haryo Wibisono datang Tim masih membicarakan hal tersebut. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. dan ketika sampai di rumah Sigit Haryo Wibisono. Helmi Santika dari Polda. kok matanya merah”. pembicaraan di Hotel Manhattan seputar teror terhadap Antasari Azhar. laporan tersebut dibuat bulan Januari sekitar tanggal 20-an. berdasarkan hasil pendalam Tim. § Bahwa. Saksi dari Mabes Polri. oleh karena memang Tim dilapangan tidak mendapatkan Perbuatan Melanggar Hukum yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain Iskandar. pada awalnya saksi tidak mengetahui siapa yang melakukan teror terhadap Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada tanggal 4 Januari 2009 Saksi dipanggil oleh atasan Saksi yakni Irjen Pol Saleh Sa’af untuk bergabung dengan Tim yang diketuai oleh Kombes Pol Chairul Anwar. § Bahwa. § Bahwa. redaksi “tidak ditemukan perbuatan melanggar hukum” merupakan hasil Tim di lapangan. § Bahwa.

ü Membenarkan keterangan yang telah diberikan oleh Hendrikus Kia Walen. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. 22. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan. ü Heri dalam keadaan takut. 23. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. Saksi Daniel Daen Sabon alias Daniel menolak memberikan keterangan didepan persidangan dengan alasan: Saksi pernah dipukuli oleh oknum penyidik pada proses penyidikan. Permintaan Penasihat Hukum untuk menghadirkan Irjen Pol Saleh Sa’af sebagai Saksi oleh karena telah memerintahkan Saksi H. dan Daniel yang ia boncengi.Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. 24. ü Sepeda motor yang ia gunakan pada waktu kejadian adalah sepeda motor Yamaha Scorpio warna hitam dan bukan warna biru yang selama ini di gembar-gemborkan. Saksi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik memberikan keterangan didepan persidangan tidak di bawah janji: ü Tidak ada perintah pembunuhan. Keterangan lainnya: ü Heri ditangkap pada minggu malam sekitar bulan April. Saksi Heri Santoso Bin Rasja alias Bagol memberikan keterangan tidak dibawah sumpah: Heri menolak untuk memberikan keterangan sebagai Saksi pada persidangan. ü Tidak ada bayaran untuk pembunuhan. . keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. ü Ia yang mengendarai sepeda motor. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. ü Bahwa tidak ada berita acara sumpah atas BAP yang diberikan oleh saksi pada penyidik. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. ü Heri melalui Penasihat hukum melapor ke Komnas HAM. ü Ia pernah mendekati mobil Nasrudin. ü Heri tidak akan memberikan kesaksian apabila tidak ada jaminan atas keselamatan diri dan keluarganya. ü Heri tidak pernah diperiksa sebagai Saksi untuk kepentingan pemeriksaan Terdakwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti.A Pinora pada tanggal 4 Januari 2009 sebelum perintah lisan Kapolri (tanggal 5 Januari 2009). dengan alasan: ü Heri bersama-sama berkedudukan sebagai Terdakwa (Saksi Mahkota). ü Tidak ada rencana pembunuhan.J. ü Heri pernah dipukuli oleh penyidik. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa.

ü Bulan Februari 2009 ada Tim lain yang ia duga sebagai anggota (polisi). ü Tim lain tersebut menggunakan mobil diantaranya Teranno. Saksi Fransiskus Tandon Kerans alias Amsi menolak memberikan keterangan sebagai Saksi dengan alasan: ü Ia tidak pernah diperiksa sebagai Saksi untuk terhadap perkara Terdakwa. 25. Timor warna merah. Saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo di bawah janji pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. akan tetapi saksi memberikan keterangan bahwa tidak tidak ada perintah untuk membunuh dari Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangan keterangan saksi sebagai alat bukti. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. ada tugas dari Jerry Hermawan Lo yang menyatakan bahwa tugas tersebut adalah tugas Negara. . perkenalan pertama antara Saksi dengan Terdakwa di Arena Bowling Ancol. ü Ia tidak memberitahukan hal tersebut kepada keluarga akan tetapi ia melaporkan hal tersebut ke KOMNASHAM. ü Ia mengetahui pertemuan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dengan Terdakwa di Mabes Polri. § Bahwa. ü Pada pemeriksaan tersebut ia di pukul dengan tangan di belenggu. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan oleh karena tidak ada hubungan dengan Terdakwa. ü Ia tidak mengetahui ada motor Yamaha Scorpio.ü Ia dan teman-teman hanya menjalankan tugas Negara. ü Ia bersama teman-teman melakukan survey dilapangan (rumah dan kantor Nasrudin). Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Saksi dikenalkan oleh Jerry Hermawan Lo kepada Terdakwa. Panter. ü Ia menyimpulkan tugas tersebut adalah tugas Negara oleh karena menurut Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. 26. Jerry Hermawan Lo adalah Ketua Forum Persaudaraan Anak Bangsa (FPAB) dan Saksi adalah Ketua DPD FPAB Jakarta. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. ü Ia dianiaya oleh banyak oknum penyidik. dan motor. ü Pada waktu kejadian tanggal 14 Maret 2009 Tim tersebut masih ada. ü Ia kemudian mencabut BAP yang telah ia berikan dihadapn penyidik. pada bulan Februari minggu I. Hendrikus tidak berjanji atas nama Tuhan akan tetapi atas nama kebenaran. dan ditanyakan apakah ia mengenal Edo. ü Ia ditangkap pada tanggal 27 April 2009 dan di bawa ke Motel oleh oknum yang diduga sebagai penyidik. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. ü Bahwa ada tim lain yang bekerja dilapangan dan bersifat arogan. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan oleh karena tidak ada hubungan dengan Terdakwa.

dan minta untuk bertemu oleh karena Terdakwa akan memberikan uang operasional. .19.30 WIB. amplop tersebut Saksi berikan kepada Hendrikus Kia Walen Alias Hendrik. Saksi disuruh tunggu di Hotel Ambhara kemudian Saksi dijemput oleh supir Terdakwa yang bernama Indra. Saksi tidak sempat menanyakan kepada Terdakwa tentang alasan digunakannya Saksi selaku orang sipil untuk permasalahan ini. § Bahwa. Terdakwa menyatakan bahwa tugas Saksi sebagai informan. Jerry Hermawan Lo dan Terdakwa di Ancol sekitar 30 menit. setelah itu Terdakwa pulang. dan oleh Terdakwa diminta untuk bertemu di depan Citos. Saksi menyatakan kepada Terdakwa bahwa Saksi telah menghubungi Hendrikus Kia Walen Alias Hendrik. § Bahwa. ada foto 2 lembar yang satu gambar orang (lakilaki) dan yang satu gambar mobil. § Bahwa. § Bahwa. ketika berada di depan Citos mobil Terdakwa sudah berada di depan Citos kemudian Terdakwa pindah ke mobil Saksi.30 WIB Terdakwa menghubungi Saksi. setelah pertemuan di Ancol. dan jawaban Terdakwa pada waktu itu adalah karena butuh orang sipil agar dapat mengawasi selama 24 Jam. § Bahwa. seminggu setelah pertemuan di Ancol Terdakwa menghubungi Saksi.22. § Bahwa. kemudian Terdakwa menyatakan permintaan bantuan kepada Saksi. § Bahwa. akan tetapi belum bisa memberikan kepastian apakah Hendrikus Kia Walen alias Hendrik bersedia atau tidak. dan Saksi menyuruh Silvester untuk pindah ke mobil Terdakwa. Saksi menyatakan kepada Hendrikus Kia Walen Alias Hendrik bahwa yang meminta bantuan adalah Jerry Hermawan Lo dan Terdakwa. amplop coklat tersebut diberikan oleh Jerry Hermawan Lo pada waktu Saksi bertemu di rumah Jerry Hermawan Lo. § Bahwa. selama pertemuan di Ancol amplop tersebut tidak dibuka. dan kalau ada halhal yang mencurigakan laporkan kepada Terdakwa. Sekitar Pkl. pada waktu pertemuan di Ancol Saksi membawa amplop tersebut. Hendrikus Kia Walen Alias Hendrik kemudian datang ke Ancol oleh karena Saksi yang mengajak untuk bertemu. dan ditempat tersebut sudah ada Jerry Hermawan Lo bersama dengan Terdakwa. Saksi kemudian datang ke Ancol sekitar Pkl. § Bahwa. pada pertemuan di Mabes Polri.§ Bahwa. kemudian Terdakwa meminta kepada Saksi untuk mengikuti Korban oleh karena orang ini membahayakan Negara. tugasnya hanya memantau. § Bahwa. § Bahwa. Saksi bersama Terdakwa kemudian pergi ke daerah Kemang mencari kedai atau kafe untuk minum kopi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. 3 (tiga) hari kemudian sekitar Pkl. Saksi tidak sempat melihat nama orang tersebut. paper bag tersebut Saksi taruh di kursi belakang. § Bahwa.00 WIB Saksi bertemu dengan Terdakwa. dan menyatakan bahwa ada orang yang minta bantuan untuk tugas Negara dan untuk jelasnya nanti bertemu dengan orangnya langsung. Kebetulan Saksi berada di tol. § Bahwa. pertemuan antara Saksi. § Bahwa. Jerry Hermawan Lo meminta Saksi untuk membantu Terdakwa. Saksi mengatahui bahwa Terdakwa adalah Mantan Kapolres Jaksel oleh karena Saksi dan Jerry Hermawan Lo pernah ke Polres Jaksel untuk urusan FPAB. Jerry Hermawan Lo yang menghubungi Saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.21. § Bahwa. yang bertanya adalah Jerry Hermawan Lo.

§ Bahwa. oknum penyidik yang melakukan interogasi tersebut menyatakan bahwa di atas Saksi ada oknum ada anggota (polisi).§ Bahwa. mengamati. Saksi kemudian menghubungi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. sisa uang dititipkan ke Paman Saksi yang bernama Fidelis. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. melihat gerak-gerik. § Bahwa. Saksi ditangkap di rumah Jati Asih. Saksi tidak mengetahui kejadian tanggal 14 Maret 2009. Hendrikus Kia Walen alias Hendrik mengambil uang sebesar Rp. dan alat kelamin Saksi di stroom. § Bahwa. Saksi beberapa kali berkomunikasi dengan Terdakwa. Saksi tidak mengetahui sumber uang tersebut dari mana. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan kalau terjadi sesuatu yang mencurigakan agar melaporkan kepada Saksi. § Bahwa. § Bahwa. Saksi melihat Hendrikus Kia Walen alias Hendrik sudah babak belur. Saksi hanya mengenal Hendrikus Kia Walen alias Hendrikus. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian disiksa. § Bahwa. dan Pejabat Negara atau orang kuat. Terdakwa menyatakan bahwa uang tersebut untuk biaya operasional anakanak. dan bertemu di Restoran Mcdonald di Tebet. ada orang yang membawa paper bag dan menyerahkan paper bag tersebut kepada Terdakwa dan paper bag tersebut di letakkan di kursi belakang mobil Saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian dibawah ke Hotel Pondok Nirwana (PN). dipukuli. setelah pertemuan dengan Terdakwa di depan Citos. dan Terdakwa menyatakan bahwa itu orang “kita” juga. Saksi mengambil uang sebesar Rp. Saksi tidak pernah menawarkan kepada Terdakwa untuk bertemu dengan Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. Saksi tidak mengetahui penggunaan dana dan tentang senjata api. tugas pemantauan dimulai dari bulan Februari 2009.100 juta sebelum Saksi berangkat ke Flores. Saksi hanya menyuruh Hendrik untuk mengikuti. dan Terdakwa tidak memberitahukan sumber uang tersebut. oknum penyidk kemudian bertanya kepada Saksi apakah mengenal eksekutor (Daniel Daen Sabon alias Daniel ada di tempat tersebut). Saksi kemudian mengkonfirmasikan keterangan dari Hendrikus Kia Walen alias Hendrik tersebut kepada Terdakwa. § Bahwa. Terdakwa pernah menyatakan bahwa kalau membutuhkan dana operasional agar supaya memberitahukan kepada Terdakwa. § Bahwa. Hendrikus Kia walen Alias Hendrik menghubungi Saksi dan menyatakan bahwa Nasrudin Zulkarnain Iskandar ada di Kuningan dan ada di rumah. Saksi tidak sempat melihat uang tersebut. selain itu ada anggota yang mengikuti menggunakan mobil Terano dan motor. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kembali ke Jakarta tanggal 25 Maret 2009. . dan komunikasi terakhir sebelum Saksi pulang ke Flores tanggal 7 Maret 2009. Sigit Haryo Wibisono.100 juta. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi menjawab bahwa Saksi tidak mengenal para eksekutor. Hendrikus Kia walen alias Hendrikus tidak memberitahukan tentang anggota Tim. § Bahwa. pada waktu Saksi ditangkap tidak ada surat perintah penangkapan. pada waktu Saksi pulang ke Flores.

mantan Kaplres Jakarta Selatan. pada bulan Desember 2008 Antasari Azhar juga pernah datang ke rumah Saksi membicarakan tentang teror. padahal saksi Edoardus Noe Ndopo Mbete alias Edo merupakan salah satu saksi kunci pada persidangan ini dan keterangannya sangat esensil dalam rangka pembuktian. § Bahwa. § Bahwa. Senyatanya tidak ada perintah. dan keterangan menyangkut Terdakwa adalah benar. Saksi mengetahui hal . Saksi kemudian menyatakan akan mengenalkan Terdakwa kepada Antasari Azhar dan teman Saksi Suhardi Alius (Korsespri). pada waktu itu Antasari Azhar adalah Jaksa di Kejaksaan Agung. § Bahwa. § Bahwa. dan cerah karirnya. Keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo tidak ada dalam surat tuntutan Penuntut Umum. § Bahwa. Saksi dan Terdakwa kemudian bertemu. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan. dalam pembicaraan Terdakwa kemudian menyatakan bahwa baru selesai sekolah Sespati. § Bahwa. Antasari Azhar datang kerumah Saksi karena ada berkenaan dengan adanya teror dari Nasrudin Zulkarnain Iskandar. dan BAP tersebut yang dimana saksi didampingi oleh Penasihat Hukum adalah BAP yang benar. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa keterangan yang telah diberikan oleh saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo adalah keterangan yang sebenarnya terjadi. § Bahwa. § Bahwa. bentuk follow-up dari Kapolri dengan membentuk Tim. ajakan. Saksi kenal dengan Antasari Azhar akhir 2007.§ Bahwa. Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan dan menggunakan keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete sebagai alat bukti dipersidangan. Saksi dikenalkan kepada Terdakwa oleh salah seorang Direktur Saksi. Agus yang menyatakan bahwa ada perwira polisi yang potensial. Saksi dikenalkan dengan Antasari Azhar. yaitu M. dan menyatakan mungkin Saksi bisa membantu Terdakwa.100 ribu. § Bahwa. Untuk itu. karena Antasari Azhar adalah jaksa yang potensial. Saksi mengenal Terdakwa pada awal tahun 2009. uang yang berada dalam paper bag tersebut terdiri dari uang pecahan Rp. dan pada waktu itu disebutkan nama Terdakwa. dan atau bujukan yang Terdakwa lakukan terhadap saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. berdedikasi. sebelumnya. § Bahwa. Saksi Sigit Haryo Wibisono dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. intinya peneror tersebut menyatakan bahwa Antasari Azhar telah berbuat asusila dengan istrinya dan meminta Antasari Azhar untuk mundur sebagai Ketua KPK. dengan Pangkat Kombes dan mantan Kapolres Jakarta Selatan. 27. Saksi kenal dengan anggota DPR misalnya Tjahyo Kumolo dll. menurut Antasari Azhar ada teror dalam bentuk sms dan telepon. Saksi menyatakan bahwa BAP Saksi tanggal 15 Juli 2009 tidak ada dalam berkas. karena akan dilaporkan ke Presiden dan DPR. § Bahwa. § Bahwa. masih pada bulan Januari 2009. Saksi kemudian mengusulkan kepada Antasari Azhar untuk melapor ke Kapolri.

Antasari Azhar akan berkordinasi dengan Saksi atau dengan Yudi. Saksi melaporkan tentang kebutuhan dana operasional ke Antasari Azhar. alat perekam tersebut ada dipenyidik. dan biaya operasional serta biaya mengirim anak ke Australia sebesar Rp. § Bahwa. Saksi melakukan perekaman pembicaraan sesudah Januari 2009 atau sekitar Februari 09 oleh karena Antasari Azhar masih mengeluh mengenai teror. . rapat-rapat Tim dengan Antasari Azhar di rumah Saksi karena. § Bahwa. Chairul Anwar ditawarkan untuk menjadi Liason Officer (LO) antara KPK dan Polri. § Bahwa. § Bahwa. Saksi bilang ke Antasari Azhar bahwa jabatan Terdakwa di Mabes Polri adalah Pengamanan Obyek Vital. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu penggerebekan di Kendari. Suhardi Alius menyatakan bahwa ia mengenal Terdakwa karena adik angkatan Suhardi. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. Tim sudah melakukan identifikasi terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. dan Antasari Azhar menyatakan agar ditalangi terlebih dahulu oleh Saksi. § Bahwa. Antasari Azhar cerita tentang permintaan Nasrudin Zulkarnain Iskandar tentang promosi jabatan di RNI dan proyek besi tua dari Antam di Kolaka. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa kemudian datang bertemu dengan Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. yang membuat Antasari Azhar resah karena teror tersebut sudah ke keluarga. maka cek tersebut dikembalikan ke Terdakwa. § Bahwa. Tim mengusulkan kepada Antasari Azhar agar membuat laporan resmi apabila masih ada teror. Terdakwa menyerahkan cek ke Yudi. § Bahwa. pertemuan di rumah Saksi karena permintaan Tim dan Antasari Azhar (oleh karena urusan pribadi). § Bahwa. § Bahwa.500 juta. M. § Bahwa. Agus bahwa Terdakwa butuh uang untuk biaya RS ibu Terdakwa sejumlah Rp. § Bahwa. dengan berpura-pura menjadi member golf. § Bahwa. karena pada akhir bulan depan cek tersebut belum bisa dicairkan. § Bahwa. § Bahwa. Joni bertemu dengan Rani. § Bahwa. § Bahwa. urusan pribadi. § Bahwa. Antasari Azhar menyatakan bahwa Nasrudin Zulkarnain Iskandar masih meneror dan akan menghubungi lawyer. tapi menurut Terdakwa cek tersebut baru bisa cair bulan depan. § Bahwa. Saksi mengetahui Antasari Azhar menghubungi Kapolri tentang permasalahan teror.tersebut karena berkoordinasi dengan Suhardi Alius. tidak ditemukan pidana yang dilakukan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Saksi mengetahui dari M. Antasari Azhar pernah bilang bahwa istrinya pernah didatangi tukang ojek dan bilang ke tentang Antasari Azhar yang akan dilaporkan ke DPR. pada bulan Januari 2009 Terdakwa belum ada.30 juta. Saksi mendengar Terdakwa bilang ke Antasari Azhar siap dilaksanakan bukan siap mengamankan. Saksi kemudian menawarkan kepada Terdakwa untuk berkenalan dengan Antasari Azhar. apabila Antasari Azhar datang kerumah Saksi.

Rp. Saksi pernah bertemu dengan Tim Chairul Anwar lebih dari 1 kali. pada waktu Terdakwa datang . tidak ada perbedaan antara Tim 1 dan Tim Terdakwa. § Bahwa. dan Chairul Anwar yang datang ke kediaman Saksi.12 juta mulai awal 2008 kepada Pengawal Pribadi Antasari Azhar. § Bahwa. laptop Saksi tidak hilang. dan Terdakwa menyatakan bahwa tidak ada kaitannya. § Bahwa.Agus bilang bahwa Terdakwa butuh dana karena akan menyekolahkan anak ke Australia dan biaya operasional. setelah kejadian tanggal 14 Maret 2009. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.00 WIB. Saksi kemudian berkoordinasi dengan Chairul Anwar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah memerintahkan ke karyawan untuk mengirim foto Nasrudin. Saksi memberikan Rp.100 juta. laporan Tim berisi tentang hasil identifikasi. § Bahwa. § Bahwa. permintaan Antasari Azhar tidak Saksi sampaikan ke Terdakwa. pada pertemuan antara Saksi. M. § Bahwa. sebelum tanggal 4 Januari 2009 M Joni.§ Bahwa. ada perkenalan dengan anggota tim baru yaitu H. § Bahwa. § Bahwa. Antasari Azhar menceritakan tentang pengalamannya. yang menghubungi Saksi untuk pertemuan di Hotel Manhattan adalah Chairul Anwar. pertemuan di kafe di Hotel Manhattan sekitar Pkl. § Bahwa.000. maksud dari laksanakan atau eksekusi adalah untuk penggerebekan Nasrudin.JA Pinora dan Helmi Santika. tidak ada perintah untuk menghilangkan nyawa. § Bahwa. Iwan Kurniawan. karena Helmi Santika kenal dengan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. sebelum pertemuan di Hotel Manhattan.24. § Bahwa. BAP 15 Juli 2009 yang benar. § Bahwa. Terdakwa dan Antasari Azhar. § Bahwa. Saksi yang memerintahkan Yudi untuk melakukan perekaman. Terdakwa diminta untuk mengawasi. kemudian ada pertemuan-pertemuan lanjutan sekitar 3 kali. Tim dibentuk oleh Kapolri pada awal Januari dan pada akhir Januari dilaporkan ke Antasari Azhar di rumah Saksi dan tidak ditemukan tindak pidana yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain Iskandar sehingga diusulkan untuk membuat laporan resmi. uang yang Saksi serahkan kepada Terdakwa sejumlah Rp. ada laporan dan ada foto yang dikirim melalui e-mail. bantuan saksi terhadap Tim Chairul Anwar tidak dalam bentuk pinjaman.. dibacakan BAP 23 Juni 2009 poin 56. § Bahwa. § Bahwa. dan peta ke Antasari Azhar.000. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi menghubungi Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. tidak ada permintaan tertentu kepada Antasari Azhar oleh Terdakwa. BAP tanggal 29 April 2009 tidak benar karena Saksi tertekan secara psikis. sebelum tanggal 4 Januari 2009 Saksi sudah bertemu dengan Tim. § Bahwa.(lima ratus juta rupiah) di ruang meeting.500. bantuan dana yang Saksi berikan ke Tim Chairul Anwar lebih dari Rp. § Bahwa. perkenalan dengan Terdakwa akhir bulan Januari.10 juta . tidak ada dana yang dikeluarkan untuk Tim 1 (Chairul Anwar). Antasari Azhar menyatakan akan mengganti uang operasional akan tetapi sampai sekarang belum diganti.

§ Bahwa. Antasari Azhar tidak menjanjikan sesuatu kepada Terdakwa. meminta agar Antasari Azhar mundur sebagai Ketua KPK.10. Helmi Santika kebetulan kenal dengan Nasrudin Zulkarnain Iskandar dari kecil.(sepuluh juta rupiah) untuk Antasari Azhar diambil ke rumah Saksi dan kadang-kadang di bawah ke rumah Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. dana yang telah Saksi berikan untuk Tim Chairul Anwar sebesar Rp.000. uang yang Saksi berikan kepada Terdakwa dalam pecahan Rp. § Bahwa. § Bahwa. dan Saksi hanya menimpali untuk meminta bantuan. uang Rp. § Bahwa. Saksi dan Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak dapat mempengaruhi Antasari Azhar. § Bahwa.ke rumah Saksi.50. § Bahwa. pada pembicaraan dengan Tim. § Bahwa.. § Bahwa. pada pertemuan antara Saksi dan Terdakwa. § Bahwa. teror Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Antasari Azhar yang meminta uang tersebut. pada pertemuan tersebut tidak dibicarakan dana operasional. Saksi menjelaskan kepada Terdakwa bahwa ada Tim lain yang telah dibentuk.. setelah kejadian tidak ada komunikasi antara Saksi dengan Tim. dan Saksi tidak memberitahukan kepada Antasari Azhar adanya cek dari Terdakwa kepada Saksi untuk biaya operasional. § Bahwa. § Bahwa. pada pertemuan di Hotel Manhattan Chairul Anwar bilang ke Saksi: tolong sampaikan ke Suardi ada tambahan anggota tim baru (Helmi dan Pinora). Saksi belum mengecek ke bank apakah cek yang diberikan Terdakwa itu kosong. pada waktu penyerahan cek tidak ada tanda terima cek. § Bahwa. § Bahwa.A Pinora. menghilangkan teror maksudnya: mencari pidananya.000. tidak ada istilah TKI seperti dalam BAP.150 juta. ada ide Antasari Azhar untuk menabrak mobil Nasrudin (selain Narkoba dll). ada e–mail dari H. Antasari Azhar bilang kepada Saksi bahwa Terdakwa tidak mengetahui permasalahan. Terdakwa. pada pertemuan antara Saksi dan Terdakwa. pada pertemuan bertiga Antasari Azhar. § Bahwa. pinjaman dana operasional kepada Terdakwa atas persetujuan Antasari Azhar. § Bahwa.J.(lima puluh ribu rupiah). § Bahwa. TANGGAPAN DAN PERTANYAAN TERDAKWA: . § Bahwa. § Bahwa. Helmi Santika menelepon Saksi dan Helmi Santika berbicara tentang sekolahnya. dan Antasari Azhar adalah ide Antasari Azhar. § Bahwa. pada pertemuan di Hotel Manhattan Chairul Anwar bilang bahwa tolong diberitahukan kepada Korspri bahwa ada anggota baru. pertemuan bertiga antara Saksi. Saksi menyatakan akan mengenalkan Terdakwa kepada Antasari Azhar dan teman di Mabes Polri. Antasari Azhar mengeluh tentang adanya teror dan meminta bantuan ke Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi hanya meminta kepada Terdakwa untuk membantu mengawasi.000. Saksi tidak memberitahukan kepada Terdakwa tentang kesanggupan Antasari Azhar untuk mengganti uang yang telah diberikan kepada Terdakwa. dan diambil dari laptop Saksi. selain itu Saksi juga memfasilitasi dengan memberikan blackberry. § Bahwa.

Saksi kemudian digiring ke bawah oleh penyidik. § Bahwa. 23.. Terdakwa kemudian menanyakan hal tersebut kepada Saksi. Saksi ditangkap tanggal 28 April 2009. ü Bulan Februari Terdakwa dihubungi oleh Edo menanyakan tentang biaya operasional. Terdakwa memang mau ke RS. Saksi kemudian menanyakan hal itu juga kepada Yudi. § Bahwa. Saksi kemudian dibawah ke Hotel Pondok Nirwana. akan tetapi anak Saksi ikut ditangkap oleh polisi.00-01. senyatanya Terdakwa hanya membantu Saksi Sigit Haryo Wibisono untuk mencari Informan swasta yang bertugas untuk mencari tindak pidana yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Saksi bertemu dengan Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo sebelum . Saksi Jerry Hermawan Lo dibawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Saksi tetap pada keterangannya. Bahwa.000. 28.000. Pernyataan dari Terdakwa: ü Pertemuan pada pertengahan Januari 2009 bukan akhir Januari. Untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti dipersidangan.500. tersebut dan Saksi hanya mengingat bahwa ada pembicaraan Terdakwa yang menyatakan bahwa Terdakwa bukan pelakunya dan tidak akan ada masalah. pada waktu itu Saksi berada di lantai 3 kantor. ü Pada waktu itu. ü Pada pertemuan dengan Antasari Azhar dan Saksi. § Bahwa. ü Terdakwa tidak pernah membicarakan masalah promosi jabatan.Pertanyaan: apakah Terdakwa dan Saksi pernah ada pembicaraan pada pemeriksaan pertama tanggal 29 April 2009 sekitar Pkl. tidak ada pembicaraan tentang teror hanya ada pembicaraan tentang pengalaman kerja.30. dan tidak mungkin Terdakwa meminta Rp. Saksi ditangkap dan oleh polisi Saksi diberitahukan bahwa Saksi terlibat pembunuhan. § Bahwa. kemudian Saksi bertemu dengan anak Saksi dan Saksi bilang ke anak Saksi untuk menghubungi pengacara. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa.(lima ratus juta rupiah) untuk biaya operasional dan biaya sekolah anak Terdakwa serta tidak ada pemberian cek. dan pertemuan tersebut baru pertama kali.000. Polisi kemudian menanyakan kepada Saksi tentang apakah ada anggota yang terlibat dan apakah ada pejabat tinggi Negara yang terlibat. ü Tidak ada pinjaman Rp.-(tiga puluh juta rupiah) kepada Saksi.00 WIB tentang adanya pembicaraan untuk menyamakan BAP? Jawaban Saksi: bahwa benar ada pembicaraan.000. keterangan yang telah diberikan oleh Saksi dibawah sumpah pada persidangan yang terbuka untuk umum secara jelas dan terang menyatakan bahwa tidak ada permintaan untuk melakukan pembunuhan atau Terdakwa turut dalam perencanaan pembunuhan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. sebagian BAP yang Saksi berikan pada waktu pemeriksaan ada yang benar dan sebagaian ada yang diarahkan.

§ Bahwa. dan Edo datang ke rumah Saksi. tidak lama kemudian Edo datang. § Bahwa. Amplop tersebut Saksi serahkan kepada Edo. Terdakwa kemudian menelepon seseorang. § Bahwa. Terdakwa kemudian berkata . selain itu Saksi juga melihat Daniel. hari senin Saksi biasa fitness di Copacabana Hailai. pada waktu itu Terdakwa masih di Mabes Polri. § Bahwa. § Bahwa. Saksi berada di kantor. Saksi juga mempunyai organisasi Forum Persaudaraan Anak Bangsa (FPAB) yang didirikan pada tahun 2003. Saksi Komisaris Utama PT Iso Karya Utama Mandiri. § Bahwa. § Bahwa. Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo kemudian bilang kepada Saksi agar Saksi memperkuat BAP-nya. Saksi kemudian menghubungi Edo dan Saksi tanyakan : “Edo bisa gak ketemu dengan Terdakwa? Edo bertanya tentang Terdakwa dan Saksi menjelaskan bahwa Terdakwa yang mantan Polres Jakarta Selatan. dan Saksi menyatakan bahwa untuk lebih jelasnya nanti saja hari senin di Hailai. § Bahwa. pertemuan antara Terdakwa dan Saksi tersebut sekitar 30 menit. dan datang seseorang membawa rokok dan amplop coklat. § Bahwa. § Bahwa. Edo. pada tanggal 30 Januari 2009 hari Jumat. amplop tersebut Saksi bawa ke rumah. § Bahwa.diperiksa dan keadaan Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo sudah babak belur. Saksi. Saksi berasumsi amplop tersebut untuk Edo. Terdakwa pada waktu itu datang sendiri dan langsung naik ke lantai 3 di kantor Saksi. musuh Negara. dan Edo bilang nanti akan kerumah Saksi. masih ada gak nomor tlp anak Flores?” Saksi kemudian menjawab: “oh si Edo”. Saksi kemudian menghubungi Edo. Terdakwa kemudian menyatakan kepada Saksi bahwa orang yang berada di gambar tersebut adalah orang yang sangat berbahaya. § Bahwa. “abang bisa bantu gak. § Bahwa. Saksi dan Terdakwa bilang bahwa orang ini berbahaya. dan pertemanan itu berlanjut sampai sekarang. musuh Negara dan . § Bahwa. awal pertemuan Saksi dan Terdakwa mulai dari Saksi akan bertemu dengan Kadivprovos Embong dan sering bertemu dengan Terdakwa yang bertugas di Provos dengan pangkat Mayor. Edo bekerja di sebuah kantor pengacara Slamet Situmorang. pada waktu Saksi menghubungi Edo. pada waktu itu amplop tersebut masih berada di atas. dari dalam amplop dikeluarkan foto yang diprint yang bergambar laki-laki dan mobil. pada waktu itu. kemudian ada usaha yang mengelola website. Sepengetahuan Saksi. ada tugas Negara tolong bantulah. Terdakwa kemudian menghubungi Saksi dan menanyakan: “abang ada di mana? Saksi kemudian menjawab: ‘ada di kantor” Terdakwa kemudian bilang kepada Saksi : “abang tunggu sebentar lagi saya merapat”. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian angka bicara dan bilang ke Edo: Edo ini Pak Willi. Terdakwa bertanya tentang anak Flores karena Saksi dan Edo pernah datang ke Polres Jakarta Selatan. mobilnya kalau tidak salah warna silver. dan Terdakwa duduk di kantin. Saksi kenal dengan Terdakwa sejak tahun 1997. § Bahwa. ia menyatakan bahwa ia bisa bertemu dengan Terdakwa hari senin. § Bahwa.

§ Bahwa. pada running text tersebut tertulis penembak jitu atau terlatih. pada waktu Terdakwa bertanya tentang anak flores. Saksi ditangkap 28 April 2009. § Bahwa. Saksi diminta oleh Edo untuk menyamakan BAP Saksi dengan BAP Edo. § Bahwa. Saksi melihat Hendrikus Kia Walen alias Hendrik di Hotel Nirwana. § Bahwa. sebelum pertemuan di Hailai tanggal 2 Februari 2009 Saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa dan Edo saling berhubungan. yang Saksi ingat. Saksi dan Edo pernah pergi ke Polres Jakarta Selatan. BAP Poin 25 tentang: “diikutin. ditangkap. sambil nonton TV. Terdakwa tidak menyebutkan siapa atasan yang memberikan tugas. yang kegiatannya bergerak dalam usaha koprasi. tapi Saksi kemudian menjawab agar Terdakwa menghubungi saja sendiri ke Edo karena Terdakwa sudah punya nomor handphone Edo. Saksi menduga mungkin itu yang ada di print out. oleh karena Saksi diminta untuk memperkuat BAP Edo. 2 (dua) hari setelah pertemuan atau tanggal 4 Februari 2009 di Hailai Ancol Terdakwa menghubungi Saksi dan Terdakwa meminta untuk dihubungkan dengan Edo. § Bahwa. § Bahwa.tukang teror. § Bahwa. Terdakwa hanya menyatakan bahwa mendapat tugas dari atasan untuk menjalankan misi Negara. Saksi juga melihat ada penyidik yang lain dalam ruangan di Hotel Pondok Nirwana. § Bahwa. § Bahwa. digebukin. pada waktu itu Saksi mengambil alih Daan Jaya Hotel. Saksi tidak mengetahui kalau Terdakwa menyerahkan uang kepada Edo. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi dan Terdakwa bilang ke Edo untuk mengikuti korban. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kenal dengan Hendrikus Kia walen alias Hendrik seorang sarjana Ekonomi yang dibutuhkan untuk mengurus distribusi. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mendengar pernyataan Terdakwa kepada Edo yang menyatakan bahwa kalau butuh dana operasional hubungi Terdakwa. Saksi mengenal Edo sekitar tahun 1998. dan Saksi berasumsi bahwa yang melakukan adalah aparat. § Bahwa. dan Saksi bertemu Edo sebelum Saksi diperiksa. Edo merupakan karyawan atau security. pada waktu itu mengurus teman Edo. § Bahwa. pada waktu itu Saksi sedang treatmill. § Bahwa. sampai tahun 2003 Saksi kemudian membentuk Forum Persaudaraan Anak Bangsa (FPAB). Saksi pernah menyatakan kepada Terdakwa: “wil kok tugas ini gak polisi aja? Terdakwa kemudian menjawab bahwa polisi tidak dapat mengikuti korban selama 24 jam. Saksi ingat Edo. pada tanggal 14 maret 2009. Saksi menyatakan kepada Terdakwa: . dan pada running text pada sebuah siaran tv ada tulisan tentang penembakan seseorang dan ada tulisan RNI. pada running text tersebut dinyatakan bahwa penembakan dilakukan oleh penembak jitu. pada waktu pertemuan bertiga di Ancol. dan ada perjanjian bahwa saya tidak akan melakukan PHK terhadap karyawan sebelumnya. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mendengar Terdakwa bilang ke Edo untuk mengikuti terus-menerus. § Bahwa. dihabisin” merupakan asumsi Saksi dan bukan perkataan Terdakwa. dalam keadaan terborgol dan babak belur. BAP tanggal 25 Mei 2009 poin 9 tidak benar. Edo kemudian Saksi tunjuk untuk menjadi Ketua DPD DKI Jakarta. § Bahwa.

telepon selular Saksi diambil terlebih dahulu oleh penyidik kemudian pada besok hari dibuatkan berita acara sita. kondisi Edo dalam keadaan babak belur. pada waktu pemeriksaan oleh penyidik. § Bahwa. Yang ada hanyalah permintaan Terdakwa untuk mengikuti orang kemudian mencari tindak pidana yang dilakukan. Saksi melihat Hendrikus membakar kertas. § Bahwa. BAP poin 32 juga karena permintaan Edo. § Bahwa. karena orang tersebut melakukan teror. Saksi bekerja pada Herijani Setiawan. § Bahwa. Edo meminta kepada Saksi agar Saksi memberikan keterangan pada pihak penyidik bahwa ada permintaan Terdakwa untuk menghabisi korban. § Bahwa. kertas tersebut digulung dan dibakar sekaligus. § Bahwa. akan tetapi Saksi yang mempertemukan.“wil kenapa sih gak polisi saja”. § Bahwa. sebagian jawaban sudah ada. § Bahwa. kertas yang bakar oleh Hendrikus 3 lembar. tidak ada kata-kata Edo yang menyatakan bahwa oleh anak-anak sudah dihabisin (BAP poin 9). Saksi melihat BAP Edo pada waktu pemeriksaan. § Bahwa. di Hotel Pondok Nirwana Saksi dan Edo berbicara dan Edo minta untuk memperkuat BAP-nya. § Bahwa. § Bahwa. Hendrikus membakar kertas tersebut pada siang hari. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa kemudian menjawab: “karena polisi tidak bisa mengikuti terus-menerus”. TANGGAPAN TERDAKWA: Bahwa Terdakwa hanya meminta bantuan Saksi untuk mencarikan orang untuk mengikuti untuk membantu tim. pada pertemuan pertama di kantor Saksi belum ada kata teror dari Terdakwa. Terdakwa bilang sudah ada Tim (intel) yang mengikuti. yang benar adalah tidak ada permintaan pembunuhan dari Terdakwa. pada waktu itu. § Bahwa. BAP tanggal 25 dibuat untuk memperkuat BAP Edo. Saksi Ginta Maya Fiksi dibawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. saksi sedang menggoreng singkong. pada pertemuan pertama tersebut Saksi yang menghubungi Edo. § Bahwa. di toko Herijani Setiawan ( WTC). dan bukan disuruh untuk meneror. Hendrikus jarang ke tempat Herijani. § Bahwa. Saksi dipanggil karena melihat pembakaran. Terdakwa tidak meminta secara khusus untuk dihubungkan dengan Edo. . 29. § Bahwa. Hendrik membakar kertas tersebut di kompor. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. anjuran dan/atau bujukan dari Terdakwa kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk menghilangkan nyawa Nasrudin Zulkarnain Iskandar. untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia berkenan untuk mempertimbangkan dan menggunakan keterangan saksi sebagai alat bukti dipersidangan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu itu. Bahwa keterangan saksi bersesuaian dengan keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dan saksi Sigit Haryo Wibisono. keterangan yang telah diberikan oleh saksi dibawah sumpah pada persidangan yang terbuka untuk umum secara nyata menjelaskan bahwa tidak ada perintah.

§ Bahwa. pada pertemuan di rumah saksi Sigit Haryo Wibisono. Sigit Haryo Wibisono pengelola Harian Suara Merdeka. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono sering menyatakan bahwa ada orang yang melamar ke KPK. ditengah pembicaraan antara Saksi dengan Terdakwa. Sigit Haryo Wibisono bilang kepada Terdakwa untuk tidak panjang-panjang tapi langsung saja. § Bahwa. 30. dan yang bersangkutan mau kenal dengan Ketua KPK. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono menghubungi Saksi lewat telepon. dan berbincang-bincang tentang persoalan pribadi. § Bahwa. Saksi sering main ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa.TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. dan Terdakwa masuk dan berbincang bersama dengan Saksi dan Sigit Haryo Wibisono. Saksi Antasari Azhar dibawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. pertemuan tersebut terjadi sekitar akhir Januari atau awal Februari 2009 di rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. Saksi kemudian kerumah Sigit Haryo Wibisono. pembicaraan tentang kerjasama dengan KPK dan PT PIM. Saksi kemudian menuju kerumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. dan menyatakan bahwa Bpk. Sigit Haryo Wibisono bilang punya teman. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. BAP tanggal 4 Mei 2009 yang digunakan pada perkara Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa juga bilang kepada Saksi bahwa Terdakwa mantan Kapolres Jakarta Selatan. dan Saksi bilang tidak bisa oleh karena sistim di KPK berbeda. menanyakan kegiatan Saksi. § Bahwa. Saksi diperiksa hanya satu kali untuk Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa. tidak ada peranan Sigit Haryo Wibisono atas terpilih-nya Saksi menjadi Ketua KPK. dalam kurun waktu tahun 2008 kurang lebih 6 kali. kemudian Saksi mampir ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Soeripto ingin mendengar visi dan misi calon Ketua KPK tentang BLBI. Sigit Haryo Wibisono pernah beberapa kali menawarkan tentang adanya permintaan jabatan kepada Saksi selaku Ketua KPK. Saksi bertanya kepada Terdakwa dimana bekerja sekarang? Dan Terdakwa menjawab bahwa Terdakwa bertugas di Mabes Polri. perkenalan Saksi dengan Sigit Haryo Wibisono pada tahun 2007 ada yang mengenalkan Saksi dengan Sigit Haryo Wibisono ketika Saksi menjalani fit & proper test untuk menjadi Ketua KPK. Sigit Haryo Wibisono menelepon Saksi dan menanyakan kepada Saksi: “apakah benar Saksi menghubungi Kapolri dan menyampaikan hal-hal yang Saksi alami? kemudian Sigit Haryo Wibisono meminta Saksi untuk ke rumah-nya. Saksi bahkan menyatakan kepada Sigit Haryo Wibisono agar tidak “ambruk- . Pati Unus. § Bahwa. pada awalnya Saksi mengira rumah tersebut adalah rumah Soeripto. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. sebelumnya Sigit Haryo Wibisono menelepon. Saksi berbicara dengan Sigit Haryo Wibisono dan Soeripto. § Bahwa. § Bahwa.

pada tanggal 1-3 Januari 2009 ada telepon masuk ke istri Saksi. § Bahwa. § Bahwa. semula korban mau melaporkan korupsi di BUMN tapi kemudian korban menunjukkan SK Menteri BUMN tentang pengangkatan korban menjadi Direktur SDM di RNI. Sigit Haryo Wibisono bilang kepada Saksi bahwa Terdakwa mau mampir. Saksi tidak pernah meminta bantuan keada Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. akan tetapi oleh karena ada pergantian Menteri BUMN dari Sugiharto ke Sofjan Djalil. § Bahwa. § Bahwa. Kapolri kemudian menanggapai dengan pernyataan nanti saya bantu. pada saat Saksi bertemu dengan Kapolri sebenarnya tidak fokus dengan persoalan yang Saksi hadapi.ambruki” dengan orang. pada bulan Desember korban menjanjikan akan membawa dokumen tentang korupsi di RNI. . § Bahwa. Korban datang ke kamar dan bilang kenapa Saksi berbicara dengan isteri Korban? Saksi kemudian menjawab:”oh jadi kalian suami istri?. § Bahwa. pertemuan antara Saksi dengan Rani di Gran Mahakam pada awalnya. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian menanyakan kepada Sigit Haryo Wibisono apa masalahnya. Saksi sering bermain golf. kemudian Saksi menyatakan agar Rani tidak macam-macam oleh karena Saksi sekarang di KPK. itulah yang Saksi sampaikan kepada Kapolri. dan ada perempuan yang bilang bahwa ia capek mengurusi Saksi. setelah selesai korban kemudian datang dan bilang kepada saksi : “lo kok bapak bersama isteri saya?” Saksi kemudian menyatakan bahwa : “jadi kalian suami isteri?”. korban kemudian meminta bantuan Saksi untuk menegur Meneg BUMN. Rani sms memperkenalkan diri dan menyatakan bahwa ia sudah menjadi marketing di lapangan golf. § Bahwa. dan waktu itu tuan rumahnya adalah Kapolri. pada waktu Saksi sedang berbicara dengan Rani di Hotel Gran Mahakam. pada bulan Maret 2009. Rani kemudian bertanya kepada Saksi kenapa tidak main golf lagi. Rani ternyata diantar oleh Korban. § Bahwa. Korban kemudian menceritakan bahwa ia sedang pusing oleh karena ibunya sedang sakit dan sedang dirawat di Singapura. Saksi kenal dengan korban 4-5 bulan setelah Saksi menjadi Ketua KPK tahun 2008. Sigit Haryo Wibisono kemudian menjawab nanti tanya sendiri. § Bahwa. § Bahwa. Saksi memang mempublikasikan nomor handphone. agar masayarakat dapat memberikan laporan tentang adanya dugaan korupsi. korban pernah sms dan menghubungi saksi. pembicaraan utamanya tentang rakor kerjasama KPK dan Polri. Rani bilang bahwa bisa tidak kalau ada saudaranya minta tolong kepada Saksi. Rani tidak pernah menyinggung tentang korban. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. korban tidak diangkat menjadi Direktur. § Bahwa. dan saksi bilang bahwa agar Saksi jangan terlalu mengurusi korupsi. Saksi sampaikan bahwa menjadi Ketua KPK ada suka dukanya dan Saksi kemudian menceritakan tentang adanya sms dan tentang kejadian di Gran Mahakam. tapi Rani tidak pernah menjadi caddy Saksi. ada orang yang datang dan menjebak Saksi. § Bahwa. § Bahwa. di Hotel Gran Mahakam. Saksi kemudian menyatakan kekecewaan Saksi terhadap lapangan golf. § Bahwa.

§ Bahwa. dan saksi meminta tolong agar dideteksi apakah ada kaitannya. Tim melaporkan bahwa telah melakukan kegiatan tapi Tim tidak menemukan hal-hal tentang teror. Saksi keluh kesah bahwa anak istri Saksi pada waktu itu berada di Australia dan belum mendapatkan apartemen. pada pertemuan di rumah Sigit Haryo Wibisono tidak dalam konteks Tim yang dimpimpin oleh Chaerul Anwar tapi Sigit Haryo Wibisono hanya mau mengenalkan Terdakwa. Korban meminta Saksi untuk mengontak Antam untuk memberikan rekomendasi. tapi Saksi bilang sistim di KPK tidak bisa demikian. Sigit Haryo Wibisono bercerita tentang ada temannya yang melamar menjadi Direktur di KPK. pada waktu itu Sigit Haryo Wibisono mendengar keluhan Saksi. pengawal pribadi Saksi pernah bilang kepada Saksi. pada waktu itu Saksi sedang bermain golf dengan Kapolri dan Kapolri menanyakan kepada Saksi tentang teror. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu Saksi bertemu dengan Tim. buat saja laporan polisi. Saksi masih berteman dengan Sigit Haryo Wibisono. Sigit Haryo Wibisono pernah menyampaikan adanya info tentang adanya korupsi. Saksi tidak pernah menerima gambar/peta hanya Saksi pernah menerima undangan ultah Ibu Sigit Haryo Wibisono (sekitar Januari/Februari 2009). dari Mabes Polri dan dibiayai oleh KPK. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. bahwa Sigit Haryo Wibisono membantu dan Saksi tidak tahu sebelumnya. karena Saksi pikir sudah selesai. § Bahwa. § Bahwa. Tim kemudian meminta masukkan. . § Bahwa. Korban pernah menceritakan tentang proyek di Kolaka. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. saksi memberikan nomor handphone Korban dan Rani. Saksi pernah bertemu berdua dengan Sigit Haryo Wibisono. dan Saksi menunjukkan sms pada bulan Januari tersebut kepada Tim. § Bahwa. yang ada foto dari Tim Chairul menunjukkan foto Korban dan Rani di rumah Sigit Haryo Wibisono waktu mereka akan ke Kendari. § Bahwa. § Bahwa. pengamanan di rumah Saksi. § Bahwa. Saksi hanya menerima surat dari Sigit Haryo Wibisono tentang kerjasama KPK dengan PIM. setelah Saksi menjadi Ketua KPK. § Bahwa. tapi tidak berbicara tentang teror atau keluh kesah Saksi. Saksi bertemu dengan Terdakwa di rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi tidak membuat laporan polisi. § Bahwa. pertemuan sebelumnya dengan Terdakwa di rumah Sigit Haryo Wibisono. Chairul Anwar menghubungi saksi lewat telepon dan bilang bahwa Tim selesai dan menginformasikan bahwa ia pindah ke Mabes. Saksi tidak pernah sms ke Korban. Tim bekerja sampai dengan akhir Januari. § Bahwa.§ Bahwa. dan Saksi menjawab bahwa saat ini sudah selesai. Saksi tidak pernah menerima foto Korban. § Bahwa. untuk Tim di KPK. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Tim sampai Kendari. Chairul Anwar bilang kepada Saksi kalau masih ada teror. akhir Maret Terdakwa datang ke rumah Saksi. § Bahwa. § Bahwa.

Tim sudah berada di rumah Sigit Haryo Wibisono. selain itu tidak tidak diperlihatkan oleh Penuntut Umum tentang berita Acara Sumpah atas BAP saksi.(lima ratus juta rupiah) kepada Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan bilang ada apa ini dan korban bicara tentang ibu korban yang sedang sakit. 32. § Bahwa. dan korban membawa SK untuk dilantik menjadi Direktur SDM. TANGGAPAN TERDAKWA: Bahwa pertemuan antara Terdakwa dan Saksi di rumah Saksi hanya membicarakan tentang golf dan secara kebetulan Terdakwa juga tinggal berdekatan Saksi. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa.§ Bahwa. Saksi bertemu dengan Rani di Gran Mahakam 1 kali. TANGGAPAN TERDAKWA: o Bahwa Terdakwa berada di Arena Bowling hanya 10 menit dan tidak 1 jam. Saksi tidak pernah menyuruh Terdakwa untuk menghabisi Korban.500. keterangan yang telah diberikan oleh saksi dibawah sumpah pada persidangan yang terbuka untuk umum menyatakan bahwa. Chairul Anwar telah membentuk Tim. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: .000. selain itu saksi menjelaskan bahwa Terdakwa tidak pernah meminta jabatan kepada saksi. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. dan bilang apakah ada yang bisa dibantu? Dan yang paling intens adalah Saksi menjelaskan tentang kejadian di Gran Mahakam. perkenalan saksi dengan Terdakwa tidak dalam konteks permasalahan antara saksi dengan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. waktu itu korban bicara tentang info BUMN. § Bahwa. saksi tiga kali hadir pada pertemuan dengan Tim di rumah Sigit Haryo Wibisono. dan sebaliknya Terdakwa tidak meminta jabatan kepada Saksi. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. Untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti pada persidangan ini. Saksi tidak pernah menjanjikan jabatan kepada Terdakwa. 31. o Terdakwa datang belakangan. oleh karena saksi telah pindah ke NTT. TANGGAPAN TERDAKWA: Bahwa yang datang menjemput Edo di Ambhara itu supir Terdakwa bukan Terdakwa. BAP Saksi Kopka Jamil dibacakan walaupun tidak ada berita acara sumpah atas keterangan Saksi. karena ada reshuffle Menteri.000. begitu pula sebaliknya saksi tidak pernah menjanjikan jabatan kepada Terdakwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui Sigit Haryo Wibisono menyerahkan uang Rp. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu itu korban masuk. Tim menyatakan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Jerry dan Edo sudah ada duluan. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Saksi menuju ke rumah Sigit Haryo Wibisono karena menurut Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. jadi korban tidak dilantik. perkenalan dengan Terdakwa tidak dalam konteks tentang Korban. § Bahwa.. Saksi mengetahui kejadian 14 Maret 2009. Penuntut Umum membacakan Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Sumpah saksi Silvester Wangge.

ahli melakukan 3 kali pengujian dan hasilnya sama. mohon kiranya Majelis Hakim tidak menggunakan keterangan saksi sebagai alat bukti. pada label diterangkan darimana senjata api tersebut berasal. Maruli Simanjuntak dibawah janji memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. surat permintaan tersebut dari Penyidik Polres Tangerang tertanggal 17 maret 2009. § Bahwa. pemeriksaan barang bukti ada syarat formil yang harus diikuti diantaranya: ada surat permintaan untuk mengetahui jenis anak peluru. yang dilakukan adalah mencari pembanding untuk mencari sidik jari. § Bahwa.38. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. disebutkan bahwa anak peluru diambil dari: diatas telinga dan di dalam jaringan otak korban. ada surat perintah dari Mabes Polri. akan memproduksi peluru juga. Keterangan Ahli Balistik Drs. ahli menentukan jenis dan caliber. saksi tidak dihadirkan ke dalam persidangan. ada permintaan untuk memeriksa dari surat Nomor 230. Keterangan Ahli 33. anak peluru caliber 0. peluru yang ditemukan peluru caliber 0. dan arah putaran ke kanan. kemudian setelah senjata ditemukan. barang bukti tersebut diambil dari korban yang meninggal di Tangerang. § Bahwa. Untuk itu. § Bahwa. pada anak peluru akan tercetak sidik jari. § Bahwa.antimony. setiap peluru yang ditembakan dari senjata yang sama mempunyai sidik jari yang sama. selain itu keterangan saksi yang dibacakan Penuntut Umum tidak menjelaskan peranan Terdakwa.38.38 dan ditembakkan dari senjata api S & W caliber 0. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. setiap senjata api yang diproduksi pabrik.38 bahannya terbuat dari lead. § Bahwa. surat nomor 183 adalah permintaan untuk menetukan senjata api dan anak peluru. § Bahwa. barang bukti yang serahkan di-lakban dan disegel (baik anak peluru dan senjata api). § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. visum menyatakan kronologis barang bukti. § Bahwa. metode uji balistik yang menentukan sidik jari. kemudian ada disposisi sampai ke unit Ahli. ada visum yang berbicara tentang 2 proyektil. pada saat peluru ditembakkan ada pembakaran sisa mesiu. anak peluru tersebut identik.Bahwa. ahli bekerja di Pusat Laboratorium Forensik mabes Polri. . § Bahwa.anak peluru tersebut caliber 0. pada waktu itu senjata tidak disertakan sebagai barang bukti. § Bahwa. pada surat Nomor 230 ada pertanyaan tentang apakah anak peluru tersebut ditembakkan oleh barang bukti yang sertakan (senjata api). § Bahwa.38 inch. Peluru tersebut jenis 0. § Bahwa. § Bahwa. yang melakukan uji balistik terhadap anak peluru yang dijadikan barang bukti adalah ahli. yang ahli lakukan dengan menembakkan anak peluru pada shooting box dan diambil samplenya. dan pada setiap senjata ada sidik jarinya. § Bahwa. berupa 2 butir proyektil anak peluru. penyidik memberikan barang bukti.

§ Bahwa. akan tetapi dalam kasus ini nomor seri senjata tidak dapat ditimbulkan. ahli tidak menguji terhadap daya tembus dan daya tembak. senjata api tersebut.38 dan . § Bahwa. § Bahwa. peluru 9 mm tidak cocok dengan senjata. senjata revolver S&W caliber 0. lubang pada kaca mobil sebesar 10 cm lebih dan tidak dapat dipastikan apakah peluru tersebut dapat menembus kaca. § Bahwa. ahli tidak menerima 27 anak peluru. § Bahwa. tidak ada sebutan lain untuk caliber 0. pada senjata S&W caliber 0. Caliber 0. ahli melihat ada bercak darah di jok mobil. § Bahwa. ahli menggunakan kain sweep dan tidak ditemukan mesiu di kaca. ahli mempergunakan barang bukti untuk mengambil sampling. di kantor ada data base tentang senjata. bagi aparat yang telah pensiun wajib mengembalikan senjata api. ahli hanya menerima 1 senjata dan 2 anak peluru. revolver dan merupakan senjata api organic.38 buatan AS. alat penguji bernama scam.38. karena telah dihapus. § Bahwa. § Bahwa. tidak ada sidik jari pada senjata yang diserahkan kepada ahli. kaliber lubang laras sama dengan anak peluru. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi melakukan pemeriksaan terhadap kaca mobil sehari setelah kejadian. untuk menetukan jarak ditentukan pada seberapa banyak komposit residu yang ada di target. sisa mesiu diambil dari kain sweep. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. ahli menembakkan peluru ke kapas agar tidak merusak barang bukti. tidak mungkin peluru ditembakkan dari pistol yang berbeda. § Bahwa. § Bahwa. ahli mengetahui senjata disita dari Hendrikus. § Bahwa. § Bahwa. pada senjata api yang ahli periksa tidak ada nomor seri. § Bahwa. sepengetahuan ahli belum ada alat yang dapat menghilangkan sidik jari.§ Bahwa. ahli tidak menerima selongsong peluru dari penyidik di Tangerang. § Bahwa. anak peluru yang ada di tubuh korban adalah anak peluru senjata 0. ada selongsong peluru dalam senjata. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu ahli melakukan identifikasi. § Bahwa. dengan alat tertentu dapat ditemukan nomor seri. ada senjata organic yang digunakan oleh aparat TNI atau POLRI dan ada senjata non organic yang digunakan selain aparat. § Bahwa. § Bahwa.38 lebih besar dari 9 mm.38. § Bahwa. jarak 60 cm sudah dapat dikatakan jauh. peluru 9 mm tidak dapat digunakan untuk senjata caliber 0. untuk mengambil sampling. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. senjata api yang diserahkan adalah senjata api organik. ahli tidak menemukan sisa residu di kaca mobil. § Bahwa. ahli juga meneliti senjata api. kecepatan anak peluru 250m/detik.38 selongsong peluru tertinggal dalam silinder senjata. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu ahli melakukan olah TKP. diameter peluru untuk dimensi.

mayat yang ahli terima sebagaimana diutarakan dalam hasil visum poin 2. luka tembak berbentuk corong. perubahan itu karena peluru terbuat dari timah. untuk putaran ke kiri biasanya pistol jenis colt.38 inch. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan dari Terdakwa Analisa hukum terhadap keterangan Ahli: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.38. peluru yang berubah bentuk adalah peluru yang di atas pelipis tapi masih bagus tapi peluru yang berada di jaringan otak sudah hampir rusak. § Bahwa. § Bahwa. itu tembakan jarak jauh. § Bahwa. § Bahwa. kemudian ada telepon dari Nico. § Bahwa. ahli kemudian membuka batok kepala korban. Keterangan Ahli Forensik dr. yang meminta agar ahli datang ke RSPAD. untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan ahli pada persidangan sebagai alat bukti. rambut kepala korban telah dicukur dan lubang yang berada di kepala korban sudah dijahit. sebelumnya ahli membuka jahitan kepala korban. § Bahwa. § Bahwa. tindakan penjahitan pada luka korban itu umum dilakukan oleh dokter. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. luka tersabut luka tembak. pada kepala korban ada bentuk luka yang tidak beraturan. akan tetapi ahli menolak. keterangan yang telah diberikan oleh ahli selaku ahli dibidang balistik hanyalah menjelaskan tentang alat bukti secara sederhana. jadi kalau mengena sesuatu akan berubah. § Bahwa. diinformasikan kepada ahli bahwa ada korban penembakan. terhadap peluru tidak diambil sidik jari. tetapi ahli tidak mau oleh karena ahli pada waktu itu sedang capek. kalau ada asap yang sampai ke target maka dapat . ahli berkesimpulan tembakan tersebut adalah tembakan jarak jauh oleh karena tidak ditemukan bubuk mesiu. Mun’im Idries Sp. § Bahwa. § Bahwa. berdasarkan sifat luka.ditembakkan dari senjata S& W 0. 34. dan yang ketiga ahli dihubungi oleh Jusuf Manggabarani yang meminta agar ahli datang ke RSPAD. § Bahwa. ahli tidak melakukan pengujian terhadap serpihan anak peluru yang tidak disertakan sebagai alat bukti oleh penyidik. peluru terjadi deformitas karena telah membentur sesuatu sebelum ke tengkorak. tipe putaran peluru kekanan biasanya senjata api tipe S&W. peluru 9 mm kalau dalam caliber 0.F dibawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. ahli tidak pernah menerima serpihan peluru untuk diuji. ahli pernah diminta untuk datang ke RSPAD. hal itu ahli pastikan setelah membuka tengkorak kepala korban. ukuran diamater peluru yang ahli temukan berukuran 9 mm. § Bahwa. ulir anak peluru berputar ke kanan. kemudian ahli dihubungi oleh Iwan. ahli menemukan 1 anak peluru di tulang pelipis kanan dan 1 anak peluru di jaringan otak. ahli pernah memeriksa korban di RSCM.

Analisa hukum terhadap keterangan Ahli: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. . kedua anak peluru diameternya 9 mm. § Bahwa. dalam visum. 3. ahli tidak dapat menentukan posisi korban duduk atau berdiri. Bahwa. oleh karena ahli menerima mayat korban yang sudah tidak asli. terdapat poin-poin yang perlu diperhatikan oleh persidangan ini bahwa dalam keterangannya.dikategorikan itu tembakan jarak dekat. yang ahli lakukan adalah analisa transaksi dan bukan analisa terhadap konten. § Bahwa. ahli menyatakan bahwa: 1. § Bahwa. sehingga menimbulkan keganjilan. § Bahwa. peluru yang satu bisa berubah dan anak peluru yang lain tidak bisa berubah. 35. § Bahwa. keterbatasan ahli pada waktu kematian. mayat sudah tidak asli. § Bahwa. § Bahwa. oleh karena kepada ahli tidak serahkan pakaian ataupun celana korban. § Bahwa. karenanya ahli tidak dapat memastikan tentang waktu kematian. § Bahwa. dimana. § Bahwa. Bahwa. § Bahwa. ahli tidak menerima kemeja korbansebagai barang bukti. § Bahwa. penyidik terlebih dahulu menginformasikan tentang adanya pembunuhan berencana kepada ahli. § Bahwa. meninggalnya korban karena kedua butir peluru tersebut. oleh karena peluru tidak kena batang otak jadi tidak langsung meninggal. § Bahwa. dam sebab kematian. § Bahwa. § Bahwa. ahli pernah dihubungi oleh anggota di Puslabfor Polri yang menyatakan bahwa: ‘babe terlalu berani’. seharusnya penyidik menanyakan kepada dokter sebelumnya tindakan apa yang telah diambil. ahli tidak dapat menentukan posisi korban pada waktu meninggal dunia. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. ada penyidik yang menyatakan kepada ahli agar menghilangkan angka 9 mm. menurut ahli keberhasilan pengungkapan kasus tergantung dari koordinasi. aslinya barang bukti dll. § Bahwa. celana korban disita akan tetapi tidak dijadikan barang bukti. § Bahwa. kalau ada kering tato maka itu tembakan tempel. kerusakan pada otak yang menyebabkan kematian. ahli melakukan analisa tentang data record nomor telepon Terdakwa yang berasal dari penyidik yang didapatkan dari operator. pada waktu ahli menerima mayat korban. ada unsur siapa. mayat korban sudah tidak asli lagi. ahli tidak menanyakan kepada penyidik tentang permintaan penghapusan angka 9 mm. cara kematian. kapan. 2. dan yang tidak dapat ditentukan dalam visum adalah saat kematian. luka pada kepala korban jauh didalam otak. setiap dokter berhak membuat visum et repertum. kesimpulan ahli menjadi terbatas oleh karena barang bukti tidak asli. ahli berpendapat tidak mungkin hidup lagi. Keterangan ahli IT Ruby Zukry Alamsyah dibawah sumpah memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. Bahwa ahli berpendapat bahwa salah satu anak peluru sudah berubah posisi. peluru mengenai pembatas terlebih dahulu sehingga mengalami deformitas. melihat keadaan korban. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.

§ Bahwa. Antasari Azhar menggunakan baju putih dengan latar photo Sigit Haryo Wibisono. dan lokasi. bentuk sms atau incoming call atau outcoming call. § Bahwa. CDR atau call data record merupakan produksi dari operator. § Bahwa. § Bahwa. barang bukti digital gampang dirubah oleh software dan tools tertentu. penyidik mendapatkan CDR dari operator. ada transaksi antara Terdakwa dan Antasari Azhar sekitar 6-7 kali dan antara Terdakwa dengan Sigit Haryo Wibisono sekitar 60 kali. tetapi untuk keakuratan dengan harus dengan cara manual. memory card.§ Bahwa. § Bahwa. dalam CDR tidak ada content. telepon genggam. kemudian ahli melakukan cloning/duplikasi dan selanjutnya ahli melakukan hasing atau sidik jari digital. sms atau suara. § Bahwa. sebuah file ada banyak parameter yang tersembunyi. apabila nomor tersebut pasca bayar maka ada namanya.00-200 WIB ada di area Hailai Ancol (sekitar bulan Februari) hal ini diketahui oleh karena menara BTS-nya di area Ancol. barang bukti dari Korban masih disegel dan ahli melihat ada data-data Korban. § Bahwa. barang bukti yang disita oleh penyidik dianalisa oleh ahli. § Bahwa. pada recorder yang ahli periksa. § Bahwa. § Bahwa. ahli melakukan transkrip antara Antasari Azhar dan Rani dan transkrip antara Antasari Azhar dengan Sigit Haryo Wibisono. ahli buat dari data handphone Korban. § Bahwa. yang diketahui koordinat menara BTS sedangkan posisi Terdakwa tidak bisa diketahui. di-edit. Antasari Azhar dan Terdakwa terjadi sekitar Januari – Maret. ahli juga menganalisa voice recorder. dimodifikasi. § Bahwa. § Bahwa. ahli menggunakan software tertentu untuk kecepatan.19. § Bahwa. bisa terjadi simcard hasil cloning yang aktif dan yang asli tidak. data tersebut dapat direcover. dibanding barang bukti konvensional. ada kata ‘anak TKI dan ‘perampokan”. oleh karena barang bukti digital jauh lebih rentan atau dapat diubah. camera digital. tidak bisa aktif bersamaan. dan kata ‘eksekusi’ yang disebutkan oleh Sigit Haryo Wibisono. sumber suara tidak menunjukkan identitas pemilik suara. diantaranya. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. posisi. nama Edo dan Jerry tidak ada dalam pembicaraan. percakapan Antasari Azhar dan Rani. § Bahwa. akan tetapi apabila data tertimpa/override maka data tidak bisa direcover. § Bahwa. waktu. § Bahwa. § Bahwa. pada pembicaraan Nasrudin Zulkaranin Iskandar ada istilah Nero. § Bahwa. simcard yang sama dapat dikloning akan tetapi yang simcard yang aktif hanya satu. apabila data dihapus. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. tugas ahli utamanya adalah menjaga keotentikan data. § Bahwa. komunikasi antara Sigit Haryo Wibisono. nama Terdakwa juga disebut pada pembicaraan antara Antasari Azhar dan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. spy camera digital. lokasi Edo dan Terdakwa pada Pkl. ahli hanya menampilkan data. § Bahwa. untuk beberapa operator. . lokasi. dalam CDR tercantum tanggal. operator yang dapat menentukan simcard mana yang hasil cloning. CDR hanya mengetahui durasi.

§ Bahwa, jarak antara Menara BTS kurang lebih 2 KM; § Bahwa, ahli membuat transkrip menggunakan inisial tidak menggunakan nama; § Bahwa, ada transaksi Korban dengan Antasari Azhar sekitar 4 sms; § Bahwa, tanggal pada rekaman tertanggal 1 Januari 2004 tapi hal tersebut dapat diubah. Durasi rekaman 1 jam 29 menit; § Bahwa, tidak terdengar suara batuk, dalam rekaman tersebut; § Bahwa, ahli mendapatkan alat rekam dari penyidik; § Bahwa, ahli mendengar rekaman menggunkan dengan telinga dan alat headset; § Bahwa, semua data digital dapat dirubah; § Bahwa, ahli tidak melakukan pemeriksaan emay; § Bahwa, ahli tidak berkoordinasi dengan operator; § Bahwa, ahli tidak diperlihatkan berita cara penyitaan oleh penyidik; § Bahwa, pada pemeriksaan CDR ada nomor handphone lain; TANGGAPAN TERDAKWA: § Dalam rekaman tidak ada Terdakwa; § Pada kedua rekaman tidak ada terdakwa dan tidak ada hubungannya dengan Terdakwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia, bahwa sebagaimana yang telah dikemukan oleh ahli pada persidangan, ahli menyatakan bahwa ahli hanya melakukan pemeriksaan terhadap call data record yang berisi transaksi telepon yang dilakukan oleh Terdakwa. Ahli tidak dapat melakukan pemeriksaan terhadap konten baik itu konten pembicaraan maupun konten sms. Ahli berpendapat bahwa bukti digital sangat rentan dirubah atau dimodifikasi dibandingkan dengan bukti konvensional. Untuk itu, mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan ahli sebagai alat bukti. SAKSI VERBALISAN Yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Saksi Tahan Marpaung dibawah janji di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa, Saksi yang menerima keterangan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo, Heri Bin Rasja alias Heri, Hendrikus Kia Walen alias Hendrik, Fransiskus Tadon Kerans, dan Daniel Daen Sabon; § Bahwa, pada waktu pembuatan BAP para Terperiksa diberi kesempatan untuk membaca BAP dan membubuhkan tanda tangan di depan Saksi; § Bahwa, Saksi yang memeriksa atau mendampingi; § Bahwa, pada persidangan ditunjukkan tanda tangan para Terperiksa yang terlihat berbeda; Keberatan dari penasihat hukum adalah berita acara pengungkapan kasus tanggal 26 April 2009 lebih tua dari BAP, sedangkan menurut saksi, pembuatan BAP dahulu baru berita acara pengungkapan kasus. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan. Analisa hukum terhadap keterangan saksi verbalisan: Bahwa, keterangan yang telah diberikan oleh saksi Verbalisan menimbulkan keganjilan oleh karena berdasarkan keterangan saksi, pembuatan BAP terhadap pada terperiksa lebih dahulu dibandingkan pembuatan berita acara pengungkapan kasus, sedangkan berita acara pengngkapan kasus lebih tua dibandingkan pembuatan BAP.

SAKSI YANG DIAJUKAN OLEH PENASIHAT HUKUM 1. Saksi Abdurachman Baharun dibawah sumpah di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa, Saksi mendamping Terdakwa sejak tanggal 4 Mei 2009 pada pemeriksaan di penyidik; § Bahwa, pada waktu itu, Terdakwa menyatakan bahwa BAP yang benar adalah BAP tanggal 29 April 2009. Kemudian ada keberatan dari penyidik; § Bahwa, Pak Apolos bertanya kepada penyidik Tahan Marpaung, kenapa pada pemeriksaan pada tanggal 28, 29 April Terdakwa tidak didampingi Penasihat Hukum?; Tahan Marpaung kemudian menjawab bahwa itu kemauan Terdakwa; § Bahwa, Terdakwa dipindahkan dari tahanan Pusprovos ke tahanan Bareskrim; § Bahwa, Wakabareskrim memerintahkan kepada penjaga agar Terdakwa tidak bisa dibesuk oleh keluarga dan Penasihat Hukum tanpa sepengetahuan Wakabareskrim; § Bahwa, Penasihat Hukum Terdakwa kemudian membuat surat kepada Kapolri dan Komnas HAM dengan tujuan agar Terdakwa dapat dibesuk; § Bahwa, pada tanggal 5 Agustus Terdakwa diperiksa pada Pkl.09.00 WIB; § Bahwa, pada waktu Saksi ke Polda, saksi berada di ruangan Daniel dan Terdakwa diminta untuk kembali ke BAP tanggal 30; § Bahwa, kemudian ada masukan dari Penasihat Hukum untuk memberikan keterangan yang benar; § Bahwa, tanggal 6 Agustus 2009 ada pertanyaan dalam rekonstruksi tentang penyidik menyatakan bahwa yang menyerahkan foto adalah Antasari Azhar; § Bahwa, menurut Saksi, Terdakwa adalah orang yang dermawan, kemudian ada tokohtokoh dari NTT yang membesuk Terdakwa; § Bahwa, Saksi tidak mendapat fee dari tugas Saksi sebagai asisten pengacara; § Bahwa, pemeriksaan Terdakwa oleh pihak penyidk ada yang menjadi saksi dan ada yang menjadi Tersangka; § Bahwa, Terdakwa mencabut seluruh BAP tanggal 30 April, oleh karena yang benar adalah BAP tanggal 29 April; § Bahwa, ada permintaan untuk menyamakan BAP Terdakwa dengan BAP Sigit Haryo Wibisono oleh karena targetnya Antasari Azhar; § Bahwa, rekontruksi pada tanggal 6, Terdakwa diminta untuk menyamakan dengan Sigit Haryo Wibisono; § Bahwa, Terdakwa pada tanggal 28 ditelepon, dan dibawah ke Provos; § Bahwa, yang meminta untuk menyamakan BAP adalah Direktur Reserse Umum Polda Metro Jaya M Iriawan, Wadir ResUm Polda Metro Jaya T Sihombing, Nico Affinta, Daniel Tifaona, Tahan Marpaung, dan Anton; § Bahwa, Terdakwa diarahkan untuk menyamakan BAP dengan Sigit Haryo Wibisono karena targetnya Antasari Azhar; § Bahwa, imbalannya Terdakwa tidak ditahan hanya dikenakan tindakan disipliner; § Bahwa, keterangan perintah menghilangkan nyawa Korban, dilihat dari BAP Sigit Haryo Wibisono; § Bahwa, permintaan Terdakwa yang sebenarnya hanya mengikuti dan mencari pidananya; § Bahwa, pada waktu itu Penasihat Hukum sudah siap untuk mengajukan permohonan

pra peradilan akan tetapi Terdakwa menyatakan tidak usah karena pada diri Terdakwa masih ada Tribrata; TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa, dengan ada keterangan saksi tersebut mengisyaratkan tentang adanya upaya “rekayasa” terhadap proses hukum yang dialami terdakwa pada proses penyidikan oleh oknum kepolisian dan terbukti telah terjadi sehingga dapat dibawanya perkara ini didepan persidangan. Untuk itu, mohon kiranya Majelis Hakim mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. 2. Saksi Novarina dibawah sumpah di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa, pada tanggal 14 Maret 2009, saksi bersama keluarga sedang menonton TV dan pada waktu itu ada berita tentang pembunuhan; § Bahwa, kemudian pada tanggal 28 April, Terdakwa ditelepon dan diminta untuk bertemu di Paminal; dan Terdakwa tidak pulang lagi kerumah; § Bahwa, besok harinya Saksi ditelepon untuk bertemu dengan Terdakwa, saksi dibawa ke Mabes Polri di Propam; § Bahwa, Saksi menunggu sampai malam akan tetapi tidak dapat bertemu dengan Terdakwa; § Bahwa, pada besok paginya (tanggal 30 April), Saksi belum bisa bertemu dengan Terdakwa oleh karena pada waktu itu sedang ada Wakabareskrim; § Bahwa, tidak lama kemudian Saksi disuruh masuk dan bertemu dengan Terdakwa; § Bahwa, Terdakwa bilang bahwa ada perintah dari Wakabareskrim yang agar Terdakwa memberikan keterangan dalam proses penyidikan bahwa ada perintah dari Antasari Azhar; § Bahwa, Saksi kemudian menimpali dengan menyatakan kenapa Terdakwa tidak didampingi oleh pengacara; § Bahwa, Saksi kemudian berusaha bertemu dengan salah satu pengacara yang bernama Warsito; § Bahwa, surat penangkapan dan penahan Terdakwa diberikan kepada Saksi pada tanggal 30 April 2009; § Bahwa, Pada tanggal 16 Mei Terdakwa dipindahkan dari ke Bareskrim dan Saksi disuruh untuk menjenguk Terdakwa, dan pada waktu mau menjenguk Terdakwa ada selebaran yang yang pada intinya menyatakan bahwa baik keluarga maupun pengacara yang akan bertemu atau menjenguk dengan Terdakwa harus sepengetahuan dan seijin Kabareskrim dan/atau Wakabareskrim; § Bahwa, Saksi pernah membuat surat ke Kapolri dan Komnas HAM oleh karena dipersulit untuk menjenguk Terdakwa; § Bahwa, Saksi kemudian mendapat ijin dari Wakabareskrim untuk menjenguk Terdakwa; § Bahwa, pada waktu itu Saksi bertemu dengan Wakabareskrim dan terjadi dialog; Wakabareskrim bilang apa yang bisa ia bantu? Kemudian Wakaba juga bilang kalau mau menjenguk Terdakwa, harus melalui Wakabareskrim; § Bahwa, Saksi tidak mengetahui kapan Terdakwa kenal dengan Sigit Haryo Wibisono

pada saat menembus kaca mobil. Apakah setelah menembus kaca. istilah jarak tembak jauh atau dekat berdasarkan percikan serbuk mesiu pada sasaran. § Bahwa. saat mengenai sasaran. menurut ahli mesiu tidak akan melekat pada kaca apabila ditembakkan dari jarak 60 cm. dan agar Terdakwa memenuhi anjuran Petinggi Polri. menurut ahli penggunaan senjata api S&W kaliber 0. Hal ini dapat diperjelas dengan Surat yang dibuat oleh saksi yang ditujukan untuk Kapolri dan Komnas HAM agar saksi dan keluarga dapat menjenguk Terdakwa (Surat Balasan dari Komnas HAM Terlampir). § Bahwa. Jadi setiap laras yang 1 berbeda dengan laras yang lain. § Bahwa. Dengan perbedaan angka pada poin 5 & 6 khususnya APB (Anak Peluru Butir) 1 dan APB (Anak Peluru Butir) 2. kondisi Terdakwa yang sangat susah untuk dikunjungi bukanlah tanpa sebab. peluru itu masih bisa menembus bagian lain? Kalau menurut ahli Peluru itu mengalami 2 kali deformasi. Akantetapi setiap senjata ada tolak balik. peluru mempunyai alur dan alur merupakan suatu cetakan. Pada pistol/senapan. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan. Analisa hukum atas keterangan Saksi: Bahwa. apabila sidik jari tidak sama berarti peluru tersebut ditembakkan dari senjata yang berbeda. mohon perhatian majelis Hakim Yang Mulia agar mempertimbangkan tentang kondisi saksi sebagai istri Terdakwa bersama dengan anak-anak dan keluarga pada awal pemeriksaan terhadap Terdakwa sebagai Tersangka mengalami kesulitan untuk menjenguk Terdakwa dalam tahanan. peluru mempunyai batas-batas yang berbeda sebagaimana dengan disebutkan dalam pembanding. Setiap senjata mempunyai alur yang berbeda-beda. Jalur dari kekuatan tolak balik tersebut adalah sepanjang punggung searah laras.dan Antasari Azhar. § Bahwa. pada waktu menonton berita tentang penembakan Terdakwa biasa saja. ahli berpendapat bahwa kedua anak peluru tersebut ditembakkan dari senjata api yang berbeda. Tetapi laras yang satu sidik jarinya harus sama. Bahwa. Pertama. menurut ahli Persoalannya adalah peluru yang tidak mempunyai selongsong (seperti peluru militer). setiap senjata mempunyai alur yang memaksa sebuah peluru keluar untuk stabilitasnya. § Bahwa. menurut ahli harus diuji coba peluru yang tembus kaca dengan tembus target. § Bahwa. laras . jadi tidak mempunyai daya tembus dan struktur peluru sangat Labil. § Bahwa. Apakah ketika menembus sasaran sesuai dengan peluru yang keluar dari kaca mobil? Itu yang harus diuji coba. akan tetapi secara sistematis telah dirancang agar Terdakwa tidak secara bebas dan mandiri memberikan keterangan.38 tergantung dari keahlian dari pengguna. Keterangan Ahli Balistik Widodo Harjoprawito dibawah janji di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa. KETERANGAN AHLI 1. Kedua. Untuk itu. setelah ahli melihat perbedaan dalam Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No Lab: 290/BSF/2009 Halaman 2 dimana terdapat perbedaan angka pada tabel lebar land impression/galangan. mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa. § Bahwa.

jika senjata api tersebut terhapus karena terkikis atau diamplas maka cara untuk melihat digunakan alat untuk melihat bekas luka dari senjata tersebut. Dan kemungkinan ada keretakan pada waktu ditembakkan. kecepatan peluru hampir tidak ada yang sama. apabila ditembakkan dijalan. atau apakah setelah menembus kaca masih mempunyai kemampuan yang sama dengan menembus sasaran. ditentukan oleh pelurunya bukan oleh senjatanya. Tergantung pada kekuatan tangan apakah bisa menahan faktor tersebut akan memperngaruhi pengguna senjata. § Bahwa. Oleh karena itu seyogyanya dalam persoalan ini perlu di uji apakah peluru yang telah melewati kaca dapat membuat tulang kepala pecah. biasanya solid kalau senjata laras pendek. dimana peluru dengan selongsong tekanannya lebih besar. peluru yang terbuat dari timah biasanya deformasi setelah kena kaca. pada kasus ini memang ada 2 pengaruh gerakan. § Bahwa. § Bahwa. kemungkinan mesiu jatuh di jalan dan berapa lama dapat diidentifikasi. apakah sumbu lobang dikaca jatuh pada pelipis kiri korban atau tidak. § Bahwa. ahli menyatakan setiap senjata api mempunyai nomor seri untuk mengidentifikasi siapa pemilik senjata tersebut. Pertama. nomor seri pada senjata api dapat hilang atau terhapus tergantung pada cara penggerindaan. menurut saksi ahli sebetulnya hal tersebut telah dikuasai oleh balistik dimana yang terpenting apakah arah dari lobang kaca betul-betul mengarah pada posisi luka dari korban. tidak seluruh dari mesiu tersebut terbakar kecuali mesiu yang dipakai tidak sesuai dengan panjang laras sebab kepala mesiu menentukan waktu pembakaran misalnya jika larasnya pendek maka mesiunya harus tipis. . jangkauan dari senjata revolver caliber 38 bisa menembus sasaran. itu yang perlu diujicoba. jadi produk hasil terbakar mesiu yang kadang-kadang memang ada subtansi yang solid. § Bahwa. jika pelurunya timah maka daya tembusnya akan kecil sedangkan jika peluru memakai selongsong maka daya tembusnya akan besar sekitar ratusan meter (maksimal 25 meter). ketepatannya menurun. § Bahwa. apabila ada pecahan peluru yang tidak diuji balistik menurut ahli adalah merupakan kewajiban bagi seorang ahli balistik dalam menerima suatu bukti harus diidentifikasi atau tidak untuk kemudian disimpulkan. Sebagai contoh kalau menembak di jalan. menurut ahli ketepatan tembakan pada contoh kasus di atas itu rendah karena mobil dan motor bergerak. § Bahwa. kekuatan ada pada sumbu laras. Setiap senjata ada energi tolak balik. Kedua gerakan otot si penembak. § Bahwa. § Bahwa. senjata api jenis revolver caliber 38 dalam standar internasional biasanya digunakan oleh polisi atau tentara. penggerindaan itu cukup dalam dimana bekas-bekas hilang maka tidak dapat terdeteksi. gerakan motor. menurut saksi ahli sebelum mesiu jatuh ke-jalan mesiu juga harus terbakar kurang lebih waktu peluru didalam separuh dari rektorinya. § Bahwa. § Bahwa. yang keluar dari senjata itu hasil pembakaran mesiu. Senapan juga sama. jadi presisinya kurang dari 70%.itu biasanya lewat diatas pegangan tangan ada kekuatan yang menggunakan laras ke atas. dari sisi balistik mengenai posisi menembak dan yang ditembak (korban). tembakan dari jarak 60 cm jika menggunakan peluru timah tidak akan tembus dimana yang dapat tembus pada kepala (pelipis kiri tembus ke pelipis kanan) jika menggunakan peluru selongsong. § Bahwa.

peluru yang dapat menembus kepala biasanya menggunakan selongsong. § Bahwa. kedua anak peluru yang dijadikan alat bukti dipersidangan ditembakkan dari laras atau senjata yang berbeda. § Bahwa. toleransi terhadap alur pada laras. tentang mengikuti. apakah anak peluru yang ditembakkan dan telah melalui kaca mobil yang berkualitas tinggi masih memiliki kemapuan untuk menembus tulang tengkorak kepala manusia dewasa yang tergolong kuat.38 tidak 2 (dua) buah senjata. bicara soal pasal 55. menyuruh melakukan. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan Ahli: Mohon pertimbangan Majelis Hakim Yang Mulia atas keterangan ahli yang menyatakan bahwa. sebatas itu saja. harus ada niat dan tindakan untuk membuat orang menjadi tidak bebas untuk bergerak. apabila A kemudian meminta orang lain untuk membuntuti. dan menurut ahli kalau peluru terbuat dari timah (lead antimony) daya tembus peluru kecil. menurut ahli harus ada pemeriksaan terhadap kaca dan peluru. Selanjutnya berdasarkan keterangan ahli yang menyatakan bahwa anak peluru yang terbuat dari timah atau lead antimony daya tembus-nya lemah sehingga muncul pertanyaan kami. § Bahwa. membuntuti atau mengawasi orang bukan suatu tindak pidana. Kemudian dihubungkan dengan keterangan ahli balistik dari Puslabfor Mabes Polri Yang dihadirkan oleh Penuntut Umum yang menyatakan bahwa ahli tidak diberikan serpihan anak peluru untuk dilakukan identifikasi atau pengujian. kualifikasi tindak pidana mengandung makna menghilangkan tubuh dan nyawa orang dan mengandung makna terkait dengan jenis delik yakni makna delik materiil yang artinya sempurnanya tindak pidana kalau menimbulkan suatu akibat yaitu hilangnya nyawa orang tersebut. ahli kemudian menyatakan bahwa lobang tersebut di atas tulang pelipis kanan. sedangkan untuk tentara sering menggunakan pistol oleh karena untuk tentara sering digunakan untuk medan yang yang tidak kering seperti lumpur dsb. dimana peluru dikeluarkan tersebut tergantung dari diameter peluru.§ Bahwa. senjata api revolver biasanya digunakan oleh oleh polisi. mengenai lobang dipipi kanan korban. . MH. Rudi Satryo Mukantardjo. akan tetapi ahli menyimpulkan pada hasil visum terdapat lobang dipipi kanan. Keterangan Ahli Hukum Pidana Dr. ahli menyatakan tidak ada lobang dipipi kanan. SH. dibawah sumpah di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa. Dalam Pasal 55. Pemidanaan terhadap orang mengikuti hanya ada apabila terjadi persoalan perbuatan tidak menyenangkan. Sehingga kalau kemudian orang tersebut tidak tahu persis apa yang ia lakukan maka tentunya tidak dapat dikenakan pasal berapapun jo pasal 55. 2. § Bahwa. § Bahwa. peluru timah menembus kaca tergantung kekuatan kaca. maka ada pembatasan tentang niat. sehingga muncul pertanyaan kami selaku Penasihat Hukum Terdakwa adalah bahwa senjata yang hanya dijadikan sebagai alat bukti adalah 1 (satu) pucuk senjata S&W 0. apakah mereka yang melakukan. § Bahwa. balistik akhir ditentukan oleh peluru. § Bahwa. menggerakkan untuk melakukan maka harus dikaitkan dengan persoalan orang tersebut tahu persis apa yang akan dilakukan. turut melakukan. § Bahwa. § Bahwa. kehendak dan persoalan akibatnya.

maka dalam sudut pidana tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana kalau seandainya uang tersebut akan dipergunakan untuk melakukan suatu tindak pidana. menyadari dan menghendaki perbuatan dan akibat dari perbuatan. makna dengan sengaja. Dalam literatur. Suatu hal yang tidak mudah dijelaskan antara pihak yang menyuruh dengan yang disuruh. tidak tahu niatnya untuk apa. Jadi ada batas-batas pemisahan. § Bahwa. Misal. Atau bisa jadi kondisi tersebut bukan juga menggerakkan tapi menyuruh melakukan. Ia tidak punya niat atau kehendak. menghendaki dengan serius. maka atas apa yang terjadi tidak dapat dimintai pertanggungjwaban pidana kepada yang bersangkutan. § Bahwa. Dengan kata lain. Karena posisinya yang menyuruhlah yang bertanggungjawab dan yang disuruh tidak dapat dimintai pertanggungjawaban. ia kemudian menjadi pihak yang memberikan uang. karena niat/ kehendaknya hanya sebatas pada persoalan "saya hanya untuk mengantarkan uang". aplikasi dari penggerak bertanggung jawab tentang akibatnya hanya sebatas pada penganiayaan dimana akibatnya merupakan tanggung jawab si penggerak. pemanggilan adalah persyaratan formal.tetapi kemudian berubah. Kedua. maka dalam praktek diterima juga sebagai bagian dari proses yang dapat diterima. adanya tenggang waktu antara panggilan kelima dan kapan harus dihadirkan dalam persidangan. lebih pada persoalan cepat dan murah maka meskipun tidak memenuhi persyaratan yang ada. kalau para pihak menghendaki. Jadi posisi tersebut menjadi tidak logis. yang bisa dijadikan sebagai bukti yang bersangkutan sudah dipanggil secara sah. Jadi kalau dalam batas dia tidak tahu sama sekali persoalan yang ada. Kedua. menyuruh saja. tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban kepada pihak yang turut serta tersebut. itu tidak menjadi tanggung jawab dari orang yang menggerakkan. kalau kemudian demi lancarnya persidangan. Pertama. Karena disana akan muncul pihak yang disuruh tidak dapat dimintai pertanggungjawaban. akibat yang dikehendaki dalam posisi yang diberikan. saya menyuruh anda untuk membuntuti orang lain. Kalau ternyata surat tidak diberi maka dia mempunyai hak untuk tidak hadir karena pemanggilannya secara tidak sah. bahwa kemudian turut serta kepada pihak yang tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban. Tetapi dia tidak mengetahui. § Bahwa. dia harus tahu untuk maksud apa dia membantu melakukan suatu tindak pidana. Jangan juga menyuruh kemudian membantu turut serta orang yang disuruh. sadar dalam hal-hal logikanya. maka kemudian kalau batas tersebut yang diminta. yang seringkali dimunculkan adalah menggerakkan sekaligus sebagai turut serta melakukan tindak pidana. sangat mudah menjelaskan antara menggerakkan dengan turut serta. Ini . Suatu hal yang tidak gampang diposisikan. pihak yang disuruh sebagai alat belaka yang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sedang terjadi. Kalau menyuruh. Atau menyuruh tapi sekaligus turut serta. posisinya sebagai tukang pos atau pengantar koran. setuju. kalaupun tidak terdapat pada orang tersebut. adanya surat. ada tindakan-tindakan lain diluar dari apa yang digerakkan. Perbantuan sekalipun. Namun dalam praktek. § Bahwa. maka batas itulah yang kemudian dipertanggungjawabkan kepada pihak yang menyuruh atau yang menggerakkan. Padahal syarat seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana kalau ia juga kemudian tahu tabiatnya tersebut. dia tidak mempunyai niat padahal harus memenuhi syarat agar seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. menurut KUHAP tindak pidana dengan ancaman pidana diatas 5 tahun adalah wajib hukumnya untuk aparat penegak hukum menghadirkan Penasihat Hukum. § Bahwa.

menggerakkan dan digerakkan. caranya bisa dengan ruangan yang tertutup tetapi disana ada kaca untuk melihat apa yang terjadi pada pemeriksaan saat itu. Jadi dalam kajian hukum pidana. Jadi hukumnya adalah wajib. baik sisi pengetahuannya maupun sisi aspek psikologisnya. Tapi kemudian hukum mengatakan wajib hukumnya ada seorang penasihat hukum. bagaimana halnya kalau dibuat surat pernyataan? Sekarang permasalahannya siapa yang membuat surat pernyataan tersebut. Pertama. Kalau ia mengatakan yang tidak benar maka dengan sendirinya ia akan dikenakan memberikan keterangan palsu. Alasannya logis. posisinya terkunci. Kalau memang benar ada bukti bahwasanya itu sebetulnya permintaan yang benar-benar diminta oleh si tersangkanya. Maka bisa jadi. Kedua. Mau tidak mau harus mengatakan apa adanya kebenarannya. § Bahwa.merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan aparat penegak hukum terutama pada tahap-tahap penyidikan. mengetahui peristiwa yang terjadi. Karena ia tidak disumpah. Bagaimana caranya membuktikan hubungannya antara menyuruh dan disuruh. ia disumpah. penganiayaan. § Bahwa. bisa juga berbohong. Kalaupun tidak dikehendaki. . suatu hal yang pasti mengenai kebebasan seseorang kalau posisi seseorang diputar. secara psikologis posisi seorang tersangka adalah posisi seorang yang lemah karena berhadapan dengan aparat penegak hukum. Dalam perkara yang diancam dengan 5 tahun penjara memungkinkan seorang hakim untuk menolak untuk memeriksa perkara tersebut kalau tidak didampingi oleh seorang penasihat hukum selama proses pemeriksaan. akan muncul keanehannya kalau di-split perkara karena yang dinamakan masa jalannya persidangan ada yang lambat dan ada yang cepat. tetap harus hadir penasihat hukum. yang cepat akan mengubah kenyataan karena di tempat yang satu sudah diputus semua maka kemudian dalam berkas yang lain belum diputuskan. akan susah bagi dia untuk mengatakan yang lebih bebas. turut serta melakukan. kalau tidak diberkas dalam 1 berkas perkara di pengadilan yang sama. pembantu dengan yang dibantu. Bisa jadi pada diri seseorang belum selesai pemeriksaannya sudah ada hukuman kepada yang bersangkutan karena ditempat yang berbeda dengan waktu yang lebih cepat sudah menjadi hukuman pidana penjara karena dihukum dengan pasal 55. Dalam posisi yang demikian. Pada saat menjadi seorang saksi. terdakwa menjadi saksi dan saksi menjadi terdakwa. Ketiga. silahkan saja. keterangan yang tidak benar maka dimungkinkan seorang penasihat hukum berfungsi sebagai saksi. Prinsip seorang terdakwa ia bisa mengatakan apa adanya. apabila Terdakwa di juncto-kan dengan Pasal 55 maka dalam kajian ilmu hukum pidana seharusnya disidangkan dalam satu berkas perkara di satu pengadilan. prinsip orang memberikan keterangan bebas untuk mengatakan tanpa suatu tekanan dari pihak manapun juga apalagi dari pihak dirinya. Tetapi ketika dia diperiksa sebagai terdakwa. dengan adanya Penasihat Hukum suatu hal yang sangat menentukan bagi aparat penegak hukum sebab kalau terjadi yang dinamakan pemaksaan. § Bahwa. Maka bisa terjadi seorang saksi yang juga seorang terdakwa kemudian akan diputar. Idenya ide siapa. Kajian ilmu hukum pidana menyatakan itu sebabnya dijadikan dalam 1 berkas perkara disidangkan pada tahun yang sama. tidak bisa mengatakan apa yang mau dikatakan. Ada banyak yurisprudensi terkait hal tersebut. antara saksi dan juga seorang Terdakwa. Padahal betapa pentingnya mengetahui hubungan penyertaan di antara mereka. Tidak ada tuntutan kalau tidak ada penasihat hukum. Atau dengan kata lain. Dengan kata lain susah untuk kemudian dihubungkan apabila berkas dipisah.

pada persoalan apa yang telah disuruhkan oleh pihak penyuruh kepada pihak yang disuruh. Hanya itu sebagai bagian yang menjadi persoalannya. . sepanjang dapat dibuktikan apa yang dilakukan untuk kepentingan negara itu menjadi dasar untuk menghapuskan pidana dengan alasan-alasan pembenarnya. § Bahwa. mengenai dasar-dasar pengampunan dalam KUHP. § Bahwa. berdasarkan literatur. membeli senjata api sehingga terjadi tindak pidana maka itu menjadi tanggung jawab orang yang kemudian melakukannya. Kapan hilangnya nyawa orang tersebut. tidak mudah untuk mengetahui apakah dalam kondisi di paksa atau ditekan pada saat pemeriksaaan dengan demikian ini merupakan betapa pentingnya peranan dari aparat hukum. menurut Saksi Ahli Pasal 50 KUHP terdapat dasar untuk menghapuskan hukuman yang diatur dalam undangundang tersebut. Sehingga yang mempunyai nilai pembuktian di persidangan adalah apa yang saksi sampaikan. § Bahwa. Dengan kata lain. § Bahwa. Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ke-2 dikaitkan yang membedakan dengan pengertian membujuk. pada saat maupun setelahnya tidak mempunyai nilai pembuktian di persidangan. terdakwa menolak membenarkan tentang BAP yang dibuat pada tahap penyidikannya. Tidak mempunyai nilai di persidangan karena yang mempunyai nilai adalah apa yang disampaikan di persidangan. Dalam hukum pidana diatur mati artinya orang tersebut tidak bernyawa.§ Bahwa. Walaupun kemudian diberi uang sekalipun tetapi kalau kemudian yang diminta mengikuti. 340. BAP dalam tahap penyidikan hanya mempunyai nilai kepada penyidik dan JPU di dalam membuat surat dakwaannya. “Yang saya kehendaki kamu sekedar mengikuti. menurut ahli pertanggungjawaban mengenai menggerakkan-digerakkan maka pihak yang disuruh tidak dapat dimintakan pertangungjawaban pidana. mengawasi maka kalau kemudian terjadi tindak pidana maka batas tanggung jawabnya hanya sebatas pada persoalan "saya hanya minta mengikuti. mengawasi dan membuntuti”. Menghilangkan kebebasan seseorang dalam memberikan keterangan/pendapatnya baik itu sebelum. § Bahwa. gambaran kebebasan seseorang untuk berpendapat di ruang sidang akan kemudian berkurang kalau posisinya sebagai seorang saksi maupun seseorang Terdakwa. § Bahwa. ahli kedokteran kehakiman yang akan menentukan hal itu. dan membuntuti orang tersebut". apa yang terdakwa sampaikan di persidangan. proses BAP dengan cara yang melawan hukum maka hasilnya harus diabaikan karena tidak mempunyai nilai dalam pembuktian. 351 KUHP menghendaki mati atau hilangnya nyawa orang tersebut. Sehingga kalau kemudian yang diminta kemudian membunuh. kalau belum hilang nyawa orang itu maka belum dikatakan mati. mengenai pencabutan keterangan yang terpenting menurut saksi ahli adalah yang mempunyai nilai pembuktian apa yang telah disampaikan pada persidangan. § Bahwa. mengawasi. dalam Hukum Pidana yang dikatakan mati adalah orang langsung tidak bernyawa. § Bahwa. Misal seorang saksi. lebih lanjut maka penggerakan maupun digerakkan dapat dimintakan pertanggung jawaban pidana itu berdasarkan prinsip-prinsip yang umum. hal yang paling menetukan adalah apa yang telah disampaikan dipersidangan dan itu sudah merupakan nilai pembuktian. Tindak pidana tersebut tidak ada sanksi pidananya dalam KUHP. referensi yang ahli baca. Pasal 338.

kemudian C tidak tahu mengenai apa yang dilakukan si A maka C tidak dapat dimintakan pertanggung jawaban pidana. untuk mengetahui niat dari pelaku. § Bahwa. si B menyampaikan kepada C untuk mencari informen karena ini adalah tugas negara (tidak ada kata-kata dibunuh. § Bahwa. menurut saksi ahli kepada A tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dan hal tersebut menjadi pertanggungjawaban yang melakukan tindak pidana. jadi boleh-boleh saja untuk membuktikan motif apa melakukan tindak pidana tapi bukan menjadi bagian bentuk dari pembuktian karena yang terpenting adalah niatnya. hal tersebut salah satu komponen dalam hal orang berniat melakukan tindak pidana baik dalam perkara perdata maupun tindak pidana. § Bahwa. A meminta tolong kepada B untuk mencarikan informen lalu si A juga menceritakan kepada B tugas membantu kepolisian. semuanya melalui proses pembuktian yang akan dimunculkan dipersidangan. § Bahwa. dalam hal ini C tersebut harus tahu sarana yang dipinjamkan kepada A telah digunakan oleh A untuk menggerakkan B melakukan tindak pidana. seseorang mempunyai hak untuk mencabut keterangannya. A membantu menggerakkan B untuk melakukan tindak pidana kemudian C memiliki sarana yang diserahkan kepada A untuk menggerakkan B melakukan tindak pidana dalam hal ini menurut Saksi Ahli kemungkinan tersebut bisa terjadi. § Bahwa. jadi membuktikkan niat harus meminta bantuan dari bukti-bukti yang ada. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan ahli: Bahwa. sedangkan mengenai motif menjadi salah satu bentuk bagian kesaksian yang ada. dalam hal tersebut tanggung jawab berada pada pihak yang menggerakkan tetapi kemudian harus terdapat kata-kata dari A kepada C sebagai yang membantu. saksi mahkota adalah seorang tersebut akan diberikan keistimewaan yang luar biasa sebagai seorang saksi. tetapi yang intinya dengan peranannya yang double tesebut tidak mungkinkan untuk orang tersebut untuk bebas. § Bahwa. mengenai motif dan niat. § Bahwa. tentunya akan dikejar apa yang menjadi alasan untuk mencabut. menurut ahli bahwa niatlah yang harus dibuktikkan. untuk masalah pembuktian karena dia dipaksa maka akan menjadi bukti sendiri untuk proses hukum yang berbeda. jadi salah satu motif adalah latar belakang. mengenai ada tidaknya kebebasan orang untuk memberikan keterangan. dalam Hukum Indonesia tidak dikenal mengenai yang akan dilibatkan atau diringankan hukuman karena menjadi saksi mahkota yang kemudian hal yang paling besar adalah persoalan kurangnya tatanan mengenai masalah-masalah saksi mahkota yang ada. yang kemudian biasanya ditangguhkan pidananya atau diringankan hukumannya. lebih lanjut alasan untuk mencabut keterangan tersebut bukanlah sesuatu hal yang perlu dibuktikan karena yang menjadi pokok pembuktian adalah apa yang disampaikan dipersidangan. informan memberikan informasi bahwa sudah ada kepolisian yang juga melakukan tugas ini. berdasarkan keterangan ahli yang dikemukakan pada persidangan menyatakan secara tegas bahwa pertanggungjawaban orang yang melakukan penganjuran atau .§ Bahwa.dsb) akan tetapi C melakukan tindakan diluar apa yang disampaikan oleh B. yang membedakan latar belakang orang melakukan tindak pidana kemudian niat turut melakukan tindak pidana. maka perbuatan tersebut harus memenuhi syarat dia tahu persis mengenai apa yang dilakukan oleh orang yang dibantu. menurut ahli.

ajakan. § Bahwa. Terdakwa dihubungi oleh M Agus. Sigit Haryo Wibisono kemudian bertanya kepada Terdakwa apakah bisa membantu. Antasari Azhar. Jerry Hermawan Lo. Terdakwa kemudian dalam perjalanan akan pulang mapir sebentar ke Kerinci dan diperkenalkan dengan Sigit Haryo Wibisono. anjuran. akan tetapi tidak maksimal karena ada pengamanan PEMILU. oleh karena Terdakwa akan ke RS Siloam. § Bahwa. § Bahwa. Apabila dikaitkan dalam konteks Terdakwa yang telah menggerakkan orang lain untuk melakukan pembuntutan dan atau pengawasan maka kepada Terdakwa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban melebihi apa yang telah Terdakwa anjurkan. dan berbincang-bincang berdua. § Bahwa. yang akan mengenalkan dengan bosnya di Jl. Terdakwa kemudian menghubungi Jerry Hermawan Lo. mohon Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa dan memutus perkara kiranya berkenan mempertimbangkan keterangan ahli. pada waktu itu Sigit Haryo Wibisono sedang menerima telepon dari seseorang dan terdengar bahwa orang tersebut menyatakan bahwa target berada di Kuningan. Terdakwa kemudian pamit untuk pulang. sebelumnya Terdakwa meninggalkan amplop tersebut kepada Jerry Hermawan Lo. pada awal Januari 2009. Terdakwa menyatakan mencabut BAP yang dibuat pada tanggal 30 April 2009. selain itu keterangan yang tidak bertentangan dipersidangan maka akan dipergunakan. § Bahwa. dan diserahkan kepada Terdakwa didalam amplop coklat. § Bahwa. . Terdakwa kemudian dihubungi Jerry Hermawan Lo dan bilang untuk bertemu dengan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. § Bahwa. Wiliardi Wizar § Bahwa. Dalil hukum ini diperkuat dengan fakta hukum atau bukti yang kuat (prima facie) lainnya yaitu keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. dan meminta bantuan ke Jerry untuk mencari informan yang bisa mengikuti orang selama 24 (dua puluh empat jam) karena Jerry bergerak dalam bidang keamanan. § Bahwa.Kerinci. Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa kemudian ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Sigit Haryo Wibisono kemudian menceritakan kepada Terdakwa bahwa merek sedang mengikuti seseorang. Sekitar 15 menit berada di Kerinci. Untuk itu. dan bilang kepada Terdakwa: “ini mas kalau bisa dibantu”. § Bahwa. setelah itu gambar yang telah dikirim tersebut di print oleh karyawan Sigit Haryo Wibisono. pada pertemuan berikutnya. § Bahwa. KETERANGAN TERDAKWA Kombes (Pol) Drs. dan meminta agar ia mengirim gambar. dan Hendrikus Kia Walen alias Hendrik yang memberikan keterangan pada persidangan yang menyatakan tidak ada perintah. Terdakwa kemudian bertemu dengan Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo di Ancol dan mengatakan apa yang Terdakwa bicarakan kepada Jerry Hermawan Lo. § Bahwa.pembujukkan hanya bertanggungjawab atas perbuatan yang dianjurkan. dan atau bujukan Terdakwa kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Sigit Haryo Wibisono kemudian menghubungi Pinora. Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dijemput oleh supir Terdakwa dari Ambhara dan datang ke kantor Terdakwa di Mabes Polri. § Bahwa. dan berbincang-bincang. § Bahwa.

Terdakwa kemudian bilang ke Edo untuk bertemu di depan Citos. Terdakwa kemudian menghubungi Sigit Haryo Wibisono. pada tanggal 28 April 2009 Terdakwa di jemput dan di bawa ke Mabes Polri. Jerry Hermawan Lo yang memperkenalkan Eduardus noe Ndopo Mbete Alias Edo kepada Terdakwa. § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa. akan tetapi sudah pada tutup. kebetulan Terdakwa sedang berada di daerah dekat Citos. § Bahwa. Terdakwa membaca Surat Perintah penugasan yang di Ketuai oleh Chairul Anwar di rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa tidak mengetahui isi dari paper bag tersebut. § Bahwa. Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo hanya pernah menghubungi Terdakwa dan mengatakan bahwa ada Tim lain yang berada di lapangan. tidak ada pembicaraan tentang jabatan antara Sigit Haryo Wibisono dan Antasari Azhar kepada Terdakwa. § Bahwa. tidak ada pertemuan lagi. tidak ada pemikiran Terdakwa apabila tugas yang diberikan akan berakibat . Terdakwa menyampaikan permintaan bantuan tersebut kepada Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo karena Tim yang dibentuk tidak bisa bertugas maksimal karena bertugas mengamankan PEMILU. dan beliau menyatakan kepada Terdakwa agar dibantu saja. § Bahwa.Kerinci. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa bilang ke Edo Terdakwa mau pulang. § Bahwa. Terdakwa kemudian menyuruh supir Terdakwa untuk mengantarkan Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo ke Jl. § Bahwa. Terdakwa mengetahui hasil tugas Tim tersebut kurang maksimal dari pernyataan Sigit Haryo Wibisono. Sigit Haryo Wibisono menyatakan tugas ini adalah permintaan dari Kapolri dan Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. pada tanggal 29 April 2009 ada permintaan dari Wakabareskrim Hadiatmoko agar Terdakwa ikut BAP Sigit Haryo Wibisono.Kerinci. dan Terdakwa kemudian bertemu Sigit Haryo Wibisono di Jl. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. seminggu kemudian Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo menghubungi Terdakwa dan menanyakan biaya operasional. kemudian ada laporan lagi tentang Target berada di alam sutra. dan Terdakwa hanya mengatakan bahwa kerjasama saja dengan Tim tersebut. Terdakwa pernah bertemu dengan Antasari Azhar 2 kali. pada hari itu juga Terdakwa menghubungi Eduardus noe Ndopo Mbete alias Edo untuk bertemu. Sigit Haryo Wibisono kemudian menyerahkan paper bag sambil mengatakan “ini mas kasih ke Edo”. yang pertama di rumah Sigit Haryo Wibisono dan yang kedua di rumah Antasari Azhar. Terdakwa pindah ke Mobil Edo dan sambil mencari kedai kopi ke kemang. pemikiran untuk membantu Sigit Haryo Wibisono karena Terdakwa menghubungi Korsespri Kapolri Suardi Alius untuk mengkonfirmasi keterangan tersebut. § Bahwa. setelah pertemuan dengan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo di Citos. alasan Terdakwa bertemu di rumah Antasari Azhar oleh karena Sigit Haryo Wibisono menyarankan kepada Terdakwa kalau bisa ‘sowan’ ke Antasari Azhar. Terdakwa bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono di Kerinci 3 kali dan di Pati Unus 2 kali. § Bahwa.

. sampai keluarga harus melayangkan surat ke Kapolri dan Komnas HAM memohon pemenuhan hak Terdakwa pada waktu itu sebagai Tersangka untuk dikunjungi dan didampingi Penasihat Hukum. . walaupun tidak secara langsung berhubungan dengan persidangan ini.Bahwa. Terdakwa mengalami kesulitan untuk ditemui atau dijenguk oleh keluarga dan pengacara. 4 Tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman. maka dalam perkara aquo terbukti bahwa Terdakwa/ Wiliardi Wizar pada tanggal tanggal 29 dan 30 April 2009 telah diminta untuk membuat surat pernyataan yang berisi “belum perlu didampingi penasihat hukum dalam pemeriksaan tanggal-tanggal tersebut”. Wiliardi Wizar telah mengandung cacat hukum karena Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Penyidik dan Penuntut Umum batal demi hukum.lebih jauh. .. sehingga dapat dikatakan due process of law tidak terlaksana.367 K/Pid/1998 tanggal 29 Mei 1998 telah membatalkan putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dengan menyatakan bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum pad Pengadilan Negeri Sengkang tidak dapat diterima. Terdakwa BAP pada tanggal 29 April 2009 tidak ada keterangan Terdakwa yang menyatakan bahwa ada perintah membunuh dari Antasari Azhar. Terdakwa senyatanya diminta oleh petinggi POLRI untuk menyamakan BAP dengan BAP Sigit Haryo Wibisono untuk menjerat Antasari Azhar. 39 Tahun 1999 tentang HAM jo pasal 38 UU No. Menunjuk pada peraturan dan pertimbangan dalam putusan Mahkamah agung RI. Pasal 18 (4) UU No.” Selanjutnya.Bahwa oleh karena adanya permintaan dari Wakabareskrim. akan tetapi mohon kiranya Majelis Hakim mempertimbangkan keterangan KomJen Pol Susno Duaji Pada persidangan Antasari Azhar tanggal 7 Januari 2010 yang menyatakan bahwa. Permintaan untuk membuat surat pernyataan tersebut merupakan upaya penyesatan dalam rangka mencari pembenar atas pelanggaran yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. sejak saat penyidikan sampai adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap”. menggariskan bahwa: ”setiap orang yang diperiksa berhak mendapatkan bantuan hukum. Direktur Reserse umum dan Penyidik Polda Metro Jaya sehingga Terdakwa mengikuti permintaan atasan dan institusi tersebut. adanya surat pernyataan dari Terdakwa tidak dapat menganulir terhadap pelanggaran atas ketentuan undang-undang. hal tersebut merupakan bentuk tindakan tidak benar dan tidak terpuji. karenanya berkas perkara atas nama Terdakwa. Terbukti bahwa pemeriksaan terhadap Terdakwa selanjutnya menunjuk pada BAP Terdakwa tanggal 29 dan 30 April 2009 yang batal demi hukum tersebut. Berdasarkan Pasal 56 jo Pasal 54 KUHAP menegaskan bahwa:” terhadap tersangka atau Terdakwa yang didakwa melakukan “tindak pidana” yang diancam dengan pidana mati atau ancaman pidana lima belas tahun atau lebih atau bagi yang tidak mampu yang diancam dengan pidana …. merupakan pengabaian dan pelanggaran terhadap Hak tersangka/terdakwa.Bahwa. Dengan telah dikesampingkannya kewajiban dari peyidik atau penuntut Umum dalam hal bantuan hukum. Akan tetapi.Bahwa. pejabat yang bersangkutan pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib menunjuk penasihat hukum bagi mereka.Bahwa. Analisa hukum atas keterangan Terdakwa: . . . Pertimbangan dari Mahkamah Agung didasarkan adanya pelanggaran terhadap pasal 56 KUHAP. Mengenai hal ini Mahkamah Agung dalam putusan No.

Ø Pasal 160 ayat (3) KUHAP: Sebelum memberi keterangan. Ø Pasal 184 ayat (1) KUHAP: Alat bukti yang sah ialah : a. yaitu keyakinan hakim yang disertai dengan mempergunakan alat-alat bukti yang sah menurut undang-undang. Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko (tanggal 17 November 2009) selaku Pengawas mengaku tidak diberi laporan oleh para penyidik. Asas ini dipakai sebagai upaya untuk menelusuri “materiele waarheid” (kebenaran materiil) sebagaimana dinyatakan oleh van Bemmelen dalam bukunya berjudul “Leerboek van het Ned. dat het gehele process. Keterangan saksi.Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko selaku Ketua Tim Pengawas pada perkara ini sehingga mengetahui persis dan mengawasi penyidikan agar tidak terjadi penyelewengan pada perkara a-quo dan melaporkan langsung kepada Kapolri. Surat. bahwa ia akan memberikan keterangan yang sebenarnya dan tidak lain daripada yang sebenarnya. . bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwa-lah yang bersalah melakukannya. ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuannya itu.” Sebagaimana diketahui. harus secara langsung dihadapkan kepada Hakim dan proses secara keseluruhan diikuti oleh Terdakwa serta harus diusahakan dengan alat bukti yang sempurna”. Sebelum kami masuk pada bagian inti Nota Pembelaan ini. Majelis Hakim Yang Mulia. halaman 95 yaitu: “Terwille van het onderzoek naar matterieele waarheid geldt bij ons het beginsel. zoals het moet leiden tot het vonnis. saksi wajib mengucapkan sumpah atau janji menurut cara agamanya masing-masing. rechtstreeks voor de rechter gevoerd moet worden en dat verdachte in staat moet zijn om het gehele process te volge en en dat voorts gestreefd moet worden naar het beste bewijs”. sesuatu keganjilan yang tidak dapat diterima akal sehat. Yang secara garis besar mempunyai arti sebagai berikut : “Dalam menelusuri kebenaran materiil. c. b. perkenankanlah kami pada kesempatan ini untuk menguraikan beberapa ketentuan KUHAP dan ketentuan Kekuasaan Kehakiman yang harus dijadikan pedoman dan pisau analisa dalam memproses. 6 e herziene druk”. Keterangan ahli. Ø Pasal 183 KUHAP: ”Hakim tidak boleh menjatuhkan putusan pidana kepada seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan. maka berlaku suatu asas bahwa keseluruhan proses yang menghantarkan kepada Putusan Hakim. sistim pembuktian di Negara kita memakai sistem ”Negatief Wettelijk”. Keterangan Ahli dan Keterangan Terdakwa diantaranya: Ø Pasal 1 angka (27) KUHAP: Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri. Strafprocesrecht. mengolah atau menganalisa fakta-fakta khususnya yang berkaitan erat dengan alat bukti Keterangan Saksi. sedangkan pada persidangan Antasari Azhar sebelumnya.

hakim harus dengan sungguhsungguh memperhatikan: i.d. Dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi. baik antara yang satu dengan yang lain. ii. maupun dengan tindak pidana itu sendiri. (3) dan (4) KUHAP: 1. Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah yang saksi nyatakan di sidang pengadilan. surat. 2. 2) Petunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat diperoleh dari: a. 2. bahwa keterangan saksi yang dianggap sebagai alat bukti yang sah hanyalah apa yang dinyatakan saksi di depan persidangan dan keterangan seorang saksi saja tidak dapat dijadikan alat bukti yang sah. 4. Keterangan Terdakwa yang diberikan di luar sidang dapat digunakan untuk membantu menemukan bukti di sidang. Keterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri-sendiri tentang suatu kejadian atau keadaan. sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu. persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti lain. (5) dan (6) KUHAP: 1. Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa Terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya. cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya. 5. persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain. Keterangan Terdakwa hanya dapat digunakan terhadap dirinya sendiri. kejadian atau keadaan. 3. setelah ia mengadakan pemeriksaan dengan penuh kecermatan dan keseksamaan berdasarkan hati nuraninya. b. (2). Ø Pasal 186 KUHAP: Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan. sedemikian rupa. e. yang diperoleh dari hasil pemikiran saja. Ø Pasal 188 ayat (1) dan (2) KUHAP: 1) Petunjuk adalah perbuatan. Ø Pasal 189 ayat (1). keterangan terdakwa. menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya. Dari perumusan tersebut jelaslah. Baik pendapat maupun rekaan. (2). Petunjuk. 6. keterangan saksi. sebagaimana yang lazim disebut “Unus Testis Nullus Testis”. (4). iv. 4. alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang tertentu. yang karena persesuaiannya. dapat digunakan sebagai suatu alat bukti yang sah apabila keterangan saksi itu ada hubungannya satu dengan yang lain. bukan merupakan keterangan saksi. c. 3) Penilaian atas kekuatan pembuktian dari suatu petunjuk dalam setiap keadaan tertentu dilakukan oleh hakim dengan arif lagi bijaksana. Ø Pasal 185 ayat (1). Keterangan terdakwa. iii. asalkan keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang sah sepanjang mengenai hal yang didakwakan kepadanya. Keterangan Terdakwa saja tidak cukup membuktikan bahwa ia bersalah melakukan . Keterangan Terdakwa ialah apa yang Terdakwa nyatakan di sidang tentang perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami sendiri.

Begitu pula menjadi doktrin dan asas tetap dalam Hukum Pidana “Anwijzigheid van alle Materielle Wederrechtelijkheid” atau “Tiada Pidana Tanpa Melawan Hukum Materiil”. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menggantikan Undang-undang No. maka Hakim membiarkan neraca timbangan miring untuk keuntungan Terdakwa. adalah yang saksi nyatakan di bawah sumpah di depan sidang Pengadilan. dapat diterapkan secara total objektif. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya”. Jo. 14 Tahun 1970. 31 Tahun 1999 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman (sebelum dinyatakan tidak berlaku lagi oleh undang-undang penggantinya yaitu Undang-Undang No. Ø Pasal 6 ayat (2) Undang-undang No. maka Terdakwa diputus bebas”. Prinsip doktrin dalam Hukum Pidana tetap dominan dalam kehidupan diri Terdakwa yang universal. tidak semuanya memiliki nilai kekuatan . sehingga adagium bahwa “Lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang tidak bersalah”.perbuatan yang didakwakan kepadanya. kecuali apabila pengadilan. namun tidak dapat dihilangkan kaitannya dengan asas “Tiada pidana tanpa kesalahan” (“Geen Straf Zonder Schuld”) atau “Anwijzigheid van alle Schuld” yang sudah menjadi yurisprudensi tetap dan dapat diturunkan dari Pasal 182 ayat (6) KUHAP. Ketentuan tersebut telah menjadi asas hukum yang seharusnya dijadikan pedoman bukan saja oleh Hakim dalam memutus suatu perkara tetapi juga oleh Penuntut Umum sebagai salah satu pilar penegak hukum. maupun ekstra interventif lainnya. bahwa seorang yang dianggap bertanggung jawab. telah bersalah atas perbuatan yang didakwakan atas dirinya”. Suatu azas yang disebut “IN DUBIO PRO REO” yang juga berlaku bagi Hukum Pidana yang berintikan serta menyatakan bahwa apabila terdapat cukup alasan untuk meragukan kesalahan Terdakwa. kecuali apabila Pengadilan. baik itu berkaitan dengan masalah sosial. Undang-undang No. karena alat pembuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan. Asas ini tidak tertulis dalam Undang-Undang Pidana. Dari ketentuan-ketentuan KUHAP yang dimaksud kiranya dapat disimpulkan pedomanpedoman yang wajib untuk digunakan dalam menemukan fakta-fakta hukum. yaitu antara lain: 1. mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. 2. karena alat pembuktian yang sah menurut undang-undang. kesalahan Terdakwa atas perbuatan yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Ø Pasal 6 ayat (2) Undang-undang No. Ø Pasal 191 KUHAP: “Jika Pengadilan berpendapat bahwa dari hasil pemeriksaan dalam sidang. Mengajukan dakwaan dan tuntutan yang tidak berdasarkan bukti-bukti yang sah dan meyakinkan sangat bertentangan dengan asas hukum ini. melainkan harus disertai dengan alat bukti yang lain. Suatu Keterangan Saksi yang sah. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman) mengatur hal-hal sebagai berikut: “Tiada seorang juapun dapat dijatuhi pidana. politis. Walaupun suatu keterangan saksi adalah sah. 14 Tahun 1970: “Tidak seorang pun dapat dijatuhi pidana. karenanya dihindarilah sejauh mungkin subjektivitas atas penanganan perkara yang dihadapi siapapun.

Sertifikat Kematian Nomor:1030-0309 tanggal 15 Maret 2009 dari Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo yang dibuat oleh dr. Berita Acara Rekonstruksi No. 3. dan Peninjauan kembali (Edisi Kedua).36 Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang dibuat Penyidik tanggal 4 Agustus 2009. ALAT BUKTI SURAT Alat bukti surat yang diajukan oleh Penuntut Umum pada persidangan: 1.F. Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No Lab :290/BSF/2009 tanggal 14 Maret 2009 dari Bareskrim Polri Pusat Laboratorium Forensik yang dibuat oleh Amri Kamil.Sc. 6. 5. bukan merupakan suatu Keterangan Saksi.F. 2005.Kerinci No. Agung Kristiyano. Abdul Mun’im Idries. 2. Suatu Keterangan Saksi hasil pendengaran dari orang atau sumber lain (“testimonium de auditu”) tidak mempunyai nilai sebagai alat bukti. Sp. Visum et Repertum Nomor 1030/SK.Pol: BAP/195/VI/2009/Si Ident di Bowling Jaya Ancol dan Cilandak Town Square tanggal 15 Juni 2009. hakim dalam mempergunakan wewenang kebebasan dalam penilaian pembuktian harus benar-benar bertanggung jawab. Berita Acara Rekonstruksi No. sebagaimana diharuskan oleh KUHAP bagi para hakim. Abdul Mun’im Idries. Penuntut Umum dalam mempertimbangkan tuntutan pidananya terhadap Terdakwa. Akan tetapi. Penerbit Sinar Grafika.-(lima ratus rupiah) dari Tersangka Sigid Haryo Wibisono kepada Tersangka Wiliardi Wizar di Jl. Dalam menilai kebenaran dari keterangan seorang saksi. Suatu Keterangan Ahli yang mempunyai nilai kekuatan pembuktian adalah yang ahli nyatakan di sidang pengadilan dan bukan yang ia nyatakan di luar sidang pengadilan. Banding. 5. Barang Bukti barang bukti yang diajukan didepan persidangan: . SH. Drs.000. 3. Berita Acara Pemotretan No. Suatu pendapat atau rekaan yang diperoleh dari pemikiran saja. 4.Pol: BAP/247/VI/2009/Si Ident tentang Rekonstruksi Penyerahan Uang sebesar Rp. Tidak ada keharusan bagi hakim untuk mesti menerima kebenaran keterangan ahli dimaksud. pada halaman 304-305 antara lain menerangkan bahwa alat bukti Keterangan Ahli mempunyai nilai kekuatan pembuktian “bebas” atau “vrij bewijskracht”.II/03/2009 tanggal 30 maret 2009 dari departemen ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo yang dibuat oleh dr. ST. harus sungguh-sungguh memperhatikan mekanisme atau prosedur yang tercantum dalam Pasal 185 ayat (6) KUHAP.000. 6. Jakarta.Pol : BAP/247/VI/2009/ Si Ident tentang Rekonstruksi pertemuan antara Tersangka Sigit Haryo Wibisono dengan Tersangka Wiliardi Wizar dan Tersangka Antasari Azhar di rumah Tersangka Sigid Haryo Wibisono Jl. Terserah pada penilaian hakim. Sp. Maruli Simanjuntak. 4.pembuktian. M. Di dalam dirinya tidak ada melekat nilai kekuatan pembuktian yang sempurna dan menentukan.65 Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang dibuat penyidik tanggal 4 Agustus 2009.500. ST. atas landasan moral demi terwujudnya kebenaran sejati dan demi tegaknya hukum serta kepastian hukum. Khusus mengenai alat bukti Keterangan Ahli.Pati Unus No. Kasasi. B. dan Hartanto Bisma. Yahya Harahap dalam bukunya: Pembahasan Permasalahan dan Penerangan KUHAP Pemeriksaan Sidang Pengadilan. Hakim bebas menilainya dan tidak terikat kepadanya.

Pol: B-6862-SNY atas nama :Risti Primasti.000. . Noka L MH328D0029K495929.000.000.1 (satu) Flashdisk merek Kingstone warna hitam. .08 Rw 13 Jakarta Selatan. Jakarta Selatan. . .Pol: B-6862-SNY.1 (satu) Unit Sepeda motor Yamaha Scorpio No.1 (satu) unit handphone merek nokia type 527i. warna biru.000. .278.1 (satu) unit handphone merek Nokia type E90 code: 353660013216720 berikut simcard nomor: 0818736666. Noka .1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio No. atas nama :risti Primasti.300. . .Bambu Kalibata indah U/46 RT14/6 Jakarta Selatan. tahun 2005 Noka: MHFFMRGK35KO39959. .1 (satu) STNK No. kapasitas 2 GB.1 (satu) buah dompet warna hitam berisi uang Rp.1 (satu) unit handphone merek nokia type 5235..1 (satu) unit handphone freen warna silver dan 2 (dua) buah kartu (esia dan simpati). alamat Jl. .Pol B-6118-SSE warna merah tahun 2009. .1 (satu) unit handphone merek Sony Ericson dan simcard. tahun 2008.74.1 (satu) unit handphoen Blackberry warna hitam.Pol :B-6118-SSE atas nama Wiwi alamat Menteng Atas Rt.1 (satu) Unit Mobil Avanza No. .1 (satu) buah helmet warna merah maron dengan pelindung mika warna gelap dan terdapat stiker dibagian belakang bertuliskan WTM Helmet.-(tiga ratus ribu rupiah). atas nama Busmanto Satya. Nosin DA60752.-(tujuh puluh empat juta rupiah).1 (satu) buah alat rekam warna hitam merek creative type Muvo n.1 (satu) buah alat rekam warna hitam tanpa merek.127-A3 Rt8/1.1 (satu) buah proyektil peluru.1 (satu) pucuk senjata api jenis revolver merk S&W 6 (enam) silinder berikut peluru 27 (dua puluh tujuh) butir dan 2 (dua) buah selongsong peluru. .Panglima Polim no.1 (satu) buah dompet warna hitam berisi uang Rp. .Pol: B-8870-NP.MH35BP0068K110463. . s/n:320672570900. . .1 (satu) buah flashdisk merek My fash warna hitam dan putih. Kapasitas 1 GB.127A3 RT 8/1.1 (satu) buah amplop besar warna coklat. . .1 (satu) lembar STNK atas nama Busamanto Satyo. . . .200 IGB sesuai dengan foto. . Nosin 28D496550 atas nama Wiwi alamat Menteng atas Rt 08 RW 13 Jakarta Selatan. code:0524076B0235N berikut simcard Mobile-8. Jakarta Selatan. . kapasitas 2 GB.1 (satu) buah buku daftar Nomor Polisi yang keluar masuk lapangan parkir golf modernland Tangerang.1 (satu) unit handphone merek Fren ZTE type C330. alamat: Jl.1 (satu) buah flashdisk merek Nexus warna biru muda. alamat Jl.1 (satu) lembar STNK No. . warna silver.Panglima Polim No. .1 (satu) buah Flashdisk merek Kingstone warna hijau dan putih.Bambu Kalibata Indah U/46 RT 14/6 Jakarta Selatan.-. berikut simcard nomor 08889656751. . . .1 (satu) unit handphone merek Blackberry type 8310. .2 (dua) unit Handphone Nokia type 6275 i. imei: 358263014416764. alamat Jl.Uang tunai sebesar Rp. code :0546108JP1550 berikut simcard nomor: 08889968899.1.

9 dan 12 Januari 2009.DVDR : 8088E4125-04081E22 yang berisi 2506 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 62811978245. .Surat Perintah Penyadapan No.1 (satu) lembar amplop putih bertuliskan : No. . .1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 29 Desember 2008 s/d 04 Januari 2009.Permintaan data pelanggan No. . R-0024/32/I/2009 tanggal 06 Januari 2009 untuk No. . .1 Handphone CDMA merk Frend. .Permintaan data pelanggan No.HP 0818883155. 13C/01/XI/2008 tanggal 10 Nopember 2008. . 081311695795 dan 0811978245.1 (satu) lembar Fotocopy elektronik tiket pesawat Garuda atas nama ANTASARI AZHAR dengan tujuan Jakarta-Denpasar-Melbourne PP..1 Handphone merek nokia 6233. .90. 1B/01//22/I/2009 tanggal 6 Januari 2009. .DVDR : 8088E4124-03482E21 yang berisi 217 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 6281311695795 berikut print outnya. 081381202747. .1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 13 Oktober 2008 s/d 19 Oktober 2008. R-0110/32/I/2009 tanggal 9 Januari 2009 periode untuk tanggal 01 Januari 2009 s/d 9 Januari 2009.1 (satu) keping CD serial No. .1 mobil BMW warna silver No.Hp 08121050456. .1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 22 Desember 2008 s/d 28 Desember 2008. .Surat Perintah Penyadapan No. . .DVDR : 8088E4126-03176E21 yang berisi 2932 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 62818883155 berikut print out. R-0023/32/I/2009 tanggal 6 Januari 2009 periode untuk tanggal 03 Januari 2009. . 18/01//22/II/2009 tanggal 6 Pebruari 2009. . . .Permintaan CDR.1 tas warna coklat gelap merek Bally.2 (dua) butir anak peluru.1 Handphone merek nokia E.1 Handphone merk Nokia 5250.1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 04 Agustus 2008 s/d 10 Agustus 2008.Permintaan CDR. . 081311695795 dan 0811978245.1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 27 Oktober 2008 s/d 02 Nopember 2008. . R-0027/32/I/2009 tanggal 06 Januari 2009 untuk No. SMS No.1 (satu) celana jeans (milik korban Nasrudin Zulkarnain yang dipakai saat terjadi penembakan di jl.Hartono Raya Modernland Tangerang). .Pol: B-191-E. dan data pelanggan No.1 (satu) buah kompor gas merek Rinai. .DVDR : 8088E4123-03716E21 yang berisi 159 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 6281381202747 berikut print outnya.3 (tiga) lembar chart percakapan handphone tertanggal 8. SMS.DVDR : 8088E4125-04081E22 yang berisi 2506 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 628161113244. .1 Handphone merek blackberry. 0818883155. .Surat Perintah Penyelidikan No. .HP 081381202747. . .A3131LL20352551H yang berisi 2 CDR dan 4 data pelanggan.Sebuah serpihan/pecahan anak peluru (pecahan anak amunisi).1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 17 Nopember 2008 s/d 23 Nopember 2008. . . . .

- 1 (satu) lembar Fotocopy invoice harga tiket dan jadwal penerbangan tujuan JakartaDenpasar-Melbourne PP untuk tanggal 8 Maret 2009 s/d 15 Maret 2009; - 1 (satu) lembar Fotocopy email dari Ina Susanti kepada Budi Ibrahim yanggal 20 Januari 2009 jam 12.39 PM serta balasan dari Budin Ibrahim kepada Ina Susanti tanggal 20 Januari 2009 jam 19.51 dengan subject : Batu Sari; - 1 (satu) buah Handphone Nokia type 6800; - 3 (tiga) buah kartu accses card Hotel Grand Mahakam; - 1 (satu) buah kardus Handphone Nokia 6300 nomor Imei : 355714022899576; - Surat dari PT. Ronggolawe Perkasa nomor: 133/RPK?X/tanggal 20 Oktober 2008; - 1 (satu) amplop coklat dari SHW-Pati Unus kepada Antasari Azhar berisi : 1 (satu) bendel hasil pemeriksaan penyelesaian penjualan Aset Eks Pemegang Saham dari BPK, satu bendel hasil pemeriksaan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham dari BPK dan surat yang berjudul The Untouchable : salim bersaudara; - 1 (satu) amplop coklat dari MEGA SIMARMATA wartawati inilah.com kepada ANTASARI AZHAR private & confidential diserahkan via ibu IDA (sekretaris) berisi print-out email dari Microsoft Outlook Inbox dan Exhibit S-GSM off-air intercept; - 1 (satu) buah map warna biru berisi : Copy Surat Nota Kesepahaman antara Pt Graha Artha Citra Mandiri dan PT Rajawali Nusantara Indonesia nomor : 78/SPj.R.NI/X/2002 dan Copy Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No : KEPMBU/2007 dan copy surat PT Rajawali Nusantara Indonesia NNomor : s20/RNI.00/VI/2004 tanggal 02 Juni 2005 hal : tanggapan komisaris Atas Laporan Tahunan buku 2004 dan copy surat Daftar Riwayat Hidup NASRUDIN ZULKARNAIN; - 1 (satu) buah Harddisk merek Western Digital Model WD 800ZD serial number WMAM9x647149 datanya memiliki : nilai MD5HASH6D42AE68F9DE4CB2COCC60F7B488CAA4 kapasitasnya 80 Gb; - 1 (satu) lembar bukti print out parkir area parkir Arena Bowling Hailai Ancol; - 1 (satu) unit Handphone Nokia type 6300C berikut sim card 0818777889; - 2 (dua) buah Handphone Nokia type E.90; - 1 (satu) buah Handphone CDMA merek Nokia type 2228 No.Imei 268435456104249857; - 1 (satu) buah sim card Esia dengan nomor 021-97361984; - 1 (satu) buah caharger Nokia; - 1 (satu) buah printer merek HP Photosmart C.6180 All-in-one; - 1 (satu) unit sepeda Motor Yamaha Jupiter No.Pol : B-6081-BVG warna abu-abu tahun 2009 Noka : MH31S70059K500121 Nosin : 1S7499348, atas nama : FRANSISKUS T.KERANS alamat : JL.Sanat Dalam RT.03/03 Tangki Jakarta Barat; - 1 (satu) lembar STNK No.Pol. : B-6081-BVG atas nama : FRANSISKUS T.KERANS alamat : JL.Sanat Dalam RT.03/03 Tangki Jakarta Barat; Mohon perhatian Majelis Hakim Yang Mulia, Bahwa, terkait dengan barang bukti yang diajukan oleh Penuntut Umum berupa handphone milik: saksi Antasari Azhar, saksi Sigit Haryo Wibisono, Terdakwa, dan Saksi Setyo Wahyudi yang dituangkan dalam berita acara penyitaan senyatanya telah tidak diuraikan isi dari handphone tersebut. Oleh karenanya bukti berupa handphone tersebut, tidak sah secara hukum, sehingga jelas tidak dapat mendukung Dakwaan Penuntut Umum. IV. ANALISA FAKTA PERSIDANGAN

Majelis Hakim Yang Mulia, Analisa fakta yang kami maksudkan dalam bagian ini adalah fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yang sesungguhnya dan setelah dianalisa atau diolah berdasarkan hukum pembuktian yang diatur dalam KUHAP, yang didasari pada keterangan para Saksi, pendapat Ahli, keterangan Terdakwa serta dengan memperhatikan alat-alat bukti berupa surat dan barang bukti lainnya. Menurut hemat kami, ada dua cara untuk menyimpulkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan, yaitu : Pertama : Fakta-fakta yang langsung dapat disimpulkan dari seluruh keterangan para saksi dan dari alat bukti lainnya yang sah, termasuk alat bukti berupa surat-surat dan barang bukti lainnya. Melalui analisis dan pengolahan fakta-fakta itu terlebih dahulu, akan ditemukan fakta hukum tentang suatu kejadian yang merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah lagi. Kedua : Fakta-fakta yang tidak dapat disimpulkan secara langsung, karena terdapat keteranganketerangan para saksi yang saling bertentangan atau karena ada petunjuk-petunjuk yang menimbulkan keraguan, atau yang bertentangan dengan bukti-bukti tertulis, atau bukti authentik lainnya, sehingga memerlukan suatu proses analisis dan pengolahan secara cermat untuk dapat dijadikan sebagai fakta hukum. Oleh karenanya, tidak semua fakta dapat dikatakan sebagai fakta hukum. Majelis Hakim yang kami hormati, Fakta Yuridis adalah merupakan bagian yang sangat penting dan menentukan dalam menilai perbuatan Terdakwa, apakah fakta itu merupakan fakta hukum atau tidak, apakah sesuai dengan dakwaan atau tidak. Pada bagian inilah yang merupakan suatu pedoman untuk menuduh kesalahan Terdakwa. Untuk menyandang predikat demikian, tentunya Surat Tuntutan Saudara Penuntut Umum harus didasari pada Fakta-Fakta Yuridis/Fakta Hukum atau Analisa Fakta yang harus melalui proses pengujian atau analisis atau proses pengolahan data dan fakta yang benarbenar optimal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, untuk memenuhi hukum pembuktian agar suatu fakta menjadi fakta hukum/fakta yuridis. Bahwa, dari 27 (dua puluh tujuh) Saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum untuk menjerat Terdakwa (walaupun salah satu Saksi kunci yakni Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo telah tidak dipergunakan sebagai alat bukti oleh Penuntut Umum dalam surat Tuntutannya) tidak ada satu saksi-pun yang menyatakan, bahwa Terdakwa dengan sengaja menganjurkan orang lain casu quo Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Lebih lanjut, dengan ini kami menyampaikan fakta hukum untuk mengingat kembali keterangan-keterangan saksi/ kronologis kejadian dan bukti yang terungkap dipersidangan, yaitu: - Bahwa berdasarkan keterangan saksi Sigid Haryo Wibisono, keterangan Setyo Wahyudi, keterangan saksi Karno, saksi Alfian Makarim, saksi Tryana, saksi Indra Apriadi, saksi Antasari Azhar bahwa pada pertengahan Januari 2009 Terdakwa pernah bertemu dengan Sigid Haryo Wibisono bertempat di rumah saksi Sigid Haryo Wibisono di Jl. Pati Unus No.35 Jakarta Selatan; - Dari keterangan Sigid Haryo Wibisono, saksi H.J.A Pinora dan Saksi M. Joni terungkap

bahwa Tim yang diketuai oleh Chairul Anwar telah mengambil gambar korban, Rani dan mobil korban. Tim tersebut juga beberapa kali ke rumah Sigid Haryo Wibisono (sesuai keterangan para penjaga rumah Sigid Haryo Wibisono dan saksi Setyo Wahyudi). Dari keterangan Sigid Haryo Wibisono, Tim juga telah menerima dana dari saksi tersebut sebesar kurang lebih Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah); - Bahwa benar saksi Setyo Wahyudi pernah mengeprint foto, alamat dan gambar peta berwarna, foto ada 2 orang satu laki-laki dan yang satunya perempuan. Foto diprint saksi Setyo Wahyudi atas permintaan dari Sigid Haryo Wibisono dari komputer Sigi Haryo Wibisono. Kemudian saksi tersebut juga menulis nama lengkap yang laki bernama Nasrudin dan perempuan Rani, tanggal lahir dan alamat. Bahwa foto yang di print tersebut didapat dari M. Joni. Sesuai keterangan saksi H.J.A Pinora, pernah datang ke rumah Sigid Haryo Wibisono untuk mengantar foto korban; - Bahwa saksi Sigid Haryo Wibisono pernah diperkenalkan oleh saksi Muh. Agus dengan Terdakwa di Jl.Kerinci pada akhir bulan Januari 2009. Sesuai keterangan Muh. Agus, perkenalan antara Terdakwa dengan Sigid Haryo Wibisono adalah inisiatif saksi Muh. Agus yang dilakukannya secara spontan, mengingat saksi mengenal kepribadian Terdakwa; - Bahwa pada waktu itu saksi Sigid Haryo Wibisono sedang berbicara dengan saksi M Agus, bahwa saudara Sigid Haryo Wibisono sedang mencari polisi yang mempunyai dedikasi tinggi kepada Negara, saksi Muh. Agus menyebutkan 2 nama salah satunya Terdakwa; - Bahwa pada waktu perkenalan saksi Sigid Haryo Wibisono dengan Terdakwa Wiliardi Wizar, saksi Muh. Agus tidak mendengar saksi Sigid Haryo Wibisono menawarkan jabatan tertentu hanya perkenalan biasa; - Bahwa saksi Antasari Azhar pernah diperkenalkan kepada Terdakwa oleh saksi Sigid Haryo Wibisono dirumah saksi Sigid Haryo Wibisono di Jl.Pati Unus Jakarta Selatan sekitar akhir Januari tahun 2009; - Bahwa benar pada saat pertemuan antara saksi Antasari Azhar, Sigid Haryo Wibisono dan Terdakwa dirumah Sigid Haryo Wibisono tidak ada pembicaraan tentang apapun, hanya bercerita mengenai pengalaman dan tugas yang pernah dijalani; - Bahwa tidak pernah ada pembicaraan masalah terror kepada Nasrudin Zulkarnain dan saksi Antasari Azhar tidak pernah berkeluh kesah berkaitan dengan masalah Nasrudin Zulkarnain kepada Terdakwa. Tidak ada kata-kata saksi Antasari Azhar meminta bantuan kepada Terdakwa untuk mencarikan orang untuk mengikuti orang lain atau mencarikan orang untuk menyelesaikan. Pertemuan tersebut hanya berselang selama kurang lebih 15 menit; - Bahwa tidak ada pembicaraan atau kata-kata dari Terdakwa tentang “Siap Mengamankan” kepada saksi Antasari Azhar; - Bahwa benar, saksi Antasari Azhar tidak pernah menjanjikan jabatan kepada Terdakwa; - Bahwa berdasarkan keterangan saksi Antasari Azhar, Sigid Haryo Wibisono, keterangan Setyo Wahyudi dan Terdakwa, sekitar bulan Januari atau Februari 2009 saksi Antasari Azhar datang ke rumah Sigid Haryo Wibisono; - Bahwa benar beberapa menit kemudian Terdakwa datang di rumah Sigid Haryo Wibisono di Jl.Pati Unus No.35 Jakarta Selatan; - Bahwa Pada sekitar awal Februari 2009, Terdakwa pernah dihubungi Sigid Haryo Wibisono untuk datang ke rumahnya. Pada saat Terdakwa sedang berbicara dengan Sigid

pada akhir Februari 2009 saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo menelepon Terdakwa untuk meminta operasional.13 Pesing Koneng Jakarta Barat. kalau ada gerak-gerik yang mencurigakan tolong laporkan ke saya”. dan apabila membutuhkan operasional agar menghubungi Terdakwa. . tapi pada saat itu saksi Jerry Hermawann Lo sempat melontarkan kata-kata: “saya tidak tahu mau diapain itu orang di pukul ke atau dihabisi saya tidak tahu”. Saksi Jerry Hermawan Lo mengatakan kalau Terdakwa meminta bantuan untuk mengikuti orang.Pati Unus. Kemudian Jerry Hermawan Lo mengenalkan Edo kepada Terdakwa dan disambung oleh Terdakwa bahwa ada tugas Negara. saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo dijemput oleh supir Terdakwa yaitu saksi Indra Apriadi dan diantar oleh saksi Indra Apriadi keruang kerja Terdakwa di Mabes Polri.Terdakwa menanyakan ada masalah apa. 27 No. saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo dan keterangan Terdakwa. . . dan kemudian Wiliardi mengatakan “Do. Terdakwa kemudian memerintahkan Indra untuk mengantar saksi Edo bertemu dengan saksi Sigid Haryo Wibisono.Bahwa berdasarkan keterangan saksi Sigid Haryo Wibisono. amplop tersebut berisi foto orang yang akan diikuti. selanjutnya .Haryo Wibisono tiba-tiba ada telepon masuk dan Terdakwa sempat mendengar pembicaraan antara Sigid Haryo Wibisono dengan yang menelepon. Pada saat itu dikatakan: Jerry bilang:” Edo bantulah Pak Wiliardi. pada tanggal 2 Pebruari 2009 bertempat di Hailai Bowling Ancol sekitar jam 7-8 malam terjadi pertemuan antara saksi Jerry Hermawan Lo Terdakwa dan Edo dikantin. saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo dan keterangan Terdakwa. saksi Jerry Hermawan Lo kemudian menyerahkan amplop coklat ke Edo. saksi Indra Apriadi dan Terdakwa.Bahwa berdasarkan keterangan saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo. terlebih dahulu Jerry Hermawan Lo dihubungi oleh Terdakwa. Pada pertemuan tersebut Terdakwa menanyakan kesanggupan Edo dan Edo menyanggupi untuk membantu mengikuti orang tersebut dalam foto. Iwan Kurniawan. tolonglah bantulah abang. saksi Edo datang ke rumah saksi Jerry Hermawan Lo. meminta tolong ke Edo untuk mengikuti seseorang secara terus menerus. pernah datang kerumah Sigid Haryo Wibisono di Jl. . .wib di JL. . . yang dikatakannya pernah dibawa ke Polres Jakarta Selatan menemui Terdakwa. dan saat itu Sigid Haryo Wibisono menanyakan ke Terdakwa apakah mempunyai teman yang dapat membantu untuk mengikuti orang terus menerus.Bahwa benar pada awal Februari 2009 saksi Indra mengantar Terdakwa Wiliardi Wizar kekantor saksi Jerry Hermawan Lo sekitar jam 15. Pada saat itu Terdakwa diberikan amplop tertutup yang menurut saksi Sigid Haryo Wibisono. karena tim yang diketuai Kapolres Chairul Anwar dan yang dibentuk Kapolri tidak dapat secara terus menerus mengikuti orang tersebut.Bahwa benar pada saat itu saksi Jerry Hermawan Lo menyebut nama Edo. kamu sebagai informan tolong kamu ikuti orang ini 1 X 24 jam. Pada malam hari sekitar jam 22.00 WIB. Terdakwa menanyakan apa ada orang yang diminta tolongi untuk mengikuti seseorang secara terus-menerus.Kedoya Raya Kav.Bahwa berdasarkan keterangan Jerry Hermawan Lo. . kedatangan ke rumah tersebut sekitar bulan Januari 2009 sebanyak 2 kali. ini tugas Negara untuk Bantu kepolisian.Bahwa benar Chaerul Anwar.Bahwa benar saksi Jerry Hermawan Lo kemudian menghubungi saksi Edo dan diminta datang ke rumahnya. Muhammad Joni.

Edoardus Ndopo Mbete als Edo. .Bahwa benar Paper Bag yang dibawa Terdakwa kecitos adalah Paper Bag yang sama yang dibawa dari rumah Jl. Paper bag diserahkan kepada Edoardus Ndopo Mbete als Edo. datang mobil Kijang kapsul warna biru berhenti didepan mobil Terdakwa. pada saat itu Terdakwa diberikan paper bag.Bahwa tidak lama setelah mobil Terdakwa Wiliardi Wizar bertemu didepan citos. . menganjurkan. Ø Keterangan Saksi Antasari Azhar pada intinya menerangkan: § Bahwa. membujuk kepada Terdakwa Kombes Pol.Bahwa setelah Terdakwa masuk kedalam mobil kijang.Kerinci VIII Kebayoran baru.Terdakwa menelepon Sigid Haryo Wibisono untuk meminta operasional sesuai permintaan Edo. dan kebetulan rumah Terdakwa juga berada dekat dengan saksi Antasari Azhar.Sekitar habis maghrib Terdakwa datang ke kantor Sigid Haryo Wibisono. saksi Silvester Wangge dan Terdakwa bahwa setelah Terdakwa menerima paper bag dari saksi Sigid Haryo Wibisono malam itu Terdakwa langsung bertemu dengan saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo di depan Citos Cilandak Jakarta Selatan. dan didaerah kemang mobil kijang biru tersebut berhenti lalu Terdakwa turun balik masuk kedalam mobil dinas dan orang yang didalam mobil Terdakwa turun balik kemobil kijang kapsul biru. Wiliardi Wizar untuk membunuh dan menghilangkan nyawa dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.500.berdasarkan keterangan saksi Indra Apriadi. Terdakwa Kombes Pol.Bahwa setelah itu saksi Indra ditelepon oleh Terdakwa untuk mengikuti mobil kijang kapsul biru dan jalan kearah kemang. § Bahwa. Kemudian Terdakwa Wiliardi Wizar turun dengan membawa Paper Bag (tas kertas dengan tali) dan masuk kedalam mobil kijang tersebut. Berdasarkan uraian kronologis di atas. bersama dengan analisa hukum terhadap keterangan yang telah diberikan. yaitu: Keterangan saksi-saksi: Ø Keterangan Saksi Sigit Haryo Wibisono pada intinya menerangkan: § Bahwa. .000 (lima ratus juta rupiah) setelah penyidikan. . . . . memerintahkan. Isi kantor/paper bag tersebut Terdakwa ketahui berisi uang sebesar Rp. namun Terdakwa tidak membuka paper bag tersebut dan saksi Sigid Haryo Wibisono mengatakan agar paper bag disampaikan ke Edo. Kami ingin mengajak Majelis Hakim mengingat kembali fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan yang dberikan oleh saksi-saksi kunci dalam perkara ini. saksi Indra pernah mengantar Terdakwa Wiliardi Wizar satu kali kerumah Antasari Azhar di Tangerang bersama-sama dengan Setyo Wahyudi. dan Terdakwa kemudian menyampaikan lagi informasi tersebut kepada Sigid Haryo Wibisono.Bahwa pada bulan April 2009. saksi meminta bantuan Terdakwa untuk mencari informan yang dapat bekerja full time 1x24 jam untuk mengikuti seseorang. pembicaraan antara Terdakwa dengan saksi Antasari Azhar dikediaman saksi Antasari Azhar seputar tentang hoby saksi Antasari Azhar yang suka bermain golf. Selain itu tidak ada komunikasi lain baik dengan Sigid Haryo Wibisono. . . saksi sama sekali tidak pernah menyuruh.000. Antasari Azhar maupun dengan Edo maupun Jerry Hermawan Lo. Drs Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah meminta .Bahwa.Bahwa benar Terdakwa pernah mendapat telepon dari Edo menyampaikan mengenai hasil mengikuti korban. lalu turun dari mobil kijang itu seseorang laki-laki dan pindah ke mobil Terdakwa yang saksi Indra kendarai.

Wiliardi Wizar sesuatu barang dalam bungkusan paper bag. § Bahwa. sedangkan fakta dipersidangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo menyatakan bahwa. dari keseluruhan saksi-saksi kunci di atas Penuntut Umum tidak dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan (beyond reasonable doubt) bahwa Terdakwa menerima permintaan bantuan untuk menghilangkan nyawa orang lain dari Antasari . Ø Keterangan Saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias pada intinya menerangkan: § Bahwa. § Bahwa. Ø Keterangan Saksi Jerry Hermawan Lo pada intinya menerangkan: § Bahwa. ia Terdakwa Kombes Pol Drs. Bahwa. Wiliardi Wizar menyerahkan barang titipan milik Sigit haryo Wibisono dalam bungkusan paper bag tersebut. saksi menanyakan kepada Terdakwa Kombes Pol Drs. memerintahkan. menganjurkan. ketika Terdakwa Kombes Pol Drs. tidak ada perintah untuk menghabisi nyawa orang lain. saksi mendengar bahwa ada permintaan Terdakwa kepada Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk mencari informan yang dapat mengikuti secara terus menerus 1x24 jam terhadap seseorang yang gambar fotonya berada di dalam amplop warna coklat. Bahwa. menyuruh. Senyatanya dan sebenarnya keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo telah sengaja tidak dibahas surat tuntutan Penuntut Umum. dan Teadkwa menjawab nati disampaikan kepada Sigit Haryo Wibisono. keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo yang merupakan bagian yang sangat penting dalam perkara ini sebagai orang quod-non yang dianjurkan oleh Terdakwa untuk melakukan tindak pidana sebagaimana dinyatakan dalam surat dakwaan Penuntut Umum.000. Wiliardi Wizar meminta saksi untuk secara full time mengikuti secara terus menerus 1x24 jam terhadap seseorang yang gambar fotonya berada di dalam amplop warna coklat. Terdakwa Kombes Pol. § Bahwa. § Bahwa saksi sama sekali tidak pernah menyuruh. § Bahwa. § Bahwa benar saksi menerima titipan dari Sigit Haryo Wibisono melalui Kombes Pol Drs.promosi jabatan kepada saksi untuk ditempatkan di institusi Polri. Wiliardi Wizar bagaimana operasionalnya?. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. menganjurkan. Tebet ternyata isinya uang dan ketika dihitung oleh saksi bersama Hnedrikus Kia Walen alias Hendrik jumlah uang tersebut sejumlah Rp. setelah paper bag tersebut dibuka oleh saksi san Hendrikus Kia walen alias hendrik di McDonald. memerintahkan. saksi sama sekali tidak pernah menjanjikan promosi jabatan tertentu kepada Terdakwa Kombes Pol. § Bahwa. Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah menyuruh.500.000. Wiliardi Wizar tidak pernah mengatakan sesuatu apapun kepada saksi. dan atau menganjurkan untuk menghabisi nyawa korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar akan tetapi Terdakwa hanya meminta Saksi agar mengikuti selama 24 jam orang yang identitasnya berada di dalam amplop. membujuk kepada Terdakwa Kombes Pol Wiliardi Wizar untuk membunuh dan menghilangkan nyawa dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Drs. membujuk kepada saksi untuk membunuh dan menghilangkan nyawa dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Ø Keterangan Saksi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik pada intinya menerangkan: § Bahwa. Terdakwa Kombes Pol Drs. Terdakwa tidak pernah meminta. memerintahkan.(lima ratus juta rupiah). Drs. Wiliardi Wizar.

Sebaliknya Penuntut Umum telah memutarbalikan dan memanipulier fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan dengan menyatakan bahwa: a. fakta ini merupakan keterangan Saksi Sigit Haryo Wibisono.000.Azhar maupun Sigit Haryo Wibisono. dengan tidak adanya alat bukti seperti keterangan saksi-saksi.-(lima ratus juta rupiah) untuk operasional dalam rangka mengamankan Antasari Azhar (lihat surat Tuntutan halaman 75 poin 14) sedangkan menurut keterangan saksi Sigit Haryo Wibisono.500. . Lebih lanjut. saksi Silvester Wangge dan keterangan Terdakwa menyatakan bahwa penyerahan dana tersebut di depan Cilandak Town Square dan bukan di pelataran parkir Cilandak town Square. sedangkan fakta persidangan terungkap bahwa saksi Sigit Haryo Wibisono yang menghubungi Terdakwa dan meminta Terdakwa untuk “sowan” ke saksi Antasari Azhar. dan imaginatif telah memanipulier fakta hukum yang terungkap dipersidangan diantaranya dalam: Surat Tuntutan halaman 49 yang menyatakan: Petunjuk ialah suatu “syarat” yang dapat “ditarik suatu perbuatan. surat maupun keterangan Terdakwa. dan keterangan Terdakwa menyatakan bahwa Terdakwa tidak pernah meminta dan tidak pernah mengetahui jumlah dana operasional sejumlah Rp. saksi Indra Apriadi. menurut keterangan Saksi Eduardus Noe ndopo Mbete. di ruang kerja saksi Sigit Haryo Wibisono. c. kejadian atau keadaan dimana isyarat tadi mempunyai persesuaian” antara satu dengan yang lain maupun isyarat tadi mempunyai persesuaian antara satu dengan yang lain maupun isyarat tadi mempunyai persesuaian dengan tindak pidana itu sendiri dan dari isyarat yang bersesuaian tersebut “melahirkan” atau mewujudkan suatu petunjuk yang “membentuk kenyataan” terjadinya suatu tindak pidana dan terdakwalah pelakunya. Terdakwa datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono dan menanyakan masalah karir yang dijanjikan Antasari Azhar (surat tuntutan halaman 76 poin 17).000. Saksi Antasari Azhar menyerahkan foto Nasrudin Zulkarnain kepada Terdakwa. d. yang mana foto tersebut di simpan dalam amplop warna coklat (lihat Surat Tuntutan halaman 74 poin 11) sedangkan menurut saksi Sigit Haryo Wibisono dan keterangan Terdakwa menyatakan bahwa yang menyerahkan amplop yang kemudian diketahui berisi identitas korban adalah saksi Sigit Haryo Wibisono dan bukan saksi Antasari Azhar.-(lima ratus juta rupiah) akan tetapi dana tersebut merupakan pemberian saksi Sigit Haryo Wibisono. Penuntut Umum telah secara prematur memberikan kesimpulan yang keliru tentang ada alat bukti petunjuk dalam persidangan ini. Terdakwa meminta kepada Sigit haryo Wibisono uang sebesar Rp. Bahwa. Penyerahan dana operasional dari Terdakwa kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete di Pelataran parkir Cilandak Town Square (Surat Tuntutan Halaman 75 poin 15) sedangkan yang sebenarnya adalah. saksi Antasari Azhar dan keterangan Terdakwa. Tentang alat bukti petunjuk akan Kami elaborasi lebih mendalam pada bagian analisa hukum pada Nota Pembelaan ini.000. senyatanya Kami sangat berkeberatan atas dalil Penuntut Umum pada analisa fakta dipersidangan yang dijadikan sebagai bukti petunjuk sebagaimana dinyatakan dalam surat tuntutannya yang spekulatif.000. ataupun Terdakwa melanjutkan permintaan tersebut dengan cara menganjurkan orang lain casu quo Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk menghilangkan nyawa orang lain.500. b.

500. berdasarkan Pasal 185 ayat (1) KUHAP menyatakan: keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan.000. saksi Antasari Azhar maupun saksi Sigit Haryo Wibisono dalam kesaksiannya tidak pernah sekalipun menjelaskan secara detil teror sms yang diterima oleh saksi Antasari Azhar.000. dimana Penuntut Umum hanyalah meng-copypaste keterangan saksi-saksi yang dinyatakan dalam persidangan lain. Surat Tuntutan halaman 54 yang menyatakan: “. Pada pertemuan tersebut Antasari Azhar menyanggupi akan mensonding Kapolri untuk membantu karir Terdakwa dan berkaitan keluhan Antasari Azhar mengenai teror yang dialaminya.” Sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Dengan demikian.35 Jakarta Selatan dan di rumah itu terdakwa menerima uang sebesar Rp.Joni yang menyatakan bahwa Antasari Azhar tidak pernah menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil kerja Tim yang dipimpin oleh Kombes Pol Chairul Anwar.-(lima ratus juta rupiah) dalam bentuk tunai yang disimpan dalam sebuah paper bag (tas kertas) dari Setyo Wahyudi atas perintah Sigit Haryo Wibisono.bahwa terdakwa kemudian datang kerumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. Terdakwa menyanggupi untuk mengamankan teror dengan cara mencarikan orang untuk menyelesaikannya” Bahwa.Patiunus No. saksi Antasari Azhar dan istrinya pernah menerima teror dalam bentuk sms yang isinya menuduh saksi Antasari telah melakukan perbuatan asusila dengan Rani Juliani yang adalah isteri dari Korban Nasrudin Zulkarnain. begitupula sebaliknya Terdakwa tidak pernah menyanggupi untuk mengamankan dengan mengambil tindakan.terdakwa langsung melakukan pertemuan dengan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo di Pelataran Parkir Citos Cilandak Jakarta Selatan dan menyerahkan uang ..Surat tuntutan halaman 50 sampai dengan 51 yang menyatakan: “bahwa berdasarkan keterangan Sigit Haryo Wibisono dan keterangan Antasari Azhar. saksi Antasari Azhar tidak puas dengan keterangan hasil kerja tim bentukan Polri”.. Surat Tuntutan halaman 51 dan halaman 78 yang menyatakan: “bahwa berdasarkan keterangan Sigit Haryo Wibisono.. Argumentasi ini didukung oleh keterangan saksi M. saksi Antasari Azhar pada persidangan ini menyatakan bahwa ia tidak pernah menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil kerja Tim yang diketuai oleh Kombes Pol Chairul Anwar. keterangan yang saksi-saksi nyatakan dalam persidangan lain tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam persidangan dengan Terdakwa Wiliardi Wizar. Surat Tuntutan halaman 52 yang menyatakan: “Bahwa berdasarkan keterangan Sigit Haryo Wibisono dan saksi Antasari Azhar dan Terdakwa bahwa dalam pertemuan tersebut saksi Antasari Azhar berbicara mengenai masalah teror terhadap dirinya dan Terdakwa bercerita tentang karirnya... senyata dan sebenarnya Penuntut Umum telah memanipulier fakta persidangan. yang secara tegas dan terang saksi Antasari Azhar menjelaskan bahwa pada pertemuan antara saksi Antasari Azhar dengan Terdakwa di rumah saksi Sigit Haryo Wibisono di Jl. Selanjutnya. “. Senyatanya.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan tidak ada pembicaraan tentang kesanggupan saksi Antasari Azhar untuk membantu karir Terdakwa.Pati Unus No. Bahwa apa yang dinyatakan Penuntut Umum dalam tuntutannya halaman 50 merupakan bukti ketidakseriusan Penuntut Umum dalam merumuskan surat tuntutan a-quo.

dan Habib Hasan dalam penerimaan uang sebanyak Rp.000.. Hal ini yang sangat janggal bagi seorang Jaksa Senior untuk hadir dalam proses pemeriksaan pada tahap penyidikan yang masih ditangani oleh pihak Kepolisian dan bahkan menganjurkan Terdakwa untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. saksi Sigit Haryo Wibisono dan keterangan Terdakwa.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Bahwa. saksi Setyo Wahyudi. senyatanya Penuntut Umum telah melakukan manipulasi besar atas terhadap keterangan saksi-saksi yang memberikan keterangan didepan persidangan. Karno.tersebut kepada Eduardus Noe ndopo Mbete alias Edo sebagai dana operasional pelaksanaan pembunuhan atas Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Yang benar adalah amplop tersebut diserahkan oleh saksi Sigit Haryo Wibisono. pemberian biaya operasional dari saksi Sigit Haryo Wibisono kepada Terdakwa senyatanya tidak dilakukan di rumah saksi Sigit Haryo Wibisono di Jl. Hal ini dapat dibuktikan oleh karena. yang diperkuat keterangan saksi Setyo Wahyudi. saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete. Dalil ini didukung oleh keterangan saksi Setyo Wahyudi..atas permintaan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo terdakwa menyatakan penyangkalan atas perbedaan waktu penerimaannya saja tetapi masalah uang yang diterima terdakwa mengetahui dan dana operasional tersebut diserahkan langsung pada saat yang sama ke saksi Edo.000. dan saksi Muhamad Agus yang menyatakan siap untuk mengamankan keluhan yang disampaikan oleh saksi Antasari Azhar.500. serangkaian proses hukum terhadap Terdakwa merupakan suatu konspirasi besar. saksi Indra Apriadi dan saksi Silvester Wangge menyatakan bahwa pertemuan antara Terdakwa dengan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete di depan Cilandak Town Square dan bukan di pelataran parkir Cilandak Town Square. keterangan saksi Hasan Mulachela alias Habib Hasan. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan keterangan Terdakwa yang terungkap dalam persidangan telah menyatakan bahwasanya salah satu Jaksa Penuntut Umum bernama Bambang Suharyadi (salah satu Penuntut Umum dalam perkara ini) diperkenalkan oleh penyidik sebagai salah satu Jaksa Agung Muda pada Kejaksaan Agung RI.” Bahwa.Pati Unus No. pada persidangan ini. Tentang keterangan Terdakwa: Surat Tuntutan halaman 56 yang menyatakan: “bahwa terdakwa dalam memberikan keterangan pada saat pemeriksaan saksi Sigit Haryo Wibisono. yang akan membantu Terdakwa apabila mau mengikuti kemauan penyidik yang sudah dikoordinasikan dengan jaksa. Setyo Wahyudi. Saksi Karno. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. saksi Jerry Hermawan Lo dan saksi Muhammad Agus. keterangan saksi Karno. Saksi Hasan Mulachela. . saksi Jerry Hermawan Lo. Terdakwa telah mencabut keterangan di BAP yang menyatakan bahwa amplop tersebut diserahkan oleh Antasari Azhar. Bahwa. yaitu menyarankan Terdakwa untuk mengakui keterangan yang telah disiapkan dalam BAP untuk ditandatangani. dengan diberikan foto korban Nasrudin dan foto mobil serta alamat kantor dan rumah korban didalam amplop coklat yang diterima terdakwa dan selanjutnya terdakwa didalam menanggapi kesaksian Sigit. Selanjutnya tentang penyerahan dan operasional dari Terdakwa kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo bukan di pelataran parkir Cilandak Town Square akan tetapi berdasarkan keterangan Terdakwa. Selain itu. tidak ada dalam pertemuan antara Terdakwa dengan Antasari Azhar dan saksi Sigit Haryo Wibisono.

selaku ahli Forensik. Selain itu. SpF.1030/ SK. telah dapat membuktikan bahwasanya Terdakwa adalah sebagai “pelaku” sebagaimana dimaksud dalam dakwaan & requisitoir Penuntut Umum?? Bahwa secara causalitas ipso jure. hanya meng-iya-kan dan menandatangani saja”. Sp. dan/ataupun setegas-tegasnya Visum Et Repertum a quo hanya dapat diterapkan dan dipergunakan terhadap Terdakwa Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. Abdul Mun’im Idries. Abdul Mun’im Idries. sehingga ratio hukum mengatakan jika terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar dilakukan tindakan medis penyelamatan berupa operasi dengan mengeluarkan 2 (dua) buah butir proyektil dari dalam kepala. Bahwa sehubungan pertanyaan dan jawaban dari dr. Abdul Mun’im Idries. Sp. apakah Visum et Repertum No. Sp. Mun’im Idries. Oleh karena berdasarkan keterangan-keterangan dari para saksi tersebut. sama sekali tidak ada hubungannya dengan Terdakwa. maka.1030/SK. Abdul Mun’im Idries. saksi Daniel Daen Sabon alias Daniel sebagai tambahan alat bukti lain yang sah senyatanya tidak berdasar. bukan tidak mungkin. adanya harapan hidup bagi korban Nasrudin .II/03/2-2009. ketika dr. Terdakwa Fransiscus Tadon Kerans alias Amsi dan Terdakwa Daniel Daen Sabon alias Daniel !!! Majelis Hakim yang kami muliakan. saksi Fransiskus Tadons Kerans alias Amsi. Abdul Mun’im Idries.F: Bahwa. maka dr. jika dr. Abdul Mun’im Idries. saksi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. Bahwa. bahwa mereka dalam memberikan keterangan tidak dalam keadaan bebas dari tekanan. Untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia Tidak mempertimbangkan Berita Acara Pemeriksaan saksi-saksi di atas oleh karena diperoleh secara melawan hukum.Tentang tambahan alat bukti sah yang lain: Bahwa. yang berbunyi sebagai berikut: pertanyaan : “mengertikah ahli mengapa sekarang ini diperiksa dan dimintai keterangannya oleh pihak Kepolisian Resort Metro Tangerang? bila mengerti jelaskan sehubungan dengan perkara apa jelaskan? jawaban: “sudah mengerti perkara pembunuhan berencana yang menjadi korban meninggal dunia atas nama Nasrudin Zulkarnain Iskandar”. Abdul Mun’im Idries.II/03/2-2009. maka terungkap fakta bahwa jika didalam BAP Penyidik tanggal 15 Mei 2009 terdapat pertanyaan dan jawaban dari dr. Sp. dalil Penuntut Umum yang membacakan keterangan saksi Heri Santosa bin Rasja alias Bagol. Bahwa. Sp. SpF. Sp. Sp.F memberikan jawaban dalam persidangan bahwasanya “jawaban yang tertera didalam BAP tersebut semuanya sudah diatur oleh anggota polisi yang bernama JAIRUS SARAGIH. bahkan para saksi tersebut mengaku sempat disiksa oleh oknum kepolisian. Visum Et Repertum No. Abdul Mun’im Idries.F selaku ahli Forensik. menurut: Keterangan Ahli: Ø Keterangan Ahli Forensik dr.F diajukan kepersidangan oleh Penuntut Umum selaku ahli.F.F pada BAP tanggal 15 Mei 2009 pertanyaan dan jawaban point 9 maupun keterangannya disampaikan dalam persidangan bahwasanya : “kedua butir anak peluru atau proyektil yang terdapat pada kepala korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar menyebabkan kematian korban”. tanggal 30 Maret 2009 yang dibuat dr.F selaku ahli tersebut di atas. nuansa aroma rekayasa perkara pidana in casu terhadap diri Terdakwa sudah “dikondisikan” sedemikian rupa. sedangkan dr. tertanggal 30 Maret 2009 yang dibuat dr. dengan demikian.

maka menurut WIDODO HARJOPRAWITO selaku ahli balistik.Rekaman dilakukan hanya satu kali. sama sekali tidak pernah dilakukan tindakan penyelamatan dengan melakukan operasi untuk mengeluarkan 2 (dua) butir proyektil yang ada didalam kepalanya. pada nomor pemeriksaan point 6 tertulis Lebar Groove Impression/Dataran.0. yang dibuat oleh Badan Reserse Kriminal POLRI Pusat Laboratorium Forensik. akan menimbulkan asumsi-asumsi tentang kematian korban. kondisi mayat korban sudah tidak asli lagi sehinga mempengaruhi kesimpulan Ahli.0950 . dengan tidak dilakukan pengamatan dan pengujian terhadap pakaian korban.2. adapun. Hal ini diperkuat dengan keterangan ahli balistik yang tidak memeriksa arah datangnya anak peluru yang melewati kaca mobil. akan tetapi.567 milimeter atau 0. Dengan tidak asli-nya mayat korban. ahli berpendapat bahwa tidak dapat menentukan waktu kematian sedangkan waktu kematian merupakan salah satu unsur penting dalam pengungkapan suatu kasus.567 milimeter atau 0. pada APB-1 tertulis angka 2.437 . ahli berpendapat bahwa. sehingga patut diduga kuat bahwasanya “telah terjadi sesuatu skenario untuk membiarkan (by omission) terjadinya kematian terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar” !!! Selain itu. tanggal rekaman tercatat tahun 2007. Ø Keterangan Ahli Balistik Drs. Pendapat yang mengejutkan lainnya adalah pendapat Ahli Balistik Widodo Harjoprawito yang menyatakan: “jika dilihat dari Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No. Dengan adanya ketidakpastian akan posisi korban ini.610 mili meter atau 0.2.0970 0.0959 0. . Fakta lain adalah Ahli tidak melakukan pengujian pada 27 anak peluru yang diperlihatkan pada pengadilan. Pertanyaan kami selanjutnya adalah mengapa hal-hal penting seperti ini sepertinya di”lewatkan” oleh penyidik??? Mungkin hanya penyidiklah yang paling mengetahui persis jawabannya. dan Ahli hanya melakukan pengujian terhadap 2 anak peluru. Ahli menyatakan bahwa: Ahli tidak melakukan pengujian terhadap serpihan anak peluru.464 . Maruli Simanjuntak Bahwa. ahli juga menerangkan bahwa. sedangkan pada APB-2 tertulis angka 2.1010 inci. pada halaman 2 tertera hasil pemeriksaan APB-1 (anak peluru bukti 1) dan APB-2 (anak peluru bukti 2).2. oleh team medis rumah sakit Mayapada Tangerang maupun oleh team medis RSPAD Gatot Subroto.sesuai dengan keterangan ahli Ruby Alamsyah Ahli IT).423 . dimana pada nomor pemeriksaan point 5 tertulis Lebar Land Impression/Galangan.0. sehingga.2. terbukti bahwa rekaman yang didalilkan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak valid. karena: . sedangkan. tanggal 14 Mei 2009. pada APB-1 tertulis angka 2. dengan adanya “perbedaan angka yang tertulis pada APB-1 dan APB-2 tersebut. yang menurut ahli. Lebih lanjut ahli menerangkan bahwa. pada persidangan ini.1027 inci. Selanjutnya.0953 . anak peluru yang diameter 9 mm tidak cocok pada senjata api S&W 38. ahli tidak menerima pakaian korban. sedangkan pada APB-2 tertulis angka 2.414 .1047 inci.Zulkarnain Iskandar masih terbuka lebar.Lab: 290/BSF/2009. ahli tidak dapat menentukan posisi korban pada waktu ditembak. bahwasanya butir peluru atau proyektil yang berada didalam kepala korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar berasal dari 2 (dua) laras pistol atau 2 (dua) laras senjata yang berbeda” !!! Ø Keterangan Ahli IT Ruby Zukry Alamsyah Dalam perkara a-quo. fakta mengatakan bahwa ternyata terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.1010 inci. dengan artikulasi tidak jelas dan pihak-pihak tidak .661 mili meter atau 0.

untuk menjaga kecurigaan jangan sampai terhadap nomor HP yang dipegang oleh Terdakwa Kombes Pol Drs. saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete serta saksi Jery Hermawan Lo.Chairul Anwar untuk melaksanakan penyelidikan terhadap pelaku teror dan pengancaman terhadap saksi Antasari Azhar selaku Ketua KPK. saksi Sigit Haryo Wibisono. ada dilakukan cloning atau penggandaan nomor”. Drs. di depan persidangan. Antasari Azhar. SIK. yang menerangkan “bahwa CDR bisa dipastikan nomor yang berhubungan dengan nomor dan bisa dipastikan pemegang HP dengan pemegang HP tetapi tidak bisa dipastikan orang dengan orang. Lebih lanjut. b e g i t u p u l a. . saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete serta saksi Jerry Hermawan Lo adalah bear-benar nomor HP yang asli dan bebas dari cloning”!!! * Majelis Hakim yang Mulia. dan dimodifikasi. Bahwa begitu pula terhadap keterangan dari Ruby Zukri Alamsyah selaku ahli IT Security dan forensik. Selanjutnya. data rekaman. tetep yang saya takut aja ga tahu intinya masalahnya dengan willy dengan saya sudah. yang terdiri dari orang Intel dan Reserse. Ruby Zukri Alamsyah selaku ahli IT Security dan forensik menerangkan bahwa “dalam perkara pidana in casu ahli sama sekali tidak pernah melakukan pemeriksaan imei.. karena yang diberikan service atau pelayanan oleh provider tersebut adalah jalur komunikasinya saja samapai hanset”.A Pinora. masing-masing atas nama Kompol Iwan Kurniawan. . b e g i t u p u l a s e l a n j u t n y a. AKP Mohamad Joni. dan karenanya tugas Negara yang disampaikan oleh saksi Sigid sehingga diperlukan mencari informan tidak dapat dikwalifikasikan sebagai tindak pidana. dengan diketuai oleh Kombes Pol. Ahli menyatakan bahwa Ahli tidak melakukan pemeriksaan terhadap konten atau isi dari suatu transaksi telepon.Wiliardi Wizar. Sebagimana kita ketahui bersama bahwa perkembangan teknologi informasi yang sangat berkembang pesat sehingga kita tidak dapat dapat begitu saja mengandalkan keotentikan suatu alat bukti yang dihasilkan dari dunia digital. menurut ahli tersebut bahwa “dalam perkara pidan incasu ahli sama sekali tidak melakukan koordinasi dengan operator untuk memastikan bahwa nomor HP yang dipakai oleh Terdakwa Kombes Pol Drs Wiliardi Wizar. willy aja gak tahu masalahnya…”. Kompol Helmy Santika. Ahli berpendapat bahwa data digital sangat rentan untuk diubah. ataupun data transaksi yang dihadirkan didepan persidangan tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti.…..Dari isi rekaman kalaupun itu benar adanya.J. saksi Sigit haryo Wibisono. Bahwa patut diduga. Selain itu. SIK. dari transaksi antara Terdakwa dengan Saksi Sigit Haryo Wibisono. Selain itu.jelas. Apalagi Saksi Antasari Azhar membantah mengenai suara yang dikatakan mirip dengan suara Saksi tersebut. jadi ga ada cerita mas Antasari Azhar…. maupun nomor HP saksi Antasari Azhar. di-edit. Oleh karena Pasal 184 KUHAP telah membatasi tentang apa yang disebut sebagai alat bukti yang sah. jelas membuktikan bahwa Terdakwa benar tidak mengetahui masalah. dan Eduardus No Ndopo Mbete alias Edo tidak membuktikan bahkan menunjukkan atau mengindikasikan adanya suatu tindak pidana. SIK. bau amis aroma rekayasa perkara pidana in casu sudah tercium kuat sejak dibentuknya 4 (empat) orang team oleh KAPOLRI sebagaimana perintah lisan tanggal 05 Januari 2009.AKP H. berbunyi sebagai berikut: “…saya terus terang disappointed. Dari percakapan tersebut. saksi Antasari Azhar. didukung dengan pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik yang ditujukan kepada saksi Sigid Haryo Wibisono.

dimana sebelum KAPOLRI memberikan perintah lisan tanggal 05 Januari 2009 untuk membentuk 4 (empat) orang anggota team yang diketuai oleh Kombes Pol.H. ternyata juga pada tanggal 04 Januari 2009 Irjen Pol Drs Saleh Saaf selaku KEPALA BADAN INTELIJEN KEAMANAN POLRI telah bertindak pula dengan menyuruh dan memerintahkan saksi AKP. sebagaimana fakta keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi AKP.Drs Chairul Anwar?? sehingga patut dipertanyakan ”seberapa berbahayakah tindakan yang dibuat oleh korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar terhadap Antasari Azhar selaku Ketua KPK. WAKAPOLRI. WAKAPOLRI. masih banyak lagi pertanyaan lain yang akan kami Tim Penasihat Hukum ajukan t e t a p i. SIK telah dipanggil oleh Kombes Pol Drs. Chairul Anwar untuk menghadap Komjen Pol. pergerakan tersebut adalah merupakan upaya rekayasa dengan memanfaatkan peluang dan menjadikan saksi Antasari Azhar sebagai target sasaran operasi. Bahwa patut pula diduga kuat.A. oleh KAPOLRI. dan KEPALA BADAN INTELIJEN KEMANAN POLRI secara langsung terlibat aktif dalam memberikan briefing dan pengarahan serta perintah terhadap anggotanya dibawah pimpinana Kombes Pol. patut diduga kuat. adanya suatu pergerakan “operasi intelijen” yang bertujuan erat untuk melakukan “penyelidikan”. SIK yang menerangkan bahwa ternyata pada tanggal 03 Januari 2009. H. sehingga KAPOLRI.Drs.SIK bersama Kombes Pol.Drs. “pengamanan” dan “penggalangan” (LIDPAMGAL) yang pergerakannya patut dicurigai sebagai pergerakan rahasia yang keberadaannya patut dipertanyan “a d a a p a” ??? dimana melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi AKP H. yang didorong untuk masuk dalam pergerakan Intelijen seolah-olah sebagai korban padahal akan dikorbankan ???? a t a u.Saleh Saaf selaku Kepala Badan Intelijen Keamanan POLRI agar supaya segera membantu Kombes Pol.Chairul Anwar untuk melaksanakan tugas khusus KAPOLRI. Drs Chairul Anwar agar supaya segera membuat laporan polisi model A dan laporan model C guna .Pinora yang bersesuaian pula dengan BAP tanggal 22 Mei 2009 jawaban point 3 yang menerangkan bahwa saksi AKP. dimana ketika itu WAKAPOLRI telah memberikan arahan kepada saksi AKP. Mohamad Joni.Drs.Drs Makbul Padmanegara selaku WAKAPOLRI terlebih dahulu telah membuat suatu pergerakan dengan memanggil kepada saksi AKP Mohamad Joni.Drs Chairul Anwar ternyata pada tgl. 03 Januari 2009 Komjen Pol. b e g i t u p u l a. SIK bersama Kombes Pol.Chairul Anwar untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku teror dan pengancaman dalam hal ini yang dilakukan oleh korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.J. “mengapa terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.Drs Chairul Anwar.Drs. dan KEPALA BADAN INTELIJEN KEAMANAN POLRI sama sekali tidak memberikan perintah kepada anggotanya termasuk tidak memberikan perintah kepada 4 (empat) anggota teamnya dibawah pimpinan Kombes Pol.JA Pinora pada hari minggu tangal 04 Januari 2009 sekitar jam 08. Mohamad Joni.00 WIB secara langsung telah di telepon oleh Irjen Pol. saksi AKP Joni.Pinora untuk segera bergabung dengan Kombes Pol.JA.Bahwa. kami Tim Penasihat Hukum terfokus erat pada satu pertanyaan mendasar dan prinsip . terdapat 3 (tiga) hal yang sangat bertolak belakang satu dengan yang lain.Chairul Anwar”?? a t a u b u k a n k a h operasi Intelijen tersebut dilakukan semata-mata untuk melakukan pergerakan rahasia dengan memberlakukan semua tindakan kepolisian terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ? a t a u b u k a n k a h p u l a.Makbul Padmanegara selaku WAKAPOLRI. Bahwa dari rangkaian fakta tersebut.

Bahwa secara internal POLRI bentuk laporan polisi ada 3 (tiga) jenis yaitu: “laporan polisi model A”.A Pinora. surat tersebut sebagai surat resmi.I. Bahwa jika lihat dari bentuk surat resmi dan cara pembuatan “Laporan Hasil Pelaksanaan Tugas Penyelidikan” yang dibuat dan ditandatangani oleh Kombes Pol. * Majelis Hakim Yang Mulia. * Majelis Hakim Yang Mulia. selanjutnya pada surat tersebut sama sekali tidak pernah distempel dengan cap Kepolisian Negara R. a d a p u n yang dimaksud dengan “laporan polisi model A” adalah : laporan polisi yang dibuat sendiri oleh anggota polisi yang dibuat sendiri oleh anggota POLRI terhadap sesuatu kejadian atau kasus yang keberadaannya telah/sudah diketahui. yang disampaikan melalui surat resmi maupun melalui penyampaian kepada POLRI.I.Mohamad Joni. seharusnya surat resmi tersebut oleh Kombes Pol. sangat terkesan sekali bahwa surat tersebut dari model dan bentuknya hanyalah sebagai surat biasa yang secara struktural dan kedinasan tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagai surat resmi. d i m a n a. s e r t a p u l a. sehingga kasus tersebut menjadi jernih. yang dimaksud dengan “laporan polisi model C” adalah: laporan polisi yang dibuat sendiri oleh anggota POLRI dengan keleluasaan yang tidak terbatas pada laporan polisi model A dan model B. demi pengungkapan sesuatu kasus. yang dimaksud “laporan polisi model B” adalah : laporan polsi yang dibuat secara langsung oleh anggota masyarakat. SIK untuk mencari tahu keberadaan identitas korban Nasrudin . s e h i n g g a. s e d a n g k a n. dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus “TEROR” & “PENGANCAMAN” a quo kepada KABARESKRIM POLRI dalam kerangka penegakan hukum. maka didalam surat resmi tersebut diketemukan banyak sekali kejanggalan. p a d a h a l.J. demi terlaksananya pengungkapan kasus” ???? * Majelis Hakim Yang Mulia. pada surat tersebut sama sekali tidak pernah dicantumkan kalau b e g i t u p u l a. semestinya harus distempel dengan cap Kepolisian Negara R. b e g i t u p u l a s e l a n j u t n y a. dan “laporan polisi model C”. SIK dan AKP H.Drs Chairul Anwar. didalam persidangan menerangkan bahwasanya terhadap laporan yang disampaikan oleh saksi Antasari Azhar selaku Ketua KPK kepada KAPOLRI tentang “TEROR” & “PENGANCAMAN” dengan pelaku korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar tidak dapat diproses oleh POLRI. dengan tembusannya kepada WAKAPOLRI. Drs Chairul Anwar sebagai pemberi tugas. maka sudah pasti korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar tidak akan terbunuh !!! * Majelis Hakim Yang Mulia. Bahwa sebagaimana fakta 3 (tiga) bentuk laporan polisi yang terurai tersebut di atas. jika saksi AKP Mohamad Joni. Bahwa pergerakan team POLRI yang dibentuk KAPOLRI tersebut dengan menugaskan saksi AKP. tertangal 24 Januari 2009. Bahwa jika KAPOLRI dan WAKAPOLRI secara struktural melakkan koordinasi kedinasan dengan KABARESKRIM POLRI. pada surat tersebut sama sekali tidak pernah dicantumkan kalau surat tersebut ditujukan kepada siapa? B e g i t u p u l a. karena saksi Antasari Azhar selaku Ketua KPK tidak mau membuat laporan polisi. KEPALA BADAN INTELIJEN KEAMANAN POLRI dan KAPOLDA METRO JAYA. * Majelis Hakim Yang Mulia. maka adalah merupakan suatu kebohongan besar.pemanggilan pro justitia. “laporan polisi model B”. baik langsung maupun tidak langsung.

Bahwa apa yang menjadi pertanyaan dan keraguan dari Kami Tim Penasihat Hukum terhadap keberadaan team POLRI. Bahwa tidaklah mudah Penuntut Umum mendakwa seseorang atau Terdakwa dengan tuduhan dengan rencana terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain oleh karena fakta hukum persidangan yang berbicara. pada prinsipnya.Wiliardi Wizar tidak mengalami nasib yang sama seperti yang dialami antara lain oleh SENGKON & KARTA. dimana ketiga saksi tersebut telah menerangkan bahwasanya orang yang paling dekat dengan korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar adalah Kompol Helmy Santika. V. m e l a i n k a n. SIK untuk mencari tahu identitas dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ? p a d a h a l Kompol Helmy Santika. .J. dibalik semuanya itu justru kami Tim Penasihat Hukum berupaya mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya dari perkara pidana in casu terhadap kematian dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. posisi WAKAPOLRI.Mohamad Joni. agar supaya terhadap Terdakwa Kombes Pol Drs Wiliardi Wizar tidak menanggung darah dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. SIK dengan korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Majelis Hakim Yang Mulia secara aktif telah menggali dan telah mendengar keterangan-keterangan para saksi dan memeriksa alat bukti yang lain sehingga mendapatkan gambaran yang utuh. apakah benar seperti itu??? D i k a r e n a k a n sebagaimana fakta persidangan yang terungkap melalui keterangan kesaksian saksi AKP. begitu pula yang dialami oleh. SIK dimana hubungan kedekatan antara Kompol Helmi Santika. mengapa KAPOLRI melalui Kombes Pol. d e n g a n d e m i k i a n. DAVID EKO PRIYANTO & IMAM HAMBALI alias KEMAT!!! * Majelis Hakim Yang Mulia. serta posisi KEPALA BADAN INTELIJEN KEAMANAN POLRI.Zulkarnain Iskandar. Drs chairul Anwar harus menugaskan AKP Mohamad Joni.A Pinora dan saksi Sigit Haryo Wibisono. SIK tersebut patut diragukan dan dipertanyakan. agar supaya terhadap Terdakwa Kombes Pol Drs. semata-mata bukan bertuuan untuk mendiskreditkan posisi KAPOLRI. begitu pula. yang menimpa korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. komprehensif. Berdasarkan kesaksian dari para saksi fakta dan keterangan ahli di atas.Mohamad Joni SIK saksi AKP. sangat menegtahui sangat menegerti dan sangat memaklumi karakter identitas serta kativitas kerja dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar??? * Majelis Hakim Yang Mulia. Selanjutnya. dan terang tentang apa yang sebenarnya terjadi sehingga tidak ada alasan lain selain membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan yang semu ini.H. turut serta melakukan serta menganjurkan tindak pidana pembunuhan berencana. sudah terjalin puluhan tahun sejak mereka masih kecil. berikut bertugas untuk mengambil data-data serta gambar foto dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar bersama Rani Juliani. berkat sistim inquisitor yang dianut dalam sistim peradilan pidana di Indonesia. menyuruh melakukan. membuktikan bahwa Terdakwa tidak ada maksud atau niat untuk melakukan. SIK yang termasuk salah satu anggota team. keterangan saksi AKP. TUNTUTAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim Yang kami hormati Penuntut Umum Yang Terhormat Sidang Pengadilan yang mulia.

Bahwa. Penuntut Umum telah memutarbalikkan fakta untuk mencapai target dan alasan pembenaran terhadap surat dakwaannya. walaupun Penuntut Umum telah tidak mempertimbangkan hal-hal tersebut. bahkan Penuntut Umum dalam memberikan kesimpulan terhadap perkara ini. permintaan. Adapun keberatan Kami selaku Tim Penasihat Hukum Terdakwa yaitu: 1. dimana Penuntut Umum telah menuntut Terdakwa. yakni pada tanggal 19 Januari 2009. Bahwa.. Penuntut Umum telah membacakan tuntutannya. karena didalam tuntutan tersebut Penuntut Umum dengan sengaja menyembunyikan dan/atau tidak menggunakan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan khususnya mengenai keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo yang menyatakan: tidak ada perbuatan Terdakwa menganjurkan orang lain casu quo Saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk menghabisi atau menghilangkan nyawa orang lain. didalam Surat Tuntutan tertanggal 19 Januari 2009. perintah. semestinya Penuntut Umum melakukan penuntutan bebas terhadap Terdakwa akan tetapi justru Penuntut Umum . Kami berharap kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan tentang karier dan pengabdian Terdakwa kepada negara selama menjadi anggota kepolisian dan/atau sikap Terdakwa pada persidangan. yang ditandatangani oleh Iwan Setiawan hanyalah merupakan kesimpulan Penuntut Umum dan bukan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan. dengan tidak dapat dibuktikannya kesalahan Terdakwa didepan persidangan ini sebagaimana dijelaskan dalam surat dakwaanya. 3.Pada persidangan yang lalu. Ada maksud apa dibalik sikap Penuntut Umum tersebut??? Penuntut Umum secara tidak langsung telah melakukan pembunuhan karakter (character assasination) terhadap Terdakwa dengan mengabaikan seluruh pengabdian Terdakwa bagi bangsa dan negara selama ini. Hal ini dapat dinilai dari tidak dimasukkannya keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum.. dalam surat tuntutannya Penuntut Umum menutup mata tentang keterangan saksi-saksi diantaranya Sigit Haryo Wibisono. bantuan dan/atau provokasi dari diri pribadi Terdakwa untuk menghilangkan nyawa orang lain. sedangkan senyata dan sebenarnya dalam copy surat tuntutan yang diberikan kepada Penasihat Hukum dengan jelas mencantumkan tentang hal-hal yang meringankan yakni: Terdakwa belum pernah dihukum. kesimpulan Penuntut Umum hanya berdasarkan dan mengandalkan keterangan-keterangan saksi-saksi yang disusun bagaikan sebuah mozaik yang tidak beraturan dan menjadi 1 (satu) alat bukti petunjuk yang keliru untuk menjerat Terdakwa. dan Hendrikus Kia Walen alias Hendrik yang menyatakan tidak ada pembicaraan. Oleh karena senyatanya dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum (Requisitor) pada bagian keterangan saksi-saksi tidak ada satu saksi-pun.. 2. Penuntut Umum dalam pembacaan tuntutan pada tanggal 19 Januari 2009 menyatakan bahwa tidak ada hal-hal yang meringankan yang dapat dinilai dari diri Terdakwa. 4. bujukan.sekali lagi kami nyatakan: tidak ada satu-saksi-pun yang bersaksi didepan persidangan yang terbuka untuk umum dan dibawah sumpah menyatakan bahwa Terdakwa dengan sengaja menganjurkan orang lain casu-quo Eduardus Noe Ndopo Mbete untuk menghilangkan nyawa orang lain casu quo Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Bahwa. Bahwa. Antasari Azhar. Senyata dan sebenarnya dasar dari Penuntut Umum untuk melakukan tuntutan terhadap Terdakwa hanya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan di Kepolisian. telah melanggar Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 Jo Pasal 340 KUHP.

No one shall be arbitrarily deprived of his life”. oleh karena muncul Rotschil sang pembunuh sebenarnya (California. mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya. 1958). yang ternyata tiba-tiba batal. § Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia: setiap orang berhak untuk hidup. Pasal 1 ayat (1) yang menyatakan: “Tidak ada seorang pun di bawah juridiksi hukum suatu Negara Pihak Protokol ini dapat dieksekusi mati”. tanpa kita sadari atau tidak. Tentunya kita tidak menginginkan tragedi-tragedi hukum seperti: 1. § Protokol Tambahan Kedua Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil Dan Politik. Hal ini telah menunjukkan sikap arogansi Penuntut Umum dan tidak mencerminkan sifat dan/atau nilai Korps Adhyaksa yang Satya Adhi lagi Wicaksana. § Article 3 The Universal Declaration of Human Rights: “Everyone has the right to life. gigi ganti gigi”. Aturan tersebut diantaranya: § Pasal 28 i ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk hidup. Timoty Evans yang dikirim ke akhirat. Bahwa. suatu hak azasi manusia yang tidak dapat dikurangi (inderogable) dalam keadaan apapun.menuntut Terdakwa dinyatakan bersalah bahkan meminta Majelis Hakim Yang Mulia agar Terdakwa di hukum “Mati”. sehingga apabila pidana mati ini telah dilaksanakan. This right shall be protected by law. Bahwa. tuntutan pidana “mati” yang ditujukan kepada Terdakwa senyatanya telah tidak mengindahkan Konstitusi dan peraturan perundang-undangan nasional maupun konvensi internasional yang menentang hukuman mati. Bahwa. Bahwa. § Article 6 International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR): “Every human being has the inherent right to life. diantaranya: 1. 1956). Prancis karena didakwa telah membunuh anaknya yang kemudian setelah 20 tahun sejak ia dihukum mati. dengan tujuan kepada penghapusan hukuman mati Diadopsi dan dinyatakan oleh resolusi Majelis Umum 44/128 tertanggal 15 Desember 1989. KUHP kita yang merupakan hasil concordantie dari Wetboek van Strafrecht Belanda telah mengalami berbagai ketertinggalan. sebagaimana diungkapkan dalam adagium Belanda yang menyatakan : “oog om oog tand oom tand” yang berarti “mata ganti mata. berhubung sifat pidana mati yang mutlak yang tidak mungkin untuk dapat diterik kembali (onherroepelijk). Voltaire membuktikan bahwa ia bukan pelaku pembunuhan tersebut. 2. liberty and security of person” . kelompok yang menolak hukuman mati (abolisionist) mempunyai argumentasi utama sebagai upaya untuk menangkal pelaksanaan hukuman mati. dengan tuntutan “Mati” terhadap Terdakwa menunjukkan bahwa Penuntut Umum hanya berusaha memenuhi keinginan balas dendam/retalionis tanpa mengindahkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan. . § Amnesty Internasional melalui Deklarasi Stockholm tanggal 11 Desember 1977 menghimbau seluruh negara-negara di seluruh dunia untuk menghapus pidana mati. James Foster yang telah berlutut di depan Pendeta sesaat akan menjalani hukuman mati. dimana di Belanda sendiri telah menghapus pidana mati sejak tanggal 17 September 1870 melalui Staadblad 162/170. Jean Callas yang dipidana mati menggunakan pisau guillotine oleh Pengadilan Toulouse. yang kemudian terbukti tidak bersalah (London. 3. Bahwa.

sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. Apakah unsur Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP dapat di terapkan terhadap diri Terdakwa sebagai orang yang “dengan memberi atau menjanjikan sesuatu”. atau “dengan kekerasan. atau “menyuruh melakukan”. VI. padahal orangnya telah mati. Bahwa. Adam Malik ketika menjabat Ketua MPR/DPR pada awal 1977 menyetujui usul Peradin agar hukuman mati ditiadakan dengan menyatakan: “biarlah hanya Tuhan saja yang menentukan apakah seseorang itu harus mati”. atau “dengan memberi kesempatan. berikut keterangan ahli yang diajukan oleh Terdakwa melalui Tim Penasihat Hukum. apakah pidana mati masih relevan bagi bangsa kita yang mendengungdengungkan penghayatan akan Pancasila sebagai falsafah idiil bangsa? Tidakkah pidana mati tersebut. maupun keterangan saksi a de charge. atau “turut serta melakukan”. 4. 3. Meskipun kami tidak sependapat dengan Penuntut Umum dalam membuktikan kesalahan Terdakwa. ancaman atau penyesatan”. Berdasarkan dalil-dalil di atas. sehingga mengakibatkan matinya korban Nazrudin Zulkarnain Iskandar ? 2. apakah artinya jika kemudian ternyata terbukti terpidana tidak berdosa. sarana atau keterangan”. Apakah unsur Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dapat diterapkan terhadap diri Terdakwa sebagai orang yang “melakukan”. sehingga mengakibatkan matinya korban Nazrudin Zulkarnain Iskandar? .tidak mungkin lagi untuk diubah atau diperbaiki. Sejalan dengan hal itu. mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia. ANALISA YURIDIS Majelis Hakim Yang kami hormati Penuntut Umum Yang Terhormat Sidang Pengadilan yang mulia. atau “dengan sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan”. akan tetapi sebaliknya menghadirkan keadilan bagi Terdakwa. yang telah mencoba membuat pembahasan terhadap fakta-fakta yang terungkap di persidangan dalam perkara ini dengan kesimpulan mengenai terbuktinya perbuatan dan kesalahan Terdakwa. maka tibalah kami Tim Penasihat Hukum akan menguraikan dan membuktikan kebenaran sejati “omkering van bewijs lacht” serta menepiskan seluruh sangkaan dan tuduhan yang diarahkan serta dialamatkan terhadap diri Terdakwa dengan mengemukakan seluruh fakta-fakta juridis sebagai berikut: 1. Bila mana pidana mati itu telah dilaksanakan. bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa. pelaksanaan pidana mati bertentangan dengan kemanusiaan. oleh karena hakim adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. tidak mengindahkan tuntutan pidana mati Penuntut Umum. Bahwa. atau “dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat”. akan tetapi secara jujur dan tulus kami sampaikan penghargaan kepada Penuntut Umum. 2. karena akan mengambil peran Yang Maha Kuasa sebagai pemberi kehidupan bagi manusia?. Setelah menguraikan seluruh fakta-fakta hukum yang terungkap dan diketemukan selama dalam proses persidangan perkara pidana in casu sebagaimana keterangan saksi yang diajukan oleh Penuntut Umum. Selanjutnya. pidana mati bertentangan dengan tujuan pemidanaan. untuk mencegah terjadinya kekhilafan hakim (rechterlijke dwaling).

yang dimaksud dengan mereka yang melakukan tidak lain adalah pelaku materiil tindak pidana (pleger). Heri Santosa Bin Rasja alias Bagol. Ad. Sigid Haryo Wibisono.3. menyuruh melakukan. memperhatikan Dakwaan Penuntut Umum pada halaman 5 yang terlebih dahulu menerapkan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. ataupun orang yang menganjurkan tindak pidana (uitlokker) diancam hukuman yang sama dengan pelaku (pleger) tindak pidana. atau penyertaan atau dalam bahasa Belanda dikenal dengan deelneming. sehingga mengakibatkan matinya korban Nazrudin Zulkarnain Iskandar? Bahwa. Satochid Kartanegara memberikan rumusan apa yang dimaksud dengan orang yang “melakukan”. Eduardus Noe Ndopo Mbete. atau “menyuruh melakukan”. dan turut serta melakukan perbuatan. sehingga mengakibatkan hilangnya jiwa dari korban Nazrudin Zulkarnain Iskandar”. PEMBUKTIAN TERHADAP UNSUR-UNSUR DAKWAAN PASAL 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. D. sarana atau keterangan. Dalam Ilmu Hukum Pidana. atau “orang yang menyuruh melakukan”. atau dengan memberi kesempatan. Jerry Hermawan Lo. Bahwa Unsur Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP mengandung pengertian: (1) dipidana sebagai pelaku tindak pidana: 1. Bentuk-Bentuk Khusus Perwujudan Delik Dan Hukum Penitensier. turut serta melakukan (medepleger). Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. diatur dan dirumuskan dalam ketentuan Pasal 55 KUHP. dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat. Jakarta Hlm 167). dan Daniel Daen Sabon alias Daniel. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu. turut serta melakukan. ancaman atau penyesatan. Fransiscus Tadons Kerans alias Amsi. Bahwa. Hazewinkel-Suringa menyimpulkan bahwa pelaku (pleger) ialah barangsiapa memenuhi bagian inti (bestanddelen) delik (lihat A. baik langsung maupun tidak langsung dengan Antasari Azhar. sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan. Bahwa. 1 unsur mereka yang melakukan (pleger) Bahwa. tentang adanya tindak pidana pembunuhan berencana maka secara yuridik subyek hukum yang dapat dimintakan pertanggungjawaban adalah pelaku tindak pidana casu quo adalah subyek yang membuat nyawa orang lain hilang. rumusan mana terhadap “orang yang melakukan” (pleger) adalah : barang siapa yang melakukan sendiri sesuatu perbuatan yang dilarang oleh undang-undang. mereka yang melakukan. 2. PT Rajagrafindo Persada. Orang yang menyuruh melakukan (doen pleger). Oleh karena unsur pembentuk atau unsur inti dari tindak pidana pembunuhan berencana adalah hilangnya nyawa orang lain. Apakah unsur Pasal 340 KUHP dapat diterapkan terhadap diri Terdakwa sebagai orang yang “dengan segaja dan dengan perencanaan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain dan/atau menghilangkan jiwa orang lain”. atau “orang yang turut serta melakukan” yang dalam perkara pidana in casu oleh Penuntut Umum telah dengan sengaja dituduh sebagai “orang yang turut bersama-sama secara berencana dalam satu rangkaian perbuatan. Seorang Yuris Belanda Ny.Z Abidin Farid & A Hamzah. dengan kekerasan. atau barang siapa yang melakukan sendiri sesuatu . maka secara juridis tampak bahwa Penuntut Umum mendakwa Terdakwa sebagai “orang yang melakukan”.

ditentukan bahwa orang yang punya kemampuan untuk mengakhiri keadaan yang dilarang. sedangkan rumusan terhadap “orang yang menyuruh melakukan” (doen plegen) ajaran ini disebut juga “Middelijke Daderschap” (perbuatan dengan perantaraan) adalah: seseorang yang berkehendak untuk melakukan sesuatu delik tidak melakukannya sendiri. 6. 4. Ad. akan tetapi menyuruh orang lain untuk melakukannya”.Z Abidin Farid & A Hamzah. (lihat A. . 5. padahal perintah jabatan tersebut diberikan oleh seorang atasan yang tidak berwenang memberikan perintah semacam itu. yakni sebagai sifat yang harus dimiliki pelakunya sendiri. Bentuk-Bentuk Khusus Perwujudan Delik Dan Hukum Penitensier. Hooge Raad Nederland Pada tahun 1910 telah memberikan petunjuk tentang pertanggungjawaban pelaku tindak pidana (Pleger).perbuatan yang menimbulkan sesuatu akibat yang dilarang oleh undang-undang. Penentuan tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa barang siapa yang mempunyai kemampuan untuk mengakhiri keadaan yang dilarang. itulah yang melakukan perbuatan pidana tersebut. Sehingga mengenai unsur mereka yang melakukan tindak pidana (pleger) tidak terbukti. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana sama sekali tidak mempunyai suatu dwaling atau suatu kesalahpahaman mengenai salah satu unsur dari tindak pidana yang bersangkutan. PT Rajagrafindo Persada. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu tidak mempunyai hoedanigheid atau sifat tertentu seperti yang disyaratkan oleh undang-undang. Oleh karena subyek yang disuruh melakukan tindak pidana adalah subyek yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana (ontoerekeningbaarheids) P. 2 unsur mereka yang menyuruh melakukan (doenpleger) Bahwa yang dimaksud dengan mereka yang menyuruh melakukan menurut doktrin ilmu hukum pidana dinyatakan bahwa ada 2 (dua) subyek hukum yaitu mereka yang menyuruh melakukan (manus domina) dan mereka yang disuruh melakukan (manus ministra). yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara pidana (criminal liability) adalah orang yang menyuruh melakukan (doenpleger) bukan orang yang disuruh melakukan..F Lamintang mengutip pernyataan Simons yang menyatakan bahwa untuk adanya Doenplegen orang yang dibuat melakukan (yang disuruh melakukan/manus ministra) haruslah memenuhi syarat-syarat: 1. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana sama sekali tidak mempunyai unsur schuld baik dolus dan culpa ataupun apabila orang tersebut tidak memenuhi unsur opzet seperti yang telah disyaratkan oleh undang-undnag bagi tindak pidana tersebut. Jakarta Halaman 170). pada umumnya ia berkewajiban untuk itu. 2. yang dalam pertimbangannya menyatakan: . Dalam hal ini. Dalam hal ini Terdakwa senyatanya bukanlah orang yang melakukan atau memenuhi bagian inti (bestanddelen elements) tindak pidana pembunuhan berencana.. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu adalah seseorang yang ontoerekeningsvatbaar. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu tidak memenuhi unsur oogmerk padahal unsur tersebut telah disyaratkan didalam rumusan undang-undang mengenai tindak pidana tersebut di atas. 3. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu dengan itikad baik telah melaksanakan suatu perintah.A.

antara para peserta ada suatu kerja sama yang diinsafi (bewuste samenwerking). maka orang yang disuruh melakukan tindak pidana casu quo Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum (toerekeningsvatbaar) sehingga tidak memenuhi kualifikasi menyuruh melakukan (doenpleger) suatu tindak pidana. sarana atau keterangan. atau telah secara langsung turut melakukan suatu perbuatan atau turut melakukan perbuatan-perbuatan untuk menyelesaikan tindak pidana yang bersangkutan. Bahwa. berdasarkan kualifikasi di atas maka dalam perkara a-quo apabila Terdakwa menyuruh melakukan tindak pidana. ialah orang yang melakukan (pleger) dan orang yang turut melakukan (medepleger) peristiwa pidana itu. dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat. Maka untuk terjadinya perbuatan turut serta melakukan harus dipenuhi unsur: . dalam bukunya tersebut di atas pada halaman 594 mengemukakan pendapat HOGE RAAD dalam arrest-arrestnya antara lain tanggal 9 Januari 1914. sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan (uitlokker) Bahwa. dengan kekerasan. Ad. dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat.F Lamintang. 1914. J.SOESILO juga memberikan rumusan apa yang dimaksud dengan “orang yang turut melakukan” (medepleger) adalah : bersama-sama melakukan. . sedikit-dikitnya harus ada dua orang. aturan hukum dan doktrin hukum di atas tidak dapat diterapkan dan/atau diaplikasikan kepada Terdakwa casu quo oleh karena senyatanya tidak ada dan tidak dapat dibuktikan oleh Penuntut Umum tentang adanya suatu kerja sama yang secara bersama-sama dan diinsyafi antara Terdakwa dengan pelaku tindak pidana pembunuhan berencana quod non . Komentar beliau adalah: ini berarti bahwa apabila para peserta itu tidak mempunyai maksud atau “opzet” yang sama seperti yang disyaratkan dalam suatu rumusan delik tertentu. sebagai berikut: “Untuk adanya suatu medeplegen itu disyaratkan bahwa setiap pelaku itu mempunyai maksud yang diperlukan serta pengetahuan yang disyaratkan. hal yang tidak terbantahkan di persidangan ini. maka orang juga tidak dapat berbicara mengenai adanya suatu “medeplegen” di dalam detik tersebut. 3 unsur turut serta melakukan perbuatan (medepleger) Menurut Memorie van Toelichting Wetboek van Strafrecht. Selain itu. sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan dengan sengaja dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain” yang berarti Penuntut Umum telah memiliki keyakinan bahwa .Bahwa. dengan kekerasan.para peserta bersama telah melakukan (gezamenlijke uitvoerig). Ad. Bahwa. Untuk dapat menyatakan bersalah turut melakukan itu haruslah diselidiki dan dibuktikan bahwa pengetahuan dan maksud tersebut memang terdapat pada tiap peserta. 4 unsur mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu. ancaman atau penyesatan. terhadap teori. N.A. orang yang turut melakukan (medeplegen) merupakan orang yang secara langsung telah ikut mengambil bagian didalam pelaksanaan suatu tindak pidana yang telah diancam dengan suatu hukuman oleh undang-undang. sarana atau keterangan. atau dengan memberi kesempatan. adalah Terdakwa tidak menyuruh orang lain untuk melakukan tindak pidana. ancaman kekerasan atau penyesatan atau dengan memberi kesempatan. P. R. Penuntut Umum dalam surat dakwaan-nya secara jelas menerangkan bahwa Terdakwa “dengan memberi atau menjanjikan sesuatu.

2 menjanjikan sesuatu (beloften) Bahwa. Penyesatan (misleiding) Bahwa. 2003 Jakarta. Bahwa secara jelas (exprecis verbis) Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP menyatakan bahwa syarat yang harus dipenuhi atau unsur inti (bestanddel elements) adanya suatu penganjuran (uitlokker) adalah perbuatan yang dianjurkan atau digerakkan kepada orang yang teranjur adalah perbuatan pidana atau perbuatan yang dilarang dengan menggunakan sarana-sarana yang secara limitatif telah diatur oleh undang-undang yaitu dengan memberi atau menjanjikan sesuatu.3 menyalahgunakan kekuasaan (geweld) Bahwa. sehingga perkataan giften itu seharusnya diterjemahkan dengan perkataan pemberianpemberian dan adalah tidak perlu bahwa pemberian-pemberian tersebut haruslah merupakan pemberian-pemberian berupa upah. orang yang tergerak (terbujuk atau terprovokasi) mewujudkan rencana yang ditanamkan oleh pembujuk atau penggerak untuk melakukan tindak pidana atau setidaktidaknya melakukan percobaan ke arah itu. . misleiding berasal dari perkataan misleiden yang mempunyai arti sebagai “tot onjuiste gevolgtrekkingen brengen” atau “op een dwaalspoor brengen” yang berarti membuat orang lain mendapat kesan yang tidak tepat atau menimbulkan kesalahpahaman pada orang lain .Terdakwa mempunyai andil sebagai “provokator” atau penganjur untuk suatu tindak pidana pembunuhan berencana.F Lamintang. 2. 4. 4. sebagaimana ditetapkan undang-undang. Gramedia Pustaka Utama.A. beloften itu merupakan bentuk jamak dari perkataan belofte yang berarti janji. Suatu tuduhan yang serius bagi Terdakwa oleh karena Tindak Pidana Pembunuhan Berencana tergolong dalam tindak pidana berat (capital crime). 4.1 memberi sesuatu (giften) Bahwa. sehingga perkataan beloften itu seharusnya diterjemahkan dengan perkataan janji-janji. Bandung. 3. Ad. yang mempunyai pengertian yang sangat berbeda dengan perkataan perjanjian. Bahwa. dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat. dalam kontruksi hukum uitlokker terdapat 4 (empat) syarat yang harus dipenuhi yaitu (Jan Remmelink. geweld dalam bahasa Belanda juga mempunyai pengertian sebagai macht atau kracht yang berarti kekuasaan ataupun yang lazim disebut kekerasan. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. ancaman kekerasan atau penyesatan atau dengan memberi kesempatan. HUKUM PIDANA. kesengajaan untuk menggerakkan orang lain melakukan suatu tindakan yang dilarang undang-undang dengan bantuan sarana. 4. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. keputusan untuk berkehendak pada pihak lainnya harus dibangkitkan. Ad. Itikad buruk penggerak sajalah tidak cukup. Bahwa adapun penjelasan tentang sarana-sarana yang dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP sebagai berikut (P. Hlm 328): 1. Ad. Syarat ini berkenaan dengan kausalitas psikis. 1984 Hlm 559) adalah sebagai berikut: Ad. Giften itu merupakan bentuk jamak dari perkatan gift yang berarti pemberian. orang yang terbujuk niscaya harus dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. CV Sinar Baru. dengan kekerasan. sarana atau keterangan. bila tidak maka tidak muncul pembujukan melainkan menyuruh melakukan (doen plegen). upayanya itu haruslah terwujud secara nyata ke dalam perbuatan.

menurut Barda Nawawi Arif (Perbandingan Hukum Pidana. Secara harafiah. yang dimaksudkan dengan to procure ialah “menghasilkan/menimbulkan sesuatu dengan suatu usaha” (to produce by endeavour). Apalagi dengan sengaja menganjurkan melakukan tindak pidana Pembunuhan berencana!!. maka A tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas tindakan yang terakhir itu”. namun B bertindak lebih dari itu dan ia melakukan kekerasan terhadap korban (dogmatika hukum di sini berbicara tentang ekses kualitatif’). Komentar Atas Pasal-Pasal Terpenting Dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda dan Padanannya Dalam Kitab UndangUndang Hukum Pidana Indonesia. anjuran. Misalnya: apabila si pelaku (the principal) melakukan suatu tindak pidana yang berbeda caranya dari apa yang dianjurkan. hlm 638). Jika A membujuk B untuk melakukan pencurian. Hlm 336) yang menyatakan: “seorang pembujuk/ penggerak juga tidak bertanggung jawab bila pihak yang ia bujuk/gerakkan bertindak lebih jauh ketimbang yang ia sebenarnya maksudkan. maka A dapat mengajukan pembelaan. Dalam hukum pidana Inggris. dan quod non apabila orang yang dianjurkan melakukan melebihi apa yang dianjurkan atau apa yang digerakkan maka pertanggungjawaban pidana (criminal liability) ada pada pelaku tindak pidana atau orang yang dianjurkan dan bukan pada diri Terdakwa. Namun dalam hal tindak pidana yang dilakukan sama sekali berbeda dengan yang dianjurkan. saksi Jerry Hermawan Lo.A. Dalam salah-satu kasus. Citra Aditya Bakti. A menganjurkan B menikam dengan pisau. Dan doktrin hukum tersebut diamini oleh P. Selain itu. Sebagai perbandingan. Bandung 1997. Gramedia Pustaka Utama.F Lamintang yang menyatakan : “bahwa uitlokker itu tidak dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatan-perbuatan seseorang uitgelokte yang melebihi dari apa yang diharapkan untuk dilakukan oleh uitgelokte tersebut”(Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. to procure berarti memperoleh atau mendapatkan. A membujuk B untuk mencuri dompet Y. Tidak ada procure apabila tidak ada hubungan kausal antara apa yang dilakukan oleh si penganjur dengan terjadinya atau dilakukannya tindak pidana. tetapi ternyata B membunuhnya dengan racun. maka si penganjur (instigator) tetap bertanggung jawab. bahwa tidak ada perintah. Penuntut Umum tidak dapat membuktikan di persidangan ini. Raja Grafindo Persada. Jan Remmelink (HUKUM PIDANA. Dalam hal ini A tetap bertanggung jawab sebagai penganjur. Halaman 39-40) pada Hukum Pidana Inggris dalam hal bantuan berupa membujuk atau menganjurkan. Keterangan saksi-saksi di atas diperkuat oleh keterangan ahli Hukum Pidana Rudi Satriyo Mukantardjo. Untuk mendapatkan dompet itu ternyata B . Misal: untuk membunuh X.Pertanyaan kami selanjutnya adalah. Dalil ini didukung oleh doktrin hukum pidana yang dikemukakan oleh ahli hukum pidana. Jakarta 2002. saksi Sigit Haryo Wibisono dan saksi Antasari Azhar dibawah sumpah didepan persidangan ini menyatakan. dibawah sumpah menyatakan pada persidangan ini bahwa: menganjurkan dan atau mengerakkan orang lain sekadar untuk membuntuti dan atau mengawasi bukan merupakan suatu tindak pidana. istilah yang digunakan untuk bentuk accessory adalah counseling or procuring. apakah menganjurkan orang lain untuk mengikuti dan/atau mengawasi seseorang adalah suatu tindak pidana??? Berdasarkan keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. tentang perbuatan Terdakwa untuk mengajurkan orang lain untuk melakukan tindak pidana. 2003 Jakarta. saksi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. bujukan dari pribadi Terdakwa kepada orang lain untuk melakukan tindak pidana.

Lebih Lanjut. (Jan Remmelink. Hal. Dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu 3. (Adami Chazawi. Pada pertemuan tersebut Antasari Azhar menyanggupi akan mensonding Kapolri untuk membantu karir terdakwa dan berkaitan dengan keluhan Antasari Azhar mengenai teror yang dialaminya. Pertanggungjawaban pribadi tidak dapat dibebankan pada orang yang tidak berbuat atau subjek hukum yang lain (vicarious liability). Tambahan pada syarat-syarat ini adalah bahwa pelaku yang bersangkutan harus merupakan seseorang yang dapat dimintai pertanggungjawaban (toerekeningsvatbaar) atau schuldfahig. Hukum Pidana Materiil dan Formil. dan Terdakwa tidak membicarakan tentang karir. pelaku yang dapat dipertanggungjawabkan (toerekeningsvatbaar) secara pidana yang diduga telah melakukan suatu tindak pidana. Penuntut Umum dalam Surat Tuntutan Halaman 87 menyatakan: “. sistim hukum pidana kita yang menganut asas concordantie dari hukum pidana Belanda. Ad. Merampas/Menghilangkan jiwa orang lain. saksi Sigit Haryo Wibisono dan keterangan Terdakwa.35 Jakarta Selatan.. Barang siapa. Jan Remmelink menyatakan untuk dapat menghukum seseorang sekaligus memenuhi tuntutan keadilan dan kemanusiaan. 85-86). Komentar atas Pasal-Pasal terpenting dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Padanannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia.. Bahwa. Berdasarkan keterangan Saksi Antasari Azhar. Mengenai unsur : “Barang Siapa” Bahwa. Hukum Pidana. saksi Antasari Azhar dan Terdakwa bertempat di rumah Sigit Haryo Wibisono di Jalan Pati Unus No. tidak ada pembicaraan tentang teror yang dialami oleh saksi Antasari Azhar. Pembahasan Unsur-Unsur Pasal 340 KUHP Bahwa unsur-unsur dari Pasal 340 KUHP adalah : 1. Pertanggungjawaban bersifat pribadi artinya orang yang dibebani tanggung jawab pidana dan dipidana hanyalah orang atau pribadi si pembuatnya. yaitu menganut sistem pertanggungjawaban pribadi. berbicara mengenai masalah teror terhadap dirinya dan terdakwa bercerita tentang karirnya. Dalam hal ini A tidak dapat dinyatakan sebagai accessory (pembantu). khususnya sebagai penganjur untuk terjadinya pembunuhan terhadap Y itu. senyatanya fakta terungkap dipersidangan tidaklah seperti yang didalilkan oleh Penuntut Umum. maka mohon kiranya Majelis hakim Yang Mulia memberikan putusan bebas (vrijspraak vonnis) bagi Terdakwa. harus ada suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan yang dapat dipersalahkan kepada pelakunya.262).. berdasarkan keterangan saksi Antasari Azhar. Bahwa. terdakwa menyanggupi untuk mengamankan teror dengan cara akan mencarikan orang untuk menyelesaikannya” Bahwa. Oleh karena apabila salah satu unsur pada surat dakwaan Penuntut Umum tidak terbukti.1. Selanjutnya Penuntut Umum mendalilkan bahwa “terdapat kehendak dan kepentingan bersama antara Terdakwa dan Antasari Azhar dan Sigit Haryo . yang dimaksud dengan “barang siapa” dalam unsur ini adalah menunjuk subjek hukum selaku pengemban hak dan kewajiban. bahwa dalam pertemuan bertiga tersebut. Berdasarkan keterangan saksi Antasari Azhar juga menyatakan bahwa ia saksi Antasari Azhar tidak pernah menjanjikan tentang promosi jabatan kepada Terdakwa. 2. Hal. berdasarkan alat bukti yang sah sebagaimana ditentukan KUHAP. Sigit Haryo Wibisono keterangan Setyo Whayudi dan Terdakwa bahwa telah terjadi pertemuan kembali antara saksi Sigit Haryo Wibisono.menembak Y sampai mati.

opzet als oogmerk (sengaja sebagai tujuan) yang berarti berarti suatu tindakan dengan akibat tertentu (yang sesuai dengan rumusan delik). menyuruh melakukan tindak pidana. c. dengan kata lain Terdakwa menghendaki dan menginsyafi akibat dari perbuatannya. oleh karena Terdakwa tidak dalam posisi sebagai pelaku tindak pidana. Lebih lanjut. Bahwa opzet dari Terdakwa yang telah ditujukan pada unsur-unsur tersebut atau dengan kata lain Penuntut Umum harus membuktikan bahwa Terdakwa telah : a. Menghendaki (willens) melakukan tindakan yang bersangkutan dan telah “wetens“ atau mengetahui bahwa tindakannya itu bertujuan untuk menghilangkan nyawa orang lain.Wibisono untuk merencanakan melakukan “tindakan” terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Bahwa. Mengenai unsur : “Dengan sengaja dan “Dengan rencana terlebih dahulu” Bahwa. Mengetahui bahwa yang hendak Terdakwa hilangkan itu adalah nyawa orang lain. unsur Opzettelijk atau “dengan sengaja“ terletak didepan Unsur “menghilangkan“. Seseorang yang menghendaki matinya orang lain. tidak dapat dikatakan bahwa ia . Bahwa. 2. Ad. Menghendaki bahwa yang akan dihilangkan itu adalah nyawa. opzet bij noodzakelijkheids bewustzijn (kesengajaan dengan kesadaran akan keharusan) yang menjadi sandarannya adalah seberapa jauh pengetahuan atau kesadaran si pelaku tentang tindakan dan akibat yang merupakan salah satu unsur dari suatu delik yang terjadi. opzet bij mogelijkheids bewustzijn/dolus eventualis (kesengajaan dengan kesadaran akan kemungkinan) yang menjadi sandaran adalah sejauh mana pengetahuan atau kesadaran si pelaku. Penuntut Umum telah mengkualifisier perbuatan Terdakwa yang dianggap sebagai perbuatan “dengan sengaja“ menghilangkan nyawa orang lain. terdapat 3 (tiga) derivasi dari unsur kesengajaan atau opzettelijk yaitu: a. “tidak pernah lebih banyak dikehendaki dan diketahui daripada kemungkinan itu. turut serta melakukan tindak pidana. c.. artinya semua unsur tersebut oleh Penuntut Umum” harus didakwakan “terhadap Terdakwa dan dengan sendirinya“ harus dibuktikan “di sidang Pengadilan. adalah betul-betul sebagai perwujudan dari maksud atau tujuan dan pengetahuan dari si pelaku. b. b. di dalam surat tuntutan pidananya. dan merupakan sesuatu yang terkandung dalam batin atau jiwa si pelaku. unsur “nyawa“ dan unsur “orang lain“ ini berarti bahwa semua unsur yang terletak dibelakang Opzettelijk itu juga diliputi opzet. menganjurkan tindak pidana ataupun membantu terwujudnya suatu tindak pidana. dalam tataran ilmu hukum. Istilah “tindakan” yang digunakan oleh Penuntut Umum membuktikan bahwa Penuntut Umum tidak yakin akan bentuk tindakan yang dimaksud. oleh karena Penuntut Umum telah mendengar keterangan yang diberikan oleh saksi-saksi yang diperdengarkan dipersidangan yang senyatanya menyatakan bahwa tidak ada rencana pembunuhan atau tindakan lain yang pada intinya menghilangkan nyawa orang lain casu quo Nasrudin Zulkarnain Iskandar.”. Dolus eventualis menurut pendapat Pompe adalah kesengajaan bersyarat yang bertolak dari kemungkinan (dolus eventualis) artinya. senyatanya Penuntut Umum tidak dapat membuktikan bahwa Terdakwa adalah subyek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

MOCH. menghendaki dan sadar. Rumusan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana penganjuran pembunuhan berencana jelas mensyaratkan adanya kesalahan berupa kesengajaan yang dalam hukum pidana diberi pengertian sebagai mengetahui (wetten) dan/atau menghendaki (willen). pada umumnya. “Teori kehendak” yang dianut oleh von Hipple dari Jerman dan Simons dari Belanda. Bahwa.F.A. Menurut “teori kehendak”. suatu “kesengajaan” adalah kehendak yang diarahkan pada terwujudnya perbuatan seperti dirumuskan dalam undang-undang. orang lain terlebih dahulu sudah harus mempunyai pengetahuan (gambaran) tentang sesuatu itu”. . 1985. Unsur kedua (ada hubungan batin antara pelaku dan perbuatan) secara teknis dalam hukum pidana disebut sebagai bentuk-bentuk kesalahan. Lamintang. Sedangkan menurut “teori pengetahuan”. berarti bahwa si pelaku harus lebih dahulu mengetahui. Menurut Moeljatno.K. Mengenai pengertian “dengan sengaja”. ada hubungan batin antara pelaku dan perbuatan. 1989. sebab untuk menghendaki sesuatu. b. dalam buku “Hukum Pidana Khusus”. Unsur kesalahan ini atau pertanggungjawaban pidana perlaku ini hanya relevan jika telah dapat dibuktikan bahwa perbuatan pelaku bersifat melawan hukum.A. Adapun seseorang HANYA dapat dinyatakan “bersalah” apabila dipenuhi unsur kesalahan sebagai berikut: a. yakni “dengan sengaja” (dolus. Jakarta. Dalam hukum pidana. halaman 301-310. pada pokoknya menjelaskan pendapat mereka berdasarkan pendapat dari ahli-ahli yang antara lain dijelaskan sebagai berikut: Menurut doktrin. seseorang dinyatakan “bersalah” apabila ia dapat dicela secara yuridis atau perbuatan melawan hukum yang dilakukan dapat dicelakan terhadapnya. dalam halaman-halaman yang menguraikan unsur-unsur subyektif dari pasal-pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. tidak ada alasan pemaaf yang menghapus kesalahan. Bandung. (Leden Marpaung. halaman 172-183. Sinar Baru. Azas-Teori-Praktik Hukum Pidana Halaman 18. ANWAR. suatu “kesengajaan” adalah kehendak untuk berbuat dengan mengetahui unsur-unsur yang diperlukan menurut rumusan undang-undang. ada kemampuan bertanggung jawab. sehingga ia dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatannya secara pidana. “teori pengetahuan lebih memuaskan. dan H. Bandung. maka yang harus dipenuhi adalah: Pertama. “Teori pengetahuan” yang diajarkan oleh Frank dari Jerman dan diikuti oleh von Listiz dan van Hamel dari Belanda. 1984. dalam bukti “Azas-azas Hukum Pidana PT. harus dibuktikan bahwa perbuatan itu sesuai dengan motifnya untuk berbuat dan tujuan yang hendak dicapai. alumni. Menurut beliau. Bina Aksara. Penerbit Sinar Grafika. c. Moelljatno. P. dan b.menghendaki supaya orang itu mati”. Jakarta). mula-mula dikenal ada 2 (dua) teori yaitu: a. berbicara mengenai kesengajaan maka erat kaitannya dengan unsur kesalahan atau pertanggungjawaban pidana yang merupakan penilaian terhadap sikap batin pelakunya. dalam rumusan delik yang mengandung unsur “dengan sengaja”. opzet) dan culpa (alpa). Jilid I dan II. untuk menentukan bahwa sesuatu perbuatan adalah benar dikehendaki oleh seorang Terdakwa. dalam buku “Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia”.

Majelis Hakim Yang Mulia. Pasal 185 ayat 6 huruf a. dengan demikian semua pembahasan juridis yang termuat pada uraian Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP. persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti lain. dan/atau bukanlah termasuk orang yang “dengan sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan pembunuhan berencana. Bahwa. Jadi “kesengajaan” sebagai suatu pengetahuan yaitu. Majelis Hakim Yang Mulia. dihubungkan pula dengan Pasal 185 ayat 1 KUHAP yang berbunyi sebagai berikut: “keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan disidang pengadilan”. saksi Jerry Hermawan Lo. saksi Sigid Haryo Wibisono. huruf c. hakim harus dengan sungguh-sungguh memperhatikan : a. Bahwa dalam perkara pidana in casu. sehingga mengakibatkan matinya korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar”. perbuatan dan tujuan itu harus ada hubungan kausal dalam batin Terdakwa. Bahwa “actus reus” maupun “mens rea” sebagai unsur pembentuk tindak pidana tidak melekat dan tidak terdapat pada diri maupun perbuatan Terdakwa. untuk seluruhnya ditarik masuk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan pembahasan juridis unsur “DENGAN SENGAJA DAN DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU” ini. bahwa antara motif. berikut pula.Kedua. alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang tertentu. dan huruf d KUHAP yang berbunyi sebagai berikut: “dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi. persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain. “dari segi pertanggungjawaban pidana (criminal liability) menurut hukum pidana maupun menurut doktrin dan jurisprudensi bahwasanya Terdakwa tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagai orang yang memerintahkan pembunuhan berencana (voorbedachte raad) dan/atau sebagai orang yang menyuruh melakukan pembunuhan berencana dan/atau sebagai orang yang menganjurkan dilakukannya pembunuhan berencana. serta keterangan resmi yang disampaikan dalam persidangan oleh Hendrikus Kia Walen alias Hendrik yang menerangkan bahwasanya Terdakwa bukanlah termasuk orang yang “melakukan pembunuhan berencana”. yang kebenarannya tidak dapat dibantahkan dengan dalil apapun. oleh karena. huruf b. dimana melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Antasari Azhar. c. saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete. kemudian kualifikasi delik yang melekat pada Pasal 340 KUHP adalah unsur “DENGAN SENGAJA DAN DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU” dalam perkara pidana in casu tidak dapat dipisahkan dengan pembahasan juridis yang terdapat pada unsur “BARANG SIAPA”. telah menjadi fakta sejati. dan/atau bukanlah termasuk orang yang “menyuruh melakukan pembunuhan berencana”. Bahwa sebagaimana fakta yang terungkap dan diketemukan selama dalam persidangan perkara pidana in casu. adanya hubungan antara pikiran atau intelektual Terdakwa dengan perbuatan yang dilakukannya. d. b. cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya. sekalipun dengan dalil “axioma”. dan/atau bukanlah termasuk orang yang “ikut melakukan pembunuhan berencana”. sehingga mengakibatkan matinya korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar” !!! . maupun pembahasan juridis yang termuat pada unsur “BARANG SIAPA” tersebut diatas.

karena surat yang dipakai sebagai acuan dalam perkara pidana in casu oleh Penuntut Umum adalah “BERKAS PERKARA ATAS NAMA TERDAKWA KOMBES POL. sehingga mengakibatkan matinya korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar” !!! 2. berkas perkara tersebut yang berisi keterangan para saksi-saksi. huruf (b) dan huruf (c) KUHAP secara tegas-tegas mengatur bahwasanya “PETUNJUK” hanya dapat diperoleh dari “KETERANGAN SAKSI”. “SURAT” dan “KETERANGAN TERDAKWA”. Begitu pula dari “barang bukti” yang diajukan kepersidangan perkara pidana in casu. “PETUNJUK” yang digunakan oleh Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu “TIDAK MEMPUNYAI NILAI JURIDIS”. Bahwa apakah “PETUNJUK” yang dipakai oleh Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu didasarkan pada “SURAT” ??? jawabannya “TIDAK”. Bahwa Terdakwa sama sekali tidak pernah melakukan perbuatan yang sifatnya melanggar hukum sebagaimana diancam dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 340 KUHP !!! 3.DRS. Bahwa benar Terdakwa bertemu dengan saksi Antasari Azhar di rumahnya saksi Sigid Haryo Wibisono maupun bertemu di rumah saksi Antasari Azhar di BSD.WILIARDI WIZAR”. Bahwa apakah “PETUNJUK” yang dipakai oleh Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu didasarkan pada “KETERANGAN SAKSI” ??? jawabannya adalah “TIDAK”. lalu apakah keterangan Terdakwa tersebut “MEMBENARKAN DAKWAAN PENUNTUT UMUM” ??? jawabannya “TIDAK” mengapa ??? sebab : 1. Dari keseluruhan saksi yang diajukan oleh Penuntut Umum yang tertera di dalam BAP. maka. padahal. dan/atau termasuk sebagai orang yang “dengan sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan pembunuhan berencana. karena ??? 1. karena Pasal 188 ayat 2 huruf (a). tidak ada satu-pun dari barang bukti a quo yang dapat menunjuk kepada perbuatan yang di Dakwakan kepada Terdakwa. Bahwa. akan tetapi sama sekali tidak pernah ada membicarakan perencanaan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar !!! . sebagaimana dipertegas dalam Pasal 185 ayat (1) KUHAP yang mengatakan : “keterangan saksi sebgai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan”.Majelis Hakim Yang Mulia. tidak ada satu-pun dari para saksi-saksi tersebut yang dapat menerangkan bahwa Terdakwa termasuk sebagai orang yang “melakukan pembunuhan berencana”. jika Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu menggunakan parameter “PETUNJUK” dengan menunjuk secara tegas-tegas pada “perbuatan yang di Dakwakan”. dan/atau termasuk sebagai orang yang “menyuruh melakukan pembunuhan berencana”. kebenarannya secara “materielle waarheids” masih belum diuji dalam persidangan. Bahwa apakah “PETUNJUK” yang dipakai oleh Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu didasarkan pada “KETERANGAN TERDAKWA” ??? jawabannya “YA”. dan/atau termasuk sebagai orang yang “ikut melakukan pembunuhan berencana”. Bahwa Terdakwa menolak sekeras-kerasnya seluruh dalil-dalil Penuntut Umum yang terurai didalam “DAKWAAN TUNGGAL” Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 340 KUHP !!! 2. maka pada prinsipnya.

surat dan keterangan Terdakwa. Sinar Grafika. Bahwa benar Terdakwa bertemu dengan saksi Jery Hermawan Lo dan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo di Bowling Ancol. Terdakwa sama sekali tidak pernah membujuk dan sama sekali tidak pernah menganjurkan kepada saksi Jery Hermawan Lo maupun kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan berencana kepada korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar !!! Bahwa. alat bukti petunjuk yang diandalkan oleh Penuntut Umum tidak dapat diterima begitu saja dalam persidangan ini. akan tetapi sama sekali tidak pernah ada membi carakan perencanaan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar !!! 5. Bahwa benar Terdakwa bertemu dengan saksi Jery Hermawan Lo di kantornya di Kedoya. Bahwa benar Terdakwa ada bertemu dengan saksi Sigid Haryo Wibisono dirumah saksi Sigid Haryo Wibisono di Jl. Petunjuk sebagai alat bukti yang lahir dari kandungan alat bukti yang lain: i. Menurut M. sidang pengadilan mungkin saja mencapai nilai pembuktian yang cukup dari alat bukti yang lain. iii. Bahwa. begitu pula. yaitu keterangan saksi. alat bukti petunjuk baru dianggap mendesak mempergunakannya apabila upaya pembuktian dengan alat bukti yang lain belum mencapai batas minimum pembuktian. Yahya Harahap. Dalam batas tingkat keadaaan demikianlah upaya pembuktian dengan alat bukti petunjuk sangat diperlukan. Akan tetapi. berdasarkan Pasal 188 ayat (3) KUHAP pembuat undang-undang casu quo KUHAP telah mengingatkan Majelis Hakim Yang agar supaya dalam penilaian dan penerapan alat bukti petunjuk dilakukan: 1. iv. dengan demikian upaya mempergunakan alat bukti petunjuk baru diperlukan pada tingkat keadaan daya upaya pembuktian sudah tidak mungkin diperoleh lagi alat bukti yang lain. oleh karena itu hakim harus lebih dahulu berdaya upaya mencukupi pembuktian dengan alat bukti yang lain sebelum ia berpaling mempergunakan alat bukti petunjuk. ii. alat bukti petunjuk baru diperlukan. akan tetapi sama sekali tidak pernah membicarakan perencanaan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Edisi Kedua. dengan arif dan bijaksana. Bahkan secara ekstrem dapat dikatakan. Tanpa alat bukti petunjuk.4. selamanya tergantung dan bersumber dari alat bukti yang lain. Bahwa. Atau dengan kata lain. . alat bukti petunjuk tidak akan pernah ada selama tidak ada bukti lain yang menjadi sumber kelahirannya. akan tetapi sama sekali tidak pernah ada membicarakan perencanaan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar !!! 6.Kerinci. Jakarta 2000 Halaman 296 menyatakan: “petunjuk adalah anak yang dilahirkan dari kandungan alat bukti keterangan saksi atau alat bukti surat maupun dari alat bukti keterangan terdakwa”. alat bukti petunjuk tidak akan pernah mampu mencukupi nilai pembuktian tanpa adanya alat bukti yang lain. apabila bukti yang lain belum dianggap hakim cukup membuktikan kesalahan terdakwa. oleh karena sebagaimana kami utarakan di atas bahwa keberadaan alat bukti petunjuk bergantung (assesoir) pada alat bukti lainnya yang diatur secara limitatif oleh KUHAP. dalam Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. Apabila alat bukti yang menjadi sumber keberadaan petunjuk tersebut tidak ada maka dengan sendirinya alat bukti petunjuk tidak akan pernah ada.Patiunus maupun dikantor Jl.

185 K/Pid/1982 tentang penggunaan alat bukti petunjuk kiranya dapat menjadi pedoman bagi Majelis Hakim Yang Mulia dalam memutus perkara. serta harus lebih dulu mengadakan pemeriksaan dengan penuh kecermatan dan keseksamaan berdasarkan hati nuraninya. Maka dengan demikian perbuatan atau tindakan yang didakwakan kepada Terdakwa tidak terbukti. apabila diobyektifkan menggunakan pemikiran orang pada umumnya.000. Mencari tahu tentang identitas korban saja tidak Terdakwa lakukan. apabila dilihat dari rentang waktu pertemuan antara ketiganya. maka tidak dapat dipikirkan lebih jauh oleh Terdakwa tentang akibat yang mungkin akan timbul dari tindakan pembuntutan tersebut. masyarakat dan dunia hukum. cermat dan bijak apabila menggunakan alat bukti petunjuk dalam persidangan ini. oleh karena penggunaan alat bukti petunjuk tidak dapat digunakan secara serampangan karena akan berdampak luar biasa bagi Terdakwa. Bahwa. maka adalah perlu adanya suatu tenggang waktu pendek atau panjang dalam mana dilakukan pertimbangan dan pemikiran yang tenang. oleh karena tugas yang diberikan hanyalah untuk mengikuti korban. dalam suatu suasana kejiwaan yang memungkinkan untuk berpikir. Selain itu.000. oleh karena sedari awal tidak ada kehendak dari Terdakwa nyawa orang lain hilang atau setidaknya tidak ada pengetahuan Terdakwa tentang hilangnya nyawa orang lain. Tidak ada sebersit-pun dalam pikiran Terdakwa untuk membunuh Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Bahwa pertemuan-pertemuan yang terjadi antara Terdakwa dan Sigit Haryo Wibisono beserta dengan Antasari Azhar tidak dalam rangka merencanakan atau mempertimbangkan secara tenang tentang perbuatan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Bahwa. Terdakwa hanya menyatakan kepada Sigit Haryo Wibisono tentang kebutuhan dana operasional dan tidak pernah disebutkan jumlah dana operasional tersebut. untuk itu mohon Kiranya Majelis Hakim Yang Mulia agar berhati-hati. Lebih lanjut. Berdasarkan fakta tersebut. Bahwa. maka dapat ditarik sebuah tesis yang berkesimpulan: tidaklah mungkin pada pertemuan yang berlangsung tidak lebih dari 15 menit antara Terdakwa bersama dengan Sigit Haryo Wibisono dan Antasari Azhar merencanakan suatu skenario besar tentang tindak pidana pembunuhan.500. Bahwa.-(lima ratus juta) tidak diketahui oleh Terdakwa. anjuran Terdakwa terhadap saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo adalah untuk mengikuti korban. Tentang uang operasional yang berjumlah Rp. oleh karena secara umum dapat dilihat perbedaan yang sangat tajam antara tugas pembuntutan dibandingkan dengan tugas pembunuhan. . secara nyata Terdakwa tidak memiliki pertimbangan dan pemikiran yang tenang dengan maksud untuk menghilangkan nyawa orang lain. Pelaku tindak pidana harus dapat memperhitungkan makna dan akibat-akibat perbuatannya. Yurisprudensi tetap Mahkamah Agung tanggal 27 Juni 1983 No. bahwa unsur "dengan sengaja" dan “dengan rencana terlebih dahulu” telah terpenuhi menurut hukum. mengenai unsur dengan rencana terlebih dahulu (voorbedachteraad/premeditate) dapat di telaah dari Yurisprudensi Putusan Hooge Raad tanggal 22 Maret 1909 yang menyatakan bahwa: Untuk dapat diterimanya suatu “rencana terlebih dahulu”. Kemudian. kami tidak sependapat dengan Penuntut Umum.2.

berdasarkan seluruh fakta-fakta hukum yang telah diuraikan secara jelas. keterangan Terdakwa serta fakta-fakta yang terungkap dipersidangan serta dihubungkan dengan KUHAP. lengkap dan terperinci sebagaimana tersebut diatas. Mengenai unsur : “Menghilangkan jiwa orang lain” Bahwa dengan tidak terbuktinya kwalifikasi delik yang melekat pada unsur “BARANG SIAPA” berikutpula. saksi-saksi di atas telah mengajukan upaya hukum banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Tangerang. maka demi hukum. PENUTUP KESIMPULAN Majelis Hakim Yang kami hormati Jaksa Penuntut Umum Yang Terhormat Sidang Pengadilan yang mulia. maka Kami Penasihat Hukum Terdakwa memperoleh kesimpulan sebagai berikut: · Bahwa. VII. perkara ini merupakan perkara yang direkayasa. Penuntut Umum selayaknya mengetahui Putusan Pengadilan Negeri Tangerang tersebut tidak serta merta menjadikan Terdakwa turut bersalah untuk perbuatan yang tidak dilakukannya. Ad. mengada-ada dan dipaksakan untuk diajukan dalam persidangan. Daniel Daen Sabon alias Daniel. Pada kenyataannya. Bahwa. karenanya putusan-putusan dimaksud belum memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewisjde) dan tidak dapat dijadikan sebagai rujukan dalam perkara ini. dihubungkan dengan surat dakwaan serta tuntutan Penuntut Umum terhadap Terdakwa. Bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi. Heri Santosa bin Rasja alias Bagol. pada unsur “DENGAN SENGAJA DAN DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU”. Wiliardi Wizar di depan persidangan ini. maka demi hukum. pada unsur “DENGAN SENGAJA DAN DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU”. baik dalam dakwaan maupun dalam requisitoir Penuntut Umum. dengan mendudukan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. semata-mata hanyalah untuk mempertebal surat Tuntutannya (requisitor) dalam persidangan ini. dalam berkas Tuntutan. berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. bukti-bukti. unsur “MENGHILANGKAN JIWA ORANG LAIN” yang diarahkan pada diri Terdakwa turut pula tidak terbukti secara sah dan meyakinkan baik dalam dakwaan maupun dalam requisitor Penuntut Umum. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. Selain itu. saksi ahli. Dan sejalan dengan azas hukum pidana “geen straf zonder schuld” sebagai salah satu pilar dalam hukum pidana di Indonesia maka Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia membebaskan Terdakwa dari segala tuntutan Penuntut Umum.Dengan demikian. Bahwa dengan tidak terbuktinya kualifikasi delik yang melekat pada unsur “BARANG SIAPA” berikut pula. Penuntut Umum melampirkan Putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang menjatuhkan pidana terhadap saksi-saksi: Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. 3. bahwa ternyata unsur “Dengan Sengaja dan Direncanakan Terlebih Dahulu” yang diarahkan pada Terdakwa telah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Fransiskus Tadon Kerans alias Amsi. Bahwa. . merupakan suatu grand design yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memenuhi kepentingan segelintir orang dan bukan untuk penegakan hukum. unsur “MENGHILANGKAN JIWA ORANG LAIN” yang diarahkan pada diri Terdakwa turut pula tidak terbukti secara sah dan meyakinkan baik dalam dakwaan maupun dalam requisitor Penuntut Umum.

supaya berwawancara dahulu dengan hati nuraninya”. Memerintahkan sdr. perkenankanlah kami mengutip definisi keadilan tertua yang dirumuskan oleh para ahli hukum zaman romawi. Mengembalikan dan menempatkan kembali nama baik dan/atau kedudukan Terdakwa Kombes (Pol) Wiliardi Wizar pada kedudukannya semula. Wiliardi Wizar kami baca dan sampaikan kepada Majelis Hakim Yang Mulia dalam persidangan . Penuntut Umum dan Persidangan Yang Kami hormati. mudah-mudahan ketukan palu tersebut memberikan pertanggung jawaban yang benar demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. tidak ada satu saksi-pun maupun alat bukti lain yang secara nyata dapat membuktikan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. karena hanya majelis hakimlah yang dapat menentukannya dengan bunyi ketukan palu. Wiliardi Wizar dari segala dakwaan (vrijspraak) atau setidak-tidaknya melepaskan Terdakwa Kombes (Pol) Wiliardi Wizar dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechtstvervolging). Kami yakin dan percaya bahwa Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan yang adil dan benar berdasarkan fakta hukum dan keyakinannya. Membebankan biaya perkara ini pada negara. Wiliardi Wizar adalah Batal Demi Hukum (nietig). Wiliardi Wizar memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk memutuskan sebagai berikut : 1.berbunyi demikian: “Justitia est constans et perpetua voluntas jus suum cuique tribuendi” yaitu: “Keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya” Selanjutnya Prof. PERMOHONAN Berdasarkan hal-hal tersebut. 5. Akhirnya. Membebaskan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wirjono Prodjodikoro.Drs. Wiliardi Wizar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menganjurkan dan atau menyuruh melakukan Pembunuhan Berencana terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. 3. Menyatakan seluruh dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap Terdakwa Kombes (Pol) Drs.Mr. Demikianlah Nota Pembelaan atas nama Terdakwa Kombes (Pol) Drs. seorang ahli hukum berpesan sebagai berikut: “sebelum memutus perkara. 2. kami serahkan nasib Terdakwa Kombes (Pol) Drs. bukanlah didasarkan pada ”kesimpulan” ataupun ”imajinasi” segelintir orang demi tercapainya target tertentu. 4. Wiliardi Wizar kepada Majelis Hakim Yang Mulia. 7. Di akhir dari Nota Pembelaan ini. Wiliardi Wizar tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan Tindak Pidana sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 Jo Pasal 340 KUHP.Jaksa Penuntut Umum dengan tanpa syarat untuk mengeluarkan Terdakwa Kombes Pol. Menyatakan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar. Hukum Acara Pidana mencari kebenaran materiil atau kebenaran sejati. · Bahwa. maka kami Penasihat Hukum dari Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar dari dalam tahanan. 6. Menerima dan mengabulkan Nota Pembelaan /Pleidooi Terdakwa Kombes (Pol) Drs.· Bahwa. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. Majelis hakim Yang Mulia.

Terima kasih. S.H.. S. 6. Fotocopy Tanda Penghargaan Satyalancana Dwidya Sistha. SANTRAWAN T. S.H FARIDA SULISTYANI. CN..H MUHAMMAD MUKHLAS.. S. Fotocopy Tanda Kehormatan Satyalancana Jana Utama.H.M.H APOLOS DJARABONGA. PAPARANG. perihal permintaan untuk memenuhi dan menghormati hak asasi manusia tersangka a/n Kombes (Pol) Wiliardi Wizar dan pemberitahuan mengunjungi tersangka. Fotocopy Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya. Fotocopy Surat dari Komnas HAM Indonesia yang ditujukan kepada Kepala Keplosian RI No.M. SH. Kamis 28 Januari 2010.S. S.H.272/K/PMT/VII/2009. 5. 2. 3. M. Fotocopy Tanda Kehormatan Satyalancana Kesetiaan 24 tahun. Jakarta. MBA. 4. Lampiran : 1. Fotocopy Tanda Kehormatan Saytalancana Dharma Nusa. HOR AGUSMEN GIRSANG. LL. Terdakwa Kombes (Pol) Drs. .H ERMAN UMAR. SH. MH.2.H CHRISTINE. Wiliardi Wizar JUNIMART GIRSANG. Tim Penasihat Hukum.terhormat ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful