MAKALAH FARMAKOLOGI ANTIHIPERTENSI

DISUSUN OLEH KELOMPOK 1 EKSTENSI : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. ANDRIANI PROBO SUMILIR ARDIYAN BAYU NUGRAHENI BAITI RATIH SETYANINGSIH DESTA GALIH MARTINA DESTI PUSPITA DHINA DIANI ENMA MAULIDA DIAN INTAN PERMATA SARI DWI AGUSTINA P 272 240 090 41 P 272 240 090 42 P 272 240 090 44 P 272 240 090 45 P 272 240 090 46 P 272 240 090 47 P 272 240 090 48 P 272 240 090 49 P 272 240 090 50

KEMENTRIAN KESEHATAN REPBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA JURUSAN KEBIDANAN 2010

karena tidak jelas apakah penurunan tekanan darah akan menguntungkan fetus. Preeklamsia bisa berkembang cepat menjadi fese konvulsif yang disebut eklamsia. serta kadang-kadang gangguan koagulasi dan gangguan fungsi hati. . preeklamsi-eklamsia. gagal jantung dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.ANTIHIPERTENSI A. ditandai perfusi buruk pada banyak organ. hipertensi kronik dengan eklamsia. Tujuan terapi : mengurangi komplikasi akibat hipertensi tanpa merugikan fetusnya. Bila kelahiran akan terjadi. Hipertensi pada kehamilan Terdiri dari : hipertensi esensial kronik. tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih. Tekanan darah meningkat disertai proteinuria dan edema. Pemberian antihipertensi berorientasi pada keselamatan ibu. Diuretik harus dihindari karena akan memperburuk perfusi organ. PENGERTIAN Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko untuk stroke. diberi antihipertensi parenteral dengan hidralazin intravena. Klasifikasi Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa menurut JNC VII [1] Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik Normal < 120 mmHg (dan) < 80 mmHg Pre-hipertensi 120-139 mmHg (atau) 80-89 mmHg Stadium 1 140-159 mmHg (atau) 90-99 mmHg Stadium 2 >= 160 mmHg (atau) >= 100 mmHg • Pada hipertensi sistolik terisolasi. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut. tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Preeklamsia adalah kondisi khas kehamilan yang terjadi setelah 20 minggu. Hipertensi esensial kronik yaitu hipertensi yang telah ada sebelum hamil atau telah terdiagnosis sebelum kehamilan ke-20. serangan jantung.

penyebabnya adalah penyakit ginjal. dimulai dari modifikasi pola hidup ( menurunkan kegemukan. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi. tidak minum alkohol dan merokok ). mata. pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab. Ca dan Mg yang cukup. Pada sekitar 1-2%. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. gelisah. muntah. 2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain. jantung dan ginjal. Gejala Hipertensi Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder: .Pada prinsipnya. latihan fisik/aerobik secara teratur. yang memerlukan penanganan segera. bisa timbul gejala : sakit kepala. mual. mengurangi makan garam. Penyebab Hipertensi 1. sesak nafas. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi). pengobatan hipertensi dilakukan secara bertahap. beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah. K. kelelahan. baru kalau respon kurang dilakukan terapi farmakologik ( dengan obat ). makan vit. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif. penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis). Obat-obatan Hormonal : Hiperaldosteronisme. Dalam seminggu dapat nampak penurunan tekanan darah tinggi  Angina pektoris Angina pektoris atau disebut juga Angin Duduk adalah penyakit jantung iskemik didefinisikan sebagai berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke dalam miokardium. Pielonefritis. Penyebab Lainnya : Koartasio aorta.1. Sindroma Cushing. Terapi penyinaran yang mengenai ginjal 2. daun misai kucing. Obat tradisional yang dapat digunakan sebagai anti hipertensi. Kortikosteroid. daun cincau hijau. misalnya : murbei. Kayu manis (dalam jumlah sangat besar) 4. Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan). Kokain. . Rosela . Gangguan tersebut bisa karena suplai oksigen yang turun (adanya aterosklerosis koroner atau spasme arteria koroner) atau kebutuhan oksigen yang meningkat. Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal). Sebagai manifestasi keadaan tersebut akan timbul Angina pektoris yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi infark miokard. Porfiria intermiten akut. bawang putih (tidak boleh lebih dari 3-5 siung sehari). seladri (tidak boleh lebih 1-10 gr per hari. Penyalahgunaan alcohol. Siklosporin. Tumor-tumor ginjal. Penyakit Ginjal Stenosis arteri renalis. Keracunan timbal akut. Kelainan 3. minuman serai. Preeklamsi pada kehamilan. Glomerulonefritis. dan Angina tidak stabil. Angina pektoris dibagi menjadi 3 jenis yaitu Angina klasik (stabil). Angina varian. Feokro:mositoma : Pil KB. Eritropoietin. teh serai yang kering atau serai basah(fresh) diminum 3 kali sehari.

Obat antiangina terdiri dari berbagai macam golongan. • . tumor. dapat terjadi saat istirahat dan bisa terjadi saat melakukan kegiatan fisik. Sedangkan Angina varian biasa terjadi saat istirahat dan biasa terjadi di pagi hari. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis. Pilihan terapi pengobatan antiangina meliputi golongan nitrat. menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine. misalnya lupus eritematosus sistemik Menderita penyakit kanker (cancer) Kelainan ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya : • • • • • • Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension) Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus) Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu. dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease) Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. dan Ca channel antagonis  Penyakit Gagal Ginjal Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh. Penyebab Gagal Ginjal Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal.Angina klasik biasanya terjadi saat pasien melakukan aktivitas fisik. penyempitan/striktur) Kelainan autoimun. beta bloker. Angina tidak stabil tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya.

Prekursor angiotensin adalah angiotensinogen yang disekresi oleh hati. angiotonin) adalah sebuah dipsogen dan hormon oligopeptida di dalam serum darah yang menyebabkan pembuluh darah mengkerut hingga menyebabkan kenaikan tekanan darah. angiotensinogenase) adalah enzim yang disekresi oleh ginjal yang berperan dalam lintasan metabolisme sistem RAA (ReninAngiotensin-Aldosteron) yang mengendalikan tekanan darah dan kadar air dalam tubuh dengan mengatur volume ekstraselular dari plasma darah. dan merupakan bagian dari sistem RAA (renin-angiotensin-aldosteron). Angiotensin merupakan stimulan bagi sekresi aldosteron dari adrenal korteks.  Renin Renin (bahasa Inggris: renin. cairan limfatik dan vasokonstriksi arteri. Angiotensin Angiotensin (bahasa Inggris: angiotensin. cairan tubuh. Anti Angina • Antiangina adalah obat untuk angina pectoris (ketidak seimbangan antara permintaan (demand) dan penyediaan (supply) oksigen pada salah satu bagian jantung • • • Penyebab angina: Kebutuhan O2 meningkat → exercise berlebihan Penyediaan O2 menurun → sumbatan vaskuler Cara kerja Antiangina: • Menurunkan kebutuhan jantung akan oksigen dengan jalan menurunkan kerjanya. hypertensin. Nitrat organik . (penyekat reseptor beta) Melebarkan pembuluh darah koroner → memperlancar aliran darah (vasodilator) Kombinasi keduanya • • Obat Antiangina: 1.

hipotensi. Beta bloker 3. cerna.2. Calsium antagonis Farmakodinamik • • Dilatasi pembuluh darah → dapat menyebabkan hipotensi → sinkop Relaksasi otot polos → nitrat organik membentuk NO → menstimulasi guanilat siklase → kadar siklik-GMP meningkat → relaksasi otot polos (vasodilatasi) • Menghilangkan nyeri dada → bukan disebabkan vasodilatasi. curah jantung menurun dan frekuensi jantung meningkat (takikardi) • • Efek hipotensi terutama pada posisi berdiri → karena semakin banyak darah yang menggumpul di vena → curah darah jantung menurun. tetapi karena menurunya kerja jantung Pada dosis tinggi dan pemberian cepat → venodilatasi dan dilatasi arteriole perifer → tekanan sistol dan diastol menurun . tetapi efeknya sekilas → tidak digunakan di klinik • • Farmakokinetik • • • Metabolisme nitrat organik terjadi di hati Kadar puncak 4 menit setelah pemberian sublingual Ekskresi sebagian besar lewat ginjal Efek Samping obat : sakit kepala. meningkatnya daerah ischaemia Indikasi : . Menurunya kerja jantung akibat efek dilatasi pembuluh darah sistemik → penurunan aliran darah balik ke jantung Nitrovasodilator menimbulkan relaksasi pada hampir semua otot polos: bronkus. saluran empedu.

peningkatan tekanan intr okuler. Infark jantung OBAT ANTI HIPERTENSI 1.jika diberikan oral dan IM memiliki lama kerja yang panjang . 2. A-B Vask 5 mg.10mg KOMPOSISI A-B Vask®5 : Tiap tablet mengandung Amlodipine besylate 6.tukak peptic dan retardasi pertumbuhan.1. penumpukan lemak yang abnormal di wajah dan tubuh. KORTIKOSTEROID (Deksametason) Farmakokinetik . Gagal jantung kongestif 3.934 mg setara dengan amiodipine 5 mg. A-B Vask® 10 : Tiap tablet mengandung Amlodipine besylate 13.dapat menyebabkan peningkatan gula darah. .waktu paruh 2-5 jam .dimetabolisme di hepar dan sebagian kecil diekskresi melalui urin Farmakodinamik .868 mg setara dengan amlodipine 10 mg CARA KERJA OBAT . hipertensi. intra nasal. salap dan tetes mata.diabsobsi dengan baik di GI Trac dan otot . Angina pectoris 2.kerja utmanya menekan peradangan akut .IV.IM.dapat diberikan oral.

inhibitor adrenoreceptor.Pemberian dosis sekali sehari meningkatkan waktu exercise dan menurunkan frekuensi serangan angina dan konsumsi tablet nitrogliserin.50 jam dan konsisten pada pemberian dosis sekali sehari Kadar mantap dalam plasma tercapai 7 . di ekskresi di urin 10% dalam bentuk tidak berubah dan 60% sebagai metabolit Pada penderita hipertensi. pemberian dosis sehari sekali memberikan penurunan tekanan darah yang signifikan secara klinis baik pada posisi terlentang maupun berdiri setelah interval waktu 24 jam. Amlodipine diindikasikan untuk pengobatan iskemia miokardial yang disebabkan obstruksi fixed (angina stabil) dan atau vasospasme/vasokonstriksi . Farmakokinetika : Setelah pemberian dosis terapeutik secara oral. atau inhibitor anglotensin-converting enzym.8 hari setelah pemberian secara terus menerus sehari sekali Sebanyak 97. dapat lebih menguntungkan bila pemberian amlodipine dikombinasi dengan diuretik tiazid. yaitu menghambat influks ion-ion kalsium transmembran ke dalam jantung dan otot polos Mekanisme kerja antihipertensi amiodipine dikarenakan adanya efek relaksasi secara langsung pada otot polos vaskular. sedangkan mekanisme yang tepat untuk menghilangkan angina belum sepenuhnya diketahui.12 jam Volume distribusi amlodipine kira-kira 21 liter/kg Waktu paruh eliminasi plasma terminal adalah sekitar 35 . Amlodipine tidak mempengaruhi efek metabolisme atau perubahan-perubahan lipid (lemak) dalam plasma.5% amlodipine dalam sirkulasi terikat dengan protein plasma Amlodipine sebagian besar dimetabolisme di hati menjadi metabolit inaktif. INDIKASI Amlodipine diindikasikan untuk pengobatan hipertensi dan digunakan dalam bentuk tunggal untuk mengontrol tekanan darah pada sebagian besar penderita Penderita-penderita yang tidak cukup terkontrol bila hanya menggunakan obat antihipertensi tunggal. amiodipine diabsorpsi dengan baik dan kadar puncak dalam plasma tercapai setelah 6 . Karena mula kerja yang lambat maka tidak terjadi hipotensi akut setelah pemberian amlodipine pada penderita angina .Farmakologi : Amlodipine adalah inhibitor influks kalsium (slow channel blocker atau antagonis ion kalsium).

hiperplasia gingiva. dispepsia dan yang jarang ditemukan eritema multiforme. nyeri abdomen. rash. Seperti pada calcium channel Mockers. mual. efek samping lain jarang dilaporkan dan tidak bisa dibedakan ventrikular dan fibrilasi atrium) dan nyeri dada. lelah. flushing. edema. * Penggunaan pada penderita gagal funqsi hepar . dan 10% diekskresikan dalam bentuk utuh melalui urin Perubahan-perubahan kadar amiodipine dalam plasma tidak ada korelasi dengan derajat kegagalan ginjal. somnolen. dan pusing-pusing Tidak ada kelainankelainan tes laboratorium yang signifikan secara klinis yang berkaitan dengan amiodipine Efek samping lain yang sedikit ditemukan pada pengalaman klinis adalah pruritus. kram otot. palpitasi. dispnea. PERINGATAN DAN PERHATIAN * Penggunaan pada penderita gagal qinjal dari gejala penyakit penyebabnya: infark miokard. astenia. Dosis normal amiodipine dapat digunakan pada penderita tersebut namun amlodipine tidak dapat didialisis.(Prinzmetal's atau angina varian) dari pembuluh darah koroner Amlodipine dapat digunakan sebagai gambaran klinik yang menunjukkan suatu kemungkinan komponen vasospastik / vasokonstriktif tetapi belum nampak adanya vasospasme / vasokonstriksi. aritmia (termasuk takikardi Amlodipine sebagian besar dimetabolisme menjadi metabolit inaktif. terutama pada penderita angina yang sukar disembuhkan dengan nitrat dan atau dengan p-blocker pada dosis adequat / dosis yang memadai KONTRA INDIKASI Amlodipine dikontraindikasikan pada penderita yang sensitif terhadap dihidropiridin. EFEK SAMPING Amlodipine ditoleransi dengan baik Pada penelitian klinik dengan kontrol plasebo yang mencakup penderita dengan hipertensi dan angina. Amlodipine dapat digunakan dalam bentuk tunggal (monoterapi) atau dikombinasi dengan obat-obat antiangina lain. efek samping yang umum terjadi adalah sakit kepala.

antibiotika. nitrogliserin sublingual. Klirens amlodipine akan menurun dengan peningkatan AUC dan eliminasi waktu paruh penderita lanjut usia. I Amiodipine tidak menunjukkan toksik pada penelitian reproduktif pada binatang yang diberi I dosis 50 kali (dosis maksimum yang direkomendasikan pada manusia). obat-obat I antiinflamasi non-steroid. * Penggunaan pada penderita lanjut usia. Berdasarkan hal tersebut di atas. OVERDOSIS Walaupun tidak ada penelitian yang menyebutkan tentang overdosis amlodipine. $-blocker.Waktu paruh amiodipine menjadi lebih panjang pada penderita gagal fungsi hepar. penggunaan pada ibu hamil dan menyusui hanya direkomendasikan bila tidak ada alternatif lain yang lebih aman dan bila penyakitnya itu sendiri membawa risiko yang besar pada ibu dan anak. fenitoin. inhibitor angiotensin-converting enzym. Dosis rekomendasi belum ada yang pasti. karena mudah ditoleransi dengan baik Oleh karena itu. warfarin. Keamanan penggunaan amlodipine pada ibu hamil dan menyusui belum dibuktikan / diteliti. Pada penelitian khusus I disebutkan bahwa pemberian amlodipine bersama-sama digoksin tidak mengubah kadar digoksin dalam serum dan klirens renal digoksin pada sukarelawan normal. * Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui. Pemberian bersama-sama dengan simetidin tidak mengubah farmakokinetika amiodipine. oleh karena itu perlu perhatian khusus pada penggunaannya. INTERAKSI OBAT Amlodipine aman diberikan bersama-sama dengan diuretik tiazid. tetapi dari data yang ada menunjukkan bahwa overdosis dapat menyebabkan vasodilatasi perifer yang berlebihan dengan tanda selanjutnya berupa . Waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi plasma puncak amiodipine sama. dan obat hipoglikemik oral. Data in-vitro I dari penelitian pada plasma manusia menyebutkan bahwa amiodipine tidak mempunyai efek pada ikatan protein dengan obat-obat yang diuji (digoksin. long-acting nitrat. efek yang timbul yaitu hanya memperpanjang parturisi dan kerja pada tikus percobaan. dosis normal dapat direkomendasikan pada penderita lanjut usia. baik pada orang tua maupun orang muda. atau indometasin).

dialisis tidak menguntungkan / tidak direkomendasikan. 3 blister @ 10 tablet No Reg. dapat ditingkatkan sampai dosis maksimum 10 mg tergantung respons penderita secara individual dan berat penyakit. penderita yang lemah (fragile). DKL0813313810B1 HARUS DENGAN RESEP DOKTER Simpan di tempat(15:25°C) dan kering PT. Bahan vasokonstriktor dapat membantu memulihkan tegangan vaskular dan tekanan darah. Dosis yang dianjurkan untuk chronic stable atau angina vasospastik adalah 5-10 mg. Pada beberapa kasus. LAPI LABORATORIES CIKANDE –INDONESIA FISIOLOGI * Untuk hipertensi : Dosis lazim adalah 5 mg amiodipine satu kali sehari. Reg.diberikan bila tidak ada kontraindikasi terhadap penggunaannya. amlodipine dapat ditingkatkan menjadi 7. 3 blister @ 10 tablet No. . Bayi. KEMASAN A-BVask ® 5 : Kotak.hipotensi sistemik yang lebih lama.peninggian anggota badan. dan dosis yang rendah untuk penderita lanjut usia dan penderita gagal fungsi hati. DKL0813313810A1 A-B Vask ® 10 : Kotak. penderita lanjut usia atau penderita dengan gagal fungsi hati dapat dimulai dengan dosis 2. Karena amlodipine sebagian besar terikat dengan protein.5 mg amiodipine satu kali sehari dan dosis ini dapat digunakan ketika amiodipine ditambah dengan terapi anti hipertensi lain Sebagian besar penderita hipertensi dengan dosis pemakaian 5 mg setiap hari tidak perlu peningkatan dosis Bagi mereka yang memerlukan dosis lebih tinggi. Hipotensi yang signifikan secara klinik karena overdosis amlodipine memerlukan dukungan kardiovaskuler aktif termasuk pemantauan jantung dan fungsi pernafasan.5 mg setiap hari dengan dosis maksimum 10 mg setiap hari. pencucian / kuras lambung dapat membantu menurunkan laju absorpsi amlodipine. dan perhatian terhadap volume cairan sirkulasi dan pengeluaran urin.

samping lain jarang dilaporkan dan tidak bisa dibedakan atrium) dan nyeri dada. hiperplasia gingiva. gagal jantung kongestif berat. lelah. astenia. rash. palpitasi. edema.Efek samping lain yang sedikit ditemukan pada pengalaman klinis adalah pruritus. 10 MG. dispepsia dan yang jarang Seperti pada calcium channel Mockers. 20 MG ACCUPRIL 5MG. dan angiotensin converting enzyme inhibitors.*Tidak diperlukan penyesuaian dosis bila digunakan bersamaan dengan diuretic tiazid. 20 MG GOLONGAN : K KANDUNGAN:Quinapril INDIKASI : Hipertensi. flushing. 10 MG. efek dari gejala penyakit fibrilasi ditemukan eritema multiforme. INTERAKSI OBAT : . dan pusing-pusing Tidak ada signifikan secara klinis yang berkaitan dengan amiodipine . penyebabnya: infark miokard. * Untuk anak-anak : EFEK SAMPING . dispnea. gagal jantung kongestif PERHATIAN : Gangguan fungsi ginjal.Dapat mengurangi penyerapan Tetrasiklin . mual. kram otot. ' aritmia (termasuk takikardi ventrikular dan 3. nyeri abdomen. efek samping yang umum somnolen.Amlodipine ditoleransi dengan baik Pada penelitian klinik dengan kontrol plasebo yang mencakup penderita dengan hipertensi dan angina. p-bloker. kelainan-kelainan tes laboratorium yang terjadi adalah sakit kepala. Sampai saat ini penggunaan amlodipine untuk anak-anak tidak pernah dilaporkan / belum pernah diberikan pada anak-anak. ACCUPRIL 5 MG.

dan parestesia (gangguan perasaan kulit seperti kesemutan). mual. letih. KEMASAN : Tablet 10 mg x 30 biji. Kalium tambahan.5 mg.5 MG.5 mg INDIKASI : Acepress Tablet diindikasikan untuk : 1. ACEPRESS 12.. Pada pasien dengan kerusakan fungsi ginjal. pusing. batuk. atau pengganti garam yang mengandung Kalium. infeksi saluran pernafasan bagian atas. pemeliharaan : 20-40 mg/hari.Monitor kadar Kalium dalam serum saat Quinapril digunakan dengan diuretika hemat Kalium. rinitis. EFEK SAMPING : Sakit kepala.pada pasien yang tidak menggunakan diuretika : dosis awal 10 mg sekali sehari. tiap tablet mengandung : Kaptopril 12. terutama . * Gagal jantung kongestif : dosis awal 5 mg.5 MG GOLONGAN : K KOMPOSISI : Acepress Tablet 12. . PENYAJIAN : Dikonsumsi pada perut kosong (1 atau 2 jam sebelum/sesudah makan) 4. muntah. pemeliharaan : 10-20 mg/hari. Hipertensi : Acepress Tablet dapat digunakan sebagai pengobatan awal pada pasien dengan fungsi ginjal normal. DOSIS : * Hipertensi : .pada pasien yang juga menggunakan diuretika : dosis awal 5 mg sekali sehari.25 MG ACEPRESS 12. dispepsia.

iritasi saluran cerna. Disfungsi ventrikular kiri sesudah IM : Untuk perbaikan penyelamatan IM pada pasien disfungsi ventrikular kiri yang secara klinis stabil menunjukkan penyemburan fraksi < 40 % dan untuk mengurangi bahaya pada gagal jantung dan perawatan selanjutnya gagal jantung kongestif pada pasien tersebut. atau dengan respon yang tidak memuaskan pada obat kombinasi. Diabetes nephropati : Acepress Tablet untuk pengobatan diabetes nephropati (proteinuria > 500 mg / hari) pada pasien dengan diabetes melitus tipe I .diabetes melitus dependent dan retinopati. . demam. batuk kering (tidak berdahak). Interaksi obat : efek hipotensi dipertinggi oleh diuretika. angioedema. agranulositopenia. hipotensi yang bersifat sementara. Jarang : kerusakan sel hati dan sakit kuning. EFEK SAMPING : Gangguan pengecapan. PERHATIAN : Gagal ginjal berat. Efek yang bermanfaat dari Acepress Tablet dalam gagal jantung tidak diperlukan pada saat pemakaian Digitalis. anemia. infeksi rongga mulut. gatal-gatal. trombositopenia. antihipertensi lainnya dan diperendah oleh Indometasin dan Salisilat. sebaliknya Acepress Tablet untuk pasien hipertensi yang mempunyai perkembangan efek samping yang tidak diharapkan dari obat lain.dengan penyakit pembuluh kolagen. limfadenopati. kemerahan pada kulit.5 mg 2 .3 kali sehari. 2. DOSIS : Acepress Tablet harus diminum dalam dosis tunggal dan harus diminum 1 jam sebelum makan Hipertensi : Dosis awal Acepress Tablet : 12. neutropenia. eosinofilia. takhikardia. penyakit autoimun. Acepress Tablet untuk pengobatan gagal jantung kongestif biasanya dalam kombinasi dengan diuretik dan Digitalis. 3.

2 minggu). Pada pasien dengan kerusakan ginjal yang parah. Setelah efek terapetik yang diinginkan tercapai.5 sampai 150 mg 2 atau 3 kali sehari. dimulai dengan dosis 6. KEMASAN : Acepress Tablet 12.25 atau 12. Pasien tersebut akan lebih lama untuk mencapai kadar Acepress Tablet pada keadaan tunak dan akan mencapai kadar lebih tinggi keadaan tunak untuk pemberian dosis harian daripada pasien dengan fungsi ginjal normal.5 mg : Dus berisi 10 strip @ 10 tablet . Acepress Tablet secara umum harus digunakan bersamaan dengan diuretik dan Digitalis. Sesudah dosis 50 mg 3 kali sehari tercapai. Jangan melebihi dosis maksimal Acepress Tablet 450 mg sehari.Dosis umum Acepress Tablet : 12. pasien tersebut dapat merespon pada frekuensi dosis yang lebih kecil atau kurang. dan naikkan sedikit demi sedikit.5 mg 3 kali sehari. Kebanyakan pasien yang diamati mendapat perbaikan secara klinis dengan dosis 50 atau 100 mg 3 kali sehari. Pada umumnya dosis awal untuk semua pasien adalah 25 mg 3 kali sehari. dosis harus secara perlahan diturunkan sedikit demi sedikit untuk diamati dosis minimal yang efektif. Gangguan fungsi ginjal : Karena Acepress Tablet secara utama diekskresikan melalui ginjal. dapat meminimalkan besar atau durasi dari efek hipotensi. Maka untuk pasien dengan kerusakan ginjal yang signifikan. Pada pasien dengan tekanan darah normal atau rendah yang telah diberikan diuretik dan kemungkinan menjadi hiponatremik dan / atau hipovolemik. Oleh karena itu. jika memungkinkan. untuk pasien tersebut. dosis awal harian Acepress Tablet harus diturunkan. untuk paling tidak 2 minggu diamati jika terdapat respon yang memuaskan. yang harus lebih pelan (interval 1 . kecepatan ekskresi menurun pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. kenaikan sedikit demi sedikit terhadap dosis umum harian dapat terjadi sampai beberapa hari kemudian. jika dibutuhkan kombinasi dengan diuretik maka lebih baik digunakan diuretik Furosemide daripada thiazide. tunda kenaikan berikutnya. Gagal jantung : Untuk pengobatan awal disarankan menggunakan diuretik dan kemungkinan penipisan garam atau volume yang parah.

kehamilan. ACETENSA ACETENSA GENERIK Losartan K. angina stabil dan atau angina Prinzmetal's atau varian. sakit kepala. infark miokardial. hipotensi. dapat ditingkatkan menjadi 100 mg 1 kali sehari. ACTAPIN 10 ACTAPIN GENERIK:Amlodipine besylate. kerusakan cerebrovaskular. blok atrio-ventrikular derajat ke-2. sakit perut. KONTRA INDIKASI:Hipertensi berat. INDIKASI:Hipertensi. angina pektoris.5. KEMASAN:Tablet 50 mg x 3 x 10 DOSIS:Dosis awal : 50 mg/hari. menyusui. INDIKASI:Hipertensi. gangguan fungsi hati. faringitis. PERHATIAN . PERHATIAN:Kehamilan. nyeri dada. bengkak. EFEK SAMPING Lelah. penurunan volume 6. bayi baru lahir. intravaskuler.

menyusui. edema perifer (ankles).5 mg sekali sehari. KEMASAN Tablet 10 mg x 3 x 10's. DAFTAR PUSTAKA .# # Kerusakan fungsi hati dan ginjal. usia lanjut. mual. mengantuk. flushing. nyeri perut. Gagal jantung. somnolen. sakit kepala. palpitasi. EFEK SAMPING Pusing. dapat ditingkatkan sampai 10 mg sehari. otot letih. Lanjut usia & pasien dengan insufisiensi hati Awal 2. wajah kemerahan. DOSIS Awal 5 mg sehari.

Pedoman Obat Untuk Perawat.html . EGC http://dr-suparyanto. 1995. Jakarta. Vallerand.com/2010/04/obat-kardiovaskuler. EGC Ganiswarna.Deglin.blogspot. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. Hayes. Farmakologi dan Terapi. Jakarta. 1996. FKUI Kee. 2005. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful