You are on page 1of 5

RINGKASAN MATERI

KERANGAK KERJA KONSEPTUAL YANG MENDASARI
AKUNTANSI KEUANGAN

DISUSUN OLEH :

INDRA SETIAWAN
A1C 015 055

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MATARAM
T.A. 2016/2017

2.SFAC No.2.1. 6. 7.tentang sumber daya ekonomi.SFAC No. serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah. CHAPTER II. 3 dan memperluas lingkuf SFAC No. yang menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi.SFAC No. 2. . KERANGKA KERJA KONSEPTUAL YANG MENDASARI AKUNTANSI KEUANGAN 2.Konsep kerja konseptual 2.Penetapan standar harus berlandaskan dan berhubungan dengan serangkaian konsep serta tujuan fundamental. kreditor yang ada dan potensial. . klaim terhadap sumber daya tersebut. yang menetapkan kreteria pangakuan dan pengukuran fundamental serta pedoman tentang informasi apa yang biasanya harus dimasukan dalam laporan keuangan dan kapan waktunya. 3 dengan memasukan organisasi- organisasi nirlaba. dan perubahan didalamnya.1.Tingkat pertama : Tujuan Dasar Tujuan laporan keuangan (objectives of financial reporting) adalah untuk menyediakan informasi : .1. “Qualitative Characterictics of Accounting Information”.SFAC No. yang memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan . . 2. yang menggantikan SFAC No. . yang menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat. 1. .SFAC No.yang berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang aktivitas bisnis dan ekonomiuntuk membuat keputusan investasi secara kredit. “Recognition and Measurement in Financial Statement of Business Enterprises”. 5. “Elements of Financial Statement”. Kebutuhan akan kerangka kerja . . “Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises”. “Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurements”. yang memberikan kerangka kerja bagi pemakai arus kas masa depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present Value) sebagai dasar pengukuran. . dan kepastian arus kas masa depan . “Eiements of Financial Statement of Business Enterprises”. 3.Masalah-masalah praktis yang baru akan dapat dipecahkan secara cepat jika mengacu pada kerangka teori dasar yang telah ada. . Perkembangan kerangka kerja konseptual .SFAC No. 2. waktu.1.untuk membantu investor yang ada dan potensial.

. Agar informasi menjadi bermanfaat.3.Unsur-unsur Dasar  Aktiva.  Investasi Oleh Pemilik. Konsistensi. . Informasi yang relevan akan membantu pemakai membuat prdiksi tentang hasil akhir dari kejadian masa lalu. Jenis keputusan yang dibuat oleh pengambil keputusan sangat bervariasi. agar relevan.3.Kualitas Primer : Relevansi dan Realibilitas Relevansi dan Reabilitas merupakan dua kualitas primer yang membuat informasi akuntansi berguna untuk pengambilan keputusan. adalah kualitas informasi yang memungkinkan pemakai merasakan signifikasi dari informasi tersebut.1. Relevansi. masa kini dan masa depan yaitu memiliki nilai prediktif. dan kemampuan mereka untuk memproses informasi. harus ada hubungan (Kajian) antara para pemakai ini dengan keputusan yang mereka buat kaitan ini yaitu kemampuan memahami (Understandability). yang timbul dari kewajiban berjalan sebuah entitas tertentu-kewajiban yang ditimbulkan oleh transaksi atau kejadian masa lalu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas-entitas lain di masa depan. Pengorbanan ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan. yang diperoleh atau dikendalikan oleh sebuah entitas sebagai hasil dan transaksi-transaksi atau kejadian-kejadian masa lalu. maka informasi tersebut dikatakan tidak relevan terhadap keputusan yang diambil.Kualitas Sekunder : Komparabilitas dan Konsistensi Komparabilitas. Kenaikan aktiva bersih sebuah perusahaan yang ditimbulkan oleh transfer sesuatu yang bernilai dari entitas lain kepada . Juka tidak mempengaruhi keputusan. 2.  Ekuitas. informasi dari berbagai perusahan dipandang memiliki komparabilitas jika telah diukur dan dilaporkan dengan cara yang sama.Pengambilan Keputusan (Pemakai) dan Kemampuan Memahami. informasi yang telah mereka miliki atau dapatkan dari sumber-sumber lain.2. Manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa depan.3. Kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas. setelah dikurangi dengan kewajiban . begiru juga dengan metode pengambilan keputusan yang mereka gunakan.2. informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Apabila sebuan entitas mengaplikasikan perlakuan akuntansi yang sama untuk kejadian-kejadian yang serupa dari period eke periode. Komparabilitas memungkinkan pemakai mengidentifikasikan persamaan dan perbedaan riil dalam peristiwa ekonomi antarperusahaan.Tingkat kedua : Konsep Fundamental 2. maka entitas tersebut dianggap konsisten dalam menggunakan standar akuntansi. Informasi yang relevan juga membantu pemakai menjustifikasi atau mengoreksi ekspektasi atau harapan masa lalu yaitu memiliki nilai umpan balik.  Kewajiban. Karakteristik kualitatif dari Informasi Akuntansi .

atau aktivitas-aktivitas lain yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan.  Pendapatan. atau aktivitas-aktivitas lain yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan. mengandung arti bahwa aktivitas ekonomi dapat diidentifikasikan dengan unit pertanggung jawaban tertentu. penyediaan barang. Dengan kata lain.4. Dan walaupun akuntan mengasumsikan bahwa perusahaan akan hidup cukup lama untuk memenuhi tujuan dan komitmennya. Perubahan ekuitas (aktiva bersih) sebuah entitas selama suatu periode yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian lain yang bukan bersumber dari pemilik. penyediaan jasa. perusahaan tersebut untuk mendapatkan atau menaikan kepentingan kepemilikan (ekuitas) didalamnya. Penurunan ekuitas (aktiva bersih) sebuah perusahaan yang ditimbulkan oleh transaksi peripheral atau insidentil dan dari semua transaksi serta kejadian lainnya dan situasi yang mempengaruhi perusahaan selama suatu periode kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. atau penciptaan kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik. mengandung arti bahwa uang adalah denominator umum dari aktivitas ekonomi dan merupakan dasar yang tepat bagi pengukuran dan analisis akuntansi.Asumsi-asumsi Dasar  Asumsi Entitas Ekonomi.  Kerugian. 2. yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang panjang.  Distribusi Kepada Pemilik. penyediaan barang. .1.4.  Asumsi Unit Moneter.  Beban. aktivitas entitas bisnis dapat dipisahkan dan dibedakan dengan aktivitas pemiliknya dan dengan setiap unit bisnis lainnya. Kenaikan ekuitas (aktiva bersih) sebuah perusahaan yang ditimbulkan oleh transaksi peripheral atau insidentil dan dari semua transaksi serta kejadian lainnya dan situasi yang mempengaruhi perusahaan selama suatu periode kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.  Asumsi Kelangsungan Hidup.  Keuntungan. Pengalaman mengindikasikan bahw.  Laba Komprehensif. Arus masuk atau peningkatan lainnya atas aktiva sebuah entitas atau pelunasan kewajiban selama suatu periode dari pengiriman atau produksi barang. perusahaan dapat memiliki kelangsungan hidup yang panjang. Arus keluar atau penggunaan lainnya atas aktiva sebuah entitas atau terjadinya kewajiban selama suatu periode dari pengiriman atau produksi barang.Tingkat Ketiga : Pengakuan dan Pengukuran 2. Asumsi ini menyiratkan bahwa unit moneter adalah cara yang paling efektif untuk menunjukan kepada pihak-pihakyang berkepentingan terhadap perubahan modal serta pertukaran barang dan jasa. Penurunan aktiva bersih sebuah perusahaan yang diakibatkan oleh pemindahan aktiva. meskipun banyak mengalami kegagalan bisnis.

 Prinsip Pendekatan Pendapatan. 2. yang kadang-kadang memerlukan penyimpangan dari teori dasar.  Prisip Pengungkapan Penuh. 2. aktiva serta kewajiban lainnya atau laba bersih perusahaan. kuartalan dan tahunan.4.3.4. 2.Praktek Industri.5. maka pilihlah solusi yang sangat kecil kemungkinannya akan menghasilkan penetapan yang terlalu tinggi bagi aktiva dan laba.Kendala-kendala 2. .Hubungan Biaya-Manfaat. pendapatan diakui ketika : telah direalisasikan atau dapat di realisasikan dan telah dihasilkan. Periode waktu ini bervariasi.5. 2. standar yang rasional dan dapat diterima harus dipakai jika jumlah yang terlibat adalah signifikan bila dibandingkan dengan pendapatan dan beban lain.Prinsip-prinsip Dasar Akuntansi  Prinsip Biaya Historis. mengikuti praktek umum industry.5.  Prinsip Penandingan. berarti jika ragu. biaya penyediaan informasi harus ditimbang terhadap manfaat yang bisa diperoleh dari pemakaian informasi tersebut. atau periode waktu menyiratkan bahwa aktivitas ekonomi sebuah perusahaan dapat dipisahkan kedalam periode waktu artifisial. tetapi yang paling umum adalah bulanan.Konservatisme. beban diakui pada saat perkerjaan (jasa) atau produk memberikan kontribusi actual terhadap pendapatan.2. 2.5. keberadaan GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban dicatat dan dilaporkan berdasarkan harga beli atau akuisisi.5. perusahaan mengikuti praktek umum dengan menyediakan informasi yang memadai dan signifikan untuk mempengaruhi penilaian serta keputusan pemakai.1.2.Matrealitas.  Asumsi Periodisitas.