FISIOLOGI KEHAMILAN

(Ferry Gunawan 2008-061-173)
EFEK UMUM KEHAMILAN PADA IBU Total Cairan Tubuh Meningkat sampai rata- rata 8,5 Liter dan terdiri: - cairan fetus - cairan amnion - jaringan plasenta - jaringan maternal - edema - Hidrasi yang meningkat dari substansi dasar jaringan konektif  edema dan keluarnya cairan dari jaringan konektif  perubahan pada sendisendi terutama pada trimester III. - Edema generalisata  edema kornea, perubahan tekanan intra okular, edema gingival, peningkatan vaskular dari sinus- sinus kranial, edema trakeal. Kebutuhan Energi Kebutuhan energi meningkat secara bertahap mulai minggu ke- 10 sampai minggu 36 sebanyak 50-100 kkal/ hari. Pada 4 minggu terakhir kebutuhan meningkat menjadi 300 kkal/hari. Metabolisme Modifikasi metabolik dimulai segera setelah konsepsi dan paling nyata terlihat pada pertengahan ke-2 kehamilan saat pertumbuhan fetus. Uterus dan plasenta membutuhkan karbohidrat, lemak, dan asam amino. *Karbohidrat Glukosa dapat melalui plasenta secara permeabel, yang memberikan suplai bagi fetus20 minggu pertama Sensitivitas insulin meningkat pada pertengahan pertama kehamilan. •glukosa darah puasa rendah

•keadaan ini menimbulkan sintesa dan penyimpanan glikogen, penyimpanan lemak dan transport asam amino ke dalam sel- sel. Setelah 20 minggu Resistensi insulin bertambah dan kadar insulin plasma meningkat. •Suatu beban karbohidrat menghasilkan peningkatan insulin plasma 3- 4 kali lebih besar dari keadaan tidak hamil, tetapi kadar glukosa plasma juga tinggi. •Keadaan ini mengurangi penggunaan glukosa maternal dan mendorong terjadinya glikogenolisis, glukoneogenesis, dan penggunaan lemak maternal sebagai sumber energi. •Disamping kadar postprandial glukosa plasma yang tinggi dan berkepanjangan, kadar glukosa puasa pada kehamilan lanjut lebih rendah dari yang tidak hamil. *Asam amino •Konsentrasi asam amino plasma menurun selama kehamilan akibat hemodilusi. •Sintesa urea menurun. *Lipid •Semua kadar lemak meningkat dengan peningkatan terbesar pada komponen Trigliserida. •Lipid dapat melewati plasenta. •Hiperlipidemia pada kehamilan bukan aterogenik tetapi dapat menyamarkan adanya hiperlipidemia patologik. *Lemak ( Fat) •Pada permulaan kehamilan lemak akan disimpan. •Pada pertengahan kehamilan, lemak merupakan sumber energi maternal yang utama. •Pada postpartum kadar lipid kembali kenormal. •Mungkin memerlukan waktu 6 bulan. *Kolesterol

200 ml.obatan / Substansi lainnya . *Obat. Kelelahan pada exercise.CO meningkat sebanyak 40% pada minggu ke10 akibat peningkatan 10% pada stoke volume dan peningkatan frekuensi sebanyak 10. •Trigliserida.VC meningkat sampai 100. 5. Selama Persalinan Sistem Saraf Sentral Sinkop dapat terjadi karena banyak sebab: 1. 90% wanita hamil menunjukkan adanya bunyi jantung ke-3 atau gallop S3. . Shunting post prandial dari aliran darah ke lambung. Karenanya pusat pernapasan ibu harus diatur .jaringan dan peningkatan suplai untuk produksi steroid.Setelah pertengahan kehamilan.Pada akhir trimester pertama. •Kolesterol total meningkat pada postpartum pada semua ibu. 4. -euforia sebagai akibat dari kortikosteroid endogen.Venous pooling di ekstremitas inferior pusing / perasaan melayang terutama pada perubahan posisi. Gejala.Kadar fenitoin dalam plasma menurun selama kehamilan. . . . depresi. tetapi dapat dikurangi dengan pengelolaan diet setelah persalinan.15% /menit. kembali. LDL. 2. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara antara lain: . kedua komponen dari S1 bertambah keras dengan splitting yang lebih jelas. Sistem Vena .Murmur ejeksi sistolik di sepanjang batas kiri sternal terdapat pada 96% kehamilan (akibat peningkatan aliran darah yang melalui katup aorta dan pulmo). Sistem Respirasi pCO2 fetus harus lebih besar dari pCO2 ibu.Antibiotik dibersihkan lebih cepat oleh ginjal.CO meningkat sebanyak 30% pada setiap kontraksi dengan peningkatan stroke volume tetapi tidak terdapat peningkatan pada frekuensi denyut jantung.Posisi jantung pada anterolateral akibat peninggian diafragam perubahan EKG dan mengakibatkan perubahan yang menyerupai iskemi. dispnea.gejala emosional dan psikis merupakan akibat dari: -perubahan hormonal pada kehamilan. dan HDL meningkat selama kehamilan.TV meningkat sampai 200 ml. 3.Waktu paruh kafein menjadi dua kali lipat. . progesteron menurunkan ambang batas CO2 yang akan merangsang pusat napas dan meningkatkan sensitivitas pusat napas. Hal ini akan menyebabkan hiperventilasi pada kehamilan. VLDL.Selama kehamilan.Murmur diastolik tidak pernah normal dan memerlukan evaluasi kardiolog. Hipoglikemi. Dehidrasi. . Sistem Kardiovaskular Cardiac Output .Pembesaran menyeluruh dari jantung dan pembesaran ventrikel kiri. . . Pemeriksaan Fisik . -progesteron  kelelahan.•Terjadi peningkatan perubahan lipoprotein menjadi kolesterol yang mengakibatkan peningkatan suplai untuk jaringan. .

*Vesika Urinaria Tonus vesika urinaria menurun. •Pengosongan lebih lambat.Selama 3 bulan pertama kehamilan karena tekanan pada vesika urinaria oleh uterus yang membesar. •Tingkat sintetis albumin meningkat  total albumin meningkat hingga 19%. . •Konstipasi dapat terjadi akibat progesterone yang menyebabkan relaksasi otot polos intestinal dan melambatkan persitaltik *Kandung Empedu •Ukurannya membesar. *Ureter Ureter mengalami dilatasi yang progresif dan kinking > 90% pada wanita hamil di atas ≥ 6 minggu. .Selama minggu terakhir kehamilan akibat penurunan kepala janin ke rongga pelvis. . •Kolestasis mungkin disebabkan oleh efek hormonal karena dapat ditemukan juga pada penggunaan kontrasepsi oral dan terapi pengganti hormon.Fisiologis setelah trimester pertama. . -Dilatasi terjadi karena dari obstruksi oleh uterus dan efek dari hormon-hormon kehamilan. •Kecepatan aliran darah pada vena hepatis akan menurun.Sering terjadi selama kehamilan normal. dan puncaknya pada minggu ke 28. .Dilatasi vena merupakan akibat dari: . •Serum alkaline phospatase akan meningkat terutama akibat produksi dari plasenta. •Statis urin disebabkan karena penurunan peristatik ureter dan penekanan oleh uterus pada tepi pelvis sesuai dengan kemajuan kehamilan. •Konsentrasi plasma globulin dan fibrinogen meningkat.Dilatasi lebih besar pada sebelah kanan karena dextrorotasi dari uterus dan tidak sampai ke bawah rongga pelvis. . Sistem urogenital . *Hepar •Fungsi hepar meningkat.Relaksasi otot polos vaskuler. •Peningkatan frekuensi berkemih Sistem Gastrointestinal *Refluks Esofagitis (nyeri lambung / epigrastrium) •Pembesaran uterus mendorong lambung ke atas spingter esofagus dan menyebabkan peningkatan tekanan dalam lambung. •Stress Incontinence .Buang air kecil 4 kali setiap malam masih normal. tetapi kapasitas vesika urinaria meningkat secara progresif selama kehamilan. . •Bakteriuria asimtomatik terjadi pada 5 hingga 8% wanita hamil. •Mungkin juga terdapat refluks cairan empedu ke lambung karena inkompetensi pilorus. •Nocturia .Gerakan janin dan insomnia juga dapat menyebabkan nokturia.vena iliaka.Disertai penurunan aliran urin. .Karena relaksasi dari otot-otot vesika urinaria. •Progesterone menyebabkan relaksasi relatif dari spingter esofagus.Normalnya uretra memanjang selama hamil tetapi tidak pada stress incontinence.Tekanan dari uterus yang membesar pada vena cava inferior dan vena. .

Hal ini mengakibatkan terjadinya hemodilusi. *Perubahan Tubulus Ginjal •Tubulus kehilangan daya reabsorbsi asam amino. . . .30% pada wanita dengan pemberian suplement Fe •Retikulosit meningkat ≥ 2%. •Konsentrasi HbF meningkat 1 hingga 2% selama kehamilan.-Dilatasi ureter terjadi sampai kaliks  meningkatkan ukuran glomerulus dan meningkatkan cairan interstitial pembesaran ginjal (panjangnya meningkat hingga 1 cm dan berat naik hingga 20%). Pada minggu ke 16 mencapai 60% di atas normal dan tetap meningkat sepanjang sisa kehamilan.Laju filtrasi glomerulus (GFR) meningkat segera setelah konsepsi.18% pada wanita tanpa pemberian suplement Fe . -Pada 8 hingga 10% kehamilan normal. Aktivitas metabolik neutrofil dan fungsi fagositosis meningkat. *Hemoglobin *Fungsi renal . Hematologi *Volume Plasma . *Sel Darah Merah •Sel darah merah meningkat secara progresif selama kehamilan . • Peningkatan kehilangan protein sampai 300 mg/24 jam Retensi Na+ menyebabkan retensi air oleh ginjal. platelet turun di bawah 150 .Peningkatan volume plasma lebih sedikit pada pasien dengan aborsi berulang. • Limfosit Jumlahnya tidak berubah. *Laju Endap Darah •Meningkat pada awal kehamilan karena peningkatan fibrinogen dan perubahan fisiologis lainnya.000 tanpa efek negatif pada fetus. •Mengurangi viscositas darah dan meningkatkan aliran darah kapiler. Kandungan Na+ meningkat 500 hingga 900 mmol (karena peningkatan reabsorpsi oleh tubulus ginjal).Aliran plasma pada ginjal meningkat dari trimester pertama dan pada minggu ke 20 mencapai 30 hingga 50% diatas normal dan aliran tetap meningkat sampai minggu ke 30 kemudian menurun perlahan ke nilai semula. karena peningkatan sel darah merah dan plasma. . asam urat dan glukosa sehingga tidak dapat diserap dengan sempurna pada wanita hamil. . tetapi plasma lebih banyak. •Laju endap darah = 100 mm/jam biasa pada kehamilan. *Sel darah putih Neutrofil Nilai neutrofil meningkat pada trimester pertama dan terus naik sampai usia kehamilan 30 mg. tetapi fungsinya berkurang.Lebih meningkat pada kehamilan multipel daripada kehamilan tunggal. •Mean Corpusular Volume (MCV) meningkat.Manfaat dari peningkatan sirkulasi volume •Membantu kompensasi peningkatan aliran darah ke uterus dan ginjal. * Platelet -Aktifitas platelet meningkat pada trimester kedua dan trimester ketiga dan kembali normal pada 12 minggu postpartum.Volume plasma meningkat 50% selama kehamilan. .Lebih meningkat pada multigravida daripada primigravida. .Berhubungan dengan berat badan lahir.

Ukurannya meningkat selama kehamilan. . kadarnya 10 – 20 x lebih tinggi dari normal. . Follicel Stimulating Hormone •Memberi efek umpan balik pada pelepasan hormon goradotropin (GnRH).Sistem Endokrin Secara umum. Prolactin •Dalam plasma meningkat beberapa hari post konsepsi.Ukuran pulau-pulau langerhans meningkat selama kehamilan.Kadar hormon paratiroid meningkat pada kehamilan yang akan meningkatkan absorpsi kalsium pada ibu. Plasenta menghasilkan Human Chorionic Gonadotropin (hCG) dan Human Placental Lactogen (hPL) disamping hormon-hormon lainnya.Total tiroksin dan thyroxine binding globulin meningkat sehingga kadar tiroksin bebas tetap normal dan ibu tetap eutiroid. . Merangsang sekresi testosteron oleh testis fetus. *Kelenjar Pituitari Sensitivitas dan berat meningkat. *Kelenjar Paratiroid . •Waktu paruh kortisol plasma meningkat sementara clearence menurun. *Protein Plasma Konsentrasi protein serum ibu menurun. . •Pada yang aterm.hCG (luteotropic) : mengatur dan menstimulasi adrenal dan pembentukan steroid oleh plasenta. Memiliki aktivitas tirotropik.hPL disebut juga human Chorionic Somatomammotropin (hCS) : efeknya sebagai antiinsulin dan menyerupai hormon pertumbuhan menyebabkan gangguan pelepasan glukosa dan asam lemak bebas pada ibu. Keadaan ini mengakibatkan terbentuknya deposit pada tulang janin.Pada aterm.Kadar insulin serum meningkat selama pertengahan kedua kehamilan namun resistensi insulin juga meningkat. tapi kalsitonin lebih tinggi pada fetus. Penurunan ini mengurangi tekanan osmotik koloid plasma  edema pada kehamilan. . . .Jumlah sel beta meningkat selama kehamilan. . Luteinizing Hormon •Respon terhadap GnRH menurun dan akhirnya menghilang. untuk menghambat kehilangan kalsium yang melewati plasenta. •Menunjukkan penurunan respon yang progresif  tidak ada respon pada 3 minggu setelah ovulasi. terutama pada kehamilan 20 minggu akibat penurunan albumin serum. sistim endokrin dimodifikasi selama kehamilan akibat pembentukan plasenta. Insulin *Kelenjar Adrenal •Kortisol plasma dan kortikosteroid lain meningkat progresif sejak kehamilan 12 minggu hingga aterm dan mencapai 3 hingga 5 kali diatas normal. . kadar hormon paratiroid serum lebih tinggi pada ibu.Jumlah sel reseptor insulin meningkat selama kehamilan. *Kelenjar Tiroid Perubahan berikut diduga karena peningkatan estrogen selama kehamilan. *Pankreas .

Serviks uteri .Rambut rontok berkurang. plasenta. Sistem Integumen / kulit Perubahan fisiologis pada kulit dapat terjadi selama kehamilan. •Berat uterus pada aterm 1.Striae pada abdomen. dll. Lebih sering pada orang terkulit coklat atau hitam. * Uterus •Hipertrofi dan hiperplasi otot polos miometrium sebagai akibat dari: -Hormon steroid -Distensi uteri dan penipisan dinding uterus akibat dari pertumbuhan fetus. kontraksi dari ligamen akan menarik uterus ke depan supaya kekuatan dapat diarahkan sebanyak mungkin ke pelvis.Vagina menjadi lebih asam (pH = 4 hingga 5)  menyamarkan adanya pertumbuhan dari bakteri patogen dan jamur.Jumlah kolagen di dalam cervix berkurang hingga sepertiganya.Kadarnya meningkat ringan pada kehamilan. arteri uterus merupakan sumber darah yang terpenting.Eritema palmaris.. dada.Linea nigra : Garis hitam / perbedaan warna abdomen dari umblikus hingga pubis. plolaktin dan hormon kehamilan lainnya yang memiliki efek anti insulin. Glucagon . *Efek MSH (Melanosit Stimulating Hormon).Warna coklat akibat terbakar sinar matahari lebih lama menghilang daripada biasanya. -Pada persalinan. ADAPTASI NORMAL PADA KEHAMILAN * Vagina . . amnion.100 gr dengan peningkatan massa 20 x lipat (pada wanita tidak hamil berat uterus 70 gr). *Efek Estrogen : . -Arteri uterus berdilatasi hingga 1. Peningkatan MSH menyebabkan: .Kloasma pada wajah / melasma : hiperpigmentasi coklat terang/gelap pada daerah wajah yang terpapar. namun tidak setinggi kadar insulin. yang tinggal di daerah bermatahari dan yang mengkonsumsi kortikosteroid. .Spider nevi (tampak cabang-cabang karena dilatasi kapiks pada kulit) . sebagai akibat peningkatan kortikosteroid dalam sirkulasi.Kuku Jari tumbuh lebih cepat selama kehamilan.Resistensi insulin mungkin disebabkan oleh adanya hPL. Beberapa dipercaya akibat perubahan keadaan hormonal kehamilan.Hipertrofi epitel vagina dan jumlah sel glikogen meningkat pada vagina . cairan.5 kali. -Selama kehamilan. . .Berkurangnya kolagen dan meningkatnya air pada jaringan konektif. . . namun rambut dapat rontok akibat stress emosional pada ibu. Vaskularisasi uterus -Selama kehamilanl.Hiperpigmentasi Nipple dan areola. arteri ovarium memberikan 20 hingga 30% suplai darah pada 70% wanita. *Efek kortikosteroid : . Ligamentum Rotundum -Panjang komponen otot dan diameternya meningkat -Selama kehamilan ligamentum mungkin berkontraksi secara spontan atau sebagai respon dari gerakan uterus. dapat terlihat selama akhir gestasi. .

Akumulasi glycosaminoglycans dan peningkatan kandungan air dan pembuluh darah pada serviks uterus dan menyebabkan perlunakan dan sianosis = karakteristik serviks pada wanita hamil : .Proses ini disebut “cervical ripening” dan berlangsung secara bertahap sampai beberapa minggu terakhir kehamilan. isthmus memanjang dan dikenal sebagai segmen bawah rahim. . Isthmus Uteri . blastosit menempel pada endometrium dengan bantuan molekul adhesi yang terdapat pada permukaan endometrium. . *Pembuahan Pembuahan biasanya terjadi dalam 24 jam setelah ovulasi pada 1/3 tuba falopi yang melekat pada ovarium (ampula): . sel.Inti sperma dan isi sel yang lainnya masuk ke dalam sitoplasma telur. hiperplasia kelenjar endoserviks. . .Sperma penetrasi ke dalam zona pelucida dan memfusikan membran plasmanya dengan membran plasma ovum. isthmus membesar dan menipis akibat pengaruh hormonal pada kehamilan dan adanya distensi uterus. (lihat tabel ) * Implantasi .Mengakibatkan peningkatan compliance peregangan.Pada awal trimester pertama terdapat hiperaktif epitel skuamosa ektoserviks. .Dimulai pada 12 minggu kehamilan. .Ovum yang tidak dibuahi dikelilingi oleh zona pelucida .Bila terjadi meiosis II dan menghasilkan badan polar tambahan.Selama minggu ke-2 . . .Lapisan trofoblastik membentuk batas awal antara embrio dan endometrium.Blastomer melewati tuba falopi masuk ke rongga uterus.Trofoblast yang paling dekat dengan miometrium membentuk cakram plasenta. endometrium berproliferasi disekitar blastosit.sel dibagian luar massa sel berdiferensiasi menjadi trofoblast. *Post Implantasi KONSEPSI *Ovulasi Ovulasi diperlukan untuk terjadinya pembuahan yang normal: .Setelah perlengketan.Sekresi dari kanalis endoserviks akan membentuk mukous plug di serviks yang bersifat anti bakteri.pembuahan ovum akan segera menyelesaikan *Preimplantasi . trofloblast yang lain membentuk membran korionik. .150 jam setelah konsepsi.Telur yang sudah dibuahi tetap di ampula selama 80 jam setelah ruptur folikel dan melewati ismus tuba falopi selama 10 jam.Oosit ini telah menyelesaikan pembelahan meiosis yang pertama dan menghasilkan badan polar I.Lamanya persalinan spontan berbanding terbalik dengan konsentrasi kolagen serviks pada awal dilatasi.Pada hari ke 5 sampai 6 perkembangan . ..Selama persalinan. .Telur yang sudah dibuahi membagi menjadi bentuk blastomer yang multisel .Isthmus uteri merupakan daerah kecil diantara korpus uterus dan serviks uterus.Ovum harus keluar dari ovarium dan masuk ke tuba falopi . dan proliferasi epitel endoserviks. . *Plasentasi .Embrio berkembang menjadi blastosit yang mengapung secara bebas dalam cavum endometrium 90. .

PROTEIN PADA KEHAMILAN *HCG (Human Chorionic Gonadotropin) Sumber: plasenta Fungsi . Kehamilan Multipel . . *HPL (Human Placental Lactogen) Sumber : Trofoblas Fungsi : antagonis insulin => intoleransi glukosa maternal. Plasenta merupakan penghasil hormon steroid primer.Mempertahankan Korpus Luteum. 2 amnion . setelah itu akan menurun.Pembelahan embrio setelah diferensiasi trofoblas dan sebelum pembentukan amnion ( antara hari ke-3 dan 8) 1 plasenta. . traktus gastrointestinal fetus dan hepar fetus.puncak MSAFP berada antara umur kehamilan10-13 minggu. setelah kehamilan tujuh minggu. 2 amnion . dapat dideteksi awal pada umur kehamilan 7 minggu.. . *Estradiol . *Alfa Fetoprotein (AFP) Sumber : Yolk sac. *Prolactin Sumber : endometrium desidualis Fungsi : mengatur cairan dan elektrolit yang melalui membran fetus.Sel darah merah ibu tampak dalam lakuna trofoblastik pada minggu kedua post konsepsi *Plasenta Diatas trimester kedua dan trimester ketiga plasenta selanjutnya menyesuaikan diri.Pembelahan Embrio sebelum diferensiasi trofoblast (antara hari kedua dan ketiga) 2 korion.Endometrium/pinggir uterus selama kehamilan disebut desidua. 1 korion. lipolisis dan proteolisis *CRH (hormone pelepas corticotropin) Sumber : jaringan plasenta dan deciduas Fungsi : merangsang plasenta melepaskan ACTH dan berperan pada pembentukan glukokortikoid fetus yang berhubungan dengan maturasi fetus pada akhir trimester 3. 1 korion.Pembelahan embrio setelah pembentukan amnion ( antara hari ke 8 dan 13 ) 1 plasenta. pembentukan steroid oleh plasenta dan pada proses persalinan. Fungsi : estrogen mempengaruhi vaskularisasi uterus. 1 amnion.mengatur volume intravaskular fetus (osmoregulator) . Fungsi : . Suplai Darah :Aliran pada arteri arkuata dan radial selama kehamilan normal tinggi dengan resistensi rendah (resistensi menurun setelah 20 minggu).Merangsang Adrenal dan Plasenta sebagai penghasil hormon steroid STEROID KEHAMILAN *Estrogen *ACTH (AdrenoCorticoTropic Hormone) Sumber : Trofoblas Fungsi : merangsang peningkatan kortisol bebas dalam sirkulasi maternal.

Daftar Istilah Aldosteron: meningkatkan reabsorpsi NA+ diduktus kolektivus ginjal.Sebagai precursor utama dari pembentukan progesteron oleh corpus luteum. -Papul pruritik dan plak pada kehamilan th/ topikal steroid. Hormon antidiuretik (argininevasopressin): bertindak untuk menahan air dengan meningkatkan permeabilitas duktus koletivus ginjal. Setelah trimester 1.menghambat penolakan jaringan yang dimediator oleh T limfosit. Selanjutnya akan dihasilkan oleh plasenta dari hasil perubahan DHEA-S maternal dan fetus dalam sirkulasi. obat anti pruitus (Hydroxyzine. . *Kolesterol LDL Sumber : Kelenjar adrenal fetus Fungsi : . adrenal dan konversi perifer pada kehamilan 4-6 minggu pertama.4 hari setelah fertilisasi. blastomer berubah menjadi blastokist dengan bertambahnya kavitas sentral yang membesar. plasenta merupakan sumber utama dari estradiol dalam sirkulasi.mempengaruhi motilitas tuba. oosit yang telah dibuahi mengalami serangkaian *Kortisol Sumber : jaringan desidua Fungsi : menekan respon penolakan imun maternal terhadap implantasi konseptus. Selanjutnya plasenta menghasilkan progesterone dari LDL kolesteral sirkulasi ibu Fungsi : . antihistamin. *Progesterone Sumber : corpus luteum sebelum umur kehamilan 6 minggu. endometrium. Sel-sel yang berada di lapangan luar berdiferensiasi menjadi trofoblast Periode Blastogenik: 4 minggu pertama dari perkembangan manusia.Penggunaan lipoprotein utama pada pembentukan steroid oleh adrenal fetus. vaskularisasi uterus dan proses persalinan. Aneuploidies: Jumlah kromosom abnormal yang dapat terjadi sebagai akibat pembelahan miosis kromosom yang abnormal pada waktu pembentukan gamet. .Sumber : ovarium ibu selama umur kehamilan 16 minggu. Berat: steroid sistemik *Estriol Sumber : Plasenta. . produksi tetap berlangsung selama fetus hidup. Dyphenhydramne) -Erupsi papular (prurigo karena kehamilan dan papul dermatitis) th/ sistemik dan topikal CS/ anti pruritus -Pruritis gravidarum th/ antipruritus cholestyramine -Impetigo herpetiformis th/sistemik CS dan AB untuk inf. Selanjutnya dihasilkan oleh plasenta dan jumlahnya semakin meningkat. Blastomer/morula: 2. Blastosit: pada stadium pembelahan yang terdiri atas 8-16 sel.sekunder -Herpes Gestational Ringan: topikal CS. Kelainan Dermatologis yang Khas pada Kehamilan *Estrone Sumber : ovarium ibu.

zona radiata). Primer: Oosit pada akhir periode pertumbuhan oogonium dan sebelum pembelahan pematangan (maturasi) pertama terjadi. . dimana ukuran uterus akan makin mengecil sampai keukuran normalnya. Usia gestasi: waktu pada periode haid terakhir dan perkembangan yang bertahan sampai usia diatas 2 minggu. Suatu antikoagulan ditambahkan kedalam tabung berisi darah dan jarak jatuhnya sel darah merah dalam waktu satu jam merupakan nilainya.pembelahan sel dan menjadi blastomer atau morula. Periode fetal berlanjut sampai kelahiran. Pregenesis: Periode antara pembentukkan sel. Laju Endap Darah: suatu indikator laboratorium yang tidak spesifik pada keadaan penyakit infeksi dan peradangan. Desidua: nama untuk endometrium atau bagian sebelah dalam uterus sebelum kehamilan dan jaringan sekitar ovum yang telah dibuahi.9 Over weight 25. Konsepsi: Fertilisasi sebuah ovum oleh sperma. Oogonium: Sel primodial yang merupakan asal oosit. Residual Volume: Volume gas dalam paru setelah ekspirasi maksimal. Tidak memperhitungkan jumlah massa tubuh atau persentasi lemak tubuh. CRL (Crown Rump Length)=30 mm dan usia gestasi 10 minggu.9 Normal Badan Polar: sel kecil yang dihasilkan dari oogenesis akibat pembelahan oosit primer dan sekunder. Oosit: Ovum primitif sebelum berkembang secara penuh. Puerperium: Periode sampai dengan 6 minggu setelah kelahiran.5. BMI: suatu perhitungan mengenai hubungan antara tinggi badan dan berat badan pasien: Obese > 30 18. Oogenesis: Pembentukan dan perkembangan ovum. Periode Preembrionik: 2 minggu pertama setelah fertilisasi. Periode embrionik: mulai dengan melipatnya diskus embrionik (yang dibentuk dari massa sel dalam) pada minggu kedua perkembangan.sel germinativum dan penyatuan sperma dan telur. Fetus: istilah untuk konsepsi setelah delapan minggu kehidupan.8 setelah konsepsi. Tidal volume: volume udara yang dihirup dan dikeluarkan pada pernapasan biasa.29. Sekunder: Dua oosit yang lebih besar sebagai hasil dari pembentukan maturasi pertama.24. Zona pellucida: Selaput membran dalam. tebal dan padat dari ovum (membran vitelline. Organogenesis: Terjadi antara minggu 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful