You are on page 1of 2

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

DEMENSIA
: / /SOP-
No.Dokumen
UKP/PKM-PSN/2017
No.Revisi :
SOP
TanggalTerbit :

Halaman : 1/2
PUSKESMAS dr. Shelmi Johan
PASIR NANGKA Nip.19750824 200801 2 010

Demensia merupakan sindrom akibat penyakit otak yang bersifat kronik

1. Pengertian progresif, ditandai dengan kemunduran fungsi kognitif multiple, termasuk daya
ingat (memori), daya pikir, daya tangkap (komprehensi), kemampuan belajar,
orientasi, kalkulasi, visuospasial, bahasa dan daya nilai
2. Tujuan Sebagai acuan petugas dalam melakukan penanganan demensia

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No / /SK-UKP/PKM-PSN/2017 tentang
Pelayanan Klinis Puskesmas Pasir Nangka
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter di Fasilisitas Kesehatan Primer
1. Petugas memanggil pasien sesuai urutan
2. Petugas memastikan identitas pasien sesuai dengan rekam medis
3. Petugas menganamnesis pasien dengan keluhan gangguan daya ingat, mudah
lupa terhadap kejadian yang baru dialami, dan kesulitan mempelajari
informasi baru. Diawali dengan sering lupa terhadap kegiatan rutin, lupa
terhadap benda-benda kecil, pada akhirnya lupa mengingat nama sendiri atau
keluarga.
4. Petugas menanyakan faktor risiko tentang riwayat keluarga dan adanya
penyakit Alzheimer, serebrovaskular (hipertensi, penyakit jantung), atau
diabetes mellitus.
5. Petugas melakukan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan adanya gangguan
5. Prosedur/ neurologik atau penyakit sistemik
langkah 6. Petugas melakukan penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis,
-langkah pemeriksaan fisik
7. Petugas memberikan pengobatan antipsikotik dosis rendah, seperti:
Haloperidol 0,5 – 1 mg/hari bila pasien berperilaku agresif
8. Petugas memberikan konseling dan edukasi merencanakan aktivitas hidup
sehari-hari (mandi, makan, dan lain-lain) untuk mengoptimalkan aktivitas
independen, meningkatkan fungsi, membantu adaptasi dan mengembangkan
keterampilan, serta meminimalisasi kebutuhan akan bantuan.
9. Petugas memberikan resep kepada pasien
10. Petugas memberikan rujukan untuk konfirmasi diagnosis dan
penatalaksanaan lanjutan dan apabila pasien menunjukkan gejala agresifitas
dan membahayakan dirinya atau orang lain.

6. Bagan Alur -

Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan historis perubahan 2/2 . Hal-hal yang perlu - diperhatikan 8. Unit terkait Ruang pemeriksaan umum 9. Dokumen Terkait  Rekam medis 10.7. Rekaman No.