You are on page 1of 29

ADMINISTRASI RUMAH SAKIT

Administrasi
Keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang
didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya.
Unsur2 Administrasi :
1. Dua orang manusia atau lebih
2. Tujuan
3. Tugas yg hendak dilaksanakan
4. Sarana dan Prasarana tertentu
Beberapa Teori Fungsi2 Administrasi & Manajemen
1. Henri Fayol, 1908.
A. Planning ( Perencanaan)
B. Organizing ( Pengorganisasian)
C. Commanding ( Pemberian Komando)
D. Coordinating (Pengkoordinasian)
E. Controling ( Pengawasan).
2. Luther M.Gullick 1937 (Papers on the science of administration
=POSDCORB)
a. Planning (perencanaan)
b. Organizing (Pengorganisasian)
c. Staffing (pengadaan tenaga kerja)
d. Directing (Pemberian Bimbingan)
e. Coordinating (Pengkoordinasian)
f. Reporting ( Pelaporan )
g. Budgeting ( Penganggaran )
3. Koontz & O’Donnel 1992
a. Planning ( Perencanaan)
b. Organizing ( Pengorganisasian )
c. Staffing (Pengadaan tenaga kerja )
d. Directing ( Pemberian Bimbingan)
e. Controling ( Pengawasan )
4. John F.Mee.
a. Planning ( Perencanaan)
b. Organizing ( Pengorganisasian )
c. Motivating ( Pemberian motivasi)
d. Controling ( Pengawasan)
5. George R.Terry. (POAC)
a. Planning (Perencanaan)
b. Organizing ( Pengorganisasian )
c. Actuating ( Penggerakan )
d. Controling ( Pengawasan )
6. Sondang P. Siagian.
a. Perencanaan ( Planning)
b. Pengorganisasian (Organizing)
c. Pemberian Motivasi ( Motivating )
d. Pengawasan ( Controling )
e. Penilaian ( Evaluating )
DEFINISI RUMAH SAKIT

Beberapa definisi hospital :


1. Hospital (Latin) = Hostel sbg tempat pengungsi yg sakit, menderita, dan miskin.
2. Willian (1990), Hospital (Latin) adalah tempat utk menerima tamu. Yu (1997)
3. Hospital ( Prancis kuno dan medieval English) didefinisikan sbb :
a. Tempat utk istirahat & hiburan.
b. Institusi sosial utk mereka yg membutuhkan akomodasi lemah dan sakit.
c. Institusi sosial utk pendidikan & kaum muda.
d. Institusi utk merawat mereka yang sakit dan cedera.

Menurut Milton Roemer & Friedman, Rumah Sakit setidaknya punya 5 fungsi
:
1. Pelayanan Rawat inap dg fasilitas diagnostik & terapeutik.
2. Harus memiliki pelayanan rawat jalan.
3. Memp.tugas utk melaksanakan pendidikan & latihan.
4. Melakukan penelitian bid.kedokteran & kesehatan krn keberadaan pasien
merupakan modal dasar dalam hal ini.
5. Memp. Tanggung jawab utk program pencegahan penyakit dan penyuluhan
kesehatan bagi populasi di sekitar Rumah Sakit.
Rumah Sakit sbg slh satu subsistem pelayanan kesehatan menyelenggarakan dua
jenis pelayanan utk masyarakat yaitu:
1. Pelayanan Administrasi.
 Rekam Medik
2. Pelayanan Kesehatan.
 Pelayanan Medik.
 Pelayanan penunjang Medik.
 Rehabilitasi Medik.
 Pelayanan Asuhan Keperawatan.
Pelayanan ini dilaksanakan melalui : UGD, Unit Rawat Jalan, Unit Rawat Inap.

JENIS-JENIS RUMAH SAKIT

I. Berdasarkan Kepemilikan RS :
1. Rumah Sakit Pemerintah.
a. RS. Pusat.
b. RS. Propinsi.
c. RS. Kabupaten.
2. Rumah Sakit BUMN/ABRI
3. Rumah Sakit Swasta.
II. Jenis Pelayanan.
1. RS. Umum.
2. RS. Khusus ( Jiwa.Kusta,Mata, Paru,Rehabilitasi, Jantung, Kanker, dsb.)
III. Menurut Kepmenkes 51 Menkes/SK/II/79.
a. RS. Kelas A
b. RS. Kelas B
c. RS. Kelas C
d. RS. Kelas D
Kepmenkes 134 Menkes/SK/IV/78 ttg Susunan Organisasi & Tata kerja
RSU di Indonesia adalah :
Pasal 1: RSU adlh organisasi di lingkungan Depkes yg berada & bertanggung
jawab langsung kpd Dirjen Yan Medik.
Pasal 2 : RSU memp.tugas melaksanakan Yankes (Caring) & penyembuhan
(curing) penderita serta pemulihan kead. cacat & jiwa
(rehabilitation).
Pasal 3 : Utk Penyelenggaraan tugas tsb. RS memp.Fungsi:
a. Melak. Usaha Yan Medik.
b. Melak. Usaha rehab. Medik.
c. Usaha pencegahan Kompl.Peny.& Peningkatan pemulihan
kesehatan.
d. Melak. Usaha keperawatan.
e. Melak. Usaha Diklat Medis & Paramedis.
f. Melak. Sistem rujukan.
g. Sebagai tempat penelitian.
Pasal 4 : a. RSU yg dimaksud dalam keputusan ini adalah RS kelas A, B, C
b. RSU kls A adalah RSU yg melak. Yankes yg spesialistik &
subspesialistik yg luas.
c. RSU kls B adalah RSU yg melak. Yanke spesialistik yg luas.
d. RSU kls C adalah RSU yg melak. Yankes spesialistik paling
sedikit 4 spesialis dasar yaitu Peny.Dalam, Penyakit Bedah,
Peny.Kebidanan/Kandungan & Kesehatan Anak.
SK MENKES No. 134. RSU KELAS B.
1. Struktur RSU Kelas B sama dg RSU Kelas A, khusus Bidang2 di bagi lagi
Seksi.
2. Jumlah & jenis SMF lbh kecil dari RSU kelas A.
3. Tidak ada subspesialisasi
RSU kelas D & C.
1. Lebih sederhana.
2. Tidak ada wakil Direktur.
3. Dilengkapi staf khusus yg mengurusi administrasi.
4. Sec.Umum,jenis kebutuhan masyarakat akan Yankes ikut menentukan
peningkatan kelas RS.

KOMITE MEDIK (KM)

Suatu jabatan nonstruktural yg berfungsi menghimpun kepala Staf Medik


Fungsional (SMF). Dengan tugas :
1. Menyusun standar pelayanan Medis.
2. Memberikan pertimbangan kepada direktur dalam hal :
a. Pembinaan, Pengawasan, & penelitian mutu Yan Medis, hak2 klinis khusus
kepada SMF, prog.Yan medis, Dilklat, serta Litbang.
b. Pembinaan tenaga Medis & bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Etika
Profesi.
3. Membantu tugas2 Direktur RS dlm jaga mutu & Etika pelayanan RS.
4. Dibentuk berdasarkan SK Dirjen Yan Medik sesuai usul Direktur RS.
STAF MEDIS FUNGSIONAL (SMF)

SMF menggantikan UPF (Unit Pelakasanaan Fungsional) t.d : DU, Drg.


Dr.Spesialis, & Dr. Suspesialis. Dengan tugas pokok :
- Menegakkan diagnosis.
- Memberikan pengobatan.
- Pencegahan Penyakit.
- Peningkatan & pemulihan kesehatan.
- Penyuluhan.
- Pelatihan & penelitian pengembangan Yan Medis.
- RS Kelas A jumlah SMF minimal 15 buah yaitu; 1. Bedah, 2. Kes.Anak. 3.
Obgin. 4. Interna. 5.Peny,Saraf. 6. Peny.Kulit & Kelamin. 7. THT. 8. Gilut. 9.
Mata. 10.Radiologi. 11. Patologi Klinik. 12. PA, 13. Forensik. 14. RM, 15.
Anestesi.
VISI DAN MISI RUMAH SAKIT
I. VISI RUMAH SAKIT
• Hallriegel & Slocum (1992).
Suatu kead./situasi yg berbeda & lbh baik dr kead.saat ini & bgmn usaha
utk mencapainya
• O’connor (1992).
Lampu jarak jauh yg dapat memberikan arah utk setiap upaya. Jika jelas
& cemerlang maka perhatian orang pun akan tertarik & minat serta
keingin-tahuannya akan teransang.
• Mulyadi (1996).
Suatu Ide & gambaran masa depan & masa sekarang, menghimbau dg
dasar logika & naluri sec. ber-sama2, memp.nalar, memberikan ilham,
harapan & kebanggaan kalau dapat tercapai.
• Trismantoro (1996).
Memberikan arti dalam kehidupan organisasi, memberi komitmen,
mengatasi rasa takut akan kegagalan menantang status Quo, serta harus
dikomunikasikan & menjadi komitemen.
• DR. Orison Swett Marden.
Orang2 yang telah sukses pada awalnya adalah para pemimpi.

Vision without Action is just a Dream


Action without Vision is just activities
Vision with Action Can change the World
II. MISI RUMAH SAKIT
• Hellrigel & Slocum (1992).
Alasan kenapa organisasi/RS itu berdiri atau jenis usaha apa yang ada di
dalam suatu organisasi/RS.
Jenis
• Kompleksitas
• RS Umum/ Khusus

c
Akreditasi
• Depkes
• JCI

PERENCANAAN DI RUMAH SAKIT

- Perencanaan di rs slh satu fungsi manajemen yg penting.


- Merup. Peran strategis keberhasilan yan rs.
- Untuk memecahkan masalah yan yg dihadapi.
- Pengembangan rs didasarkan kebutuhan pengguna jasa yankes.
- Menentukan rencana strategis rs.
- Menentukan visi & misi rs.

JENIS PERENCANAAN DI RUMAH SAKIT

I. PERENCANAAN OBAT & LOGISTIK


Ada dua pendekatan yang umum digunakan yaitu :
A. Pola Komsumsi.
Kebutuhan RS akan obat2an & logistik dapat dihitung berdasarkan :
1. Jumlah barang yg msh tersedia diakhir tahun.
2. Kebutuhan tahun lalu.
3. Kecenderungan2 yg akan terjadi kedepan.
Contoh: kebutuhan obat thn.2009. sisa obat akhir thn.2008 = Y. Penghabisan
obat thn.2008 = X, Perkiraan terjadinya peningkatan kebutuhan obat thn
2009 = 10 %. Obat yg direncanakan =( X- Y ) +10% X
B. Pola Epidemiologi.
Dengan menghitung jumlah kunjungan & jenis penyakit yg di layani
pd tahun2 sebelumnya, jadi diperlukan: Data kunjungan jenis penyakit,
standar terapi & ALOS (Average Length of Stay).
Misalnya :
 Standar terapi utk Thypoid : Chloramphenicol 4 x 2 capsul, Paracetamol
(Antipiretik) 3 x 1, Vit.B Compleks 3 x 1.
 Rata2 hari rawat (ALOS) = 10 hari.
 Jumlah pasien yg dirawat dg diagnosis thypoid satu tahun 500 penderita.
 Penyakit thypoid fever pada orang dewasa.
Perkiraan kebutuhan obat utk pdrt Thypoid fever satu tahun :
1. Chloramphenicol = 4 x 2 x 10 = 40.000 cap.
2. Paracetamol = 3 x 1 x 10 = 15.000
3. Vit.B Compleks = 3 x 1 x 10 = 15.000
Kebutuhan obat 1 tahun adalah jumlah seluruh kebutuhan obat utk jenis
penyakit yg dirawat di RS dalam 1 tahun + obat yg direncanakan tahun
mendatang = jum.kbtuhan obat 1 thn + kecenderungan kenaikan kbtuhan
obat dikurangi persedian obat pada akhir tahun.

II. PERENCANAAN TENAGA DI RUMAH SAKIT.


Perencanaan Ketenagaan (Staff development) RS didasarkan 4 faktor
- Kebutuhan tenaga baru.
- Tenaga yg sdh tersedia.
- Tenaga yg sdh berhenti (pensiun).
- Tenaga yg akan pensiun.
PP No.5 tahun 1976 tentang formasi kepegawaian (PNS). Pertimbangan yg
dipakai utk kebutuhan tenaga di RS :
1. Jenis pekerjaan yg dilaksanakan oleh RS.(tenaga medis, tenaga
keperawatan, penunjang medis & staf administrasi)
2. Sifat dari pekerjaan RS.(pekerjaan resiko tinggi, hrs 24 jam).
3. Perkiraan beban tugas masing2 pekerjaan tersebut.
4. Perkiraan kapasitas pegawai yg mampu ditampung RS.
5. Jenis & jumlah peralatan medis yang tersedia
Cara menghitung kebutuhan tenaga di Rumah Sakit
Dalam menetukan jumlah & kualifikasi tenaga dibutuhkan RS ditetapkan 3 cara
:
1. Melalui perhitungan jumlah tenaga yg dibutuhkan utk setiap jenis pekerjaan.
2. Perkiraan.
BK KT = Kemampuan pegawai
KT = -------- BK = Beban kerja
KP KP = Kapasitas (Kemampuan) Pegawai
3. Pengutipan; jum.tenaga dikutip dr standar yg telah ditentukan utk berbagai
tipe RS SK Menkes No.262/1975.

Perhitungan kebutuhan perawat utk rawat inap.


1. Jam perawata/tahun = Jum.pasien rata2 perhari x rata2 jam perawatan/24
jam x jum hari perawatan.
2. Jum.jam kerja/tahun = hari kerja efektif x jam kerja/hari.
Jum.jam perwatan tahunan
3. Jum.Perawat dibutuhkan = ----------------------------------------------
Jum. Jam kerja tahunan
Jum.jam hilang (C.hamil)
4. Tmbhan tenaga ganti(Cuti hamil) = -------------------------------------
jum.jam kerja efektif
Minggu tdk efektif
5. Tmbhan tenaga ganti Cuti dll = ------------------------------------ x jmlh prwt
Jum.Minggu/tahun

6. Jum.Total Kbtuhan Perawat = poin 3 + poin 4 + poin 5


Jum. TT
7. Ratio tempat Tidur/Perawat = ----------------------- x SIF
Jum perawat

INDIKATOR-INDIKATOR MUTU PELAYANAN RS

A. INDIKATOR MUTU PELAYANAN TKT EFISIENSI RS


1. Unit cost rawat jalan.
2. Jumlah pdrt alami dekibitus.
3. Jumlah pdrt jatuh dr TT.
4. BOR (Bed Occupancy Rate).
5. BTO (Bed Turn Over).
6. TOI (Turn Over Interval).
7. ALOS (Avarage Length of Stay).
8. Normal Tissue Removal Rate
B. INDIKATOR MUTU TKT KEPUASAN PASIEN
1. Jumlah keluhan pasien/keluarganya.
2. Surat pembaca di koran.
3. Surat kaleng.
4. Surat masuk di kotak saran, dsb.
5. Survei tkt.kepuasan pengguna yan.RS.
C. INDIKATOR CAKUPAN PELAYANAN RS.
1. Jumlah & Persentase kunjungan rawat jalan/inap menurut jarak RS dg
asal pdrt.
2. Jumlah pelayanan & tindakan medik.
a. Jumlah tindakan pembedahan.
b. Jumlah kunjungan SMF Spesialis.
3. Pemanfaatan oleh masyarakat.
a. Contact rate.
b. Hospitalization rate.
c. Out patient rate.
d. Emergency out patient rate.
D. INDIKATOR MUTU KESELAMATAN PASIEN
1. Pasien terjatu dr TT/ WC.
2. Pasien diberi obat salah.
3. Tak ada obat/ alat emergensi.
4. Tak ada oksigen.
5. Tak ada alat penyedot lendir.
6. Tak tersedia alat pemadam kebakaran.
7. Pemakaian obat tdk sesuai standar.
8. Pemakaian air, listrik, gas, dsb
PERHITUNGAN INDIKATOR MUTU PELAYANAN RS.

1. Bed Occupancy Rate (BOR).


Persentase pemakaian TT pd satu satuan waktu utk ketahui tingi rendahnya
pemakaian TT RS.
Jmlh hari perawatan RS waktu tertentu
BOR = --------------------------------------------------- X 100 %
jmlh TT x jmlh hari dlm satu satuan wkt
Normal : 75 – 85 %

2. Average Length of Stay (ALOS).


Rata2 lamanya prwtan seorg pasien, sbg indikator efisiensi manajemen
pasien juga mutu pelayanan bl diagnosis peny.tertentu sbg Tracernya (perlu
pengamatan lbh lanjut)
Jmlh hari perawatan pasien keluar RS
ALOS = ---------------------------------------------------
jmlh pasien keluar RS (mati + hidup)
Normal : 7 – 10 hari
3. Bed Turn Over (BTO).
Frekwensi pemakaian TT pd satu satuan waktu (1 tahun) TT RS, utk ketahui
tkt. pemakaian TT RS.
Jmlh pasien keluar (hidup + mati).
BTO = ----------------------------------------------
jmlh Tempat Tidur (TT)
Normal : 5 – 45 hari
4. Turn Over Interval (TOI).
Rata2 hari TT tdk ditempati dr saat ke saat spi terisi berikutnya, utk ketahui
tkt. efisiensi penggunaan TT RS.
(Jmlh TT x hari) - hari perawatan RS
TOI = --------------------------------------------------- X 100 %
jmlh pasien kelauar (hidup + mati)
Normal : 1 – 3 hari
5. Net Death Rate (NDR).
Angka kematian > 48 jam stlh dirawat per 100 pdrt keluar RS
Jmlh pasien mati > 48 jam dirawat
NDR = ------------------------------------------------- 100 %
jmlh pasien RS - kematian < 48 jam
Normal : < 2,5 %
6. Gross Death Rate (GDR).
Angka kematian umum pdrt keluar RS
Jmlh pasien mati seluruhnya dirawat
NDR = ------------------------------------------------- 100 %
jmlh pasien keluar RS (hidup + mati)
Normal : < 3 %
7. Net Death Rate (NDR).
Angka kematian > 48 jam stlh dirawat per 100 pdrt keluar RS
Jmlh pasien mati > 48 jam priode wkt tertentu
NDR = ------------------------------------------------------------------------ 100 %
jmlh pasien hdp & mati >48 jam dlm priode wkt yg sama
Normal : < 2,5 %
8. Net Infection Rate (NIR).
Angka kematian umum pdrt keluar RS
Jmlh pasien infeksi di RS dlm priode tertentu
NDR = ---------------------------------------------------------------------- 100 %
jmlh pasien keluar(hidup + mati) dlm priode yg sama
Normal : < 1 %
9. Anasthesia Death Rate (ADR).
Total kematian Anasthesia dlm priode tertentu
ADR = ---------------------------------------------------------------------- 100 %
Total pasien yg dpt anasthesia dlm priode yg sama
Normal : 1/ 5000
10. Post Operasi Death Rate (PODR).
Total kematian 10 kali operasi dlm priode tertentu
PODR = ----------------------------------------------------------------------- 100 %
Total pasien yg dioperasi dlm priode wkt yg sama
Normal : < 1 %
11. Normal Tissue Removal Rate (NTRR).
Total Normal Tissue yg diangkat.
NTRR = -------------------------------------------------- 100 %
Total tissue yang diperiksa
Normal : < 10 %
12. Maternal Death Rate (MDR).
Jmlh pasien kebidanan yg mati dlm priode tertentu
MDR = ----------------------------------------------------------------------- 100 %
Jumlah pasien kebidanan yg keluar (hidup + mati)
Normal : < 0,25 %
13. Foetal Death Rate (FDR).
Jmlh kematian bayi dg U.K > 20 minggu.
FDR = -------------------------------------------------------- 100 %
Jumlah semua kelahiran dlm priode tertentu
Normal : < 2 %
14. Contact Rate (CR).
Total pasien keluar hidup + mati
CR = ------------------------------------------- 100 %
Jumlah populasi
15. Hospitalization Rate (HR).
Jmlh hari rawat
FDR = --------------------------- 100 %
Jumlah populasi
16. Out Patient Rate (OPR).
Total Kunjungan (baru + Lama)
OPR = ------------------------------------------- 100 %
Jumlah populasi
17. Emergency Out Patient Rate (EOPR).
Total Kunjungan pasien gawat darurat
EOPR = ----------------------------------------------------- 100 %
Jumlah populasi
TRANSISI PERENCANAAN YANKES KE PERENCANAAN STRATEGIK
RUMAH SAKIT

1. Perenc.Yankes Pernc.Strategik
2. Orientasi Kes.Mas Orientasi Bisnis
3. Area Needs Demand
4. Kecenderungan morbiditas/ Segmen pasar
mortalitas
5. Pengemb.Program Majemen lini produk
6. Group/ Komunitas Komsumen
ELEMEN2 PELAKSANAAN PERENCANAAN STRATEGIK RUMAH
SAKIT.
1. Analisis kebutuhan
2. Penilaian Teknologi
3. Evaluasi staf & fasilitas
4. Penentuan skala prioritas.

No body are plan to fail, they just fail to plan.


Konsep 5 P : Proper, planning, Prevent, Poor, Performance.
PERSPEKTIF DALAM ERA AFTA
Perspektif Persaingan
1. Persaingan jenis dan spesifikasi produk
2. Persaingan nilai produk (tidak sekedar harga)
3. Persaingan mutu dan jaminan produk
4. Persaingan sistem pembayaran (pembiayaan
5. Persaingan pelengkap (asesoris) produk
6.
TANTANGAN PADA PROFESIONAL MEDIK
1. Mampu mengelola perubaha (management of changes)
2. Bekerjasama dengan stakehol yang lain dalam meningkatkan kemampuan
bersaing
3. Reorientasi status di rumah-sakit (alat produksi – produsen – investor)
4. Meningkatkan nilai aset dalam skenario aset rumah-sakit

EMPAT QUADRANT
EMPLOYEE BUSINESS OWNER

SELF EMPLOYEE INVESTOR

4 KUNCI SUKSES
1. TERTIB SIKLUS BISNIS JASA
2. KOMITMEN MANAJEMEN
3. VISUAL STRATEGIC THINKING
4. MANAJEMEN BISNIS TOTALITER
KOMITMEN MANAJEMEN
 Komitmen terhadap visi & misi organisasi
 Manajemen bisnis secara total - tpm -tqm - trm -tcm -tmm
 Menciptakan budaya organisasi
 Orientasi pada konsumen (eksternal - internal)
 Kepemimpinan transformasional

KOMPETISI PERUBAHAN
- STRUKTUR
- SOSIAL
- EKONOMI
KEJELASAN KEJELASAN STRATEGI ORIENTASI
- MISI PADA
- VISI - BUDAYA ORG KONSUME
- ANALISIS N
SISTEM BISNIS
MODEREN
MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT

PERMASALAHAN PERUMAHSAKITAN

1. Competitive market (persaingan pasar yang sangat ketat)


2. Capital intensif (padat modal)
3. Labour intensif (padat karya), yang heterogen - highly specialized
4. Multi product (berbagai produk) dan bersifat heterogen

1. COMPETITIVE MARKET (PERSAINGAN SANGAT KETAT)


1. Manajemen mutu (tqm)
2. manajemen pembiayaan (cost containtment)
3. inovasi produk (positioning - brand image)
4. kesadaran seluruh staf

2. CAPITAL INTENSIF (PADAT MODAL)

1. Manajemen pembiayaan (cost containtment)


2. Aliansi strategis - jaringan kerjasama
3. Strategi pengadaan
4. Manajemen mutu

3. LABOUR INTENSIF (PADAT KARYA)


1. Menciptakan budaya organisasi (corporate culture)
2. Standardisasi input - process - output
3. Penerapan human resource management (hrd)
4. Manajemen konflik

KEINGINAN CUSTOMER

1. Bisa diskusi dgn dokter yg mengobatinya


2. Mendpt penjelasan ttg penyakitnya, apa rencana dokter,bgmn akan
dilaksanakan dan apa risiko pengobatannya.
3. Plan of treatment yg jelas
4. Dimintakan persetujuannya sblm dilaksanakan tindakan
5. Dokter menyediakan waktu yg cukup utk pasien, dan dpt dihubungi sewaktu
diperlukan pasien
6. Dilayani oleh dokter yg kompeten

KOMPETENSI (PRAKTEK) DOKTER

• Mampu berdiskusi dan menjelaskan kpd pasien ttg penyakit, renc pengobatan,
bgmn akan dilaksanakan, risiko yg dihadapi,
• Mampu berkomunikasi dg baik .
Prinsip-prinsip hubungan antar bagian di rumah sakit

 Bagian-bagian rumah sakit harus berhubungan dengan


baik dan dengan tata letak yang serasi dan sesuai dengan
fungsinya.
 Adanya akses khusus atau tidak saling mengganggu,
 Adanya jalan yang terpisah atau alur yang berbeda antara
umum dengan petugas rumah sakit, antara barang-barang
bersih dengan barang-barang kotor

Strategi Perencanaan