You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini pacaran telah membudaya. Secara sederhana dapat dijabarkan pacaran ialah
suatu hubungan pria maupun wanita lebih dari sekadar teman, alasan klasiknya tentu ingin
mengenal pribadi pasangan lebih jauh agar tak salah memilih pasangan hidup nantinya. Sebab
tersebut tidak dapat dibenarkan sepenuhnya, melihat kesehariannya remaja para pelaku utama
pacaran tidak hanya berdasar pada niat tersebut. Seringkali menganggap hubungan itu hanya
untuk kesenangan belaka, setelah mendapat pria atau wanita lebih baik sesuai karakter atau
kriteria yang diharapkan maka berakhirlah hubungan mereka. Ini tentu tidak rasional jika
membenarkan bahwa pacaran diperbolehkan.

penerapan aktivitas Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat
dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat. Dimulai dari proses
pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif.
Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut
oleh seseorang. Menurut persepsi yang salah, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah
menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau
percumbuan. Tradisi seperti ini dipraktikkan oleh orang-orang yang tidak memahami makna
kehormatan diri perempuan, tradisi seperti ini dipengaruhi oleh media massa yang menyebarkan
kebiasaan yang tidak memuliakan kaum perempuan. Sampai sekarang, tradisi berpacaran yang
telah nyata melanggar norma hukum, norma agama, maupun norma sosial di Indonesia masih
terjadi dan dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi yang tidak mememiliki
pengetahuan menjaga kehormatan dan harga diri yang semestinya mereka jaga dan pelihara.

Manusia diciptakan oleh Allah taala membawa fitrah (insting) mencintai lawan jenis,
sebagaimana firmanNya : Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa
yang diingini, yaitu Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi
Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali-Imran : 14).
Berkata Imam Qurthubi : Allah taala memulai firmanNya yaitu wanita karena manusia banyak
menginginkannya, juga karena mereka merupakan jerat-jerat syetan yang menjadi fitnah bagi
kaum laki-laki, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Tiadalah aku tinggalkan setelahku fitnah
yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita. (HR. Bukhari : 5696, Muslim : 2740, Tirmidzi
: 2780, Ibnu Majah : 3998). Oleh karena itu, wanita adalah fitnah terbesar. (Tafsir Qurthubi 2/20).

serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari. . sebagaimana telah dijelaskan bahwa hamba Allah tidak boleh mendekati zina. Baihaqi 7/78 dan Abu Yala 6/199 dengan sanad hasan. maka Allah taala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan nikmat yang dijanjikan bagi orang-orang beriman di surga yaitu bersama bidadari. tidak membiarkan fitnah itu mengembara tanpa batas. (QS. Terkhusus tinjauan Islam mengenai fenomena berpacaran zaman sekarang. Ibnu Majah 1/571. yakni bagaimana tinjauan Islam terhadap pacaran. serta hal-hal lain terkait pacaran. Hubungan ini mengarah ke perbuatan zina. Nasai 6/69. Lihat Al-Misykah : 5261). Muslim 10/56. juga bagaimana batas pergaulan antara dua insan lawan jenis sebelum nikah. Islam sebagai agama paripurna para Rasul. Ar-Rahman : 70). Kenyataan berbicara sering dijumpai perilaku menyimpang berpacaran. Islam telah mengatur dengan tegas bagaimana menyalurkan cinta. semoga penulis maupun pembaca dapat memahami hukum tentang perkra pacaran dari syari’ah islam dan mengambil manfaat dari tulisan ini. Tujuan Penulisan Adanya makalah ini bertujuan agar memberi sedikit gambaran mengenai pacaran. Allah pun berfirman : Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Baihaqi 7/80). Berpegangan tangan. Nasai 7/61. Karena cinta merupakan fitrah manusia.Rasulullah SAW pun. Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : Dunia ini adalah perhiasan. Melihat beberapa isu-isu tersebut. sebagai manusia tak luput dari rasa cinta terhadap wanita. B. bisa dipahami untuk mendekati zina saja tidak diperbolehkan bagaimana bila dilakukan atau terjerumus dalam perbuatan zina yang menyesatkan ini. (HR. hal-hal tersebut lumrah dilakukan selama berpacaran. Sementara itu. solusi yang ditawarkan. Namun. kami mengangkat pembicaraan seputar dunia pacaran. (HR. Ahmad 3/285. agar semuanya tetap berada dalam koridor etika dan norma sesuai syariat Islam. Dari Annas bin Malik RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : Disenangkan kepadaku dari urusan dunia wewangian dan wanita. dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah. Aamin aamin ya robbal ‘alamin. berpandang-pandangan pada lawan jenis yang bukan makhrom jelas haram hukumnya. Ahmad 2/168.

Pada kenyataannya. 2003) adalah "hubungan antara laki-laki dan perempuan. yaitu pria dan wanita berlangsung akrab dalam rangka menentukan pilihan dan mencari jodoh". penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. 2005). Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Poerwadharminta (1989:623) disebutkan bahwa "pacaran adalah teman lawan jenis tetap dan mempunyai hubungan intim biasanya menjadi tunangan kekasih". bukan mahrom. Definisi Pacaran Pada dasarnya Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Ahli seksologi Dr. Pacaran menurut Reiss (dalam Mulawitri. Boyke (dalam Mu'tadin. 2002 Online) berpacaran merupakan latihan pendewasaan dan pematangan emosi. menjadikan dia sebagai pacar. Hidayat (1986:134) mengemukakan bahwa "pacaran adalah proses pergaulan antara pria dan wanita yang lebih intern". kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala). Menurut AI-Ghifari (2003:19) memacari adalah mengencani. Mastudli Sahli (1981:40) mengatakan bahwa masa "berpacaran adalah masa menemukan calon teman hidup yang diinginkan keduanya agar kelak setelah menjadi suami. . Adapun Suyono (1985:289) "pacaran adalah suatu cara bergaul secara lebih efektif antara remaja usia menikah berlainan jenis. Pacaran dikenal secara umum ialah suatu jalinan hubungan cinta kasih antara dua orang berbeda jenis.istri dapat hidup ideal dan harmonis'. anggapannya sebagai persiapan saling mengenal sebelum akhirnya menikah. Melalui pacaran mereka bisa merasakan rindu dan berlatih bagaimana harus sharing pada pasangannya (Selamihardja dan Yudana. Menueurt beberapa referensi menyebutkan pacaran sendiri adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orang-orang kafir di negeri Barat dan lainnya. seorang partner tetap atau calon jodoh". keduanya terlibat perasaan dan saling mengakui pasangan pacar". Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan. Kartono (1986:186) menyebutkan bahwa "pacar adalah seorang pemuda ideal. BAB II ISI A.

waktu kita 24 jam.dsb disaat kantong bolong. -Ada pendengar setia di saat senang maupun duka.pulsa. -Mudah membuang keluhan.dengan tujuan mengenal pribadi lawan jenisnya.karena ada yang setia menemani dimanapun kapanpun.alias berbagai curhat permasalahan yang terjadi dalam hidup kepada pacar kita.Kalau baik dapat berarti keuntungan donk.jelas sudah daripada aib kita ketahuan ntar si Pacar jadi ga . Keuntungan Pacaran antara lain : -Mendapatkan perhatian lebih dari orang lain alias pacar yang kita pacari. Keuntungan dan Kerugian Berpacaran Keuntungan selalu dinilai dari hasil yang didapat. Menurut pengamatan dari ahli dan saksi dari korbannya.Untuk berkomunikasi dengan pacar membutuhkan waktu -/+ 5 – 10 jam perhari. Kerugian Pacaran antara lain : -Mengurangi waktu kita.karena memikirkan satu obyek saja [pacar] akan membuat otak kita semakin sempit dan dangkal.Kalau buruk tentunya bermakna kerugian. Pacaran yang dibahas di sini adalah hubungan sebelum menikah. Sedangkan kerugian adalah hasil yang buruk yang ditimbulkan dalam melakukan suatu usaha maupun tindakan inilah kerugian.unek-unek. -Tidak akan kesepian diri kita. Kalau sudah menikah terserah deh.Kadang bukan sekadar mengenal tapi lebih kedalam.Belum lagi kalo Playboy -Membuat berbohong.tidak perlu dibahas.B. Tanpa hasil berarti bukan berarti keuntungan. -Ada yang mentraktir baik makan. -Menghambat kerja otak. Pacaran sebelum menikah bermakna sebuah hubungan coba – coba yang belum jelas arahnya.

karena keasikan pacaran. -Dapat menimbulkan efek sakit hati.Sudah tidak heran lagi.tentunya akan menghambat.Bisa Digrebek warga -Menambah aib keluarga.karena dapat menimbulkan nafsu birahi. Menundukan pandangan terhadap lawan jenis Allah memerintahkan kaum laki-laki untuk menundukan pandangannya. -Mengulur – ulur pernikahan.uang bensin.cita. keuntungan yang lain bagi mereka yang memikirkan masa depan khusunya bagi remaja laki-laki untuk mendapatkan pasangan hidup akan lebih mudah jika masa depan lebih baik C. 95% remaja sukses dikarenakan lebih fokus kepada karier dan masa depan remaja itu sendiri.karena bisa maen hati setelah sudah beristri besok. demen. An-Nur : 30).dan uang – uang lainnya -Menghambat cita. -Mengurangi kewibawaan lelaki.sehingga mengulur – ulur pernikahan.apabila putus sehingga menimbulkan Mantan Pacar.Habis uang pulsa.lebih baik berbohong. -Menambah dosa.nanti kalau berduan di dalam rumah.memang hanya wanita yang dapat membuat lelaki luluh.jika tidak dapat menjaga nafsu tentunya bisa married accident. -Menghabiskan uang. Cita-cita di dapat dari suatu imajinasi dalam pikiran kita. -Memunculkan fitnah. (QS.tentunya bagi teman yang muslim pacaran sangat dilarang.akan menghancurkan lelaki itu sendiri. sebagaimana firmanNya: Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. .Tapi kalau tidak tepat waktunya. menurut penelitian beberapa ahli. Etika Pergaulan pada Lawan Jenis di Zaman Sekarang 1.dan keuntungan bagi remaja yang memikirkan masa depan.apalagi zaman modern seperti ini.Mantan Pacar ini berbahaya lho.jika pikiran kita sudah berimajinasi kepada pacar.

lihat Takhrij Misykah 3188). An- Nur : 31). Al-Ahzab : 53). Firman Allah : Hai istri-istri Nabi. Menutup aurat Allah berfirman : Dan janganlah mereka menampakan perhiasannya. . Muslim 1341). Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. karena itu mereka tidak di ganggu. Bukhari 9/330. jika kamu bertakwa. (HR. (HR. Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (Khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya. Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada wanita beriman. anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. 2. Firman Allah : Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab. Tidak mendayukan ucapan Seorang wanita dilarang mendayukan ucapan saat berbicara kepada selain suami. harus disampaikan dari balik tabir pembatas. 3. kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain. Al-Ahzab : 59). katakanlah kepada istri-istrimu. Juga firmanNya : Hai Nabi. Adanya pembatas antara laki-laki dengan wanita Jika ada sebuah keperluan terhadap lawan jenis. Ibnu Majah 661). karena syetan akan menjadi yang ketiganya. Abu Dawud 4018. (QS. Tidak berdua-duaan bersama lawan jenis Dari Ibnu Abbas RA berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda. Dari Jabir bin Samurah berkata : Rasulullah SAW bersabda : Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan seorang wanita. (HR. Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis. Tirmidzi 2793. (QS. Muslim 1/641. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. Tirmidzi 3/374 dengan sanad Shahih. 4. begitu juga wanita jangan melihat aurat wanita. 5. sebagaimana sebuah hadits : Dari Abu Said Al-Khudri RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : Janganlah seorang laki-laki memandang aurat laki-laki. kecuali yang biasa nampak dari padanya. (QS. An-Nur : 31). Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Allah berfirman : Dan katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Ahmad 1/18. (QS.

dalam artian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. (HR.Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik. sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina. (HR. atau dia . (QS. (Tafsir Ibnu Katsir 3/530). lihat Ash-Shohihah 1/447/226). Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya. zina mata dengan memandang. Abu Dawud 2152). (Ash-Shohihah 1/448). Menyentuh wanita yang tidak halal disentuh baik memegang atau lainnya adalah zina tangan. maka itulah zina kalbu. Dari Aisyah berkata : Demi Allah. Berbicara dengan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Thabrani dalam Mujam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam musnadnya 1283 dengan sanad hasan.52. pasti akan mengenainya. Berkata Imam Ibnu Katsir : Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh Allah kepada para istri Rasulullah saw serta para wanita muminah lainnya. lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya. Inilah sebagian etika pergaulan laki-laki terhadap wanita selain mahram. Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membaiat dan lain-lain. (HR. Bukhari 4891). Al-Ahzab : 32). tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat. 6. Mengayunkan langkah menuju wanita penarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. yaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu. zina lisan dengan berbicara. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti yaitu melakukan perzinaan (kemaluannya telah membenarkan). Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan-angan. Tidak menyentuh lawan jenis Dari Maqil bin Yasar RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Apabila seseorang melanggar semua atau sebagian saja akan menjadi dosa zina baginya. Bukhari 4/170. Muslim 8. Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal dipandang meski tanpa syahwat adalah zina mata . Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah : Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.

Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina. hadits no. bisa dipastikan selalu membayangkan orang yang dicintainya. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri. Hukum Pacaran Setelah memperhatikan ayat dan hadits di atas. sms. Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata. Padahal Allah taala telah melarang perbuatan zina dan mendekati perzinaan (Lihat Hirosatul Fadhilah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid. 2) Orang yang sedang pacaran tidak akan bisa menjaga hijab. 6) Orang yang sedang pacaran. 5) Pacaran identik dengan saling menyentuh antara laki-laki dengan wanita. selamat dari zina kemaluan. Hal. 94-98) firman Allah : Dan janganlah kamu mendekati zina. Dalam kamus pacaran. Syaikh Shalih Al-Utsaimin. meskipun itu hanya jabat tangan. lalu bagaimana kalau semuanya? Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan. maka tidak diragukan lagi bahwa pacaran itu haram. (Syarh Riyadhus Shalihin An-Nawawi. Namun lambat laut akan janjian kencan. Al-Isra : 32). atau chating. D. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia. hal-hal tersebut adalah lumrah dilakukan. Maka benarlah. 4) Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya. bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini. karena beberapa sebab berikut : 1) Orang yang sedang pacaran tidak mungkin menundukan pandangannya terhadap kekasihnya. padahal satu hal saja cukup untuk mengharamkan pacaran. 3) Orang yang sedang pacaran biasanya sering berdua-duaan dengan kekasihnya. (QS. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan buruk. baik di dalam rumah atau di luar rumah. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu-satunya cara untuk mengenal pasangan jika kita berfikir lebih. ً ‫س ِّب‬ ‫يل‬ َ ‫احشَةً َو‬ َ ‫سا َء‬ ِّ ‫َو ََل ت َ ْق َربُوا‬ ِّ َ‫الزنَا ِّإنَّهُ َكانَ ف‬ . Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon. apalagi jika sampai berzina. berarti kemaluannya telah mendustakan. 1619).

yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. َ‫ص َنعُون‬ َّ ‫ظوا فُ ُرو َج ُه ْم ذَلِّكَ أ َ ْزكَى لَ ُه ْم إِّ َّن‬ ٌ ِّ‫َّللاَ َخب‬ ْ َ‫ير بِّ َما ي‬ ُ َ‫ار ِّه ْم َويَحْ ف‬ َ ‫قُ ْل ِّل ْل ُمؤْ ِّمنِّينَ يَغُضُّوا ِّم ْن أ َ ْب‬ ِّ ‫ص‬ “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya. maka jalan tersebut juga menjadi haram. tangan pun ikut berzina Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini. sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang. dan memelihara kemaluannya. An Nur: 30).ِّ‫َّللا‬ ُ ‫سأ َ ْلتُ َر‬ َّ ‫سو َل‬ َ . ‫ص ِّرى‬ َ ‫ف َب‬ ْ َ ‫ظ ِّر ْالفُ َجا َء ِّة فَأ َ َم َر ِّنى أ َ ْن أ‬ َ ‫ص ِّر‬ َ َ‫ َع ْن ن‬-‫صلى هللا عليه وسلم‬. Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina). Al Isro’: 32). namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms). Keempat: Dalam pacaran. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya.” Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Dari Jarir bin Abdillah. Zina kedua mata adalah dengan melihat. tidak bisa tidak. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku. Zina kedua telinga dengan .” Kedua: Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan Padahall Allah Ta'ala perintahkan dalam firman-Nya.“Dan janganlah kamu mendekati zina.”(QS. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu .” Berdua-duaan (kholwat) yang terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat. Dan suatu jalan yang buruk. Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan. ‫ ِّإَلَّ َمحْ َرم‬، ُ‫طان‬ َّ ‫ فَإ ِّ َّن ثَا ِّلثَ ُه َما ال‬، ُ‫أََلَ َلَ يَ ْخلُ َو َّن َر ُج ٌل ِّبا ْم َرأَة َلَ ت َِّح ُّل لَه‬ َ ‫ش ْي‬ “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram. beliau mengatakan. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". ُ‫سانُ ِّزنَاه‬ َ ‫الل‬ ِّ ‫ع َو‬ُ ‫ان ِّزنَا ُه َما ا َِّل ْستِّ َما‬ِّ َ‫ظ ُر َواألُذُن‬ ِّ ‫الزنَى ُمد ِّْركٌ ذَلِّكَ َلَ َم َحالَةَ فَ ْال َع ْين‬ َ َّ‫َان ِّزنَا ُه َما الن‬ ِّ َ‫َصيبُهُ ِّمن‬ ِّ ‫ب َعلَى اب ِّْن آدَ َم ن‬ َ ِّ‫ُكت‬ َ ْ َ ُ‫صدِّق ذلِّكَ الف ْر ُج َويُك َِّذبُه‬ُ َّ َ ْ َ ْ َ ُ َ ُ‫الر ْجل ِّزنَاهَا الخطا َوالقلبُ يَ ْه َوى َويَت َمنى َوي‬ْ ُ ِّ ‫ش َو‬ ْ ْ ْ َ َ ُ ‫الكل ُم َواليَد ُ ِّزنَاهَا البَط‬ ْ “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi. “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Oleh karenanya. lewat kata-kata mesra via chating dan lainnya. “Allah melarang mendekati zina. Dalam ayat ini.” (QS. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom.

Adakah bentuk pacaran yang selamat dari hal-hal di atas? Lantas dari sini. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. sehingga akan berkeinginan orang-orang yang hatinya terdapat penyakit. yang pada akhirnya mereka saling mencintai. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh).” Inilah beberapa pelanggaran ketika dua pasangan memadu kasih lewat pacaran. karena tidak boleh seseorang untuk bersenang-senang dengan wanita asing (bukan mahramnya) baik lewat ucapan. bahwa beliau bersabda : Janganlah seorang laki- laki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya. maka hukumnya haram. Sebagaimana firman Allah taala : Dan janganlah kalian melembutkan suara. pembicaraan lewat telepon serta perbuatan semacamnya demi menjaga agama dan kehormatannya. (QS. Sebagaimana telah tsabit dari Rasulullah SAW. memandang. bagaimanakah mungkin pacaran dikatakan halal? Dan bagaimana mungkin dikatakan ada pacaran islami padahal pelanggaran-pelanggaran di atas pun ditemukan? Jika kita berani mengatakan ada pacaran Islami. (Fatwa Islamiyah kumpulan Muhammad Al- Musnid 3/80). E.mendengar. Al-Ahzab : 32). Zina lisan adalah dengan berbicara. serta mendorongnya untuk bertemu dan berhubungan. . yang mana korespondensi semacam itu banyak menimbulkan fitnah dan menanamkan dalam hati seseorang untuk mencintai perzinaan yang akan bisa menjerumuskan seseorang pada perbuatan keji. Adapun kalau pembicaraan itu untuk sebuah keperluan. maka saya menasehatkan kepada setiap orang yang menginginkan kebaikan bagi dirinya untuk menghindari surat-suratan. judi islami. karena bisa menimbulkan syahwat di antara keduanya. arak islami. Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman Al-Jibrin ditanya : Kalau ada seorang laki-laki yang berkorespondensi dengan seorang wanita yang bukan mahramnya. ataupun berdua-duaan. Fatwa Ulama Seputar Pacaran Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ditanya tentang hubungan cinta sebelum nikah (pacaran) Jawab beliau : Jika hubungan itu sebelum akad nikah. dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya. maka seharusnya kita berani pula mengatakan ada zina islami. Zina kaki adalah dengan melangkah. apakah perbuatan itu haram Jawab beliau : Perbuatan itu tidak diperbolehkan. Syaikh Jibrin juga ditanya : Apa hukumnya kalau ada seorang pemuda yang belum menikah menelepon gadis yang belum menikah? Jawab beliau : Tidak boleh berbicara dengan wanita asing (bukan mahramnya) dengan pembicaraan yang bisa menimbulkan syahwat. dan seterusnya. mendayukan suara baik lewat telepon maupun lainnya. seperti rayuan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian. baik sudah lamaran ataupun belum.

Tips Efektif Menghilangkan Rasa Cinta dan Rindu kepada Orang yang Bukan Milik Kita Pertama : Berusaha Ikhlas dalam Beribadah Jika seseorang benar-benar ikhlas menghdapkan diri pada Allah. F. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan.maka hal itu tidak mengapa apabila selamat dari fitnah. maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya. Allah Ta’ala berfirman.Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapat rasa kasmaran. niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis. akan tetapi hanya sekedar keperluan. (Fatwa Islamiyah 3/97). sedih. tak pernah tebersit di hati sebelumnya. “Sungguh.” Kedua: Banyak Memohon pada Allah Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a.” (QS. Ingatlah. jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya. Namun.pandangan berulang-ulanglah merupakan biang kehancuran. lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah.Oleh karena itu. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya. Lihatlah Surat An-Nur ayat 30. kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati tetap terjaga. merasakan kebutuhannya kepada Allah. niscaya Allah akan mengabulkan doanya. dan sengsara. niscaya akan kuperkenankan bagimu. lebih indah. melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. ‫َوقَا َل َربُّ ُك ُم ادْعُو ِّني أ َ ْست َِّجبْ لَ ُك ْم‬ “Dan Rabbmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku. Al- Mu’min:60) Ketiga: Rajin menjaga pandangan Pandangan berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. . Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya.

yaitu kemaslahatan hidup berumahtangga dan bermasyarakat serta jaminan keamanan bagi kehamilan.nikahan usia dini hukumnya sah sepanjang telah terpenuhinya syarat dan rukun nikah. Ibnu mas’ud mengatakan. Ibnu Qayyim pernah menyebutkan nasihat seorang sufi ditujukan kepada Imam Asy Syafi’I. rasa rindu semakin memuncak. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran mudah lenyap begitu saja.nikahan secara defnitif. nyanyian adalah mantera-manteraa zina. sudah barang tentu nyanyian dan tontonan seperti itu ditingga. Pandangan Ahli Hukum Islam (Fuqa. Usia kelayakan pernikahan adalah usia kecakapan berbuat dan menerima hak (ahliyatul ada’ wa al­wujub). baik batasan usia minimal maupun maksimal. Ketiga. Kedewasaan usia merupakan salah satu indikator bagi tercapainya tujuan pernikahan.kan untuk keselamatan serta kejernihan hati. tidak terdapat ketentuan secara eksplisit mengenai batasan usia pernikahan. pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (bathil)”. berbagai angan menyimpang pun terbersit dalam hati dan pikiran. ketentuan perkawinan dikembalikan pada standardisasi usia seba. Pertama. Terlebih. Ia berkata.gaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sebagai pedoman.“ jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq).” Adh Dhohak mengatakan.” G. Bila demikian.ha) Terhadap Pernikahan di Bawah Umur Pada Keputusan Ijtima ’Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia III Tahun 2009 dinyatakan bahwa dalam literatur fkih Islam. jika nyanyian tersebut dikemas mengharu biru. Kedua. mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang-orang dimabuk cinta. Walaupun demikian. “Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran. tetapi haram jika mengakibatkan mudharat. guna merealisasi. Akibatnya.kan kemashlahatan. Kelima: Menjauhi Musik dan Film Percintaan Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar mengobarkan rindu pada orang yang dicintai. Berdasarkan hal tersebut.an ketentuan hukum tersebut adalah sebagai berikut: . Dalil-dalil yang menjadi dasar penetap. per. “Nyanyian itu akan merusak hati dan mendatangkan kemurkaan Allah. Sempat diungkapkan beberapa ulama. Keempat: Lebih Giat Menyibukkan Diri Dalam situasi kosong kegiatan seseorang biasanya lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai.” Fudhail bin ‘Iyadh “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.tuan hukum. sebagai ketentuan sinn al-rusyd. Komisi fatwa menetapkan beberapa keten. serta dalam rangka memperoleh keturunan (hifz al-nasl) dan hal ini bisa tercapai pada usia dimana calon mempelai telah sem- purna akal pikirannya serta siap melakukan proses reproduksi. hikmah tasyri’ dalam pernikahan adalah menciptakan keluarga sakinah. Islam pada dasarnya tidak memberikan batasan usia minimal per.

Patokan bolehnya berkumpul adalah kemampuan dan kesiapan psikologis perempuan untuk menjalani hidup bersama. Pernikah-an anak perempuan yang masih kecil oleh bapaknya dibolehkan. Pertama. Ibn Qudamah menyatakan bahwa dalam kondisi si perempuan masih kecil dan dirasa belum siap . Argumen yang dijadikan landasan adalah zhahir hadits pernikahan Aisyah dengan Nabi SAW. Ketiga. kebolehan pernikahan dini ini tidak serta merta membolehkan adanya hubungan badan. MA. Pernikahan anak perempuan yang masih kecil oleh bapaknya dibolehkan. Walaupun demikian.a.ngan anak perempuan kecil. Semen. sebagaimana juga sah bagi anak-anak yang masih kecil. Hadits Bukhari dan Muslim dari ‘Al-Qamah f. Ulama Hanabilah menegaskan bahwa sekalipun pernikahan usia dini sah secara fkih. pengertian kecil disini adalah anak yang masih di bawah umur 19 tahun (bagi laki-laki) dan di bawah 16 tahun (bagi perempuan). Jika hubungan badan akan mengakibatkan adanya dlarar. maka hal itu terlarang. Kaidah Fikih dalam Qawaid al-Ahkam f Mashalih al-Anam karya Izzuddin Abd al-Salam jilid I halaman 51 g. yang membolehkan pernikahan usia dini. i. QS An-Nur(24): 32 d.tara dalam perspektif hukum positif. Pendapat Ibn Hazm yang memilah antara pernikahan anak lelaki kecil de. Al-Qur’an Surat (QS) An-Nisa’(4): 6 b. yang menyatakan bahwa dalam literatur fkih Islam tidak terdapat ketentuan secara eksplisit mengenai batasan usia pernikahan. namun tidak serta merta boleh hidup bersama dan melakukan hubungan suami isteri. dalam menjawab hukum pernikahan dini. Pandangan Ibn Syubrumah dan Abu Bakr al-Asham. baik pernikahan pada usia dini maupun sudah dewasa. sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Dr. pandangan kedua yang dikemukakan oleh Ibn Syubrumah dan Abu Bakr al-Asham. Hadits Muttafaq Alaih dari ‘Aisyah e. menyatakan bahwa pernikahan usia dini hukumnya terlarang secara mutlak.bolehkan pernikahan usia dini.sebut di atas. Beliau memilah antara pernikahan anak lelaki kecil dengan anak perempuan kecil. pandangan jumhur fuqaha.an Nabi. QS At-Thalaq (65): 4 c. Secara umum. HM Asrorun Ni’am Sholeh. Batasan pengertian kecil di sini merujuk pada beberapa ketentuan fkih yang bersifat kualitatif. sedangkan pernikahan anak lelaki yang masih kecil dilarang. Dengan demikian perkawinan yang dilakukan orang yang sudah tua dipandang sah sepanjang memenuhi syarat dan rukunnya. sebagaimana disebut.an usia dini hukumnya terlarang.kan dalam Fath al- Bari juz 9 halaman 237 yang menyatakan bahwa pernikah. namun mempelai masih kecil. pandangan ketiga yang dikemukakan Ibn Hazm. sedangkan pernikahan anak lelaki yang masih kecil dilarang. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan syarat dan rukunnya. yakni anak yang belum baligh dan secara psikis belum siap menjalankan tanggung jawab kerumahtanggaan. Kedua. Pandangan Jumhur fuqaha yang mem. dan menyatakan bahwa praktik nikah Nabi dengan ‘Aisyah adalah sifat kekhusus. h. Keputusan Komisi Fatwa MUI ter. pendapat para fuqaha dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok.

d. maka pengaturan ulil amri terhadap masalah ini sangat dimungkinkan. dan menurut Ulama Syafi’yyah. Oleh sebab itu. Negara Arab . yaitu sekitar 15-21 tahun. Imam al. tapi secara tersirat (kontekstual) Al-Qur’an dan al-Hadits tidak menutup kemungkinan menetapkan usia menikah tersebut. Jika telah terjadi pernikahan usia dini. Realitanya. namun jika sudah ditetapkan ulil amri. Meskipun pernikahan usia dini dibolehkan. Pelaksanaan pernikahan tersebut untuk kemaslahatan mempelai serta diyakini tidak mengakibatkan dlarar bagi mempelai. maka pengaturan usia pernikahan dapat dibenarkan sepanjang pengaturan usia pernikahan tersebut bukan bersifat batasan (tahdid). akan tetapi menurut Ahl. tidak boleh menikahkan dirinya sendiri atau oleh hakim. si perempuan tidak ada lagi khiyar untuk memfasakh. Asrorun Ni’am Sholeh berpendapat bahwa pernikahan dini dibolehkan sepanjang pelaksanaannya terdapat mashlahat rajihah bagi kedua mempelai. c. yakni berusia minimal 18 tahun). b. mengingat pernikahan termasuk kategori fikih ijtima’I. negara Islam atau negara berpenduduk muslim membedakan usia menikah calom mempelai laki-laki dan perempuan (kecuali Irak serta Somalia tidak membedakannya. diketahui bahwa usia menikah perempuan lebih muda 1-6 tahun dibanding kaum laki-laki.(baik secara fsik maupun psikis) untuk menjalankan tanggung jawab hidup berumahtangga. negara-negara Islam atau negara-negara berpenduduk muslim memiliki peraturan perundang-undangan yang mengatur usia menikah secar beraneka ragam. Jadi. Imam Syafi’I dan Ulama Hijaz. maka umat Islam mempunyai kewajibab syar’I mengikutinya. Tidak dibolehkan melakukan hubungan suami istri sampai tiba masa yang secara fisik maupun psikologis siap menjalankan tanggung jawab hidup berumah tangga. Umumnya. Bahkan lebih tegas lagi. Laki-laki rata- rata ditetapkan usia 16-21 tahun. sedangkan perempuan rata-rata 15-18 tahun. hanya oleh ayah atau kakek (dari ayah). bahkan menaatinya adalah suatu keharusan. ia mempunyai hak memilih (khiyar) jika telah dewasa. maka pernikahan tersebut hukumnya sah dan bersifat mengikat. Selanjutnya. maka pihak wali dapat memisahkan keduanya sementara waktu. namun jika hal itu akan melahirkan dlarar bagi mempelai maka pernikahan menjadi haram: dan dalam kondisi demikian. Walaupun Al-Qur’an serta Hadits tidak disebutkan secara tersurat (tekstual) umur menikah. Menurut Imam Malik. maka jika terjadi pernikahan usia diniharus memenuhi ketentuan berikut: a. maka dia boleh menolak ajakan suami untuk berhubungan badan. mempelai mempunyai hak fasakh. meskipun secara fikih penetapan usia pernikahan masih diperselisihkan.al-Iraq.rasa khawatir atas dirinya. yakni seorang wali menikahkan anaknya masih kecil. Untuk mencegah terjadinya hubungan suami istri pada usia belia. maka walinya menahan untuk tidak hidup bersama dulu. sampai si perempuan mencapai kondisi yang sudah siap. Yang demikian adalah walinya. namun untuk menjaga kemaslahatan dan agar tercapai maqashid al-syari’ah dari pernikahan dini.Bahuty menegaskan jika si perempuan me.

Barangsiapa yang belum mampu. “Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatunya dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan. َّ ‫صنُ ِّل ْلفَ ْرجِّ َو َم ْن لَ ْم يَ ْست َِّط ْع فَعَلَ ْي ِّه بِّال‬ ُ‫ص ْو ِّم فَإِّنَّهُ لَه‬ َ َ‫ض ِّل ْلب‬ َ ْ‫ص ِّر َوأَح‬ ُّ ‫ع ِّم ْن ُك ُم ْالبَا َءة َ فَ ْليَت َزَ َّو ْج فَإِّنَّهُ أ َ َغ‬ َ َ‫ب َم ِّن ا ْست‬ َ ‫طا‬ َّ ‫يَا َم ْعش ََر ال‬ ِّ ‫شبَا‬ ‫ِّو َجا ٌء‬ “Wahai para pemuda. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Obatnya adalah dengan menikah jika mampu. maka menikahlah.” Yang dimaksud baa-ah dalam hadits ini boleh jadi jima’ yaitu mampu berhubungan badan. Khoirudin Nasution dan Muh. QS An-Nisa ayat 6. syaratnya adalah mampu yaitu telah mampu menafkahi keluarga. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. bahwa kerinduan pada si dia yang diidam-idamkan adalah penyakit. H. Amin Suma menjelaskan bahwa Al-Qur’an secara tekstual dan tegas tidak menyebutkan usia nikah. Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullahh mengatakan bahwa kedua makna tadi kembali pada makna kemampuan memberi nafkah. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda. Saudi sendiri tidak menetapkan batas usia minimal menikah. Ingatlah. Obatnya tentu saja bukanlah ditambah dengan penyakit lagi.” Inilah jalan yang terbaik bagi orang yang mampu menikah. Namun ingat. namun ada ayat yang mengindikasikan itu. barangsiapa yang memiliki baa-ah. Itulah yang lebih tepat. Bukan malah lewat jalan yang haram dan salah. walau akhirnya pernikahan tersebut putus (bercerai) atas tuntutan ibu si bocah. . maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya. Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud baa-ah adalah telah mampu memberi nafkah. Inilah solusi terbaik untuk orang yang akan memadu kasih. hingga pernah terjadi pernikahan seorang gadis berusia 8 tahun bersama pria 51 tahun. ِّ ‫» لَ ْم ن ََر ِّل ْل ُمت َ َحا َّبي ِّْن ِّمثْ َل‬ « ِّ‫النكَاح‬ “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan. Solusi Dari Perkara Pacaran Solusi terbaik bagi yang ingin memadu kasih adalah dengan menikah.

 Pacaran lebih banyak menimbulkan mudharat yakni mengarah ke perbuatan zina. seperti sabda Rasul bahwa umatnya tidak boleh mendekati zina.  Pernikahan usia dini diperbolehkan asal memenuhi beberapa syarat seperti di atas telah disebutkan. .  Pacaran tidak dikenal pada islam. terlebih jika melakukannya adalah dosa. melainkan taaruf yaitu proses pengenalan masing-masing pasangan sebelum menikah. BAB III PENUTUP Melalui penulisan makalah ini dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut :  Pacaran menurut pandangan Islam hukumnya ialah haram.

com. Pernikahan Usia DIni Perspektif Fikih Munakahah dalam Ijma’ Ulama. Blogspot 2012. Hukum Keluarga Islam di Dunia Islam. (http://perkumpulan- hadits. Anonymous. Jakarta: Rajawali Press. 213. . diakses 4 Desember 2012). Pacaran versus Taaruf. DAFTAR PUSTAKA Muhammad Amin Suma. (online). 2009. HM Asroni Ni’am Sholeh.blogspot. 2004. Majelis Ulama Indonesia. hlm.