You are on page 1of 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anggaran merupakan masalah yang cukup menarik untuk
dibahas karena anggaran dapat dijadikan sebagai pedoman
sekaligus sebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan.
Beberapa alasan yang menjadikan anggaran dipakai secara luas
adalah bahwa anggaran dapat dinyatakan dalam bentuk uang dan
anggaran secara langsung dapat menyampaikan informasi
mengenai sumber daya perusahaan, modal dan laba perusahaan.
Anggaran juga dapat menetapkan standar prestasi kerja yang luas
dan tidak diragukan untuk jangka waktu tertentu.
Anggaran penjualan juga berguna sebagai dasar
penyusunan semua anggaran yang ada dalam perusahaan.
Anggaran penjualan pada waktu penyusunannya harus
disusun paling awal dari semua anggaran lain yang ada didalam
perusahaan serta dilihat dari banyaknya faktur-faktur yang
berhubungan dengan penjualan. Anggaran penjualan yang
disusun harus realistis, yaitu berdasarkan analitis terhadap
penjualan dimasa lalu dan keadaan pasar pada masa kini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian anggaran penjualan?
2. Apa manfaat anggaran penjualan?
3. Apa tujuan penyusunan anggaran penjualan?
4. Apa saja mekanisme penyusunan Anggaran Penjualan?
5. Apa saja Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran
penjualan?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Anggaran Penjualan
2. Untuk mengetahui manfaat anggaran penjualan
3. Untuk mengetahui tujuan dari penyusuna anggaran penjualan

1
4. Untuk mengetahui mekanisme penyusunan anggaran penjualan
5. Untuk mengetahu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penyusunan
anggaran penjualan

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Anggaran Penjualan


Pengertian anggaran menurut M. Munandar (2000;49)
adalah sebagai berikut: “Anggaran penjualan adalah anggaran
yang merencanakan secara lebih terperinci tentang
penjualan perusahaan selama periode yang akan datang.
Yang didalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas)
barang akan dijual, kunlah (kuantitas) barang yang akan
dijual, harga barang yang akan dijual, waktu penjualan serta
tempat (dearah) penjualamva."
Dari pengertian tersebut, jelaslah bahwa anggaran
penjualan hanya merupakan salah satu bagian saja dari seluruh
rencana perusahaan dibidang pemasaran produk yang
ditawarkan dapat berupa barang atau jasa. Penjualan produk
memerlukan perhatian khusus supaya dapat mencapai anggaran
yang ditetapkan. Penyusunan anggaran penjualan merupakan hal
yang sangat penting bagi perusahaan, karena atas dasar anggaran
penjualan ini seluruh aktivitas yang ada dalam perusahaan akan
disusun perencanaannya.
Pada umumnya anggaran penjualan akan disusun untuk
jangka pendek dan jangka panjang. Anggaran jangak pendek
akan menjadi pedoman pelaksanaan penjualan produk
perusahaan yang akan digunakan di dalam perusahaan. Sebagai
pedoman pelaksaan kegiatan, maka anggaran penjualan jangka
pendek perlu disusun secara terinci, sehingga tidak
menimbulkan penafsiran yang beraneka ragam. Dengan rincian
yang jelas manajemen perusahaan yang akan melaksanakan
anggaran tersebut terhindar dari keragu-raguan dan kesulitan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun
anggaran penjualan adalah sebagai berikut:

3
1. Rincian jumlah dan jenis produk perusahaan
Anggaran penjualan hendaknya menyebutkan jenis
produk yang akan dijual serta jumlah unit dari masing-
masing produk tersebut. Untuk keperluan pengawasan
masing-masing produk tersebut perlu diketahui jumlahnya,
walaupun pada akhirnya seluruh penjualan harus dijumlahkan
2. Rincian daerah pemasaran
Bagi perusahaan yang mempunyai daerah pemasaran
yang cukup luas, perlu untuk memperhatikan ke mana saja
produk perusahaan tersebut akan dijual. Dalam menyusun
anggaran penjualan daerah pemasaran yang luas ini dapat
dibagi menjadi beberapa daerah pemasaran dengan dasar-
dasar tertentu yang sesuai dengan kondisi perusahan,
misalnya letak geografis dan pembagian atas dasar kota tujuan.
3. Diskriminasi harga
Beberapa perusahaan menetapkan harga yang sama
bagi penjualan produknya untuk seluruh daerah pamasaran,
tetapi ada pula beberapa perusahaan yang menetapkan
kebijakan diskriminasi harga yang jelas untuk masing-masing
daerah, sehingga pelaksanaannya dapat diawasi dan diketahui
dengan mudah.
4. Potongan harga
Pembeli atau distributor yang membeli dalam jumlah
tertentu atau membayar dalam jangka waktu tertentu akan
mendapat potongan harga. Untuk memudahkan pengawasan,
maka dalam anggaran akan seharusnya disebutkan berapa
banyak potongan yang akan diberikan oleh perusahaan
sehubungan dengan pembelian persyaratan-persyaratan
khusus tersebut. Bagi perusahaan yang rutin memberikan
potongan pembelian, akan lebih baik bila anggaran penjualan
yang disusun dilengkapi dengan anggaran potongan

4
pembelian, sehingga mudah diawasi. Anggaran potongan
pembelian ini dapat digabungkan dengan anggaran penjualan
tetapi ada pula yang disusun sendiri.
5. Rincian penjualan bulanan
Pada umumnya anggaran penjualan disusun untuk satu
periode atau satu tahun dan dilengkapi dengan rincian
penjualan dari distributor, agen, dan pengecer. Bagi
perusahaan yang menyusun peramalan penjualan tahunan,
perencanaan penjualan bulanan ini akan dilaksanakan atas
dasar pola penjualan yang telah ada dari beberapa periode
yang telah lalu, kemudian dijadikan perencanaan tahunan.
Atas dasar pola ini ditentukan berapa besar jumlah penjualan
per bulan pada periode yang bersangkutan
Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut
diatas, maka anggaran penjualan produk perusahaan dapat
disusun. Semakin jelas anggaran penjualan dalamp
perusahaan tersebut disajikan, semakin mudah pula
manajemen perusahaan yang bersangkutan melaksanakan
koordinasi dan pengendalian terhadap kegiatan penjualan
dalam perusahaannya.
B. Manfaat Anggaran Penjualan
1.Sebagai Pedoman Kerja
Sebagai pedoman kerja, anggaran berfungsi
memberikan arah serta memberikan target-target yang harus
dicapai oleh perusahaan dimasa yang akan datang.
2.Sebagai Alat Pengkoordinasian Kerja
Anggaran berfungsi sebagai alat pengkoordinasian kerja
agar semua bagian yang terdapat dalam perusahaan dapat
sating menunjang, sating bekerja sama dengan baik, untuk
menuju sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian
kelancaran jalannya perusahaan dapat lebih terjamin.

5
3.Sebagai Alat Pengawasan
Pelaksanaan pengendalian berkaitan erat dengan
anggaran karena dalam anggaran terdapat sasaran yang ingin
dicapai oleh setiap pelaksana anggaran. Dengan adanya
pengendalian, manajemen perusahaan dapat melakukan
analisis dan penelitian terhadap kemungkinan dari
penyimpangan tersebut dilakukan tindakan koreksi dengan
segera yang disesuaikan setuasi dan kondisi intern maupun
ekstern perusahaan.
C. Tujuan Penyusunan Anggaran Penjualan
Tujuan penyusunan anggaran menurut Welsch, dkk yang
diterjemahkan oleh Purwatiningsih (2000;147), adalah:
1. Untuk memasukan kebijakan dan keputusan manajemen
kedalam proses perencanaan (misalnya dalam rencana
pemasaran).
2. Untuk mengurangi ketidakpastian tentang pendapatan dimasa
datang
3. Untuk memberikan informasi penting bagi pembentukan
elemen lain dari rencana laba yang menyeluruh, dan
4. Untuk memudahkan pengendalian manajemen atas kegiatan
penjualan yang dilakukan
D.Mekanisme Penyusunan Anggaran Penjualan
Menurut Gunawan AdiSaputro dan Marwan Asri
(1998;127) langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam
menyusun anggaran penjualan meliputi:
1. Penentuan dasar-dasar anggaran
a. Penentuan variabel relevan yang mempengaruhi
penjualan
b. Penentuan tujuan umum dah khusus yang diinginkan
c. Penentuan strategi pemasaran yang dipake
2. Penyusunan rencana penjualan

6
a. Melakukan analisis ekonomi
Analisis ini dilakukan dengan mengadakan proyeksi terhadap
aspek-aspek makro seperti moneter, kependudukan, kebijaksanaan-
kebijaksanaan pemerintah dibidang ekonomi dan teknologi, dan
menilai akibatnya terhadap permintaan industri
b. Melakukan analisis industri
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan
masyarakat dalam menyerap produk sejenis yang dihasilkan
industri
c. Melakukan analisis prestasi penjualan yang lalu
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui posisi
perusahaan dimasa yang lalu. Dengan kata lain, untuk
mengetahui market share yang dimiliki perusahaan dimasa
lampau.
d. Melaksanakan analisis pententuan prestasi penjualan yang
akan datang Analisis ini dilakukan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan dalam mencapai target penjualan
dimasa depan, dengan memperhatikan faktor-faktor seperti
bahan mentah,tenaga kerja,kapasitas produksi,dan keadaan
pemodalan
e. Menyusun forecast penjualan, yaitu meramalkan jumlah
penjualan yang diharapkan dengan anggaran segala sesuatu
berjalan seperti masa yang lalu (forecasted sales)
f. Menentukan jumlah penjualan yang dianggarkan (budgeted
sales
g. Menghitung laba atau rugi yang mungkin diperoleh (budgeted
profit
h. Mengkomunikasikan rencana penjualan yang telah
disetujui oleh pihak yang lebih berkepentingan
E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran
Penjualan

7
Adapun faktor-faktor yang harus dipertimbangkan didalam
penyusunan anggaran penjualan menurut M.Munandar (2000;50), secara
garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
1. Faktor-faktor Intern, yaitu data, informasi, dan pengalaman
yang tidakterdapat didalam perusahaan itu sendiri. Faktor-
faktor tersebut antara lain:
a. Penjualan-penjualan tahun yang lalu meliputi kualitas,
kuantitas, harga, waktu, dan tempat (daerah) penjualan
b. Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah
penjualan. Misalnya tentang pemilihan saluran distribusi,
metode penetapan harga jual, dan sebagainya
c. Kapasitas produksi yang dimiliki oleh perusahaan, serta
kemungkinan, perluasan dimasa yang akan datang
d. Tenaga kerja yang tersedia, baik jumlahnya maupun
keterampilan dan keahliannya serta kemungkinan
pengembangan dimasa yang akan dating.
Modal kerja yang dimiliki perusahaan serta kemungkinan
perluasannya dimasa yang akan datang. Perusahaan masih dapat
mengatur dan menyesuaikan faktor-faktor intern ini dengan apa yang
diinginkan untuk masa yang akan datang sampai batas-batas tertentu.
Oleh karena itu, faktor-faktor intern ini sering disebut sebagai faktor-
faktor yang controllable (dapat diatur dan diawasi).
2. Faktor-faktor Ekstern, yaitu data, informasi, dan pengalaman yang terdapat
di luar perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap anggaran penjualan
perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain:
a. Keadaan persaingan di pasar
b. Posisi perusahaan dalam penduduk.
c. Tingkat penghasilan masyarakat.
d. Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang
dihasilkan perusahaan terutama yang mempengaruhi
dalam merencanakan harga jual dalam

8
e. anggaran penjualan yang akan disusun.
f. Agama, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat
g. Berbagai kebijakan pemerintah, baik dibidang politik,
ekonomi, sosial, budaya maupun keamanan
h. Kondisi perekonomian nasional, maupun internasional
i. Kemajuan teknologi, barang-barang subsitusi, sclera
konsumen dan kemungkinan perubahannya, dan sebagainya
Faktor-faktor ekstern tersebut tidak dapat dikendalikan
oleh perusahaan, sehingga perusahaanlah yang harus menyesuaikan diri
dari faktor-faktor ekstern tersebut. Oleh karena itu, faktor-faktor
ekstern sering disebut faktor yang uncontrollable (tidak dapat diatur
dan diawasi.

9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Anggaran penjualan (Sales Budget) ialah anggaran yang
merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahan
selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana
tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas)
barang yang akan dijual, harga barang yang akan dijual, waktu
penjualan serta tempat (daerah) penjualannya.
Didalam anggaran penjualan terdapat sedikitnya dua metode
penaksiran, yang pertama metode trend moment dan yang kedua adalah
metode trand least square.
Adapun tujuan dibuatnya anggaran penjualan pada perusahaan
adalah:
1. Mengurangi ketidakpastian dimasa depan.
2. Memasukkan pertimbangan /keputusan manajemen dalam
proses perencanaan.
3. Memberikan informasi dalam profit planing control.
4. Untuk mempermudah pengendalian penjualan.

10
DAFTAR PUSTAKA
Agus Ahyari. (1989). Anggaran Perusahaan: Pendekatan kuantitatif. (Buku I).
Yogyakarta: BPFE.
Asri Sw., Marwan. (1982). Peramalan Penjualan. Yogyakarta: Penerbit Fakultas
Ekonomi UGM.
Munandar. (1989). Budgeting. (Edisi 1). Yogyakarta: BPFE.
http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/91-pengertian-penjualan.pdf

http://library.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-narumondang.pdf

http://arie.ngeblogs.com/2010/01/04/anggaran-penjualan/

11