You are on page 1of 17

UJI KANDUNGAN AMILUM, PROTEIN, SERAT, GULA, DAN VITAMIN C

Laporan Praktikum

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Botani ekonomi
yang dibina oleh Dra. Eko Sri Sulasmi M.Si

Offering GHP

Kelompok 6 :

Annysa Vero S. (160342606295)
Dies Nariswari P. (160342606263)
Gabriela Maria I. (160342606209)
Maya Erisma L. (160342606218)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
OKTOBER 2018

buah alpukat. 2010). talas.buah jeruk. protein. dan pada industri kosmetika. buah jambu merah. Dasar Teori Starch (pati) atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. dan kanji. Mengetahui kandungan amilum pada ketela pohon. Pati tersusun paling sedikit oleh tiga komponen utama yaitu amilosa. kentang.buah jeruk. buah wortel. 1975). dan bunga turi. C. serat. amilopektin dan material antara seperti. roti. buah mangga. keseragaman granula. kentang. beras. roti. 1976). beras ketan. pati tersusun dari dua macam karbohidrat. ubi kuning. Bentuk dan ukuran granula merupakan karakteristik setiap jenis pati. amilosa dan amilopektin. Mengetahui kandungan protein pada ketela pohon. buah alpukat. lokasi hilum. protein dan lemak (Bank dan Greenwood. talas. Umumnya pati mengandung 15 – 30% amilosa. ubi kuning. pati dipakai sebagai komponen perekat. 1942). 1975). serta permukaan granulanya (Hodge dan Osman.buah jeruk. jagung. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Dalam bentuk aslinya secara alami pati merupakan butiran-butiran kecil yang sering disebut granula. buah mangga.buah tomat. buah wortel. gula. buah jambu merah. buah alpukat. 3. buah jambu merah. 5. 2. Mengetahui kandungan vitamin C pada buah pir. dan vitamin C pada sayuran dan buah. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. beras ketan.buah tomat. Struktur dan jenis material antara tiap sumber pati berbeda tergantung sifat-sifat botani sumber pati tersebut. buah pepaya. Mengetahui kandungan gula pada buah pir. beras. buah mangga. tawar dan tidak berbau. Secara umum dapat dikatakan bahwa pati biji-bijian mengandung bahan antara yang lebih besar dibandingkan pati batang dan pati umbi (Greenwood. Dalam industri. Pati digunakan sebagai bahan yang digunakan untuk memekatkan makanan cair seperti sup dan sebagainya. 70 – 85% amilopektin dan 5 – 10% material antara. buah pepaya. Amilosa memberikan sifat keras sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. campuran kertas dan tekstil. dan bunga turi. Protein merupakan polimer yang . Tujuan 1.buah tomat. berwujud bubuk putih. buah wortel. dan kanji. 4. Topik Pengujian kandungan amilum. dan bunga turi. jagung. B. Geraldus Mulder (1802-1880) berpendapat bahwa protein adalah zat yang paling penting dalam setiap organisme (Ellya.A. Selain ukuran granula karakteristik lain adalah bentuk. Mengetahui kandungan serat pada buah pir. karena itu digunakan untuk identifikasi (Hill dan Kelley. buah pepaya.

glukosa. 2005). Komposisi rata-rata unsur kimia yang terdapat dalam protein adalah karbon 55%. tumbuhan berbiji. selain itu dapat juga membantu tubuh dalam menangkal efek perusakan oleh senyawa radikal bebas dalam tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak sehingga membantu daya ingat kita agar tetap terjaga dan fokus. Didasarkan pada fungsinya di dalam tanaman. 1991. Serat sayuran dan buah yang kita makan disebut serat kasar (crude fiber). dan sirsak. Gula tersebut memberikan rasa manis dan tenaga yang dapat segera digunakan oleh tubuh. Protein lengkap yang mengandung semua jenis asam amino esensial. pengertiannya dijelaskan sebagai all structural materials of the plant cell taken in our diet which are resistant to digestive tract (Speller. dan fruktosa. kaplet. (b) non-polisakarida struktural yang sebagian besar terdiri dari lignin. oksigen 23%. susu. mangga. suku polong-polongan. Adanya antioksidan ini dapat melindungi jaringan otak dari kerusakan oksidatif dan inflamasi. yaitu gum dan agar-agar (Feri Kusnandar. hidrogen 7%. 2010). dan kentang.panjang dari asam-asam amino yang bergabung melalui ikatan peptida. dan cabai . tepung. serat dibagi menjadi 3 fraksi utama. Zat tepung buah masak lebih sedikit dibandingkan dengan buah mentah. yaitu selulosa. telur. dan selulosa. Vitamin C mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan. Menurut penelitian Profesor Gabriele Nagel dan Profesor . yaitu (a) polisakarida struktural yang terdapat pada dinding sel. Gula sederhana yaitu sukrosa. produk sejenis Quark. Tarigan. jeruk. maupun minuman. Dalam ilmu gizi. Selain itu dapat pula ditemukan pada sayuran seperti brokoli. keju. Protein tidak lengkap ditemukan dalam sayuran. 2004). Karbohidrat daging buah terdiri dari gula sederhana. yang membuatnya terasa manis. Sebagian besar energi berasal dari karbohidrat berupa gula. dan (c) polisakarida non-struktural. Vitamin C dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari pada buah-buahan seperti jambu biji. Serat dalam makanan lazim disebut sebagai dietary fiber sangat baik untuk kesehatan manusia. sulfur 1% dan kurang dari 1% fosfor (Winarno. kentang. nanas. ikan. 1983). saat ini banyak juga dijual produk-produk vitamin C sebagai suplemen yang dapat berupa tablet. tetapi juga ada dalam makanan lain misalnya beras. kacang- kacangan dan umbi-umbian. karena tepung yang ada telah banyak yang berubah menjadi gula (Pracaya. 1975). tomat. (Sloane. unggas. terdapat juga serat makanan yang tidak hanya terdapat pada sayur dan buah. Selain pada buah-buahan maupun sayuran. nitrogen 16%. selain serat kasar. Kandungan gula ini didominasi oleh gula sukrosa. ditemukan dalam daging. dan polong-polongan. bayam. hemiselulosa dan substansi pektat. padi-padian.

Prosedur 1. Tabung reaksi 4. buah wortel. Kertas label 4. talas. beras ketan. buah pepaya. dan bunga turi. Pipet Bahan : 1.buah tomat. Bahan uji serat. Larutan HCl 25% E. Gelas ukur 7. jagung. 2005) D. Reagen IKI 5. roti. kentang. meliputi ketela pohon. Pisau 5. (Youngson. Reagen Biuret 6. Christine von Arnim dari Universitas Ulm. jagung. Dari penelitian tersebut juga dikatakan vitamin C dapat mencegah terjadinya demensia atau yang biasa kita sebut kepikunan. buah jambu merah. Reagen Fehling A dan Fehling B 7. Beaker glass 3. ubi kuning. sedangkan yang lainnya dikerik Hasil tusukan dan kerikan diletakkan pada plat tetes dan pada kaca benda KI sebanyak 1 tetes pada bahan pada plat tetes untuk diamati periubahan warnanya dan kaca benda untuk kemudian diamati di bawah . Alat Bahan Alat : 1. Mortar dan pistil 6. kentang. ditemukan bahwa penderita Alzheimer memiliki kadar vitamin C yang rendah dalam plasma. 3.buah jeruk. beras. roti. ubi kuning. beras ketan.Uji amilum Menyiapkan bahan uji amilum berupa ketela pohon. dan kanji Pada bahan berupa umbi-umbian bahan ditusuk-tusuk. beras. Kaki tiga 2. Reagen Floroglusin 8. talas. Bahan uji amilum dan protein. gula dan vitamin C meliputi buah pir. buah mangga. dan kanji 2. buah alpukat.

Kemudian dikocok dan diamati perubahan warna yang terjadi 2. masing-masing gerusan ditetesi Floroglusin dan HCl 25% lalu diamati dibawah mikro . Uji Protein Menggerus masing-masing bahan sampel secara terpisah Menyediakan tabung reaksi sesuai Menyediakan tabungbanyaknya sampel reaksi sesuai kemudian banyaknya diisi dengan sampel reagen kemudian diisi Biuret dengansebanyak 2ml pda tiap tabung reagen Biuret sebanyak 2ml pda tiap tabung kan maisng-masingg bahan uji sebanyak ujung Memasukkan spatula ke dalam maisng-masingg bahantabung yang sudah uji sebanyak ujungberisi Biuret. spatula Kemudian ke dalam tabungdikocok dan diamati perub yang sudah berisi Biuret. 1. Uji Serat el uji serat di dalam air mendidih hingga lunak dan menggerusnya dengan motar kemudian diamati dengan mata telanjang dibantu den it hasil gerusan dan meletakkan pada kaca benda.

menjaga A dan Fehling agar laritan tidak B dan Mengamati bahan uji pada lampu spirtus hinggaperubaahan warna yang mendidih. menjaga agarterjadi laritan tidak tumpah dnegan menggerakkan tabung rekasi. dan dikocok hingga homogen. dikocok Mengamati perubahan warna yang terjadi . Mengamati perubahan warna Menambahkan reagen Fehling A dan Fehling B dan yang terjadi hingga homogen. Mengamati perubaahan warna yang terjadi Untuk observasi vitamin Untuk C : sayur dan buah observasi diambil vitamin C :seperti langkah sayur dan buahsebelumnya yanglangkah diambil seperti maish segar. kemudian sebelumnya yangdigerus maish dengan air da Mencatat warna awal larutan. kemudian digerus dengan air dan disaring. Uji Gula dan Vitamin C Mengambil beberapa tabung reaksi dan diberi label sesuai dengan bahan sampel Memasukkan Fehling A dan Fehling Memasukkan FehlingBA dengan volumeByang dan Fehling sama dengan pada yang volume tiap taung sama reaksi dantaung pada tiap mengocoknya reaksi danhingga homoge mengocoknya hingga homogen Memasukkan Memasukkan hasil hasil gerusan gerusan pada pada tiap tabung tabung sebanyak sebanyak seujung seujung spatula spatula kan masing-masing tabung berisi UntukFehling A dan observasi gulaFehling B dan bahan : memanaskan uji pada lampu masing-masing spirtus tabung hingga berisi Fehlingmendidih. Menambahkan reagen Fehling MencatatA dan Fehling warna awal Blarutan. segar. 3.

Talas Biru (+) mengandung protein cincin ungu (-) tidak mengandung 6. Wortel Orange muda (+) mengandung serat kecoklatan . Data Pengamatan 1. Roti IKI (biru kehitaman) (++) mengandung amilum 4. Beras Biru Biru protein 3. Beras IKI (biru kehitaman) (++) mengandung amilum 3. Kentang IKI (biru kehitaman) (+) mengandung amilum 9. Alpukat Hijau Hijau muda (+) mengandung serat 6. Jeruk Orange Bening (-) tidak mengandung serat 7. Uji Protein Warna Warna No Bahan Keterangan Sebelum uji sesudah uji 1. Uji Amilum No Bahan Reagen Keterangan 1. Ketela pohon IKI (biru kehitaman) (+++) mengandung amilum 2. Beras Ketan Biru Biru protein 7. Mangga Orange Putih (+) mengandung serat 8. Kentang Biru muda Biru keunguan (+) mengandung protein 9. Pear Coklat bening semakin (+) mengandung serat bening 2. Uji Serat Warna Warna No Bahan Keterangan Sebelum uji Sesudah uji Coklat 1. Ubi Kuning Kuning (+) mengandung protein kehitaman Terbentuk 5. Jagung Biru Ungu (+) mengandung protein 8. Talas IKI (biru kehitaman) (+) mengandung amilum 6. Ketela pohon Putih susu Biru keunguan (+) mengandung protein (-) tidak mengandung 2. Kanji Biru muda Ungu (+) mengandung protein 3. Roti Biru muda Ungu (+) mengandung protein Biru 4. Beras Ketan IKI (biru kehitaman) (+) mengandung amilum 7. Tomat Merah Jingga (+) mengandung serat 3.F. Jagung IKI (biru kehitaman) (+) mengandung amilum 8. Kanji IKI (biru kehitaman) (+) mengandung amilum 2. Jambu merah Bening Bening (+) mengandung serat 4. Ubi Kuning IKI (biru kehitaman) (+) mengandung amilum 5. Pepaya Orange Orange pekat (+) mengandung serat Merah 9. Bunga turi Hijau Putih (+) mengandung serat 5.

Alpukat Hijau Hijau keruh (+) mengandung Vit C 6. Jeruk Orange Biru kehijauan (+) mengandung Vit C (-) tidak mengandung Vit 7. Bentuk mikroskopis amilum setelah diamati pada mikroskop cahaya pada masing-masing sampel bahan berbeda-beda. Mangga Biru Biru C 8. Tomat Biru Jingga (+) mengandung gula 3. Wortel Biru (+) mengandung Vit C keorangean G. dan roti berbentuk bulat. Analisis Data Pada praktikum uji amilum menggunakan reagen IKI. Jambu merah Hitam Orange (+) mengandung gula Endapan 4. kentang. roti. Pepaya Biru Hijau kebiruan (+) mengandung Vit C Kuning 9. namun dengan ukuran yang . Wortel Biru kehijauan Orange pekat (+) mengandung gula 5. beras ketan. Amilum pada ketela pohon. Mangga Biru Merah bata (+) mengandung gula Orange 8. 4. Pear Coklat bening Hijau kebiruan (+) mengandung Vit C 2. Jambu merah Biru Hijau (+) mengandung Vit C (-) tidak mengandung Vit 4. Bunga turi Hijau bening Biru C 5. semua sampel bahan yang diuji yaitu ketela pohon. jagung. Pear Hijau kebiruan Orange (+) mengandung gula 2. beras. Sampel bahan yang positif mengandung amilum mengalami perubahan warna menjadi berwarna biru kehitaman setelah ditetesi dengan reagen IKI. Tomat Merah Biru kehijauan (+) mengandung Vit C 3. Uji Vitamin C Warna Warna No Bahan Keterangan Sebelum uji Sesudah uji 1. ubi kuning. Alpukat Biru Orange (+) mengandung gula 6. ubi kuning. Uji Gula Warna Warna No Bahan Sebelum Sesudah Keterangan Pemanasan Pemanasan 1. talas. Jeruk Biru kehijauan Merah bata (+) mengandung gula 7. Bunga turi Biru bening (+) mengandung gula merah bata 5. beras. dan kanji positif mengandung amilum. Pepaya Biru tua (+) mengandung gula kemerahan 9.

Pada praktikum uji protein. seperti dalam biji. kentang. talas. ubi kuning dan beras). semua sampel bahan kecuali sampel bunga turi dan mangga. Pada praktikum uji gula. setelah ditetesi fehling A dan fehling B mengalami perubahan warna menjadi biru. dan wortel positif mengandung gula. roti. H. dan kanji positif mengandung protein.beras ketan. jambu merah. tawar. sampel yang positif mengandung serat terlihat mempunyai serabut-serabut. jambu merah. pepaya. dan wortel positif mengandung serat. jagung. Pada saat diamati menggunakan mikroskop cahaya. alpukat. saat diamati dengan mikroskop cahaya tidak terlihat serabut-serabut. yaitu sampel buah pear. pepaya. bunga turi. berbeda-beda (amilum pada roti berbentuk bulat dan berukuran paling kecil dibandingkan amilum ketela pohon. Sedangkan sampel bahan beras dan beras ketan tidak mengandung protein yang mana menjadi berwarna biru setelah ditetesi reagen biuret. ubi kuning. yaitu sampel buah pear. pepaya. berwujud bubuk putih. semua sampel bahan kecuali sampel buah jeruk. Sampel yang positif mengandung vitamin C tersebut ditandai dengan warna biru sampai hijau kebiruan setelah ditetesi campuran fehling A dan fehling B. jambu merah. bunga turi. buah jeruk. tomat. jari-jari . Dalam jumlah besar. dan kanji berbentuk heksagonal (ukuran amilum pada beras ketan paling kecil). dan amilum pada kentang berbentuk heksagonal yang memanjang.tomat. Pembahasan 1. mangga. amilum dihasilkan dari dalam daun hijau sebagai wujud penyimpanan sementara dari hasil fotosintesis. semua sampel bahan yang diuji kecuali sampel beras dan beras ketan yaitu sampel ketela pohon. Pada praktikum uji vitamin C. Sampel bahan yang positif mengandung protein mengalami perubahan warna menjadi berwarna biru keunguan atau terbentuk cincin ungu setelah ditetesi dengan reagen biuret. mangga. dan tidak berbau. Sedangkan amilum pada talas. dan wortel positif mengandung vitamin C.Sampel yang positif mengandung gula tersebut ditandai dengan perubahan warna menjadi jingga hingga merah bata setelah ditambah campuran fehling A dan fehling B dan dipanaskan pada lampu spiritus. Uji Amilum Amilum adalah polisakarida yang tidak larut dalam air. Pada praktikum uji serat dengan ditetesi menggunakan reagen floroglusin dan HCl 25% dan diamati menggunakan mikroskop cahaya. alpukat. alpukat. jagung. Sedangkan pada sampel kembang turi dan mangga. buah jeruk. tomat. yaitu sampel buah pear. Sedangkan pada sampel jeruk yang tidak mengandung serat. semua sampel bahan. Amilum juga tersimpan dalam bahan makanan cadangan permanen untuk tanaman.

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan didapatkan hasil praktikum sama dengan teori yang ada. Amilosa merupakan molekul yang lurus. terdiri dari 250 sampai 300 satuan D-glukopiranosa dan dihubungkan secara seragam oleh ikatan alfa-1. 1987). sedangkan amilopektin akan memberikan warna violet kebiruan atau ungu.4-glukosida yang cenderung menyebabkan molekul tersebut dianggap berbentuk seperti uliran helix (Buckle. Amilosa atau amilopektin pada biji dan umbi adalah bagian dari amilum.teras. Secara umum amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan 80% bagian yang tidak larut dalam air (amilopektin). Triticum aesticum (gandum). 1987). . Apabila amilosa bereaksi dengan iodium ia akan membentuk senyawa kompleks berwarna biru tua. Ipomoea batatas (ketela rambat) dan Manihot utilissima (ketela pohon) (Claus et al.2009). Pada teori disebutkan bahwa jika terdapat amilosa yang bereaksi dengan iodium akan membentuk senyawa kompleks dan menghasilkan warna biru tua. Amilum berbentuk butir-butir kecil dengan lapisan yang berkarakter. berwujud bubuk putih. Ketika butir amilum dari seluruh bahan direaksikan dengan larutan IKI akan menghasilkan warna ungu atau biru kehitaman. 1970). Oryza sativa (beras). Tanaman yang mengandung amilum digunakan dalam bahan pangan seperti Zea mays (jagung). Amilum terlihat putih bening dan tersebar pada biji- bijian dan umbi. Oleh karena itu ketika diamati pada mikroskop ditemukan butir amilum pada biji dan umbi. dan umbi. 2004). Maranta arundinacea (garut). akar tanaman menahun. sedangkan pada amilopektin memberikan warna violet kebiruan atau ungu (Buckle. Pada teori yang telah diungkapkan diatas disebutkan bahwasannya butir amilum karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air. Amilosa adalah 20% bagian amilum yang merupakan molekul yang larut didalam air sedangkan amilopektin adalah bagian sisanya yang tidak larut didalam air. kulit batang. Lapisan-lapisan pada amilum serta ukuran dan bentuk butiran seringkali spesifik bagi beberapa amilum spesies tanaman sehingga dapat digunakan untuk identitas tanaman asalnya (Oktaviana. Kemudian butir amilum ini memang tersimpan pada biji-bijian atau umbi-umbian sebagai cadangan makanan hasil dari fotosintesis. Amilum merupakan 50-65% berat kering biji-bijian seperti gandum dan 80% berat bahan kering dari umbi-umbian seperti kentang (Ginting. tawar dan tidak berbau. hal ini dapat dilihat pada saat butir amilum belum direaksikan dengan larutan IKI. Solanum tuberosum (kentang).

Reagen A mengandung CuSO4 dalam akuades. Na 2CO3. Metode pengukuran kadar protein pada praktikum ini adalah adalah metode Biuret. dan NaOH. tetapi negatif untuk asam amino bebas atau ikatan peptida. jagung. dan C. roti. beras ketan. Reaksi ini positif terhadap dua buah ikatan peptida atau lebih. hal ini dapat dilihat pada bahan ketela pohon. metode Lowry. ubi kuning. ketan. Reagen C mengandung Na-sitrat. dan kanji disebabkan oleh direaksikan dengan reagen biuret yang menghasilkan perubahan warna. Sedangkan analisis protein secara kuantitatif terdiri dari metode Kjeldahl. reaksi Hopkins-Cole. metode titrasi formol. 2. Reagen B mengandung KI dalam akuades. metode spektrofotometri visible (Biuret). ubi kuning. C uSO4 berfungsi sebagai penyedia ion Cu2+ untuk membentuk kompleks dengan protein. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan didapatkan hasil praktikum sebagian besar sama dengan teori yang ada. talas. Na-sitrat dan Na2CO3 berfungsi sebagai buffer dan NaOH berfungsi untuk menyediakan seasana basa (Martono et al. kentang. Uji Protein Analisis protein dapat dilakukan dengan dua cara. Protein melarutkan hidroksida tembaga untuk membentuk kompleks warna.Ketika direaksikan dengan IKI. reaksi Millon. semua bahan memberikan biru kehitaman. Perubahan warna ini disebabkan karena uji Biuret didasarkan pada reaksi antara ion Cu2+ dan ikatan peptida dalam suasana basa. yaitu secara kualitatif dan secara kuantitatif. jagung. Reaksi . dan kanji mengandung amilum. talas. roti. yaitu reagen A. dan reaksi Sakaguchi. ketelapohon. Analisis protein secara kualitatif terdiri atas reaksi Xantoprotein. Reaksi Biuret menggunakan tiga macam reagen. Jadi. Warna kompleks ungu menunjukkan adanya protein. 2012). Intensitas warna ynag dihasilkan merupakan ukuran jumlah ikatan peptida yang ada dalam protein. Ion Cu2+ dari pereaksi Biuret dalam suasana basa akan bereaksi dengan polipeptida atau ikatan-ikatan peptide yang menyusun protein. KI berfungsi untuk mencegah terjadinya reduksi pada Cu2+ sehingga tidak mengendap. dan metode spektrofotometri UV (Poedjiadi. beras ketan. Metode ini berprinsip pada reaksi yang terjadi antara ion tembaga dengan ikatan peptide yang ada pada protein. beras. reaksi Nitroprusida. 2007). B. dan membentuk senyawa kompleks berwarna ungu atau violet.

kemungkinan pada saat menghaluskan serat tersebut ikut halus dan tidak dapat terlihat dengan jelas di mikroskop karena serat berwarna putih. hasil pengamatan yang telah dilakukan didapatkan hasil praktikum juga menunjukkan hasil negatif pada beras dan beras ketan. Selain hasil positif. Jeruk memiliki serat yang berwarna putih. . selain itu HCl pekat dengan larutan floroglusin berfungsi untuk menunjukkan adanya zat kayu (lignin) atau tidak.pembentukan warna ini dapat terjadi pada senyawa yang mengandung dua gugus karbonil yang berikatan dengan nitrogen atau atom karbon (Pamungkas KR. kelebihan metode pengukuran dengan menggunakan metode Biuret ialah mudah dilakukan dan menggunakan bahan yang murah. 3. Menurut Suhartiningsih (2004). sedangkan serat pangan adalah bagian dari bahan pangan yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan (Muchtadi. 1989). 2010). 2001).8 gram per 100 gram. Namun pada bahan jeruk tidak menunjukkan adanya serat kemungkinan karena adanya kesalahan praktikan. Penambahan asam (HCl 25%) adalah untuk melarutkan dan menghidrolisis komponen selain serat (Sudarmadji et al. kekurangannya ialah metode ini memerlukan bahan yang cukup karena sensitivitasnya yang rendah. Uji Serat Serat pangan merupakan kelompok polisakarida dan polimer lain yang tidak dapat dicerna oleh sistem gastrointestinal bagian atas tubuh manusia. Menurut Pamungkas KR (2010). Pengujian kadar serat suatu bahan pangan harus menghilangkan lemaknya terlebih dahulu (defatting) (Sudarmadji et al. Hal ini mungkin disebabkan adannya kelemahan metode biuret dan kesalahan praktikan. Sampel yang digunakan dalam analisis kadar serat kali ini adalah sampel rendah lemak yaitu sayur-sayuran dan buah- buahan sehingga tidak perlu dilakukan proses defatting terlebih dahulu karena dianggap tidak akan memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil analisis. hal ini dapat dilihat pada saat bahan menunjukkan adanya serat karena adanya penambahan HCl 25% dan larutan floroglusin. Serat kasar adalah bagian dari pangan yang tidak dapat dihidrolisis oleh bahan-bahan kimia yang digunakan untuk rnenentukan kadar serat kasar. sehingga hasil yang didapatkan negatif. beras baik beras ketan memiliki kandungan protein sebesar 6. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan didapatkan hasil praktikum sama dengan teori yang ada. Bentuk serat pada macam-macam bahan juga bermacam-macam. Namun. sehingga pada pengamatan mikroskopis serat dapat terlihat. 1989).

alpukat. Pereaksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut. 2006). mangga. endapan yang terjadi berwarna hijau kekuningan (Poedjiadi. pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata. sehingga diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata. Fehling A adalah larutan CuSO4. Perekasi Fehling adalah oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. sedangkan apabila digunakan larutan yang lebih encer misalnya larutan glukosa 0. 2013). papaya. 5. endapan yang terjadi berwarna hijau kekuningan (Poedjiadi. Sifat ini tampak pada reaksi reduksi ion ion logam misalnya ion Cu 2+ dan ion Ag+ yang terdapat pada pereaksi-pereaksi tertentu.A. sedangkan apabila digunakan larutan yang lebih encer misalnya larutan glukosa 0. jambu. Dengan larutan glukosa 1%. dan wortel ini semuanya positif mengandung gula.1%.A. Dalam pereaksi Fehling. ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks. Hal ini sesuai dengan teori dimana dengan larutan glukosa 1%. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO. Gula merupakan senyawa yang molekulnya lebih sederhana atau bisa disebut sebagai glukosa. Dari hasil praktikum ini sesuai dengan teori terebut yang mana setelah diberi pereaksi fheling ini ada yang menghasilkan endapan merah bata dan ada juga yang jingga sehingga keseluruhan bahan positif mengandung gula. sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat. Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat.1%. bunga turi. Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi terutama dalam suasana basa. Berdasarkan analisis data dari uji gula pada bahan segar ini keseluruhan bahan uji buah pear. Dalam pereaksi ini ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana basa akan diendapkan sebagai Cu2O. jeruk. 2006). tomat. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. Uji vitamin C . 4. Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian. Uji gula Gula adalah suatu karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap tubuh untuk diubah menjadi energy (Darwin. yaitu Fehling A dan Fehling B.

Vitamin C juga dibutuhkan oleh endotel kapiler dan perbaikan jaringan. dan wortel ini hampir seluruhnya positif mengangung vitamin C. Fehling A adalah larutan CuSO4. 2006). kuning atau hijau kekuningan (Poedjiadi. Vitamin C merupakan reduktor kuat dengan adanya gugus enadiol sehingga mampu mereduksi pereaksi Fehling. dimana setelah bahan uji sudah bereaksi dengan bahan pereaksi fehling A dan fehling B ini menghasilkan warna biru dan ada yang hijau kebiruan maupun biru kehijauan. Berdasarkan hasil analisis data uji vitamin C pada buah dan sayur dengan bahan buah pear. jambu. ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks. Vitamin ini dapat ditemukan di buah citrus. S. tomat. jeruk. Hal ini sesuai dengan teori. sedangkan warna hijau mengidentifikasikan kadar vitamin C yang tidak terlalu tinggi. Keogh 2006). alpukat. sehingga diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. Pereksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut. Pada uji vitamin C menggunakan reagen fehling A dan B untuk mengidentifikasi adanya vitamin C pada buah dan sayur. dan kentang. Dalam pereaksi ini ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana basa akan diendapkan sebagai Cu2O yang berwarna merah. mangga. Pengamatan tersebut dilakukan dengan mengamati warna awal dari air perasan buah dan sayur yang dibandingkan dengan warna akhir setelah bereaksi dengan reagen Fehling A dan B. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO. Vitamin C bermanfaat dalam absorpsi zat besi dan metabolisme asam folat. (Kamiensky. Vitamin ini dapat secara langsung atau tidak langsung memberikan elektron ke enzim yang membutuhkan ion-ion logam tereduksi dan bekerja sebagai kofaktor untuk prolil dan lisil hidroksilase dalam biosintesis kolagen. bunga turi. papaya. (Dewoto 2007). Menurut Almatsier. Vitamin C atau asam askorbat merupakan vitamin yang larut dalam air. sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat. (2009) Gradasi warna yang menjadi penentu tinggi rendahnya (banyak/sedikit) kadar vitamin C dalam suatu bahan yang diuji yaitu adanya warna biru menunjukan kadar vitamin C dalam jumlah tinggi. dan kolagen. sayuran berwarna hijau. lipid. Vitamin C bekerja sebagai suatu koenzim dan pada keadaan tertentu merupakan reduktor dan antioksidan. Vitamin ini digunakan dalam metabolisme karbohidrat dan sintesis protein. Dalam analisis pada bunga turi dan manhga ini menunjukkan bahwa hasil yang negative (tidak . tomat.

buah jambu merah. talas. ubi kuning. ubi kuning. buah mangga. mengandung vitamin C). buah wortel. buah pepaya. buah alpukat.buah tomat. I. dalam literature menunjukkan bahwa adanya warna biru menunjukkan bahwa adanya vitamin C. jagung. dan bunga turi mengandung vitamin C. 2. jagung. 3. dan kanji mengandung protein. dan bunga turi mengandung serat. beras.buah jeruk. kentang. S. buah wortel. Semua bahan sampel yaitu buah pir. 5. Saran 1.buah tomat. dan kanji mengandung amilum. Lebih teliti dalam menentukan hasil positif atau negatifnya suatu pengujian. 3. dimungkinkan kesalahan pada praktikan dalam pembuatan bahan segarnya sehingga tidak dapat bereaksi dengan pereaksi fehling A dan fehling B. Daftar Rujukan Almatsier. 4. buah jambu merah. J. Semua bahan sampel yaitu buah pir. 2009. beras ketan. buah alpukat.0%. roti. Melakukan praktikum secara cepat dan tepat agar terbiasa untuk bekerja dengan efisien. Kesimpulan 1. buah wortel. talas. roti. Semua bahan sampel yaitu buah pir. namun akibat kelemahan metode biuret sensitivitasnya yang rendah dan kemungkinan kesalahan praktikan. kentang. beras.buah jeruk. buah mangga. Dalam melakukan praktikum harus memahami langkah-langkah dalam prosedur yang akan dikerjakan. buah mangga.buah jeruk. namun pengujian vitamin C pada bunga turi dan mangga menunjukkan hasil negatif yang kemungkinan disebabkan oleh kurang telitinya praktikan dalam mengamati perubahan warna. sedangkan pada mangga ini tidak terjadinya perubahan warna. namun dalam pengamatan serat buah jeruk tidak terlihat karena serat buah jeruk yang berwarna putih. buah jambu merah. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama . buah pepaya. 4.buah tomat.0%. 2. Menurut saya pada bunga turi ini terdapat kesalahan dalam menganalisa karena terjadinya perubahan warna dari hijau bening ke biru. Semua bahan sampel yaitu ketela pohon. didapatkan hasil negative uji protein pada beras dan beras ketan. Semua bahan sampel yaitu ketela pohon. Dalam melakukan praktikum perlu ketelitian baik saat mengamati maupun dalam menyimpulkan perubahan warna yang terjadi. dan bunga turi positif mengandung gula. buah alpukat. beras ketan. buah pepaya. padahal dalam DKBM pada bunga turi ini mengandung 41. sedangkan pada manga 6.

id. 2012. R. 2004. E and Brady. Wooton.E. Perpustakaan Nasional: Sinar Ilmu.p. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Di dalam Food Chemistry. Oktaviana. Jakarta: UI . Hodge. Osman.. Formulasi Tepung Ubi Kayu (Manihot Estulenta Cranta) Dengan Tepung Terigu Terhadap Sifat Fisik.. Percetakan Gaya Baru. 2001. 1979. D. Starch Its Components. P.ipb. London. Toronto. Kamiensky M. Analisis protein dan identifikasi asam amino pada tepung gaplek terfotifikasi protein tepung biji saga pohon (Adenanthera paranina LINN. A. Poedjiadi. P. Pharmacognosy 6th Edition. Buckle. USA.p. Menikmati Gula Tanpa Rasa Takut. Martono Y. Prosiding. 2009. A. Vitamins and Minerals. Effects of Heat on Foodstufs.137-54. Edisi kelima. Keogh J 2006. Carbohydrates.769-92. Greenwood. Diterjemahkan oleh Hari Purnomo dan Adiono. K. ed. Gunawan IR. Pemanfaatan Pati Ubi Jalar Sebagai Substitusi Terigu Dalam Pembuatan Roti manis.H. Hill dan Kelley. Claus. Nafwa S. Feri Kusnandar. ed. Priestley. Dasar – Dasar Biokimia.GrawHill Companies Inc. Organic Chemistry. Munro. 1976. Mataram: Fakultas Pertanian Universitas Mataram. 1987. 2006. dan D. W dan C. Vitamin dan Mineral. Inc. J. Fleet dan M.A.T. Tyler.. Kitosan Sebagai Matriks Pendukung Ammobilisasi Papain. New York dan Basel. Teknologi dan Industri Pangan 12:1-2... Mengenal Serat Pangan. Ellya. Jakarta: Trans Info Media. Fennema.. C. G. Hal. 2010. Dalam : Pemberdayaan Manusia Dan Alam Yang Berkelanjutan Melalui Sains. E. Philadelphia.T. 1970. 2013.N. Jakarta. Muchtadi. Sayuran Sebagai Sumber Serat Pangan Untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Degeneratif. 30-42..160. I. (Online) diakses pada 28 september 2018 Ginting. 1975. Halsted Press. http:/ /itp. Greenwood. Jakarta (ID): 109-116. dan E. Macel Dekker. Edisi Revisi.J.Mc. Kimia. Ltd. Applied Science Publ. John Wiley and Sons. V. Di dalam R. 2010. D. Pamungkas KR. N. Edwards.Bank. dan Organoleptik Roti Tawar Ubi Kayu. Hartini S. R. dalam Farmakologi dan Terapi. Dalam : Prosiding tugas Akhir Semester Genap.M.fateta.Press...S. Dewoto HR 2007. Prosiding.R. Philadelphia.). . Skripsi S1. The Blakistan Co.Y. In: Pharmacology Demystified. Darwin. (2010). Carbohydrates. E.ac. Lea and Febiger. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Penerbit Universitas Indonesia : Jakarta. L. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ilmu Pangan. 1942. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian.

Poedjiadi. Diakses tanggal 29 November 2014. Pracaya Ir. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian.co.675. B. Am J Clin Nutr. R. Edisi revisi.. Jakarta: UI Press.Jakarta. Plant Fibers in Nutrition used for Better Nomenclature.id/books?i d. Liberty Yogyakarta dan Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada. Haryono dan Suhardi. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Sudarmadji. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta. 2007. A. Jakarta: Arcan. Bertanam Mangga. 2005.google. 2005. 28. Antioksidan Manfaat Vitamin C dan E Bagi Kesehatan. Speller & Amen RJ. E. Yogyakarta. Dasar – Dasar Biokimia. . Youngson. 1989. S. (https://books. 1975. 2004.) Sloane. Penebar Swadaya.