TANTRUM

Perilaku (tantrum) anak autis

07/20/2005 Salam kenal juga dan terima kasih atas segala masukan dan sarannya. Anak saya mengkonsumsi Ritalin dan Noprenia sudah hampir 1 tahun ini. Yang saya tahu Ritalin utk mengurangi Hiperactive dan Noprenia obat utk Autis, saya juga belum begitu jelas dengan kegunaan masing2x obat tsb, tetapi obat tersebut diberikan berdasarkan resep dari dokternya. Memang, setelah saya memarahi dan memukul anak saya, saya merasa menyesal dan sedih, saya minta maaf pada anak saya walaupun mungkin dia belum mengerti permintaan maaf dari saya. Semua ini terjadi karena kebingungan kami dalam penanganan anak kami bila dia sedang marah sekaligus mengamuk, kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan untuk menenangkannya. Terkadang kami hanya bisa membiarkannya sampai dia merasa capek dan berhenti sendiri. Anak saya juga sering merasa gemas / geregetan dengan orang, bila rasa itu timbul dia akan mencubit, mencakar bahkan menarik rambut kita, ini juga membuat kami bingung bagaimana cara menghilangkan kebiasaan ini. Terima kasih. Salam, Bapak AW. Bontang, Kalimantan Timur *** Yth Rekan Milis, Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri dulu bahwa saya adalah ayah seorang putri yang "special needs" berusia 4 tahun 8 bulan, tadinya ikut milis ini bermaksud memperoleh tambahan ilmu yang berguna bagi anak tercinta, jadi hanya pasif dan sekedar baca. Namun begitu membaca kisah Pak A., saya terharu, teringat dulu mungkin saya bapak terkejam di dunia karena sejak umur 12 bulan - 36 bulan (1-3 tahun) saya begitu tidak sabar menghadapi tangisan anak. Ini disebabkan karena anak saya kalau mengamuk / takut dengan sesuatu dia menangis keras bisa lebih dari 2 jam. Ada kalanya di malam hari yang membuat orang tuanya panik karena malu dengan tetangga plus capek dari kantor sehingga akhirnya saya tidak tahan dan plak-plak... saya pukul kaki anak saya. Ini membuat timbul rasa bersalah pada diri saya tetapi hal itu berlangsung terus dan anak saya pun makin tidak terkendalikan/hiperaktif, antara 1-2 tahun saya belum sadar kalau anak saya bermasalah. Sampai umur 2 tahun terdiagnosa autis. Lalu ikut terapi di RS P kurang lebih 9

Akhirnya sudah lebih dari 1 tahun lamanya anak saya tidak pernah saya pukul lagi. beda dengan yang dulu. pendek kata lima menit aja duduk tenang tidak dapat dilakukan. Walaupun begitu tetap Alhamdullilah. Anak kami umur 11 tahun. dipojok sana dia bikin ulah. Jakarta *** Dear All. Suatu hari istri saya karena sudah kelelahan melayani tingkahnya yang sering membuat berantakan rumah. Disinilah saya mulai sadar setelah melihat anak saya terus menangis ketika terapi. main salon-salonan dengan ayahnya. timbul rasa kasihan karenanya saya langsung ikut antar ke Bogor dan di rumah perilakunya mulai membaik dan tangisannya pun tidak setiap malam sehingga sayapun mulai sabar kalau dia sesekali menangis saya mencoba untuk dzikir agar saya bisa menahan diri. Sampai hari ini anak saya komunikasi verbalnya masih minus namun komunikasi dua arah yang lain sudah sangat baik sekali dan hiper-nya sudah jauh berkurang. macammacam caranya tergantung diri sendiri. tidak ada hasil dan anak saya tetap seperti yang dulu. bisa pakai/copot sepatu sendiri dll. benci. Sekarang sudah mau main boneka. Kalau saya seringnya mengobrol dengan orang yang lebih tua untuk sharing tentang saya dan kesalahan saya selama menjalani hidup ini atau kisah orang-orang lain yang lebih susah dari kita plus buku/kasetnya AA Gym agar lebih tenang dan sabar menghadapi hidup ini. bisa disuruh. karena kalau tidak diberikan yang spesial mungkin sampai sekarang saya menjadi ayah yang pemarah plus tukang pukul dan bukan yang pemaaf. Kami punya pengalaman yang bikin mangkel.bulan. sekarang ayah dan bunda-nya masih menunggu harap-harap cemas kapan yach dia bisa memanggil ayah dan bundanya. Demikian Pak semoga berguna untuk anda dan keluarga. hiperaktifnya masih lumayan. Ya Allah Engkau anugrahi kami bidadari yang spesial dan cantik ini. Umur 3 tahun pindah terapi ke Bogor dengan metode Lovaas murni dan alhamdulillah setelah 4 bulan banyak kemajuan berarti. Karena istri saya kelelahan (saya di kantor). Sekarang saya mampu makin menahan diri untuk tidak memukul anak saya tapi semuanya penuh dengan perjuangan. Alhamdulillah. bisa dilarang. Pokoknya pojokan sini kita bereskan. Jadi kepada Pak A. kasihan semuanya menjadi satu. saran saya mungkin lebih kepada diri sendiri untuk menahan emosi. anak saya dikunci dalam kamar. Istri saya dapat . Bunda Tita.

Boleh saya cerita tentang pengalaman saya dan anak saya? Saya juga mengalami seperti apa yang bapak lakukan. Pada suatu hari anak saya tantrum berat. Bapak AM. saya pukul tangannya dan saya remas tangan (jarinya) dengan keras. kepala saya dipukulnya dan anak saya mengadukan kepalanya dengan kepala saya. sehingga sampai pada suatu titik kita beraksi. eh dia malah menendang. Kejadian diatas sering kami alami. dia mengira anak saya sudah tidur. mencubit bahkan menggigit. Satu jam kemudian. tinja berserakan dilantai dan tembok kamar.. Saya pegang juga kakinya. kasur (kapuknya) amburadul. saya terdiam dan menangis setelah keadaan tenang.bernapas lega. Salam. Perasaan kita bercampur. Saya tidak paham masalah obat tersebut. Kita sebagai orang tua yang mempunyai anak spesial ini. siapa tahu ada hubungan antara obat tersebut dengan masalah anak Bapak. Akhirnya tangan anak saya terbebas. tapi tindakan anak saya tidak berubah. seolah kamar dicat dengan tinja. akan merasa sedih. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. saya menciumi dia bertubi-tubi. Saya emosi. lalu anak saya dicubit.Anak saya mendapat pelajaran baru yaitu mencubit. dari dalam kamar tidak terdengar suara apapun. Hal itu semua tidak ada gunanya. perih. dan saya coba hentikan dengan memegang tangannya. Anak saya merasa kesakitan. menangis bercampur jengkel yang luar biasa bila melihat anak kita tantrum atau sulit dikontrol atau hiperaktif. istri saya juga mengalami hal serupa. kamar morat-marit. masyaallah. setelah itu menangis. kamar dibuka. bisa dipetik : . Malang *** Salam kenal. ternyata. bisa memukul. dan makin membuat anak kita berbuat yang lebih lagi karena mendapat pelajaran baru dari apa yang dilakukan orang tua. tapi menurut Bapak dulu anak bapak dapat mengerti kalau dilarang. menampar. . kepala belakang saya sampai kesemutan. Jadi kalau becanda anak saya suka mencubit. Setelah keadaan berlalu anak saya diciumi dan istri saya minta maaf. Dilain waktu. Dari kasus saya tersebut. Aduh sakitnya bukan main.

Salam. Janganlah kasar terhadap anak. Bapak ZS. ibunya tidak ingin membelikan mainan tersebut karena masih ada kebutuhan lain yang lebih mendesak... Jakarta. minimal untuk ketenangan menghadapi anak kita. Jakarta Tantrum Oleh Martina Rini S. walau perlahan. Tasmin. Pukulan kita. lalu akhirnya ia terpaksa membeli mainan yang diinginkan Andi...• • Anak akan meniru tindakan orang tuanya. semoga bisa menjadi bahan perenungan bapak. Di satu sisi. akan terasa sakit diterima oleh anak kita. Ibunya menjadi bingung. Benarkah tindakan sang Ibu? Temper Tantrum Kejadian di atas merupakan suatu kejadian yang disebut sebagai Temper Tantrums atau suatu luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. • • • Demikianlah pendapat saya dan pengalaman saya. Berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kasar tersebut. sehingga menarik perhatian semua orang dan orang bisa saja menyangka dirinya adalah orangtua yang kejam. menjerit-jerit dan berguling-guling di lantai karena menuntut ibunya untuk membelikan mainan mobil-mobilan di sebuah hypermarket di Jakarta? Ibunya sudah berusaha membujuk Andi dan mengatakan bahwa sudah banyak mobil-mobilan di rumahnya. kalau tidak dibelikan maka ia kuatir Andi akan menjerit-jerit semakin lama dan keras.. 29 April 2002 Andi menangis.. . Perbanyak berdoa. SPsi. karena kita punya tenaga sangat besar dibandingkan anak kita. Ibunya menjadi serba salah.kita akan menyesali perbuatan kita dan kita merasa berdosa terhadapnya.. Namun disisi lain. malu dan tidak berdaya menghadapi anaknya. Namun Andi malah semakin menjadi-jadi.

Lambat beradaptasi terhadap perubahan. Di bawah ini adalah beberapa contoh perilaku Tantrum. makan dan buang air besar tidak Sulit menyukai situasi. Menggigit c.. Tantrum juga lebih mudah terjadi pada anak-anak yang dianggap "sulit".... Memukul d. Membentur-benturkan kepala f.. 2. Memukul-mukulkan tangan d. Membanting pintu c.. Mudah terprovokasi.. Melengkungkan punggung b.. Moodnya (suasana hati) lebih sering negatif. Menghentak-hentakan kaki c.. 5. Mengkritik d.. 4. Perilaku-perilaku tersebut diatas b. Menendang e. Usia 5 tahun ke atas . 6. Tantrum termanifestasi dalam berbagai perilaku. Sulit dialihkan perhatiannya.. Di bawah usia 3 tahun: a.. Tantrum biasanya terjadi pada anak yang aktif dengan energi berlimpah.. Memekik-mekik a..4 tahun: a. Menjerit f. Menangis b. Menahan nafas e. Berteriak-teriak a. Memiliki kebiasaan tidur.. Meninju b.. dengan ciri-ciri sebagai berikut: 1. teratur. Merengek 3. gampang merasa marah/kesal. makanan dan orang-orang baru. Melempar badan ke lantai c. Melempar-lempar barang 2.Temper Tantrum (untuk selanjutnya disebut sebagai Tantrum) seringkali muncul pada anak usia 15 (lima belas) bulan sampai 6 (enam) tahun. menurut tingkatan usia: 1. Usia 3 .. 3...

. Setelah tidak berhasil meminta sesuatu dan tetap menginginkannya. Kalau suatu saat anak tersebut harus menempuh perjalanan panjang dengan mobil (dan berarti untuk waktu yang lama dia tidak bisa bergerak bebas). seperti pada contoh kasus di awal..a. Mengkritik diri sendiri f.. 2. Memaki c..perilaku tersebut pada 2 (dua) kategori usia di atas b.. Mengancam Faktor Penyebab Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya Tantrum. Kondisi ini dapat memicu anak menjadi frustrasi dan terungkap dalam bentuk Tantrum. dan orangtuapun tidak bisa mengerti apa yang diinginkan. Menyumpah d. Tidak terpenuhinya kebutuhan. Contoh lain: anak butuh kesempatan untuk mencoba kemampuan baru yang dimilikinya. ia memakai cara Tantrum agar diperbolehkan. Perilaku.. atau umur anak 4 tahun ingin mengambilkan minum yang memakai wadah gelas kaca. Anak yang aktif membutuh ruang dan waktu yang cukup untuk selalu bergerak dan tidak bisa diam dalam waktu yang lama. ada saatnya ia ingin mengungkapkan sesuatu tapi tidak bisa. Misalnya anak umur 3 tahun yang ingin mencoba makan sendiri.. Salah satu kemungkinan cara pelepasan stresnya adalah Tantrum. 3. Diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Ketidakmampuan anak mengungkapkan diri. Anak-anak punya keterbatasan bahasa. tapi tidak diperbolehkan oleh orangtua atau pengasuh. dia akan merasa stres.. Memukul kakak/adik atau temannya e. anak mungkin saja memakai cara Tantrum untuk menekan orangtua agar mendapatkan yang ia inginkan. Memecahkan barang dengan sengaja g. Terhalangnya keinginan anak mendapatkan sesuatu. Maka untuk melampiaskan rasa marah atau kesal karena tidak diperbolehkan.

4. Sebagai bagian dari proses perkembangan. Tindakan Dalam buku Tantrums Secret to Calming the Storm (La Forge: 1996) banyak ahli perkembangan anak menilai bahwa Tantrum adalah suatu perilaku yang masih tergolong normal yang merupakan bagian dari proses perkembangan. orangtua yang tidak punya pola jelas kapan ingin melarang kapan ingin mengizinkan anak berbuat sesuatu dan orangtua yang seringkali mengancam untuk menghukum tapi tidak pernah menghukum. jengkel. Anak yang terlalu dimanjakan dan selalu mendapatkan apa yang diinginkan. orangtua juga menjadi kehilangan satu kesempatan baik untuk mengajarkan anak tentang bagaimana caranya bereaksi terhadap emosi-emosi yang normal (marah. yang lain melarang. dll) secara wajar dan bagaimana bertindak dengan cara yang . episode Tantrum pasti berakhir. Anak merasa lelah. Beberapa hal positif yang bisa dilihat dari perilaku Tantrum adalah bahwa dengan Tantrum anak ingin menunjukkan independensinya. Jika orangtua membiarkan Tantrum berkuasa (dengan memperbolehkan anak mendapatkan yang diinginkannya setelah ia Tantrum. 5. Anak sedang stres (akibat tugas sekolah. mengekpresikan individualitasnya. kognitif dan emosi anak. seperti ilustrasi di atas) atau bereaksi dengan hukuman-hukuman yang keras dan paksaan-paksaan. Bagi anak yang terlalu dilindungi dan didominasi oleh orangtuanya. atau dalam keadaan sakit. Atau pada ayah-ibu yang tidak sependapat satu sama lain. Anak bisa jadi akan Tantrum agar mendapatkan keinginannya dan persetujuan dari kedua orangtua. takut. dll) dan karena merasa tidak aman (insecure). yang satu memperbolehkan anak. maka berarti orangtua sudah menyemangati dan memberi contoh pada anak untuk bertindak kasar dan agresif (padahal sebenarnya tentu orangtua tidak setuju dan tidak menginginkan hal tersebut). mengemukakan pendapatnya. Anak akan dibingungkan oleh orangtua dan menjadi Tantrum ketika orangtua benar-benar menghukum. sekali waktu anak bisa jadi bereaksi menentang dominasi orangtua dengan perilaku Tantrum. 6. Misalnya. frustrasi. mengeluarkan rasa marah dan frustrasi dan membuat orang dewasa mengerti kalau mereka bingung. Orangtua yang mengasuh secara tidak konsisten juga bisa menyebabkan anak Tantrum. Namun demikian bukan berarti bahwa Tantrum sebaiknya harus dipuji dan disemangati (encourage). bisa Tantrum ketika suatu kali permintaannya ditolak. lapar. lelah atau sakit. Dengan bertindak keliru dalam menyikapi Tantrum. suatu periode dalam perkembangan fisik. Pola asuh orangtua Cara orangtua mengasuh anak juga berperan untuk menyebabkan Tantrum.

Tantrum juga dapat dipicu karena stres akibat tugas-tugas sekolah yang harus dikerjakan anak. 3. terlalu melindungi dan seringkali melarang anak untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya sangat dibutuhkan anak. Misalnya. Maka supaya ia tidak Tantrum. Dalam hal ini mendampingi anak pada saat ia mengerjakan tugas-tugas dari sekolah (bukan membuatkan tugas-tugasnya lho!!!) dan mengajarkan hal-hal yang dianggap sulit. tapi juga pada permainan-permainan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut kami mencoba untuk memberikan beberapa saran tentang tindakan-tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi hal tersebut. Langkah kedua dalam mencegah Tantrum adalah dengan melihat bagaimana cara orangtua mengasuh anaknya. Apakah anak terlalu dimanjakan? Apakah orangtua bertindak terlalu melindungi (over protective). Mencegah terjadinya Tantrum Menangani Anak yang sedang mengalami Tantrum Menangani anak pasca Tantrum Pencegahan Langkah pertama untuk mencegah terjadinya Tantrum adalah dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan anak.tepat sehingga tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain ketika sedang merasakan emosi tersebut. Mendampingi anak bahkan tidak terbatas pada tugas-tugas sekolah. orangtua perlu mengatur agar selama perjalanan diusahakan sering-sering beristirahat di jalan. 2. Pertanyaan sebagian besar orangtua adalah bagaimana cara terbaik dalam menyikapi anak yang mengalami Tantrum. Tindakan-tindakan ini terbagi dalam 3 (tiga) bagian. sehingga ketika ia mengalami kesulitan orangtua dapat membantu dengan memberikan petunjuk. yaitu: 1. kalau orangtua tahu bahwa anaknya merupakan anak yang aktif bergerak dan gampang stres jika terlalu lama diam dalam mobil di perjalanan yang cukup panjang. untuk memberikan waktu bagi anak berlari-lari di luar mobil. akan membantu mengurangi stres pada anak karena beban sekolah tersebut. sebaiknya anak pun didampingi orangtua. jangan heran jika anak akan mudah tantrum jika kemauannya . dan mengetahui secara pasti pada kondisi-kondisi seperti apa muncul Tantrum pada si anak. dan terlalu suka melarang? Apakah kedua orangtua selalu seia-sekata dalam mengasuh anak? Apakah orangtua menunjukkan konsistensi dalam perkataan dan perbuatan? Jika anda merasa terlalu memanjakan anak.

tidak dituruti. Selama Tantrum berlangsung. sebaiknya tidak membujuk-bujuk. Tidak mengacuhkan Tantrum anak (ignore). Jika Tantrum terjadi di muka umum. 3. Konsistensi dan kesamaan persepsi dalam mengasuh anak juga sangat berperan. Selama melakukan hal inipun tidak perlu sambil menasihati atau complaint (dengan berkata: "kamu kok begitu sih nak. Usaha menghentikan Tantrum seperti itu malah biasanya seperti menyiram bensin dalam api. tidak memberikan nasihat-nasihat moral agar anak menghentikan Tantrumnya. kalau ingin mengatakan sesuatu. baik benda-benda yang membahayakan dirinya atau justru jika ia yang membahayakan keberadaan benda-benda tersebut. agar tidak menimbulkan kebingungan dan rasa tidak aman pada anak. maka beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua adalah: 1. Selama Tantrum (di rumah maupun di luar rumah). karena anak toh tidak akan menanggapi/mendengarkan. Orangtua harus tetap tenang. jangan seperti anak kecil lagi dong"). jauhkan anak dari benda-benda. peluk anak dengan rasa cinta. cukup misalnya dengan . Atau jika selama Tantrum anak jadi menyakiti teman maupun orangtuanya sendiri. Orangtua hendaknya menjaga agar anak selalu melihat bahwa orangtuanya selalu sepakat dan rukun. Jika perilaku Tantrum dari menit ke menit malahan bertambah buruk dan tidak selesai-selesai. anak akan semakin lama Tantrumnya dan meningkat intensitasnya. Memastikan segalanya aman. berusaha menjaga emosinya sendiri agar tetap tenang. 2. minimal Anda duduk atau berdiri berada dekat dengannya. Yang terbaik adalah membiarkannya. Jaga emosi jangan sampai memukul dan berteriak-teriak marah pada anak. 4. jauhkan anak dari temannya tersebut dan jauhkan diri Anda dari si anak. Tapi jika rasanya tidak bisa memeluk anak dengan cinta (karena Anda sendiri rasanya malu dan jengkel dengan kelakuan anak). selama anak tidak memukul-mukul Anda. tidak berargumen. bikin mama-papa sedih". Kembali ke atas Ketika Tantrum Terjadi Jika Tantrum tidak bisa dicegah dan tetap terjadi. pindahkan anak ke tempat yang aman untuknya melampiaskan emosi. "kamu kan sudah besar. Jika ada ketidaksepakatan. Tantrum justru lebih cepat berakhir jika orangtua tidak berusaha menghentikannnya dengan bujuk rayu atau paksaan. orangtua sebaiknya jangan berdebat dan beragumentasi satu sama lain di depan anak.

jangan dilakukan setelah Tantrum berakhir. Kalau memang ingin mengajar dan memberi nasihat. Tunjukkan kepada anak. dan anak tetap tidak boleh mendapatkan apa yang diinginkan (jika Tantrum terjadi karena menginginkan sesuatu). Namun harus diakui bahwa orangtualah yang punya peranan untuk membimbing anak dalam mengatur emosinya dan mempermudah kehidupan anak agar Tantrum tidak terus-menerus meletup. maupun sindiran. bahkan ketika tidak ada tanda-tanda akan terjadi Tantrum. Jika anak yang dianggap salah. Waktu yang tenang dan nyaman adalah ketika Tantrum belum dimulai. lelah dan lapar merupakan saat yang ideal. Apakah benar-benar anak yang berbuat salah atau orangtua yang salah merespon perbuatan/keinginan anak? Atau karena anak merasa lelah. sekalipun ia telah berbuat salah. membaca buku atau bermain sepeda bersama.mengatakan "mama/papa sayang kamu". Selamat membaca. orangtua akan terlihat konsisten dan anak akan belajar bahwa ia tidak bisa memanipulasi orangtuanya. tentu tidak adil jika dikatakan sepenuhnya kesalahan orangtua. Kembali ke atas Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa kalau orangtua memiliki anak yang "sulit" dan mudah menjadi Tantrum.(jp) . semoga bermanfaat. orangtua perlu mengevaluasi mengapa sampai terjadi Tantrum. seberapapun parahnya ledakan emosi yang telah terjadi tersebut. atau sakit? Berpikir ulang ini perlu. janganlah diikuti dengan hukuman. orangtua perlu berpikir untuk mengajarkan kepada anak nilai-nilai atau cara-cara baru agar anak tidak mengulangi kesalahannya. Ajak anak. Juga jangan diberikan hadiah apapun. Setelah Tantrum berakhir. lapar. agar orangtua bisa mencegah Tantrum berikutnya. Dengan tetap tidak memberikan apa yang diinginkan si anak. tidak merasa frustrasi. tapi lakukanlah ketika keadaan sedang tenang dan nyaman bagi orangtua dan anak. "mama ada di sini sampai kamu selesai". Kembali ke atas Ketika Tantrum Telah Berlalu Saat Tantrum anak sudah berhenti. frustrasi. nasihat-nasihat. Saat orangtua dan anak sedang gembira. sebagai orangtua Anda tetap mengasihinya. Yang penting di sini adalah memastikan bahwa anak merasa aman dan tahu bahwa orangtuanya ada dan tidak menolak (abandon) dia. Beberapa saran diatas mungkin dapat berguna bagi anda terutama bagi para ibu/ayah muda yang belum memiliki pengalaman mengasuh anak. Berikanlah rasa cinta dan rasa aman Anda kepada anak. teguran.

Hal ini .sulit diatur . amukan adalah membuat bahwa anak tidak pernah diberi hal-hal yang dia inginkan sementara sebenarnya menunjukkan perilaku ini. mengamuk biasanya terjadi ketika seorang anak membuat permintaan untuk memiliki atau melakukan sesuatu yang menyangkal orang tua. anakanak autistik muda sering marah-marah karena mereka tidak memiliki kata-kata yang meminta thngs mereka inginkan.Tetap tenang tapi tegas .Menghindari menyerah pada tuntutan mengamuk .tidak patuh .Gunakan visual prompts .Meminimalkan penonton . Ciri-ciri perilaku ini adalah: .agresi secara verbal maupun non verbal . dan agresi dan mengmuk sampai membabi buta. hiperaktif.suka mengamuk perilaku tantrum atau marah-marah pada anak yang tidak autistik sederhana untuk menangani.Menunggu kami mengamuk minor .Mengganggu mengamuk utama pada tahap awal Cara untuk mencegah.Mengurangi tingkat stimulasi .Menghindari menjanjikan imbalan setelah mengamuk sudah mulai . tujuan yang paling penting selama mengamuk adalah untuk: . bukan untuk mendorong. atas sidang orang tua "tidak" mengamuk digunakan sebagai upaya terakhir.Tidak aman keselamatan . orangtua mengabaikan perilaku sederhana dan menolak untuk memberikan anak apa yang menuntut.Perilaku tantrum adalah perilaku untuk menyakiti diri sendiri.

Jika anak mengamuk di jalan atau di toko. maupun di rumah. Mengamuk pada saat berhenti ia hilang harus diberikan perhatian dan pujian. memegang beberapa objek favorit atau porsi kecil makanan atau minuman. menurut tingkatan usia: 1.4 tahun: • • • Perilaku-perilaku tersebut diatas Menghentak-hentakan kaki Berteriak-teriak . dimungkinkan untuk menempatkan dia di ruangan lain dari anggota keluarga lainnya. dan beberapa hadiah lain yang cocok seperti permainan kasar dan kacau. Ketika di rumah anak harus mengabaikan sementara dia menjerit-jerit. Tantrum termanifestasi dalam berbagai perilaku. satu-satunya solusi mungkin untuk menyingkirkannya dari tempat kejadian secepat mungkin. Usia 3 . Di bawah usia 3 tahun: • • • • • • • • • • • • Menangis Menggigit Memukul Menendang Menjerit Memekik-mekik Melengkungkan punggung Melempar badan ke lantai Memukul-mukulkan tangan Menahan nafas Membentur-benturkan kepala Melempar-lempar barang 2. Di bawah ini adalah beberapa contoh perilaku Tantrum. mendengarkan rekaman favoritnya. tapi hanya dia bisa datang untuk tidak membahayakan dan tidak melakukan kerusakan sementara oleh dirinya sendiri.membutuhkan keberanian dan tekad karena kebijakan ia harus dipraktekkan di depan umum.

Ada 3 jenis tantrum yaitu manipulative tantrum. walaupun beberapa orang tua masih harus menghadapi sifat tantrum anaknya sampai mereka berusia 5 6 tahun. Karakteristik yang tampil pada anak yang mengalami temper tantrum dapat muncul bermacam-macam.perilaku tersebut pada 2 (dua) kategori usia di atas Memaki Menyumpah Memukul kakak/adik atau temannya Mengkritik diri sendiri Memecahkan barang dengan sengaja Mengancam Kegiatan Belajar 2 Perilaku Temper Tantrum 1. menghentakkan kaki dan tangan pada lantai serta perilaku agresif (memukul. 7. lepas kontrol. 2. Temper tantrum pada dasarnya merupakan perilaku yang wajar terjadi pada anak balita. dan temperamental tantrum.memecahkan . Jadi setiap saat ia menginginkan sesuatu maka anak akan menunjukkan temper tantrum. 5.• • • • Meninju Membanting pintu Mengkritik Merengek 3. Perilaku temper tantrum merupakan 'release' yang akan lebih baik daripada keadaan pasif. 6. melempar . 3. khususnya di usia 2 4 tahun. Anak mengalami kesulitan untuk mengungkapkan keinginannya secara verbal dan memilih berlaku explosif atau meledakledak. Respons kemarahan yang dikeluarkan akan lebih sehat daripada memendam masalah. Perilaku temper tantrum sering dikatakan sebagai reaksi yang berlebihan dari seorang anak ketika keinginannya tidak dipenuhi. 4. yaitu sebagai suatu cara mempertahankan diri ketika seorang anak berada dalam keadaan frustrasi. Temper tantrum muncul pada anak karena di usia 2 4 tahun anak mulai menunjukkan sikap negativistic dan kemandirian (independence). di antaranya adalah perilaku berteriak. Usia 5 tahun ke atas • • • • • • • • Perilaku. yang disertai perilaku-perilaku seperti menangis. diganggu atau ketika sesuatu dari milik mereka diambil. Temper tantrum memiliki aspek positif. menjerit. Temper tantrum akan menjadi masalah yang serius bila ia menjadi cara pemecahan masalah favorit bagi anak untuk memperoleh keinginannya. verbal frustration tantrum. Perilaku temper tantrum adalah suatu ekspresi kemarahan yang sangat kuat. menendang).

f. Mengapa Anak Tantrum? Sesungguhnya tantrum adalah bagian dari perkembangan anak. orangtua harus mengabaikan perilaku tantrum anak dan tidak mempedulikan keinginan anak pada saat itu. atau membanting pintu saat ngambek. tekanan. Ini dikarenakan ketika berada pada periode tantrum tertinggi anak tidak dapat mendengar apa yang dikatakan kepada mereka dan pastinya tidak akan mengerti apa yang Anda katakan atau jelaskan pada mereka. Tidak melakukan argumentasi atau mencoba menjelaskan tindakan Anda kepada anak yang sedang tantrum. 8. Tidak menggunakan obat untuk menghentikan perilaku tantrum anak. menendangnendang benda. Hal ini untuk antisipasi peristiwa rawan konflik dan menghindarkan diri dari kondisi tersebut. mengalami kelelahan. Ini memang suatu fase normal . atau merajuk. Bentuknya banyak. Mencoba mencatat hal-hal yang dapat menyebabkan anak berlaku temper tantrum. anak yang memiliki temperamen sulit. tidak terpancing oleh perilaku tantrum anak yang menyebabkan orang tua menjadi lepas kontrol. Bila yang muncul adalah manipulative tantrum. overstimulasi. c. dan adanya penolakan. bergulingan di lantai. bantuan orang tua sangat dibutuhkan karena anak mengalami frustrasi akibat tidak dapat mengungkapkan perasaan dan keinginannya melalui kata-kata. e. Mencoba mengerti dan memahami jenis tantrum apa yang terjadi pada saat itu karena setiap jenis tantrum membutuhkan penanganan yang berbeda-beda. Mencoba untuk mengendalikan diri. dan perilaku agresif (menyakiti diri sendiri dan orang lain). misalnya berguling-guling saat menangis. b. sering stres serta anak yang memiliki orang tua sangat sensitif. a. dan kecemasan yang tinggi. menolak makan dan bicara. Penanganan anak yang menunjukkan perilaku temper tantrum adalah sebagai berikut.benda-benda. Tidak memberikan reward terhadap perilaku tantrum. d. yang cenderung sering menunjukkan temper tantrum. Temper tantrum adalah problem normal pada perilaku anak kecil dalam mengungkapkan kejengkelannya ketika belum memiliki kata-kata yang memadai untuk mengungkapkan frustasinya atau belum memiliki kemampuan mengontrol dirinya atau bahkan kemampuan untuk melaksanakan keinginannya secara mandiri. 9. Hal-hal yang dapat memicu munculnya temper tantrum pada seorang anak antara lain ialah untuk memperoleh keinginannya. Karaktristik anak yang sering menunjukkan perilaku temper tantrum menurut Lansdown & Walker (1996) ialah anak yang sering berada dalam kelelahan. 10. Untuk verbal frustration tantrum dan temperamental tantrum. anak merasa frustrasi.

temperamen anak juga mempengaruhi kecenderungan tantrum. Anda perlu juga memandang ’dunia’ ini dari sudut pandang anak. sebagai orangtua. atau tak bisa membuka tutup botol. anak-anak (batita dan balita) memiliki keterbatasan dalam mengendalikan maupun menyalurkan emosinya. Ditolak permintaannya – ini yang sering terjadi di toko atau supermarket. Seiring dengan pertambahan umurnya. Anak yang bertemperamen ’sulit’ cenderung mudah tantrum. anak usia 1 tahun telah memahami banyak hal. lho! Pemahamannya melebihi kemampuan verbalnya. bagaimana jika orang yang Anda ajak komunikasi tak kunjung mengerti maksud Anda? Seperti itulah yang dirasakan si kecil. anak semakin memahami lingkungannya. Ketika Anda melarangnya. sekali waktu juga pernah tantrum. Terhalangnya keinginan untuk mandiri – Anak usia batita mulai tumbuh rasa kemandiriannya. dan tetap seperti itu sepanjang hari. Coba Anda bayangkan. tantrum akan berkurang seiring dengan meningkatnya kemampuan bicara anak. Mereka ingin dan merasa bisa melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh orangtuanya. Kalau sudah begini. anak batita juga bisa. lapar dan/atau merasa tak nyaman – anak cenderung mudah ’meledak’ ketika mereka merasa lelah. Suasana hatinya memang sedang buruk – Bad mood bukan monopoli orang dewasa. Di mata anak. anak tidak akan tantrum dengan orang yang tidak ia cintai. Maka. semuanya menarik sehingga mereka ingin memiliki atau menguasai semuanya. Bahkan anak-anak yang ’paling baik’ sekalipun. Mencari perhatian – kadangkala anak tantrum untuk menarik perhatian orangtuanya.yang dilalui oleh semua anak. Dorothy Einon. Tapi. Tak mampu menguasai/melakukan suatu hal – Anak bisa frustasi karena tak berhasil melakukan sesuatu hal yang ia anggap mampu lakukan. Tak seperti orang dewasa. Tak mampu mengungkapkan keinginannya – Umumnya anak usia batita memiliki keterbatasan bahasa. Misalnya. ketika Anda tak mengabulkan permintaan anak. meski kosakatanya belum banyak. Lelah. Sesekali. lho! Bukan tak mungkin si kecil terbangun di pagi hari dengan suasana hati yang kurang baik. Mereka tahu bahwa ada banyak sekali pilihan di sekelilingnya. seorang pakar perilaku anak di Inggris mengatakan. ketika keinginannya tak terpenuhi. mereka menyalurkan rasa frustasinya lewat satu-satunya cara yang ia kuasai benar. tantrum! Memahami faktor-faktor pemicu tantrum adalah ’bekal’ orangtua untuk menyikapi perilaku ini dengan kepala dingin. maka ia menyalurkan rasa frustasinya melalui tantrum. Menurut pakar psikologi anak. tak berhasil membuka kancing bajunya sendiri. Selanjutnya . lapar atau tidak nyaman. Biasanya. lebih baik Anda bersiap-siap jika sewaktu-waktu terjadi ’ledakan’.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful