You are on page 1of 9

MAKALAH

PENGORGANISASIAN INFORMASI / PENGETAHUAN
DALAM INGATAN MANUSIA

Oleh :
Windy Prasasti
Kelas A
Progdi : Matematika
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa berkat rahmat nya sehingga saya
dapat menyelesaikan makalah tentang Pemrosesan Informasi / Pengetahuan Dalam
Ingatan Manusia ini dengan baik. Makalah ini dibuat untuk keperluan Tugas Akhir Modul
3 PPG dalam jabatan tahun 2019.
Harapan saya semoga makalah dapat memberikan manfaat dan menambah
wawasan pembaca sehingga pembaca mengetahui tentang pemrosesan informasi dalam
ingatan manusia.
Saya pribadi meminta maaf apabila dalam makalah ini ada penulisan yang salah.
Karena saya sadari makalah ini masih banyak kekurangan. Akhir kata saya ucapkan
terima kasih.

Semarang, 30 Januari 2019

Windy Prasasti
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor
yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif
dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses
penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam
bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-
kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan
dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang
terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan
yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu, (1)
motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6)
generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik. Teori pemrosesan informasi adalah teori
kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan
kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan bagaimana
seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup
lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat
memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
Dalam upaya menjelaskan bagaimana suatu informasi (pesan pengajaran)
diterima, disandi, disimpan dan dimunculkan kembali dari ingatan serta dimanfaatkan jika
diperlukan, telah dikembangkan sejumlah teori dan model pemrosesan informasi oleh
para pakar seperti Biehler dan Snowman (1986); Baine (1986); dan Tennyson (1989).
Kompenen pemrosesan dipilih menjadi tiga berdasarkan perbedaan fungsi,
kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya”lupa”. Ketiga komponen tersebut
adalah Sensory receptor, Working memory dan Long tern memory.
Sedangkan proses control diasumsikan sebgai strategi yang tersimpan didalam
ingatan dan dapat dipergunakan setiap saat di perlukan.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Bagaimana pemrosesan informasi dalam ingatan manusia ?
2. Bagaimana model pembelajaran pemrosesan informasi ?
C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui dan memahami :
1. Pengorganisasian informasi dalam ingatan manusia
2. Model pembelajaran pemrosesan informasi

D. Sistematika Penulisan
KATA PENGANTAR
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengorganisasian Informasi dalam Ingatan Manusia
B. Model Pembelajaran Pemrosesan Informasi
BAB III SIMPULAN
A. Kesimpulan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengorganisasian Informasi dalam Ingatan Manusia
Ingatan merupakan simpanan informasi – informasi yang diperoleh dan diserap
dari lingkungan yang kemudian diolah sesuai dengan individu yang bersangkutan.
Ingatan juga merupakan suatu proses biologi, yakni informasi diberi kode dan dipanggil
kembali. Pada dasarnya juga, ingatan adalah sesuatu yang membentuk jati diri manusia
dan membedakan manusia dengan makhuk hidup lainnya. Mengingat merupakan proses
menerima, menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi – informasi yang telah
diterima melalui pengamatan, kemudian disempan dalam pusat kesadaran (otak) setelah
diberikan tafsiran. Dalam otak, terdapat 2 macam tempat penyimpanan informasi atau
tanggapan yaitu :
1. Ingatan jangka pendek
Ingatan jangka pendek adalah tempat menyimpan informasi yang akan dikeluarkan
segera dalam waktu yang lebih pendek.
2. Ingatan jangka panjang
Ingatan jangka panjang adalah gudang menyimpan informasi untuk masa yang cukup
lama.
Informasi yang masuk kemudian di proses dan tersimpan berkaitan erat dengan
kemampuan kognisi seseorang (Frishamman, 2002). Dengan kata lain, pemrosesan
informasi dipengaruhi oleh factor memori dan kognisi termasuk kecerdasan seseorang
(Frishamman, 2002). Pemrosesan informasi didalam pikiran akan berlangsung terus
menerus selama ada informasi yang masuk dalam pikiran.
Komponen pemrosesan informasi dipilah berdasarkan fungsi, kapasitas, bentuk
informasi, serta proses terjadinya. Komponen tersebut adalah :
1. Sensory Receptor (SR)
Sensory Receptor (SR) merupakan sel tempat pertama kali informasi diterima dari
luar. Didalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, bertahan dalam waktu
sangat singakat dan mudah terganggu atau berganti.
2. Working Memory (WM)
Working Memory (WM) memiliki kapasitas terbatas (informasi hanya mampu bertahan
kurang lebih 15 detik tanpa pengulangan) dan informasi dapat disandi dalam bentuk
yang berbeda dengan stimulus aslinya.
3. Long Term Memory (LTM)
Long Term Memory (LTM) diasumsikan :
a. Berisi semua pengetahuan yang dimiliki individu
b. Mempunyai kapasitas tidak terbatas
c. Sekali informasi disimpan di dalam LTM iya tidak pernah terhapus atau hilang.

Salah satu teori yang membahas bagaimana proses berpikir manusia
dikemukakan oleh Atkinson dan Shiffrin pada tahun 1968. Kedua ahli psikologi kognitif ini
berhasil memaparkan bagaimana perangkat berpikir manusia beserta proses yang terjadi
secara jelas, logis dan sederhana. Teori mereka berdua dikenal dengan teori pemrosesan
informasi. Teori ini telah banyak dimanfaatkan, termasuk di bidang pendidikan dan
komputer.

Berdasar penjelasan tersebut dapat disadari akan peran penting perhatian atau
konsentrasi dalam memproses suatu informasi. Ratusan atau ribuan informasi
sebenarnya berada di depan kita setiap saat. Namun jika tidak memperhatikannya maka
sekian banyak informasi itu tidak akan memasuki pikiran.
Apa yang terjadi pada informasi di memori jangka pendek? informasi tersebut juga
akan hilang jika kita tidak mengulang-ngulang perhatian padanya. Namun jika
pengulangan dilakukan maka informasi dapat diteruskan ke memori jangka panjang (long
term memory). Para peneliti menyatakan bahwa memori jangka panjang dapat
menyimpan informasi sangat lama, tergantung pada penggunaannya. Jika teknik untuk
meneruskan informasi ke memori jangka panjang adalah melalui pengulangan, kita
menyebutnya sebagai proses menghafal atau mengingat.
Cara kedua untuk meneruskan informasi ke memori jangka panjang adalah
dengan memahami (encoding). Maksudnya adalah menghubungkan informasi baru
tersebut dengan berbagai informasi lama yang telah kita miliki (tersimpan dalam memori
jangka panjang sebelumnya). Cara kedua ini diyakini membuat informasi dapat lebih
tahan lama di memori kita. Selain itu dengan memahami maka semua informasi akan
lebih bermanfaat dalam aplikasi kehidupan sehari-hari.
B. Model Pembelajaran Pemrosesan Informasi
Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang
menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari
otak (Slavin, 2000). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah
informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu
menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi
diproses di dalam otak melalui beberapa indera.
Pemrosesan informasi merujuk pada cara mengumpulkan / menerima stimulasi
dari lingkungan, mengorganisasian adat, memecahkan masalah, menemukan konsep,
dan menggunakan symbol verbal dan visual.
Adapun implikasi teori pemrosesan informasi terhadap kegiatan pembelajaran
adalah sebagai berikut :
1. Model pemrosesan informasi dari belajar dan ingatan memiliki signifikasi yang besar
bagi perencanaan dan desain pembelajaran dalam proses pendidikan. Belajar
dimulai dengan pemasukan stimulasi dari reseptor dan diakhiri dengan umpan balik
yang mengikuti performa pembelajar.
2. Secara keseluruhan stimulasi yang diberikan kepada pembelajar selama
pembelajaran berfungsi mensuport yang terjadi pada pembelajaran.
Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi,
untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar.
Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan
kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang
diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu.
Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi
individu dalam proses pembelajaran.
Pada penerapannya dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa fase dalam
proses penerimaaan informasi, yaitu :
1. Fase penerimaan (apprehending phase)
Pada fase ini, rangsang diterima oleh seseorang yang belajar. Ini ada beberapa
langkah. Pertama timbulnya perhatian, kemudian penerimaan, dan terakhir adalah
pencatatan (dicatat dalam jiwa tentang apa yang sudah diterimanya).
2. Fase penguasaan (Acquisition phase)
Pada tahap ini akan dapat dilihat apakah seseorang telah belajar atau belum. Orang
yang telah belajar akan dapat dibuktikannya dengan memperlihatkan adanya
perubahan pada kemampuan atau sikapnya.
3. Fase pengendapan (Storage phase)
Sesuatu yang telah dimiliki akan disimpan agar tidak cepat hilang sehingga dapat
digunakan bila diperlukan. Fase ini berhubungan dengan ingatan dan kenangan.
4. Fase pengungkapan kembali (Retrieval phase)
Apa yang telah dipelajari, dimiliki, dan disimpan (dsalam ingatan) dengan maksud
untuk digunakan (memecahkan masalah) bila diperlukan. Jika kita akan
menggunakan apa yang disimpan, maka kita harus mengeluarkannya dari tempat
penyimpanan tersebut, dan inilah yang disebut dengan pengungkapan kembali. Fase
ini meliputi penyadaran akan apa yang telah dipelajari dan dimiliki, serta
mengungkapkannya dengan kata-kata (verbal) apa yang telah dimiliki tidak berubah-
ubah.
BAB III
SIMPULAN

A. Kesimpulan
Pemrosesan informasi di dalam pikiran manusia berjalan terus – menerus selama
adanya adanya informasi baru yang masuk di pikiran. Dalam otak, penyimpanan
informasi dibagi menjadi 2 yaitu ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.
Ingatan jangka pendek akan segera di keluarkan dalam waktu yang cepat sedangkan
ingatan jangka panjang akan di simpan dalam waktu yang lama.
Komponen pemrosesan informasi terdiri dari Sensory Receptor (SR), Working
Memory (WM), Long Term Memory (LTM). Dari ribuan informasi yang ada didepan mata,
hanya beberapa yang akan masukan ke pikiran dan dapat disimpan di ingatan jangka
panjang.
Ingatan jangka pendek bisa menjadi ingatan jangka panjang dengan beberapa
cara, yang pertama dengan pengulangan terus – menerus atau dengan cara
pemahaman, informasi baru akan dihubungkan dengan informasi yang sudah ada.