Rabies

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Salah satu ciri anjing yang terkena rabies adalah terus-terusan mengeluarkan air liur Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. [1] Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. [1] Rabies disebut juga penyakit anjing gila. [
[1]

Sejarah
Rabies bukanlah penyakit baru dalam sejarah perabadan manusia. [4] Catatan tertulis mengenai perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi buas ditemukan pada Kode Mesopotamia yang ditulis 4000 tahun lalu serta pada Kode Babilonia Eshunna yang ditulis pada 2300 SM.[4] Democritus pada 500 SM juga menuliskan karakteristik gejala penyakit yang menyerupai rabies.[2] Aristotle, pada 400 SM, menulis di Natural History of Animals edisi 8, bab 22 [5]
.... anjing itu menjadi gila. Hal ini menyebabkan mereka menjadi agresif dan semua binatang yang digigitnya juga mengalami sakit yang sama.

Hippocrates, Plutarch, Xenophon, Epimarcus, Virgil, Horace, dan Ovid adalah orang-orang yang pernah menyinggung karakteristik rabies dalam tulisan-tulisannya. [5] Celsius, seorang dokter di zaman Romawi, mengasosiasikan hidrofobia (ketakutan terhadap air) dengan gigitan anjing, di tahun 100 Masehi. [4] Cardanus, seorang penulis zaman Romawi menjelaskan sifat infeksi yang ada di air liur anjing yang terkena rabies.[5] Pada penulis Romawi zaman itu mendeskripsikan rabies sebagai racun, yang mana adalah kata Latin bagi virus. [5] Pliny dan Ovid adalah orang

[8] [9] Pada rabies buas/ ganas.[4] [sunting] Penyebab Rabies disebabkan oleh virus rabies yang masuk ke keluarga Rhabdoviridae dan genus Lysavirus. Texas yang menghirup udara di mana ada jutaan kelelawar hidup di tempat tersebut. misalnya kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur. yang saat itu disebut cacing lidah anjing (dog tongue worm).[5] Untuk mencegah rabies di masa itu. Asia. rabies bisa ditularkan melalui penghirupan udara yang tercemar virus rabies. [7] Hewan-hewan yang diketahui dapat menjadi perantara rabies antara lain rakun (Procyon lotor) dan sigung (Memphitis memphitis) di Amerika Utara. [10] Mereka diduga tertular lewat udara karena tidak ditemukan sama sekali adanya tanda-tanda bekas gigitan kelelawar. Asia. [2] Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas/ ganas ataupun rabies jinak/ tenang. menggigit dan menelan segala macam barang. [2][1] Infeksi juga dapat terjadi melalui jilatan hewan perantara pada kulit yang terluka. yaitu dengan teknik antibodi imunofluoresens untuk menemukan antigen rabies pada jaringan. [6] Virus ini hidup pada beberapa jenis hewan yang berperan sebagai perantara penularan. [7] Spesies hewan perantara bervariasi pada berbagai letak geografis. dan Amerika Latin. ketika akhirnya Louis Pasteur berhasil mendemonstrasikan penyebaran rabies dengan menumbuhkan jaringan otak yang terinfeksi di tahun 1885 [5] Goldwasser dan Kissling menemukan cara diagnosis rabies secara modern pada tahun 1958. [10] 12. dan anjing di Afrika. dan Amerika Latin memiliki tingkat rabies yang masih tinggi [7] Hewan perantara menginfeksi inang yang bisa berupa hewan lain atau manusia melalui gigitan. [2][1] Setelah infeksi. [2] Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf ke jaringan non saraf. air liur terus menetes. serta menunjukkan kegalakan [8][9] Meskipun sangat jarang terjadi.yang pertama menjelaskan penyebab lain dari rabies. [10] Pada tahun 1950. [8][9] Pada rabies jinak/tenang. [5] Anggapan tersebut bertahan sampai abad 19. hewan yang terinfeksi tampak galak. [10] Dua pekerja laboratorium telah mengkonfirmasi hal ini setelah mereka terekspos udara yang mengandung virus rabies. suka bersembunyi di tempat gelap. Afrika. [6] Karakteristik utama virus keluarga Rhabdoviridae adalah hanya memiliki satu utas negatif RNA yang tidak bersegmen. virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke sumsum tulang belakang dan otak dan bereplikasi di sana. permukaan lidah yang diduga mengandung "cacing" dipotong. dilaporkan dua kasus rabies terjadi pada penjelajah gua di Frio Cave. Rabies . mengalami kejang dan sulit bernapas. rubah merah (Vulpes vulpes) di Eropa. hewan yang terinfeksi mengalami kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total. meraung-raung gelisah kemudian menjadi lumpuh dan mati. agresif.

Gangguan fungsi otak. Pencegahan penyakit pada hewan dilakukan dengan cara vaksinasi Diposkan oleh ISHA Rabies virus Order: Family: Genus: Species: Mononegavirales Rhabdoviridae Lyssavirus Rabies .60 hari).kira satu minggu kemudian.Disebabkan oleh virus rabies. timbul gejaia kesemutan di sekitar luka gigitan. Rabies sebenarnya merupakan penyakit yang menyerang hewan. dari 13 hari sampai 2 tahun (rata-rata 20 . Setelah masa inkubasi yang sangat bervariasi. 3) Gigitan kucing lebih berbahaya daripada gigitan anjing. Rabies sering kali menyebabkan kematian. dan otot tegang. karena kemungkinan adanya virus pada ludah kucing yang terinfeksi rabies lebih besar (90%) daripada anjing (45%). dan kelelawar penghisap darah. Hewan yang terkena dapat menunjukkan tingkah laku agresif ataupun kelumpuhan. misalnya anjing. dapat dianggap bahwa gigitan tidak mengandung virus rabies. dapat dipakai teori dari Vaughan sebagai berikut: 1) Jika hewan yang menggigit tidak menunjukkan gejala rabies dalam waktu 5 . seperti hilangnya kesadaran. gelisah. kucing. Sebagai panduan tentang rabies. terjadi kira .7 hari setelah menggigit. Virus ditularkan pada manusia melalui gigitan binatang yang terinfeksi. 2) Tidak semua hewan berpenyakit rabies mengeluarkan virus rabies dalam ludahnya.

gambar virus rabies dilihat dari mikroskop virus rabies .

gambar protein virus rabies .

2002). sturktur kimia dan siklus hidup yang mirip (Wunner. Virus ini mendekati virus species Vesicular stomatitis Virus (VSV) dari genus Vesiculovirus. Rhabdos.gambar potongan virus rabies Etiologi (Karakteristik Agen. Siklus Hidup) Posted Tuesday. Klasifikasi Ordo Famili Genus : Mononegavirales : Rhabdoviridae : Lyssavirus Spesies : Rhabdovirus (Virus Rabies) . yang berarti mengamuk atau kemarahan) family Rahbdoviridae (dar bahasa Yunani. Keduanya memiliki persamaan morfologi. yang berarti batang). 06/08/2010 by admin Agen Rabies disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus (dari bahasa Yunani Lyssa.

Virus ini merupakan jenis virus uang mematikan. Karakter yang menonjol dari Rhabdovirus ini merupakan virus yang bersusun luas dengan rentang inang yang lebar. Virus Rabies Penampang Memanjang (a) dan Melintang (b) (a) . Phosphoprotein (P). lemak (20-26%) dan karbohidrat (3%) yang menyatu menjadi strukutur utama virus ini (Wunner. 1.Sturktur virus Rabies mirip dengan family Rhabdoviridae yang lain yaitu berbentuk batang seperti peluru (seperti Rhabdoviridae yang lain)dengan ukuran rata-rata 180 nm panjang 75 nm lebar dengan ukuran ukuran spike 10 nm. 2002). Semua virus family Rhabdoviridae (termasuk species Lyssavirus) mempunyai dua komponen utama yaitu inti dari rantai heliks (ribonucleoprotein core (RNP)). Kapsid melindungi genom dan juga memberikan bentuk pada virus. genom RNA diselimuti oleh Nucleoprotein (N) sedangkan untuk protein penyusun struktur virus lain seperti. Virus ini terdiri dari RNA (2-3%). protein (67-74%). tidak bersegmen dan mempunyai polaritas yang negatif (Wunner. Glycoprotein (G) dan Polymerase (L). Protein penyusun sturuktur pada virus Rabies pada utamanya disusun oleh 5 protein:. Matrix Protein (M). Phosphoprotein (P) and polymerase (L) merupakan salah satu komponen penyusun yang berhubungan dengan RNP. Pada bagian tengah struktur tersebut terdapat genom dari virus yang berupa protein RNA yang berbentuk helix yang tunggal. dan Amplop yang menutupinya. yaitu :Nucleoprtein (N). Glycoprotein (G) merupakan protein penyusun permukaan virus yang berbentuk ³spike´ atau duri (berjumlah kurang lebih 400 duri) dari virus ini sedangkan M protein (M) bertanggung jawab sebagai struktur penyusun Amplop dan membungkus RNP. Didalam RNP. Struktur dasar dari Lyssavirus dapat dilihat pada gambar dibawah ini Gambar . 2002).

Proses ini dikenal dengan sebutan adsorpsi. Genom virus Rabies Sumber : (Division of Viral and Rickettsial Diseases. Replikasi dari Lyssavirus diawali oleh menempelnya bagian struktur amplon dari virus kedalam mebran sel dari inang.(b) Sumber: (Division of Viral and Rickettsial Diseases. antisense. Virus rabies kemudian . 2010) Sikus Hidup dan Replikasi Genom Lyssavirus merupakai rantai tunggal. 2010). Setelah proses adsorpsi. Virion kemudian berkumpul atau masuk kedalam vesikel cytoplasmic. Berdasarkan hasil squence Genom Lyssavirus terdiri dari 50 nucleotida diikuti oleh gen untuk protein N. Viral membran kemudian masuk kedalam membran endosome yang kemudian dikuti oleh lepasnya RNP kedalam sitoplasma. M. mempunyai RNA dengan ukuran 12 kb. P. tidak bersegmen. 2010) Genom Lyssavirus merupakan rantai tunggal. antisense. Berdasarkan hasil squence Genom Lyssavirus terdiri dari 50 nucleotida diikuti oleh gen untuk protein N. Proses ini merupakan hasil dari interaksi protein G dan permukaan sel inang yang spesifik (Division of Viral and Rickettsial Diseases. Gambar 2. kemudian melakukan proses penetrasi kedalam sel inang dan masuk ke dalam sitoplasma sel dengan pinocytosis (via clathrin-coated pits). G dan L. mempunyai RNA dengan ukuran 12 kb. P. G dan L. M. tidak bersegmen.

2010). 9: Budding (keluar virus complete dari sel inang) (Division of Viral and Rickettsial Diseases. 7. 2010). Assembli. 3: Uncoating (pengilangan bagian amplop virus). Enviro Blogger . 5. Gambar 3. 4. Translasi (Sintesis dari struktur protein). Transkripsi (sintesis mRNAs). Prosesing (Gprotein gycosylation). Siklus Hidup Virus Rabies di dalam Sel Inang Sumber : (Division of Viral and Rickettsial Diseases. 8. 2: Penetrasi (masuknya virus ke dlaam sel inang). Replikasi (produksi genom RNA dari intermediate strand). 6. 2010) Berikut adalah siklus hidup dari virus Rabies : 1: Adsorpsi (receptors dan virion berinterkasi).akan membuat mRNA untuk menjalankan proses replikasinya dengan menggunakan genom dengan mepengaruhi atau menyisipkan dengan proses dalam sel inang dan menginfeksi sel yang lain (Division of Viral and Rickettsial Diseases.

Dari analisis kimiawi virus ini terdiri dari lemak yang mengandung ribonukleoprotein dan akan membentuk sejumlah kecil RNA. Rabies sering kali menyebabkan kematian. Pencegahan penyakit pada hewan dilakukan dengan cara vaksinasi. variasinya sangat lebar. terdiri atas 5 struktur protein. dapat dipakai teori dari Vaughan sebagai berikut: 1) Jika hewan yang menggigit tidak menunjukkan gejala rabies dalam waktu 5 . yaitu virus-virus yang mempunyai genom RNA berpolaritas negative serta tidak bersegmen dalam orde Mononegavirales (Rose dan Whitt 2001).8% rabies pada manusia berasal dari gigitan hewan. 16 Maret 2009 Virus Rabies Penyebab Penyakit Rabies adalah virus Rhabdovirus. Virus tersebut mencapai jaringan otak secara neurogenik. Virus tidak dapat masuk kedalam tubuh melalui kulit yang sehat. Mortalitas tertinggi cenderung terjadi pada orang yang tergigit di daerah kepala atau muka (40%-80%).Senin. cakaran hewan. 2001). Setelah masa inkubasi yang sangat bervariasi. Mokola. mortalitas menengah pada mereka yang digigit di tangan (15%-40%). dapat dianggap bahwa gigitan tidak mengandung virus rabies. dan Kotonkan. gelisah. dari sangat cepat (1 minggu) sampai beberapa tahun. transplantasi kornea dari donor terinfeksi (de Mattos et al. spesies hewan pembawa. Duvenhage. Tropisme pada neuron merupakan gambaran utama pada infeksi alami. dan galur virus. strain dan dosis virus. dan otot tegang.Virus rabies termasuk dalam keluarga Rhaddoviridae. dengan replikasi virus sangat eksklusif di neuron (Mattos et al. yaitu malalui serabut syaraf. Penularan yang tanpa melalui gigitan dilaporkan pernah terjadi akibat inhalasi udara yang kaya virus rabies. kucing. Obodhaing. Rabies sebenarnya merupakan penyakit yang menyerang hewan. Virus rabies menginfeksi hewan dan manusia melalui gigitan hewan pembawa. 2) tidak semua hewan berpenyakit rabies mengeluarkan virus rabies dalam ludahnya. Australian bat. 2001). Hewan yang terkena dapat menunjukkan tingkah laku agresif ataupun kelumpuhan. Masa inkubasi rabies pada hewan dan manusia sangat bervariasi.7 hari setelah menggigit. 99. dan status kekebalan. Dengan . misalnya anjing. Virus ditularkan pada manusia melalui gigitan binatang yang terinfeksi. genus Lissavirus.kira satu minggu kemudian. 3) gigitan kucing lebih berbahaya daripada gigitan anjing. tahan pada suhu 40 C selama beberapa minggu. timbul gejaia kesemutan di sekitar luka gigitan. Dari data yang tersedia. Perkembangan penyakit tergantung pada lokasi dan kehebatan luka gigitan. jaringan target virus rabies adalah jaringan syaraf di system syaraf pusat. konsentrasi virus dalam gigitan. penjilatan hewan. mekanisme virus dari tempat gigitan sampai di otak terdapat berbagai pandangan yang masingmasing didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. karena kemungkinan adanya virus pada ludah kucing yang terinfeksi rabies lebih besar (90%) dari pada anjing (45%). dan kelelawar penghisap darah. Masa inkubasi tergantung pada jarak relatif gigitan dengan system syaraf pusat. umur. Gangguan fungsi otak. European bat. Akan tetapi. Bukti virus menyebar secara hematogenik tidak ada sama sekali. dan terkecil jika digigit pada kaki (5%-10%). Morfologi virus penyebab rabies berbentuk peluru berukuran 180 x 75 nm. seperti hilangnya kesadaran. kehebatan luka dan dalamnya gigitan. virus Rabies (RABV) dikelompokkan dalam Genus Lyssavirus (Mattos et al. terjadi kira . Sebagai panduan tentang rabies. Masa itu umumnya antara 1 2 bulan. Bersama-sama dengan virus Lagos bat. Akan tetapi. 2001).

yaitu sebuah inti dari asam nukleat yang disebut genom dan yang mengelilingi protein yang disebut kapsid. Akan tetapi. dapat disimpulkan bahwa setelah gigitan hewan pembawa virus dapat langsung menuju serabut syaraf (Baer 1975 dikutip oleh de Mattos et al.penyakit yang sulit untuk disembuhkan.asumsi bahwa semua publikasi tentang patogenesis rabies didukung bukti ilmiah yang kuat. Penjalaran juga melalui serabut syaraf. Virus rabies dan jenis virus lainnya terdiri dari dua komponen dasar. Di kelenjar ludah. lidah. retina. folikel rambut. teori yang lebih akurat tampaknya adalah infeksi dan penularan antar sel-sel Schwan. dan bertahan di tempat gigitan selama beberapa jam atau bahkan minggu. Murphy et al. Tentang mekanisme transport pada serabut syaraf juga tidak ada kesamaan pendapat. kulit. virus dapat juga bertahan pada tempat gigitan pada sel yang lain. Keduanya dapat saja terjadi. dan serangga. Semua virus adalah parasit obligat. virus dapat juga ditemukan di selaput lendir mulut dan hidung. Hal ini lebih mudah dapat diterangkan berdasarkan landasan teori bahwa virus menular antar sel melalui reseptor permukaan. Disamping kelenjar dan air ludah. sementara yang lain dalam bentuk partikel virus yang utuh. apabila manusia tersebut telah terinfeksi oleh virus ini. Untuk virus rabies ini kerugian yang dapat ditimbulkannya adalah hewan-hewan yang terinfeksi oleh virus ini akan menyerang sesuatu yang dilihatnya tanpa ada alasan setelah virus ini menjadi ganas bisa menyebabkan hewan yang diinfeksinya menjadi mati . Setelah memperbanyak diri di otak. Ini hanya dapat terjadi pada partikel virus yang lengkap. Virus rabies dilaporkan persisten pada monosit. 2001). Penjalaran ke kelenjar ludah sebenarnya merupakan stadium akhir infeksi. dapat juga menginfeksi myosit.1973). Klasifikasi Order : Mononegavirales Famili : Rhabdoviridae Genom : Lyssavirus Spesies : Rhabdovirus (Virus Rabies) Struktur Virus rabies atau Rhabdovirus merupakan salah satu virus yang mempunyai sifat morfologik dan biokimiawi yang lazim dengan virus somatis vesikuler sapi dan beberapa virus hewan. Produk replikasi lokal atau kontaminan langsung dari air liur hewan pembawa memasuki serabut syaraf pada ujung serabut syaraf yang tidak bermyelin. sehingga sel inangnya itu akan mendapat kerugian. Di samping myosit. Virus ini juga dapat menyerang manusia. dan kornea (Murphy 1985. Sedangkan penyebaran di sumsum tulang belakang dan susunan syaraf pusat dapat saja terjadi bersama cairan serebrospinal. Fakta bahwa virus rabies menjalar ke system syaraf pusat dengan kecepatan 3 mm/jam juga mendukung teori tersebut. akan tetapi stadium ini menjadi sangat kritis karena sangat penting dalam penularan antar hewan dan dari hewan ke manusia. tanaman. Kerugian dari virus adalah dapat menyebabkan penyakit . memperhatikan bukti bahwa partikel virus yang menyembul (budding) pada Nodus Ranvier. virus memperbanyak diri pada sel-sel acinar dan dikeluarkan bersama aliran ludah. virus selanjutnya menjalar secara sentrifugal menuju berbagai organ. artinya hanya dapat hidup di dalam organisme lain dengan cara mengambil keuntungan dari organisme yang ditumpanginya tersebut. . Beberapa peneliti menyebutkan bahwa transport pada serabut syaraf dalam bentuk RNP.

fosfoprotein dan nukleoprotein. Genom ini merupakan cetakan untuk perantara replikatif yang menimbulkan pembentukan RNA keturunan. Kemudian secara endositosis virus dimasukan ke dalam sel inang. Komposisi dari virus rabies ini adalah RNA sebanyak 4%. virus telah masuk kedalam sel inang dan melakukan penyatuan diri dengan sel inang yang ia tempati. RNA negative-sense (12 kb. protein sebanyak 67%.Rhabdovirus merupakan partikel berbentuk batang atau peluru berdiameter 75 nm x panjang 180 nm. mRNAs monosistronik ini menyandi untuk lima protein virion. Kapsid melindungi genom dan juga memberikan bentuk pada virus. dan terdiri dari glikoprotein tunggal. Genom RNA untai tunggal direkam oleh polymerase RNA terkait. partikel berbentuk peluru mendapatkan selubung melalui pertunasan yang melewati selaput . Pada tahap penetrasi. Sebuah virus rabies yang lengkap diluar inang (virion) mengandung polimerase RNA. reseptor asetilkolin nikotinat dapat bertindak sebagai reseptor seluler untuk virus rabies.6 x 106) yang berbentuk linear dan tidak bersegmen. lipid sebanyak 26%. RNA genomik berhubungan dengan transkriptase virus. virus rabies ini akan melekat atau menempel pada dinding sel inang. Lalu terjadilah transkripsi dan translasi. Rhabdovirus melakukan replikasi dalam sitoplasma dan virion bertunas dari selaput plasma. virion menjadi lima spesies mRNA. Siklus Hidup Pertama-tama. Setelah enkapsidasi. Virus rabies melekat pada sel melalui duri glikoproteinnya. Virus ini merupakan jenis virus uang mematikan. Karakter yang menonjol dari Rhabdovirus ini merupakan virus yang bersusun luas dengan rentang inang yang lebar. dan karbohidrat sebanyak 3%. Genom beruntai tunggal. Partikel dikelilingi oleh selubung selaput dengan duri yang menonjolbyang panjangnya 10 nm. BM 4.

Virus rabies menghasilkan inklusi sitoplasma eosinofilik spesifik. Rabies ditularkan kepada manusia melalui gigitan anjing pembawa virus rabies. Amerika Serikat. . dan jarak yang harus ditempuh virus untuk bergerak dari titik masuk ke susunan saraf pusat. Kejadian ini sebagian besar terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. ketika racoon yang terinfeksi dibawa ke daerah tersebut dari AS bagian tengara untuk memenuhi persediaan pemburu. Virus rabies membelah diri dalam otot atau jaringan ikat pada tempat inokulasi dan kemudian memasuki saraf tepi pada sambungan neuromuskuler dan menyebar sampai ke susunan saraf pusat. Pada tahun 1981. jumlah inokulum. Keseluruhan proses dalam siklus hidup virus rabies ini terjadi dalam sitoplasma. Terdapat angka serangan yang lebih tinggi dan masa inkubasi yang lebih pendek pada orang yang digigit pada wajah atau kepala. Dengan menggunakan penanda molekuler. tidak adanya badan Negri tidak menyingkirkan diagnosis rabies. kelelawar (12%). lebih dari 7000 kasus rabies hewan yang dipastikan secara laboratorium telah dilaporkan di AS dan sekitarnya. Karena itu. telah didiagnosis 18 kasus rabies manusia di AS. khususnya sigung. Adanya inklusi seperti ini bersifat patognomonik rabies tetapi tidak terlihat pada sedikitnya 20% kasus. Di Kanada. Hewan liar yang diperangkap dan dijual sebagai binatang peliharaan dapat menjadi sumber pamaparan manusia. Dari tahun 1980-1983. rabies khususnya ditularkan melalui kelelawar vampir yang secara normal menghisap darah ternak. dan kawasan Eropa Barat. Telah diyakini bahwa rabies racoon masuk ke daerah Atlantik tengah pada tahun 1970. raccon (7%). strain virus yang terlibat. Virus membelah diri disini dan kemudian menyebar melalui saraf tepi ke kelenjar ludah dan jaringan lain. dalam kornea. konsentrasi reseptor virus pada sel inang. kucing (4%). 85% kasus terjadi pada hewan liar dan 15% pada hewan peliharaan. Peningkatan rabies hewan liar di AS dan beberapa negara maju lain memberi risiko yang jauh lebih besar bagi manusia dibandingkan pada anjing atau kucing. 7 dari 9 kasus yang diketahui merupakan rabies. Dari kasus-kasus ini. diperkirakan terjadi 15.000 kasus rabies yang ditularkan ke manusia setiap tahunnya. tetapi juga dapat menggigit manusia. anjing (3%). dan rubah (3%). Protein matriks virus membentuk lapisan pada sisi dalam selubung. terbukti mengandung virus yang berkaitan dengan kelelawar. Di Amerika Latin. Epidemiologi dan Penularan Diseluruh dunia. sel virus tadi menyatukan diri kembali dan membentuk virus yang baru. Setelah bagian-bagian sel lengkap. Tujuh jenis hewan yang terkena pada 97% kasus: sigung (62%). beratnya laserasi. rubah. Setelah itu virus keluar dari sel inang dan menginfeksi sel inang yang lainnya. badan Negri. sementara glikoprotein virus berada pada selaput luar dan membentuk duri. dalam sel saraf yang terinfeksi. sapi (6%). Namun manusia dapat tertular melalui gigitan hewan liar. dan di tempat lain. Virus rabies memperbanyak diri diluar susunan saraf pusat dan dapat menimbulkan infiltrat dan nekrosis seluler dalam kelenjar lain. dan kelelawar. virus rabies yang dibawa oleh anjing dan kucing dapat dikendalikan. Kepekaan terhadap infeksi dan masa inkubasinya bergantung pada latar belakang genetik inang. Racoon telah menjadi reservoir penting untuk rabies di daerah timur AS dan pada saat ini merupakan lebih dari setengah kasus rabies hewan yang dilaporkan.plasma.

Kornea yang berasal dari donor yang meninggal dengan penyakit susunan saraf pusat yang tidak terdiagnosis. dapat menularkan rabies pada kelelawar pemakan buah yang mengunjungi gua-gua ini dan bermigrasi ke tempat lain. mengeluarkan rabies dalam liur.Kelelawar menimbulkan masalah khusus karena mereka dapat membawa virus rabies sementara mereka tampak sehat. termasuk kelelawar lain dan ke manusia. Secara teoritis. Kasus rabies yang ditularkan melalui transplan kornea hanya merupakan kasus tercatat. rabies dapat berasal dari air liur pasien yang menderita rabies. Globulin imun rabies. Infeksi rabies dari manusia ke manusia sangat jarang. Tipe Antibodi Rabies 1. separuh diberikan disekitar luka gigitan dan separuh yang lain secara intramuskuler. Tetapi penularan semacam ini tidak pernah tercatat. Kelelawar vampir Amerika Selatan dapat menularkan rabies ke kelelawar insektivora yang hidup dalam gua-gua. dan menularkannya ke hewan lain. . Kelelawar ini pada gilirannya. manusia Merupakan globulin gama yang disiapkan melalui fraksionasi etanol dingin dari plasma manusia terhiperimunisasi. Dosisnya 20 IU/kg. Kandungan antibodi penetralisasi distandarisasi hingga 150 IU/ml. Kelelawar gua dapat mengandung aerosol virus rabies dan merupakan risiko bagi penelusur gua. dan resipien meninggal akibat rabies 50-80 hari kemudian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful