You are on page 1of 16

Materi kimia unsur kelas xii

1. 1. MATERI KIMIA UNSUR KELAS XII Oleh : Bernadette Timothea SMA Ignatius
Slamet Riyadi Cijantung, Jakarta
2. 2. DAFTAR ISI • • • • • • • • Kelimpahan Unsur-unsur di Alam Perbedaan golongan I
A dan II A Pembuatan dan manfaat senyawa Golongan VII A (Halogen) Golongan
VIII A (Gas Mulia) Unsur Radioaktif dan kegunaannya Unsur-unsur periode 3 Unsur-
unsur periode 4 dan senyawa kompleks
3. 3. KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR DI ALAM
4. 4. Kelimpahan Unsur-unsur di Alam Unsur-unsur di alam lebih banyak berupa
senyawa dibandingkan dalam keadaan bebas sesuai bentuk unsurnya. Unsur gas mulia
terdapat dalam bentuk bebas dan unsur gas mulia ditemukan dalam bentuk senyawa
alami di alam. Unsur-unsur gas mulia (helium, neon, argon, kripton, xenon, dan
radon) termasuk dalam 90 jenis unsur yang terdapat di alam, sedangkan sisanya
merupakan unsur buatan seperti plutonium dan amerisium. Beberapa unsur logam
dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawa seperti emas,
perak, platina, dan tembaga. Unsur nonlogam juga ada yang dalam keadaan bebas dan
dalam bentuk senyawa seperti oksigen, belerang, nitrogen, dan karbon. Unsur atau
senyawa yang banyak terdapat dalam bahanbahan alam disebut mineral. Mineral
diolah untuk diambil unsurnya, sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-
hari.
5. 5. TABEL KELIMPAHAN UNSUR DI ALAM
6. 6. PERBEDAAN GOLONGAN I A & II A BESERTA DENGAN
PEMBUATANNYA
7. 7. Perbedaan golongan I A dan II A Logam-logam Golongan 1 dan 2 dalam Susunan
Berkala berturut-turut disebut logam-logam alkali dan alkali tanah karena logam-
logam tersebut membentuk oksida dan hidroksida yang larut dalam air menghasilkan
larutan basa. Logam-logam alkali dan alkali tanah disebut juga logam-logam blok s
karena hanya terdapat satu atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron terluar ini
menempati tipe orbital s (sub kulit s) dan sifat logam-logam ini seperti energi ionisasi
(IE) yang rendah, ditentukan oleh hilangnya elektron s ini membentuk kation.
Golongan 1 Logam Alkali yang kehilangan satu elektron s1 terluarnya menghasilkan
ion M+ dan Golongan 2 Logam Alkali Tanah yang kehilangan dua elektrons2
terluarnya menghasilkan ion M2+. Sebagai akibatnya, sebagian besar senyawa dari
unsur-unsur Golongan 1 dan 2 cenderung bersifat ionik.
8. 8. PERBEDAAN GOLONGAN I A DAN II A
9. 9. Golongan I A (alkali)
10. 10. Sifat-sifat golongan alkali • Sifat Fisis Sifat – sifat fisis logam alkali cenderung
beraturan. Dari atas ke bawah, jari – jari atom dan massa jenis bertambah, sedankan
titik leleh dan titik didih berkurang. Sementara itu, energi pengionan dan
keelektronegatifan berkurang.Potensial elektrode dari atas ke bawah cenderung
bertambah, kecuali litium,yang mempunya potensial elektroda paling besar. • Sifat
Kimia Logam alkali merupakan logam yang paling reaktif. Semakin reaktif logam,
semakin mudah logam itu melepaskan elektron, sehingga energi ionisasialkali
cenderung rendah. Logam alkali memiliki energi ionisasi yang semakinrendah dari
atas ke bawah. Sehingga kereaktifan logam alkali semakinmeningkat dari atas ke
bawah. Hampir mua senyawa logam alkali bersifationik dan mudah larut dalam air
11. 11. TABEL SIFAT FISIS DAN KIMIA UNSUR LOGAM ALKALI
12. 12. Golongan II A (alkali tanah)
13. 13. Sifat-sifat golongan alkali tanah • Sifat Fisika Dari Berilium ke Barium, jari – jari
atom meningkat secara beraturan.Penambahan jari – jari menyebabkan turunnya
energi pengionan dankeelektronegatifan. Potensial elektrode juga meningkat dari
Kalsium ke Barium.Akan tetapi, Berilium menunjukkan penyimpangan karena
potensialelektrodenya relatif kecil. Titik leleh dan titik didih cenderung menurun
dariatas ke bawah. Sifat – sifat fisis lebih besar jika dibandingkan dengan logamalkali.
Hal ini disebabkan karena logam alkali tanah mempunyai 2 elektronvalensi, sehingga
ikatan logamnya lebih kuat • Sifat Kimia Kereaktifan logam alkali tanah meningkat
dari Berilium ke Barium.Karena dari Berilium ke Barium jari – jari atom bertambah
besar, energi ionisasiserta keelektronegatifan berkurang. Akibatnya, kecenderungan
untuk melepaselektron dan membentuk senyawa ion makin kuat.Alkali tanah kurang
reaktif bila dibandingkan dengan alkali. Hal inidisebabkan karena jari – jari atom
alkali tanah lebih kecil, sehingga energi pengionannya semakin besar. Alkali tanah
memiliki elektron valensi 2, sehinggakurang reaktif bila dibandingkan dengan alkali
yang bervalensi 1.
14. 14. TABEL SIFAT FISISDAN KIMIA UNSUR LOGAM ALKALI TANAH
15. 15. Pembuatan logam alkali
16. 16. Pembuatan logam alkali tanah
17. 17. GOLONGAN VII A (Halogen)
18. 18. Golongan VII A (halogen) Halogen adalah kelompok unsur yang terdapat pada
golongan VIIA dalam system periodik unsur. Holagen merupakan unsur yang sangat
reaktif. Unsur – unsur Halogen meliputi Florin(F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin(I),
Astatin(At). Astatin merupakan pembentuk garam.
19. 19. HALOGEN DI ALAM Sumber utama halogen adalah air laut yang mengandung
natrium klorida (NaCl), Bromin (Br), Iondin(I-). Florin terdapat sebagai batuan
fluospor (CaF2), Krilit (Na3 AlF6) DAN fluoropatit (3Ca3 (Po4)2 Ca (FCl)2) yang
terdapat di air laut. Iodin pada air laut dan lodat (IO3-) dalam garam chili NaIO3.
20. 20. Sifat-sifat halogen • Konfigurasi elektronya mempunya electron valensina ns2np5
yang yang berarti halogen mempunyai sebuah electron yang belum berpasangan. •
Titik didih dan titik beku yang semakin tinggi. • Energi iononisasinya yang tinggi
yang mengakibatkan unsure halogen sukar melepas elekronnya untuk enjadi ion
positif • Afinitas electron yang tinggi membuat halogen mudah menangkap electron •
Energi disosasi ikatan x-x dalam 1 golongan dari atas kebawah menunjukan
perubahan yang cenderung semakin kecil.
21. 21. Sifat anomik halogen • Jari – jari antom : Tarik menarik antar inti atom dengan
electron dikulit terluar semakin lemah, jika jari – jari atomnya bertambah. • Energi
Ionisasi : Jika energy ionisasinya berkurang, maka melepas elekton valensinya
dibutuhkan energy yang semakin kecil. • Keelektrogottifan : Jika Keelektrogottifan
berkurang, terjadi penurunan kemampuan atom untuk menarik electron dari atom lain.
• Afinitas electron : Jika afinitas berkurang maka, electron – elektronnya yang
letaknya saling berdekatan ketika menyerap electron dari atom lain terjadi tolak
menolak yang lebh kuat terhadap electron. • Tingkat Oksidasi : Umumnya unsure –
unsure halogen memiliki lebih dari satu tingkatan oksidasi, kecuali Fluorin dengan
hanya dua macam tingkat oksidasi yaitu 0 dan 1
22. 22. Sifat fisis halogen • Kerapatan : Jika terjadi kenaikan nilai keraatan maka
kekuatan aya London mempengaruhi gaya fisis. • Titik Leleh : Titik leleh suatu
unsure ditentukan oleh jenis kekuatan suatu iaktan kimia. Jenis ikatan yang terjdi
yaitu gaya London yang semaki bertambah kerena titileleh suatu halogen semakin
bertambah. • Titik Didih : Sama halnya dengan titik leleh • Daya hantar listrik : Gaya
halogen tidak memiliki daya hantar panas karena jenis ikatan gaya London.
23. 23. Reaktivitas halogen berkurang dengan bertambahnya nomor atom. SIFAT KIMIA
HALOGEN
24. 24. Sifat karakteristik ; Daya akomodasi halogen Apabila halogen bereaksi dengan
logam atau nonlogam, halogen bersifat sebagi pengokridasi denagn unsure yang
bereaksi dengan halogen bersfat sebagai pengoksidasi dengan unsure yang bereksi
dengan halogen bersifat. Sebagai produksi . Pada reaksi halogen dengan logam
terbentuk senyawa ion. Dalam pembentukan senyawa ion, halogen menyerap electron
dari atom logam menadi ion halide yang bermutan negative. • Contoh : 2Na (s) + Cl2
(g) 2Na+ + Cl- (s)
25. 25. GOLONGAN VIII A (Gas Mulia)
26. 26. Gas Mulia Gas mulia didalam system priodik unsure terdapat pada golongan VIII
A atau golongan 0 (nol) atau golongan 18 yang terdiri atas xenon (Xe), helium (He),
neon (Ne), argon (Ar), krypton (Kr) dan reaktif (setabil) atau insert yang ditemukan
oleh Lord Ralegih dan William Ramsey Tahun 1892, Raleigh menemukan bahwa
oksigen selalu mempunyai massa 15,882 kali lebih besar daripada masa jenis gas
Nitrogen yang diproleh dari penguraian ammonia denagan mereaksikan Nitrogen
dangan Maknesium. 3Mg (s) + N2 (g) Mg3N2 (S) Setelah Nitrogen dipisah, ternyata
masih terdapat gas yang volumenya 1/8 dari volume gas semula.
27. 27. Pada tahun 1894 sampai 1898 Ramsey yang juga berhasil menemukan ukuran gas
mulia lain yaitu helium yang diperoleh dari pemanasan mineral uranium helium
barasal dari (helios - matahari). Kemudian penyulingan udara cair Ramsey
menemukan krypton (krypton = tersembunyi), Neon (baru) Xenon (tak dikenal atau
asing ) Semua gas tersebut dikirim pada Moisan untuk kemudian direaksikan dengan
fluorin yang dikenal sangat reaktif, tetapi gas tersebut tidak bereaksi dengan fluorin.
Oleh karena itu Ramsey memasukan gas tersebut kesitem periodik dan kedalam
golongan O.
28. 28. Sifat-sifat gas mulia Kesetabilan gas mulia didukung oleh berbagai factor yaitu: •
Kofigurasi gas mulia • Energi ionisasi • Afinitas elektron
29. 29. Dari data dibawah terdapat berbagai kecendurungan perubahan dari He Ke Rn :
Unsur Lamban Nomor Titik Titik Di udara ionisasi jari leleh (k) lebur (% atom (k)
volum) 1) atom Jari – (kj mol- g E- (A0) Helium He 2 2379 1,40 1 4 5,2x 10-4 Neon
Ne 8 2087 1,54 25 27 1,8 x 10- Argon Ar 18 1527 1,88 84 87 3 Krypton Kr 36 1357
2,02 116 121 0,93 Xenon Xe 54 1177 2,16 161 166 1,1 x 10- radon Rn 86 1043 - 202
211 4 8,7 x 106 sedikit • Semakin panjang jari – jari atomnya, molekul gas mulai
semakin mudah membentuk dipo dan semakin kuat gaya van der waals • Semakin
kuat gaya vaderwaals menybabkan titik didih dan titik lebur gas mulia dari atas ke
bawah dalam suatu golongannya semakin tingi • Energi ionisasi semakin kecil untuk
Xe dan Rn mempunayi energy ionosasi lebih rendah dari Hidrogen = 1312 Kj mol-1
30. 30. Sifat atomik gas mulia Terlihat adanya suatu keteraturan sifat unsure – unsure gas
mulia mulai dari He hingga Rn, yang meliputi : • Jari – jari Atom : Jari – jari atom
dari He, Kp, Rn semakin bertambah karena bertambahnya jumlah kulit electron •
Energi Ionisasi : Energi ionisasi dari He, Kp, Rn semakin berkembang hal ini terjadi
karena penambahan jari – jari atom menyebabkan gaya tari menarik antar inti dengan
electron valensi semakin lemah, sehingga untuk melepas electron tersebut dibutuhkan
energy yang semakin kecil. • Kelektronegatifan : Unsur – unsure He, Ne, Ar, tidak
memiliki keelektronegatifan semakin berkembang. Hal ini berarti bahwa kemampuan
melepas electron untuk membentuk suatu ikatan dengan atom lain semakin
bertambah. • Tingkat Oksidasi : Tingkat oksidasi He, Ne, Ar, adalah nol sedangkan
Kr, Xe, dan Rn memiliki beberapa tingkat oksidasi tingkat oksidasi mengambarkan
jumklah elekton yang dilepas atau diserap agar diproleh agar diperoleh konfigurasi
electron gas mulia yang stabil.
31. 31. Sifat fisis gas mulia Gas mulia merupakan gas monoatomik artinya ditemukan
dalam bentuk atom tunggal di alam yang sering berikatan satu sama lain akibat
adanya gaya London. Pada atom factor yang mempunyai kekuatan gaya London
adalah ukuran atom. Selanjutnya kita perhatikan keteraturan sifat fisis gas mulia apa
yang menyebabkan keteraturan tersebut. • Kerapatan : Kerapatan menyebakan
perbandingan antara massa dan unit oleh masa atom jari –jari atom dan kekuantan gas
London. • Titik leleh : Titik leleh yaitu suhu pada saat wujud padat dan air berada
dalam suau system kesetimbangan. Titik leleh dipengaruhi oleh jenis dan kekuatan
ikatan. • Titik Didih : Titik didih yaitu suhu pada saat wujud gas dan cair berada
dalam suatu system kesetimbangan. Titik didih bertambah dari He ke Rn, karena
adanya pertambahan gaya London. • Daya Hantar Listrik Dan Panas : Ada atau
tidaknya elektron – elektron bebas yang dapat bergerak dalam suatu ikatan kimia
menentukan apakah suatu unsure dapat menghantarkan lstrik dan panas atau tidak.
32. 32. Sifat kimia gas mulia Telah diketahui bahwa reaksi kimia hanya melibatkan
electron – electron pada kulit terluarnya. Oleh karena itu gas terluar gas mulia telah
penuh, maka cendrung tidak beraksi atau tidak reaktif.
33. 33. Gas mulia di alam • • • Gas mulia di alam tergolong unsure sangat tidak reaktif
sehingga unsure ini ditemkan di alam dalam bentuk monoatomik. Utama gas mulia
kecuali radon adalah udara. Radon merupakan unsure radioaktif dan diperoleh dari
pelurahan unsure radioaktif seperi uranium dan radium yang terdapat pada kerak bumi
Gas mulia yang tidak terdapatr di alam adalah radon (Rn) diantara seluruh gas mulia
argon paling banyak terdapat di udara dan kadar 0,93% dari udara kering, neon 1,8x
10-3 %, helium 5,2x 10-4%, kriptton 1,1x 10-4% dan xenon 8,7x 106% Unsur
Lambang Persentasi (Volum) Nitrogen Oksigen Argon* Karbondioksida Neon*
Helium Metana Krypton Hydrogen Nitrogen oksida xenon N2 O2 Ar CO2 Ne He Ch4
Kr H2 No2 Xe 78,084 20,948 0,934 0,914 0,0182 0,00052 0,0002 0,00011 0,00005
0,00005 0,00008
34. 34. Industri gas mulia dan penggunaannya Gas mulia dapat digunakan dalam berbagai
hal, antara lain sebagai berikut : • Helium digunakan sebagai pengisi balon gas karena
masa jenisnya yang rendah dan setaabil. • Neon digunakan untuk gas pengisi lampu
dan pember warna merah yang terang • Argon merupakan gas mulia yang paling
banyak digunakan, terutama di atmosfer penguasa logam. • Kripton dan Xenon
digunakan untuk pengisian lampu iklan yang berwara arni • Campuran 10% Xe, 89%
Ar, dan 1 % F2 digunakan untuk lampu emisi untuk menhasilkan sinar laser
35. 35. PEMBUATAN DAN MANFAATMANFAAT SENYAWA
36. 36. Natrium (Na) Pembuatan Natrium : Natrium di buat dari elektrolisis lelehan
natrium klorida yang di campur dengan kalsium klorida (sel downs). Kalsium klorida
berguna untuk menurunkan titik cair (dengan cara itu titik leleh dapat diturunkan dari
8010C menjadi 5000C) Penggunaan natrium : Penggunaanya semakin penting dari
natrium adalah sebagai cairan pendingin (coolant) pada reactor nuklir. Selain itu,
karena merupakan reduktor kuat, natrium digunakan pada pengolahan logam-logam
tertentu seperti litinium, kalium, zirconium dan logam alkali yang lebih berat.
Natrium juga digunakan untuk membuat senyawa natrium yang tidak dapat dibuat
dari natrium klorida, seperti natrium peroksida (Na2O2). Sedikit natrium digunakan
dalam lampu natrium yang banyak digunakan sebagai penerangan jalan raya. • NaCl
gunanya mengawetkan ikan dan daging, mencairkan salju di jalan • NaOH digunakan
di di industry sabun, detergent, dll.
37. 37. Magnesium (Mg) Pembuatan Magnesium : diantara logam alkali tanah,
magnesium paling banyak diproduksi. Sama seperti pembuatan natrium, pembuatan
magnesium juga dilakukan melalui elektrolisis lelehan garam kloridanya. Dalam
industry, magnesium dibuat dari air laut melalui tahap-tahap . Penggunaan
magnesium : kegunaan utama magnesium adalah untuk membuat logam – campur.
Paduan magnesium dengan almunium yang disebut magnalium, merupakan logam
yang kuat tetapi ringan, resisten terhadap asam maupun basa, serta tahap korosi.
Paduan itu digunakan untuk membuat komponen pesawat terbang, rudal, bak truk,
serta sebagai peralatan lainnya.
38. 38. Aluminium (Al) Pembuatan Aluminium : meskipun aluminium tergolong
melimpah di kulit bumi, mineral yang dapat di jadikan sumber komersial aluminium
hanya bauksit. Bauksit mengandung aluminium sebagai aluminium oksida (Al2O).
pengolahan aluminium dari bauksit berlangsung dalam 2 tahap : tahap pertama adalah
: pemurnian bauksit sehingga diperoleh aluminium oksida murni (alumina). Tahap
kedua adalah peleburan (reduksi) alumina. Pengolahan aluminium oksida dari bauksit
di dasarkan pada sifat amfoter dari oksida aluminium itu. Pengotor utama dalam
bauksit biasanya terdiri atas SiO2,Fe2O3, dan TiO2. Apabila bauksit dilarut kan
dalam laurtan natrium hidroksida, maka aluminium oksida akan larut sedangkan
pengotornya tidak. Penggunaannya : di sektor industry otomotif, pembangunan
perumahan, industry makanan
39. 39. Besi (Fe) Pembuatan Besi : besi diolah dari bijihnya dalam suatu tungku yang
disebut tanur tiup (blast fur nace) tanur tiup berbentuk silinder raksasa dengan tinggi
30 m atau lebih dan diameter bagian tengah sekitar 8 m. bahan yang digunakan pada
pengolahan besi, selain biji besi adalah kokas (C) dan batu kapur (caCO3). Kokas
berfungsi sebagai reduktor, sedangkan batu kapur berfungsi sebagai fluks, yaitu bahan
yang akan bereaksi dengan pengotor dalam biji besi dan memisahkan pengotor itu
dalam bentuk cairan kental yang disebut terak (slag). Komposisi bahan-bahan tersebut
bergantung pada pengotor dalam biji besi. Biji besi mengandung pengotor, baiknya
bersifat asam seperti SiO2 (pasir), Al2O3, dan P2O5, maupun pengotor yang bersifat
basa seperti CaO, MgO, dan MnO. Akan tetapi, biasanya pengotor yang bersifat asam
lebih banyak, sehingga perlu ditambahkan fluks yang bersifat basa, yaitu CaCO3
Penggunaannya : pembuatan gembok, sendok, dll.
40. 40. Tembaga (Cu) Pembuatan Tembaga : biji tembaga yang terpenting adalah
kalkopirit (CuFeS2). Sebenarnya tembag mudah direduksi. Akan tetapi, adanya besi
dalam bijih tembaga membuat proses pengolahan tembaga menjadi relative sulit.
Pengolaha tembaga melalui beberapa tahap, yaitu flotasi, pemanggangan, peleburan,
pengubahan, dan elektrolisis. Pada umumnya bijih hanya mengandung 0.5 % Cu.
Melalui pengapungan dapat diperoleh bijih pekat yang mengandung 20 sampai 40%
Cu. Bijih pekat itu kemudian dipanggang untuk mengubah besi sulfide menjadi besi
oksida, sedangkan tembaga tetap berupa sulfide. Penggunaannya : tembaga adalah
logam yang berwarna kuning merah dan tergolong logam yang kurang aktif. Dalam
udara lembab, tembaga terkorosi secara perlahan-lahan. Mula-mula warnanya menjadi
coklat karena terbentuknya lapisan tipis CuO atau CuF. Lama kelamaan menjadi
berwarna hijau karena terbentuknya tembaga karbonat basa, Cu2(OH)2CO3. Hal
seperti itu sering terlihat pada patung atau barang kerajinan yang terbuat dari tembaga
atau perunggu.
41. 41. TIMAH,KROMIUM, dan EMAS • Timah adalah logam yang relative lunak,
berwarna putih perak dan tahan karat. Timah terutama digunakan untuk membuat
kaleng kemasan seperti untuk roti, susu, cat, dan buah. • Kromium adalah logam yang
sangat mengkilat, keras dan tahan karat lebih dari separuh produksi kromium
digunakan dalam industry logam dan sekitar sepertiga lainnya dalam refraktori
(pelapis tahan panas bagi tanur bersuhu tinggi). Pengguna kromium ssebagai
refrektori terutama karena mempunyai titik leleh yang tinggi (1.8570C) dan koefisien
muai yang tidak terlalu besar. Dalam industry logam, kromium terutama digunakan
untuk membuat paduan (aliase) dengan besi, nikel dan kobalt. • Emas tergolong
logam mulia, berwarna kuning mengkilat, tahan karat, mudah ditempa da dapat
diukur. Pada umumnya, emas ditemukan sebagai unsure bebas. Emas mempunyai
masa jenis yang relative besar, sehingga pemisahnya dilakukan dengan mengayak.
Butiran emas dapat dipisahkan dengan menggunakan raksa.
42. 42. UNSUR RADIOAKTIF DAN KEGUNAANNYA
43. 43. Unsur radioaktif Radioaktif merupakan kumpulan beberapa tipe partikel subatom,
biasanya disebut sinar gamma, neutron, elektron, dan partikel alpha. radioaktif itu
bersifat melaju melalui celah/rongga ruang dengan kecepatan tinggi, yaitu sekitar
100,000 mili persekon. tentunya radioaktif dengan mudah bisa masuk ke tubuh dan
merusak sel alami yang telah disusun tubuh. Ini bisa menyebabkan sel kanker yang
mematikan di dalam tubuh, dan jika mengenai bagian reproduksi, bisa merusak
generasi manusia.
44. 44. Penggunaan unsur radioaktif Penggunaan zat-zat radioaktif merupakan bagian dari
teknologi nuklir yang relatif cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini
disebabkan zat-zat radioaktif mempunyai sifat-sifat yang spesifik, yang tidak dimiliki
oleh unsur-unsur lain. Salah satu sifat dari radioaktif yaitu mampu untuk menembus
benda padat. Sifat ini banyak digunakan dalam teknik radiografi yaitu pemotretan
bagian dalam suatu benda dengan menggunakan radiasi nuklir seperti sinar-x, sinar
gamma dan neutron. Hasil pemotretan tersebut direkam dalam film sinar-x.
45. 45. Manfaat Radioaktif • • • • • • • • • • Sinar X: penghancur tumor atau untuk foto
tulang. Bismut-213 / Bi-213 (46 menit): terapi alfa ditargetkan (TAT), terutama
kanker. Kromium-51 / Cr-51 (28 detik): digunakan untuk label sel darah merah dan
menghitung kerugian protein gastro-intestinal, Cr-51 juga mendeteksi kerusakan
limpa. Kobalt-60 / Co-60 (5,27 tahun): membunuh sel kanker. Disprosium-165 / Dy-
165 (2 jam): sebagai hidroksida agregat untuk perawatan synovectomy arthritis.
Erbium-169 / Er-169 (9,4 detik): menghilangkan rasa sakit arthritis di sendi sinovial.
Holmium-166 / Ho-166 (26 jam): diagnosis dan pengobatan tumor hati. Yodium-125 /
I-125 (60 detik): digunakan dalam brachytherapy kanker (prostat dan otak), juga
diagnosa untuk mengevaluasi tingkat filtrasi ginjal dan untuk mendiagnosis deep vein
thrombosis di kaki. Yodium-131/ I-131 (8 detik): mengobati kanker tiroid dan dalam
pencitraan tiroid, juga dalam diagnosis fungsi hati yang abnormal, ginjal (ginjal)
aliran darah dan obstruksi saluran kemih. Sebuah emitor gamma kuat, tetapi
digunakan untuk terapi beta. Iridium-192 / Ir-192 (74 detik): sumber radioterapi
internal untuk pengobatan kanker (digunakan kemudian dihapus).
46. 46. Manfaat Radioaktif • • • • • • • • Besi-59 / Fe-59 (46 detik): digunakan dalam studi
metabolisme besi dalam limpa. Lead-212 (10.6 jam): digunakan dalam TAT untuk
kanker, dengan produk peluruhan Bi-212, Po-212, Tl-208. Lutetium-177 / Lu-177
(6.7 detik): semakin penting karena hanya memancarkan gamma cukup untuk
pencitraan sedangkan radiasi beta melakukan terapi pada kecil (misalnya endokrin)
tumor. setengah-hidup cukup lama untuk memungkinkan persiapan yang canggih
untuk digunakan. Hal ini biasanya dihasilkan oleh aktivasi neutron dari target lutetium
alam atau diperkaya-176. Molibdenum-99 / Mo-99 (66 jam): digunakan dalam
generator untuk menghasilkan teknesium-99m. Paladium-103 / Pd-103 (17 detik):
membuat benih brachytherapy implan permanen untuk kanker prostat tahap awal.
Fosfor-32 / P-32 (14 detik): mengobati polisitemia vera (kelebihan sel darah merah)
P-32 juga digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar tanaman setelah ditabur.
Kalium-42 / K-42 (12 jam): menentukan kalium dalam aliran darah koroner. Renium-
186 / Re-186 (3,8 detik): menghilangkan rasa sakit pada kanker tulang.
47. 47. Manfaat Radioaktif • • • • • • • • • Renium-188 / Re-188 (17 jam): digunakan untuk
arteri koroner, menyinari dari balon angioplasty. Samarium-153 / Sm-153 (47 jam):
mengurangi rasa sakit kanker sekunder bersarang di tulang, juga sangat efektif untuk
prostat dan kanker payudara. Selenium-75 / Se-75 (120 detik): mempelajari produksi
enzim pencernaan. Sodium-24 (15 jam): untuk studi elektrolit dalam tubuh.
Stronsium-89 / Sr-89 (50 detik): mengurangi rasa sakit prostat dan kanker tulang.
Teknesium-99m / Tc-99m (6 jam): digunakan untuk gambar otot kerangka dan
jantung pada khususnya, tetapi juga untuk otak, tiroid, (perfusi dan ventilasi)
paruparu, hati, limpa, ginjal (struktur dan tingkat filtrasi), kantung empedu, tulang
sumsum, ludah dan kelenjar lakrimal, kolam darah jantung, infeksi dan banyak
penelitian medis khusus. Diproduksi dari Mo-99 dalam generator. Xenon-133 / Xe-
133 (5 detik): mendeteksi sakit paru-paru. Iterbium-169 / Yb-169 (32 detik): untuk
studi cairan cerebrospinal di otak. Itrium-90 / Y-90 (64 jam): untuk brachytherapy
kanker dan sebagai silikat koloid untuk menghilangkan rasa sakit arthritis pada sendi
sinovial lebih besar. Radioisotop cesium, emas dan ruthenium juga digunakan dalam
brachytherapy.
48. 48. Manfaat Radioaktif • • • • • • • Karbon-11/ C-11, Nitrogen-13 / N-13, Oksigen-15 /
O-15, Fluorin-18 / F-18: positron emitter digunakan dalam PET untuk mempelajari
fisiologi otak dan patologi, khususnya untuk pemisahan fokus epilepsi, dan demensia,
psikiatri dan studi neuropharmacology. Juga memiliki peran penting dalam
kardiologi. Kobalt-57 / Co-57 (272 detik): memperkirakan ukuran organ dan untuk kit
diagnostik in-vitro. Tembaga-64 / Cu-64 (13 jam): mempelajari penyakit genetik yang
mempengaruhi metabolisme tembaga, seperti Wilson dan penyakit Menke, dan untuk
pencitraan PET tumor, dan terapi. Tembaga-67 / Cu-67 (2.6 detik): digunakan dalam
terapi. Fluor-18 / F-18: sebagai FLT (fluorothymidine) miso,-F (fluoromisonidazole),
18Fkolin: digunakan untuk pelacak. Gallium-67 / Ga-67 (78 jam): pencitraan tumor
dan lokalisasi lesi inflamasi (infeksi). Ga-67 juga dipakai untuk memeriksa kerusakan
getah bening. Gallium-68 / Ga-68 (68 menit): positron emitor digunakan dalam PET
dan unit PETCT Berasal dari germanium-68 dalam generator.
49. 49. Manfaat Radioaktif • • • • • • • • • • • • • Germanium-68 / Ge-68 (271 detik):
menghasilkan Ga-68. Indium-111 / In-111 (2,8 detik): studi diagnostik spesialis,
misalnya studi otak, infeksi dan studi usus transit. Yodium-123 / I-123 (13 jam):
diagnosis fungsi tiroid, ini adalah emitor gamma tanpa radiasi beta I131. Yodium-124
/ I-124: pelacak. Kripton-81m / Kr-81m (13 detik) dari Rubidium-81 (4,6 jam): gas
Kr-81m menghasilkan gambar fungsi ventilasi paru, misalnya pada pasien asma, dan
untuk diagnosis awal penyakit paru-paru dan fungsi. Rubidium-82 / Rb-82 (1,26
menit): PET agen dalam pencitraan perfusi miokard. Stronsium-82 / Sr-82 (25 detik):
menghasilkan Rb-82. Talium-201 / Tl-201 (73 jam): mendiagnosa kondisi arteri
koroner jantung penyakit lain seperti kematian otot jantung dan untuk lokasi limfoma
tingkat rendah Uranium-235 / U-253: bahan bakar utama pada reaktor nuklir untuk
menghasilkan energi listrik. Natrium-24 / Na-24: mengukur debit air, mendeteksi
gangguan peredaran darah. Plutonium-239 / Pu-239: membuat bom atom dan senjata
nuklir. Karbon-14 / C-14, Oksigen-18 / O-18: mempelajari mekanisme reaksi
fotosintesis. C-14 juga untuk mendeteksi diabetes dan anemia serta menentukan umur
fosil. Selenium-75 / Se-75: mendeteksi kerusakan pankreas
50. 50. UNSUR PERIODE KE TIGA
51. 51. Unsur periode ke tiga Unsur-unsur periode ketiga memiliki jumlah kulit elektron
yang sama, yaitu tiga kulit. Akan tetapi konfigurasi elektron dari masing-masing
unsur berbeda, hal ini akan menyebabkan sifat-sifat kimia yang berbeda. Dari kiri ke
kanan unsur periode ketiga berturut-turut adalah natrium (Na), magnesium (Mg),
aluminium (Al), silikon (Si), fosfor (P), belerang (S), klor (Cl) dan argon (Ar). Na,
Mg, dan Al merupakan unsur logam, Si semilogam, P, S dan Cl nonlogam, Ar gas
mulia
52. 52. Sifat fisis unsur periode ke tiga • • • Wujud pada Suhu Biasa : Dari titik leleh dan
titik didih kita dapat menyimpulkan bahwa unsur-unsur dari natrium sampai belerang
berwujud padat, sedangkan klor dan argon berwujud gas pada suhu biasa. Titik Leleh
dan Titik Didih : Titik leleh dan titik didih unsur periode ketiga dari natrium ke kanan
meningkat dan mencapai puncaknya pada silikon, kemudian turun. Silikon memiliki
titik leleh dan titik didih tertinggi karena silikon memiliki struktur kovalen raksasa
dimana setiap atom silikon terikat secara kovalen pada empat atom silikon lainnya.
Energi Ionisasi : Secara umum energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan
meningkat. Akan tetapi energi ionisasi Al lebih rendah dari energi ionisasi Mg dan
energi ionisasi S lebih rendah dari P. Hal ini disebabkan oleh susunan elektron dalam
orbital yang penuh atau setengah penuh memiliki kestabilan yang lebih besar. Secara
umum energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan meningkat. Akan tetapi
energi ionisasi Al lebih rendah dari energi ionisasi Mg dan energi ionisasi S lebih
rendah dari P. Hal ini disebabkan oleh susunan elektron dalam orbital yang penuh
atau setengah penuh memiliki kestabilan yang lebih besar. Sifat logam unsur periode
ketiga dari kiri ke kanan semakin berkurang. Dari Na sampai Al merupakan unsur
logam dengan titik leleh, titik didih, kerapatan dan kekerasan meningkat, hal ini
disebabkan pertambahan elektron valensi yang mengakibatkan ikatan logam semakin
kuat. Dengan demikian daya hantar listrik (sifat konduktor) juga semakin kuat.
Silikon merupakan semilogam (metaloid) bersifat semikonduktor, sedangkan fosfor,
belerang dan klor merupakan nonlogam yang tidak menghantarkan listrik.
53. 53. Sifat fisis unsur periode ke tiga • • 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sifat Logam : Sifat logam
unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin berkurang. Dari Na sampai Al
merupakan unsur logam dengan titik leleh, titik didih, kerapatan dan kekerasan
meningkat, hal ini disebabkan pertambahan elektron valensi yang mengakibatkan
ikatan logam semakin kuat. Dengan demikian daya hantar listrik (sifat konduktor)
juga semakin kuat. Silikon merupakan semilogam (metaloid) bersifat semikonduktor,
sedangkan fosfor, belerang dan klor merupakan nonlogam yang tidak menghantarkan
listrik. MANFAAT Natrium(Na), =Sebagai lampu penerangan di jalan-jalan raya.
Natrium Mempunyai kemampuan menembus kabut. magnesium (Mg) =digunakan
untuk kerangka pesawat terbang dan lampu kilat dalam fotografi. aluminium (Al), =
untuk peralatan rumah tangga silikon (Si), =Bahan bakar pada pembuatan jenis-jenis
gelas atau kaca fosfor (P), = digunakan untuk membuat korek api belerang (S), = zat
warna, bahan peledak, obat-obatan klor (Cl) = digunakan untuk pupuk
54. 54. Sifat kimia unsur periode ke tiga 1) Sifat Reduktor dan Oksidator • Sesuai dengan
fakta bahwa dari kiri ke kanan unsur-unsur periode ketiga semakin sukar melepas
elektron serta makin mudah menangkap elektron, sehingga dari natrium sampai klor
sifat reduktor berkurang dan sifat oksidator bertambah. Natrium merupakan reduktor
kuat dan klor merupakan oksidator kuat. • Kekuatan sifat reduktor dan oksidator dapat
dilihat dari harga potensial elektroda. Semakin besar (positif) harga potensial
elektroda semakin mudah mengalami reduksi yang berarti sifat oksidator makin kuat,
dan sebaliknya makin kecil (negatif) harga potensial elektroda makin mudah
dioksidasi yang berarti sifat reduktor makin kuat.
55. 55. Sifat kimia unsur periode ke tiga 2) Sifat Asam Basa Hidroksida Unsur Periode
Ketiga • Hidroksida unsur periode ketiga terdiri dari NaOH, Mg(OH)2, Al(OH)3,
Si(OH)4, P(OH)5, S(OH)6 dan Cl(OH)7. Berdasar energi ionisasinya, bila energi
ionisasi unsur periode ketiga rendah ikatan antara unsur periode ketiga dengan –OH
adalah ion sehingga dalam air melepaskan ion OH– (bersifat basa). • Bila energi
ionisasi unsur periode ketiga tinggi ikatan antara unsur periode ketiga dengan –OH
merupakan ikatan kovalen, sehingga tidak dapat melepaskan OH– tetapi melepaskan
ion H+ karena ikatan O–H bersifat polar. Dengan demikian Si(OH)4, P(OH)5,
S(OH)6, dan Cl(OH)7 bersifat asam. • NaOH tergolong basa kuat dan mudah larut
dalam air, sedangkan Mg(OH)2 meskipun tergolong basa kuat tetapi tidak sekuat
NaOH. Al(OH)3 bersifat amfoter, artinya dapat bersifat sebagai asam sekaligus basa
tergantung lingkungannya. Dalam lingungan asam, Al(OH)3 bersifat sebagai basa dan
sebaliknya dalam lingkungan basa, Al(OH)3 bersifat sebagai asam. • Sifat asam dari
Si(OH)4 atau H2SiO3 sampai Cl(OH)7 atau HClO4 makin kuat karena bertambahnya
muatan positif atom pusat, sehingga gaya tolak terhadap H+ makin kuat akibatnya
makin mudah melepaskan H+ berarti sifat asam makin kuat. Jadi, sifat asam H2SiO3
<>3PO4 <>2SO4 <>4.
56. 56. Reaksi asam-basa unsur periode ke tiga ASAM Si(OH)4 → H2SiO3 + H2O asam
silikat P(OH)5 → H3PO4 + H2O asam fosfat S(OH)6 → H2SO4 + 2H2O asam sulfat
Cl(OH)7 → HClO4 + 3H2O asam perklorat BASA NaOH → Na+ + OH– Mg(OH)2
→ Mg2+ + OH– Reaksi pada Al(OH)3 Al(OH)3(s) + H+(aq) →Al3+(aq) + 3H2O(l)
asam Al(OH)3(s) + OH–(aq) → Al(OH)4 –(aq) Basa
57. 57. UNSUR TRANSISI PERIODE KE EMPAT
58. 58. Unsur transisi Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisisan
elektronnya berakhir pada orbitalorbital subkulit d. Unsur transisi periode keempat
terdiri dari unsur skandium (Sc), titanium (Ti), vanadium (V), kromium (Cr), mangan
(Mn), besi ( Fe), kobalt (Co), nikel (Ni), tembaga (Cu), dan seng (Zn).
59. 59. Sifat fisis unsur transisi periode ke-4 1. Sifat Logam Kecuali seng, logam-logam
transisi memiliki elektron-elektron yang berpasangan. Hal ini lebih memungkinkan
terjadinya ikatan-ikatan logam dan ikatan kovalen antaratom logam transisi. Ikatan
kovalen tersebut dapat terbentuk antara elektron-elektron yang terdapat pada orbital d.
Dengan demikian, kisi kristal logam-logam transisi lebih sukar dirusak dibanding kisi
kristal logam golongan utama. Itulah sebabnya logam-logam transisi memiliki sifat
keras, kerapatan tinggi, dan daya hantar listrik yang lebih baik dibanding logam
golongan utama. 2. Titik Leleh dan Titik Didih Unsur-unsur transisi umumnya
memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi karena ikatan antaratom logam pada
unsur transisi lebih kuat. Titik leleh dan titik didih seng jauh lebih rendah dibanding
unsur transisi periode keempat lainnya karena pada seng orbital dnya telah terisi
penuh sehingga antaratom seng tidak dapat membentuk ikatan kovalen. 3. Sifat
Magnet Pengisian elektron unsur-unsur transisi pada orbital d belum penuh
mengakibatkan ion-ion unsur transisi bersifat paramagnetik artinya atom atau ion
logam transisi tertarik oleh medan magnet. Unsur-unsur dan senyawasenyawa dari
logam transisi umumnya mempunyai elektron yang tidak berpasangan dalam orbital-
orbital d. Semakin banyak elektron yang tidak berpasangan, makin kuat sifat
paramagnetiknya. 4. Jari-Jari Atom Tidak seperti periode ketiga, jari-jari atom unsur-
unsur transisi periode keempat tidak teratur dari kiri ke kanan. Hal ini dipengaruhi
oleh banyaknya elektron-elektron 3d yang saling tolak-menolak yang dapat
memperkecil gaya tarik inti atom terhadap elektronelektron. Akibatnya elektron-
elektron akan lebih menjauhi inti atom, sehingga jari-jari atomnya lebih besar.
60. 60. Sifat kimia unsur transisi periode ke-4 • Kereaktifan : Dari data potensial
elektroda, unsur-unsur transisi periode keempat memiliki harga potensial elektroda
negatif kecuali Cu (E° = + 0,34 volt). Ini menunjukkan logam-logam tersebut dapat
larut dalam asam kecuali tembaga. Kebanyakan logam transisi dapat bereaksi dengan
unsur-unsur nonlogam, misalnya oksigen, dan halogen. • Pembentukan Ion Kompleks
: Semua unsur transisi dapat membentuk ion kompleks, yaitu suatu struktur dimana
kation logam dikelilingi oleh dua atau lebih anion atau molekul netral yang disebut
ligan. Antara ion pusat dengan ligan terjadi ikatan kovalen koordinasi, dimana ligan
berfungsi sebagai basa Lewis (penyedia pasangan elektron). • Senyawa unsur transisi
umumnya berwarna. Hal ini disebabkan perpindahan elektron yang terjadi pada
pengisian subkulit d dengan pengabsorbsi sinar tampak. Senyawa Sc dan Zn tidak
berwarna.
61. 61. Manfaat unsur transisi • • • • • • • • • • skandium (Sc), = Digunakan pada lampu
intensitas tinggi titanium (Ti), = Menyambung tulang patah karena ringan vanadium
(V), = Bahan pembuatan baja kromium (Cr), = Pembuatan stainless steel mangan
(Mn), = digunakan dalam kereta api dan mesinmesin buldoser besi (Fe), = Bahan
utama pembuatan baja kobalt (Co), = Membuat aliansi logam nikel (Ni), = Melapis
logam agar tahan karat tembaga (Cu), = Sebagai kabel jaringan listrik seng (Zn). =
Pelapis besi dan baja agar mencegah karat
62. 62. Ion kompleks unsur transisi Terdiri dari ion pusat Ligand 1. Ion pusat : ion dari
unsur-unsur transisi dan bermuatan positif 2. Ligand : molekul atau ion yang
mempunya pasangan elektron bebas. (Cl, CN, NH3, H2O) 3. Bilangan koordinasi
adalah jumlah ligand dalam suatu ion kompleks. Antara ion pusat dan ligan terdapat
ikatan koordinasi.
63. 63. Daftar ion kompleks unsur transisi Ion kompleks positif Ion kompleks negatif
[Ag(NH3)2]+ = Diamin Perak (I) [Ni(CN)4]2- = Tetra siano Nikelat (II)
[Cu(NH3)4]2+ = Tetra amin Tembaga (II) [Fe(CN)6]3- = Heksa siano Ferat (III)
[Zn(NH3)4]2+ = Tetra amin Seng (II) [Fe(CN)6]4- = Heksa siano Ferat (II)
[Co(NH3)6]3+ = Heksa amin Kobal (III) [Co(CN)6]4- = Heksa siano Kobaltat (II)
[Cu(H2O)4]2+ = Tetra Aquo Tembaga (II) [Co(CN)6]3- = Heksa siano Kobaltat (III)
[Co(H2O)6]3+ = Heksa Aquo Kobal (III) [Co(Cl6]3- = Heksa kloro Kobaltat (III)
64. 64. Thank you for reading! SINCERELY, BERNADETTE.T 

Recommended

Leadership Fundamentals


Sales Skills Fundamentals

Competitive Strategy Fundamentals

Kimia Unsur

joshutoso

15,400

KIMIA UNSUR by: XII IPA 4

14081994
23,419

Ppt. kimia kelimpahan unsur dan unsur alkali (gol. 1)

Christina McQueeny

54,656

Unsur kimia periode ke 3.ppt presentation - SlideShare

Ismail Lathiif

58,433

Bab 3 kimia unsur kelas xii

sintasary

978

Kimia unsur

Andre Hardika

14,149

Kimia ppt alkali

kimia12ipa1213

9,686

Kimia unsur

Novyta Olyfia Gultom

3,429

ALKALI-Golongan IA.Kimia

momolovesfamily

21,863

Kimia Unsur XII-IPA

Johari Sitepu II

4,030

Kelimpahan unsur unsur di alam dan gas mulia

Nafia Yogayana

12,988


Kelimpahan unsur di alam

Dionzasuryanugrahanto

10,116

Unsur-unsur periode ketiga ppt

nandaaditya505960

3,909

Sistem periodik unsur

ekasusan

1,914

Unsur kimia transisi periode IV

Baiq Isti Hijriani

7,447

 English
 Espanol
 Portugues
 Français
 Deutsche

 About
 Dev & API
 Blog
 Terms
 Privacy
 Copyright
 Support





LinkedIn Corpora