You are on page 1of 4

NAMA : ABIGAEL LA’BI PAKENDEK

NIM : L011181334
PRODI : ILMU KELAUTAN

A. POTENSI KEMARITIMAN INDONESIA


1. Potensi Perairan Indonesia
· Potensi Air Asin (Laut)

Indonesia sebagai benua maritim memiliki wilayah laut dengan luas kurang lebih 5,6 juta
kilometer persegi,17.508 pulau-pulau,3.166.163 wilayah ZEE,dan 95.181 km panjang pantai terbesar
kedua di dunia setelah Kanada. Banyak potensi sumber daya yang bisa dimanfaatkan disini,misalnya
potensi perikanan tangkap,bahan obat-obatan (yang berasal dari hasil laut),kadar garam,potensi
sumber energi alternatif yang berasal dari laut arus laut,arus pasang surut,gelombang laut,arus susul
pantai,cahaya matahari,angin,dan bahkan tumbuhan yang hidup di sana pun memendam energi
melimpah sebagai ”emas hijau” pada masa mendatang karena potensinya sebagai bahan baku
penghasil BBN (Bahan Bakar Nabati).Tercermin dengan besarnya keanekaragaman hayati, selain
potensi budidaya perikanan,laut Indonesia juga memiliki berbagai fungsi lain, seperti transportasi dan
pelabuhan, kawasan industri, agribisnis dan agroindustri, serta rekreasi dan pariwisata.

· Potensi Air Tawar

Selain sumber daya laut,Indonesia juga memiliki daerah yang berpotensi untuk budidaya air
tawar seperti danau,rawa,sungai dan bendungan.Potensi luas sumber air tawar untuk saat ini sekitar
55juta ha dengan rincian rawa dengan luas 39,4juta ha,sungai 11,95juta ha dan selebihnya untuk
danau serta bendungan.Beberapa contoh fungsi pemanfaatan air tawar seperti sebagai sumber daya
perikanan,air baku industri,sumber tenaga pembangkit listrik (PLTA),juga sebagai tempat wisata.

2. Potensi Produksi Perairan Indonesia

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dengan kekayaan sumberdaya perairan yang
melimpah.Potensi kekayaan laut Indonesia saja jika ditaksir dalam rupiah bernilai 14.994 triliun
rupiah.Menurut perhitungan,jumlah tersebut berdasarkan kisaran hasil perikanan yang bernilai 31,94
milliar dollar AS.Selain itu,potensi wilayah pesisir yang masih alami sebesar 56 milliar dollar
AS,pengembangan bioteknologi laut sebesar 40milliar dollar AS,ditambah wisata bahari 2milliar
dollar AS,kandungan minyak bumi sebesar 6,64 milliar dollar AS,serta mengembangkan sarana
transportasi laut sebesar 20 milliar dollar AS.

Perlu kita ketahui bahwa hasil perikanan budi daya di Indonesia setiap tahunnya sekitar 46,3 juta
ton.Hasil laut Indonesia berkisar 52 persen dari produksi keseluruhan tangkapan laut dunia yaitu 47,6
juta ton.Bahkan,menurut FAO (badan PBB yang menaungi informasi pangan dan pertanian
dunia),Indonesia merupakan produsen ikan terbesar di dunia dengan bobot produksi sekitar 87,1 juta
ton.Jumlah yang fantastic tersebut meliputi 4,4juta ton diwilayah tangkap perairan Indonesia
sedangkan 1,8 juta ton lainnya berada di perairan ZEE.

Tahun ini,nilai perdagangan dunia melalui laut ditaksir akan mencapai omset sekitar 670 milliar
dollar AS.Selain dalam bidang perikanan tangkap dan perdagangan,potensi produksi laut yang lainpun
bisa dimanfaatkan sebagai sector pariwisata untuk rekreasi (eco tourism) yang bersifat nonekstraktif.

B. PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

ilmu kelautan merupakan cabang ilmu yang mempelajari segala hal tentang laut.ilmu ini mencakup
berbagai topik seperti biota laut, ekosistem laut, arus samudra, gelombang, pasang surut, tektonik
lempeng dan geologi dasar laut serta reaksi kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasannya juga
tentang pengelolaan amdal.Ilmu kelautan adalah program studi yang sangat tepat dan
beralasan,apalagi agi mahasiswa yang menyukai aktivitas seperti berenang dan menyelam.Jurusan ini
sangat menarik untuk di eksplor apalagi dengan kekayaan Indonesia akan lautnya yang sangat
indah.Selain itu, program studi ilmu kelautan ini juga mempunyau prospek kerja yang sangat bagus.

C. BENTUK PEMANFAATAN EKOSISTEM PERAIRAN

Terdapat 3 ekosistem perairan yang sangat penting yang dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan
hidup manusia serta biota-biota perairan lainnya.3 ekosistem tersebut yaitu terumbu karang,padang
lamun,dan hutan mangrove.Ketiga ekosistem tersebut memiliki fungsi masing-masing yang sangat
menguntungkan.

· Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan ekosistem khas daerah tropis dengan pusat penyebaran diwilayah
Indo-Pasifik.Diperkirakan luas terumbu karang di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000
km2.Ekosistem terumbu karang merupakan bagian dari ekosistem laut yang penting karena menjadi
sumber kehidupan bagi beraneka ragam biota laut.Didalam ekosistem terumbu karang ini pada
umumnya hidup lebih dari 300jenis karang,yang terdiri dari 200 jenis ikan dan berpuluh puluh jenis
moluska,crustacean,sponge,alga,lamun,dan biota lainnya.

Terumbu karang bisa dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut.Ekosistem ini terdapat di
laut dangkal yang hangat dan bersih dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki
keaneka ragam hayati yang sangat tinggi.

Ekosistem terumbu karang memiliki fungsi sebagai berikut :


- Dari segi ekonomi,ekosistem terumbu karang memiliki nilai estetika dan tingkat keaneka ragaman
biota yang tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan,obat-obatan ataupun sebagai
objek wisata bahari
- Ditinjau dari fungsi ekologisnya,terumbu karang sangat penting dalam menjaga keseimbangan
lingkungan dan menyumbangkan stabilitas fisik yaitu mampu mneahan hempasan gelombang yang
kuat sehingga dapat melindungi pantai dari abrasi
- Adapun dari sisi social ekonomi,terumbu karang adalah sumber perikanan yang produktif sehingga
dapat meningkatkan pendapatan nelayan,penduduk pesisir,dan devisa Negara yang berasal dari devisa
perikanan dan pariwisata.

· Padang Lamun

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem di laut dangkal yang paling produktif. Di
samping itu ekosistem lamun mempunyai peranan penting dalam menunjang kehidupan dan
perkembangan jasad hidup di laut dangkal.
Secara tradisional lamun telah dimanfaatkan untuk :
1. Digunakan untuk kompos dan pupuk
2. Cerutu dan mainan anak-anak
3. Dianyam menjadi keranjang
4. Tumpukan untuk pematang
5. Mengisi kasur
6. Ada yang dimakan
7. Dibuat jaring ikan
Pada zaman modern ini, lamun telah dimanfaatkan untuk:
1. Penyaring limbah
2. Stabilizator pantai
3. Bahan untuk pabrik kertas
4. Makanan
5. Obat-obatan dan sumber bahan kimia
6. Sumber bahan kimia.
Habitat lamun dapat dipandang sebagai suatu komunitas, dalam hal ini suatu padang lamun
merupakan kerangka struktur dengan tumbuhan dan hewan yang saling berhubungan. Habitat lamun
dapat juga dipandang sabagai suatu ekosistem, dalam hal ini hubungan hewan dan tumbuhan tadi
dipandang sebagai suatu proses tunggal yang dikendalikan oleh pengaruh-pengaruh interaktif dari
faktor-faktor biologis, fisika, kimiawi. Lamun dapat hidup mulai dari rendah nutrien dan melimpah
pada habitat yang tinggi nutrien.

· Hutan Mangrove

Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang
membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara
alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari
genangan pada saat pasang rendah. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas
lingkungan biotik dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove.

Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara,
atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia. Kekhasan ekosistem mangrove Indonesia adalah
memiliki keragaman jenis yang tertinggi di dunia. Sebaran mangrove di Indonesia terutama di
wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan dan Papua. Luas penyebaran mangrove terus mengalami
penurunan dari 4,25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi sekitar 3,24 juta hektar pada tahun 1987,
dan tersisa seluas 2,50 juta hektar pada tahun 1993. Kecenderungan penurunan tersebut
mengindikasikan bahwa terjadi yang cukup degradasi hutan mangrove nyata, yaitu sekitar 200
ribu.Ekosistem hutan mangrove memiliki 2 fungsi yaitu :

1. Fungsi Ekonomis :
- Pelindung garis pantai dari abrasi
- Mempercepat perluasan pantai melalui pengendapan
- Mencegah intrusi air laut ke daratan
- Tempat berpijah berbagai biota laut
- Tempat berlindung dan berkembang biak berbagai jenis burung,mamalia,reptile,dan serangga
- Sebagai pengatur iklan mikro
2. Fungsi Ekologis :
- Penghasil keperluan rumah tangga (kayu bakar,arang,bahan bangunan,obat-obatan)
- Penghasil keperluan industri (bahan baku kertas,tekstil,kosmetik,pewarna)
- Penghasil bibit ikan,nener udang,kepiting,kerang,)
- Pariwisata,penelitian,dan pendidikan.

Adapun fungsi lain dari hutan mangrove antara lain :

Menjernihkan air
Akar pernafasan (akar pasak) dari api-api berperan juga dalam menangkap endapan dan bisa
membersihkan kandungan zat-zat kimia dari air yang datang dari daratan dan mengalir ke laut. Bila
air sungai melewati akar-akar pasak pohon api-api, zat-zat kimia yg terbawa dapat dilepaskan dan air
yang terus mengalir ke laut menjadi bersih.

Tempat Menambat Kapal


Daerah teluk yang terlidung seringkali dijadikan tempat berlabuh dan bertambatnya perahu. Dalam
keadaan cuaca buruk pohon mangrove dapat dijadikan perlindungan dengan bagi perahu dan kapal
dengan mengikatkannya pada batang pohon mangrove. Perlu diperhatikan agar cara tambat semacam
ini tidak dijadikan kebiasaan karena dapat merusak batang pohon mangrove yang bersangkutan.
Bahan Pembuat Obat-obatan
Macam-macam obat dapat dihasilkan dari tanaman mangrove. Campuran kulit batang beberapa
species mangrove tertentu dapat dijadikan obat penyakit gatal atau peradangan pada kulit. Secara
tradisional tanaman mangrove dipakai sebagai obat penawar gigitan ular, rematik, gangguan alat
pencernaan dan lainlain. Daun mangrove bila di masukkan dalam air bisa dipakai dalam penangkapan
ikan sebagai bahan pembius yang memabukkan ikan (stupefied).

Bahan Makanan
Daunnya banyak mengandung protein. Daun muda pohon api-api dapat dimakan sebagai sayur atau
lalapan. Daun-daun ini dapat dijadikan tambahan untuk pakan ternak. Bunga mangrove jenis api-api
mengandung banyak nectar atau cairan yang oleh tawon dapat dikonversi menjadi madu yang
berkualitas tinggi.

You might also like