KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan hati kami panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME atas berkat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan Tugas Makalah ini yang berjudul “SISTEM BILANGAN”. Mungkin dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu dari segi penulisan, isi dan lain sebagainya, maka kami sangat mengharapkan kritikan dan saran guna perbaikan untuk pembuatan makalah untuk hari yang akan datang. Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Atas semua ini kami mengucapkan ribuan terima kasih yang tidak terhingga, semoga segala bantuan dari semua pihak mudah – mudahan mendapat amal baik yang diberikan oleh Tuhan YME.

Kisaran,

April 2011

bilangan lima dapat dilambangkan menggunakan angka Hindu-Arab "5" (sistem angka berbasis 10). Secara definisi. Angka. Angka adalah suatu tanda atau lambang yang digunakan untuk melambangkan bilangan. maupun menggunakan angka Romawi 'V'.. "1". 4. bilangan rasional. yang mengambil dua bilangan sebagai masukan dan menghasilkan satu bilangan sebagai keluaran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. Contoh operasi biner adalah penjumlahan.PENDAHULUAN Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran.. Misalnya kata 'nomor 3' menunjuk salah satu posisi urutan dalam barisan bilangan-bilangan 1. Prosedur-prosedur tertentu yang mengambil bilangan sebagai masukan dan menghasil bilangan lainnya sebagai keluran. bilangan irasional. Lambang "5". dan perpangkatan. pembagian. bilangan. perkalian. dan bilangan kompleks. dan nomor Dalam penggunaan sehari-hari. Operasi yang lebih umumnya ditemukan adalah operasi biner. . bilangan negatif. angka. Operasi uner mengambil satu masukan bilangan dan menghasilkan satu keluaran bilangan. Bidang matematika yang mengkaji operasi numeris disebut sebagai aritmetika. disebut sebagai operasi numeris. "101" (sistem angka biner). bilangan. angka dan bilangan dan nomor seringkali disamakan. dan nomor merupakan tiga entitas yang berbeda. Contohnya. konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol. 3. Nomor biasanya menunjuk pada satu atau lebih angka yang melambangkan sebuah bilangan bulat dalam suatu barisan bilangan-bilangan bulat yang berurutan. dst. dan "V" yang digunakan untuk melambangkan bilangan lima disebut sebagai angka.. Kata "nomor" sangat erat terkait dengan pengertian urutan. pengurangan. 2. . Dalam matematika. "0".

Bilangan Biner Sebagai contoh dari bilangan desimal. 102. untuk angka 157: 157(10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1) Perhatikan! bilangan desimal ini sering juga disebut basis 10. dst. Jika desimal berbasis 10 (X10) berpangkatkan 10x. Hal ini dikarenakan perpangkatan 10 yang didapat dari 100. Sederhananya perhatikan contoh di bawah ini! Untuk Desimal: 1 0 14(10) = (1 x 10 ) + (4 x 10 ) = 10 + 4 = 14 Untuk Biner: 3 2 1 0 1110(2) = (1 x 2 ) + (1 x 2 ) + (1 x 2 ) + (0 x 2 ) =8+4+2+0 = 14 Bentuk umum dari bilangan biner dan bilangan desimal adalah : Biner Desimal Pangkat 1 128 2 7 1 64 2 6 1 32 2 5 1 16 2 4 1 8 2 3 1 4 2 2 1 2 2 1 1 1 2 0 11111111 255 X 1-7 Sekarang kita balik lagi ke contoh soal di atas! Darimana kita dapatkan angka desimal 14(10) menjadi angka biner 1110(2)? Biner 0 1 Mari kita lihat lagi pada bentuk umumnya! 0 1 Biner 0 0 0 0 1 1 0 Desimal 0 0 0 0 8 1 0 Pangkat 2 7 1 4 2 2 1 2 2 1 0 0 2 0 00001110 14 X 1-7 2 6 2 5 2 4 1 23 1 0 0 1 00111100 11001101 0 Desimal 0 128 . maka untuk bilangan biner berbasiskan 2 (X2) menggunakan perpangkatan 2x. 101. Mengenal Konsep Bilangan Biner dan Desimal Perbedaan mendasar dari metoda biner dan desimal adalah berkenaan dengan basis.

anda 0 1 lihat angka-angka yang menghasilkan angka 14 adalah 8. kita jumlahkan angka pada desimal sehingga menjadi 14. 1. angka desimal 14 akan menjadi 00001110 (terkadang dibaca 1110) pada angka27 biner nya.32 0 16 0 8 4 Mari kita telusuri perlahan-lahan! 0 • Pertama sekali. sementara biner yang bertanda “0” tidak dihitung. 205(10) 205 102 51 25 12 6 3 1 Æ : 2 = 102 sisa 1 : 2 = 51 sisa 0 : 2 = 25 sisa 1 : 2 = 12 sisa 1 : 2 = 6 sisa 0 : 2 = 3 sisa 0 : 2 = 1 sisa 1 sebagai sisa akhir “1” . Mengubah Angka Biner ke Desimal Perhatikan contoh! 26 25 24 23 22 21 Note: 20 • Angka desimal 205 didapat dari penjumlahan angka yang di arsir (128+64+8+4+1) X1-7 • Setiap biner yang bertanda “1” akan dihitung. alias “0” juga. dan 2! • Untuk angka-angka yang membentuk angka 14 (lihat angka yang diarsir). 4. 11001101(2) 2. Perhatikan contohnya! 1. diberi 60 205 tanda biner “1”. 00111100(2) Mengubah Angka Desimal ke Biner Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya. selebihnya diberi tanda “0”. Pangkat • Sehingga kalau dibaca dari kanan.

pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 11001101(2) 2. Perkalian biner adalah pengulangan dari penjumlahan. Penjumlahan Biner Penjumlahan biner tidak begitu beda jauh dengan penjumlahan desimal. Pertama-tama yang harus dicermati adalah aturan pasangan digit biner berikut: 0+0=0 0+1=1 1 + 1 = 0 Æ dan menyimpan 1 sebagai catatan bahwa jumlah dua yang terakhir adalah : 1 + 1 + 1 = 1 Æ dengan menyimpan 1 Dengan hanya menggunakan penjumlahan-penjumlahan di atas. Aritmatika Biner Pada bagian ini akan membahas penjumlahan dan pengurangan biner.Note: Untuk menuliskan notasi binernya. Ingat bentuk umumnnya mengacu untuk 8 digit! Kalau 111100 (ini 6 digit) menjadi 00111100 (ini sudah 8 digit).+ 402 Seperti bilangan desimal. 60(10) 60 30 15 7 3 1 Æ : 2 = 30 sisa 0 : 2 = 15 sisa 0 : 2 = 7 sisa 1 : 2 = 3 sisa 1 : 2 = 1 sisa 1 sebagai sisa akhir “1” Note: Dibaca dari bawah menjadi 111100(2) atau lazimnya dituliskan dengan 00111100(2). kita dapat melakukan penjumlahan biner seperti ditunjukkan di bawah ini: . dan juga akan membahas pengurangan biner berdasarkan ide atau gagasan komplemen. tulis “2” di bawah dan angkat “1” ke atas! 167 235 ---. Perhatikan contoh penjumlahan desimal antara 167 dan 235! 1 Æ 7 + 5 = 12. bilangan biner juga dijumlahkan dengan cara yang sama.

+ 111111 11011 ------.3.2.64241 Æ lihat! Angka 7 dan angka 4 dikurangi dengan 1 Æ digit desimal pengurang.4 dan 5 !! 1 1111 01011011 01001110 -----------.4 dan 5! Apakah memang perhitungan di atas sudah benar? Pengurangan Biner Pengurangan bilangan desimal 73426 – 9185 akan menghasilkan: 73426 9185 --------.3.+ untuk menjumlahkannya.+ 1100011 bilangan 1) bilangan 2) bilangan 3) bilangan 4) bilangan 5) Æ Jumlah Akhir .+ 011010 1001 ------. kita hitung berdasarkan aturan yang berlaku.+ 110011 1100 ------. dan untuk lebih mudahnya perhitungan dilakukan bertahap! 11101 10110 ------. sekarang coba tentukan berapakah bilangan 1.Berapakah bilangan desimal untuk bilangan 1.2. .+ 10101001 Æ “simpanan 1” ingat kembali aturan di atas! Æ bilangan biner untuk 91 Æ bilangan biner untuk 78 Æ Jumlah dari 91 + 78 = 169 Silahkan pelajari aturan-aturan pasangan digit biner yang telah disebutkan di atas! Contoh penjumlahan biner yang terdiri dari 5 bilangan! bilangan 1) 11101 10110 bilangan 2) 1100 bilangan 3) 11011 bilangan 4) 1001 bilangan 5) -------. Æ Hasil pengurangan akhir .

100111 . Coba perhatikan bentuk pengurangan berikut: 1111011 101001 --------. 101011 Pada soal yang kedua ini kita pinjam ‘1’ dari kolom 3. sudah dipinjam! Æ desimal 61 Æ desimal 18 Æ Hasil pengurangan akhir 43 .Bentuk Umum pengurangan : 0–0=0 1–0=0 1–1=0 0 – 1 = 1 Æ dengan meminjam ‘1’ dari digit disebelah kirinya! Untuk pengurangan biner dapat dilakukan dengan cara yang sama. Lihat Bentuk Umum! 7999 800046 397261 --------.- Æ kolom ke-3 sudah menjadi ‘0’.402705 Æ hasil pinjaman Sebagai contoh pengurangan bilangan biner 110001 – 1010 akan diperoleh hasil sebagai berikut: 1100101 1010 ---------. karena ada selisih 0-1 pada kolom ke-2. Perhatikan contoh berikut! 0 111101 10010 -----------.1010010 Æ desimal 123 Æ desimal 41 Æ desimal 82 Pada contoh di atas tidak terjadi “konsep peminjaman”.

+ 572 Æ angka 1 dihilangkan! Analogi yang bisa diambil dari perhitungan komplemen di atas adalah.+ ---1571 1572 1 ---. Pertama-tama kita bahas komplemen di dalam sistem desimal. komplemen 9 dari 123 adalah 876 dengan simple menjadikan jumlahnya = 9 ( 1+8=9. 2+7=9 . berarti 876+1=877! Pengurangan desimal dapat dilaksanakan dengan penjumlahan komplemen sembilan plus satu. komplemen satu dari bilangan biner diperoleh dengan jalan mengurangkan masing-masing digit biner tersebut ke bilangan 1. sedangkan komplemen sepuluh adalah komplemen sembilan ditambah 1” Lihat contoh nyatanya! Bilangan Desimal Komplemen Sembilan Komplemen Sepuluh Æ ditambah dengan 1! Perhatikan hubungan diantara bilangan dan komplemennya adalah simetris. atau dengan bahasa sederhananya mengubah masing-masing 0 menjadi 1 atau sebaliknya mengubah masing-masing 1 menjadi 0. atau penjumlahan dari komplemen sepuluh! 123 876 877 651 348 349 914 085 086 893 321 ---.Komplemen Salah satu metoda yang dipergunakan dalam pengurangan pada komputer yang ditransformasikan menjadi penjumlahan dengan menggunakan minusradikskomplemen satu atau komplemen radiks. Jadi. dengan memperhatikan contoh di atas. Sedangkan komplemen dua adalah satu plus satu. Sekarang yang paling penting adalah menanamkan prinsip ini: “Komplemen sembilan dari bilangan desimal diperoleh dengan mengurangkan masing-masing digit desimal tersebut ke bilangan 9. Perhatikan Contoh . 10) + ---. dimana komplemen-komplemen tersebut secara berurutan disebut dengan komplemen sembilan dan komplemen sepuluh (komplemen di dalam system biner disebut dengan komplemen satu dan komplemen dua).! Bilangan Biner Komplemen Satu Komplemen Dua 110011 001100 001101 101010 010101 010110 01110 10001 0 1 10010 0 .572 893 893 678 (komp. 3+6=9 )! Sementara komplemen 10 didapat dengan menambahkan 1 pada komplemen 9. 9) 679 (komp.

+ 100111 110001 110110 --------.Pengurangan biner 110001 – 1010 akan kita telaah pada contoh di bawah ini! 110001 001010 --------.+ 1100111 dihilangkan! .100111 110001 110101 --------.

dapat dijelaskan dengan memperhatikan sebuah speedometer mobil/motor dengan empat digit sedang membaca nol! Perhitungan Desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Biner (8 bit) 0000 0000 0000 0001 0000 0010 0000 0011 0000 0100 0000 0101 0000 0110 0000 0111 0000 1000 0000 1001 0000 1010 0000 1011 0000 1100 0000 1101 0000 1110 0000 1111 0001 0000 Perhitungan dalam biner mirip dengan menghitung dalam sistem bilangan lain. perhitungan mnggunakan angka 0 hingga 9. Dalam sistem bilangan desimal. selanjutnya hasil pengurangan 10-8 = 2 (21). dan angka selanjutnya.Alasan teoritis mengapa cara komplemen ini dilakukan. sedangkan dalam biner hanya menggunakan angka 0 dan 1. sehingga dapat dijabarkan seperti berikut 10 = (1 x 23) + (0 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20). dari perhitungan di atas bilangan biner dari 10 adalah 1010 dapat juga dengan cara lain yaitu 10 : 2 = 5 sisa 0 (0 akan menjadi angka terakhir dalam bilangan biner). 2(hasil pembagian kedua): 2 = 1 sisa 0(0 akan menjadi angka ketiga terakhir dalam bilangan biner). 5(hasil pembagian pertama) : 2 = 2 sisa 1 (1 akan menjadi angka kedua terakhir dalam bilangan biner). contoh: mengubah bilangan desimal menjadi biner desimal = 10. sehingga bilangan biner dari 10 = 1010 . 1 (hasil pembagian ketiga): 2 = 0 sisa 1 (0 akan menjadi angka pertama dalam bilangan biner) karena hasil bagi sudah 0 atau habis. Dimulai dengan angka pertama. berdasarkan referensi diatas yang mendekati bilangan 10 adalah 8 (23).

maka hasilnya adalah: 1010 (2) = . menandakan pangkat 0 adalah satuan. pangkat 1 adalah puluhan. Setiap angka yang bernilai satuan.. Namun pengelompokkannya sejumlah 4 bit. 2. (16) Solusi: kelompok bit paling kanan: 0011 = 3 kelompok bit berikutnya: 1110 = E Hasil konversinya adalah: E3(16) Konversi Biner ke Desimal Cara atau metode ini sedikit berbeda. 2:2=1(0). Contoh: 11100011(2) = ... Digit puluhan. 5:2=2(1). Hasil akhirnya adalah: 12. Keempat bilangan itu adalah biner. Sedangkan pangkat yang berurut. (8) Solusi: Ambil tiga digit terbelakang dahulu. Keempat bilangan itu saling berkaitan satu sama lain.. oktal. karena pengelompokkannya berdasarkan 3 bit saja. Rumus atau cara mencarinya cukup mudah untuk dipelajari. Konversi Biner ke Oktal Metode konversinya hampir sama. desimal dan hexadesimal. Contoh: 10110(2) = . ribuan. Dan konversi dari non-desimal ke desimal adalah: 1. dan seterusnya. Cuma. Mengalikan bilangan dengan angka basis bilangannya. dihitung dengan pangkat NOL (0). dalam bahasa komputer terdapat empat basis bilangan. begitu pula dengan digit ratusan..... Sistem Desimal Oktal dan Heksa .. dan seterusnya.. Empat kelompok bit paling kanan adalah posisi satuan. dan seterusnya. dengan pangkat SATU (1). tetap bernilai 1. hanya mencari sisa pembagiannya saja... Konversi Biner ke Hexadesimal Metode konversinya hampir sama dengan Biner ke Oktal.atau dengan cara yang singkat 10:2=5(0). Nilai pangkat selalu bertambah satu point.. empat bit kedua dari kanan adalah puluhan.(10) diuraikan menjadi: (1x24)+(0x23)+(1x22)+(1x21)+(0x20) = 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 22 Angka 2 dalam perkalian adalah basis biner-nya. 1:2=0(1) sisa hasil bagi dibaca dari belakang menjadi 1010 Konversi Antar Basis Bilangan Sudah dikenal. Konversi dari desimal ke non-desimal. 010(2) = 2(8) Sedangkan sisa satu digit terakhir...

Ubahlah bilangan biner 1010100001101 menjadi bilangan oktal ! 001 010 100 001 101 3 2 4 1 5 Æ biner Æ oktal Note : • Kelompokkan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 3-bit mulai dari kanan! 4. ini adalah bilangan berbasis 16. maka mereka memiliki hubungan yang sangat erat. Ubahlah bilangan oktal 63058 menjadi bilangan biner ! 6 3 0 5 110 011 000 101 Æ oktal Æ biner Note : • Masing-masing digit oktal diganti dengan ekivalens 3 bit (biner) • Untuk lebih jelasnya lihat tabel Digit Oktal di bawah! 2. Ubahlah bilangan biner 101101011011001011 menjadi bilangan heks ! 0010 2 1101 D 0110 6 1100 C 1011 Æ biner B Æ heks Digit Desimal Ekivalens 4-Bit 0 0000 1 0001 . oktal dan heksadesimal berkaitan dengan prinsip biner! 1. Karena oktal dan heks ini merupakan pangkat dari dua.Bilangan oktal adalah bilangan dasar 8. Ubahlah bilangan heks 5D9316 menjadi bilangan biner ! heks Æ biner 5 D 9 3 Æ Æ Æ Æ 0101 1101 1001 0011 Note: • Jadi bilangan biner untuk heks 5D9316 adalah 0101110110010011 • Untuk lebih jelasnya lihat tabel Digit Heksadesimal di bawah! 3. sedangkan bilangan heksadesimal atau sering disingkat menjadi heks.

0010 3 0011 4 0100 Tabel Digit Oktal 5 0101 Digit Oktal Ekivalens 3-Bit 6 000 0 0110 1 001 7 2 010 0111 3 8 011 4 100 1000 5 9 101 6 110 1001 7 A (10) 111 1010 B (11) 1011 Tabel Digit C (12) Heksadesimal 1100 D (13) 1101 E (14) 1110 F (15) 1111 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful