Teknik Mengutip Tulisan

: agus m. irkham (Tulisan ini dikutip dari buku Cara Cepat dan Mudah Menulis Buku Ajar Perguruan Tinggi; R. Masri Sareb Putra; MQS Publishing, yang saya comot dari postingan R. Masri Sareb Putra di milis pasarbuku) "Barang siapa mengutip sebagian atai seluruhnya naskah berjudul xxxx akan berhadapan dengan hukum" demikian pesan SMS yang masuk HP saya, Sabtu lalu. Kaget dengan pesan itu, saya menjawab. "Siapa pun yang mengutip karya saya, demi kepentingan ilmiah dan sesuai etika, dipersilakan! " "Bagaimana kalau naskah kita diterbitkan, lalu yang muncul nama orang lain?" "Itu plagiat!" jawab saya. "Seperti itu yang saya alami." "Kalau sudah jadi buku, saya rela naskah saya dikutip orang," terangnya. Saya merasa terharu. Setelah memutar memori, saya baru ingat pengirim SMS: Rosma. Ya, kawan lama yang hampir 3 tahun tak ketemu. Naskahnya "Hari-hari Akhir Bung Karno" katanya, dizalimi orang. Kasihan! Namun, lepas dari soal catut-mencatut, tertarik dengan peringatan dininya soal kutip-mengutip, saya berpikir untuk mensharingkan tentang bagaimana mengutip sumber dalam penulisan naskah dan etikanya.Semoga bermanfaat. Dan berharap rekans2 memberi respons, sebab ihawal ini sensitif dan perlu bagi kita, insan perbukuan. ------------ --------- --------Kapan Mengutip Sumber dan Etikanya Sebagai penulis, kita sebenarnya "hanya" meramu berbagai bahan menjadi sajian yang tidak saja enak rasanya, tapi juga menarik bentuknya. Meski ada (banyak) gagasan orisinal, dalam menulis, mengutip sumber seakan tak dapat didindari. Namun, kutipan yang terlampau banyak, dapat menyeret seorang penulis pada tuduhan ia melakukan plagiat. Sebaliknya, tidak mengutip sama sekali, akan dipertanyakan, apakah seluruh gagasan, informasi, fakta, serta temuan yang dutulisnya benar merupakan gagasan orinisalnya? Mengutip sumber lazim dilakukan penulis pada setiap karya tulis ilmiah, selain buku. Demi menghindari pelanggaran hak cipta, dan dengan mempertimbangkan etika dalam penulisan karya ilmiah, penulis perlu mengetahui kaidah-kaidah mengutip. Kapan seorang penulis harus mengutip sumber? Penulis mengutip sumber ketika: Membuktikan ihwal yang Anda sampaikanš1.Sumber itu benar-benar diperlukan untuk mendukung gagasan penulis bahwa sebelum itu pernah ada orang lain yang menyampaikan dan atau melempar gagasan serupa. 2.Mengritik atau mengamini premis atau temuan orang lain 3.Membangun argumen/ simpulan Anda sendiri dengan menggunakan premis -premis yang sudah ada sebelumnya. 4.Menggarisbawahi gagasan atau bagian tertentu. Yang perlu dihindari ialah, kutipan yang tidak menambah makna apa-apa dalam bangun tulisan Anda. Jangan sekali-kali mengutip sumber dengan tujuan untuk `memamerkan' bahwa Anda telah membaca sumber itu, padahal tidak relevan dengan topik yang sedang dibahas. Buang jauh kesombongan intelektual seperti itu, sebab Anda akan membangun citra yang kurang baik. Mengutip sumber langsung memang lazim dan kerap sangat berguna. Namun, namanya mengutip, jangan sekali-kali melakukan kesalahan ketika mengutip. Kutiplah dengan saksama dan seakurat mungkin. Kalau ternyata terdapat kesalahan dalam teks yang dikutip, penulis dapat memberikan catatan khusus langsung pada teks dengan tanda kurung, lalu diberi catatan `sic.', yakni singkatan dari sicut (Latin) yang berarti : memang demikianlah aslinya (tercetak). Atau, sesuai petunjuk dari Depdiknas-Pusat Bahasa seperti termuat dalam buku Pedoman Umum EYD, berikan tanda siku [ ] mengapit kutipan yang ternyata salah itu. Contoh teks asli: Menteri Tenaga Kera di Jakarta mengatakan bahwa para buruh akan dinaikkan upahnya dua kali lipat tahun depan.

orang sudah mafhum inti tulisan. Penulis telah . teras selalu berada di bagian depan. memang tidak perlu mencantumkan sumber. hasil penelitian. selain kertas. pembaca tentu penasaran. Contoh 1: Ada banyak ragam lead. Dengan mencantumkannya dalam Daftar Pustaka. maka dua hal ini tidak menjadi persoalan. Bagaimana mengacu ke sumber? Untuk memudahkan pembaca. Karena itu. Apa kompensasi bagi orang yang karya ciptanya dikutip? Kompensasinya ialah. Ini namanya kontraproduktif. pertumbuhan media akan dibarenngi pula dengan semakin dihargainya profesi penulis. dalam bentuk publikasi apa. namun kutipan opini/gagasan/ hasil temuan dari nara sumber. Contoh 2: Di era multimedia. Masri Sareb Putra (2006): Dalam dunia jurnalistik. untuk sebagian akademisi. asalkan jujur pada sumber. Anda mengutip. Namun. namun mereka umumnya sepakat bahwa lead berfungsi mengantar pembaca memasuki sebuah tulisan. utamanya belajar -mengajar. Masing-masing penulis buku jarang menyepakati jumlahnya. Namun. Bagaimana dengan kutipan pada contoh 2. temuan. Dengan dikenal. justru saling melengkapi. Masri Sareb Putra (2007) melihat sebaliknya. atau win-win solution. atau gagasan orang lain ±terutama pakar² tidak diharamkan. Seharusnya. minimal bertanya-tanya. biasanya halaman sumber dicantumkan. yang dapat menggantikan proses pendidikan. mengutip karya. maka pembaca dapat menyelisik sumber yang dikutip. Kerja.Sebagai penulis. Seperti ditegaskan R. Karena pemilik copy right (sumber) telah disebut dan juga tahunnya. tercetak kurang huruf r. selain memudahkan penulis di dalam menggunakan dan menelusuri kembali sumber atau rujukan. sebab penulis merujuk langsung pada sumber yang dikutip. Bahkan. Jurnal mungkin halamannya sampai 58. lead juga disebut sebagai "teras berita". 58). niscaya jumlah halamannya tidak sampai 58. Kutipan yang terintegrasi atau tekstual Untuk kutipan ini. penulis perlu mencantumkan sumber yang dukutipnya lengkap dalam Daftar Pustaka. ia akan mendapat efek domino. Tapi yang paling mungkin adalah buku. Anda menyaksikan. Bahkan. R. apa penerbitnya? Kalau sumber yang dikutip berupa koran dan majalah. pencetusnya akan jadi populer dan dikenal.) di Jakarta mengatakan bahwa para buruh akan dinaikkan upahnya dua kali lipat tahun depan. Jadi. hasil penelitian. dengan dikutipnya karya. jika memerlukannya. prospeknya sangat cerah. banyak pakar mencemaskan semakin sedikitnya orang menggunakan kertas sebagai media komunikasi. terdapat kesalahan fatal pada kata `Kera'. Tidak ada media lain. Pendidikan hampir selalu berkaitan dengan proses dan kegiatan cetak-mencetak. di mana sumber tidak dicantumkan? Dilihat dari isinya. Sistem Harvard sendiri mengenal dua pola : (1) kutipan yang terintegrasi dalam teks dan (2) rujukan bibliografis. namun tak mau konyol dengan melakukan kesalahan serupa. atau gagasan tadi. Dalam mengutip. Selain paling umum. Cara mengutip Dalam dunia ilmiah. Dengan membaca lead. Fungsinya sebagai ruang khusus sebelum memasuki ruang utama (inti) (hlm. Pada sebuah rumah. Cara kedua Menteri Tenaga Kera (sic. terdapat dua cara yang lazim digunakan yakni: 1) Sistem Harvard 2) Sistem numerik Yang paling disukai dalam penulisan karya ilmiah ialah cara mengutip dengan sistem Harvard. temuan. sistem mengutip ala Harvard juga gampang. sumber yang dikutip? Apa judul sumber yang dikutip. kutipan itu sangat vital. Bagaimana caranya? Cara pertama Menteri Tenaga Ker[j]a di Jakarta mengatakan bahwa para buruh akan dinaikkan upahnya dua kali lipat tahun depan. Kertas dan media digital tidak saling meniadakan. sebab sesungguhnya itu bukan kutipan teks.

Dalam sebuah artikel yang menghebohkan. Mula Harahap (2007) mengisahkan asal mula onani. Tapi betapa sulit mempraktikkan hal itu. akan dikutuk oleh sejarah. Sebab. Anna Wang (2006) melaporkan mengenai perilaku seks bebas di sebuah kampus antah berantah. Belakangan. Parakitri T. Simbolon (2006) mencatat terdapat 16 ragam lead. jika bermain di kandang. Sebuah riset baru-baru ini (James Pennebaker 2007) menemukan bahwa menulis banyak sekali manfaatnya. Pemimpin masa depan harus punya jiwa dan semangat melayani (lihat misalnya The Servant Leader. setiap bangsa memiliki persepsi masing-masing terhadap sebuah perilaku atau simbol yang sama (lihat misalnya Carté dan Fox 2006). Memang masih menyisakan perebatan. ibarat main badminton atau voli.ada asumsi. Ia mengangkat hikayat dari Kitab Perjanjian Lama. Dalam studi mengenai efek atau pengaruh penonton Anfield. melayani itu pekerjaan hina. Stanislaus Lamberto di Kompas (2007) bahkan mengatakan sejarah adalah guru (historia docet). 2007b). sebagaimana diingatkan Soekarno. mereka berhadapan dengan 11 pemain lawan. Sebab. kutipan yang terintegrasi perlu dibedakan body text (asli tulisan anda) dengan kutipan. Kellog. atau jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. setelah mencari. kita masih sering menemukan berbagai var iasi lain dari cara mengutip model Harvard. Robert P. Itu contoh dan sejumlah variasi model kutipan Harvard. 115. ia malah dengan gamblang menunjuk tempat tempat yang biasanya dipakai kencan oleh para insan akademis muda itu (Anna Wang 2007a). 2005. Misalnya. Selain kedua contoh itu. Tak mengherankan. pemimpin justru yang harus dilayani. Cara mengacu sumber asli. jika praktik praktik seks bebas di kampus seperti itu terus dilakukan. yakni melacaknya dari Daftar Pustaka. penulis hendaknya mengurangi jumlah rujukan tekstual yang dipetik. ia malah dengan gambl ng menunjuk tempat-tempat a yang biasanya dipakai kencan oleh para insan akademis muda itu . Anna Wang melaporkan mengenai perilaku seks bebas di sebuah kampus antah berantah. namun hanya bisa menghasilkan ` manusia-manusia yang siap pakai saja' (Anna Wang 2007b). Pemimpin pada hakikatnya adalah pelayan. Dalam sebuah artikel yang menghebohkan. maka negara entah berantah tidak akan bisa menghasilkan manusia-manusia yang terampil dan siap bekerja. Oleh karena itu. 2006). Dalam tulisannya di sebuah milis baru-baru ini. sebab selama ini sudah terlanjur berkembang asumsi. Ternyata. Liverpool hampir selalu menang. Ia mengkhawatirkan. Neuschel. 113) menyebut bahwa penonton di stadion Anfield adalah pemain ke-12 pasukan merah Liverpool. dapat keduanya menggunakan point huruf (font size) yang berbeda. Yang sama dari contoh 1 dan 2. Soekarno telah mengingatkan agar manusia jangan pernah melupakan masa lalu. atau dengan jenis huruf (tipologi) yang berbeda. siapa yang banyak melakukan servis justru dia yang menang. Lagi pula. Agar berbeda. Dalam pidatonya berjuluk `Jas Merah'. Dalam studi mengenai pengalaman sejarah. antara lain menulis dapat menghilangkan trauma-trauma masa lalu. seperti cara mengutip ala Harvard mengurangi kelancaran (dan kenyamanan) membaca. maka negara entah berantah tidak akan bisa menghasilkan manusia-manusia yang terampil dan siap bekerja. hlm. akan muncul kecurigaan: benarkah penulis membaca seluruh sumber yang dikutip? Bukankah litani yang dikutip itu bukan ihwal yang bermaksud memamerkan atau untuk gagah -gagahan? Dalam mengutip gaya . psikolog bernama Kampret Terbang Tinggi (2007. Selain itu. Ia mengkhawatirkan. Padahal. namun hanya bisa menghasilkan ` manusia-manusia yang siap pakai saja' (Anna Wang. barang siapa yang tidak belajar dari sejarah. juga sama dengan contoh 1.meringkasnya dengan bahasanya sendiri. 2006. 2007a. ia menulis intisari saja dari sumber yang ia petik. yang harus memerhatikan semua aspek anak buahnya. dengan menyebut Onan sebagai asal mula kata onani dibentuk. Belakangan. hlm. akhirnya contoh kutipan kedua itu dipetik dari buku Menulis: Meningkatkan dan Menjual Kecerdasan Verbal-Lingustik Anda. jika praktik-praktik seks bebas di kampus seperti itu terus dilakukan. Studi-studi mutakhir mengenai komunikasi sampai pada kesimpulan. penerbit Dioma. St.

kalangan akademis menggunakan gaya Harvard. hlm. bibliografi ialah buku yang di dalamnya terkandung tulisan dan atau gambar. Tekik Lobi dan Diplomasi untuk Insan Public Relations. Diposkan oleh Agus M. apakah nama penulis harus dibalik ataukah tidak. terjadikah komunikasi ketika membahas definisi komunikasi. Makna kata ini sepadan dengan referensi (to refer = mengacu).tramapar ency. manakah pola (gaya) yang paling benar? Bukan soal ben ar tidaknya. Dani Vardiansyah 2005. 2007). Little John 2005. Ati Cahayani 2006. Jenni Purba 2006. Maka. sangat tergantung konteks. Jamiludin Ritonga 2005. 1) Mengutip dan mengatur rujukan dari buku Carté dan Fox (2004) Bridging the Culture Gap: A Practical Guide to International Business Communication. 2) Mengutip dari koran. hindari kutipan seperti berikut ini.mu/ cpiwhat2. Tunku (diakaes 10 Mei 2007). tidak mengenal seperti ini. Wiryono. Djoko Bodo 2007. Zaenal Abidin 2006. sebab dibandingkan dengan yang dianjurkan Pusat Bahahasa. Sebagai contoh. Kalau data tidak lengkap. Kukuh Prihmanto 2007.Harvard. Di Indonesia. Brian Clegg 2001. maka justru pengertian komunikasi jadi simpang siur.org (http://transparency mauritius. Arifin Harahap 2006. maka menggunakan cara mengutip yang dirasa paling hebat pun jadi tidak banyak faedahnya. 2006. Dengan demikian. nama keluarga. cara mana yang dipilih. majalah. Lidia Evelina 2006. Emrus Sihombing 2006. dan nama diri. model Harvard masih lebih sederhana dan mudah. dibalik? Ini karena mereka mengenal nama kecil. Dari kesepakatan para pakar untuk tidak bersepakat soal definisi komunikasi. Yang penting. intnet. Masri Sareb Putra 2006. edisi Mei. kecuali bangsa tertentu. Lita Mawarni 2007. Akan halnya. upaya membangun komunikasi untuk menyepakai definisi komunikasi mengalami diskomuninkasi. 2005. jurnal Vanda Gunawan (2007) "Hati-hati dengan Kambing Guling" Nirmala. sebab dari awal para pakar sudah mengalami diskomunikasi? Kutipan dan bagaimana mengatur rujukan bibliografis Rujukan berasal dari kata "rujuk" yang berarti: acuan. Tidak ada kesepakatan soal definisi komunikasi (Laswell. Irkham di 19:31 . Rujukan dalam bentuk tulisan. Ande-ande Lumut 2007. Jadi. pernah terjadi pada pada forum ilmiah ketika FKGUI menyelenggarakan teknik penulisan buku ajar perguruan tinggi tahun 2006. baik cetak maupun etektronik. masih perlu diperdebatkan. 24. dapat ditulis berdasarkan kategori medianya seperti contoh berikut. Zainal Abidin. apakah nama mesti dibalik atau tidak dalam tata krama penulisan sumber di Indonesia. inilah cara mengutip bibliografi seperti dianjurkan Depdiknas Pusat Bahasa. Rupert Murdoch 1998. tapi soal praktis atau kelaziman dan mana yang paling banyak digunakan orang. Jalaludin Rahmat 2006. 1937. Astrid Susanto 2001. Debat soal ini. Berta Sri Eko 2007. Kogan Page. htm) Masih menjadi bahan perdebatan. 3) Mengutip dari sumber internet Abdul Aziz. data yang dibutuhkan pembaca lengkap. dapat disimpulkan. Partao. tidak persoalan. terutama Barat. London. 2006. Jakarta : PT Indeks. Carté dan Fox 2006. Dengan ada begitu banyak definisi komunikasi. Thomson 2007. Rozikis dan Ambulu 2007. Dian Budiargo et at. Umumnya. di dalam mengutip. Transparency International (Online) http://www. Debat dan adu argumentasi akhirn sampai pada ya simpulan. Mengapa umumnya nama penulis luar. Sedangkan bibliografi berasal dari kat Yunani biblos atau ta biblia (jamak) yang berarti buku dan grafein yang berarti tulisan atau ilmu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful