You are on page 1of 16

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/349440574

Pengembangan Bisnis pada Startup TemanRindu dengan Metode Startup


Evolution Curve

Article  in  AdBispreneur · February 2021


DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.30641

CITATION READS

1 1,110

3 authors:

Rasyid Yudhistira Yuniaristanto Yuniaristanto


Universitas Sebelas Maret Universitas Sebelas Maret
5 PUBLICATIONS   23 CITATIONS    86 PUBLICATIONS   192 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Muh. Hisjam
Universitas Sebelas Maret
114 PUBLICATIONS   336 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Adoption Technology of Electric Vehicle View project

All content following this page was uploaded by Rasyid Yudhistira on 19 February 2021.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


BUSINESS DEVELOPMENT ON TEMANRINDU STARTUP WITH STARTUP EVOLUTION
CURVE METHODS

Rasyid Yudhistira1*, Yuniaristanto2, Muhammad Hisjam3


1,2,3
Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, Sebelas Maret University
E-mail : rasyidyudh@student.uns.ac.id1, yuniaristanto@ft.uns.ac.id2, hisjam@staff.uns.ac.id3

ABSTRACT
Technological developments have made it easier for people to use social networks. Almost all people
of productive age use the internet in their social interactions. The purpose of this research is
primarily to provide a platform for TemanRindu to make its product prototype appropriately with
the Lean Canvas business model and so Startup Evolution Curve as its method. The main principles
of Startup Evolution Curve are providing step-by-step guidance in company discussions, business
development of TemanRindu by Feasibility Study especially on market aspect so that shown the
segment and position TemanRindu itself. Product prototyping or Minimum Viable Product (MVP)
start from doing hypothesis verification that will be used on MVP adjustment. Slogan making and
pipe and sales funnel are also be done that lately will be used to planning the marketing strategy.
This method has succeeded on generating of TemanRindu’s market segmentation and positioning as
well as the making of product prototype in the form of Instagram design based on Lean Canvas
design. Its affect on increasing of business growth in followers, likes, comments and saves because
the product has been more adapted to customer needs without reducing the added value that offered.

Keywords : startup, business development, startup evolution curve, MVP, lean canvas

PENGEMBANGAN BISNIS PADA STARTUP TEMANRINDU DENGAN METODE


STARTUP EVOLUTION CURVE

ABSTRAK
Perkembangan teknologi menyebabkan semakin mudahnya masyarakat dalam menggunakan jejaring
sosial. Hampir keseluruhan masyarakat usia produktif memakai internet dalam interaksi sosialnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan sarana untuk startup TemanRindu dalam membuat
prototipe produk bisnisnya dengan model bisnis Lean Canvas secara tepat dan dengan metode
Startup Evolution Curve. Prinsip utama dari Startup Evolution Curve adalah memberikan arahan per
tahap dalam diskusi perusahaan, dan pengembangan bisnis startup TemanRindu melalui Feasibility
Study pada aspek pasar sehingga memberikan gambaran terhadap segmen dan posisi daripada
TemanRindu. Pembuatan prototipe produk atau Minimum Viable Product (MVP) dilakukan dari
verifikasi hipotesis yang akan digunakan pada penyesuaian MVP. Pembuatan slogan hingga uji
komunikasi dan saluran distribusi juga dilakukan yang kemudian dapat digunakan untuk menentukan
strategi pemasaran. Pengaplikasian metode tersebut berhasil menghasilkan pemetaan daripada
segmentasi dan posisi TemanRindu di pasar dan juga terciptanya prototipe produk TemanRindu
berupa desain kiriman Instagram yang berdasarkan atas rancangan Lean Canvas. Dampaknya
pertumbuhan bisnis naik, baik pada followers, likes, comment maupun save karena produk telah lebih
disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan tanpa mengurangi nilai lebih yang ditawarkan
TemanRindu.

Kata kunci : startup, pengembangan bisnis, startup evolution curve, MVP, lean canvas

AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan 317
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i3.30641, hal.317-331
PENDAHULUAN genetik dan gangguan struktur fungsi otak,
Proses eksplorasi pendekatan alternatif faktor neurotransmitter, senyawa organik
untuk kesehatan mental, penting untuk endogen yang membawa sinyal di antara neuron.
memahami dahulu apa sebenarnya penyakit Ada juga faktor psiko-edukasi, faktor copping,
mental itu. Penyakit mental (mental illness) tekanan psiko-sosial dan pemahaman serta
adalah kondisi-kondisi yang mampu keyakinan pada agama. Menurut Indarjo (2009),
mempengaruhi suasana hati, pemikiran dan di antaranya dapat menyebabkan gangguan jiwa
tindakan dari seseorang. Skizofrenia, depresi, ringan sampai berat. Terlebih kita disajikan
gangguan kecemasan bahkan perilaku-perilaku kenyataan bahwa masyarakat hanya berfokus
yang terkesan adiktif termasuk dalam penyakit untuk mengembangkan kesehatan secara fisik
mental. Penyakit mental harus diberi perhatian saja, mengesampingkan faktor non-fisik seperti
lebih jika tanda dan gejala mempengaruhi atau mental emosional dan psikososial.
berpotensi mengganggu keberjalanan hari Interaksi sosial salah satu pemicu
seseorang tersebut. Penyakit mental bisa saja gangguan mental. Mengingat bahwa media
membuat seseorang sangat menderita dalam sosial memungkinkan seluruh pengguna untuk
menjalani kehidupan sehari-hari, seperti di mengeksplorasi identitas diri dan
kampus, lingkungan kantor, rumah atau bahkan mengekspresikan emosi atau pikiran (James, et.
dalam suatu hubungan. Gejala biasanya dapat al., 2018). Kita disajikan pula dengan kenyataan
dikendalikan dengan obat dan terapi bicara bahwa kini seluruh masyarakat pada usia
(psikoterapi). Secara umum, penggolongan produktif menggunakan internet dan gawai
gangguan jiwa dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai senjata utamanya dalam berinteraksi
gangguan jiwa ringan dan gangguan jiwa berat. sosial. Menurut survei yang dilakukan Asosiasi
Antara lain yang termasuk gangguan jiwa Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)
ringan adalah kecemasan (anxiety), depresi, pada tahun 2017, pengguna internet di Indonesia
psikosomatis dan kekerasan. Sedangkan yang mencapai angka 143 juta dari jumlah populasi
termasuk dalam gangguan jiwa berat antara lain 263 juta atau dikatakan lebih dari setengah
manik-depresif, skizofrenia dan aditif psikotik menggunakan fasilitas internet untuk
lainnya. Hawari (2005), menjelaskan gejala dan bersosialisasi. Sebaran terbanyak berada di
tanda gangguan jiwa ringan antara lain adalah Pulau Jawa dengan angka pengguna 80 juta atau
perasaan khawatir dan firasat buruk 60% dari pengguna internet. Menurut survei
(overthinking), merasa tegang dan gelisah, takut tersebut sebanyak 42,8% pengguna adalah
atas kesendirian atau keramaian, gangguan pola remaja dengan rentang umur 10-35 tahun.
tidur dan mimpi-mimpi yang menegangkan, Tetapi, dari data yang menunjukkan banyaknya
gangguan konsentrasi serta berbagai keluhan pengguna internet, tidak semuanya memahami
somatik seperti nyeri pada otot dan tulang, bagaimana cara untuk menjadi sehat mental dan
telinga berdenging, sesak nafas dan sakit kepala. menjadikan media sosial lingkungan yang baik.
Depresi juga salah satu dari gangguan jiwa Internet bukanlah penyebab utama seseorang
ringan yang sangat berbahaya. Gejala dan tanda menjadi gangguan mental, tetapi bisa jadi
depresi antara lain rasa sedih yang internet adalah pemicu awal dari seseorang yang
berkelanjutan, rasa putus asa, rasa bersalah (self belum atau sudah memiliki gejala gangguan
blaming), energi lemah, kurang tidur (insomnia) mental (James, et. al., 2018). Penggunaan
atau tidur berlebihan (hipersomnia), sulit makan internet yang tidak bijak tercermin pada angka
atau malah rakus, gampang tersinggung dan tingkat kelaziman kesehatan jiwa di Indonesia
kecenderungan untuk mati atau bunuh diri hanya sebesar 18,5% dan presentase tersebut
(Gordon, 2018). cenderung meningkat (Indarjo, 2009).
Menurut Suryaningrum (2013), gangguan Berangkat dari banyaknya pengguna
jiwa terjadi karena faktor-faktor yang internet, masyarakat semakin besar kesempatan
berinteraksi satu sama lain. Antara lain untuk berinovasi dan mendirikan rintisan
penyebab gangguan jiwa adalah pengalaman perusahaan yang disebut startup. Startup adalah
yang traumatis, faktor biologis seperti faktor organisasi yang dirancang untuk mencipta

318 AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i1.30641, hal.317-331
produk atau layanan di bawah kondisi yang tidak TINJAUAN PUSTAKA
pasti (Ries, 2011). Menurut Jonikas (2017), Kewirausahaan modern sudah lahir dan
bahwa 90% dari semua startup gagal dan tak berkembang sejak tiga puluh tahun yang lalu.
bisa menjadi profit. Gagalnya startup Hal tersebut juga makin didorong oleh pasar
dikarenakan kegagalan perusahaan mengelola konsumen internet pada pertengahan tahun
sumber daya yang terbatas sehingga siklus 1990-an dan puncaknya yang terjadi pada tahun
perputaran uang tidak baik hingga mendapat 2000 dan dikenal sebagai masa dot-com bubble
revenue stream yang tidak memadai di awal burst (Perkins, et. al., 1999). Di sisi lain
keberjalanan (Colis, 2016). perkembangan teknologi informasi juga
Startup Evolution Curve dipilih sebagai mengalami peningkatan di tiga dekade terakhir
metode dikarenakan metode tersebut dan mencapai kematangan hingga mampu
memaparkan tiap langkah detail untuk para mempengaruhi tatanan ekonomi gobal (Marmer,
pengembang startup pemula (Sharfina, 2019). et. al., 2011). Dewasa ini, seiring dengan
Metode Startup Evolution Curve mengharuskan meluasnya penggunaan internet dan perangkat
startup memvalidasi semua aspek sebelum mobile mengantarkan pada maraknya
benar-benar dilemparkan ke pasar. Hal tersebut pertumbuhan perusahaan software atau yang
bertujuan untuk menghindari banyaknya disebut startup bubble (Paternoster dkk., 2014)
perubahan karena sudah pernah melakukan Startup berada di satu dunia yang sama
penyelarasan pasar sebelumnya. Startup dengan kewirausahaan yang digambarkan pada
Evolution Curve memiliki lima tahap rangkaian kegiatan ekonomi. Startup dapat
pengembangan. Hal tersebut menandakan dikategorikan sebagai bisnis baru, sedang
startup dapat mendefinisikan model bisnis. merintis, dan hijau. Dengan kata lain sebagian
TemanRindu secara mandiri sudah melakukan besar para startup merupakan bisnis yang baru
feasibility study pada keberjalanannya. Dalam didirikan dan berada pada fase pengembangan
penelitian ini dibahas langkah-langkah dalam menemukan pasar yang sesuai dengan
pengembangan pada tahap kedua yaitu lingkupnya. Menurut Steve Blank (2012), istilah
pembuatan Minimum Viable Product startup lebih dekat dengan perusahaan teknologi
(MVP)/prototype. dikarenakan banyaknya perusahaan yang
Perbedaan penelitian ini dengan penelitan menggunakan platform “dot-com” pada tahun
sejenis sebelumnya adalah pada metode yang 1998.
dipakai. Penelitian Sharfina (2020), Tabel 1. Tinjauan Pustaka
menggunakan Business Model Canvas, No Penulis Judul Tahun
sedangkan penelitian ini menggunakan Lean Agile Business Model
Antonio Ghezzi, Inovation in Digital
Canvas. Berdasarkan latar belakang yang telah 1 2018
Angelo Cavallo Entrepreneurship: Lean
dijelaskan, rumusan masalah yang ditetapkan Startup Approches
adalah bagaimana pengembangan model bisnis Lean Startup and the
pada startup TemanRindu dengan metodologi Nancy Bocken, Business Model:
2 2019
Startup Evolution Curve dapat dilakukan. Yuliya Snihur Experimenting for Novelty
Penelitian bertujuan untuk membuat prototype and Impact
mengenai produk yang dikeluarkan oleh Anders
Implementing Lean Startup
3 Gustafsson, Jonas 2016
TemanRindu dengan menggunakan Lean Methodology
Qvillberg
Canvas. Di sisi lain, penelitian ini juga sangat
penting untuk dilakukan karena jika startup Barriers in Implementing
Michael Dwianto the Lean Startup
TemanRindu dapat berkembang, besar harapan 4
Nirwan Methodology in Indonesia-
2014
hal tersebut mampu menekan angka gangguan Case Study of B2B Startup
mental khususnya di Indonesia. Karena startup
Business Development on
TemanRindu menyediakan produk-produk yang Nurina Sharfina,
Bukasuara Startup With
mendukung masyarakat Indonesia untuk 5 Yuniaristanto, 2019
Startup Evolution Curve
Roni Zakaria
menjadi sehat mental. Methods

AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan 319
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i3.30641, hal.317-331
No Penulis Judul Tahun sering dipakai karena menggambarkan dasar
Irina Atvoka,
From Structure to pemikiran tentang bagaimana organisasi
6 Proccess: Dynamic Aspect 2020 memberikan dan menanggapi nilai yang dipunya
Petri Ahokangas
of Business Model Change
(Osterwalder, 2010). Sedangkan model yang
Trends in Business Model kini mulai sering digunakan adalah Lean
7 Julio E. Cuc Research: A Bibliometric 2019 Canvas. Lean Canvas adalah adaptasi dari
Analysis
Business Model Canvas Model (BMC) yang
Marco diciptakan oleh Ash Maurya.
Montemari, Designing Performance
8 Maria Serena Meaurement System Using 2019
Tingginya kompetisi di persaingan bisnis
Chiucchi, Business Models global memaksa perusahaan untuk
Christian Nielsen memperbaharui model bisnis dengan lebih
Yariv Taran,
Business Model Inovation -
sering. Oleh karena itu, manajer dan praktisi
Rene Chester membutuhkan alat yang dapat mendukung
9 A Gamble or a 2019
Goduscheit,
Manageable Proccess? mereka untuk menjawab tantangan tersebut
Harry Boer
(Montemari, dkk., 2019). Posisi penelitian ini
Business Model Innovation
10 Krista Sorri 2019 berporos pada penelitian Nurina S. (2019) tetapi
with Platform Canvas
memiliki pembeda pada alat atau kanvas yang
digunakan yaitu Lean Canvas. Startup yang
Kami menemukan bahwa pendekatan memakai lean canvas dalam model bisnisnya
teori kompleksitas menekankan sifat multi- cenderung bersifat cepat, ringkas dan efektif
dimensi dari model bisnis yang memungkinkan karena membawa semangat lean (perampingan).
untuk memahami dinamikan evolusi model Canvas tersebut berfokus pada rencana bisnis
bisnis dengan melihat level-level yang berbeda, yang dapat ditindak lanjut dan problem-finding
dari sepuluh penelitian yang dijadikan literatur. serta problem-solving dengan penekan terhadap
Selain itu, dari banyaknya perspektif juga nilai yang dimiliki oleh perusahaan (Maurya,
mengungkapkan bahwa dinamika evolusi model 2010). Salah satu startup yang menggunakan
bisnis didasarkan pada proses yang berbeda- lean canvas adalah TemanRindu.
beda (Atvoka, et. al., 2020). Setiap proses Tujuan dari sebuah platform adalah untuk
inovasi model bisnis melibatkan tingkat memfasilitasi pertukaran produk multi-pihak,
ketidakpastian, kompleksitas, dan risiko yang yang dapat berupa barang, jasa, atau bahkan
sebenarnya. Pendekatan yang ceroboh terhadap mata uang sosial, menciptakan nilai baru dan
manajemen risiko dapat mengakibatkan pada saat yang sama memungkinkan
bencana, bahkan terkadang fatal, konsekuensi penangkapan nilai. Platform juga dapat
terhadap inti bisnis suatu perusahaan (Taran, et. dianggap sebagai perantara yang menyatukan
al., 2020). anggota dari berbagai kelompok (Sorri K, dkk.,
Sebuah startup selalu memiliki model 2019). TemanRindu sebagai platform media
bisnis. Model bisnis yang biasa digunakan yang memberikan layanan dan menyajikan
beragam jenisnya seperti Business Model informasi melalui media online, salah satu dari
Canvas (BMC), Lean Canvas, SWOT, Business proses bisnis utamanya ialah pemberian konten
Model Zen Canvas. Literatur tentang model yang menarik, baik dalam bentuk teks edukasi,
bisnis berkembang dalam berbagai bidang ilustrasi ataupun video. TemanRindu dipilih
seperti strategi, inovasi, penciptaan nilai, sistem untuk menjadi objek penelitian karena dilihat
informasi, teori organisasi, pemasaran, ekonomi, dari perhatian masyarakat terhadap kesehatan
keberlanjutan, kewirausahaan, dll. Topik jiwa dan peluang bisnis dari startup di bidang
tersebut dianggap berada dalam fase manusia yang mengalami kenaikan. Juga karena
pengembangan dan konsolidasi mengenai ide produk yang diusung oleh TemanRindu
konseptualisasi, tipologi, kerangka kerja, belum tentu memenuhi kebutuhan pasar. Untuk
aplikasi, dan pengembangan teori berkelanjutan menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan
di lapangan (E. Julio,2019). Business Model konsumen, penggalangan dana, dan peluncuran
Canvas adalah salah satu model bisnis yang

320 AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i1.30641, hal.317-331
produk yang cocok diperlukan sebuah mengukur kemajuan dan pengkomunikasian
metodologi dalam perkembangan startup ini. proses pembelajaran dengan pemangku
Tujuan umum dari Startup Evolution kepentingan eksternal maupun internal
Curve, metode yang dipakai di penelitian ini perusahaan.
adalah untuk memeriksa apakah startup telah Lean Canvas mempunyai 9 building
bekerja dengan baik dan apa yang akan blocks didalamnya, yang terdiri dari Problem,
dilakukan oleh para founder dalam usaha Unique Value Proportion, Solution, Channels,
berikutnya. Survei ini dijalankan untuk Cost Structure, Revenue Streams, Key Metrics,
penelitian statistik kuantitatif, sedangkan Customer Segments dan Unfair Advantage. Lean
wawancara mendalam dan studi kasus Canvas dapat mengetahui hipotesa yang paling
digunakan untuk analisis kualitatif (Castro, et. mungkin karena rencana dibuat berdasar atas
al., 2010; Johnson, et. al., 2007). Studi ini telah keadaan sekarang dan dibuat tiap segmennya.
menyiapkan survei berdasarkan lima tahap
pengembangan startup dan telah memasukkan Gambar 1. Lean Canvas Template
metodologi dan konsep yang direkomendasikan Unique Value Unfair Customer
oleh literatur teoritis dan oleh para ahli Problem Solution
Proposition Advantage Segments
pengembangan startup yang terkenal.
Jonikas (2017) mengatakan bahwa
klasifikasi tahap pengembangan startup masih
Key Metrics Channels
tetap rumit dan ambigu karena tidak setiap
startup dapat dengan jelas mengatakan di mana
tahap pengembangan mereka. Oleh karena itu,
Cost Structure Revenue Structure
survei memiliki lima pertanyaan deskriptif untuk
pendiri startup untuk menilai sendiri pada skala
dari satu hingga sepuluh seberapa dekat mereka Sumber : Maurya, A. (2010). Running
antara satu ke benchmark lain. Ini Lean:Iterate From Plan A to A Plan That Works.
memungkinkan untuk mengidentifikasi tahap
pengembangan setiap startup dan untuk METODE PENELITIAN
memeriksa apakah mereka tahu dan Tujuan umum penelitian ini adalah untuk
menggunakan metodologi yang membuat prototype mengenai produk yang
direkomendasikan untuk setiap tahap tertentu. dikeluarkan oleh TemanRindu dengan
Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan Lean Canvas. Studi ini telah
ini, menggunakan Lean Canvas. Lean Canvas menyiapkan survei berdasarkan lima tahap
menurut Maurya (2010) adalah sebuah alat yang pengembangan startup dan telah memasukkan
digunakan untuk menguji hipotes sekaligus metodologi dan konsep yang direkomendasikan
untuk melakukan validasi terhadap suatu oleh literatur secara teoritis dan oleh para ahli
perusahaan. Lean Canvas juga menjadi alat pengembangan startup terkenal (Jonikas, 2017).
untuk mendokumentasikan model bisnis,

AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan 321
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i3.30641, hal.317-331
Gambar 2. Flowchart Metodologi Penelitian
Mulai

Studi Lapangan Studi Literatur

Identifikasi Masalah

Perumusan Masalah

Penetapan Tujuan Penelitian

Draft Business Model

Pengolahan Data

Analisis dan Interpretasi Hasil

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Wawancara mendalam dilakukan untuk penciptaan bisnis yang menguntungkan dan


mengetahui situasi perusahaan yang lebih dalam. terukur. Metode tersebut pun dapat diterapkan
Hal tersebut dilakukan untuk menganalisa pada bisnis yang lain seperti bisnis offline, jasa
metodologi tersebut berkontribusi terhadap atau ritel, B2C atau B2B. Berikut adalah Startup
perusahaan startup. Startup Evolution Curve Evolution Curve oleh Jonikas:
membuat TemanRindu tetap fokus dalam

Gambar 3. Tahapan Startup Evolution Curve

Sumber : Jonikas, D. (2017). Startup Evolution Curve From Idea to Profitable Business Idea

322 AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i1.30641, hal.317-331
Gambar 4. Flowchart Pengolahan Data Kategori Customer Market
Business & Organization
Market
Masyarakat yang
Instansi medis atau rumah
menghabiskan banyak
sakit jiwa
waktu di sosial media
Masyarakat yang
mencari media Perusahaan pemasaran
Segmentasi konseling yang instan
Tingkah
Laku Masyarakat yang
merasa kesulitan untuk
membagikan cerita
Mitra Psikolog
Masyarakat yang sadar
dan mawas terhadap
kesehatan mental
Orang yang tertarik
Komunitas mawas
dengan tampilan yang
kesehatan mental
segar dan sederhana
Orang Syang mencari
Segmentasi wawasan terhadap
Psikografi kesehatan mental
Event Organizer dan
Orang yang mencari Buzzer
produk konseling
paling murah dan
mudah
Sumber : Arsip TemanRindu 2020

Tabel 3. Target, Posisi dan Perbedaan


TemanRindu
Business &
Kategori Customer Market
Organization Market
Sumber : Arsip TemanRindu 2020
Orang yang didiagnosa
Psikolog
mengidap penyakit mental
HASIL DAN PEMBAHASAN
Komunitas atau
Penggunaan metode dalam penelitian ini Orang yang memiliki
organisasi yang
gejala pada kesehatan
dimulai dari penetapan segmentasi pasar dari mental
bergerak di bidang yang
sama
perusahaan dikarenakan perusahaan sudah
Orang yang mawas dan
melakukan sebagian feasibility study secara peduli terhadap kesehatan Instansi kesehatan
mandiri. Segmentasi pasar berfungsi untuk Target mental
mengetahui siapa saja yang berpotensi untuk Orang yang merasa tidak
menjadi pelanggan ataupun mitra dari memiliki teman
Orang yang banyak
TemanRindu. menghabiskan waktu
membuka sosial media
Tabel 2. Segmentasi TemanRindu Orang yang suka
Business & Organization mendatangi seminar
Kategori Customer Market kesehatan
Market
Instansi Medis di Solo dan Menjadi media
penghubung user
sekitarnya Media katarsis
Segmentasi dengan suatu biro
Masyarakat Indonesia Komunitas di Indonesia
Geografi psikolog
Perusahaan di Indonesia Menjadi pembelajar dari
Media konseling online
kompetitor
Perusahaan yang memiliki
Pria dan Wanita Posisi Mengedukasi topik
karyawan usia produktif
kesehatan mental
Perusahaan baru maupun Persuasi terhadap
Segmentasi Pelajar dan Mahasiswa yang sudah lama kepedulian kesehatan
Demografi mental
Pekerja dan
pengangguran Instansi pendidikan
menengah atas atau Kompetitor : 1. Riliv 2.
Usia produktif (18-30 Pijar Psikologi 3. Get.Kalm
perguruan tinggi
tahun)

AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan 323
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i3.30641, hal.317-331
Business & Business &
Kategori Customer Market Kategori Customer Market
Organization Market Organization Market

Konten yang ramah dan Konsep TemanDengar Adanya TemanDengar


sederhana yang mudah dijangkau memberikan user
Perbedaan experience yang berbeda
Konsep alur cerita yang
Enganging people akan dibawakan oleh Adanya seminar membuat
karakter kepercayaan user makin
tinggi
Sumber : Arsip TemanRindu 2020

Tabel 4. Lean Canvas TemanRindu


Problem Solution Unique Value Proposition Unfair Advantage Customer Segments
 Batasan kode  Pembelajaran  Konsep sederhana namun  Capable  Primary User:
etik saat berkelanjutan oleh efektif : “Hadir dan Personnels, Orang yang
bercerita pada TemanDengar Mendengar” TemanDengar didiagnosa dan
TemanDengar  Scheduling bagi  Social media-based,  Adanya ahli, yang memiliki
 Batasan TemanDengar mudah dijangkau TemanPsikolog gejala kesehatan
kemampuan tiap  Gencar selling  Terintegrasi, input cerita  Pemasaran dan mental
TemanDengar value—gain dari user dapat dijadikan konten yang  Secondary User:
untuk menerima investors konten (sesuai izin). Lalu menyesuaikan Orang yang
cerita tiap konten tersebut dapat dengan tren mawas atau
harinya ditanggapi kembali oleh ingin belajar
 Cost, tidak user lain. tentang
adanya investor kesehatan
dan modal awal mental dan
membatasi Key Metrics Channels orang yang
TemanRindu  Presentase  Media Sosial membutuhkan
untuk engagement media (Instagram dan pendengar atas
menyediakan sosial (Instagram) Twitter) ceritanya
fasilitas yang  Jumlah follower,  Whatsapp  Early Adopters:
cocok (Apps) likes, dan comment (konseling) Orang yang
 Jumlah direct penasaran
message yang masuk dengan apa yang
(weekly) TemanRindu
 Jumlah penggunaan lakukan
TemanPsikolog
(monthly)

Cost Structure Revenue Streams


 Production cost (meeting)  Jasa dari fitur TemanPsikolog
 Marketing cost (instagram ads, paid promotion, premium tools)  Paid content
 Biaya pembicara dan akomodasi  B2B dengan perusahaan lain
 Vendor EO & venue  Personal Funding

Sumber : Arsip TemanRindu 2020

TemanRindu memahami bahwa di masa (18-35 tahun), terlebih pemuda yang mencari
yang semakin berkembang, masyarakat usia konseling psikolog online. Karena cakupan
produktif adalah bagian yang vital dari potensi segmen konsumen masih sangat luas, maka
awal dari masalah kesehatan mental. Karena perlu dilakukan pengerucutan menjadi
pada usia itulah frekuensi terjadinya interaksi kelompok yang lebih kecil dan spesifik. Hal
satu sama lain sangat tinggi. TemanRindu tersebut dilakukan agar pengembangan dan
menawarkan hal pembeda daripada platform pemposisian produk lebih efektif. Segmen usia
konseling lainnya seperti aksesbilitas yang jauh muda dapat dipecah menjadi segmen yang lebih
lebih mudah dan pengemasan konten edukasi kecil yaitu segmen late adolescence atau remaja
yang terkesan lebih ramah. akhir dan early adulthood atau dewasa muda.
Target segmen konsumen untuk startup Selain menentukan segmen konsumen yang
TemanRindu adalah anak muda usia produktif lebih kecil, perlu ditentukan early adopter atau

324 AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i1.30641, hal.317-331
kelompok konsumen yang berkemungkinan nilainya sebagai media katarsis, bahwa semua
besar akan menggunakan layanan tersebut lebih orang selalu memiliki teman untuk dibagikan
awal atau sangat membutuhkan layanan tersebut. cerita.
Early adopter dari TemanRindu adalah 1. Verifikasi Hipotesis
masyarakat yang mawas atau ingin belajar lebih 2. Membuat MVP: Tujuan dan Jenis
lanjut mengenai kesehatan mental. TemanRindu memilih prototipe digital
Hal tersebut sangat difokuskan dalam pada low fidelity MVP dan prototipe fisik pada
pelaksanaan kegiatan dengan tujuan high fidelity MVP. TemanRindu melakukan
meningkatkan kemawasan masyarakat terhadap penyebaran MVP selama dua bulan dari bulan
kesehatan mental dalam rangka secara preventif Maret 2020 hingga April 2020. Ekspektasi like
menekan angka dampak. yang diminta adalah 10% dari jumlah followers
Pada tahap selanjutnya adalah pembuatan yang ada, comment berdasarkan 0,5% dari
prototipe. Mengingat kembali bahwa followers yang ada dan save adalah 0,2% dari
TemanRindu hadir sebagai media katarsis dan followers yang ada. Gambar 5 dan Gambar 6
tempat konseling, hal tersebut dilandasi atas adalah contoh dari digital prototype yang
kepercayaan TemanRindu bahwa setiap orang diluncurkan TemanRindu selama masa rintisan.
berhak untuk menjadi sehat secara mental. Dapat dilihat juga pada prototipe, TemanRindu
Depresi adalah gangguan awal yang paling mengutamakan kesesuaian desain dan
sering terjadi di dunia, hal tersebut cenderung keramahan warna tanpa mengurangi unsur
didorong oleh perasaan kesepian dan tidak materi yang diangkat.
memiliki siapa pun. TemanRindu menghadirkan

Gambar 5. Konten TemanRindu

AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan 325
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i3.30641, hal.317-331
Gambar 6.Tampilan Detail Konten Perbedaan Sebelum Masukan Sesudah
Social media-
TemanRindu based supaya
Social media- lebih mudah
based supaya untuk menjadi
lebih mudah terintegrasi dari
untuk menjadi input menjadi
Unique Value Penambahan
terintegrasi output dan
Proportion slogan
dari input sebaliknya
menjadi output (Lean). Konsep
dan sebaliknya sederhana
(Lean) namun efektif
untuk menjadi
slogan
Adanya personil
Adanya
yang
personil yang
Pengadaan berkapabilitas
berkapabilitas
Unfair konsultan dan memiliki
dan memiliki
Advantage bisnis konsultan
konsultan
perusahaan seorang psikolog
seorang
dan konsultan
psikolog
bidang bisnis

Media sosial Mencari Media sosial


(Instagram dan platform (Instagram dan
Channels Twitter) dan yang lebih Twitter) dan
Whatsapp privat untuk Web Room Chat
(konseling) konseling (konseling)

Production Production cost


Cost Tidak ada
Tabel 5. Hasil Wawancara dan Feedback cost dan dan marketing
Structure masukan
marketing cost cost
Pelanggan
Jasa dari fitur Jasa dari fitur
Perbedaan Sebelum Masukan Sesudah Saran
TemanPsikolo TemanPsikolog,
Orang yang Revenue mencari
Orang yang g dan B2B B2B perusahaan
berpotensi serta Streams investor atau
memiliki perusahaan lain dan funding
memiliki inkubator
masalah pada Perlu lain dari investor
gangguan
kesehatan ditambah
Segmen
mental dan segmentasi
kesehatan mental
dan pengguna
Sumber : Arsip TemanRindu 2020
pasar yang untuk
Konsumen umum yang
berpotensi pengguna
belum pernah
memiliki yang lebih
atau ingin belajar
Pada peluncuran MVP dengan bisnis
gangguan umum
kesehatan
psikologi. Usia model yang pertama, yaitu PsyWeek dan
produktif (18-35
mental
tahun) PsyFact, ditemukan followers tidak terlalu
Batasan meningkat dikarenakan kecenderungan orang
kemampuan Diadakan Penambahan
TemanDengar penjadwalan kuantitas yang memilih untuk mempercayai informasi dari
Masalah untuk atau personil sumber yang terpercaya atau orang yang ahli
menerima penambahan TemanDengar
cerita tiap kuantitas dan shifting pada bidangnya, juga orang lebih menyukai
harinya konten yang dikemas dengan ringan dan segar,
Pembelajaran
berkelanjutan
Pembelajaran maka dari itu perlu dilakukan evaluasi dari
berkelanjutan
Solusi
dan Tidak ada
dan penjadwalan
bentuk konten yang disuguhkan. Selain itu, para
penjadwalan masukan
pada
pada narasumber yang dipilih TemanRindu adalah
TemanDengar
TemanDengar orang yang ahli dalam suatu bidang, dalam hal
Data-data
Data-data insight ini adalah ahli pengembangan bisnis dan seorang
insight pada
Key Metrics konten
Tidak ada pada konten psikolog. Setelah melakukan wawancara dengan
masukan dijadikan tolak
dijadikan tolak
ukur para ahli dan mendapat timbal balik dari para
ukur
followers, maka dibuatlah revisi MVP dengan
berdasarkan perbaikan dari beberapa variabel
dari model bisnis.

326 AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i1.30641, hal.317-331
Setelah dilakukan revisi, kemudian dan save yang drastis melebihi dari ekspektasi
dilakukan penyebaran konten selama tiga bulan. yang ada yaitu pada angka 20 %.
Didapatkan peningkatan followers, like, share 3. Membuat Slogan Posisi yang Kuat

Gambar 7. Competition Map berdasarkan market effort dan value delivery

Sumber : Arsip TemanRindu 2020

Sesuai Competition Map yang didapatkan slogan posisi dengan mendefinisikan target
dari akumulasi poin value relation delivery segmen berdasarkan empat kompetitor nasional
komparatif dengan kompetitor seperti yang dengan pengikut terbanyak, yaitu GetKalm,
ditunjukkan pada Gambar 7. Metode Pijar Psikologi dan Riliv.
perhitungan untuk mendapatkan peta kompetisi Kemudian TemanRindu menentukan
diambil dari metode yang diciptakan oleh slogan posisi dengan mengisi poin kriteria secara
Jonatan Donikas, mempertimbangkan aspek- subyektif tim dari beberapa usulan slogan yang
aspek yang sudah disediakan dan diisi secara sudah disepakati seperti pada Tabel 6.
subyektif berlandaskan survei kecil terhadap
produk kompetitor. TemanRindu membuat

Tabel 6. Nilai Slogan Usulan


Hadir dan Ada Untuk Mendengarkanmu,
No. Kriteria
Mendengar Mendengar kapanpun dan dimana pun
1 Apakah ini membedakan
produk dari alternatif 10 6 8
lain?
2 Apakah ini digunakan
untuk menyasar target 10 7 9
utama?
3 Apakah ini
mengidentifikasi nilai 10 8 8
utama dari produk?
4 Apakah brand ini
10 7 8
menjajikan?
5 Apakah mudah
10 7 7
dimengerti dan diingat?
6 Apakah konsisten
8 6 6
mencangkup banyak area

AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan 327
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i3.30641, hal.317-331
Hadir dan Ada Untuk Mendengarkanmu,
No. Kriteria
Mendengar Mendengar kapanpun dan dimana pun
bisnis?
7 Apakah susah ditiru?
Bisakah hanya
8 4 8
TemanRindu yang
memilikinya?
8 Apakah ini untuk
kesuksesan jangka 9 5 7
panjang?
9 Apakah ini dapat
mengalahkan 8 4 8
kompetitor?
10 Apakah ini dapat
membantu marketing 10 7 8
lebih efektif?
Total Nilai 93 61 77
Sumber : Arsip TemanRindu 2020

Tabel 7. Rancangan Sales Pipeline dan pipeline yang berisikan dari empat tahap yaitu
Funnel attraction, interaction, interest dan closing.
Sales Funnel Sales Pipeline Ditemukan dari checkpoint, 90% dari pelanggan
1. Awareness / 1. Pengunjung instagram potensial akan mengikuti TemanRindu setelah
Attraction 2. PsyWeek
2. Interaction 3. Meet The Experts
mereka berbicara dengan CEO atau anggota
3. Interest 4. PsyFact TemanRindu, 10% pengguna baru yang
4. Action / 5. Instagram followers mengunjungi halaman TemanRindu akan
Closing 6. Instagram likes dan share
7. Direct Message
mengikuti TemanRindu.
8. TemanDengar Followers akan bertambah setelah
9. TemanPsikolog dikeluarkan konten yang baru dan lebih dari
10. Penjualan Produk
11. User yang membayar 25% followers akan menyukai konten
12. User yang mengiklankan TemanRindu. Sekitar 80% pengguna akan
13. User yang memberikan merekomendasikan salah satu konten
feedback
TemanRindu ke teman mereka dan ditemukan
Sumber : Arsip TemanRindu 2020 juga rata-rata pengunjung halaman per tujuh hari
adalah 1500 orang.
Berdasarkan data yang diolah,
TemanRindu dapat memberikan nilai yang Gambar 8. Competition Map berdasarkan
bagus dan pemasaran yang cukup kuat. like
TemanRindu membuat slogan dengan penilaian
berdasarkan pendapat dari internal tim
TemanRindu dan didapatkan slogan terpilih
yaitu “Hadir dan Mendengar” yang berarti
TemanRindu hadir di tengah masyarakat untuk
mengingatkan pentingnya untuk tidak merasa
sendiri dan selalu merasa mempunyai telinga
untuk mendengar cerita.
4. Memeriksa Saluran Komunikasi dan
Distribusi
Membuat rancangan penjualan melalui
pipeline atau funnel. TemanRindu memiliki Sumber : Arsip TemanRindu 2020
1.423 followers hingga 10 Oktober 2020. Tiap
harinya terdapat beragam pengikut baru. Berdasarkan hasil penelitian yang
TemanRindu membuat sales funnel dan sales dipaparkan, dilakukan analisis pada startup

328 AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i1.30641, hal.317-331
TemanRindu dan identifikasi risiko diterapkan followers serta likes di instagram TemanRindu.
pada Lean Canvas yang sudah dibuat. Tentunya model bisnis harus selalu disesuaikan
Ditemukan bahwa pengaplikasian metode dengan keadaan atau pasar secara aktual (Jukka,
Startup Evolution Curve memberikan hasil et. al., 2018). Jika di kemudian hari konsumen
efektif pada pembuatan prototipe dan TemanRindu bertambah sangat pesat, model
berdampak pada pertumbuhan bisnis jika bisnis harus segera merespon fenomena tersebut
dibandingkan dengan tanpa metode tersebut. Hal dan dilakukan penyesuaian kembali. Hal
tersebut dikarenakan dalam Startup Evolution tersebut penting untuk dilakukan oleh tiap
Curve, perusahaan diharuskan untuk membuat perusahaan startup untuk mengantisipasi
model bisnis. Pada penelitian ini model bisnis keterbatasan ruang gerak dan kapasitas (Clayton,
yang digunakan adalah Lean Canvas dengan dkk., 2015).
pertimbangan bahwa blok-blok pada Lean Melalui pertimbangan kecenderungan
Canvas memberikan kemudahan lebih pada pada tiap segmen, maka ditentukan model bisnis
perusahaan dalam mengidentifikasi keunggulan dengan produk yang dikemas secara segar, baru
yang dimiliki, pengidentifikasian masalah serta dan ringan supaya nilai dari produk tidak bias.
solusi, penemuan saluran distribusi dan Juga produk akan disertai dengan kontribusi dari
penentuan matrik pertumbuhan (Maurya, 2010). para ahli di bidangnya dan orang-orang yang
Berbeda dengan penelitian acuan sebelumnya memiliki pengaruh besar sehingga nantinya
dari Sharfina (2019), yang menggunakan dapat berpengaruh terhadap dampak kepada
perancangan prototipe dengan dasar model pasar.
bisnis Business Model Canvas, yang hanya Seluruh produk yang dibagikan di
berfokus memberikan dasar pemikiran dari Instagram kemudian diberikan bingkai berupa
sebuah perusahaan. Hasil dari Lean Canvas yang konsep “Hadir dan Mendengar” yang berfokus
dituang dalam bentuk prototipe produk terlihat pada maksud tujuan bahwa semua pengguna
lebih praktis dalam menemukan nilai lebih dari berhak untuk memiliki telinga untuk mendengar
suatu perusahaan dan bagaimana cara ceritanya. Tampilan user di laman instagram
memperkuatnya. Hal tersebut adalah pembeda juga mengalami pengembangan, seperti
sekaligus kontribusi dari penelitian ini. ditambahkannya dua karakter ilustrasi bernama
Hasil analisis bagian paling riskan diambil ‘Fajar dan Sore’ untuk membantu mengemas
dari tiga hal yaitu pertimbangan peneliti bersama produk agar terkesan jauh lebih ramah daripada
konsultan perusahaan, hasil dari peluncuran sebelumnya. Font-font yang digunakan dan
prototype atau Minimum Viable Product (MVP) peletakan materi juga diperhatikan oleh tim
di Instagram serta timbal balik yang diberikan desain TemanRindu sendiri.
oleh para pelanggan. Dari ketiga hal tersebut Setelah dilakukan penyesuaian terhadap
dapat ditemukan bahwa bagian paling riskan kanvas sekaligus pada prototipe, TemanRindu
adalah pada aspek produk yang ditawarkan juga melakukan peluncuran MVP kedua selama satu
bagaimana pengemasannya. Hal tersebut erat bulan pada bulan Juli 2020 hingga Agustus
terkait dengan kebutuhan segmen konsumen, 2020. Kenaikan matriks seperti followers dan
baik target utama, kedua maupun early adopter. likes meningkat secara signifikan. Comments per
Kejelasan dan spesifikasi dari produk harus unggahan juga mengalami kemajuan daripada
detail agar mudah dipahami oleh calon sebelum dilakukan penyesuaian. Save di tiap
pelanggan. Hal tersebut dapat diulas kembali unggahan jauh melebihi ekspektasi tim, serta
dalam salah satu blok yang ada pada Lean penyesuaian yang dilakukan juga memicu
Canvas yaitu Unique Value Proportion, yang kenaikan pengguna dalam menggunakan fitur
memang berfungsi untuk menemukan nilai lebih dan produk TemanRindu.
yang dimiliki suatu perusahaan. Jika produk
sudah sesuai dengan kebutuhan pasar, barulah SIMPULAN
dapat ditentukan strategi pemasaran dari tiap Pengembangan bisnis pada startup
produknya supaya mendapat timbal balik yang TemanRindu menggunakan metode Startup
memuaskan dari pelanggan dan menambah Evolution Curve melalui tahapan kedua setelah

AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan 329
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i3.30641, hal.317-331
startup melakukan tahap pertama secara luaran model bisnis yang lebih sustain dan
mandiri. Tahapan tersebut adalah pembuatan scalalable serta penelitian dengan menggunakan
Minimum Viable Product (MVP). Selama tujuh tahapan ketiga hingga kelima dari Startup
bulan penelitian, startup TemanRindu Evolution Curve. Pada waktu selanjutnya,
menghasilkan produk dan melakukan validasi TemanRindu juga diharapkan untuk
dengan pengujian langsung ke pasar dalam memperbanyak konten yang melibatkan ahli dan
tahapan pembuatan Minimum Viable Product pihak luar karena pada survei kepuasan
(MVP). pelanggan memiliki angka yang baik pada
Unique Value Proportion adalah bagian konten tersebut. Hal itu juga akan berdampak
yang sangat penting karena bagian tersebutlah pada branding perusahaan di mata masyarakat
yang membedakan nilai suatu startup dengan agar semakin mawas dan dikenal.
startup lain. Unique Value Proportion yang
dimiliki TemanRindu adalah hadir sebagai DAFTAR PUSTAKA
media katarsis pertama yang menawarkan jasa Maurya, A. (2010). Running Lean: Iterate From
curhat dan konseling tanpa penggunaan yang Plan A to A Plan That Works.
rumit. TemanRindu juga hadir sebagai media Sebastopol: O' Reilly.
edukasi psikologi yang dikemas dengan Atvoka, I., & Ahokangas, P. (2020). From
kemasan yang ringan dan ramah, dalam rangka Structure to Process: Dynamic Aspects
tindakan preventif untuk menekan angka potensi of Business Model Change. Journal of
gangguan mental. Selain dari Lean Canvas, Business Models, 57-72.
jaringan bisnis yang dimiliki perusahaan, jalur Castro, F. G., Kellison, J. G., Boyd, S. J., &
rantai distribusi produk, strategi dalam Albert, K. (2010). Methodology for
perancangan produk, kekompakan dan kekuatan Conducting Integrative Mixed Methods
tim, dan cara pemasaran produk sebuah startup
Research and Data Analyses. Journal of
seperti pada tahap membuat saluran komunikasi
dan distribusi serta competition map juga Mixed Methods Research, 4(4), 342-
menjadi cara untuk unggul dalam persaingan 360. doi:10.1177/1558689810382916
dunia startup. Christensen, C. M., Raynor, M. E., & Rory, M.
Penerapan metode Startup Evolution (2015, December). What Is Disruptive
Curve pada startup TemanRindu sudah sangat Innovation? Retrieved from Harvard
tepat dan membantu dalam pengembangan Business Review:
bisnis dan produknya. Dalam metode tersebut, https://hbr.org/2015/12/what-is-
startup dituntun tahap demi tahap demi disruptive-innovation
kepentingan perkembangan. Beberapa metode Colis, D. (n.d.). Lean Strategy. Retrieved April
untuk startup awal lainnya seperti Business 2020, from Harvard Business Review:
Model Canvas, Acquisition, Activation, https://hbr.org/2016/03/lean-strategy
Retention, Referral, Revenue (AARRR), Cuc, J. E. (2019). Trends in Business Model
Business Model Innovation, dll. cenderung lebih Research: A Bibliometric Analysis.
mudah diterapkan pada startup baru. Sedangkan Journal of Business Models, 1-24.
TemanRindu adalah startup lama yang Escobar-Viera, C. G., Shensa, A., Bowman, N.
melakukan pivot dan ingin berfokus D., Sidani, J. E., Knight, J., James, A. E.,
mengembangkan bisnis dengan output produk & Primack, B. A. (2018). Passive and
yang saling berintegrasi. Maka dari itu, startup Active Social Media Use and
TemanRindu sangat cocok dengan penerapan Deppresive Symptoms Among United
metode Startup Evolution Curve. States Adults. Cyberpsychology,
Penelitian ini hanya terbatas pada tahapan Behavior, and Social Networking.
pembuatan Minimum Viable Product (MVP) Gordon, J. A. (2018, February). Depression.
dalam Startup Evolution Curve. Penelitian Retrieved from United States of
selanjutnya bisa mencangkup validasi dari America National Institute of Mental
semua blok pada kanvas yang dipakai supaya Health (NIMH USA):

330 AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i1.30641, hal.317-331
https://www.nimh.nih.gov/health/topics Ries, E. (2011). The Lean Startup: How Today's
/depression/index.shtml Entrepreneur. New York: Crown
Hawari, D. (2005). Manajemen Stres Cemas dan Business.
Depresi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Sharfina, N., Yuniaristanto, & Zakaria, R.
Heikkilä, J., Heikkilä, M., Niemimaa, M., & (2019). Business Development on
Järveläinen, J. (2018). Means to Survive Bukasuara Startup With Startup
Disruption: Business Model Innovation Evolution Curve Methods. Advances in
and Strategic Continuity Management? Intellegent System Research.
31st Bled eConference: Digital
Suryaningrum, S., & Wardani, I. Y. (2013).
Transformation.
Hubungan Antara Beban Keluarga
Indarjo, S. (2009). Kesehatan Jiwa Remaja.
Dengan Kemampuan Keluarga Merawat
Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Pasien Perilaku Kekerasan di Poliklinik
Indonesia, A. P. (2017). Hasil Survei Penetrasi
Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor.
dan Perilaku Pengguna Internet
Jurnal Keperawatan Jiwa.
Indonesia 2017. Retrieved from APJII:
Taran, Y., Goduscheit, R. C., & Boer, H. (2020).
https://www.apjii.or.id/content/read/39/
Business Model Inovation - A Gamble
342/Hasil-Survei-Penetrasi-dan-
or a Manageable Proccess? Journal of
Perilaku-Pengguna-Internet-Indonesia-
Business Models, 90-107.
2017
Johnson, R. B., Onwuegbuzie, A. J., & Turner,
L. A. (2007). Toward a Definition of
Mixed Methods Research. Journal of
Mixed Method Research.
Jonikas, D. (2017). Startup Evolution Curve
From Idea to Profitable Business Idea
(Vol. 1st Edition).
Krista Sorri, M. S. (2019). Business Model
Innovation with Platform Canvas.
Journal of Business Models, 1-13.
Marmer, M., Herrmann, B., Dogrultan, E.,
Berman, R., Eesley, C., & Blank, S.
(2011). Startup Genome Report Extra:
Premature Scaling . Startup Genome.
Montemari, M., Chiucchi, M. S., & Nielsen, C.
(2020). Designing Performance
Measurement Systems Using Business
Models. Journal of Business Models,
48-69.
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2012). Business
Model Generation. Jakarta: Kompas
Gramedia.
Paternoster, N., Giardino, C., Unterkalmsteiner,
M., Gorschek, T., & Abrahamsson, P.
(2014). Software Development in
Startup Companies: A Systematic
Mapping Study. Information and
Software Technology.
Perkins, A. B., & Perkins, M. C. (1999). The
Internet Bubble. HarperBus.

AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan 331
Vol.5, No.3, Desember 2020, DOI : https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v5i3.30641, hal.317-331

View publication stats

You might also like