0% found this document useful (0 votes)
32 views8 pages

Transfer Molding

Uploaded by

Muhammad Dzaki
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
32 views8 pages

Transfer Molding

Uploaded by

Muhammad Dzaki
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

TRANSFER MOLDING

R A I H A N S I R A J - 2 1 0 6 7 3 2 4 9 4
J O E L R E X Y M A M O N E R A - 2 1 0 6 6 5 0 3 3 6
M U H A M M A D D Z A K I - 2 1 0 6 6 5 1 8 6 2
F A K I H A I M - 2 1 0 6 7 3 2 5 2 5
DEFINISI
Transfer molding merupakan suatu metode manufaktur yang menggabungkan elemen-elemen dari teknik injeksi dan
kompresi molding. Dalam proses ini, bahan mentah diukur dengan presisi sebelumnya dan kemudian dipanaskan
sebelum dimasukkan ke dalam suatu wadah yang terletak di bagian atas cetakan.

PERBEDAAN DENGAN TEKNIK LAIN


Terletak pada penggunaan cetakan yang terpisah dari sumber panas dan tekanan. Bahan cetakan awalnya
dipanaskan dalam transfer pot sebelum akhirnya dipindahkan ke dalam cetakan utama untuk membentuk produk
akhir. Dengan demikian, transfer molding menawarkan pendekatan yang berbeda dari teknik molding lainnya. Berbeda
dengan injection molding yang menggunakan extruder sebagai tempat pelelehan bahan baku.
KOMPONEN ALAT
Heaters: Berfungsi untuk menjaga suhu cetakan agar sesuai dengan
persyaratan proses dan mencegah ketidakseimbangan panas yang dapat
memengaruhi kualitas produk akhir.

Plunger: Alat pendorong yang digunakan untuk mendorong bahan cetakan


(molding compound) ke dalam rongga cetakan saat proses cetakan
berlangsung.

Transfer Pot: Tempat pelelehan bahan cetakan yang akan digunakan dalam
proses transfer molding.

Charge: Jumlah bahan cetakan yang dimasukkan ke dalam transfer pot.

Sprue: Saluran yang menghubungkan transfer pot dengan rongga cetakan


pada proses cetakan.

Mold Cavity: Rongga cetakan yang membentuk produk akhir.

Molded Part: Produk akhir yang dihasilkan setelah proses transfer molding
selesai.

Ejector Pin: Perangkat penolak yang digunakan untuk mendorong atau


melepaskan produk yang telah dicetak dari rongga cetakan setelah proses
cetakan selesai.
PRINSIP KERJA

PENEMPATAN CAMPURAN POLYMER, ADITIF, DAN FILLER DI POT TRANSFER

1
Campuran polymer bersama dengan aditif (zat tambahan untuk meningkatkan performa atau sifat material) dan filler
(materi tambahan untuk mengubah sifat fisik atau mekanik material) ditempatkan di dalam pot transfer. Pot transfer ini
berfungsi sebagai tempat untuk melelehkan dan membawa campuran bahan ke dalam proses molding.

PEMANASAN
Bahan di dalam pot transfer dipanaskan. Pemanasan ini menyebabkan melelehnya campuran polymer, aditif, dan filler
sehingga menjadi massa yang homogen dan mudah dicetak. 2
MENDORONG CAMPURAN POLYMER DENGAN PLUNGER
3 Sebuah plunger (alat dorong) digunakan untuk mendorong campuran polimer yang telah meleleh dari pot transfer menuju
sprue (jalur pengaliran) dan selanjutnya ke mold cavity (rongga cetakan). Plunger berfungsi untuk memastikan pengisian
rongga cetakan dengan presisi.
PRINSIP KERJA

PENDINGINAN POLIMER

4
Setelah rongga cetakan terisi, polimer didiamkan untuk mengalami proses pengerasan dan pendinginan. Ini memungkinkan
polimer untuk membentuk bentuk yang diinginkan sesuai dengan desain cetakan.

PEMBUKAAN CETAKAN DAN EJEKSI PRODUK


Cetakan dibuka setelah polimer cukup dingin dan keras. Produk akhir yang telah terbentuk di dalam rongga cetakan
kemudian dikeluarkan dengan menggunakan pin ejektor. Pin ejektor berfungsi untuk mendorong atau melepaskan produk 5
dari rongga cetakan.

PEMBERSIHAN SISA-SISA DI SPRUE


6 Sisa-sisa yang mungkin tertinggal di dalam sprue (jalur pengaliran) setelah proses cetakan selesai dihapus atau dibuang. Ini
dapat melibatkan pemotongan atau proses lainnya untuk membersihkan sprue dan mempersiapkannya untuk siklus
cetakan berikutnya.
Parameter Kisi

Suhu Tekanan Transfer Waktu Pendinginan

Waktu pendinginan yang


Suhu pemanasan plastik perlu Suhu pemanasan plastik perlu mencapai
berkepanjangan dapat
mencapai tingkat yang memadai tingkat yang memadai untuk melunakkan
mengakibatkan kekerasan pada
untuk melunakkan bahan, namun bahan, namun tidak boleh terlalu tinggi agar
plastik.
tidak boleh terlalu tinggi agar menghindari degradasi plastik.
menghindari degradasi plastik.
TIPE PLASTIK YANG DIGUNAKAN

Epoxy Polyethylene
Epoxy resin sering digunakan karena memiliki sifat Thermoplastik ini bisa digunakan dalam transfer molding
mekanis yang baik dan tahan terhadap panas. terutama jika sifat-sifat plastik ini sesuai dengan
kebutuhan produk.

Phenolic Polyamide (Nylon)


Plastik fenolik juga umum digunakan dalam transfer Nylon memiliki kekuatan dan ketahanan terhadap aus
molding karena tahan terhadap panas dan memiliki yang baik, membuatnya cocok untuk beberapa aplikasi
isolasi termal yang baik. transfer molding.
REFERENSI

https://www.themetalcasting.com/transfer-molding.html
https://www.coirubber.com/transfer-molding-defined/
http://eprints.poltektegal.ac.id/867/2/18020058_Muh_Musthafa_Yoshananda_LAPORAN_T
A_PENGARUH.pdf
https://gptcadoor.org/assets/downloads/tmxt7pdblvgo8v3.pdf
https://www.sciencedirect.com/topics/engineering/transfer-molding

You might also like