You are on page 1of 17

Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50.

000 ton / Tahun

BAB IV UTILITAS DAN LABORATORIUM

4.1. Unit Pendukung Proses (Utilitas) Utilitas merupakan unit penunjang proses produksi yang merupakan bagian penting untuk menunjang berlangsungnya proses suatu pabrik. Utilitas di pabrik Mononitrotoluen yang dirancang antara lain meliputi unit pengadaaan air, unit pengadaan steam, unit pengadaan udara tekan, unit pengadaan N2, unit pengadaan listrik,unit pengadaan bahan baker dan unit pengolahan limbah. 1. Unit pengadaan air Unit ini bertugas menyediakan dan mengolah air untuk memenuhi kebutuhan air sebagai berikut : a. b. c. Air pendingin Air umpan boiler Air konsumsi umum dan sanitasi.

2. Unit pengadaan steam Unit ini bertugas untuk menyediakan kebutuhan steam sebagai media pemanas untuk alat – alat perpindahan panas. 3. Unit pengadaan udara tekan Unit ini bertugas untuk menyediakan udara tekan untuk kebutuhan instrumentasi pneumatic, untuk penyediaan udara tekan di bengkel, untuk menyediakan udara umpan ke unit pengadaan nitrogen dan untuk kebutuhan umum yang lain.

Bab IV Utilitas dan Laboratorium 87

1.1.1. 5. Alasan digunakannya air laut sebagai media pendingin adalah karena faktor. keperluan pengolahan air. maupun untuk penerangan. Unit pengadaan Listrik Unit ini bertugas menyediakan listrik sebagai tenaga penggerak untuk peralatan proses. peralatan-peralatan elektronik atau listrik AC. b. c. dan sebagai cadangan pengganti udara instrumentasi.1 Unit Pengadaan Air 4. d. 6.faktor sebagai berikut : a. Tidak terdekomposisi. Dapat menyerap sejumlah panas per satuan volume yang tinggi. 4.1 Air Pendingin Air pendingin yang digunakan adalah air laut yang diperoleh dari laut yang tidak jauh dari lokasi pabrik. Unit pengadaan N2 Unit ini bertugas untuk keperluan purging alat proses saat shutdown. Unit pengadaan bahan bakar Unit ini bertugas menyediakan bahan bakar untuk kebutuhan boiler dan generator. Air laut dapat diperoleh dalam jumlah yang besar dengan biaya murah.000 ton / Tahun 88 4. Bab IV Utilitas dan Laboratorium . Listrik disuplai dari PLN setempat dan dari generator sebagai cadangan apabila listrik dari PLN mengalami gangguan. Mudah dalam pengaturan dan pengolahannya.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50.

karena air laut langsung dibuang lagi kelaut.26865 kg/jam 745. Partikel-partikel kecil/ mikroba laut (ganggang dan mikroorganisme laut) yang dapat menyebabkan fouling pada alat heat exchanger. Jumlah air laut yang dibutuhkan sebagai media pendingin untuk kondensor. Tidak dibutuhkan cooling tower. koil pendingin maupun heat exchanger adalah sebesar = = = 742614. Partikel-partikel besar/ makroba (makhluk hidup laut dan konstituen lain) b.000 ton / Tahun 89 e.hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan air laut sebagai pendingin adalah: a. Pengolahan dilakukan secara fisis dan kimia.  Jumlah kebutuhan air laut sebagai media pendingin.07075 m3/hari  Pengolahan air laut Untuk menghindari fouling yang terjadi pada alat-alat penukar panas maka perlu diadakan pengolahan air laut. tiga Bab IV Utilitas dan Laboratorium . Air pendingin ini digunakan sebagai pendingin pada kondensor. Pengolahan secara fisis adalah dengan screening dan secara kimia adalah dengan penambahan Chlorine. cooler dan reaktor. Tahapannya adalah sebagai berikut : Air laut dihisap dari kolam yang langsung berada di pinggir laut dengan menggunakan pompa. dalam pengoperasian digunakan enam buah pompa. Hal.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50.83628 m3/jam 17900.

Setelah dipompa kemudian dialirkan ke strainer yang mempunyai saringan stainless steel 0. Tipe : Single Stage Centrifugal Pump Bab IV Utilitas dan Laboratorium . Air laut kemudian dialirkan ke pabrik.4-1 halaman berikutnya.000 ton / Tahun 90 service dan sisanya standby. Pencucian dilakukan secara kontinyu.4 mm dan mengalami pencucian balik secara periodik. Dalam perancangan ini diinjeksikan klorin sebanyak 1 ppm. Sebelum masuk pompa. Klorin diinjeksikan secara kontinyu dalam kolam dan secara intermitten di pipa pengaliran.00044 m3/jam = 0.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50.  Kebutuhan klorin Kebutuhan klorin untuk penggunaan air laut dengan jumlah diatas adalah : = 0.43683 kg/jam = 0. maka diperlukan jenis pompa Single Stage Centrifugal dengan daya pompa 35 HP dan daya motor 39 HP. air dilewatkan pada travelling screen untuk menyaring partikel dengan ukuran besar. Skema pengolahan air laut dapat dilihat pada Gb. Didalam kolam diinjeksikan Sodium hipoklorit untuk menjaga kandungan klorin minimum 1 ppm. Sodium hipoklorit dibuat didalam Chloropac dengan bahan baku air laut dengan cara elektrolisa.01044 m3/hari  Pemompaan air laut Untuk memompakan air laut dengan jumlah diatas dan untuk mengatasi penurunan tekanan pada perpipaan dan di peralatan. dengan bahan Stainless Steel SS 304 dengan spesifikasi sebagai berikut : 1.

75 in 14. Kapasitas 4.7812 ft 10. OD pipa : 10 in : 10. Jumlah 3. Power pompa 5.larutan asam dan gas. ID pipa 13.1. luas alir per pipa : 0. Power motor 6. Pipa nominal 12.gas yang terlarut. Bahan konstruksi : Stainless Steel SS 304 11. Kandungan yang menyebabkan kerak ( scale forming). Efisiensi motor 8. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler adalah sebagai berikut : a. Korosi yang terjadi di dalam boiler disebabkan karena air mengandung larutan.02 in : 10. b.1.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50.2. NPSH required : 6 buah : 1204. Bab IV Utilitas dan Laboratorium .5472 ft2 15. NPSH available : 52.000 ton / Tahun 91 2.7556 ft 9. Schedule number : 40 4.Kandungan yang dapat menyebabkan korosi. Air Umpan Boiler Untuk kebutuhan umpan boiler sumber air yang digunakan adalah berasal dari dalam tanah. Efisiensi pompa 7.10 gpm : 35 HP : 39 HP : 80 % : 90 % : 12.

Air umpan boiler biasanya digunakan lagi setelah digunakan dan terkondensasi. Jumlah air ini hanya pada awal strat up pabrik. anorganik.  Jumlah air tanah sebagai umpan boiler Jumlah air yang digunakan adalah sebesar 37954.  boiler. c. Air yang diambil dari proses pemanasan bisa menyebabkan foaming pada boiler karena adanya zat.Kandungan yang menyebabkan pembusaan ( foaming).16174 kg/jam. merupakan proses mekanis penghembusan air Pengolahan air tanah sebagai air umpan dengan udara.garam karbonat dan silikat. biasanya mengandung material penyebab foaming.69285 kg/jam.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. oksigen bebas dan kadang mengandung asam. yang biasanya berupa garam. Efek pembusaan terjadi pada alkalinitas tinggi.zat organik. Tahapan pengolahan air baku menjadi air proses dan air umpan boiler meliputi : 1. Terjadi proses oksidasi yang Bab IV Utilitas dan Laboratorium . Aerasi.zat yang tidak larut dalam jumlah besar. untuk kebutuhan selanjutnya hanya air make up saja yang diperlukan diambil dari tanah. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan gas-gas terlarut dan kadar besi yang terlarut dalam air. Air yang berasal dari dalam tanah atau alam (air baku) pada umumnya belum memenuhi persyaratan yang diperlukan. sehingga harus menjalani proses pengolahan terlebih dahulu. dan zat.000 ton / Tahun 92 Pembentukan kerak disebabkan karena adanya kesadahan dan suhu tinggi. Jumlah air untuk keperluan make up air umpan boiler adalah sebesar 8350.

Oksigen terlarut dapat merusak baja. merupakan suatu unit saringan bertekanan yang mengandung MgO2 untuk menyaring endapan besi yang tidak sempat mengendap di aerator.3. HCO3-.1. Mg2+. Bab IV Utilitas dan Laboratorium .1.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. seperti Ca2+. dengan cara pemanasan terutama oksigen dan karbondioksida menggunakan steam. Penghilangan Besi. Air ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum.4-2 halaman berikutnya. Demineralisasi. 4. Air Konsumsi Umum dan Sanitasi Sumber air untuk keperluan konsumsi dan sanitasi berasal dari sumber air dalam tanah. Cl-. 3. Untuk menaikkan pH air ditambahkan NaOH sehingga air pada keadaaan netral. merupakan unit penukar ion untuk menghilangkan mineral terlarut dalam air. 4. 2.000 ton / Tahun 93 menjadikan besi terlarut menjadi endapan besi yang tidak larut. Gas-gas ini kemudian dibuang ke atmosfer. Setelah mengalami proses deaerasi kemudian diinjeksikan oxygen scavanjing yaitu larutan hidroquinon untuk mengikat gas oksigen yang masih terbawa dan juga diinjeksikan larutan morpoline (C4H9NO) untuk pencegahan korosi pada pipa-pipa. Proses aerasi dilakukan dalam suatu unit yang disebut aerator. Sebagai resin penukar kation dapat digunakan asam kuat dan resin penukar anion dapat digunakan basa kuat. merupakan proses penghilangan gas-gas terlarut. Alat yang digunakan biasa disebut Iron Removal Filter. Deaerasi. Na2+. SO4-. Skema proses pengolahan air proses dan air umpan boiler dapat dilihat pada Gb.

Syarat kimia: a. kantor. dan syarat bakteriologis. dan sisanya yang tidak terendapkan disaring Bab IV Utilitas dan Laboratorium . tidak mempunyai rasa dan tidak berbau. dan klorinasi. tidak beracun Syarat bakteriologis : Tidak mengandung bakteri. suhu di bawah suhu udara luar b. terutama bakteri yang patogen. Air konsumsi dan sanitasi harus memenuhi beberapa syarat. Syarat fisik: a. Jumlah air tanah untuk air konsumsi dan Pengolahan air untuk kebutuhan konsumsi dan sanitasi merupakan suatu unit tersendiri di pabrik. Endapan ferri hidroksida dibuang dengan cara blowdown. perumahan dan pertamanan.16800 kg/jam = 1. syarat kimia. tidak mengandung zat organik maupun anorgaik b. filtrasi.35000 m3/jam.000 ton / Tahun 94 laboratorium. Proses pengolahan yang dilakukan yaitu proses aerasi.  Pengolahan air untuk konsumsi dan sanitasi.bakteri.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. Aerasi bertujuan untuk menghilangkan gas-gas terlarut dan mengoksidasi kandungan ion ferro untuk diubah menjadi ion ferri dalam bentuk ferri hidroksida yang tidak larut dalam air. yang meliputi syarat fisik.  sanitasi Jumlah yang dibutuhkan adalah sebesar = 1344. warna jernih c.

Kapasitas 4. Power pompa : Single Stage Centrifugal Pump : 1 buah : 273.79942 kg/jam = 47.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50.16800 kg/jam = 1. Ke dalam air produk penyaringan selanjutnya diinjeksikan larutan kalsium hipoklorit untuk mematikan kandungan biologis air.3 halaman berikutnya. Selain penambahan senyawa diatas ditambahkan juga flouride.8 – 1.7034 gpm : 19 HP Bab IV Utilitas dan Laboratorium .35000 m3/jam Total kebutuhan = 46889.0.77936 kg/jam = 51. maka diperlukan jenis pompa Single Stage Centrifugal dengan daya pompa 19 HP dan daya motor 22 HP.000 ton / Tahun 95 di iron removal filter. Jumlah 3.09324 m3/jam Untuk keamanan dipakai 10 % berlebih.74324 m3/jam Air konsumsi dan sanitasi = 1344. dengan bahan Carbon Steel SA 283 grade C dengan spesifikasi sebagai berikut : 1. Untuk menjaga pH air minimum. Skema pengolahan air tanah untuk kebutuhan konsumsi dan sanitasi dapat dilihat pada gambar 4. Konsentrasi kalsium hipoklorit dijaga sekitar 0. Untuk memompakan air tanah dengan jumlah diatas dan untuk mengatasi perbedaan tekanan karena beda elevasi dan penurunan tekanan pada perpipaan.0 ppm.80257 m3/jam Pemompaan air tanah.63142 kg/jam = 45. ditambah larutan Ca(OH)2 sehingga pH-nya sekitar 6.8 – 7.  Air umpan boiler Total kebutuhan air tanah = 45545. maka : Total kebutuhan  = 51578. Tipe 2.

2. Power motor 6.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. ID pipa 13. luas alir per pipa : 0. Jadi jumlah steam yang dibutuhkan adalah : Saturated steam = 41750.000 ton / Tahun 96 5.14052 psi = 106 oC = 37954. Untuk memenuhi kebutuhan steam digunakan boiler. OD pipa : 5 in : 5. Schedule number : 40 4. NPSH available : 126. NPSH required : 22 HP : 70 % : 88 % : 4.1390 ft2 15.7501 ft 9.047 in : 5. jumlah steam dilebihkan sebanyak 10%.6258 ft 10. Efisiensi pompa 7. Unit Pengadaan Steam Steam yang diproduksi pada pabrik Mononitrotoluen ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan panas pada evaporator. Jenis steam yang digunakan pada pabrik mononitrotoluen ini yaitu : Saturated steam Tekanan Suhu Jumlah = 18.563 in 14. heat exchanger dan reboiler.1. Efisiensi motor 8. Pipa nominal 12. Bahan konstruksi : Carbon steel SA 283 grade C 11.16213 kg/jam Bab IV Utilitas dan Laboratorium .69285 kg/jam Untuk menjaga kemungkinan kebocoran steam pada saat distribusi.

1.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. Tipe 3. tekanan 100 psi dan suhu 30 oC.3.000 ton / Tahun 97  Boiler yang dibutuhkan.  Kompresor yang dibutuhkan Kapasitas : 200 m3/jam Tekanan suction : 14. Alat untuk menyediakan udara tekan berupa kompresor yang dilengkapi dengan dryer yang berisi silica gel untuk menyerap kandungan air sampai diperoleh kandungan air maksimal 84 ppm.95821 18. Spesifikasi Boiler 1. psi 7. Rate of steam. Unit Pengadaan Udara Tekan Kebutuhan udara tekan untuk prarancangan pabrik mononitrotoluen ini diperkirakan sebesar 200 m3/jam. Kode 2.99576 23010. Bahan bakar : : 4. Tekanan steam. Jumlah 4. lb/jam : 6. ft2 : : : : B – 01 Boiler pipa api 1 buah 308.7 psia Tekanan discharge: 100 psia Suhu udara Jenis Efisiensi : 30 oC : Single Stage Reciprocating Compressor : 80 % Daya kompresor : 18 HP Bab IV Utilitas dan Laboratorium .14052 Solar 5. Heating surface.

Pada tahapan ini udara dari unit penyedia udara tekan didinginkan dengan refrigerant freon sampai suhu 5 oC untuk mengkondensasikan uap air. Tahap pendinginan awal. 3. Tahap Pendinginan/pencairan Bab IV Utilitas dan Laboratorium . Bahan yang digunakan untuk menyerap uap air tersebut adalah Molecular Sieve.Kandungan air .02 % max.1 ppm max.Kandungan CO2 . Unit Pengadaan N2 Kebutuhan N2 untuk menjaga tekanan dalam tangki. : 1 ppm max.1. Kemurnian produk nitrogen adalah sebagai berikut : . Nitrogen yang diproduksi dalam fase cair hanya untuk persediaan saat shutdown saja untuk kebutuhan purging. Tahap Pemurnian Uap yang keluar dari separator diadsorbsi di dalam adsorber untuk menyerap sisa uap air dan CO2. selainnya itu nitrogen diproduksi dalam fase gas. Tahapan penyediaan nitrogen adalah sebagai berikut : 1. : 0. Kondensat dipisahkan di separator. keperluan purging saat shutdown dan sebagai cadangan udara instrumen diperkirakan sebesar 100 Nm3/jam (fase gas).Kandungan O2 : 0. 2.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50.000 ton / Tahun 98 Jumlah : 1 buah 4.4.

165.32832 kW 2. Tenaga listrik yang dihasilkan cukup besar.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. liquefier. Listrik untuk penerangan = 218. Listrik untuk AC = 15 kW 4. Unit Pengadaan Listrik Kebutuhan tenaga listrik di pabrik mononitrotoluen ini dipenuhi oleh PLN dan generator pabrik. turbin expander. Tegangan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan dengan transformer. Generator yang digunakan adalah generator arus bolak-balik dengan pertimbangan : 4.89297 kW Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi. hal ini bertujuan agar pasokan tenaga listrik dapat berlangsung kontinyu meskipun ada gangguan pasokan dari PLN. kW Jumlah kebutuhan listrik total = 408. Skema penyediaan udara tekan dan nitrogen dapat dilihat pada gambar 4. kolom distilasi.1.000 ton / Tahun 99 Alat pada tahapan ini dikenal dengan Coldbox yang terdiri dari main heat exchanger. 5.4 halaman berikutnya. Kebutuhan listrik di pabrik ini antara lain terdiri dari : 1.5. 4.56465 kW 3. = 10 Listrik untuk keperluan proses dan utilitas = Bab IV Utilitas dan Laboratorium .

Pemilihan bahan bakar cair tersebut didasarkan pada alasan : 1. Jenis bahan bakar yang digunakan adalah solar yang diperoleh dari Pertamina dan distributornya . Jika diasumsikan kapasitas generator = 75 % dari kapasitas total sehingga spesifikasi generator yang dibutuhkan untuk menyuplai kebutuhan listrik diatas jika terjadi gangguan listrik dari PLN adalah sebagai berikut : Tipe Kapasitas Tegangan Efisiensi Jumlah : AC generator : 307 kW : 220/360 volt : 80 % : 1 buah Bahan bakar : Solar 4.95016 Efisiensi : 80 %  Kebutuhan bahan bakar 1.000 ton / Tahun 100 Jumlah kebutuhan listrik sebesar ini disuplai oleh PLN.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. Unit Pengadaan Bahan Bakar Unit pengadaan bahan bakar mempunyai tugas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pada boiler dan generator.1. kesetimbangan terjamin 3. Untuk Boiler = 121.17571 L/jam Bab IV Utilitas dan Laboratorium . mudah didapat 2.6. mudah dalam penyimpanan Sifat fisik solar adalah sebagai berikut : Heating Value : 18800 Btu/lb Specific gravity : 0.

2. Masing-masing shift bekerja selama 8 jam.24865 L/jam = 154.18471 L/hari 4. Bab IV Utilitas dan Laboratorium .000 ton / Tahun 101 2.2. Disamping itu juga berperan dalam pengendalian pencemaran lingkungan.42436 L/jam = 3706. Dengan data yang diperoleh dari laboratorium maka proses produksi akan selalu dapat dikontrol dan dijaga mutu produk sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. yaitu sistem kerja shift selama 24 jam dengan dibagi menjadi 3 shift. Dalam melaksanakan tugasnya. 3. Laboratorium Laboratorium merupakan bagian yang sangat penting dalam menunjang kelancaran proses produksi dan menjaga mutu produk. Sebagai pengontrol kualitas bahan baku dan pengontrol kualitas produk. kelompok ini menggunakan sistem bergilir. Sebagai pengontrol terhadap proses produksi dengan melakukan analisa terhadap pencemaran lingkungan.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. air umpan boiler dan lain-lain yang berkaitan langsung dengan proses produksi. Untuk Generator Total kebutuhan = 33. Sebagai pengontrol terhadap mutu air pendingin. Kelompok shift Kelompok ini melaksanakan tugas pemantauan dan analisa –analisa rutin terhadap proses produksi. Laboratorium berada dibawah departemen produksi yang mempunyai tugas pokok antara lain : 1. Laboratorium melaksanakan kerja 24 jam sehari dalam kelompok kerja shift dan non shift : 1.

Laboratorium analitik Bagian ini bertugas mengadakan pemeriksaan terhadap bahan baku dan produk mengenai sifat-sifat kimianya. polusi c.2. Laboratorium fisik Bagian ini bertugas mengadakan pemeriksaan atau pengamatan terhadap sifat-sifat bahan baku dan produk. bagian laboratorium dibagi menjadi : a.2. Dalam rangka membantu kelancaran pekerjaan kelompok shift. b. kelompok ini melaksanakan tugasnya di laboratorium utama antara lain : a. Kelompok non shift Kelompok ini mempunyai tugas melakukan analisa khusus yaitu analisa yang sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen kimia yang diperlukan di laboratorium. laboratorium b. Analisa yang dilakukan antara lain : kadar kandungan kimiawi dalam produk Bab IV Utilitas dan Laboratorium . Dalam melaksanakan tugasnya. Laboratorium fisik Laboratorium analitik Laboratorium penelitian dan pengembangan melakukan penelitian atau percobaan untuk melakukan analisa bahan buangan penyebab menyediakan reagen kimia untuk analisa 4.2. membantu kelancaran produksi. antara lain : specific gravity viskositas kandungan air 4.000 ton / Tahun 102 2.1.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. c.

untuk mengukur specific gravity 4. untuk mengukur viskositas produk. untuk menganalisa kandungan kimiawi dalam produk.. Hidrometer. 5.000 ton / Tahun 103 - kandungan logam 4. 2. Viscometer. Infra Red Spectrofotometer (IRS).3. Gas cromatography untuk mengukur komposisi gas keluar reaktor.2. 3. untuk menganalisa kadar air. misalnya : diversifikasi produk perlindungan terhadap lingkungan Alat analisa penting yang digunakan antara lain : 1.Prarancangan Pabrik Mononitrotoluen Dari Toluen dan Asam Nitrat Dengan Kapasitas 50. Laboratorium penelitian dan pengembangan Bagian ini bertujuan untuk mengadakan penelitian. Bab IV Utilitas dan Laboratorium . Water content tester.