MAHIR

Bendahara Mahir Pajak

MAHIR

BUKU INI UNTUK KEPENTINGAN DINAS TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN

.

Juli 2011 Direktur Jenderal Pajak Ahmad Fuad Rahmany NIP 195411111981121001 i . Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan segala upaya agar penerimaan dari sektor pajak semakin meningkat. Dalam rangka peningkatan penerimaan negara. dimana setiap tahun kontribusi pajak selalu meningkat. perlu diterbitkan buku Bendahara Mahir Pajak agar bendahara mendapat informasi yang benar tentang kewajibannya sebagai Pemotong/Pemungut Pajak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. dan pelaporan pajak yang timbul dari berbagai transaksi pengeluaran yang terjadi di masing-masing unit ataupun satuan kerja. Dengan penerbitan buku panduan dengan judul “Bendahara Mahir Pajak” ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi bendahara pemerintah dalam memahami ketentuan dan tata cara kewajiban pemotongan/pemungutan. penyetoran. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi bendahara pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dan tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih kepada bendahara pemerintah yang telah turut membantu Pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sadar dan peduli pajak.Bendahara Mahir Pajak SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK Seperti kita ketahui bersama dewasa ini peranan pajak sangat besar dalam penerimaan negara. Oleh karena itu. Ini tercermin di dalam APBN. Pada tahun 2011 ini peranan pajak yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal Pajak direncanakan sebesar 70% dari APBN. Jakarta. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan peran bendahara sebagai ujung tombak dan mitra Direktorat Jenderal Pajak dalam menghimpun penerimaan negara.

.

Sjarifuddin Alsah NIP 060044664 ii . Pedoman tersebut disusun dalam bentuk buku yang kami beri judul “Bendahara Mahir Pajak” yang memuat antara lain mengenai penjelasan umum tentang Pajak Penghasilan (PPh). Juli 2011 Direktur Peraturan Perpajakan II A. Penghargaan saya sampaikan kepada segenap pegawai Direktorat Peraturan Perpajakan II dan pihak lain yang terlibat dalam penyusunan buku ini. Hal ini tentu akan memberikan dampak bagi penerimaan negara. semoga panduan yang disajikan dalam buku ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi bendahara pemerintah. simulasi penghitungan pajak. konsultasi melalui Account Representative. Untuk lebih mendukung upaya Direktorat Jenderal Pajak dalam memberikan pemahaman ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. pemotongan/pemungutan.Bendahara Mahir Pajak KATA PENGANTAR Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan selalu dinamis dan berkembang menyesuaikan dengan perubahan Undang-Undang. Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Harapan kami dengan diterbitkannya buku ini. Perkembangan ketentuan tersebut membuat sebagian Wajib Pajak. bendahara pemerintah dapat melaksanakan seluruh kewajiban perpajakannya dengan benar sehingga dengan demikian bendahara pemerintah akan turut membantu Direktorat Jenderal Pajak dalam mengamankan penerimaan negara. Direktorat Jenderal Pajak telah berupaya membuka berbagai saluran atau media agar Wajib Pajak semakin mudah memahami ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. dan juga Kring Pajak 500200. Jakarta. di antaranya melalui sosialisasi secara langsung kepada Wajib Pajak. khususnya Wajib Pajak bendahara pemerintah. dan Bea Meterai. dan pelaporan pajak yang timbul dari berbagai transaksi pengeluaran yang terjadi di masing-masing unit ataupun satuan kerja. kami memandang perlu untuk membuat suatu pedoman secara tertulis khususnya bagi Wajib Pajak bendahara pemerintah. mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. penyetoran. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan bagi bendahara pemerintah dalam memahami peraturan perundang-undangan di bidang terutama mengenai tata cara kewajiban perpajakan. sampai dengan cara pengisian berbagai formulir administrasi perpajakan.

.

Tunjangan dan Honorarium 34 iii . T9 dan T10) 3.Bendahara Mahir Pajak DAFTAR ISI SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI CARA MUDAH MEMAHAMI BUKU INI I. Tunjangan dan Honorarium 12 1. D. PENJELASAN UMUM Pemotongan PPh Pasal 21 Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 Pemotongan / Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Bea Meterai Kewajiban Mendaftarkan Diri i ii iii v 1 1 2 3 4 8 9 9 10 H. Belanja Gaji dan Tunjangan (T1 dan T2) 2. E. Belanja Honorarium (T3 dan T4) B. B. Belanja Gaji. dan Jasa 1. T7. Kewajiban Penyetoran dan Pelaporan SIMULASI PENGHITUNGAN PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK OLEH BENDAHARA 12 A. Modal. Belanja Jasa (T11. FAKTUR PAJAK. C. G. T8. DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA A. A. Belanja Gaji. T12 dan T13) 12 17 19 19 23 28 32 34 C. Belanja Barang. Belanja Modal (T6. Belanja Barang (T5) 2. F. II. SURAT SETORAN PAJAK. PENGISIAN FORMULIR BUKTI PEMOTONGAN. Belanja Hibah (T14) III.

Pengisian formulir untuk T6 61 Bel 66 Belanja Gaji/Honorar Gaji/Hon Gaji/ G 64 6. dan Jasa Pengisian formulir untuk T1. Pengisian 5. Pengisian Pengisian formulir untuk T1. Pengisian formulir untuk T11 formulir untuk T12 9. dan 1. Pengisian formulir untuk T5-4 Jasa B. T2. Pengisian formulir untuk T12 9. Belanja Barang. Pengisian 7. Modal. SURAT SETORAN A. Belanja Hibah (T14) 28 CARA CAC MU 34 CARA 34 34 34 61 61 32 1.PAJAK. Pengisian 6. Pengisian formulir untuk T7 76 87 76 8. Pengisian formulir untuk T6untuk T5-2 64 61 69 66 69 4. Hibah 8. Modal. Pengisian formulir untuk T13 90 Belanja B Belanja Belan 87 Barang Baran Barang Ba 90 94/Modal /M /Modal /Mod 94 105 INI INI 105 INI I 113 113 118 118 Hibah Pengisian formulir untuk T14 Pengisian formulir untuk T14 113 113 DAFTAR PERATURAN TAR PERATURAN TERKAITTERKAIT * ** T1 * PertanyaanP : T1*: T1* : T1 * T Pertanya Perta : ** J1** J1 : J1** :J ** iv . Pengisian formulir untuk T8 3. Pengisian 2. Belanja Bendahara Mahir PajakJasa (T11. DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA Belanja Barang. Pengisian formulir untuk T8 formulir untuk T9 7. T3 dan T4 formulir untuk T5-2 2. Pengisian formulir 3. Pengisian formulir untuk T13 C. Pengisian formulir untuk T5-4 formulir untuk T7 5. Belanja Gaji. Tunjangan dan Honorarium 3. T2. T3 dan T4 III. PENGISIAN FORMULIR BUKTI PEMOTONGAN. FAKTUR PAJAK. Pengisian formulir untuk T9 formulir untuk T11 4. T12 dan T13) C.

.... b. d.. T1* T1* : T1* T1* Imigrasi Medan . Bea f... PPh 21 a. PPh Pasal 21 PPh PPh PPh PPh Pasal 21 a. c.. PPh Pasal PPh PPh Pasal PasalPasalPasalPasal 23 c. 22 Pasal 22 22 b. e. PPh Pasal PPh PPh Pasal PasalPasalPasalPasal 21 a.... Bendahara Kantor Kantor Bendahara Medan T1* Bendahara Medan Kantor J1** :J1** J1** J1**pembayaran J1Atas Atas Atas pembayaran gaji ...... : AtasAtasAtas Atas pembayaran gajipembayaran gaji : : ** J1** : : pembayaran :: .... PPN PPN PPNPPN PPN PPN PPN PPN e. 22 22 b... d..... b. . PPh Pasal PPh PPh Pasal PasalPasalPasalPasal 4 (2) I BabLihat LihatLihatIBab ILihat Bab II d. 23 23 c. f. ImigrasiKantor Imigrasi Medan .pembayaran gaji . c.. d. Bea Bea Bea Bea Bea Bea Meterai f. 21 21 a......Bendahara Mahir Pajak ARACARA CARA MUDAHBUKU BUKUBUKU ACARA CARA CARA MUDAH MEMAHAMI BUKU UDAH MUDAH MEMAHAMI BUKUBUKU MUDAHMUDAH MEMAHAMI MUDAH MUDAH MEMAHAMI MEMAHAMI BUKUBUKU MEMAHAMI MEMAHAMI MEMAHAMI mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi mengidentifikasi pengeluaran anggaran anggaran anggaran anggaran pengeluaran anggaran pengeluaran pengeluaran pengeluaran anggaran anggaran pengeluaran anggaran pengeluaran pengeluaran anggaran pengeluaran sesuai dengansesuaiKode dengan sesuai Mata Kode Mata sesuai dengan dengan sesuai Matadengan Kode Mata sesuai dengansesuai dengan Kode Mata Kode MataMata sesuai dengan Mata sesuai Kode Mata Kode dengan Kode Kode AnggaranAnggaran Kegiatan/Proyek Kegiatan/Proyek Anggaran Kegiatan/Proyek Anggaran Kegiatan/Proyek Kegiatan/Proyek Anggaran AnggaranAnggaranAnggaran Kegiatan/Proyek Anggaran Kegiatan/Proyek Kegiatan/Proyek Kegiatan/Proyek lanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja riumGaji/Honorarium Gaji/Honorarium Gaji/Honorarium norarium /HonorariumGaji/Honorarium Gaji/Honorarium Gaji/Honorarium Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Belanja Jasa Jasa Jasa JasaJasaJasaJasaJasa Jasa Belanja Belanja Belanja nja Belanja Belanja Belanja ng Barang Barang arang Barang Barang Barang dal /Modal /Modal Modal /Modal /Modal /Modal Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah INIINI INI I INI INI PenjelasanPenjelasan umum pajak yangpajakpajakpajakpajak terkait Penjelasan umum pajak terkaitPenjelasan umum pajak yang terkait umum pajak yang yang terkait umum yang terkait PenjelasanPenjelasan Penjelasan umum yang yang terkait PenjelasanPenjelasan terkait umum pajak yang yang terkait umum terkait umum dengan pengeluaran dengan pengeluaran tersebut: tersebut: dengan pengeluarandengan pengeluaran tersebut: tersebut: dengan pengeluaran dengan pengeluaran dengan pengeluaran tersebut: tersebut: tersebut: tersebut: dengan pengeluaran tersebut: dengan pengeluaran a. gaji gaji J1** :J1pembayaran Lihat LihatLihat III LihatIII LihatIII III III Bab III Lihat III LihatIII Lihat Bab III Bab Bab Bab Bab Bab Lihat Bab Bab BagaimanaBagaimana cara formulirnya? formulirnya? Bagaimana pengisianBagaimanaBagaimana formulirnya? formulirnya? cara cara pengisian pengisian pengisian formulirnya? Bagaimana caraBagaimana cara pengisian formulirnya? Bagaimana caraBagaimana cara pengisian formulirnya? pengisian formulirnya? formulirnya? cara pengisian cara pengisian Pertanyaan Pertanyaan1 1nomor 1 anyaan1nomor: 1 1nomor nomor 1 T1 *: PertanyaanPertanyaan aanT1 *: Pertanyaan nomor T1 ** 1 : Pertanyaan nomor T1 nomor nomor 1 : nomor T1 **: J1** J1 ** Jawaban atas Jawaban atasatas pertanyaan 1 ** J1 : J1 : Jawaban atas pertanyaan nomor 1 J1 Jawaban atasatas: pertanyaan Jawaban : : Jawaban Jawaban atas pertanyaan nomorpertanyaan1nomor 1 1 J1 : Jawaban atas pertanyaan pertanyaan pertanyaan nomor Jawaban atas pertanyaan nomor 1 nomor nomor 1nomor nomor 1 1 v .... a..** .... : Bendahara Kantor T1* ImigrasiKantor . PPh Pasal 23 PPh PPh PPh PPh Pasal 23 c......Imigrasi Medan ... BagaimanaBagaimana cara caraBagaimana dan menghitung pemotongan dan dan Bagaimana menghitung pemotongan menghitung pemotongan dan cara cara menghitung pemotongan cara dan dan dan BagaimanaBagaimanaBagaimana dan menghitung pemotongan dan Bagaimana menghitung pemotongan menghitung pemotongan menghitung pemotongan caraBagaimana cara cara cara pemotongan menghitung Bab II IIBab LihatII IIBab II Bab Bab Lihat Bab II Lihat Bab pemungutan pajaknya? pajaknya? pajaknya? pajaknya? Lihat LihatLihat II pemungutan pajaknya?pajaknya? pajaknya? pajaknya? Bab IIBabLihat LihatLihatII pemungutan pemungutan pemungutan pemungutan pemungutan pajaknya? pemungutan pemungutan T1* : T1* : Bendahara Kantor:T1*Medan::. Bendahara Kantor :Imigrasi :Imigrasi Medan . PPh Pasal 22 PPh PPh PPh PPh Pasal 22 b.. (2) d... Imigrasi Medan . f.. J1 pembayaran gaji gajiAtas . 4 (2) 4 Lihat Bab d.. c. PPh 22 b....... b... a.. Atas pembayaran gaji .....** . PPN e. PPh Pasal 4 (2) PPh PPh PPh PPh Pasal 4 LihatLihat IBab I d. . Bea Meterai Meterai Meterai Meterai f...... PPh 23 c. f.. f. PPh (2) (2) (2) Bab I Bab LihatLihatI Bab Bab e.. e. e...... e. b.... 4d. Bea Meterai Meterai Meterai Meterai f. Imigrasi Medan BendaharaBendaharaBendahara Kantor ... .. e. f. 23 Pasal 23 23 c. 21 Pasal 21 21 a.. PPh Pasal PPh PPh Pasal PasalPasalPasalPasal 22 b. c.... 4 (2) Pasal 4 (2) 4 d... a. e....

upah. S A. dan pembayaran lainnya sehubungan dengan pekerjaan/jasa/kegiatan wajib melakukan pemotongan PPh Pasal 21.Bendahara Mahir Pajak I. bendahara pemerintah harus mengetahui aspek-aspek perpajakan terutama yang berkaitan dengan kewajiban untuk melakukan pemotongan dan/atau pemungutan Pajak Penghasilan serta Pajak Pertambahan Nilai. dan kegiatan. jasa. tunjangan. tunjangan. Bendahara pemerintah yang membayar gaji. uang makan dan 1 . Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2). Pajak Penghasilan Pasal 23. Pembayaran Penghasilan yang wajib dipotong PPh Pasal 21 oleh bendahara pemerintah antara lain adalah pembayaran atas gaji. honorarium. PENJELASAN UMUM Pokok Pembahasan: Tata cara pendaftaran untuk memperoleh NPWP Pemotongan PPh Pasal 21 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemotongan PPh Pasal 23 Pemotongan/pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Pengenaan Bea Meterai Penyetoran dan pelaporan pajak yang dipotong/dipungut esuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang perpajakan. Termasuk dalam pengertian bendahara pemerintah adalah pemegang kas dan pejabat lain yang menjalankan fungsi yang sama. Kewajiban bendahara pemerintah sehubungan dengan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai antara lain adalah pemotongan dan/atau pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21. Pemotongan PPh Pasal 21 Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atau PPh Pasal 21 adalah cara pelunasan pajak dalam tahun berjalan melalui pemotongan pajak atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan. pihak yang melakukan pemotongan dan pemungutan pajak atas pengeluaran yang berasal dari APBN/APBD adalah bendahara pemerintah. Pajak Penghasilan Pasal 22. dan Pajak Pertambahan Nilai. Sebagai pihak yang melakukan pemotongan dan pemungutan pajak. honorarium. upah.

Anggota TNI. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2009.03/2008. Pasal 21 Undang-undang PPh. 4. KECUALI atas PPh Pasal 21 atas tambahan tarif 20% karena belum punya NPWP Penghasilan lainnya Tidak Ditanggung Pemerintah Tidak Bersifat Final Bersifat Final Gambar 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK. Skema Pemotongan PPh Pasal 21 oleh Bendahara Catatan: apabila penerima penghasilan adalah selain Pejabat Negara. Berikut skema pemotongan PPh Pasal 21 oleh bendahara: Sumber Dana: APBN/APBD Penghasilan tetap dan teratur setiap bulan Diterima oleh Pejabat Negara. meubeler.Bendahara Mahir Pajak pembayaran lainnya (tidak termasuk pembayaran biaya perjalanan dinas). Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 atau PPh Pasal 22 dilakukan sehubungan dengan pembayaran atas pembelian barang seperti: komputer.03/2010. 2. 3. B. Peraturan terkait pelaksanaan pemotongan PPh Pasal 21 adalah: 1. baik kepada pegawai maupun bukan pegawai. Anggota TNI/POLRI dan pensiunannya. mobil dinas. pemotongan PPh Pasal 21 mengacu pada ketentuan umum pemotongan PPh Pasal 21. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010. Pemungutan PPh Pasal 22 dilakukan oleh: 2 . 5. PNS. PNS. ATK dan barang lainnya oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak penyedia barang. Anggota POLRI dan Pensiunannya Terutang PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.

royalti. untuk pembayaran kepada pihak ketiga yang dilakukan dengan mekanisme pembayaran langsung (LS). benda pos Pembelian barang dengan dana BOS Peraturan terkait pelaksanaan pemungutan PPh Pasal 22 adalah: 1. jasa manajemen. c. Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 atau PPh Pasal 23 adalah cara pelunasan pajak dalam tahun berjalan melalui pemotongan pajak atas penghasilan yang dibayarkan oleh bendahara kepada pihak lain. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-15/PJ/2011. listrik. hadiah/penghargaan. Pasal 22 Undang-Undang PPh 2. Rp2. C.000. air dengan penggunaan dana Bantuan Operasional minum/PDAM dan Sekolah (BOS). Pemerintah Daerah. 3 . pembayaran untuk pembelian barang sehubungan gas.00 dengan tidak dipecahpecah dalam beberapa faktur. Besarnya PPh Pasal 22 yang wajib dipungut adalah: 1.000.Bendahara Mahir Pajak bendahara pemerintah dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai pemungut pajak pada Pemerintah Pusat. pelumas.03/2010. Instansi atau lembaga Pemerintah dan lembagalembaga negara lainnya berkenaan dengan pembayaran atas pembelian barang. Pembelian barang b.5% x harga beli (tidak termasuk PPN) Pemungutan PPh Pasal 22 atas belanja barang tidak dilakukan apabila: a. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau pejabat penerbit Surat Perintah Membayar yang diberi delegasi oleh KPA. gas.000. listrik. imbalan sehubungan dengan jasa teknik. bendahara pengeluaran untuk pembayaran yang dilakukan dengan mekanisme uang persediaan (UP). pelumas. Penghasilan yang dibayarkan tersebut antara lain: sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta. 3.000. dan Pembelian BBM. pembelian bahan bakar minyak.00 air minum/PDAM dan benda-benda pos. jasa konsultan dan jasa lain. pembelian barang dengan nilai maksimal Tidak dipungut PPh Pasal 22: pembelian Rp2.

13. Jasa perancang (design). 15. telepon. kondominium. TV kabel. Pemotongan / Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) Pemotongan atau pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) atau PPh Pasal 4 ayat (2) adalah cara pelunasan pajak dalam tahun berjalan antara lain melalui pemotongan atau pemungutan pajak yang bersifat final atas penghasilan tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 18. rumah toko. rumah susun. Jasa penilai (appraisal). Jasa catering atau tata boga. 10. selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi. Jasa akuntansi. termasuk perawatan. telepon. pertokoan. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara. Jasa perantara dan/atau keagenan. Jasa pengepakan. Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services) 9. Objek PPh Final adalah sewa tanah dan/atau bangunan berupa tanah. AC. 5. gudang. Jasa instalasi/pemasangan mesin. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer.Bendahara Mahir Pajak Jasa lain tersebut yang menjadi objek pemotongan PPh Pasal 23 antara lain: 1. listrik. Jasa Perawatan/perbaikan/ pemeliharaan mesin. Jasa pembasmian hama. 2. AC. pemeliharaan dan perbaikan.03/2008 D. 16. 8. air. 11. 4 . media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi. Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media masa. Jasa kebersihan atau cleaning service. peralatan. Jasa sehubungan dengan software computer. gedung perkantoran. alat transportasi/ kendaraan dan/atau bangunan. 3. dan atestasi laporan keuangan. 7. 4. listrik. apartemen. rumah. 12. toko. peralatan. dan/atau TV kabel. Peraturan terkait pelaksanaan pemotongan PPh Pasal 23 adalah: Pasal 23 Undang-Undang PPh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan. rumah kantor. 6. 14. Jasa penebangan hutan. Jasa maklon. gedung pertemuan termasuk bagiannya. 17. gas. air.kec uali yang dilakukan oleh KSEI. selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi. Jasa pengolahan limbah. 20. pembukuan. PERSEWAAN TANAH DAN/ATAU BANGUNAN a. Jasa aktuaris. gas. 19. bangunan industri.

b. lelang. penyerahan hak.Bendahara Mahir Pajak b. pelabuhan laut. Objek PPh final adalah penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan meliputi penjualan. Besarnya PPh Final yang dipungut adalah 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. hibah.000. 2) 3) 5 . Pembebasan PPh Final dapat diberikan atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada: 1) Orang pribadi yang mempunyai penghasilan di bawah PTKP yang jumlah bruto pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunannya kurang dari Rp60. Jumlah bruto nilai persewaan adalah jumlah yang dibayarkan/terutang oleh penyewa termasuk biaya perawatan. waduk. dan service charge (baik perjanjiannya dibuat secara terpisah maupun disatukan).00 (enam puluh juta rupiah) dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah. bendungan dan bangunan pengairan lainnya. atau cara lain yang disepakati. bandar udara. dan fasilitas Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. perjanjian pemindahan hak. Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada pemerintah guna pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum yang memerlukan persyaratan khusus yaitu pembebasan tanah oleh pemerintah untuk proyek-proyek jalan umum. pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan yang tidak termasuk subjek pajak (seperti: pemerintah dan perwakilan negara asing). tukarmenukar. fasilitas lainnya. pelepasan hak. saluran irigasi. saluran pembuangan air. Pembebasan diberikan melalui penerbitan Surat Keterangan Bebas (SKB) oleh Kepala KPP tempat Wajib Pajak terdaftar.000. c. lahar dan bencana lainnya. fasilitas keselamatan umum seperti tanggul penanggulangan bahaya banjir. baik yang menyewakan Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Badan. pemeliharaan. c. PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN/ATAU BANGUNAN a. Besarnya PPh Final yang dipotong adalah 10% dari jumlah bruto nilai persewaan. keamanan.

Tarif dan Dasar Pengenaan PPh Final: 6 . b. termasuk di dalamnya pekerjaan konstruksi terintegrasi yaitu penggabungan fungsi layanan dalam model penggabungan perencanaan. e. mekanikal. Perencanaan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan bangunan fisik lain. yang mampu melaksanakan pekerjaan pengawasan sejak awal pelaksanaan pekerjaan konstruksi sampai selesai dan diserahterimakan. c. elektrikal. dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural. dan pembangunan (engineering. Pengawasan konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pengawasan jasa konstruksi. d. JASA KONSTRUKSI a. sipil. Pelaksanaan Konstruksi adalah pemberian jasa oleh orang pribadi atau badan yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pelaksanaan jasa konstruksi yang mampu menyelenggarakan kegiatannya untuk mewujudkan suatu hasil perencanaan menjadi bentuk bangunan atau bentuk fisik lain. procurement and construction) serta model penggabungan perencanaan dan pembangunan (design and build).Bendahara Mahir Pajak Pembebasan sebagaimana dimaksud dalam angka 2) dan 3) diberikan tanpa melalui penerbitan SKB. pengadaan.

03/2002.04/1996 sebagaimana telah diubah 7.04/1994 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK. 3. PP Nomor 29 Tahun 1996 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 5 Tahun 2002. 7 .03/2008. dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 120/KMK. 2. 6.03/2008 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK. PP Nomor 48 Tahun 1994 sebagaimana telah diubah terakhir dengan PP Nomor 71 Tahun 2008. Keputusan Menteri Keuangan 635/KMK. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 394/KMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/PMK. Tarif dan Dasar Pengenaan PPh Final atas Jasa Konstruksi Peraturan-peraturan perpajakan yang menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) adalah: 1. 8. PP Nomor 51 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 40 Tahun 2009. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-227/PJ. 4./2002. 5. Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang PPh.Bendahara Mahir Pajak JASA KONSTRUKSI PPh bersifat final Pelaksana Konstruksi mempunyai kualifikasi usaha kecil Selain kecil Tidak mempunyai kualifikasi usaha Perencana/Pengawas Konstruksi Dengan kualifikasi usaha tanpa kualifikasi usaha TARIF 2% 3% 4% 4% 6% Gambar 2.03/2009.

pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan penerbangan. f. pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.000. pembayaran untuk pembebasan tanah. 8 . dan Rp1. pembayaran atas penyerahan Bahan Bakar Minyak dan Bukan Bahan Bakar Minyak oleh PT Pertamina (Persero). pembelian mesin absensi pegawai. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. 4. d. terdapat beberapa transaksi tidak dipungut pembelian barang dan perolehan jasa dari pihak ketiga dan/atau dibebaskan yang tidak perlu dipungut PPN oleh bendahara yaitu: pembayaran BBM dan a.03/2010. pembelian komputer. g.000. perolehan Tidak dipungut PPN: jasa konstruksi.000. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/PJ/2010.03/2003.Bendahara Mahir Pajak E. BKP/JKP yang PPN Namun demikian. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK. pembayaran rekening b. Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN merupakan pelunasan pajak yang dikenakan atas setiap transaksi pembelian barang atau perolehan jasa dari pihak ketiga. pembayaran untuk Secara umum atas setiap transaksi pembelian pembebasan tanah barang dan perolehan jasa dari pihak ketiga/rekanan pembayaran yang dibayar oleh bendahara harus dipungut PPN. Peraturan-peraturan perpajakan yang menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan pemungutan PPN adalah antara lain: 1.000.00 perolehan jasa atas tenaga keamanan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009. pembayaran yang jumlahnya paling banyak bukan BBM oleh Rp1. perolehan jasa pemasangan mesin pembayaran absensi. 3. perolehan jasa perawatan AC kantor. pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak angkutan udara dan/atau Jasa Kena Pajak yang menurut ketentuan pembayaran barang perundang-undangan yang berlaku. pembayaran atas rekening telepon. misal pembelian alat tulis kantor.00 (satu juta rupiah) dan tidak Pertamina merupakan pembayaran yang terpecah-pecah. mendapat yang tidak dikenakan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai tidak dipungut PPN dan/atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. 2. telepon pembayaran jasa c. pembelian seragam untuk keperluan dinas. e.

Bea Meterai Bea meterai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen yang menurut Undang-Undang Bea Meterai menjadi objek Bea Meterai. Tempat Pendaftaran Bendahara pemerintah wajib mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah kerja yang sesuai dengan tempat kedudukan unit kerja.0-529.Bendahara Mahir Pajak F. 2. misal Bendahara SD Negeri 1 Kalitinggar dengan NPWP 00. dokumen yang bersifat perdata. Dokumen yang dikenai bea meterai antara lain adalah dokumen yang berbentuk surat yang memuat jumlah uang. 3. 9 . dan dokumen kontrak pengadaan jasa tenaga kebersihan. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-02/PJ/2003. mengisi formulir pendaftaran Wajib Pajak untuk Wajib Pajak bendahara yang tersedia di KPP dengan melampirkan fotokopi surat penunjukan sebagai bendahara dan Kartu Tanda Penduduk bendahara tersebut. Tata Cara Pendaftaran a. dan dokumen yang dapat digunakan di muka pengadilan misalnya dokumen kontrak pengadaan meja kursi kantor. 1. NPWP akan diterbitkan oleh KPP dengan nama bendahara unit/satuan kerja. c. b. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985. G. 2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK.557.000.031.03/2009. Peraturan-peraturan perpajakan yang menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan Bea Meterai adalah: 1. dan pelaporan PPh dan/atau PPN. penyetoran. KPP menerbitkan NPWP yang terdiri dari 15 digit dan Surat Keterangan Terdaftar paling lama 1 (satu) hari kerja sejak permohonan diterima secara lengkap. Kewajiban Mendaftarkan Diri Bendahara pemerintah yang mengelola dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang merupakan identitas bendahara sebagai Wajib Pajak dalam melaksanakan pemotongan/pemungutan. dokumen perjanjian pembangunan gedung kantor dengan pengusaha jasa konstruksi.

paling lama tanggal 7 (tujuh) bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. Untuk bendahara pengeluaran sebagai Pemungut PPN. dan Pelaporan Pajak. Penentuan Tempat Pembayaran Pajak. Penyetoran. b. Paling lama akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. ayat (2) b. Tanggal Pelaporan Paling lama 20 hari setelah Masa Pajak berakhir Paling lama 14 hari setelah Masa Pajak berakhir Paling lama 20 hari setelah Masa Pajak berakhir Paling lama 20 hari setelah Masa Pajak berakhir a. Batas waktu pembayaran/penyetoran pajak yang sudah dipotong dan/atau dipungut oleh bendahara pemerintah serta tanggal pelaporan Surat Pemberitahuan Masa adalah sebagai berikut: Tanggal Penyetoran PPh Pasal 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 23 PPh PPN Pasal 4 Paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir Disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran Paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir Paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir a. serta Tata Cara Pengangsuran dan Penundaaan Pembayaran Pajak. 10 .03/2007 tentang Penentuan Tanggal Jatuh Tempo Pembayaran dan Penyetoran Pajak. Menteri Keuangan telah menetapkan batas waktu penyetoran PPh dan/atau PPN ke Bank Persepsi/Kantor Pos penerima pembayaran serta batas waktu pelaporan SPT Masa PPh dan/atau PPN ke KPP tempat Wajib Pajak bendahara terdaftar yaitu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80/PMK. dan Tata Cara Pembayaran.03/2010 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK. Untuk Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar sebagai Pemungut PPN. Kewajiban Penyetoran dan Pelaporan Untuk kewajiban penyetoran dan pelaporan Pajak Penghasilan serta Pajak Pertambahan Nilai.Bendahara Mahir Pajak H. Paling lama akhir bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. harus disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran kepada Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah melalui KPPN.

apabila tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak bertepatan dengan hari libur termasuk hari Sabtu atau hari libur nasional. 4. 2. Pajak Pertambahan Nilai. pembayaran dan penyetoran pajak dilakukan di Kantor Pos atau bank yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak atau sarana administrasi lain yang disamakan dengan Surat Setoran Pajak. Untuk lebih memudahkan bendahara dalam melakukan kewajiban pemotongan/pemungutan Pajak Penghasilan. pada Bab II akan diberikan simulasi contoh-contoh penghitungan pemotongan/pemungutan pajak sesuai jenis transaksi pengeluaran bendahara. bendahara sebagai Pemungut PPN melakukan validasi Faktur Pajak yang diterbitkan oleh rekanan. namun Surat Setoran Pajak tetap dipersiapkan oleh bendahara yang bersangkutan. penyetoran dan pelaporan pajak-pajak yang telah dipotong/dipungut antara lain : 1. bendahara sebagai Pemotong PPh Pasal 21 atas penghasilan PNS di satuan kerjanya. 5. 3. bendahara sebagai Pemotong atau Pemungut PPh memberikan tanda bukti pemotongan atau tanda bukti pemungutan kepada orang pribadi atau badan yang dipotong atau dipungut PPh setiap melakukan pemotongan atau pemungutan. dan Bea Meterai. pembayaran atau penyetoran pajak dapat dilakukan pada hari kerja berikutnya. Surat Setoran Pajak atau sarana administrasi lain dianggap sah apabila telah divalidasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Pajak (NTPN). 7. 11 .Bendahara Mahir Pajak Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan kewajiban pemotongan/pemungutan. memberikan tanda bukti pemotongan paling lama 1 (satu) bulan setelah tahun kalender berakhir. 6. Pajak Penjualan atas Barang Mewah. dalam hal pencairan anggaran dengan mekanisme LS maka pemindahbukuan pajak yang dilakukan oleh KPPN merupakan pembayaran dan penyetoran pajak yang terutang.

440.700 2. 1 Anak Kawin. Belanja Gaji dan Tunjangan (T1 dan T2) T1 Bendahara Kantor Imigrasi Medan Rahmat Widodo (NPWP 00.000 2.500 Tunjangan Jabatan (Rp) 540. 5.030.777. SIMULASI PENGHITUNGAN PEMOTONGAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK OLEH BENDAHARA A.777.5-122.000 Kawin. Nama (NPWP) 1. 3. Tunjangan dan Honorarium 1.570.777.000) Nasrun (belum ber-NPWP) Tabel 1.000) Rahmat Widodo Dody Heri (07.777.240.750.000) melakukan pembayaran gaji kepada para pegawai dengan daftar penghasilan sebagai berikut: No.6-122.035.5-122. Daftar Penghasilan Pegawai Kantor Imigrasi Medan Pengajuan daftar pembayaran gaji bulan Maret ke KPPN dilakukan pada tanggal 10 Februari 2011.444. 2 Anak Tidak Kawin Kawin. 3 Anak Kawin. Belanja Gaji.870. Rifki Zain Gaji (Rp) 2. 1 Anak Status (02.Bendahara Mahir Pajak II. Bagaimana perlakuan perpajakan berkenaan dengan pembayaran gaji bulan Maret 2011? J1 Atas pembayaran gaji bulan Maret 2011 tersebut terutang PPh Pasal 21 dengan penghitungan sebagai berikut: 12 .485. 2.000) (07.5-122.500 2.454.600 2.000) (07. 4.441.5-122.000 520.000 440.

600 440.000 182.876 2.191.663.840.714 325.085 5% 15.726.000 89.320.000 19.000 1.228 143.367.981 15.035.411 355.307 22.490 155.846.033 131. T2 Rifki Zain pada bulan April ditugaskan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara sehingga Rifki mendapatkan tunjangan jabatan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dan dibayarkan tunjangan jabatan sebesar Rp3.000 114.240.118 2.640.564.320.700 49.580 121. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak April sampai dengan November 2011 di Kantor Imigrasi Medan 13 .75% 200.870.500 275.429 94.000 1.257 2.000 287.307 15.320.848 41.000 2.512 8. 2.000 4.644.500 2.000 224.000.512 15.928.318.800.726.000 3.009.000 198.160.296 280.429 116.903 106.404.960.941 3.500 203.600 Dody 2.000 1.000.200 52. memotong PPh Pasal 21 atas pembayaran gaji.850 34.355 223.128.564.901 3.840.000 99.000 22.823.550 Nasrun 2.840.692 94.150 94.000 22.000 1.377. 3.Bendahara Mahir Pajak 1 Gaji pokok Tunjangan istri Tunjangan anak Tunjangan jabatan Tunjangan beras Ppembulatan Penghasilan bruto 2 Pengurang Biaya jabatan Iuran pensiun 3 Penghasilan neto Penghasilan neto disetahunkan 4 PTKP Untuk Wajib Pajak Status WP Kawin Tanggungan 5 PKP Pembulatan 6 PPh Pasal 21 setahun PPh Pasal 21 sebulan Tambahan 20% lebih tinggi Bagi yang belum ber-NPWP Total PPh Pasal 21 Rifki Zain 2.000 12.000 17.082 28.620.000 628.217.300 94. Daftar Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Maret 2011 Kewajiban bendahara atas pembayaran gaji bulan Maret 2011 adalah: 1.840.692 159.160.688 15.400 63.800 540. 2.238 6.136.000 3.000 2.840.000 1. menyetorkan PPh Pasal 21 paling lama tanggal 11 April 2011.653.550 99.108 253.00 per bulan sedangkan dari Kantor Imigrasi Medan hanya mendapat gaji dan tunjangan selain tunjangan jabatan.900 43.840.338.000 198.217.000 8.320.609 39.000 1. Bagaimana penghitungan PPh Pasal 21 mulai Masa Pajak April 2011 di Kantor Imigrasi Medan dan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara? J2 Penghitungan PPh Pasal 21 di Kantor Imigrasi Medan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara adalah : a.350 52.794 15.000 3.050 520.793 25.000 21.663.000 756.128.750.688 15.800 Rahmat W.000 15.981 12.000 410.050 5% 4.910.114.570.120.200 Heri 2.010 122.133.794 22.350 Tabel 2.000 17. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 paling lama tanggal 20 April 2011.724 34.033 63.

490 155.570. biaya jabatan 5% x 3.d.570.75% x 3.800 198.320.900 37.469.800 173.120.901 3.000 3.570.960.271.d. Iuran pensiun 4.800 b.000 828.042 Tabel 3.690.794 15. November 2011 1 gaji pokok Tunjangan istri Tunjangan anak Tunjangan jabatan* Tunjangan beras Pembulatan Penghasilan bruto 2 Pengurang a.469.000 21.Bendahara Mahir Pajak Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Masa Pajak April s.000 16.000 114.794 16. November 2011 14 .840.000 1.000 7 PPh Pasal 21 sebulan 828.500 : 12 *sejak bulan April tidak menerima tunjangan jabatan 2. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak April s.800 3 Penghasilan neto Penghasilan neto disetahunkan 4 PTKP (K/3) Untuk Wajib Pajak Status WP Kawin Tanggungan 5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Pembulatan 6 PPh Pasal 21 setahun 5% x 16.000 287.140.411 328.500 69.000 3.870.

794 18. iuran pensiun 4. biaya jabatan 5% x 43.000 21. B. PPh Pasal 21 Januari sampai Maret 3 x 94.042 7 PPh Pasal 21 Bulan Desember 12.109. C.600 2.840.806 39.109.794 15.Bendahara Mahir Pajak b.075 552.027.029.109. B.d Nov) a. Menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan.000 PPh Pasal 21 terutang (Jan s.257.228.600 3 Penghasilan neto setahun 4 PTKP untuk Wajib Pajak status WP Kawin tanggungan 5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) pembulatan 6 PPh Pasal 21 setahun 5% x 18.926 4. dan huruf C adalah sebagai berikut: Penghitungan PPh Pasal 21 untuk huruf A adalah sebagaimana 15 . PPh Pasal 21 April sampai November 8 x 69. Perhitungan PPh Pasal 21 Masa Desember 2011 di Kantor Imigrasi Medan Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Masa Pajak Desember 2011 1 Penghasilan Bruto Januari sampai Maret Penghasilan Bruto April sampai Desember Pembulatan Total Penghasilan Bruto setahun 2 Pengurang a.450 284.039 Tabel 4.000 905.864.400 31.000 3.692 b.000 18. Dengan memperhatikan cara penghitungan tersebut maka Penghitungan PPh Pasal 21 untuk huruf A.880 1. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2011 Perhitungan PPh Pasal 21 Masa April sampai November di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dilakukan dengan cara: A.600 b.229.960. PPh Pasal 21 yang terutang atas tunjangan jabatan yang dibayarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara adalah PPh Pasal 21 pada huruf B dikurangi dengan PPh Pasal 21 pada huruf A. Menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.120.257.320.162.336 836.261.75% x 39.411 69.200 43.000 1.

Bendahara Mahir Pajak dimaksud pada J2 huruf a.800 323.538.320.901 5.770.615.000 287.916 21.890. Biaya jabatan 5% x 6.000 2.469. PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima dari Kantor Imigrasi Medan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara PPh Pasal 21 sebulan yang harus dipotong oleh bendahara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara adalah sebesar Rp217.958 69.800 b.042 148.000 15 % x 770.615.000 115.900 71.800 4 Penghasilan neto Penghasilan neto disetahunkan 5 PTKP Untuk Wajib Pajak Status WP Kawin Tanggungan 6 Penghasilan Kena Pajak (PKP) Pembulatan 7 PPh Pasal 21 setahun 5% x 50.800 3.870.75% x 3.000 3.000 50.000.000.490 155.000 3.00 Perhitungan PPh Pasal 21 Masa Desember di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara: 16 .800 198.960.042.411 478.469.000 8 PPh Pasal 21 sebulan 2.500.000 1.840.00 – Rp69.770.000 114.500 : 12 PPh Pasa 21 sebulan di Kantor Imigrasi Medan 9 PPh Pasa 21 sebulan di Kanwil Agama Medan 2.00 = Rp148.794 50.500 2. Iuran pensiun 4. Penghitungan PPh Pasal 21 untuk huruf B adalah: 1 Penghasilan dari Kantor Imigrasi Medan Gaji pokok Tunjangan istri Tunjangan anak Tunjangan jabatan Tunjangan beras Pembulatan Jumlah 2 Penghasilan dari Kantor Wilayah Agama Medan Tunjangan Jabatan Jumlah Penghasilan Bruto 3 Pengurang a.120.500 Tabel 5.794 15.469.271.990.958.916.000 2.500 217.000 6.

00 Rp 900.879.806 64.257.00 Rp 900.950 284.000.063 1.600 3 Penghasilan neto setahun 4 PTKP untuk Wajib Pajak status WP Kawin tanggungan 5 Penghasilan Kena Pajak (PKP) pembulatan 6 PPh Pasal 21 setahun 5% x 43.143 Tabel 6.759.075 552.000 43.261.840.00 honorarium yang Tabel 7. PPh Pasal 21 Desember PPh Pasal 21 April sampai November 8 x 148.Bendahara Mahir Pajak Penghitungan PPh Pasal 21 Untuk Masa Pajak Desember 2011 1 Penghasilan Bruto April sampai Desember Penghasilan di Kantor Imigrasi Medan (Jan-Des) Pembulatan Total Penghasilan Bruto setahun 2 Pengurang a.000.000.600 3.191.75% x 39.917 7 PPh Pasal 21 Masa Desember 27.042 c.096.000 PPh Pasal 21 terutang di kantor imigrasi Medan a.333 2.120. PPh Pasal 21 April sampai November 8 x 69. PPh Pasal 21 Januari sampai Maret 3 x 94.880 1.000 3.000 1.960.794 43.759.000.000.257. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2011 di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara 2.000 21.864.000 43.926 5.759. Belanja Honorarium (T3 dan T4) T3 Kantor Imigrasi Medan membentuk tim Peningkatan Mutu Pelayanan yang anggotanya terdiri dari beberapa orang PNS.377.794 15.000 2.600 70. Bendahara Kantor Imigrasi Medan membayar honorarium tim pada tanggal 25 Maret 2011.320. Daftar Honorarium Tim pada Kantor Imigrasi Medan Bagaimanakah pemotongan pajak diterima oleh anggota tim tersebut? J3 Penghitungan PPh Pasal 21 atas honor anggota tim Peningkatan Mutu Pelayanan melihat pada golongan dari penerima honor 17 .807 91.000. iuran pensiun 4.512.00 Rp1.200.187.692 b.336 69. biaya jabatan 5% x 70.600 b. dengan perincian sebagai berikut: Nama Rifki Zain Dody Heri Nasrun Golongan IV/a III/c III/d II/d Jabatan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota atas Honorarium Rp1.257.

M.00).000. 3.00 Rp1.00 Rp 45.Bendahara Mahir Pajak sebagai berikut : Nama Rifki Zain Dody Heri Nasrun Jumlah Golongan IV/a III/c III/d II/d Honorarium Rp1.000.00 Rp4.00 = Rp150. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 paling lama tanggal 20 April 2011.8-122.000.000.000 seorang ahli di bidang pelayanan publik (bukan PNS) dengan honor sebesar Rp5.00 (apabila Jason Pasaribu.000.000.000. T4 Untuk melaksanakan kegiatan tim tersebut.248.00 Tabel 8. Daftar Penghitungan PPh Pasal 21 atas Honorarium Tim pada Kantor Imigrasi Medan Kewajiban bendahara atas pembayaran honor tersebut : 1.000. 4.H.00 Rp 50. S.000.00. tidak mempunyai NPWP maka penghitungan PPh Pasal 21 terutang atas honor menjadi 5% x 120% x 50% Rp5.000.200. NPWP: 06.H.000. Kantor Imigrasi Medan mengadakan workshop tentang Pelayanan Publik untuk anggota Tim pada tanggal 28 Maret 2011 dengan mengundang Jason Pasaribu.000.000.000. menyetorkan PPh Pasal 21 Final paling lama tanggal 11 April 2011. 2. Bagaimanakah pemotongan pajak atas honorarium yang diterima oleh Jason Pasaribu tersebut? J4 Penghitungan PPh Pasal 21 atas honorarium yang diterima oleh Jason Pasaribu sebagai berikut: Penghitungan PPh Pasal 21 atas honorarium tersebut yaitu : 5% x 50 % x Rp5.00 Rp 0.000.000.00 = Rp125.00 Tarif 15% 5% 5% 0% PPh terutang Rp 180.00 Rp 900.000. memotong PPh Pasal 21 Final atas pembayaran honor. 18 .575.000.00 Rp 900. membuat bukti potong PPh Pasal 21 Final atas pembayaran honor.00 Rp 275.000..

00 di sebuah kantor pos.000. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 paling lama tanggal 20 April 2011.000. membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 atas pembayaran honorarium.500.00 dan buku pelajaran umum Rp1. Pada tanggal 4 Februari 2011.00.321.500.00 dari sebuah toko buku PERWIRA yang dimiliki oleh Tuan Joko yang mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak / Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 06.675. T5-2 T5-3 T5-4 Pada tanggal 18 Februari 2011. dan Jasa 1.00 kepada PLN.000.321-2-529. bagaimana kewajiban perpajakannya? 19 .000. membeli bensin dari SPBU Pertamina untuk keperluan kendaraan dinas seharga Rp500.000.000. serta membeli benda-benda pos sebesar Rp500. membeli secara tunai buku pelajaran umum sebesar Rp2.325. membeli secara tunai alat-alat tulis kantor Rp1.00. membeli secara tunai makanan siap saji dari sebuah restoran untuk keperluan rapat dari sebuah restauran seharga Rp800.Bendahara Mahir Pajak Kewajiban bendahara atas pembayaran honor tersebut : 1. 2.000 melakukan transaksi-transaksi sebagai berikut: T5-1 Pada tanggal 2 Februari 2011.100.000. Modal. B.00.456. Parman Kabupaten Purbalingga dengan NPWP 00.00. 3. menyetorkan PPh Pasal 21 paling lama tanggal 11 April 2011. Pembelian tersebut dananya bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah.00 dari sebuah toko pedagang eceran atas nama tuan Bagus yang mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak / Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak 06.3-529.000. Pada tanggal 15 Februari 2011. membayar tagihan rekening listrik sebesar Rp1.000.000.456.000. 4.000. Atas pembelian-pembelian tersebut. Letnan Jenderal S. memotong PPh Pasal 21 atas pembayaran honorarium sebesar jumlah tersebut. pengadaan formulir dan kertas untuk ujian sekolah sebesar Rp2.3-529.000. Belanja Barang.000. Belanja Barang (T5) T5 Taufik Hidayat yang merupakan bendahara satker Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga yang beralamatkan di Jl. pakaian seragam jadi sebesar Rp3.

J5-2 Pemungutan PPh Pembelian alat-alat tulis kantor Rp1.00)…………………….000..000.00 Pemungutan PPN Buku pelajaran umum merupakan salah satu jenis barang kena pajak yang dibebaskan dari pengenaan PPN sehingga bendahara hanya memungut PPN atas pembelian alat-alat tulis kantor sebesar: PPN (10% x Rp1.………….00 20 .100. PPh Pasal 22 ( 1. dan sejenisnya merupakan jenis barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai sehingga atas pembelian tersebut tidak dipungut PPN.00.000. warung. restoran.000.5% x Rp2.00 dari toko PERWIRA dipungut PPh Pasal 22 karena total pembelian tersebut telah melebihi nilai Rp2..000.00 maka atas pembelian tersebut tidak dipungut PPh Pasal 22. rumah makan.000.Bendahara Mahir Pajak J5-1 Pemungutan PPh Pembelian makanan siap saji di restoran pada dasarnya harus dipungut PPh Pasal 22 akan tetapi karena nilai pembeliannya di bawah Rp2.00.100.000.00 )……………………….500. Pemungutan PPN Makanan dan minuman yang disajikan di hotel.000. dan buku pelajaran umum Rp1.600.000. Rp39.…Rp110.000..

melakukan validasi faktur pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak Tuan Joko dengan cara membubuhi cap ”disetor tanggal 7 Maret 2011” dan ditandatangani oleh bendahara 2. dalam hal bahan bakar minyak dibeli dari Pertamina maka tidak dilakukan pemungutan PPN. Selain itu. 6. Sedangkan atas pembelian benda-benda pos karena nilai pembelian di bawah Rp1. listrik ditetapkan sebagai barang kena pajak tertentu yang dibebaskan dari pemungutan PPN sehingga atas pembayaran tagihan listrik tidak perlu dipungut PPN. Pemungutan PPh Atas pembelian bahan bakar minyak. 3. J5-3 21 . menyetorkan PPN tersebut paling lambat pada tanggal 7 Maret 2011 dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) atas nama Tuan Joko dan ditandatangani oleh bendahara ke kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro.000. 4. dan benda-benda pos tidak dipungut PPh Pasal 22. 5. melaporkan SPT Masa PPN selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2011 ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga. menyetorkan PPh Pasal 22 tersebut pada tanggal 4 Februari 2011 dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) atas nama Tuan Joko dan ditandatangani oleh bendahara ke kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro. listrik.000. Pemungutan PPN Terkait dengan PPN. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 selambat-lambatnya tanggal 14 Maret 2011 ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga. memberikan SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN lembar ke-1 dan faktur pajak lembar ke-2 kepada Tuan Joko (Toko PERWIRA).00 maka tidak dipungut PPN.Bendahara Mahir Pajak Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufik hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah: 1.

. Rp200.... bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang bea meterai sebesar: a........00...00 22 . Rp3... Rp300.Bendahara Mahir Pajak J5-4 Pemungutan PPh Atas pembelian barang sehubungan dengan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah tidak dilakukan pemungutan PPh Pasal 22..... Rp1.. Rp6....000.000. melakukan validasi faktur pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak Tuan Bagus dengan cara membubuhi cap ”disetor tanggal 7 Maret 2011” dan ditandatangani oleh bendahara.......000.Pakaian seragam ( 10% x Rp3.... 4.. memberikan faktur pajak lembar ke-2 dan SSP lembar ke-1 kepada Tuan Bagus....000... menyetorkan PPN tersebut selambat-lambatnya pada tanggal 7 Maret 2011 dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) atas nama Tuan Bagus dan ditandatangani oleh bendahara ke kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro. Atas pembelian pakaian seragam dan pengadaan kertas dipungut PPN sebagai berikut: ... Bea Meterai Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran..000..00 Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufik Hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah sebagai berikut: 1...00 .....Rp500....d....... melaporkan SPT Masa PPN selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2011 ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga.......00 s...00 .000...00 )...Jumlah.....00 )....000.....000.. b.............Formulir dan kertas ujian ( 10% x Rp2....00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di atas Rp1.. Pemungutan PPN Buku pelajaran umum merupakan salah satu barang kena pajak yang dibebaskan dari pengenaan PPN sehingga atas pembelian barang tersebut tidak perlu dipungut PPN...... 2...........000. 3...00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di antara Rp250.....000..000.000.000.000.....

setelah terbit SP2D. Belanja Modal (T6.000.000.…………………………………….00.Rp 300. 4.000) seharga Rp20.000.000.00 Pemungutan PPN Atas pembayaran printer kepada CV Susanto sebesar Rp20.000.00 Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufik Hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah sebagai berikut: 1.000.355.Harga pembelian…. J6 T7 Selanjutnya pada tanggal 22 Februari 2011. kepada CV Susanto.00 ). T7.PPh Pasal 22 ( 1. (sudah termasuk PPN).000.000.00 dipungut PPN sebagai berikut: ..000.000.000.00.000. b.5-529. c.Bendahara Mahir Pajak 2.………….000.Rp 20. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak CV Susanto. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 selambat-lambatnya tanggal 14 Maret 2011 ke KPP Pratama Purbalingga.00 .000.222. Taufik Hidayat yang merupakan bendahara satker Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga melakukan pembelian komputer kepada CV Wijaya dengan harga pembelian Rp11. Bagaimana pengenaan pajaknya? Pemungutan PPh Atas pembayaran printer kepada CV Susanto sebesar Rp20. T8. SP2D diterbitkan KPPN pada tanggal 23 Februari 2011. dan 2) Faktur pajak lembar ke-2..5% x Rp 20. melaporkan SPT Masa PPN selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2011 ke KPP Pratama Purbalingga. T9 dan T10) T6 Pada Tanggal 21 Februari 2011 bendahara satker Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga melakukan pembelian 4 (empat) buah printer kepada CV Susanto (NPWP/NPPKP 01.00 dipungut PPh Pasal 22 sebagai berikut: Pembelian printer : .000. 3. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN. membuat SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN atas nama CV Susanto dan ditandatangani oleh bendahara..…………………Rp 2.PPN ( 10% x Rp20.000. 23 .000. 2.. menyetorkan PPh Pasal 22 dan PPN dengan cara: a. bendahara menyerahkan: 1) SSP PPh Pasal 22 dan SSP PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN.00)……….

PPh Pasal 22 [1. 6.000. SP2D diterbitkan oleh KPPN pada tanggal 28 Februari 2011.00 . 4. CV Wijaya kemudian menerbitkan faktur/tagihan pada tanggal yang sama. 2. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak CV Wijaya. adapun yg menjadi pemenang tender adalah PT Jaya Karya sebagai pelaksana konstruksi dan Tuan Zaky. seorang PKP...Rp 1..000. membuat SSP atas nama CV Wijaya dan ditandatangani oleh Taufik Hidayat..000. 5..000..358.PPN ( 10/110 x Rp 11... menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN...00 ). yaitu tanggal 22 Februari 2011.. Berdasarkan tagihan tersebut diterbitkan SPM oleh satker MAN yang diajukan kepada KPPN untuk membayar tagihan tersebut. melaporkan SPT Masa PPN selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2011 ke KPP Pratama Purbalingga.Rp11.000.Rp11..000.Bendahara Mahir Pajak CV Wijaya mempunyai NPWP/NPPKP 01.Rp 150.Nilai pembelian sudah termasuk PPN……..Nilai pembelian sudah termasuk PPN…. sebagai perencana 24 ..562.. bendahara menyerahkan: 1) SSP PPh Pasal 22 dan PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN.00 Pemungutan PPN .3-529. 3.….00 Kewajiban selanjutnya yang harus dilakukan oleh Taufik hidayat sebagai bendahara MAN Purbalingga adalah sebagai berikut: 1...000 yang beralamatkan di Jl.000. 99 Purbalingga..5% x (100/110 x Rp11. setelah terbit SP2D.00)].. Jenderal Sudirman No.000. kepada CV Wijaya.000. T8 Inspektorat Wilayah Propinsi (Itwilprop) Jambi akan melakukan pembangunan gedung Inspektorat Wilayah.…. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 selambat-lambatnya tanggal 14 Maret 2011 ke KPP Pratama Purbalingga... dan 2) Faktur pajak lembar ke-2.00 ..000.000. Bagaimana kewajiban perpajakan yang harus dilakukan oleh Bendahara dari mulai memungut pajak sampai dengan melaporkan pajak yang dipungut tersebut? J7 Pemungutan PPh Atas pembayaran komputer tersebut dipungut PPh Pasal 22 dengan perincian sebagai berikut: .…….

000. dilakukan pembayaran tanggal 21 Juni sebesar Rp1.000.000.00 atas tagihan tanggal 15 Juni.00 x 3% = Rp45.500.000.00. Pelaksanaan Konstruksi oleh PT Jaya Karya Tanggal 21 Juni 2011 = Rp1. Pelaksanaan Konstruksi oleh PT Jaya Karya Tanggal 21 Juni 2011 = Rp1.000.000.000. Perencanaan Konstruksi oleh Tuan Zaky dibayar pada tanggal 6 Juni 2011 = Rp50. a. PT Jaya Karya.Bendahara Mahir Pajak konstruksi.000.000. Perencanaan Konstruksi oleh Tuan Zaky Dibayar pada tanggal 6 Juni 2011 = Rp50.00 x 4% = Rp2.00 x 10% = Rp150. Di tahun 2011.00 25 .000.000.000.000.00.000.500. Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus dilakukan? J8 : Pemotongan/Pemungutan PPh J8 Penghitungan pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas jasa konstruksi tersebut. yaitu: Bendahara Inspektorat Wilayah Propinsi memotong PPh Final atas jasa konstruksi sebagai berikut: a.000.000. Nilai proyek berdasarkan Kontrak adalah sebesar Rp5.000.00 x 10% = Rp5.000.000.00 b.000.000.00 b. perusahaan konstruksi yang memiliki kualifikasi usaha menengah (dibuktikan dengan sertifikasi pelaksana konstruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) dan Tuan Zaky seorang konsultan sipil (memiliki sertifikasi untuk perencanaan konstruksi dengan kualifikasi usaha kecil).000.00 PPh Final tersebut dipotong dari pembayaran kepada PT Jaya Karya dan Tuan Zaky. Pembayaran atas kontrak perencanaan konstruksi tersebut pada tanggal 6 Juni 2011 adalah sebesar Rp50.000.500. Pembayaran dilakukan sesuai dengan progress pembangunan yang dilaporkan. Pemungutan PPN Bendahara Inspektorat Wilayah Propinsi memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari transaksi jasa konstruksi tersebut.

Faktur pajak lembar ke-2. Atas pembebasan lahan tersebut Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah menetapkan ganti rugi sebesar Rp400. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN.00.005.005. untuk PT Jaya Karya sebesar Rp45. Bendahara Pemda Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 4.000) seluas 1200 m2 (NOP 63.0721. 6.000 m2 yang dimiliki oleh Bapak Nasrun (14.723.040. ke KPP Pratama Jambi. 3. bendahara menyerahkan: SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan SSP PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN. SP2D diterbitkan KPPN pada tanggal 25 Maret 2011.000) seluas 800 m2 (NOP 63.284. setelah terbit SP2D.Bendahara Mahir Pajak Kewajiban bendahara atas pembayaran jasa konstruksi tersebut adalah: 1.000. bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2). Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus dilakukan? J9 : Pemotongan/Pemungutan PPh J9 Atas Pembayaran pembebasan tanah untuk pembangunan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tersebut 26 . melakukan pelaporan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) paling lambat tanggal 20 Juli 2011. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas jasa konstruksi paling lambat 30 Juni 2011: a. NJOP Tahun 2011 atas tanah tersebut adalah Rp400.000.00/m2. kepada PT Jaya Karya dan Tuan Zaky. dan b.00/m2 untuk tanah Bapak Nasrun dan Ibu Mega. 2.451. T9 Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (00.00.495.451. Wahyono.040. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT Jaya Karya dan Tuan Zaky.000.000.0-721. melakukan pelaporan SPT Masa PPN paling lama tanggal 1 Agustus 2011 ke KPP Pratama Jambi.0010. 5.614.754.0-721.000.000. 0054.0).695.07. a.0) dan Ibu Mega (08. mengajukan SPM kepada KPPN untuk membayar ganti rugi pembebasan lahan kepada Bapak Nasrun dan Ibu Mega. untuk Tuan Zaky sebesar Rp2.07.000) akan membangun gedung kantor yang baru. dan b. Untuk keperluan gedung tersebut kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah akan melakukan pembebasan tanah seluas 2.

000. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) paling lama tanggal 20 April 2011 ke KPP Pratama Barabai. sebagai Bendahara Pemda Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 6.000. sebagai berikut: Nilai sebagai dasar penghitungan pajak yang terutang adalah sebesar nilai yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yaitu sebesar Rp400. memungut PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan sebelum melakukan pembayaran ganti rugi.00) x 5% = Rp16. 5.000. 4. melaporkan pemungutan sebesar Rp16.000.000. setelah terbit SP2D. Pemungutan PPN PPN tidak dipungut oleh bendahara pemerintah dalam hal pembayaran untuk pembebasan tanah. 27 . untuk Penghasilan yang diberikan kepada Ibu Mega: = (1. 3.00 tersebut paling lama tanggal 20 April 2011 dengan menggunakan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) ke KPP Pratama Barabai.00 dan Rp24.000. memberikan SSP lembar 1 kepada Bapak Nasrun dan Ibu Mega. Atas pembelian tanah dan/atau bangunan bendahara tidak memungut PPh Pasal 22. untuk Penghasilan yang diberikan kepada Bapak Nasrun: = (800m x Rp400.00 Kewajiban Wahyono. membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas nama Bapak Nasrun dan Ibu Mega dan ditandatangani oleh Wahyono. Penghitungan pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari ganti rugi pembebasan tanah yang dilakukan Wahyono tersebut. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP ke KPPN.000.000.000.000.000. 2.00) x 5% = Rp24.00/m2 sehingga atas pembayaran ganti rugi atas pembebasan tanah tersebut Wahyono sebagai Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah harus melakukan pemungutan PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan sebagai berikut: a. atas pembayaran ganti rugi pembebasan tanah tersebut adalah: 1.200m x Rp400.Bendahara Mahir Pajak Bendahara Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.00 b. bendahara menyerahkan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang telah disahkan oleh KPPN. Wahyono.

Bagus.000.000.000.00 s.000) menunjuk CV Sedap (02. bandar udara.000.000. dikecualikan dari kewajiban pembayaran PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.425.000. bendungan dan bangunan pengairan lainnya. Atas pembayaran ganti rugi pembebasan tanah kepada Tuan Moelyana sebesar Rp75. Bendahara Pemda Kabupaten Gorontalo.2-822. Belanja Jasa (T11. fasilitas keselamatan umum seperti tanggul penanggulangan bahaya banjir. saluran pembuangan air.00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di antara Rp250. lahar dan bencana lainnya.Rp3.743.000. waduk. Bagaimanakah perlakuan pajaknya? Pemotongan/Pemungutan PPh Pembayaran pembebasan tanah kepada pemerintah untuk kepentingan umum yang memerlukan persyaratan khusus yaitu pembebasan tanah oleh pemerintah untuk proyek-proyek jalan umum.000. 28 .875. J10 Bea Meterai Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran.d. membayar tagihan catering tersebut pada tanggal 25 Februari 2011. 3. Rp1.000.00. b. Pemungutan PPN PPN tidak dipungut oleh bendahara pemerintah dalam hal pembayaran untuk pembebasan tanah.Rp6.000) yang bergerak di bidang jasa catering untuk menyediakan konsumsi rapat tersebut.Bendahara Mahir Pajak T10 Bendahara Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pembayaran ganti rugi pembebasan tanah untuk pembuatan saluran irigasi kepada Tuan Moelyana sebesar Rp75. Kontrak yang disepakati untuk jasa catering tersebut adalah Rp3.469. saluran irigasi.000.00 tidak dipungut PPh Final Pasal 4 ayat (2).000. T12 dan T13) T11 Untuk acara rapat koordinasi daerah.00.00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di atas Rp1. dan fasilitas Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang bea meterai sebesar: a. Bendahara Pemda Kabupaten Gorontalo (00.500.00.00.000. pelabuhan laut.0-822.

500. Rincian tagihan PT Garmindo kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali: Biaya untuk bahan tambahan …………..Rp10. Kewajiban Bagus sebagai Bendahara Pemda Kabupaten Gorontalo atas pembayaran jasa catering tersebut adalah: 1. 4.000.500. model ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali serta bahan baku utama berupa kain batik yang dibeli pada tahun sebelumnya dari PT Batikindo.00 yang dikeluarkan PT Garmindo. 2.00 29 ..000. memberikan bukti pemotongan PPh pasal 23.000.2-527. Kontrak ditandatangani oleh direktur PT Garmindo.00 tidak termasuk biaya untuk bahan tambahan sebesar Rp10.. memotong PPh Pasal 23 atas jasa catering sebesar Rp70..000. PT Garmindo sebagai pihak yang mengerjakan pembuatan baju seragam tersebut menyediakan bahan tambahan yang diperlukan.000.Bendahara Mahir Pajak Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus dilakukan? J11 Pemotongan/Pemungutan PPh Terhadap jumlah bruto tagihan sebesar Rp3.000.000). Budiman.00 Biaya pembuatan baju seragam …. sebuah perusahaan garmen di Kabupaten Boyolali. 3. Spesifikasi.00 Pemungutan PPN Bendahara tidak memungut PPN atas jasa catering karena penyerahan jasa catering tersebut tidak dikenai PPN.00 atas jasa catering dikenakan pemotongan PPh Pasal 23 sebagai berikut: =2% x Rp3.. menyetorkan PPh Pasal 23 yang dipotong paling lambat tanggal 10 Maret 2011 menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) ke kas negara melalui Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro.425.000. T12 Dalam rangka ikut melestarikan warisan budaya negara maka Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali membuat baju seragam dengan corak batik untuk seluruh pegawainya dan untuk seluruh guru yang berada di bawah wilayah kerjanya sejumlah 2000 potong. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 paling lambat tanggal 21 Maret 2011 ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gorontalo.00 = Rp70..000. Atas pekerjaan ini disepakati biaya pengerjaan sebesar Rp60.00.000.000.347.000.Rp60.000. Sdr. Pada tanggal 5 Januari 2011 telah disepakati kontrak pengerjaan tersebut dengan PT Garmindo (02.

melaporkan SPT Masa PPh Pasal 22 paling lama tanggal 14 Maret 2011 ke KPP tempat Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali terdaftar. membuat bukti potong PPh Pasal 23 atas nama PT Garmindo.000.000.400.200.964.000.000. 4. bendahara menyerahkan: a.0-527.000.00 = Rp1. Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali (NPWP 00.000.000).000. melaporkan SPT Masa PPN paling lambat tanggal 31 Maret 2011. 3.000. dan c. setelah terbit SP2D. J12 Pemotongan/pemungutan PPh Atas pembayaran ongkos pembuatan baju seragam kepada PT Garmindo dipotong PPh Pasal 23 atas jasa maklon sebesar: = 2% x Rp60.00 Pemungutan PPN Atas penyerahan jasa maklon dan bahan tambahan tersebut. 5. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN. b. SSP PPh Pasal 22 dan PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN.000. Faktur pajak lembar ke-2. membuat SSP PPh Pasal 22 dan PPN atas nama PT Garmindo dan ditandatangani oleh Handayani.00 sehingga PPh Pasal 23 yang harus dipotong atas pembayaran kepada PT Garmindo adalah sebesar : = 2% x Rp70.00 = Rp1. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT Garmindo. kepada PT Garmindo. menerima tagihan atas pengerjaan baju seragam tersebut pada tanggal 21 Februari 2011 dan melunasi pembayarannya pada tanggal 23 Februari 2011.00 Atas pembayaran bahan tambahan kepada PT Garmindo dipungut PPh Pasal 22 atas belanja barang sebesar: = 1.00 Dalam hal tidak ada bukti pendukung atas rincian tagihan di atas maka jumlah bruto sebagai dasar pemotongan PPh Pasal 23 adalah sebesar Rp.000. 2.00 Kewajiban Handayani sebagai Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali atas pembayaran jasa maklon tersebut adalah: 1.70. 6. Bukti pemotongan PPh Pasal 23.000.000.000.875.00 = Rp150.00 = Rp7. Handayani sebagai Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali. 30 .5% x Rp.10.000.000. memungut PPN sebesar: = 10% x Rp70. 7.Bendahara Mahir Pajak Handayani.

000. Prabu Wijaya. Atas pembayaran tersebut bendahara membuat perhitungan sebagai berikut: Besarnya PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang harus dipotong atas pembayaran sewa dan service charge rukan = 10% x Rp62. wajib dibayar PPh yang bersifat final dengan tarif 10% dari jumlah bruto nilai persewaan.457.000. biaya keamanan.Bendahara Mahir Pajak 8. rumah susun.000.000. 3. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah diisi dengan data Wajib Pajak PT Maju Hidayat.0-821. kondominium. gedung. Jumlah bruto nilai persewaan adalah semua jumlah yang dibayarkan oleh penyewa yang berkaitan dengan tanah dan/atau bangunan yang disewa termasuk biaya perawatan.000. biaya pemeliharaan. menyerahkan dokumen SPM dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN. J13 31 . 4.000. 2. biaya fasilitas lainnya dan “service charge” baik yang perjanjiannya dibuat secara terpisah maupun yang disatukan. Pemungutan PPN Atas pembayaran sewa dan service charge rukan wajib dipungut PPN oleh bendahara dengan tarif 10% x Rp62. rumah.200.0-821.000.00.200.000. gedung perkantoran. rumah toko. apartemen. membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan SSP PPN atas nama PT Maju Hidayat dan ditandatangani oleh Prabu Wijaya.000) membayar sewa rukan untuk tahun 2011 sebesar Rp50.799.003. rumah kantor. melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 (yang telah dilengkapi dengan SSP PPh Pasal 23 atas nama bendahara) paling lambat tanggal 21 Maret 2011 ke KPP Pratama Boyolali. Bendahara Dinas Tata Ruang Pemerintah Kota Manado (NPWP 00. T13 Pada tanggal 5 Januari 2011.00 kepada PT Maju Hidayat (NPWP/NPPKP 02.00 = Rp6.000.00 dan biaya service charge dan fasilitas lainnya sebesar Rp12. toko.000).000.00 = Rp6.00 Kewajiban bendahara Dinas Tata Ruang adalah: 1.100. Bagaimanakah perlakuan pajaknya? Pemotongan/pemungutan PPh Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari persewaan tanah dan/atau bangunan berupa tanah. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas nama PT Maju Hidayat.

00/US$) yang telah tercantum dalam DIPA Kementerian Pekerjaan Umum.000.000. Faktur pajak lembar ke-2.000. Proyek Pemerintah tersebut dilaksanakan selama jangka waktu 3 tahun yaitu dari tahun 2009 sampai dengan 2011. 7. apabila pada bulan Mei 2011.0-012.00. Belanja Hibah (T14) T14 Kementerian Pekerjaan Umum (NPWP:00. Rp3. yang memiliki kualifikasi usaha besar yang dibuktikan dengan sertifikasi pelaksana konstruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi.100. SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan PPN lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN.00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di antara Rp250. kepada PT Maju Hidayat.000.000.000. C.000.000.000. Bea Meterai Dalam setiap pembuatan bukti pembayaran.2-012.000. dan c.500.00 s.00.00 dengan kurs Menteri Keuangan pada saat ditandatanganinya kontrak sebesar Rp8.000. Proyek Pemerintah tersebut dilaksanakan oleh kontraktor utama PT Andang Konstruksi NPWP/NPPKP: 02.000) melaksanakan proyek Pemerintah pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan menggunakan dana yang berasal dari Hibah Luar Negeri dari Asia Foundation sebesar US$ 100.d.854. b. melaporkan SPT Masa PPN ke KPP Pratama Manado paling lambat tanggal 28 Februari 2011.00. 6. setelah terbit SP2D. melaporkan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) ke KPP Pratama Manado paling lambat tanggal 21 Februari 2011.000. Bagaimanakah kewajiban perpajakan yang harus dilakukan oleh Syarif selaku bendahara Kementerian Pekerjaan Umum. bendahara sebagai pihak penerima kuitansi terutang bea meterai sebesar: a.000. Syarif mencairkan sisa anggaran untuk membayar jasa pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh PT Andang Konstruksi? 32 . bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2).00 (Rp850.849.Bendahara Mahir Pajak 5.000.668. b. Untuk tahun 2011 sisa anggaran yang belum dicairkan adalah Rp340.000.000.00 di setiap bukti pembayaran yang nilai transaksinya di atas Rp1. Rp6. bendahara menyerahkan: a. Rp1.

200. menyerahkan dokumen SPM yang dilengkapi dengan SSP dan Faktur Pajak ke KPPN. Faktur pajak lembar ke-2. melaporkan SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) ke KPP Pratama Jakarta Kebayoran Baru Satu paling lambat 20 Juni 2011. SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) lembar ke-1 yang telah disahkan oleh KPPN. konsultan dan pemasok (supplier) utama dari pekerjaan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan proyekproyek Pemerintah yang dibiayai dengan dana hibah dan/atau dana pinjaman luar negeri.00 Pemungutan PPN Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang terutang atas impor serta penyerahan Barang dan Jasa dalam rangka pelaksanaan Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan hibah atau dana pinjaman luar negeri.Bendahara Mahir Pajak J14 Proyek Pemerintah adalah proyek yang tercantum dalam Daftar Isian Proyek (DIP) atau dokumen yang dipersamakan dengan DIP. termasuk proyek yang dibiayai dengan Perjanjian Penerusan Pinjaman (PPP)/Subsidiary Loan Agreement (SLA). setelah terbit SP2D. melakukan pengecekan keabsahan Faktur Pajak yang telah dibubuhi cap “PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH TIDAK DIPUNGUT” yang telah dibuat oleh PT Andang Konstruksi. tidak dipungut.000. bendahara menyerahkan: a. 2. 4. 5. PPh Final Pasal 4 ayat (2) yang ditanggung oleh Pemerintah adalah sebesar: 3% x Rp340. Pemotongan/pemungutan PPh Pajak Penghasilan yang terutang atas penghasilan yang diterima atau diperoleh kontraktor. 6.000.00 = Rp10. 3. b. 33 . membuat SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) dengan dibubuhi cap ”PAJAK PENGHASILAN DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH” serta menandatanganinya. dan c.000. bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Penghasilan dari usaha Jasa Konstruksi. kepada PT Andang Konstruksi. membuat bukti potong PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Penghasilan dari usaha Jasa Konstruksi atas nama PT Andang Konstruksi. Kewajiban Syarif sebagai bendahara Kementerian Pekerjaan Umum: 1. ditanggung oleh Pemerintah.000.000.

Bendahara Mahir Pajak III. PENGISIAN FORMULIR BUKTI PEMOTONGAN.000. Pengisian formulir T3 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1. DAN SURAT PEMBERITAHUAN MASA Setelah dalam Bab II dijelaskan mengenai simulasi penghitungan pemotongan dan pemungutan pajak oleh bendahara. Tunjangan dan Honorarium Pengisian formulir untuk T1.000 (T4) A. dan Surat Pemberitahuan Masa.000. T2. dalam Bab III ini akan dijelaskan mengenai pengisian formulir Bukti Pemotongan. SURAT SETORAN PAJAK. Surat Setoran Pajak.000 Nasrun Rp900.000 Doddy Rp1. Belanja Gaji.200. Faktur Pajak. T3 dan T4 Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 21 bersifat Final Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi lampiran SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 34 . FAKTUR PAJAK.000 Heri Rp900.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.

000 Heri Rp900.000(T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 35 .000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000.000 Doddy Rp1.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T3 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.200.000 Nasrun Rp900.

000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000 Doddy Rp1.000 Nasrun Rp900.000.000(T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 36 .200.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T3 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Heri Rp900.000.

000.000 Nasrun Rp900.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T3 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000(T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 37 .000 Heri Rp900.000.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000 Doddy Rp1.200.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Doddy Rp1.000 Heri Rp900.000.200.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu Rp5.000.000 Nasrun Rp900.000(T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final / non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 38 .

200.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa Maret 2011 T1. T3. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP merupakan hasil penjumlahan PPh yang ditanggung Pemerintah dari 5 pegawai tidak termasuk kenaikan 20 % bagi yang belum berNPWP 39 .000.000 Doddy Rp1.000 Nasrun Rp900.000 Heri Rp900.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 40 . T3.000 Nasrun Rp900.000.000 Doddy Rp1.200. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Heri Rp900.

dan T4 Pengisian formulir Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 41 .000 Nasrun Rp900.000 Doddy Rp1.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang tidak bersifat Final untuk Masa Pajak Maret 2011 T1. T3.200.000 Heri Rp900.

000 Doddy Rp1. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1. T3.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Pasal 21 yang bersifat Final untuk Masa Pajak Maret 2011 Pengisian formulir T1.000.200.000 Heri Rp900.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 42 .000 Nasrun Rp900.

000 Doddy Rp1. dan T4 T1.000 Atas pembayaran Nasrun Rp900.000. dangaji Atas Pembayaran T4 bulan Maret 2011 (T1 Atas Pembayaran gaji Atas pembayaran bulan Maret 2011 (T1 honorarium tim (T3) Atas pembayaran Rifki Z Rp1.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1.200.000 Nasrun Rp900.000.000 honorarium tim (T3) Doddy Rp1.000 Rifki Z Rp1.000 Heri Rp900. T3.000 honorarium kepada Atas pembayaran Jason Pasaaribu (T4) honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP untuk Masa Pajak Maret 2011 Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP untuk Masa Pajak Maret 2011 Pemotongan PPh Pasal 21 Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti final dan non final pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan Melengkapi SPT Masa PPh lampiran: Pasal 21/26 dengan Bukti Pemotongan lampiran: Daftar Bukti Bukti Pemotongan Pemotongan Daftar Bukti SSP Pemotongan SSP 43 .000 Heri Rp900.200. Pengisian formulir T3.

000 Nasrun Rp900. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.Bendahara Mahir Pajak Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 Pengisian formulir T1.000 Heri Rp900. T3.000 Doddy Rp1.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 44 .200.000.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1.000 Doddy Rp1.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 45 . dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.000 Heri Rp900.000 Nasrun Rp900. T3.200.000.

000 Nasrun Rp900.000 Heri Rp900.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1.000 Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 46 .000 Doddy Rp1. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret 2011 (T1 Atas pembayaran honorarium tim (T3) Rifki Z Rp1.200. T3.000.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa April 2011 T2 Rifki Zain ditugaskan di Kanwil Kemenag Sumut dan mendapatkan tunjangan Rp3.000.000 sedangkan di Kantor Imigrasi Medan tidak lagi mendapatkan tunjangan jabatan Pemotongan PPh Pasal 21 Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 47 .

000.000 sedangkan di Kantor Imigrasi Medan tidak lagi mendapatkan tunjangan jabatan Pemotongan PPh Pasal 21 Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 48 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T2 Rifki Zain ditugaskan di Kanwil Kemenag Sumut dan mendapatkan tunjangan Rp3.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pembuatan SSP Masa Pajak April 2011 T2 Rifki Zain ditugaskan di Kanwil Kemenag Sumut dan mendapatkan tunjangan Rp3.000.000 sedangkan di Kantor Imigrasi Medan tidak lagi mendapatkan tunjangan jabatan Pemotongan PPh Pasal 21 Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 49 .

000 sedangkan di Kantor Imigrasi Medan tidak lagi mendapatkan tunjangan jabatan Pemotongan PPh Pasal 21 Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 50 .000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T2 Rifki Zain ditugaskan di Kanwil Kemenag Sumut dan mendapatkan tunjangan Rp3.

Bendahara Mahir Pajak
Pengisian formulir

T1, T2, T3, Pengisian formulir dan T4 T1, T2, T3, Atas Pembayaran gaji dan T4 bulan Maret s.d.
Desember 2011 (T1, T2) Atas Pembayaran gaji Atas pembayaran bulan Maret s.d. honorarium 2011 (T1, T2) Desember kepada Jason Pasaaribu (T4) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21

Pengisian SPT Masa Desember 2011 Pengisian SPT Masa Desember 2011

Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 finalMembuatfinal dan non bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Melengkapi SPT Masa PPh Bukti Pemotongan Pasal 21/26 dengan Daftar Bukti lampiran: Pemotongan Bukti Pemotongan SSP - - Daftar Bukti Pemotongan SSP

51

Bendahara Mahir Pajak

Pengisian formulir

T1, T2, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.d. Desember 2011 (T1, T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final

Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP

Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26

Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP

52

Bendahara Mahir Pajak

Pengisian formulir

Lampiran SPT Masa Desember 2011 Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 untuk Pegawai Tetap

T1, T2, T3, dan T4
Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.d. Desember 2011 (T1, T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4)

Pemotongan PPh Pasal 21

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final

Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP

Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26

Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP

53

T2.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Pasal 21 Masa Pajak Desember 2011 yang disetor sendiri oleh Bendahara Pengisian formulir T1.d. Desember 2011 (T1. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 54 . T3.

T3. T2. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.d. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 55 . Desember 2011 (T1.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pembuatan SSP PPh Pasal 21 DTP Masa Pajak Desember 2011 T1.

T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 56 . dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s. T2. T3. Desember 2011 (T1.d.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan Bukti Pemotongan Pengisian formulir T1.

T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 57 . Desember 2011 (T1. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. T3.d. T2.

T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 58 . T3. Desember 2011 (T1.d. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. T2.

d. dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 59 . T2.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. T3. Desember 2011 (T1.

T3.d. Desember 2011 (T1.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T1. T2. T2) Atas pembayaran honorarium kepada Jason Pasaaribu (T4) Pemotongan PPh Pasal 21 Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 21 final dan non final Menyetorkan PPh Pasal 21 yang dipotong dengan SSP Melaporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26 Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 21/26 dengan lampiran: Bukti Pemotongan Daftar Bukti Pemotongan SSP 60 . dan T4 Atas Pembayaran gaji bulan Maret s.

000) Pemungutan PPN Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 61 .600.600.5% x Rp2.Bendahara Mahir Pajak B. Belanja Barang. Modal. Pengisian formulir untuk T5-2 Pengisian formulir T5-2 Pembelian ATK dan buku pelajaran Rp2. dan Jasa 1.000 kepada tuan Joko Pembuatan SSP PPh Pasal 22 Pemungutan PPh Pasal 22 (1.

000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 62 .Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPN Pengisian formulir T5-2 Pembelian ATK Rp1.100.100.000 kepada tuan Joko Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp1.500.000 dan buku pelajaran Rp1.

000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa bukti MembuatSSP pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 63 .500.000 dan buku pelajaran Rp1.100.500.100.000 kepada tuan Joko Pemungutan PPh Pasal 22 T5-2 T5-2 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp1.000 dan buku pelajaran Rp1.000) Pemungutan PPN (10%xRp1.100.100.000 Pembelian ATK kepada tuan Joko Rp1.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak Faktur Pajak Pengisian formulir Pembelian ATK Rp1.

000.000.Bendahara Mahir Pajak 2. Pengisian formulir untuk T5-4 Pembuatan SSP PPN Pengisian formulir T5-4 Pembelian buku pelajaran umum Rp2. pakaian seragam Rp3.000.00.00 kepada tuan Bagus.00.000) Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 64 .000 + Rp2. formulir dan kertas Rp2.000.000.500. sumber dana dari BOS Pemungutan PPN (10%x(Rp3.000.000.

000.000.000.000 + Rp2.00 kepada tuan Bagus. sumber dana dari BOS Pemungutan PPN (10%x(Rp3.000. formulir dan kertas Rp2. pakaian seragam Rp3.000) Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 65 .00.000.000.500.000.00.Bendahara Mahir Pajak Faktur Pajak Pengisian formulir T5-4 Pembelian buku pelajaran umum Rp2.

Bendahara Mahir Pajak 3.000.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 66 .000. Pengisian formulir untuk T6 Pembuatan SSP PPh Pasal 22 Pengisian formulir T6 Pembelian 4 printer kepada CV Susanto Rp20.000 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp20.

000.000 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp20.000) Pemungutan PPN (10%xRp20.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian formulir T6 T6 4 printer Pembelian Pembuatan SSP PPN Pembuatan SSP PPN kepada CV Susanto Pembelian 4 printer Rp20.000.000.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 Membuat bukti berupa SSP pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian Pengecekan keabsahan SSP faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong Menyetorkan PPh Pasal 22 dengan SSP / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Melaporkan PPh Pasal 22 Masa PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa Melaporkan PPN yang PPN dipungut dalam SPT Masa PPN 67 .000 kepada CV Susanto Rp20.000.

000.000.Bendahara Mahir Pajak Faktur Pajak Pengisian formulir T6 Pembelian 4 printer kepada CV Susanto Rp20.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 68 .000 Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN (10%xRp20.

00 (sudah termasuk PPN) 4.000) Pemungutan PPN (10/110xRp11.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T7 Pembelian komputer kepada CV Wijaya Rp11.000. Pengisian formulir untuk T7 Pembuatan SSP PPh Pasal 22 Pemungutan PPh Pasal 22 (1.5%x100/110x Rp 11.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 69 .000.

000.000.000) Pemungutan PPN (10/110 x Rp11.00 (sudah termasuk PPN) Pemungutan PPh Pasal 22 (1.000.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 70 .000.5%x100/110x Rp 11.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPN Pengisian formulir T7 Pembelian komputer kepada CV Wijaya Rp11.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T7 Pembelian komputer kepada CV Wijaya Rp11.000) Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 71 .5%x100/110x Rp 11.000.000) Pemungutan PPN (10/110 x Rp11.00 (sudah termasuk PPN) Pemungutan PPh Pasal 22 (1.000.000.000.

T6 dan T7 Pengisian formulir T5. T6 dan T7 Pembelian ATK. printer. komputer Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 72 . buku pelajaran.Bendahara Mahir Pajak Pengisian SPT Masa PPh Pasal 22 untuk T5.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Lampiran SPT Masa PPh Pasal 22 Masa Pajak Februari 2011 T5. komputer Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPN Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP Validasi faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22 Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN Melengkapi SPT Masa PPh Pasal 22 dengan lampiran: Daftar Bukti Pemungutan SSP 73 . T6 dan T7 Pembelian ATK. buku pelajaran. printer.

Bendahara Mahir Pajak

Pengisian SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN

Pengisian formulir

T5, T6 dan T7
Pembelian ATK, buku pelajaran, printer, komputer

Pemungutan PPh Pasal 22

Pemungutan PPN

Membuat bukti pemungutan PPh Pasal 22 berupa SSP

Validasi faktur pajak dan pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 22 / PPN yang dipotong dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 22 yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22

Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN

74

Bendahara Mahir Pajak

75

Bendahara Mahir Pajak

5. Pengisian formulir untuk T8
Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2)

Pengisian formulir

T8
Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya, perencana konstruksi Tuan Zaky, nilai kontrak Rp5.000.000.000 Pembayaran 21/6 2011 Pelaksana konstruksi Rp1.500.000.000 Pembayaran 6/6 2011 perencana konstruksi Rp50.000.000

Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) pelaksana konstruksi (3%xRp1.500.000.000)

Pemungutan PPN

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2)

Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP

Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 4(2)/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2)/SPT Masa PPN

76

000.000.000) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2)/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2)/SPT Masa PPN 77 .000 Pembayaran 6/6 2011 perencana konstruksi Rp50.500. perencana konstruksi Tuan Zaky.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) perencana konstruksi (4%xRp50.000 Pembayaran 21/6 2011 Pelaksana konstruksi Rp1.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000. nilai kontrak Rp5.000.000.

000. perencana konstruksi Tuan Zaky.000.000.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN yang dipotong dengan SSP (Rp45.000 + Rp2.Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Masa Pajak Juni 2011 Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya. nilai kontrak Rp5.000) Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 78 .000.

perencana konstruksi Tuan Zaky.000.000 Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) Masa Pajak Juni 2011 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 79 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya. nilai kontrak Rp5.000.

nilai kontrak Rp5.000.000. perencana konstruksi Tuan Zaky.Bendahara Mahir Pajak Daftar Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 80 .

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000. perencana konstruksi Tuan Zaky. nilai kontrak Rp5.000.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 81 .

perencana konstruksi Tuan Zaky.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 82 . nilai kontrak Rp5.

nilai kontrak Rp5.000. perencana konstruksi Tuan Zaky.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pembuatan SSP PPN T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 83 .

000. perencana konstruksi Tuan Zaky.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 84 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000. nilai kontrak Rp5.

000 Pengisian SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN Masa Pajak Juni 2011 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Pemungutan PPN Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak dan pengisian SSP Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 / PPN yang dipotong dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) Melaporkan PPN yang dipungut dalam SPT Masa PPN 85 .000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T8 Pembangunan gedung pelaksana PT Jaya Karya.000. perencana konstruksi Tuan Zaky. nilai kontrak Rp5.

Bendahara Mahir Pajak 86 .

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T9 Pembebasan tanah atas nama Nasrun 800m x Rp400.000 x 5%) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) 87 .000 dan ibu Mega 1.000 6.200m x Rp400. Pengisian formulir untuk T9 Pembuatan SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Nasrun (800m x Rp400.

000 dan ibu Mega 1.200m x Rp400.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Mega (1.000 x 5%) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) 88 .Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T9 Pembebasan tanah atas nama Nasrun 800m x Rp400.200m x Rp400.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T9 Pembebasan tanah atas nama Nasrun 800m x Rp400.000 dan ibu Mega 1.000 Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2)2 dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4(2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4(2) 89 .200m x Rp400.

Bendahara Mahir Pajak

7. Pengisian formulir untuk T11
Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 23

Pengisian formulir

T11
Pembayaran jasa catering Rp3.500.000 kepada CV Sedap

Pemotongan PPh Pasal 23 (2% x Rp3.500.000)

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23

Menyetorkan PPh Pasal 23 dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 23 yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 23/26

90

Bendahara Mahir Pajak

Pembuatan SSP PPh Pasal 23
Pengisian formulir

T11
Pembayaran jasa catering Rp3.500.000 kepada CV Sedap

Pemotongan PPh Pasal 23 (2% x Rp3.500.000)

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23

Menyetorkan PPh Pasal 23 dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 23 yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 23/26

91

Bendahara Mahir Pajak

Pengisian SPT Masa PPh Pasal 23
Pengisian formulir

T11
Pembayaran jasa catering Rp3.500.000 kepada CV Sedap

Pemotongan PPh Pasal 23 (2% x Rp3.500.000)

Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23

Menyetorkan PPh Pasal 23 dengan SSP

Melaporkan PPh Pasal 23 yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 23/26

92

000 kepada CV Sedap Pemotongan PPh Pasal 23 (2% x Rp3.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Menyetorkan PPh Pasal 23 dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 23 yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 23/26 93 .500.500.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T11 Pembayaran jasa catering Rp3.

000.Bendahara Mahir Pajak 8.000.5% x Rp10. Pengisian formulir untuk T12 Pembuatan SSP PPh Pasal 22 Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo. biaya bahan tambahan Rp10.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.000.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan (1.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 94 . Biaya pengerjaan Rp60.

000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 95 .000. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000.5% x Rp10. biaya bahan tambahan Rp10.000.000 Pengisian SPT Masa PPh Pasal 22 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000. Biaya pengerjaan Rp60.000.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan (1.

000. biaya bahan tambahan Rp10.000.5% x Rp10. Biaya pengerjaan Rp60.000.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 96 . spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.000.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan (1.

000.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 97 . Biaya pengerjaan Rp60.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pembuatan bukti pemotongan PPh Pasal 23 T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo. biaya bahan tambahan Rp10.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000.000. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.

Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPh Pasal 23 Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60. Biaya pengerjaan Rp60.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 98 .000. biaya bahan tambahan Rp10. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.000.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian SPT Masa PPh Pasal 23 Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000.000. Biaya pengerjaan Rp60.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 99 . biaya bahan tambahan Rp10. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000.000.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.

000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000. biaya bahan tambahan Rp10.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 100 . spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000. Biaya pengerjaan Rp60.

000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo.000.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 101 . biaya bahan tambahan Rp10. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000. Biaya pengerjaan Rp60.000.

000.000.000. Biaya pengerjaan Rp60.Bendahara Mahir Pajak Pengisian SSP PPN Pengisian formulir T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo. biaya bahan tambahan Rp10.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 102 .

000. spesifikasi ditentukan dinas pendidikan.000 Pemotongan PPh Pasal 23 atas jasa maklon (2% x Rp60.000.000.000.000) Pemungutan PPh Pasal 22 atas biaya bahan tambahan Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 23 Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 22/23/PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 22/23/PPN yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 22/23/PPN 103 . Biaya pengerjaan Rp60.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa PPN T12 Dinas Pendidikan Boyolali membuat kontrak pembuatan baju seragam dengan PT Garmindo. biaya bahan tambahan Rp10.

Bendahara Mahir Pajak 104 .

Pengisian formulir untuk T13 Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 105 .000 dan service charge Rp12.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000 kepada PT Maju Hidayat.000. 9.

000 dan service charge Rp12.000. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.Bendahara Mahir Pajak Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000.000.000 kepada PT Maju Hidayat.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 106 .

000 dan service charge Rp12.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 107 .000 kepada PT Maju Hidayat. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62 000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000.000.

000 dan service charge Rp12.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000 kepada PT Maju Hidayat. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 108 .000.000.

Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.000.000 kepada PT Maju Hidayat.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 109 .000.000 dan service charge Rp12.000.

Bendahara Mahir Pajak Pembuatan SSP PPN Pengisian formulir T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 110 .000.000 dan service charge Rp12. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.000 kepada PT Maju Hidayat.000.

000 kepada PT Maju Hidayat.000 dan service charge Rp12.000.000.000. Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (10% x Rp62.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Pengisian SPT Masa PPN T13 Bendaharan dinas tata ruang Manado menyewa rukan Rp50.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Pengecekan keabsahan faktur pajak Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong/dipungut dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) / PPN 111 .

Bendahara Mahir Pajak 112 .

Kontraktor utama Pt Andang Konstruksi Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Rp340.000. Sisa anggaran tahun 2011 Rp340.000.000. Hibah Pengisian formulir untuk T14 Pembuatan bukti pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T14 Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan proyek pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan dana hibah Rp850.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) / PPN dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) 113 .000.000.000.000.Bendahara Mahir Pajak C.

000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian SSP PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pengisian formulir T14 Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan proyek pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan dana hibah Rp850.000.000. Sisa anggaran tahun 2011 Rp340. Kontraktor utama Pt Andang Konstruksi Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Rp340.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) 114 .000.000.000.000.

Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T14 Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan proyek pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan dana hibah Rp850.000.000.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) 115 .000.000.000. Sisa anggaran tahun 2011 Rp340.000. Kontraktor utama Pt Andang Konstruksi Pengisian SPT Masa PPh Final Pasal 4 ayat (2) Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Rp340.000.000.

Rp850.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir T14 Pengisian formulir Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan T14 proyek Kementerian pembangunan jalan Pekerjaan Umum lintas Kalimantan melaksanakan dengan dana hibah proyek Rp850.000. Kontraktor utama Pt Andang Pemotongan PPh Pasal Konstruksi 4 ayat (2) (3% x Rp340.000.000.000.000.000.000) Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Membuat bukti Rp340. Kontraktor utama Sisa anggaran tahun Pt Andang 2011 Konstruksi Rp340.000.000) pemotongan PPh Pasal 4 (2) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) 4 (2) dengan SSP Menyetorkan PPh Pasal Melaporkan PPh Pasal 4 4 (2) dengan SSP (2) yang dipotong dalam Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam 116 .000.000.000.000.000.000. pembangunan jalan Sisa anggaran tahun lintas Kalimantan 2011 dengan dana hibah Rp340.000.000.

Kontraktor utama Pt Andang Konstruksi Pemotongan PPh Pasal 4 ayat (2) (3% x Rp340. Sisa anggaran tahun 2011 Rp340.000.000.000.000.000.000.000.000.Bendahara Mahir Pajak Pengisian formulir Faktur Pajak T14 Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan proyek pembangunan jalan lintas Kalimantan dengan dana hibah Rp850.000) Membuat bukti pemotongan PPh Pasal 4 (2) Validasi faktur pajak (PPN tidak Dipungut) Menyetorkan PPh Pasal 4 (2) dengan SSP Melaporkan PPh Pasal 4 (2) yang dipotong dalam SPT Masa PPh Pasal 4 (2) 117 .

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.Bendahara Mahir Pajak DAFTAR PERATURAN TERKAIT Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2008.03/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan sehubungan dengan Pekerjaan. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2010 tentang Tarif Pemotongan dan Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan yang Menjadi Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. dan Kegiatan Orang Pribadi.03/2010 tentang Tata Cara Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 bagi Pejabat Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai. 118 . dan Pensiunannya atas Penghasilan yang Menjadi Beban Anggaran 1. 6. 4. 9. Anggota Polri. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK. PNS. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1996 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2002. Anggota TNI. 10. 5. 3. 8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 250/PMK. Jasa. 7.03/2008 tentang Besarnya Biaya Jabatan atau Biaya Pensiun yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto Pegawai Tetap atau Pensiunan.

Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 119 . dan Melaporkan PPN dan PPnBM beserta Tata Cara Pemungutan. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/KMK.04/1994 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pemungutan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 243/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Penyetoran. Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 sehubungan dengan Pekerjaan.Bendahara Mahir Pajak 11. dan Warna Benda Meterai. dan Kegiatan Orang Pribadi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2009. 16. 14. 15. Menyetor.03/2008 tentang Jenis Jasa Lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 394/KMK.03/2002.03/2008 tentang Tata Cara Pemotongan. 12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK. Keputusan Menteri Keuangan 635/KMK.03/2010 tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan. Ukuran. 19. 17.03/2009 tentang Bentuk.04/1996 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pemotongan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 120/KMK. 18.03/2009.03/2008. 13. Pelaporan dan Penatausahaan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153/PMK. Penyetoran dan Pelaporannya. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 55/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/PMK.03/2003 tentang Penunjukan Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara untuk Memungut. Jasa.03/2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain.

Pasal 22. dan Tata Cara Pengisian serta Penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai (SPT Masa PPN). Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2010 tentang Tata Cara dan Prosedur Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER15/PJ/2011. 23. serta Pelaporan Pajak Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan. Pasal 23 dan/atau Pasal 26 serta Bukti Pemotongan/Pemungutannya.Bendahara Mahir Pajak 20. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2). Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15. Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15./2002 tentang Tata Cara Pemotongan dan Pembayaran. 22. Pasal 22. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2). Isi. Pasal 22. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2). Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/PJ/2010 tentang Bentuk. Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15. 120 . Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26 dan Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pasal 26. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-227/PJ. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-02/PJ/2003 tentang Tata Cara Pemeteraian Kemudian. 25. 27. 24. 26. 21. Pasal 23 dan/atau Pasal 26 serta Bukti Pemotongan/Pemungutannya. Pasal 23 dan/atau Pasal 26 serta Bukti Pemotongan/Pemungutannya.

1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful