BASIC MAINTENANCE SYSTEM

Oleh : Ating Sudradjat

Jan-13

united
Smart Education . Smart People

Research l Training l Consulting

DEFINISI MAINTENANCE
Daftar Istilah teknik (glossary) dalam British Standard (3811:1993) mendefinisan maintenance sebagai : “ Kombinasi dari berbagai kegiatan teknis dan administrasi, termasuk kegiatan supervisi guna untuk mempertahankan suatu sistem atau komponen sistem atau mengembalikan ke bentuk sesuai fungsi yang diperlukan”.
Jan-13

“ maintenance adalah suatu set kegiatan organisasi yang dilaksanakan dalam tatanan aturan untuk menjaga sistem atau komponen sistem dalam kondisi operasi terbaik dengan ongkos yang minimum”

Pengertian :
Suatu aktivitas yang diperlukan untuk menjaga atau mempertahankan fasilitas agar fasilitas tersebut dapat tetap berfungsi dengan baik dan dalam kondisi siap pakai
Jan-13

AKTIVITAS MAINTENANCE :
Aktivitas dari fungsi maintenance

bisa merupakan kegiatan perawatan dan perbaikan atau penggantian, yang mana dibutuhkan untuk suatu item agar dapat mencapai pada kondisi produktivitas sistem diterima dan kegiatan ini pun harus dilaksanakan dengan ongkos yang minimal.

TUJUAN UMUM MAINTENANCE

Jan-13

Menjamin fasilitas (mesin/peralatan) dalam kondisi siap pakai dan mampu memberikan keuntungan Menjamin safety bagi operator/ pengguna Memperpanjang umur pakai

LATAR BELAKANG MAINTENANCE
akibat ada peningkatan jumlah dan variasi asset/fasilitas, sehingga kompleksitas makin tinggi.  pandangan tentang organisasi dan tanggung jawab perawatan.  Menjawab :

 
Jan-13


Pengaruh kerusakan fasilitas terhadap keselamatan dan lingkungan Hubungan perawatan dengan kualitas output Efisiensi ongkos Peningkatan availability

PERKEMBANGAN MAINTENANCE Jan-13  Generasi  1 : ( hingga perang dunia II) Mekanisasi industri tidak tinggi.  Tidak membutuhkan maintenance secara sistematis. sehingga down time bukan masalah  Peralatan sangat sederhana dengan tingkat keandalan tinggi. pelumasan. sehingga skill yang dibutuhkan rendah . kecuali pembersihan. (karena rancangan dibuat berlebihan) dan mudah dirawat.

sehingga meningkat pada sistem perencanaan dan penjadualan  Akibat dari kenaikan ongkos menyebabkan jumlah kapital yang terkait dengan fixed asset meningkat. maka dicari jalan untuk memaksimumkan umur asset.  Selain itu peran perawatan juga masuk kedalam proses design Jan-13 . akibat dari meningkatnya kebutuhan  Sejak tahun 1950-an jenis mesin dan peralatan industri makin banyak dan kompleks  Down time menjadi perhatian utama. Generasi 2 : (selama PD II)  Meningkatnya mekanisasi peralatan. sehingga tercipta konsep Preventive Maintenance (1960) dan pelaksanaan overhaul dilakukan secara periodik pada interval yang tetap.  Peningkatan ongkos perawatan terhadap ongkos operasi.

World-class companies are in continuous need of a very well organised maintenance programme to compete world-wide. . IMS. Generasi  3 : (sejak pertengahan tahun 1970-an) Jan-13 Adanya perubahan meningkatnya proses di industri. yang memacu adanya beberapa perubahan pada :    Penelitian Teknologi System   Tahapan ini. sistem perawatan berkembang lebih baik lagi seperti munculnya: TPM. RCM. CMMS.

Jangka terotechnology diperkenalkan.Model untuk pemeliharaan preventif dikembangkan • Peningkatan kesadaran: -Lingkungan -Keselamatan -Kualitas • Butuh peralatan handal. . Development of Maintenance Pre-World War II Memperbaiki peralatan jika rusak Post-World War II Time 1980 Onwards Maintenance History (Adapted From Shenoy. • Pengurangan biaya. Bhadury 1998) . .Pengakuan perlu menunjukkan kegagalan peralatan.MAINTENANCE HISTORY Jan-13 .

sehingga akan : • Memaksimalkan produksi atau meningkatkan ketersediaan fasilitas dengan biaya rendah dan kualitas tinggi serta standar keselamatan tinggi. • Mengurangi downtime.SASARAN : Hubungan antara tujuan pemeliharaan dan tujuan produksi tercermin dalam tindakan bagaimana menjaga mesin produksi dan fasilitas dalam kondisi terbaik. • Mengurangi kerusakan dan shutdowns darurat. Jan-13 . • Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya. • Meningkatkan kontrol stok suku cadang.

Mengoptimalkan masa pemanfaatan peralatan. Meminimalkan penggunaan energi.Jan-13      Meningkatkan efisiensi peralatan dan mengurangi tingkat skrap. Mengendalikan ketersediaan anggaran Mengidentifikasi dan menerapkan pengurangan biaya (Cost reduction) .

MAINTENANCE OBJECTIVES PLANT Jan-13 Maximising Production Minimising Energy Usage Optimising Useful Life of Equipment Providing Budgetary Control M A I N T E N A N C E Reduce Breakdowns Reduce Downtime Improving Equipment Efficiency Improving Inventory Control Optimising Resources Utilisation Implementing Cost Reduction .

Run to Failure Maintenance (RTF) Preventive Maintenance (PM) Corrective Maintenance (CM) Improvement Maintenance (IM) Predictive Maintenance (PdM) .TYPES OF MAINTENANCE Jan-13 1. 5. 2. 4. 3.

. Merupakan jenis maintenance tertua Jan-13 • RTF terdiri dari dua jenis: – Emergency maintenance : harus dilakukan secepat mungkin agar mesin atau fasilitas kondisi yang gagal/rusak dapat dioperasikan kembali atau beroperasi dengan aman dan efisien. penggantian spare parts sesuai dengan tata cara perbaikan atau penggantian yang dianggap sesuai. atau rekondisi mesin atau fasilitas setelah terjadi kegagalan/kerusakan agar mesin atau fasilitas untuk setidaknya kembali kekondisi minimum yang dapat diterima. penggantian. termasuk penentuan tenaga kerja. material dan alat. – Breakdown maintenance: Kegiatannya dilakukan setelah terjadinya kegagalan/kerusakan dengan menggunakan metoda perbaikan.RUN TO FAILURE MAINTENANCE (RTF)   Tindakan yang diperlukan terutama perbaikan.

Kegiatan-kegiatannya sangat sulit untuk rencana dan dijadwalkan. sehingga mengarah pada tingkat ketersediaan (availability) rendah.KEKURANGAN: 1. 2. Kegiatannya mahal. Sistem maintenance yang dilakukan terkait dengan terjadinya kegagalan/kerusakan spare parts dapat menyebabkan kegagalan/kerusakan pada spare parts lainnya. baik biaya langsung dan tidak langsung. 3. Jan-13 .

Biaya melaksanakan kegiatan perbaikan kegagalan/kerusakan lebih rendah daripada melakukan kegiatan maintenance jenis lain Prioritas anggaran yang telah direncanakan untuk preventive maintenance lebih rendah .RTF SANGAT BERGUNA DALAM SITUASI :  Jan-13   Kegagalan komponen dalam sebuah sistem tidak dapat diprediksi.

PREVENTIVE MAINTENANCE (PM) British Standard 3811:1993 mendefinisikan sebagai Preventive Maintenance : “ pemeliharaan dilakukan pada interval yang telah ditentukan atau sesuai dengan kriteria yang ditentukan. dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kegagalan/kerusakan atau penurunan fungsi”. Jan-13 .

Adanya dukungan dan komitmen dari manajemen Perencanaan dan penjadwalan program PM yang tepat. Jan-13 . keterampilannya perlu ditingkatkan melalui pelatihan. Kemampuan dalam menerapkan program PM. Kualifikasi staf yang diperlukan.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI PM :       Membutuhkan cukup banyak staf pada departemen maintenance untuk melakukan kegiatan PM. Suatu pilihan yang tepat PM diterapkan pada peralatan produksi dan mesin bila sesuai pada lingkungan kerja yang dapat mentolerir beban kerja berlebih.

Kegiatannya meliputi penggantian. . overhaul besar. inspeksi dan pelumasan (lubrications). penyesuaian.KEGIATAN PM : Jan-13    PM baik untuk mesin/fasilitas yang bila rusak menyebabkan kerugian produksi yang serius Tujuan PM terutama untuk menjaga kondisi mesin dengan meminimalkan kerusakan dan menjaga agar tidak dilakukannya emergency maintenance.

 Running maintenance.  Window maintenance. meliputi kegiatan PM yang dilakukan disaat mesin atau peralatan sedang berjalan sebelum kegiatan PM yang sebenarnya terjadi. merupakan serangkaian kegiatan PM dilakukan disaat mesin atau peralatan yang tidak diperlukan untuk jangka waktu tertentu  Shutdown preventive maintenance. pembersihan.  Opportunity maintenance.SESUAI DENGAN SIFAT KEGIATANNYA PM : Routine maintenance. meliputi kegiatan PM secara berkala seperti pelumasan. merupakan serangkaian kegiatan PM di saat ada kesempatan yang tidak direncanakan selama periode kegiatan maintenance yang terencana.  Jan-13 . serangkaian kegiatan PM yang dilakukan saat jalur produksi dalam situasi berhenti total. dan reparasi kecil serta penggantian komponen.

 Kriteria penentuan fasilitas yg masuk dalam program PM :  Apakah kerusakan alat berdampak pada safety  Apakah kerusakan alat dapat menyebabkan system down  Apakah repair cost – nya tinggi dan lama  Ketersediaan spare part dari fasilitas tsb  Kondisi kerja dari fasilitas tsb Jan-13 • Set-up keberhasilannya :    Cost minimal % down time turun Ratio dari Planned WO dan Emergency WO .

terutama informasi dari riwayat alat  Cost of Maintenance rendah.PROGRAM PREVENTIVE MAINTENANCE Jan-13 Prevetive Maintenance . karena pekerjaan dapat direncanakan dan breakdown dapat dihindari dan rendah (biaya shutdown minimal akibat inspeksi yang terencana)  .mengacu pada waktu inspeksi : metode ini terdiri dari kegiatan inspeksi yang dilaksanakan secara periodik  Frekuensi pelaksanaannya didasarkan pada nilai keausan.

PREVENTIVE MAINTENANCE DECISIONS  Aktivitas PM tergantung pada : production environment. dan lainnya  Major PM. major overhauls . seperti . replacing failed atau keausan parts. seperti .  equipment criticality.  reliability requirement. Lubrication. equipment upgrade dan modifications. major calibration dan adjustment.  Jan-13  Aktivitas PM dapat dikelompokkan menjadi :  Routine PM. Cleaning. Inspection.

KELOMPOK PREVENTIVE MAINTENANCE  Periodic Maintenance Pelaksanaan pekerjaan seperti servis. yang dilakukan setelah alat bekerja pada jumlah jam tertentu dan dilakukan secara periodik  Jan-13 Scheduling Maintenance Bentuk maintenance terhadap komponen suatu equipment. dimana proses kerjanya menyangkut pekerjaan secara terjadwal termasuk overhaul  Condition Base Maintenance Maintenance yang didasarkan pada kondisi equipment .

PELAKSANAAN PERIODIC MAINTENANCE Daily Maintenance Inspeksi sebelum sistem dioperasikan.  Jan-13 Periodic Service Pelaksanaan pekerjaan service yang harus dilakukan secara berkala berdasarkan panduan jam kerja yang telah ditetapkan (lihat manual book) . dengan tujuan untuk mengetahui kondisi sistem itu apakah aman untuk doperasikan. operator maupun teknisi dapat mencatat semua kejadian yang terjadi setiap saat. Alat bantu yang digunakan : Check Sheet formulir yang digunakan untuk mencatat hasil operasi suatu sistem dalam satu hari operasi  Daily Check sama seperti Check Sheet. namun berbeda dalam ukuran yang berbentuk pocket size.

PELAKSANAAN SCHEDULE OVERHAUL Jan-13 Schedule Overhaul :  Penetapan waktu pekerjaan harus dilakukan sebelum sistem mengalami kerusakan  Jadwal overhaul sesuai rekomendasi pabrik. yaitu terhadap life time sistem tsb.  Proses pekerjaan overhaul :       Dis-assembly Measuring Reusable part Part ordering Assembling Testing .

Preventive time-based maintenance/Scheduling + Kerusakan minimal + Shutdown yg terencana .Kemungkinan umur sparepart / mesin karena tdk digunakan sepenuhnya .Ada risiko bahwa mesin terlalu sering direparasi A Jan-13 Repair ? Periodic service 1 2 3 Lifetime Good intervall Poor intervall .

penggantian. Jan-13 British Standard 3811:1993 Mendefinisikan CM : pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadi kegagalan/kerusakan. kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembalikan sistem pada keadaan di mana sistem dapat melakukan fungsinya sesuai yang diperlukan . atau restotasi yang dilakukan setelah terjadinya kegagalan/kerusakan untuk menghilangkan sumber kegagalan/kerusakan. atau mengurangi frekuensi kejadiannya kegagalan/kerusakan.CORRECTIVE MAINTENANCE (CM)  Kegiatan perbaikan.

kegiatan CM yang menunda perbaikan namun tidak mempengaruhi proses produksi.JENIS CORRECTIVE MAINTENANCE (CM) Remedial maintenance.  Jan-13 . “caranya. merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan sumber kegagalan/kerusakan tanpa mengganggu kelangsungan proses produksi. serangkaian kegiatan CM yang dilakukan ketika lintasan produksi dalam situasi berhenti total.  Deferred maintenance. item yang rusak dikeluarkan dari sistem/lintasan produksi yang kemudian direkondisi atau beban kerja dialihkan ke lintasan lainnya”.  Shutdown corrective maintenance.

4. Fault elimination. . Verification of fault elimination. kelengkapan prosedur. Jan-13 Pada langkah fault elimination tindakan yang dapat dilakukan seperti adjusting. Fault isolation. special tool dan komponen serta peralatan. Verifikasi perbaikan. calibrating. Perencanaan yang efektif. 4. 2. keterampilan tenaga kerja. tergantung tingkat kompetensi perencana. removing. Waktu yang cukup.Langkah-langkah kegiatan CM : 1. Prosedur perbaikan yang tepat. reworking. waktu standar. aligning. replacing atau renovasi. 2. Identifikasi masalah. 3. ketersediaan basis data. Fault detection. Prasyarat pelaksanaan CM : 1. 5. 3.

atau meningkatkan kinerja mesin dari sudut maintenance dengan mendesain ulang mesin-mesin dan fasilitas yang rentan terhadap sering terjadinya kegagalan dan perbaikan jangka panjang atau biaya penggantian yang sangat mahal. Shutdown improvement maintenance. Engineering services. serangkaian kegiatan perbaikan yang dilakukan . 3.IMPROVEMENT MAINTENANCE (IM) IM bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan sama sekali kebutuhan terhadap maintenance  Jenis IM berikut: 1. Jan-13 . reinstalasi. dan pengaturan ulang dari fasilitas. serangkaian kegiatan untuk menghilangkan penyebab adanya maintenance.sementara lintas produksi berada dalam kondisi berhenti. menyederhanakan tugas-tugas maintenance. Design-out maintenance. meliputi modifikasi konstruksi dan konstruksi. 2.

dan atau menentukan pekerjaan maintenance yang sesuai untuk memaksimumkan umur pakai equipment tanpa meningkatkan resiko kerusakan Jan-13  Metoda pendeteksian kerusakan :   Condition-based predictive maintenance.PREDICTIVE MAINTENANCE (PDM)  Predictive maintenance adalah suatu set aktivitas yang melakukan deteksi terhadap perubahan kondisi fisik dari equipment (tanda/gejala kerusakan) sehingga dapat dengan tepat dan cepat melakukan perbaikan. berdasarkan data statistik dan catatan riwayat kerusakan mesin/alat dimasa lalu untuk memprediksi kerusakan. berdasarkan pada kontinuitas atau periodikal monitoring kondisi peralatan dalam mendeteksi kerusakan Statistical-based predictive maintenance. .

• Jika tidak terdapat gejala kerusakan.• Perawatan prediktif juga merupakan bagian perawatan preventif. monitoring terus dilanjutkan supaya jika terdapat gejala kerusakan segera diketahui sedini mungkin. • Untuk menentukan kondisi mesin dilakukan pemeriksaan atau monitoring secara rutin. • Jika terdapat tanda gejala kerusakan segera diadakan tindakan perbaikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Jan-13 . • Perawatan prediktif dapat diartikan sebagai strategi perawatan yang mana perawatannya didasarkan atas kondisi mesin itu sendiri.

How Predictive Maintenance Works Jan-13 .

Pola Kerusakan Ditinjau dari trend pola kegagalan (kemungkinan kegagalan vs waktu) ada 2 pola yang populer: • Kegagalan/kerusakan berkaitan umur (age-related failures) dengan Jan-13 • Kegagalan/kerusakan failures) acak (random .

Jan-13 . • Oleh karena itu cocok dilakukan preventive maintenance yaitu penggantian (discard) atau perbaikan (restoration) secara periodik.related failures • Sebagian besar komponen akan gagal setelah melewati umur operasi tertentu dan sebagian kecil saja yang rusak sebelum umur operasi tertentu tersebut.Age . • Dengan demikian dapat diperoleh patokan useful life atau MTBF (mean time between failures) yang secara statistik deviasinya kecil sekali sehingga hampir dapat dipastikan bahwa komponen ini akan rusak setelah melewati MTBF tersebut.

 Contoh kasus: kerusakan pada bearing. Jan-13 . membuktikan bahwa periode kerusakan bearing sangat bervariasi sehingga waktu penggantian bearing (dimana bearing tidak akan rusak sebelum diganti) dengan tingkat kepercayaan 95% sulit ditentukan. Artinya tidak ditemukan batas umur operasi tertentu dimana hampir dapat dipastikan komponen ini akan gagal/rusak. Penelitian terhadap 30 buah deep groove ball bearing diuji secara run to failure pada kondisi terkontrol.Random failures  Kemungkinan dan peluang kegagalan/kerusakan komponen hampir sama di sepanjang waktu.

maka pada komponen/sistem dengan pola kerusakan seperti ini cocok diterapkan Predictive Maintenence (PdM). komponen yang akan rusak biasanya akan memberikan “tanda-tanda”. • Karena ada ”tanda-tanda” ini maka kondisi komponen dapat diketahui. berdasarkan pola kerusakan acak (random) dan adanya ”tanda-tanda” kerusakan.ARTINYA : • Berdasarkan pola trend kegagalannya. • Meskipun demikian. Jan-13 Oleh karena itu. karena tidak adanya batas umur. . pada komponen dengan kegagalan acak tidak cocok diterapkan Preventive Maintenance.

untuk mempertimbangkan strategi Jan-13 20 Cost of maintenance 15 10 Breakdown Preventive Predictive 5 CM PM Pd M Jenis maintenance .Ditinjau dari cost of maintenance. bahwa predictive maintenance atau metode monitoring kondisi mesin yang paling rendah dibanding dengan CM dan PM.

Secara umum Predictive Maintenance • Inti dari predictive maintenance adalah monitoring atau pemantauan kondisi mesin (machinery condition monitoring) tanpa harus memberhentikan mesin • Predictive maintenance disebut juga sebagai maintenance berdasarkan kondisi atau condition based maintenance • Monitoring kondisi mesin dapat diartikan sebagai menentukan kondisi mesin dengan cara memeriksa mesin secara rutin • Dengan cara pemeriksaan secara rutin kondisi mesin dapat diketahui sehingga reliability mesin dan keselamatan kerja dapat terjamin Jan-13 .

Smart People Jan-13 Monitoring visual Monitoring minyak pelumas Monitoring kinerja Monitoring geometrik Monitoring getaran Monitoring NDT Research l Training l Consulting . serta mereduksi biaya maintenance • • • • • • united Smart Education .• Monitoring atau pemantauan kondisi mesin dapat juga mereduksi breakdown dan kecelakaan yang disebabkan oleh kerusakan alat dan meningkatkan waktu operasi dan laju produksi.

• Predictive maintenance membutuhkan teknologi dan keahlian SDM dalam membuat keputusan terhadap tindakan yang dilakukan pada kondisi peralatan kritis. dengan mengintegrasikan : • diagnostik data • unjuk kerja mesin dan peralatan • maintenance histories • data operasi dan disain Jan-13 .

dari beberapa perusahaan yang menerapkan predictive maintenance dengan benar menunjukkan adanya pengurangan maintenance cost secara total sekitar 50% s. • Sehingga. banyak perusahaan yang sudah menggunakan pendekatan predictive maintenance.d 70% dibanding menerapkan preventive maintenance. karena memanfaatkan alat ukur yang cukup akurat.• Dalam predictive maintenance bisa berbicara dan bergelut hal-hal yang menyangkut reliability (keterandalan) dan availability (ketersediaan) peralatan dengan lebih teliti dan terukur. Jan-13 .

2. 3. Menentukan kebijakan Maintenance. 4. termasuk kebijakan tentang sub kontrak Membuat perencanaan dan jadual Menentukan kebijakan pengadaan material dan spare part Penyiapan tenaga kerja dan peralatan Jan-13 .Persiapan Pelaksanaan Maintenance 1.

BASED PREVENTIVE MAINTENANC E IMPROVEMEN T MAINTENANC E DESIGN OUT - CORRECTIVE MAINTENANC E DEFERRE D REMEDIAL CONDITION .BASED ENGINEERIN G SERVICES Shutdown Maintenance WINDOW RUNNIN G ROUTIN E OPPORTUNITY SHUTDOWN PREVENTIVE SHUTDOWN IMPROVEMEN T SHUTDOWN CORRECTIVE Maintenance Types .MAINTENANCE STRATEGY MAINTENANCE Jan-13 PLANNED MAINTENANCE (PROACTIVE) UNPLANNED MAINTENANCE (REACTIVE) EMERGENCY BREAKDOWN PREDECTIVE MAINTENANC E STATISTICA L .

Pengurangan akibat kerusakan Pengurangan frekuensi kerusakan Jan-13 .

tindakan : Preventive maintenance Penggantian Rancangan reliabilitas Instruksi untuk operator  Pengurangan   akibat kerusakan.Jan-13  Pengurangan     frekuensi kerusakan. tindakan :  Percepatan pelaksanaan reparasi / perbaikan Mempermudah tugas reparasi Output alternatif reparasi .

Alignment. Smart People Research l Training l Consulting . Delay time Corrective maintenance Preventive maintenance Preventive Maintenance cycle Preparation time Repair of item In place or Removal of faulty Item and replace with spare Inspection time Servicing time Checkout time Preparation Fault detected For maintenance Localization And fault isolation Disassembly (gain access) Reassembly (buildup) Adjustment. calibration Condition Verification (checkout) united Smart Education .TIME RELATIONSHIPS TIME Jan-13 UPTIME Standby/ready time System Operating time Active Maintenance time DOWNTIME Logistics Delay time Adm.

kurang pengetahuan mesin Teknisi / mekanik / petugas perawatan Mengikuti petunjuk operasi Periksa pelumas. panas. bising. Pencegahan Istirahat yang cukup. berolah raga Berat badan Pemantauan .PERBANDINGAN POLA PENCEGAHAN (MANUSIA X MESIN) Jan-13 Tubuh Manusia Gangguan Penyebab Bantuan Penyakit Mesin Mogok / macet Kurang daya tahan tubuh Dokter Kurang perawatan. getar. dll.

MAINTENANCE MANAGEMENT PYRAMID Jan-13 Continuous Improvement Total Productive Maintenance Financial Optimization Reliability Centered Maintenance Technical and Interpersonal Training Predictive Maintenance Operations Involvement Stores and Procurement Work Flow System CMMS Preventive Maintenance .

dengan cara yang sama  Diperbaiki ketika sudah rusak  Praktek maintenance secara konservatif First Generation: Perbaiki ketika rusak 1950 1960-70 1980 1990 2000 Today 1940 .Rethinking Maintenance Strategy Third Generation: The coming of Maintenance Optimization (80/20 rule) with less resources  Meningkatnya tingkat kompetensi dan softskill  Meningkatkan availability dan reliability  Condition monitoring  Failure modes effects analyses  Expert systems  Greater safety  Better product quality  No damage to the environment  Longer equipment life  Greater cost effectiveness Second Generation:  Overhaul secara terjadwal  Lakukan maintenance apapun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful