You are on page 1of 41

KELOMPOK 6

NAMA ANGGOTA:
ALLYSSA SYIFA FAHIRA
ARIE MAULIZA PUTRI
CORNELIA ALHUSNI DESTIAWAN
DINDA TRIZAYANTI
DEVI SAPUTRI
FATMA SUCI SRIKANDI
MEUTIA KOMALA PUTRI
PUJA ASDINI
NISKA DARLIYANTI
THALITHA NABILA PUTRI

LUKA
Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat proses
patalogis yang berasal dari internal dan eksternal dan mengenai organ tertentu
Jenis Luka
Berdasarkan lama waktu penyembuhannya, luka dibagi menjadi 2 jenis,
yaitu:
a. Luka Akut
b. Luka Kronik

A.DARAH
1. KOMPONEN DAN FUNGSI DARAH
•. A. plasma darah
•. Kompenan darah yang berupa larutan aqueus yang berwarna
kuning yang menjadi medium sel-sel darah, dima sel darah
ditutup. 55% dari jumlah/volume darah merupakan plasma
darah.

B. sel-sel darah
Sel-sel darah utama:




ERITROSIT (SEL DARAH MERAH)
Sel yang paling banyak dalam tubuh dan merupakan sel tidak berinti
Mengandung hemoglobin dan smolekul besi di sitoplasmanya
Membawa oksihemoglobin dan karbaminohemoglobin
Rentang usia 120 hari

 PLATELET (TROMBOSIT)
• Berfungsi sebagai pembekuan darah ketika dinding pembuluh darah
mengalami kerusakan
 LEUKOSIT(SEL DARAH PUTIH)
GRANULOSIT
• NEUTROFIL
a. sitoplasmanya jernih dibwah mikroskop
b. membentuk sekitar 60%-70% leukosit darah.
• Eosinofil
Sitoplasmanya beri granula besar yang berwarna merah muda
Membentuk sekitar 2%-4% leukosit darah.

tidak memiliki granua di sitoplasmanya dan ukuranya beragam sel plasmanya melepaskan antibody untuk berekasi menghancurkan organisme b. membentuk sekitar 3%-8% leukosit darah. • Monosit a. membentuk 20%-30% leukosit darah. d. merupakan leukosit agranular terbesra dengan nukleus yang berbentuk seperti tapal kuda b.• Basofil a. . berfungsi sebagai pertahan imunologist tubuh terhadap organisme. membentuk kurang dari 1% leukosit darah AGRANULOSIT • Limfosit a. tinggal di jaringan ikat dan merupakan fagosit yang kuat c. yang menginvansi c. sitoplasmanya mengandung granua biru gelap atau coklat b.

.

lalu ke ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis.trikuspidalis terletak antara ventrikel kanan dan atrium kanan. JANTUNG . Setelah terjadi pertukaran darah dan difusi oksigen juga nutrisi. SISTEM PERDARAN DARAH Peredaran Darah Besar Peredaran Darah Kecil Sistem peredaran darah manusia dimulai dari atrium kanan yang memompa darah ke dalam ventrikel kanan melewati katup trikus pidalis.2. katup bikuspidalis diantara ventrikel kiri dan atrium kiri.darah masuk kembali ke jantung melalui atrium kiri.kemudian darah dari ventrikel kanan akan dipompa menuju paruparu melalui arteri pulmonalis. Organ Yang Berperan Dalam Peredaran Darah: pemompa dalam sistem peredaran darah mempunyai 3 katup: katup vena semilunair terdapat di pangkal aorta (arteri besar).

•. Jaringan Ikat elastic Jaringan otot polos Jaringan endothelium B. •. Vena Cava Superior: mengumpulkan darah dari seluruh tubuh bagian atas •. •.Pembuluh Darah A. Arteri Secara anatomi terdiri atas beberapa lapisan: •. Vena Cava Inferior: mengumpulkan darah dari seluruh tubuh bagian bawah .darah memasuki venula. Pembuluh venula yang kecil akan bergabung menuju pembuluh vena.   Vena Pembuluh balik dimulai dari pembuluh darah kapiler.

Spasme pembuluh darah 2. Pembentukan sumbat dari trombosit (platalet) 3. PROSES HEMOSTATIS DAN PENYEMBUHAN LUKA A. Hemostatis terjadi melalui beberapa cara: 1. pembekuan darah 4. bila pembuluh darah mengalami cedara atau pecah.3. Proses hemostatis Hemostatis pencegahan hilangnya darah. Pembentukan jaringan ikat atau penghancuran bekuan darah .

Makrofag mengadakan migrasi ke luar dari kapiler dan masuk ke dalam darah yang rusak sebagai reaksi terhadap agens kemotaktik yang dipacu oleh adanya cedera. . Jaringan yang rusak akan merangsang adenosin diphosphat (ADP) membentuk platelet. Makrofag mampu memfagosit bakteri. b.B. Penyembuhan luka Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat proses patalogis yang berasal dari internal dan eksternal dan mengenai organ tertea a. Platelet akan bekerja untuk menutup kerusakan pembuluh darah. Respon jaringan yang rusak : jaringan yang rusak dan sel mast melepaskan plasma dan polimorfonuklear ke sekitar jaringan. Inflamasi Pada proses penyembuhan ini biasanya terjadi proses pembersihan debris. Hemostasis Hemostatis : Pada fase ini terjadi peningkatan perlekatan platelet. Platelet yang dibentuk berfungsi untuk merekatkan kolagen dan mensekresi faktor yang merangsang pembekuan darah.

Fase Proliferasi Tanda-tanda inflamasi mulai berkurang. d. Maturasi (Remodelling) Pada tahap maturasi terjadi proses epitelisasi. . Jaringan yang dibentuk dari gelung kapiler baru. Fase ini berlangsung selama 3-24 hari. kontraksi dan reorganisasi jaringan ikat. disebut jaringan granulasi karena penampakannya yang granuler dan warnanya merah terang. sel epitel pada pinggir luka dan sisa-sisa folikel rambut. yang menopang kolagen dan subtansi dasar. serta glandula sebasea dan glandula sudorivera membelah dan mulai bermigrasi diatas jaringan glandula baru.C. Setiap cedera yang mengakibatkan hilangnya kulit.

hipoksia lokal. gangguan metabolik dan endokrin. penurunan suhu luka. pengkajian luka yang tidak tepat. infeksi luka. malnutrisi. ada banyak faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka. gangguan kardiovaskuler. produk metabolik yang berlebihan. . jaringan nekrotik. penggunaan bahan perawatan luka primer yang tidak sesuai. dehidrasi. yaitu a. b. dan benda asing). eksudat yang berlebihan.Faktor-Faktor yang dapat Penghambat Penyembuhan Luka Meskipun proses penyembuhan luka sama bagi setiap penderita. pasokan darah yang buruk. Faktor intrinsik Faktor intrinstik meliputi faktor. trauma kambuhan. penurunan daya tahan terhadap infeksi) dan faktor fisiologi normal yang berkaitan dengan usia dan kondisi lokal yang merugikan pada tempat luka (misalnya. dan teknik penggantian balutan yang ceroboh). Faktor ekstrinsik Faktor ekstrinsik meliputi penatalaksanaan luka yang tidak tepat (misalnya. pengelupasan jaringan yang luas.faktor patofisiologi umum (misalnya. edema.

•. MAKROFAG : Fagositik menelan zat asing dan melalui kerja enzimatik menguraikan materi yang tertelan untuk di ekresikan untuk pemakaian ulang. sel T memproduksi zat aktif (limfokin). Makrofag meletakkan fragmen antigen pada permukaan selnya sehingga terpapar limfosit t. SISTEM IMUN A. berfungsi untuk membantu limfosit b merespon antigen membunuh sel tertentu dan mengatur respon imun. Tiga jenis sel yang memegang peranan penting dalam imunitas yaitu: SEL B (LIMFOSIT B) : merespon antigen tertentu. parasit. tetapi tidak memproduksi antibody. virus). Sistem imun secara garis besar adalah melindungi (makhluk hiidup) dan antigen (bakteri.B. Makrofag memproses antigen terfagositors melalui denaturasi atau mencerna antigen untuk menghasilkan fragmen yang mengandung determinan antigenic. B. SEL T (LIMFOSIT T) : spesifitas antigen dan akan berproliferasi jika ada antigen. berdeferensiasi menjadi sel plasma yang mensintesis dan mensekresi antibody.   •.   . Sel T berkomunikasi dengan antigen melalui reseptor sel T.

Perubahan vaskuler Respon vaskuler pada tempat terjadinya cedera merupakan suatu yang mendasar untuk reaksi inflamasi akut. Radang merupakan proses yang kompleks. menyebakan terjadinya perubahan didalam jaringan tubuh. Dinding pembuluh darah menjadi longgar susunannya sehingga sel darah putih keluar melalui dinding pembuluh.Defines radang : reaksi setempat dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury. Respon imun . .infeksi 2. Trauma fisik 3. Cedera kimiawi 4.C. Sel darah putih akan berkumpul dan menempel di sepanjang dinding pembuluh.Proses terjadi radang terbagi menjadi 2: •. PROSES PERADAGANGAN Proses peradangan . Penyebab umum terjadinya peradangan: 1. sehingga terjadi pertambahan aliran darah akibatnya bagian tersebut menjadi panas. Perubahan ini meliputi perubahan aliran darah dan permeabilitas pembuluh darah. Sel darah putih bertindak sebagai sistem pertahanan untuk menghadapi serangan antigen.

Pembengkakan yang menyebabakan terjadinya tegangan dan tekanan pada sel saraf sehingga menimbulkan rasa sakit. . Cairan inilah yang menjadi dasar terjadinya pembengkakan.• Pembentukan cairan inflamasi Peningkatan permeabilitas pembuluh darah disertai dengan keluarnya sel darah putih dan protein plasma ke dalam jaringan yang disebut eksudasi.

C. SISTEM OTOT A. Pengertian otot •. Karaktersistik Otot Kontraktilitas Eksilitabilitas Elastisitas Eksentabilitas . Otot merupakan suatu organ/alat yang dapat bergerak dan merupakan jaringan pada tubuh hewan yang bercirikan mampu berkontraksi. aktivitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem saraf.

lidah dan rectum . Terletak di anggota gerak yaitu tangan dan kaki. Bersifat Volunter 5. Mudah lelah 6.1. Kontraksi cepat dan kuat 4. Serabut memiliki banyak inti. tersusun dibagian perifer 3. Berbentuk Silindris 2. Otot Rangka ( Textus Muscularis Striatus Skeletalis ) Ciri-ciri : 1.

Otot Jantung ( Textus Muscularis Cardiacus ) • Ciri-ciri : 1. Berbentuk Silindris bercabang • 2. Kontraksi kuat dan berirama • 4. Terletak hanya di organ jantung •   . Bersifat Involunter • 5.• 2. Tidak mudah lelah • 6. Serabut terlogasi dan membentuk cabang dengan satu nukleous sentra • 3.

dengan ujung meruncing • 2. faring. Bersifat Involunter • 5. Otot Polos ( Textus Muscularis Levis ) • Ciri-ciri : 1. laring dan alveolus . Terletak di usus halus. Bebentuk gelondong.•   • 3. Kontraksi lemah • 4. Tidak mudah lelah • 6. berkisar antara 20 mikron • 3. Serabut berukuran kecil. lambung.

.

Yang terbagi atas: Epimisium Perimisium Endomisiu m .• Jenis Selubung Otot •   • Berfungsi membungkus setiap otot dan masuk ke bagian dalam untuk melapisi fasikel dan serabut individual.

.

origo. DLL. sudut mulut a. LONGUS LEVATOR. LONGUS LEVATOR. ORIGO. YAITU SEPERTI : AKSI : FLEKSOR. A NTERIO R REKTUS. A NTERIO R REKTUS. Levator. ORIGO. TUNGAI ARAH SERABUT : REKTUS TU NGKAI OTOT ABDOMINAL TRANSVERSUS BENTUK DELTOID TRAPESIUS JUMLAH PADA BAGIAN KEPALA BISEP LENGAN TRISEP LENGAN KUADRISEP TITIK PELEKATAN STERNOCLEIDO MASTOIDEUS UKURAN MA XIMUS MINIMUS         PENAMAAN OTOT (TATA) NAMA PADA OTO T PADA DASARNYA MENGGAMBARKAN SATU CIRINYA ATAU LEB IH. SUDUT MULUT LOKASI : TIBIALIS. TUNGAI ARAH SERABUT : REKTUS TU NGKAI OTOT ABDOMINAL TRANSVERSUS BENTUK DELTOID TRAPESIUS JUMLAH PADA BAGIAN KEPALA BISEP LENGAN TRISEP LENGAN KUADRISEP TITIK PELEKATAN STERNOCLEIDO MASTOIDEUS UKURAN MA XIMUS MINIMUS         PENAMAAN OTOT (TATA) NAMA PADA OTO T PADA DASARNYA MENGGAMBARKAN SATU CIRINYA ATAU LEB IH. Rektus tungkai b. Rektus. JARI KAKI ADU KTOR. Aduktor. JARI KAKI ADU KTOR. Otot abdominal transversus •Bentuk : a. LONGUS LEVATOR. aksi. AKSI. Deltoid b. YAITU SEPERTI : AKSI : FLEKSOR. DLL. jari kaki b. anterior b. DLL.C. Trapesius . JARI KAKI ADU KTOR. Penamaan Otot PENAMAAN OTOT (TATA) NAMA PADA OTO T PADA DASARNYA MENGGAMBARKAN SATU CIRINYA ATAU LEB IH. SUDUT MULUT LOKASI : TIBIALIS. AKSI. longus c. A NTERIO R REKTUS. OTO T TERSEBUT DAPAT DINAMAI SESUAI DENGAN LOKASI. Tibialis. OTO T TERSEBUT DAPAT DINAMAI SESUAI DENGAN LOKASI. •Aksi : •Lokasi : a. Fleksor. AKSI. Otot tersebut dapat dinamai sesuai dengan lokasi. dll. TUNGAI ARAH SERABUT : REKTUS TU NGKAI OTOT ABDOMINAL TRANSVERSUS BENTUK DELTOID TRAPESIUS JUMLAH PADA BAGIAN KEPALA BISEP LENGAN TRISEP LENGAN KUADRISEP TITIK PELEKATAN STERNOCLEIDO MASTOIDEUS UKURAN MA XIMUS MINIMUS         Nama pada otot pada dasarnya menggambarkan satu cirinya atau lebih. ORIGO. OTO T TERSEBUT DAPAT DINAMAI SESUAI DENGAN LOKASI. YAITU SEPERTI : AKSI : FLEKSOR. SUDUT MULUT LOKASI : TIBIALIS. tungai •Arah serabut : a.

Sternocleidomastoideus a. Kuadrisep • Titik pelekatan : • Ukuran:     a. Minimus .• Jumlah pada bagian kepala: a. Maximus b. Bisep lengan b. Trisep lengan c.

yaitu : •. membahas setiap macam informasi yang datang dari sekelilingnya.Sistem saraf pusat Sistem saraf pusat merupakan kumpulan dari struktur rumit yang meliputi bagian yang mengambil keputusan. Otak besar ( cerebrum ) •. Lobus temporalis : pusat pendengaran dan bicara . Berfungsi sebagai pusat saraf sadar. Terdiri atas : Otak •. terdiri atas empat bagian. Bagian saraf . Lobus oksipitalis : pusat penglihatan •. Lobus parientalis : pusat pengendalian kerja kulit •.D. SISTEM SARAF A. membuat pemahaman dan semua kegiatan otak. Lobus frontalis : pusat pengendalian pikiran •.

• Otak tengah (mesencephalon ) Berfungsi sebagai pusat pengaturan gerak mata. Berfungsi penghubung sistem saraf tepi ke otak dan sebagai pusat gerak refleks. • Sumsum tulang belakang Berfungsi menghubungkan otak kecil dan sumsusm tulang belakang serta sebagai saraf tak sadar.• Otak kecil (cerebelum ) Berperan dalam keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak otot. . • Sumsum tulang belakang ( medula spinalis) Terdapat dalam rongga tulang belakang.

Informasi yang diambil dari setiap bagian tubuh diantar ke sistem saraf pusat. Saraf otonom (Saraf yang bekerja tidak sadar) Saraf ini terbagi dua yaitu : •. Berdasarkan kerjanya sistem saraf tepi terbagi dua. sistem saraf pusat mengeluarkan sinyal perintah yang akan membawa ke otot atau cairan kelenjar yang terdiri dari kabel-kabel saraf. Sistem saraf somatik (Bekerja menurut kesadaran) b. Kemudian.   Saraf simpatik Saraf parasimpati . •. yaitu : a. Sistem saraf peripheral (ssph) Sistem ini bekerja seperti sebuah pengantar sinyal.

B. Penyimpanan memori jangka pendek 1. . 2. B.Habituasi Habituasi merupakan bentuk proses paling umum dan merupakan proses belajar pertama pada bayi.sensitisasi Terjadi peningkatan pelepasan neurotransmitter sehingga potensial prasinaps juga menjadi lebih besar. proses penyimpanan memori dan belajar 1. proses penyimpanan memori Memori merupakan penyimpanan dari pengetahuan yang telah didapat untuk bisa dipanggil kembali (recall) Penyimpanan informasi yang didapat dilakukan melalui dua tahap: C. Mekanisme memori jangka panjang Pada memori jangka panjang terjadi aktivitas gen spesifik yang mengontrol sintesis protein yang dibutuhkan untuk perubahan struktur dan fungsiomnal jangka panjang.

Mekanisme penghantaran rangsangan Pesan atau informasi dihantarkan oleh saraf. Rangsangan yang merambat disepanjang akson itu dapat dikatakan sebagai “aliran listrik” yang merambat dengan kecepatan 100 m per detik.C.   •. Penghantaran rangsangan melalui akson Disepanjang akson terdapat perbedaan potensial listrik antara again dalam membrane dan luarmembran akson. Penghantaran rangsangan melalui sinaps Rangsangan dari ujung akson suatu sel saraf akan diteruskan ke badan sel ataupun ujung dendrite sel saraf berikutnya melalui titik pertemuan yang disebut sinapsis . •. Penghantaran rangsangan pada serabut saraf disebabkan karena adanya perbedaan potensial listrik tersebut. rangsangan adalh pergerakan suatu potensial kerja (sinyal) di sepanjang akson suatu sel saraf. Dalam istilah sederhana.

Saluran ionjenis ini mempunyai gerbang yang membuka dan menutup sebagai respon terhadap respons perubahan potensial membran.D. . Dua jenis saluran begerbang voltase memberikan sumbangasn terhadap aksi. mempunyai saluran ion begerbang voltase. Proses terjadinya potensial aksi Potensial aksi adalah impuls saraf. Timbul karena mebran plasma sel-sel yang dapat di rangsang.yaitu saluran kalium dan saluran natrium.

Asam nukleatnya hanya satu jenis .VIRUS Merupakan makhluk peralihan antara benda mati dan makhluk hidup. silindris. • Virus mempunyai 2 fase untuk keberadaannya.E. Virus dikatakan sebagai benda mati karena dapat di kristalkan . huruf T dan tidak beraturan. sedangkan virus dikatakan sebagai makhluk hidup karena mampu melakukan reproduksi di dalam tubuh/sel inangnya. MIKROORGANISME • 1. kubus . • Virus merupakan parasit sejati dan pada umumnya merugikan pada inangnya. di dalam sel inangnya dan di luar sel inangnya. DNA / RNA saja. bulat. •   • Ciri-ciri virus: • Virus berukuran sangat kecil / ultramikroskopis • Tubuh virus terdiri atas asam nukleat dan kapsid. • Bentuk virus berbeda-beda . oval . . ada berbentuk batang.

Struktur virus: .

Daur litik: Fase absorpsi : melekatnya atau menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri Fase infeksi : masuknya DNA virus ke dalam sel bakteri. .Perkembangan virus: Ada 2 perkembangan virus yaitu. Fase sintesis : pengambilalihan tugas DNA bakteri oleh DNA virus dengan cara menghancurkan DNA bakteri tersebut Fase perakitan : perakitan bagian tubuh virus menjadi virus baru yang utuh Fase lisis : hancurnya dinding sel bakteri disebabkan enzim lisozim yang dikeluarkan virus. sedangkan virus yang mengalami daur lisogenik adalah virus yang tidak menyebabkan bakteri mengalami lisis. daur litik dan daur lisogenik. A. virus yang mengalami daur litik adalah Virus yang menyebabkan bakteri mengalami lisis.

DNA virus yang menempel pada DNA bakteri disebut profage. Daur lisogenik Terjadi penempelan DNA virus pada bakteri. fase pembelahan . fase penggabungan. fase infeksi . Tahapan daur lisogenik : • • • • fase absorpsi.B.

.

e. tanah. c. kemudian lendir yang terakumulasi tersebut akan membentuk kapsul. f. asam nukleat. Bakteri dapat hidup di berbagai lingkungan. Sel bakteri bisa mensekresikan lendir kepermukaan dinding selnya. protein. Dinding selnya tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan b. air.2. Pada kondisi yang tidak menguntungkan bakteri membentuk endospora. . ion anorganik. dan ada yang tidak memiliki flagela sehingga bergeraknya dengan cara berguling. dan kromatofora. Sitoplasma dikelilingi oleh membran sitoplasma . BAKTERI Ciri – ciri bakteri: a. membaran sitoplasma tersusun dari fosfolipit dan protein d. bahkan di dalam tubuh kita. Sitoplasmanya tersusun dari 80 % air. Bakteri ada yang memiliki flagela ( cambuk) yang digunakan untuk bergerak. karbohidrat. lemak. dapat di jumpai di udara.

tidak semua bakteri mempunyai kapsul. • Endospora. tersusun atas 80 % air. tetapi tidak semua bakteri mempunyai flagel.Struktur bakteri: • Kapsul. • Mesosom. merupakan struktur berdinding yang mengelilingi inti sel dan sedikit sitoplasma. merupakan materi genetik bakteri yang terdapat didalam sitoplasma. dibentuk oleh membran sel yang melekuk ke dalam sitoplasma dan tetap melekat pada membran sel • Lembaran fotosintetik • Sitoplasma. tersusun atas protein dan RNA. merupakan DNA non kromosom (DNA sirkuler) yang terletak di DNA kromosom. asam nukleat. • Flagel . digunakan untuk alat gerak . ion anorganik dan kromatofora. lemak. protein. tersusun atas fospolipid dan protein serta bersifat semipermiabel. • Dinding sel. tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan • Membran sel . hanya bakteri patogen yang mempunyai kapsul. • Ribosom.       . • Plasmid . • DNA. karbohidrat.

Bentuk bakteri: .

dan paraseksual (pemindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain tanpa menghasilkan zigot).Siklus hidup bakteri: Berdasarkan cara hidupnya. dibedakan menjadi bakteri heterotrof dan bakteri autotrof. Transduksi : merupakan pemindahan materi genitik dengan perantara bakteriofage . Paraseksual dibedakan melalui 3 cara : Transformasi: merupakan pemindahan sedikit DNA atau bahkan satu gen saja dari satu bakteri ke bakteri lain dengan proses fisiologi yang kompleks. Reproduksi bakteri Aseksual dengan pembelahan biner. Konjugasi : merupakan pemindahan DNA secara langsung diantara 2 sel bakteri melalu jembatan sitoplasma.

Jamur Ciri-ciri : • • • • • • • • • Tidak memiliki klorofil Bersifat heterorof (saprofit. Reproduksi secara seksual dan aseksual Reproduksi seksual dengan konjugasi dan spora seksual Reproduksi aseksual dengan pembelahan. parasit . Hidup di tempat yang lembab yang mengandung xat organik sedikit asam dan kurang sinar matahari. atau simbiotik ) Mempunyai dinding sel dari zat kitin dan selulosa Mempunyai membran inti sel sehingga bersifat eukariotik. pengucupan / pembentukan spora aseksual.3. Pengelompokan jamur . tubuhnya ada yang uniseluler / multiseluler.

cercospora .kada ng-kadang konidia konidia konidia konidia Habitat Air. Tanah. hewan Tanah. tumbuhan. tanah. auricula Epidermophy ton. hewan Contoh rhizopus Aspergillus.ciri Zygomycota   ascomycota basidiomycot a deuteromyc ota Miselium (hifa) Tidak bersekat (aseptat) Bersekat ( septat) Bersekat ( septat) Bersekat ( septat) Spora seksual zigospora askospora basidiospora Tidak diketahui Spora aseksual Sporangiospora. saccharomyces penicillium Volvariella . tumbuhan. tumbuhan.Ciri. hewan Tanah.