You are on page 1of 16

OLEH: SITI NUR AZIZAH

BLOK 12 MODUL 4 PERAWATAN


ENDODONTIK GIGI PERMANEN
PENGERTIAN ENDODONTIK:
cabang dari IKG yang meliputi etiologi,
diagnosa, pencegahan dan perawatan dari
penyakit -penyakit pada jaringan pulpa dan
jar. periapikal pada kesehatan tubuh yg baik
(Grossman, 1988)
Konsep dasar perawatan pulpa gigi adalah
pulpa kompleks.
Pulpa : rangkaian permulaan oklusal dari

tanduk pulpa dan berkahir pada foramen


apical.
untuk membuang seluruh jaringan pulpa

dari kompleks,bagian koronal harus diakses:


OPEN AKSES.
Proses pembersihan dan pembentukan pulpa
kompleks dibagi dalam empat tahap,yaitu :
tahap pra-akses,
pengangkatan atap pulpa,
identifikasi ruang pulpa dan orofis saluran

akar dan instrumentasi ke saluran akar


(Tarigan,2013).
Perawatan saluran akar terdiri dari tiga
tahap (Triad Endodontik), yaitu
(1) preparasi biomekanis meliputi
pembersihan dan pembentukan,
(2) sterilisasi yang meliputi irigasi dan
disinfeksi serta
(3) pengisian saluran akar (Cohen, 2006).
Cleaning yaitu kombinasi proses kimiawi dan
mekanikal.
1. Instrumentasi dilakukan untuk menghilangkan
substansi-substansi dari SA
2. Irigasi untuk membersihkan atau mengeluarkan
debris, dilakukan sebelum preparasi, dan setiap
penggantian alat
3. Kimiawi untuk melarutkan subtansi SA

Shaping: proses mekanikal


1. Melebarkan SA
2. Menghaluskan dinding dentin SA
Tujuan irigasi saluran akar yaitu:
(1) mengeluarkan debris,
(2) melarutkan jaringan smear layer,
(3) antibakteri,
(4) sebagai pelumas.
sifat bahan irigasi yang ideal:
pelarut debris atau pelarut jaringan,

tidak toksis,

memiliki tegangan permukaan rendah,

sebagai pelumas,

mampu membuang smear layer serta

bahan irigasi tidak mudah dinetralkan dalam

saluran akar agar efektivitasnya tetap terjaga.


Memiliki sifat antiseptik
Contoh bahan irigasi adalah
NaOCl, merupakan bahan yang dapat

melarutkan jaringan vital maupun nonvital


dan digunakan sebagai desinfektan,
konsentrasi 0,5%
H2O2, konsentrasi yang sering digunakan

adalah 3-5%. Buih jikaterkena jaringan vital,


darah, pus
EDTA,
ChKM, dan
Clorhexidine. (Tarigan,2013).
Preparasi SA adalah: melebarkan SA sesuai dengan
bentuk
aslinya dan membentuk SA agar siap diisi.

Tindakan preparasi saluran akar meliputi:


1. Mengeluarkan seluruh jaringan pulpa
2. Membersihkan semua jaringan nekrotik dan
kotoran-kotoran lainnya
3. Melebarkan dan membentuk saluran akar
4. Menghaluskan dinding saluran akar

Agar siap di obsturasi


Syarat-syarat preparasi saluran akar:
1. Jalan masuk langsung harus diperoleh sepanjang
garis lurus
2. Panjang gigi harus diukur dengan teliti
3. Instrumen yang digunakan dalam urutan berkala
yaitu dari nomer kecil ke besar.
Rekapitulasi adalah kembali ke ukuran kecil
untuk menghindari rintangan dan penonjolan
4. Instrumen digerakkan sampai putaran,
ditarik dengan pull stroke
5. Barbed broach digunakan secara hati-hati waktu
insersi dan rotasi tanpa broach terjepit
6. Instrumen harus dipasang stoper
7. Bila terjepit, instrumen jangan dipaksa
8. Instrumen harus selalu diperiksa atau jika perlu
diganti
9. Instrumentasi pada SA yang basah
10. Debris tidak boleh terdorong ke arah apikal
11. Instrumen disesuaikan dengan panjang saluran
akar (panjang kerja)
TUJUAN OBTURASI:
Adalah memasukkan suatu bahan pengisi pengganti
(inert) kedalam ruangan yang sebelumnya
ditempati oleh jaringan pulpa guna mencegah
infeksi berulangsehingga tercipta suatu
penutupan apikal yang rapat

Fungsi bahan pengisi saluran akar:


1. Mengobturasi saluran akar
2. Menutup jalan masuk antara periodonsium
dengan saluran akar

Menurut Ingle (1994): 60% kegagalan PSA adalah


karena pengisian yang tidak baik
Saluran akar siap untuk diobturasi apabila (Cohen dan
Burns, 1994):
1. Gigi asimptomatik: tidak ada rasa sakit, tidak
periodontitis
2. Saluran akar yang telah kering: tidak ada eksudat
3. Tidak ada fistula: fistula telah menutup
4. Tidak ada bau: bau terjadi karena infeksi residual
atau kebocoran
5. Bahan tumpatan sementara masih bagus
Apabila saluran akar telah terisi dengan hermetis,
maka:
1. Mencegah kebocoran eksudat periapikal ke dalam
SA
2. Mencegah terjadinya infeksi ulang
3. Menciptakan lingkungan yang menunjang
penyembuhan
TERIMAKASIH.