STRABISMUS

ANDI PURWANTO
INDAH PRATIWI
GALIH NOPYANTI PUTRI S W
RIVANI NICO SETIAWAN

Strabismus atau juling merupakan gangguan letak antar dua mata yang tidak simestris . Kelainan ini dapat muncul baik pada laki-laki atau perempuan. umumnya bersifat keturunan .

kurangnya penyatuan mata dalam satu atau lebih kordinasi .Menurut Guyton(2012) penyakit strabismus merupakan cross eye atau mata menyilang .

Komplikasi dari strabismus  Retinocroditis toxoplasmika  Gangguan psikologis  Glaukoma  Retinoblasma .

Strabismus bisa dicegah dan ditangani dengan cara  Kaca mata  Operasi .

dmn pola sensorinya blm ttp .timbul supresi shngga tdk timbul dilopiya .Tanda dan gejala Tanda  Gangguan pergerakan mata kearah luar  Kepala dimiringkan kearah otot yang lumpuh  Pada anak dibawah 6 thn .

Gejala  Mata tidak mengarah kearah yg sama  Gerakan mata yg tdk berkoordinasi  Penglihatan ganda .

Pemeriksaan stranismus  Anamnesis  Pemeriksaan fisik  Inspeksi  Pemeriksaan gerakan mata  Pemeriksaan sensorik  Pemeriksaan seteropsis  Pemeriksaan supresi .

Penatalaksanaan strabismus  Pengobatan non bedah  Farmakologi  Pengobatan bedah .