You are on page 1of 14

Corporate Governance and

Voluntary Disclosure
Oleh : L.L. Eng & Y.T Mak
Overview :
Penelitian ini menguji dampak dari struktur kepemilikan dan
komposisi dewan terhadap pengungkapan sukarela. Struktur
kepemilikan digambarkan dengan kepemilikan manajerial,
kepemilikan blockholder, dan kepemilikan pemerintah. Sedangkan
pengungkapan sukarela diproksikan dengan skor pengungkapan
agregat dari informasi strategis, informasi keuangan, dan informasi
non keuangan yang sifatnya non-mandatory

Sampel penelitian 158 perusahaan yang


listed di stock exchange of Singapore
Variabel Independent Struktur kepemilikan
dan komposisi dewan
Variabel kontrol ukuran perusahaan,
leverage, reputasi auditor, kinerja keuangan
Variabel Dependent Pengungkapan sukarela
Penelitian Sebelumnya

Beberapa determinant penentu pengungkapan sukarela

Karakteristik Perusahaan
- Singhvi dan Desai (1971) listing status & earnings margin
- Chow and Wong boren (1987) ukuran perusahaan dan leverage
perusahaan

Struktur kepemilikan
- Jensen & Mecklings (1976) kepemilikan dari luar perusahaan
Hasilnya : proporsi kepemilikan dari luar meningkatkan pengungkapan
sukarela
- El-Gazzar (1998) Kepemilikan institusional
Hasilnya : semakin besar kepemilikan instituisonal maka
pengungkapan sukarela juga semakin besar

Dewan direksi independen


- Menguji hubungan antara dewan direksi independen dengan
mandatory disclosure
Struktur Kepemilikan dan Komposisi Dewan

Struktur kepemilikan menentukan : level pengawasan level


pengungkapan
Struktur kepemilikan :
a) Managerial ownership (CEO, Dewan eksekutif)
b) Blockholder ( kepemilikan minimal 5%)
c) Government ownership

Komposisi dewan (proporsi dewan yang berasal dari luar


perusahaan)
Peranan dewan direksi Monitor keputusan manajemen
Fama (1980) semakin besar proporsi dewan direksi eksternal
maka pengawasan semakin tinggi sehingga mengurangi
perilaku oportunistik manajer
Direksi eksternal cenderung mendorong perusahaan untuk
mendisclose informasi perusahaan kepada pihak luar terutama
investor
Sehingga proporsi dewan direksi eksternal diharapkan akan
menghasilkan pengungkapan sukarela yang lebih besar
Pengungkapan sukarela diukur dari jumlah dan tingkat rincian
informasi non-mandatory yang tergambar pada MD&A pada
annual report

Dalam penelitian ini, dikembangkan scoresheet untuk


mengukur tingkat pengungkapan secara agregat.

Pengukuran pengungkapan meliputi :


a) Informasi strategis
b) Informasi non keuangan
c) Informasi keuangan
Pengembangan Hipotesis

Jensen & Mecklings (1976) Kepemilikan dari luar akan


meningkatkan pengawasan perlaku manajer dengan tujuan
mengurangi agency problem. Monitoring tsb meningkatkan biaya
agency. Namun pengawasan oleh pihak luar dapat dikurangi
dengan meningkatkan pengungkapan sukarela sehingga
monitoring merupakan substitusi dari pengungkapan sukarela
Ruland et al (1990) kepemilikan manajerial berhubungan
secara negatif dengan pengungkapan sukarela

H1 : Terdapat hubungan yang negatif antara kepemilikan


manajerial dan pengungkapan sukarela
Bukti empiris menunjukkan adanya hubungan yang negatif antara
kepemilikan blockholder dan pengungkapan sukarela yaitu penelitian oleh
Mckinnon & Dalimunthe (1993), Mitchell et al (1995), dan Blevins (1998)

H2 : Terdapat hubungan yang negatif antara kepemilikan blockholder dan


pengungkapan sukarela

Belum ada penelitian sebelumnya yang meneliti hubungan antara


kepemilikan pemerintah dengan pengungkapan sukarela, namun untuk
kasus di Singapura yang mana perusahaan Singapura banyak dimiliki oleh
pemerintah (dan pemerintah tsb memiliki kepentingan pribadi) sehingga
dirasa perlu bagi perusahaan untuk mengungkapkan informasi yang lebih
detail kepada pemegang saham lainnya

H3 : Terdapat hubungan yang positif antara kepemilikan pemerintah dan


pengungkapan sukarela
Chen & Jaggi (2000) terdapat bukti empiris bahwa terdapat
hubungan positif antara direksi independen dengan
pengungkapan sukarela

H4 : Terdapat hubungan yang positif antara direksi independen


dengan pengungkapan sukarela
Hasil ( Analisis Korelasi )

Disclosure score berkorelasi positif dengan GLC ( p=0,369 ),


berkorelasi positif dengan kepemilikan blockholder dengan BLOCK ( p =
0,068) namun tidak signifikan, berkorelasi negatif dengan kepemilikan
manajerial dengan (MOWN) ( p = -0,288 ), berkorelasi negatif dengan
direksi eksternal dengan (OUTDIR) ( p = -0,517 )

Terkait dengan pengembangan hipotesis


- H1 & H3 Konsisten dengan hasil
- H2 Konsisten tetapi tidak signifikan
- H4 Berlawanan

Terkait dengan variabel kontrol, disclosure berkorelasi positif dengan


ukuran perusahaan ( p = 0,345 ), berkorelasi negatif dengan leverage( p
= -0,170 ), berkorelasi negatif dengan regulated industry ( p = 0,196 ),
Dan berkorelasi positif dengan ROE ( p = 0,186 )
Hasil ( Analisis Regresi )

Semakin besar kepemilikan manajerial,


maka pengungkapan sukarela semakin
kecil berkorelasi negatif
Semakin besar kepemilikan
pemerintahan, maka pengungkapan
sukarela semakin besar berkorelasi
positif
Semakin besar kehadiran direksi
independen, maka pengungkapan
sukarela semakin kecil berkorelasi
negatif
Kesimpulan

Penelitian ini menemukan bahwa semakin rendah kepemilikan


manajerial dan semakin tinggi kepemilikan pemerintah maka
pengungkapan sukarela semakin besar
Kepemilikan blockholder tidak berhubungan dengan pengungkapan
Semakin besar kehadiran direksi eksternal maka pengungkapan
sukarela semakin kecil
Perusahaan yang berukuran besar serta utang yang rendah maka
pengungkapan sukarelanya semakin besar