You are on page 1of 30

HUBUNGAN ANTARA USIA, MASA KERJA DAN

POSISI KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK


PAIN PADA PEKERJA BATU BATA DI
KECAMATAN TENAYAN RAYA

Diajukan oleh :
Novi Yohana
R. Bobby Wibisono.S.
Yurfi Andria
Zainul Fatimah

Pembimbing
dr. Suwignyo, M.Kes
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Prevalensi LBP di AS sekitar 80%
dan meningkat sekitar 15-65%
pertahun.

Dinas kesehatan Provinsi Riau tahun


2013, pada pasien rawat jalan di
RSUD

Pekerja industri batu bata


RUMUSAN MASALAH

Apakah ada hubungan usia, lama kerja, dan postur janggal


dengan keluhan LBP pada pekerja industri batu bata?
ORISINALITAS PENELITIAN

1. Rinaldi Erwin et al, 2015, Pendekatan koralasi deskritif


dan desain cross sectional, Hubungan posisi kerja pada
pekerja industri batu bata dengan kejadian low back pain
2. Kusuma et al (2014), pengaruh posisi kerja terhadap
kejadian low back pain pada pekerja di kampung
sepatu, Kelurahan Miji, Kmatan Prajurit Kulon, kota
Mojokerto. Survei analitik dengan rancangan cross
sectional
MANFAAT PENELITIAN

 Sebagai tambahan pengetahuan dan informasi untuk


pekerja bagaimana usia, lama masa kerja dan postur
janggal dapat mempengaruhi keluhan LBP sehingga,
Pekerja dapat memprediksi dan mengatasi kemungkinan
penyakit akibat kerja yang akan dialaminya.
TUJUAN PENELITIAN
 Tujuan umum

 Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan


LBP pada pekerja industri batu bata di kecamatan Tenayan
Raya.
 Tujuan khusus

a. Mengetahui gambaran karakteristik responden meliputi usia,


masa kerja dan postur janggal pada pekerja industri batu bata
yang mengeluhkan LBP di kecamatan Tenayan Raya.
b. Mengetahui hubungan usia, masa kerja dan postur janggal
dengan keluhan LBP pada pekerja industri batu bata di
kecamatan Tenayan Raya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Penyakit Akibat Kerja = Penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan, alat kerja, bahan, proses, maupun lingkungan
kerja. PAK sering juga disebut penyakit artifisial atau man
made disease (buatan manusia).
Salah satu aspek kesehatan kerja yang harus diperhatikan

PAK disebabkan oleh sejumlah faktor namun ada sebagian yang berasal dari
tempat kerja, dan penyakit gaya hidup . Selain itu pekerja juga berisiko terkena
cedera akibat kecelakaan kerja
Faktor-faktor penyebab PAK

1. Golongan fisik (suara,


2. Golongan kimiawi (debu,
radiasi, suhu yang terlalu 3. Golongan biologis (infeksi
uap, gas, larutan yang dapat
tinggi, tekanan udara yang oleh bakteri, jamur, virus
menyebabkan iritasi pada
tinggi, penerangan lampu maupun parasit),
kulit, awan atau kabut)
yang kurang baik)

5. Golongan mental-
4. Golongan fisiologi
psikologis (hubungan kerja
(kesalahan-kesalahan
yang kurang baik akhirnya
konstruksi mesin, postur
menimbulkan depresi atau
tubuh yang kurang baik),
penyakit psikosomatis)
Low back pain
Definisi
Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah adalah nyeri yang dirasakan daerah punggung bawah,
dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikular atau keduanya.

Etiologi
LBP disebabkan oleh berbagai kelainan yang terjadi pada tulang belakang, otot, diskus
intervertebralis, sendi, maupun struktur lain yang menyokong tulang belakang.

Penyebab keluhan LBP


1. Kelaianan kongenital
2. Trauma
3. Degeneratif
4. Gangguan sendi
atlantoaksial
5. Arthritis
6. Autoimun
7. Neoplasma
8. Metabolik
9. Osteosklerosis
Rangsangan
Patofisiologi (mekanis, termal, kimiawi dll)

Diterima reseptor
(nociceptor)

Medula spinalis

Korteks, Talamus dan


formasio retikularis

Rasa nyeri
Gejala dan Tanda

 Nyeri pada daerah pinggang dari bawah kosta samapai ke


lumbosacral, yang disertai/tdk dngn penjalar ke kaki
 Pada pagi hari/setelah melakukan gerakan membungkuk,
memutar dan mengangkat
 Nyeri dari L1-L3 pinggul dan paha
 Nyeri L4-S1dibawah lutut
Klasifikasi

Akut (≤4 minggu)

Subakut (4-12 minggu)

Kronik (>12 minggu


Faktor risiko
Beban Kerja

Lingkungan Kerja

Postur Kerja

Faktor Individu
1. Usia
2. Pendidikan
3. Jenis kelamin
4. Masa kerja
5. Jam kerja
Pekerja Industri Batu Bata
Pekerja batu bata adalah seseorang yang melakukan suatu proses
pembuatan batu bata untuk bahan bangunan dalam hal ini masih
dilakukan dengan cara tradisional dengan proses pekerjaannya yang
diperoleh secara alami dan turun temurun dari nenek moyang

Proses pembuatan batu bata umumnya dalam 4 tahap

Kegiatan yang dilakukan dengan berulang-ulang, membungkuk,


memutar, mengangkat beban yang berlebihan juga ditambah dengan
posisi kerja yang salah membuat ketegangan pada otot sehingga para
pekerja semakin beresiko mengalami LBP.

Hasil wawancara kepada 10 orang responden yang keseluruhannya


adalah pekerja industri batu bata didapatkan hasil 90% responden
merasakan nyeri didaerah punggung bawah.
KERANGKA TEORI

Faktor risiko :
1. Beban kerja
2. Lingkungan kerja
3. Postur kerja
4. Faktor individu
a. Usia LOW BACK PAIN
b. Status pendidikan
c. Jenis kelamin
d. Masa kerja
e. Jam kerja
KERANGKA KONSEP

LOW BACK PAIN


HIPOTESIS

Ada hubungan antara usia, masa kerja dan postur janggal


pada pekerja industri batu bata dengan keluhan LBP.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis dan rancangan penelitian
penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross
sectional

3.2 Tempat dan waktu penelitian


wilayah Puskesmas Rawat Inap Tenayan Raya, Kota
Pekanbaru, pada bulan februari 2018.

3.3 Variabel penelitian


Variabel bebas yaitu usia, Masa kerja dan postur
janggal, dengan variabel terikat low back pain.
Definisi Operasional
No Variabel Defini Operasional Alat Ukur Skala Hasil Ukur
1 Usia Adalah satuan waktu dalam tahun Kuesioner Ordinal 1. ≤ 35 tahun
yang dinilai dari usia responden 2. > 35 tahun
sewaktu dilakukan penelitian.

2 Postur Adalah postur tubuh responden Questionnaire Ordinal 1. Tidak postur janggal
janggal pada saat bekerja yang diambil REBA (rapid (skor REBA ≤ 3)
sewaktu penelitian, yang entire assessment) 2. Postur janggal
ditentukan berdasarkan skor (Score REBA ≥ 4)
REBA.

3 Masa kerja Lama waktu yang telah dilalui Kuesioner Ordinal 1. ≤5 tahun
responden dalam menekuni 2. >5 tahun
pekerjaannya. Dihitung dalam
tahun.

4 Low back Adalah keluhan nyeri di daerah Kuesioner Ordinal 1. Tidak


pain punggung antara sudut bawah 2. Ya
kosta sampai lumbosakral.
Populasi, Sampel dan Besar Sampel Penelitian

Populasi
seluruh pekerja yang bekerja sebagai pembuat batu
bata di sekitar wilayah Puskesmas Rawat Inap
Tenayan Raya, yang aktif melakukan pekerjaannya
sebagai pembuat batu bata.
Sampel
Total Sampling
Besar sampel
seluruh pekerja pada industri batu bata di
kecamatan tenayan raya yang berjumlah 40 orang.
Kriteria Inklusi dan Eksklusi
 Kriteria inklusi adalah pekerja industri batu
bata yang masih aktif dalam membuat batu
bata, tidak mempunyai keluhan LBP
sebelum menjadi pekerja industri batu bata,
dan tidak mengalami trauma/ kecelakaan
yang mencederai punggung diluar
pekerjaan.
 Kriteria eksklusi adalah responden tidak
bersedia untuk diteliti.
Cara Penelitian

Data berasal dari keterangan


Prosedur Pengumpulan Data responden dan kuesioner yang diambil
saat penelitian dalam satu waktu yang
sama

Prosedur Pengolahan Data Editing, coding, entry, cleaning

Analisis data bivariat dengan uji


Analisis Data analisis statistik Chi Square
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian
1. Analisis univariat
No. Karakteristik f %
1. Usia
≤35 tahun 12 30
>35 tahun 28 70
Total 40 100
2. Postur Janggal
Tidak berisiko 6 15
Berisiko 34 85
Total 40 100
3. Masa Kerja
≤5 tahun 11 27.5
>5 tahun 29 72.5
Total 40 100
4. LBP
Tidak 6 15.0
Ya 34 85.0
Total 40 100
2. Analisis bivariat (menggunakan uji Chi-square)
a. Hasil analisis usia dengan LBP
LBP
Tidak Ya Total P
N N % 0,000
Usia ≤ 35 tahun 6 6 30%
> 35 tahun 0 28 70%

b. Hasil analisis masa kerja dengan LBP


LBP
Tidak Ya Total P
N N % 0,000
Masa kerja ≤ 5 tahun 6 5 27,5
>5 tahun 0 29 72,5

c. Hasil analisis postur janggal dengan LBP


LBP
Tidak Ya Total P
N N % 0,000
Postur Tidak beresiko 6 0 15
janggal
Beresiko 0 34 85
BAB IV
PEMBAHASAN

1. Usia
Responden yang mengikuti penelitian ini mayoritas terbanyak
pada usia > dari 35 tahun adalah 28 orang (70%) sedangkan usia ≤
35 orang sebanyak 12 orang (30%) yang mengeluhkan LBP
Berdasarkan hasil korelasi Chi-square antara usia dan LBP,
diperoleh nilai p=0,00 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang bermakna antara usia dengan LBP.
Hasil ini sesuai dengan penelitian Sakinah et al (2012) yang
menyatakan bahwa mayoritas responden berumur >35 tahun
sebanyak 17 orang (60,7%) yang mengeluhkan LBP. Hasil tersebut
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan
LBP.
BAB IV
PEMBAHASAN

2. Masa Kerja
Karakteristik responden dalam penelitian ini responden yang
bekerja lebih dari 5 tahun sebanyak 29 orang (72,5%) dan yang
bekerja ≤ 5 tahun berjumlah 11 orang (27,5%). Penelitian ini
menunjukkan ada hubungan antara Masa kerja dengan LBP dengan
nilai p sebesar 0,000 (P<0,05).
Penelitian Hendra dan Rahardjo (2009) yang menyatakan bahwa
pekerja yang masa kerja lebih dari 5 tahun mempunyai risiko
gangguan muskuloskeletal 2,775 kali lebih besar dibandingkan
dengan pekerja dengan masa kerja ≤ 5 tahun.
BAB IV
PEMBAHASAN
3. Postur janggal
Postur janggal ini dinilai menggunakan kuesioner REBA dimana didapatkan postur
kerja pada responden sekitar 34 responden (85%) dengan nilai skor REBA ≥ 4 yang
menunjukkan responden berisiko utuk mengalami keluhan LBP dan sebanyak 6 responden
(15%) yang tidak berisiko. Berdasarkan hasil korelasi Chi-square antara postur janggal dengan
keluhan LBP, didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05Hal ini sejalan dengan penelitian Rinaldi
Erwin et al (2015) bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur janggal saat bekerja
dengan keluhan LBP dengan nilai P=0,021.
Menurut Suma’mur (2009) posisi kerja yang baik adalah bergantian antara posisi duduk
dan posisi berdiri, akan tetapi antara posisi duduk dan berdiri lebih baik dalam posisi duduk.
Kesimpulan dari penelitian diatas sesuai dengan hasil penelitian peneliti, pekerja mendapat
keluhan LBP akibat posisi kerja yang buruk dalam mengangkat beban. Para pekerja industri
batu bata memiliki kebiasaan memposisikan tubuh yang salah ketika bekerja misalnya, ketika
mengangkat beban ada gerakan membungkuk dan memutar punggung, kegiatan yang
dilakukan berulang-ulang dan dalam mengangkat beban tidak berada sedekat mungkin dengan
tubuh.
BAB V
KESIMPULAN
5.1.1 Gambaran karakteristik responden
a. Usia responden yang mengeluhkan LBP mayoritas terbanyak pada usia > 35 tahun
sebanyak 28 orang (70%) sedangkan yang mengeluhkan LBP pada usia ≤ 35 orang
sebanyak 12 orang (30%).
b. Masa kerja responden yang mengeluhkan LBP mayoritas terbanyak pada masa kerja
> 5 tahun sebanyak 29 orang (72,5%) dan sedangkan yang mengeluhkan LBP pada
masa kerja ≤ 5 tahun berjumlah 11 orang (27,5%).
c. Seluruh responden yang memiliki postur janggal sebanyak 34 orang (85%)
mengeluhkan LBP.
5.1.2 Hubungan usia, masa kerja dan postur janggal dengan keluhan LBP
Berdasarkan hasil korelasi Chi-square didapatkan hubungan yang signifikan antara
usia, masa kerja dan postur janggal pekerja industri batu bata dengan LBP (p =
0,000).
BAB V
SARAN
a. Bagi pekerja dan perusahaan yang mengikuti penelitian diharapkan sebaiknya
melakukan pekerjaan secara ergonomis sehingga dapat meminimalisir postur janggal
pada saat bekerja, seperti mengikuti pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
yang diadakan oleh instansi terkait sehingga dapat mengurangi terjadinya keluhan
LBP. Selain itu, pekerja sebaiknya melakukan pemanasan sebelum melakukan
aktivitas pekerjaan dan istirahat disaat sudah mulai merasakan keluhan pada otot
tubuh.
b. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa melakukan penelitian dengan skala yang
lebih besar dan menambah variabel penelitian. Penambahan variabel diharapkan
dapat mengidentifikasi keluhan LPB pada saat mulai bekerja dan setelah bekerja
untuk memastikan bahwa LPB tersebut akibat pekerjaan.
c. Bagi puskesmas ataupun instansi yang berkaitan agar dapat memberikan penyuluhan
atau pelatihan mengenai K3, risiko penyakit akibat kerja dan postur kerja yang baik
pada pekerja industri batu bata.
Alhamdulillah....

Thank yOu