You are on page 1of 28

TES FUNGSI HATI

DR.H.IBRAHIM ABDUL SAMAD,SpPK(K)


Gangguan fungsi hati
 Prehepatik, mis: anemia hemolitik
(TFH normal kecuali bilirubin. Bil
urin&feses N, urobilinogenuria >>)
 Intrahepatik (hepatoselular) mis:
hepatitis, chirrosis, Ca hepatis
(Enzim SGOT,SGPT &GGT , ALP 
bila ada obstruksi, Protein abN,
bilirubin bervariasi, perlu tes khusus
petanda hepatitis atau petanda tumor
Gangguan Fungsi Hati (lanj.)
 Kelainan post hepatik atau obstruksi
batu empedu ok tumor
(conyugated bilirubin & ALP ,
SGOT&SGPT dapat m )
TES FUNGSI HATI
 Tes Enzimatik hati:
 Alkali Phosphatase (ALP)
 Gamma Glutamil Transferase (GGT)
 SGOT / AST
 SGPT / ALT
 Kolinesterasi (CHE)
 Tes Bilirubin Serum
 Tes Protein
PRA ANALITIK
 Persiapan Pasien.
 puasa minimal 8 jam untuk menyingkirkan
peningkatan kadar enzim karena makanan.
 Hindari obat yang dapat mempengaruhi kadar
enzim,protein,
 Persiapan Sampel: Hindari hemolisis
 Prinsip
Tes Enzimatik: Tes kinetik kolorimetrik(prinsip
fotometer)
Tes Bilirubin: Metode Jendrasik/Grof
Tes Protein total serum: Metode Biuret
Tes Albumin:Tes kinetik kolorimetrik(prinsip
fotometer)
 Alat dan Bahan
 cara semi automatik: Photometer
4020, 5010, Ependorph
+ tabung reaksi, rak tabung, pipet
volumetrik
 cara automatik: Cobas Mira, Lyasis,
Pentra 400
+: tabung mikro, cup sampel, kuvet,
pipet volumetrik 500
Alat Photometer 4020
Alat Pentra 400

RAK KUVET

MONITOR
RAK SAMPEL
RAK REAGEN
Tes ALP
 ALP disekresi oleh sel jaringan
hepatobilier, tulang, usus dan
plasenta. Juga pada ginjal, glandula
mama yang laktasi, granulosit dan sel
kanker
 Tujuan tes untuk deteksi:
 penyakit hepatobilier: kolestasis /
obstruksi, tumor, batu atau abses.
 penyakit tulang dengan aktivitas
osteoblastik atau respon terapi vitamin D
pada riketsia.
 proses keganasan ( metastasis ke hati ).
TES ALP
 Nilai rujukan: 30-110 U/L
 Interpretasi:
 >5x pada obstruksi bilier total, peny.paget,
metastase tulang dan hiperparatiroid
 3-5x pada obstruksi bilier akut, sirosis aktif,
mononukleosis, hep virus sebelum meninggi,
osteomalasia, riketsia
 <3x pada hepatitis kronis, kehamilan awal,
penyembuhan fraktur, anak masa pertumbuhan, vit
D dosis tinggi, peny. Jantung kongestif.
 Menurun pada hipofosfatemia, protein & Mg
defisiensi, kretinism, retardasi perumbuhan,
akondroplasia
TES ALP (Nilai Rujukan)

Kadar ALP (U/L)


Umur Perempuan Laki-laki
1-30 hari 48 – 406 75 – 319
1 bln-1 thn 124 – 341 82 – 383
1-3 thn 108 – 317 104 – 345
4-6 thn 96 – 297 93 – 309
7-9 thn 69 – 325 86 – 315
10-12 thn 51 – 332 42 – 362
13-15 thn 50 – 162 74 – 390
16-18 thn 47 – 119 52 – 171
20 – 50 thn 42 – 98 53 – 128
> 60 thn 53 – 141 56 – 119
Tes GAMMA-GT(G-GT)
 Enzim G-GT: jar.hepatobilier, ginjal
pankreas, prostat, otak dan hati.
 Tujuan tes:
 mengetahui adanya penyakit hepatobilier:
kolestasis, ikterus obstruktif pada anak
 membedakan penyakit tulang dan hati jika
ALP meningkat.
 memantau konsumsi alkohol.
 mendeteksi proses keganasan ( metastasis
ke hati ).
TES G-GT
 Nilai rujukan: Pr :6-25 U/L, Lk:8-35 U/L
 Interpretasi:
 Meninggi sekali pada keganasan/metastase
di hati, obstruksi bilier
 Meninggi pada peny. hati akut, hepatitis,
sirosis
 Meninggi sedikit pada peny.pankreas,
peny.ginjal, metastase prostat, post operasi,
tumor otak, alkoholisme
Tes SGOT /ASAT
 Glutamat Oksaloasetat Transaminase (GOT)
= Aspartat Amino Transferase/ Aspartat
Transaminase (AST/ASAT)
 pada sel hati dan miokard, muskuloskeletal,
ginjal, pancreas, otak dan eritrosit
 Tujuan Tes:
 diagnosis dan evaluasi penyakit hati dan penyakit
jantung
 memantau efek obat yang hepatotoksik dan
nefrotoksik
TES SGOT
 Nilai rujukan: 6-30 U/L
 Interpretasi: kadar meninggi
 > 20x pada hepatitis akut, trauma otot, post
operasi, kerusakan hati ok obat
 10-20 x pada infark miokard akut,
mononukleosis infeksiosa, sirosis ok alkohol
 5-10x pada dermatomyositis, sirosis hepatik
kronik
 2-5 x pada anemia hemolitik, metastase Ca
hepatis, pankreatitis akut, perlemakan hati.
Tes SGPT/ALT
 Glutamat Piruvat Transaminase (GPT).
=Alanine Amino Transferase/Alanin
Transaminase (ALT/ALAT)
 Pada sel hati, cairan tubuh, jantung,
ginjal dan muskuloskeletal.
 Tujuan tes:
 diagnosis dan evaluasi penyakit hati:
enzim ini merupakan indikator kerusakan
sel hati
 memantau efek obat yang hepatotoksik.
 membedakan ikterus hemolitik dengan
ikterus karena penyakit hati.
TES SGPT
 Nilai rujukan: 7-32 U/L
 Interpretasi: kadar meninggi
 20-50x pada hepatitis virus atau ok obat
 10- <20x pada hepatitis kronis,
mononukleosis, kolestasis/kolesistitis,
penyembuhan hepatitis
 <10x pada sirosis hepatik akut, hepatitis ok
alkohol
 1-2x pada infark miokard akut & kongesti
hepatik
Rasio dari AST/ALT
DeRitis Quotient
 AST/ALT > 1 pada penyakit hati
karena alkohol
 AST/ALT < 1 pada gangguan
hepatoseluler akut, hepatitis virus
akut dan kronik
Tes Cholinesterase (CHE)
 Dalam serum enzim ini disebut
pseudocholinesterase sedangkan pada
ujung saraf dan eritrosit disebut true
cholinesterase (AcCHS).
 Tujuan tes CHE untuk:
 penyakit hati.
 intoksikasi dari senyawa
organofosfat
TES CHE (Nilai Rujukan)
370 C (U /l)
300 C (U /l)
Fotometer Cobas Fotometer Cobas
4020 Mira 4020 Mira
Anak-anak; Laki-laki; 4.300 – 4.300– 5.400 – 5.300 –
Perempuan > 40 tahun 10.500 10.500 13.200 12.900
Perempuan (16 – 39
tahun)
3.500 – 3.500 – 4.300 – 4.300 –
yang tidak hamil dan
9.200 9.100 11.500 11.200
tidak memakai
kontrasepsi hormonal
Perempuan (18 – 41
tahun) yang hamil dan 3.000 – 3.000 – 3.700 – 3.600 –
memakai kontrasepsi 7.400 7.400 9.300 9.100
hormonal
TES CHE (Interpretasi)
 Peningkatan kadar:
Hiperlipidemia tipe IV
- Nefrosis, Sindroma Nefrotik
- Obesitas
- Diabetes Melitus
 Penurunan kadar:
- Penyakit hepatoseluler: hepatitis ( virus /
amuba ), abses, metastasis karsinoma,sirosis
dengan ikterik.
-Kondisi yang menyebabkan penurunan albumin
seperti malnutrisi, infeksi, anemia, penyakit kulit
dan infark miokard akut.
-Penyakit jantung kongestif
-Uremia
-Syok
TES Bilirubin Serum
 Bilirubin: produk utama katabolisme Hb.
dalam btk conyugated bilirubin (indirek,
prehepatik), di dalam hati menjadi coyugated
bilirubin (direk, post hepatik)
 Tujuan tes:
 Evaluasi fgs hepatobilier & eritropoetik (g3
hemolitik transfusi darah)
 m-DD ikterus dan monitor progresivitasnya

 m-DD obstruksi bilier (bil.direk) dan


an.hemolitik (bil indirek)
TES Bilirubin Serum
 Nilai rujukan:
 Bilirubin indirek  0,75 mg/dl
 Bilirubin direk  0,25 mg/dl
 Bil Total pada bayi 1.0 – 12.0 mg/dl
 Interpretasi:
 Bil indirek meninggi: an.hemolitik, g3 hati,
def. enzim kong. Rx transfusi, hepatitis, def
G6PD
 Bil direk meninggi: obstruksi bilier,
hepatitis, sirosis.
Tes Protein
 Tes kimia: kadar prot.total, albumin,
globulin
 Tes elektroforesis protein: nilai fraksi
albumin, alfa, beta dan gamma globulin
 Tujuan: untuk mnelihat def protein,
peny hati, ginjal, gastrointestinal,
keganasan
Tes Protein
 Nilai rujukan:
 Prot.total : 6.6 – 8.0 g/dl (100%)
 Albumin : 3.3 – 5.0 g/dl (58-74%)
 Alfa1 globulin: 0.1 – 0.4 g/dl (2.0-3.5%)

 Alfa2 globulin: 0.5 – 1.0 g/dl (5.4-10.6%)

 Beta globulin: 0.7-1.2 g/dl (7.0-14.0%)

 Gamma globulin: 0.5-1.6 g/dl (8.0-18%)


Tes Protein (Interpretasi)
 Meninggi
 Prot.total : inflamasi kronik: atritis,
dehisdrasi, DM, asidosis multipelmieloma,
makroglobulin, leukemia monositik
 Albumin : myeloma, dehidrasi
 Globulin: peny kolage, hodgkin,

multipelmieloma, TB, peny autoimun, DM,


inflamasi akut, nefrosis
Tes Protein (Interpretasi)
 Menurun
 Prot.total : gangguan hati, malabsorpsi,
malnutrisi, nefrosis, toksemia gravidarum,
luka bakar, DM, glomerulonefritis, syok.
 Albumin : peny kolagen, diare kronik,
malnutrisi, hipertiroid, peny ginjal, hati,
darah dankeganasan, AIDs, malnutrisi
 Globulin: gangguan koagulasi, infeksi,

malnutrisi,peny hati & ginjal


The end…..